• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI KINERJA KEPUTUSAN KEUANGAN PADA RUMAH BACA CERDAS (RBC) MALANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EVALUASI KINERJA KEPUTUSAN KEUANGAN PADA RUMAH BACA CERDAS (RBC) MALANG"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

EVALUASI KINERJA KEPUTUSAN KEUANGAN PADA

RUMAH BACA CERDAS (RBC) MALANG

SKRIPSI

Oleh

Prisca Hemilis Safora 201010160311276

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan pertolongan, kebahagiaan dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Evaluasi Kinerja Keputusan Keuangan pada Rumah Baca Cerdas (RBC) Malang.

Skripsi ini merupakan tugas akhir yang diajukan untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat:

1. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Dr. Marsudi, M.M selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

(4)

4. Drs. Warsono, M.M. selaku Dosen Pembimbing Kedua yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyelesaian skripsi ini.

5. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si selaku Pemilik dari Rumah Baca Cerdas (RBC) Malang yang telah membantu dalam kelengkapan pemenuhan data yang dibutuhkan dalam penyelesaian skripsi.

6. Seluruh keluarga Rumah Baca Cerdas (RBC) Malang yang telah membantu dan memberikan banyak pembelajaran dalam penelitian.

7. Orang tua tercinta H. Purwadi dan Hj. Suryaningsih yang tidak henti hentinya memberikan semangat dan memberikan dukungan baik materil maupun spiritual dalam penulisan skripsi ini.

8. David Aris Hadi Surya yang menjadi semangat untuk mewujudkan mimpi menjalani dan menyelesaikan studi S1

9. Semua teman teman perjuangan Akademik (Kristina Islamiah, Ainul Chadilla, Agustin Wulansari, Yudhiyanti ML) dan teman-teman Manajemen yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terima kasih atas semua dukungan dan doanya.

10. M. Andri Kurniawan yang selalu mendukung dan membantu dalam proses pembelajaran dan penelitian, terimakasih yang tak terhingga

(5)

12. Pihak-pihak lain yang turut membantu terselesainya skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih yang tak terhingga untuk semuanya.

Semoga amal baik semua pihak yang selama ini membantu dan mendukung terselesainya skripsi ini akan mendapat balasan dari Allah SWT.

Demi kesempurnaan skripsi ini, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Semoga karya skripsi ini bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pihak yang membutuhkan.

Malang, 1 November 2014 Penulis,

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian ... 1

B. Perumusan Masalah ... 6

C. Tujuandan Kegunaan Penelitian ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Hasil Penelitian Terdahulu... 8

B. Tinjauan Teori ... 9

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokas iPenelitian ... 24

B. Jenis Penelitian ... 24

C. Definisi Operasional Variabel ... 24

D. Data dan Sumber Data ... 26

(7)

F. Teknik Analisis Data ... 26

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Tinjauan Umum Perusahaan ... 28 B. Analisis Data ... 38 C. Pembahasan ... 45

V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 47 B. Saran ... 47

DAFTAR PUSTAKA

(8)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1.1 Aset, Modal, dan Pendapatan Rumah Baca Cerdas Malang (RBC)

(9)

DAFTAR GAMBAR

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Pertanyaan untuk Manajemen Rumah Baca Cerdas (RBC) Lampiran 2. Laporan Keuangan (Laba/Rugi dan Neraca) Rumah Baca Cerdas

Malang

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Andreas. 2011. Manajemen Keuangan UKM. Yogyakarta. Graha Ilmu

Bustami Bastian,dkk. 2007. Mari Membangun Usaha Mandiri-Pedoman Praktis Bagi UKM. Yogyakarta. Graha Ilmu

Harmono. 2009. Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori, Kasus dan Riset Bisnis. Jakarta. Bumi Aksara

Irhan Fahmi. 2011. Analisis Kinerja Keuangan. Lampulo. Alfabeta Jasfar Farida. 2009. Manajemen Jasa. Bogor. Ghalia Indonesia

Kasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Edisi Pertama. Jakarta. Prenada Media

Kementrian Pendidikan Nasional. 2010. Manajemen Usaha Kecil-Modul 3. Jakarta. Kementrian Pendidikan Nasional

Margaretha Farah. 2007. Manajemen Keuangan Industri Jasa. Jakarta. Gramedia Widiasarana Indonesia

Munawir. 2000. Manajemen Perbankan. Jakarta. Raja Grafindo Persada

Purwanto Febri Heru. 2011. Manajemen Keuangan Pada Usaha Kecil Keripik Tempe Rizky Barokah di Industri Tempe Sanan Kota Malang. Skripsi S1. Manajemen. Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya, Malang.

