ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA RSU SARI MUTIARA MEDAN
SKRIPSI MINOR Diajukan Oleh :
HENDRA JAYA TAMBUNAN NIM : 052 101 045 JURUSAN : KEUANGAN
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Diploma III
Fakultas Ekonomi Medan
2008
Hendra Jaya Tambunan : Analisis Rasio Keuangan Pada RSU Sari Mutiara Medan, 2008 USU Repository © 2009
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI MINOR
NAMA : HENDRA JAYA TAMBUNAN
NIM : 052101045
JURUSAN : KEUANGAN
JUDUL SKRIPSI MINOR : ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM (RSU) SARI MUTIARA MEDAN
TANGGAL : JUNI 2008 DOSEN PEMBIMBING
(Dra. Komariah Pandia, M.Si)
NIP: 130 686 425
TANGGAL : JUNI 2008 KETUA PROGRAM STUDI
(Prof. Dr. Paham Ginting, SE, M.S)
NIP : 132 306 869
TANGGAL : JUNI 2008 DEKAN FAKULTAS EKONOMI
(Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec)
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih
dan karuniaNya yang senantiasa menyertai, membimbing, dan memberikan
kemampuan serta kekuatan kepada penulis sehingga mampu menyelesaikan
skripsi minor ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa pengetahuan dan pengalaman
penulis belumlah cukup menyempurnakan skripsi minor ini sehingga masih
banyak terdapat kekurangan baik dalam penggunaan maupun penyajian
data.dengan demikian penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi minor.
Atas bimbingan, petunjuk serta nasehat dan doa yang telah diterima
selama pennyusunan skripsi minor ini dan juga selama mengikuti pendidikan di
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Program Diploma III, maka pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Drs. Jhon F.Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakuultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Prof.Dr.Paham Ginting, MS selaku Ketua Jurusan Keuangan Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Syafrizal Helmi,SE MSi, selaku Sekretaris Jurusan Keuangan Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Mhd. Simba Sembiring, SE, selaku Kepala Sub. Bagian Akademik
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
5. Ibu Dra. Komariah Pandia, MSi selaku Dosen Pembimbing saya yang telah
memberikan pengarahan dan bimbingan serta saran-saran yang sangat berguna
dalam penyelesaian skripsi Minor ini.
6. Bapak dan Ibu Dosen beserta seluruh Staff Pegawai Administrasi di Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara, khususnya Kak Nur.
7. Bapak Pimpinan RSU Sari Mutiara Medan dan seluruh staff pegawai
khususnya bagian keuangan yang telah membantu penyusunan skripsi minor
ini, special for kak rolita dan kak Hosana.
8. Ayahanda tercinta R.Tambunan dan Ibunda terkasih R.Samosir,kakak dan
abang serta adikku yang termanis Rini.
9. Teman-Teman yang kukasihi di Fakultas Ekonomi, teman-teman kelompok
tumbuh bersamaku yakni kak meli, grace, menda dan tak lupa buat
teman-teman jombloh dan seperjuangan di keuangan spesial 2005: Lamhot, Siska,
Agung, Rudolp, Beni, Rudi, Putri, Ester, Ida, Lena, Andri, Imelda yang imoet,
Ika, Herman, dll.
Semoga Damai Sejahtera Senantiasa menyertai kita.
Medan, Juni 2008
( Hendra Jaya Tambunan)
DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... v
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Perumusan Masalah ... 3
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 3
D. Metode Penelitian ... 4
1. Lokasi Penelitian... . 4
2. Sumber Data... 4
3. Metode Pengumpulan Data... 4
4. Metode Analisis... 5
BAB II GAMBARAN UMUM RUMAH SAKITUMUM(RSU) SARI MUTIARA MEDAN A. Profil Perusahaan ... 6
B. Struktur Organisasi Perusahaan... 8
C. Laporan Keuangan Perusahaan... .. 23
1. Pengertian Laporan Keuangan... .. 23
2. Jenis-Jenis Laporan Keuangan... 24
3. Penyajian Laporan Keuangan... 26
D. Rasio-Rasio Keuangan... .. 31
1. Pengertian Rasio Keuangan... .. 31
2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan... .. 32
a. Rasio Likuiditas... 32
b. Rasio Solvabilitas... 34
c. Rasio Aktivitas... ... 35
d. Rasio Profitabilitas... ... 36
3. Perhitungan Rasio Keuangan RSU Sari Mutiara ... .... 38
BAB III ANALISIS DAN EVALUASI 1. Rasio Likuiditas... . 43
2. Rasio Solvabilitas... 44
3. Rasio Aktivitas... ... 46
4. Rasio Profitabilitas... .. 48
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... .. 50
B. Saran ... 51
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
v
DAFTAR TABEL
Hal
Tabel 1 Neraca RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2006 ... 27
Tabel 2 Laporan Penerimaan dan Pengeluaran RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2006 ... 28
Tabel 3 Neraca RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2007 ... 29
Tabel 4 Laporan Penerimaan dan Pengeluaran RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2006 ... 30
Tabel 5 Ratio Likuiditas Tahun 2006 dan 2007... 43
Tabel 6 Ratio Solvabilitas Tahun 2006 dan 2007 ... 45
Tabel 7 Ratio Aktivitas Tahun 2006 dan 2007 ... 47
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap Perusahaan yang didirikan baik perusahaan dagang, jasa dan
industri mempunyai tujuan utama yaitu untuk mendapatkan keuntungan (profit)
agar kelangsungan hidup dari perusahaan dan pertumbuhannya akan terus
berlanjut sampai masa yang akan datang. Untuk mengukur sejauh mana dana yang
diinvestasikan berguna bagi perkembangan perusahaan dapat dilihat melalui
laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan.
Laporan Keuangan merupakan suatu gambaran dari keadaan perusahaan
pada waktu tertentu dan memberikan informasi tentang kondisi keuangan yang
telah dicapai oleh perusahaan dalam waktu tertentu(Arthur J. Keown,David F.
Schoot,Jhon D.Marthin,Dan J.Willem Petty 200:75). Laporan keuangan biasanya
terdiri dari Neraca dan Laporan Rugi Laba. Neraca memperlihatkan besarnya nilai
keuangan dari aktiva, utang dan modal perusahaan pada saat tertentu. Laporan
Rugi Laba memperlihatkan hasil-hasil yang dicapai dalam 1(satu) tahun tertentu.
Laporan Keuangan merupakan alat yang paling penting untuk memperoleh
informasi tentang posisi keuangan dari hasil yang dicapai perusahaan.
Menganalisis dan mengevaluasi laporan keuangan perusahaan adalah satu cara
untuk memperoleh informasi tersebut. Laporan keuangan juga dapat menunjukkan
apakah perusahaan itu sedang mengalami kemajuan atau sebaliknya.
Laporan Keuangan juga bermanfaat bagi banyak pihak, misalnya
pemegang saham (pemilik perusahaan), pemerintah, kreditur, karyawan dan
sebagainya. Analisa laporan keuangan diperlukan untuk mengetahui hasil yang
telah dicapai dan untuk memprediksi hasil yang hendak dicapai dimasa yang akan
datang.
Bagi kreditur, Laporan Keuangan berguna untuk penilaian pinjaman yang
diberikan kepada perusahaan apakah akan dipergunakan seefisien mungkin,
sehingga perusahaan mampu membayar setiap pinjaman yang telah jatuh tempo.
Kemudian dapat dipergunakan untuk melihat prospek keuntungan dimasa yang
akan datang dan perkembangan perusahaan berikutnya.. Bagi karyawan dan
laporan keuangan juga dapat digunakan sebagai pertimbangan apakah gaji yang
diterimanya adil atau tidak. Pemerintah berkepentingan terhadap laporan
keuangan perusahaan untuk menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung
oleh perusahaan.
Rasio Keuangan sangat penting dalam melakukan analisa terhadap kondisi
keuangan perusahaan dan mengingat pentingnya laporan keuangan bagi suatu
perusahaan dan banyak pihak, maka penulis merasa tertarik untuk menganalisis
rasio keuangan. Sehubungan dengan ini maka penulis merencanakan penelitian
dengan judul “ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA RUMAH SAKIT
B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang terdahulu maka masalah dalam penelitian ini
dirmuskan sebagai berikut :
Bagaimana rasio keuangan( rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan
aktivitas) terhadap pencapaian target pada RSU Sari Mutiara Medan.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian adalah :
Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan melalui analisis rasio financial.
Manfaat Penelitian adalah :
1. Bagi Rumah Sakit
Merupakan masukan yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan
dalam menyusun kebijakan keuangan dimasa yang akan datang .
2. Bagi Pembaca,
Sebagai bahan acuan dan bahan pembanding dalam penulisan skripsi di masa
yang akan datang.
3. Bagi Penulis,
Dapat mengetahui bagaimana pelaksanaan manajemen keuangan dalam suatu
C. Metode Penelitian
Uraian dan pembahasan didasarkan pada data atau fakta aktual yang
diperoleh dari penelitian langsung maupun yang tidak langsung dari objek yang
diteliti.
