STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN DIURETIK PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

WIDI ASTUTIK

STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN

DIURETIK PADA PASIEN

STROKE ISKEMIK

(Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful

Anwar Malang)

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

(2)

i

SKRIPSI

WIDI ASTUTIK

STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN

DIURETIK PADA PASIEN

STROKE ISKEMIK

(Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful

Anwar Malang)

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

(3)
(4)
(5)

iv

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Puji syukur tercurahkan kepada ALLAH SWT, Tuhan semesta alam karena berkat rahmad dan ridhonya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN DIURETIK PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang).

Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari peranan pembimbing dan bantuan dari seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada:

1. ALLAH SWT, Tuhan semesta alam yang memberikan rahmat, nikmat dan hidayahnya kepada umatnya, Rosulullah SAW, yang sudah menuntun kita menuju jalan yang lurus.

2. Ibu Tri Lestari H.M.Kep.Sp.Mat., selaku Dekan Fakultas ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan kesempatan penulis belajar di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

3. DR. Dr. Basuki Bambang Purnomo, Sp.U selaku Direktur, Sri Erna Utami, SKM., M.Kes (MARS) selaku Kepala Bidang Rekam Medik dan Evaluasi Pelaporan, drg. Asri Kusuma Djadi, MMR selaku Kepala Bidang Pendidikan dan Penelitian, Dra. Arofa Idha, Apt selaku Kepala Instalasi Farmasi, serta staf pengawai RMK RSU Dr. Saiful Anwar Malang yang telah membantu dalam memperlancar jalannya penelitian.

(6)

v

5. Ibu Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes., Apt., selaku Ketua Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberi motivasi dan kesempatan penulis belajar di Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang.

6. Bapak Drs. Didik Hasmono, MS., Apt., selaku Dosen Pembimbing I dan Ibu Nailis Syifa’, S.Farm., MSc., Apt., selaku Dosen Pembimbing II yang dengan tulus dan ikhlas penuh kesabaran, membimbing, mengarahkan dan memberikan kemudahan sarana dan prasarana sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

7. Dra. Lilik Yusetyani., Apt., Sp.FRS, selaku Dosen Penguji I dan Ibu Annisa Farida Muti., S.Farm., M.Sc.,Apt. selaku Dosen Penguji II yang telah banyak memberikan saran demi kesempurnaan skripsi ini.

8. Ibu Ika Ratna Hidayati, S.Farm., Apt., selaku Dosen Wali, Ibu Arina Swastika Maulita, S.Farm., Apt., serta semua Dosen Farmasi Universitas Muhamadiyah Malang yang sudah memberikan waktunya untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang sangat berguna.

9. Pak Lukman, Mbak Yuli, Pak Agus, selaku tata usaha Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. 10. Orang Tuaku tercinta, Emak Hanik dan Mbahkung Koesnindar serta Ibu

Wini Harti dan Bapak Samirudin yang tiada hentinya memotivasi dalam segala hal, dengan sabar mendoakan untuk kebaikan dan kesuksesan anak-anaknya. Terima kasih banyak atas didikan dan kerja keras untuk membuat anak-anaknya bahagia serta mendapatkan ilmu yang bemanfaat.

11. Sahabat-sahabatku Benni, Dini SP, Sutri, Lita, Ajeng, Bulla, Seepi dengan keceriaan dan semangat kalian selama ini sebagai sahabat yang membantu dan mendukung saat senang maupun susah.

(7)

vi

Jasa dari semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini, penulis tidak mampu membalas dengan apapun. Semoga amal baik semua pihak mendapat imbalan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kebaikan skripsi ini. Semoga penulisan ini dapat berguna bagi penelitian berikutnya, amiin.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Malang, 16 Mei 2013 Penyusun,

(8)

vii

RINGKASAN

STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN DIURETIK PADA

PASIEN STROKE ISKEMIK

(Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

Stroke iskemik merupakan sindrom yang terdiri dari gejala hilangnya fungsi sistem saraf pusat fokal (atau global) yang berkembang cepat (dalam detik atau menit) disebabkan oleh aterotrombosis atau emboli, yang masing-masing akan mengganggu atau memutuskan aliran darah otak atau cerebral blood flow (CBF). Salah satu faktor resiko yang menyebabkan stroke adalah hipertensi.