Prasetyo, A.H. Sukses Mengelola Keuangan Usaha Mikro Kecil Menengah.Jakarta. Elex Media Komputindo

Suparyanto, R.W. Kewirausahaan-Konsep dan Realita pada Usaha Kecil.

Bandung. Alfabeta

Syamsuddin Lukman. 2002. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta. Raja Grafindo Persada

Triyaningtyas Febry. 2012. Analisis Rasio Keuangan Sebagai Media Evaluasi Kinerja Keuangan Pada CV. Percetakan Fajar Mojokerto. Skripsi S1. Akuntansi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas, Surabaya

(12)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Akhir-akhir ini perkembangan dunia usaha disektor jasa berkembang dengan pesat. Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat maka konsumsi barang dan jasa juga meningkat. Konsumsi jasa seperti hotel, travel,

cafe, restoran, hiburan, kesehatan adalah sektor jasa yang banyak dikonsumsi. Usaha disektor jasa menjanjikan kesuksesan, keberhasilan dan kepuasan, sekaligus banyak masalah yang dihadapi.

Ribuan usaha didirikan dan sebagian besar menemui kebuntuan, bahkan gagal. Banyak usaha yang mulanya sukses justru menghadapi masalah ketika beranjak besar dan gagal. Sebagian usaha dapat dikatakan sukses, tetapi tidak sanggup bertahan hingga generasi berikutnya. Kebanyakan kegagalan tersebut disebabkan karena lemahnya pengelolaan.

(13)

Manajemen keuangan sering disebut manajemen aliran dana karena dari waktu ke waktu akan ada dana yang masuk dan keluar dari perusahaan, dana berasal dari berbagai sumber (internal maupun eksternal financing ) yang akan dialokasikan untuk berbagai penggunaan. Dalam penerapannya fungsi dari manajemen keuangan dibagi dalam: keputusan investasi, keputusan pendanaan dan manajemen aktiva.

Manajemen keuangan dapat berfungsi sebagai investasi karena mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang dapat mendatangkan keuntungan di masa datang. Keputusan pendanaan sendiri adalah mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi sumber-sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan untuk membelanjai kebutuhan investasi dan kegiatan usaha. Terakhir, keputusan manajemen aktiva tentang keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan/penggunaan aktiva secara efisien dan lebih memperhatikan manajemen aktiva lancar.

Tujuan perusahaan yang ingin dicapai wajib ditentukan agar dapat mengambil keputusan yang tepat. Secara umum tujuan perusahaan dalam jangka panjang adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang dapat ditempuh dengan implementasi keputusan keuangan (keputusan investasi, keputusan pendanaan dan keputusan manajemen aktiva) dan segala bentuk kebijakan untuk pencapaian tujuan perusahaan.

(14)

3

pemilik usaha. Masalah muncul jika untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pribadinya pemilik usaha mengambil harta yang merupakan harta atau modal perusahaan. Kelemahan berikutnya adalah tidak melakukan pencatatan aktivitas sehari-hari, yang hakikatnya pencatatan sangat penting sebagai tolok ukur kinerja perusahaan dan sebagai salah satu rujukan sebelum ditempuh sebuah kebijakan manajemen keuangan usaha dimasa datang.

Pedoman dari manajemen keuangan menjadikan perusahaan yang bergerak di sektor jasa berlomba-lomba untuk memperbaiki kualitas yang dimiliki. Bentuk dari memperbaiki kualitas dapat berupa fasilitas berbasis teknologi, pelayanan dan produk yang diberikan. Bagaimana memperoleh dan mempertahankan konsumen dengan tetap memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Kepuasaan konsumen berhubungan langsung atas pemberian jasa, puas dan tidaknya konsumen menentukan perilaku konsumen di masa datang konsumen akan melakukan pembelian kembali atau tidak.

