BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini kebutuhan untuk memperoleh ilmu pengetahuan informasi sangat
meningkat dan semua ini dikarenakan oleh persaingan manusia atau kelompok /
instansi yang sangat ketat demi kemajuan usahanya, sehingga hal ini berdampak
terhadap beban setiap mahasiswa karena mereka dituntut untuk mampu menggali
informasi dari berbagai sumber, baik secara Administratif manajerial mau pun di
dalam dunia Pendidikan.
Kegiatan Praktik Kerja Nyata ( PKN). Melatih keterampilan dan mental
seseorang mahasiswa di lapangan, pengawasan dan pengadilan, terhadap
kebijakan - kebijakan pemerintah yang selalu dipolitisir serta terkesan tidak peduli
dengan kondisi real di masyarakat. Mahasiswa seharusnya tetap mempertahankan
rasa dan semangat kebersamaan dan kekeluargaan di tengah kehidupan bangsa
dan bernegara.
Praktik kerja Nyata merupakan salah satu kegiatan menyelesaikan program
Diploma III, Jurusan Manajemen Kepariwisataan, Program Studi Manajemen
Perencanaan & Pemasaran Pariwisata, yang bertujuan untuk memberikan
kesempatan untuk dapat mengukur potensi keilmuan yang dituntut selama ini
dengan realitas kerja yang terjadi di lapangan.
1.2 Tujuan Praktik Kerja Nyata
1.2.1 Tujuan Formal
Penulisan laporan Praktik Kerja Nyata diajukan sebagai salah satu
persyaratan akademis, bagi mahasiswa mahasiswi Akademi
Pariwisata Medan yang telah melaksanakan Praktik kerja nyata
pada semester lima, untuk menyelesaikan program Diploma III,
Jurusan Manajemen Kepariwisataan, Program Studi Manajemen
Perencanaan & Pemasaran Pariwisata.
1.2.2 Tujuan Operasional
Adapun tujuan operasional dari penulisan laporan Praktik Kerja
Nyata yang dilaksanakan penulis selama jangka waktu 5 (lima)
bulan terhitung pada tanggal 19 Agustus 2013 sampai 20 Januari
2014 di Bidang Umum, Taman Budaya Provinsi Riau Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau adalah sebagai berikut:
a. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melebur
dilapangan dan dunia kerja menuangkan ilmu yang telah
didapatkannya selamaini di bangku perkuliahan.
b. Menempah kreatifitas mahasiswa dalam penulisan yang
objektif dan ilmiah.
c. Sebagai pertanggung jawaban mahasiswa yang telah
melaksanakan tugas Praktik kerja nyata (PKN) yang
d. Melatih penulis dalam ketelitian, kesabaran dalam
menangani suatu pekerjaannya
e. Membekali siswa dengan pengalaman-pengalaman dalam
industri kerja, sebagai persiapan guna menyesuaikan diri
dengan dunia kerja dan masyarakat setelah menyelesaikan
pendidikan.
1.3 Manfaat Penulisan PKN
a. Pemahaman baru mahasiswa terhadap dunia kerja.
b. Mendapatkan ilmu baru serta pengalaman baru dalam melaksanakan
perkerjaan.
c. Mengetahui semua objek wisata yang ada diRiau serta potensi-potensi
Riau itu sendiri
d. Memahami tentang kinerja di Dinas Kebudayaan dan pariwisata Taman
Budaya
e. Memperluas pandangan dan wawasan mahasiswa terhadap jenis - jenis
pekerjaan yang ada di bidang bersangkutan.
f. Memberikan kesempatan untuk melatih diri dalam menghadapi individu
lain di lingkungan kerja. Baik berinteraksi dengan konsumen, rekan kerja,
atau atasan.
1.4 Ucapan Terima kasih kepada pegawai dan staf Taman Budaya Provinsi Riau
a. Bapak O.K Pulsiamitra, SE selaku Kepala Taman Budaya Provinsi Riau b. Bapak Bero. S.s. Sn selaku Fungsional Taman Budaya Provinsi Riau c. Ibu Fatimah Suhaida. S. sos selaku Tata Usaha Taman Budaya Provinsi
d. Ibu Fitrianti selaku Pengolaan dan bangan Pengembangan Taman Budaya
Provinsi Riau
e. Bapak R.Dandun Wibawa. S. Sos selaku Staf Taman Budaya Provinsi Riau f. Bapak H. Aziz Fikri, S.sn. M.si selaku Staf Taman Budaya Provinsi Riau g. Bapak Tengku Hairi selaku Staf Taman Budaya Provinsi Riau
h. Bapak Nur Azmi selaku Staf Taman Budaya Provinsi Riau i. Bapak Gusyanto selaku Staf Taman Budaya Provinsi Riau j. Bapak Afiarahman selaku Staf aman Budaya Provinsi Riau k. Bapak Lukman Hakim selaku Staf Taman Budaya Provinsi Riau l. Ibu Hannah selaku Staf Taman Budaya Provinsi Riau
m. Ibu Desty Nurulrita Putri selaku Staf Taman Budaya Provinsi Riau n. Bapak Dermawan selaku Staf Taman Budaya Provinsi Riau
o. Bapak Aidil Wiratama selaku Staf Taman Budaya Provinsi Riau p. Bapak Aries Rinaldi selaku Staf Taman Budaya Provinsi Riau
q. Bapak Abdul Rahman Sidik selaku Staf Taman Budaya Provinsi Riau
BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1 Tempat pelaksanaan Praktik kerja Nyata (PKN)
Tempat pelaksanaan Praktik kerja Nyata adalah Dinas Kebudayaan Dan
Pariwisata Provinsi Riau. Tepatnya di Taman Budaya Provinsi Riau bidang umum
(Tata Usaha).
2.2 Bagian / Unit kerja Tempat Praktik kerja Nyata
Dalam pelaksanaan Praktik kerja Nyata ini penulis ditempatkan di
bagianDinas Kebudayaan Dan Pariwisata Taman Budaya Provinsi Riau.
