Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI)
SKRIPSI
SHAFIRA GUSLINA
051401060
PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER
DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PREDIKSI PERGERAKAN HARGA SAHAM DENGAN METODE RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI)
SKRIPSI
Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Komputer
SHAFIRA GUSLINA 0 5 1 4 0 1 0 6 0
PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
PERSETUJUAN
Judul : PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK
PREDIKSI PERGERAKAN HARGA SAHAM DENGAN METODE RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI)
Kategori : SKRIPSI
Nama : SHAFIRA GUSLINA
Nomor Induk Mahasiswa : 051401060
Program Studi : SARJANA (S1) ILMU KOMPUTER
Departemen : ILMU KOMPUTER
Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Diluluskan di Medan, 15 Juli 2009
Komisi Pembimbing :
Pembimbing 2 Pembimbing 1
Drs. James Piter Marbun, M.Kom Prof. Dr. Muhammad Zarlis
NIP. 131 639 804 NIP. 131 570 434
Diketahui/Disetujui oleh
Departemen Ilmu Komputer FMIPA USU Ketua,
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
PERNYATAAN
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PREDIKSI PERGERAKAN HARGA SAHAM DENGAN METODE RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI)
SKRIPSI
Penulis mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil karya penulis sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.
Medan, 15 Juli 2009
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
PENGHARGAAN
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas berkat, rahmat dan karunia yang diberikan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dalam waktu yang telah ditetapkan. Shalawat dan Salam penulis hadiahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada Bapak Prof. Dr. Muhammad Zarlis sebagai Dosen Pembimbing I dan Bapak Drs. James Piter Marbun, M.Kom sebagai Dosen Pembimbing II atas bimbingan, saran, masukan kepada penulis untuk menyempurnakan kajian ini. Panduan ringkas dan padat dan profesional telah diberikan kepada penulis agar penulis dapat menyelesaikan tugas ini. Selanjutnya kepada para Dosen Penguji Bapak Syahril Efendi, S.Si, MIT dan Bapak Drs. Muhammad Firdaus, M.Si atas saran dan kritikan yang sangat berguna bagi penulis. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Ketua dan Sekretaris Program Studi Ilmu Komputer, Bapak Prof. Dr. Muhammad Zarlis dan Bapak Syariol Sitorus, S.Si., MIT, Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, semua dosen pada Program Studi Ilmu Komputer FMIPA USU, pegawai-pegawai di Program Studi Ilmu Komputer FMIPA USU, teman-teman sekelas KomB, sahabat-sahabat terbaik, Wenty, Cahaya, Weny serta kekasih hati M. Abduh Aswin, S.Kom, terima kasih atas motivasi dan perhatiannya.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah dan kekurangan adalah milik penulis. Oleh karena itu, penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi penyempurnaan skripsi ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semuanya.
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
ABSTRAK
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
STOCK PRICE TREND PREDICTION SOFTWARE DESIGN USING RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI) METHOD
ABSTRACT
Nowadays investment is not only dominated by conventional ways such as bank’s deposit, etc. but it has started with investing stocks that brought more promising profits. That’s where the ideas of this thesis came from. The purpose of this study is to develop a software that had ability to calculate and give the prediction about stock’s price trend using one of the most popular indicator in stock’s technical analysis which called Relative Strength Index (RSI) method. The software was developed by PHP 5 programming language and MySQL 5 as it’s database server. The analysis and design of the software development process was based on object oriented methodology using UML (Unified Modelling Language) as it’s tools to build the blueprint of the system. The result of this thesis is a software that can help public or professional people to make a right decision in stock marketing so it can minimize loss that caused by knowledge limitation about stock’s price trend analysis.
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
DAFTAR ISI
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Batasan Masalah 3
1.4 Tujuan Penelitian 3
1.5 Manfaat Penelitian 4
1.6 Metodologi Penelitian 4
1.7 Sistematika Penulisan 5
Bab 2 Landasan Teori
2.1 Saham 7
2.1.1 Jenis-Jenis Saham 8
2.2 Analisis Fundamental 9
2.3 Analisis Teknikal 10
2.3.1 Prinsip Analisis Teknikal 10
2.3.2 Jenis-Jenis Harga 11
2.3.3 Trend Pasar 12
2.3.3.1 Uptrend 12
2.3.3.2 Downtrend 13
2.3.3.3 Sideways 13
2.3.4 Indikator Teknikal 13
2.3.4.1 Oscillator 14
2.3.5 Exponential Moving Average 17
2.3.6 Relative Strength Index 17
2.3.6.1 Rumus Relative Strength Index 18
2.3.6.2 Periode yang Biasa Digunakan 20
2.4 Konsep Pemodelan Objek 21
2.4.1 Objek dan Kelas 21
2.4.2 Atribut dan Operasi 22
2.4.3 Hubungan (Relationship) 23
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
2.5.1 Analisis Persyaratan dengan UML 24
2.5.2 Desain dengan UML 24
2.5.3 Teknik Analisis dan Desain Sistem dengan UML 25
2.5.4 Diagram-Diagram dalam UML 26
2.5.4.1 Use Case Diagram 26
2.5.4.2 Activity Diagram 29
2.5.4.3 Class Diagram 32
2.5.4.4 Sequence Diagram 36
2.5.4.5 Package Diagram 37
2.5.4.6 Deployment Diagram 37
Bab 3 Analisis dan Perancangan
3.1 Analisis 39
3.1.1 Analisis Penggunaan Metode Relative Strength Index (RSI) 39
3.1.2 Deskripsi Umum Perangkat Lunak 40
3.1.3 Analisis Kebutuhan Fungsional 40
3.1.4 Tujuan Pengembangan Perangkat Lunak 41
3.1.5 Analisis Kebutuhan Data 42
3.1.5.1 Data Masukan 42
3.1.5.2 Data Keluaran 42
3.1.6 Analisis Batasan Perangkat Lunak 43
3.1.7 Pemodelan Use Case 44
3.1.7.1 Diagram Use Case 44
3.1.7.2 Definisi Aktor 46
3.1.7.3 Definisi Use Case 46
3.1.7.4 Skenario Use Case 49
3.1.7.4.1 Skenario Use Case Melihat Informasi
IHSG 49
3.1.7.4.2 Skenario Use Case Melihat Dashboard
IHSG Harian 50
3.1.7.4.3 Skenario Use Case Melihat Informasi
Historis IHSG 52
3.1.7.4.4 Skenario Use Case Melihat Informasi
Saham 53
3.1.7.4.5 Skenario Use Case Melihat Dashboard
Saham Harian 54
3.1.7.4.6 Skenario Use Case Melihat Informasi
Historis Saham 55
3.1.7.4.7 Skenario Use Case Melakukan Analisis
Teknikal Menggunakan RSI 56
3.1.7.4.8 Skenario Use Case Mengunduh Data
IHSG setiap 15 menit 58
3.1.7.4.9 Skenario Use Case Mengunduh Data
Historis IHSG 60
3.1.7.4.10 Skenario Use Case Mengunduh Data
Saham setiap 30 menit 61
3.1.7.4.11 Skenario Use Case Mengunduh Data
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
3.2 Perancangan 65
3.2.1 Perancangan Kelas 65
3.2.2 Perancangan Antarmuka 74
3.2.2.1 Navigasi Antarhalaman 74
3.2.2.2 Perancangan Dialog Halaman 76
3.2.2.2.1 Rancangan Halaman Utama 77
3.2.2.2.2 Rancangan Halaman Dashboard IHSG 78 3.2.2.2.3 Rancangan Halaman Historis IHSG 79
3.2.2.2.4 Rancangan Halaman Daftar Saham 79
