UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DRIBBLING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 12 BINJAI
TAHUN AJARAN 2015/2016.
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat-syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
Oleh :
DZIKRIL HAKIM SIREGAR
NIM. 6113311036
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
ABSTRAK
DZIKRIL HAKIM SIREGAR, Nim. 6113311036. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dribbling Pada Permainan Sepak Bola Melalui Pendekatan Saintifik Dengan Model Cooperative Learning Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Binjai Tahun Ajaran 2015/2016.
Pembimbing : JUMADIN
Skripsi Medan : Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIMED 2015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penigkatan hasil belajar dribbling dengan kaki bagian dalam pada permainan sepak bola dengan menggunakan Penerapan Pendekatan Saintifik dan model Cooperative Learning pada siswa kelas VII SMP Negeri 12 Binjai Kota Binjai Tahun Ajaran 2015/2016.
Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 12 Binjai Kota Binjai Tahun Ajaran 2015/2016, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 32 orang. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini dan untuk mengetahui hasil dilihat dari ketuntasan siswa secara individu dan secara klasikal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar yang berbentuk portofolio. Setelah menerapkan Pendekatan Saintifik dengan sekaligus diiintegrasikan model kooperative maka diadakan tes hasil belajar pada siklus I dan siklus II yang berbentuk teknik dribbling dengan kaki bagian dalam pada permainan sepak bola.
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas segala rahmat dan
karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dribbling Pada Permainan Sepak Bola Melalui Pendekatan Saintifik Dengan Model Cooperative Leaarning Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Binjai Tahun Ajaran 2015/2016 ”. Skripsi yang diperbuat untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana Pendidikan dari Fakultas Ilmu
Keolahragaan Universitas Negeri Medan.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah banyak
membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini yaitu kepada :
1. Prof. Dr. Syawal Gultom,M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri Medan.
2. Dr. Budi Valianto,M.Pd, Dekan di FIK Universitas Negeri Medan.
3. Drs, Suharjo,M.Pd, Wakil Dekan I di FIK UNIMED, Syamsul Gultom
SKM.M.Kes, Wakil Dekan II FIK UNIMED, Drs,Mesnan,M.Kes, Wakil
Dekan III di FIK Universitas Negeri Medan.
4. Drs,Suryadi Damanik,M.Kes, Ketua Jurusan PJKR di FIK UNIMED.
5. Usman Nasution, S.Pd, M.Pd. Sekretaris Jurusan PJKR FIK UNIMED
6. Drs, Jumadin IP, M.Kes, AIFO, selaku dosen pembimbing Skripsi dan seperti
orangtua saya di UNIMED ini yang begitu banyak meluangkan waktunya
sampaikan hingga membuat saya merasa terus termotivasi untuk maju dan
nasehat-nasehat beliau kepada penulis selama penyusunan skripsi, sehingga
skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
7. Para dosen dan Asisten Dosen, Staf Administrasi dan perlengkapan di
lingkungan FIK UNIMED.
8. Terima Kasih Buat Bapak dan Ibu Perpustakaan FIK, yang banyak membantu
penulis dalam pencarian refrensi-refrensi untuk penyelesaian skripsi ini.
9. Terima Kasih kepada Bapak Drs. Zulkarnain, MM selaku Kepala Sekolah
SMP Negeri 12 Binjai yang telah memberikan izin melakukan penelitian
disekolah. Kepada Bapak Didi Eka Saputra S.Pd, selaku guru penjas, serta
Bapak Drs. Arif Fauriyuddin selaku Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 12
Binjai dan Ibu Staf Pegawai TU yang telah banyak membantu selama dalam
penelitian.
10.Teristimewa penulis ucapkan terima kasih kepada ibunda Nurlaily Suhaemi
S.Pd dan ayahanda Zulkarnain Siregar yang dengan sepenuh hati telah banyak
memberikan kasih sayang. Doa serta dorongan moral maupun materi penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini, kalian adalah Inspirasiku
dan semangatku.
