Aturan-Aturan Dalam UKM Tenis Meja USU (Studi Etnografi tentang Penerapan Aturan-Aturan Yang Digunakan Di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis Meja USU)

122 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ATURAN-ATURAN DALAM UKM TENIS MEJA

(Studi Etnografi tentang penerapan aturan-aturan yang digunakan di

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tenis meja USU)

SKRIPSI

Diajukan guna melengkapi salah satu syarat Ujian Sarjana Sosial dalam bidang Antropologi

Oleh :

BERKAT SEPTIAMAN GULO 080905037

DEPARTEMEN ANTROPOLOGI SOSIAL

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan oleh : Nama : Berkat Septiaman Gulo N I M : 080905037

Departemen : Antropologi

Judul : Aturan-aturan dalam UKM tenis meja USU

(Studi Etnografi tentang penerapan aturan-aturan yang digunakan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tenis meja USU.

Medan, Juni 2013

Dosen Pembimbing Ketua Departemen Antropologi

Dr. Fikarwin Zuska Dr. Fikarwin Zuska NIP. 196212201989031005 NIP. 196212201989031005

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

(3)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

PERNYATAAN ORIGINALITAS

Aturan-aturan dalam UKM tenis meja USU

(Studi Etnografi tentang penerapan aturan-aturan yang digunakan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tenis meja USU

SKRIPSI

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka.

Apabila dikemudian hari terbukti lain atau tidak seperti yang saya nyatakan disini, saya bersedia diproses secara hukum dan siap menanggalkan gelar kesarjanaan saya.

Medan, Juni 2013 Penulis

(4)

ABSTRAKSI

Berkat Septiaman Gulo, 2013. Judul Skrispi : ATURAN-ATURAN DALAM UKM TENIS MEJA USU (Studi Etnografi tentang Penerapan aturan-aturan yang digunakan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tenis meja USU. Skripsi ini terdiri dari 6 Bab, 107 halaman, dan 3 daftar tabel.

Skripsi dengan judul “aturan-aturan dalam UKM tenis meja USU” ini secara umum menjelaskan tentang aturan-aturan yang diterapkan oleh UKM tenis meja USU untuk membuat dan menerapkan aturan-aturan yang dimana aturan tersebut dapat dijalankan dengan baik untuk kelangsungan dan kemajuan UKM tenis meja USU kedepannya. Dalam skripsi ini peneliti memilih UKM tenis meja USU sebagai objek penelitian karena UKM tenis meja USU sudah berkembang dan mengukir beberapa prestasi yang cukup baik di berbagai kejuaraan dibanding UKM-UKM tenis meja lainnya yang berada di kota Medan selain itu UKM tenis meja USU juga merupakan suatu organisasi yang lebih kecil yang dimana aturan-aturan yang diterapkan tersebut lebih baik atau lebih buruk jika dibandingkan dengan organisasi yang lebih besar seperti PTMSI. Skripsi ini dibuat untuk dapat memahami bagaimana pentingnya aturan-aturan bagi UKM tenis meja. Kemudian skripsi ini juga memperlihatkan bagaimana implikasi dari penerapan suatu aturan terhadap UKM tenis meja USU. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi partisipan dimana peneliti ikut dalam aktivitas termasuk latihan rutin yang dilakukan oleh para anggota UKM tenis meja USU. Selain itu, untuk mengumpulkan data peneliti juga melakukan wawancara mendalam sesuai dengan fokus penelitian kepada pihak-pihak yang terkait, baik anggota, pelatih dan pengurus termasuk ketua UKM tenis meja USU.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terciptanya suatu aturan juga tidak terlepas dari koordinasi dan pengalaman para pengurus UKM tenis meja sebelumnya melihat berbagai permasalahan yang terjadi dalam UKM tenis meja USU, baik itu permasalahan internal maupun permasalahan eksternal UKM tenis meja USU. Permasalahan-permasalahan tersebut yang melatarbelakangi para pengurus UKM tenis meja USU membuat aturan-aturan yang diterapkan dalam UKM tenis meja USU. Selanjutnya penerapan dari aturan-aturan itu juga berimplikasi terhadap budaya UKM tenis meja USU. Implikasinya dapat dilihat dari terciptanya prilaku atau proses bekerja dalam UKM tenis meja USU.

Kesimpulan yang bisa dicapai melalui tulisan ini adalah bahwa penerapan aturan-aturan dalam sebuah organisasi atau UKM yang ditetapkan oleh UKM tenis meja tidak hanya penting bagi UKM tenis meja itu sendiri tetapi juga kebijakan dalam membuat suatu aturan-aturan yang baik dapat membuat setiap individu atau anggota-anggota UKM yang menjalankannya dapat tertib dan teratur sehingga dengan adanya kebijakan dalam penerapan aturan-aturan tersebut setiap individu mempunyai tanggungjawab untuk menjaga, mempertahakan serta memajukan UKM tenis meja kedepannya dengan lebih baik lagi.

(5)

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan syukur yang begitu luar biasa saya ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang memberi saya kekuatan dan berkat serta hikmat sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi ini yang berjudul ”Aturan-aturan dalam UKM tenis meja USU”.

(6)

Simatupang M.Si, Bapak Drs. Lister Berutu, M.A, Ibu Dra. Mariana Makmur, M.A, Bapak Nurman Achmad, S.Sos, Bapak Dr. R. Hamdani Harahap, Ibu Dra. Rytha Tambunan, M.Si, Ibu Dra. Sabariah Bangun, M.Soc,Sc, Ibu Dra. Sri Alem Br. Sembiring, M.Si, Ibu Dra. Sri Emiyanti, M.Si, Ibu Dra. Tjut Syahriani, M.Soc.Sc, Bapak Drs. Yance, M.Si, Bapak Drs. Zulkifli, M.A, Bapak Drs. Zulkifli Lubis, M.Si, Bapak Drs. Juara Ginting, M.A, Bapak Drs. Edi Saputra Siregar. Kepada seluruh staf di FISIP USU khususnya di Departemen Antropologi, juga kepada Kak Nur dan Kak Sofi yang sudah membantu saya dalam mengurus kelancaran administrasi selama dalam masa perkuliahan.

Kepada seluruh anak-anak UKM tenis meja USU yang juga masih menuntut ilmu di kampus Universitas Sumatera Utara yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, terimakasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan untuk bersedia saya wawancarai. Kepada seluruh anggota UKM tenis meja USU dan juga alumni yang pernah bergabung dalam UKM tenis meja USU yang telah bersedia menemani dan membantu saya dalam mengumpulkan data selama berada dalam UKM tenis meja USU. Terkhusus kepada Pelatih UKM tenis meja USU dan Koordinator Pelaksana tenis meja USU Panusunan Nasution, S.Sos yang telah melatih dan membimbing saya dalam proses latihan tenis meja maupun membimbing saya dalam berorganisasi dan menjalankan UKM tenis meja USU.

(7)

USU periode 2011-2012 yang telah memberikan izin melakukan penelitian di UKM tenis meja USU.

Untuk teman-teman baikku, Deni Firman Gulo, Ramles Malau, dan Hardi Simaremare yang telah bersedia meluangkan waktu beberapa kali menemani dalam mencari data. Juga Batara Efendi Silalahi dan Riko Tanpati Perangin-angin yang selalu menyemangati, memberi dukungan dan selalu menjadi partner saling bertukar pikiran dalam penyelesaian skripsi ini.

Kepada teman-temanku, Helen Silalahi, Berty Manurung, Maria Silalahi, Puteri ananda, Dea Anindita, Lias Tambunan, Fajri Pasaribu, Duma, Betrin, Santa Panjaitan, Santa Simamora, Nelson Siahaan, Junius Tarigan, Hezron Siahaan, Kalvin Napitupulu, dan kerabat-kerabat seperjuangan spesial Antropologi stambuk 2008 yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu, terimakasih buat warna-warninya persahabatan yang telah kalian berikan selama ini, persahabatan dengan kalean selama ini membuat saya mempunyai pengalaman-pengalaman baru.

(8)

Salam sayang juga untuk kakak dan adikku tercinta, Happy Karyanti Gulo, Krisnawati Gulo, Martina Gulo, Ivana Meiman Gulo, Juni Trisman Gulo yang selalu mewarnai hariku dengan tawa sehingga hidupku selalu seru dan penuh kebahagiaan. Terima kasih karena telah memberi semangat kepada saya untuk bisa terus maju, doakan abang berhasil ya my sister and my brother !

Tuhanlah kiranya yang mampu membalas segala kebaikan yang telah saya terima dari semua pihak. Menyadari akan keterbatasan saya, maka skripsi atau hasil penelitian ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Untuk itu, koreksi dan masukan dari berbagai pihak guna penyempurnaan hasil penelitian ini sangat saya harapkan. Semoga Skripsi ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Juni 2013 Penulis

(9)

RIWAYAT HIDUP

Berkat Septiaman Gulo, lahir pada tanggal 11 September 1989 di Gunungsitoli, Nias. Beragama Kristen Protestan, anak keempat dari 6 bersaudara dari pasangan Bapak Drs. Fanolo Gulo dan Fatinia Telaumbanua, BA

Riwayat Pendidikan Formal adalah SD Negeri 070981 Fodo (1996-2002), SMP Negeri 1 Gunungsitoli (2002-2005), SMA Negeri 3 Gunungsitoli (2005-2008).