Menurut Farah (2007:3) Defranco dan Lattin mendefinisikan industri jasa sebagai perusahaan yang beroperasi dengan profit rendah, dengan volume penjualan yang berfluktuasi, banyak menggunakan tenaga kerja, sedikit menggunakan inventory (persediaan), dan memiliki aktiva tetap yang tinggi, seperti gedung,tanah, furniture, peralatan restoran dan lain-lain.

(15)

satu organisasi bisnis yang bergerak industri jasa di Malang yaitu Rumah Baca Cerdas (RBC) Library and Cafe mempunyai kegiatan di bidang Event Organizer (EO), Library and Cafe.

Rumah Baca Cerdas (RBC) juga merupakan taman baca masyarakat, semua pendanaan dan pendapatan akan diolah untuk perkembangan usaha itu sendiri seperti pembelian bahan baku, gaji karyawan, penambahan buku, kegiatan forum, perbaikan gedung, dan biaya operasional seperti pembayaran telpon, listrik dan kebersihan.

Rumah Baca Cerdas (RBC) didirikan untuk dua konsep penting pendidikan yaitu “Pembudayaan dan Pembelajaran” untuk membangun masyarakat yang

cinta membaca, diharapkan benar-benar tercipta masyarakat belajar (learning society). Sebuah kondisi belajar yang jauh dari kesan formal. Tujuan ini ditempuh dengan cara mendirikan coffe shop sebagai daya tarik dan sumber pendanaan library yang didirikan. Seperti usaha jasa yang lain usaha ini bertujuan meminimalisasi risiko dan memaksimalkan keuntungan. Keuntungan ini dapat bersifat material maupun nonmaterial yang diperoleh melalui operasi usaha.

(16)

5

laba bersih yang ditahan untuk cadangan investasi tahun depan. Semua dilakukan sebagai usaha yang logis dilakukan perusahaan untuk memaksimalkan nilai perusahaan.

Manajemen harus berhati-hati dalam menentukan keputusan keuangan. Pedoman dari manajemen keuangan diharapkan bisa meningkatkan kinerja perusahaan yang telah berkembang dan dituntut adanya spesialisasi pada bidang keuangan yang baik dan teratur, untuk itulah dibutuhkan laporan keuangan (neraca dan laporan laba rugi) sebagai alat yang digunakan dalam menilai kinerja perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat.

Laporan keuangan berfungsi sebagai interpretasi keadaan suatu perusahaan, namun bila hanya melihat laporan keuangan saja, hal yang lebih mendalam tetntang kinerja tidak dapat diketahui. Oleh karena itu perlu adanya analisis dan evaluasi yang tepat, untuk menafsirkan arti angka-angka dalam laporan keuangan tersebut.

Semua kegiatan selalu berjalan lancar dan memiliki rancangan yang baik, akan tetapi manajemen memiliki masalah dalam kondisi manajemen keuangan, bisa dilihat dengan banyaknya modal yang dikeluarkan akan tetapi tingkat pengembaliannya yang rendah yang disebabkan oleh pengeluaran pembelanjaan dan operasional.

(17)

Pendapatan mengalami penurunan pada tahun 2012. Pendapatan paling tinggi pada tahun 2013 akan tetapi biaya operasional yang paling tinggi terdapat pada tahun 2011, dapat dilihat pada Tabel 1.1:

Tabel 1.1 Aset, Pendapatan dan Biaya Operasional Rumah Baca Cerdas Malang 2011-2013

Sumber: Rumah Baca Cerdas Malang, 2014

Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang evaluasi kinerja keputusan keuangan pada Rumah Baca Cerdas (RBC) Malang.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah

1. Bagaimana evaluasi praktik keputusan investasi, keputusan pembelanjaan, dan keputusan manajemen aktiva Rumah Baca Cerdas (RBC) Malang?