Susunan Organisasi Kantor Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Riau 1. Kepala Dinas
H. SAID SYARIFUDDIN, SE, MP 2. Sekretaris
Drs. A. HAMID, M.Si a. Sub bagian bina program:
SONDA MONALISA
b. Sub bagian umum dan kepegawaian: WIEDAYATI
DHARMARIAWAN
3. Bagian NBBS Dra.DEWI.R . A a. Seksi nilai budaya:
NINING SUSIANA b. Seksi bahasa:
Drs. HONDARIZAL, M.Si c. Seksi kesenian:
4. Bidang sejarah dan kepurbakalaan Dra. DARLIANA
a. Seksi pengkajian: ACHMAD AL AZHARI
b. Seksi penggalian dan inventarisasi: T. MUHASLIDA
c. Seksi perlindungan peninggalan sejarah dan purbakala: 5. Bidang pengembangan kebudayaan:
HELMIWATY KADIR
a. Seksi pembinaan kebudayaan: H. SULKIFLI
b. Seksi sarana dan prasaranakebudayaan: Dra.Hj. IRBANITA
c. Seksi kerjasama kebudayaan: YUSPANIDAR
6. Bidang bina wisata: YULISMA
a. Seksi pariwisata: Hj. KARTINAWATI b. Seksi usaha pariwisata:
R. INDRA SUHAIRI
c. Seksi pemberdayaan masyarakat: MAURIDUS SHAFFA
7. Bidang pemasaran pariwisata NASRIJAL
a. Seksi pengembangan pasar: M. ERY SANDY
b. Seksi sarana promosi: T. NUZILAWATI c. Seksi promosi:
SRI SUHARTINI, SH 8. Museum daerah
EDDY YULISMAN
b. Seksi pengelolaan dan pengembangan: Drs. RUHUT SIRINGORINGO
9. Taman budaya: O.K PULSIAMITRA a. Seksi tata usaha:
FATIMAH SUHAIDA
b. Seksi pengelolaan dan pengembangan: FITRIATI
2.3 Struktur Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau.
KEPALA DINAS
H. SAID SYARIFUDDIN, SE, MP
KEPALA DINAS
H. SAID SYARIFUDDIN, SE, MP Sub bagian bina program SONDA MONALISA Sub bagian bina program SONDA MONALISA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKRETARIS
Drs. A. HAMID, M.Si
SEKRETARIS
Drs. A. HAMID, M.Si
Sub bagian keuangan dan perlengkapan DHARMARIAWA N Sub bagian keuangan dan perlengkapan DHARMARIAWA N Sub bagian umum dan kepegawaian WIEDAYATI Sub bagian umum dan kepegawaian WIEDAYATI Bidang jabatan fungsional
Dra. DEWI. R . A
Bidang jabatan fungsional
Dra. DEWI. R . A
Bidang sejarah dan kepurbakalaan Dra. DARLIANA Bidang sejarah dan kepurbakalaan Dra. DARLIANA Bidang pemasaran pariwisata NASRIJAL Bidang pemasaran pariwisata NASRIJAL Bidang pengembangan kebudayaan HELMIWATY KADIR Bidang pengembangan kebudayaan HELMIWATY KADIR Bidang bina wisata YULISMA Bidang bina wisata YULISMA Seksi nilai budaya NINING SUSIANA Seksi nilai budaya NINING SUSIANA Seksi bahasa Drs. HONDARIZAL, M.Si Seksi bahasa Drs. HONDARIZAL, M.Si Seksi kesenian Seksi kesenian Seksi pengkajian ACHMAD AL AZHARI Seksi pengkajian ACHMAD AL AZHARI
Seksi pengalian dan inventarisasi
T. MUHASLIDA Seksi pengalian dan inventarisasi T. MUHASLIDA Seksi perlindungan peninggalan sepur Seksi perlindungan peninggalan sepur Seksi pariwisata Hj. KARTINAWA TI Seksi pariwisata Hj. KARTINAWA TI Seksi pembanguna n pasar M. ERY SANDY Seksi pembanguna n pasar M. ERY SANDY Seksi pembina kebudayaan H. SULKIFLI Seksi pembina kebudayaan H. SULKIFLI Seksi saranadan prasarana kebudayaan Dra. Hj. IRBANITA Seksi saranadan prasarana kebudayaan Dra. Hj. IRBANITA Seksi sarana promosi T.NUZILAWATI Seksi sarana promosi T.NUZILAWATI Seksi usaha pariwisata R. INDRA SUHAIRI Seksi usaha pariwisata R. INDRA SUHAIRI Seksi promosi SRI SUHARTINI, SH Seksi promosi SRI SUHARTINI, SH Seksi pemberdayaan masyarakat MAURIDUS SHAFFA Seksi pemberdayaan masyarakat MAURIDUS SHAFFA Seksi kerjasama kebudayaan YUSPANIDA R Seksi kerjasama kebudayaan YUSPANIDA R Museum daerah YOSERIZAL ZEN Museum daerah YOSERIZAL ZEN Taman budaya PULSIAMITRA Taman budaya PULSIAMITRA Seksi tata usaha EDDY YULISMAN Seksi tata usaha EDDY YULISMAN Seksi pengelolaan dan pengembangan
Drs. RUHUT SIRINGORINGO
Seksi pengelolaan dan pengembangan
Drs. RUHUT SIRINGORINGO Seksi tata usaha FATIMAH SUHAIDA Seksi tata usaha FATIMAH SUHAIDA
Seksi pengelolaan dan pengembangan
FITRIATI
Seksi pengelolaan dan pengembangan
2.4 Deskriftif umum tentang ruang lingkup tempat Praktik kerja Nyata 3 Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau
Diawali dari sistem pemerintahan NKRI pada saat sebelum bergulirnya
repormasi, ketika itu system pemerintahan dipegang penuh/ mempunyai
kekuasaan adalah pemerintah pusat (senralistic) dimana segala urusan
pemerintah daerah diatur oleh pemerintah pusat baik keuangan maupun
kebijakan daerah, dan pada saat itu pemerintah provinsi riau bernama
pemerintah daerah tingkat 1 Riau, dan pemerintah bernama kanwil
departemen pos dan telekomunikasi provinsi riau.