3.2.2.2.5 Rancangan Halaman Dashboard Saham 80 3.2.2.2.6 Rancangan Halaman Historis Saham 81 3.2.2.2.7 Rancangan Halaman Analisis Teknikal RSI 82
3.2.3 Perancangan Logika Data 84
Bab 4 Implementasi
4.1 Implementasi 88
4.1.1 Lingkungan Implementasi 88
4.1.2 Perangkat Keras 88
4.1.3 Perangkat Lunak 89
4.1.4 Implementasi Antarmuka 89
4.1.4.1 Halaman Utama Aplikasi 89
4.1.4.2 Halaman Dashboard IHSG 90
4.1.4.3 Halaman Historis IHSG 92
4.1.4.4 Halaman Daftar Saham 93
4.1.4.5 Halaman Dashboard Saham 94
4.1.4.6 Halaman Historis Saham 95
4.1.4.7 Halaman Analisis Teknikal RSI 97
4.1.4.8 Halaman Hasil Analisis RSI 97
4.1.5 Implementasi Perancangan Logika Data 100
Bab 5 Penutup
5.1 Kesimpulan 105
5.2 Saran 105
Daftar Pustaka 106
Lampiran A: Contoh Penghitungan Dengan RSI 108
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Multiplisitas 33
Tabel 3.1 Aktor pada Model Use Case SAFIRA 46
Tabel 3.2 Definisi Use Case perangkat lunak SAFIRA 47
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.6 Hubungan Asosiasi 27
Gambar 2.7 Hubungan Cakupan 28
Gambar 2.8 Hubungan Perluasan 28
Gambar 2.9 Hubungan Generalisasi 28
Gambar 2.10 Simbol Awal Activity 29
Gambar 2.11 Simbol Akhir Activity 29
Gambar 2.12 Action State 29
Gambar 2.13 Activity State 30
Gambar 2.14 Transisi (Transition) 30
Gambar 2.15 Percabangan (Branching) 31
Gambar 2.16 Forking dan Joining 31
Gambar 2.17 Kelas, Atribut dan Operasi 32
Gambar 2.18 Hubungan Asosiasi 33
Gambar 2.19 Hubungan Agregasi 34
Gambar 2.20 Hubungan Komposisi 34
Gambar 2.21 Hubungan Generalisasi 34
Gambar 2.22 Hubungan Realisasi 35
Gambar 2.23 Constraint dan Notes 35
Gambar 2.24 Sequence Diagram 36
Gambar 2.25 Package Diagram 37
Gambar 2.26 Simpul-Simpul pada Deployment Diagram 38
Gambar 2.27 Hubungan Antarsimpul 38
Gambar 3.1 Use Case Diagram SAFIRA 45
Gambar 3.2 Activity Diagram untuk Use Case Melihat Informasi
IHSG 50
Gambar 3.3 Activity Diagram untuk Use Case Melihat Dashboard
IHSG Harian 51
Gambar 3.4 Activity Diagram untuk Use Case Melihat Informasi
Historis IHSG 52
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
Saham 53
Gambar 3.6 Activity Diagram untuk Use Case Melihat Dashboard
Saham Harian 54
Gambar 3.7 Activity Diagram untuk Use Case Melihat Informasi
Historis Saham 55
Gambar 3.8 Activity Diagram untuk Use Case Melakukan Analisis
Teknikal Menggunakan RSI 57
Gambar 3.9 Activity Diagram untuk Use Case Mengunduh Data IHSG
setiap 15 menit 59
Gambar 3.10 Activity Diagram untuk Use Case Mengunduh Data Historis
IHSG 60
Gambar 3.11 Activity Diagram untuk Use Case Mengunduh Data Saham
setiap 30 menit 62
Gambar 3.12 Activity Diagram untuk Use Case Mengunduh Data Historis
Saham Manual 64
Gambar 3.13 HTTP Request diperlihatkan sebagai suatu kejadian inisialisasi
antara client dan server 66
Gambar 3.14 Interaksi antara lapisan presentasi, bisnis, dan data 67
Gambar 3.15 Web page output dari server ke client 68
Gambar 3.16 Penerapan pola MVC 69
Gambar 3.17 Struktur Class Diagram dasar 70
Gambar 3.18 Struktur Class Diagram yang sudah disempurnakan 71 Gambar 3.19 Pemisahan Class Diagram untuk level Framework dan
Aplikasi lengkap dengan atribut dan operasinya 73
Gambar 3.20 Statechart diagram memperlihatkan navigasi dari aplikasi 75 Gambar 3.21 Layout yang konsisten digunakan untuk setiap halaman 77
Gambar 3.22 Rancangan Halaman Utama Aplikasi 77
Gambar 3.23 Rancangan Halaman Dashboard IHSG 78
Gambar 3.24 Rancangan Halaman Historis IHSG 79
Gambar 3.25 Rancangan Halaman Daftar Saham 80
Gambar 3.26 Rancangan Halaman Dashboard Saham 81
Gambar 3.27 Rancangan Halaman Historis Saham 82
Gambar 3.28 Rancangan Halaman Analisis Teknikal RSI 83
Gambar 3.29 Rancangan Halaman Hasil Analisis RSI 84
Gambar 3.30 Entity Relationship Diagram (ERD) Perangkat Lunak SAFIRA 85
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Investasi merupakan suatu langkah seseorang dalam pemenuhan kebutuhan di masa
yang akan datang. Dewasa ini dunia investasi tidak lagi didominasi oleh jenis
investasi konvensional seperti tabungan, deposito di bank atau di lembaga keuangan
lain yang memberikan bunga. Para investor saat ini mulai tertarik untuk menanamkan
modalnya melalui pembagian kepemilikan perusahaan yang ditandai dengan surat
berharga yang disebut saham. Proses investasi menggunakan saham dilakukan dengan
cara jual beli sejumlah saham yang akan menentukan persentase kepemilikan seorang
investor terhadap perusahaan yang bersangkutan. Proses jual beli tersebut dilakukan
dengan cara lelang di suatu tempat perdagangan khusus yang disebut dengan bursa
saham atau pasar modal.
Berinvestasi di bursa saham menjanjikan keuntungan yang jauh lebih besar
dibandingkan jenis investasi konvensional. Keuntungan tersebut diperoleh dalam
bentuk dividen (keuntungan dari hasil pembagian laba perusahaan) dan capital gain
(keuntungan dari hasil jual beli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai beli
saham). Investasi di saham rata-rata dapat memberikan yield (tingkat pengembalian)
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
memberikan yield 5-10% per tahun (Dominic, 2008: 14). Walaupun demikian risiko
yang mungkin dihadapi juga cukup besar. Hal ini mungkin terjadi jika seorang
investor membeli saham dengan harga terlalu tinggi dan menjual dengan harga terlalu
rendah. Risiko dari investasi saham ini akan terasa lebih besar terutama bagi kalangan
umum ataupun pemula yang mungkin sama sekali buta dan belum mempunyai
pengalaman sedikit pun tentang investasi ini tetapi dalam waktu dekat berniat untuk
berinvestasi di bursa saham, ditambah lagi dengan masalah bahwa pada saat sekarang
ini kebanyakan penganalisisan saham dilakukan secara manual dimana hal itu akan
memakan waktu yang lama dan kurang efektif dalam mengolah data saham yang
sangat banyak jumlahnya. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi naik
turunnya harga saham. Dengan demikian diperlukan analisis dan tindakan yang tepat
dalam berinvestasi di bursa saham agar seorang investor (baik dari kalangan
profesional maupun kalangan umum) dapat melakukan transaksi pembelian dan
penjualan pada saat yang tepat.
Prediksi pergerakan harga saham dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
dengan menggunakan analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental
adalah analisis yang dilakukan dengan menggunakan data fundamental perusahaan
penerbit saham, misalnya laporan keuangan ditambah dengan tingkat suku bunga,
inflasi, ekonomi makro, dan faktor-faktor relevan lainnya yang digunakan untuk
memperhitungkan nilai wajar (nilai intrinsik) dari saham suatu perusahaan serta
memastikan bahwa saham yang dibeli merupakan saham perusahaan yang berkinerja
baik (Tryfino, 2009: 17). Sedangkan analisis teknikal adalah analisis yang
menggunakan pengujian atas pergerakan harga saham di masa lampau dan masa kini
dengan menggunakan berbagai metode kuantitatif untuk tujuan prediksi (forecast)
pergerakan harga saham di masa yang akan datang (Hendarto, 2005: 51). Metode
kuantitatif ini dikenal juga dengan sebutan indikator di dalam analisis teknikal.
