ABSTRACT
TESTING MACHINES KNEADING CRACKERS BY
SEPRI ARIYAWAN
Home business industry is the existence of micro enterprises in indonesia is increasingly gaining the attention of the government and society so that number is increasing. Especially for industrial crackers also foods that can be eaten for a snack. To get a product that has a good quality of the industrial system or operating system in the manufacture of crackers need to be addressed, in addition to keeping the engine can work optimally we need to hold s care and maintenance of the machines used for the production of crackers.
In making crackers mower used materials are: iron plate, angle steel, andthe blade / blades. Where the iron plate and angle iron used to make the frame and the motor holder, while the blade / blades used to cut crackers. The first step in making this machine is designing an image, followed by the cutting of materials that have been measured. Once all the ingredients are available, switching performed at each section to be formed into a framework. Furthermore assembly process to attach the parts of the device.
ABSTRAK
PENGUJIAN MESIN PENGADUK ADONAN KERUPUK Oleh:
SEPRI ARIYAWAN
Usaha home industri merupakan usaha mikro yang keberadaannya di Indonesia semakin mendapatkan perhatian pemerintah dan masyarakat sehingga jumlahnya semakin banyak. Terutama untuk industri kerupuk, selain digunakan sebagai lauk kerupuk juga makanan yang bisa dimakan buat camilan. Untuk mendapatkan produk yang memiliki kualitas yang baik maka sistem industri atau sistem operasional dalam pembuatan kerupuk perlu dibenahi, selain itu untuk menjaga agar mesin bisa bekerja secara optimal maka perlu diadakan suatu perawatan dan pemeliharaan terhadap mesin yang digunakan untuk produksi kerupuk.
tiap-tiap bagian untuk dibentuk menjadi kerangka. Selanjutnya proses perakitan untuk memasang bagian-bagian dari alat tersebut.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Beberapa tahun terakhir ini banyak pelaku usaha kecil menengah dibidang pembuatan kerupuk yang mulai gulung tikar karena mereka tidak mampu memenuhi biaya oprasional yang tinggi untuk membeli mesin pemotong kerupuk dengan kapasitas besar, sedangkan pesanan para pelanggan semakin banyak dengan batas waktu pengerjaan yang singkat. Untuk membantu para pengusaha kerupuk tersebut, maka dibuat mesin pemotong kerupuk yang harganya terjangkau. Pembuatan mesin didesain dengan bentuk yang lebih sederhana dan perawatannya lebih mudah, sehingga pengusaha kerupuk dapat menekan biaya produksi dan mendapatkan untung yang besar.
B. Tujuan Dan Manfaat
1. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan proyek akhir dengan judul pengujian Mesin Pemotong Bahan Kerupuk adalah :
a. Untuk Mengetahui hasil pengujian mesin pemotong bahan kerupuk. b. Untuk mengetahui kapasitas hasil produksi yang dihasilkan dari mesin pemotong kerupuk.
2. Manfaat yang diperoleh dari pembuatan mesin pemotong kerupuk antara lain : a. Melatih kreatifitas mahasiswa
b. Menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang dunia industri c. Meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pembuatan mesin penggerak otomatis
d. Meningkatkan hasil produksi dan memudahkan proses produksi
e. Mempercepat proses produksi serta memperbaiki kualitas produksi dari mesin pemotong kerupuk sebelumnya.
C. Batasan Masalah
Dengan memperhatikan beberapa permasalahan yang ada, maka dalam pengujian Proyek Akhir ini hanya dibatasai pada waktu yang digunakan pada proses pemotongan dan banyaknya bahan kerupuk yang dipotong.
D. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan tugas akhir ini terdiri atas : BAB I. PENDAHULUAN
Berisikan tentang latar belakang, penelitian, tujuan penelitian, batasan masalah yang diambil, dan sistematika penulisan.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Berisikan tentang teori dasar, klasifikasi mesin pemotong kerupuk,bagian utama mesin pemotong kerupuk, serta komponen pendukung.
BAB III. METODOLOGI PROYEK AKHIR
Berisikan tentang metode penelitian, bahan dan peralatan penelitian,dan cara pengujian mesin pemotong kerupuk.
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berisikan tentang hasil pengujian kapasitas produksi mesin pemotong kerupuk.