Pada tahun 1997 bergulir repormasi, pada saat itu dengan dikeluarkannya
UU No.32 tentang otonomi daerah dimana daerah diberikan hak penuh untuk
mengurusi rumah tangganya sendiri, maka ada sebagian asset pemerintah
dinas pariwisata daerah tingkat 1 Riau, Deparpostel dan Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan.
Melalui Perda Prov.Riau tahun 2003 terbentuklah Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Provinsi Riau. Dan pada tahun 2009 melalui Perda Prov. Riau No.
9 tahun 2009 tentang susunan organisasi tata kerja perangkat daerah provinsi
riau maka terbentuklah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau
[image:8.595.290.369.277.389.2]sampai saat sekarang ini.
Gambar 1.1 : Logo Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Riau, 2014
1. Visi Dan Misi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Riau.
Ada pun visi dan misi yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan Dan
Pariwisata Provinsi Riau. adalah sebagai berikut :
VISI
"TERWUJUDNYA PROVINSI RIAU SEBAGAI PUSAT
KEBUDAYAAN MELAYU, DIDUKUNG DENGAN
KEPARIWISATAAN YANG BERBASIS KERAKYATAN SERTA
BERWAWASAN LINGKUNGAN MASYARAKAT YANG AGAMIS
TAHUN 2020"
Visi dari Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Riau tersebut
dijabarkan dalam misi-misi sebagai berikut :
1. Pembinaan, pelestarian, dan pengembangan aset budaya untuk
mendukung pengembangan pariwisata di daerah Riau.
2. Pembinaan, pelestarian, dan pengembangan kesenian daerah sehingga
dapat meningkatkan atraksi wisata di Provinsi Riau.
3. Pengembangan museum daerah sebagai pusat pengembangan ilmu
pengetahuan dan informasi budaya, seni tradisi, serta benda cagar
budaya.
4. Pembinaan dan pengembangan potensi pariwisata sehingga layak
dijual kepada wisatawan.
1.5 Uraian tugas, bagian/ unit kerja tempat Praktik kerja Nyata
Dinas kebudayaan dan pariwisata provinsi riau mempunyai unit kerja
masing-masing adalah :
2.5.1 Kepala dinas
1. Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata provinsi riau mempunyai
tugas menyelenggarakan otonomi daerah, tugas desentralisasi, tugas
dekonsenralisasi dan tugas pembantuan di bidang kebudayaan dan
pariwisata, serta melaksanakan tugas-tugas lain diberikan gubernur. 2. Kepala dinas bekedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada
gubernur.
a. Melaksanakan perumusan kebijakan teknis bidang kebudayaan dan
pariwisata; melaksanakan penyelenggaraan urusan pemerintah dan
pelayanan umum bidang pendidikan;
b. Melaksanakan pembinaan dari pelaksana tugas bidang kebudayaan dan
pariwisata;
melaksanakan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh gubernur
sesuai dengan tugas dan fungsinya;
2.5.2 Sekretaris
1. Sekretaris mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan,
mengkoordinasikan dan megendalikan kegiatan administrasi umum,
kepegawaian, perlengkapan, keuangan, bina program, hubungan
masyarakat, hukum, organisasi, tatalaksana dan keamanan.
2. Sekretaris berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada
kepala dinas.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, sekretaris menyelenggarakan fungsi:
a. Melaksanakan pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian; b. Melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan dan perlengkapan; c. Melaksanakan pengelolaan urusan rumah tangga dan humas,protocol; d. Melaksanakan koordinasi penyusunan program, anggaran dan
perundang - undangan;
e. Melaksanakan monitoring dan evaluasi organisasi dan tatalaksana dan
mengkoordinasikannya dengan biro hukum, organisasi dan tatalaksana; f. Melaksanakan tugas - tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas;
Sekretaris terdiri dari:
a. Sub bagian bina program;
b. Sub bagian umum dan kepegawaian; c. Sub bagian keuangan dan perlengkapan;
a. Menghimpun data menyiapkan bahan koordinasi penyusun
program;
b. Melaksanakan pengelolaan data; c. Melaksanakan pelaksanaan program;
d. Menyiapkan bahan penataan kelembagaan, ketatalaksanaan dan
perundang - undang;
e. Menghimpun data dan menyiapkan bahan penyusun program
anggaran;
f. Melaksanakan monitoring dan evaluasi; g. Melaksanakan penyusun laporan;
h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh sekretaris.
2. Kepala sub bagian umum dan kepegawaian mempunyai tugas:
a. Melaksanakan penerimaan, pendistribusian dan pengirim
surat-surat, penggandaan naskah - naskah dinas, kearsipan dan
perpustakaan dinas;
b. Melaksanakan tugas dibidang hubungan masyarakat;
c. Mempersiapkan seluruh rencana kebutuhan kepegawaian mulai
penempatan formasi, pengusulan dan jabatan, usulan pensiun,
peninjauan masa kerja, pemberian penghargaan, kenaikan pangkat,
DP-3, DUK, sumpah/ janji pegawai, gaji berkala, kesejahteraan,
mutasi dan memberhentian pegawai, diklat, ujian dinas, izin
belajar, pembinaan kepegawaian dan disiplin pegawai.
d. Menyusun standar kompetensi pegawai, tenaga teknis, tenaga
fungsional, analisis kerja, budaya kerja, hukum, organisasi,
ketatalaksanaan, keamanan dan tugas umum dan tata usaha
e. Melaksanakan kegiatan yang berhubung dengan hukum,
kelembagaan dan ketatalaksanaan dilingkungan dinas kebudayaan
dan pariwisata;
f. Melaksanakan tugas - tugas lain yang diberikan oleh sekretaris.
3. Kepala sub bagian keuangan dan perlengkapan mempunyai tugas:
a. Melaksanakan pengelolaan keuangan termasuk pembayaran gaji
pegawai;
b. Melaksanakan pengadministrasian dan pembukuan keuangan; c. Menyusun laporan pertanggung jawaban atas pelaksanaan
pengelolaan keuangan;
d. Melakukan penyusunan kebutuhan perlengkapan, pengadaan dan
perawatan, peralatan kantor, pengamanan, usulan penghapusan
asset dan menyusun laporan pertanggung jawaban atas barang
-barang investaris;
e. Melaksanakan tugas - tugas lain yang diberikan oleh sekretaris.
