• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Keperawatan Klien Dengan Ventilasi Mekanik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Asuhan Keperawatan Klien Dengan Ventilasi Mekanik"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

ASUH AN KEPERAW ATAN KLI EN D EN GAN V EN TI LASI M EKAN I K

D UD UT TAN JUN G, S.Kp.

Fa k u lt a s Ke dok t e r a n

Pr ogr a m St u di I lm u Ke pe r a w a t a n Un ive r sit a s Su m a t e r a Ut a r a

Pe n da h u lu a n

Vent ilasi m ek anik m erupak an t erapi defenit if pada k lien k rit is y ang m engalam i hipoksem ia dan hiperkapnia. Mem berikan asuhan keperaw at an pada klien dengan vent ilasi m ekanik dilakukan ant ara lain pada unit peraw at an krit is, m edik al bedah um um , bahk an di rum ah.

Peraw at , dok t er dan ahli t erapi pernafasan harus m engert i k abut uhan pernafasan spesifik klien. Rum usan pent ing unt uk hasil klien yang posit if t erm asuk m em aham i prinsip- prinsip v ent ilasi m ek anik dan peraw at an y ang dibut uhkan klien, kom unikasi t erbuka ant ara t im kesehat an, rencana penyapihan dan t oleransi klien t erhadap perubahan pengat uran vent ilasi m ekanik.

Pe n ge r t ia n

Vent ilasi m ek anik adalah alat pernafasan bert ekanan negat if at au posit if yang dapat m em pert ahankan vent ilasi dan pem berian oksigen dalam w akt u yang lam a. ( Brunner dan Suddart h, 1996) .

Kla sifik a si

Vent ilasi m ek anik dik lasifikasikan berdasark an cara alat t ersebut m endukung vent ilasi, dua kat egori um um adalah vent ilat or t ekanan negat if dan t ek anan posit if.

1. Vent ilat or Tekanan Negat if

Vent ilat or t ek anan negat if m engeluarkan t ek anan negat if pada dada ekst ernal. Dengan m engurangi t ekanan int rat oraks selam a inspirasi m em ungkinkan udara m engalir ke dalam paru- paru sehingga m em enuhi v olum eny a. Vent ilat or j enis ini digunak an t erut am a pada gagal nafas k ronik yang berhubungn dengan kondisi neurovaskular sepert i poliom yelit is, dist rofi m uscular, sklerosisi lat eral am iot rifik dan m iast enia gravis. Penggunaan t idak sesuai unt uk pasien yang t idak st abil at au pasien yang kondisinya m em but uhkan perubahan vent ilasi sering.

2. Vent ilat or Tekanan Posit if

Vent ilat or t ekanan posit if m enggem bungkan paru- paru dengan m engeluarkan t ekanan posit if pada j alan nafas dengan dem ikian m endorong alveoli unt uk m engem bang selam a inspirasi. Pada vent ilat or j enis ini diperlukan int ubasi endot rakeal at au t rakeost om i. Vent ilat or ini secara luas digunak an pada k lien dengan peny ak it paru prim er. Terdapat t iga j enis v ent ilat or t ek anan posit if y ait u t ek anan bersiklus, w ak t u bersiklus dan v olum e bersiklus.

(2)

t elah dit ent uk an. Jik a v olum e preset t elah dik irim k an pada k lien , sik lus vent ilat or m at i dan ekshalasi t erj adi secara pasif. Vent ilat or volum e bersiklus sej auh ini adalah vent ilat or t ekanan posit if yang paling banyak digunakan.

Gam baran v ent ilasi m ek anik y ang ideal adalah :

• Sederhana, m udah dan m urah

• Dapat m em berikan v olum e t idak k urang 1500cc dengan frekuensi nafas hingga 60X/ m enit dan dapat diat ur rat io I / E.

• Dapat digunakan dan cocok digunakan dengan berbagai alat penunj ang pernafasan y ang lain.

• Dapat dirangk ai dengan PEEP

• Dapat m em onit or t ekanan , volum e inhalasi, volum e ekshalasi, volum e t idal, frekuensi nafas, dan konsent rasi oksigen inhalasi

• Mem punyai fasilit as unt uk hum idifikasi sert a penam bahan obat didalam ny a

• Mem punyai fasilit as unt uk SI MV, CPAP, Pressure Support

• Mudah m em bersihkan dan m enst erilkannya.

