• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI EVALUASI KINERJA ANGKUTAN KOTA DI KOTA JEMBER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDI EVALUASI KINERJA ANGKUTAN KOTA DI KOTA JEMBER"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI EVALUASI KINERJA ANGKUTAN KOTADI KOTA JEMBER

Oleh: EVA NURDIANITA ( 01520113 )

Civil Engineering

Dibuat: 2007-04-02 , dengan 3 file(s).

Keywords:

Kinerja Angkutan Kota.

Pergerakan manusia terjadi karena adanya proses pemenuhan kebutuhan akan pendidikan,

pekerjaan, berbelanja, bertamu dan kebutuhan lain yang terletak pada lokasi yang berbeda, baik

itu dilakukan rutin setiap hari maupun tidak. Sarana dan prasarana utama menunjang pergerakan

penduduk adalah kendaraan penumpang serta jaringan jalan. Penyediaan angkutan umum

berkaitan dengan lokasi tujuan pergerakan. Untuk Kota Jember Pada saat ini angkutan darat

untuk umum dalam kota dilayani oleh angkutan kota, angkutan pedesaan, taxi, bus kota dengan

komponen utamanya adalah angkutan kota. Untuk mengimbangi mobilitas penduduk di kota

jember yang aktif maka diperlukan pelayanan angkutan kota yang baik dalam arti kinerja dari

angkutan kota tersebut dapat memenuhi dari permintaan.

Studi evaluasi ini dilakukan dengan menggunakan metode yang mengacu pada buku Direktorat

Jendral Perhubungan Darat, dengan parameter-parameter load factor, headway, frekuensi dan

Kecepatan.

Kesimpulan hasil evaluasi adalah load factor rata-rata pada jam sibuk angkutan kota Jember jalur

D 103 %, jalur E 93.35 % dan jalur G 83.35 %, headway rata-rata jalur D 3.174 menit, jalur E

3.034 menit dan jalur G 2.522 menit sedangkan didapatkan frekuensi rata-rata jalur D 19

kendaraan/jam, jalur E 20 kendaraan /jam dan jalur angkutan G 24 kendaraan /jam,dan didapat

kecepatan rata-rata minimum dari seluruh angkutan adalah 22 km/jam pada jalur E dan 22

km/jam jalur G dan maksimum 24 km/jam pada jalur D. Dari hasil survey waktu tempuh jalur D

100 menit, jalur E 90 menit dan jalur G 100 menit, maka perlu adanya pengurangan armada jalur

D terjadi pengurangan sebesar 4 kendaraan, jalur E terjadi pengurangan sebesar 2 kendaraan,

jalur G terjadi pengurangan 2 kendaraan.

Abstract

Human movement occurs because of the process of fulfilling the need for education, employment, shopping, visiting and other needs that are located in different locations, whether it is done routinely every day or not. Facilities and infrastructure to support the movement of population is the main passenger vehicle and the road network. Provision of public transport movements associated with the destination location. For the city of Jember At this time for public land transport in the city is served by public transportation, rural transportation, taxis, city buses with the main component is the public transportation. To compensate for the mobility of people in the town of Jember active it needs a good public transportation services within the meaning of the performance of urban transport can meet the demand.

Evaluation study was conducted by using a method that refers to the book Directorate General of Land Transportation, with the parameters of the load factor, headway, frequency and speed.

(2)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui kinerja angkutan sungai klotok dengan parameter load factor, frekuensi , headway, waktu tempuh dan kecepatan tempuh rute Dermaga Jembatan

EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN PADA JALUR B2 DI KOTA PUROKERTO, Pujiatno, NPM 05 02 12330, tahun 2011, Bidang Keahlian Trasportasi, Program Studi Teknik Sipil,

Pengaturan jadwal operasi angkutan dilakukan dengan, untuk jalur 1 (Jati-Jetak) yang memiliki jumlah armada 105 unit, dibutuhkan hanya 4 angkutan maka untuk masing-masing angkot

Sedangkan tingkat efisiensi angkutan umum perkotaan yang ditinjau dari tingkat operasional rata-rata diperoleh sebesar 1,63 menit pada jam sibuk pagi , 1,98 menit pada jam tidak

Melakukan analisis terhadap kinerja teknis, operasional serta kinerja layanan angkutan perkotaan (load factor, headway, circulation time, travel speed, analisis kelambatan,

headway , load factor , dan waktu perjalanan, mengetahui tarif angkutan yang sesuai berdasarkan Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP), dan

headway , load factor , dan waktu perjalanan, mengetahui tarif angkutan yang sesuai berdasarkan Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP), dan

Dari hasil tinjauan kinerja angkutan pedesaan diketahui nilai headway rata – rata trayek Kabanjahe – Berastagi 9,07 menit, Kabanjahe – Tigabinanga 13,78 menit, Kabanjahe –