PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis) TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN (Strain wistar) YANG DIBERI PAPARAN ASAP ROKOK

22  Download (0)

Full text

(1)

KARYA TULIS AKHIR

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis) TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN (Strain

wistar) YANG DIBERI PAPARAN ASAP ROKOK

Oleh:

R.P JOY POESPO KOESOEMO AJI

201110330311129

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

FAKULTAS KEDOKTERAN

(2)

i

HASIL PENELITIAN

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis) TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN (Strain

wistar) YANG DIBERI PAPARAN ASAP ROKOK

KARYA TULIS AKHIR Diajukan kepada

Universitas Muhammadiyah Malang Untuk memenuhi Salah Satu Persyaratan

dalam Menyelesaikan Program Sarjana Fakultas Kedokteran

Oleh:

R.P JOY POESPO KOESOEMO AJI

201110330311129

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS KEDOKTERAN

(3)

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN HASIL PENELITIAN

Telah disetujui sebagai hasil penelitian Untuk memenuhi persyaratan Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Malang Tanggal : 24 Agustus 2015

Pembimbing I

dr. Thontowi Djauhari NS, M.Kes

Pembimbing II

dr. Fathiyah Safithri, M.Kes

Mengetahui,

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang

(4)

iii

LEMBAR PENGUJIAN

Karya Tulis Akhir oleh R.P Joy Poespo Koesoemo Aji Telah diuji dan dipertahankan di depan Tim Penguji Pada tanggal : 20 Agustus 2015

Tim Penguji

dr. Thontowi Djauhari NS, M.Kes

dr. Fathiyah Safithri, M.Kes

dr. Sulistyo Mulyo Agustini, Sp. PK

, Ketua

, Anggota

(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis telah berhasil menyelesaikan karya tulis akhir ini yang berjudul “Pengaruh Pemberian Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) Terhadap

Motilitas Spermatozoa Tikus Putih Jantan (Strain wistar) yang Diberi Paparan Asap Rokok”. Tugas akhir ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana Kedokteran jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

Penulis menyadari bahwa penyusunan tugas akhir ini kemungkinan jauh dari sempurna, walaupun demikian penulis telah berusaha semaksimal mungkin serta mendapatkan bantuan dan bimbingan dari dosen pembimbing dalam rangka penyusunan. Tanpa bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, sangatlah tidak mudah menjalani masa perkuliahan hingga pada penyusunan tugas akhir ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. dr. Irma Suswati, M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

2. dr. Moch. Ma’roef, Sp.OG selaku Pembantu Dekan 1 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

(6)

v

4. dr. Iwan Sys Indrawanto, Sp.KJ selaku Pembantu Dekan 3 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah.

5. dr. Thantowi Djauhari NS, M.Kes selaku pembimbing I atas kesabaran dan ketelitiannya dalam membimbing dan memberi saran dalam penyususnan karya tulis akhir ini.

6. dr. Fathiyah Safithri, M. Kes selaku pembimbing II atas kesabaran dan ketelitiannya dalam membimbing dan memberi saran dalam penyususnan karya tulis akhir ini.

7. dr. Sulistyo Mulyo Agustini, Sp. PK selaku penguji atas ketelitiannya dalam memberi saran dan masukan dalam penyusunan karya tulis akhir ini.

8. Orang tuaku tercinta Bpk R.P Dandy Poespoadhi, Ibu dr. Suhartatik, MARS, kakak saya R.P Andreuy Poespo Koesoemo Adi yang selalu memberikan pengertian, semangat, motivasi, dukungan moral maupun materil, serta doa-Nya selama saya menuntut ilmu.

9. Yang terkasih Kitty Fabiola, Bpk. Wahyudi, Ibu Wiwik hendrowati, dan kakak saya Gogo Kun Rizky terima kasih atas dorongan semangat dan motivasi, dukungan, bantuan, ilmu rohaninya, serta doa-Nya selama ini. 10.Staf TU, Pak Yono, Bu Endang, Mas Didit, Mas Joko terima kasih atas

bantuan dan kemudahan dalam urusan administrasi dan tugas akhir ini.