I n dik a si Klin ik

1 . Ke ga ga la n V e n t ila si

• Neurom uscular Disease

• Cent ral Nervous Syst em disease

• Depresi syst em saraf pusat

• Musculoscelet al disease

• Ket idak m am puan t horak s unt uk v ent ilasi 2 . Ke ga ga la n pe r t u k a r a n ga s

Gagal nafas akut

Gagal nafas kronik

• Gagal j ant ung kiri

• Peny ak it paru- gangguan difusi

• Penyakit paru- vent ilasi / perfusi m ism at ch

M odu s Ope r a sion a l

Unt uk m enent ukan m odus operasional vent ilat or t erdapat em pat param et er y ang diperluk an unt uk pengat uran pada penggunaan v olum e cycle vent ilat or, yait u :

• Frekuensi pernafasan perm enit

• Tidal volum e

• Konsent rasi oksigen ( FiO2)

• Posit ive end respirat ory pressure

Pada klien dew asa, frekuensi vent ilat or diat ur ant ara 12- 15 x / m enit . Tidal volum e ist irahat 7 m l / kg BB, dengan vent ilasi m ekanik t idal volum e y ang digunak an adalah 10- 15 m l / k g BB. Unt uk m engk om pensasi dead space dan unt uk m em inim alkan at elekt ase ( Way , 1994 dik ut ip dari LeMone and Burke, 1996) . Jum lah oksigen dit ent uk an berdasark an perubahan persent asi oksigen dalam gas. Karena resik o k eracunan oksigen dan fibrosis pulm onal m ak a FiO2 diat ur dengan lev el rendah. PO2 dan sat urasi oksigen art eri digunakan unt uk m enent ukan konsent rasi oksigen. PEEP digunakan unt uk m encegah kolaps alveoli dan unt uk m eningkat kan difusi alveoli-kapiler.

(3)

Vent ilat or m engont rol volum e dan frekuensi pernafasan. I ndikasi unt uk pem akaian vent ilat or m eliput i pasien dengan apnoe. Vent ilasi m ekanik adalah alat pernafasan bert ekanan negat if at au posit if y ang dapat m em pert ahank an vent ilasi dan pem berian oksigen dalam w akt u yang lam a.Vent ilat or t ipe ini m eningk at k an k erj a pernafasan k lien.

2. Assist / Cont rol

Vent ilat or j enis ini dapat m engont rol v ent ilasi, v olum e t idal dan k ecepat an. Bila klien gagal unt uk vent ilasi, m aka vent ilat or secara ot om at is. Vent ilat or ini diat ur berdasark an at as frekuensi pernafasan y ang spont an dari k lien, biasany a digunak an pada t ahap pert am a pem ak aian v ent ilat or.

3. I nt erm it t en Mandat ory Vent ilat ion

Model ini digunak an pada pernafasan asink ron dalam penggunaan m odel kont rol, klien dengan hipervent ilasi. Klien yang bernafas spont an dilengkapi dengan m esin dan sew akt u- w akt u diam bil alih oleh vent ilat or.

4. Synchronized I nt erm it t en Mandat ory Vent ilat ion ( SI MV)

SI MV dapat digunakan unt uk vent ilasi dengan t ekanan udara rendah, ot ot t idak begit u lelah dan efek barot raum a m inim al. Pem berian gas m elalui nafas spont an biasany a t ergant ung pada ak t iv asi k lien. I ndik asi pada pernafasan spont an t api t idal volum e dan/ at au frekuensi nafas kurang adekuat .

5. Posit iv e End- Expirat ory pressure

Modus yang digunakan dengan m enahan t ekanan akhir ekspirasi posit if dengan t uj uan unt uk m encegah At elekt asis. Dengan t erbukanya j alan nafas oleh k arena t ek anan y ang t inggi, at elekt asis ak an dapat dihindari. I ndik asi pada klien yang m enederit a ARDS dan gagal j ant ung kongest if yang m assif dan pneum onia difus. Efek sam ping dapat m eny ebabk an v enous ret urn m enurun, barot raum a dan penurunm an curah j ant ung.