Dalam Tugas Akhir ini akan dibangun sebuah perangkat lunak yang akan
menggunakan salah satu metode kuantitatif (indikator) dalam analisis teknikal yaitu
metode Relative Strength Index (RSI), yang nantinya diharapkan dapat mengatasi
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai
berikut:
a. Bagaimana cara kerja dan kebenaran metode RSI dalam memprediksi
pergerakan harga saham.
b. Bagaimana merancang dan mengimplementasikan metode RSI dalam
memprediksi pergerakan harga saham ke dalam bentuk perangkat lunak
dengan menggunakan UML (Unified Modelling Language).
1.3 Batasan Masalah
Agar pembahasan penelitian ini tidak menyimpang dari apa yang telah dirumuskan,
maka diperlukan batasan-batasan. Batasan-batasan dalam penelitian ini adalah:
a. Data saham yang akan dipergunakan dalam Tugas Akhir ini adalah data
historis saham yang terdapat pada situs
sahamnya hanya berasal dari Jakarta Stock Exchange (Bursa Efek Jakarta).
b. Data saham yang digunakan adalah harga penutupan (closing price) saja.
c. Hanya menggunakan Relative Strength Index (RSI) sebagai metode/indikator
yang utama dan Exponential Moving Average sebagai metode/indikator bantu.
d. Sinyal yang ditampilkan pada grafik adalah sinyal jual (kondisi overbought)
dan sinyal beli (kondisi oversold).
e. RSI akan diuji menggunakan periode 9, 14 dan 25 hari.
f. Tidak menggunakan analisis fundamental, hanya dengan analisis teknikal.
g. Tidak membahas segi sistem pengambilan keputusan.
h. Analisis dan perancangan perangkat lunak menggunakan metodologi
berorientasi objek dengan tools UML (Unified Modelling Language).
i. Perangkat lunak ini akan dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah dapat mempercepat dan mengotomasikan proses
penganalisisan saham secara teknikal dengan metode RSI sehingga hasil prediksi yang
didapat lebih akurat dan dapat dihandalkan jika dibandingkan dengan perhitungan
secara manual.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah untuk mempermudah pengambilan keputusan dalam
perdagangan saham sehingga dapat meminimalisasi kerugian yang timbul akibat
keterbatasan pengetahuan tentang analisis pergerakan harga saham.
1.6 Metodologi Penelitian
Penelitian yang akan dilakukan nantinya direncanakan ke dalam langkah-langkah
secara sistematis. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu:
1. Kepustakaan
Pada tahap ini akan dilakukan studi literatur tentang permasalahan yang ada
untuk dijadikan referensi dalam memahami analisis teknikal, khususnya
metode RSI. Sumber didapat dari perpustakaan dan internet.
2. Analisis
Pada tahap ini akan dilakukan analisis masalah yang dikaji serta
mendefinisikan batasan-batasan terhadap masalah tersebut, serta melakukan
analisis terhadap kebutuhan perangkat lunak yang akan dibangun.
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
Pada tahap ini akan dilakukan perancangan global terhadap perangkat lunak
yang akan dibangun, dilanjutkan dengan perancangan yang lebih detail yang
meliputi perancangan fungsional dan perancangan antarmuka.
4. Implementasi
Pada tahap ini akan dibangun perangkat lunak berdasarkan perancangan yang
telah dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP 5 dan database
server MySQL 5.
5. Dokumentasi
Pada tahap ini akan disusun laporan Tugas Akhir secara lengkap dengan proses
analisis, perancangan, dan implementasi perangkat lunak.
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dari Tugas Akhir ini terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu
sebagai berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN
Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah,
batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi
penelitian, serta sistematika penulisan Tugas Akhir.
BAB 2 LANDASAN TEORI
Dalam bab ini diuraikan landasan teori yang digunakan dalam
memecahkan masalah dan membahas masalah yang ada. Bab ini
membahas konsep saham, analisis harga saham, analisis fundamental,
analisis teknikal dan metode Relative Strength Index.
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
Dalam bab ini diuraikan tentang analisis kebutuhan perangkat lunak yang
akan dikembangkan, beserta perancangan pengembangannya.
BAB 4 IMPLEMENTASI
Dalam bab ini diuraikan tentang implementasi dari perangkat lunak yang
dibangun berdasarkan hasil analisis dan perancangan pada bab
sebelumnya.
BAB 5 PENUTUP
Dalam bab ini diuraikan tentang kesimpulan yang didapat setelah
pelaksanaan Tugas Akhir ini, beserta saran-saran untuk perbaikan dan
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Saham
Saham adalah surat berharga tanda bukti kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan
yang berbentuk perseroan terbatas (PT) (Habib, 2008: 105). Saham merupakan salah
satu jenis investasi yang banyak digunakan saat ini dan telah melampaui kepopuleran
jenis investasi konvensional seperti tabungan, deposito di bank atau di lembaga
keuangan lain yang memberikan bunga. Akan tetapi berbeda dengan jenis investasi
konvensional, investasi dengan saham tidak selalu mensyaratkan pengembalian uang
yang diinvestasikan dan bunga. Artinya jika perusahaan gagal mendapatkan
keuntungan maka pemegang saham tidak akan mendapatkan bagian. Oleh karena itu,
investasi dengan saham harus dilakukan dengan bantuan analisis yang tepat sehingga
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
berinvestasi saham dapat diperoleh dalam bentuk dividen (keuntungan dari hasil
pembagian laba perusahaan) dan capital gain (keuntungan dari hasil jual beli saham
berupa kelebihan nilai jual dari nilai beli saham).
Saham diperdagangkan di bursa saham atau pasar modal dimana penjual dan
pembeli saling dipertemukan untuk menentukan harga melalui mekanisme lelang.
Bursa tersebut dapat berupa bangunan fisik atau jaringan komputer yang memfasilitasi
perdagangan secara elektronik.
Selain mengetahui informasi saham, harus diketahui juga infomasi indeks
saham (stock index). Indeks saham adalah sebuah indikator yang menunjukkan atau
mengukur tingkat harga rata-rata dari sebagian atau seluruh harga saham yang
diperdagangkan di suatu bursa saham dan nilainya selalu berfluktuasi (Tan, 2008: 3).
Penyajian informasi indeks saham bervariasi, antara lain adalah Indeks Harga Saham
Individual (Individual Stock Index) dan Indeks Harga Saham Gabungan (Composite
Stock Index). Indeks harga saham individual mencatat pergerakan harga
masing-masing saham sampai pada waktu tertentu, sedangkan indeks harga saham gabungan
mencatat pergerakan harga saham gabungan seluruh saham dalam sebuah bursa
saham. Sebuah negara memiliki indeks saham masing-masing, contohnya: Jakarta
Composite (Indonesia) dan LQ45 (Indonesia), Nikkei (Jepang), Hangseng
(Hongkong), dan lain-lain. Indeks Harga Saham Gabungan digunakan untuk
mengukur kinerja gabungan saham yang tercatat dalam suatu bursa saham.
2.1.1 Jenis-Jenis Saham
Ada beberapa sudut pandang untuk membedakan saham, yaitu (Vibby, 2007: 24):
1. Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim, saham dapat dibedakan
menjadi:
a. Common Stock, yaitu saham biasa. Jika masyarakat membicarakan saham
umumnya yang mereka maksud adalah saham jenis ini. Saham jenis ini
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
saham jenis ini merepresentasikan klaim atas pendapatan dan aset perusahaan
serta hak suara dalam rapat tahunan pemegang saham. Dalam jangka panjang,
investasi dengan common stock menjanjikan keuntungan yang lebih besar
daripada jenis investasi lain. Akan tetapi, saham jenis ini juga memiliki risiko
paling besar. Apabila perusahaan bangkrut atau dilikuidasi, maka pembagian
dividen dan aset perusahaan akan dibayarkan terlebih dahulu kepada debitor
dan pemegang saham jenis preferred stock. Jika hasil pembagian tersebut tidak
bersisa maka pemegang saham jenis common stock tidak akan mendapatkan
bagian.
b. Preferred Stock, yaitu saham yang memiliki jaminan dividen dalam jumlah
yang tetap selamanya. Hal ini berbeda dengan saham jenis common stock yang
jumlah dividennya tidak terjamin sehingga ada kemungkinan tidak mendapat
dividen sama sekali. Keuntungan lain dari saham jenis preferred stock adalah
jika perusahaan bangkrut atau dilikuidasi, pembagian dividen dan aset
perusahaan akan dibayarkan terlebih dahulu kepada pemilik saham jenis ini
sebelum kepada pemilik saham jenis common stock.
2. Ditinjau dari kinerja perdagangan, saham dapat dibedakan menjadi:
a. Blue-Chip Stock, yaitu saham jenis common stock dari perusahaan yang
memiliki reput asi tinggi, sebagai leader dalam industri sejenis, memiliki
pendapatan yang stabil, dan konsisten dalam membayar dividen.
b. Income Stock, yaitu saham dari suatu perusahaan yang memiliki kemampuan
membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada
tahun sebelumnya.
c. Growth Stock, yaitu saham dari perusahaan yang memiliki pertumbuhan
pendapatan yang tinggi. Saham jenis ini diterbitkan oleh perusahaan yang
memiliki reput asi tinggi sebagai leader dalam industri sejenis.
d. Speculative Stock, yaitu saham dari perusahaan yang tidak konsisten dalam
memperoleh pendapatan dari tahun ke tahun sehingga memiliki kemungkinan
kecil untuk memberikan nilai pengembalian investasi yang normal atau tinggi.
e. Counter Cyclical Stock, yaitu saham yang nilainya tidak terpengaruh oleh
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
2.2 Analisis Fundamental
Analisis fundamental adalah analisis yang dilakukan dengan menggunakan data
fundamental perusahaan penerbit saham, misalnya laporan keuangan ditambah dengan
tingkat suku bunga, inflasi, ekonomi makro dan faktor-faktor relevan lainnya yang
digunakan untuk memperhitungkan nilai wajar (nilai intrinsik) dari saham suatu
perusahaan serta memastikan bahwa saham yang dibeli merupakan saham perusahaan
yang berkinerja baik (Tryfino, 2009: 17).
Prinsip pada analisis fundamental ini adalah jika harga saham di pasar modal
lebih tinggi daripada nilai intrinsik saham tersebut pada satu waktu, maka saham
tersebut dianggap terlalu mahal harganya (kondisi overvalue) dan disarankan untuk
dijual. Sedangkan jika harga saham pada suatu waktu lebih rendah daripada nilai
intrinsik saham tersebut pada waktu itu, maka saham tersebut dianggap terlalu murah
(kondisi undervalue) dan disarankan untuk dibeli. Akan tetapi, analisis ini tidak bisa
memberikan gambaran trend yang sedang terjadi pada suatu saham sehingga tidak
bisa memberikan keputusan kapan membeli dan menjual saham tersebut serta analisis
ini sangat rumit dan cenderung memakan waktu yang lama.
2.3 Analisis Teknikal
Analisis teknikal adalah analisis untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa
depan dengan menggunakan data historis saham di masa lampau dan masa kini
dengan bantuan grafik serta metode kuantitatif (indikator) (Hendarto, 2005: 48).
Kelebihan analisis teknikal adalah analisis ini relatif cepat dan mudah, tidak perlu
terlibat dalam angka-angka keuangan yang rumit dan memberikan sinyal kapan saat
yang tepat untuk melakukan investasi. Dalam pandangan analisis teknikal, semua
faktor fundamental sudah masuk kedalam dan direpresentasikan oleh harga yang
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
saham. Analisis teknikal pertama kali di populerkan oleh Charles Dow dan dikenal
dengan prinsip Teori Dow (Dow Theory) pada akhir abad 19.
Analisis teknikal tidak berusaha untuk memprediksi angka pasti harga suatu
saham. Output analisis teknikal adalah gambaran mengenai kecenderungan harga
saham di pasaran berdasarkan data-data harga saham di masa lalu. Berdasarkan
gambaran tersebut, seorang analis dapat memberikan saran kepada investor mengenai
waktu yang tepat untuk melakukan pembelian, penjualan, atau menahan sahamnya.
2.3.1 Prinsip Analisis Teknikal
Secara umum analisis teknikal mempunyai tiga prinsip dasar utama, yaitu (Vibby,
2007: 44):
1. Segala faktor yang mempengaruhi nilai intrinsik suatu saham sudah tercermin
dalam aksi pasar. Karena itu, alih-alih mempelajari faktor-faktor luar yang
sedemikian banyak, para analis teknikal memilih untuk mempelajari perubahan
harga saham (aksi pasar).
2. Harga saham bergerak dengan mengikuti trend, dan sebuah trend akan lebih
cenderung untuk berlanjut daripada berubah. Analisis teknikal dilakukan dengan
membentuk sebuah grafik dari pergerakan harga saham di pasar. Grafik ini
kemudian dianalisis agar trend-trend yang ada bisa dikenali pada tahap awal
pembentukannya. Setelah analis teknikal bisa mengenali trend yang sedang
berlaku, maka perdagangan akan dilakukan sejalan dengan trend tersebut sampai
muncul pertanda bahwa trend akan berbalik.
3. Apa yang sudah pernah terjadi akan cenderung berulang. Konsep ini terbentuk
karena pasar modal dijalankan oleh manusia. Pada dasarnya psikologi manusia
tidak pernah berubah dan dapat ditebak. Setiap orang pasti ingin membeli saham
dari perusahaan yang memiliki prospek cerah.
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
Dalam bagian ini akan dijelaskan berbagai jenis harga saham yang mungkin
digunakan dalam analisis teknikal, yaitu:
1. Opening price
Opening price suatu saham adalah harga saham tersebut pada awal periode
tersebut. Opening price pada suatu hari adalah harga saham tersebut pada saat
pasar modal dibuka pada hari ini. Opening price pada suatu bulan adalah harga
saham tersebut pada saat pasar modal dibuka, pada hari pertama pasar modal
beroperasi pada bulan itu.
2. Closing price
Closing price suatu saham adalah harga saham tersebut pada akhir periode
tersebut. Closing price pada suatu hari adalah harga saham tersebut pada saat pasar
modal ditutup pada hari itu. Closing price pada suatu bulan adalah harga saham
tersebut pada saat pasar modal ditutup pada hari terakhir pasar modal beroperasi
pada bulan itu.
3. High price
High price suatu saham adalah harga tertinggi yang pernah dicapai saham tersebut
pada suatu periode.
4. Low price
Low price suatu saham adalah harga terendah yang pernah dicapai saham tersebut
pada suatu periode.
Harga yang paling sering digunakan dalam analisis teknikal adalah harga
penutupan (closing price). Harga penutupan dianggap sebagai harga yang paling
penting dalam satu hari/satu periode.
2.3.3 Trend Pasar
Trend pasar merefleksikan arah pergerakan harga saham secara umum. Trend
merupakan hal esensial dalam pendekatan teknikal. Teknik-teknik yang digunakan
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
dengan trend tersebut. Dalam perdagangan saham dikenal tiga jenis trend utama,
yaitu: uptrend (trend kenaikan), downtrend (trend penurunan), dan sideways (kondisi
biasa).
2.3.3.1Uptrend
Uptrend adalah situasi dimana harga penutupan tertinggi suatu saham pada suatu
periode lebih tinggi dari harga penutupan tertinggi pada periode sebelumnya dan harga
penutupan terendahnya juga lebih tinggi dari harga penutupan terendah pada periode
sebelumnya. Uptrend terjadi karena jumlah pembeli lebih banyak daripada penjual
saham sebagai akibat dari peningkatan kepercayaan investor terhadap pasar. Para
investor akan berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama dalam memasuki fase
awal trend ini dengan harapan akan mendapatkan capital gain seiring dengan
peningkatan harga saham. Kondisi uptrend sering juga disebut dengan istilah bullish
atau bull market.
