PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MODEL MENGAJAR MENGINDUKSI PERUBAHAN KONSEP (M3PK) SIMSON TARIGAN, MODEL INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL DIRECT INSTRUCTION PADA POKOK BAHASAN HIDROLISIS GARAM.

23 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MODEL MENGAJAR MENGINDUKSI PERUBAHAN KONSEP

(M3PK) SIMSON TARIGAN, MODEL INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL DIRECT INSTRUCTION PADA POKOK

B A H A S A N H I D R O L I S I S G A R A M

Oleh:

Abdus Syakir Ritonga NIM 4123131001

Program Studi Pendidikan Kimia

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

ii

RIWAYAT HIDUP

Abdus Syakir Ritonga dilahirkan di Sibolga pada tanggal 29 Maret 1994. Ayah bernama Lias Ritonga dan Ibu bernama Nurhabibah. Penulis merupakan anak

ketiga dari 5 bersaudara. Pada tahun 1999, penulis masuk TK Kuntum Melati dan

lulus pada tahun 2000. Penulis melanjutkan sekolah di SD Negeri 112139

Rantauprapat dan lulus pada tahun 2006. Kemudian penulis melanjutkan sekolah di

MTs Negeri Rantauprapat dan lulus pada tahun 2009. Pada tahun 2009, penulis

melanjutkan sekolah di SMA Negeri 3 Rantau Utara dan lulus pada tahun 2012.

Pada tahun 2012 penulis mengikuti ujian SNMPTN Tertulis dan lulus diterima di

Jurusan Kimia pada Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan

(4)

iii

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MODEL MENGAJAR MENGINDUKSI PERUBAHAN KONSEP

(M3PK) SIMSON TARIGAN, MODEL INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL DIRECT INSTRUCTION PADA POKOK

B A H A S A N H I D R O L I S I S G A R A M

Abdus Syakir Ritonga (NIM 4123131001)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model mengajar menginduksi perubahan konsep (M3PK) Simson Tarigan, model inkuiri terbimbing dan model direct instruction pada pokok bahasan hidrolisis garam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian rancangan acak lengkap (RAL). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa XI IPA SMA Negeri 1 Gebang T.A 2015/2016. Sampel dipilih secara cluster random sampling dari 4 kelas XI MIA yang ada di SMA Negeri 1 Gebang terpilih 3 kelas yaitu kelas XI-MIA 1 sebagai kelas eksperimen 1, kelas XI MIA 4 sebagai kelas eksperimen II dan kelas XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen III. Sampel penelitian kelas eksperimen I II dan III masing-masing berjumlah 24 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen tes objektif sebanyak 30 soal yang telah di uji validitasnya, realibilitas, tingkat kesukaran, daya beda, distruktor. Kelas eksperimen I diberikan perlakuan dengan model mengajar menginduksi perubahan konsep (M3PK) Simson Tarigan, kelas eksperimen II diberikan perlakukan dengan model Inkuri Terbimbing dan kelas eksperimen III diberikan perlakuan dengan model inkuiri terbimbing. Hasil belajar pada penelitian ini adalah kognitif,psikomotorik dan afektif. Pada aspek kognitif dan psikomotorik terlihat bahwa terjadi peningkatan disetiap pertemuannya baik dikelas eksperimen I II dan III. Data hasil belajar yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan uji anova satu jalur. Hasil uji annova diperoleh Fhitung = 6,7738 dan Ftabel = 3,13. Karena Fhitung > Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model mengajar menginduksi perubahan konsep (M3PK) Simson Tarigan, model inkuiri terbimbing dan model direct instruction pada pokok bahasan hidrolisis garam.

(5)

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala limpahan

rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan

penyusunan skripsi ini, serta salawat beriring salam untuk Rasulullah Muhammad

SAW sebagai suri tauladan dalam kehidupan. Skripsi ini disusun untuk melengkapi

salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Matematika dan

Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan, dengan judul “Perbedaan Hasil

Belajar Kimia Siswa Menggunakan Model Mengajar Menginduksi Perubahan

Konsep (M3PK) Simson Tarigan, Model Inkuiri Terbimbing dan Model Direct

Instruction Pada Pokok Bahasan Hidrolisis Garam”.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa terdapat perbedaan

hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan Model Mengajar Menginduksi

Perubahan Konsep (M3PK) Simson Tarigan, Model Inkuiri Terbimbing dan Model

Direct Instruction Pada Pokok Bahasan Hidrolisis.

Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan

terima kasih yang sebesar-besarnya kepada, Bapak Dr. Asrin Lubis, M.Pd, selaku

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri

Medan, yang telah memberikan fasilitas sehingga penulis dapat menyelesaikan

pendidikan. Bapak Dr. Simson Tarigan, M.Pd yang telah membimbing dan

memberikan petunjuk serta saran-saran selama penelitian hingga selesainya skripsi

ini. Bapak Dr. Ajat Sudrajat, M.Si, Ibu Dra. Anna Juniar, M.SI, Ibu Dra. Hafni

Indriati Nasution, M.Si, selaku dosen penguji yang telah memberikan kritik, saran

(6)

v

pengajar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri

Medan yang telah mendidik selama perkuliahan dan Bapak Bajoka Nainggolan,

MS, selaku penasehat akademik yang selalu memberikan bimbingan, perhatian dan

motivasi kepada penulis selama masa perkuliahan, Ibu Nursyam,S.Pd yang telah

memberikan penulis bimbingan dan arahan selama masa PPL dan Penelitian.

Penulis juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tiada

terhingga kepada Ayahanda Lias Ritonga dan Ibunda Nurhabibah, yang telah

memberikan cinta dan kasih sayang yang tidak ternilai dengan apapun,

pengorbanan baik materi maupun motivasi beserta doa yang tulus yang tidak pernah

berhenti. Kakakku tercinta Medina Ulfa Ritonga dan Dita Hafsari Ritonga dan

adik-adikku terkasih, M. Ramadhan Ritonga,M Raihan Ritonga serta seluruh keluarga

yang selalu mendoakan dan memberikan semangat. Sahabat-sahabat terbaikku di

Gerobak Dorong yang telah membantu penulis selama masa perkuliahan, Grup

Kontra SMA Negeri 3 Rantau Utara, Kimia Dik B 2012, seluruh mahasiswa

bimbingan Dr.Simson Tarigan Stambuk 2012 dan Siswa-siswi SMA Negeri 1

Gebang.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini masih

jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, penulis

menerima kritik dan saran demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya, penulis

berharap semoga skripsi ini dapat memberi manfaat bagi kita semua.

Medan, Juni 2016 Penulis,

(7)

vi

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 3

1.3. Batasan Masalah 4

2.4. Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK) 10 2.4.1 Pemikiran dan Perspektif Konstruktivisme 10 2.4.2 Langkah-langkah Penerapan Model Mengajar Menginduksi

Perubahan Konsep (M3PK) 12

2.5. Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing 15

2.5.1 Model Pembelajaran Inkuri 15

2.5.2 Model Pembelajaran Inkuri Terbimbing 16

2.6. Model Direct Instruction 17

2.7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 18

2.8. Materi Hidrolisis Garam 19

2.9. Kerangka Konseptual 26

2.10. Hipotesis Penelitian 27

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian 28

3.2. Populasi dan Sampel 28

3.3. Variabel Penelitian 28

3.4. Instumen Penelitian 29

3.4.1 Uji Validitas Isi 30

3.4.2 Uji Validitas Item Tes 31

3.4.3 Reliabilitas Tes 31

3.4.4 Tingkat Kesukaran Soal 32

3.4.5 Daya Pembeda 33

3.4.6 Distrruktor 34

(8)

vii

3.6. Tahap Pelaksanaan Penelitian 36

3.7. Teknik Analisis Data 39

3.7.1. Uji Normalitas 39

3.7.2. Uji Homogenitas 39

3.7.3. Uji Hipotesis 40

3.7.4. Persen Gain Hasil Belajar 42

3.8. Jadual Penelitian 43

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Analisis Data Instrumen Penelitian 45

