PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH PLAYER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN HIDROLISIS GARAM.

19 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODELPEMBELAJARANPROBLEM BASEDLEARNING (PBL) MENGGUNAKANMACROMEDIA FLASH PLAYER

TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN HIDROLISIS GARAM

Oleh: Dini Oktavianti NIM 4123131021

Program Studi Pendidikan Kimia

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iii

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANPROBLEM BASED LEARNING (PBL)MENGGUNAKANMACROMEDIA FLASH PLAYER

TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN HIDROLISIS GARAM

Dini Oktavianti (NIM 4123131021) Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dengan

macromedia flash player pada pokok bahasan Hidrolisis Garam siswa SMA kelas XI IPA semester genap tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling. Dari hasil penelitian, untuk kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata

pre-test sebesar 36,6 dan nilai post-test adalah 89,3. Sedangkan untuk kelas kontrol nilai rata-rata pre-test adalah 41,9 dan nilai post-test adalah 82,7. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas pretest dan postest terbukti data kedua kelas berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji t pihak kanan diperoleh thitung = 4,09 dan ttabel = 1,567, sehingga thitung>ttabel yang berarti Ha diterima.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah(PBL) denganmacromedia flash player pada pokok bahasan Hidrolisis Garam di MAN 1 Medan.

(4)

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Alhamdulillahirabbil’alamin.. Puji dan syukur

penulis ucapkan kepada Allah SWT, atas segala Rahmat dan Hidayah-Nya yang

memberikan nikmat dan kesehatan dan kesempatan kepada penulis sehingga

penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai dengan waktu yang telah

direncanakan.

Skripsi berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Macromedia Flash Player Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA pada Pokok Bahasan Hidrolisis Garam”, disusun untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu

Pengetahuan Alam, UNIMED.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Orang tua

Penulis Ummi Tersayang Hj. Linda Riani dan Abi Tercinta H.Sujianto, S.H sebagai

motivator terbesar yang senantiasa berdoa dan memberi dukungan tenaga, moril

maupun material kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Terimakasih juga

penulis ucapkan kepada Kakak penulis, Adya Pitaloka,S.Ked , Adik penulis Yusuf

Iqbal Syahputra dan Syarifah Fadhillah yang menjadi sumber semangat dan motivasi

bagi penulis.

Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dra. Nurmalis, M.Si,

sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan, saran,

dan motivasi kepada penulis sejak awal Bimbingan sampai dengan selesainya

penulisan skripsi ini. Bahkan disaat sakit, beliau masih menyemangati penulis untuk

segera menyelesaikan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada

Bapak Prof. Albinus Silalahi, M.Si , Dr. Mahmud, M.Si dan Agus Kembaren, S.Si,

M.Si yang telah memberikan masukan dan saran-saran demi perbaikan skripsi ini

mulai dari awal penelitian hingga selesainya skripsi ini. Ucapan terima kasih

disampaikan kepada Ibu Dra. Ratu Evina Dibyantini, M.Si selaku dosen penasehat

(5)

v

kepada seluruh bapak dan ibu Dosen beserta Staf Pegawai Jurusan Kimia FMIPA

Unimed yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan membantu penulis selama

perkuliahan.

Ucapan terimakasih penulisan berikan kepada Kelas tercinta Kimia Dik B

2012 yang sangat penulis banggakan, sahabat terbaik, 4D2A (Amru Daulay, Aida

Husni, Derin Putri Sianipar, Devi Lestari, Dwi Endah Larasati dan Dyah Tri

Renartika), serta teman seperjuangan yang udah rela menjadi observer, Laila Majnun

Hutagaol.

Ucapan terima kasih kepada guru-guru sekolah yang telah mendidik penulis

sehingga penulis dapat memperoleh gelar sarjana dari SD hingga SMA. Ucapan

terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Sekolah MAN 1 Medan, Guru Kimia

(Ibunda Siti Aminah, S.Pd) dan siswa/i kelas XI-IPA 4 dan XI-IPA 6 MAN 1 Medan

yang telah banyak membantu penulis selama proses penelitian berlangsung.

Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian

skripsi ini, jika terdapat kelemahan dalam penulisan skripsi ini, penulis mohon kritik

dan saran yang membangun guna menyempurnakan skripsi ini. Akhir kata semoga

skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat dalam memperkaya ilmu pendidikan.

Medan, Juni 2016

Penulis,

(6)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 3

1.3. Rumusan Masalah 3

1.4. Batasan Masalah 4

1.5. Tujuan Penelitian 4

1.6. Manfaat Penelitian 4

1.7. Definisi Operasional 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6

2.1. Kerangka Teoritis 6

2.1.1. Pengertian Belajar 6

2.1.2. Pengertian Mengajar 6

2.1.3. Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) 6 2.1.3.1. Definisi ModelProblem Based Learning 7 2.1.3.2. Ciri-Ciri ModelProblem Based Learning 8 2.1.3.3. Kelebihan ModelProblem Based Learning 9 2.1.3.4. Langkah-Langkah ModelProblem Based Learning 10

2.1.4. Metode Ceramah 10

2.1.4.1. Kelebihan dan Kelemahan Metode Ceramah 11

2.1.5. Pengertian Media Pendidikan 11

2.1.6. Macromedia Flash Player 12

2.1.7. Model Pembelajaran Kurikulum 2013 13 2.1.8. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar 13

2.1.9. Hakikat Hasil Belajar 14

2.1.10.Hidrolisis Garam 15

2.1.10.1.Pengertian Hidrolisis Garam 15

2.1.10.2.Jenis Garam 15

2.1.10.3.Menghitung pH Larutan Garam 17 2.2. Kerangka Konseptual Penggunaan Model Pembelajaran Terhadap

Hasil Belajar Siswa. 23

(7)

vii

BAB III METODE PENELITIAN 25

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 25

3.2. Populasi dan Sampel 25

3.3. Rancangan dan Variabel Penelitian 25

3.4. Prosedur Penelitian 26

3.4.1.Persiapan Penelitian 26

3.4.2.Pelaksanaan Pengajaran 27

3.5. Instrument Penelitian 30

3.6. Pengumpulan dan Analisis Data 31

3.6.1.Uji Validitas Isi 31

3.6.2.Uji Validitas Item Tes 31

3.6.3.Reliabilitas Tes 32

3.6.4.Tingkat Kesukaran 32

3.6.5.Daya Pembeda 33

3.7. Teknik Analisis Data 33

3.7.1. Uji Normalitas 33

3.7.2. Uji Homogenitas 34

3.7.3. Uji Hipotesis 34

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian 36

4.1.1. Analisis Data Instrumen Penelitian 36

4.1.1.1. Uji Validitas Tes 36

4.1.1.2. Reliabilitas Tes 37

4.1.1.3. Daya Beda Tes 37

4.1.1.4. Tingkat Kesukaran 37

4.1.2. Deskripsi Data Hasil Penelitian 37 4.2. Analisis Data Hasil Penelitian 38 4.2.1. Uji Normalitas Data Pre-test dan Post-test Kelas Eksperimen dan

Kontrol 39

4.2.2. Uji Normalitas Data Aspek Afektif Siswa Kelas Eksperimen dan

Kontrol 40

4.2.3. Uji Normalitas Data Aspek Psikomotor Siswa Kelas Eksperimen dan

Kontrol 40

4.2.4. Uji Homogenitas Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kontrol 41 4.2.5. Uji Homogenitas Aspek Afektif Kelas Eksperimen dan Kontrol 41 4.2.6. Uji Homogenitas Aspek Psikomotor Kelas Eksperimen dan Kontrol 42

4.2.7. Uji Hipotesis 42

4.2.7.1. Uji Hipotesis Data Post-test dan Pre-test 42

4.3. Pembahasan 44

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan 47

5.2. Saran 47

(8)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Penelitian 24

Gambar 3.1 Gambaran Dari Rencana Penelitian (Desain Penelitian) Pada Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan

Hidrolisis Garam 30

(9)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Tahap-Tahap Utama Problem Based Learning Menurut Ibrahim Yang Digunakan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Siswa Dalam Proses Pembelajaran Hidrolisis Garam 10

Tabel 3.1 Rancangan Penelitian Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Hidrolisis Garam Berdasarkan Hasil

Evaluasi Belajar Sebelum Dan Sesudah Pengajaran 26

Tabel 4.1 Rata-Rata, Standar Deviasi, Dan Varians Dari Data Pre-Test

Dan Post-Test 38

Tabel 4.2 Uji Normalitas Data Pre-Test Dan Post-Test 39

Tabel 4.3 Uji Normalitas Data Afektif 40

Tabel 4.4 Uji Normalitas Data Psikomotor 40

Tabel 4.5 Uji Homogenitas Hasil Belajar 41

Tabel 4.6 Uji Homogenitas Data Afektif 41

Tabel 4.7 Uji Homogenitas Data Psikomotor 42

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Kurikulum 2013 50

Lampiran 2 Silabus 57

Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 59

Lampiran 4 Langkah-Langkah Pembelajaran 107

Lampiran 5 Analisis Masalah 111

Lampiran 6 Media (Macromedia Flash Player) 116 Lampiran 7 Kisi-Kisi Instrumen Test (Belum Divalidasi) 122

Lampiran 8 Lembaran Soal (Belum Divalidasi) 133

Lampiran 9 Kunci Jawaban Instrument Test (Belum Divalidasi) 140

Lampiran 10 Kisi-Kisi Instrumen Test (Sesudah Divalidasi) 141

Lampiran 11 Lembaran Soal (Sesudah Divalidasi) 146

Lampiran 12 Kunci Jawaban Instrument Test (Sudah Divalidasi) 150

Lampiran 13 Analisis Validitas Item Test 151

Lampiran 14 Perhitungan Validitas Test 152

Lampiran 15 Tingkat Kesukaran Item Test 155

Lampiran 16 Perhitungan Tingkat Kesukaran Test 156

Lampiran 17 Daya Beda 158

Lampiran 18 Perhitungan Daya Pembeda Butir Test 159

Lampiran 19 Analisis Reliabilitas Item Test 161

Lampiran 20 Perhitungan Reliabilitas Item Test 162

Lampiran 21 Rekap Analisis Instrument Test 164

Lampiran 22 Data Hasil Penelitian 165

Lampiran 23 Hitungan Rata-Rata, Varian, Dan Standar Deviasi hasil

Belajar Siswa 169

Lampiran 24 Uji Normalitas Data 171

Lampiran 25 Uji Homogenitas Data 179

Lampiran 26 Pengujian Hipotesis 184

Lampiran 27 Tabel Nilai-Nilai r Produk Momen 186

Lampiran 28 Tabel Nilai Kritis Distribusi Chi Kuadrat 187

Lampiran 29 Tabel Nilai-Nilai Dalam Distribusi t 188

(11)

xi

Lampiran 31 Dokumentasi Penelitian 190

(12)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan secara umum dapat dimengerti sebagai suatu usaha sadar

dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar siswa secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian

diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak serta ketrampilan yang diperlukan bagi

dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Hal ini senada dengan undang-undang

sistem pendidikan nasional no.20 tahun 2003 tentang fungsi pendidikan nasional

yang menyatakan: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan

dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka

mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi agar

menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga

Negara yang demokratis dan bertanggung jawab (Dikti, 2003).

Masalah utama pembelajaran yang masih banyak ditemui adalah tentang

rendahnya hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara peneliti

dengan salah seorang guru di MAN 1 Medan diketahui bahwa hasil belajar siswa

kimia masih rendah terkhusus materi hidrolisis garam. Hal ini dapat dilihat pada

hasil belajar siswa yang belum mencapai nilai KKM.

Permasalahan lainnya adalah proses pembelajaran masih terpusat pada

guru sebagai sumber utama pengetahuan. Umumnya guru masih menggunakan

metode tradisional (ceramah) dimana metode ini membuat guru terkesan

mendominasi kegiatan belajar mengajar dan siswa menjadi pasif. Metode ini

dipilih guru karena ingin mengejar tuntutan kurikulum, dimana dengan waktu

yang relatif singkat semua materi harus sudah selesai diajarkan. Seperti yang

dikemukakan oleh Sinarno Surakhmad M.Ed, metode ceramah ialah penerangan

atau penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya (Suryosubroto, 2009).

Pola mengajar kelihatan baku, yakni menjelaskan sambil menulis di papan tulis

serta diselingi tanya jawab, sementara itu peserta didik memperhatikan penjelasan

guru sambil mencatat di buku tulis. Selain itu, proses pembelajaran yang selama

(13)

2

mengembangkan pengetahuan karena kegiatan masih sering didominasi guru

(Wasonowati, 2014).

Ilmu kimia mempelajari tentang susunan,struktur, sifat, perubahan

materi, dan perubahan energi yang menyertainya. Sebagian dari pokok bahasan

kelas XI SMA adalah Hidrolisis Garam.

Materi Hidrolisis Garam melibatkan konsep perhitungan matematika

dalam pemecahan soal-soal hitungannya, serta memiliki keterkaitan materi satu

sama lain yang cukup erat dengan materi sebelumnya yakni Asam dan Basa.

Pembelajaran berbasis masalah (Problem-based learning), selanjutnya disingkat PBL, merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat

memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. PBL adalah suatu model

pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui

tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang

berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk

memecahkan masalah. (Esti Zaduqisti. 2010). Strategi pembelajaran berbasis

masalah (PBL) merupakan salah satu strategi yang dapat meningkatkan aktivitas

siswa dalam belajar. Aktivitas PBL cenderung lebih ringkas, terbuka, dan mudah

untuk berintegrasi dan diorganisasikan dengan pembelajaran sebelumnya

(Ambruster, dkk. 2009). Selain itu, kebanyakan studi tentang efektivitas PBM berasal dari pengamatan yang dilakukan dalam pengaturan kelompok kecil,

biasanya melibatkan 5-9 siswa dengan tutor mengawasi setiap kelompok (Klegeris

dan Hurren, 2011)

Kelebihan model PBL dalam pembelajaran ini juga didukung dengan

beberapa hasil penelitian antara lain adalah: 1) Trihatmo berpendapat bahwa

penggunaan model Problem Based learning melalui Pendekatan Two Stay Two

Stray memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok larutan

penyangga dan hidrolisis. 2) Klegeris dan Hurren menyimpulkan bahwa

menggunakan model Problem Based Learning, selain kuliah didaktik, di ruang kelas yang besar memiliki beberapa hasil positif pada kepuasan mahasiswa dalam

proses belajar. Metodologi PBL harus berefek positif pada kemampuan

memecahkan masalah siswa. 3) Refriwati menyimpulkan bahwa model Problem

(14)

larutan elektrolit pada siswa SMKN 1 Bukit Sundi dalam pelajaran kimia. 4)

Safrina dan saminan menyimpulkan bahwa pengaruh penggunaan pembelajaran

problem based learning adalah adanya peningkatan terhadap kemampuan

pemecahan masalah siswa. 5) Wiwin juga menyimpulkan bahwa model

Pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan penguasaan konsep

kimia pada materi larutan penyangga secara signifikan.

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, dipandang perlu untuk

melakukan suatu penelitian tentang penggunaan model pembelajaran berbasis

masalah dengan menggunakan media komputer (macromedia flash player) serta

pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar Kimia siswa.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, dapat ditemui

beberapa permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran Kimia di sekolah MAN

1 Medan, antara lain:

1. Kemampuan Guru dalam mendesain proses belajar mengajar di sekolah.

2. Minat siswa dalam belajar Kimia terhadap model pembelajaran yang

monoton

3. Variasi penggunaan model pembelajaran Kimia yang dapat merangsang

aktivitas siswa

1.3. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Apakah hasil belajar siswa

yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan macromedia flash player lebih tinggi daripada metode ceramah?

1.4. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan rumusan masalah yang telah dikemukan di

atas, maka batasan masalah dapat dirumuskan sebagai berikut :

(15)

4

2. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) denganmacromedia flash player pada kelas eksperimen dan metode pembelajaran konvensional pada kelas control.

3. Target yang diharapkan adalah adanya perbedaan hasil belajar siswa

menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media macromedia flash player dengan metode pembelajaran

konvensional ceramah.

4. Subjek penelitian dibatasi pada siswa kelas XI semester genap di sekolah

MAN 1 Medan.

5. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013, dan penilaian hasil

belajar yang dicapai dalam kurikulum 2013 dinilai melalui aspek kognitif,

afektif, dan psikomotor (Lampiran 1)

1.5. Tujuan Penelitian

Sejalan dengan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini memiliki

tujuan umum yaitu untuk menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa melalui

penerapan model pembelajaran berbasis masalah(PBL)denganmacromedia flash player pada pokok bahasan Hidrolisis Garam.

1.6. Manfaat Penelitian

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diharapkan dapat bermafaat

secara teoritis dan praktis. Manfaat teoritis dalam penelitian ini antara lain adalah :

(1) Untuk menambah dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan guna

meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya yang berkaitan dengan pemilihan

strategi pembelajaran yang tepat. (2) Sumbangan pemikiran dan bahan acuan bagi

guru, pengelola dan pengembang lembaga pendidikan.

Sedangkan manfaat praktis dari penelitian ini adalah : (1) Bagi siswa,

Pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu usaha untuk

mengembangkan daya fikir serta meningkatkan aktifitas dan keaktifan siswa

dalam proses pembelajaran. (2) Bagi guru, Meningkatkan kemampuan guru untuk

menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. (3) Bagi sekolah,

(16)

dan meningkatkan kualitas sekolah melalui peningkatan kualitas pembelajaran. (4)

Bagi peneliti, penelitian ini merupakan salah satu usaha untuk memperdalam dan

memperluas ilmu pengetahuan penulis.

1.7. Definisi Operasional

1. ModelProblem Based Learning(PBL)

Model Problem Based Learning (PBL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah nyata atau masalah simulasi

yang kompleks sebagai titik awal pembelajaran, dengan karakteristik: (1)

Pembelajaran dipandu oleh masalah yang menantang; (2) Para siswa

bekerja dalam kelompok kecil; (3) Guru mengambil peran sebagai

fasilitator dalam pembelajaran.

2. Hidrolisis Garam

Materi ini diajarkan di kelas XI SMA Semester genap. Hidrolisis adalah

reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air.

Garam adalah senyawa elektrolit yang dihasilkan dari reaksi netralisasi

antara asam dengan basa.

3. Metode Pembelajaran Konvensional Ceramah

Metode pembelajaran ini adalah pembelajaran yang bersifat searah yaitu

pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga siswa menjadi bosan.

4. Macromedia Flash Player

Macromedia flash player merupakan sebuah program yang didesain khusus oleh Macromedia dan program aplikasi standar authoring tool professional yang digunakan untuk membuat animasi dan bitmap yang sangat menarik untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif

(17)

25

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 1.1. Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian, perhitungan data dan pengujian

hipotesis, peneliti memperoleh kesimpulan yakni peningkatan hasil belajar siswa

melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dengan

macromedia flash player pada pokok bahasan Hidrolisis Garam yang dapat ditunjukkan dengan hasil belajar siswa yang lebih tinggi setelah diberikan

pembelajaran dengan model PBL daripada sebelum diberi pembelajaran model

PBL dengan diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 36,6 dan nilai post-test

adalah 89,3. Selain itu, hasil belajar yang meningkat setiap pertemuannya yang

dinilai melalui aspek psikomotor dan afektif.

1.2. Saran

Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian, maka peneliti memberikan

beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi guru kimia agar dapat melakukan inovasi pembelajaran dengan

mengembangkan model pembelajaran sehingga siswa dapat

meningkatkan hasil belajarnya. Dalam hal ini hendaknya guru

menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning yang dapat membantu siswa untuk dapat mengerti kekuatan dan kelemahan mereka

sesuai dengan gaya belajar mereka masing-masing.

2. Bagi pihak sekolah untuk menyediakan fasilitas berupa sarana

dan prasarana pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan belajar

sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

3. Bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian yang relevan

pada materi atau pokok bahasan kimia yang lain dengan menambahkan

alokasi waktu agar hasil yang dicapai lebih maksimal.

4. Diperlukan kesabaran guru dalam membimbing siswa, karena

kemampuan siswa mengkonstruksi pengetahuan memiliki berbagai latar

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Ambruster, P., Patel, M., Johnsons, E. Weiss., (2009), Active Learning and Student Centered Pedagogy Improve Student Attitudes and Performance in Introductory Biology,CBE-life sciences education8:203 – 213.

Arends, R.I., (2008), Learning to Teach (Belajar untuk Mengajar), Pustaka Pelajar, Yogyakarta

Arsyad, A., (2007),Media Pembelajaran,PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Bilgin, I., Senocak, E., Sozbilir, M., (2008), The Effects of Problem -Based

Learning Instruction on University Students’ Performance of Conceptual and Quantitative Problems in Gas Concepts, Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education,5(2): 153-164

Bintang, A.L., (2012), Pengertian dari Macromedia Flash dan Multimedia serta Fungsi – fungsi penjelasan toolbarnya, http://bintang-agusta-lesmana.blogspot.co.id/2012/03/pengertian-dari-macromedia-flash dan. htmlakses 30 November 2015

Dahar, W.R., (2006),Teori-teori Belajar dan Pembelajaran,Erlangga, Jakarta Dikti., (2003), UUD RI No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,

www.inherent-dikti.net/files/sisdiknas.pdf, 30 November 2015

Isjoni dan Ismail, (2008), Model-model Pembelajaran Mutakhir Perpaduan Indonesia-Malaysia, Pustaka Belajar ,Yogyakarta

Klegeris, A., dan Hurren, H., (2011), Impact of Problem-Based Learning in a Large Classroom Setting : Student Perception and Problem-Solving Skills,Adv Physiol Educ35:408–415.

Mahmuda, Hanni., (2010), Pembuatan dan Uji Kelayakan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Komputer (Macromedia Flash 8) pada Pokok Bahasan Larutan Asam Basa, Skripsi, Unimed, Medan.

Permendikbud., (2013), Jurnal Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah

Purwanto., (2011),Evaluasi Hasil Belajar,Pustaka Pelajar, Yogyakarta

(19)

49

Refriwati., (2015), Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Dengan Pendekatan Problem Based Learning Pada Pelajaran Kimia Kelas Xi Tsm Semester 1 Smkn 1 Bukit Sundi Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok, Jurnal Pendidikan Indonesia,1(1): 36 - 42

Safrina dan Saminan., (2015), The Effect of Problem Based Learning (PBL),

Jurnal Ilmiah Peuradeun 3(2): 311-321

Sagala, S., (2010),Supervisi Pembelajaran, Alvabeta, Bandung

Silitonga, P.M., (2011), Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian, FMIPA UNIMED, Medan

Slameto., (2003), Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta.

Sudjana, N., (1995), Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Suryosubroto., (2002), Proses Belajar Mengajar Di Sekolah, Rineka Cipta, Jakarta.

Trianto., (2010),Mendesain Model Pembelajaran Inovatif - Progresif, Kencana, Jakarta

Trihatmo, Aji., dkk., (2012), Penggunaan Model Problem Based Learning Pada Materi Larutan Penyangga Dan Hidrolisis,Chemistry in Education 1 (1): 7 – 13

Wasonowati, R.R.T., Redjeki T., dan Ariani, S.R.D., (2014), Penerapan Model

Problem Based Learning (PBL) pada Pembelajaran Hukum - Hukum Dasar Kimia Ditinjau dari Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X IPA SMA Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014,Jurnal Pendidikan Kimia (JPK),3(3): 66-75

Wulandari, Wiwin., (2011), Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Dan Penguasaan Konsep Siswa Pada Materi Larutan Penyangga, Jurnal Pengajaran MIPA 16(2): 116 - 121

Figur

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Penelitian
Gambar 2 1 Kerangka Berpikir Penelitian. View in document p.8
Tabel 2.1Tahap-Tahap
Tabel 2 1Tahap Tahap. View in document p.9

Referensi

Memperbarui...