• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis inventori probabilistik terhadap beberapa komoditi pada bagian logistik witel v Bandung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis inventori probabilistik terhadap beberapa komoditi pada bagian logistik witel v Bandung"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

:;>

q-, *<

ANALISIS INVENTOR1 PROBABILIST1

A P B E B E R A P A

K O M O D I T I P A D A BAGIAN LOGIST

BANDUNG

JURUSAN STATISTIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)

RLNGKASAN

A B

R A R.

Analisis Inventori Probabilistik terhadap Beberapa Komoditi yang

Ada pada Bagian Logistik Witel

V

Bandung (di bawali bimbingan

IR. BAMBANG

SUMANTRI

sebagai ketua dan

IR.

I MADE SUMERTAJAYA sebagai anggota).

Penelitian ini bertujuan untuk nienerapkan model inventori probabilistik pada 10

kornoditi yang ada di Witel

V

Bandung dan mernpelajari kehandalan model yang

digunaltan. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis kepekaan

(sensitivity)

model terhadap kesalahan dalam penentuan konsranta-konstanta model.

Penerapan nod el inventori probabilistik pada 10 komoditi tersebut menghasilkan

jumlah pesanan optimum berkisar antara 1.23 kali ram-rata permintaan per

lead time

sampai 2.78 kali rata-rata permintaan per

lead time

dan

reorder point

optimuni

berkisar antara 0.93 kali rata-rata permintaan per

lend tittle

sa~npai

2.40 kali rata-rata

permintaan per

lead time

dengan tingkat pelayanan antara 60.4% satnpai 96.9%.

Penerapan model i ~ i i

pada

8

komoditi ,yaitu: tiang 8 m, tiang 9 m, kabel tanah

10x2x0.4 mm, kabel tanah 20x2x0.4 mm, kabel tanah 40x2x0.4 mm, kabel tanah

50x2x0.4 mm, kabel tanali 60x2x0.4 mm dan rumah kabel kap. 800 pair, menghasil-

k a ~ i

total biaya inventori yang lebili rendah dibandingkan de~igan

sistem yang berlaku

sekarang, sedangkan pada dua komoditi lainnya, yaitu: tiang 7 In dan terminal strip

k-71, menghasilkan total biaya inventori yang lebih tinggi dibanding dengan sistem

yang berlaku sekarang.

Analisis kepekaan model menunjukkan bahwa pada umumnya pendugaan

parameter model yang lebih rendah dari nilai sebe~iarnya

(under estimate)

lebih serius

pengaruhnya daripada pendugaan parameter model yang lebih tinggi dari nilai

sebenarnya

(over estimate).

(3)

ANALISIS INVENTOR1 PROBABILISTIK T E R H A D A P BEBERAPA

KOMODITI P A D A BAGIAN LOGISTIK WITEL

V

BANDUNG

A B R A R

G

26.0265

Laporan Praktek Lapang

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Statistika

pada

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Institut Pertanian Bogor

JURUSAN STATISTIIU

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(4)

Judul

:

ANALISIS INVENTOR1 PROBABlLlSTlK TERHADAP

BEBERAPA KOMODITI PADA BAGIAN LOGISTlK

WITEL V BANDUNG

Nama M a h a ~ i s w a

:

A B R

A

R

Nomor Pokok

:

G 26.0265

Menyetujui

:

1. Komisi Pembimbing

Ir. Bambane Suniantri

(5)

RIWAYAT NIDUP

Penulis dilahirkan di Jambi, pada tanggal 10 April 1971. Periulis merupakan

anak pertama dari tujuh bersaudara dari keluarga Abizar dan Mulyati.

Penulis lulus dari SD Negeri No. 31/IV Kodya Jambi pada tahun 1983, tahun

1986 lulus dari SMP Negeri

5 Kodya Jambi dan pada tahun 1989 lulus dari SMA

Negeri 1 Kodya Jambi. Pada tahun 1989 penulis diterirna di Institut Pertanian Bogor

~nelalui

jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI). Selarijutnya, pada taliun 1990

penulis memilih bidang keahlian utama di Jurusan Statistika dengan lnata ajaran

penulijang Ilmu-llmu Sosial Ekonomi Pertanian.

Selarna menjadi mahasiswa, penulis pernah menjadi asisten untuk rnara kuliah

Pengantar Ilinu Komputer. Pada tahun 1992-1993 me~ijadi

staf pengajar tidak tetap

pada Lembaga Pendidikan Setara Diploma Triguna Bogor untuk mata kuliah Statistik

Bisliis dan Pernrograriiari Turbo Pascal.

UCAPAN TERIMA ICASIH

Ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya penulis haturkan kepada Bapak Ir.

Bambang Surnantri dan Bapak Ir.

I Made Sumertajaya yang dengan kerelaan hati

telah menyediakan waktu untuk membimbing dan mengarahkan penulisan laporan ini.

Demikian juga pada Ibu Nilawati Djuanda, senior asisten manager administrasi

logistik Witel V, dan Bapak Ahmad Muttaqin, kepala gudang Witel V, yang telah

mengizinkan penggunaan data di Bagian Logistik Witel V Bandung. Juga kepada

Dewan Konsorsium Pendidikan PERTAMINA-Kontraktor Production Sharing (KPP-

KPS) yang telah memberikan bantuan beasiswa dan biaya pe~iyelesaian laporan

penelitian ini.

Kepada semua pihak yang telah membantu, namun tak dapat penulis uraikan satu

per satu, penulis ucapkan banyak teritna kasih.

(6)

DAFTAR

IS1

Halaman

...

DAFTAR TABEL

i

...

DAFTAR GAMBAR

ii

...

PENDAHULUAN

. .

1

...

Tujuan Penelit~an

1

...

TINJAUAN PUSTAKA

1

...

Model Inventori Probabilistik

1

...

Sebaran Perniintaa~i

3

...

Uji Kolmogorov-Smirnov

4

...

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

4

Bahan

...

4

. .

Metode Penelit~an

...

4

...

HASIL DAN PEMBAHASAN

5

P e t ~ e t * ( ~ a ~ l

Konstanta-Konstanta

...

5

Pelneriksaan Sebaran Per~nintaan

...

6

Penentuan Q dan P

...

6

Analisis Kehandalan Model

...

8

Analisis Kepekaan Model

...

8

Mereduksi Lead Time Pemesanan Terminal Strip K-71

...

12

KESIMPULAN

...

12

SARAN

...

12

DAFTAR PUSTAKA

...

13

(7)

DAFTARTABEL

Nomor

Hal2

Teks

...

1. Bentuk sebaran dan hasil uji Kolmogorov-S~nirnov

...

2.

Penduga bagi Dl, D,

cx

dan

B

3.

Jumlah pesanan dan

reorder point

optimum berdasarka~i

...

model inventori probabilistik

...

4.

Rasio Q terhadap D, dan rasio P terhadap Dl

5.

Biaya pemesanan per tahun (E,) dan biaya penyimpanan

...

per tahun (E,) pada siste~n

yang berlaku sekarang

6.

Biaya peniesanan per tahun (E,) dan biaya penyirnpanan

...

per tahun (E,) berdasarkan model inventori probabilistik

...

7.

Selisih

E,+E,

aktual terhadap E,+E, model

8.

Jumlah pesanan optimuln (Q), jumlah pesanan optimum

dengan

C,

=

Rp

90000.00,

jumlah pesanan optimum dengan

...

C,

=

Rp

110000.00

beserta persentase perubahannya

9.

Reorder point optimum (Q), reorder point optimum

dengan

C,

=

Rp

90000.00,

reorder point optimum dengan

...

C,

=

Rp

110000.00

beserta persentase perubahannya

10.

Jumlah pesanan optimum (Q), jumlah pesanan optimum

dengan

i

=

14.25

%,

jumlah pesanan optimum dengan

i

=23.75

%

beserta persentase perubahannya

...

11.

Reorder point

optimum

(Q),

reorder point

optimum

dengan i= 14.25

%,

reorder point

optimum dengan

i

=23.75

%

beserta persentase perubahannya

...

12.

Jumlah pesanan optimum (Q), jumlah pesanan optimum

de~igan

Cz

=

0.075%xCu,

jumlah pesanan optimum dengan

...

