UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum) dan LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga L.) PADA MENCIT JANTAN

20  13  Download (1)

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

LUQMAN NUL HAQIM

UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL

RIMPANG LENGKUAS MERAH (

Alpinia purpurata K.

Schum

) dan LENGKUAS PUTIH (

Alpinia galanga L

.)

PADA MENCIT JANTAN

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

(2)
(3)
(4)

iv

KATA PENGANTAR

Bismillahirohmannirohim,

Segala puja dan puji adalah hanya milik Allah ´azza wajalla yang memiliki segala kesempurnaan atas Dzat dan Sifat – Nya, atas segala limpahan nikmat, rahmat, dan hidayah – Nya yang tak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Uji Aktivitas Tonikum Ekstrak Etanol

Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) dan Lengkuas Putih

(Alpinia galanga L.) Pada Mencit Jantan” untuk memenuhi salah satu syarat

mencapai derajat Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

Sholawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada hamba dan utusan –Nya Muhammad Shollallahi ´Alaihi Wasallam yang telah mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa berjalan di atas ilmu dan keyakinan.

Penghargaan tiada terkira kepada semua pihak yang telah memberikan andilnya dalam penyelesaian skripsi ini, dengan segala kerendahan dan ketulusan hati, penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada :

1. Drs. Herra Studiawan M.S.Apt., sebagai dosen pembimbing. 2. Ahmad Shobrun Jamil S.Si, M.P., sebagai dosen pembimbing. 3. Siti Rofida S.Si, Apt., sebagai dosen penguji.

4. Dra. Uswatun Chasanah M.Kes. Apt., sebagai dosen penguji sekaligus selaku ketua Prodi Jurusan Farmasi FIKES Universitas Muhammadiyah Malang.

5. Tri Lestari Handayani M.Kep. Sp. Mat., selaku dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

6. Sovia aprina basuki, M.Si., Apt., selaku Kepala Laboratorium Kimia Terpadu II Universitas Muhammadiyah Malang.

7. Laboran-laboran Laboratorium program studi farmasi Mbak Susi, Mas Ferdi atas segala bentuk bantuan dan kerja samanya selama penelitian. 8. Orang Tuaku Ayah dan Ibu : Eko Junaidi dan Anik Supriyati, Adikku

(5)

v

kepercayaan, dukungan, kasih sayang, dan doa dalam setiap langkah demi kebaikan penulis.

9. Muhammad Hendrawan, Rizal Fachlevi dan retno ekwin, sahabatku serta teman seperjuanganku yang telah membantu banyak dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

10. Teman-teman farmasi kelas C, hendrawan, retno, rizal, jefri, aris, mukarramah, wahyu yang telah memberi banyak dukungan.

11. Dina Dwi Febriana yang selalu memberi semangat dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

12. Teman sebimbingan lainnya Charliandri Saputra Wahab dan Rifki Sindi, atas kerja sama dan pengertian selama penyusunan dan penyelesaian skripsi ini.

13. Teman-teman farmasi angkatan ’09 atas motivasi dan semangatnya yang tidak bisa penulis tulis satu per satu.

14. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah memberikan bantuannya, baik moril maupun material.

Penulis menyadari bahwa penulisan tugas akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun bagi suksesnya penelitian berikutnya. Semoga tugas akhir penulisan skripsi ini dapat bermanfaat bagi almamater dan masyarakat akademik umumnya.

Wassalamu´alaikum,

Malang, Juli 2013

(6)

vi RINGKASAN

UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL RIMPANG

LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum) dan LENGKUAS

PUTIH

(Alpinia galanga L.) PADA MENCIT JANTAN

Tonikum adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dapat memperkuat tubuh atau memberi tambahan tenaga/energi pada tubuh. Masyarakat khususnya kaum pria banyak yang mengonsumsi tonikum. Salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai tonikum adalah lengkuas. Pada penelitian ini telah dilakukan uji aktivitas tonikum ekstrak etanol rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) dan rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga L.). Penelitian ini menggunakan metode Forced SwimmingTest yaitu uji untuk mengetahui seberapa tahan lama mencit berenang, sehingga dapat dilihat khasiat ekstrak rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) terhadap kelelahan akibat efektivitasnya sebagai tonikum sekaligus membandingkan potensinya sebagai tonikum dengan rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga L.).