Pemberian antihipertensi diperlukan untuk pasien dengan tekanan darah yang tinggi. Pemilihan terapi antihipertensi yang tepat sangat berpengaruh pada keberhasilan terapi yang dilakukan. Pemberian diuretik ditujukan untuk antihipertensi dan menurunkan tekanan intrakranial. Dosis obat golongan diuretik yang diberikan tergantung dari keparahan penyakit, fungsi ginjal dan umur pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan obat golongan diuretik pada pasien dengan kasus stroke iskemik di RSU Dr. Saiful Anwar Malang, mengkaji hubungan terapi obat golongan diuretik terkait macam obat, dosis, rute pemberian, interval, frekuensi, dan lama pemberian yang dikaitkan dengan data klinik dan data laboratorium di RSU Dr. Saiful Anwar Malang.

Konsep pada penelitian ini yaitu melakukan rekapitulasi stroke iskemik pada Rekam Medik Kesehatan (RMK). Stroke dapat disebabkan antara lain hipertensi, kardioemboli, trombosis intrakranial, stenosis ekstrakranial, aneurisma arteri serebral,malformasi arteriovenous,dan trauma. Dari penyebab tersebut dan berdasarkan data klinik dan data laboratorium pasien, dapat diberikan terapi yang sesuai.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional karena peneliti tidak memberikan perlakuan terhadap pasien. Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif yaitu berupa studi retrospektif (penelitian yang dilakukan dengan meninjau kebelakang). Kriteria inklusi meliputi pasien dengan diagnosis stroke iskemik di RSU Dr. Saiful Anwar Malang dengan data Rekam Medik Kesehatan (RMK) lengkap meliputi data terapi obat golongan diuretik dengan obat antihipertensi dan stroke yang menyertai.

(9)

viii

Golongan diuretik yang digunakan terdiri dari furosemid dalam dosis 20 mg hingga 240 mg per hari untuk rute per oral dengan frekuensi 1-3 kali per hari, untuk rute pemakaian intravena bolus dosis yang digunakan adalah 20 mg hingga 120 mg per hari dengan frekuensi 1-3 kali per hari, untuk intravena drip dosis yang diberikan adalah 10-20 mg/jam. Manitol digunakan dalam dosis 100cc dengan frekuensi 1-6 kali per hari dan rute infus intravena secara tapering off, untuk rute intravena dosis yang digunakan adalah 75-150cc dengan frekuensi 1 kali sehari. Hidroclortiazid digunakan secara per oral dalam dosis 12,5 mg – 25 mg per hari dengan frekuensi 1 kali sehari. Spironolakton digunakan secara per oral dalam dosis 25 mg dengan frekuensi 1 kali sehari. Secara keseluruhan, dosis yang diberikan, rute pemberian, interval pemberian, frekuensi pemberian, dan lama pemberian terapi golongan diuretik pada pasienstroke iskemik sudah sesuai

guideline.

(10)

ix

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

LEMBAR PENGUJIAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

RINGKASAN ... vii

ABSTRACT ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

DAFTAR SINGKATAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.3.1 Tujuan Umum ... 4

1.3.2 Tujuan Khusus ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

1.4.1 Bagi Peneliti ... 4

1.4.2 Bagi Rumah Sakit ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Stroke ... 6

2.1.1 Definisi ... 6

2.1.2 Etiologi dan Klasifikasi ... 6

2.1.3 Epidemiologi ... 8

2.1.4 Patofisiologi ... 9

2.1.5 Manifestasi Klinik ... 12

2.1.6 Faktor Resiko ... 14

2.1.7 Penatalaksanaan Terapi ... 19

2.1.8 Terapi Non Farmakologi ... 20

(11)