(10)

KATA PENGANTAR

Skripsi ini merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan studi di Departemen Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, Medan. Untuk memenuhi persyaratan tersebut saya telah menyusun sebuah skripsi dengan judul ”Aturan-aturan dalam UKM tenis meja USU”.

Ketertarikan penulis mengkaji masalah ini dilatarbelakangi bahwa banyak organisasi sekarang, termasuk salah satunya adalah Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) maupun organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dalam pengelolaan aturan-aturan organisasi itu banyak masalah-masalah yang terjadi didasari dari data berbagai stasiun televisi dan media lainnya yang menayangkan permasalahan dalam tubuh organisasi itu sendiri. Hal tersebut tentunya dapat berakibat perpecahan dalam tubuh organisasi itu sendiri. Dengan demikian tentunya dalam suatu memajukan organisasi tersebut juga harus didukung dengan aturan-aturan baik dan sesuai yang diterapkan dalam organisasi tersebut.

(11)

tersebut dapat berdampak dalam kelangsungan dan kemajuan organisasi itu di masa yang akan datang.

Akhirnya, saya berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Saya menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan kemampuan, pengetahuan, materi, dan pengalaman saya. Saya sebagai penulis skripsi ini, dengan tidak mengurangi rasa hormat, mengharapkan kritik dan saran maupun sumbangan pemikiran yang bersifat membangun dari berbagai pihak untuk menyempurnakan skripsi ini.

Medan, Juni 2013 Penulis

(12)

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Tinjauan Pustaka... 11

1.3 Rumusan Masalah... 21

1.4 Maksud dan Tujuan Penulisan... 21

1.5 Kerangka Penulisan... 22

1.6 Metode dan Pengalaman Penelitian... 23

BAB II. SEJARAH UKM TENIS MEJA USU 2.1 Sekilas tentang Sejarah Tenis Meja... 29

2.2 Gambaran umum UKM Tenis Meja USU... 31

BAB III. ATURAN-ATURAN DALAM PEREKRUTAN ANGGOTA DAN JADWAL LATIHAN SERTA KOSTUM YANG DIGUNAKAN 3.1 Aturan-aturan dalam Perekrutan Anggota... 39

3.2 Aturan-aturan dalam Jadwal Latihan... 44

3.3 Aturan-aturan dalam Pakaian/ Kostum... 52

BAB IV. ATURAN-ATURAN DALAM KEPENGURUSAN, LIGA UKM, PERWASITAN DAN PENGIRIMAN ATLET 4.1 Aturan-aturan dalam Kepengurusan... 59

4.2Aturan-aturan dalam Liga UKM... 66

4.3Aturan-aturan dalam Perwasitan... 75

BAB V. ATURAN-ATURAN DALAM KEJUARAAN DAN HASIL KEJUARAAN 5.1Aturan-aturan dalam Pengiriman Atlet... 81

5.2Hasil Kejuaraan... 88

BAB VI. KESIMPULAN... 93

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Nama-nama UKM Olahraga di USU,

(14)

ABSTRAKSI

Berkat Septiaman Gulo, 2013. Judul Skrispi : ATURAN-ATURAN DALAM UKM TENIS MEJA USU (Studi Etnografi tentang Penerapan aturan-aturan yang digunakan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tenis meja USU. Skripsi ini terdiri dari 6 Bab, 107 halaman, dan 3 daftar tabel.

Skripsi dengan judul “aturan-aturan dalam UKM tenis meja USU” ini secara umum menjelaskan tentang aturan-aturan yang diterapkan oleh UKM tenis meja USU untuk membuat dan menerapkan aturan-aturan yang dimana aturan tersebut dapat dijalankan dengan baik untuk kelangsungan dan kemajuan UKM tenis meja USU kedepannya. Dalam skripsi ini peneliti memilih UKM tenis meja USU sebagai objek penelitian karena UKM tenis meja USU sudah berkembang dan mengukir beberapa prestasi yang cukup baik di berbagai kejuaraan dibanding UKM-UKM tenis meja lainnya yang berada di kota Medan selain itu UKM tenis meja USU juga merupakan suatu organisasi yang lebih kecil yang dimana aturan-aturan yang diterapkan tersebut lebih baik atau lebih buruk jika dibandingkan dengan organisasi yang lebih besar seperti PTMSI. Skripsi ini dibuat untuk dapat memahami bagaimana pentingnya aturan-aturan bagi UKM tenis meja. Kemudian skripsi ini juga memperlihatkan bagaimana implikasi dari penerapan suatu aturan terhadap UKM tenis meja USU. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi partisipan dimana peneliti ikut dalam aktivitas termasuk latihan rutin yang dilakukan oleh para anggota UKM tenis meja USU. Selain itu, untuk mengumpulkan data peneliti juga melakukan wawancara mendalam sesuai dengan fokus penelitian kepada pihak-pihak yang terkait, baik anggota, pelatih dan pengurus termasuk ketua UKM tenis meja USU.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terciptanya suatu aturan juga tidak terlepas dari koordinasi dan pengalaman para pengurus UKM tenis meja sebelumnya melihat berbagai permasalahan yang terjadi dalam UKM tenis meja USU, baik itu permasalahan internal maupun permasalahan eksternal UKM tenis meja USU. Permasalahan-permasalahan tersebut yang melatarbelakangi para pengurus UKM tenis meja USU membuat aturan-aturan yang diterapkan dalam UKM tenis meja USU. Selanjutnya penerapan dari aturan-aturan itu juga berimplikasi terhadap budaya UKM tenis meja USU. Implikasinya dapat dilihat dari terciptanya prilaku atau proses bekerja dalam UKM tenis meja USU.

Kesimpulan yang bisa dicapai melalui tulisan ini adalah bahwa penerapan aturan-aturan dalam sebuah organisasi atau UKM yang ditetapkan oleh UKM tenis meja tidak hanya penting bagi UKM tenis meja itu sendiri tetapi juga kebijakan dalam membuat suatu aturan-aturan yang baik dapat membuat setiap individu atau anggota-anggota UKM yang menjalankannya dapat tertib dan teratur sehingga dengan adanya kebijakan dalam penerapan aturan-aturan tersebut setiap individu mempunyai tanggungjawab untuk menjaga, mempertahakan serta memajukan UKM tenis meja kedepannya dengan lebih baik lagi.

(15)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Skripsi ini menjelaskan tentang aturan-aturan yang digunakan di Unit Kegiatan Mahasiswa Tenis Meja USU. Aturan-aturan yang berlaku dalam organisasi sangat menentukan berjalannya fungsi-fungsi organisasi dalam rangka mencapai tujuan organisasi tersebut. Seperti halnya dalam aturan yang berlaku di masyarakat bahwa setiap aturan-aturan yang ada di dalam masyarakat harus kita taati. Tanpa ketaatan terhadap keteraturan, ketertiban dalam masyarakat tidak akan terjadi, bahkan yang terjadi selanjutnya adalah kekacauan. Contohnya, jika tidak ada aturan lampu merah di jalan raya, kita tidak tahu bagaimana melewati simpang 4 dengan aman, karena semua pengemudi kendaraan akan mementingkan kepentingan sendiri dan maju dengan tidak memikirkan pengendara yang lain dan akhirnya jadi seperti anyaman tikar, tidak ada yang bisa maju. Hukum ialah peraturan tingkah laku yang oleh masyarakat dianggap patut dan mengikat para warga masyarakat serta ada perasaan umum bahwa peraturan-peraturan itu harus dipertahankan oleh para pejabat hukum.1

Universitas Sumatera Utara tidak hanya membina mahasiswa dalam bidang akademik tetapi juga membina dan memberi pelatihan kepada mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat dalam bidang olahraga khususnya tenis meja untuk meningkatkan prestasi yang setinggi-tingginya. Dan tidak bisa dipungkiri

1

(16)

aturan–aturan dalam Unit Kegiatan Mahasiswa yang merupakan Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus USU sangat diperlukan terhadap jalannya suatu organisasi, dalam mempengaruhi usaha pencapaian tujuan-tujuan organisasi tersebut.