4.1.1 Validitas Tes 45

4.1.2 Reliabilitaas Tes 46

4.1.3 Tingkat Kesukaran 46

4.1.4 Daya Beda 46

4.1.5 Distruktor 47

4.2 Analisis Data Hasil Penelitian 47

4.2.1 Hasil Belajar Siswa 47

4.2.2 Uji Normalitas 49

4.2.3 Uji Homogenitas 50

4.2.4 Data Gain 51

4.2.5 Uji Hipotesis 52

4.2.6 Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotorik 55

4.3 Pembahasan 56

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 59

5.1 Kesimpulan 59

5.2 Saran 59

(9)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Tahap Pembelajaran Inkuiri 17

Tabel 3.1 Klasifikasi Analisis Validitas Isi 30

Tabel 3.2 Kategori Tingkat Kesukaran Butir Tes 33

Tabel 3.3 Tabel Rancangan Penelitian 35

Tabel 3.4 Tabel Penolong untuk Uji Normalitas 39

Tabel 3.5 Tabel Uji ANAVA Satu Jalur 41

Tabel 3.6 Tabel Jadual Penelitian 43

Tabel 4.1 Rangkuman Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa 48

Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas 49

Tabel 4.3 Hasil Uji Homogenitas 50

Tabel 4.4 Tabel Uji ANAVA Satu Jalur 54

Tabel 4.5 Tabel Tukey Test 55

(10)

ix

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Contoh Model Perubahan Konsep 14

(11)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Silabus Mata Pelajaran Kimia 63

Lampiran 2 Format Penyusunan RPP 68

Lampiran 3 RPP 69

Lampiran 4 Soal Identifikasi Pengetahuan Awal Siswa 111

Lampiran 5 LKS 117

Lampiran 6 Kisi-kisi Instrumen Tes (Belum Validasi) 128

Lampiran 7 Kisi-kisi Instrumen Tes (Setelah Validasi) 147

Lampiran 8 Perhitungan Validitas Tes, Expert Judgement,Tabel

Validasi 162

Lampiran 9 Uji Reliabilitas , Tabel Reliabilitas 170

Lampiran 10 Perhitungan Tingkat Kesukaran, Tabel Tingkat Kesukaran 172

Lampiran 11 Perhitungan Daya Pembeda, Tabel Daya Pembeda 175

Lampiran 12 Distruktor, Tabel Distruktor 178

Lampiran 13 Tabel Kesimpulan Analisis Instrumen Tes 180

Lampiran 14 Tabel Rekap Nilai Pretest dan Postest 181

Lampiran 15 Perhitungan Rata-rata, Varians, Standar Deviasi Nilai

Pretest dan Postest 182

Lampiran 16 Perhitungan Uji Normalitas 186

Lampiran 17 Perhitungan Uji Homogenitas 193

Lampiran 18 Tabel Homogenitas Pretest 195

Lampiran 19 Tabel Homogenitas Postest 196

Lampiran 20 Uji Hipotesis 197

Lampiran 21 Uji Dengan SPSS Vers.17 201

Lampiran 22 Data Gain Eksperimen I II III 204

Lampiran 23 % Gain Hasil Belajar 209

Lampiran 24 Tabel Penilaian Afektif Siswa 210

Lampiran 25 Tabel Penilaian Psikomotor 211

Lampiran 26 Tabel Chi Kuadrat 212

(12)

xi

Lampiran 28 Daftar Nilai Distribusi F 214

Lampiran 29 Tabel F untuk Annova (0,05) 215

Lampiran 30 Tabel Q Kritis untuk Uji Tukey 216

(13)

1 1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan aspek penting dalam mencerdaskan kehidupan

bangsa. Peningkatan dan perbaikan mutu pendidikan tidak dapat terlepas dari

berbagai upaya. Salah satunya upaya pemerintah adalah menerapkan dan

mengembangakan kurikulum berbasis kompetensi pada tahun 2004 dan 2006

menjadi kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ditetapkan sebagai bagian

meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia diseluruh jenjang yang dinilai dari

tiga ranah kompetensi, yaitu : pengetahuan, sikap dan keterampilan. Tahap

pelaksanaan kurikulum 2013 berfokus pada kegiatan aktif siswa melalui suatu

proses ilmiah dengan tujuan agar pembelajaran tidak hanya menciptakan peserta

didik yang mempunyai kompetensi pengetahuan saja, tetapi juga mampu

menciptakan peserta didik yang baik dalam sikap dan keterampilan (Ariani,

2014).