x

2.2 Hipertensi ... 26

2.2.1 Definisi ... 26

2.2.2 Etiologi dan Klasifikasi ... 27

2.2.3 Epidemiologi ... 28

2.2.4 Patofisiologi ... 28

2.2.5 Gejala ... 29

2.2.6 Penatalaksanaan Terapi ... 30

2.2.7 Kaitan Hipertensi dengan Stroke ... 32

2.2.8 Penatalaksanaan Hipertensi pada Stroke Iskemik ... 33

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL ... 46

BAB IV METODE PENELITIAN ... 48

4.1 Rancangan Penelitian ... 48

4.2 Populasi dan Sampel ... 48

4.2.1 Populasi ... 48

4.2.2 Sampel ... 48

4.2.3 Kriteria Data Inklusi ... 48

4.2.4 Kriteria Data Eksklusi ... 48

4.3 Bahan Penelitian ... 49

4.4 Instrumen Penelitian ... 49

4.5 Tempat dan Waktu Penelitian ... 49

4.6 Definisi Operasional... 49

4.7 Metode Pengumpulan Data ... 50

4.8 Analisa Data ... 50

BAB V HASIL PENELITIAN... 51

5.1 Data Demografi Pasien ... 52

5.1.1 Jenis Kelamin ... 52

5.1.2 Usia ... 52

5.1.3 Status ... 53

5.2 Faktor Resiko Pasien Terdiagnosis Stroke Iskemik ... 54

5.3 Diagnosis Penyerta ... 55

5.4 Penggunaan Antihipertensi Golongan Diuretik ... 55

(12)

xi

5.4.2 Regimentasi Golongan Diuretik ... 56

5.5 Monitoring Elektrolit ... 57

5.6 Lama Perawatan Pasien ... 59

5.7 Distribusi dan Pola Terapi Utama ... 59

5.8 Kondisi Keluar Rumah Sakit ... 60

BAB VI PEMBAHASAN ... 63

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ... 76

DAFTAR PUSTAKA ... 77

(13)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

II.1 Rekomendasi farmakoterapi stroke iskemik ... 21

II.2 Klasifikasi Hipertensi Menurut JNC 7 (Chobanian et al., 2004) ... 27

II.3 Obat-obat Antihipertensi Golongan Diuretik ... 31

V.1 Diagnosis Penyerta Stroke Iskemik... 55

V.2 Distribusi Penggunaan Diuretik Tunggal dan Kombinasi... 56

V.3 Pola Penggantian dan Regimentasi Dosis Golongan Diuretik ... 57

V.4 Kadar Serum Natrium dalam Plasma ... 58

V.5 Kadar Serum Kalium dalam Plasma ... 58

V.6 Kadar Serum Klorida dalam Plasma ... 58

V.7 Terapi Utama Pasien Stroke Iskemik ... 59

(14)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Sirkulus Willisi ... 10

2.2 Mekanisme patofisiologi dari hipertensi ... 29

2.3 Skema Penatalaksanaan Hipertensi pada Stroke Akut ... 30

2.4 Kombinasi yang Memungkinkan dari Kelas yang Berbeda untuk Obat-obat Antihipertensi ... 31

2.5 Mekanisme Kerja Diuretik ... 36

2.6 Struktur Furosemide ... 37

2.7 Struktur Bumetadine ... 38

2.8 Struktur Asam Etakrinat ... 38

2.9 Struktur Hidroklortiazid ... 39

2.10 Struktur Klortalidon ... 40

2.11 Struktur Indapamide ... 41

2.12 Struktur Spironolakton ... 42

2.13 Struktur Amilorid ... 42

2.14 Struktur Triamteren ... 43

2.15 Struktur Manitol ... 44

3.1 Skema Kerangka Konseptual ... 46

3.2 Skema Kerangka Operasional ... 47

5.1 Skema Inklusi dan Eksklusi Penelitian pada Pasien Stroke Iskemik ... 51

5.2 Jenis Kelamin Pasien Stroke Iskemik ... 52

5.3 Usia Pasien Stroke Iskemik ... 53

5.4 Status Pasien Stroke Iskemik ... 53

5.5 Faktor Resiko Stroke Iskemik ... 54

5.6 Life Style Pasien Stroke Iskemik ... 54

5.7 Penggunaan Terapi Diuretik ... 55

5.8 Lama Perawatan Pasien Stroke Iskemik ... 59

(15)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Daftar Riwayat Hidup ... 81