Dengan begitu secara umum tulisan tentang aturan-aturan yang digunakan ini membahas masalah pengelolaan penerapan aturan-aturan yang erat kaitannya dengan perkembangan dan permasalahan yang terjadi diantara suatu wadah dalam organisasi olahraga tertentu. Pengelolaan yang dimaksud adalah aturan-aturan yang digunakan dan diterapkan oleh suatu wadah organisasi maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga agar dapat bertahan dan mampu melaksanakan atau mengembangkan suatu Unit Kegiatan Mahasiswa tersebut ke arah yang lebih baik. Dengan mempelajari aturan-aturan tersebut maka akan dapat dipahami bagaimana organisasi atau UKM olahraga tersebut mengelola organisasi UKM tersebut dan juga akan dapat gambaran bagaimana sesungguhnya pengelolaan penerapan aturan-aturan yang terjadi.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah wadah aktivitas

(17)

universitas. Lembaga ini bersifat otonom (berdiri sendiri), dan bukan merupakan sob-ordinat dari badan eksekutif maupun senat mahasiswa.2

Dalam suatu organisasi (seperti Unit Kegiatan Mahasiswa dalam bidang olahraga) diperlukan adanya aturan–aturan yang baik dalam kegiatan tersebut, baik itu aturan–aturan tertulis maupun aturan–aturan yang tidak tertulis untuk menciptakan suatu tujuan bersama. Begitu juga dengan tingkah laku, merupakan aturan-aturan yang turut mengatur perilaku seseorang dalam bertindak dan memainkan perannya sesuai dengan aturan main yang ada dalam masyarakat/organisasi agar dapat dikatakan tindakan bermoral, sesuai dengan moralitas dan perilaku masyarakat setempat. Tingkah-laku manusia dalam suatu organisasi atau kelompok sangat berpengaruh terhadap jalannya suatu organisasi, dan mempengaruhi usaha pencapaian tujuan-tujuan organisasi3. Manusia adalah pendukung utama setiap organisasi apapun bentuknya, perilaku manusia yang berbeda dalam satu organisasi atau kelompok adalah merupakan awal dari perilaku organisasi tersebut (Thoha, 1992:2).

Keberadaan suatu organisasi tidak terlepas dari dinamika dalam lingkungan sekitarnya, baik itu internal maupun eksternal, sehingga setiap organisasi dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan identitas organisasi tersebut agar dapat bertahan dan mampu menyelesaikan persoalan yang terjadi dan mampu mengembangkan organisasi tersebut dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam aturan-aturan yang ditetapkan.

2

Unit Kegiatan Mahasiswa, “http://id.wikipedia.org/wiki/Unit_kegiatan_mahasiswa (akses 12 Mei 2012)

3

(18)

Dalam upaya untuk memajukan suatu organisasi UKM olahraga tenis meja ditetapkan berbagai macam aturan-aturan yang harus dilaksanakan, misalnya dari mulai kehadiran para anggota hingga selesainya latihan tenis meja dilaksanakan. Namun tidak jarang juga aturan-aturan yang ditetapkan malah menjadi permasalahan dalam UKM olahraga tersebut karena pelaksanaan aturan yang dilakukan di lapangan kurang konsisten. Salah satu contohnya adalah kehadiran anggota UKM olahraga agar datang tepat waktu. Dengan aturan yang ditetapkan agar datang latihan tepat waktu, Pengurus atau penanggungjawab UKM memperlihatkan bahwa datang tepat waktu adalah syarat untuk menjaga kedisplinan dan latihan secara bersama-sama para pengurus dan anggota. Namun apabila kedisplinan tersebut tidak diikuti oleh pengurus yang menetapkan aturan tersebut, karena pengurus selalu datang terlambat sedangkan anggota UKM selalu datang sesuai dengan aturan yang ditetapkan akan membawa dampak yang kurang menyenangkan dalam organisasi UKM itu sendiri. Tentu ada hal yang perlu dijelaskan lebih lanjut mengapa pengurus bersikap seperti itu, apakah karena pengurus juga adalah seorang mahasiswa yang masih ada jadwal kuliah yang kebetulan berbenturan dengan jadwal latihan UKM olahraga atau mungkin ada urusan lain?. Menarik untuk membahas masalah pengelolaan aturan-aturan yang ditetapkan tersebut, karena masih banyak hal-hal lain agar pelaksanaan aturan tersebut dapat diterapkan oleh pengurus maupun anggota sesuai dengan aturan kebijaksanaan yang ada.

(19)

dalam menjalankan tugasnya secara konsisten dan merata di segala lapisan masyarakat, baik itu dalam pemerintahan maupun di organisasi. Salah satunya adalah di organisasi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI).

Kisruh dunia olahraga ternyata tidak hanya terjadi di dunia Sepakbola. Kabarnya tenis meja pun sedang mengalami kemelut. Adalah Dato’ Sri Prof DR Tahir MBA lah pemicu nya. Tahir merupakan ketua Umum persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia(PTMSI). Tahir disinyalir ingin melanggengkan tahtanya dengan melakukan kecurangan. Kecurangan pertama Tahir terlihat sejak perhelatan Pra PON di Yogjakarta beberapa waktu yang lalu. Tahir dengan sengaja membagibagikan uang Rp.50jt kepada setiap Penprov yang hadir.

Anehnya, dua hari kemudian ada undangan untuk mengahadiri Munaslub di hotel Merlyn Park Jakarta tanggal 12 Desember 2011 . Di undangan tersebut tercantum agenda untuk peningkatan kinerja di lingkungan PTMSI. Ketika Munaslub berlangsung Tahir cs pun kembali melakukan kecurangan dengan merubah AD/ART, dengan tujuan dirinya bisa menjadi menjabat ketua Umum PTMSI kembali.“ Padahal dengan AD/ART(Anggaran Dasar Rumah Tangga) Sebelumnya, seseorang tidak boleh mencalonkan kembali jika sudah menjabat dua periode,” kata Peter Layardi,Bendahara Komite Penyelamat Tenis Meja Indonesia(KPTMI), ketika dihubungi melalui telepon Selulernya, di Jakarta, Jumat(27/1) sore.

(20)

permasalahan di PTMSI kepada KONI. “KONI menangguhkan hasil Munaslub tersebut, sehingga terjadi kekosongan kepengurusan di tenis meja,” tambah Peter.

KPTMI sendiri menurut Peter dibentuk oleh Pengprov PTMSI yang tidak setuju dengan hasil munaslub tersebut. “Ada beberapa pengprov dan berbagai pihak yang tidak menerima hasil Munaslub tersebut,” kata Peter. Sementara itu, salah seorang anggota DPR komisi X dari fraksi Golkar, Hetifah Sjaifudian berharap permasalahan yang terjadi ditenis meja jangan sampai mengganggu prestasi atletnya. “Prinsipnya sih kita prioritas pada prestasi. Konflik di pengurus PTMSI yang terjadi jangan sampai ganggu prestasi Tenis Meja Indonesia. Untuk hal-hal yg terkait hukum (tuduhan korupsi) diharapkan dapat diselesaikan melalui jalur hukum,” ujar Hetifah. Rencananya penyalahgunaan uang bantuan oleh Tahir akan dilaporkan ke KPK. Namun, Peter belum bisa memberitahu kapan mereka akan mendatangi KPK.4 Begitu juga dengan permasalahan yang terjadi di dalam Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Pada tanggal 13 Agustus 2007, Ketua Umum Nurdin Halid divonis dua tahun penjara akibat tindak pidana korupsi dalam pengadaan minyak goreng. Berdasarkan standar statuta FIFA, seorang pelaku kriminal tidak boleh menjabat sebagai ketua umum sebuah asosiasi sepakbola nasional. Karena alasan tersebut, Nurdin didesak untuk mundur dari berbagai pihak. Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI saat itu), Ketua KONI, dan bahkan FIFA menekan Nurdin untuk mundur. FIFA bahkan mengancam untuk menjatuhkan sanksi kepada PSSI jika tidak

4

(21)

diselenggarakan pemilihan ulang ketua umum. Akan tetapi Nurdin bersikeras untuk tidak mundur dari jabatannya sebagai ketua PSSI, dan tetap menjalankan kepemimpinan PSSI dari balik jeruji penjara. Agar tidak melanggar statuta PSSI, statuta mengenai ketua umum yang sebelumnya berbunyi "harus tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal" diubah dengan menghapuskan kata "pernah" sehingga artinya menjadi "harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal. Setelah masa tahanannya selesai, Nurdin kembali menjabat sebagai ketua PSSI5.

Kisruh di PSSI semakin menjadi-jadi semenjak munculnya LPI (Liga Primer Indonesia) yang dideklarasikan di Semarang oleh Konsorsium dan 17 perwakilan klub yang dianggap beberapa pihak tertentu kompetisi ini ilegal dan dapat menimbulkan perpecahan dalam sepakbola nasional Indonesia. Karena kompetisi yang diakui PSSI sebelumnya adalah Liga Super Indonesia (LSI) . Ketua Umum Nurdin Halid melarang segala aktivitas yang dilakukan oleh LPI.

Dalam situasi PSSI yang kisruh itu pun Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, mengadakan jumpa pers di Istana Negara. Adapun hal yang disampaikan sang Presiden saat itu adalah berkaitan dengan kondisi PSSI yang kini sedang carut marut. "Saya berharap saudara-saudara kita yang ada di kepengurusan PSSI dengarkan suara rakyat, jangan lukai rakyat, jangan sibuk berkelahi," demikian ujar Presiden SBY. Presiden menilai masalah di dalam kepengurusan PSSI seperti tidak ada habisnya. Padahal seharusnya mereka mencari jalan keluar dengan baik. "Carikan solusinya dengan baik sehingga

5

(22)

semangat tinggi rakyat kita tidak justru dihadiahi konflik dan pertentangan yang tak kunjung habis," tambah orang nomor satu di negeri ini, (Sumber: Tribunnews). Dari uraian di atas, kita dapat melihat dalam hal pemilihan ketua umum PTMSI bahwa sebelumnya, seseorang tidak boleh mencalonkan kembali jika sudah menjabat dua periode begitu juga dengan pemilihan ketua dalam asosiasi sepakbola nasional bahwa ada aturan tertulis yang diterapkan standar statuta FIFA yang melarang seorang pelaku kriminal tidak boleh menjabat sebagai ketua umum sebuah asosiasi sepakbola nasional. Namun walaupun ada aturan yang tertulis standar FIFA tetap saja aturan tersebut dapat diubah dan berlaku dalam organisasi tersebut sehingga dalam aturan – aturan yang diterapkan pun timbul masalah-masalah, seperti kompetisi LPI yang dianggap illegal oleh pihak tertentu.