2.5.3 Bidang nilai budaya bahasa dan seni
1. Kepala bidang nilai budaya, bahasa dan seni mempunyai tugas
menyelenggarakan pekerjaan dan kegiatan yang berkaitan dengan nilai
budaya dan seni.
2. Kepala bidang nilai budaya, bahasa dan seni berkedudukan dibawah
dan bertanggung jawab kepada kepala dinas.
Untuk melaksanakan tugasnya, bidang nilai budaya, bahasa dan seni menyelenggarakan fungsi:
a. Menyelenggarakan kegiatan penggalian dan pengembangan nilai
budaya daerah
b. Menyelenggarakan kegiatan kebahasaan.
c. Menyelenggarakan kegiatan penggalian dan pengembangan seni
daerah.
Kepala seksi nilai budaya mempunyai tugas menyelenggarakan pekerjaan dan kegiatan pelestarian, pengkajian, penggalian dan pengembangan nilai budaya di kabupaten/kota, nasional yang meliputi :
a. Pelestarian nilai budaya tradisional pada lembaga adat melayu riau. b. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan dan pelestarian nilai - nilai
budaya.
c. Penerapan pelaksanaan prosedur perawatan dan pengamatan asset serta
benda kesenian melayu riau (karya seni)
d. Mengadakan peningkatan apresiasi seni tradisional dan non tradisional
melayu riau.
e. Melaksanakan tugas - tugas lain yang diberikan kepala bidang.
2.5.4 Bidang sejarah dan kepurbakalaan
a. kepala bidang sejarah dan kepurbakalaan mempunyai tugas
menyelenggarakan pekerjaan dan kegiatan membuat kebijakan dan
standarisasi teknis dibidang sejarah kepurbakalaan.
b. Kepala bidang sejarah dan kepurbakalaan berkedudukan dibawah dan
bertanggung jawab kepala dinas.
Untuk melaksanakan tugasnya, bidang sejarah dan kepurbakalaan menyelenggarakan fungsinya:
a. Menyelenggarakan kegiatan penggalian sejarah daerah. b. Menyelenggarakan kegiatan kepurbakalaan.
c. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan. d. Seksi pengkajian.
e. Seksi penggalian daan inventarisasi f. Seksi perlindungan
1. Kepala seksi pengkajian mempunyai tugas:
a. Menyelenggarakan kegiatan pengkajian sejarah,
b. Menyelenggarakan kegiatan pengkajian kepurbakalaan,
c. Melaksanakan tugas - tugas lain yang diberikan oleh kepala
bidang.
a. Menyelenggarakan kegiatan pengkajian sejarah.
b. Menyelenggarakan kegiatan pengkajian kepurbakalaan.
c. Melaksanakan tugas - tugas lain yang diberikan oleh kepala
bidang.
3. Kepala seksi perlindungan peninggalan sejarah dan kepurbakalaan mempunyai tugas:
a. Menyelenggarakan kegiatan perlindungan sejarah.
b. Menyelenggarakan kegiatan perlindungan kepurbakalaan. c. Melaksanakan tugas - tugas lain yang diberikan oleh atasan.
2.5.5 Bidang pengembangan kebudayaan
1. Kepala bidang pengembangan kebudayaan mempunyai tugas
merumuskan kebijakan mengembangkan kebudayaan daerah.
Melaksanakan program pengembang kebudayaan daerah, melakukan
pengkajian, untuk pengembangan kebudayaan daerah, melakukan
kerjasama dengan berbagai pihak, baik dengan kabupaten/kota,
nasional, maupun luar negeri, dalam pengembangan kebudayaan
daerah dan melakukan monitoring dalam pengembangan kebudayaan
daerah.
2. Kepala bidang pengembangan kebudayaan berkedudukan dibawah dan
bertanggung jawab kepada kepala dinas.
Untuk melaksanakan tugas, bidang pengembangan kebudayaan menyelenggarakan fungsi :
a. Melaksanakan penelitian kebudayaan daerah; b. Melaksanakn penelitian kebudayaan daerah;
c. Melaksanakan tugas - tugas lain yang diberikan atasan.
Bidang pengembangan kebudayaan terdiri dari :
a. Seksi pembinaan kebudayaan
b. Seksi sarana dan prasarana kebudayaan; c. Seksi kerja sama kebudayaan.
a. Melakukan pembinaan swadaya seni budaya ( workshop seminar
pelatihan);
b. Melakukan tamu karya budaya
c. Menetapkan program pembinaan kesenian budaya daerah social
dengan visi dam misi provinsi kabupaten / kota; d. Melaksanakan pembinaan budaya daerah e. Menyusun rencana pembinaan budaya daerah; f. Pemberian penghargaan / anugrah budaya;
g. Melaksanakan tugas - tugas lain yang diberikan kepala bidang.
2. Kepala seksi sarana dan prasarana kebudayaan, mempunyai tugas:
a. Mekukan pengumpulan dan pengolahan data kebudayaan daerah; b. Merumuskan rencana penyediaan sarana dan prasarana
kebudayaan;
c. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait, budayawan,
seniman dan sejarawan;
d. Merumuskan rencana kegiatan usaha peningkatan SDM dibidang
seni budaya;
e. Merumuskan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang
kebudayaan seperti balai;
f. Melakukan revitalisasi budaya, sarana dan prasarana, budaya
daerah;
g. Pemanfaatan peninggalan sejarah dan budaya penunjang
kepariwisataan daerah.
h. Melaksanakan peniggalan sejarah yang diberikan kepala dinas.