1. Lokasi Penelitian
Dalam pengumpulan data ini, penulis akan mengambil lokasi
penelitian pada RSU SARI MUTIARA MEDAN yang berada di jalan
Kapten Muslim No. 79 Medan.
2. Sumber Data
a. Data Primer
Data Primer merupakan pengumpulan data yang dilakukan langsung
ke objek penelitian pada RSU SARI MUTIARA MEDAN.
Data primer menyangkut data laporan keuangan RSU SARI
MUTIARA MEDAN.
b. Data Sekunder
Data Sekunder adalah pengumpulan data yang dilakukan secara tidak
langsung pada objek yang diteliti yaitu dari buku-buku pustaka. Data
ini menunjang pengolahan data primer yang dikumpulkan.
3. Metode Pengumpulan Data
a. Field Research
Yaitu penelitian langsung ke lapangan untuk mendapatkan data yang
diperlukan dalam pembahasan masalah. Metode yang digunakan untuk
1) Observasi atau Pengamatan
Yaitu studi yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan
pencatan terhadap fenomena yang menjadi objek penelitian.
2) Interview
Yaitu dengan mengajukan pertanyaan secara langsung pada pihak-
pihak yang berwenang di RSU SARI MUTIARA MEDAN.
b. Library Research
Penelitian kepustakaan dengan membaca literatur seperi buku ,
majalah ilmiah, surat kabar, dan media lainnya yang berhubungan
dengan skripsi minor ini.
4. Metode Analisis
Dalam penyusunan skripsi minor ini penulis menggunakan metode
deduktif. Meode deduktif adalah metode yang menyajikan terlebih
dahulu masalah pokoknya dilanjutkan dengan penjelasan dan
BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM SARI
MUTIARA MEDAN
A. Profil Perusahaan
Sejarah Singkat Perusahaan
Rumah Sakit Umum Sari Mutiara yang beralamat di Jl. Kapten Muslim
No. 79 Medan merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan kelas madya plus
yang berstatus swasta milik yayasan Sitanggang Purba dalam usaha pelayanan
kesehatan yang mencakup: pemeliharaan,penyembuhan,dan pemulihan kesehatan.
RSU Sari Mutiara pada mulanya berasal dari praktek bidan berijazah yang
berdiri mulai tanggal 23 September 1963, dan kemudian pada tanggal 11 Januari
1969 berubah menjadi klinik bersalin Sitanggang. Selanjutnya pada tanggal 23
Februari 1974 menjadi Rumah Sakit Bersalin Sitanggang dan baru pada tanggal
31 Maret 1978 statusnya berubah menjadi Rumah Sakit Umum Sitanggang.
Sejak tahun 1985 sampai sekarang Rumah Sakit Umum
Sitanggang(sekarang bernama Rumah Sakit Umum Sari Mutiara) telah mendapat
kepercayaan dari Pemerintah Departemen Kesehatan Republik Indonesia dalam
hal ini Perum Husada Bhakti menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi
pegawai negeri sipil beserta keluarganya (PHB) di propinsi Sumatera
Utara.Dengan pengaturan Rayonisasi pasien-pasien peserta Perum Husada Bhakti
yang berasal dari kodya Medan, Kabupaten Deli Serdang dan Kodya Binjai
ditunjuk menjadi Rayon Rumah Sakit Umum Sari Mutiara selama kurang lebih
8(delapan) tahun. RSU Sari Mutiara Medan telah menyelenggarakan pelayanan
kesehatan kepada peserta Perum Husada(PHB) yang ternyata penyelenggaraannya
telah berjalan baik
Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan selain berfungsi sebagai
pemelihara, penyembuhan dan pemulihan kesehatan juga berfungsi menjadi
tempat praktek bagi siswa-siswa para medis kesehatan, tidak hanya berasal dari
Akper atau Akbid Sari Mutiara tetapi juga berasal dari Akper/Akbid lain yang ada
di Propinsi Sumatera Utara.
Sehubungan dengan Surat Pengumuman Di. Jen Yan. Kes. Depkes RI
tanggal 5 Februari 1987 No. 098/Yan.Med/SK/87, Rumah Sakit Umum
Sitanggang berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum Sitanggang dan Sekolah
Perawat (SPK) Sitanggang berganti nama menjadi nama menjadi nama menjadi
Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan dan Sekolah Perawat Kesehatan Sari
Mutiara, yang diresmikan oleh Kakanwil tepatnya tanggal 8 Januari 1988.
Sejak tahun 1987 sampai sekarang lebih dari 20 tahun RSU Sari Mutiara
telah mencapai banyak mencapai banyak kemajuan yang cukup berarti dalam
berbagai bidand kesehatan. Semua itu dapat dicapai berkat bantuan, pengarahan,
dan bimbingan pemerintah Dinas Kesehatan Dat II Kodya Medan, Dinas
Kesehatan Dati I Propinsi Sumatera Utara dan Kanwil Depkes RI Propinsi
Sumatera Utara.
Demikianlah Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan
dari sejak berdirinya sampai sekarang.
Falsafah,Visi, Misi, Tujuan, Motto
Falsafah : Asah, Asih, dan Asuh
Visi : Mencapai pelayanan yang berkualitas nasional.
Misi : Memberikan pelayanan yang bermutu, nyaman dan terjangkau masyarakat.
Tujuan : Meningatkan derajat kesehatan bagi masyarakat.
Motto : Kenyamanan/Kepuasan anda adalah profesionalisme pelayanan kami.
B. Struktur Organisasi Perusahaan
Organisasi merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan, semakin majunya
peradaban manusia maka tujuan organisasi semakin kompleks sesuai kebutuhan
manusia di zaman modern ini. Didalam hal ini harus ada kerja sama yang baik dan
terorganisir antara kelompok dengan kelompok, Organisasi dapat didefinisikan
sebagai struktur dari hubungan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Sesuai
dengan pengertian tersebut maka tujuan utama dari organisasi adalah untuk
mempermudah pelaksanaan tugas atau pencapaian tujuan disamping
menghasilkan spesialisasi dari setiap tugas atau pekerjaan.(Bungin Burhan
2003:98)
Dengan adanya hubungan kerja sama yang baik antara atasan dan
bawahan, antara sesama pekerja maka terbentuklah suatu mata rantai tugas dan
kerja yang harmonis mulai dari top manager, middle manager, sampai dengan
sedangkan hubungan antara bagian-bagian departemen di dalam perusahaan yang
sejajar disebut dengan hubungan horizontal.
Pembentukan suatu organisasi yang sukses sebaliknya berpedoman pada
prinsip-prinsip yaitu:
1. Perumusan tujuan organisasi harus jelas.
Perumusan setiap tugas atau tindakan haruslah diketahui dengan jelas
maksud dan tujuannya.Hasil pelaksanaan dari semua organisasi haruslah
diarahkan untuk mencapai tujuan. Tujuan merupakan pedoman dalam
mengorganisasikan dan mengorganisasikan dan pencapaian sasaran dari seluruh
kegiatan.
2. Adanya garis wewenang dan tanggung jawab yang jelas.
Dalam sruktur organisasi yang baik harus jelas pendelegasian wewenang
mulai dari tingkat eksekutif yang paling tinggi sampai pada tingkat yang paling
rendah, serta tanggung jawab yang menyertai pendelegasian wewenang tersebut.
3. Banyaknya tingkat wewenang yang harus dipecah.
Bila terlalu banyak tingkat maka semakin banyak wewenang dipecah.
Dengan demikian susah untuk menyatakan wewenang apabila organisasi tersebut
dihadapkan tanpa menyatukan wewenang lebih dahulu.
4. Tingkat Pengawasan.
Dalam prinsip ini terdapat suatu ketentuan bahwa untuk memperjelas
hubungan wewenang dan tanggung jawab harus ada kesatuan komando. Kedua
5. Struktur Organisasi harus fleksibel.
Hal ini untuk mengantisapasi perubahan yang layak, sebab perubahan
dalam suatu organisasi tidak dapat dihindarkan. Maka Struktur organisasi yang
memungkinkan adanya perubahan tidak menganggu kelangsungan hidup
perusahaan tersebut.
Struktur organisasi dapat dikatakan sebagai kerangka antar hubungan
satuan-satuan organisasi yang didalamnya terdapat pejabat, tugas dan wewenang
yang masing-masing mempunyai peranan tertentu dalam kesatuan yang utuh.
Organisasi di Indonesia tumbuh cepat dengan berbagai bentuk manifestasi,
oleh karena itu setiap pemimpin perusahaan dituntut unutk dapat mengelola
organisasi dengan baik karena perkembangan zaman yang begitu cepat, pemikiran
tentang kegiatan manusia yang semakin berkembang dan meningkatkan
persaingan yang semakin tajam.Dalam keadaan seperti ini suatu organisasi
memerlukan pimpinan yang berkualitas.
Pada umumnya Struktur Organisasi dapat dibedakan menjadi 4 (empat)
jenis, yaitu:
1. Struktur Organisasi Garis (Line Organization)
Pada Struktur ini,garis kekuasaan dan tanggung jawab bercabang pada setiap
tingkat mulai dari tingkat yang paling tinggi sampai tingkat yang paling
rendah.