2. Surat Pernyataan... 82

3. Surat Dinas ... 83

4. Keterangan Kelaiakan Etik ... 84

5. Daftar Nilai Normal Data Klinik dan Data Laboratorium ... 85

6. Lembar Pengumpulan Data ... 87

(16)

xv

DAFTAR SINGKATAN

ACEI : Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor

ADO : Autoregulasi Aliran Darah Otak

ADOR : Aliran Darah Otak Regional

AF : Atrial Fibrilation

ALLHAT

:

Antihypertensive and Lipid-Lowering Treatment to Prevent Heart Attack Trial

aPTT : Activated Partial Thromboplastin Time

ARB : Angiotensin Receptor Blocker

ASA : Acetylsalicylic Acid

ASKES : Asuransi Kesehatan

ASNA : Asean Neurological Association

CBF : Cerebral Blood Flow

CCB : Calsium Channel Blockers

CCS : Cairan Cerebrospinal

CF : Close Fracture

CKD : Chronic Kidney Disease

Cl : Klorida

CVA : Cerebrovascular Accident

Dd : De Die

Depkes : Departemen Kesehatan

DM : Diabetes Melitus

DUS : Drug Utilization Study

et al : Et Alii

FPE : First Pass Effect

GCS : Glasgow Coma Scale

GD2PP : Gula Darah 2 Jam Postprandial

GDP : Gula Darah Puasa

GDS : Gula Darah Sesaat

GIT : Gastrointestinal Tract

GPDO : Gangguan Peredaran Darah Otak

GPDOS : Gangguan Peredaran Darah Otak Sepintas

HCT : Hidroclortiazid

HDL : High Density Lipoprotein

HF : Heart Failure

HT : Hipertensi

ISDN : Isosorbid Dinitrat

IV : Intravena

JAMKESDA : Jaminan Kesehatan Daerah

JAMKESMAS : Jaminan Kesehatan Masyarakat

JNC 7 : Joint National Committee

(17)

xvi

KRS : Keluar Rumah Sakit

KSR : Kalium Sustained Release

LDL : Low Density Lipoprotein

Mg : Miligram

MmHg : Millimeter Hydrargyrum

MRS : Masuk Rumah Sakit

N : Nadi

Na : Natrium

NHANES : National Health And Nutrition Examination Survey

NINDS : The National Institutes Of Neurologic Discorders And Stroke

p.o : Per Oral

PIS : Perdarahan Intraserebral

PP : Plasma Protein

PSA : Perdarahan Subarakhnoid

PT : Prothrombin Time

RBC : Red Blood Cell

RHD : Rheumatic Heart Disease

RMK : Rekam Medik Kesehatan

RR : Respiratory Rate

RSU : Rumah Sakit Umum

S : Suhu

SGOT : Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase

SGPT : Serum Glutamic Pyruvic Transaminase

SHEP : The Social And Health Education Project

SPM : Surat Pernyataan Miskin

SSP : Sistem Saraf Pusat

Tap. Off : Tapering Off

TBC : Tuberculosis

TD : Tekanan Darah

TDM : Therapeutic Drug Monitoring

TIA : Transient Ischemic Attack

TIK : Tekanan Intrakranial

TPA : Tissue Plasminogen Activator

(18)

xvii

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2004. Guidelines Stroke. Edisi ke-3, Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Syaraf Indonesia.

Bardutzky, J.MD and Schwah, S.MD., 2007. Antiedema Therapy in Ischemic Stroke. Am Heart Jour., Vol.38, PP. 3084-3094.

Chobanian, A.V., Bakris, G.I., Black, H.R., Cushman, W.C., Green, L.A, 1220, J.L, Jones, D.W., Materson, B.J., O Parih, S., Wright, J.T., Rocella, W.J., 2004. The Seventh Report of The Joint National Commite on Prevention, Detection, Evaluation and treatment of High Blood Preassure, National Institute of US Departement of Health and Human Service, New York.

Dahlof, B., 2009. Prevention of stroke: new evidence. Eur Heart J Suppl, Vol 11 (suppl F): F33-F38.

Davenport R and Dennis M., 2000. Neurological Emergencies: Acute Stroke.