(7)

12.Semua pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan karya tulis ini juga mendoakan demi suksesnya karya tulis ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu.

Akhir kata penulis berharap semoga penelitian ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi semua pihak.

Malang, 24 Agustus 2015

(8)

vii ABSTRAK

Koesoemo, Joy Poespo. 2015. Pengaruh Pemberian Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) Terhadap Motilitas Spermatozoa Tikus Putih Jantan (Strain wistar) yang Diberi Paparan Asap Rokok. Karya Tulis Akhir, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing (I): Thontowi Djauhari*, Pembimbing (II): Fathiyah Safitri**.

Latar Belakang: Asap rokok menghasilkan ROS yang dapat menggangu spermatogenesis secara tidak langsung dengan mengurangi diameter tubulus seminiferus dan menurunkan jumlah sel sertoli pada testis tikus. Teh hijau mengandung bioaktif berupa katekin yang mampu sebagai antioksidan.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak teh hijau terhadap motilitas spermatozoa tikus putih jantan yang dipapar asap rokok. Metode Penelitian: Jenis penelitan ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian post test only control group design. Jumlah sampel 24 ekor tikus putih jantan. Sampel diacak menjadi 4 kelompok. Kelompok perlakuan 1 diberi ekstrak teh hijau sebanyak 15mg/200grBB/hari, kelompok perlakuan 2 diberi ekstrak teh hijau sebanyak 30mg/200grBB/hari, dan kelompok perlakuan 3 diberi ekstrak teh hijau sebanyak 60mg/200grBB/hari. Data di analisis dengan uji One-Way Anova.

Hasil: Hasil penelitian yang didapat rerata motilitas spermatozoa kelompok kontrol positif sebesar 11%, perlakuan 1 16,8%, perlakuan 2 28,5%, perlakuan 3 33,5% yang menunjukan ada peningkatan motilitas spermatozoa tikus putih jantan yang dipapar asap rokok.

Kesimpulan: Ekstrak teh hijau terbukti mampu meningkatkan motilitas spermatozoa tikus putih jantan yang diber paparan asap rokok.

Kata Kunci: Ekstrak teh hijau (Camellia sinensis), Motilitas Spermatozoa, Asap rokok.

*Staf Pengajar Ilmu Anatomi di Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Malang

(9)

ABSTRACT

Koesoemo, Joy Poespo. 2015. Effect of Green Tea Extract ( Camellia sinensis ) Sperm Motility Against Male Rats ( Strain wistra ) were given Cigarette Smoke Exposure. Thesis, Medical Faculty, University Muhammadiyah Malang. Adviser (I): Thontowi Djauhari*, Adviser (II): Fathiyah Safitri**.

Background: Cigarette smoke produce ROS could give bad influence indirectly to the diameter of tubulus seminiferus and decreased the amount of certoli cells in rat’s testicular. Green tea contained bioactive substances such as cathecin can be used as antioxidant.

Objective: This study aims to determine the effect of green tea extract on the motility of spermatozoa white male rats exposed to cigarette smoke.

Methods: Experimental studies with posy-test only control group design. Number of sample 24 male strain wistar. Sample at random into 4 groups. The first groups was given green tea extract with the amount of 15 mg/200grWeight/day, second group was given green tea extract with the amount of 30mg/200grWeight/day, and third group was given green tea extract with the amount of 60mg/200grWeight/day. Data were tested by One-Way Anova.

Research Result and Discussion: The results of the experiment showed that the mean of spermatotozoa motility in positive control of 11%, at first group was 16,8%, at second group was 28,5%, at third group was 33,5% that increased the spermatozoa motility male strain wistar.