11.Kepada adik tercinta Dzilhulaifa Siregar yang juga memberikan semangat
iv
12.Kepada kekasih tersayang Elviani yang selalu meluangkan banyak waktu dan
memberikan semangat juga motivasi kepada saya untuk penyelesaian studi
saya di Universitas Negeri Medan.
13.Terima Kasih buat sahabat semasa kuliah Adi Suwanto S.Pd, Aref Satria
Siregar S.Pd, Akbar Zahriali, Bagus Prayogi, dan Sahabat PPLT 2014 SMK
Negeri 1 Pantai Cermin yang telah menjadi keluarga semasa PPL dan
memberikan semangat dan dukungan untuk menyelesaikan skripsi ini.
14.Rekan-rekan Mahasiswa FIK UNIMED Khususnya PJS A Ekstensi 2011 dan
tentunya rekan-rekan seperjuangan dan semua pihak yang tak bisa penulis
sebutkan satu persatu namanya, yang telah banyak membantu dalam
penyelesaian skripsi ini.
Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian
skripsi ini, namun penulis menyadari bahwa tidak ada tulisan yang sempurna, untuk
itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
perbaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dalam memperkaya
khasanah ilmu pengetahuan
Medan, Januari 2016 Penulis,
DAFTAR ISI
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 7
C. Pembatasan Masalah ... 8
D. Rumusan Masalah ... 8
E. Tujuan Penelitian ... 8
F. Manfaat Penelitian ... 9
BAB II LANDASAN TEORITIS ... 10
A. Kajian Teoritis ... 10
1. Hakikat Pendidikan Jasmani ... 10
2. Hakikat Permainan Sepak Bola ... 14
3. Hakikat Dribbling Dalam Permainan Sepak Bola ... 20
4. Hakikat Dribbling Dengan Kaki Bagian Dalam ... 24
5. Hakikat Pendekatan Saintifik ... 27
6. Hakikat Pemebelajaran Kooperatif ... 36
B. Kerangka Berfikir... 40
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 42
A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 42
B. Subjek Penelitian ... 42
C. Metode Penelitian... 42
D. Desain Penelitian ... 43
E. Instrumen Penelitian... 47
F. Tehnik Analisis Data ... 51
BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 54
A. Deskripsi Data Penelitian ... 54
B. Hasil Penelitian ... 55
C. Pembahasan Hasil Penelitian ... 64
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 69
A. Kesimpulan ... 69
B. Saran ... 69
DAFTAR PUSTKA ... 70
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Lembar Penilaian dribbling dengan Kaki Bagian Dalam Permainan Sepak Bola ... 50
2. Paparan Data ... 51
3. Hasil Penelitian dribbling Dengan Kaki Bagian Dalam ... 54
4. Post-Test I (Siklus I) dribbling Dengan Kaki Bagian Dalam ... 56
5. Post-Test II (Siklus II) dribbling Dengan Kaki Bagian Dalam ... 62
viii
DAFTAR GAMBAR
BAB II LANDASAN TEORITIS ... 10
1. Gambar Bola Dalam Permainan Sepak Bola ... 15
2. Gambar Lapangan Sepak Bola ... 16
3. Gambar Dribbling Dalam Permainan Sepak Bola ... 22
4. Gambar Dribbling Dengan Kaki Bagian Dalam ... 24
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 42
1. Gambar Skema Siklus Dalam Penelitian Tindakan Kelas ... 43
2. Gambar Test Keterampilan Menggiring Bola ... 48
3. Gambar Penilaian Keterampilan Menggiring Bola ... 50
BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 54
1. Perbandingan Ketuntasan Belajar Pada Siklus I ... 57
2. Perbandingan Ketuntasan Belajar Pada Siklus II ... 63
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I dan Siklus II ... 71
2. Data Tes awal Dribbling Dengan Kaki Bagian Dalam ... 81
3. Paparan Nilai Tes awal Dribbling Dengan Kaki Bagian Dalam ... 82
4. Data Tes Siklus I Dribbling Dengan Kaki Bagian Dalam ... 84
5. Paparan Nilai Tes Siklus I Dribbling Dengan Kaki Bagian Dalam... 85
6. Data Tes Siklus II Dribbling Dengan Kaki Bagian Dalam... 87
7. Paparan Nilai Tes Siklus II Dribbling Dengan Kaki Bagian Dalam ... 88
8. Susunan Kepanitiaan Pengambilan Data ... 90
9. Hasil Observasi Siklus I dan Siklus II ... 91
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH.