6. Cont inious Posit ive Air w ay Pr essur e. ( CPAP)

Vent ilat or ini berkem am puan unt uk m eningkat akan FRC. Biasanya digunakan unt uk penyapihan vent ilat or.

Kom plik a si

Kom plikasi y ang dapat t im bul dari penggunaan v ent ilasi m ek anik , y ait u : 1. Obst ruksi j alan nafas

2. Hipert ensi

3. Tension pneum ot oraks 4. At elekt ase

5. I nfeksi pulm onal

6. Kelainan fungsi gast roint est inal ; dilat asi lam bung, perdarahan gast roint est inal.

7. Kelainan fungsi ginj al

8. Kelainan fungsi susunan sar af pusat

Pe n gk a j ia n

Peraw at m em punyai peranan pent ing m engkaj i st at us pasien dan fungsi vent ilat or. Dalam m engkaj i klien, peraw at m engevaluasi hal- hal berikut :

• Tanda- t anda vit al

• Bukt i adanya hipoksia

• Frekuensi dan pola pernafasan

• Bunyi nafas

• St at us neurologis

• Volum e t idal, v ent ilasi sem enit , k apasit as v it al k uat

• Kebut uhan pengisapan

• Upaya vent ilasi spont an klien

• St at us nut risi

(4)

Pe n gk a j ia n Ka r diova sk u le r

Perubahan dalam curah j ant ung dapat t erj adi sebagai ak ibat v ent ilat or t ekanan posit if. Tekanan int rat oraks posit if selam a inspirasi m enekan j ant ung dan pem buluh darah besar dengan dem ikian m engurangi arus balik vena dan curah j ant ung. Tek anan posit if y ang berlebihan dapat m eny ebabk an pneum ot orak s spont an ak ibat t raum a pada alv eoli. Kondisi ini dapat cepat berkem bang m enj adi pneum ot oraks t ension, yang lebih j auh lagi m engganggu arus balik vena, curah j ant ung dan t ekanan darah.

Unt uk m engevaluasi fungsi j ant ung peraw at t erut am a harus m em perhat ikan t anda dan gej ala hipoksem ia dan hipoksia ( gelisah,gugup, kelam fakir, t akikardi, t ak ipnoe, pucat y ang berkem bang m enj adi sianosis, berkeringat dan penurunan haluaran urin) .

Pe n gk a j ia n Pe r a la t a n

Vent ilat or j uga harus dikaj i unt uk m em ast ikan bahw a vent ilat or pengat uranny a t elah dibuat dengan t epat . Dalam m em ant au v ent ilat or, peraw at harus m em perhat ikan hal- hal berikut :

• Jenis vent ilat or

• Cara pengendalain ( Cont rolled, Assist Cont rol, dll)

• Pengat uran volum e t idal dan frekunsi

• Pengat uran FI O2 ( fraksi oksigen yang diinspirasi)

• Tekanan inspirasi yang dicapai dan bat asan t ekanan.

• Adany a air dalam selang,t erlepas sam bungan at au t erlipat ny a selang.

• Hum idifikasi

• Alarm

• PEEP Cat at an

Jik a t erj adi m alfungsi syst em v ent ilat or, dan j ik a m asalah t idak dapat diident ifik asi dan diperbaik i dengan cepat , peraw at harus siap m em berikan v ent ilasi k epada k lien dengan m enggunak an Bag Resuscit at ion Manual.

Pe m e r ik sa a n D ia gn ost ik

Pem eriksaan Diagnost ik yang perlu dilakukan pada klien dengan vent ilasi m ekanik yait u :

1. Pem eriksaan fungsi paru 2. Analisa gas darah art eri 3. Kapasit as v it al paru 4. Kapasit as v it al k uat 5. Volum e tidal

6. I nspirasi negat ive kuat 7. Vent ilasi sem enit 8. Tekanan inspirasi 9. Volum e ekspirasi kuat 10. Aliran- v olum e

11. Sinar X dada

12. St at us nut risi / elakt rolit .

D ia gn osa Ke pe r a w a t a n

Diagnosa k eperaw at an m ay or k lien dapat m encak up :

• Kerusakan pert ukaran gas yang brhubungan dengan penyakit yang m endasari, at au penyesuaian pengat uran vent ilat or selam a st abilisasi at au peny apihan .