BAB V. PENUTUP
Berisikan tentang simpulan dari hasil penelitian dan saran-saran. DAFTAR PUSTAKA
BAB III METODOLOGI
A. Waktu dan Tempat Pengujian
Waktu dan tempat pengujian mesin pemotong kerupuk ini dilaksanakan di Lab Metrologi Industri Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung. Pembuatan mesin pemotong kerupuk ini terhitung dari tanggal 1 November sampai tanggal 15 Desember 2012 dan telah dilaksanakan pengujian pada tanggal 10 – 12 Januari 2013.
B. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam pengujian mesin pemotong kerupuk ini adalah sebagai berikut :
1. Alat
a) Mesin pemotong kerupuk
Digunakan untuk melakukan proses pemotongan bahan kerupuk dalam pengujian yang dilakukan.
Gambar. 7 Mesin Pemotong Kerupuk b) Tachometer
Tachometer digunakan untuk mengukur putaran puli motor listrik dan putaran poros.
c) Timbangan
Timbangan digunakan untuk mengukur berat kerupuk sebelum dan sesudah diuji.
Gambar. 9 Timbangan d) Stopwatch
Stopwatch digunakan sebagai alat pengukur waktu pengujian mesin pemotong kerupuk.
e) Penggaris
Penggaris digunakan untuk membuat garis penanda pada mal pengukur.
Gambar. 11 Penggaris e) Kunci Pas
Kunci pas digunakan untuk mengencangkan dan mengendurkan baut penyetel celah mata pisau pemotong kerupuk.
C. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam proses pengujian mesin pemotong kerupuk adalah sebagai berikut :
a) Kerupuk
Kerupuk yang digunakan pada proses pengujian adalah bahan kerupuk yang telah direbus.
Gambar. 13 Bahan Kerupuk
D. Prosedur Pengujian
1. Menyiapkan alat dan bahan pengujian
4. Mengukur putaran motor listrik menggunakan tachometer. 5. Mengambil sampel bahan kerupuk yang yang telah disiapkan.
6. Memasukkan bahan kerupuk dengan berat 1 Kg yang siap di potong, kemudian dimasukkan kedalam mesin pemotong kerupuk secara bertahap. 7. Mengitung putaran Pisau Pemotong pada saat beroperasi serta mencatat
waktu pemotongan kerupuk dengan stopwatch.
8. Memisahkan hasil pemotongan berdasarkan panjang rata-rata hasil pemotongan.
9. Menimbang masing-masing hasil pemotongan yang telah dipisahkan. 10.Mengulangi kembali prosedur pengujian dari urutan ke 1 sampai 9, dengan
berat bahan 2 Kg dan 3 Kg.
E. Diagram Alur Pengujian Mesin Pemotong Kerupuk
Adapun proses pengujian proyek akhir dapat dilihat pada diagram alur berikut ini: Mulai
Pengujian Mesin Pemotong Persiapan Alat dan Bahan Persiapan Mesin Pemotong
Data Hasil Pengujian 3
Bahan Kerupuk 2 Kg
Bahan Kerupuk 3 Kg
Bahan Kerupuk 1 Kg
Pengolahan Data 3
BAB II TEORI DASAR
A. Pengertian Kerupuk
Kerupuk adalah sejenis makanan yang dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur dengan bahan pencampur seperti daging udang atau ikan yang kemudian ditambahkan dengan penyedap rasa. Kerupuk dibuat dengan mengukus adonan sebelum dipotong, dikeringkan dibawah sinar matahari dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak. Kerupuk bertekstur garing dan sering dijadikan pelengkap untuk berbagai makanan Indonesia seperti nasi goreng dan gado-gado.