BMJ., 231, pp.292-7

David, S., Stephen, A.M., Jennifer A.F., 2009. Management of Elevated Intracranial Pressure in Decision Making in Neurocritical Care.

Thieme. New York.; 195-218.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2006. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hipertensi, Jakarta.

Dewanto, G., Suwono, W.J., Riyanto B., Turana Y. 2009. Panduan Praktis Diagnosis Dan Tata Laksana Penyakit Saraf, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal. 78-83

Demarin, V., Morović,. S., 2010. Salt Consumption and Cardiovascular Disease,

Acta Med Croatica ; 123-8.

Ernst, M.E and Moser, M. 2009. Use of Diuretics in Patients with Hypertension.

N. Eng. J. Med., Vol.361, PP.2153-2164

Eusistroke, 2003. Europian Stroke Initiative Recommendations for Stroke Management_update 2003. http://www.eusistroke.co.id/pdf/Eusi-recommendation-flyer-english. Diakses tanggal 19 Oktober 2012.

Fagan, S.C., and Hess, F.D., 2008. Cardiovascular Disorders: Stroke, Editor: DiPiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, B.G., Posey, L.M., Pharmacotherapy A Pathophysiological Approach. Sixth Edition, New York: McGraw-Hill Medical Publishing Division. Hal 217-247

(19)

xviii

Fieschi C., Falcou A., Sacchetti M.L., and Toni D. 2008. Pathogenesis, Diagnosis and Epidemiology of Stroke. CNS Drugs ; 9 Suppl.1 : 1-9. Ginsberg. L, 2008. Lecture Note Neurologi. Jakarta: penerbit Erlangga. Hal

89-99.

Gofir, A., 2009. Manajemen Stroke Evidence Based Medicine, 19, 85-94, Yogyakarta: Pustaka Cendekia Press.

Goldstein, L.B., Cheryl, D.B., Robert, J.A., Lawrence, J.A., Lynne, T.B., Seemant, C., Mark, A.C., Antonio, C., Robert, G.H., Judith, A.H., Virginia, J.H., Edward, C.J., Steven, R.L., James, F.M., Wesley, S.M., Ian, N., and Thomas, A.P., 2011. Guidelines for the Primary Prevention of Stroke. A Guideline for Healthcare Professionals From the Amirican Heart Association/American Stroke Associations. Am Heart Jour., Vol.42, PP.517-84.

Goodman, L.S., and Gilman A, 2006. Goodman & Gilman’s The

Pharmacologic Basis of Therapeutics, 11th Eds. New York: The McGraw-Hill Companies inc, Electronic version. Hal.121-127.

Hankey J., 2002. Your Question answered Stroke, Australia : Harcourt Publisher Limited, p: 2.

Harsono (Ed.), 2005. Kapita Selekta Neurologi ed.2, Jogjakarta; Gadjah MadaUniversity Press. Hal: 81.

Indriyani, Widian Nur, 2009. Deteksi Dini Kolesterol, Hipertensi Dan Stroke.Yogyakarta: Millestone pp.34-37, 51, 96,100.

Iskandar, J., 2002. Panduan Praktis Pencegahan dan Pengobatan Stroke, Jakarta: Gramedia. Hal 47-53

Katzung, B,G., 2006. Basic and Clinical Pharmacology, 10th Edition. United states of Amerika: The McGraw-Hill Companies inc, Electronic version. Kirshner, H.S., 2003. Medical Prevention of Stroke : Primary and Secondary

Prevention of Stroke, http://www.medscape.co.id/viewarticle. Diakses 17 Oktober 2012.

Lumbantobing, S.M., 2004. Stroke Bencana Peredaran Darah di Otak, Jakarta: Fak. Kedokteran UI. Hal.33-41

Mansjoer A., Suprohaita.,Wardhanis W. I.,Setiowulan W., 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius, FKUI. Hal.76

Martin, J., Claase, L.A., Jordan, B. 2009. British National Formulary 57, London: BMJ Publishing Ltd and RPS Publishing. Hal.73-79.

(20)

xix

Nafrialdi, 2007. Antihipertensi dalamFarmakologi dan Terapi, Edisi ke-5, hal: 342-343, Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Neal, J.M, 2005. At a Glance Farmakologi Medis Edisi ke-5. Jakarta: penerbit Erlangga. Hal 34-35.