2. Struktur Organisasi Fungsional (Fungsional Organization)
Pada Struktur ini telah terdapat spesialisasi (pembagian kerja) yang
3. Struktur Organisasi Garis dan Staff (Line and Staff Organization)
Struktur organisasi ini menghilangkan kelemahan-kelemahan dari struktur
garis dan struktur fungsional, serta mempertahankan kebaikan dari struktur
organisasi garis yaitu adanya unity of command dan mempertahankan
kebaikan struktur organisasi fungsional yaitu adanya spesialisasi.
4. Struktur Organisasi Matriks (Matriks Organization)
Dalam suatu organisasi matriks, para pegawai pada hakekatnya memiliki dua
orang atasan artinya mereka dibawah dualisme wewenang yaitu garis
komando pertama yang divisional atau fungsional, yang kedua secara
horizontal yaitu menggambarkan tim proyek yang dipimpin oleh seorang
manager kelompok atau proyek ahli dalam bidang spesialisasi yang ditugaskan
dalam tim karena itu struktur organisasi matriks sering disebut sebagai ”sistem
komando jamak”.
RUMAH SAKIT SARI MUTIARA MEDAN dalam melaksanakan
aktivitasnya menggunakan struktur organisasi garis dan staff (Line and Staff
Organization) didalam hal ini perintah dan tanggung jawab mengalir dari atas
kebawah serta adanya spesialisasi.
Berikut dilampirkan bagan struktur organisasi RUMAH SAKIT SARI
MUTIARA MEDAN, gambar serta uraian tugas dan wewenang dari masing-
masing bagan sebagai berikut :
GAMBAR BAGAN STRUKTUR ORGANISASI RSU. SARI MUTIARA MEDAN
Direktur
Direktur Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan yang selanjutnya
disebut penanggung jawab pengelola RSU Sari Mutiara Medan didalam
melaksanakan tugasnya, bertanggung jawab langsung kepada ketua Yayasan Sari
Mutiara Medan melalui Manager Yayasan Sari Mutiara Medan.
Direktur dalam melakasanakannya tugasnya dibantu oleh:
a. Wakil Direktur RSU Sari Mutiara Medan
b. Komite Medis atau satuan Medis Fungsional
c. Kepala Seksi Pelayanan RSU Sari Mutiara Medan
d. Kepala Seksi Keperawatan RSU Sari Mutiara Medan
e. Kepala Subbag Sekretariatan RSU Sari Mutiara Medan
f. Kepala Subbag Keuangan RSU Sari Mutiara Medan
Adapun tugas Direktur adalah sebagai berikut:
1. Memberikan saran kepada Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan baik diminta
maupun tidak diminta yang berhubungan dengan RSU Sari Mutiara Medan.
2. Menyusun rencana program kerja RSU Sari mutiara Medan
3. Mengadakan koordinasi dengan pejabat lain baik di dalam maupun diluar
lingkungan Yayasan Sari Mutiara Medan, dalam rangka pelaksanaan tugas
dan pengembangan Rumah Sakit.
4. Mengajukan rencana anggaran Rumagh Sakit kepada Ketua Yayasan Sari
Mutiara Medan
5. Membuat laporan kegiatan setiap tahun sebagai pertanggungjawaban direktur
1. Wakil Direktur
Wakil Direktur adalah seorang staff didalam organisasi RSU Sari Mutiara
Medan,yang bertugas membantu Direktur untuk mengkoordinasikan dan dan
melaksanakan pengawasan serta bertanggungjawab atas kelancaran fungsi
pelayanan RSU Sari Mutiara Medan.Didalam melaksanakan tugasnya Wakil
Direktur bertanggungjawab langsung kepada Direktur Rumah Sakit.
Adapun tugas Wakil Direktur adalah sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan kegiata dalam rangka memperlancar tugas-tugas Direktur
Rumah Sakit.
2. Mewakili Direktur dalam menangani tugas-tugas dari Direktur bila tidak
berada di rumah sakit.
3. Merencanakan kebutuhan dan penyediaan kebutuhan fasilitas pelayanan di
rumah sakit.
2. Satuan Medis Fungsional
Satuan Medis Fungsional (SMF) adalah kelompok Dokter yang terdiri
dari: Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi, dll yang bekerja di rumah
sakit.
Adapun tugas Satuan Medis Fungsional adalah sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan pelayanan medis umum, spesialis dan gigi dengan mutu
yang tinggi, tertib dan berdisiplin di semua instalasi pelayanan medis di RSU
2. Menyiapkan data yang berhubungan dengan tugas pokoknya, untuk
disampaikan kepada Direktur Rumah Sakit serta disajikan kepada
kepala-kepala instalasi masing-masing yang terkait.
3. Bertanggungjawab langsung secara profesional kedokteran terhadap
disiplin,tata tertib, kualitas teknik medis serta terhadap kelancaran pelayanan
medis di instalasi masing-masing yang terkait.
Seksi Pelayanan
Seksi pelayanan adalah salah satu unit kerja yang merupakan unsur staf
pimpinan RSU Sari Mutiara Medan,berperan membantu Direktur dalam
memperlancar kegiatan Medis,penumjang medis dan non medis serta pelayanan
rujukan RSU Sari Mutiara Medan meliputi seluruh instalasi. Seksi Pelayanan
dipimpin oleh seorang Kepala Seksi pelayan.
3. Kepala Seksi Pelayanan
Kepala Seksi Pelayanan adalah seorang staff didalam organisasi RSU Sari
Mutiara Medan, merupakan pembantu Direktur/Wakil Direktur dalam
menyelenggarakan dan melaksanakan pengawasan serta bertanggung jawab
terhadap kelancaran jalannya fungsi pelayanan rujukan di RSU Sari Mutiara
Medan. Didalam melaksanakan tugasnya Kepala Seksi Pelayanan bertanggung
jawab kepada Direktur.Kepala Seksi Pelayanan didalam melaksanakan tugasnya
dibantu oleh tiga orang kepala sub seksi pelayanan yaitu:
1. Kepala Sub Seksi Pelayanan I
2. Kepala Sub Seksi Pelayanan II
Adapun tugas Kepala Seksi Pelayanan adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan dan memberikan data serta informasi Direktur mmengenai segala
sesuatu yang berhubungan dengan pelayanan medis, penunjang medis dan non
medis serta rujukan pasien pada semua instalasi.
2. Mengadakan koordinasi dengan unit kerja untuk membuat uraian tugas semua
pegawai yang berada dalam tanggung jawabnya sesuai bidang tugasnya.
3. Menyimpan dan meneliti surat serta dokumen lainnya yang berhubungan
dengan pelayanan medis dan instalasi sebelum disampaikan dan
ditandatangani oleh Direktur.
4. Menyusun dan melaporkan secara berkala tentang hal yang berhubungan
dengan kegiatan pelayanan unit kerja sub seksi pelayanan.
4. Kepala Sub Seksi Pelayanan I
Kepala Sub Seksi Pelayanan I adalah salah satu seorang staff didalam
organisasi, seksi pelayanan yang merupakan pembantu kepala seksi
pelayanan.Didalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh staff pelaksana unit kerja
sub seksi pelayanan I.
Adapun tugas kepala Sub Seksi Pelayanan I adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan dan memberikan data serta informasi epadalayanan tentang
semua tugas yang berhubungan dengan pelayanan medis.
2. Menyusun program kerja dilingkungan kerjanya.
3. Mengajukan kebutuhan pegawai dan anggaran biaya untuk menunjang
4. Membuat laporan berkala dan laporan tahunan tentang tugas dan kewajiban
sub seksi pelayanan I.
5. Kepala Sub Seksi Pelayanan II
Kepala Sub Seksi Pelayanan II adalah salah seorang staff didalam
organisasi seksi pelayanan yang merupakan pembantu kepala seksi pelayanan.
Didalam melaksanakan tugasnya Kepala Sub Seksi Pelayanan II bertanggung
jawab langsung kepada Direktur dan dibantu oleh staf pelaksanaan unit kerja yang
bersangkutan.
Adapun tugas Kepala Seksi Pelayanan II adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan dan memberikan semua data dan informasi kepada kepala seksi
pelayanan tentag semua kegiatan yang berhubungan dengan instalasi tersebut.
2. Menyusun program kerja di lingkungan kerja yang bersangkutan sebagai
bahan program kerja seksi pelayanan.
3. Melaksanakan pengawasan terhadap penggunaan dan pemeliharaan fasilitas
pelayanan di instalasi.
4. Mengajukan fasilitas anggaran biaya untuk menunjang kegiatan serta
pengembangan di sub seksi pelayanan II.
5. Membuat Laporan berkala dan tahunan tentang tugas dan kewajiban
masing-masing.
6. Kepala Sub Seksi Pelayanan III
Kepala sub seksi pelayanan III adalah seorang staff didalam organisasi
membantu pengawasan dan penerimaaan, pemulangan serta rujukan pasien
diinstalasi. Untuk kelancaran tugasnya kepala sub seksi pelayanan dibantu oleh
staff pelaksana.