Cz

=

0.125 %xCu

beserta persentase perubahannya

13.

Reorder point

optimum

(Q),

reorder point

optimum

dengan

C,

=

0.075%xCU,

reorder point

optimum dengan

C,

=

0.125%xCU

beserta persentase perubahannya

...

14.

Jumlah pesanan optimum (Q), jumlah pesanan optimum

dengan harga barang turun sebesar

5

%

,

jumlah pesanan

optilnu~ii

dengall harga barang naik sebesar

5%

beserta

persentase perubahannya

...

15.

Reorder point

optimum (Q),

reorder point

optimum

tlengan liarga barang turun sebesar

5%,

reorder point

optimum de~igan

liarga barang naik sebesar

5 %

beserta

(8)

16. Jumlah pesanan optimum

(Q),

jumlah pesanan optimum

dengan tingkat permintaan turun sebesar 5 % , jumlah pesanan

optimum dengan tingkat permintaan naik sebesar 5

%

beserta

...

persentase perubahannya

11

17.

Reorder point

optimum

(Q),

reorder point

optimum dengan

tingkat permintaan turun sebesar 5

%,

reorder point

optimum dengan tingkat permintaan naik sebesar 5

%

beserta

persentase perubahannya

...

11

18. Hasil analisis model inventori terminal strip K-71 dengan

lead time

30

dan 15 hari

...

11

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Halaman

Tekr

(9)

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA

Penge~idaliaii inve~itori nierupaka~i salali satu masalab utania di banyak perusallaan, baik yang bergerak di bidang jasa niaupuil yang bergerak di bida~ig peogadaan.

Masalali yalig berhubungan deligall pengelen- dalian inveiitori itu adalah menentukan jundali barang yang liarus disediakan dan kapaii barang tersebut liarus dipesan atau mulai dibuat, se- l i i ~ ~ g g a dapat n~erni~umunikan biaya yang keluar karena proses inventori. Jika terlalu banyak baraiig yang disi~iipa~i di guda~ig inaka aka11 menyebabkan ti~iggi~iya biaya penyinipman, namuii jika terlalu sedikit baraiig yalig disimpa~i maka akan nienyebabbi hilang~iya peluang untuk meraih keu~itungan dan balikau dapat ine~iyebabka~i berpindali~iya konsume~i ke peru- sahaan lain.

Model adalah cara ulituk menggambarkan perilaku suatu proses. Jika sebuali model cukup mewakili perilaku proses maka kualitas proses tersebut dapat ditingkatkan dengan cara ber- eksperime~i terbadap model (Buclian dan Koe- uigsberg, 1977). Jadi jika perilaku i~iventori dapat diwakili oleh sebuali model inventorinlaka peningkatan kualitas. dalam hal i ~ l i peminhum- an biaya, dapat dilakukan dengan mempelajari sifat-sifat niodel inventori tersebut.

Model inventori yang diperyuakan &lam

kajian ini adalal~ model inventori'probabilistik, di mana pemintaan dianggap sebagai suatu faktor probabilistik. ~ o d e l ini lebili d i s t i k dibanding niodel inventori determiuistik, yang mengasumsikan bal~wa semua faktor adalab detemu~ustik (telali tentu).

Tujuan Penelitian

1. Me~ierapka~i model i~ive~itori probabilistik u~ituk nierieiitukaii junilali pesarian dan waktu pemesanaii yalig paling ekonomis u~ituk beberapa ko~iioditi yalig ada di Witel V Baiidung.

2. Mempelajari keba~idala~i penerapan model i~ive~itori probabilistik.

3. Melakukai~ analisis kepekaa~i (serrsitivify) ~iiodel.

Model Inventori Probabilistik

Model i~ive~itori probabilistik adalali 111odel inventori yang tidak lla~iya rnenipeiliatikan faktor-faktor deteniiiiustik (telali tentu) tetapi juga memperliatika~i faktor-faktor probabilistik (ya~ig kejadialuiya me~igikuti furlgsi peludng tertentu). Peniiintaan nierupakan salali satu faktor probabilistik dalani model ioventori.

Model ini didasarkail pada asumsi : 1. Perniintaa~i nieniiliki sebara~i statistik ter-

te11tU.

2. Semua permintaa~i yang tidak dapat dipeou- hi de~igan segera akan dipenuhi setelab baraiig tersedia dan kareua lial tersebut perusabaan akan me~igeluarkan tiiayapenal- ty.

3. Senjang waktu antara pemesanan lungga ter- sedianya barang (lcod tin@, biayapeniesan- an, biaya penyinipanan dan biaya penalfy adalah konstanta-konstanta yarig diketahui.

4. Barang yang dipesan tiba secara serentak di gudang p e n y i m p k ~ i setelah nielalui lead-

time.

Pola pergerakan ti~igkat persediaan sepan- jang waktu berdasarkan asumsi di atas dapat

digambarkan seperti pada Gambar 1.

MODEL PENGENDALIAN INVENTOR1

KuanUtas

-

Lead Time

[image:9.558.298.500.461.612.2]
(10)

4. B, di atas digunakan untuk mendapatkan Q, seperti pada langkall 1.

5.

Q1

diyunakan untuk n~endapatkan P, seperti langkali 2 .

6. Langkall-langkah tersebut diulang sehingga nilai Q dar~ P tidak beruball-ubal~ lagi. Nilai terakl~ir yang diperoleh n~erupaka~i junllah pesanarl dan reorrlcr poit~t yang optimal. Reorder point sebenaruya nierupakan pen- junlahan dari rata-rata pennintaa~l per lead tit~re

da11 stok cadangan (buffer stock) :

Adariya stok cada~iga~i tidak menjamin bal~wa back order (penuintaau yalig tidak dapat dipenu- Iu dengall segera) aka11 llilang sanla sekali, tetapi dengal adanya stok cadangau tersebut dapat n ~ e ~ ? j a i l i n dengall persentase yang cukup ti~iggi bal~wa prrusahaan dapat menie~~ulli pem~intaan konsumen (user) pada saat pentli~itaan melebil~i ~ulai harapan. Besarnya jarnilmi i ~ u diukur dengall tingkat pelayanan (service level = 2).

yang ~ulai~iya berkisar dari 0 l~iilgga 1. Z=0

menu~~jukan pelaya~lan yang gagal total dan Z= 1 menu~ijukan pelayanan yailg sempunla. Per defirusi tiugkat pelayanan adalali

Untuk penui~aaan yang n~e~iyebar eksponen- sial, t i ~ ~ g k a t pelayana~i yang diperolel~ adalali sebesar

Sebaran pennintaan barang dapat didekati deugan culcup baik ole11 sebara~i eksponensial ( B u c l ~ a ~ ~ dau Koe~ligsberg. 1977). Sebaran ini adalal~ sebarau ko~~tinu yang p a l i ~ ~ g sederha~la.

Sebara~i lain yang lebil~ konlplelts dali lebil~ ulilunl adalal~ sebaran ganlna. Sebarat~ ini disarankan ole11 Ravi11dra11(1987) sebarai sebar- an per~ili~~taall bara~ig.

Sebuali peubab acak dikatakau ~ueliyebar gaoma jika peubal~ acak tersebut oiemiliki fungsi kepekatati peluang berikut

1

fix)=-x--le-.!~ ; st0 (14)

P T a )

Ulituk menduga a dan li Tl~om (1968) rile- 11yaranka11 aproksimasi

di tualla

Y = Ill rataan arim~atik rataari geo~iietrik

Tl~oni (1968) lebili lanjut nieuyara~ikan penan- balian koreksi :

Sedangkan R diduga ole11

Sebuali peubal~ acak dikatakan menyebar eksponensial jika peubali acak tersebut nle~ililiki fungsi kepekatan peluat~g

Jika ada n peubah acak yarig saling bebas X,,

(11)

Uji I<oliiiogorov-Smirnov

Uji Koln~ogorov-Smirnov digunakai~ ulltuk 111e11guji keselarasa~~ antara dua bud1 fungsi sebara~i kuinulatif, yaitu : sebarai~ kuinulatif yang diliipotesiska~i F,(x) dan sehara~i kumulatif yang terainati S(x). Sasaran uji keselarasao ini adalah ~i~e~iegaskati a p a k d ~ kekura~~gcocoka~i antara F,(x) d a ~ i S(x) memadai untuk oieoyata- kan keraguan terhadap l~ipotesis iiol yang Ine- llyatakall haliwa sebaran kumulatif data F(x) =

F,(x) (Daniel, 1989).