Ekstrak yang didapat dilakukan skrining fitokimia untuk mendeteksi adanya kandungan senyawa golongan triterpenoid/steroid, glikosida saponin, flavonoid, polifenol dan tanin pada ekstrak etanol rimpang lengkuas. Kemudian dilanjutkan dengan uji aktivitas tonikum pada mencit.

Uji ini dilakukan terhadap hewan uji mencit jantan. Mencit yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing kelompok ada 4 mencit. Pada kelompok I kontrol negatif di berikan CMC-Na 0,5%, kelompok II kontrol positif diberikan kafein, kelompok III – VIII yaitu lengkuas merah dan lengkuas putih diberikan dengan dosis yang berbeda-beda yaitu 0.49 g/20gBB,

0.98 g/20gBB, 1.96 g/20gBB. Untuk mengetahui aktivitas tonikum maka dilakukan uji renang pada mencit yang menghasilkan durasi struggling. Dari durasi tersebut dapat diketahui aktivitas tonikum ekstrak lengkuas merah dan lengkuas putih yang dibandingkan dengan kontrol negatif. Untuk menginduksi kelelahan, metode yang digunakan adalah uji renang dengan menilai kemampuan

struggling mencit coba. Durasi struggling tersebut diukur pada seluruh mencit dalam tiap dosis dalam 3 waktu pengamatan yang berbeda yaitu hari pertama, hari ketiga, dan hari kelima Uji renang dilakukan pada pukul 10.00-11.00 WIB. Pemilihan waktu tersebut mengacu pada irama sirkadian mencit.

(7)

ix

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

LEMBAR PENGUJIAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

RINGKASAN …….. ... vi

ABSTRACT …….. ... vii

ABSTRAK …….. ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.4 Hipotesis ... 3

1.5 Manfaat Penelitian ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1 Tinjauan Obat Tradisional ... 4

2.2 Tinjauan Tanaman Lengkuas ... 4

2.2.1 Lengkuas Putih ... 4

2.2.2 Lengkuas Merah ... 7

2.3 Tinjauan Ekstraksi ... 8

2.3.1 Macam-macam Ekstrak ... 9

2.3.2 Pelarut Ekstraksi ... 11

2.3.3 Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam ekstraksi .. 11

2.3.4 Tipe Ekstraksi ... 12

2.3.5 Cara Ekstraksi ... 12

(8)

x

2.4.1 Definisi Simplisia ... 14

2.4.2 Parameter standar Simplisia ... 14

2.4.3 Tahap pembuatan Simplisia ... 15

2.4.3.1Pengumpulan Bahan Baku ... 15

2.4.3.2Sortasi Basah ... 15

2.4.3.3Perajangan ... 15

2.4.3.4Pencucian ... 16

2.4.3.5Pengeringan ... 16

2.4.3.6Sortasi Kering ... 16

2.4.3.7Pengepakan dan Penyimpanan ... 16

2.4.3.8Pemeriksaan Mutu ... 16

2.5 Tinjauan Pelarut Etanol ... 17

2.6 Tinjauan Kromatografi Lapis Tipis ... 18

2.7 Tinjauan Uraian Rasa Lelah ... 19

2.8 Tinjauan Tonikum ... 21

2.9 Tinjauan Kafein ... 21

2.10 Tinjauan Forced Swimming Test ... 22

2.11 Uji Aktivitas Hewan Uji ... 23

2.12 Hasil Penelitian Tentang Tanaman Yang Memberikan Efek Tonikum……….... 24

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL ... 27

3.1 Uraian Kerangka Konseptual ... 27

3.2 Skema Kerangka Konseptual ... 28

BAB IV METODE PENELITIAN ... 29

4.1 Jenis Penelitian ... 29

4.2 Tempat Penelitian ... 29

4.3 Subyek Penelitian ... 29

4.3.1Kriteria Inklusi………. 29

4.3.2Kriteria Eksklusi ………. 29

4.4 Alat dan Bahan Uji……… ... 29

4.4.1Alat………. 29

(9)

