• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM RESPIRASI HEWAN DAN TUMBUHAN XI I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SISTEM RESPIRASI HEWAN DAN TUMBUHAN XI I"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM RESPIRASI

HEWAN DAN TUMBUHAN

ANTHONY

XIA1 – 08

SMA KRISTEN PETRA 5

SURABAYA

(2)

I. Dasar Teori :

Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi

(SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Dalam pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernapasan. Namun demikian, istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah pernapasan. Respirasi terjadi pada semua tingkatan organisme hidup, mulai dari individu hingga satuan terkecil, sel. Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan

penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak melulu melibatkan oksigen. Pada dasarnya, respirasi adalah proses oksidasi yang dialami SET sebagai unit penyimpan energi kimia pada organisme hidup. SET, seperti molekul gula atau asam-asam lemak, dapat dipecah dengan bantuan enzim dan beberapa molekul sederhana. Karena proses ini adalah reaksi eksoterm (melepaskan energi), energi yang dilepas ditangkap oleh ADP atau NADP membentuk ATP atau NADPH. Pada gilirannya,

berbagai reaksi biokimia endotermik (memerlukan energi) dipasok kebutuhan energinya dari kedua kelompok senyawa terakhir ini.

Cengkerik atau jangkrik (Gryllidae) adalah serangga yang berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh cengkerik jantan. Suara ini digunakan untuk menarik betina dan menolak jantan lainnya. Suara cengkerik ini semakin keras dengan naiknya suhu

sekitar. Di dunia dikenal sekitar 900 spesies cengkerik, termasuk di dalamnya adalah gangsir.

Kecambah adalah tumbuhan (sporofit) muda yang baru saja

berkembang dari tahap embrionik di dalam biji.

Tahap perkembangannya disebut perkecambahan dan merupakan satu tahap kritis dalam kehidupan tumbuhan.

Kecambah biasanya dibagi menjadi tiga bagian utama: radikula (akar embrio), hipokotil, dan kotiledon (daun lembaga). Dua kelas dari

tumbuhan berbunga dibedakan dari cacah daun lembaganya: monokotil

(3)

II. Tujuan :

Mengetahui pernapasan hewan dan tumbuhan apabila kekurangan udara

III. Rumusan Masalah :

Mengetahui apakah pernapasan pada hewan atau tumbuhan makin cepat atau makin lambat

IV. Nama Kelompok : - Anthony

- Andre Kurniawan - Hadi Kusuma P

V. Bahan dan Alat

- Respirometer - Kapas

- Malam / Plastisin - Kristal KOH - Spatula - Timbangan - Larutan Iosin

- Tauge dan Jangkrik - Alchohol

(4)

VI. Cara Kerja : A. Pernapasan pada tauge

1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. 2. Menimbang Tauge 1 gram – 3 gram

3. Dimasukan secara urut ke dalam respirometer

4. Kristal KOH -> Kapas -> Tauge -> ditutup dengan Malam -> ditutup 1 menit -> disuntikan dengan eosin

5. Lihatlah cairan eosin akan bergerak kedalam 6. Hitung menit penggerakannya

B. Pernapasan pada jangkrik

1. Siapkan Alat dan bahan yang diperlukan 2. Ambil Jangkrik sebanyak 3 biji

3. Dimasukan secara urut ke dalam respirometer

4. Kristal KOH -> Kapas -> 1 jangkrik dan selanjutnya 2 jangkrik -> ditutup dengan malam -> ditutup selama 1 menit -> disuntikan dengan eosin

(5)

VII. Tabel pengamatan

A. Pada tumbuhan (Tauge) 1 gram

Menit ke mm

0 0.03

1 0.04

2 0.06

3 0.14

B. Pada tumbuhan (Tauge) 3 gram

Menit ke mm

0 0.07

1 0.096

2 0.193

3 0.29

C. Pada hewan (Jangkrik) 1 ekor

Menit ke mm

0 0.075

1 0.03

2 0.07

3 0.1

D. Pada hewan (Jangkrik) 2 ekor

Menit ke mm

0 0.1

1 0.4

2 0.8

(6)

VIII. Pertanyaan

1. Apakah fungsi dari KOH ?

KOH menyerap CO2 yang dihembuskan oleh hewan dan tumbuhan

yang berada di dalam respirometer

2. Apa yang menyebabkan eosin dapat bergerak ?

Eosin bergerak ke arah tabung spesimen (ke dalam) karena adanya penyusutan volum udara dalam tabung tertutup tersebut. Oksigen dihirup oleh jangkrik dan tanaman tauge, kemudian karbon dioksida dikeluarkan namun diserap oleh KOH. Begitu terus menerus sehingga udara dalam tabung berkurang dan eosin bergerak ke dalam

IX. Kesimpulan

Hewan dan tumbuhan yang berada pada dalam respirometer, susah dalam hal bernapas sehingga eosin dapat bergerak ke dalam hingga udara dalam tabung makin berkurang.

X. Daftar Pustaka

1. http://www.scribd.com/doc/22254139/Lap-Praktek-Bio-Jangkrik

2. Campbell, N.A., J.B. Recee, & L. G. Mitchell. 2005. Biologi. Edisi ke-5. Terj. Dari: Biology. 5th ed. oleh Manalu, W. Jakarta. Pernerbit

Erlangga.

3. Pratiwi, dkk. 2000. “Biologi SMU Jilid 2 untuk Kelas 2”. Jakarta: Erlangga.

Gambar

Tabel pengamatan

Referensi

Dokumen terkait

Setelah melakukan Evaluasi Administrasi, Teknis, Harga dan Kualifikasi terhadap penawaran yang saudara sampaikan secara elektronik pada Pemilihan Langsung Jasa Konstruksi

Tuapejat, Rabu 24 September 2014 Nomor : 11/ Pokja-JK/ BPKB-Siberut Selatan/ BPMPKB-KKM/ I X-2014.. Lampiran : 1

(2) Pengambilan contoh dan penilaian kesesuaian mutu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh petugas UFP-BK yang sudah terlatih dan kompeten dalam melakukan

[r]

insurance both from the government, BPJS organization, and especially health providers in health facilities.. Aktivitas informan       dibuka pagi hari dan tutup pada sore atau

berbasis sensor ultrasonik dapat menyelesaikan masalah terjadinya human error yang ditimbulkan oleh alat manual. Oleh karena itu adanya pengembangan alat.. ukur ini

Keterbatasan penelitian kami di antaranya adalah kadar feritin yang dianalisis bukan kadar feritin aktual pada saat dilakukan pemeriksaan fungsi kognitif, tetapi menggunakan

Skala ini memberikan lebih banyak informasi dengan adanya empat komponen penilaian: refleks batang otak, penilaian mata, respon motorik dengan spektrum luas, pola napas