Conclusions: The green tea extract gave effect to be increase the motility of spermatozoa white rats strain wistra male exposure by cigartte smoke.

Keyword: Greea tea extract (Camellia sinensis), sperm motility, smoke cigarettes.

*Lecturer of Anatomy Departement of Medical Faculty of University of Muhammadiyah Malang

(10)

ix DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN... ii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

BAB 1 PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian... 3

1.3.1 Tujuan Umum ... 3

1.3.2 Tujuan Khusus ... 3

1.4 Manfaat Penelitian... 3

1.4.1 Manfaat bagi masyarakat ... 3

1.4.2 Manfaat bagi akademis ... 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Organ Reproduksi Pria ... 5

2.1.1 Spermatogenesis ... 9

2.1.2 Fisiologis Sperma yang Matang ... 12

2.1.3 Semen ... 13

2.1.4 Spermatogenesis Abnormal dan Fertilitas Pria ... 14

(11)

2.3 Teh Hijau (Camellia sinensis) ... 17

2.3.1 Jenis Teh ... 17

2.3.2 Teh Hijau ... 17

2.3.3 Toksonomi Tumbuhan Teh ... 18

2.3.4 Morfologi Tanaman Teh ... 19

2.3.5 Habitat dan Distribusi Geografis ... 19

2.3.6 Kandungan Kimis Teh Hijau ... 20

2.3.7 Katekin ... 21

3.1 Rokok ... 22

3.1.1 Peran Radikal Bebas dalam Asap Rokok Terhadap Kerusakan Spermatozoa ... 23

4.1 Antioksidan ... 25

BAB 3 KERANGKA KONSEP ... 28

3.1 Kerangka Konseptual ... 28

3.2 Hipotesis ... 29

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN ... 30

4.1 Rancangan Penelitian ... 30

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian... 30

4.3 Populasi dan Sampel ... 30

4.3.1 Populasi ... 30

4.3.2 Sampel ... 30

4.3.3 Replikasi ... 30

4.3.4 Teknik Pengambilan Sampel ... 31

4.3.5 Karakteristik Sampel Penelitian ... 31

4.3.5.1 Kriteria Inklusi ... 31

(12)

xi

4.3.6 Variabel Penelitian ... 32

4.3.6.1 Variabel Bebas ... 32

4.3.6.2 Variabel Tergantung ... 32

4.3.7 Definisi Operasional Variabel ... 32

4.4 Bahan dan Instrumen Penelitian ... 33

4.4.1 Pemeliharaan Tikus ... 33

4.4.2 Pemaparan Asap Rokok pad Strain Wistar ... 34

4.4.3 Pembuatan Ekstrak Teh Hijau ... 34

4.5 Prosedur Penelitian ... 34

4.5.1 Prosedur kelompok Tikus ... 34

4.5.2 Aklimatisasi ... 35

4.5.3 Ekstrak Teh ... 35

4.5.4 Pemaparan Asap Rokok ... 37

4.5.5 Pengambilan Spermatozoa ... 37

4.5.6 Perhitungan Spermatozoa ... 38

4.6 Alur Penelitian... 39

4.7 Analisis Data ... 40

BAB 5 HASIL dan ANALISIS DATA ... 41

5.1 Hasil penelitian ... 41

5.2 Analisis Data ... 42

BAB 6 KESIMPULAN ... 46

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ... 50

7.1 Kesimpulan... 50

7.2 Saran ... 50

DAFTAR PUSTAKA ... 51

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Komposisi Kandungan Zat Kimia dalam Teh ... 20 Tabel 5.1 Pengaruh Pemberian Ekstrak Teh Hijau Terhadap Motilitas Spermatozoa

(14)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Potongan melintang pada testis ... 5