Prosedur pei~gujianiiya adalal~ :

1. Hipotesis 1101 dali l~ipotesis tandingau~~ya

diuyatakall sebagai H, : F(x) = FJx) H, : F(x) f FJx) 2. Statistik uji~iya adalah

deligall r = banyaknya iulai x yaiig berbeda dan S(%) = 0

3. H, ditolak pada taraf a jika statistik uji D lebih besar dari kua~itil 1-a uji Kolniogorov.

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

Bahan

Pet~elitia~i i ~ u n i e ~ ~ g g u ~ l a k a ~ ~ data seku~ider yang berasal dari catatau persediaa~i barang (KAP 2). perforrtta order dan berita acara penerimaan harang di ~wdang Witel V Balldung. Data yang diallati adalal~ data taliun 1990 11i1ig- ga tal~uii 1993.

Ada 10 jellis komoditi yang diamati, yaitu : I . Tiaiig 7 111.

2. Tia~ig 8 in. 3. Tiang 9 111.

4. Kabel Tanall 10x2x0.4 mm.

5. Kabel Tallall 20x2x0.4 mm. 6. Kabel Tailall 40x2x0.4 mlu. 7. KabeI Tallall 5 0 ~ 2 ~ 0 . 4 mni. 8. Kabel Tallall 60x2x0.4 iiun. 9 Ruinah Kabel Kap. 800 pair. 10. Teni~ii~al Strip K-71.

Metode Penelitian

Data yalig diperoleli dari KAP 2 hempa tailg- gal bara~ig masuklkeluar, jumlah harallg 11Ya- suklkeluar &ail l~arga bara~ig. Data mengellai tanggal bara~ig keluar daii hanyaknya yang keluar dia~lalisis untuk mengamati pzrilaku per- i~iintaan barai~g. Uiituk tujuai~ aoalisis, data iiii keiuudian direkapitulasi. ~ekapitulasi data dilakukan sebingga diperolel~ pennii~taai~ barang selaiia lead tittle.

Rata-rata data yang tela11 direkapitulasi diduga u~ituk n~eugetahui ukura~i peillusatall data per- mintaan per lead tirr~e. Rata-ratanya diduga ole11

Penilintaail bara~ig per caliun diperolel~ de- ngail nieoggandakan D, dellgall 365lleod rirtre

Pe~~deskripsiail data yang telal~ direkapitulasi juga dilakukan dengall i~~eiilbuat histogranl.

Dellgall nieliliat histograni tersebut dapat diper- kirakau bentuk sebara~i pemiutaai~ baraog selaiia lead n'trre. Jika dari histogram tersebut diperolel~ gan~baran niengeuai suatu s e b a r a ~ ~ statistik tertentu niaka sela~~jutnya dilakukan uji Kolniogorov-Smin~ov terliadap sebaran statistik tersebut. Ada dua sebaran statistik yang diper- timbangkan, yaitu sebarar~ ekspo~iei~sial d a ~ i sebaran ganuna. Jika pennintaai~ diasun~sika~i nie~iyebar ekspo~lensial niaka para~ueter sebara~i diduga ole11 rata-rata coutoh. Seda~igka~i jika perniinta;ui diasumsikai~ n~e~iyebar ganmla maka paranleter sebaran diduga dengan iiieoggu~lakai~ aproksimasi yaiig disarankai~ ole11 Tlioiii (1968).

(12)

poilit dihitung u~elalui proses iteratif yallg disa- rankan ole11 Ravindrdll, et al. (1987) dengall :

P, dillitung herdasarkall persalnaall

di nlana f(x) adalal~ fungsi kepekatan pelual~g ganuna, s e d a ~ l g k a ~ ~ B, dillitu~lg berdasarkan~

di maua F(x) adalal~ fu ~ y s i sebaran kun~ulatif ganuua. Untuk a bila~lga~t asli p e r a u a a u (24) di atas terjanit~ kekonvergeoa~u~ya. Tingkat p e l a y a ~ l a ~ ~ dihituug berdasarkatl persaruaan (12) dellgall ~ ~ ~ e ~ ~ g g u ~ l a k a ~ l B, ilasil iterasi yang terakhir.

Analisis kel~andalan n~odel dilakukan dengan nle~llballdi~lgka~l komponen-kompo11e11 biayadari data yaug terauati dellgall kompouen-komponen biaya yalg didasarkau pada model.

Total biaya variabel berdasarkan model terdiri dari 3 kompouen, yaitu biaya penlesanan, biaya pe~lyinlparlau dan biaya penalfy. Biaya variabel yarlg dapat diamati dari data hanyald~ biaya pemesallan dan biaya peuyimpam~, se- darlgkal~ k o ~ l l p o l ~ e ~ ~ biaya pemlty tidak &pat dihitung kare~la tidak tersedianya catatan menge- m i banyalu~ya pemuutaan yang tenunda.

Dellgall n ~ e ~ ~ g a s u n l s i k a ~ ~ bal~wa biayapenalfy berdasarkar~ 111odel a n a besan~ya deugan biaya penally aktual 111aka ailalisis kella~ldala~~ model dilakukan dengall ulembandingh~ biaya peme- sallall d a ~ i biaya penyimpa~lan.

Aualisis kepekaan model dilakukau uutuk mempelajari p e ~ ~ g a r u l ~ kesalal~ar~ dalanl penentu- all ko~~sta~~ta-komta~lta model terhadap junllall pesallall optimum ( Q ) dan reorder point opti- munl (P). A~~alisis kepekaa.11 111odel dilaliuka~~ dengall card ~ t ~ e ~ ~ g h i t u n g ke~abali llilai Q dan P pada :

a. biapa pe111esa11a11 dinaikkan sebesar 10% dari biapa peliiesalran se~nula

h. liiaya prlnesallall dituNuka11 sebesarlO% dari biaya pell1esanall sr~nula

c. biaya penyilllpa~~a~~ d i ~ ~ a i k k a ~ ~ szbesar 25%

dari biaya peuyin~patla~~ se~nula

d. biaya pe~lyi~lipa~la~l ditu~llkall sebcsar 25% dari biaya penyi~~lpa~lan se~rlula

e. biaya permlly d i ~ ~ a i k k a ~ ~ s e b e s r 25% dari biaya pcnalry se~llula

f. biaya penal0 d i t u r u ~ t k a ~ ~ sebesar 25% dari biaya pef~ulty semula

g. liarga barang dirlaikka~~ sebesar 5% dari l~arga se~llula

11. lrarga barang ditumllkali sebesar 5% dari l~arga selllula

i. tingkat pen11intaa11 di~laikkan sehesar 5 % dari tillgkat pemlintaao se~llula

j. tingkat penlli~ltaa~~ ditumllkall sebesar 5%

dari tingkat p e n l ~ i ~ ~ t a a ~ ~ semula.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penentuan Konstanta-Konstanta

Leod t i ~ r ~ e urltuk masing-masing kon~oditi dil~ituug berdasarkan jangka waktu antara dike- luarkatmya surat pesallall llingga terbituya berita acara penerimaan barar~g pada tallun 1993. Keragan~an ddarll lead ti1116 diabaika~~ kare~la pendugaan sebarau l a d t i ~ t ~ e tidak dapat dilaku- kan kare~la data tunggal.

Biaya u ~ ~ t u k satu kali penlesarlall pada senlua kon~oditi yang dianlati ditetapka~lsanla besan~ya. Pertinlbanga~u~ya a d a l d ~ kare~la proses penga- daan u~ltuk seulua kon~oditi yaog dian~ati adalal~ sanla. Besanlya biaya iui adalall Rp 100 000.00 untuk setiap pernealan.

Biaya peuyimpana~~ per unit barang per tallun dihituu~g berdasarkan suku bungs pada t a l l u ~ ~ data yang dian~ati dikalikan dengall harga per unit barang. Besan~ya suku buuga uutuk inventori adalal~ 19 %.