Bangsa Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang
berkembang di bidang ilmu dan teknologi serta di bidang lainnya, termasuk
olahraga. Olahraga adalah salah satu wujud yang bisa mengembangkan
sumber daya manusia serta meningkatkan harkat dan martabat manusia untuk
mewujudkan cita-cita bangsa.
Kehidupan sekolah yang demikian berkombinasi pula dengan kehidupan
di rumah dan lingkungan luar sekolah. Jika di sekolah anak kurang bergerak, di
rumah keadaannya juga demikian. Kemajuan teknologi yang di capai pada saat
ini, malah mengukung anak-anak dalam lingkungan kurang gerak. Anak semakin
asyik dengan kesenangannya seperti: menonton TV atau bermain video game.
Tidak mengherankan bila ada kerisauan bahwa kebugaran anak-anak semakin
menurun.
Perkembangan dan pembinaan olahraga di Indonesia juga merupakan
upaya peningkatan kesehatan jasmani seluruh masyarakat, pemupukan watak
dan sportivitas serta meningkatkan prestasi olahraga dan mengolahragakan
masyarakat. Terutama dikalangan remaja, karena pada usia ini dianggap
paling cocok untuk mengembangkan bakat dan potensi menjadi seorang atlet
2
Sepak bola merupakan permainan beregu, masing-masing regu terdiri
atas sebelas pemain dan salah satunya penjaga gawang. Permainan ini hampir
seluruhnya dimainkan dengan menggunakan tungkai atau kaki, kadangkala
menggunakan kepala dan dada. Khusus untuk penjaga gawang diperbolehkan
menggunakan seluruh bagian tubuhnya.
Tujuan dari permainan sepak bola adalah masing-masing regu atau
keseblasan berusaha menguasai bola, memasukkan bola ke gawang lawan
sebanyak mungkin, dan berusaha mematahkan serangan lawan untuk
melindungi atau menjaga gawangnya agar tidak kemasukan bola. Oleh karena
itu, untuk dapat melakukan permainan sepak bola, pemain harus menguasai
teknik-teknik dasar sepak bola yang baik. Teknik dasar bermain sepak bola
adalah cara pengolahan bola maupun pengolahan gerakan tubuh dalam
bermain sepak bola.
Dalam permainan sepak bola mutlak diperlukan beberapa teknik dasar
yang antara satu dengan yang lain sangat erat kaitanya. Adapun teknik dasar
yang dimaksud adalah mengoper bola (passing), menggiring bola (dribbling),
mengontrol bola (controlling), dan menendang bola (shooting). Untuk
memperoleh teknik dasar sepak bola yang baik dan benar, diperlukan latihan
yang terprogram dan dilakukan dengan rutin serta penuh kedisiplinan. Selain
itu diperlukan pembinaan, perhatian, dan penanggapan yang serius untuk
mencapai prestasi tertinggi dalam permainan sepakbola baik dari segi fisik,
3
Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap (attitude),
keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). Dalam proses pembelajaran
ini, ranah sikap menggamit materi ajar agar sikap peserta didik tahu tentang
“mengapa”. Ranah keterampilan menggamit materi ajar agar sikap peserta didik
tahu tentang “bagaimana”. Ranah pengetahuan menggamit materi ajar agar sikap
peserta didik tahu tentang “apa”. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan
keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills)
dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak
(hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap,
keterampilan dan pengetahuan. Kurikulum 2013 menekankan dimensi paedagogik
modern dalam pembelajaran yaitu menggunakan pendekatan ilmiah.