Salah satu penyempurnaan pola pikir dari kurikulum 2013 adalah pola

pembelajaran pasif menjadi pola pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran

peserta didik aktif mencari semakin diperkuat oleh model pembelajaran dengan

pendekatan sains). Keberhasilan suatu pembelajaran dapat dilihat dari kemampuan

belajar peserta didik secara mandiri, sehingga pengetahuan yang dikuasai adalah

hasil belajar yang dilakukannya sendiri. Oleh karena itu, pendekatan yang

digunakan dalam proses pembelajaran hendaknya menciptakan dan

menumbuhkan rasa dari tidak tahu menjadi tahu, sehingga kurikulum 2013

mengamanatkan esensi pendekatan ilmiah untuk digunakan dalam proses

pembelajaran (Masykuri, 2014).

Kimia adalah salah satu mata pelajaran ilmu alam mempelajari

gejala-gejala alam, tetapi mengkhususkan diri di dalam mempelajari struktur, susunan,

sifat dan perubahan materi, serta energi yang menyertai perubahan materi. Salah

(14)

2

garam adalah reaksi anion/kation dari asam lemah atau basa lemah dengan air.

Karakteristik dari materi hidrolisis garam adalah materi yang memadukan konsep

dan percobaan larutan asam basa sehingga dapat dibuktikan dengan perhitungan

pH garam yang terhidrolisis. Dalam mempelajari hidrolisis garam siswa

memerlukan pembuktian melalui observasi secara langsung karena melalui

pengamatan secara langsung siswa dapat menemukan konsep secara mandiri (Sa’idah, 2012).

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan selama pelaksanaan

program pengalaman lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Gebang diperoleh hasil

belajar kimia kelas XI masih rendah, hal ini terlihat pada nilai rata-rata ulangan

tengah semester ganjil (kimia) 2015/2016. Kelas XI MIA 1 rata-rata 56,70, XI

MIA 2 rata-rata 58,43, XI MIA 3 rata-rata 54,74 dan XI MIA 4 rata-rata 55,02.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh guru namun hasilnya masih jauh dari yang

diharapkan. Rendahnya hasil belajar kimia siswa disebabkan oleh beberapa faktor

antara lain: (1) Penyampaian materi kimia oleh guru yang kurang menarik karena

bersifat teoritis; (2) Siswa tidak pernah diberi pengalaman langsung dalam

mengamati suatu perubahan kimia, sehingga siswa yang baru memperoleh materi

kimia menganggap materi pelajaran kimia sulit dipahami (3) Metode mengajar

yang digunakan guru kurang bervariasi dan tidak inovatif, sehingga

membosankan, sehingga kebanyakan siswa mengeluhkan bahwa mata pelajaran

kimia sulit dipahami dan kurang menyenangkan.

Disini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan masalah yang

dipaparkan. Menurut peneliti ada keterkaitan antara karakteristik materi hidrolisis

garam dengan masalah yang disebutkan. Menurut peneliti disini dibutuhkan suatu

model pembelajaran yang mendorong agar siswa lebih aktif dalam menemukan

konsep dari materi yang diajarkan. Model Mengajar Menginduksi Perubahan

Konsep (M3PK) Simson Tarigan dan Model Inkuiri Terbimbing adalah model

pembelajaran yang menganut teori konstruktivisme. Prinsip konstruktivisme

adalah bahwa pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri baik secara personal

maupun sosial. Dengan pendekatan konstruktivisme akan digali

(15)

3

Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK) Simson Tarigan konsep yang

ditekankan pada tiga aspek utama, intelligiblity, Plausible dan Fruitfull .

Penerapan model inkuiri terbimbing memberi kesempatan kepada siswa untuk

lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran guna mengembangkan konsep yang telah

dimiliki sebelumnya sehingga diperoleh pembelajaran yang bermakna (Setyowati

dkk, 2015).

Hal ini terbukti dari beberapa penelitian yang telah dilakukan peneliti.