Gambar 2.2 Gambaran histopatologi dari Tubulus Seminiferus ... 6

Gambar 2.3 Organ Reproduksi pria ... 7

Gambar 2.4 Proses Spermatogenesis ... 11

Gambar 2.5 Struktur Sperma ... 12

Gambar 2.6 Sperma Infertilitas Abnormal ... 15

Gambar 2.7 Tanaman Teh Hijau ... 19

Gambar 2.8 Struktur Kimia EGCG ... 21

Gambar 2.9 Kerangka Konsep ... 28

Gambar 5.1 Grafik Rata-Rata Peningkatan Motilitas Spermatozoa ... 41

Gambar 5.2 Grafik Rata-Rata Peningkatan Jumlah Spermatozoa ... 42

Gambar 5.3 Grafik Linieritas Motilitas Spermatozoa ... 44

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Agarwal, A. 2010. The Role of Free Radicals and Antioxidants in Reproduction. Center for Advanced Research in Human Reproduction. Departemen of physiology Infertility and sexual function vol 39 pp: 191-198.

Armstrong, JS. Bivalacqua, TJ. Chamulitrat, W et al. 2009. A Comparation of The NADPH Oxidase in Human Sperm and White Blood Cells. Int J androl vol 25 pp: 223-229.

Ashok, A. Gurpriya, Virk. Chloe, O. 2014. Effect of Oxidative Stress on Male Reproduction, 32 (1), pp: 1-17. Online (http://dx.doi.org/10.5534/wjmh, diakses pada 24 february 2015)

Astuti. S. 2011. Isoflavon Kedelai dan Potensinya Sebagai Penangkap Radikal Bebas. Jurnal teknologi industri dan hasil pertanian vol 13 no 2, sep: 128-136. Bansal, AK. 2010. Effect of Ferrous Ascorbateon in Vitro Capacitation and

Acrosome Reaction in Cattle Bill Spermatozoa. Animal science report vol 1 pp: 54-56.

Barber, S., Adioetomo, S. M., Ahsan, A., dan Setyonaluri, D. 2008. Ekonomi Termbakau di Indonesia. Laporan Penelitian. Jakarta : Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Basuki, B. Purnomo. 2010. Studi Banding Spermatozoa Perokok Dengan Bukan Perokok Pada Pasien Infertil di Rumah Sakit Widodo Ngawi, jawa timur. Universitas sebelas maret.

Dhawan, K. Sharma, A. (2009). Prevention of Chronic Alchohol and Nicotine-induced Azospermia, Sterility and Decreased Libido by a novel tri-substituted Benzoflavone Moiety from Passiflora incamate Linneaus in Healthy Male Rats. Life Sciences 71 pp: 3059-3069

Effendi, DS. Syakir, M. Yusron, M, Wiratno. 2010. Budidaya dan Pasca Panen Teh. Pusat penelitian dan pengembangan perkebunan. Kementrian penelitian. Bogor pp: 16.

Evenson, DP. Larson, KJ. Jost, LK. 2009. Sperm Chromatin Structure Assay: It’s Clinical Use for Detecting Sperm DNA Fragmentasion in Male Fertility and Comparations with Techniques, J. androl vol 23 pp: 25-43.

Fitriani, E. 2010. The Effect of Cigarettes Smoke Exposured Causes Fertility of Male Mice (Mus musculus). J. Natural. 10(2): 12-17.

(16)

xv

Guven,MC. Can, B. Ergun, Y et al. 2009. Ultra-structure Effect of Cigarette Smoke on Rats Testis. European Urology 36: 645-649.

Guyton, A. Hall, J. 2007. Buku ajar fisiologi kedokteran. Jakarta: EGC.

Hargono, F. Lintong, P. Kairupan, C. 2013. Gambaran Histopaltologik Testis Mencit Swiss (Mus musculus) yang Diberi Kedelai (Glycine max) dan Paparan Dengan Asap Rokok. Jurnal e-biomedik vol 1 no 2, juli 2013 pp: 824-829. Hariyatmi. 2007. Kemampuan Vitamin C sebagai Antioksidan Terhadap Radikal

Bebas Pada Lanjut Usia. Jurnal MIPA vol 14 no 1. Surakarta. UMS.