xi

4.5 Besaran Sampel….. ... 30

4.6 Jalannya Penelitian….. ... 30

4.7 Uji Stamina Mencit…... 32

4.8 Identifikasi Kamdungan Ekstrak ... 33

4.8.1 Identifikasi Terpenoid/Steroid ………. 33

4.8.2Identifikasi Glikosida Saponin ……… 34

4.8.3Identifikasi Polifenol……… 34

4.8.4Identifikasi Flavonoid ………. 35

4.9 Analisis Data ... 36

4.10 Skema Kerangka Operasional ... 37

BAB V HASIL PENELITIAN ... 38

5.1 Pembuatan dan Pemeriksaan Ekstrak Lengkuas Merah dan Lengkuas Putih ... 38

5.1.1 Pembuatan Ekstrak Lengkuas Merah ... 38

5.1.2 Pembuatan Ekstrak Lengkuas Putih ... 39

5.2 Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas Merah dan Lengkuas Putih dengan KLT ... 40

5.2.1 Golongan Flavonoid ... 40

5.2.2 Golongan Saponin ... 41

5.2.3 Golongan Tanin ... 41

5.2.4 Golongan Terpenoid... 41

5.2.5Golongan Polifenol ... 42

5.3 Hasil Uji Efek Tonikum ... 44

BAB VI PEMBAHASAN ... 48

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ... 57

7.1 Kesimpulan ... 57

7.2 Saran ... 57

DAFTAR PUSTAKA ... 58

(10)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

II.1 Suhu didih senyawa hidrokarbon dan Alkohol... 11

II.2 Sifat-sifat Fisika Etanol ... 18

II.3 Volume maksimum Larutan pada hewan coba ... 23

II.4 Konversi perhitungan dosis hewan dan manusia ... 24

II.5 Tanaman yang memiliki efek tonikum ... 26

V.1 Hasil Skrining Fitokimia ... 44

V.2 Durasi Struggling mencit pada hari pertama ... 45

V.3 Durasi Struggling mencit pada hari ketiga ... 46

(11)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Rimpang Lengkuas Putih ... 6

2.2 Rimpang Lengkuas Merah ... 8

2.3 Rumus Struktur Etanol ... 18

2.4 Rumus Struktur Kafein ... 22

3.1 Skema Kerangka Konseptual ... 28

4.1 Skema Kerangka Operasional ... 37

5.1 Ekstrak Rimpang Lengkuas Merah ... 38

5.2 Ekstrak Rimpang Lengkuas Putih ... 39

5.3 Uji Kromatografi Lapis Tipis Golongan Flavonoid ... 40

5.4 Uji Kromatografi Lapis Tipis Golongan Terpenoid... 42

5.5 Uji Kromatografi Lapis tipis Golongan Polifenol ... 43

5.6 Grafik rata-rata durasi struggling hari pertama ... 45

5.7 Grafik rata-rata durasi struggling hari ketiga ... 46

(12)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1 Daftar Riwayat Hidup ... 62

2 Surat Pernyataan ... 63

3 Perhitungan Konversi Pemberian Dosis ... 64

4 Determinasi tanaman Lengkuas Putih ... 66

5 Determinasi tanaman Lengkuas Merah ... 67

6 Surat Keterangan Pemesanan Serbuk Rimpang Lengkuas Putih ... 68

7 Surat Keterangan Pemesanan Serbuk Rimpang Lengkuas Merah... .. 69

8. Hasil Gambar…… ... 70

9. Hasil SPSS Hari Pertama ... 71

10.Hasil SPSS Hari Ketiga ... 74

(13)

xv

DAFTAR SINGKATAN

LM = Lengkuas Merah LP = Lengkuas Putih

KLT = Kromatografi Lapis Tipis Rf = Retardation Factor

(14)

57

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, G., 2007. Teknologi Bahan Alam. 21, 38–39. Bandung: ITB Press.