Biayapenalfy per unit barang per liari besar- uya ditetapkarr

sans

dengan biayapomlly terl~a- dap p e m s a l ~ a a ~ ~ rekana11 yalig 111ellgadaka11 barang. Dalam surat perja~ijia~~ dellgall rekalian ditetapkal~ biaya pencrlry per Iran sehesar 0.1 %

dari harga per unit barang.

(13)

Perneriksaan Sebarau Perrniataan

Berdasarka~i Ilistogram peniiintaa~~ per lend

tirrrc yang terdapat pada Gambar 2 ada dua seba-

ran statistik yang dipertin~bangkau

, yaitu

:

sebaran ekspoue~lsial d a ~ i sebarar~ ganmia. Per- mintaan inituk komoditi tia~ig 8 m, tia~rg 9 m, kabel 2 0 ~ 2 ~ 0 . 4 , kabel 4 0 ~ 2 ~ 0 . 4 , kabel 50x2 x0.4, teniii~ial strip k.71 dan rumall kabel kap. 800 pair diasu~nsika~~ inengikuti sebaran ekspo- nensial, sedaugkali pennintaan untuk ko~iioditi tiang 7 m, kabel 1 0 ~ 2 ~ 0 . 4 , kabel 60x2x0.4 diasumsika~~ nie~igikuti sebaran gauma.

Tabel 1 menyajikan sebaran yalig dihipote- siskan, statistik uji darr a terbesar yang masih riiemu~~gkinkan untuk n~enerima l~ipotesis baliwa data n~e~iyebar nienurut sebaran yang diliipote- siska~i (nilai-p) pada niasilig-masing ko~iioditi yang diallati.

Pengujian deugan uji Koiniogorov-Sminiov nieiiunjukhn baliwa de~igan a yang cukup besar, yaitu lebih besar dari 0.05, belu~iilali dapat disimpulkan bdiwa data yang diallati tidak nieiiyebar olenurut s e b a r a ~ ~ yaig dihipotesiskan. Pe~iduga bagi rata-rata pem~intaau per lead rime, rata-rata pennintaan per taliun, a d a ~ i

R

( j i b pemiintaan menyebar gaiuiia) untuk setiap komoditi disajikan pada Tabel 2. Pe~iduga a

yang ditanipilkan adalah pe~iibulatan nilai aprok- simasi Tliom.

Penentuan Q dan P

Jtuiilali pesallali opti~nur~i (Q), reorrlcr point

opti~nuu~ (P) heserta tingkat pelayana~~ (2) yang diperoleli berdasarka~i model i~iventori probabi- listik untuk setiap ko~uoditi yaug diallati disaji- kan pada Tabel 3.

Lampiml 2 memperlihatkau baliwa hasil proses iterasi aka11 konvergen pada suatu iulai. Pada grafik tersebut tanipak bal~wa mulai iterasi ke-6 kurva Q dan P sudali niendatar. N a i ~ u n baru pada iterasi ke-15 lah nilai Q d a ~ i P tidak niengalanii perubalia~i lagi hingga ke satuali terdekat.

Junflal~ pesallali optin~al (Q) yalig diperolel~ padaTabel3 nilai~~ya berkisar aritara 1.231 salil- pai 2.778 kali rata-rata perniintaan per lmd tirrrc. Reorfler point opti~iial (P) yalig diperoleli nilainya berkisar antara 0.9 sanipai 2.4 kali rats-

rata pennintaau per lecr(l tittre.

Jika diperllatika~i rasio Q terlladap D, d a ~ i rasio P terhadap Dl, aka11 terlilrat bnliwa rasio Q terlradap Dl yang ti~iggi aka11 diikuti ole11 rasici P

[image:13.562.67.265.471.605.2]
(14)
(15)

Untuk konioditi yalig me~iiiliki lead rirrre

yang p e ~ ~ d e k , rasio Q terl~adap D, kecil, sedang- kan rasio alitara P dan D, besar. Sedangkan untuk ko~~ioditi yang meniiliki lcc~d tirue cuhup pa~ijang, rasio Q terliadap Dl besar sedangkan rasio P terhadap Dl kecil.

Tiugkat pelayanan (Z) tertinggi yang diper- oleli adalali 96.90% dan terendal~ 60.39%. L a d

rinrc yalig singkat akan n~engl~asilkan tingkat pelayanan yang tinggi s e d a n g b ~ ~ lecrrl ti111c yang panjang aka11 niengliasilkarl tingkat pelayanari yang rendall.

Tabcl 4. llrsio Q rcrhadap D, dan nsiu P lcrhadap D,.

Na~ila Ilarang

liang 7 m

Tiaug 9 m 0.928

Kabel 1 0 ~ 2 ~ 0 . 4 mrn

Kabel 20x2x0.4 m m 2.195 1.266 Kabel40x2x0.4 mrn 2.237 1.247 Kabel 5 0 ~ 2 ~ 0 . 4 lnrn 2.530 1.124

Analisis Kehandalan Model

Biaya pemesanan per tallun (E.) dati biaya penyinipa~~an per t a u n (E,) dari sisten~ yang berlaku sekarang di WITEL V Bandung disaji- kan pada Tabel 5. Sedaugkan E, d m E, berda- sarkan model inventon probabilistik disajikan pada Tabel 6.

Dengan n~engasumsikan bal~wa biaya penalty per tahun (&) aktual satna dengan biaya penalty per tahun (&) berdasarkan n~odel nlaka analisis kebandala~i nod el dilakukan dengall memban- dingkan E,+E. pada Tabel 5 dengall E,+E, pada Tabel 6.

Selisil~ antara E,+E, pada Tabel 5 terliadap E,+E, pada Tabel 6 disajika~i pada Tabel 7. Ada tiga alllatall selisih yaiig uilainya elistrini, yaitu tiang 7 111, kabel 2 0 ~ 2 ~ 0 . 4 dan teniiinal strip k-7 I , dua amatan diauraraoya menuttjukkan I ~ a l ~ w a niotlel tidak lebil~ baik dari sisteni yang ada sekara~ig (tiang 7 rn dali tertui~~al k-71). satu

ailatan lai~u~ya ~i~enunjukkar~ bal~wa tnodrl lrbil~ baik dari s i s t e ~ ~ ~ yarlg ada sekarang (kabel 2 0 x 2 ~ 0.4 mm).

Rendalinya E,+E, aktual pada tiang 7 111 disebabkan karetla pengirinra~i barang untuk satu kali pemesanan dilakukan bertal~ap sel~ingga E; nya rendal~. Model yang lebil~ realistis bag; konioditi tiaug 7 m adaka11 niodel denran ineng- abaikan asumsi bal~wa barang yang dipesan tiba secara serentak. Penerapan n~odel i i ~ i memerlu- kan data peneriniaa~~ barang secara terinci seliingga dapat diketal~ui laju pertanibalra~~ barang. Sedangka~~ pada terniinal strip k-71 rendahnya E,+E, disebabkan karena dari 955 liari penganiatan 156 lrari diantaranya stok barang di gudang kosong, sel~ingga asumsi E, aktual

sans

dengan E, n~odel dalan~ ha1 ini tampaluiya tidak dapat diterinia.

Terlalu rendalniya nilai selisill E,+E, aktual terl~adap E,+E, model pada kon~oditi kabel 20x2x0.4 disebabkan karena niulai tanggal 26- 12-1991 stok gudang Witel V tercatat sangat tinggi (di atas 40 000 m) sebingga

E,

aktualnya n~enjadi tiuggi pula.

Selair~ ketiga kon~oditi yang disebut di atas selisill E,+E, aktual terbadap E,+E, nod el me- nunjukkau bal~wa niodel lebil! baik dari sistcni yang ada sekarang. Besarnya peugl~ematan biaya yang berl~asil dilakuka~i ole11 tiiodel berki- sar antara Rp 4700000.00 liingga Rp 140000.00 per t&un tiap komoditi.

Analisis Kepekaan Model

Tabel 8 sampai Tabel 17 menyajikar~ l~asil analisis kepekaan niodel. Dari tabel-tabel terse- but terliliat bal~wa :

1. Junilal~ pesanan ' optiniuru hlruti antara

0.45% san~pai 2.26% karena biayapemesan- an diturunkan sebesar 10% das naik antara 0.44% sa~npai 2.14% karena biaya pemesao- all di~raikkan sebesar 10%.

