• Tidak ada hasil yang ditemukan

KINERJA PELAYANAN PUBLIK JAMINAN KESEHATAN (Studi kasus Klinik Al-Aziz di Kota Pasuruan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KINERJA PELAYANAN PUBLIK JAMINAN KESEHATAN (Studi kasus Klinik Al-Aziz di Kota Pasuruan)"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

KINERJA PELAYANAN PUBLIK JAMINAN KESEHATAN

(Studi kasus Klinik Al-Aziz di Kota Pasuruan)

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Soaial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang Sebagai Persyaratan Untuk Mendapatkan Gelar

Sarjana (S-1)

OLEH:

Dian Permatasari

08230054

Jurusan Ilmu Pemerintahan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Muhammadiyah Malang

(2)
(3)
(4)

(Dr. Wahyudi, M.Si)

LEMBAR PERNYATAAN

Nama : Dian Permatasari

Tempat, Tanggal Lahir : Pasuruan, 3 April 1990

NIM : 08230054

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan : Ilmu Pemerintahan

Menyatakan bahwa karya Ilmiah/Skripsi yang berjudul:

Kinerja Pelayanan Publik Jaminan Kesehatan (Studi kasus Klinik Al-Aziz Kota

Pasuruan). Adalah bukan karya tulis orang lain, baik sebagian ataupun

keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah saya sebutkan sumbernya.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila

pernytaan ini tidak benar, saya bersedia mendapatkan sanksi akademik

sebagaimna berlaku.

Malang, 15 November

Yang menyatakan,

(5)
(6)

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah berkat rakmat dan hidayah yang di limpahkan

oleh kehadirat Allah SWT, tuhan semesta alam yang telah melimpahkan segala

rahmat serta karunia yang tiada henti hingga penulis dapat menyelesaikan

penyusunan penilisan skripsi yang berjudul “ Kinerja Pelauanan Publik Jaminan

Kesehatan (Studi kasus Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan). Penulisan skripsi ini

disususn sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Ilmu Politik di

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Malang.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini hanya dapat terselesaukan

dengan baik atas dukungan, bimbingan maupun masukan kepada penulis,

selanjutnya ucapan terima kasih sedalam-dalamnya penulis sampaikan kepada

para pembimbing skripsi.

Selaku dosen pembimbing I ibu Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. dan

Pembimbing II Ibu Noenik Sofiati, SH. M.S.i. selaku dosen yang telah banyak

meluangkan waktu, pemikiran dan dengan penuh kesabaran memberikan

bimbingan serta arahan kepada penulis sehingga selesainya penulisan skripsi ini.

Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada:

1. Bapak Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas

Muhammadiyah Malang

2. Dr. Tri Sulistyaningsih selaku ketua Jurusan IP

3. Segenap dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan

4. Bapak Drs Jainuri M.Si, selaku Desen Wali

5. Pimpinan Klinik Al-Aziz Bapak Bashori yang telah memberikan informasi

tentang pelayanan yang diberikan di Klinik Al-Aziz

6. Bu dr. Ferry Fairus selaku dokter di klinik Al-Aziz

7. Bu Rina selaku Staf Administrasi di Klinik Al-Aziz

8. Kedua orang tuaku Bapak dan Ibu,

Bapak,Ibuuuu, anakmu jadi Sarjana SIP.

Terimakasih telah memberiku dukungan moril maupun materil,

memberiku semangat ,perhatian dan kasih sayang yang berlimpah. Terima

(7)

9. Buat Alm. Papa Ipinn papa Dian udah jadi Sarjana pa,, walaupun papa gak

datang di Wisuda Dian tp Dian yakin papa bisa liat Dian dari Surga.

10. Mama Ina terimakasih ma udah kasih semangat Dian buat cepet

selesaikan Skripsi,

11.Eyang terima kasih eyang udah kasih dian semangat, dukungan,

perhatiann.

12.Mama ibah, bapak Rebo, terima kasih atas segala doa dan semangatnya

13.My Louphly Arnas Mercurio Putra Petir,

Terima kasih udah setia dan mendukungku buat segera menyelesaikan

skripsi ini.

14.Kakak, adeq, serta masku,,

Mbk Puri,Mas Gagah, Nita, Tiwik, Ardiansyah. Terima kasih udah kasih

semangat.