Adapun tugas Kepala Sub Seksi Pelayanan III adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan dan memberikan semuadata dan informasi kepada kepala seksi
pelayanan tentang semua kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan di
instalasi.
2. Menyusun program kerja di lingkungan unit kerja sub seksi pelayanan III.
3. Membuat laporan berkala dan laporan tahunan tentang tugas dan kewajiban
kepala sub seksi pelayanan III.
7. Kepala Seksi Keperawatan.
Kepala Seksi Keperawatan adalah seorang staff didalam organisasi RSU
Sari Mutiara Medan, yang merupakan Pembantu Direktur dan melaksanakan
pembinaan dan bimbingan pelayanan dan asuhan keperawatan. Seksi
Keperawatan terbagi atas:
a. Kepala Sub Seksi Keperawatan I
b. Kepala Sub Seksi Keperawatan II
c. Kepala Sub Seksi Keperawatan III
Adapun tugas dari Kepala Seksi Keperawatan adalah sebagai berikut:
1. Merencanakan, menyusun dan menetapkan tata pelayanan dan asuhan
2. Merencanakan pembinaan dan bimbingan kepada siswa dan mahasiswa
pendidikan kesehatan yang menjalankan praktek keperawatan di RSU Sari
Mutiara Medan.
3. Merencanakan jumlah dan kategori tenaga kerja keperawatan sesuai dengan
kebutuhan untuk diusulkan ke Direktur.
8. Kepala Sub Seksi Keperawatan I
Merupakan staff pembantu kepala seksi keperawatan yang bertugas
menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan pelaksanaan pelayanan asuhan
keperawatan serta logistik keperawatan. Dalam kelancaran tugasnya dibantu oleh
staff di unit kerja sub seksi keperawatan I.
Adapun tugas Kepala Sub Seksi Keperawatan I adalah sebagai berikut:
1. Merencanakan dan menyusun standar pelayanan dan asuhan keperawatan di
RSU Sari Mutiara Medan.
2. Menyampaikan dan menjelaskan kebijakan kepala seksi keperawatan kepada
staff pelaksana keperawatan.
3. Menyusun dan mengajukan kebutuhan pegawai, logistik keperawatan dan
anggaran biaya untuk menunjang kegiatan dan pelaksanaan tugas sub seksi
keperawatan I.
9. Kepala sub Seksi Keperawatan II
Kepala sub seksi keperawatan II adalah seorang staff didalam organisasi
seksi keperawatan, merupakan pembantu kepala seksi keperawatan yang bertugas
keperawatan. Di dalam melaksanakan tugasnya kepala sub seksi ini bertanggung
jawab langsung kepada seksi keperawatan, dan selalu bertindak atas nama kepala
seksi keperawatan. Untuk kelancaran tugasnya kepala sub seksi keperawatan II
dibantu oleh staff pelaksana di unit sub seksi keperawatan II.
Adapun tugas kepala sub seksi keperawatan II adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan dan memberikan data dan informasi kepada keperawatan tentang
hal-hal yang berhubungan dengan tugas sesuai kebutuhan.
2. Menyusun program kerja sub seksi keperawatan II sebagai bahan penyusunan
program kerja seksi keperawatan.
3. Merencanakan dan mengusulkan kebutuhan dan prasarana sub seksi
keperawatan II sesuai dengan kebutuhan dan peraturan yang berlaku.
4. Merencanakan, menyusun dan mengajukan acuan pembinaan pendidikan,
pelatihan,dan pengembangan kepala seksi keperawatan.
10.Kepala Sub Seksi Keperawatan III
Kepala sub seksi keperawatan III adalah seorang staff di dalam organisasi
seksi keperawatan, merupakan pembantu kepala seksi keperawatan yang bertugas
menyelenggarakan pembinaan dan membimbing pendidikan, pelatihan, dan
pengembangan. Didalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab langsung
kepada seksi keperawatan,dan selalu bertindak atas nama kepala seksi
keperawatan.
Adapun tugas kepala sub seksi keperawatan III adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan dan memberikan data informasi tentang hal-hal yang
2. Menyusun program kerja sub seksi keperawatan III sebagai bahan penyusunan
program kerja seksi keperawatan.
3. Merencanakan dan mengusulkan kebutuhan dan prasarana sub seksi
keperawatan III sesuai dengan kebutuhan dan peraturan yang berlaku.
4. Merencanakan, mengusulkan dan mengajukan acuan pembinaan mutu dan
etika keperawatan serta administrasi keperawatan kepada kepala seksi
keperawatan.
11.Kepala Sub Seksi Bagian Kesekretariatan dan Rekam Medik
Kepala Sub Seksi Kesekretariatan dan rekam medik adalah seorang
pelaksana di dalam organisasi RSU Sari Mutiara Medan, dalam melaksanakan
tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur.
Kepala sub seksi bagian kesekretariatan dan rekam medik didalam
melaksanakan tugasnya bertindak atas nama Direktur dan dibantu oleh Kepala
urusan tata usaha , kepala kepala urusan kepegawaian ,urusan diklat dilua
keperawatan,kepala urusan rumah tangga , perlengkapan , kebersihan dan
keamanan, kepala urusan rekam medik dan laporan.
Adapun tugas kepala sub seksi bagian Kesekretariatan dan rekam medik
adalah sebaai berikut:
1. Menyiapkan dan memberikan data kepada kepala bagian sekretariat tentang
kegiatan ketatausahaan, ekspedisi, protokol, pengadaan arsip, penerimaan,
pendistribusian , dan pengirimsn surat.
2. Menyusun program kerja di lingkungan urusan tata usaha, sebagai bahan
3. Mengajukan kebutuhan pegawai, alat tulis kantor, dan pelaksanaan tugas serta
pengembangan unit kerja kepala urusan tata usaha, peralatan kerja, anggaran
biaya untuk pelaksanaan pengembangan di sub bagian sekretariatan dan rekam
medik RSU Sari Mutiara Medan.
4. Menyiapkan, meneliti surst-surat serta dokumen yang berhubungan dengan
urusan tata usaha sebelum disampaikan kepada kepala bagian kesekretariatan.
12.Kepala Urusan Kepegawaian.
Kepala Urusan Kepegawaian adalah sebagai staff pembantu sub bagian
sekretariat. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala urusan kepegawaian
bertanggung jawab kepada Kepala bagian kesekretariatan.
Adapun tugas Kepala Urusan Kepegawaian adalah sebagai berikut:
1. Merencanakan, menganalisis, formasi, di lingkungan RSU Sari Mutiara
Medan
2. Mengumpulkan, mengelola dan menyusun data kepegawaian, serta kearsipan
seluruh pegawai di lingkungan RSU Sari Mutiara Medan.
3. Merencanakan pengembangan pegawai termasuk pembinaan, pelatihan, dan
pendidikan diluar keperawatan.
4. Mengerjakan dan menyiapkan berita acara serah terima dan
pelantikanpegawai RSU Sari Mutiara Medan.
C. Laporan Keuangan Perusahaan.
1. Pengertian Laporan Keuangan
Menganalisis Laporan Keuangan berarti menggali informasi yang
terkandung dalam suatu laporan keuangan. Laporan Keuangan adalah media
informasi yang merangkum semua aktivitas perusahaan. Jika informasi ini
disajikan dengan benar akan sangat berguna bagi siapa saja dalam pengambilan
keputusan untuk kepentingan perusahaan. Laporan Keuangan menggambarkan
kondisi keuangan dan hasil suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu
tertentu. Adapun jenis laporan keuangan yang lazim diketahui adalah Neraca,
Laporan Laba/Rugi,Laporan Arus Kas, dan Laporan Perubahan posisi
keuangan.Bagi para analis laporan keuangan merupakan media yang paling
penting untuk menilai, prestasidan kondisi ekonomi suatu perusahaan.Oleh karena
itu yang paling penting adalah media laporan keuangan ini.Laporan Keuangan ini
menjadi bahan sarana informasi dari para analis dalam proses pengambilan
keputusan.Laporan Keuangan dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan,
hasil usaha perusahaan dalam suatu periode,dan arus dana (kas) perusahaan dalam
suatu periode tertentu.(Sofyan Syafri Harahap 2004:105)
Laporan Keuangan merupakan komoditi yang sangat bermanfaat dan
dibutuhkan masyarakat, karena ia dapat memberikan informasi yang dibuthkan
para pemakainya dalam dunia bisnis yang dapat memberikan keuntungan. Dengan
membaca Laporan Keuangan dengan tepat maka seseorang dapat melakukan
tindakan ekonomi menyangkut lembaga perusahaan yang dilaporkan dan
diharapkan akan dapat menghasilkan keuntungan baginya (Sofyan Syafri
2. Jenis-Jenis Laporan Keuangan
Adapun jenis-jenis laporan keuangan yang utama dan pendukung dapat
disebut sebagai berikut:
a. Laporan Neraca
Laporan Neraca disebut juga laporan posisi keuangan perusahaan. Laporan
ini menggambarkan posisi aktiva, hutang, modal, pada saat tertentu.Laporan ini
bisa disusun setiap saat.
