HALAMAN JUDUL SKRIPSI Kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat Dalam Pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Teks penuh

(1)

ii

HALAMAN JUDUL SKRIPSI

KEWENANGAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT

DALAM PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN

BERDASARKAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA

REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

Disusun dan Diajukan untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Syarat-Syarat Guna Mencapai Derajat Sarjana Hukum Pada Fakultas Hukum

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Oleh:

FEBRI MAHFUD EFENDI

C 100 120 238

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)
(3)
(4)
(5)

v MOTTO

“...Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku

hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam”

(6)

vi

PERSEMBAHAN

Skripsi ini, penulis persembahkan kepada: 1. Ibu dan Bapak yang selalu mengarahkan

dan mendukung dalam setiap pilihan. 2. Mas dan Mbak yang selalu memberi

(7)

vii

KEWENANGAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT DALAM PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN

BERDASARKAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

FEBRI MAHFUD EFENDI

Amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 membawa banyak perubahan. Salah satunya adalah adanya aturan mengenai pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya (Pemakzulan). Hal ini tentu menjadikan Indonesia semakin mantap dalam menjalankan prinsip negara hukum karena dilibatkannya Mahkamah Konstitusi (MK) dalam pengambilan putusan. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dengan alasan politik. Penelitian ini mengkaji tentang mekanisme pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden serta penafsiran mengenai putusan akhir yang digunakan dalam pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif serta dibahas lebih mendalam menggunakan metode penafsiran hermeneutika hukum. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa mekanisme pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dimulai dengan usul dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kemudian melalui proses hukum di Mahkamah Konstitusi, selanjutnya diambil keputusan akhir di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Dalam mekanisme ini masih terdapat celah untuk melakukan pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dengan alasan politik. Di mana keputusan akhir berada di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melalui rapat paripurna dengan pengambilan keputusan menggunakan model suara mayoritas.

(8)

viii

Febri Mahfud Efendi. 2016. NIM C100120238. THE AUTHORITY OF PEOPLE’S

CONSULTATIVE ASSEMBLY IN THE DISMISSAL MATTERS OF PRESIDENT

AND/OR VICE PRESIDENT BASED ON THE INDONESIAN 1945

CONSTITUTION. Legal Writing. Faculty of Law Muhammadiyah University of Surakarta.

ABSTRACT

The amendment of 1945 Indonesian Constitution took many changes, one of them is the existence of the regulation about the dismissal of President and/or Vice President in his/her term of office (deposing). This event certainly made Indonesia becoming more determided for carrying out the law-state principle due to the involvement of Contitutional Court (Indonesian: Mahkamah Konstitusi, MK) in the decision-making process. Therefore, hopefully there would be no more dismissal of President and/or Vice President by political reason. This study aims at analysing the mechanism of dismissal the President and/or Vice President in his/her term of office (deposing), and then to interpretate the final verdict which was uses for the dismissal of the President and/or Vice President. This study is a normative legal research, using qualitative descriptive analysis, and using hermeneutics interpretation of the law. This result of this research showed that dismissal of the President and/or Vice President shall be proposed by the House of Representatives

(Indonesian: Dewan Perwakilan Rakyat, DPR) to the People’s Consultative

Assembly (Indonesian: Majelis Permusyawaratan Rakyat, MPR). Prior to the filing

of the dismissal to the People’s Consultative Assembly, House of Representatives

must first submit an application to the Contitutional Court. However, the mecanism of 1945 constitution bore many fissure for the dismissal of persident and/or Vice

President by political reason. Where the final decision lies in the hands of People’s

Consultative Assembly (Indonesian: Majelis Permusyawaratan Rakyat, MPR) through the plenary meeting with the final decision comes through majority voice model.

Keywords: Deposing, Contitutional Court Verdict, People’s Consultative Assembly

(9)

ix

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahirabbil’alamin, Yaa Rabb segala

nikmat yang Engkau berikan tidak akan pernah bisa hamba hitung. Yaa ‘Aliim, terimakasih atas pengetahuan yang engkau titipkan kepada hamba. Yaa Rasyiid, teguhkanlah hati hamba untuk dapat mengamalkan ilmu yang telah hamba pelajari.

Allahumma salli ‘ala Muhammad.. sholawat selalu tercurah kepada

Rasulullah Muhammad SAW suri tauladan umat manusia dan pemimpin umat terbaik, sungguh rindu ini tak terbendung Yaa Rasul.