2. Bagaimana kinerja keuangan Rumah Baca Cerdas (RBC) Malang?

Keterangan 2011 2012 2013

Aset Rp 3.297.560.000 Rp 4.319.880.00 Rp 5.436.313.000

Pendapatan Rp 54.406.237 Rp 38.774.200 Rp 67.778.716

(18)

7

C. Batasan Penelitian

Penelitian ini lebih terfokus pada kinerja keuangan dan evaluasi praktik keputusan investasi, keputusan pembelanjaan, dan keputusan manajemen aktiva Rumah Baca Cerdas (RBC) Malang.

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang ada, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja keuangan dan praktik pengambilan keputusan investasi, keputusan pembelanjaan dan keputusan manajemen aktiva Rumah Baca Cerdas (RBC) Malang.

2. Kegunaan Penelitian a. Bagi Manajemen RBC

Untuk pihak Rumah Baca Cerdas (RBC), diharapkan dapat memberikan informasi dan bahan pertimbangan untuk memperbaiki kinerja keuangan perusahaan dan pertimbangan dalam keputusan investasi, keputusan pembelanjaan dan keputusan manajemen aktiva yang sesuai dengan kondisi Rumah Baca Cerdas (RBC).

b. Bagi peneliti selanjutnya

(19)

8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.Tinjauan Hasil Penelitian Terdahulu

Purwanto (2011), melakukan penelitian pada usaha kecil keripik tempe Rizky Barokah di industri tempe Sanan Kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam melaksanakan kegiatannya usaha kecil keripik tempe Rizky Barokah telah menjalankan prinsip-prinsip manajemen keuangan yaitu bagaimana memperoleh dana, mengalokasikan dana dan mengelola asset dalam sebuah bentuk sederhana.Usaha kecil menengah Rizky Barokah belum memiliki sistem pencatatan keuangan/pembukuan yang baik, namun telah menjalankan prinsip manajemen keuangan yaitu bagaimana memperoleh dana, mengalokasikan dana dan mengelola asset

(20)

9

konsumen.Organisasi belum mampu meningkatkan penjualan tunai dan menyebabkan laba bersih yang dihasilkan rendah.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini yaitu dari teknik analisis dan objeknya. Alat analisis peneliti terdahulu yang pertama menggunakan rasio keuangan, peneliti terdahulu yang kedua menggunakan ROI, DER, dan WCTA, sedangkan alat analisis penelitian ini menggunakan Rasio keuangan dan analisis deskriptif untuk keputusan keuangan.

Hasil dari prinsip keputusan keuangan memiliki kesamaan dengan peneliti terdahulu, yaitu dalam melaksanakan usaha kecil telah membuat laporan keuangan dan menerapkan keputusan keuangan dalam bentuk yang sederhana. Hasil dari kinerja keuanganjuga memiliki kesamaan yang menyimpulkan bahwa kinerja keseluruhan baik terutama dalam mempertahankan aset yang dimiliki.

B. Tinjauan Teori

1. Tujuan Perusahaan

(21)

10

a. Memaksimalkan nilai perusahaan

Dalam hal ini dapat dilihat dan diukur dari harga saham perusahaan yang bersangkutan dari waktu kewaktu. Manajer keuangan lebih memperhitungkan tingkat risiko dan arus pendapatan.

b. Maksimalisasi laba

Memaksimalkan nilai perusahaan lebih penting dari maksimalisasi laba, karena maksimalisasi laba tidak memperhitungkan tingkat risiko dan arus pendapatan.

c. Menciptakan kesejahteraan bagi stakeholder

Manajer keuangan harus mampu memaksimalisasi laba, dalam hal ini arti maksimalisasi laba adalah memaksimalkan penghasilan setelah pajak. Dengan laba yang maksimal, maka tujuan menyejahterkan para

stakeholder akan mudah tercapai. d. Menciptakan citra perusahaan

Pandangan yang positif terhadap perusahaan dilakukan dengan meningkatkan citra perusahaan yaitu mengubah image (pandangan) masyarakat dan pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Dengan demikian, segala aktivitas perusahaan akan memperoleh kepercayaan dari berbagai pihak dan diharapkan umur hidup perusahaan akan bertambah panjang.