Isi Laporan Neraca adalah:
1. Harta (Aktiva)
Harta (aktiva) adalah harta yang dimiliki perusahaan yang berperan dalam
operasi perusahaan seperti kas, persediaan, piutang, aktiva tetap, aktiva yang
tak berwuju,dan lain-lain.
2. Hutang (Kewajiban)
Definisi hutang ada 2 yaitu:
a) Kewajiban Ekonomis dari suatu perusahaan yang diakui dan dinilai sesuai
prinsip akuntansi. Kewajiban disini termasuk juga saldo kredit yang
ditunda yang bukan merupakan kewajiban.
b) Kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis di masa yang akan datang
yang timbul akibat kewajiban perusahaan sekarang untuk memberikan
harta atau memberikan jasa kepada pihak lain di masa yang akan datang
sebagai akibat dari suatu transaksi atau kejadian yang sudah terjadi.
3. Modal
Modal adalah suatu hak yang tersisa atas aktiva suatu lembaga setelah
modal pemiliknya. Sedangkan pada perseorangan perlu dibedakan antara
modal disetor dengan modal karena pendapatan.
b. Laporan Laba/ Rugi
Laba/ Rugi adalah sebagai kelebihan penghasilan atas biaya selama
periode akuntansi.
Laba atau Income adalah perubahan dalam modal dari suatu lembaga
selama satu periode tertentu yang diakibatkan oleh transaksi dan kejadian atau
peristiwa yang berasal dari bukan pemilik
c. Laporan Arus Kas
Didalam FASB (financial Accounting Standard Board) Arus Kas
dikelompokkan pada tiga bagian:
1) Transaksi kas yang berasal dari kegiatan operasi.
2) Transaksi kas yang berasal dari kegiatan pembiayaan.
3) Transaksi kas yang berasal dari kegiatan investasi.
Laporan kas ini dapat disusun dengan dua cara yaitu:
1) Direct Method
2) Indirect Method
d. Laporan Perubahan Modal
Laporan ini menjelaskan perubahan posisi modal baik saham dalam PT
3. Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan disajikan dengan maksud untuk melihat kondisi
keuangan pada setiap periode tertentu.
Adapun kondisi kegiatan, perkembangan dan kemerosotan yang terjadi
pada Rumah Sakit Sari Mutiara Medan dapat dilihat dari laporankeuangan selama
dua tahun berturut-turut yaitu meliputi Laporan Neraca dan Laporan Penerimaan
Dana dan Pengeluaran Dana tahun 2006 dan 2007.
Adapun Laporan Neraca dan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana
pada Tahun 2006 dan 2007 dapat dilihat pada Tabel 1, Tabel 2, Tabel 3 dan
Tabel -1
Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan NERACA
Per 31 Desember 2006 Aktiva Lancar
Kas Rp 1,061,000.00
Alat-Alat Medis Rp 1,289,064,978.00
Kendaraan Rp 260,534,690.00
Alat-Alat Dapur Rp 31,404,970.00
Bangunan Rp 2,118,817,834.00
Tanah Rp 415,857,359.00
Rp 4,657,064,807.00
Akumulasi Penyusutan Rp 1,521,012,533.00
Jumlah Aktiva Tetap Rp 3,136,052,274.00
Aktiva Lain-Lain
Bangunan Dalam Proses Rp 355,350,000.00 Rp 355,350,000.00
Jumlah Aktiva Rp 3,558,374,991.00
Passiva
Modal Dasar Rp 2,747,500,000.00
PPH Terhutang Rp 11,243,863.00
Laba Tahun Berjalan Rp 368,031,185.00
Tabel -2
Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana
Periode Tahun 2006
Pendapatan
Sewa Kamar Rp 1,817,921,000.00
Honorarium Dokter Rp 2,730,746,000.00
Obat-Obat Rp 2,160,000,000.00
Injeksi O2 Rp 100,882,406.00
Laboratorium Rp 440,342,100.00
alat Medis Rp 328,151,350.00
Administrasi Rp 62,725,000.00
Total Pendapatan Rp 7,640,767,856.00
Pengeluaran Biaya Operasi
Honor Dokter Rp 2,490,047,648.00
Obat-Obatan Rp 1,944,000,000.00
Dapur Rp 666,789,016.00
Jasa Rp 413,429,132.00
Perlengkapan Kamar Rp 64,553,810.00
Jumlah Biaya Operasi Rp 5,578,819,606.00
Laba Kotor Rp 2,061,948,250.00
Pengeluaran Biaya Adm,dan umum
Gaji Rp 744,759,497.00
Air,Listrik,Telepon Rp 263,477,196.00
Perlengkapan Kantor Rp 148,718,850.00
Astek/ Askes Rp 13,207,640.00
Kebersihan Rp 119,334,514.00
Pemeliharaan Bangunan Rp 177,804,990.00
Lain-Lain Rp 109,557,272.00
Penyusutan Rp 196,988,647.00
Jumlah Biaya Operasi,Adm,dan
umum Rp 1,773,848,606.00
Selisih Penerimaan Dana Rp 288,099,644.00
Pajak Penghasilan Rp 68,929,700.00
Tabel -3
Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan NERACA
Per 31 Desember 2007
Aktiva Lancar
Kas Rp 16,954,888.00
Bank Rp 39,467,179.00
Asuransi Dibayar Dimuka Rp 12,548,600.00
Jumlah Aktiva Lancar Rp 68,970,667.00
Aktiva Tetap
Inventaris Rp 707,135,776.00
Alat-Alat Medis Rp 1,504,465,478.00
Kendaraan Rp 260,534,690.00
Alat-Alat Dapur Rp 31,404,970.00
Bangunan Rp 2,474,167,834.00
Tanah Rp 415,857,359.00
Jumlah Aktiva Tetap Rp 5,393,566,107.00
Akumulasi Penyusutan Rp 1,818,670,685.00
Jumlah Aktiva Tetap Rp 3,574,895,422.00
Jumlah Aktiva Rp 3,643,866,089.00
Passiva
Modal Rp 2,747,500,000.00
Laba Ditahan Rp 368,031,185.00
Laba Tahun Berjalan Rp 231,885,538.00
Rp 3,347,416,723.00
Hutang Usaha Rp 290,000,000.00 Rp 290,000,000.00
Hutang Pph Rp 6,449,366.00 Rp 6,449,366.00
Hutang Lancar Rp 296,449,366.00
Tabel -4
Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana
Periode Tahun 2007
Pendapatan
Sewa Kamar Rp 2,241,771,400.00
Honorarium Dokter Rp 2,721,801,643.00
Obat-Obat Rp 2,635,638,400.00
Injeksi O2 Rp 113,045,550.00
Laboratorium Rp 765,825,500.00
alat Medis Rp 538,100,000.00
Administrasi Rp 59,862,600.00
Total Pendapatan Rp 9,076,045,093.00
Pengeluaran Biaya Operasi
Honor Dokter Rp 2,474,365,130.00
Obat-Obatan Rp 1,999,650,500.00
Dapur Rp 792,970,570.00
Jasa Rp 138,595,350.00
Perlengkapan Kamar Rp 59,228,710.00
Jumlah Biaya Operasi Rp 5,464,810,260.00
Laba Kotor Rp 3,611,234,833.00
Pengeluaran Biaya Adm,dan umum
Gaji Rp 1,971,617,115.00
Air,Listrik,Telepon Rp 398,044,682.00
Perlengkapan Kantor Rp 165,365,730.00
Astek/ Askes Rp 22,534,160.00
Kebersihan Rp 98,787,006.00
Pemeliharaan Bangunan Rp 277,236,775.00
Lain-Lain Rp 73,726,475.00
Penyusutan Rp 297,658,152.00
Jumlah Biaya Operasi,Adm,dan umum Rp 3,304,970,095.00
Selisih Penerimaan Dana Rp 306,264,738.00
Pajak Penghasilan Rp 74,379,200.00
D. Rasio-Rasio Keuangan
1. Pengertian Rasio Keuangan
Rasio Keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari
suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang
relevan dan sinifikan (berarti). Misalnya antara Hutang dan Modal, antara Kas dan
Total Assets, antara Harga Pokok Produksi dengan total Penjualan,dan sebainya.
Teknik ini sangat lazim digunakan para analis keuangan. Rasio Keuangan sangat
penting dalam melakukan analisa terhadap kondisi keuangan perusahaan.(
Ridwan.S Sundjaja,dan Inge Barlian 2001:123).
Rasio Keuangan ini hanya menyederhanakan informasi yang
menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos yang lainnya. Dengan
penyederhanaan ini kita dapat membandingkannya dengan rasio lainnya sehingga
kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian.
Keunggulan analisis Rasio adalah:
a. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca.
dan mudah ditafsirkan.
b. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan
dalam laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
c. Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain.
d. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengam,bilan
keputusan dan model prediksi (Z-score).
e. Menstandarisir size perusahaan.
f. Lebih mudah membandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau
g. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang
akan datang.