Semangat untuk terus belajar menjadi hal yang sungguh menyenangkan. Proses demi proses terlewati hingga akhirnya sampai pada bagian akhir dalam masa perkuliahan Strata-1 ini. Banyak pihak yang selalu memberi semangat penulis dari awal perkuliahan hingga dapat menyelesaikan penulisan hukum ini. Terimakasih untuk:

1. Siti Maryatun Kiptiyah dan Sugino, S.Pd.I. Ibu dan Bapak super keren yang selalu mengarahkan, membimbing, menasehati, menyemangati, mempercayai, dan mendukung sepenuh hati pilihan anaknya.

2. Keluarga besar yang terus memberikan dukungan.

3. Apriliani Kusumawati, S.H. terimakasih selalu memberi semangat. 4. Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Fakultas Hukum

(10)

x

5. Dr. Natangsa Surbakti, S.H., M.Hum. Dekan sekaligus Dosen Pembimbing Akademik.

6. Kuswardani, S.H., M.Hum. Bunda kami “ABK Fighter” yang

dengan susah payah menempa kami agar terus berusaha memperbaiki dan mengembangkan diri.

7. Iswanto, S.H., M.H. Pembimbing I yang selalu memberi dorongan kepada penulis untuk terus berpikir kritis.

8. Jaka Susila, S.H., M.Si., M.H. Pembimbing II yang selalu sabar dalam membimbing penulis.

9. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Hukum yang dengan penuh semangat mengajar saat perkuliahan.

10.Staf Tata Usaha Fakultas Hukum yang dengan sabar melayani administrasi kampus.

11. Sahabat “Keluarga Sederhana dan Biasa”, Princess Ely

Kusumardani, S.H., Agung Budiyanto, Aziz Kurnia Wibawa, dan Bayu Adi Wicaksana.

12.Sahabat, Roschandra Putri, S.H., “Ocha”, Rizki Amalia Fitriani, S.H. “Mpok”, Nurdiana Novita Sari “Opet”, Yoshelsa Wardhana “Mas Yos”, Endriyana “Pam-Pam”, Siti Anik Aliqoh “Mami”,

Nahda, dan Imani Nurisshiam.

(11)

xi

Muhammad Thoyfur Rifqi, Niken Larasati Adhystya, Roudhotun Nila, Humaida Fatmawati, dan Fima Nayang.

14.Teman-teman mahasiswa Fakultas Hukum dan Universitas. 15.Senat Mahasiswa Fakultas Hukum.

16.Verfassung Fakultas Hukum.

17.Forum Anak Jawa Tengah dan Konsorsium Muda Jawa Tengah. 18.Sahabat Kapas.

19.Keluarga BBS Kost”.

Terimakasih untuk seluruh pihak yang telah mendukung hingga penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum ini. Penulis sadar masih banyak kekurangan dalam melakukan penulisan. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan tulisan penulis untuk selanjutnya, Insya Allah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Surakarta, April 2016 Penulis

(12)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

PERNYATAAN ... iv

MOTTO ... v

PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Pembatasan dan Rumusan Masalah ... 7

1. Pembatasan Masalah ... 7

2. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 9

1. Tujuan Penelitian ... 9

2. Manfaat Penelitian ... 9

D. Kerangka Pemikiran... 10

E. Metode Penelitian ... 12

1. Jenis Penelitian ... 12

2. Metode Pendekatan ... 12

3. Sumber Data ... 12

4. Metode Pengumpulan Data ... 14

5. Metode Analisis Data ... 14

F. Sistematika Skripsi ... 15

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 16

(13)

xiii

B. Tinjauan Umum Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat ... 22

C. Tinjaun Umum Tentang Pemberhentian/ Pemakzulan/ Impeachment Presiden dan/atau Wakil Presiden ... 24

D. Tinjauan Umum Tentang Mahkamah Konstitusi ... 27

E. Tinjauan Umum Tentang Hermeneutika Hukum ... 31

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 34

A. Mekanisme Pemberhentian Presiden Dan/Atau Wakil Presiden Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ... 34

B. Penafsiran Mengenai Putusan Pemberhentian Presiden Dan/Atau Wakil Presiden Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Apakah Merupakan Putusan Politik ... 51

BAB IV PENUTUP ... 65

A. Kesimpulan ... 65

B. Saran ... 66

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...