(23)

mengatakan seorang peneliti yang menganut cara ideologis, bila meneliti suatu masyarakat dimana hukumnya belum tertulis atau untuk bagian tertentu tidak tertulis misalnya, maka apa yang menurut para pemimpin di situ dituturkan sebagai aturan-aturan yang berlaku, diterima saja oleh peneliti sebagai hukum yang benar-benar berlaku secara umum dan menguasai prilaku para warga masyarakat.

Selain masalah-masalah tentang aturan-aturan yang diterapkan di atas ada juga aturan-aturan dalam format grup Olimpiade London dalam cabang bulutangkis yang ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Meiliana Jauhari, didiskualifikasi dari Olimpiade London 2012. Ini baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah bulu tangkis dipertandingkan di Olimpiade Barcelona 1992 hingga terakhir di Beijing 2008, tak pernah terjadi kasus seperti ini karena ini format baru. Selama ini menggunakan format gugur bukan penyisihan grup," kata Kepala Pelatih Ganda PBSI Christian Hadinata saat dihubungi Tempo.

(24)

Thomas-Uber, juara grup langsung di tempatkan di atas sedangkan runner up diundi lagi untuk menentukan musuhnya. "Jadi tidak bisa memilih siapa lawannya,". Christian menyayangkan kejadian yang dialami Greysia/Meiliana. Ganda putri yang saat ini menjadi andalan Indonesia itu sebenarnya diharapkan bisa membawa pulang medali, minimal perunggu.

BWF mendiskualifikasi delapan atlet ganda putri dari Olimpiade London, termasuk Greysia/Meiliana, sebab diduga melakukan manipulasi hasil pertandingan, agar mendapat undian yang menguntungkan pada babak sistem gugur. Pasangan nomor satu dunia asal Cina, Wang Xiaoli/Yu Yang, berupaya untuk kalah saat melawan pasangan Korea Selatan, Jung Kyung-eun/Kim Ha-na, agar tidak menjadi juara grup karena tidak ingin bertemu pasangan asal Cina lainnya, Tian Qing/Zhao Yunlei, di semifinal.

(25)

dalam sistem aturan yang diterapkan tersebut yang ada malah merugikan banyak pihak.

Jadi dalam hal uraian-uraian yang dikemukakan di atas baik organisasi Sepakbola maupun Olimpiade London adalah masing kurangnya aturan-aturan yang lebih spesifik dalam hal untuk memajukan organisasi tersebut, yang dimana dalam organisasi tersebut apakah ada unsur-unsur politik tertentu baik karena perbedaan negara pemain, suku, agama, ras dan lain sebagainya sehingga aturan-aturan dalam organisasi tersebut masih kurang baik. Jadi atas dasar inilah saya tertarik untuk menulis tentang penerapan aturan-aturan yang digunakan di Unit Kegiatan Mahasiswa Tenis Meja USU apakah dalam menerapkan aturan-aturan dalam UKM tenis meja tersebut ada yang membedakan juga suku, agama, fakultas, jurusan, stambuk atau lain sebagainya. Seseorang tidak dapat melihat pada fakta-fakta tanpa adanya pemahaman sebelumnya tentang suatu aturan, pilihan akan suatu aturan, pada pihak lain bergantung pada fakta tertentu dan biasanya seorang hakim tidak mencari pemecahan persoalan sebagai hasil menggolongkan secara logis fakta-fakta ke dalam suatu aturan dan biasanya hanyalah suatu ujian setelah suatu putusan dibuat6

2. Tinjauan Pustaka

Dengan berpegang pada batas pengertian bahwa antropologi hukum itu adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan aturan-aturan hukum, maka berarti sasaran dalam pembahasannya terutama ditujukan

6

(26)

terhadap aturan-aturan baik tertulis maupun tidak tertulis dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis Meja Universitas Sumatera Utara (USU). Sejak manusia hidup berkelompok sudah ada aturan hidup, sudah ada hukum (adat), oleh karena tidak ada manusia tanpa budaya, tidak ada manusia tanpa kepentingan dan tidak ada manusia tanpa hukum 7.

Antropologi hukum berpegang pada anggapan bahwa ada manusia hidup bermasyarakat ada hukum, jadi baik di masyarakat modern atau masyarakat sederhana hukum selalu ada. Hukum itu mengikuti kehidupan manusia bermasyarakat, baik dalam bentuk tidak tertulis maupun tertulis. Hukum juga tidak terlepas kaitannya dengan norma-norma dan nilai budaya dalam masyarakat. Dan supaya hubungan antar manusia di dalam suatu masyarakat terlaksana sebagaimana diharapkan, maka dirumuskanlah norma-norma masyarakat. Mula-mula norma-norma itu terbentuk secara tidak disengaja. Namun lama kelamaan norma-norma itu dibuat secara sadar. Contohnya adalah perihal perjanjian tertulis yang menyangkut pinjam meminjam uang yang dahulu tidak pernah dilakukan. Norma-norma yang ada dalam masyarakat mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda. Ada norma yang lemah, yang sedang sampai yang terkuat daya ikatnya dan pada terakhir, umumnya anggota masyarakat pada tidak berani melanggarnya.

Ada 4 pengertian yang membedakan kekuatan mengikat norma-norma tersebut yaitu :

7

(27)

1. Cara (usage)

Cara (usage) menunjuk pada suatu bentuk perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. Cara (usage) lebih menonjol di dalam hubungan antar individu dalam masyarakat. Suatu penyimpangan terhadapnya tak akan mengakibatkan hukuman yang berat, akan tetapi hanya sekedar celaan dari individu yang dihubunginya.

2. Kebiasaan (folkways)

Kebiasaan (folkwasys) mempunyai kekuatan mengikat yang lebih besar daripada cara. Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama, merupakan bukti bahwa orang banyak menyukai perbuatan tersebut. Sebagai contoh, kebiasaan memberi hormat kepada yang lebih tua. Apabila perbuatan tadi tidak dilakukan, maka akan dianggap sebagai suatu penyimpangan terhadap kebiasaan umum dalam masyarakat.

3. Tata kelakuan (mores)

(28)

4. Adat istiadat (Custom)

Tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat, dapat meningkat kekuatan mengikatnya menjadi custom atau adat istiadat. Anggota masyarakat yang melanggar adat istiadat akan menderita sanksi yang keras yang kadang-kadang secara langsung tidak diperlakukan. Suatu contoh, hukum adat yang melarang terjadinya perceraian antara suami-istri, yang berlaku pada umumnya dinilai sebagai kehidupan bersama yang sifatnya abadi dan hanya dapat terputus apabila salah satu meninggal dunia (cerai mati). Apabila terjadi perceraian, maka tidak hanya yang bersangkutan yang tercemar namanya, tetapi seluruh keluarga dan bahkan seluruh sukunya. Untuk menghilangkan kecemaran tersebut diperlukan suatu upacara adat khusus yang membutuhkan biaya besar sekali. Biasanya orang yang melakukan pelanggaran tersebut dikeluarkan dari masyarakat. Juga keturunannya sampai dia dapat mengembalikan keadaan semula.

(29)

meragukan. Suatu sistem nilai budaya sering juga berupa pandangan hidup atau world view bagi manusia yang menganutnya. Namun istilah “pandangan hidup” sebaliknya dipisahkan dari konsep sistem nilai budaya. Pandangan hidup itu biasanya mengandung sebagian dari nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, yang dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan-golongan dalam masyarakat. Dengan demikian, apabila sistem nilai itu merupakan pedoman hidup yang dianut oleh sebagian besar warga masyarakat “pandangan hidup” itu merupakan suatu sistem pedoman yang dianut oleh golongan-golongan atau lebih sempit lagi, individu-individu khusus dalam masyarakat.

W.H.R River, (Hilman Hadikusuma 1924 : 71) mengatakan Kekuatan yang menyebabkan timbulnya ketertiban dan ketaatan pada masyarakat sederhana ialah perasaan kelompok sehingga tidak perlu adanya sarana tertentu untuk penerapannya kewenangannya, segala sesuatunya timbul dengan spontanitas.