Keterbatasan analisis rasio adalah:
a. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk
kepentingan pemakainya.
b. Keterbatasan yang dimiliki akuntansi atau laporan keuangan juga menjadi
keterbatasan teknik.
c. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan
kesulitan menghitung rasio.
d. Sulit jika data yang tersedia tidak sinkron.
e. Jika dua perusahaan dibandingkan bisa saja teknik dan standar akuntansi yang
dipakai tidak sama. Oleh karena itu jika dilakukan perbandingan maka bisa
menimbulkan kesalahan.
2. Jenis-jenis Rasio Keuangan
Jenis-jenis rasio keangan adalah sebagai berikut:
1. Ratio Likuiditas
Ratio ini merupakan suatu indikator mengenai kemampuan perusahaan
untuk membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo
dengan menggunakan aktiva yang tersedia.
Ada 3 (tiga) cara penting dalam pengukuran tingkat likuiditas secara
a) Current Ratio
Current Ratio merupakan perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang
lancar.Ratio ini menunjukkan kesanggupan membayar hutang jangka pendek.
Semakin besar Currenta ratio berarti semakin besar kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban jangka pendeknya sehingga perusahaan semakin likuid.
Current Rasio yang ideal yaitu 100%(1:1)(Brigman 2006:158)
Rumusnya adalah sebagai berikut:
Current Ratio =
Lancar Hutang
Lancar Aktiva
b) Quick/ Accid Ratio
Quick/Accid Ratio merupakan perbandingan antara aktiva lancar (kecuali
persediaan) dengan hutang lancar.Persediaan merupakan quick assets (aktiva yang
dapat diuangkan). Quick Rasio yang ideal yaitu 100%(1:1)(Brigman 2006:158)
Rumusnya adalah sebagai berikut:
Quick Ratio =
Cash Ratio ditambah dengan efek-efek, merupakan alat-alat Likuid yang
paling dipercaya.Bertambah tinggi Cash Ratio berarti jumlah uang tunai yang
tersedia semakin besar, sehingga pelunasan hutang pada saatnya tidak akan
kesulitan, tetapi bila terlalu tinggi akan mengurangi potensi untuk menaikkan Rate
of Return. Cash Rasio yang ideal yaitu 100%(1:1)(Brigman 2006 :158)
Rumusnya adalah sebagai berikut:
Cash Ratio =
Lancar Hutang
2. Ratio Solvabilitas
Ratio ini mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemilik
dengan dana yang dipinjam perusahaan dari kreditur. Ratio ini menunjukkan
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya, baik jangka
pendek maupun jangka panjang.
Yang termasuk dalam ratio ini antara lain:
a) Total Debt to Total Assets Ratio
b) Total Debt to Equity Ratio
Keterangan:
a) Total Debt to Total Assets Ratio
Total Debt to Total Assets Ratio adalah perbandingan hutang dengan total
aktiva. Ratio ini menunjukkan berapa total aktiva yang tersedia untuk
menjamin hutang perusahaan. Semakin tinggi Debt Ratio semakin besar
jumlah modal pinjaman yang digunakan dalam menghasilkan keuntungan
perusahaan. Debt to Assets Ratio yang ideal yaitu 100%(1:1)(Husnan 94 :75)
Rumusnya adalah sebagai berikut:
Debt to Total Assets Ratio =
Aktiva Total
Hutang Total
b) Total Debt to Equity Ratio
Total Debt to Equity Ratio menunjukkan hubungan antara jumlah
pinjaman jangka panjang yang diberikan oleh para kreditur dengan jumlah modal
sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan. Hal ini biasanya digunakan untuk
mengukur finansial leverage dari suatu perusahaan. Debt to Equity Ratio yang
Rumusnya adalah sebagai berikut:
Debt to Equity Ratio =
Modal Total
Hutang Total
3. Ratio Aktivitas
Ratio ini digunakan untuk mengukur efektif tidaknya perusahaan dalam
menggunakan dan mengendalikan sumber-sumber yang dimiliki oleh perusahaan.
Ratio ini diukur dengan membandingkan penjualan dengan berbagai investasi
dalam aktiva.
Yang termasuk dalam Ratio ini adalah sebagai berikut:
a) Total Assets Turnover
b) Receivable Turnover
c) Avarage Collection Period
Keterangan :
a) Total Assets Turnover
Merupakan perbandingan antara penjualan dengan jumlah
aktiva.kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam
suatu periode tertentu atau kemampuan modal yang diinvestasikan untuk
menghasilkan revenue. Total Assets Turnover yang ideal yaitu
200%(2:1)(Sundjaja 2001 :185)
Rumusnya adalah sebagai berikut:
Total Assets Turnover =
Aktiva Total
b) Receivable Turnover
Merupakan perbandingan antara penjualan dengan piutang rata-rata.
Kemampuan Piutang berputar dalam suatu periode tertentu. Receivable Turnover
yang ideal yaitu 200%(2:1) (Abdullah 2005 : 92)
Rumusnya adalah sebagai berikut:
Receivable Turnover =
c) Avarage Collection Period
Yaitu Periode Rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang.
Rumusnya adalah sebagai berikut:
Avarage Collection Period =
Pendapatan
Avarage Collection Period yang ideal yaitu minimal 200%(2:1)(Brigman
2006:158)
4. Ratio Profitabilitas
Ratio ini merupakan ukuran kemampuan Perusahaan dalam menghasillkan
profit. Untuk mengukur kemampuan tersebut ada 2 (dua) ratio atau ukuran yakni:
a) Ratio antara Laba dengan Penjualan
b) Ratio antara Laba dengan Aktiva atau modal sendiri
Keterangan:
a) Ratio antara Laba dengan Penjualan
Ukuran atau ratio Laba dengan penjualan ini digunakan untuk mengukur
ini dapat diketahui kemampuan margin laba untuk menutup biaya tetap dan bunga
serta kemampuan Perusahaan untuk membagi dan membayar dividen.
Ratio ini dibagi menjadi 3(tiga) yakni:
1. Gross Profit Margin Ratio
Yakni perbandingan antara Laba Kotor dengan penjualan.
Gross Profit Margin =
Pendapatan Kotor Laba
Gross Profit Margin yang ideal yaitu 200%(2:1) (Brigman 2006:162)
2. Operating Profit Margin Ratio
Yakni Perbandingan antara Laba operasi (Laba sebelum biaya bunga dan
pajak/ EBIT)dengan penjualan. Semakin tinggin ratio ini, semakin tinggi Laba
Operational yang diperoleh perusahaan dari penjualan. Operating Profit Margin
yang ideal yaitu 200%(2:1) (Brigman 2006:162)
Rumusnya adalah sebagai berikut:
Operating Profit Margin =
Pendapatan EBIT
3. Net Profit Margin Ratio
Yakni perbandingan antara Laba bersih (Laba setelah biya bunga dan
pajak/ EAT) dengan penjualan. Semakin besar ratio ini, maka semakin besar laba
yang diperoleh. Net Profit Margin yang ideal yaitu 200%(2:1) (Brigman
2006:162)
Rumusnya adalah sebagai berikut:
Net Profit Margin Ratio =
b) Ratio antara Laba dengan Aktiva atau Modal Sendiri
Ukuran atau ratio Laba dengan aktiva ini digunakan untuk mengukur
penggunaan sumber-sumber yang ada untuk menghasilkan Laba Perusahaan. Dari
ratio ini dapat diketahui kemampuan Perusahaan dalam mendayagunakan aktiva
atau modal sendiri yang dimiliki untuk menghasilkan Laba yang memuaskan.
Umumnya ada 2(dua) ratio dalam hal ini yakni:
1) Return On Investment (ROI)
Yaitu perbandingan antara Laba setelah biaya bunga dan pajak ( Laba
bersih/ EAT) dengan total aktiva perusahaan. Return On Investment ( ROI)
yang ideal yaitu 200%(2:1) (Keown 2001:87)
Return On Investment =
Aktiva Total
EAT
2) Return On Equity (ROE)
Yaitu perbandingan antara Laba biaya bunga dan pajak ( Laba bersih/
EAT) dengan modal sendiri. Return On Equity (ROE) yang ideal yaitu 200%(2:1)
Return On Equity =
A. Rasio Likuiditas
= 15,5 %
B. Rasio Solvabilitas
1. Debt to Assets Ratio =
C. Rasio Aktivitas
1. Total Assets Turnover =
991
2. Receivable Turnover =
117
3. Avarage Collection Period =
= 2 hari
D. Ratio Profitabilitas
1. Gross Profit Margin =
856
2. Operating Profit Margin Ratio =
856
3. Net Profit Margin Ratio =
856
4. Return On Investment (ROI) =
991
A. Rasio Likuiditas
3. Cash Ratio =
B. Rasio Solvabilitas
1. Debt to Assets Ratio =
C. Rasio Aktivitas
1. Total Assets Turnover =
089
2. Receivable Turnover =
117
3. Avarage Collection Period =
7 . 213 360 Hari
= 1,68 hari
D. Ratio Profitabilitas
1. Gross Profit Margin =
2. Operating Profit Margin Ratio =
3. Net Profit Margin Ratio =
093
4. Return On Investment (ROI) =
BAB III
ANALISA DAN EVALUASI
Untuk keperluan analisa dan evaluasi pada bab III, maka penulis
mempergunakan data-data hasil perhitungan ratio-ratio keuangan yang telah
dihitung pada bab II.