2.3.3.2Downtrend
Downtrend adalah situasi dimana harga penutupan terendah suatu saham pada suatu
periode lebih rendah dari harga penutupan terendah pada periode sebelumnya dan
harga penutupan tertingginya juga lebih rendah dari harga penutupan tertinggi pada
periode sebelumnya. Downtrend terjadi karena jumlah pembeli lebih sedikit daripada
penjual saham. Hal ini diakibatkan oleh sentimen negatif terhadap pasar. Para investor
akan segera melakukan penjualan saham untuk menghindari kerugian akibat harga
jual sahamnya lebih rendah daripada harga yang mereka bayar saat pembelian.
Kondisi downtrend sering juga disebut bearish atau bear market.
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
Sideways adalah situasi dimana harga penutupan tertinggi suatu saham pada suatu
periode sama rata dengan harga penutupan tertinggi pada periode sebelumnya dan
harga penutupan terendahnya juga sama rata dengan harga penutupan terendah pada
periode sebelumnya. Hal ini terjadi karena jumlah pembeli dan penjual berimbang.
Pada situasi ini sentimen yang berkembang di pasar tidak terlalu mempengaruhi
keputusan para investor.
2.3.4 Indikator Teknikal
Indikator teknikal adalah suatu metode kuantitatif atau formula untuk tujuan prediksi
pergerakan harga saham dengan cara mengolah data saham dari serangkaian
pergerakan harga saham sebelumnya yang diaplikasikan dalam bentuk titik-titik data
di grafik. (Hendarto, 2005: 87). Data harga dapat berupa kombinasi dari open, close,
high, atau low pada periode waktu tertentu. Sebagai contoh rata-rata dari tiga close:
(41+43+43) = 42.33
1. To alert, indikator teknikal dapat memberikan peringatan untuk mengamati
pergerakan harga dengan lebih cermat untuk mengidentifikasi perubahan harga
saham baik saat melemah maupun menguat.
adalah sebuah titik data. Akan tetapi, sebuah titik data kurang
memberikan informasi sehingga tidak dapat dijadikan indikator. Rangkaian titik-titik
data pada periode waktu tertentu diperlukan untuk dapat dijadikan referensi yang valid
dalam analisis. Dengan adanya periode waktu, perbandingan dapat dilakukan antara
situasi saat ini dengan situasi di masa lalu. Untuk tujuan analisis, biasanya indikator
teknikal digambarkan dalam grafik berdekatan dengan grafik harga saham. Setelah
digambarkan dalam grafik, indikator dapat dibandingkan dengan grafik harga yang
bersesuaian.
Indikator teknikal memberikan perspektif yang unik terhadap kekuatan dan
arah dari pergerakan harga saham. Secara garis besar ada tiga fungsi indikator
teknikal, yaitu:
2. To confirm, indikator teknikal dapat digunakan untuk mengkonfirmasi sinyal yang
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
3. To predict, indikator teknikal dapat digunakan untuk memprediksi pergerakan
harga saham di masa yang akan datang.
Indikator teknikal melakukan penyaringan terhadap pergerakan harga dengan
menggunakan formula. Dengan kata lain, indikator teknikal bukanlah refleksi
langsung dari pergerakan harga. Analisis terhadap indikator teknikal harus diikuti
dengan studi pergerakan harga. Hal ini diperlukan untuk menghindari kesalahan dalam
pembacaan sinyal. Contohnya: jika indikator teknikal memberikan sinyal beli,
sedangkan pola grafik harga menunjukkan downtrend, maka mungkin saja sinyal
tersebut adalah sinyal yang salah.
2.3.4.1Oscillator
Oscillator adalah indikator teknikal yang nilainya berfluktuasi naik dan turun
melewati suatu garis tengah atau diantara batas-batas tertentu seiring dengan
perubahan nilainya dalam jangka waktu tertentu. Oscillator adalah tipe indikator yang
paling efektif digunakan pada kondisi pasar normal atau tidak mengikuti trend yang
dikenal dengan istilah sideways. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa
pergerakan harga saham dipengaruhi oleh sentimen pasar. Harga saham berfluktuasi di
antara periode optimis dan pesimis. Oscillator dapat memberikan petunjuk kapan
sentimen-sentimen tersebut mencapai titik ekstrim. Saat pasar sedang mengikuti trend
tertentu, oscillator sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai alat utama.
Seberapapun kuatnya sinyal yang diberikan oscillator, tetap lebih penting untuk
berdagang sesuai dengan arah trend.
Pergerakan grafik oscillator mengikuti/menyerupai pergerakan harga saham.
Jika harga saham sedang naik kemungkinan besar oscillator juga akan bergerak naik,
sebaliknya oscillator akan bergerak turun jika harga sedang mengalami penurunan.
Pergerakan tersebut lebih banyak di antara batas-batas yang telah ditentukan
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
Ada banyak tipe oscillator dan beberapa indikator teknikal dapat dikategorikan
ke dalam lebih dari satu kategori oscillator. Secara garis besar, oscillator dapat
dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:
1. Centered Oscillator, yaitu oscillator yang berfluktuasi naik dan turun melewati
suatu garis tengah. Oscillator jenis ini efektif digunakan untuk mengidentifikasi
kuat dan lemah atau arah dari momentum dibalik pergerakan harga suatu saham.
Momentum akan bernilai positif bila oscillator bergerak di atas nilai tengah dan
akan bernilai negatif bila oscillator bergerak di bawah nilai tengah. Contoh
indikator teknikal bertipe centered oscillator adalah Rate of Change (ROC) dan
MACD.
2. Banded Oscillator, yaitu oscillator yang berfluktuasi naik dan turun di antara
posisi-posisi tertentu (ekstrim atas dan bawah) yang menandakan kondisi ekstrim
harga suatu saham dan tidak memiliki garis tengah. Sebagian besar banded
oscillator berfluktuasi di antara batas-batas/skala yang telah ditentukan (biasanya
0-100). Beberapa banded oscillator yang populer digunakan adalah RSI dan
Stochastic Oscillator.
Oscillator dapat memberikan sinyal jual dan beli dalam beberapa cara.
Sinyal-sinyal yang diberikan oscillator dapat dikelompokkan menjadi:
1. Divergence positif dan negatif. Divergence adalah konsep inti dari sinyal pada
oscillator dan juga pada indikator lainnya. Divergence memberikan peringatan
bahwa kenaikan atau penurunan yang sedang berlangsung akan mengalami
perubahan juga memberikan sinyal jual dan beli. Divergence positif terjadi bila
nilai indikator pada suatu periode mengalami peningkatan sementara pada periode
yang sama harga saham yang bersesuaian mengalami penurunan. Sedangkan
Divergence negatif terjadi bila pada suatu periode nilai indikator mengalami
penurunan sementara pada periode yang sama harga saham yang bersesuaian
mengalami peningkatan.
2. Overbought dan oversold. Sinyal ini dihasilkan oleh oscillator jenis banded
oscillator. Langkah pertama untuk menggunakan indikator jenis ini adalah
menentukan posisi-posisi ekstrim atas dan bawah. Pada RSI posisi ekstrim bawah
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
Oscillator posisi ekstrim bawah biasanya pada level 20 dan posisi ekstrim atas
pada level 80. Nilai di bawah 30 pada RSI atau di bawah 20 pada Stochastic
Oscillator menunjukkan kondisi oversold. Nilai di atas 70 pada RSI atau di atas 80
pada Stochastic Oscillator menunjukkan kondisi overbought. Cara termudah untuk
mengidentifikasi sinyal pembelian adalah ketika pada kondisi oversold, nilai
oscillator kemudian bergerak naik dan memotong garis ekstrim oversold. Cara
termudah untuk mengidentifikasi sinyal penjualan adalah ketika pada kondisi
overbought, nilai oscillator kemudian bergerak turun dan memotong garis ekstrim
overbought. Untuk mendapatkan sinyal yang lebih baik maka proses identifikasi
sebaiknya dibarengi dengan identifikasi sinyal-sinyal lain seperti divergence.