[image:15.562.69.249.258.391.2]
(16)

'l'abcl 5. IJiayr pcmcsanan per Uhun (E,,) dan biaya palyilnpanru per lallun (Ec)

prda sistcm yang berlaku sckaraag.

Namr Ilamng

'l'iitng 7 m

'Rang 8 m 'Rang 9 m

ICabcl 1 0 ~ 2 ~ 0 . 4 111111

Kabcl 2 0 ~ 2 ~ 0 . 4 inan

Knbcl 4 0 ~ 2 ~ 0 . 4 rnm

Kabcl 5 0 ~ 2 ~ 0 . 4 mm

Kabcl 6 0 ~ 2 ~ 0 . 4 nls, Ternlinikl Slrip K-71

Kutnah Kabel Kap.800

Namr Uar;lng

Timg 7 m

Tiang 8 m Tirng 9 m Krbel 10x2x0.4nun Krbel 20n2x0.4mm Knbcl40~2n0.4mm Knbel 50n2x0.4m Krbcl GOx2xO.4mm Tcminrl Swip K-71 Rumdt Krbel Kzp.800

Eu 855 803.05 324 444.44 238 569.09 97 074.47 256 012.02 157 497.30 105 491.33 202 029.52 993 717.28 533 820.84

Nama Barang

Tiang 7 m T i a r l g 8 111

Tiang 9 111

K a b e l 1 0 ~ 2 ~ 0 . 4 mm

K a h e l 20x2x0.4 nun K a b e l 40x2x0.4 m m K a h e l 5 0 ~ 2 ~ 0 . 4 mnl Kahel 60x2x0.4 mi11

Ter~uinal Strip K-71

Ru1l1a11 K a h e l Kap.800

6 988 027.51 131 401.13 131 747.41 252036.37 184 782.30 181 286.72 160 307.56 274 259.72 574 074.15 522 467.82

S e l i s i l l

23 919 962.36

-

568 155.33

-

140 366.68

-

2 678 185.43

-

9 639 029. I0

-

4 785 268.26

-

297 701.85

-

3 394 676.23 10 184 883.49

- 2 666 791.90

EC

45 882 842.95 819 607.83 482 870.10 4 645 531.52 12 156 338.38 6 901 620.60

1 193 423.77 6 463 950.75 13 080 119.03 10 555 941.50

E.+E'

46 738 646.00 1 144 052.27 721 439.19 4 742 605.99 12 412 350.40 7 059 117.90 1 298 915.10 6 665 980.27 14 073 836.31 11 089 762.34

E.

69 670 580.85 444495.80 449 325.10 1 812 384.19 2 588 539.00 2 090 562.92 840 905.69 2 997 044.32 23 684 M5.65 7 9W 502.6?

4

20 945 267.27 338 130.59 242 OW.00 886971.36 I 897 380.89 1 529 046.48 605 058.M 1 468 746.76 9 627 552.80 3 I99 125.00

E.+L

(17)

3. Jmulal~ pesauau optiniu~i~ ilaik antara 0.66% sampai 6.89% karena biaya penyuu~paoan diturunkan sebesar 25 % dat~ tumn antara 0.18 % san~pai 4.54 % kare~la biaya penyim- panan dinaikkau sebesar 25 %.

4. Terjadi perubahan reorder poirrr yalig cuhwp besar kare~la pembaban biaya penyinipa~lan. Reorder point aka11 rmik sekitar 7.24% ~ 1 1 - pai 23.88% kare~la tumlluya biaya penyim- panall sebesar 25 % da11 N ~ I I sekitar 5.77 %

sampai 19.14% kareua ilaiknya biaya pe- uyinipa~lan sebesar 25%.

5. Perubal~an pada biayapetlalty tidak meruball jumlab pewlan optimum untuk komoditi

yang permintaaimya n~e~~yebar ekspo~~e~~sial kare~la rumus juiilab pesaclan opti~nluil~lya bebas dari biaya penalty, sedat~gka~i untuk komoditi y a ~ g menyebar ganmla terjadi pembahan yang relatif kecil pada jumlall pesallan optimunmya.

6. Perubahan y a ~ g cukup besar juga terjadi pada reorder point karena berubalinya biaya pennlty. Kenai+~i biaya penalty menye- babkan reorder poiut tumn sebesar 7.76% sampai 31.07%. sedangkanperrumnan biaya penalty meuyebabkab reorder point naik sebesar 5.92% sampai 24.10%

7. Perubhan barga b a r a ~ ~ g sebesar 5 % meng- akibatkan naiknya junltall pesalau optimum sebesar 0.23% sampai 1.12%. Kecilnya kenaikan tersebut karena pembahau harga berakibat naiknya biaya penyimpa~~an dan biaya penalty secara serentak.

8. Pewballan k g a barang juga menyebabkan pembalian yang cukup kecil terl~adap reor- der point.

9. Pembalm tingkat pemiintaa~~ benkibat bembahnya jumlab pesami optimum dengan besar pembahan lebii kurang sebandil~g dengan pembaban tillgkat pemlintaau. 10. Perubal~an tiugkat permi~itaa~i juga meogaki-

batkan bembal~nya reorder poiut dengall pemballan yang lebih hura~lg sebauding dengan perubal~a~i tingkat pmui~itaan. Suatu lial yang juga terliltat dari tabel-tabel tersebut adalal~ bal~wa pendugaa~~ komtanta biaya yang terlalu relidall (rrrlrler crtinmrc) Iebill serius pet~gamlu~ya pada jumlali pesa~lar~ opti- mull1 da11 reorder poilit opti111u111 dibandi~~gkan

(18)

n w n . ~ m w r n . ~ - w - - ~ ~ s n a u o - > s i ? ~ ,

-8uq

- 7 -

-8m

- 9 -

w I-., Dm

~ a w -.I w

w am..

-

w m . 4am

~ l b l m . 4 -

m E a m l Sm X d l R r m b U W W I O )

Tabd I8.~asi1 analisis model invcntori Tcrminal Suip K-71 dcnganlcadrime 30 dan 15 hari.

-pUw ~ U 1 " I ~ o u l ~ % P , d " & ~ p n M n m ) . .

1614.8

11.91

11.1, 1 m e

1 m.8

1 ~ m x

~1.61

9 4m.m

I49.U

IOM

-8uq

- l m w n l a -em

Xlbl a w . 4

-

K2W -1

-

WaiM.(w ~ a w m m . 4

-

w m . 4

-

I

&

-

Sm Kdl Ubl XpD1 P.

3 >W.68 <-7,76%1 8.11 131.01%) 7.60 I-m.sl5.I

3 w . 6 1 c - 1 4 . m ~ 2 5n.m c.n.m%,

1 619.11 ~ u . 0 6 1 1 1 1 ' 1 ~ ~ - u . n x ~ 1 om.41 I.I>.UX)

I3I.19 I-!!.PBX) 9.M (-C>,%%l

P

$ 0 4 . 8

11.91 11.1<

,

m.sa

3 m.8 f lYl.X

m.61

,.(Zm

1MP.W I0.M

8

3-78 +S.M%> 1t.11 16.2151 1 9 . 4 I.LIO%I

3 XLc4 ,.,.us,

f iO&% < J . R I ) 1IIIS.M I J X X I

m.4 I.S.?~XI

3 JII.06 I.*.,,%,

!<#.M C.5.lOS) P I L-5.3l5.l P.