• Ket idakefekt ifan bersihan j alan nafas yang berhubungan dengan pem bent ukan lendir yang berkait an dengan vent ilasi m ekanik t ekanan posit if .

(5)

• Kerusakan m obilit as fisik yang berhubungan dengan ket ergant ungan vent ilat or

• Kerusakan kom unikasi verbal yang berhubungan dengan t ekanan selang endot rak ea dan pem asangan pada v ent ilat or.

• Koping indiv idu t idak efekt if dan k et idak berday aan y ang berhubungan dengan k et ergant ungan pada v ent ilat or.

M a sa la h k ola bor a t if / Kom plik a si Pot e n sia l

• Melaw an kerj a vent ilat or

• Masalah- m asalah vent ilat or – peningkat an dalam t ekanan j alan nafas nafas puncak ; penurunan t ekanan ; kehilangan volum e

• Gangguan kar diovaskuler

• Barot raum a dan pneum ot horak s

• I nfeksi paru

Pe r e n ca n a a n da n I m ple m e n t a si

Tuj uan ut am a bagi pasien y ait u : pert uk aran gas opt im al; penurunan akum ulasi lendir; t idak t erdapat t raum a at au infeksi ; pencapaian m obilisasi yang opt im al ; penyesuaian t erhadap m et ode kom unikasi non verbal ; m endapat kan t indak an k oping y ang berhasil ; dan t idak t erj adi k om plikasi.

Asuhan keperaw at an pada pasien dengan vent ilasi m ekanik m em but uhkan t eknik dan ket eram pilan int erpersonal yang unik, ant ara lain :

1 . M e n in gk a t k a n pe r t u k a r a n ga s

Tuj uan m enyeluruh vent ilasi m ekanik adalah unt uk m engopt im alkan pert ukaran gas dengan m em pert ahankan vent ilasi alveolar dan pengirim an oksigen. Perubahan dalam pert uk aran gas dapat dik arenak an peny ak it y ang m endasari at au fact or m ekanis yang berhubungan dengan penyesuaian dari m esin dengan pasien. Tim peraw at an k esehat an, t erm asuk peraw at , dok t er, dan ahli t erapi pernafasan , secara k ont inu m engk aj i pasien t erhadap pert uk aran gas y ang adekuat , t anda dan gej ala hipok sia, dan respon t erhadap t indak an . Pert uk aran gas y ang t idak adekuat dapat berhubungan dengan fak t or- fak t or y ang sangat beragam ; t ingkat kesadaran, at elekt asis, kelebihan cairan, nyeri insisi, at au peny ak it prim er sepert i pneum onia. Pengisapan j alan nafas baw ah disert ai fisiot erapi dada ( perkusi,fibrasi ) adalah st rat egi lain unt uk m em bersihk an j alan nafas dari k elebihan sek resi k arena cuk up buk t i t ent ang k erusak an int im a pohon t rak eobronk ial. I nt ervensi k eperaw at an y ang pent ing pada k lien y ang m endapat v ent ilasi m ek anik y ait u auskult asi paru dan int erpret asi gas darah art eri. Peraw at sering m enj adi orang pert am a yang m enget ahui perubahan dalam t em uan pengkaj ian fisik at au kecenderungan signifikan dalam gas darah yang m enandak an t erj adiny a m asalah ( pneum ot orak s, perubahan let ak selang, em boli pulm onal ) .

2 . Pe n a t a la k sa n a a n j a la n n a fa s

Vent ilasi t ekanan posit if kont inu m eningkat kan pem bent ukan sekresi apapun kondisi pasien yang m endasari. Peraw at harus m engident ifikasi adanya sekresi dengan auskult asi paru sedikit nya 2- 4 j am . Tindakan unt uk m em bersihakn j alan nafas t erm asuk pengisapan, fisiot erapi dada, perubahan posisi y ang sering, dan peningkat an m obilit as secepat m ungkin. Hum idifikasi dengan cara vent ilat or dipert ahankan unt uk m em bant u pengenceran sekresi sehingga sekresi lebih m udah dikeluarkan. Bronkodilat or baik int ravena m aupun inhalasi, diberikan sesuai dengan resep unt uk m endilat asi bronkiolus.