Hukum memiliki peran yang penting dalam mengatur ketertiban sebuah negara. Namun keberadaan hukum itu sendiri tidak bisa sepenuhnya lepas dari masalah-masalah yang justru malah mengaburkan fungsi pokok dari hukum itu sendiri. Begitu juga di Indonesia. Hingga saat ini masih banyak sekali masalah hukum di Indonesia yang belum terselesaikan. Masalah hukum di Indonesia tidak hanya berhubungan dengan aparat penegak hukum saja namun juga terkadang berkaitan dengan produk hukum itu sendiri 8.

8

(30)

Misalnya dalam masalah kedudukan perempuan dalam pluralisme hukum waris, dengan latar belakang etnik ras, agama dan kelas yang berbeda, ditandai oleh adanya berbagai institusi (pranata) hukum yang saling tumpang tindih. Fenomena adanya pluralisme hukum, khususnya dalam masalah waris, pada masyarakat Batak Toba, ditunjukkan melalui adanya berbagai aturan hukum yang mengatur masalah waris, yaitu hukum adat , hukum negara dan kebiasaan-kebiasaan atau konvensi-konvensi sosial yang muncul dalam perkembangan masyarakat Batak Toba masa kini. Dengan demikian, seorang Batak yang berhubungan dengan masalah waris, menjadi subjek, lebih dari satu sistem hukum dan secara normatif hukum adat Batak Toba tidak memberikan hak waris kepada anak perempuan maupun janda, baik yang berupa tanah, rumah maupun benda tidak bergerak lainnya9. Jadi dalam hukum tersebut ada himpunan peraturan (baik berupa perintah maupun larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat dan seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu, pelanggaran petunjuk hidup tersebut dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah.

Dan dalam menjalankan aturan-aturan yang sudah diterapkan dalam suatu organisasi dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Tenis Meja USU, tidak terlepas juga dari berbagai permasalahan yang ditimbulkan dan bagaimana cara yang harus dilakukan dalam menyelesaikan masalah-masalah di organisasi tersebut. Misalnya dalam suatu sengketa di suatu nagari di Minangkabau dan bagaimana pihak dalam suatu sengketa tersebut tawar menawar untuk menangani sengketa. Hal ini

9

(31)

merupakan konsekuensi dari tatanan sosial politik nagari dan juga prinsip-prinsip adat tentang pengambilan keputusan yang mencerminkan tatanan sosial politik, dan keputusan harus dibuat secara bulat dan diterima oleh semua orang yang terlibat 10.

Aturan–aturan tertulis maupun tidak tertulis dalam Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM ) Tenis Meja Universitas Sumatera Utara tidak terlepas juga dari pengurus atau pemimpin dalam organisasi tersebut yang dimana para pengurus lebih mengetahui kebijakan aturan–aturan yang lebih baik dalam organisasi tersebut. Semuanya itu bergantung pada kepemimpinan para pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Tenis Meja USU dalam menjalankan organisasi tersebut.

Hukum adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur tata tertib dalam masyarakat dan terhadap pelanggarnya umumnya dikenakan sanksi. Sedangkan tujuan dari hukum adalah untuk mengadakan keselamatan, kebahagiaan, dan ketertiban dalam masyarakat (Wiryono Kusumo).

Kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan–kelebihan tertentu pada manusia dalam menjalankan atau membuat suatu aturan-aturan dalam masyarakat atau oragnisasi. Disatu pihak manusia terbatas kemampuannya untuk memimpin, di pihak lain ada orang yang mempunyai kelebihan kemampuan untuk memimpin. Disnilah timbulnya kebutuhan akan pemimpin dan kepemimpinan. Kepemimpinan kadangkala diartikan sebagai pelaksana otorita dan pembuat keputusan, ada juga yang

10

(32)

mengartikan suatu inisiatif untuk bertindak yang menghasilkan suatu pola yang konsisten dalam rangka mencari jalan pemecahan dari suatu persoalan bersama. George R Terry (1960 : 493) juga mengatakan bahwa kepemimpinan itu adalah aktivita untuk mempengaruhi orang – orang agar supaya di arahkan mencapai tujuan organisasi.

Konsep kepemimpinan dan kekuasaan sebagai terjemahan dari power telah menurunkan suatu minat yang menarik. Konsep kekuasaan amat dekat dengan konsep kepemimpinan serta pembuatan suatu keputusan dan aturan – aturan yang digunakan dalam organisasi tersebut, baik itu aturan yang tertulis maupun yang tidak tertulis dan kekuasaan merupakan sarana bagi pemimpin untuk mempengaruhi perilaku anggota– anggotanya dalam menjalankan aturan – aturan tersebut.

Menurut bentuknya, hukum itu dibagi menjadi :

a. Hukum tertulis adalah hukum yang dituliskan atau dicantumkan dalam perundang-undangan. Contoh : hukum pidana dituliskan pada KUHPidana, hukum perdata dicantumkan pada KUHPerdata.

b. Hukum Tidak Tertulis adalah hukum yang tidak dituliskan atau tidak dicantumkan dalam perundang-undangan. Contoh : hukum adat tidak dituliskan atau tidak dicantumkan pada perundang-undangan tetapi dipatuhi oleh daerah tertentu. 11

11

(33)

Jika kita berbicara tentang aturan pasti ada kaitannya dengan hukum, dimana hukum juga merupakan suatu aturan – aturan yang terdiri dari norma dan sanksi yang bertujuan mengadakan ketertiban dan keamanan tetap terpelihara. Menurut Holic (2009) kalau hukum dibuat oleh pemerintah yang berisikan larangan dan perintah yang harus di jalankan oleh seluruh masyarakat negara sedangkan kalau peraturan di buat oleh suatu organisasi di dalam lingkungan maupun kelompok yang harus di jalankan oleh setiap pengikut/ anggota suatu kelompok atau warganya.

Setiap peraturan hukum memberitahu tentang bagaimana seorang pemegang peranan diharapkan dapat bertindak dan juga sebagai respon terhadap peraturan hukum merupakan fungsi peraturan–peraturan yang ditujukan kepadanya, sanksi– sanksinya, aktivitas dari lembaga pelaksana serta keseluruhan kompleks kekuatan sosial, politik dan lainnya mengenai dirinya12

Dari penjelasan di atas, setiap manusia pada dasarnya selalu ingin bergabung/ berkelompok dengan sesamanya, baik itu membentuk kelompok/ organisasi tersendiri, maupun hanya ikut bergabung dengan teman–temannya yang lain karena ada hubungan kekeluargaan, ada hobi olahraga yang sama maupun ada unsur kepentingan lainnya. Baik itu organisasi kemahasiswaan intra kampus, seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis Meja USU tidak terlepas juga dari aturan– aturan yang diterapkan dalam UKM Tenis Meja USU tersebut, Sebagaimana dalam aturan–aturan yang diterapkan dalam organisasi adalah

12

(34)

khususnya dengan UKM Olahraga Tenis Meja ini dimana dalam membuat aturan– aturan tersebut apakah sudah dapat mensejahterahkan anggota dan memelihara kerukunan antar sesama anggota, pengurus, maupun orang – orang yang bermain atau ikut bergabung/ latihan dalam UKM Tenis Meja tersebut ataupun sebaliknya, yang dimana dalam membuat aturan– aturan tersebut ada unsur kepentingan beberapa orang dan berakibat kurangnya ketertiban dan keharmonisan dalam sesama anggota maupun pengurus. Dan konsep kepemimpinan para pengurus UKM Tenis Meja ini juga sangat berperan dalam mengambil keputusan maupun kebijakan dalam membuat aturan–aturan itu. Dimana seandainya dalam UKM Tenis Meja tersebut apakah dapat menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam pertentangan sesama anggota maupun pengurus dalam penerapan aturan – aturan tersebut .

Malinowski, (Hilman Hadikusuma 1942 : 49) mengatakan aturan-aturan hukum apabila aturan itu dirasakan dan dianggap menimbulkan kewajiban di satu pihak dan hak-hak di lain pihak, dan aturan hukum itu mempunyai sanksi negatif atau sanksi postif berdasarkan kejiwaan dan adanya mekanisme (cara bekerja) kekuatan yang mengikat.

(35)

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, Pokok permasalahan yang menjadi rumusan dalam skripsi ini adalah :

1. Bagaimana penerapan aturan–aturan di UKM Tenis Meja USU sekarang ini ? adakah unsur kekuasaan dalam membuat aturan– aturan tersebut ?

2. Adakah ketentuan atau aturan–aturan tertentu dalam hal pengiriman atlet untuk mengikuti kejuaraan di tingkat daerah, nasional maupun internasional ?

3. Bagaimana syarat-syarat peserta dan proses perektutan para atlit?

4. Siapa saja yang menentukan jadwal latihan UKM Tenis Meja, dan penyediaan alat–alat latihan ?

1.4 Maksud dan Tujuan Penulisan

(36)

Utara. Sementara tujuan dari pembahasan masalah ini adalah untuk memperlihatkan kepada pembaca tentang aturan–aturan yang diterapkan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis Meja USU, dengan menitikberatkan perhatian dan melihat bagaimana cara–cara para pengurus UKM Tenis Meja menjalankan aturan–aturan yang berlaku di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa yang tergabung di UKM Tenis Meja di kampus Universitas Sumatera Utara. Tulisan ini diharapkan juga dapat mempunyai manfaat baik secara praktis maupun secara akademis. Secara praktis, penelitian ini dapat memberi masukan bagi mahasiswa Universitas Sumatera Utara terutama mahasiswa atau para pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Tenis Meja USU agar mendapat gambaran dan mengetahui aturan–aturan yang lebih baik yang diterapkan di Unit Kegiatan Mahasiswa Tenis Meja USU, dimana para pengurus ataupun orang–orang yang berperan di dalamnya dapat membuat kebijakan tentang aturan–aturan yang dapat diterima/ disetujui oleh semua anggota. Secara akademis, dapat juga bermanfaat untuk menambah wawasan dan kepustakaan di bidang antroplogi ataupun ilmu–ilmu pendidikan yang bersangkutan dengan tulisan ini.