A. Ratio Likuiditas
Ratio ini dianalisis untuk mengetahui tingkat kemampuan Perusahaan
untuk dapat menyediakan alat-alat likuid pada saat kewajiban finansial ditagih.
Tabel – 5 Ratio Likuiditas Akhir Tahun 2006 dan 2007 No. Ratio-Ratio
Likuiditas
Tahun 2006
Tahun 2007
1 Current Ratio 15,5 % 23,2 %
2 Accid Ratio 15,5 % 23,2%
3 Cash Ratio 2,7 % 19 %
Sumber: Data diolah Penulis
1. Current Ratio
Pada Tahun 2006 Current Ratio sebesar 15,5 % ini berarti setiap Rp 1,00
hutang lancar atau Current Liabilities dijamin oleh 15,5 % aktiva lancar. Pada
tahun 2007 Current ratio sebesar 23,2 % ini berarti setiap Rp 1,00 hutang lancar
atau Current Liabilities dijamin oleh 23,2 % aktiva lancar atau mengalami
kenaikan sebesar Rp 7,7 dari tahun 2006.Bila dilihat dari tahun 2006 ke tahun
2007 Current Ratio Perusahaan untuk tahun yang dianalisis belum memenuhi
syarat untuk Perusahaan Jasa karena Current Rasio yang baik yaitu 100%(1:1),
sebaiknya perusahaan menghindari hutang lancar yang berlebih agar perusahaan
tersebut menjadi likuid.
2. Accid/ Quick Ratio
Pada Tahun 2006 Quick Ratio menunjukkan sebesar 15,5 %, ini berarti
setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin oleh Rp 15,5 aktiva lancar yang likuid.Pada
Tahun 2007 Quick Ratio menunjukkan sebesar 23,2 %, ini berarti setiap Rp 1,00
hutang lancar dijamin oleh Rp 23,2 aktiva lancar yang berarti mengalami
kenaikan sebesar Rp 7,7 dari tahun sebelumnya. Accid /Quick Ratio Perusahaan
untuk tahun yang dianalisis belum memenuhi syarat untuk Perusahaan Jasa karena
yang baik yaitu 100%(1:1), sebaiknya perusahaan menghindari hutang lancar
yang berlebih agar perusahaan tersebut menjadi likuid.
3. Cash Ratio
Cash Ratio Pada Tahun 2007 meningkat dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar
16,3 % dari keadaan ini terlihat saldo kas mengalami kenaikan. Namun bagi
sebuah perusahaan jasa periklanan gejala ini tidak mempengaruhi begitu besar
kondisi keuangan, karena rekening Bank merupakan penempatan dana yang dapat
ditarik setiap saat jika diperluka, yang berarti mempunyai tingkat kecairan yang
tinggi, sehingga idealnya rekening Bank dapat dimasukkan dalam perhitungan
cash ratio. Cash Ratio Perusahaan untuk tahun yang dianalisis belum memenuhi
sebaiknya perusahaan menghindari hutang lancar yang berlebih agar perusahaan
tersebut menjadi likuid.
B. Ratio Solvabilitas
Setelah menganalisis ratio Likuiditas, maka sekarang perlu dianalisis
tingkat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya apabila
sekiranya perusahaan pada saat ini dilikuidasi.
Tabel – 6 Ratio Solvabilitas Akhir Tahun 2006 dan 2007
No. Ratio-Ratio Solvabilitas
Tahun 2006
Tahun 2007
1 Debt to Assets Ratio 12,1 % 8,13 %
2 Debt to Equity Ratio 15,7 % 10,7%
Sumber: Data diolah Penulis
1. Debt to Assets Ratio
Pada Tahun 2006 Debt to Assets Ratio turun sekitar 4 % yaitu dari 12,1 %
menjadi 8,13 %. Dari keadaan ratio ini bahwa pada tahun 2007 jumlah pinjaman
yang dipergunakan oleh Perusahaan dalam operasionalnya mengalami penurunan.
Atau dengan kata lain jaminan dari aktiva yang dimiliki perusahaan pada tahun
2006 sampai dengan 2007 tersebut semakin besar terhadap keseluruhan hutang.
Dari keadaan ratio ini maka biaya pembelanjaan perusahaan semakin kecil, maka
semakin kecil jaminan aktiva yang dijadikan jaminan terhadap hutang. Debt to
Assets Ratio Perusahaan untuk tahun yang dianalisis belum memenuhi syarat
sebaiknya perusahaan menghindari hutang lancar yang berlebih agar perusahaan
tersebut menjadi likuid.
2. Debt to Equity Ratio
Pada Tahun 2006 Debt to Equity Ratio mengalami penurunan sebesar 5 % yaitu
dari 15,7 % menjadi 10,7 %. Angka yang berfluktuasi ini menunjukkan bahwa
besarnya operasional perusahaan yang dibiayai dengan pinjaman mengalami
gelombang turun yaitu sebesar 5 %. Atau dengan kata lain bagian dari modal
sendiri yang dijadikan jaminan bagi keseluruhan hutang mengalami fluktuasi.
Pada tahun 2006 ratio mengalami penurunan yang berarti semakin kecil
operasional perusahaan yang dibiayai dengan pinjaman. Hal ini menunjukkan
bahwa perusahaan berusaha untuk memperkecil pinjaman yang digunakan untuk
membiayai operasional perusahaan. Menurunnya ratio ini pada tahun 2007 terjadi
karena adanya penurunan beberapa komponen pada sisi kewajiban. Dengan
melihat hasil ratio solvabilitas selama periode 2006 sampai dengan tahun 2007
berarti pemakaian pinjaman lebih kecil daripada modal sendiri didalam
operasional. Debt to Assets Ratio untuk tahun yang dianalisis belum memenuhi
syarat untuk Perusahaan Jasa karena Debt to Assets Ratio yang baik yaitu
100 %(1:1), sebaiknya perusahaan menghindari hutang lancar yang berlebih agar
C. Rasio Aktivitas
Tabel – 7 Ratio Aktivitas
Akhir Tahun 2006 dan 2007
No. Ratio-Ratio Aktivitas
Tahun 2006
Tahun 2007
1 Total Assets Turnover 2,14 Kali 2,49 Kali
2 Receivable Turnover 179,9 Kali 213.7 Kali
3 Avarage Collection Period 2,0 Hari !,68 Hari
Sumber: Data diolah Penulis
1. Total Assets Turnover
Pada Tahun 2006 ratio perputaran total aktiva menunjukkan 2,14 kali. Hal ini
berarti setiap Rp 100,- total aktiva perusahaan dapat menghasilkan pendapatan
sebesar Rp 214,- atau dapat juga dikatakan dana yang tertanam dalam aktiva tetap
berputar rata-rata 214 kali setahun untuk menjadi pendapatan. Pada tahun 2007
perputaran ratio total aktiva menunjukkan 2,49 kali. Hal ini berarti setiap Rp 100,-
total aktiva perusahaan dapat menghasilkan pendapatan sebesar Rp 249,- atau
mengalami kenaikan 0,35 kali atau sebesar Rp 35,- dari tahun 2006.kenaikan ini
dihasilkan dari kenaikan pendapatan sebesar 84,1 % sedangkan pada total aktiva
sebamyak 97 % lebih besar dibandingkan dengan kenaikan pendapatan. Kenaikan
total aktiva ini disebabkan kenaikan yang terjadi baik pada aktiva lancar maupun
pada aktiva tetap. Total Assets Turnover Perusahaan untuk tahun yang dianalisis
belum memenuhi syarat untuk Perusahaan Jasa karena Total Assets Turnover
yang baik yaitu 200%(2:1), sebaiknya perusahaan menghindari hutang lancar
2. Receivable Turnover
Pada Tahun 2006 perputaran piutang sebesar 179,9 kali dan pada tahun 2007
perputaran meningkat sebar 33,8 kali yaitu menjadi 213,7 kali. Hal ini
menunjukkan bahwa pengembalian modal semakin cepat, artinya terjadi
peningkatan investasi pada periode ini. Receivable Turnover untuk tahun yang
dianalisis belum memenuhi syarat untuk Perusahaan Jasa karena Receivable
Turnover yang baik yaitu 200%(2:1), sebaiknya perusahaan menghindari hutang
lancar yang berlebih agar perusahaan tersebut menjadi likuid.