B. Mesin Pemotong Bahan Kerupuk dengan menggunakan penggerak motor dan gear box
Mesin pemotong bahan kerupuk adalah mesin yang digunakan untuk proses pemotongan makanan ringan dengan hasil produk berupa kerupuk. Mesin pemotong ini digerakkan dengan cara otomatis yaitu dengan menggunakan motor dan gear box yang dihubungkan dengan gear dan rantai. Dalam pembuatan mesin pemotong kerupuk digunakan beberapa komponen elemen mesin yang sangat berpengaruh dalam pembuatan mesin ini, semua elemen mesin ini bisa di dapatkan di toko-toko peralatan mesin.
a. Beberapa komponen elemen mesin pemotong bahan kerupuk tersebut ialah :
1. Motor Listrik
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor listrik dibedakan menjadi 2 jenis yaitu motor AC dan motor DC. Prinsip kerja motor listrik :
Gambar. 1 Motor Listrik 2. Transmisi
Gear Box atau reducer adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan dari putaran motor penggerak atau mesin penggerak. Momen yang dihasilkan oleh motor penggerak atau mesin mendekati tetap, sementara tenaga bertambah sesuai dengan putaran mesin. Untuk mengurangi beban langsung terhadap penggerak maka diperlukan gear box untuk mengatasi hal ini, dengan cara menukar kombinasi gigi (perbandingan gigi). Ada banyak jenis perbandingan kecepatan putarnya, diantaranya: 1:10, 1:20, 1:30 dan masih banyak perbandingan lainnya. Maksud dari 1:10 adalah 10 kali putaran poros pada penggerak (motor) diubah menjadi 1 kali putaran pada poros gear box (reducer).
3. Poros
Poros merupakan bagian yang terpenting dari setiap mesin. Hampir semua mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. Dalam hal ini poros dibedakan menjadi, (Zainuddin, 2006): yang berputar. Pada umumnya poros dukung itu tetap pada salah satu ujungnya atau kedua ujungnya ditumpu dan sering ditahan terhadap perputaran. Poros dukung umumnya dibuat dari baja bukan paduan (Fe 490) terkadang dari baja paduan misalnya baja nikel krom dan juga dari besi cor nodular.
b. Poros Transmisi
Poros ini berfungsi untuk memindahkan tenaga mekanik salah satu elemen mesin ke elemen mesin yang lainnya. Dalam hal ini elemen mesin menjadi terpuntir. Poros transmisi biasanya dibuat dari baja paduan (fe 430 dan Fe 490). Baja paduan digunakan apabila disyaratkan ketahanan aus, ketahanan korosi dan ketahanan panas atau ketahanan lelah yang besar.
c. Gandar
gandar. Gandar ini hanya mendapat beban lentur, kecuali jika digerakkan oleh penggerak mula dimana akan mengalami beban puntir juga.
Gambar. 3 Poros dan Pisau Potong
4. Bearing
Tempat sebuah poros ditumpu, dinamakan tap-poros atau leher poros (journal), elemen yang menumpu dinamakan bantalan. Bantalan ini dapat dipasang di dalam mesin dimana poros termasuk atau dalam suatu elemen yang terpisah yang dipondasikan yang dinamakan blok bantalan, blok atau dengan singkat bantalan. Dalam bantalan umumnya bekerja gaya reaksi. Apabila gaya reaksi ini jauh lebih banyak mengarah tegak lurus pada garis sumbu poros, bantalan dinamakan bantalan radial. Kalau gaya reaksi itu jauh lebih banyak mengarah sepanjang garis sumbu dinamakan bantalan aksial. Pada poros vertikal nama yang diberikan adalah bantalaan pivot. Juga terdapat kombinasi gaya aksial dan gaya radial.
Gambar. 4 Bearing 5. Rangka
Rangka adalah bagian yang berfungsi sebagai penopang atau dudukan dari komponen-komponen mesin pemotong kerupuk dan rangka ini terbuat dari plat besi siku, sehingga rangka ini cukup kuat dan kokoh dijadikan sebagai penopang atau dudukan dari komponen-komponen mesin pemotong kerupuk.
Gambar. 5 Rangka 6. Transmisi Rantai-Sproket
Kelebihan mengunakan Transmisi rantai-sproket antara lain:
Tranmisi tanpa slip
Perbandingan putaran tetap
Dapat meneruskan daya besar
Keausan kecil pada bantalan
Kekurangan menggunakan Transmisi rantai-sproket antaralain :
Tidak dapat dipakai untuk kecepatan tinggi
Suara dan getaran tinggi
Perpanjangan rantai karena keausan
Gambar. 6 Transmisi rantai-sproket
C. Cara Kerja Mesin Pemotong Kerupuk
Cara kerja mesin pemotong kerupuk adalah sebagai berikut :
pemotongan kerupuk. Pemutaran tersebut dihubungkan dengan menggunakan transmisi. Mesin pemotong kerupuk yang dibuat menggunakan penggerak motor listrik berkapasitas 1 Hp.