(6)

Penat alaksanaan j alan nafas harus m encakup pem eliharaan selang endot rak ea at au t rak eost om i. Selang v ent ilat or diposisik an sedem ik ian rupa sehingga hanya sedikit kem ungkinan t ert arik at au penyim pangan selang dalam t rak ea. Peraw at an t rak eost om i dilak uk an sedik it ny a set iap 8 j am j ik a diindikasikan karena peningkat an resiko infeksi. Higiene oral sering dilakukan k arena rongga oral m erupak an sum ber ut am a k ont am inasi paru- paru pada pasien y ang diint ubasi pada pasien lem ah. Adany a selang nasogast rik dan penggunaan ant asida pada pasien dengan v ent ilasi m ek anik j uga t elah m em predisposisikan pasien pada pneum onia nosok om ial ak ibat aspirasi. Pasien j uga diposisik an dengan k epala dinaik k an lebih t inggi dari perut sedapat m ungk in unt uk m engurangi pot ensial aspirasi isi lam bung.

4 . Pe n in gk a t a n t in gk a t m obilit a s opt im a l

Mobilit as pasien t erbat as karena dihubungkan dengan vent ilat or. Mobilit as dan ak t iv it as ot ot sangat berm anfaat k arena m enst im uli pernafasan dan m em perbaiki m ent al. Lat ihan rent ang gerak pasif/ akt if dilakukan t iap 8 j am unt uk m encegah at rofi ot ot , kont rakt ur dan st at is vena.

5 . M e n in gk a t k a n k om u n ik a si opt im a l

Met ode k om unik asi alt ernat if harus dik em bangk an unt uk pasien dengan v ent ilasi m ek anik . Bila k et erbat asan pasien dik et ahui, peraw at m enggunak an pendekat an kom unikasi; m em baca gerak bibir, m enggunakan kert as dan pensil, bahasa gerak t ubuh, papan k om unik asi, papan pengum um an. Ahli t erapi bahasa dapat m em bant u dalam m enent uk a m et ode y ang paling sesuai unt uk pasien.

6 . M e n in gk a t k a n k e m a m pu a n k opin g.

Dengan m em berikan dorongan pada klien unt uk m engungkapkan perasaan m engenai vent ilat or, kondisi pasien dan lingkungan secara um um sangat berm anfaat . Mem berikan penj elasan prosedur set iap k ali dilak uk an unt uk m engurangi ansiet as dan m em biasakan klien dengan rut init as rum ah sakit . Klien m ungkin m enj adi m enarik diri at au depresi selam a vent ilasi m ekanik t erut am a j ik a berkepanj angan ak ibat ny a peraw at harus m enginform asikan t ent ang kem aj uannya pada klien, bila m em ungkinkan pengalihan perhat ian sepert i m enont on TV, berm ain m usik at au berj alan- j alan j ik a sesuai dan m em ungk ink an dilakukan. Teknik penurunan st ress ( pij at an punggung, t indakan relaksasi) m em bant u m elepaskan ket egangan dan m em am pukan klien unt uk m enghadapi ansiet as dan k et ak ut an ak an k ondisi dan k et ergant ungan pada v ent ilat or.

Ev a lu a si

Hasil y ang diharapk an dari asuhan k eperaw at an y ang diberik an ant ara lain : 1. Menunj ukkan pert ukaran gas, kadar gas darah art eri, t ekanan art eri pulm onal

dan t anda- t anda vit al yang adekuat .

2. Menunj ukkan vent ilasi yang adekuat dengan akum ulasi lendir yang m inim al. 3. Bebas dari cedera at au infeksi yang dibukt ikan dengan suhu t ubuh dan j um lah

sel darah put ih.