3. Avarage Collection Period.
Dalam hal ini Avarage Collection Period pada tahun 2006 adalah 2 hari
sedangkan untuk tahun 2007 adalah 1,68 hari. Pada 2 periode terakhir ini tingakt
pengembalian piutang tidak terlalu berbeda, artinya kemampuan perusahaan
dalam mengumpulkan piutang semakin baik karena lama hari untuk
mengumpulkan piutang semakin cepat. Avarage Collection Period untuk tahun
yang dianalisis belum memenuhi syarat untuk Perusahaan Jasa karena Avarage
Collection Period yang baik yaitu minimal 200%(2:1), sebaiknya perusahaan
Ratio Profitabilitas
Tabel – 8 Ratio Profitabilitas Akhir Tahun 2006 dan 2007
No. Ratio-Ratio Profitabilitas
Tahun 2006
Tahun 2007
1. Gross Profit Margin 26,9 % 39,7%
2. Operating Profit Margin 96,2 % 36,4%
3. Net Profit Margin 2,8 % 2,5 %
4. Return On Investment (ROI) 6,1 % 6,36 %
5. Return On Equity (ROE) 7,9 % 8,4 %
Sumber: Data diolah Penulis
1. Gross Profit Margin
Pada Tahun 2007 mengalami kenaikan sebesar 12, 8 % dari tahun 2006. hal
ini menandakan bahwasanya perusahaan pada tahun 2007 talah dapat menekan
biaya operasional dan memperbesar jumlah pendapatan perusahaan. Gross
Profit Margin untuk tahun yang dianalisis belum memenuhi syarat untuk
Perusahaan Jasa karena Gross Profit Margin yang baik yaitu 200%(2:1),
sebaiknya perusahaan menghindari hutang lancar yang berlebih agar
perusahaan tersebut menjadi likuid.
2. Operating Profit Margin
Operating Profit Margin Tahun 2007 menurun dari 96,2 % menjadi 36,4 %.hal
ini menandakan bahwasanya pada tahun 2006 perusahaan dapat menekan
besarnya biaya dalam operasionalnya dibandingkan dengan tahun 2007 yang
semakin tinggi laba operasional yang diperoleh perusahaandari pendapatan.
Operating Profit Margin untuk tahun yang dianalisis belum memenuhi syarat
untuk Perusahaan Jasa karena Operating Profit Margin yang baik yaitu
200%(2:1), sebaiknya perusahaan menghindari hutang lancar yang berlebih
agar perusahaan tersebut menjadi likuid.
3. Net Profit Margin
Net Profit Margin Pada Tahun 2006 sebesar 2,8 % sedangkan pada tahun 2006
sebesar 2,5 %.dalam hal ini Net Profit Margin tahun 2007 menurun sebesar
0,3 %.artinya perusahaan mengalami penurunan pendapatan laba bersih
sebelum pajaknya. Net Profit Margin untuk tahun yang dianalisis belum
memenuhi syarat untuk Perusahaan Jasa karena Net Profit Margin yang baik
yaitu 200%(2:1), sebaiknya perusahaan menghindari hutang lancar yang
berlebih agar perusahaan tersebut menjadi likuid.
4. Return On Investment ( ROI)
Pada Tahun 2006 Return On Investment (ROI) sebesar 6,1 %.ini berarti setiap
Rp 100,- investasi yang ditanamkan dalam perusahaan menghasilkan laba
sebelum pajak sebesar Rp 60,1,-.pada tahun 2007 Return On Investment
(ROI) sebesar 6,36% atau terjadi peningkatan sebesar Rp 26,- dari tahun 2006,
penyebabnya adalah kenaikan laba operasi bersih perusahaan/ pendapatan
bersih usaha. Return On Investment ( ROI) untuk tahun yang dianalisis belum
yang baik yaitu 200%(2:1), sebaiknya perusahaan menghindari hutang lancar
yang berlebih agar perusahaan tersebut menjadi likuid.
5. Return On Equity (ROE)
Return On Equity (ROE) mengukur tingkat penghasilan bersih yang diperoleh
oleh pemilik perusahaan atas modal yang diinvestasikan. Pada tahun 2006
Return On Equity (ROE) perusahaan adalah 7,9 % dan mengalami
peningkatan pada tahun 2007 yaitu sebesar 0,5 % dari 8,4 %.artinya bahwa
ratio pada tahun 2006 sebesar 7,9 % menunjukkan tingkat return yang
diperoleh pemilik perusahaan atas modal yang diinvestasikan adalah sebesar
7,9 %.begitu juga dengan tahun 2007 ratio sebesar 8,4 % menunjukkan tingkat
return yang diperoleh pemilik perusahaan atas modal yang diinvestasikan
adalah sebesar 8,4 %. Return On Equity (ROE) untuk tahun yang dianalisis
belum memenuhi syarat untuk Perusahaan Jasa karena Return On Equity
(ROE) yang baik yaitu 200%(2:1), sebaiknya perusahaan menghindari hutang
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Setelah dilakukan analisa dan evaluasi terhadap laporan keuangan
RUMAH SAKIT UMUM SARI MUTIARA MEDAN, maka penulis akan mencoba mengambil beberapa kesimpulan dan saran-saran yang dianggap perlu
sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan demi penyempurnaan dan
pencapaian dimasa yang akan datang.
A. Kesimpulan
1. Struktur organisasi pada RSU SARI MUTIARA MEDAN adalah berbentuk
garis dan staff, dimana kekuasaan dan tanggung jawab mengalir dari satu garis
lurus dan masing-masing bagian bertanggung jawab terhadap bagian yang
dibawahinya.oleh karena itu pelimpahan wewenang dalam melakukan
kegiatan/ pekerjaan harus dikhususkan secara sempurna(spesialisasi)dan
kegiatan-kegiatan itu harus jelas ditentukan dan dikelompokkan agar lebih
efektif dalam mencapai tujuan organisasi.
2. Ratio Likuiditas RSU SARI MUTIARA MEDAN Bila ditinjau dari Current
Ratio menunjukkan posisi yang baik karena pada tahun 2007 Current Ratio
Perusahaan mengalami kenaikan sebesar 7,7%
3. Ratio Solvabilitas RSU SARI MUTIARA MEDAN ditinjau dari Debt to Asset
Ratio mengalami fluktuasi atau penurunan, walaupun penurunan yang terjadi
ssebesar 4% namun penurunan tersebut memberikan perubahan yang berarti
bagi Kreditur maupun Kreditur terhadap kemampuan Perusahaan dalam
memenuhi kewajiban finansial yang jatuh tempo.
4. Ratio Aktivitas RSU SARI MUTIARA MEDAN selama 2 tahun dilihat dari
modal kerja yang digunakan perusahaan dalam keadaan tetap, tetapi hal ini
dapat diimbangi dengan peningkatan pendapatan, bila dilihat dari perputaran
piutang perusahaan menunjukkan perputaran yang semakin cepat, sedangkan
perputaran pada total assets tahun 2007 mengalami perputaran yang lebih
cepat dari tahun 2006.ini berarti kemampuan dana yang tertanam dalam
piutang mengalami percepatan dan semakin cepat waktu yang diperlukan
untuk mengumpulkan piutang maka aktivitas yang dilakukan semakin baik.
5. Ratio Profitabilitas RSU SARI MUTIARA MEDAN selama 2 tahun dilihat
dari Gross Profit Margin(GPM),Return On Investment(ROI) dan Return On
Equity(ROE) dari tahun 2006 ke 2007 mengalami peningkatan, artinya bahwa
pada tahun 2007 perusahaan dapat menekan biaya operasional dan
memperbesar jumlah pendapatannya.sedangkan pada tahun 2006 ke 2007
operating ratio,Net Profit Ratio mengalami fluktuasi.artinya terjadi penurunan
yang mengakibatkan laba operasional perusahaan semakin berkurang.
B. Saran
1. Untuk meningkatkan Profitabilitas perusahaan maka penulis menyarankan
selain terus berusaha meningkatkan pendapatan, mutu, dan pelayanan yang
qualified serta perlu dilakukan penekanan biaya secara terus-menerus melalui
perbaikan prosedur kerja sehingga biaya-biaya yang tidak perlu terjadi dapat
mengganggu kelancaran jalannya operasi Perusahaan yang digunakan secara
efektif dan efisien.
2. Jika Perusahaan menginginkan posisi yang kuat, maka perusahaan itu harus
mampu melakukan:
a) Pemenuhan kewajiban-kewajiban yang tepat pada waktunya, yaitu pada
saat jatuh tempo.
b) Pemeliharaan modal kerja yang baik untuk operasi normal perusahaan.
c) Pemeliharaan tingkat kredit yang menguntungkan bagi perusahaan.
3. Mengadakan perbaikan pada sumber daya manusia seperti mengadakan
pelatihan terhadap karyawan/ pekerja tentang pengetahuan dan cara-cara
pelayanan yang lebih baik untuk menunjang pencapaian tingkat pendapatan
yang lebih tinggi.
4. Dengan memperhatikan resiko usaha dan kewajiban usaha yang menyangkut
hutang, maka dalam hal pembuatan pinjaman haruslah didasarkan dalam
perhitungan yang tepat. Ini dapat dilakukan dengan cara memperbesar laba