(22)

11

Meningkatnya nilai perusahaan turut meningkatkan keuntungan perusahaan.dalam hal ini perusahaan harus menyisihkan keuntungan tersebut kepada masyarakat dan lingkungannya, melalui tanggung jawab sosial. Tanggung jawab perusahaan tersebut lebih dikenal dengan sebutan Corporate Social Responsibility (CSR). Ruang lingkup tanggung jawab sosial perusahaan meliputi perlindungan konsumen (produk safety), pengendalian polusi (pollution control),

reinvest profit yaitu perusahaan melakukan investasi dari laba pada bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan pelestarian alam.

2. Keputusan Keuangan

Keputusan keuangan adalah penerapan teori keuangan dalam lingkup perusahaan. Perusahaan kecil maupun perusahaan besar menghadapi masalah dan harus mengambil keputusan keuangan untuk mencapai tujuan perusahaan. Menurut Prasetyo (2012:8) tata kelola keuangan usaha kecil dengan usaha besar secara fundamental tidak ada hal yang berbeda secara signifikan.

(23)

12

Manajemen pada usaha besar memiliki sejumlah besar pertimbangan sebelum mengambil keputusan karena terkait penggunaan aset dalam jumlah yang besar pula. Sementara itu, perusahaan kecil menengah umumnya dikelola tunggal oleh pemilik, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat tanpa banyak pertimbangan.

Dalam usaha kecil beberapa keputusan keuangan yang harus dilakukan adalah keputusan investasi, keputusan pendanaan/pembelanjaan dan keputusan pengelolaan aset/manajemen aktiva, seperti yang dijelaskan Warsono (1998:6) yaitu:

a. Keputusan investasi (investment decision). Keputusan investasi akan menghasilkan kebijakan investasi. Kebijakan investasi ini menyangkut bagaimana manajer keuangan mengalokasikan dana kedalam bentuk investasi yang akan mendatangkan keuntungan dimasa yang akan datang.

b. Keputusan pembelanjaan (financing desicion). Keputusan pembelanjaan kegiatan usaha ini menghasilkan kebijakan sumber dana. Dalam hal ini yang perlu dipertimbangkan adalah menganalisis kombinasi sumber-sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan usaha.

(24)

13

dalam menjalankan tanggungjawabnya terhadap aktiva-aktiva yang ada.Tanggung jawab ini menuntut manajer keuangan untuk lebih memperhatikan manajemen aktiva lancar daripada aktiva tetap.

3. Keputusan Investasi

Keputusan investasi adalah besarnya dana investasi yang diperlukan umtuk merealisasikan rencana usaha, baik untuk kebutuhan aktiva lancar maupun untuk aktiva tetap (Suparyanto:2013). Keputusan investasi adalah bagaimana perusahaan harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang akan dapat mendatangkan keuntungan dimasa yang akan datang.

Bentuk dan komposisi dari investasi tersebut akan mempengaruhi dan menunjang tingkat keuntungan dimasa depan. Keuntungan di masa depan yang diharapkan dari investasi tersebut tidak dapat diperkirakan secara pasti. Oleh karena itu investasi akan mengandung resiko atau ketidak pastian. Resiko dan hasil dari investasi itu akan sangat mempengaruhi pencapaian tujuan, kebijakan maupun nilai perusahaan.

Perkembangan konsep manajemen keuangan modern untuk mengantisipasi adanya ketidakpastian keuntungan dan risiko investasi maka dibutuhkan pengelolaan ketidakpastian melalui proses manajemen secara sinergi antara aspek bisnis dalam perusahaan, yang disebut konsep

(25)

14

pemberdayaan, yaitu dimensi marketing, proses bisnis internal, manajemen sumber daya manusia dan keuangan.Kebijakan investasi ditinjau dari konsep BSC adalah relevan dan diprediksi mampu mangantisipasi adanya ketidakpastian keuntungan dan risiko dimasa datang.

Menurut Harmono (2009:9-10) Kebijakan investasi didasarkan pada konsep BSC dikatakan layak untuk dilakukan investasi jika, pertama, aspek pasar berkaitan dengan investasi yang akan dilakukan harus visibel sebagai sarana menyalurkan produk yang dihasilkan dari kegiatan investasi. Misalnya, investasi aktiva tetap berupa mesin dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi. Berbagai strategi pemasaran harus dipertimbangkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan.