Pada saat proses pemotongan kerupuk, kerupuk terlebih dahulu di kukus agar mudah di potong, setelah di kukus kerupuk tersebut hanya bertahan ±24 jam, jika lebih dari 24 jam maka kerupuk tersebut sulit untuk dipotong karena keadaannya akan menjadi keras. Dalam proses pemotongan, kerupuk terlebih dahulu
PENGUJIAN MESIN PEMOTONG KERUPUK
Oleh
SEPRI ARIYAWAN
LAPORAN PROYEK AKHIR
PROGRAM DIPLOMA III TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK MESIN UNIVERSITAS LAMPUNG
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1.Motor Listrik...6
2. Gear Box...7
3. Poros Dan Pisau Potong...8
4. Bearing...9
5. Rangka...10
6.Transmisi Rantai-Sproket... ...11
7. Mesin Pemotong Kerupuk... 13
8.Tachometer...13
14. Diagram alur pengujian mesin pemotong bahan krupuk...18
15. Grafik Waktu Pemotongan Terhadap Berat Kerupuk...25
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari data – data hasil pengujian yang telah dilaksanakan, maka penulis dapat menyimpulkan :
1. Dari data yang telah diperoleh perbandingan antara waktu pemotongan terhadap kapasitas kerja. Dimana semakin banyak bahan kerupuk yang dipotong maka waktu yang dibutuhkan untuk memotong kerupuk akan semakin lama.
2. Karena putaran motor yang dihasilkan hanya menggunakan 1 kecepatan, maka waktu pengujian pemotongan bergantung pada berat kerupuk yang dipotong. Semakin banyak kerupuk yang dipotong maka semakin lama pula yang dibutuhkan untuk pemotongan.
B. Saran
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dan guna mengembangkan kinerja mesin pemotong kerupuk menggunakan motor listrik 1 HP, penulis memberikan beberapa saran untuk memperoleh hasil yang lebih baik yaitu :
1. Agar hasil proses pemotongan lebih merata maka bahan kerupuk haruslah lurus/ tidak keriting agar pada saat kerupuk dimasukkan kemesin pemotong hasil panjang pemotongannya pun rata.
2. Celah kerapatan mata pisau pada poros pun harus diperhatikan, dimana hasil pemotongan sangat berpengaruh apabila mata pisau dan poros terlalu renggang, maka bahan kerupuk tidak terpotong dengan sempurrna.
xi
B. Tujuan dan Manfaat...2
C. Batasan Masalah...3
D. Sistematika Penulisan...3
xii
B. Mesin Pemotong Kerupuk...5
C. Cara Kerja Mesin Pemotong Kerupuk ...11
III. METODOLOGI A. Waktu Dan Tempat Pengujian...12
B. Alat Dan Bahan...12
C. Bahan...16
D. Prosedur Pengujian...16
E. Diagram Alur Pengujian Mesin Pemotong Kerupuk...18
Laporan Proyek Akhir
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, Zainudin. 2006. Elemen mesin 1. Refika Aditama Bandung. Daryanto.1996.Dasar-dasar Teknik mesin.Rineka Cipta.jakarta.
Jac. STOLK and C. KROS.1981.Elemen mesin 2. PT. Gelora aksara pratama jakarta.
Josep E. Shingley and Larry D. Mitchell.1983. Perencanaan Teknik Mesin 1. PT. Gelora aksara pratama jakarta.
Sularso dan Kiyakotsu, 2002. Dasar Perancangan dan Pemilihan Elemen Mesin. Angkasa, Bandung.
xi
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
MOTTO
“
y
”.
( Q.S AL-Insyrah 94:5 )
“ D
,
w
y
“
“
-
“
Harapan ketika kita bertahan lebih lama menghadapi masalah
Hal yang terpenting dalam hidup bukanlah menjadi yang terbaik melainkan berusahalah
memberikan yang terbaik pada semua hal yang kita lakukan
meski itu berat dan menyakitkan
iii
MENGESAHKAN
1. Tim Penguji
Ketua Penguji : Dr. M. Badaruddin, M.T. ...