3. Kepala Seksi Kerjasama Kebudayaan mempunyai tugas:
a. Melaksanakan kerja sama pengembangan kebudayaan daerah b. Melaksanakan visi dan misi budaya daerah
c. Melakukan kebijakan budaya daerah pada kesenian yang bersifat
tradisional
d. Menyusun acuan kegiatan budaya daerah
e. Melakukan koordinasi pengembangan kebudayaan
f. Menyelenggarakan pagelaran kebudayaan daerah dalam dan luar
negeri
h. Melakukan bimbingan teknis dan pelatihan pemandu terpadu i. Melaksanakan kebijakan di bidang pasar budaya
j. Melaksanakan program kegiatan dan laporan kegiatan bidang k. Melaksanakan tugas-tugas lain yang di berikan kepala bidang.
2.5.6 Bidang Bina Wisata
1. Kepala bidang Bina Wisata mempunyai tugas menyelenggarakan
pekerjaan dan kegiatan yang berhubungan dengan Bina Wisata.
2. Kepala bidang Bina Wisata berkedudukan dan bertanggung jawab
kepada Kepala Dinas.
Untuk melaksanakan tugas, kepada Bidang Bina Wisata menjalankan fungsinya:
a. Melaksanakan kebijakan nasional dan penetapan, kebijakan provinsi
mengenai pembinaan dan pembangunan kepariwisataan
b. Melakukan penyuluhan dan bimbingan yang menyangkut dengan
kepariwisataan
c. Melakukan pembinaan usaha dan penetapan pedoman, usaha
pariwisata skala provinsi
d. Melakukan pembinaan dan pengembangan desinasi dan Event,
pariwisata skala Provinsi
e. Fasilitasi pemberian Izin Usaha pariwisata skala Provinsi
f. Menyusun dan merencanakan rencana induk pengembangan pariwisata
(RIPP) Skala Provinsi
g. Melakukan penelitian dan pengkajian dan pengembangan destinasi
kepariwisataan
h. Fasilitas kerja sama pengembangan destinasi dan event pariwisata
skala Provinsi
i. Menyediakan dan peningkatan sarana dan prasarana kepariwisataan
skala provinsi.
j. Menyusun rencana program kegiatan dan laporan kegiatan bidang k. Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepala dinas
a. Seksi Pariwisata b. Seksi Usaha Pariwisata
c. Seksi Pemberdayaan Masyarakat
1. Kepala Seksi Pariwisata mempunyai tugas:
a. Melakukan kegiatan yang berkenaan dengan pengembangan
destinasi kepariwisataan
b. Menyusun rencana program induk kegiatan pengembangan
pariwisata dan laporan kegiatan Seksi
c. Melaksanakan kegiatan yang berkenaan dengan pengembangan dan
fasilitas destinasi skala Provinsi
d. Melaksanakan pembinaan, monitoring, dan Evaluasi e. Melaksanakan Tugas lain yang diberikan Kepala Bidang
2. Kepala Seksi Usaha Pariwisata mempunyai tugas:
a. Melakukan pembinaan usaha dan penetapan pedoman usaha
pariwisata skala Provinsi
b. Menyusun rencana program kegiatan dan laporan c. Fasilitas pemberian izin usaha pariwisata skala Provinsi
d. Merumuskan kebijakan bidang kemitraan, investasi dan vertifikasi
usaha pariwisata
e. Melaksanakan pembinaan, monitoring dan Evaluasi f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan
3. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas:
a. Melaksanakan pembinaan, penyuluhan dan bimbingan yang
menyangkut dengan kepariwisataan b. Melaksanakan kebijakan nasional
c. Menyusun rencana program kegiatan dan laporan kegiatan seksi d. Melaksanakan hubungan teknis dan evaluasi pemberdayaan,
potensi, masyarakat Bina Wisata
e. Melaksanakan pembinaan, monitoring dan evaluasi f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepada bidang.
2.5.7 Bidang Pemasaran Pariwisata
1. Kepala Bidang pemasaran Pariwisata mempunyai tugas
menyelenggarakan pekerjaan dan kegiatan yang berhubungan dengan
2. Kepala bidang pemasaran pariwisata berkedudukan dibawah dan
bertanggung jawab kepada kepala dinas.
Untuk melaksanakan tugas, kepala bidang pemasaran pariwisata mempunyai tugas:
a. Melaksanakan analisa pasar untuk promosi dan pemasaran objek
wisata
b. Melakukan peningkatan pemanfaatan teknologi informasi
pengembangan sistem dan pemasaran informasi pemasaran pariwisata c. Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pendukung
(stakeholders) pariwisata di bidang pariwisata informasi pasar dan
strategi pemasaran
d. Melakukan / mengikuti promosi, pameran, event, roadshow pariwisata
dalam maupun luar negeri
e. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program
pengembangan pemasaran pariwisata
f. Melakukan analisa pasar untuk promosi dan pemasaran objek wisata g. Melakukan statistik kepariwisataan
h. Melakukan bimbingan teknis dan pelatihan pemandu wisata terpadu i. Melakukan bimbingan teknis dan pelatihan di bidang promosi tujuan
wisata promosi cetak, elektronik, iklan, dokumentasi dan distrubusi,
informasi pasar serta strategi pemasaran
j. Melaksanakan kebijakan dibidang pengembangan pasar pariwisata k. Menyusun rencana program kegiatan dan laporan kegiatan bidang l. Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepala dinas
Bidang Pemasaran Pariwisata terdiri dari :
a. Seksi pengembangan pasar b. Seksi sarana promosi c. Seksi promosi
a. Mengumpilkan dan mengolah data informasi pasar wisata dalam dan
luar negri dan pengembangan statistik kepariwisataan
b. Melakukan analisis pengembangan pasar wisata dalam dan luar negri c. Melakukan pemantauan pengembangan pasar.
d. Melakukan koordinasi kerjasama dengan lembaga pendukung dan
bidang informasi pasar serta strategi pemasaran skala provinsi,
nasional dan internasional
e. Menyusun rencana program kegiatan dan laporan kegiatan seksi f. Melaksanakan tugas yang diberikan kepala bidang
Kepala Seksi Sarana Promosi Mempunyai Tugas :
a. Melaksanakan pengadaan sarana dan prasarana skala provinsi b. Menyiadakan sarana dan pelayanan informasi pariwisata
c. Melakukan bimbingan teknis dan pelatihan dibidang dokumentasi d. Menyusub rencana program kegiatann dan laporan kegiatan seksi e. Melaksanakan tugas tugas lain yang diberikan kepala bidang.