Kedua, menyesuaikan dengan nilai-nilai proses bisnis internal, dalam pembahasan ini berupa aktiva tetap mesin sebagai bagian dari aktivas proses bisnis internal. Adapun nilai proses bisnis internal dapat dicermati melalui aktivitas rantai produk, mulai dari aliansi dengan pemasok, tingkat efisiensi operasi atas investasi tetap dalam menghasilkan output yang akan disesuaikan dengan nilai pelanggan.

(26)

15

melalui pencatatan skor dalam bentuk indikator kinerja keuangan sebagai dasar evaluasi dan pengendalian aktivitas investasi dan aktivitas yang lain. Secara umum menurut modul yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Nasional (2010:43) investasi digunakan untuk berbagai aktivitas, seperti:

a. Kas, sebagai bagian dari modal kerja yang dapat berupa uang tunai dan uang dibank yang pencairannya dapat setiap waktu. Kas juga meliputi uang kertas, uang logam, bank drafts, cek, money order, tabungan, rekening giro (demand deposit) di bank (Andreas:2010). Aliran kas keluar bisa meliputi pembayaran upah karyawan, pembelian bahan, biaya promosi, membayar biaya administrasi dan umum. Aliran kas masuk terdiri dari hasil penjualan, penerimaan kredit, dan penjualan alat atau mesin dan aktiva tetap lain yang tak berguna.

b. Piutang, dimaksudkan sebagai jumlah tagihan terhadap pihak lain akibat transaksi usaha yang disetujui dengan pembayaran yang ditunda selama jangka waktu tertentu.

c. Persediaan barang merupakan jenis investasi modal kerja, untuk perusahaan yang melakukan proses produksi jenis persediaan dibagi dalam 3 bentuk persediaan, yaitu bahan mentah, barang sedang dalam proses dan barang jadi.

(27)

16

e. Pengembangan produk f. Gedung dan bangunan

g. Aktiva tetap lain, seperti tanah.

4. Keputusan Pembelanjaan

Keputusan pembelanjaan menghasilkan kebijakan sumber dana. Sumber dana akan bergantung pada cara menggunakan uang untuk bisnis dan derajat kepemilikan yang harus dipertahankan. Perusahaan dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan untuk kebutuhan investasi serta kegiatan usahanya. Dalam usaha kecil keputusan ini biasanya dilakukan oleh pemilik langsung karena menyangkut kelangsungan hidup usaha.

Sumber dana bagi usaha kecil menurut Andreas (2011:3,80) ada dua macam sumber dana bagi usaha kecil. Kedua sumber dana usaha kecil yaitu modal sendiri dan modal hutang, dengan penjelasan sebagai berikut: a. Modal sendiri (ownership)

Modal sendiri dapat berasal dari tabungan pribadi, teman-teman, dan saudara bahkan rekan. Sumber dana yang paling baik untuk memulai suatu bisnis adalah berasal dari tabungan pribadi.

b. Modal hutang (debt capital)

Modal hutang dapat diperoleh dari sumber-sumber berikut:

(28)

17

tersebut. Pinjaman ini dapat dimintakan jaminan atau jaminan tidak dibutuhkan.

2) Bank komersial, memberikan kredit dengan beberapa jenis kredit yang terdiri dari pinjaman berjangka atau kredit rekening koran. 3) Hutang usaha diberikan atas dasar kepercayaan dan kepercayaan

ini diperoleh setelah beberapa waktu lamanya. Hutang usaha ini merupakan sumber dana murah bila memiliki reputasi yang baik. 4) Sewa guna usaha (leasing), biasanya digunakan untuk mendanai

pengadaan mobil, membangun pabrik, fasilitas kantor dan bangunan.

5) Bantuan pemerintah yang diberikan untuk Usaha Kecil dan Menengah. Untuk mendapatkan bantuan pemerintah ini harus memenuhi kriteria-kriteria yang ditetapkan pemerintah.