4. Dapat ak t if dalam k et erbat asan k em am puan.

5. Berkom unikasi secara efekt if m elalui pesan t ert ulis, gerak t ubuh at au alat kom unikasi lainnya.

6. Dapat m engat asi m asalah secar a efekt if.

Pe n ya pih a n da r i v e n t ila si m e k a n ik Krit eria dari penyapihan vent ilasi m ekanik : 1. Tes peny apihan

• Kapasit as vit al 10- 15 cc / kg

• Volum e t idal 4- 5 cc / k g

• Vent ilasi m enit 6- 10 l

(7)

2. Pengat uran vent ilat or

• FiO2 < 50%

• Tekanan ekspirasi akhir posit if ( PEEP) : 0 3. Gas darah art eri

• PaCO2 norm al

• PaO2 60- 70 m m Hg

• PH norm al dengan sem ua k eseim bangan elekt rolit diperbaik i 4. Selang Endot rak eal

• Posisi diat as k arina pada fot o Ront gen

• Uk uran : diam et er 8.5 m m 5. Nut risi

• Kalori perhari 2000- 2500 k al

• Wak t u : 1 j am sebelum m ak an 6. Jalan nafas

• Sek resi : ant ibiot ik bila t erj adi perubahan w arna, penghisapan ( suct ioning)

• Bronkospasm e : kont rol dengan Bet a Adrenergik, Tiofilin at au St eroid

• Posisi : duduk, sem i fow ler 7. Obat - obat an

• Agen sedat iv e : dihent ikan lebih dari 24 j am

• Agen paralise : dihent ikan lebih dari 24 j am 8. Em osi

Persiapan psikologis t erhadap peny apihan 9. Fisik

St abil, ist irahat t erpenuhi

D AFTAR PUSTAKA

Doenges ME, Moorhouse MF, and Geissler AC. ( 1999) . Nursing care plans. Guidelines for planning and docum ent ing pat ient care. ( 3r d ed) . Philadelphia: F.A Davis Com pany.

Hudak CM. ( 1997) . Crit ical Care Nursing: A Holist ic Approach. Philadelphia: Lippincot t .

LeMone P and Burke KM. ( 1996) . Medical- surgical nursing : crit ical t hinking in client care. Canada: Cum m ings Publishing Com pany I nc.

Nasut ion AH. ( 2002) . I nt ubasi, Ext ubasi dan Mekanik v ent ilasi.Makalah pada Workshop Asuhan Keparaw at an Krit is; Asean Conference on Medical Sciences. Medan, 20- 21 Agust us 2002.

Net t ina SM. ( 1996) . The Lippincot t m anual of nursing pract ice. ( 6t h ed) . Philadelphia: Lippincot t - Rav en Publishers.

Sm elt zer SC, Bare BG. ( 1996) . Brunner & Suddart ’s t ext book of m edical- surgical nursing. ( 8t h ed) . Philadelphia: Lippincot t - Rav en Publishers.

Rab T. ( 1998) . Agenda Gaw at Darurat . ( ed 1) . Bandung: Penerbit Alum ni.

Wirj oat m odj o K. ( 2000) . Anest esiologi dan Reanim asi: Modul dasar unt uk Pendidikan S1 Kedok t eran. Jak art a: DI KTI .

Referensi

Dokumen terkait

Tingguikan kepala tempat tidur, pasien untuk memilih posisi yang mudah untuk bernafas, dorong nafas dalam perlahan / nafas bibir sesuai kebutuhan / toleransi individu..

Bersihan jalan nafas tidak efektif ber-hubungan dengan obstruksi akibat adanya perdarahan atau edema pada tempat pem-bedahan, kerusakan saraf laringeal atau luka pada

Jurnal D3 Keperawatan STIKES Bina Sehat PPNI Mojokerto Lufiati_ Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Masalah Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Kasus Pneumonia

Ketidakefektifan bersihan jalan nafas An.A pada keluarga Tn N berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi ISPA 2.. Resiko

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN BRONKITIS DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS (Bronkitis Dengan Masalah Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas).. Oleh :

BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF berhubungan dengan (b.d) PENYEBAB dibuktikan dengan (d.d) TANDA DAN GEJALA..1. Tanda dan Gejala :PCO2↑ ; PO2↓ ; PH Abnormal ; Pola

Pengaturan Pernafasan pada Pasien Terpasang Ventilasi Mekanik Jumlah dan tekanan udara yang diberian kepada klien diatur oleh ventilator Smith-Temple & Johnson, 2011: 1 Volume tidal

Laporan pendahuluan dan asuhan keperawatan dasar pada pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dengan masalah keperawatan bersihan jalan