Ginting (2013) membuktikan bahwa hasil belajar siswa dengan Model Mengajar

Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK) lebih tinggi (Rata-rata = 76,00) daripada

hasil belajar siswa dengan metode konvensional dan tanya jawab (Rata-rata =

71,0) . Persadanta (2012) membuktikan bahwa siswa yang diajarkan dengan

M3PK memiliki peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi sebanyak 63,55 %

daripada siswa yang diajarkan dengan metode ceramah yaitu 53,5 %. Argandi,

dkk (2013) membutikan model inkuiri terbimbing dapat menaikkan ketuntasan

belajar siswa menjadi 85,71%. Yulianingsih dan Hadisaputro (2013)

membuktikan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar kimia

menjadi 93,94%.

Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian

terkait dengan judul, “Perbedaan Hasil Belajar Kimia Siswa Menggunakan

Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK) Simson Tarigan, Model Inkuri Terbimbing dan Model Direct Instruction Pada Pokok Bahasan Hidrolisis Garam”.

1.2 Identifikasi Masalah

Sesuai dengan latar belakang masalah di atas, identifikasi masalah dalam

penelitian ini adalah :

1. Penyampaian materi kimia oleh guru yang kurang menarik karena bersifat

(16)

4

2. Siswa tidak pernah diberi pengalaman langsung dalam mengamati suatu

perubahan kimia, sehingga siswa yang baru memperoleh materi kimia

menganggap materi pelajaran kimia sulit dipahami.

3. Rendahnya hasil belajar siswa.

1.3 Batasan Masalah

Batasan Masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Model pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah

Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK) Simson

Tarigan, Model Inkuiri Terbimbing dan Model Direct Instruction.

2. Pokok bahasan yang akan diajarkan pada penelitian ini adalah pokok

bahasan hidrolisis garam.

3. Hasil belajar siswa yang diukur adalah hasil belajar kognitif, psikomotorik

dan afektif.

4. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Gebang

Tahun Ajar 2015/2016.

1.4 Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah :

1. Apakah ada perbedaan hasil belajar kimia siswa yang menggunakan

Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK) Simson

Tarigan, Model Inkuiri Terbimbing dan Model Direct Instruction pada

pokok bahasan hidrolisis garam ?

2. Berapakah persen (%) peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan

menggunakan Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep

(M3PK) Simson Tarigan, Model Inkuiri Terbimbing dan Model Direct

(17)

5

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian pada penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kimia siswa yang menggunakan

Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK) Simson

Tarigan, Model Inkuiri Terbimbing dan Model Direct Instruction pada

pokok bahasan hidrolisis garam

2. Untuk mengetahui persen (%) peningkatan hasil belajar siswa yang

diajarkan menggunakan Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep

(M3PK) Simson Tarigan, Model Inkuiri Terbimbing dan Model Direct

Instruction pada pokok bahasan hidrolisis garam

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah :

1. Manfaat bagi siswa

Memberikan peluang kepada siswa untuk dapat belajar dengan model

pembelajaran yang berbeda, sehingga siswa dapat mengoptimalkan potensi

yang dimilikinya.

2. Manfaat bagi Guru

Memberikan masukan kepada guru mengenai model pembelajaran yang dapat

meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa selama proses

pembelajaran.

3. Manfaat bagi Mahasiswa Peneliti

Memperoleh pengalaman model pembelajaran, melakukan seleksi materi,

dan mengembangkan seleksi instrumen.

4. Manfaat bagi Sekolah

Sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan sistem pengajaran dalam

(18)

6

1.7 Definisi Operasional

Berikut ini merupakan uraian penjelasan istilah untuk menghindari

terjadinya penafsiran yang salah terhadap istilah yang digunakan dalam penelitian,

yaitu :

1. Pembelajaran dengan Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep

(M3PK) Simson Tarigan meliputi, (1) Strategi Awal meliputi membangun

konsep awal siswa dengan mengajak siswa untuk membaca dan meringkas

pokok bahasan yang akan dipelajari, (2) Identifikasi Konsep siswa

meliputi guru memberikan serangkaian pertanyaan-pertanyaan untuk

mengetahui konsep awal siswa, (3) Perubahan Konsep pada tahap akhir

guru akan melakukan perubahan konsep, dimana konsep yang dibangun

ditekankan atas tiga aspek utama, intelligiblity, Plausible dan Fruitfull.