Amy M. K., Robert S. B., Trudy M. H., Alicia T. H., Michael J. T., and J Timothy L., 2009, Repeatability of Exercise Behaviors in Mice, Physiol Behav. 98(4): 433-440.

Anonim, 1986. Sediaan Galenik, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta Anonim, 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. 3–5. Jakarta:

Depkes RI

Anonim, 2010. High Troughput Forced Swimming Test Analysis, diakses dari http://www.biobserve.com/products/fst/Biobserve_FST_presentation. Pdf (13 Februari 2011).

Anonymous, 2000. Alpinia galangal (L.) Sw. Didalam www. plants. usda. gov./cgi_bin.

Arifah Sri Wahyuni dan Fitriyah Kusumawati., 2008. Efek Tonik Ekstrak Air Biji Cola (Cola nitida Schott & Endl.) Pada Mencit Jantan. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi., Vol. 12, No. 2, pp. 137 – 143.

Budi, H., 1998. TOGA 1 – Tanaman Obat Keluarga. Yogyakarta: Kanisius.

Da-Duo Liu, Xue-Wu Ji and Rong-Wei Li., 2013. Effects of Siraitia grosvenorii

Fruits Extracts on Physical Fatigue in Mice. Iranian Journal of Pharmaceutical Research (2013), 12 (1): 115-121.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1994. Persyaratan Obat Tradisional. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 5.

Depkes RI, 1995. Pengawasan Obat dan Makanan. Farmakope Indonesia. Ed: IV. Jakarta.

Dewi TS, 2007. Pengaruh Ekstrak Etanol, n-Heksana, Air, Pasak bumi (Eurycomae Radix) terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar sebagai Parameter Uji Afrodisiaka, Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi Surakarta. Dinda, 2010. Penanganan Hewan Percobaan. MEDICAFARMA. 24 April 2010.

http://medicafarma.blogspot.com/2010/04/penanganan-hewan percobaan_24.html. Diakses tanggal 3 Januari 2011.

(15)

58

Gunawan D., 1999. Ramuan Tradisional Untuk Keharmonisan Suami Istri. Depok: Penebar Swadaya.

Hanafiah, K. A., 2001. Rancangan Percobaan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Harborne. J.B.,1987. Metode Fitokimia, terjemahan K. Radmawinata dan I. Soediso, 69 – 94, 142-158, 234-238. Bandung: ITB Press.

Hardinge, M.G., dan Shryoch, H., 2003, Kiat Keluarga Sehat Mencapai Hidup Prima dan Bugar, Cetakan II, Indonesia Publishing House, Jakarta.

Hariana, A., 2006. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Edisi ke-2, Jakarta: Penebar Swadaya.

Harmanto N., 2006. Herbal Untuk Bumbu dan Sayur. Jakarta: Penebar Swadaya. Hong-Mei Jin and Ping Wei., 2011. Anti-Fatigue Properties of Tartary Buckwheat

Extracts in Mice. Int. J. Mol. Sci. 2011, 12, 4770-4780.

Hyo-Jin An, Sang-Wan Seo, Kyung-Sik Sim, Jung-Suk Kim, Eun-Hee Kim, Mi-Ok Lee, Hyeung-Suk Park, Jae-Gab Han, Eun-Hee Lee, Jae-Young Um, Seung-Heon Hong and Hyung-Min Kim., 2006. Antifatigue Effect of Chlorella vulgaris in Mice. Korean J. Food & Nutr. Vol. 19 No. 2, pp. 169-175.

Ikawati, 2007. Pengaruh Ekstrak n-Heksana Etanol 70 % Buah Cabe Jawa (Piper retrofractum Vabl.) Terhadap Minat Tikus Putih Jantan sebagai Parameter Uji Afrodisiak, Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi Surakarta. Indra R., 1999. Penelitian Eksperimental dalam Buku Ajar Metode Penelitian Seri I.