Neutel, J.M, 199 9 Low-dose Antihypertensive Combination Therapy: Its Rational andRole in Cardiovascular Risk Management. Am J of Hypertension;12:73S-79S

Pinzon, R., dan Asanti, L., 2010. Catatan Kecil Hari Stroke Sedunia.http://www.strokebethesda.co.id. Diakses tanggal 30 Oktober 2010.

Price, S. A., dan Wilson, L. M., 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit,Volume 2, Edisi 6, 1106, 1113, 1119-1120, 1129, Alihbahasa: Brahm U, Pendit., Hartanto,Huriawati., Wulansari, Pita.,Mahanani, Dei Asih., 1297, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Priyanto, 2009.Farmakoterapi & Terminology Medis. Lembaga Studi dan Konsultasi Farmakologi (Leskonfi), Depok. Hal. 195-196

Rahajeng, E., 2009. Masalah Hipertensi di Indonesia.

http://www.digilib.litbang.depkes.go.id/go.php?id=jkpkbppk-gdl-res-2009 ekowatirah3195&q=insidens&PHPSESSID=6c215d2b3aa0625f2256e2ce2 bf0f74. Diakses Oktober 2012.

Rastergar, A., Soleimani, M., 2001. Hypokalaemia and hyperkalaemia. Postgrad Med J., 77 pp.759–764.

Reynolds, R.M., Padfield, P.L., and Seckl, J.R., 2006. Disorders of sodium balance. BMJ., 332, pp.702-5

Sacco, R.L., Emelia, J.B., Joseph,P.B., Mark, D., J.Donald, E., Philip, B.G., George, H., Steven, J.K., Teri, A.M., Jack, P.W., and Philip, A.W., 1997. Risk Factors. Stroke, Vol. 28. PP. 1507-17

Saseen, J.J., dan Maclaughlin E.J., 2007. Hypertension, dalam Dipiro, et al,

Pharmacotherapy A Patophysiological Approach, 7th ed, New york: McGraw Hill. Hal. 139-168.

Secades, JJ., Frontera, G., 2005. CDP-choline: Pharmacological and Clinical Review. Methods Find Exp Clin Pharmacol. Oct; 17 Suppl B: 1-54.

Smeltzer & Bare. 2002. Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta: EGC. Hal. 68-69 Smit, Wade S., English, Joe D., Johnston, S., and Claiborn., 2008.

(21)

xx

Soeharto, I., 2004. Serangan Jantung dan Stroke Hubungannya dengan Lemak dan Kolesterol, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hal 40-45. Staszewski, 2007. Atrial Fibrillation Characteristics in Patients with Ischaemic

Stroke. Kardiol pol Jul;65(7):751-7; discussion 758-9.

Susalit, E., Kapojos, E.J., Lubis, H.R.,2001. Hipertensi Primer, Dalam : Suyono, S., Lesmana, L., Alwi, I., Setiati, S., Sundaru, H., Djojoningrat, D., Suhardjono, H., Sudoyo, Aru W., Bahar, Asri., dan Mudjadid, H.E., 2001,

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Edisi ke-3, Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Hal. 38-45.

Suyono dan Lyswanti, E.N., 2008.Studi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Penderita Hipertensi Rawat Inap : Penelitian di RSU Dr. Saiful Anwar Malang, http://www.adln.lib.unair.ac.id/go.php?id=gdlhub-gdl-s1-2006 suyonoeren1669&PHPSESSID=4a5098ca21600be878 e3cbe5a83116. Diakses tanggal 19 Oktober 2012.

Sweetman, S., 2008. Martindale 35: The Complete Drug Reference. Britain: Pharmaceutical press, Electronic version. Hal. 1152-1174.

Tjay, T.H., dan Rahardja, K., 2007.Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan dan Efek-Efek Sampingnya, Edisi ke-6, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Hal. 519-527

Vijan, S., Hayward, R.A., 2003.Treatment of Hypertension in Type 2 Diabetes Mellitus: Goals, Choice of Agents, and Setting Priorities in Diabetes Care: Blood Pressure, Annals of Internal Medicine, Volume 138:593-602, Number 7, http://www.annals.org/content/138/7/593.full.pdf+html. Diakses 27 Oktober 2012.