3. Perpotongan garis tengah. Sinyal ini kebanyakan digunakan oleh centered
oscillator. Sinyal beli diberikan ketika nilai oscillator bergerak naik memotong
garis tengah. Sinyal jual diberikan ketika nilai oscillator bergerak turun memotong
garis tengah. Pergerakan oscillator di atas garis tengah menunjukkan perubahan
momentum dari negatif ke positif dan pasar dapat dikatakan dalam kondisi bullish.
Pergerakan oscillator di bawah garis tengah menunjukkan perubahan momentum
dari positif ke negatif dan pasar dapat dikatakan dalam kondisi bearish.
Pembacaan sinyal seperti ini mendapat kritikan karena dianggap terlalu lama
sehingga dapat mengurangi kesempatan mendapat profit. Akan tetapi, sebagian
orang berpendapat cara ini dapat mengurangi resiko kesalahan pembacaan sinyal
jual dan beli.
Penggunaan oscillator harus dibarengi dengan dasar-dasar analisis trend untuk
menghindari kesalahan pembacaan sinyal. Hal ini menjadi salah satu kekurangan
dalam metode analisis menggunakan oscillator. Walaupun demikian, pada umumnya
pasar lebih sering berada pada kondisi normal (sideways) daripada kondisi uptrend
atau downtrend. Oleh karena itu, metode oscillator dapat memberikan banyak
keuntungan dan masih banyak digunakan sampai saat ini.
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
Exponential Moving Average adalah salah satu jenis indikator (metode kuantitatif)
pada analisis teknikal yang digunakan di dalam metode Relative Strength Index (RSI)
sebagai penghalus grafik hasil analisis RSI yang berfluktuasi sehingga didapat grafik
yang lebih halus dan lebih mudah diidentifikasi trendnya (kenaikan atau penurunan
harga saham). Exponential Moving average adalah sebuah jenis alat analisis teknikal
yang menggunakan rata-rata harga saham sebagai keluarannya dan indikator ini
merupakan indikator bantu dalam RSI.
Relative Strength Index
Salah satu oscillator yang cukup terpercaya dan sering digunakan oleh para analis
teknikal adalah Relative Strength Index (RSI). Metode ini dikembangkan oleh J.
Welles Wilder pada tahun 1978. Seperti oscillator lainnya, RSI juga berfungsi untuk
membaca kondisi overbought dan oversold, selain untuk memprediksi perubahan
trend.
RSI mempunyai kelebihan dibanding oscillator lainnya. Analisis dengan RSI
dilakukan bukan dengan menghitung perbedaan harga antara dua hari, namun dengan
menghitung rata-rata perbedaan harga selama periode beberapa hari, sehingga RSI
tidak begitu terpengaruh perubahan harga yang drastis. Selain itu, RSI juga memberi
skala 0-100, sehingga lebih mudah dalam melakukan perbandingan. Hasil analisis RSI
berfungsi untuk menampilkan sinyal-sinyal, seperti:
1. Overbought. Pasar disebut dalam kondisi overbought ketika nilai oscillator berada
di sekitar posisi ekstrim atas. Pada RSI posisi ekstrim bawah biasanya pada level
30 dan posisi ekstrim atas pada level 70 sehingga jika nilai RSI di atas level 70,
maka sinyal overbought akan muncul. Kondisi ini diakibatkan oleh permintaan
melebihi penawaran sehingga harga suatu saham meningkat sampai titik tertinggi.
Kondisi ini merupakan pertanda bahwa saham tersebut dihargai terlalu tinggi dan
akan mengalami penurunan, disarankan kepada para investor untuk menjual
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
2. Oversold. Pasar disebut dalam kondisi oversold ketika nilai oscillator berada di
sekitar posisi ekstrim bawah. Pada RSI posisi ekstrim bawah biasanya pada level
30 dan posisi ekstrim atas pada level 70 sehingga jika nilai RSI di bawah level 30,
maka sinyal oversold akan muncul. Kondisi ini diakibatkan oleh penawaran
melebihi permintaan sehingga harga suatu saham menurun sampai titik terendah.
Kondisi ini merupakan pertanda bahwa saham tersebut dihargai terlalu rendah dan
akan mengalami peningkatan, disarankan kepada para investor untuk membeli
saham (sinyal beli).
2.3.6.1Rumus Relative Strength Index
Pada bagian ini akan dibahas cara menghitung Relative Strength Index.
Pada suatu hari d, dapat dihitung kenaikan atau penurunan harga pada saat
pasar modal ditutup (closing price) pada hari itu dibandingkan harga penutupan hari
sebelumnya. Rumusnya yaitu (Hendarto, 2005: 112):
(1)
dengan CPd adalah closing price pada hari d. Nilai U dan D tidak pernah negatif. Jika
harga saham pada suatu hari mengalami kenaikan maka Ud bernilai positif dan Dd
bernilai nol. Begitu juga sebaliknya, jika harga saham mengalami penurunan maka Dd
bernilai positif dan Ud bernilai nol.
Selanjutnya dihitung nilai U dan D selama N periode/jumlah hari untuk
menghitung nilai rata-rata U dan D. Penghitungan pertama dilakukan secara
sederhana, yaitu dengan menghitung jumlah total U dan D selama N periode/jumlah
hari ke belakang kemudian dibagi jumlah periode/jumlah hari (N). Rumusnya yaitu
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
(2)
Sementara untuk nilai-nilai berikutnya, nilai rata-rata dihitung menggunakan
Exponential Moving Average, rumusnya yaitu (Hendarto, 2005: 113):
(3)
Nilai
α
berfungsi sebagai faktor penghalus (smoothing factor) bagiExponential Moving Average. Nilainya tergantung pada periode/jumlah hari (N) yang
digunakan. Rumusnya yaitu (Hendarto, 2005: 113):
(4)
Nilai rata-rata U dan D kemudian dibandingkan untuk menghasilkan nilai
Relative Strength Index, sehingga didapat rumusnya yaitu (Hendarto, 2005: 114):
(5)
RS kemudian digunakan untuk menghitung RSI, sehingga didapat
rumus/formulasi sebagai berikut (Hendarto, 2005: 114):
(6)
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
2.3.6.2Periode yang Biasa Digunakan
Pada saat mengembangkan RSI, J. Welles Wilder menyarankan menggunakan RSI
dengan periode 14 hari. Periode 14 hari dirasa tepat untuk mendapatkan keseimbangan
antara frekuensi sinyal yang cukup tinggi, dan kehandalan sinyal yang diberikan.
Pada penggunaan berikutnya, para ahli banyak menggunakan RSI dengan
menggunakan periode yang berbeda-beda. Periode yang paling sering digunakan
adalah 9 dan 14 hari. Periode 5 atau 7 hari digunakan juga untuk mendapatkan
frekuensi sinyal yang tinggi. Periode lain yang sering digunakan adalah 21, 25 dan 28
hari untuk mendapatkan grafik yang lebih halus dan dapat dipercaya. Dalam Tugas
Akhir ini, RSI akan diuji menggunakan periode 9, 14 dan 25 hari karena
periode-periode ini lebih sering digunakan dan lebih popular saat ini.
Pemilihan periode yang berbeda akan menghasilkan hasil analisis dengan sifat
yang berbeda. Memilih periode yang pendek akan menyebabkan perataan dilakukan
selama periode yang pendek pula, sehingga lebih mudah menghasilkan sinyal
overbought atau oversold. Kenaikan harga selama beberapa hari akan lebih mudah
memicu sinyal overbought karena nilai U hanya dibandingkan dengan nilai D selama
periode yang singkat. Pada periode penghitungan tiga hari, misalnya kenaikan harga
selama dua hari sudah cukup untuk memberi sinyal overbought. Sedangkan memilih
periode yang panjang akan memberikan sinyal yang lebih kuat dan dapat diandalkan,
karena perbandingan dilakukan selama periode yang cukup lama. Pada penghitungan
yang dilakukan menggunakan periode panjang, sinyal overbought dan oversold akan
lebih jarang keluar, namun lebih dapat dipercaya.
2.4 Konsep Pemodelan Objek
Pemodelan objek merupakan suatu metode untuk menggambarkan struktur sistem
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
Beberapa konsep dasar dalam pemodelan objek adalah objek, kelas, atribut, operasi,
dan hubungan.