3 W! 15.92%> I4.myu.lorl I 3 . P (U.M%I 116161 III).UI)

,

~61.11 ,11.6t%1 I s ! t n e r . e s r -06 (IPBI)

> M.B (9.ma1

18.16 I P 9 X I 11,s 19.6111

D a d rime 15 hari

31.59 76.21 93.63 62.04 94.84% 992 796.22 15 503 316.85

4 812 758.38 21 308 871.45 DI Q P B Z

k

E. k Ee+Ec+E. - P,

I Sar.48 0.WS) 12.61 (6.1111 11.1) 16.1911

3 m.12 ,,.a%,

> UIU 0.USI 2 2tl.Ol ll.3 PI)

737.91 <>.78%1

1 m . 5 5 ,,.,I%,

1x11(1.1111 I0.m l I 1 I X )

(19)

M e r e d d s i Lead lirr~e Pemesanan Terminal Strip K-71

Diduga bahwa dengall iiie~iiperpe~idek lead- tirrlc, total biaya yalig dikeluarkaii k a r e ~ u proses inventori akau dapat dikuraiigi. U~ituk dapat membuktika~i dugaa~i tersebut, dilakuka~i analisis model ke~nbali terliadap peniii~itaa~i terminal strip k-71 dengall nienggu~lakan lead tin= 15 hari atau 112 dari lead tirrre semula. Analisis dilakukai~ dellgall ~i~engasunisikan baliwa per- mintan selama 15 l~ari menyebar eksponensial. Tabel 8 men~bandiiigkan liasil analisis niodel deugan lead time 30 bari terliadap liasil analisis model dengall lead tinie 15 hari.

Pereduksia~i lead time me~igtiasilkan pengura- ngan stok cadangan yang cukup berarti, selxingga biaya penyimpanan per taliun (EJ tumu cukup besar. Pereduksiaii lead time juga nle~lgllasilka~i tingkat p e l a y a ~ m ~ yalig cukup besar sehingga biaya penally per tabu11 [urun cukup tajam. Walaupuu pereduksian lead ti~ne mengakibatkan kenaikan biaya pemesauan per taliun

(k).

namun kenaikkan E. sangat kecil dibmidingkan penumnan E. dan E,. Secara keselurul~ati terjadi pengliematan biaya sebesar Rp 12 577 401.15 per taliun jika lead tirrtc-nya berbasil dikurangi nlenjadi setengali lead tinle seniula.

1. Penerapan model inventori probabilistikpada 10 komoditi yang 'diamati di bagian logistik Witel V Bm~duiig nienghasilkau jumlah pesauan optimum (Q) sebesar 1.23 kali ram- rata pernutitaan per lead tinre sanipai 2.78 kali rata-rata pennintaan per lead tirue, dan

reorder point optinlum

(P)

sebesar 0.93 kali rata-rata pern!intaan per lead t i r ~ e sanipai 2.4 kali rata-cata penilintaali per lead tinrc.

2. Tingkat pelayaum (senrice level) yaog diper- oleh jika ulodel tersebut diterapkan adalali sebesar 60.4% sampai 96.9%.

3. Ailalisis kelia~idala~i model menu~ljukkan baliwa pelierapan model pada 8 koe~oditi, yaitu tial~g 8 m, tialig 9 111, kabel tanah

10x2x0.4 111111, kabel ta~iali 20x2x0.4 mm,

kabel tanall 40x2x0.4 nuxi, kabel tanall 50x2x0.4 tmii, kabel tanah 60x2x0.4 miii dan runlali kabel kap. 800 pair n ~ e ~ ~ g b a s i l k a ~ l total biaya inve~itori yang lebili rendah dibandingkan dengall sisteni yang berlaku sekarang, sedangka~i penerapan model terse- but pada dua kouloditi laiiinya, yaitu : tia~ig 7 nl dan ternli~ul strip k-71, ~lie~igliasilkan total biaya inventon yang lebili tinggi diban- dingka~i dengall sisteni yalig berlaku seka- rang.

4. Analisis kepekaar~ (senritivity) niodel nienun- jukka~i bahwa :

a) jumlah pesanan optirnunl tidak peka terha- dap pemballan konstanta-konstanta penentu kotupone~i biaya.

b) jumlah p e s a ~ u ~ i optimullt d a ~ i reorder point

peka terliadap pembahan tiugkat pernlinta- mi dan persentase pemballalulya liampir sama dengan persentase pemballan tingkat permintam.

c ) reorder point peka terliadap pemballall biaya penyimpanan dan biaya penalty. d) junllali pesanan optimuni d a ~ i reorder point

tidak peka tedudap pembal~a~i liarga ba- rang.

e) under atinrate d a l m pe~idugaan konstanta- koustruita yang dipergunakan dalam niodel menghasilkan pembahan yang serius pada jumlali pesaoan optinial dan reorder point.

5. Pereduksian lcnd tinz tern~inal strip k-71 nienjadi setengah lead tirtre semula meng- hasilkan :

a) penurunan biaya penyinipanan per taliun. b) penumllan biaya penalty per tallun. c) kenaikkan tingkat p e l a y v ( s e r v i c e

leveI).

d) kenaikka~i biaya pemesanan. e) penurunan biaya inventori.

SARAN

1. U~iruk mengliasilkan analisis kehandalan model ymig lebill baik disaraukan agar dilakukaii pelicatataii terliadap pemiintaan yang tidak dapat diprliulli dengall segera

(20)

2. P e ~ ~ e l i t i a ~ ~ lebil~ la~ijut ~ l ~ e ~ ~ g e ~ l a i 111odel i ~ ~ v e ~ ~ t o r i dapat dilakukan dengall melaku- kanaualisis yalig n ~ e ~ ~ g g u ~ l a k a ~ ~ niodel yaiig didasarkan pada berbagai pendekata~~ lain seperti rqle~~islzrrrent rrrodel, o[)tior~al re/)leni.vhmenr rtrorlel, rrrrilti/~le reorder

I , linear prograrrr~rrirrg model, r~r~dti

stage nrodel d a ~ i laiu lain.

DAFTAR PUSTAKA

Buchan, J and E. Koenigsberg. 1977. Scien- tific 111ve11tory Management. Prentice-Hall of India: New Delhi.

Daniel, W.W. 1989. Statistik No~iparan~etrik Terapan (terjenlal~a~l ole11 Alex Tri K a ~ l t j o ~ ~ o W . ) PT Gramedia: Jakarta.

K a ~ ~ t o r Pusat PT TELKOM. 1991. Aplihsi In- ventory Co~ltrol Syster~~ di PT TELKOM. Bandung.

Ravindra~~, A., D.T. Phillips a ~ ~ d 1.1. Solberg. 1987. opera ti or^ Research: Priiiciples and Practice. JOIIII Wiley and Sols: New York.

Thon~, H.C.S. 1968. Direct and 1nver.w of tIlc Gar~r~rra Distributiorr dalam: J o l ~ ~ s o ~ t , N . L . .

(21)
(22)

Lampiran 1. Lead time dan liarga barang per unit.

Naina Barang

Tiang 7 m

Tiang

8

m

Tiang

9

in

Kabel

1 0 ~ 2 ~ 0 . 4

mm

Kabel

20x2x0.4 mm

Kabel

40x2x0.4

m m

Kabel

50x2x0.4 mm

Kabel

60x2x0.4 mm

Terminal Strip K-71

Runiah Kabel

Kap.800

Harga per unit

(RP)

(23)

Lampiran 2.

Q

dan

P

hasil iterasi ke-

1

s/d 15

o L

d

1 3

jl

5

;no

ii

l\

13

,\

Y5

-

Q (quantity order)

-

P (reorder polnt)

I-fasil iterasi podn Kabel 10x2x0.4

l 1 1 3 5 7 9 1 b 1 1 1 \ 1 3 ~ 1 5 1

Q (quantity order)

-

P (reorder point)

Hasil iterssi pada Kabel Wx2x0.4

b

A

9 1 0 1 ' 1

o Q (quantity order)

(24)

:;>

q-, *<

ANALISIS INVENTOR1 PROBABILIST1

A P B E B E R A P A

K O M O D I T I P A D A BAGIAN LOGIST

BANDUNG

JURUSAN STATISTIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(25)

RLNGKASAN

A B

R A R.

Analisis Inventori Probabilistik terhadap Beberapa Komoditi yang

Ada pada Bagian Logistik Witel

V

Bandung (di bawali bimbingan

IR. BAMBANG

SUMANTRI

sebagai ketua dan

IR.

I MADE SUMERTAJAYA sebagai anggota).

Penelitian ini bertujuan untuk nienerapkan model inventori probabilistik pada 10

kornoditi yang ada di Witel

V

Bandung dan mernpelajari kehandalan model yang

digunaltan. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis kepekaan

(sensitivity)

model terhadap kesalahan dalam penentuan konsranta-konstanta model.