Hidayah, N. 2007. Identifikasi dan Pengelolaan Stres Infertil, konferensi nasional stress management dalam berbagai seting kehidupan.

Hilczer, JS. 2013. The Role Oxidative Stress and Antioxidants In Male Fertility. Cent european J urol.(66) (1) pp: 60-67.

Jaya, M. 2009. Pembunuh Berbahaya Itu Bernama Rokok. Sleman : Penerbit Ri’zma

Karimi, M. Parsaei, P. Asadi SY, et al. 2013. Effect of Camellia Sinensis Ethanolic Extract on Histometric and Histopathological Healing Process of Burn Wound in Ratin: middle-east journal of scientific research 13(1): 14-19. IDOSI publications, shahrekord iran.

Linda, J. Danny, J. 2009. At a Glance Sistem Reproduksi, edisi 2. Jakarta: erlangga. Maghda, M. 2011. The Mechanisms by Which Oxidative Stress and Free Radical

Damage Produces Male Infertility. 9(1) pp: 674-688. Online (http://lifesciencesite.com, diakses pada 24 februari 2015)

McPhee, S. and Pignone, M. 2008. Disease Prevention and Health Promotion. In McPhee, S. J., Papadakis, M. A., and Tierney, L. M. J. (Eds), Current Medical Diagnosis and Treatment, 47th Edition, (p. 1-16). New York : McGraw- Hill.

Mereles, D. Hunstein, W. 2010. Epigallocathechin-3-gallate (EGCG) for Clinical Trials: More Pitfalls than promise?. International journal molecular science. DOI: 10.3390/ijms12095592.ISSN: 1422-0067. Heidelberg. Germany. Namita, P. Mukesh, R. Vijay, KJ. 2012. Camellia sinensis (green tea): a review.

Global journal of pharmacology 6(2). 2012 ISSN 1992-0075 © IDOSI publications pp: 52-59.

(17)

Obaid, AY. Abu-zinadah, OA. Hussein, HK. 2011. The Beneficial Effect of Green Tea Extract and It’s Main Derivatives in Repairing Skin Burns of Rabbits. International journal of biological chemistry 5(2): 103-115 ISSN 1819-155x/DOI: 10.3923/ijbc.2011.103.115.

Olayaki, LA. Edeoja, EO. Jimoh, OR. et al. 2008. Effects of Cigarette Smoking on Urinary Testosteron Excretion in Men. Biokemistri vol 20 no 1, Juni pp: 29-32.

Pervaiz, U. Khan, A. Khan, N et al. 2009. The Role of National Tea Research Institute in Tea Production. Sarhad J. agric vol 25 no 2. NWFP agricultural university, peshawar. Pakistan.

Santoso, H. 2014. Ekstraksi Antioksidan dan Senyawa Aktif Dari Buah Kiwi (Actinida deliciosa). Online (http://journal.unpar.ac.id/index.php/rekayasa/artikel/view/1253, diakses pada 24 february 2015)

Schramn, L. 2013. Going Green: The Role of The Green Tea Component EGCG in Chemoprevention. DOI: 10.4172/2157-2518.1000142. Departement of biological sciences, st. john’s university. NY 11439. USA.

Sikka, SC. 2009. Role of Oxidative Stress and Antioxidant in Andrology and Assited Reproductive Technology. Androl, J. 25(1): 5-18.

Singh, V. Verma, D. Singh, G. 2014. Processing Technology and Health Benefits of Green Tea. Popular kheti vol 2 issue 1 (january-march), ISSN: 2321-0001, tersedia dari www.popularkheti.info.