1.5 Kerangka Penulisan

(37)

pakaian/kostum yang digunakan, ketiga aturan ini memperlihatkan bagaimana UKM tenis meja merekrut siapa-siapa saja yang dapat ikut bergabung dalam UKM tenis meja hingga penentuan jadwal latihan dan pakaian yang akan digunakan oleh anggota maupun pengurus. Pada bab IV saya menjelaskan aturan-aturan dalam kepengurusan, aturan-aturan-aturan-aturan LIGA UKM dan aturan-aturan-aturan-aturan dalam perwasitan, ketiga aturan-aturan ini menjelaskan bagaimana pengurus mengatur para anggotanya dalam seleksi pertandingan serta aturan-aturan dalam perwasitan. Terakhir pada bab V saya menjelaskan aturan-aturan dalam pengiriman atlet dan hasil kejuaraan. Dalam pembahasan pada bab ini menjelaskan bagaimana pengiriman atlet untuk mewakili UKM tenis meja USU dalam mengikuti pertandingan hingga setiap atlet atau anggota yang mewakili UKM tenis meja USU berhasil meraih gelar juara dalam setiap pertandingan yang diikuti dan bagaimana pembagian hasil kejuaraan tersebut.

1.6 Metode dan Pengalaman Penelitian

Penelitian ini saya lakukan dalam lingkup ilmu antropologi, yaitu dengan menggunakan metode penelitian etongrafi13. Metode yang biasanya digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian etnografi adalah melalui observasi partisipasi dan wawancara. Dengan observasi partisipasi peneliti bisa ikut serta dalam mengamati langsung serangkaian kegiatan para pengurus maupun anggota UKM tenis meja USU, termasuk ikut terlibat baik itu kegiatan bermain tenis meja maupun kegiatan–kegiatan yang dilakukan oleh para pengurus dan

13

(38)

anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Tenis Meja USU lainnya, dan peneliti dapat melihat dan memahami masalah yang menjadi objek penelitian. Dengan melakukan observasi partisipasi, maka yang saya lakukan sebagai peneliti dalam menulis sebuah skripsi adalah tinggal dan ikut terlibat dalam melaksanakan aktivitas para anggota dan pengurus UKM di lokasi penelitian saya. Hal ini perlu dilakukan dengan tujuan data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Dengan tinggal dan ikut serta melaksanakan aktivitas bersama para anggota dan pengurus yang akan diteliti, serta menjalin hubungan komunikasi dan mengakrabkan diri dengan para anggota dan pengurus UKM akan menjadi lebih mudah dan akhirnya dengan hubungan yang baik, data yang ingin diperoleh dapat tercapai.

(39)

meja USU. Namun hal itu bisa saya atasi dengan tetap menjalin hubungan yang baik dan menjelaskan bahwa data-data yang saya peroleh nantinya diperlukan untuk membuat tulisan tentang bagaimana Unit Kegiatan Mahasiswa tenis meja dapat membuat kebijakan dan menerapkan aturan-aturan yang dapat bermanfaat bagi semua pengurus dan anggota.

Dalam usaha saya mendapatkan data-data yang valid tentang suatu permasalahan tentunya kita harus terlebih dahulu diterima dengan baik oleh kelompok masyarakat yang diteliti. Salah satu cara saya dalam memperoleh data yang valid adalah dengan ikut latihan bersama dengan para pengurus dan anggota UKM tenis meja USU. Pada saat saya ingin mengumpulkan data, saya terlebih dahulu mengatakan kepada mereka maksud dan tujuan saya, dan mereka dengan senang hati membantu.

Dalam proses pengumupulan data dilakukan juga wawancara 14 yang tentunya diawali dengan membina hubungan yang baik dengan informan 15. Informan yang dimaksud disini adalah para pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa, baik itu Steering committee, ketua UKM, sekretaris, bendahara, pelatih dan juga mahasiswa USU yang sudah menjadi anggota UKM tenis meja USU maupun mahasiswa yang belom jadi anggota UKM tenis meja, sampai kepada orang yang ikut memakai GOR Cikal tenis meja, dalam hal ini orang-orang yang juga aktif

14

Wawancara merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab, sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama (Burhan Bungin, 2007).

15

(40)

dalam latihan tenis meja tetapi di luar jadwal UKM tenis meja USU. Pada penelitian ini pada intinya setiap informasi dari informan adalah penting. Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah bentuk wawancara mendalam (deph interview) yang berhubungan dengan masalah penelitian, dengan demikian, kekhasan wawancara mendalam adalah keterlibatannya dalam kehidupan informan. Dengan metode ini, peneliti akan menggunakan pedoman wawancara serta instrument wawancara seperti tape recorder, kamera, buku tulis, pulpen dan alat – alat lainnya yang berhubungan untuk penelitian ini.

Alasan saya mewawancarai para informan adalah bahwa mereka sendirilah yang benar-benar mengetahui seluk-beluk Unit Kegiatan Mahasiswa tenis meja USU, tentang apa kegiatan-kegiatan dan kebijakan serta aturan-aturan yang diterapkan yang berdampak pada kemajuan atau kemunduran dalam UKM tenis meja USU tersebut.

Setelah mendapatkan data-data yang diperlukan, saya menganalisa data tersebut dengan analisis data yang biasa dilakukan dalam penelitian antropologi.16 Analisis data dalam penelitian antropologi sebenarnya tidak spesifik harus dilakukan setelah penelitian lapangan selesai dilaksanakan. Dalam penelitian antropologi yang menggunakan metode etnografi tidak dilakukan hal dimana data dibawa pulang dan barulah proses analisis data dilakukan. Melainkan analisis data dilakukan sejak dari penelitian berlangsung sampai saat penelitian selesai dilaksanakan.

16

(41)

Pada saat saya juga ingin mengumpulkan data dan melakukan wawancara, saya mewawancarai informan pada saat mereka ada waktu luang, baik itu sebelum latihan dimulai maupun sesudah latihan, dan bahkan saya mewawancarai informan dengan ikut serta dengan mereka pergi makan atau minum bandrek setelah selesai latihan. (karena kadang-kadang sebagian informan setelah selesai latihan, pergi mencari makan atau istilah lainnya “poding” untuk menambah tenaga/ energi yang keluar setelah lelah berjam-jam latihan.)

Dalam melakukan analisis terhadap data-data yang diperoleh, saya mencoba melihat dan menyusun apa-apa saja permasalahan yang terjadi di lapangan dan mengapa terjadi demikian, salah satu contohnya adalah mengapa kebijakan aturan-aturan yang diterapkan di UKM tenis meja USU dalam hal ini kedisplinan agar datang tepat waktu latihan, tidak semua pengurus maupun anggota dan pelatih dapat menjalankan aturan-aturan yang sudah ditetapkan, jadi saya menganalisis data tersebut dengan mengambil suatu pandangan mungkin karena masalah kesibukan anggota UKM tertentu yang juga mahasiswa yang harus mengutamakan kuliah atau karena jarak rumah dengan tempat latihan lumayan agak jauh atau hal-hal lain sebagainya.

(42)

tentunya berkaitan dengan permasalahan dalam skripsi ini. Saya berharap skripsi ini dapat menjelaskan penerapan aturan-aturan yang dilaksanakan dalam Unit Kegiatan Mahasiswa tenis meja USU untuk memajukan dan mengembangkan UKM tenis meja ke depan dengan lebih baik dan hasilnya dapat dirasakan oleh setiap anggota maupun pengurus.

(43)

BAB II

SEJARAH TENIS MEJA DAN GAMBARAN UMUM UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) TENIS MEJA DI KAMPUS USU

2.1 Sekilas tentang Sejarah Tenis Meja

Tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga terpopuler di dunia. Tenis meja merupakan olahraga yang sangat bagus dimainkan untuk kesehatan, selain mudah dipelajari sesuai dengan kemampuan masing-masing dapat juga dimainkan siapa saja, juga permainan tenis meja tidak membutuhkan kontak atau benturan antara tubuh pemainnya maka tentu tidak perlu khawatir dengan memar atau patah tulang yang sering terjadi di olahraga yang membutuhkan body contact (kontak fisik). Tenis meja, atau ping pong (sebuah merek dagang), adalah suatu

olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. 17 Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bat, sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja.

Permainan tenis meja bermula sekitar tahun 1890an sebagai suatu permainan dalam rumah dan menjadi popular di seluruh negara dan pada tahun 1926 dibentuk Persatuan tenis meja antar bangsa atau lebih dikenal dengan ITTF (International Table Tennis Federation)18. Nama asalnya adalah “Pingpong” adalah tanda niaga yang menjadi hak cipta Parker Brothers (USA), jadi ia ditukar

17

http://id.wikipedia.org/wiki/Tenis_meja (diakes tanggal 10 Maret 2013)

18

“Larry Hodges”

(44)

kepada tenis meja. Kata ping-pong dipatenkan oleh Parker Brothers (USA), yang menginginkan keuntungan dalam jumlah besar dari USA TT untuk hak pemakaian kata tersebut. Sebagai balasannya, komunitas pecinta tenis meja tidak menggunakan kata ping-pong dan memilih menggunakan nama baru yang dipakai hingga sekarang yaitu table tenis/tenis meja.19

Induk Olahraga tenis meja di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) dan di dunia adalah ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya mencapai 215 negara dan PTMSI tercatat sebagai Anggota ITTF sejak tahun 1961.20 Dalam olahraga tenis meja, dua pemain (dalam nomor tunggal) atau dua tim masing-masing terdiri dari dua pemain (dalam nomor ganda), melakukan permainan yang terdiri dari beberapa set dan memperebutkan poin/angka tertentu, menggunakan raket/bat dari kayu yang ditutup karet untuk memukul sebuah bola berdiameter 40 mm berbahan dasar seluloid melewati sebuah net setinggi 15.25 cm, sehingga bola sampai ke sisi meja permainan lawan. Pada tanggal 1 Oktober tahun 2000, ukuran bola yang dipakai dalam olahraga tenis meja berubah dari yang sebelumnya menggunakan bola berdiameter 38mm menjadi 40mm dengan berat 2,7 gram dan dibuat dari material seluloid dan mejanya sendiri berukuran panjang 2.74 m, lebar 1,525 m dan tinggi 76 cm.21

Tujuan utama permainan tenis meja sendiri adalah untuk memenangkan permainan dengan mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Tujuan lainnya

19

“Adi Pranajaya http://www.tenismeja.org/teknik/kenali-tenis-meja.html (diakes tanggal 10 Maret 2013)

20

http://id.wikipedia.org/wiki/Tenis_meja (diakes tanggal 10 Maret 2013)

21

(45)

biasanya untuk mencari kesenangan ataupun untuk menjadikan tubuh lebih sehat dan bugar di saat yang sama. Sebuah angka/poin berhak didapat seorang pemain ketika pemain lawan tidak bisa mengembalikan bola melewati net dan atau bola jatuh keluar dari meja. Sebuah permainan dimenangkan oleh pemain yang paling cepat mengumpulkan 11 poin, dan sedikitnya memiliki selisih 2 poin dibanding poin yang dimiliki lawan. Jika terjadi kedudukan 10 sama, maka pemain pertama yang mendapatkan keunggulan 2 poin atas lawannya berhak memenangkan set tersebut. Sebuah pertandingan dapat terdiri dari beberapa set permainan, tapi biasanya yang digunakan adalah sistem the best of 5 atau 7 games. Dalam sistem the best of 5, pemain pertama yang paling cepat meraih 3 set kemenangan adalah pemenangnya dan begitu juga dalam sistem best of 7, yang tercepat memenangi 4 set permainan keluar sebagai pemenangnya.

2.2 Gambaran Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Tenis Meja USU

Universitas Sumatera Utara (USU) adalah sebuah Universitas negeri yang terletak di Kota Medan, Indonesia. Universitas Sumatera Utara adalah salah satu universitas terbaik di pulau Sumatera dan merupakan universitas negeri tertua di luar Jawa.22 Untuk mendukung kegiatan dan aktivitas mahasiswa, Universitas Sumatera Utara menyediakan berbagai jenis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sesuai dengan bakat dan minat mahasiswa. Salah satunya adalah Unit Kegiatan Mahasiswa tenis meja USU.

22

(46)

Beragam jenis kegiatan mahasiswa di Universitas Sumatera Utara yang semuanya bertujuan untuk mengembangkan bakat mahasiswa sesuai bidang keminatannya masing-masing. Unit kegiatan mahasiswa juga merupakan suatu wadah bagi mahasiswa mengatasi kejenuhan dengan kegiatan perkuliahan sehari-hari. Dengan mendapatkan pengalaman tambahan, mahasiswa dapat menggali nilai tambah dari kegiatannya, agar dapat dipergunakan ketika lulus dari Univeritas Sumatera Utara kelak. Unit kegiatan mahasiswa (UKM) tenis meja ini adalah suatu wadah pembinaan dan pelatihan untuk anggota tenis meja atau mahasiswa sebagai pengemban dalam mengembangkan minat dan bakat dalam olahraga tenis meja.

(47)

Medan-Indonesia. Pagelaran Budaya Negara sendiri dilaksanakan di Gelanggang Mahasiswa dan Pendopo USU. Sedangkan pertandingan olahraga lainnya mempertandingkan beberapa cabang diantaranya tenis meja, sepak bola, Bola Voly, badminton, tenis lapangan dan bola basket. Masing-masing kegiatan olahraga tersebut akan dilaksanakan di stadion USU, lapangan Fak. Sastra, lapangan tenis CIKAL, GOR Analisa dan GOR Polonia. Kedua kegiatan tersebut diselingi dengan Seminar dan Presentasi Karya Ilmiah Mahasiswa dari Universitas negara peserta yang hadir.

(48)

mewakili Universitas Sumatera Utara untuk ikut dalam kejuaraan The 10th IMT-GT Varsity Carnival, pada pertandingan tersebut, hasil yang diperoleh kurang memuaskan, team tenis meja USU kalah baik team putra maupun team putri.

(49)

oleh pihak rektorat. Setelah terbentuknya UKM tenis meja USU dibuatlah rancangan daripada kepengurusan UKM tenis meja, sehingga dalam rancangan kepengurusan itu Pandapotan Nainggolan ditunjuk sebagai pelatih.

Tempat latihan UKM tenis meja USU bertempat di GOR Cikal USU. Gedung olahraga UKM tenis meja Universitas Sumatera Utara ataupun lebih dikenal dengan GOR Cikal USU karena di depan pintu masuknya terdapat tulisan Cikal berada di antara pintu 3 dan pintu 4 kampus USU di samping Bank Sumut. Cikal merupakan suatu lembaga yang merupakan wujud kerjasama Universitas Sumatera Utara dengan Kantor Wilayah Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil (Kanwil Depkop & PPK) Sumatera Utara. Lembaga ini disepakati bernama CIKAL yang merupakan akronim dari “CIPTAKAN INDUSTRI UKM KREATIF ANDALAN” 23.

Gambar 1 : Jalan menuju GOR Cikal USU, dikatakan GOR CIKAL USU karena di depan pintu masuknya terdapat tulisan CIKAL.

23

(50)

Gambar 2 : GOR Cikal USU tampak dari luar, tempat latihan UKM tenis meja dan UKM badminton USU. Disebelah kanan adalah tempat latihan UKM basket dan sebelah kiri adalah tempat latihan UKM Bola volley USU.

(51)
(52)

Adapun beberapa UKM olahraga yang berada dalam naungan USU adalah sbb :

Tabel 1

Nama UKM Olahraga di USU, jadwal dan tempat latihan No. Nama UKM 3. Badminton Selasa, Jum'at

dan Sabtu

7. Sepakbola Selasa, Kamis dan Jum’at

(53)

BAB III

ATURAN-ATURAN DALAM PEREKRUTAN ANGGOTA, JADWAL LATIHAN SERTA PAKAIAN/ KOSTUM YANG DIGUNAKAN

3.1 Aturan-aturan dalam perekrutan anggota

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tenis meja merupakan organisasi kemahasiswaan atau suatu wadah di tingkat Universitas yang fungsinya menampung minat dan bakat dari para mahasiswa Universitas Sumatera Utara, untuk menyalurkan hobi, minat, dan bakat mahasiswa tersebut dalam bidang olahraga tenis meja. Dalam pelaksanaannya para pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa tenis meja USU juga mempunyai kegiatan yang bertujuan untuk merekrut anggota baru dengan mencari mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat dalam bidang olahraga tenis meja untuk bergabung dan dilatih di UKM tenis meja USU.

(54)

Dalam mencapai tujuan kegiatan perekrutan anggota baru tersebut, pengurus UKM tenis meja USU memberikan tugas kepada beberapa anggota UKM tenis meja yang sudah menjadi anggota resmi UKM tenis meja USU untuk mensosialisasikan setiap kegiatan atau program yang akan dilaksanakan serta memasang poster atau brosur-brosur yang disebarkan di masing-masing fakultas dan juga dengan memasang spanduk perekrutan anggota baru di sekitar kampus Universitas Sumatera utara. Dengan tersosialisasikannya kegiatan untuk perekrutan anggota baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah mahasiswa/i untuk bergabung dan ikut berlatih bersama dalam UKM tenis meja USU.