15.2 Peri Kecilku..

Wiedy, Atta.dua Peri penyemangatku Aunty lulus saying.

16.Seluruh keluarga di Pasuruan yang udah kasih semangat

17.Teman-teman sekelas terutama Tika, Prima angkatan 2008 maaf gak bisa

sebutin satu-satu kebanyakan.

18.Teman-teman Kost Adenium

Dria, Ephy,Rika,Nita,Tika, maaf dak bisa sebutin satu-satu, terimakasih

udah kasih semangat buat cepet lulus,

Penulis yakin skripsi ini masih sangat jauh dari kata sempurna,

sehingga masukan dan kritik akan selalu penulis harapkan untuk

memperbaiki skripsi ini.

Akhir kata penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam

proses pembuatan skripsi ini penulis melakukan kesalahan baik yang

disengaja ,maupun tidak disengaja. Semoga tuhan Yang Maha Esa

mengampuni atas segala kesalahan kita dan berkenaan menunjukan jalan

yang benar untuk kita semua. Amien

Malang, 15 November 2012

(8)

ABSTRAKSI

DIAN PERMATASARI, 2012, 08230054, Universitas muhammadiyah Malang, fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Pemerintahan, Kinerja Pelayanan Publik Jaminan Kesehatan (stusi kasus di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan), Pembimbing I: Dr. Tri Sulisyaningsih M.si: Pembimbing II, Noenik Sofiati, SH, M.Si

Kinerja Pelayanan publik Jaminan kesehatan merupakan suatu hal terpenting bagi masyarakat pasuruan sendiri deangan adanya jaminan masyrakat akan sejahtera dan terpenuhinya kebutuhan kesehatan masyarakat di seikiran pasuruan. Masyarakat menginginkan pelayanan yang tidak terlalu berbelit-belit dan tidak terlalu lama dalam menangani segalahan dan dari segi biaya masyrakat menginginkan biaya yang semurah mungkin.

Yang ada saat ini peraturan tentang kesehatan di ataur dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 yang menyatakan Tentang Kesehatan pada Pasal 19 disebutkan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan segala bentuk upaya kesehatan yang bermutu, aman, efisien, dan terjangkau.

Penelitian disini menggunakan penelitian deskriptif yaitu menganalisis dan mendeskripsikan data-data yang dikumpulkan baik dari hasil wawancara, observasi dan data-data yang tertulis.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Kinerja Pelaynan Publik Jaminan Kesehatan di klinik Al-aziz sudah berjalan dengan baik dan telah mencapai pelayanan yang memuskan bagi masyrakat Pasuruan sendiri. Adapun yang menunjukan pelayana sudah baik yaitu Klinik Al-Aziz menberikan setiap bulannya pengobatan secara gratis kepda daerah-daerah plosok yang berada pada Kota Pasurauan. Pelayanan yang diberikan pada pasien yang menggunakana jaminan kesehatanpun dalam melayani sama tidak menbeda-bedakan dan tidak berbelit-belit.

Malang, 14 November 2012

Dian Permatasari

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

(9)

ABSTRACT

DIAN PERMATASARI, 2012, 08230054, University of Muhammadiyah Malang, Faculty of Social and Political Science, Government Science, Healthy Insurance Public Service Performance (Case Study of Al-Azis Clinic of Pasuruan City) Advisor I: Dr. Tri Sulisyaningsih M.si: Advisor II, Noenik Sofiati, SH, M.Si

Healthy Insurance Public Service Performance is an important thing for Pasuran society itself, by the people’s warranty of wealth and completion of people’s health around Pasuruan. Public want a direct service and not too long which is able to handle everything and from cost, people want the cheapest cost.

Recently, rule about health is managed in Regulation Number 36 Year 2009 which stated about Health in Article 19, mentioned that government has responsibility of all qualified, safe, efficient, and reached health.

Research here uses descriptive research, which is analyzing and describing data collected, whether from interview, observation and written data.

Research shows that Healthy Insurance Public Service Performance in Al Aziz Clinic has run well and reached satisfying service for Pasuruan society itself. What shows a good service are, Al-Azis clinic gave free medication to small villages in Pasuruan city. Service given to the patient used health insurance is never differed and not complicated.