2.4.1 Objek dan Kelas
Objek merupakan sesuatu, sebuah entitas, sebuah benda, sesuatu yang dapat diangkat
atau apapun yang dapat dibayangkan yang memiliki identitas masing-masing
(O’Docherty, 2005: 13). Ada beberapa objek yang hidup dan ada yang tidak. Contoh
objek dalam dunia nyata yaitu orang, nomor, kucing, dan mobil. Objek adalah orang,
tempat, benda, kejadian atau konsep-konsep yang ada di dunia nyata yang penting
bagi suatu perangkat lunak (Nugroho, 2005: 38).
Kelas seperti juga objek adalah sesuatu yang membungkus (encapsulate)
informasi (atribut) dan perilaku (operasi) dalam dirinya. Dalam pengembangan sistem
tradisional, dilakukan pendekatan dengan cara memisahkan atribut pada sisi basis data
dan operasi pada sisi aplikasi pengakses. Namun hal ini berbeda pada pendekatan
berorientasi objek yang menggabungkan atribut dengan operasi yang akan
mengaksesnya dalam apa yang dinamakan kelas. Kelas didefinisikan sebagai
kumpulan objek dengan atribut yang mirip, operasi yang mirip, serta hubungan
dengan objek yang lain dengan cara yang mirip (Nugroho, 2005: 40).
Gambar berikut memperlihatkan suatu kelas dan objek yang mungkin
dihasilkan dengan prosedur instansiasi. Suatu objek merupakan instansiasi dari suatu
kelas jika objek itu merupakan keturunan yang nyata dari suatu kelas.
Manusia (Manusia)
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
2.4.2 Atribut dan Operasi
Setiap objek memiliki identitas dan masing-masing dapat dibedakan. (Nugroho, 2005:
38). Setiap objek memiliki atribut, misalnya sebuah mobil memiliki produsen, jenis,
warna dan harga, sedangkan seekor kucing memiliki jenis kelamin, jenis, berat, dan
warna. Setiap objek juga memiliki operasi, misalnya mobil dapat bergerak dari satu
tempat ke tempat lain, sedangkan kucing dapat berlari, minum dan makan.
Atribut adalah informasi-informasi yang dimiliki suatu objek dalam kelas. Dari
contoh di atas dapat ditambahkan, untuk objek Adi dan Ani dapat memiliki atribut
jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan dan lain-lain. Dari fakta-fakta ini dapat
dipahami bahwa nilai dari suatu atribut adalah karakteristik yang membedakan satu
objek dengan objek lainnya dalam kelas yang sama.
Manusia (Manusia) (Manusia)
Kelas dengan atribut Objek dengan nilai pada atribut
Instansiasi
Gambar 2.2 Atribut dan Nilai
Operasi atau metode berhubungan dengan perilaku yang berhubungan dengan
suatu kelas. Operasi adalah fungsi atau transformasi yang mungkin dapat
diaplikasikan ke/oleh suatu objek dalam kelas. Contohnya suatu objek dalam kelas
manusia dapat memiliki operasi-operasi seperti tersenyum, berbicara, makan, minum
dan sebagainya. Algoritma dari suatu operasi dapat dirincikan dengan menggunakan
pseudocode yang memiliki bagian-bagian yaitu nama metode, kamus yang berisi
semua nama yang ada dan tipe datanya serta algoritma yang berisi langkah-langkah
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
+Makan() +Pilih(in Point : object) : bool -Warna
-Posisi -Jari-jari
Lingkaran
Gambar 2.3 Operasi
2.4.3 Hubungan (Relationship)
Ketika menggambarkan kelas-kelas dan objek-objek, akan terlihat bahwa kebanyakan
kelas dan objek adalah berdiri sendiri. Pada kenyataannya, hampir semua kelas dan
objek saling bekerja sama satu sama lain sehingga pada pemodelan kelas dan objek,
setelah kelas dan objek didefinisikan, juga dimodelkan bagaimana kelas-kelas dan
objek-objek saling berhubungan.
2.5 UML (Unified Modelling Language)
UML adalah keluarga notasi grafis yang didukung oleh meta-model tunggal, yang
membantu pendeskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang
dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek (Fowler, 2005: 1). UML
merupakan standar yang relatif terbuka yang dikontrol oleh Object Management
Group (OMG), yang terdiri dari banyak perusahaan. UML lahir dari penggabungan
banyak bahasa pemodelan grafis berorientasi objek antara lain metode Booch oleh
Graddy Booch, metode Object Modelling Technique (OMT) oleh DR. James
Rumbaugh dan metode Object Oriented Software Engineering (OOSE) oleh Ivar
Jacobson.
Dengan UML, dapat dibuat model untuk perangkat lunak, dimana perangkat
lunak tersebut dapat berjalan pada perangkat keras, sistem operasi dan jaringa n
apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun. Namun, karena UML juga
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
untuk pemodelan perangkat lunak dalam bahasa berorientasi objek seperti C++, Java,
C# atau VB.NET.
2.5.1 Analisis Persyaratan dengan UML
Analisis persyaratan meliputi usaha untuk mengetahui apa kemampuan sebuah sistem
yang diinginkan pengguna dan pelanggan dari sebuah pengembangan perangkat lunak.
Beberapa diagram yang digunakan dalam analisis persyaratan yaitu:
1. Use case diagram yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana orang-orang
berinteraksi dengan sistem tersebut.
2. Activity diagram yang berfungsi menunjukkan aliran kerja organisasi tersebut
yang dapat menunjukkan bagaimana aktivitas interaksi antara perangkat lunak dan
manusia. Activity diagram dapat menunjukkan konteks use case dan juga rincian
bagaimana sebuah use case berjalan.
3. Class diagram yang diambil dari sudut pandang konseptual, dapat berfungsi untuk
membangun kosakata yang besar mengenai domain tersebut.
4. Package diagram untuk mengelompokkan kelas-kelas.
2.5.2 Desain dengan UML
Beberapa diagram yang digunakan dalam mendesain sistem yaitu:
1. Use case diagram yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana orang-orang
berinteraksi dengan sistem tersebut.
2. Sequence diagram untuk mengetahui apa yang terjadi dalam perangkat lunak.
3. Class diagram dari sudut perangkat lunak. Diagram ini menunjukkan kelas yang
terdapat di dalam perangkat lunak dan bagaimana mereka saling berhubungan.
4. Package diagram untuk menunjukkan organisasi berskala besar perangkat lunak
tersebut.
5. Penggunaan deployment diagram untuk menunjukkan susunan fisik perangkat
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
2.5.3 Teknik Analisis dan Desain Sistem dengan UML
Teknik yang digunakan dalam pemodelan analisis dan desain sistem menggunakan
UML di antaranya:
1. Pengidentifikasian fungsionalitas sistem dengan penggunaan use case diagram.
2. Pengidentifikasian skenario sistem berdasarkan use case diagram dengan
penggunaan activity diagram.
3. Pengidentifikasian kelas-kelas yang terdapat dalam sistem dengan penggunaan
class diagram.
4. Pengidentifikasian hubungan inheritance antara kelas.
5. Pengidentifikasian atribut-atribut yang dimiliki setiap kelas.
6. Pengelompokan kelas-kelas dalam package-package tertentu dengan penggunaan
package diagram.
7. Pada setiap use case, dilakukan pengidentifikasian operasi-operasi yang dimiliki
setiap kelas yang terlibat dalam use case tersebut.
8. Pengidentifikasian objek-objek, serta penggunaan sequence diagram untuk
mendeskripsikan aliran komunikasi antara objek-objek pada setiap use case.
9. Desain antarmuka sistem dan spesifikasi detail dari bagian-bagian antarmuka yang
berhubungan dengan fungsi sistem.
10.Pengidentifikasian arsitektur fisik sistem dan kebutuhan sistem dengan
penggunaan deployment diagram.
Teknik yang digunakan tidak terbatas pada teori yang diperoleh, namun
berdasarkan kebutuhan pada saat analisis dan desain sistem. Dalam pembangunan
suatu sistem, jenis diagram yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhannya.
