Laporan Pengantar Proyek Tugas Akhir
PERANCANGAN ULANG LOGO PT. INDOFARMA
GLOBAL MEDIKA
DK 38315/Tugas Akhir Semester II 2010/2011
Oleh :
Reza Kharisma NIM :
51907213 Program Studi
Desain Komunikasi Visual
FAKULTAS DESAIN
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penyusun panjatkan ke khadirat Allahu Rabbi, karena Rahmat dan Hidayah-Nya jualah penyusun dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir yang berjudul :
PERANCANGAN ULANG LOGO PT.INDOFARMA GLOBAL MEDIKA
Penyusun Berharap semoga Laporan Pengantar Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Akhirnya penyusun hanya dapat berharap karya tulis berbentuk laporan ini, dapat bermanfaat bagi kemajuan penyusunan maupun bagi para pembaca dan pihak yang memerlukan pada umumnya.
Semoga Allah SWT mencurahkan balasan pahala kepada semua pihak yang telah turut membantu penyusunan Laporan Pengantar Tugas Akhir.
Bandung, 13 Juli 2011
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Indofarma Global Medika (IGM) adalah anak perusahaan PT. Indofarma (persero) yang bergerak dalam bidang perdagangan dan distribusi obat dan alat kesehatan, yang berdiri sejak tahun 2000. Pada awal berdiri, IGM merupakan bagian program pemerintah yang berperan membantu kinerja Indofarma dalam hal penanganan unit distribusi produk. Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini semakin berkembang dan membutuhkan strategi bisnis lain.
Jika semula perusahaan ini hanya menjadi penyalur produk Indofarma, kini mereka mulai mengembangkan sistem kerja sama dengan perusahaan farmasi lain. IGM tidak bisa hanya mengandalkan produk farmasi dari Indofarma, perusahaan membutuhkan strategi kerja sama dengan perusahaan farmasi lain di Indonesia.
ekspansi usaha IGM makin luas dan diperlukan sebuah identitas yang sesuai yang mampu mengakomodir segala perubahan tersebut.
Di tengah perubahan orientasi usaha yang makin berkembang luas saat ini bagi IGM, yang dulu hanya terpaku sebagai anak usaha bagi Indofarma, tentunya target market dari perusahaan akan berkembang secara otomatis, hal tersebut tentu saja memberikan keuntungan bagi perusahaan. Perusahaan harus menemukan cara agar mampu tetap menjaga tren positif ini , terutama dari segi identitas perusahaan sehingga memberikan dampak positif secara keseluruhan. Langkah ini juga dambil untuk tetap mengikuti perkembangan zaman sehingga perusahaan tidak dianggap ketinggalan zaman dan kaku serta mampu bersaing secara sehat dengan para kompetitornya.
Identitas perusahaan dalam hal ini logo merupakan salah satu elemen penting bagi sebuah organisasi, dalam hal ini sebuah perusahaan. Logo menjadi identitas awal yang pertama dilihat oleh klien perusahaan. Ada kalanya sebuah identitas harus mencerminkan ruang lingkup perusahaan, namun itu bukan menjadi sebuah keharusan karena di- takutkan bisa membuatnya sama dengan usaha lain dengan bidang kerja yang sama. Dalam sebuah artikel majalah
Versus, Eka Sofyan Rizal pernah menjelaskan “perlu ditekankan
bahwa setiap entitas itu adalah unik dan seharusnya memang tidak sama dengan yang lain” (h.57).
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka penulis mencoba mengidentifikasi masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu: identitasnya di tengah pesatnya persaingan usaha dan perkembangan zaman. Saat ini banyak bermunculan perusahaan- perusahaan sejenis yang menjadi kompetitor bagi IGM, dengan identitas yang berbeda-beda dan memiliki keunikan masing- masing.
1.3. Fokus permasalahan
Berdasarkan permasalahan diatas, maka permasalahan difokuskan pada:
1. Perancangan ulang logo yang mampu mencerminkan citra perusahaan serta visi dan misi yang mampu mengangkat nilai jual sebagai perusahaan pengadaan alat-alat kesehatan yang berpengaruh di Indonesia serta mampu bertahan lama mengikuti perkembangan zaman.
2. Perancangan ulang logo yang sesuai kaidah desain yang baik dan benar, tidak semata-mata baik secara visual tetapi juga memiliki makna yang mendalam dan unik.
3. Perancangan ulang logo yang sesuai dengan target market yaitu industri-industri kesehatan seperti rumah sakit dan laboratorium kesehatan/kecantikan.
4. Kebutuhan perusahaan akan aplikasi logo pada media yang tepat
1.4. Tujuan perancangan
Tujuan dari perancangan logo ini adalah:
2. Mendapatkan logo perusahaan yang baik ditinjau dari aspek desain yang baik dan benar. Gabungan dari elemen- elemen desain yang berupa garis, bentuk, titik, tipografi, warna yang baik dan unik sehingga menghasilkan logo yang berkarakter kuat. 3. Mendapatkan logo yang mencerminkan citra perusahaan sebagai
BAB II
TINJAUAN LOGO DAN PT.INDOFARMA GLOBAL MEDIKA
2.1 Logo dan Perusahaan
Safanayong dalam buku “Mendesain Logo” karangan Surianto Rustan (2009) menjelaskan logo adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Yunani logos yang berarti kata, pikiran, pembicaraan, akal budi sampai berarti yang dikaitkan dengan simbol, citra dan semiotik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990), logo adalah huruf atau lambang yang mengandung makna, terdiri atas satu kata atau lebih sebagai lambang atau nama perusahaan.
Kini, logo bagai sebuah bendera, tanda tangan dan sebuah lambang yang secara langsung tidak menjual, tetapi memberi suatu identitas, informasi, persuasi yang pada akhirnya sebagai alat pemasaran (Rustan, 2009, h.3). Berkaitan dengan pemasaran tidak lepas dari sebuah badan usaha dalam hal ini perusahaan. Sebuah perusahaan membutuhkan logo sebagai sebuah identitas bagi usahanya untuk membedakan dengan perusahaan lain.
lainnya untuk memudahkan orang lain mengingat dan membedakannya.
Logo tidak bisa dipisahkan dari brand. Brand memiliki makna yang jauh lebih dalam dan luas daripada logo. Logo berbentuk benda fisik yang bisa dilihat, sedangkan brand mencakup keseluruhannya, baik yang fisik, non- fisik, pengalaman dan asosiasi (Surianto, 2009, 16).
Perusahaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kegiatan (pekerjaan) yang diselenggarakan dengan peralatan atau dengan cara teratur dengan tujuan mencari keuntungan (dengan menghasilkan sesuatu, mengolah atau membuat barang-barang, berdagang, memberikan jasa) serta memiliki badan hukum.
2.2. Penggolongan Logo
Penggolongan logo berdasarkan pendapat John Murphy dan Michael Rowe (1998):
1. Name - Only Logo
produk kamera Nikon, Leica, Yashica, peralatan fotokopi Xerox, dan lain-lain.
Gbr 2.1 Jenis logo: name/only logo
Sumber : http://kumpulanlogo.blogspot.com/(DIakses pada: 15 Juni 2011)
2. Name/Symbol Logo
Yaitu logo yang terdiri dari nama perusahaan atau produk dengan gaya tipografis yang berkarakter kuat, tersusun atas bentuk-bentuk grafis seperti oval, lingkaran atau kotak. Sebagai contoh adalah logo Ford, Du Pont, Hertz dan banyak lagi. Kelebihan jenis logo ini adalah pada bentuknya yang ringkas dan fleksibel karena jenis logo seperti ini mampu berdiri sendiri.
Gbr 2.2 Jenis logo: name/symbol logo
3. Initial Letter Logo
Yaitu logo yang menggunakan huruf awal (inisial) dari nama produk atau perusahaan dan menjadikannya sebagai elemen utama dari logo tersebut. Logo jenis ini terkadang menunjukkan gabungan nama pemilik perusahaan seperti logo produsen hardware komputer Hewlett-Packard. Selain contoh diatas banyak contoh lain seperti logo Bank BCA, IBM, RCTI, dan lainnya.
Gbr 2.3 Jenis logo: initial letter logo
Sumber : http://kumpulanlogo.blogspot.com/(DIakses pada: 15 Juni 2011)
4. Pictorial Name Logo
maka citra yang dihasilkannya tetap mengarah pada produk atau perusahaan yang ditiru.
Gbr 2.4 Jenis logo: Pictorial NameLogo
Sumber : http://kumpulanlogo.blogspot.com/(DIakses pada: 15 Juni 2011)
5. Associative Logo
kemudian logo 20th Century Fox, yang menggambarkan gemerlap dan megahnya dunia perfilman dan masih banyak lagi. Jenis logo seperti ini mempunyai daya tarik kuat dan mudah untuk dipahami.
Gbr 2.5 Jenis logo: Associative Logo
Sumber : http://kumpulanlogo.blogspot.com/(DIakses pada: 15 Juni 2011)
6. Allusive Logo
Gbr 2.6 Jenis logo: Allusive Logo
Sumber : http://kumpulanlogo.blogspot.com/(DIakses pada: 15 Juni 2011)
7. Abstract Logo
Yang dimaksud dengan logo jenis ini adalah logo yang dapat menimbulkan beraneka kesan, yang dipengaruhi oleh daya pemahaman konsumen. Ini terjadi karena bentuk visual logo ini sangat abstrak. Diantaranya mengambil suatu bentuk struktural yang dikreasikan dengan efek optis yang bervariasi. Sebagai contoh adalah logo Citroen. Logo jenis ini sangat disukai di Amerika, karena logo jenis ini mampu dibuat dengan bermacam variasi dan sangat orisinil sehingga terjadinya kemiripan sebuah logo dengan logo yang lainnya akibat dari banyaknya produk dan perusahaan yang tumbuh di Amerika bisa dihindari.
di dunia barat. Logo jenis ini sekarang menjadi standar desain logo kontemporer. Kelemahan dari jenis logo ini adalah bentuknya yang abstrak, sehingga sukar dipahami oleh konsumen serta tidak memiliki pengertian yang benar-benar tepat seperti apa yang diinginkan.
Gbr 2.7 Jenis logo: Abstract Logo
Sumber : http://kumpulanlogo.blogspot.com/(DIakses pada: 15 Juni 2011)
2.3. PT.Indofarma Global Medika
Gbr 2.8 Indofarma (induk usaha Gbr 2.9 Logo lama IGM
2. Misi
- Memberikan layanan prima dan solusi terbaik bagi mitra usaha - Memberi keuntungan maksimal kepada segmen pasar korporasi - Berorientasi pada kualitas produk dan harga bersaing untuk
pemenuhan kebutuhan pasar saat ini.
3. Nilai-nilai Perusahaan
Kepercayaan, Komitmen, Inovasi, Jaringan Pelanggan, Keramahan, dan Kecerdasan adalah nilai – nilai dan intisari yang menjadi sikap dan pedoman Insan IGM dalam membangun kinerja, layanan, maupun produk untuk memasuki tahapan strategis menjadi perusahaan distributor unggul yang akan memberikan peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan nasional dalam mengarungi pasar regional, meraih masa depan yang lebih baik.
Gbr 2.10 Produk IGM
4. Segmenting, Targeting, Positioning
Philip Kotler (2004) menjelaskan bahwa dalam pemasaran, segmentasi tidak berdiri sendiri, segmentasi merupakan kesatuan dengan targeting dan positioning. Ketiga proses ini merupakan bagian dari penciptaan dan penyampaian nilai kepada konsumen. Nilai memiliki arti memberikan kenikmatan bagi konsumen karena memberikan pelayanan yang baik, harga yang memuaskan, serta citra yang kuat.
Segmenting adalah proses mengelompokkan pasar bedasarkan kategori-kategori tertentu, segmenting berkaitan erat dengan penentuan target market perusahaan dan perancangan logo baru. Target market bertujuan memberikan keterangan yang lebih jelas tentang siapa dan bagaimana kondisi dari pengguna produk PT.IGM ini. Target market dibangun melalui:
A. Aspek Geografis: Daerah perkotaan yang memiliki rumah sakit serta laboratorium kesehatan.
B. Aspek Demografis: Diutamakan bagi para stake holder lembaga kesehatan dengan penghasilan dan pendidikan yang tinggi, hal ini berkaitan dengan arah bisnis IGM yaitu B to B atau Business to Business.
terbuka terhadap perkembangan terkini, dan aktifitas di waktu senggang terpusat di rumah.
5. Perusahaan Pesaing
A. PT.Kimia Farma Trading & Distribution
Gbr 2.11 Logo Kimia farma trading & distribution
Didirikan tanggal 4 Januari PT. Kimia Farma Trading & Distribution, yang memiliki 40 cabang yang mendistribusikan obat-obatan dan alat-alat kesehatan yang diproduksi sendiri maupun yang diproduksi oleh pihak ketiga dengan perpegang pada prinsip untuk memenuhi kepuasan dan kebutuhan pelanggannya.Dalam operasionalnya didukung dengan fasilitas pergudangan yang besar dan peralatan yang efisien serta armada transportasi yang terintegrasi dengan sistem informasi untuk mendukung kelancaran pengiriman barang ke seluruh Indonesia.
B. PT. Bina San Prima
Jaringan distribusi yang luas telah membantu keberhasilan PT Bina San Prima dalam memperoleh kepercayaan untuk mendistribusikan produk dari beberapa relasi PT Bina San Prima yang dikelola dengan baik oleh sebuah tim Eksekutif Profesional. Tim Eksekutif mencakup tiga Eksekutif di tingkat Direktur yang bertanggung jawab pada operasional, penjualan dan keuangan & akuntansi. Manajemen didukung oleh beberapa Manajer menengah dengan latar belakang di perusahaan besar dan berpendidikan.
Visi
Menjadi distributor favorit terbaik dan Trading Company, terutama dalam pelayanan melalui manajemen yang solid dan profesional, untuk memberikan nilai tambah yang signifikan untuk kepentingan pelanggan
Misi
1. Untuk terus menerus meningkatkan manajemen distribusi kami untuk mencapai praktek distribusi baik.
2. Memperkuat jaringan dan cakupan lapangan angkatan.
3. Merawat Pertumbuhan produk principal kami di jangka ketersediaan dan nilai penjualan.
2.4. Desain Ulang Logo Bagi Perusahaan
- Meluncurkan sebuah organisasi baru
- Merger atau akuisisi (Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu)
- Diversifikasi (penganekaan usaha untuk menghindari ketergantungan pada ketunggalan kegiatan, produk, jasa, atau investasi)
- Re-positioning (menempatkan suatu posisi yang unik di benak konsumen)
- Mengadakan perubahan corporate culture (budaya perusahaan seperti kedisiplinan dan etos kerja)
- Pengembangan internasional
2.5. Jajak Pendapat Logo IGM
Dalam penelitian ini telah dilakukan metode jajak pendapat yang dimulai pada 22 Januari sampai 25 Januari 2011 yang diikuti 50 responden melalui media online yaitu blog perusahaan yang terdiri dari karyawan dan para rekan bisnis yang dipilih secara acak dengan jumlah pertanyaan sebanyak 8 pertanyaan yang dianggap mewakili logo dari IGM.
Gbr 2.13 Diagram Pie hasil kuesioner menarik tidaknya logo IGM
Sebanyak 6% atau 3 orang menjawab “YA”
Sebanyak 94% atau 47 orang menjawab “TIDAK”
1. Dari segi warna apakah mampu mencerminkan citra perusahaan?
Gbr 2.14 Diagram Pie hasil kuesioner warna logo IGM
Sebanyak 38% atau 19 orang menjawab “YA”
Sebanyak 62% atau 31 orang menjawab “TIDAK”
Sebanyak 20% atau 10 orang menjawab “YA”
Sebanyak 76% atau 38 orang menjawab “TIDAK” Sebanyak 4% atau 2 orang menjawab “TIDAK TAHU”
3. Dari segi font yang digunakan apakah mampu mencerminkan citra perusahaan?
Gbr 2.16 Diagram Pie hasil kuesioner font logo IGM
Sebanyak 34% atau 17 orang menjawab “YA”
Sebanyak 66% atau 33 orang menjawab “TIDAK”
4. Menurut anda apakah logo ini mampu bertahan diantara perkembangan zaman saat ini?
34%
66%
Gbr 2.17 Diagram Pie hasil kuesioner daya tahan logo IGM
Sebanyak 14% atau 7 orang menjawab “YA”
Sebanyak 84% atau 42 orang menjawab “TIDAK”
Sebanyak 2% atau 1 orang menjawab “TIDAK TAHU”
5. Apakah logo terlihat profesional?
Gbr 2.18 Diagram Pie hasil kuesioner apakah logo IGM terlihat professional
Sebanyak 12% atau 6 orang menjawab “YA”
Sebanyak 2% atau 1 orang menjawab :TIDAK TAHU”
6. Secara keseluruhan apakah logo mencerminkan citra perusahaan?
Gbr 2.19 Diagram Pie hasil kuesioner apakah logo IGM mencerminkan citra perusahaan
Sebanyak 16% atau 8 orang menjawab “YA”
Sebanyak 84% atau 42 orang menjawab “TIDAK
7. Apakah anda setuju jika terjadi pergantian logo?
Sebanyak 94% atau 47 orang menjawab “YA”
Sebanyak 6% atau 3 orang menjawab “TIDAK.
2.6 Kesimpulan
Berdasarkan hasil jajak pendapat kepada 50 orang , 66% atau 33 orang responden berpendapat bahwa logo ini terlalu kaku dan tidak fleksibel serta kurang menarik dari segi warna, bentuk, dan font, sedangkan 19 orang responden menyarankan untuk memasukkan unsur gambar ular yang identik dengan bidang obat- obatan.
BAB III.
STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL
3.1. Strategi Perancangan
3.1.1 Pendekatan Komunikasi 1. Pendekatan Visual
Komunikasi dapat dirumuskan sebagai kegiatan dimana seseorang menyampaikan pesan dari media tertentu kepada orang lain dan sesudah menerima pesan serta memahami sejauh kemampuan, penerimaan pesan menyampaikan tanggapan melalui media tertentu pula kepada orang yang menyampaikan pesan itu kepadanya. Pendekatan visual dituangkan dalam bentuk abstrak sebuah lengkungan yang tersusun secara dinamis agar sesuai dengan keyword dalam perancangan ini yaitu “memberi dan menerima”. Pemilihan keyword ini sesuai dengan posisi IGM sebagai sebuah perusahaan distribusi yang secara sederhana dapat diartikan sebagai perusahaan yang menerima barang dari produsen lalu menyalurkan atau memberikan pada pihak ke tiga dalam hal ini lembaga- lembaga kesehatan.
seperti rumah sakit dan laboratorium kesehatan yang tidak secara langsung bersentuhan dengan konsumen yang lebih kecil, oleh sebab itu dipilih bentuk yang abstrak / tidak mengacu pada bentuk nyata.
Tujuan komunikasi perancangan logo IGM antara lain:
a) Memberikan identitas perusahaan baru yang memberi kesan modern dan tidak terlalu kaku
b) Memberikan logo yang unik dan berbeda dengan pesaing usaha
2. Pendekatan Verbal
Pendekatan verbal dilakukan dengan cara mengkomunikasikan dengan kata - kata atau ucapan tentang keunggulan perusahaan melalui produk- produk berkualitas dengan keramahan dan cerdas sesuai nilai - nilai perusahaan. Cara ini dianggap efektif dan efisien serta memberi dampak yang besar bagi perusahaan.
3.1.2 Strategi kreatif
Beberapa tahapan dalam strategi kreatif antara lain : 1. Analisis SWOT
Analisis SWOT (singkatan bahasa Inggris dari “kekuatan”/strengths,“kelemahan”/weaknesses,“
metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam perancangan logo IGM ini. Analisis juga dilakukan terhadap pesaing dari perusahaan ini untuk mendapatkan analisis yang lebih tepat dan mendasar yang dapat membantu dalam perancangan ini.
Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.
Analisis SWOT digunakan untuk menemukan konsep yang dibutuhkan dalam perancangan logo IGM. Fungsi analisis SWOT dapat dijelaskan sebagai berikut: - Strength : keunggulan dari IGM yang dapat
membantu dalam perancangan ulang logo
- Weaknesses : factor yang menjadi kelemahan \IGM
- Opportunities : Faktor yang memberi keunggulan lain yang membantu perancangan ini
- Threat : faktor yang menjadi ancaman bagi IGM sekarang maupun di masa akan datang.
Dari hasil analisis SWOT didapatkan strategi kreatif yang meliputi:
A. Pembuatan keyword / kata kunci
pada pihak ke tiga dalam hal ini lembaga- lembaga kesehatan.
Kini IGM telah melebarkan sayapnya dengan menyalurkan juga produk- produk diluar induk perusahaan yaitu PT.Indofarma. Hal ini membuktikan IGM berkomitmen mengadakan perubahan menuju hal yang lebih baik dan tidak cepat berpuas diri.
2. Strategi Kreatif
Setelah melalui tahapan SWOT lalu dilakukan strategi kreatif yang didasarkan pada filosofi, visi, misi dan elemen logo itu sendiri.
a. Filosofi : Memberi dan menerima
IGM sebuah sebuah perusahaan distribusi dapat diartikan sebagai perusahaan yang menerima barang dari produsen lalu menyalurkan / memberikan kepada pihak ke tiga yaitu lembaga- lembaga kesehatan.
b. Visi : Menjadi distributor obat dan alat kesehatan yang unggul dalam produk dan pelayanan, serta jaringan usaha yang luas.
c. Misi :
- Memberi keuntungan maksimal kepada segmen pasar korporasi
- Berorientasi pada kualitas produk dan harga bersaing untuk pemenuhan kebutuhan pasar saat ini.
d. Jenis logo : Jenis logo yang digunakan adalah gabungan antara logogram dan logotype.
e. Sketsa
Setelah melalui beberapa tahapan sketsa dan bimbingan akhirnya terpilih 1 logo untuk IGM.
Gambar 3.2 Logo IGM baru
produsen, distributor, dan konsumen. Bentuk yang dinamis namun tetap memiliki kesan mengikat mencerminkan pribadi perusahaan untuk selalu berkomitmen kuat memberi inovasi pilihan produk kesehatan bermutu tinggi dengan keramahan dan cerdas sesuai nilai- nilai perusahaan.
lembaga sehingga akan sering sekali dilihat oleh para stake holder perusahaan tersebut.
Media tersebut antara lain: - Kartu nama
dengan ruang aplikasi media. Logotype dimungkinkan berpindah disamping logogram sebagai variasi media aplikasi logo.
b. Warna
Mode warna RGB digunakan pada aplikasi di layar monitor atau media digital serta mode warna CMYK digunakan pada aplikasi untuk media cetak.
- Warna biru yang lebih tua mencerminkan kedalaman komitmen perusahaan untuk selalu memberikan pelayanan yang memuaskan bagi konsumennya. Secara psikologi warna ini memberi kesan konsentrasi, kooperatif, cerdas, perasa, integratif. Pengaruhnya : tenang, bijaksana, tidak mudah tersinggung.
kesabaran. Warna ini sangat baik bagi IGM untuk menumbuhkan loyalitas konsumen.
BAB IV
MEDIA DAN TEKNIK PRODUKSI
Jenis media dan aplikasi dari logo adalah sebagai berikut
4.1. Stationery
Mencakup keperluan administrasi, surat menyurat, dan sebagai bukti profesional serta gengsi perusahaan.
4.1.1 Amplop
Amplop pada sisi depan terdapat logo IGM sempurna pada sebelah atas kiri, pada bagian bawah terdapat potongan logo dengan tingkat opacity yang rendah sehingga tulisan tetap dapat terbaca dengan jelas.
Gambar 4.1 Amplop dengan logo IGM yang baru
Pada sisi belakang logo berwarna putih sebagai penyesuaian terhadap background biru.
1. Spesifikasi
- Bahan : kertas HVS 80Gr, warna putih, dan diberi kertas kaca (untuk alamat surat dengan ukuran ¼ besar logo)
- Huruf : 12pt, jenis Chica Mono
- Digunakan untuk kegiatan administrasi dan surat menyurat
2. Teknis Produksi : cetak offset, pounch
4.1.2 Kop Surat
Gambar 4.2 Kop Surat dengan logo IGM yang baru
1. Spesifikasi
- Bahan : kertas HVS 80Gr, uk A4 (21.5 x 29.7cm), warna putih
2. Teknis Produksi : Digital print
3. Dimensi : panjang 29.5cm, lebar 21.5cm
4.1.2 Kartu Nama
Gambar 4.3 Kartu nama dengan logo IGM yang baru
1. Spesifikasi
- Bahan : kertas art paper 220Gr, warna putih
2. Teknis Produksi : Cetak offset
4.1.3 ID Card
Gambar 4.4 ID card dengan logo IGM yang baru
1. Spesifikasi
- Bahan : kertas art paper 220Gr, warna putih
- Alternatif bahan : PVC
2. Teknis Produksi : cetak offset
4.1.4 Map/Folder
1. Spesifikasi
- Bahan : kertas art paper 220Gr, warna putih
2. Teknis Produksi : cetak offset
3. Dimensi : panjang 34 cm, lebar 23.5 cm
4.2 Gimmick
4.2.1 Kalender
Gambar 4.6 Kalender dengan logo IGM yang baru
1. Spesifikasi
- Bahan : kertas art paper 220Gr, warna putih
2. Teknis Produksi : cetak offset
4.2.2 Mouse Pad
Gambar 4.7 Mouse pad dengan logo IGM yang baru
1. Spesifikasi
- Bahan : - kain lembut dgn dasar foam
4.2.3 Mug
Gambar 4.8 Mug dengan logo IGM yang baru
1. Spesifikasi
- Bahan : keramik
2. Teknis Produksi : Print cetak
4.2.4Tas Kanvas
Gambar 4.9 Tas kanvas dengan logo IGM yang baru
1. Spesifikasi
- Bahan : kanvas
2. Teknis Produksi : bordir
4.2.5Gantungan kunci
Gambar 4.10 Gantungan kunci dengan logo IGM yang baru
1. Spesifikasi
- Bahan : art paper laminating glossy
2. Teknis Produksi : cetak offset
4.3 Company Profile
4.3.1 Brosur
1. Spesifikasi
- Bahan : art paper 120 gr
2. Teknis Produksi : cetak offset
3. Dimensi : 29 cm x 21cm
4.4 Seragam
4.4.1 Kemeja
Digunakan untuk karyawan yang berada di dalam ruangan
Gambar 4.12 Kemeja dengan logo IGM yang baru
1. Spesifikasi
- Bahan : katun
4.4.2 Polo Shirt
Digunakan untuk karyawan yang berada di luar ruangan
Gambar 4.13 Polo shirt dengan logo IGM yang baru
1. Spesifikasi
- Bahan : katun pique
4.5 Sign System
Gambar 4.14 Sign system dengan logo IGM yang baru
1. Spesifikasi
- Bahan : PVC sheet
2. Teknis Produksi : digital printing
4.6 Kendaraan
Gambar 4.15 Mobil box dengan logo IGM yang baru
1. Spesifikasi
- Bahan : cutting stiker
4.7 Website
Daftar Pustaka
Basuki, Milka. (2006). Tentang logo. Diakses pada 14 Januari 2011 dari: http:// www .belajardekavedua.blogspot.com/logo.html.
Kartajaya, Hermawan. (2004). Hermawan Kartajaya on brand.Bandung:Mizan Pustaka.
Lubis, Hary. (2008). Pedoman Penulisan dan Penyusunan (Edisi ke
4).Risalah Akademik. Universitas Komputer Indonesia. Bandung.
MRE, Dian & Jessica ,Kartika.(2010). Feng Shui Untuk Logo.Jakarta: Elex Media Komputindo.
Rustan, Surianto.(2008). Layout dasar dan penerapan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
(2009). Mendesain Logo. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
(2011). Font dan Tipografi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Swann, Alan.(1987). Basic Design and Logo. London: Phaidon
Syadiash. (2010). Pengertian umum perusahaan. Diakses pada 11 Januari 2011 dari http:// www.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Reza Kharisma
Alamat : Jl. A.Kadir Sahib No.16 RT/RW 001/001 Kecamatan Kotabumi Lampung Utara
Kode Post : 34516
Nomor Telepon : 085723400895 Email : [email protected] Jenis Kelamin : Pria
Tempa,Tanggal Lahir : Kotabumi, 28 November 1988 Warga Negara : Indonesia