Welty, Timothy E., 2009. Cerbrovascular Disorders. In: Koda-Kimble, Mary Anne; Young, Lloyd Yee; Alldredge, Brian K.; Corelli, Robin L.; Guglielmo, B. Joseph; Kradjan, Wayne A.; Williams, Bradley R(Eds). Applied Therapeutics: The Clinical Use Of Drugs, 9th Eds. Philadelpia Lippincott Williams & Wilkins, Electronic version.

Widjaja D. 2000. Stroke- Masa Kini dan Masa Yang Akan Datang.

http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/13Stroke102.pdf/13Stroke102.html (diakses 27 Oktober 2012).

Woodley, M., dan Alison, W., 1992. Pedoman Pengobatan, diterjemahkan oleh Robert S, N., Ed I, Yogyakarta: Andi Offset. Hal. 720-721

(22)

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang paling lazim.

National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES III) yang dilaksanakan dari 1988 sampai 1991, membuktikan bahwa 24% populasi orang dewasa Amerika Serikat mengalami hipertensi. Prevalensinya bervariasi menurut usia, ras, pendidikan, dan banyak variabel lain. Hipertensi arteri yang berkepanjangan dapat merusak pembuluh-pembuluh darah di dalam ginjal, jantung, dan otak, serta dapat mengakibatkan peningkatan insiden gagal ginjal, penyakit koroner, gagal jantung, dan stroke (Katzung, 2006).

Hipertensi dan stroke memiliki kaitan yang sangat erat. Hipertensi merupakan penyebab lazim dari stroke, 60% dari penderita hipertensi yang tidak terobati dapat menimbulkan stroke. Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya maupun menyempitnya pembuluh darah otak. Dari berbagai penelitian diperoleh bukti yang jelas bahwa pengendalian hipertensi, baik sistolik, diastolik, maupun keduanya dapat menurunkan angka kejadian stroke. Pengendalian hipertensi tidak cukup dengan minum obat secara teratur, faktor-faktor lain yang sekiranya berkaitan dengan hipertensi harus diperhatikan pula. Penurunan berat badan yang berlebihan, pencegahan minum obat-obat yang dapat menaikkan tekanan darah, diet rendah garam, dan olah raga secara teratur akan menambah tingkat keberhasilan pengendalian hipertensi (Gofir, 2009).

(23)

2

Setiap tahun, sekitar 0,2% populasi mengalami stroke dengan sepertiganya meninggal dalam 12 bulan berikutnya, sepertiga lainnya memperoleh kembali kemandirian mereka. Orang yang bertahan hidup dari serangan stroke memiliki resiko besar kembali terkena serangan stroke atau terkena serangan jantung (Feigin, 2004). Kurang lebih 15 juta orang di seluruh dunia terserang stroke. Di Amerika Serikat sekitar 5 juta orang pernah mengalami stroke, sedangkan di Inggris sekitar 250.000 orang. Di Indonesia, stroke menyerang 35,8 % pasien usia lanjut dan 12,9 % pada usia yang lebih muda. Jumlah total penderita stroke di Indonesia diperkirakan 500.000 setiap tahun (Fieschi et al., 2008).

Dalam penelitiannya di Indonesia, Widjaja (2000) mengemukakan bahwa pada laki-laki (63,5%) lebih banyak terkena dari pada perempuan (36,5%). Usia kurang dari 45 tahun lebih jarang terkena (15,9%) dan pada usia lebih dari 45 tahun (84,1%). Kematian yang disebabkan oleh stroke (32,1%) menjadi nomer dua setelah meningoensefalitis (59,5%) (Widjaja, 2000).

Berdasarkan mekanisme vaskularnya, stroke dapat diklasifikasikan menjadi stroke iskemik dan stroke hemoragik (Ginsberg, 2008). Membedakan antara stroke hemoragik dan stroke iskemik adalah hal yang penting dalam manajemen stroke serta prognosis dan pencegahannya (Davenport and Dennis, 2000). Stroke iskemik (sejumlah 88% dari semua stroke) disebabkan oleh pembentukan trombus atau emboli yang menghambat arteri serebral (Sukandar, 2008).