6) Kebutuhan modal juga dapat diperoleh dari sumber-sumber lainnya misalnya: perusahaan asuransi, perusahaan pembiayaan dan pemerintah dalam bentuk kredit program.

c. Laba ditahan

Laba ditahan ini adalah sumber dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri dalam perusahaan dengan menyisihkan sebagian keuntungan yang didapat pada satu periode tertentu.Bustami,dkk (2007:87)

(29)

18

Keputusan manajemen aktiva, Setelah dana diperoleh dan dialokasikan kedalam bentuk aktiva-aktiva harus dikelola seefisien mungkin. Keputusan ini menghasilkan kebijakan yang menuntut manajer keuangan lebih memperhatikan aktiva lancar daripada aktiva tetap. Aktiva lancar seperti kas, surat-surat berharga, piutang, persediaan, perlengkapan kantor dan beban dibayar dimuka. Melihat pada manajemen kas, manajemen piutang dan manajemen persediaan menjadikan manajer lebih mencermati pada sisi aktiva lancar, seperti penjelasan berikut:

a. Manajemen kas, bertujuan mempertanggungjawabkan seluruh transaksi kas secara tepat agar manajemen memperoleh informasi yang benar, memastikan bahwa terdapat sejumlah kas yang cukup untuk membayar kewajiban, menghindari saldo kas yang berlebihan yang dapat digunakan untuk kegiatan investasi yang produktif untuk meningkatkan laba, dan untuk mencegah kerugian kas yang disebabkan kecurian atau kecurangan.(Andreas 2010:32). Berikut adalah prosedur umum pengendalian penerimaan kas:

1) Semua penerimaan kas harus segera mungkin dicatat, untuk menghindari penggelapan kas. Sekali penerimaan kas itu dicatat, akan dapat diketahui jika terjadi penggunaan yang tidak wajar. 2) Semua penerimaan kas harus disetor ke bank dalam keadaan utuh

(30)

19

3) Orang yang menangani penerimaan kas dipisahkan dengan orang yang melakukan pencatatan kas.

4) Jika memungkinkan fungsi penerimaan kas harus dipisahkan dari fungsi pengeluaran kas.

b. Manajemen piutang, merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan yang menjual produknya secara kredit. Manajemen piutang ini meliputi pengendalaian pemberian piutang dan pengendalian penagihan piutang. Dalam pemberian piutang yang perlu diperhatikan adalah risiko kredit tidak terbayar, jangka waktu harus dilunasi, dan tingkat kemampuan konsumen yang akan diberi fasilitas pembelian secara kredit.

Jumlah piutang dagang sebaiknya diusahakan agar periode perputarannya pendek. Semakin cepat periode perputaran piutang, berarti piutang segera terlunasi dan hal ini berarti bahwa investasi pada piutang sangat efisien.(Kementrian Pendidikan Nasional 2010:48)

c. Manajemen persediaan, bertujuan menjaga persediaan yang harus ada untuk kelancaran usaha. Masalah penentuan besarnya investasi modal dalam persediaan mempunyai efek langsung terhadap keuntungan perusahaan. Kesalahan dalam penetapan jumlah investasi dalam perusahaan akan memperkecil keuntungan usaha.

(31)

20

misalnya, akan mengakibatkan perusahaan tidak bisa bekerja dengan kapasitas penuh sehingga terdapat kapasitas menganggur yang akan menaikkan biaya produksi. Oleh karena itu pengusaha harus menentukan jumlah investasi pada persediaan yang ideal (normal) Menurut Weston dan Brigham, besarnya persediaan pada pada umumnya 12% s.d. 20% dari jumlah penjualan, atau 16% s.d. 30% dari total aktiva.(Kementrian Pendidikan Nasional 2010:50)

Dalam fungsinya manajer keuangan dituntut untuk lebih memperhatikan aktiva lancar daripada aktiva tetap tetapi bukan berarti aktiva tetap tidak membutuhkan perhatian yang cukup dari manajer keuangan. Menurut Lukman (2002:408-409) aktiva lancar diperlukan dalam produksi dan penjualan dari barang jadi yang dihasilkan oleh aktiva tetap. Dengan demikian pengaturan kedua komponen aktiva perusahaan tersebut akan sangat penting untuk meningkatkan return on investment perusahaan secara keseluruhan.