Hasil observasi peneliti dengan guru pendidikan jasmani SMP Negeri 12
Binjai pada tanggal 6 februari mengenai hasil belajar siswa dalam pelajaran sepak
bola dengan materi dribbling dengan kaki bagian dalam, ternyata masih banyak
siswa yang memperoleh nilai rendah. Dari 32 orang siswa kelas VII, ternyata 24
orang siswa (75%) memiliki nilai dibawah rata-rata dan 8 orang siswa (25%)
memiliki nilai diatas rata-rata. Sementara nilai kriteria ketuntasan minimal adalah
75. Hasil observasi peneliti ternyata siswa masih banyak yang kurang aktif
mengikuti kegiatan sepak bola. Dikarenakan guru pendidikan jasmaninya kurang
berkreatifitas dalam mengelola kelas. Kesulitan-kesulitan yang dialami siswa
adalah kurangnya keberanian dalam melakukan materi dribbling dengan kaki
bagian dalam dan kurangnya kemampuan siswa dalam melakukan materi
4
Dengan demikian guru bersangkutan melakukan pendekatan secara
konvensional
Dalam pandangan Barringer (2010:125) pembelajaran saintifik merupakan
pembelajaran yang menuntut siswa berpikir secara sistematis dan kritis dalam
upaya memecahkan masalah yang penyelesainnya tidak mudah dilihat. Terkait
dengan hal tersebut, pembelajaran ini akan melibatkan siswa dalam kegiatan
memecahkan masalah yang kompleks melalui kegiatan curah gagasan, berpikir
kreatif, melakukan aktivitas penelitian, dan membangun konseptualitas
pengetahuan.
Menurut Slavin (2007), pembelajaran kooperatif menggalakan siswa
berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok. Ini membolehkan
pertukaran ide dan pemeriksaaan ide sendiri dalam suasana yang tidak
terancam, sesuai dengan falsafah konstruktivisme. Dengan demikian,
pendidikan hendaknya mampu menggkondisikan dan memberikan dorongan
untuk dapat mengoptimalkan dan membangkitkan potensi siswa.
Sucipto, dkk (2000:28) mengatakan “Dribbling bola adalah menedang
terputus-putus atau pelan-pelan, untuk memindahkan bola dari suatu daerah ke
daerah lain pada saat permainan sedang berlangsung “. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam dribbling bola adalah bola harus dikuasai
sepenuhnya, dapat mengawasi situasi permainan pada waktu menggiring bola,
setiap pemain dianjurkan untuk menggunakan kedua kaki sebagai keperluan
5
selalu pada bola, melainkan diutamakan pengamatan situasi lapangan dan
lawannya.
Dribbling bola bertujuan untuk mendekati jarak ke sasaran, melewati
lawanny, memeperlambat tempo permainan, memindahkan daerah permainan,
memancing lawan untuk mendekati bola hingga daerah penyerangan terbuka.
Disamping itu, kecepatan dribbling bola sangat dibutuhkan untuk
menunjang teknik tersebut. Untuk mencapai prestasi dalam kelincahan dan
kecepatan terhadap hasil menggiring bola harus didukung oleh kondisi fisik
yang baik dan penguasaan teknik, dengan memiliki kondisi fisik yang baik
maka seseorang akan lebih mudah mencapai prestasi yang maksimal.
Sajoto (1988:3) mengatakan bahwa salah satu faktor penentu dalam
mencapai prestasi olahraga adalah “terpenuhinya kondisi fisik, yang terdiri
dari kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan koordinasi, tenaga (power), daya
tahan otot, daya kerja jantung dan paru-paru, kelenturan, keseimbangan,
ketepatan dan kesehatan dalam berolahraga.
Di dalam aktivitas pembelajaran sepak bola seorang guru harus bisa
mengarahkan siswanya untuk bebas dan kreatif dalam mempelajari suatu
pembelajaran permainan olahraga namun tetap dalam pengawasan guru.