Kepala Seksi Promosi Mempunyai Tugas :
a. Menyediakan informasi pariwisata kepusat pelayanan informasi
pariwisata nasional
b. Melakukan atau memberikan layanan informasi kepariwisataan c. Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan stakeholders dibidang
promosi pariwisata dalam maupun luar negri
d. Menyelenggarakan/mengikuti promosi, pameran, event, roadshow
pariwisata dalam maupun luar negri
e. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan promosi
pariwisata
f. Melakukan bimbingan teknis dan pelatihan dibidang promosi tujuan
2.5.8 Museum daerah
1. Mengkoordinasikan dan melaksanakan pengumpulan, perawatan,
pengawetan dan pengkajian benda yang mempunyai nilai budaya dan
ilmiah
2. Mengkoordinasi dan melaksanakan bimbingan edukatif kultural dan
pengajian rekreatif benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah 3. Mengkoordinasikan dan melaksanakan urusan ketatausahaan 4. Mengkoordinasikan dan melaksanakan pelayanan masyarakat 5. Melaksakan tugas - tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas.
Museum daerah terdiri dari:
a. Seksi tata usaha
b. Seksi pengelolaan dan pengembangan
Kepala seksi tata usaha mempunyai tugas yaitu:
a. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, urusan rumah tangga dan
kearsipan
b. Melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat berupa pelayanan
infomasi seni budaya
c. Melaksanakan pengelolaan perlengkapan dan peralatan kantor
d. Melaksanakan perawatan dan pemeliharaan dan keamanan lingkungan
serta peralatan teknis
e. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh kepala UPT
Kepala seksi pengembangan dan pengelolaan museum
a. Melaksanakan pelayanan di bidang pengembangan di museum b. Melaksanakan perencanaan teknis dibidang pengembangan museum c. Melaksanakan monitoring dan evaluasi dibidang pengembangan
museum
d. Melaksanakan analisis dan pelaporan dibidang pengembangan
museum
2.5.9 Taman Budaya
Taman Budaya Riau yang merupakan unit pelaksana teknis dari Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau, senantiasa berusaha memberikna
dukungan baik dalam hal sarana maupun pra sarana guna kemajuan Kebudayaan
di Provinsi Riau. Dengan fasilitas yang dimiliki Taman Budaya Riau saat ini, yang
antara lain seperti, Gedung Olah Seni, Rumah Tari, Teater dan Rupa serta wisma
seni, diharapkan Taman Budaya Riau mampu menampung para pelaku seni dan
budaya untuk beraktifitas dalam mencipta maupun mempergelarkan karya cipta
tersebut. Taman Budaya juga memberikan Inspirasi terhadap masyarakat untuk
membenah budaya yang ada di Provinsi Riau terutama masyarakat Pekanbaru.
Gambar 2.1 : Logo Taman Budaya Riau, 2014
Kantor Taman Budaya Provinsi Riau
Kantor Taman Budaya didirikan pada tahun 1983-1984, bagunan ini
sebagaimana Bagunan-bagunan lainnya di komplek Taman Budaya Provinsi Riau
Gambar 3.1 : Kantor Tama Budaya Riau, 2014
Ada pun fasilitas yang ada di Taman Budaya Provinsi Riau
1.Gedung Olah Seni
Gedung serbaguna ini adalh gedung pertama kali du bagun di komplek
Taman Budaya, tentunya bersifat umum bagunan gedung ini khusus Teater atau
Pameran atau sebagai gedung pertunjukan Musik. Luas bagunan ini 600 m2,
kapasitas penonton 400 orang, pentas prosenium, lampu 20.000 Watt. Gedung
Gambar 4.1 : Gedung Olah Seni, 2014
2.Rumah Rupa Pucuk Rebung
Pucuk Rebung adalah salah satu bentuk ragam hias yang paling terkenal di
Riau mengambarkan titik gerak menarik yang dinamis, namun perlu
kesederhanaan. Sanggar ini berarsitektur Melayu Kampar, bertiang-tiang hingga
bagian bawah, edung ini dapat digunakan sebagai sarana kegiatan seperti
mematung dan sebagainya. Digunakan untuk lukisan, muatnya memanjang 30
lukisan dalam ukuran 1 meteran.
Gedung ini terletak di belakang taman budaya pojok sebelah kanan,
Rumah Rupa Pucuk Rebung ini dimana tempat para kesenian kerajinan tangan
mengolah hasil karya nya sendiri, mengembangkan kreatifitas seniman-seniman
yang ada di Riau dan Memberikan Motivasi kepada bagi yang berbakat untuk
menjadikan Seni rupa kepada masyarakat Khusus nya bagi Siswa yang
3. Sangar Tari Umar Umayyah
Sangar di dirikan pada tahun 1983. Sanggar ini mengambil nama seorang
seniman Tari Tradisonal Melayu Riau. Dan godokan tangan nya, bangunan ini
seperi bagunan lainnya degan Arsitektur Tradisoanal Melayu dengan bahan utama
kayu. Luas bagunan ini 150 m2, di dalam nya terdapat dinding cermin sebagai
pelengkap tempat latihan tari. banyak tokoh- tokoh tari hasil Tari ini terletak di
belakang kantor Taman Budaya, sesuai dengan nama nya gedung ini di gunakan
untuk latihan tari, ada beberapa kelompok dan sanggar yang menggunakan
[image:24.595.116.508.364.667.2]gedung tersebut.
4. Rumah Teater Ibrahim Sattah
Gedung ini didirikan pada tahun 1997, gedung ini di peruntukan bagi
serana pengolahan Sastra dan Teater. Gedung ini di gunakan tempat berdikusi, dan
latihan Teater. Beberapa grup menggunakan sanggar ini sebagai temopat latihan,
luas bagunan 150 m2. di para seniman Riau untuk menciptakan suatu karya dan
melatih kemampuan bagi yang minat bermain Teater dan mengekspolisasikan
hasil mereka agar banyak di minati oleh masyarkat untuk mengwujudkan sesosok
[image:25.595.113.489.335.606.2]seniman yang bebakat di Riau.