Sitohang, AG. Wantouw, B. Queljoe, E. 2015. Perbedaan Antara Efek Pemberian Vitamin C dan Vitamin E Terhadap Kualitas Spermatozoa Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Jantan Setelah Diberi Paparan Asap Rokok. Jurnal e-Biomedik (eBm) vol 3 no 1, Januari-April 2015

Sharon. 2009. Bahaya Tembakau dan Bentuk-Bentuk Sediaan Tembakau. Online

(http://resources.unpad.ac.id/unpad-content/uploads/publikasi_dosen/rokok.pdf, diakses pada 24 february 2015) Sugeng, S. 2014. Pengaruh Pasta Tomat (Solanum lycopersicum) Terhadap Diameter

Tubulus Seminiferus Mencit (Mus musculus) Gelar DDY yang Terpajan Asap Rokok Berfilter. Jurnal penelitian JKM vol 10 no 1 juli 2010: 47-54 Sukmaningsih, A. 2009. Penurunan Jumlah Spermatosit dan Spermatid Tubulus

(18)

xvii

Sundari, D. 2009. Toksisitas akut (LD50) dan uji gelagat ekstrak teh hijau (camellia sinensis (linn.) kunze) pada mencit. Online (http:// ejournal. litbang. depkes. go.id/index.php/MPK/article/view/774, diakses pada 24 februari 2015) Suryo, S. 2010. Filosofi Rokok, Sehat, Tanpa Berhenti Merokok. Yogyakarta : Pinus

Book Publisher.

Sutyarsono. 2013. Hubungan keadaan hormon testosteron terikat dengan jumlah dan kualitas spermatozoa pria infertil idiopatik. Jurnal sains teknologi vol 9 no 3 pp: 29-34.

Streppel, M, T., Boshuizen, H. C., Ocke, M. C., Kok, F. J., and Kromhout D. 2008. Mortality and Life Expectancy In Relation To Long-Term Cigarette, Cigar And Pipe Smoking : The Zutphen Study. Tobacco Control. Vol. 16, No. 2. Toda, S. Shrirataki, Y. 2009. Inhibitory effect of isoflavones on lipid peroxidation by

reactive oxygen species phytother. Res. 13:163-165.

Towaha, J. 2013. Kandungan senyawa kimia pada daun teh (camellia sinensis). Warta penelitian dan pengembangan tanaman industri vol 19 no 2, Desember 2013 pp:12-16.

Unitly, AJ. Kusumorini, N. Agungpriyono, S. Satyaningtijas, AS. dkk. 2014. Perubahan Kualitas Spermatozoa dan Jumlah Sel-Sel Spermtogenik Tikus yang Terpapar Asap Rokok. Jurnal Kedokteran Hewan vol 8 no 2, September 2014. ISSN: 1978-225X

UPT materica medica. 2014. Determinasi tanaman teh hijau. Dinas kesehatan propinsi jawa timur. UPT. Batu, jawa tiur.

Yumaria. 2010. Bye bye Smoke, Buku Panduan Ampuh Untuk Berhenti Merokok. Jakarta : Nexx Media.

Wasito, B. 2008. Spermiogram pria infertile di laboratorium infertile-andrologi puslitbang sistem dan kebijakan kesehatan surabaya, tahun 2002-2004. Online (http://bpk. litbang. depkes. go. id/ index. php/ BPK/ article/ view FILE/ 2164/1116. diakses pada 24 februari 2015)

Widyaningrum, N. 2013. Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) pada daun teh hijau sebagai anti jerawat, majalah faramasi dan farmakologi vol 17 no 3, november 2013 pp: 95-98 (ISSN: 1410-7031)

Winarsi,H. 2007. Antioksidan alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta: Penerbit Kanisius p: 13-15, 77-81.

(19)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan sepasang suami istri mendapatkan keturunan setelah 12 bulan senggama tanpa kontrasepsi. Menurut WHO, infertilitas pada pihak pria sebesar 24%, pada wanita sebesar 41%, dan keduanya sebesar 24% (Wasito, 2008). Di Indonesia terdapat 12% dari 3 juta infertilitas. Rokok merupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya infertilitas pada pria. Menurut Global Adult Tobacco Survey (GATS) pada tahun 2011 Indonesia menempati urutan ketiga dalam jumlah perokok terbesar di dunia (Hilczer, 2013; Sutyarso, 2013; WHO, 2011).