Untuk mengakomodasi kreatifitas dan kebebasan siswa dalam mengikuti
aktivitas pembelajaran permainan sepak bola, seorang guru penjas bisa
menggunakan metode, model dan gaya mengajar yang sesuai, agar semua
6
Di dalam aktifitas pembelajaran yang diberikan oleh masing-masing
guru mata pelajaran, memiliki metode, model dan mengajar yang
berbeda-beda. Dan tugas guru adalah memilih metode, model dan gaya mengajar yang
tepat agar materi yang diberikan dapat tersampaikan. Beberapa metode,
metode dan gaya mengajar yang sering dipergunakan oleh seorang guru
diantaranya adalah pemrosesan informasi, gaya mengajar komando, feedback,
pembelajaran kooperatif dan sebagainya. Itulah beberapa metode, gaya dan
strategi yang bisa dipergunakan oleh seorang guru, khususnya guru penjas.
Untuk itu peneliti tertarik untuk memperbaiki peroses pembelajaran
dribbling dengan menerapkan metode pendekatan saintifik dalam Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar dribbling dalam Permainan Sepak bola pada
siwsa Kelas VII SMP Negeri 12 Binjai Tahun Ajaran 2015/2016”.
Dalam pembelajaran pendekatan saintifik siswa diajarkan memahami
bagaimana cara belajar dan bagaiman cara berpikir sehingga siswa dapat
menyerap dan menguasai materi sepak bola dengan suasana pembelajaran yang
efektif, lebih menyenangkan serta lebih bermakna.
Menggunakan penerapan pendekatan saintiifik merupakan metode
pembelajaran yang bersifat membentuk suatu kelompok belajar untuk
mempermudah suatu proses kegiatan belajar mengajar. Dimana suatu kelompok
belajar itu adalah dengan cara :
1) Mengamati, 2) Menanya, 3) Mencoba, 4) Mengasosiasi, 5)
Mengomunikasikan. Disamping itu, masing-masing kelompok harus mampu
7
diharapkan siswa dapat memahami dan melakukan dribbling kaki bagian dalam
pada permainan sepak bola dengan benar dan sesuai dengan penerapan metode
mengajar Kooperatif learning.
Dalam pembelajaran penjas seorang guru di tuntut kreatifitasnya untuk
menggunakan gaya, metode dan strategi mengajar yang tepat, sehingga
antusias siswa dalam pembelajaran cukup tinggi.
Dengan demikian untuk meningkatkan hasil belajar dribbling dengan kaki
bagian dalam pada siswa, maka diterapkanlah pendekatan saintifik dengan
model kooperatif. Untuk membuktikan itu apakah ada peningkatan hasil
belajar. Maka dengan demikian penulis merasa tertarik mengadakan
penelitian dengan judul UPAYA MENINGKATKAN HASIL
BELAJAR DRIBBLING PADA PERMAINAN SEPAKBOLA
MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL
COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS VII SMP N 12 BINJAI TAHUN AJARAN 2015/2016.
B. Identifikasi Masalah
Bedasarkan latar belakang permasalahan, dapat diidentifikasi terkait
dengan aktivitas pembelajaran permainan sepak bola dalam mata pelajaran
Penjaskes di SMP N 12 Binjai adalah sebagai berikut:
1. Guru belum memahami antara aktivitas pembelajaran sepak bola
dengan cabang olahraga sepakbola.
2. Guru Penjaskes cenderung memberikan aktivitas pelatihan cabang
olahraga sepak bola, bukan memberikan aktifitas pembelajaran
8
3. Guru kurang memperhatikan keaktifan siswa dalam melakukan
pembelajaran dribbling bola.
4. Guru belum memberikan koreksi yang positif terhadap
kesalhan-kesalahan siswa dalam melakukan dribbling bola pada permainan
sepak bola.
5. Masih rendahnya minat dan motivasi belajar siswa.
6. Terbatasnya media pembelajaran khususnya pembelajaran sepak bola.
7. Masih rendahnya kemampuan siswa dalam bertanya dan menjawab
pertanyaan.
C. Batasan Masalah.
Untuk mempermudah masalah yang diteliti, maka batasan permasalahan
dalam penelitian ini adalah: penerapan gaya mengajar saintifik dengan model
kooperatif dalam pem belajaran aktivitas permainan sepak bola di SMP N 12
Binjai.