Penerapan nod el inventori probabilistik pada 10 komoditi tersebut menghasilkan

jumlah pesanan optimum berkisar antara 1.23 kali ram-rata permintaan per

lead time

sampai 2.78 kali rata-rata permintaan per

lead time

dan

reorder point

optimuni

berkisar antara 0.93 kali rata-rata permintaan per

lend tittle

sa~npai

2.40 kali rata-rata

permintaan per

lead time

dengan tingkat pelayanan antara 60.4% satnpai 96.9%.

Penerapan model i ~ i i

pada

8

komoditi ,yaitu: tiang 8 m, tiang 9 m, kabel tanah

10x2x0.4 mm, kabel tanah 20x2x0.4 mm, kabel tanah 40x2x0.4 mm, kabel tanah

50x2x0.4 mm, kabel tanali 60x2x0.4 mm dan rumah kabel kap. 800 pair, menghasil-

k a ~ i

total biaya inventori yang lebili rendah dibandingkan de~igan

sistem yang berlaku

sekarang, sedangkan pada dua komoditi lainnya, yaitu: tiang 7 In dan terminal strip

k-71, menghasilkan total biaya inventori yang lebih tinggi dibanding dengan sistem

yang berlaku sekarang.

Analisis kepekaan model menunjukkan bahwa pada umumnya pendugaan

parameter model yang lebih rendah dari nilai sebe~iarnya

(under estimate)

lebih serius

pengaruhnya daripada pendugaan parameter model yang lebih tinggi dari nilai

sebenarnya

(over estimate).

(26)

ANALISIS INVENTOR1 PROBABILISTIK T E R H A D A P BEBERAPA

KOMODITI P A D A BAGIAN LOGISTIK WITEL

V

BANDUNG

A B R A R

G

26.0265

Laporan Praktek Lapang

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Statistika

pada

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Institut Pertanian Bogor

JURUSAN STATISTIIU

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(27)

Judul

:

ANALISIS INVENTOR1 PROBABlLlSTlK TERHADAP

BEBERAPA KOMODITI PADA BAGIAN LOGISTlK

WITEL V BANDUNG

Nama M a h a ~ i s w a

:

A B R

A

R

Nomor Pokok

:

G 26.0265

Menyetujui

:

1. Komisi Pembimbing

Ir. Bambane Suniantri

(28)

RIWAYAT NIDUP

Penulis dilahirkan di Jambi, pada tanggal 10 April 1971. Periulis merupakan

anak pertama dari tujuh bersaudara dari keluarga Abizar dan Mulyati.

Penulis lulus dari SD Negeri No. 31/IV Kodya Jambi pada tahun 1983, tahun

1986 lulus dari SMP Negeri

5 Kodya Jambi dan pada tahun 1989 lulus dari SMA

Negeri 1 Kodya Jambi. Pada tahun 1989 penulis diterirna di Institut Pertanian Bogor

~nelalui

jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI). Selarijutnya, pada taliun 1990

penulis memilih bidang keahlian utama di Jurusan Statistika dengan lnata ajaran

penulijang Ilmu-llmu Sosial Ekonomi Pertanian.

Selarna menjadi mahasiswa, penulis pernah menjadi asisten untuk rnara kuliah

Pengantar Ilinu Komputer. Pada tahun 1992-1993 me~ijadi

staf pengajar tidak tetap

pada Lembaga Pendidikan Setara Diploma Triguna Bogor untuk mata kuliah Statistik

Bisliis dan Pernrograriiari Turbo Pascal.

UCAPAN TERIMA ICASIH

Ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya penulis haturkan kepada Bapak Ir.

Bambang Surnantri dan Bapak Ir.

I Made Sumertajaya yang dengan kerelaan hati

telah menyediakan waktu untuk membimbing dan mengarahkan penulisan laporan ini.

Demikian juga pada Ibu Nilawati Djuanda, senior asisten manager administrasi

logistik Witel V, dan Bapak Ahmad Muttaqin, kepala gudang Witel V, yang telah

mengizinkan penggunaan data di Bagian Logistik Witel V Bandung. Juga kepada

Dewan Konsorsium Pendidikan PERTAMINA-Kontraktor Production Sharing (KPP-

KPS) yang telah memberikan bantuan beasiswa dan biaya pe~iyelesaian laporan

penelitian ini.

Kepada semua pihak yang telah membantu, namun tak dapat penulis uraikan satu

per satu, penulis ucapkan banyak teritna kasih.

(29)

DAFTAR

IS1

Halaman

...

DAFTAR TABEL

i

...

DAFTAR GAMBAR

ii

...

PENDAHULUAN

. .

1

...

Tujuan Penelit~an

1

...

TINJAUAN PUSTAKA

1

...

Model Inventori Probabilistik

1

...

Sebaran Perniintaa~i

3

...

Uji Kolmogorov-Smirnov

4

...

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

4

Bahan

...

4

. .

Metode Penelit~an

...

4

...

HASIL DAN PEMBAHASAN

5

P e t ~ e t * ( ~ a ~ l

Konstanta-Konstanta

...

5

Pelneriksaan Sebaran Per~nintaan

...

6

Penentuan Q dan P

...

6

Analisis Kehandalan Model

...

8

(30)

DAFTARTABEL

Nomor

Hal2

Teks

...

1. Bentuk sebaran dan hasil uji Kolmogorov-S~nirnov

...

2.

Penduga bagi Dl, D,

cx

dan

B

3.

Jumlah pesanan dan

reorder point

optimum berdasarka~i

...

model inventori probabilistik

...

4.

Rasio Q terhadap D, dan rasio P terhadap Dl

5.

Biaya pemesanan per tahun (E,) dan biaya penyimpanan

...

per tahun (E,) pada siste~n

yang berlaku sekarang

6.

Biaya peniesanan per tahun (E,) dan biaya penyirnpanan

...

per tahun (E,) berdasarkan model inventori probabilistik

...

7.

Selisih

E,+E,

aktual terhadap E,+E, model

8.

Jumlah pesanan optimuln (Q), jumlah pesanan optimum

dengan

C,

=

Rp

90000.00,

jumlah pesanan optimum dengan

...

C,

=

Rp

110000.00

beserta persentase perubahannya

9.

Reorder point optimum (Q), reorder point optimum

dengan

C,

=

Rp

90000.00,

reorder point optimum dengan

...

C,

=

Rp

110000.00

beserta persentase perubahannya

10.

Jumlah pesanan optimum (Q), jumlah pesanan optimum

dengan

i

=

14.25

%,

jumlah pesanan optimum dengan

i

=23.75

%

beserta persentase perubahannya

...

11.

Reorder point

optimum

(Q),

reorder point

optimum

dengan i= 14.25

%,

reorder point

optimum dengan

i

=23.75

%

beserta persentase perubahannya

...

12.

Jumlah pesanan optimum (Q), jumlah pesanan optimum

de~igan

Cz

=

0.075%xCu,

jumlah pesanan optimum dengan

...

Cz

=

0.125 %xCu

beserta persentase perubahannya

13.

Reorder point

optimum

(Q),

reorder point

optimum

dengan

C,

=

0.075%xCU,

reorder point

optimum dengan

C,

=

0.125%xCU

beserta persentase perubahannya

...

14.

Jumlah pesanan optimum (Q), jumlah pesanan optimum

dengan harga barang turun sebesar

5

%

,

jumlah pesanan

optilnu~ii

dengall harga barang naik sebesar

5%

beserta

persentase perubahannya

...

15.

Reorder point

optimum (Q),

reorder point

optimum

tlengan liarga barang turun sebesar

5%,

reorder point

optimum de~igan

liarga barang naik sebesar

5 %

beserta

(31)

16. Jumlah pesanan optimum

(Q),

jumlah pesanan optimum

dengan tingkat permintaan turun sebesar 5 % , jumlah pesanan

optimum dengan tingkat permintaan naik sebesar 5

%

beserta

...

persentase perubahannya

11

17.

Reorder point

optimum

(Q),

reorder point

optimum dengan

tingkat permintaan turun sebesar 5

%,

reorder point

optimum dengan tingkat permintaan naik sebesar 5

%

beserta

persentase perubahannya

...