FKUB: Malang

Jawi, I. M., Dewa Ngurah S., I Nyoman A., Agung W. I., dan A. A. Ngurah S., 2009,

Efek Antioksidan Ekstrak Air Umbi Ubi jalar Ungu (Ipomoea batatas L) terhadap Darah dana Berbagai Organ pada Mencit yang Diberikan Beban Aktivitas Fisik Maksimal, diakses dari

http://mot.farmasi.ugm.ac.id/files/73Ubi%20jalar%20Ungu_I%20made%20ja wi%20fix.pdf (20 April 2011).

Kirk, R. E., and R.F. Othmer, 1951, Encyclopedia of chemical Technology, vol.9 John Wiley and Sons Ltd, Canada.

Miryanti, 2007, Pengaruh Variasi Penambahan Buah Kurma (Phoenix dactylifera Linn.) Terhadap Peningkatan Stamina Mencit Putih Jantan Galur Swiss. Yogyakarta: Skripsi Universitas Gajah Mada.

(16)

59

Mokhtar, H and N. Ahmed, 2000. Tea Polyphenols: Prevention of Cancer and Optimizing Health. Am. J. Clin. Nutr., Suppl., 71: 16985-17028.

Mutschler, E., 1986, Dinamika Obat, diterjemahkan oleh Widianto, M.B., danRanti, A.S., Edisi Kelima, 157, 158. Bandung: Penerbit ITB.

Ou Peng-fei and Zhang L., 2010, Stimulatory Effects of Soybean Isoflavones on Exercise Perfomance, International Journal of the Physical Sciences Vol. 5(15), pp. 2272-2277, ISSN 1992 – 1950.

Permadi, A., 2006. Tanaman Obat Pelancar Air Seni. Jakarta: Penebar Swadaya. Permadi, A., 2008. Membuat Kebun Tanaman Obat. Edisi ke-1, Jakarta: Pustaka

Bunda.

Permadi, A., 2008. Membuat Kebun Tanaman Obat. Jakarta: Pustaka Bunda (Group Puspa Swara).

Pitojo dan Zumiati., 2006. Tanaman Bumbu dan Pewarna Nabati. Demak: Aneka Ilmu.

Rahardian S., 2007. Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga L.) Pada Mencit Jantan Galur Swiss Wistar. Surakarta: Skripsi

Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rowe, C. R., 2006. Handbook of Pharmaceutical Excipients. 5nd Edition. London: Pharmaceutical Press, pp: 18.

Saifudin, A., et al., 2011. Standardisasi Bahan Obat Alam. Edisi ke-1, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Seller, R.H., 1996, Diagnosis Banding Gejala yang Lazim, Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta.

Setyowati D, 2007. Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanolik Rimpang Jahe Merah Terhadap Frekuensi Minat dan Frekuensi Koitus Tikus Putih Jantan Galur Wistar Sebagai Parameter Uji Afrodisiaka, Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi Surakarta.

Sinaga, E., 2000. Alpinia galangal (L.) Willd. Didalam www. warintek.apiji.or.id/artikel/ttg_tanaman_obat/unas.

Soedibyo, M., 1998. Alam Sumber Kesehatan manfaat dan kegunaan. Jakarta: Balai Pustaka.

Stahl, Egon. 1985. Analisis Obat Secara Kromatografi dan Spektroskopi. Bandung: ITB

(17)

60

Stamina and Male Reproductive Function of Mice, biol. Pharm. Bull. 33(2) 273-278.

Swetman, S. C., 2009. Martindale. 36th Edition. London: Pharmaceutical Press, pp: 557.

Tjay, T.H. dan Raharja, K., 1993, Swamedikasi, edisi I, hal 136-142, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Wardana, H. D. et al., 2002. Budi Daya Secara Organik Tanaman Obat Rimpang. Jakarta: Penebar Swadaya.

(18)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman tingkat tinggi. Hingga saat ini, tercatat 7000 spesies tanaman telah diketahui khasiatnya namun kurang dari 300 tanaman yang digunakan sebagai bahan baku industri farmasi secara regular. Sekitar 1000 jenis tanaman yang telah diidentifikasi dari aspek botani sistematik tumbuhan dengan baik. WHO pada tahun 2008 mencatat bahwa 68% penduduk dunia masih menggantungkan sistem pengobatan tradisional yang mayoritas melibatkan tumbuhan untuk menyembuhkan penyakit dan lebih dari 80% penduduk dunia menggunakan obat herbal untuk mendukung kesehatan mereka (Saifudin, et.al., 2011).