D. Rumusan Masalah .
Bedasarkan identifikasi masalah dan batasan masalah di atas, maka penulis
merumuskan masalah penelitian sebagai berikut: Menjelaskan siswa untuk
dapat melakukan dribbling yang baik dan benar dengan menerapkan
pendekatan saintifik dengan model cooperative learning di kelas VII SMP N
12 Binjai Tahun Pelajaran 2015/2016 .
9
Adapun yang dijadikan penelitian oleh penuis adalah sebagi berikut:
Untuk mengetahui bagaimana hasil dribbling kaki bagian dalam pada
siswa maka peneliti menerapkan pembelajaran melalui pendekatan saintifik
dengan model cooperative learning di kelas VII SMP N 12 Binjai Tahun
Pelajaran 2015/2016.
A. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini antara lain ad yang bedasarkan teoritis dan
ada yang bedasarkan praktis antara lain :
Teoritis :
1. Memberikan gambaran bagi siswa dan agar bisa lebih memahami cara
melakukan dribbing bagian dalam dengan baik dan benar.
2. Meningkatkan wawasan siswa untuk lebih kreatif dan aktif tentang belajar
dribbling dengan kaki bagian dalam dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif jigsaw.
Praktis :
1. Sebagai bahan pertimbangan bagi tenaga pengajar dalam memilih
pendekatan dan model pembelajaran yang tepat pada setiap pembelajaran.
2. Sebagai refrensi ilmiah bagi mahasiswa lainnya, terutama bekal kepada
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
pembelajaran menggunakan penerapan pendekatan saintifik dengan model
cooperative learning dapat meningkatkan hasil belajar dribbling dengan kaki
bagian dalam pada permainan sepak bola pada siswa kelas VII SMP Negeri 12
Binjai Kota Binjai Tahun Ajaran 2015/2016.
B.Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka peneliti menyarankan sebagai
berikut:
1. Kepada guru pendidikan jasmani untuk mempertimbangkan pendekatan
saintifik untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran
dribbling dengan kaki bagian dalam pada permainan sepak bola.
2. Agar guru memberikan perhatian kepada para siswa supaya mereka bisa
merasakan manfaat dari pembelajaran penjas.
3. Kepada para teman-teman mahasiswa FIK UNIMED agar dapat mencoba
melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan
penerapan pendekatan saintifik dengan model cooperative learning.
69
DAFTAR PUSTAKA
Agung Sunarno.(2011). Metode Penelitian Keolahragaan. Surakarta: Yuma Pustaka.
Arma Abdullah.(1997:22). Pendidikan Jasmani. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi.(2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Danny Mielke. 2007. Dasar-Dasat Sepakbola. Bandung: Pakar Raya.
Daryanto.(2013). Pendekatan Pembelajaran Saintifik. Yogyakarta: Gava Media.
FIFA.(2008). Laws Of The Game (Peraturan Permainan). PSSI
Joseph A. Luxbacher. 1997. Sepakbola Langkah-Langkah Menuju Sukses. Alih Bahasa .
Mielki, Danny (2007). Dasar-Dasar Sepak Bola. Bandung: PT.Intan Sejati.
Muhajir.(2007). Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SMP kelas VI. Bandung: Erlangga.
Nusri.(2003:21). Prinsip Menggiring Bola. Bandung : Pakar Raya.
Remy Muchtar.(1989:23). Prinsip Dribble. Bandung: Pakar Raya.
Rosdiani, Dini.(2013). Perencanaan Pembelajaran Dalam Jasmani Dan Kesehatan. Bandung: ALFABETA
Soekatamsi. 1988. Teknik Dasar Bermain Sepakbola. Surakarta: Tiga Serangkai. 1995. Sepakbola I. Surakarta: UNS Press.
Sudjana, toto.(2008). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Tarsito
Suprijono, Agus, (2009), Cooperative learning, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Suryosubroto.(1997). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta