BAB 10&11 Sektor Rumah Tangga dan Perusahaan dalam Keseimbangan Pendapatan

16 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Sektor Rumah Tangga dan

Perusahaan dalam Keseimbangan

Pendapatan Nasional

MATAKULIAH

PENGANTAR ILMU EKONOMI

(2)

SUB POKOK BAHASAN

Peranan sektor Rumah Tangga dalam Kegiatan

Ekonomi

Konsumsi Rumah Tangga

Hubungan konsumsi, tabungan dan pendapatan

Peranan perusahaan dalam Kegiatan Ekonomi

Investasi, faktor-faktor yang mempengaruhinya,

kriteria mengevaluasi investasi dan metode untuk

mengevaluasi investasi

Keseimbangan pendapatan nasional jika Rumah

Tangga dan perusahaan terlibat dalam

(3)

PERANAN RUMAH TANGGA DALAM KEGIATAN

EKONOMI

Rumah tangga

adalah kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan

konsumsi terhadap barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup diri

sendiri ataupun keluarga. Rumah tangga juga merupakan

pemilik

faktor-faktor produksi

(tanah, tenaga kerja, modal, dan wirausaha).

Untuk melaksanakan kegiatan konsumsinya, setiap individu/rumah tangga

harus memiliki pendapatan. Pendapatan rumah tangga dapat diperoleh

dari perusahaan dengan cara sebagai berikut:

Sewa (rent)

, yaitu balas

jasa telah menyewakan tanahnya;

Upah (wage)

, yaitu balas jasa karena

telah bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi;

Bunga

(interest)

, yaitu balas jasa telah meminjamkan sejumlah dana untuk

modal usaha perusahaan;

Laba (profit)

, yaitu balas jasa karena telah

mengorbankan tenaga dan pikirannya dalam mengelola perusahaan

sehingga perusahaan dapat memperoleh laba.

Peranan rumah tangga konsumen

sebagai berikut.

Rumah tangga berperan sebagai pemasok faktor-faktor produksi kepada

perusahaan untuk kegiatan produksi.

(4)

KONSUMSI RUMAH TANGGA

Fungsi konsumsi adalah suatu fungsi yang

menggambarkan hubungan antara tingkat

konsumsi rumah tangga dengan pendapatan

nasional dalam suatu perekonomian.

Persamaannya   

C = a + bY

Keterangan :

C = tingkat konsumsi

a = konsumsi rumah tangga secara nasional

pada saat pendapatan nasional 0

(5)

Kecenderungan mengonsumsi

Kecenderungan mengonsumsi dibedakan menjadi dua yaitu :

1)

Kecenderungan mengonsumsi marginal

(Marginal

Propensity to concume ) yaitu perbandingan antara pertambagan

(AC) yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan

disporsabel (AY).

MPC= ∆C/∆Yd

Keterangan : MPC = Marginal Propensity to concume

∆C = pertambahan konsumsi

∆Yd = pertambahan pendapatan

2)

Kecenderungan Mengonsumsi Rata-rata

(Average

Propensity to Consume)

Kecenderungan mengonsumsi rata-rata yaitu perbandingan

antara tingkat konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan diposabel

serta konsumsi itu dilakukan (Yd).

APC= C/Yd

Keterangan : APC = Average Propensity to Consume

C = tingkat konsumsi

(6)

TABUNGAN

Fungsi tabungan adalah suatu fungsi yang

menggambarkan hubungan antara tingkat

tabungan rumah tangga dengan pendapatan

nasional dalam perekonomian

S = -a + (1 – b) Y

Keterangan :

S = besarnya tabungan (save)

A = konnsumsi yang harus dipenuhi pada saat

pendapatan nol

(7)

KECENDERUNGAN MENABUNG

Marginal Prospensity to Save (MPS)

Kecenderungan menabung marginal merupakan perbandingan

antara pertambahan tabungan dengan pertambahan pendapatan

disposabel.

MPS= ∆S/∆Yd

Keterangan :

MPS : Marginal Prospensity to saving

∆S : pertambahan tabungan

∆Yd : pertambahan pendapatan

Average Prospensity to Save (APS)

Kecondongan menabung rata-rata merupakan perbandingan

antara tingkat tabungan (S) dengan tingkat pendapatan.