Malang, 14 November 2012

Dian Permatasari

Advisor I Advisor II

(10)

DAFTAR ISI

Lembar Persetujuan...ii

Lembar Pengesahan...iii

Lembar Pernyataan ...iv

Berita Acara Bimbingan...vii

Kata Pengantar ...vii

Abstraksi...xi

Daftar isi...xviii

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang...1

B.Rumusan Masalah ...7

C.Tujuan Penelitian...7

D.Manfaat Penelitian...7

E.Devinisi Konseptual ...8

F. Devinisi Oprasional ...8

G.Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian...9

2. Fokus Penelitian ...9

3. Locus Penelitian ...10

4. Teknik Pengumpulan Data...10

5. Teknik Analisa...11

6. Keabsahan Data ...13

(11)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.Kinerja Pelayanan Publik

1. Pengertian Pelayanan Publik ...15

2. Pergeseran Paradikma Pelayanan Publik...16

3. Aspek Kajian Pelayanan Publik ...17

4. Penjelasan Konsep Pelayanan Publik...19

5. Kealitas Pelayanan Publik...22

BAB III PROFIL INSTANSI A. Profil Kota Pasuruan Tentang Kesehatan ...24

B. Profil Klinik Al-Aziz ...27

BAB IV ANALISA DATA A. Kinerja Pelayanan Publik a. Pelaksanaan Pelayanan Publik jaminan kesehatan yang diberikan oleh Klinik Al-Aziz...32

b. Ada tidaknya standart kualitas pelayanan minimal untuk pelayanan...37

c. Jaminan kesehatan dan tindakan yang digunakan oleh klinik Al-Aziz...40

d. Kepuasan pelanggan dalam hal pemberian pelayanan...53

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan...55

B. Saran...56

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Dwiyanto Agus, Mewujudkan Good Governanace Melalui Pelayanan Publik,

Gadjha Mada University Press. Yogyakarta 2005.

Herkuntanto, DR.Soerjono Soekanto, Prof, S.H, M.A, pengantar Hukum

Kesehatan, Remadja Karya 1987

Iskandar, Dr. M.Pd, Penelitian Tindakan Kelas, Gaung Persada Press, Jakarta

2008.

Kansil CST, Drs.SH, Pengantar Hukum Kesehatan Indonesia, Rineka Cipta,

jakatra 1991.

Lexey Maleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Bandung, PT. Remaja

Rosdakarya.2007

Muwafik Saleh. Akh, Publik Service communication, umm press, Malang 2010.

Dr. Lijan Poltak Sinambela, M.M., M.Pd.,dkk,Jakarta, PT. Bumi Aksara. 2006.

Profil Kota Pasuruan tentang Kesehatan tahun 2008

(13)

Undang-undang atau Peraturan Daerah yang mengatur:

Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 11 th 2005 tentang pelayanan publik.

Undang-undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Pasal 19.

UUD 1945 Pasal 28H dan Pasal 34 Ayat 2.

Keputusan Mentri Penadyagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional

Dokter dan Angka Kreditnya Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara. Tahun

2003

Lain-lain:

Akses internet alamat: ht t p:/ / ww w .jam sost ek.co.id/ cont ent / i.php?mid=3& id=16 pada t anggal 12 November 2012 jam 12.30

Akses internet:

(14)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keberadaan Rumah sakit sejak dulu sangat dibutuhkan oleh masyarakat

umum, karena rumah sakit adalah pusat dari pelayanan kesehatan yang di

dalamnya terdapat penyelenggara kesahatan yaitu Dokter, Perawat, serta

Pasien. Rumah sakit sendiri harus memberikan pelayanan kesehatan yang

bermutu tinggi serta harus mempunyai kualitas yang bagus baik itu Rumah

sakit milik Pemerintah maupun milik Swasta.

Di Kota Pasuruan Rumah sakit Umum hanya ada satu yakni dr. R.

Soedarsono yang tempatnya juga strategis dekat dari kota maupun kabupaten,

sedangkan di Pasuruan Rs Swasta atau yang sering disebut dengan klinik

keberadaannya juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat Pasuruan, di

Pasuruan banyak Rumah sakit Swasta, tetapi disini peneliti ingin meneliti di

Klinik Al-Aziz. Klinik tersebut masih kecil atau belum besar seperti Rumah

Sakit umum tetapi dalam pelayanannya cukup baik dan memuaskan.

Saat ini pelayanan publik banyak dibicarakan oleh masyarakat dengan

lambannya pelayanan yang diberikan oleh penyedia pelayanan, seperti

pelayanan yang berbelit-belit, serta dalam pelayanan masyarakat

mengeluarkan biaya pelayanan yang mahal sehingga memberatkan

masyarakat. Banyak kekecewaan yang dirasakan masyarakat dalam hal

penyelenggaraan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap

(15)

2 Kekecewaan yang dirasakan masyarakat mulai dari lambatnya

pelayanan yang diberikan oleh para petugas rumah sakit pemerintah, kurang

tanggapnya para petugas terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan

kesehatan, hingga susahnya prosedur yang harus dilalui oleh masyarakat

untuk mendapatkan pelayanan kesehatan melalui rumah sakit milik

pemerintah baik pada tingkatan daerah hingga pusat.

Dalam konteks good governance tentu pelayanan publik membutuhkan

kesiapan SDM dan Sumber Daya lain untuk mendulang kesiapan pelayanan

yang prima. Karena dalam konteks Good governance, pelayanan public harus

menempatkan masyarakat sebagai pengguna layanan yang harus dilayani

dengan baik dan memuaskan. Oleh sebab itu sasaran birokrasi di tuntut untuk

bersifat transparan, akuntabilitas, dan partisipatif. Dalam pemberian

pelayanan terhadap masyarakat masih ada berbagai keluhan masyarakat yang

disampaiakan baik secara langsung maupun media masa sehingga

menimbulkan citra yang kurang baik terhadap aparatur pemerintahan.

Kenyataan-kenyataan melalui buruknya pelayanan publik khususnya

dibidang kesehatan, menunjukan bahwa penyelenggara pelayanan publik

masih jauh dari apa yang diharapkan dan bertentangan dengan apa yang telah

tercantum dalam aturan-aturan. Yang menyebutkan bahwa masyarakat berhak

mendapatkan pelayanan yang berkualitas sesuai asas-asas dengan tujuan

pelayanan publik serta sesuai standart pelayan publik yang telah ditentukan 1

Kegiatan pelayanan adalah sebuah kegiatan yang menekankan pada

upaya memberikan sesuatu yang terbaik bagi orang lain. Dalam menjalankan

1

(16)

3 pelayanan terutama pelayanan kesehatan, harus semangat dalam memberikan

pelayanan dan harus memberikan sikap yang baik, sabar, serta harus

menghormati orang lain atau orang yang dilayani.

“Pelaksanaan pelayanan publik pada organisasi pemerintahan dan

swasta memiliki banyak perbedaan. Pada organisasi swasta pelaksanaan

kegiatan cenderung lebih diberikan perhatian dibandingkan pada organisasi

pemerintahan membutuhkan penanganan yang lebih serius dari pihak

pengambil kebijakan”.2 Yang berarti bahwa swasta dalam melayani

memberikan perhatian yang lebih dan tidak terlalu berbelit-belit,

dibandingkan dengan pemerintah dalam pelayanan sangat sulit atau lama dan

berbelit-belit sehingga menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan

pelayanan yang memuaskan.

Banyak kekecewaan yang dirasakan masyarakat dalam hal

penyelenggaraan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap

masyarakat.

Praktek pelayanan publik di Indonesia masih penuh dengan ketidak

pastian waktu, biaya dan cara pelayanan. Akibatnya adalah masyarakat yang

tidak sanggup mengurus pelayanan secara langsung dan wajar serta lebih

suka menggunakan biro jasa. Reformasi pelayanan publik tentu akan

mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat luas.3

Yang pada saat ini diatur dalam Undang-undang No. 36 Tahun 2009

mengatur Tentang Kesehatan pasal 19 disebutkan bahwa pemerintah

bertanggung jawab atas ketersediaan segala bentuk upaya kesehatan yang

2

Munawfik Saleh.Akh.2010. Publik Service Communication. Malang, Umm Press. Hal 14 3

Dwiyanto, Agus, 2002. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik.

(17)

4 bermutu, aman, efisien, dan terjangkau. Tapi banyak kita jumpai sekaramg ini

banyak rumah sakit milik pemerintah kurang lengkapnya alat-alat kesehatan

yang menujang, fasilitas-fasilitas yang tidak menjamin kesehatan pasien.4

Rumah sakit sebagai penyedia pelayanan kesehatan maka Rumah sakit

tersebut harus menjalankan jasa kesehatan seperti melayani pasien dengan

baik, tanggap akan keinginan pasien, serta memeberikan fasilitas-fasilitas

yang dibutuhkan pasien. Karena semua pelayan kesehatan berhak diberikan

serta di dapatkan oleh pasien Rumah Sakit tersebut.

Pemerintah dalam bantuannya untuk pelayanan kesehatanmasyarakat,

pemerintah menberikan bantuan kepada masyarakat yaitu dalam bentuk

askes, jamsostek, askin, dan masih banyak yang lainnya. Bantuan yang

diberikan pada masyarakat ini askes dipergunakan untuk para pegawai negeri,

jamsostek di gunakan untuk pegawai BUMN, PT, Pabrik. Dengan bantuan

dari pemerintah itulah Rumah sakit milik pemerintah maupun swasta dalam

hal memberika pelayanan kesehatan tetapi pada swasta askes dan askin

kebanyakan tidak bisa digunakan dan tidak berlaku.

Rakyat Indonesia berhak atas jaminan sosial. Hak ini dijamin oleh

konstitusi dan negara harus memenuhi kewajibannya tersebut sesuai pasal 28

H dan pasal34 ayat 2 UUD 1945. Dalam pasal 34 ayat 2 UUD 1945

disebutkan bahwa “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi

seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu

sesuai dengan martabat kemanusiaan”. Jaminan sosial juga dijamin dalam

Deklarasi Perserikatan Bangsa – Bangsa tentang Hak Asasi Manusia tahun

4

(18)

5 1948 dan ditegaskan dalam konvensi ILO Nomor 102 tahun 1952 yang

menganjurkan semua negara untuk memberikan jaminan sosial kepada warga

negaranya.5

Di dalam RSU seorang yang mengunakan jaminan kesehatan

terutama yang menggunakan askes, kebanyakan pihak dari rumah sakit tidak

begitu memperhatikan pasien yang menggunakan askes, kebalikan di dalam

milik swasta, pihak swasta tidak sama skali membedakan antara orang yang

nantinya mendapatkan biaya penggantian dari perusahaan atau yang tidak

mendapatka biaya ganti dari perusahaan. Jadi pihak swasta

melekukan pelayan dengan sewajarnya tidak memandang bahwa pasien itu

menggunakan jaminan kesehatan atau tidak.

Klinik sama-sama menggunakakan jaminan kesehatan yang di

sebut sebagai klime perusahan atau menggunakan Jamsostek, yakni jaminan

tersebut langsung di ganti oleh perusahaannya, karena hal ini di gunakan oleh

klinik karena, cara pengeluaran uangnya lebih cepat dari pada askes.

Meskipun orang tersebut menggunakan jaminan kesehatan baik

dari jamsostek,askes,askeskin atau sebagainya, pihak rumah sakit dalam

pelayanan harus melayani dengan pelayanan yang optimal , tanpa ada keluhan

serta harus dengan sopan dan sabar. Serta harus tanggap dan telaten dalam

melayani pasien.

Pelayananan kesehatan yang baik harus mampu menciptakan

kepuasan bagi semua pasien yang dilayani. Kepuasan paisen akan di dapatkan

apabila dalam suatu pelayanan memberikan pelayanan yang baik serta para

5

(19)

6 pekerja tanggap akan kebutuhan yang dibutuhkan pasien. Untuk memberikan

pelayan yang baik juga perlu di tunjang dengan fasilitas-fasilitas yang baik,

serta kelengkapan alat-alat yang di miliki rumah sakit untuk memenuhi apa

yang diperlukan untuk pasien. Suatu pelayanan yang paling penting adalah

Kepuasan pelanggan terutama dalam pelayanan kesehatan. Baik buruknya

pelayanan akan dinilai dari tingkat kepuasan pelanggan.

“ Tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang

dirasakan dengan harapan. Kualitas termasuk semua elemen yang diperlukan

untuk memuaskan tujuan pelanggan, baik internal maupun eksternal, juga

termasuk tiap-tiap item dalam produk kualitas, kualitas pelayanan,

performance, availibility, durability, aesthatic, reability, maintainability,

logostic, supprtability, costomer service, traning, delivery, billing, shipping,

repairing, marketing, warranty, dan life cycle cost”. 6

Titik berat nilai kepuasan pasien berada pada pelayanan kesehatan

yang diberikan oleh instansi rumah sakit, baik itu milik pemerintah maupun

swasta yang memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu tinggi

bagi kesehatan pasien sendiri, karena semua itu yang merasaka adalah pasien

dan masyarakat sendiri terhadap berhasilnya suatu pelayanan kesehatan yang

diberikan oleh rumah sakit tersebut.

Maka dari itu dalam kondisi masyarakat kita pada sekarang ini

yang sangat membutuhkan jaminan kesehatan dan pelayanan publik yang

sebaik-baiknya serta kepuasan pasien pada panangan kesehatan yang di

berikan oleh rumah sakit maka dari sinilah peneliti mengambil judul:

6

(20)

7

“KINERJA PELAYANAN PUBLIK JAMINAN KESEHATAN”( Studi

kasus KLINIK Al-Aziz di Kota Pasuruan).

B. Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini, rumusan masalah yang diambil oleh peneliti adalah

sebagai berikut:

1. Bagaimana kinerja pelayanan kesehatan yang di berikan oleh Klinik

A-Aziz kepada pasien yang menggunakan jaminan kesehatan?

2. Bagaimana kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan yang diberikan

oleh Klinik Al-Aziz kepada pasien yang menggunakan jaminan kesehatan?

C.Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui jaminan kesehatan apa yang di berikan oleh Klinik

Al-Aziz.

2. Untuk mengetahui kualitas pelayanan kesehatan dengan menggunakan

jaminan kesehatan yang di berikan oleh Klinik Al-Aziz.

D.Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan peneliti yang sudah disebutkan di atas, maka

diharapkan penelitian ini memberikan manfaat:

1. Agar kita mengetahui jaminan kesehatan apa saja yang di berikan oleh

pihak swasta.

2. Agar masyarakat faham dengan jaminan-jaminan yang di berikan pihak

(21)

8

E.Penjelasan Variabel/konsep (Definisi konsep)

Dengan mengacu pada judul “Kinerja pelayanan publik jaminan kesehatan

(Studi Klinik Al-Aziz kota Pasuruan) maka penjelasannya sebagai berikut:

1. Kinerja pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak Kilik kepada

Pasien jaminan Kesehatan

Kinerja pelayanan yang diberikan oleh pihak Klinik, apakah sudah baik

dan memenuhi standart pelayanan.

2. Jaminan kesehatan yang diberikan pasien KLINIK AL-Aziz

Jaminan kesehatan sangat penting bagi masyarakat karena dengan

jaminan kesehatan, masyarakat merasa dirinya akan aman di dalam segi

kesehatan. Jaminan kesehatan yang di berikan meliputi jamsostek, klim

perusahaan yang umumnya pihak swasta kebanyakan menggunakan klim

perusahaan.

F. Penjelasan Operasional (Definisi Operasional)

Definisi Operasional merupakan langkah penting dalam penelitian

karena berperan sabagai alat ukur variabel dan sebagai batasan masalah,

penelitian ini variabelnya adalah:

Kinerja pelayanan publik yang berada di Klinik Al-Aziz:

a. Layanan yang di berikan oleh Klinik

b. Adanya Tindakan standart Pelayanan minimal untuk pengguna jaminan

kesehatan

c. Pelayanan jaminan kesehatan dengan yang tidak menggunakan jaminan

kesehatan

(22)

9

G. Metodelogi Penelitian

G.1 Pendekatan Penelitian

Dalam mendeskripsikan berbagai data, gejalah, dan

fenomena-fenomena yang diperoleh dalam proses penelitian, peneliti mengunakan

pendekatan kualitatif. Metode Kualitatif adalah sebagai prosedur penelitian

yang menghasilkan data diskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari

orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dan penulis menggunakan

jenis penelitian deskriptif dengan alasan bahwa dalam penelitian ini penulis

inigin memberikan suatu pendeskripsian suatu gambaran data dan analisa

segala sesuatu yang terjadi pada lokasi penelitian berdasarkan data-data

yang diperoleh melalui serangkaian kata-kata. 7

G.2 Fokus Penelitian

Penelitian kualitatif menghendaki batas dalam penelitiannya atas

dasar fokus yang timbul dalam penelitian. Dengan kata lain fokus sangat

penting artinya untuk menentukan batasan penelitian yang akan dilakukan

sehingga akan memperjelas batasan dan juga akan memperjelas

pemahaman.

Dalam penelitian ini menerapkan fokus sebagai berikut:

1. Kinerja pelayana Klinik Al-Aziz pada pasien yang menggunakan

jaminan kesehatan.

2. Kepuasan pasien pada pelayanan yang di berikan Klinik Al-Aziz

7

(23)

10

G. 3 Locus Penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat dimana peneliti akan melakukan

penelitian atau obyek yang mau diteliti peneliti untuk mendapatkan data dan

informasi yang di perlukan selama peneliti membutuhkan bahan-bahan yang

akan ditelitinya, lokasi yang dipilih oleh peneliti yaitu di Kota Pasuruan.

Adapun alasan memilih lokasi tersebut yaitu di Klinik Al-Aziz

adalah peneliti ingin mengetahui cara pelayanan yang diberikan oleh instansi

tersebut dalam mengangi pasien baik atau buruk pelayanan yang di berikan.

G.4 Teknik Pengumpulan Data

Untuk pengumpulan data dalam penelitian ini merupakan usaha

pengumpulan data yang secara langsung mendatangi lokasi penelitian dan

mengamati kejadian atau keadaan sebenarnya. Pengumpulan data dapat

dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan

data, teknik yang dipergunakan adalah:8

1. Obsevasi

Untuk melakukan observasi dituntut seseorang peneliti harus

berperan serta dalam kegiatan-kegiatan atau aktifitas subjek yang sesuai

dengan tema atau fokus masalah yang akan dicari jawabannya. Dalam

melakukan observasi terhadap fenomena atau peristiwa yang terjadi dalam

sutuasi sosial,peneliyi melakukan pencatatan data menjadi datbase

kualitatif. Dalam hai ini, seorang dituntut untuk sebanyak-banyaknya

8

(24)

11 mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan fokus masalah yang

diteliti.

2. Wawancara

Teknik wawancara merupakan teknik pengumpulan data kualitatif

dengan menggunakan instrumen yaitu pedoman wawancara. Wawancara

dilakukan oleh peneliti dengan subjek penelitian terbatas. Untuk

memperoleh data yang memadai sebagai cross ceks, seorang peneliti dapat

menggunakan teknik beberapa teknik wawancara yang sesuai dengan

situasi dan kondisi subjek yang terlibat dalam interaksi sosial yang

dianggap memiliki pengetahuan, mewakili informasi atau data yang

dibutuhkan untuk menjawab fokus penelitian.

Dengan adanya waawancara ini diharapkan tidak terjadi perbedaan

pengertian antara peneliti dengan responden, serta teknik ini digunakan

untuk memperoleh data primer dari subyek peneliti secara langsung.

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupaka teknik memperoleh data skunder atau

informasi dengan cara mencari data yang tepat dalam sejumlah dokumen,

laporan-laporan, catatan-catatan maupun inventaris arsip pada instansi

yang dianggap penting.

G.5 Teknik Analisa

Melakukan analisa berarti melakukan kajian untuk memahami

struktur suatu fenomena yang berlaku di lapangan. Yang dalam artian

(25)

12 wawancara, pengamatan, yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan,

dokumentasi, dokumen resmi, gambar, foto, dan sebagainya.

Analisa yang digunakan dalam penelitian adalah model analisa interaktif

yang dikembangkan oleh Milles dan Hubberman yang terdiri dari 3 komponemn

analisis yaitu:.9

1. Rodusi data

Redusi data merupakan proses pengumpulan data penelitian, seorang

peneliti dapat menemukan kapan saja waktu untuk mendapatkan data

yang banyak, apabila peneliti mampu menerapkan metode observasi,

wawancara atau dari berbagai dokumen yang berhubungan dengan subjek

yang diteliti. Redusi data merupakan analisis yang menajamkan untuk

mengorganisasikan data, dengan demikian kesimpulannya dapat

diverivikasikan untuk dijadikan temuan penelitian masalah yang diteliti.

2. Melaksanakan Display data atau penyajian data

Data yang kita dapat tidak mungkin kita paparkan secara keseluruhan.

Untuk itu, dalam penyajian data peneliti dapat di analisis oleh peneliti

untuk disususn secara sistematis, atau simultan sehingga data yang

diperoleh dapat menjelaskan atau menjawab masalah yang diteliti.

3. Mengambil kesimpulan/Verifikasi

Mengambil kesimpulan merupakan analisis lanjutan dari reduksi data, dan

display data sehingga data dapat disimpulkan, dan peneliti masih

berpeluang untuk menerima masukan. Penarikan kesimpulan sementara,

masih dapat diuji kembali dengan data dilapangan, dengan cara

9

Iskandar, Dr. M.Pd. 2009.Penelitian Tindakan kelas. Jakarta, Gaung Prasada (GP) Press.

(26)

13 merefleksi kembali, peneliti dapat bertukar pikiran dengan teman,

sehingga kebenaran ilmiah dapat tercapi.

G.6 Keabsahan Data

Keabsahan data dalam penelitian ini peneliti menggunankan 4

teknik penjaminan keabsahan.10

1. Objektivitas

Bermakna sebagai proses kerja yang dilakukan untuk mencapai kondisi

obyektif. Adapun kriterianya sebagai berikut:

a. Desain penelitian dibuat secara baik dan benar

b. Fokus penelitian tepat

c. Kajian literatur yang relevan

d. Instrumen dan cara pendataan yang akurat

e. Teknik pengumpulan data yang sesuai dengan fokus permasalahan

penelitian

f. Hasil penelitian bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan

2. Kesahihan Internal (Credibility)

Kesahihan internal, pada dasarnya sama dengan validasi internal. Para

pakar menggunakan beberapa kriteria teknik pemeriksa yang di kemukaan

oleh pakar metodelogi penelitian kuantitatif yaitu:

a. Perpanjangan keikiutsertaan peneliti dilapangan

b. Meningkatkan ketekunan pengamatan

c. Triangulasi

d. Analisis kasus negatif

10

Iskandar, Dr. M.Pd. 2009.Penelitian Tindakan kelas. Jakarta, Gaung Prasada (GP) Press.

(27)

14 e. Pemeriksaan sejawat melalui diskusi

f. Tersedia referensi

g. Member Chek

3. Kesahihan External (Transferability)

Dalam penelitian kualitatif kesahian eksternal berbeda dengan validasi

eksternal penelitian kuantitatif, kalau validasi eksternal kuantitatif

menyatakan bahwa generasi hasil penelitian dapat diterapkan kesemua

konteks dalam populasi yang sama atas dasar perolehhan dari sampel.

4. Keterandalan (Dependenbility)

Untuk menguji dan tercapai keterandalan atau reabilitas data penelitian,

jika dua atau beberapa kali penelitian dengan fokus masalah yang sama

diulang penelitiannya dalam suatu kondisi yang sama dan hasil yang

esensialnya sama, maka dikatakan memiliki reabilitas yang tinggi.

G.7. Subjek Penelitian

1. Peminpin Klinik Al-Aziz yaitu, Bapak Drs. H. Bashori Alwi, Mpd

2. Staf Administrasi Klinik Al_aziz, yaitu Ibu Indarti

3. Pasien Ibu Yeti Novia Neta

Referensi

Dokumen terkait

Pelayanan di bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakatMasalah riset yang ada dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan

Dari hasil penelitian ini kinerja pelayanan publik di kantor kecamatan batuputih kabupaten sumenep sudah meningkat jauh dari sebelumnya, pelayanan publik di

Implementasi Kebijakan Pelayanan Jaminan Kesehatan Daerah Di Kabupten Sukamara khususnya pada RSUD Sukamara secara umum sudah sesuai dengan Peraturan Bupati Sukamara Nomor 21

bahwajaminan assurance yang Jiberikan melalui pelayanan publik bidang kesehatan Desa Malinau Hilir Kecamatan Mahnau Kota Kabupaten Malinau kepada masyarakat sudah cukup baik

KUALITAS PELAYANAN PUBLIK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) GUNUNGSITOLI BAGI PESERTA PENERIMA BANTUAN IURAN (PBI) BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL

Sistem pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan terhadap pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan sudah cukup baik, hal tersebut

Kegiatan ini memfasilitasi Peserta untuk mengaktualisasikan kepemimpinan melayani. Aksi Perubahan Kinerja Pelayanan Publik dalam PKP ini bertujuan untuk menunjukan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan merupakan variable moderasi yang memperkuat pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas masyarakat pengguna jasa klinik