Dari banyaknya tumbuhan berkhasiat obat tersebut, beberapa di antaranya berkhasiat sebagai tonikum. Tonikum adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dapat memperkuat tubuh atau memberi tambahan tenaga/energi pada tubuh. Kata tonic berasal dari bahasa yunani yang berarti meregang. Tonikum dapat meregang atau memperkuat sistem fisiologis tubuh sebagaimana halnya olah raga yang dapat memperkuat otot-otot (Gunawan, 1999). Selain itu, senyawa ini dapat meningkatkan aktivitas psikis, menghilangkan rasa kelelahan dan penat, serta meningkatkan kemampuan berkonsentrasi (Mutschler, 1986).

Oleh karena itu masyarakat, khususnya kaum pria banyak yang mengonsumsi tonikum. Beberapa contoh tanaman yang sering digunakan sebagai tonikum adalah Lengkuas (Alpinia galanga L.) (Rahardian, 2007), akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.) (Dewi, 2007), rimpang jahe merah (Zingiber officinal, Rosc) (Setyowati, 2007) dan buah jabe jawa (Piper retrofractum, Vahl) (Ikawati, 2007).

(19)

2

Penelitian sebelumnya telah dilakukan uji untuk mengetahui bagaimana efek lengkuas putih (Alpinia galanga L.) dan hasilnya menunjukkan bahwa lengkuas putih

(Alpinia galanga L.) dapat memberikan efek tonikum pada mencit jantan (Rahardian, 2007).

Bahan kimia yang terkandung dalam buah lengkuas putih (Alpinia galanga L.)

di antaranya kaiofilin oksida;kariofillenol; kuersetin 3-metil eter; ramnositrin; dan 7-hidroksi-3,5-dimetoksiflavon. Sementara rimpangnya mengandung minyak atsiri 1%

dengan kandungan metilsinamat, sineol, kamfer, δ-pinen, gaalangin,eugenol, kamfor, gaalangol, sesuiterpen, kadinena, hidrates, heksahidrokadalene, dan kristal kuning

(Hariana, 2006). Sedangkan pada lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum),

rimpangnya mengandung bahan kimia seperti saponin, tanin, flavonoida, dan minyak atsiri, pada batangnya juga terkandung saponin, tanin, dan flavonoida (Permadi, 2008).

Dari latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka telah dilaksanakan penelitian tentang efek tonikum ekstrak rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) berdasarkan pada pendekatan kemotaksonomi di mana kerabat dekat dari lengkuas merah yaitu lengkuas putih (Alpinia galanga L.) yang sudah terbukti memiliki aktivitas tonikum, sehingga ada kemungkinan lengkuas merah juga memiliki khasiat yang serupa.

Penelitian ini menggunakan metode Forced Swimming Test yaitu uji untuk mengetahui daya tahan mencit berenang, sehingga dapat dilihat khasiat dan efektivitas ekstrak rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) sebagai tonikum sekaligus membandingkan potensinya sebagai tonikum dengan rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga L.).

(20)

3

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana efek tonikum ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dan lengkuas putih pada mencit jantan dengan uji daya tahan berenang?

2. Bagaimana perbandingan ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dan lengkuas putih terhadap efek tonikum pada mencit jantan dengan uji daya tahan berenang?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengetahui efek tonikum ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dan lengkuas putih pada mencit jantan dengan uji daya tahan berenang.

2. Membandingkan efek tonikum rimpang lengkuas merah dan rimpang lengkuas putih terhadap pemberian ekstrak etanol pada mencit jantan dengan uji daya tahan berenang.

1.4 Hipotesis

1. Ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dan rimpang lengkuas putih dapat memberikan efek tonikum pada mencit jantan.

2. Berdasarkan pendekatan taksonomi pemberian dosis ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dan rimpang lengkuas putih dapat memberikan efek tonikum yang serupa pada mencit jantan.

1.5 Manfaat Penelitian

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...