(20)

2

adrenal untuk melepaskan katekolamin yang mempengaruhi sistem saraf pusat dan menggangu proses spermatogenesis (Fitriani, 2010). ROS menyebabkan infertilitas melalui peroksidasi lemak (Bansal, 2010), merusak protein (Armstrong, 2009) dan merusak DNA (Agarwal, 2010).

Antioksidan endogen (SOD) melindungi sel dari serangan stres oksidatif dan mencegah terbentuknya produk peroksidasi lipid (Toda, 2009). Antioksidan endogen bekerja untuk mendetoksifikasi radikal bebas yang berbahaya dan mencegah kerusakan sel dalam jumlah normal. Apabila terbentuk radikal bebas dalam jumlah berlebihan, enzim-enzim yang berfungsi sebagai antioksidan endogen dapat menurun kemampuannya. Bahan antioksidan eksogen yang mengandung senyawa antioksidan adalah teh hijau (Camellia sinensis).

Teh hijau memiliki efek antioksidan karena mengandung bioaktif fenol yang terdiri dari katekin. Katekin tersusun dari Epigalokatekin (EGC), Epigalokatekin-galat (EGCG), Epikatekin (EC), Epikatekin-galat (ECG), dan Galokatekin (GC). Katekin merupakan senyawa metabolit sekunder yang secara alami dihasilkan oleh tumbuhan dan termasuk golongan flavonoid. Hasil penelitian University of

Kansas tahun 2007 menyatakan bahwa katekin dalam teh hijau memiliki

(21)

3

Pada penelitian terdahulu, terbukti kedelai mengandung bioaktif isoflavon (flavonoid) mampu meningkatkan motilitas spermatozoa tikus Mus musculus yang dipapar asap rokok (Hargono, 2013). Ekstrak kiwi mengandung bioaktif flavonoid juga terbukti mampu meningkatkan motilitas spermatozoa pada tikus Mus musculus (Santoso, 2014). Oleh karena itu, peneliti ingin membuktikan apakah flavonoid teh hijau dapat meningkatkan motilitas spermatozoa tikus putih yang dipapar asap rokok.

1.2.Rumusan Masalah

Apakah pemberian ekstrak teh hijau dapat meningkatkan motilitas spermatozoa tikus putih jantan yang diberi paparan asap rokok?

1.3.Tujuan penelitian

1.3.1. Tujuan umum

Untuk membuktikan pengaruh pemberian ekstrak teh hijau terhadap motilitas dan jumlah spermatozoa tikus putih jantan yang diberi paparan asap rokok.

1.3.2. Tujuan khusus

 Untuk melihat jumlah spermatozoa dan motilitas spermatozoa tikus

putih jantan setelah pemberian ekstrak teh hijau

 Untuk mengetahui dosis optimal ekstrak teh hijau yang mampu

meningkatkan motilitas spermatozoa 1.4.Manfaat Penelitian

(22)

4

1. Memberi informasi kepada masyarakat luas tentang efek samping yang dapat ditimbulkan bila terpapar radikal bebas (rokok) terhadap motilitas spermatozoa.

2. Memberi informasi bahwa antioksidan yang terdapat pada teh hijau mampu menghalangi pengaruh negatif yang ditimbulkan radikal bebas (rokok) terhadap spermatozoa.

1.4.2. Manfaat bagi akademis

1. Untuk mengetahui dosis efektif teh hijau dalam meningkatkan motilitas spermatozoa tikus putih yang dipapar asap rokok.

2. Dapat sebagai salah satu terapi alternatif bagi penderita infertilitas dan mencegah jumlah penderita infertilitas.

Figure

Updating...

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in