(8)

HUBUNGAN KONSUMSI, TABUNGAN

DAN PENDAPATAN

Antara MPC dengan MPS mempunyai hubungan

yang cukup erat, dibuktikan dengan persamaan

sebagai berikut:

MPS + MPC = 1

MPC = 1 – MPS atau MPS = 1 – MPC

Hubungan antara Pendapatan, Konsumsi, dan

Tabungan

Dinyatakan dengan rumus sebagai

berikut:

Y = C + S

Keterangan

(9)

PERANAN PERUSAHAAN DALAM KEGIATAN

EKONOMI

Perusahaan

berperan dalam kegiatan memproduksi barang dan jasa,

termasuk distribusinya, dan adakalanya perusahaan tersebut tidak

memproduksi sendiri barang, misalnya yang dilakukan oleh perusahaan

dagang. Peran perusahaan dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai

berikut:

Sebagai produsen

, menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan

oleh rumah tangga keluarga, pemerintah, bahkan masyarakat luar

negeri.

Sebagai distributor

, sebagai mata rantai penyaluran barang dalam

rangka melayani konsumen agar barang yang dibutuhkan sampai pada

konsumen tepat waktu, tepat tempat, tepat sasaran, tepat kuantitas,

dan tepat kualitas sehingga barang yang dibutuhkan masyarakat

dengan mudah dapat diperoleh.

Sebagai agen pembangunan

, kegiatan perusahaan sebagai agen

pembangunan ditujukan untuk meningkatkan produksi melalui

penelitian dan pengembangan. Setiap perusahaan selalu berusaha

supaya tidak ketinggalan ilmu dan teknologi serta dapat

(10)

INVESTASI, FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHINYA, KRITERIA DAN

METODEMENGEVALUASI INVESTASI

Investasi adalah hasil biaya investasi yang

ditentukan oleh kebijakan tingkat bunga

dan pajak, serta harapan mengenai masa

depan.

Faktor-faktor penentu investasi sangat

tergantung pada situasi dimasa depan

yang sulit untuk diramalkan, maka

(11)

Beberapa faktor yang mempengaruhi investasi dalam perekonomian suatu negara antara lain:

1.     Pengaruh Nilai Tukar: Perubahan nilai tukar dengan investasi

bersifat uncertainty (tidak pasti). Pengaruh tingkat kurs yang berubah pada

investasi dapat langsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran

domestik. sehingga didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang domestik akan mendorong ekspansi investasi pada barang-barang perdagangan tersebut.

2.     Pengaruh Tingkat Suku Bunga: Tingkat suku bunga mempunyai pengaruh yang signifikan pada dorongan untuk berinvestasi. Pada kegiatan produksi,

pengolahan barang-barang modal atau bahan baku produksi memerlukan modal (input) lain untuk menghasilkan output / barang.

3.     Pengaruh Tingkat Inflasi: berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif.  Menurut Greene dan Pillanueva, tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro. Sehingga, tingkat inflasi domestik juga berpengaruh pada investasi secara tidak langsung melalui pengaruhnya pada tingkat bunga domestik.

4.     Pengaruh Infrastruktur: Pembangunan kembali infrastruktur tampaknya menjadi satu alternatif pilihan yang dapat diambil oleh pemerintah dalam rangka menanggulangi krisis, Dengan infrastruktur yang memadai, efisiensi yang dicapai oleh dunia usaha akan makin besar dan investasi yang didapat semakin meningkat.

(12)

KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL

JIKA RUMAH TANGGA DAN PERUSAHAAN

TERLIBAT DALAM PEREKONOMIAN

Dalam Analisa Keseimbangan Ekonomi 2 Sektor,

maka Pendapatan Nasional Akan dipengaruhi oleh 2

Faktor:

Konsumsi (c) dan Tabungan(S)

Dalam perekonomian yang sederhana bahwa pendapatan yang

diperoleh digunakan untuk konsumsi dan sisanya ditabung.

Dalam persamaan matematis maka dapat ditulis sebagai

Y = C + S

Konsumsi dan Investasi

Sementara itu, dalan Rumah Tangga Perusahaan tabungan

digunakan untuk investasi, sehingga dapat ditulis dalam

persamaan

(13)
(14)
(15)
(16)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...