5. Teater Terbuka Bustamam Halimi
Tempat ini sama saja degan gedung olah Seni , karena saja tempat ini lebih
kecil degan gedung olah seni, di gunakan untuk pementasan musik, tari, dan teater
tidak untuk seni rupa, karena tempat ini sangat terbuka, bahkan tempat ini banyak
di gunakan ketika ada pementasan dari luar yang mengisi acara tersebut, tetapi
gedung ini sangat dominan untuk teater di mana sekelompok Teater bebas untuk
[image:26.595.117.507.314.673.2]brekspesi keena sangat terbuka.
6. Wisma Taman Budaya
Bagunan ini terletak di bagian belakang komplek Taman Budaya Provinsi
Riau, luas bagunan ini 360 m2 terdapat 15 kamar tidur, masing- masing dengan
[image:27.595.120.485.221.436.2]empat tempat tidur, dapat menampung sekitar 60 orang perserta.
1. STRUKTUR ORGANISASI TAMAN BUDAYA PROVINSI RIAU
Staf - R.Dandun Wibawa. S. Sos
- H. Aziz Fikri, S.sn. M.si - Tengku Hairi
- Nur Azmi - Gusyanto - Afiarahman - Lukman Hakim - Hannah
- Desty Nurulrita Putri - Dermawan
- Aidil Wiratama - Aries Rinaldi
- Abdul Rahman Sidik
Sumber : Dokumen Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Riau, 2014
Kepala Taman Budaya Provinsi
Riau
O.K Pulsiamitra, S,E
Fungsional
Bero. S.s. Sn
Tata Usaha
Fatimah Suhaida. S.
sos
Pengolaan dan bangan Pengembangan
BAB III RUANG LINGKUP PRAKTIK KERJA NYATA
Praktik Kerja Nyata ini Dilaksanakan pada Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Provinsi Riau di Taman Budaya.
Dalam pelaksanaan Praktik kerja Nyata ini penulis ditempatkan di
bagian umum Taman Budaya Riau.Yang bekerja secara keseluruhan. Baik
untuk surat menyurat, panitia, dan lainnya.
Sebelum terlibat langsung dalam dunia kerja, seseorang harus
memiliki bekal ilmu pengetahuan dan keahlian dibidangnya masing –
masing. Begitu juga bagi setiap mahasiswa training. Penulis harus
memiliki bekal ilmu pengetahuan sebelum masuk dalam dunia kerja, yang
di peroleh penulis melalui bangku perkuliahan khususnya mengenai
perencanaan dan pemasaran pariwisata, sesuai dengan jurusan penulis
yaitu managemen perencanaan dan pemasaran pariwisata, Di antaranya
yaitu :
Tidak hanya itu dizaman globalisasi ini setiap individu yang akan
masuk dalam dunia kerja dituntut untuk memiliki keahlian dalam
menggunakan tekhnologi informasi, yaitu dalam mengoperasikan
komputer. Sebab dalam proses penyelesaian pekerjaan di masa ini selalu
menggunakan tekhnologi komputer dan jaringan internet. Keahlian yang
1. Menggunakan program Microsoft word dan Microsoft excel
dalam mengolah kata dan angka, seperti membuat
surat,membuat proposal, membuat table angka, jadwal
kegiatan, dan daftar hadir suatu kegiatan.
2. Menggunakan system jaringan internet, yang dibutuhkan ketika
suatu instansi atau perusahaan ingin mengirimkan surat atau
data kepada pihak lain di luar instansi melalui surat elektronik,
yaitu e-mail. Selain itu juga mempermudah pekerjaan dalam
mencari data melalui program pencarian data seperti google,
Mozilla, dan program pencarian data lainnya.
dengan ilmu dan keahlian yang dimiliki, penulis berusaha untuk
menerapkannya dilapangan. Dimana penulis berusaha membantu
pekerjaan rekan kerja dan melaksanakan tugas yang telah diberikan
dengan hasil yang baik. Tugas yang dikerjakan penulis selama
melaksanakan praktik kerja nyata pada bidang bina wisata, dinas
kebudayaan dan pariwisata provinsi riau yaitu :
a. Bulan pertama.
Penulis belajar untuk mengetahui dan mamahami jenis – jenis
pekerjaan yaitu menggunakan program Microsoft word dan
Microsoft excel dalam mengolah kata dan angka, seperti membuat
surat,membuat proposal, membuat table angka, jadwal kegiatan, dan
daftar hadir suatu kegiatan dan tugas – tugas yang ada pada bidang
bina wisata.Kemudian secara bertahap diberikan pekerjaan agar
b. Bulan kedua.
Penulis diberi tugas untuk mengcopy data mengirimkan surat melalui
email, dan berkomunikasi dengan pihak lain melalui media
elektronik yang memiliki kerja sama dengan Taman Budaya provinsi
Riau. Selain itu membuat surat perintah tugas, menyimpan data –
data penting. c. Bulan Ketiga
Penulis diberi tugas untuk membuat surat undangan, surat
permohonan narasumber, surat permohonan peserta untuk acara –
acara. Membuat tanda terima barang, Mencopy dan mengirim surat. d. Bulan keempat.
Penulis diberi tugas membantu mengerjakan laporan kegiatan yang
telah dilaksanakan, membantu rekan kerja dalam mengerjakan Event
of Calender. e. Bulan kelima
Penulis diberi tugas membuat jadwal latihan di lingkungan
Taman Budaya, Pemakaian Gedung olah seni, membuat
Rekapitulasi Peserta Pekan Seni Islami 2013, Blanko Juri
(Rebana, Kompang, Nasyid, gazal), Blanko Pendaftaran, dan
Keputusan Juri.
Pada bulan terakhir praktik kerja nyata ini, penulis diberi
tugas seperti bulan – bulan sebelumnya, sebab telah
memahami semua penyelesian jenis pekerjaan tersebut.