11

18. Hasil analisis model inventori terminal strip K-71 dengan

lead time

30

dan 15 hari

...

11

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Halaman

Tekr

(32)

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA

Penge~idaliaii inve~itori nierupaka~i salali satu masalab utania di banyak perusallaan, baik yang bergerak di bidang jasa niaupuil yang bergerak di bida~ig peogadaan.

Masalali yalig berhubungan deligall pengelen- dalian inveiitori itu adalah menentukan jundali barang yang liarus disediakan dan kapaii barang tersebut liarus dipesan atau mulai dibuat, se- l i i ~ ~ g g a dapat n~erni~umunikan biaya yang keluar karena proses inventori. Jika terlalu banyak baraiig yang disi~iipa~i di guda~ig inaka aka11 menyebabkan ti~iggi~iya biaya penyinipman, namuii jika terlalu sedikit baraiig yalig disimpa~i maka akan nienyebabbi hilang~iya peluang untuk meraih keu~itungan dan balikau dapat ine~iyebabka~i berpindali~iya konsume~i ke peru- sahaan lain.

Model adalah cara ulituk menggambarkan perilaku suatu proses. Jika sebuali model cukup mewakili perilaku proses maka kualitas proses tersebut dapat ditingkatkan dengan cara ber- eksperime~i terbadap model (Buclian dan Koe- uigsberg, 1977). Jadi jika perilaku i~iventori dapat diwakili oleh sebuali model inventorinlaka peningkatan kualitas. dalam hal i ~ l i peminhum- an biaya, dapat dilakukan dengan mempelajari sifat-sifat niodel inventori tersebut.

Model inventori yang diperyuakan &lam

kajian ini adalal~ model inventori'probabilistik, di mana pemintaan dianggap sebagai suatu faktor probabilistik. ~ o d e l ini lebili d i s t i k dibanding niodel inventori determiuistik, yang mengasumsikan bal~wa semua faktor adalab detemu~ustik (telali tentu).

Tujuan Penelitian

1. Me~ierapka~i model i~ive~itori probabilistik u~ituk nierieiitukaii junilali pesarian dan waktu pemesanaii yalig paling ekonomis u~ituk beberapa ko~iioditi yalig ada di Witel V Baiidung.

2. Mempelajari keba~idala~i penerapan model i~ive~itori probabilistik.

3. Melakukai~ analisis kepekaa~i (serrsitivify) ~iiodel.

Model Inventori Probabilistik

Model i~ive~itori probabilistik adalali 111odel inventori yang tidak lla~iya rnenipeiliatikan faktor-faktor deteniiiiustik (telali tentu) tetapi juga memperliatika~i faktor-faktor probabilistik (ya~ig kejadialuiya me~igikuti furlgsi peludng tertentu). Peniiintaan nierupakan salali satu faktor probabilistik dalani model ioventori.

Model ini didasarkail pada asumsi : 1. Perniintaa~i nieniiliki sebara~i statistik ter-

te11tU.

2. Semua permintaa~i yang tidak dapat dipeou- hi de~igan segera akan dipenuhi setelab baraiig tersedia dan kareua lial tersebut perusabaan akan me~igeluarkan tiiayapenal- ty.

3. Senjang waktu antara pemesanan lungga ter- sedianya barang (lcod tin@, biayapeniesan- an, biaya penyinipanan dan biaya penalfy adalah konstanta-konstanta yarig diketahui.

4. Barang yang dipesan tiba secara serentak di gudang p e n y i m p k ~ i setelah nielalui lead-

time.

Pola pergerakan ti~igkat persediaan sepan- jang waktu berdasarkan asumsi di atas dapat

digambarkan seperti pada Gambar 1.

MODEL PENGENDALIAN INVENTOR1

KuanUtas

-

Lead Time

[image:32.558.298.500.461.612.2]
(33)

4. B, di atas digunakan untuk mendapatkan Q, seperti pada langkall 1.

5.

Q1

diyunakan untuk n~endapatkan P, seperti langkali 2 .

6. Langkall-langkah tersebut diulang sehingga nilai Q dar~ P tidak beruball-ubal~ lagi. Nilai terakl~ir yang diperoleh n~erupaka~i junllah pesanarl dan reorrlcr poit~t yang optimal. Reorder point sebenaruya nierupakan pen- junlahan dari rata-rata pennintaa~l per lead tit~re

da11 stok cadangan (buffer stock) :

Adariya stok cada~iga~i tidak menjamin bal~wa back order (penuintaau yalig tidak dapat dipenu- Iu dengall segera) aka11 llilang sanla sekali, tetapi dengal adanya stok cadangau tersebut dapat n ~ e ~ ? j a i l i n dengall persentase yang cukup ti~iggi bal~wa prrusahaan dapat menie~~ulli pem~intaan konsumen (user) pada saat pentli~itaan melebil~i ~ulai harapan. Besarnya jarnilmi i ~ u diukur dengall tingkat pelayanan (service level = 2).

yang ~ulai~iya berkisar dari 0 l~iilgga 1. Z=0

menu~~jukan pelaya~lan yang gagal total dan Z= 1 menu~ijukan pelayanan yailg sempunla. Per defirusi tiugkat pelayanan adalali

Untuk penui~aaan yang n~e~iyebar eksponen- sial, t i ~ ~ g k a t pelayana~i yang diperolel~ adalali sebesar

Sebaran pennintaan barang dapat didekati deugan culcup baik ole11 sebara~i eksponensial ( B u c l ~ a ~ ~ dau Koe~ligsberg. 1977). Sebaran ini adalal~ sebarau ko~~tinu yang p a l i ~ ~ g sederha~la.

Sebara~i lain yang lebil~ konlplelts dali lebil~ ulilunl adalal~ sebaran ganlna. Sebarat~ ini disarankan ole11 Ravi11dra11(1987) sebarai sebar- an per~ili~~taall bara~ig.

Sebuali peubab acak dikatakau ~ueliyebar gaoma jika peubal~ acak tersebut oiemiliki fungsi kepekatati peluang berikut

1

fix)=-x--le-.!~ ; st0 (14)

P T a )

Ulituk menduga a dan li Tl~om (1968) rile- 11yaranka11 aproksimasi

di tualla

Y = Ill rataan arim~atik rataari geo~iietrik

Tl~oni (1968) lebili lanjut nieuyara~ikan penan- balian koreksi :

Sedangkan R diduga ole11

Sebuali peubal~ acak dikatakan menyebar eksponensial jika peubali acak tersebut nle~ililiki fungsi kepekatan peluat~g

Jika ada n peubah acak yarig saling bebas X,,

(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)

Gambar

Gambar 1. Pola pergerakan ti~igkat persediaa~i sepa~ija~ig waktu.
Tabel 1 menyajikan sebaran yalig dihipote-
Tabel 8 analisis kepekaan niodel. Dari tabel-tabel terse- but terliliat bal~wa sampai Tabel 17 menyajikar~ l~asil :
Gambar 1. Pola pergerakan ti~igkat persediaa~i sepa~ija~ig waktu.

Referensi

Dokumen terkait

Alhamdulliah segala puji kehadirat Allah SWT karena atas nikmat, rahmat dan karuniaNya sehingga dapat menyelesaikan karya ilmiah berupa skripsi yang berjudul “UJI

perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian;.. pelaksanaan penilaian peserta didik secara

[r]

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat yang telah dilimpahkan-nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “SENI POSTER

(Sumber: Data sekunder dan Monografi Desa Sakak Lotoq Tahun 2000 (diolah)) Masyarakat Desa Sakak Lotoq didominasi oleh suku Dayak Benuaq Londong, yang berasal dari pindahan

Pada makalah kali ini, kami akan membahas mengenai perencanaan bisnis lintas budaya dimana produk bisnis budaya asing dipadukan dengan budaya Indonesia yang menjadikan bisnis

 Programmer harus mampu menerjemahkan requirements yang telah dituangkan dalam desain menjadi kode-kode program yang jika dikompilasi akan menjadi software yang merupakan

Dalam mengapresiasi elemen fisik Area Titik Nol yang ditangkap oleh warga kota terhadap 4 komponen yaitu bangunan sekitar, plaza, street furniture dan perempatan jalan,