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
Dalam UML, dikenal diagram-diagram yang digunakan untuk membantu dalam
analisis dan desain sistem. Dalam Tugas Akhir ini, ada beberapa diagram yang
digunakan, yaitu use case diagram, activity diagram, class diagram, sequence
diagram, package diagram, dan deployment diagram.
2.5.4.1 Use Case Diagram
Use case diagram mendeskripsikan interaksi tipikal antara para pengguna sistem
dengan sistem itu sendiri, dengan memberi sebuah narasi tentang bagaimana sistem
tersebut digunakan (Fowler, 2005: 50). Use case diagram menampilkan aktor, use
case, dan hubungan diantara mereka yang dijabarkan sebagai berikut:
1. Aktor
Aktor adalah seseorang atau sesuatu yang berinteraksi dengan sistem yang sedang
dikembangkan. Aktor bersifat eksternal, yaitu berada di luar lingkup sistem yang
sedang dikembangkan (Nugroho, 2005: 56). Pengguna sistem merupakan aktor
yang umum di setiap sistem. Aktor disimbolkan dengan:
Gambar 2.4 Aktor
Setiap use case diagram memiliki aktor utama yang meminta sistem untuk
memberi sebuah layanan. Aktor utama adalah aktor dengan tujuan yang akan
dipenuhi oleh use case diagram. Aktor selain aktor utama dikenal sebagai aktor
sekunder.
2. Use Case
Use case menggambarkan bagaimana seseorang akan mengunakan atau
memanfaatkan sistem. Use case dapat membantu untuk berfokus pada apa yang
penting, yaitu menentukan apa yang dibutuhkan serta harapan pengguna terhadap
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
sistem yang dikembangkan. Pengidentifikasian use case dapat dilakukan dengan
melakukan identifikasi pekerjaan-pekerjaan dan fungsi-fungsi apa yang dilakukan
aktor untuk sistem. Use case disimbolkan dengan:
Us e cas e
Gambar 2.5 Use Case
3. Hubungan (relationship)
Aktor dan use case masing-masing tidak berdiri sendiri, melainkan saling
terhubung dengan apa yang dinamakan hubungan. Ada beberapa hubungan yang
dikenal dalam use case diagram, yaitu:
a. Hubungan asosiasi (association relationship)
Hubungan asosiasi merupakan hubungan yang biasa terjadi antara aktor dan
use case yang menggambarkan bahwa aktor melakukan apa yang dinyatakan
dalam use case. Hubungan disimbolkan dengan:
Aktor Use case
Gambar 2.6 Hubungan Asosiasi
b. Hubungan cakupan (include relationship)
Hubungan cakupan memungkinkan suatu use case untuk menggunakan
fungsionalitas yang disediakan oleh use case lainnya. Hubungan ini dapat
membantu dalam beberapa kasus seperti pada kasus dimana dua atau lebih use
case memiliki sejumlah besar fungsi yang identik, maka fungsi-fungsi yang
sama dapat dipisahkan menjadi suatu use case tersendiri, sehingga use case
lain dapat memiliki hubungan cakupan dengan use case yang baru. Hubungan
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
NewUseCase1 NewUseCase2 <<incl ude>>
Gambar 2.7 Hubungan Cakupan
c. Hubungan perluasan (extends relationship)
Hubungan perluasan memungkinkan suatu use case memiliki kemungkinan
untuk memperluas fungsionalitas yang disediakan use case lainnya. Hubungan
perluasan disimbolkan dengan:
NewUseCase1 NewUseCase2 <<extend>>
Gambar 2.8 Hubungan Perluasan
d. Hubungan generalisasi (generalization relationship)
Hubungan generalisasi digunakan untuk memperlihatkan bahwa beberapa
aktor atau use case memiliki sesuatu hal yang bersifat umum. Generalisasi
berguna untuk mengelompokkan sifat-sifat yang umum dari sejumlah aktor
atau use case menjadi aktor atau use case tunggal, kemudian bisa mewariskan
sifat-sifat umum tadi ke sejumlah aktor atau use case yang lain. Hubungan
generalisasi disimbolkan dengan:
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
2.5.4.2 Activity Diagram
Activity diagram secara sepintas mirip dengan diagram alir (flowchart) yang
memperlihatkan aliran kendali dari suatu activity ke activity lainnya. Activity diagram
juga dapat digunakan untuk memodelkan langkah-langkah dalam sebuah use case.
Dalam membangun activity diagram dikenal beberapa komponen, yaitu:
1. Awal dan akhir activity
Simbol yang digunakan untuk awal activity yaitu:
Gambar 2.10 Simbol Awal Activity
Mirip dengan simbol awal activity, simbol yang digunakan untuk
menandakan akhir dari activity diagram yaitu:
Gambar 2.11 Simbol Akhir Activity
2. Action state dan Activity state
Action state merupakan langkah-langkah dalam activity diagram, dimana state
mencerminkan eksekusi dari suatu aksi pada objek. Misalnya pemanggilan operasi
pada sebuah objek, menciptakan objek, atau menghancurkan objek. Pekerjaan
suatu action state secara umum dipertimbangkan mengambil waktu eksekusi yang
tidak signifikan. Action state pada umumnya bersifat atomik, pekerjaannya tidak
dapat didekomposisi lebih lanjut. Action state pada activity diagram disimbolkan
dengan:
X = X + 1
Gambar 2.12 Action State Mulai
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
Activity state dapat didekomposisi lebih lanjut, activity state dapat
ditampilkan dengan activity diagram yang lain. Activity state tidak bersifat atomik,
yang secara umum berarti membutuhkan beberapa waktu untuk terselesaikan
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
2.5.4.3 Class Diagram
Class diagram mendeskripsikan jenis-jenis objek dalam sistem dan berbagai macam
hubungan yang terdapat diantara mereka. Class diagram juga menunjukkan properti
dan operasi sebuah kelas dan batasan-batasan yang terdapat dalam
hubungan-hubungan objek tersebut. Atribut mewakili fitur-fitur struktural dari suatu kelas.
Ada beberapa elemen yang diperlukan dalam membangun sebuah class
diagram, yaitu:
1. Kelas, Atribut, dan Operasi
Kelas merupakan pendeskripsian sekumpulan objek-objek yang memiliki, atribut,
operasi, hubungan, serta behavior yang mirip. Atribut merupakan
informasi-informasi atau ciri-ciri yang dimiliki oleh kelas, sedangkan operasi berhubungan
dengan perilaku yang berhubungan dengan suatu kelas. Operasi merupakan suatu
kegiatan yang dimengerti sebuah kelas untuk dilakukan (Fowler, 2005: 67).
Gambar 2.17 Kelas, Atribut, dan Operasi
2. Hubungan
Hubungan memiliki beberapa bentuk, yaitu:
a. Hubungan Asosiasi
Asosiasi merupakan hubungan antara dua atau lebih kelas yang
menspesifikasikan hubungan antara bagian-bagian mereka. Hubungan antara
dua buah kelas mengindikasikan bahwa objek pada kelas yang satu
“mengenali” objek pada kelas yang lain dan dapat mengirimkan pesan kepada
objek tersebut. Asosiasi memiliki multiplisitas yang memberi petunjuk tentang
Shafira Guslina : Perancangan Perangkat Lunak Prediksi Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Relative Strength Index (RSI), 2009.
yang lain pada satu waktu tertentu. Dalam UML, notasi-notasi multiplisitas
yang dapat digunakan yaitu:
Tabel 2.1 Multiplisitas
Multiplisitas Arti
Satu 1
Nol atau banyak (tak terbatas) * (0..*)
Satu atau banyak 1..*
Nol atau satu (asosiasi pilihan) 0..1
Jangkauan tertentu 2..4
Multiple, jangkauan disjoint 2, 4..6, 8
Asosiasi biasanya diberi nama untuk menggambarkan artinya. Asosiasi
juga memiliki role, yaitu ujung dari suatu asosiasi yang terhubung ke kelas.
Gambar 2.18 Hubungan Asosiasi
b. Hubungan Agregasi dan Komposisi
Agregasi merupakan bentuk hubungan antara suatu keseluruhan ke