Selain itu penulis juga diberi kesempatan untuk ikut serta dalam pelaksanaan
beberapa kegiatan dalam Taman Budaya sebagai panitia. Acara dan kegiatan
1. Kegiatan Pekan Seni Islami 2013
Perkembangan seni musik tradisi Riau yang bernuansa islami di
masa sekarang mulai mengalami kemajuan. Namun perkembanganya
tidak merata dan belum maksimal didukung oleh semua lapisan
masyarakat, masih bersifat lokalitas etnis sehingga jenis musik-musik
yang berada bukan di wilayah ekstensitas-nya belum mendapat
prioritas. Salah satu diantaranya adalah musik gazal, kondisinya sangat
memprihatikan sekali. Jangankan dapat menyaksikan wujud
pertunjukkan orisinilnya, alunan musiknya pun jarang kita terdengar,
boleh dikatakan tidak ada, apalagi mendengar namanya, bahkan
mungkin tidak banyak yang tahu, terutama bagi para generasi muda.
Berbeda halnya dengan kompang, nasyid, rebana, syalawat,
qasidah, dan sejenisnya, kondisinya lebih beruntung jika dibandingkan
dengan gazal yang sama sekali volume pertunjukannya di Riau bisa
dihitung dengan jari dalam satu tahun. Sebut saja kompang, nasyid, dan
rebana dalam berbagai acara penyambutan, hiburan resepsi pernikahan
masih digunakan walaupun ditingkat RT dan RW.
Melihat kondisi demikian Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata
Provinsi melalui Taman Budaya Riau berupaya kembali menggelar
“Pekan Seni Islami Tahun 2013” dengan menyeleggarakan lomba rebana, kompang, gazal, dan nasyid sebagai memotivasi para musisi
maupun grup atau kelompok musik islami (skill) dan mewarisi
kemampuan yang dimiliki kepada generasi muda.
Maksud dan Tujuan:
a. Melestarikan dan mengembangkan Kesenian Tradisi Riau yang
bernuansa Islami
b. Meningkatkan kemampuan kreatifitas para musisi Riau dalam
upaya mengolah dan mengembangkan musik islami
c. Mengangkat kembali musik islami Riau yang kurang berkembang,
d. Membangun sportivitas dan identitas karya para musisi Riau dalam
berkarya.
e. Turut memberikan kebijakan dan strategi dalam bidang pengkajian
seni musik islami dalam meningkatkan sumber daya manusia.
2. Mengikuti Pasar Seni yang diadakan setiap malam minggu
3. Mengikuti Pekan Seni Rakyat yang diadakan setiap satu bulan sekali
4. Menjadi panitia Galeri Seni Rupa dari ISI Yogyakarta tanggal 2 oktober
sampai 5 oktober bertempatan di Gedung Olah Seni, Taman Budaya Riau.
5 Menjadi panitia Galeri Nasional dari Jakarta di bulan November
Dalam konteks isi tugas penulis dalam perbulan di Taman Budaya Provinsi
Riau. Akan di perjelas dalam bentuk susunan Dilegasi tugas, Koordinasi tugas dan
Penyelesaian tugas yakni ;
3.1 Dilegasi Tugas
Ada pun Tugas yang diberikan oleh kepala Taman Budaya maupun
pegawai seksi pelayanan dan staf lainnya adalah :
1) Membuat surat laporan Kegiatan Parade Tari, Pasera dan Pendukungan
Pasar Seni
2) Menerima surat masuk
3) Membuat Surat Pamaren Seni rupa
4) Mengantar surat ke berbagai instansi terkait
3.2 Koordinasi Tugas
Pertama penulis diberikan pemahaman apa yang harus dilakukan di Taman
Budaya tentang kegiatan itu sendiri dan kerja-kerjan Tugas yang pertama
diberikan instruktur kepada penulis, agar di mana dari pemahaman tersebut
akan di agar dapat dilaksanakan degan baik, di Taman Budaya banyak
acara-acara yang dilakukan baik informal maupun nonformal seperti acara-acara-acara-acara
pasera( Pesta Seni Rakyat), Teater, Pendukungan Pasar Seni ,dan Seni Rupa,
kegiatan Pasera dan Pendukunan Pasar Seni dilakukan setiap malam Minggu,
di mana penulis berkerjasama dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
3.3 Penyelesaian Tugas
Adanya kerja sama penulis, instruktur dan pegawai Taman Budaya
Provinsi Riau, dan seksi pelayanan yang lainnya, penulis dapat melaksanakan
terima oleh dinas, lalu dinas cek alamat atau tujuannya. Lalu dimasuk ke buku
surat masuk. setelah itu, dimasuk kan kepala bagian Taman Budaya.
BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil setelah penulis melaksanakan
Praktik Kerja Nyata (PKN) adalah :
Penulis dapat mengetahui bagaimana Lingkungan di Taman Budaya
Provinsi Riau beserta staff - staffnya, mengenal dunia kerja tempat
Pelaksanaan Praktik Kerja Nyata tersebut, mengenal struktur Organisasi
tempat pelaksaan Praktik Kerja Nyata, Mendorong mahasiswa agar mampu
mengembangkan atau mengemukakan pikiran dan pendapatnya serta mampu
menuangkannya dalam bentuk tulisan yang sistematis, logis, dan dengan
mengunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. Meningkatkan kreatifitas
jawaban mahasiswa yang telah melaksanakan tugas Praktik kerja Nyata (PKN)
yang berkaitan dengan program keahliannya masing-masing.
4.2 Saran
1. Untuk menunjang pekerjaan yang maksimal tentunya harus didukung oleh
fasilitas dalam sebuah tempat kerja yang akan dilakukan. Komputer yang
lebih banyak dan lengkap serta segala fasilitas-fasilitas yang di perlukan
oleh seluruh pegawai dan mahasiswa PKN Taman Budaya Provinsi Riau. 2. Pada saat melakukan kegiatan di tempat Praktik Kerja Nyata (PKN)
pembimbing dapat membimbing mahasiswa PKN pada saat di lapangan
dengan baik dan memberikan motivasi kepada mahasiswa PKN, sehingga
membuat mahasiswa PKN merasa nyaman, semangat dan merasa