Pengobatan penderita stroke sangat kompleks. Diperlukan pendekatan multidisiplin yang memerlukan diagnosis yang akurat. Pengobatan dini yang memadai, aman dan biaya efektif untuk mencegah kerusakan otak, mencegah stroke ulang dan komplikasi yang lain (Yastroki, 2012).

(24)

3

pengurangan serangan stroke sebanyak 37% pada pasien yang mengalami stroke iskemik dan diterapi dengan antihipertensi (Kirshner, 2003).

Salah satu strategi terdini dalam penanganan hipertensi adalah dengan obat antihipertensi golongan diuretik. Obat golongan diuretik mengubah keseimbangan ion natrium dengan cara membatasi konsumsi garam dalam makanan. Pengubahan keseimbangan ion natrium dengan obat dilakukan dalam praktik pada tahun 1950-an setelah dikemb1950-angk1950-annya diuretik tiazid y1950-ang aktif secara oral. Obat ini d1950-an senyawa turunannya memiliki efek antihipertensi jika digunakan tunggal, dan obat tersebut meningkatkan khasiat hampir semua obat antihipertensi lainnya (Goodman and Gilman, 2006).

Diuretik adalah obat golongan antihipertensi yang telah lama menunjukkan efektivitas dalam mengurangi tekanan darah dan resiko kejadian kardiovaskular. Dengan perhatian yang tepat untuk pemilihan, dosis, dan pemantauan, regimen diuretik dapat meningkatkan keefektifannya untuk mengontrol tekanan darah. Beberapa kombinasi meta analisis dan review sistematis melaporkan bahwa tiazid dapat menurunkan resiko stroke sebesar 29-38% dan mencegah kematian sebesar 10-11%. Studi Antihypertensive and Lipid-Lowering Treatment to Prevent Heart Attack Trial (ALLHAT) menyimpulkan terapi dengan klortalidon yang dibandingkan dengan amlodipin dan lisinopril memberikan efek yang terbaik dalam mengontrol tekanan darah dalam pengobatan dan pencegahan stroke (Ernst and Moser, 2009).

(25)

4

ini harus selalu dipantau karena selain menyebabkan hipotensi juga menyebabkan peningkatan kadar kolesterol plasma dan trigliserida (Martin, 2009).

Atas dasar fakta tersebut di atas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi khususnya golongan diuretik pada pasien stroke iskemik, sehingga diharapkan kualitas hidup pasien dapat terpantau dengan lebih mendalam. Penelitian ini dilakukan di RSU dr Saiful Anwar Malang dengan pertimbangan bahwa rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit umum daerah rujukan dan terbesar di kota Malang.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana pola penggunaan antihipertensi golongan diuretik pada pasien stroke iskemik di RSU dr. Saiful Anwar Malang?

1.3Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui pola penggunaan obat pada terapi pasien stroke iskemik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

1.3.2 Tujuan Khusus

a) Mengetahui pola terapi farmakologi pada pasien stroke iskemik di RSU dr. Saiful Anwar Malang.

b) Mengetahui pola terapi obat golongan diuretik pada pasien stroke iskemik meliputi macam obat, dosis, rute pemberian, interval, frekuensi, dan lama pemberiannya.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi Peneliti

a) Mengetahui penatalaksanaan terapi farmakologi pada pasien stroke khususnya stroke iskemik sehingga farmasis dapat memberikan asuhan kefarmasian dan bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. b) Memberi informasi tentang penggunaan obat golongan diuretik pada

(26)

5

1.4.2 Bagi Rumah Sakit

a) Sebagai bahan masukan dalam pengambilan keputusan baik bagi klinisi maupun farmasis terutama pada pelayanan farmasi klinik. b) Sebagai bahan masukan bagi Komite Medik Farmasi dan terapi

dalam merekomendasikan penggunaan obat di RSU dr. Saiful Anwar Malang.

Figur

Gambar  Halaman

Gambar Halaman

p.14

Referensi

Memperbarui...