Model M3PK Simson Tarigan diajarkan pada kelas Eksperimen I di SMA

Negeri 1 Gebang pada materi hidrolisis garam.

2. Pembelajaran dengan Model Inkuiri Terbimbing meliputi, (1) Penyajian

masalah oleh guru, (2) Guru membimbing siswa untuk membuat hipotesis,

(3) Guru membimbing siswa melakukan percobaan, (4) Guru

membimbing siswa untuk memperoleh informasi dari percobaan dan

mengumpulkan data, (5) Guru bersama siswa mengambil kesimpulan.

Model Inkuiri Terbimbing diajarkan pada kelas Eksperimen II di SMA

Negeri 1 Gebang pada materi hidrolisis garam.

3. Pembelajaran dengan model Direct Instruction meliputi kegiatan ceramah

yang dilakukan oleh guru diselingi sesi tanya jawab dan guru

menyimpulkan pembelajaran tersebut. Model Direct Instruction diajarkan

pada kelas Eksperimen III di SMA Negeri 1 Gebang pada materi hidrolisis

garam.

4. Hasil belajar dalam penelitian ini adalah penguasaan materi siswa dalam

materi hidrolisis garam, yaitu hasil belajar kognitif,psikomotorik dan

(19)

7

Negeri 1 Gebang. Psikomotor dan afektif termasuk dalam pengamatan

peneliti, yang dilakukan oleh observer.

5. Pada materi Hidrolisis garam siswa mempelajari tentang garam yang

terhidrolisis dalam air, sifat garam yang terhidrolisis serta penentuan pH

(20)

59 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian, perhitungan data dan pengujian hipotesis,

peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Ada perbedaan hasil belajar kimia siswa yang di ajar menggunakan model

Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK) Simson Tarigan dengan

model Inkuiri Terbimbing dan model Direct Instruction pada materi hidrolisis

garam. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa hasil belajar siswa yang

terbaik adalah siswa yang diajarkan dengan model Inkuri Terbimbing.

Selanjutnya Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK) Simson

Tarigan dan terakhir Model Direct Instruction.

2. Persen peningkatan hasil belajar peningkatan hasil belajar kelas eksperimen I

(M3PK) adalah 77 %., peningkatan hasil belajar kelas eksperimen II (Inkuiri

Terbimbing) adalah 85 % dan peningkatan hasil belajar kelas eksperimen III

(Direct Instruction) adalah74 %.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian, maka peneliti mempunyai

beberapa saran :

1. Untuk memperoleh hasil belajar siswa tinggi, disarankan kepada guru bidang

studi kimia menggunakan model Inkuri Terbimbing dan M3PK Simson

Tarigan.

2. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk materi pelajaran kimia yang berbeda

sehingga dapat digunakan sebagai langkah dalam meningkatkan mutu

(21)

60

DAFTAR PUSTAKA

Argandi, R., Martini, K.S., dan Saputro, A.N.C., (2013), Pembelajaran Kimia Dengan Metode Inquiry Terbimbing Dilengkapi Kegiatan Laboratorium Real Dan Virtual Pada Pokok Bahasan Pemisahan Campuran, Jurnal Pendidikan Kimia (JPK) 2(2) : 44-49

Ariani, S.R.D., Redjeki, T., Wasonowati, R.R.T., (2014), Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Pada Pembelajaran Hukum-Hukum Dasar Kimia Ditinjau Dari Aktivitas dan Hasil Belajar Kimia Kelas X IPA SMA Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014, Jurnal Pendidikan Kimia (JPK) 3(3) : 66-75

Arikunto, S., (2002), Dasar – Dasar Evalusi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta

Bilgin, I., (2009), The Effects Of Guided Inquiry Instruction Incorporating A Cooperative Learning Approach On University Students’ Achievement Of Acid And Bases Concepts And Attitude Toward Guided Inquiry Instruction, Scientific Research and Essay 4(10) : 1038-1046

Dahar, R.W., (2006), Teori – Teori Belajar dan Pembelajaran, Penerbit Erlangga, Jakarta

Elvinawati, (2011), Optimalisasi Pembelajaran Kimia Pemisahan Melalui Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Dan Model Peta Konsep, Jurnal Exacta IX : 23-28

Geban, O., Sen, S., Yilmaz, A., (2015), The Effects Of Process Oriented Guided Inquiry Learning Environment On Students’ Self-Regulated Learning Skills, Journal Chemical Education 66 : 54-66

Ginting, S., (2013), Pengaruh Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK)Simson Tarigan Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Santo Thomas 3 Medan Kelas X Pada Pokok Bahasan Hidrokarbon, Skripsi, FMIPA Unimed, Medan

Khuswatun, (2013), Statistika Pendidikan,

http://statistikapendidikan.com/wp-content/uploads/2013/05/ujivaliditas.khuswatun.pdf (diakses 07/04/2016)

Masykuri, M., Pratiwi, Y., Redjeki, T., (2014), Pelaksanaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Redoks Kelas X SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014, Jurnal Pendidikan Kimia (JPK) 3(3) : 40-48

(22)

61

Persadanta, J., (2012), Pengaruh Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK) Simson Tarigan Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Laju Reaksi Di SMA Swasta Masehi GBKP Berastagi Kelas XI, Skripsi, FMIPA UNIMED, Medan

Sagala, S., (2009), Konsep dan Makna Pembelajaran, Alfabeta, Bandung

Sa’idah, G., (2012), Penerapan Strategi Pembelajaran PDEODE (Predict,Discuss, Explain, Observe, Discuss, Explain) untuk Mereduksi Miskonsepsi Siswa Pada Materi Pokok Hidrolisis Garam di SMAN 2 Bojonegoro, Prosiding Seminar Nasional Kimia Unesa, Surabaya, ISBN : 978-979,028-550-7

Sanjaya, W., (2006), Strategi Pembelajaran Berotientasi Standar Proses Pendidikan,Penerbit Kencana Prenada Media, Jakarta

Setyowati, H., Nugroho, A., dan Agustina, W., (2015), Penerapan Model Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Dilengkapi LKS untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Pokok Kelarutan dan Hasil kali Kelarutan Kelas XI MIA SMA Negeri 1 Banyudono Tahun Pelajaran 2014/2015, Jurnal Pendidikan Kimia, 4 (4): 54 – 60

Sheppard, K., (2006), High School Students’ Understanding Of Titrations And Related Acidbase Phenomena, Journal Chemistry Education Research and Practice 7(1) : 32-45

Sibor, J., Trna, J., Trnova, E., (2012), Implementation Of Inquiry-Based Science Education In Science Teacher Training, Journal Of Educational And Instructional Studies In The World 2(4) : 199-209

Silitonga, P.M., (2013), Metodologi Penelitian Pendidikan, Unimed Press , Medan

Silitonga, P.M., (2011), Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian, FMIPA, UNIMED, Medan

Slameto., (2010), Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta

Sudarmo, U., (2014), KIMIA untuk SMA/MA Kelas XI, Penerbit Erlangga, Surakarta

Sudarnoto, L.F.N., (2016), Statistika Pendidikan,

http://kuliahdaring.dikti.go.id/materiterbuka/open/dikti/Mata%20Kuliah%

20Awal/Statistika%20Pendidikan/BAC/Statistika_Pendidikan_unit_4.pdf

(diakses 07/04/2016)

(23)

62

Sudrajat, A, (2013), Pengembangan Perangkat Asesmen Kompetensi Praktikum Kimia Analitik Dasar Berbasis Task With Student Direction (TWSD) Bagi Mahasiswa Calon Guru., Disertasi, UPI, Bandung

Tarigan, S., (2014), Pengantar Metode dan Strategi Belajar Mengajar Ilmu Kimia, UNIMED, Medan

Tarigan, S., (2007), Tindak Lanjut Penelitian Penerapan Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK) Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa dalam Pokok Bahasan Termokimia, Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 2(2) : 57-62

Thadaka, K.C., (2014), Acids-Bases Theory, International Journal Of Mathematics and Physical Sciences Research (IJMPSR) 1(1) : 18-24

Trianto., (2009), Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Penerbit Kencana Prenada Media Group, Jakarta

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...