Aktiva tetap menyerap bagian terbesar dari modal yang ditanamkan dalam usaha, bagian tersebut seperti tanah, gedung pabrik, dan peralatan. Aktiva tetap menggambarkan jumlah pengeluaran yang terbesar, maka harus cukup perhatian sehubungan dengan keputusan yang diambil, bukan hanya yang berkenaan dengan pembelian suatu aktiva tetapi juga pengeluaran selannjutnya yang diperlukan oleh aktiva tetap tersebut.

(32)

21

berlalunya waktu maka mungkin aktiva-aktiva tersebut tidak akan dipakai lagi, ataupun membutuhkan perbaikan yang cukup besar yang dalam hal ini membutuhkan biaya yang tidak kecil. Dengan alasan seperti diatas maka keputusan sehubungan dengan investasi dalam aktiva tetap perlu mempertimbangkan secara teliti dan sebaik-baiknya.

6. Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan merupakan sebuah gambaran pelaksanaan program dan kebijakan dalam mewujudkan tujuan perusahaan. Menurut Irhan Fahmi (2011:2) kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.

Berikut adalah uraian tentang tujuan penilaian kinerja menurut Munawir (2000:31), yaitu:

a. Untuk mengetahui tingkat likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memperoleh kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi keuangannya pada saat ditagih.

(33)

22

c. Untuk mengetahui tingkat rentabilitas atau profitabilitas, yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.

d. Untuk mengetahui tingkat stabilitas usaha, yaitu kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil, yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga atas hutang-hutangnya termasuk membayar kembali pokok hutangnya tepat pada waktunya serta kemampuan membayar deviden secara teratur kepada para pemegang saham tanpa mengalami hambatan atau krisis keuangan.

C. Kerangka Pikir Penelitian

(34)

23

Gambar 2.2. Kerangka Pikir Penelitian

Dari Gambar 2.2 dapat diketahui kerangka pikir penelitian yang dikemukakan bagaimana penelitian akan dilakukan. Keputusan keuangan dalam kaitannya dengan keputusan investasi, keputusan pendanaan dan keputusan manajemen aktiva Rumah Baca Cerdas. Kinerja Keuangan dalam kaitannya dengan menganalisis laporan keuangan menggunakan analisis rasio, sehingga akan diketahui bagaimana kinerja keputusan keuangan perusahaan.

Laporan Keuangan dan Kebijakan Rumah Baca Cerdas

Keputusan Keuangan

Keputusan Investasi, Keputusan Pembelanjaan, Keputusan

Manajemen Aktiva

Hasil Kinerja Keputusan Keuangan

Kinerja Keuangan

Rasio Likuiditas, Rasio Aktivitas, Rasio Solvabilitas

Gambar

Tabel 1.1 Aset, Pendapatan dan Biaya Operasional Rumah Baca Cerdas Malang 2011-2013
Gambar 2.2. Kerangka Pikir Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

maksudnya untuk mengetahui jumlah alkali yang bereaksi dengan minyak  ksi dengan minyak .. 6erdasarkan teori yang ada adalah sebesar 19)A) mg'%&Egram minyak. 6erdasarkan

Tanggapan responden tentang ada tidaknya pengaruh peran serta masyarakat adalah salah satu faktor dari budaya hukum yang mempengaruhi terhadap Efektivitas

Yusuf Gelar sarjana diraih pada program studi Teknik Sipil – ITB tahun 2004 dan gelar magister pada program Magister Administrasi Bisnis (MBA) – ITB tahun 2007. Aurik Gustomo

perusahaan manufaktur dalam hal ini adalah informasi mengenai biaya- biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya

Teori Herzberg ini melihat ada dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi yaitu faktor intrinsik, merupakan daya dorong yang timbul dari dalam diri masing-masing orang,

Dalam dunia desain produk dan industrial, lebih khususnya kepada desain produk, modifikasi dapat merupakan upaya untuk memberikan perubahan kepada produk tertentu agar memiliki sifat

RPIJM bidang Cipta Karya Kabupaten Karangasem Tahun 2018-2022 telah disusun bersama anggota Satgas Randal RPIJM Kabupaten Karangasem, yaitu dari Badan Perencanaan Penelitian

[r]