Penguji
Bukan Pembimbing : Dr. Asnawi Lubis ...
2. Dekan Fakultas Teknik Universitas Lampung
Dr. Ir. Lusmelia Afriani, D.E.A
NIP 19650510 199303 2 008
PERSEMBAHAN
Dengan Memanjatkan Puji Syukur Kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Kupersembahkan Karya Sederhanaku Untuk Bapak Sukisto dan Ibu Sunarti
Kedua orang tuaku
Yang selalu memberi semangat dan dukungan serta do’anya, Cinta dan kasih sayangnya
Adikku dan keluarga besarku tercinta
Yang selalu memberi dukungan dan membimbingku Agar menjadi yang terbaik
Teman-teman Teknik Mesin yang selalu membantu Dalam proses penulisan Proyek Akhir ini
Agamaku dan Almamaterku Tercinta Universitas Lampung Dimana tempatku belajar dan menimba ilmu
Judul Proyek Akhir : Pengujian Mesin Pemotong Kerupuk
Nama Mahasiswa :
SEPRI ARIYAWAN
Nomor Pokok Mahasiswa : 0905101023 Program Studi : DIII Teknik Mesin
Jurusan : Teknik Mesin
Fakultas : Teknik
MENYETUJUI
Ketua Program Studi
Diploma III Teknik Mesin Dosen Pembimbing
Zulhanif, S.T., M.T Dr. M. Badaruddin, M.T. NIP.197304022000031002 NIP. 197212111998031003
MENGETAHUI
Ketua Jurusan Teknik Mesin
Harmen Burhanuddin, S.T., M.T.
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama Sepri Ariyawan, dan dilahirkan di Lampung pada tanggal 04 September 1989. Penulis beralamat di jl. Padat Karya Gg. Nusa Indah V Rt. 026, Rw. 010 Kecamatan Natar Lampung Selatan. Penulis anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Sukisto dan Ibu Sunarti.
Pendidikan Sekolah Dasar (SD) diselsaikan di SDN 1 Suka Bhakti 2002, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di SLTP Islam Suka Bhakti pada tahun 2005, Kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di SMK 2Mei Bandar Lampung pada tahun 2009.
viii
SANWACANA
Assalamu”alaikum wr.wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelsaikan laporan Tugas Akhir ini tepat pada waktunya.
Judul laporan Tugas Akhir ini adalah “ PENGUJIAN MESIN PEMOTONG KERUPUK “ Laporan Proyek Akhir ini merupakan salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa pada jenjang Studi Diploma III di Fakultas Universitas Lampung. Selain itu, Tugas Akhir ini merupakan penerapan ilmu yang telah didapatkan selama proses perkuliahan dan merupakan salah satu media untuk menambah wawasan penyusun.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini dapat diselsaikan berkat bantuan dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Ibu Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Lampung 2. Bapak Harmen Burhanudin, S.T., M.T., selaku ketua jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung.
3. Bapak Zulhanif, S.T., M.T., selaku ketua Program Studi D3 Teknik Mesin Universitas Lampung.
ix
5. Bapak Dr. Asnawi Lubis selaku dosen penguji proyek akhir
6. Bapak dan Ibu dosen Teknik Mesin yang telah memberikan ilmu dan tenaganya kepada penulis.
7. Ibunda tercinta yang telah memberikan bimbingan baik moril maupun meteril yang selalu mengucurkan keringat, tenaga tanpa mengenal lelah atas kasih sayangnya dan selalu memberi semangat kepada penulis.
8. Staf dan karyawan di jurusan Teknik Mesin.
9. Rekan seperjuangan Proyek Akhir M. Irsyad atas kerja team serta kebersamaan membuat mesin pemotong kerupuk.
10. Kepada Ida Komasriyah yang selalu memberi nasehat dan dukungannya, adik ku Yulita Agustina, Teman-teman semasa kuliah, Irsyad,Dwi,Sugi,Robi pahmardon,Robi husni dan teman-teman yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan Proyek Akhir ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang sifatnya membangun dari kesempurnaan laporan ini. Semoga Proyek Akhir ini berguna bagi kita semua khususnya dunia teknologi tepat guna.
Bandar Lampung, 16 januari 2013 Penulis