• Tidak ada hasil yang ditemukan

Optimalisasi Luas dan Volume untuk Merancang Track Underground pada Lahan Terbatas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Optimalisasi Luas dan Volume untuk Merancang Track Underground pada Lahan Terbatas"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Optimalisasi Luas dan Volume

untuk MerancangTrack Undergroundpada Lahan Terbatas

Oleh

Lucky Dwi Puspita Sari

Kebutuhan lahan sebagai salah satu penunjang kehidupan manusia semakin meningkat.

Namun, lahan yang tersedia terbatas. Salah satu cara mengatasinya adalah membuattrack undergrounddengan mengoptimalkan luas lahan dan volumetrack underground.

Rancangan track underground dibuat dengan penampang lingkaran dan penampang persegi panjang dengan bentuk bangun silinder dan balok. Masing-masing rancangan

dibuat dua model yang berbeda. Setiap model rancangan dibuat permodelan matematika

untuk mendapatkan persamaan panjang, luas dan volume track underground. Setiap model menghasilkan panjang, luas dan volume yang berbeda. Dengan mengoptimalkan

luas lahan terbatas yang dapat digunakan, dperoleh rancangan yang memiliki lintasan

cukup panjang. Rancangan dengan penampang persegi memiliki panjang, luas dan

volume yang lebih besar dibanding rancangan dengan penampang lingkaran meski lebar

penampang persegi lebih kecil dari diameter penampang lingkaran.

(2)

ABSTRACT

Optimization of Wide and Volume

to Design The Track Underground at The Limited Area

By

Lucky Dwi Puspita Sari

The need for land as one of supporting human life is increase. One way to overcome that

problem is building track underground to optimize limited area and the volume of track

underground.

The design of track underground is created with a circular cross section (cylinder tunnel)

and a square cross section (cube tunnel). Two models are drawn for each design.

Mathematical model for each model is created to get the length, the wide and the volume

of track underground. Each model of the design has a different length, wide and volume.

The result from optimization of the wide of limited area is the design with maximum

length. The design of track underground with a square cross section has length, wide and

volume more maximum than the design of track underground with a circular cross section

although the diameter of circular cross section is longer than the width of square cross

section.

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bandar Lampung, pada tanggal 29 September 1990. Penulis merupakan putri kedua dari 4 bersaudara buah hati dari pasangan Edy Suyanto dan Mugiati.

Penulis menyelesaikan pendidikan di Taman Kanak-kanak Beringin Raya pada tahun 1996, Sekolah Dasar Negeri 2 Beringin Raya pada tahun 2002, Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Bandar Lampung pada tahun 2005 dan Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Bandar Lampung pada tahun 2008. Pada tahun yang sama penulis diterima di Universitas Lampung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Matematika melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

(8)

Setiap ilmuku bertambah, setiap itu pula semakin

bertambah pengetahuanku akan kebodohanku.

(Imam Syafii)

Menghormati orang lain adalah karakter orang

terhormat. Pun menghargai orang lain adalah

karakter orang berharga.

(9)
(10)

SANWACANA

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “OPTIMALISASI LUAS DAN VOLUME UNTUK MERANCANG TRACK

UNDERGROUND PADA LAHAN TERBATAS”. Shalawat serta salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah memberikan petunjuk kepada kita semua melalui Al-Qur’an dan Al Hadist.

Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan masukan dan bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak yang tentunya sangat bermanfaat. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1) Bapak Drs. Tiryono Ruby, M. Sc., Ph. D. selaku Dosen Pembimbing I dan Ketua Jurusan Matematika yang telah memberikan ide dan bimbingan selama penyelesaian skripsi ini.

2) Bapak Dr. Muslim Ansori, S. Si., M. Si. selaku Dosen Pembimbing II dan Pembimbing Akademik atas bimbingan dan saran yang diberikan kepada penulis.

(11)

4) Bapak Prof. Suharso, Ph. D. selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.

5) Seluruh Dosen dan Karyawan Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.

6) Ibu Mugiati dan Ayah Edy Suyanto tercinta, Mbak Ellis, Kak Iwan, Gitta, Ulfa, serta Sakha dan Abil tersayang, atas kasih sayang, kesabaran dan kepercayaan yang diberikan.

7) Galan, Leovina, Kak Fahma, Kak Ariestya, Kak Jo dan Kak Dimas, atas dukungan dan nasihat yang diberikan kepada penulis.

8) Eflin, Reny, Jihan, Tiyas, Syaza, teman Matematika 2008, teman-teman Matematika 2009 dan teman-teman-teman-teman Matematika 2010 yang turut membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

9) Seluruh pihak yang telah membantu penulis yang tidak dapat disebutkan satu persatu, atas peran dan dukungannya dalam penyelesaian skripsi ini.

Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini. Semoga skripsi ini memberi manfaat, baik kepada penulis khususnya maupun kepada pembaca pada umumnya.

Bandar Lampung, Agustus 2014 Penulis

(12)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GAMBAR ... v

I. PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang dan Masalah ... 1

1.2 Batasan Masalah ... 2

1.3 Tujuan Penelitian ... 2

1.4 Manfaat Penelitian ... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA ... 3

2.1 Sistem Bilangan Riil ... 3

(13)

ii

2.5.6 Kerucut Tegak Terpancung ... 12

2.5.7 Silinder (Tabung) ... 13

2.5.8 Bola ... 13

III. METODE PENELITIAN ... 14

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 14

3.2 Metode Penelitian ... 14

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 15

4.1 Model Rancangan dengan Penampang Lingkaran ... 16

4.1.1 Model 1 Rancangan dengan Penampang Lingkaran ... 16

4.1.2 Model 2 Rancangan dengan Penampang Lingkaran ... 20

4.2 Model Rancangan dengan Penampang Persegi Panjang ... 25

4.2.1 Model 1 Rancangan dengan Penampang Persegi Panjang ... 26

4.2.2 Model 2 Rancangan dengan Penampang Persegi Panjang ... 32

4.2.3 TeknologiTunnel Boring Machine (TBM)... 38

V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 40

5.1 Kesimpulan ... 40

(14)

iii DAFTAR PUSTAKA ... 41 LAMPIRAN ... 42 Lampiran 1. Gambar Lahan Terbatas ABCD ... 42 Lampiran 2. Gambar 2-dimensi Model 1 Rancangan dengan Penampang

Lingkaran ... 44 Lampiran 3. Gambar 3-dimensi Model 1 Rancangan dengan Penampang

Lingkaran ... 45 Lampiran 4. Gampar 2-dimensi Model 2 Rancangan dengan Penampang

Lingkaran ... 47 Lampiran 5. Gambar 3-dimensi Model 2 Rancangan dengan Penampang

Lingkaran ... 48 Lampiran 6. Gambar 2-dimensi Model 1 Rancangan dengan Penampang

Persegi Panjang ... 50 Lampiran 7. Gambar 3-dimensi Model 1 Rancangan dengan Penampang

Persegi Panjang ... 51 Lampiran 8. Gambar 2-dimensi Model 2 Rancangan dengan Penampang

Persegi Panjang ... 53 Lampiran 9. Gambar 3-dimensi Model 2 Rancangan dengan Penampang

(15)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

4.1.1 Hasil Perhitungan Model 1

Rancangan dengan Penampang Lingkaran ... 20 4.1.2 Hasil Perhitungan Model 2

Rancangan dengan Penampang Lingkaran ... 25 4.2.1 Hasil Perhitungan Model 1

Rancangan dengan Penampang Persegi Panjang ... 31 4.2.2 Hasil Perhitungan Model 2

(16)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.4.1 Persegi ... 8

2.4.2 Persegi Panjang ... 8

2.4.3 Jajaran Genjang ... 8

2.4.4 Segitiga ... 8

2.4.5 Trapesium ... 9

2.4.6 Lingkaran ... 9

2.5.1 Kubus ... 10

2.5.2 Balok ... 10

2.5.3 Prisma Segitiga ... 11

2.5.4 Limas Segiempat ... 11

2.5.5 Kerucut ... 12

2.5.6 Kerucut Tegak Terpancung ... 12

2.5.7 Silinder (Tabung) ... 13

(17)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang dan Masalah

Laju pertumbuhan manusia yang semakin pesat, mengakibatkan meningkat pula kebutuhan penunjang kehidupan manusia. Diantaranya adalah kebutuhan lahan sebagai tempat tinggal maupun fasilitas umum. Namun, ketersediaan lahan yang tersedia untuk tempat tinggal maupun fasilitas umum semakin terbatas. Salah satu cara mengatasi keterbatasan lahan ini adalah pembuatan track underground.

Track underground merupakan lintasan yang dibuat dibawah tanah.

Sehingga memungkinkan penggunaan permukaan tanah untuk hal lain, seperti tempat tinggal, gedung, jalan umum atau bahkan taman kota.

Contoh penggunaan track underground diantaranya sebagai lintasan kereta bawah tanah, jalan tol bawah tanah, lintasan kendaraan pengangkut hasil tambang, atau yang paling sederhana dan sering dijumpai adalah penggunaan track underground sebagai saluran air.

Ilmu matematika adalah ilmu yang dapat diaplikasikan dikehidupan sehari-hari. Penggunaan permodelan matematika dalam merancang suatu track underground, dapat memaksimalkan kegunaan dari track underground itu

(18)

2

Track underground dirancang dengan suatu bentuk bangun ruang. Sehingga,

dengan mengoptimalkan luas penampang dan volume dari bangun ruang tersebut, diperoleh pula rancangan track underground yang dapat berfungsi secara maksimal.

1.2 Batasan Masalah

Penelitian ini membahas permodelan matematika untuk suatu track underground dengan mengoptimalkan luas penampang dan volume bangun

ruang. Model yang akan dibuat adalah model track underground dengan penampang persegi panjang dan bentuk bangun balok serta model track underground dengan penampang lingkaran dan bentuk bangun silinder.

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan merancang model matematika untuk suatu track underground pada lahan yang terbatas namun tetap dapat berfungsi secara

maksimal dengan cara mengoptimalkan luas penampang dan volume dari model bangun ruang yang digunakan.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui model matematika untuk suatu track underground pada lahan terbatas dengan penampang persegi dan

(19)

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Bilangan Riil Definisi Bilangan Riil

Sekumpulan bilangan (rasional dan tak-rasional) yang dapat mengukur panjang, bersama-sama dengan negatifnya dan nol dinamakan bilangan bilangan riil (Purcell dan Varberg, 1987).

Definisi Bilangan Rasional

Bilangan-bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk dimana dan adalah bilangan-bilangan bulat dengan disebut bilangan-bilangan rasional (Purcell dan Varberg, 1987).

Definisi Bilangan Irrasional (Tak-Rasional)

Bilangan irrasional adalah bilangan riil yang jika dinyatakan dalam bentuk desimal, bagian yang tertulis sesudah tanda koma tidak menunjukan perulangan (Budoyo dan Susila, 1995).

(20)

4

Pengurangan dan pembagian didefinisikan dengan :

(21)

5

Urutan bilangan-bilangan riil bukan nol secara baik dipisahkan menjadi dua himpunan terpisah, bilangan-blangan riil positif dan bilangan-bilangan riil negatif.

Sifat-sifat Urutan :

1. Trikotomi. Jika dan adalah bilangan-bilangan, maka pasti satu diantara berikut berlaku :

atau atau

Jumlah suatu bilangan rasional dan tak-rasional adalah tak-rasional. Bukti :

(22)

6

Ini menunjukan adalah bilangan rasional, maka bertentangan dengan hipotesis. Teorema terbukti (Purcell dan Varberg, 1987).

2.2 Kartesius 2-dimensi

Kartesius 2-dimensi terdiri dari garis lurus mendatar dan suatu garis tegak lurus . Perpotongan sumbu dan sumbu disebut titik awal dan ditulis sebagai 0 (0, 0). Tiap titik pada sumbu disebut absis dan tiap titik pada sumbu disebut ordinat. Absis dan ordinat disebut koordinat. Suatu titik pada bidang dalam sistem kartesius ditulis dengan dengan absis

dan ordinat (Panggabean, 2008).

Pandanglah dua titik P dan Q sebarang, masing-masing dengan koordinat

dan . Bersama dengan R, titik koordinat , P dan Q

adalah titik sudut sebuah segitiga siku-siku. Panjang PR dan RQ masing-masing dan . Jarak antara P dan Q yaitu :

(Purcell, Rigdon dan Varberg, 2003)

2.3 Kartesius 3-dimensi

(23)

7

Pandanglah dan dalam ruang dimensi tiga menentukan balok genjang, dengan dan sebagai titik sudut yang berlawanan dan dengan sisi-sisi

(24)

8

2.4.1 Persegi

Gambar 1. Persegi

di mana adalah luas persegi dan adalah panjang sisi

2.4.2 Persegi Panjang

Gambar 2. Persegi Panjang

di mana luas persegi panjang

panjang sisi dan lebar sisi

(Hidayat, 1994). 2.4.3 Jajaran Genjang

Gambar 3. Jajaran Genjang

di mana luas jajaran genjang

panjang sisi bawah

panjang sisi tegak lurus (tinggi)

2.4.4 Segitiga

(25)

9

di mana luas segitiga

panjang sisi bawah

panjang sisi tegak lurus (tinggi) 2.4.5 Trapesium

Gambar 5. Trapesium

di mana luas trapesium

panjang sisi atas panjang sisi bawah

panjang sisi tegak lurus (tinggi)

2.4.6 Lingkaran

Gambar 6. Lingkaran

di mana luas lingkaran

3,14 atau

jari-jari lingkaran

(26)

10

2.5 Volume

Volume merupakan penghitungan seberapa banyak ruang yang bisa ditempati dalam suatu objek. Berikut ini rumus volume dari beberapa bangun ruang.

2.5.1 Kubus

Gambar 7. Kubus

di mana volume kubus ; panjang sisi

2.5.2 Balok

Gambar 8. Balok

di mana volume balok

panjang sisi alas

(27)

11

2.5.3 Prisma Segitiga

Gambar 9. Prisma Segitiga

di mana volume prisma segitiga

panjang alas segitiga tinggi alas segitiga

tinggi prisma

2.5.4 Limas Segiempat

Gambar 10. Limas Segiempat

di mana volume limas segiempat

panjang sisi alas tinggi limas

(28)

12

2.5.5 Kerucut

Gambar 11. Kerucut

di mana volume kerucut

3,14 atau

jari-jari lingkaran tinggi kerucut

2.5.6 Kerucut Tegak Terpancung

Gambar 12. Kerucut Tegak Terpancung

di mana volume kerucut tegak terpancung

3,14 atau

jari-jari lingkaran atas jari-jari lingkaran alas

(29)

13

2.5.7 Silinder (Tabung)

Gambar 13. Silinder (Tabung)

di mana volume tabung

3,14 atau

jari-jari lingkaran alas

tinggi silinder

2.5.8 Bola

Gambar 14. Bola

di mana volume bola

3,14 atau

jari-jari bola

(30)

III. METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung dan waktu penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2013/2014.

3.2 Metode Penelitian

Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini yaitu :

1. Mempelajari definisi-definisi dan teorema-teorema yang terkait dengan penelitian khususnya mengenai sistem bilangan, sistem koordinat kartesius, luas dan volume.

2. Menggambar lahan terbatas dengan ukuran tertentu pada sistem koordinat kartesius 3-dimensi.

3. Membuat model track underground yang memungkinkan untuk lahan terbatas tersebut pada sistem koordinat kartesius 3-dimensi.

4. Memodelkan secara matematika luas dan volume dari model track underground yang dibuat sehingga membentuk suatu persamaan sederhana.

5. Mencari panjang, luas dan volume dari track underground dengan menggunakan persamaan sederhana yang telah didapat.

(31)

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan :

1. Dengan megoptimalkan luas lahan terbatas yang dapat digunakan, diperoleh rancangan track underground yang memiliki lintasan cukup panjang.

2. Perbedaan model rancangan yang dibuat menghasilkan panjang, luas lahan terpakai dan volume track underground yang berbeda.

3. Rancangan track underground dengan penampang persegi panjang menghasilkan panjang, luas lahan terpakai dan volume yang lebih besar dibanding rancangan track underground dengan penampang lingkaran meskipun lebar penampang persegi lebih kecil dari diameter penampang lingkaran.

5.2 Saran

(32)

DAFTAR PUSTAKA

Budoyo, S. J. dan Susila, Y. T. 1995. Penuntun Belajar Matematika. Gramedia. Jakarta.

Hidayat, M. S. 1994. Rumus-Rumus Matematika. Apollo. Surabaya.

Nasoetion, A. H. 1978. Landasan Matematika. Bhratara Karya Aksara. Jakarta.

Panggabean, A. B. 2008. Kalkulus. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Purcell, E. J. dan Varberg, D. 1987. Kalkulus dan Geometri Analitis. Jilid Ke-1. Ed. Ke-5. Diterjemahkan oleh Bana Kartasasmita, I Nyoman Susila, dan Rawuh. Erlangga. Jakarta.

Purcell, E. J. dan Varberg, D. 1988. Kalkulus dan Geometri Analitis. Jilid Ke-2. Ed. Ke-4. Diterjemahkan oleh Bana Kartasasmita, I Nyoman Susila, dan Rawuh. Erlangga. Jakarta.

Gambar

Gambar 2. Persegi Panjang
Gambar 5. Trapesium
Gambar 10. Limas Segiempat
Gambar 11. Kerucut

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan pelaksanaan UUPR yang telah ditetapkan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban, serta Bentuk dan Tata Cara Peran

Tutorial CodeIgniter Dasar Part IV – Form Validation membuat sebuah validasi input pada sebuah form yang kita buat supaya pengguna harus mengisikan setiap input form dengan aturan

Pengukuran kinerja atau evaluasi merupakan salah satu tahap penting dalam manajemen yang berguna untuk memberikan umpan balik (feed-back) atas pelaksanaan suatu kegiatan yang

Komponen-komponen program yang disediakan sudah sesuai dengan laporan yang bisa dicetak yaitu laporan Karyawan, laporan Karyawan per-Jabatan, laporan Telp Karyawan,

Hasil penjualan Saham Divestasi yang ditawarkan oleh Pemegang Saham Penjual sebanyak-banyaknya 142.605.200 (seratus empat puluh dua juta enam ratus lima ribu dua

Dengan demikian berarti orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Ilahiah sebagai manifestasi dari aktifitasnya dalam

Penguatan pembelajaran dalam kegiatan ini adalah budi daya tanaman stroberi dengan memanfaatkan sumber daya alam lingkungan di Desa Banyuroto, yaitu memanfaatkan bambu yang

Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka konseptual di atas maka argumen utama yang penulis ajukan adalah Jesuit Refugee Service sebagai FBO berbasis nilai- nilai Kristiani yang