PERJANJIAN SEWA MENYEWA (1)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA

Pihak Pertama menyewakan kepada Pihak Kedua yakni:

- Sebuah bangunan rumah kediaman terbuat dari dindmg tembok. lantai keramik dan atap seng, dilengkapi dengan aliran listrik air leideng. telepon terletak di Comp Tasbi I Blok VV No 166

- Perjanjian sewa menyewa ini dilakukan dan diterima antara kedua belah pihak dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut :

Pasal 1

Perjanjian sewa menyewa ini dilakukan dan diterima antara kedua belah pihak untuk jangka waktu ………., terhitung mulai berlaku dan berjalan pada tanggal Pertama dengan tunai dari Pihak Kedua pada waktu penanda-tanganan penanjian ini dibuat.

Pasal 3

(2)

Pasal 4 .

Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua bahwa selama perjanjian sewa menyewa ini berlaku dan berjalan antara kedua belah pihak, penyewa tidak akan mendapat tuntutan dan/ atau rintangan dari pihak lain tentang pemakaian rumah kediaman yang disewanya menurut perjanjian ini...

Pasal 5

Pihak Kedua wajib memelihara apa yang disewanya itu dengan sebaik-baiknya seolah-olah kepunyaannya sendiri dan mempergunakannya menurut sifat dan peruntukannya, yakni sebagai rumah kediaman tanpa persetujuan terlebih dahulu dari yang menyewakan, maka Pihak Kedua "tidak" diperkenankan untuk tujuan lain ataupun menyewakannya kepada Pihak Ketiga.

Pasal 6

Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan – perbaikan biasa kediaman tersebut termasuk rekening-rekening listrik, air leideng, telepon yang terhutang selama perjanjian sewa menyewa mi berlaku dan berjalan antara kedua belah pihak, menjadi tanggungan dan dibiayai oleh penyewa , dalam hal ini yang menyewakan berhak untuk melihat pembayaran-pembayaran atas rekening-rekening tersebut apabila diperlukan. Sedangkan yang terhutang sebelumnya menjadi tanggungan dan dibayar oleh yang menyewakan, tetapi apabila Pihak Kedua melanjutkan sewa menyewa rumah kediaman untuk jangka waktu berikutnya, maka semua tagihan rekening listrik, air leideng, telepon adalah menjadi tanggungan Pihak Kedua untuk membayar dan melunasmya.

Pasal 7

Penyewa tidak diperkenankan untuk mengadakan perubahan-perubahan, baik dibahagian dalam maupun bahagian luar dari rumah kediaman tersebut jika tidak mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari yang menyewakan. Semua tambahan-tambahan dan/ atau perubahan-perubahan yang dilakukan oleh penyewa atas biayanya sendiri dengan persetujuan dari yang menyewakan, dengan sendirinya menurut hokum menjadi kepunyaan dari yang menyewakan pada saat berakhimya perjanjian sewa menyewa ini antara kedua belah pihak, dengan tidak ada kewajiban bagi yang menyewakan untuk membayar ganti kerugian berupa apapun untuk itu kepada penyewa...

Pasal 8

Penyewa diharapkan dapat membina hubungi. baik dengan jiran / tetangga serta wajib mematuhi segala peraturan yang berlaku di Lingkungan rumah tersebut.

Pasal 9

(3)

Pasal 10.

Penyewa wajib pada saat berakhirnya perjanjian sewa menyewa ini, untuk menyerahkan kembali rumah kediaman tersebut kepada yang menyewakan dalam keadaan kosong (tidak dihuni/ditempati oleh siapapun), disertai penyerahan kunci-kunci dari rumah kediaman tersebut……….

Pasal 11

Segala perselisihan yang mungkin timbul antara kedua belah pihak mengenai perjanjian ini akan diselesaikan oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat. Dan apabila perselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan cara musvawarah/ mufakat, kedua belah pihak setuju untuk menyelesaikan sesuai dengan HUKUM yang berlaku.

Demikianlah Surat Perjanjian Sewa Menyewa rumah ini dihuat dalam rangkap 2 (dua) dan dibubuhi materai yang cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk masing-masing pihak, diperbuat dengan pengertian kedua belah pihak dan pikiran yang sehat tanpa tekanan dari pihak manapun.

Pihak Pertama

Medan,………..

Pihak Pertama Pihak Kedua

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...