Dalam kegiatan perekrutan kader-kader tenis meja tersebut, koordinator pelaksana (kopel) UKM tenis meja USU (Panusunan Nasution, S.Sos) yang juga Kabag kemahasiswaan di biro rektor mendukung sepenuhnya usaha-usaha dalam perekrutan anggota baru untuk meningkatkan peran UKM tenis meja dalam menyalurkan minat dan bakat mahasiswa Universitas Sumatera Utara dan mengharapkan para mahasiswa dapat aktif dan terlibat serius dalam kegiatan ini sebagai upaya menciptakan mahasiswa berprestasi dan penunjang kesehatan/ kebugaran sebagai seorang mahasiswa.

(55)

Pesyaratan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Mahasiswa-mahasiswi USU D3 dan S1 yang masih aktif dalam perkuliahan

2. Mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 30.000/ mahasiswa

3. Mempunyai sepatu olahraga dan bat tenis meja sendiri, sesuai dengan standar ITTF

4. Aktif dalam kegiatan latihan rutin UKM tenis meja.

5. Membayar uang iuran Rp. 10.000/ bulan setiap anggota maupun pengurus UKM tenis meja.

Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa tenis meja USU juga menambahkan bahwa kegiatan perekrutan anggota baru UKM tenis meja, tidak menargetkan berapa banyak jumlah peserta yang akan mendaftar sebagai anggota baru, namun UKM tenis meja USU ingin agar olahraga tenis meja juga dikenal oleh mahasiswa-mahasiswi di berbagai fakultas Universitas Sumatera Utara.

(56)

tidak memandang mahasiswa/i tersebut berasal dari fakultas, jurusan, agama, suku, dan stambuk berapa, bahkan mahasiswa tingkat akhir pun boleh ikut bergabung. Dan ketika saya tanyai kepada ketua UKM tenis meja yang sekarang yang bernama Maulana A. Ravi (22 tahun), bagaimana jika mahasiswa semester akhir ikut bergabung untuk menjadi anggota UKM tenis meja, apakah dia serius untuk ikut latihan rutin UKM ? atau hanya ingin ikut-ikutan saja dan setelah itu tidak ikut latihan lagi ? berikut adalah pernyataannya :

“Di dalam mengikuti latihan UKM tenis meja syarat utamanya adalah terdaftar sebagai anggota resmi UKM tenis meja, bagi mahasiswa USU yang belum terdaftar sebagai anggota UKM tenis meja tidak diperbolehkan mengikuti latihan rutin yang dilaksanakan seminggu 3 x, namun di luar jadwal latihan tersebut mahasiswa yang belum terdaftar dapat menggunakan fasilitas tenis meja di Gor Cikal USU, dan untuk mahasiswa tingkat akhir yang ingin mendaftar, boleh saja, semasih mahasiswa tersebut masih berstatus sebagai mahasiswa USU dan belum di DO, tetapi beberapa pengalaman sebelumnya, mahasiswa tingkat akhir yang sudah bergabung tersebut hanya awal-awalnya saja datang latihan, kira-kira 3-4 minggu gitu, setelah itu tidak pernah ikut latihan lagi, dan ketika ditanyai mengapa tidak pernah latihan lagi, mahasiswa akhir tersebut mengatakan bahwa dirinya lagi sibuk menyelesaikan skripsi, dan oleh sebab itu kami juga sebagai pengurus mulai mengatur agar perekrutan mahasiswa/i lebih diutamakan yang masih muda, yang masih belum terlalu banyak jadwal kuliahnya atau belum tahap penyelesaian skripsi, karena hal tersebut dapat berdampak juga pada regenerasi internal keanggotaan UKM tenis meja.” (Wawancara tanggal 19 Maret 2013)

(57)

mahasiswa-mahasiswi USU yang ingin belajar bermain tenis meja dan merupakan suatu wadah yang disediakan oleh universitas untuk kegiatan mahasiswa-mahasiswi dalam menunjang kesehatan. Jadi bila ada mahasiswa/i USU yang masih belum bisa bermain dengan tenis meja dengan baik, di UKM tenis meja nanti dapat dilatih dengan baik oleh pelatih yang berpengalaman, yang penting mahasiswa-mahasiswi tersebut rindu untuk berlatih tenis meja dan punya kemauan yang kuat untuk berlatih serta meningkatkan permainan untuk mencapai prestasi yang diharapkan.

Dalam meningkatkan ketertarikan mahasiswa-mahasiswi di berbagai fakultas universitas sumatera utara untuk ikut bergabung menjadi anggota UKM tenis meja, Pengurus UKM tenis meja bekerjasama dengan Biro rektor khususnya bagian kemahasiswaan juga mengadakan beberapa pertandingan yang melibatkan seluruh mahasiswa/i di berbagai fakultas USU untuk ikut berperan aktif dalam pertandingan dan ikut membela nama fakultas yang diwakili mahasiswa/i tersebut. Dan dengan kegiatan pertandingan seperti ini, mahasiswa-mahasiswi di berbagai fakultas USU tahu akan keberadaan UKM tenis meja USU dan dapat ikut serta untuk menjadi anggota dan bergabung dalam pelatihan UKM tenis meja. Progam pertandingan ini biasanya diselenggarakan 2-3 kali pertahun.

(58)

penunjang proses latihan, karena dengan memiliki sepatu dan bat sendiri mahasiswa/i lebih menghargai setiap alat-alat yang digunakannya dalam proses latihan. Dan Untuk meningkatkan keefektifan dalam perekrutan anggota baru, yang harus diperhatikan juga adalah kehadiran pengurus UKM di setiap jadwal latihan, untuk memudahkan calon anggota baru dalam mendapatkan formulir, karena biasanya bagi mahasiswa/i yang ingin bergabung dapat langsung mendaftar dan mengambil formulir pendaftaran di Gor Cikal USU tempat latihan UKM tenis meja dilaksanakan.

3.2 Aturan-aturan Dalam Jadwal Latihan

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tenis meja USU mempunyai tanggung jawab kepada atlet-atletnya untuk meningkatkan prestasi atlet pada khususnya dan mengharumkan nama universitas dan bangsa pada umumnya. Begitu pula sebaliknya atlet mempunyai tanggung jawab agar disiplin dalam latihan guna meraih prestasi yang baik dan mengharumkan nama universitas.

(59)

langsung pulang ke rumah atau mau latihan lagi dengan teman-teman yang lain, jadi waktu latihan tidak terlalu dibatasi. Biasanya mahasiswa yang masih terus latihan sampai malam ingin meningkatkan kemampuannya dalam berlatih tenis meja, karena setelah jam 9 malam, biasanya ada pemain-pemain yang bisa diajak sparing seperti bg Ayoung Efendi (salah satu pemain yang pernah meraih juara 1 divisi 5 se Indonesia).

Tabel 2

Jadwal latihan UKM tenis meja USU :

No. Hari Waktu

1. Selasa 18.00 – 20.00 wib

2. Kamis 18.00 – 20.00 wib

3. Sabtu 18.00 – 20.00 wib

(60)

tidak cukup efisien dan mengikat. Dan oleh karena jadwal latihan yang ditetapkan tidak efisien akibatnya banyak anggota UKM yang datang tidak sesuai dengan jadwal yang seharusnya, terkadang lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan namun ada juga yang terlambat dari jadwal yang telah ditetapkan dan hal ini dapat didasarkan pada situasi atau keadaan mahasiswa tersebut yang memungkinkan dia tidak dapat datang tepat waktu. Moore, (T.O. Ihromi 2001 : 167) mengatakan kebanyakan peraturan hukum, meskipun secara teoritis universal penerapannya, namun hanya mempengaruhi kategori orang secara terbatas di dalam situasi-situasi yang terbatas. Dalam penetapan waktu jadwal latihan UKM tenis meja USU sendiri berubah-ubah hampir setiap tahunnya sesuai dengan kesepakatan rapat anggota dalam awal pemilihan kepengurusan baru. Berikut adalah pernyataan Ananda Marina (23 tahun) dari fakultas kedokteran salah satu mantan sekretaris UKM tenis meja USU tentang waktu latihan yang kadang berubah-ubah dalam awal periode kepengurusan dan juga waktu yang ditetapkan ada beberapa anggota UKM tenis meja USU yang tidak datang tepat waktu.

(61)

yang paling sering muncul adalah masih ada jadwal kuliah, dan jika sudah beralasan mengenai kuliah tidak bisa dipaksakan, sehingga saat rapat anggota, beberapa mahasiswa yang tidak bisa datang tepat waktu karena masih ada jadwal kuliah memberikan pendapatnya bagaimana seandainya jika jam latihan dapat disesuaikan dengan waktu yang mereka bisa dan tentunya jam latihan tersebut juga tidak menjadi masalah bagi anggota UKM tenis meja lainnya dan kebanyakan anggota UKM tenis meja lainnya juga setuju karena mereka juga tidak bermasalah dengan jam latihan yang dikatakan oleh anggota UKM tenis meja yang mempunyai jadwal kuliah sore. ( wawancara tanggal 21 Maret 2013)

Pelatih UKM tenis meja USU, Pandapotan Nainggolan (42 tahun) yang juga merupakan staff di Fakultas Hukum menyatakan bahwa untuk mencapai prestasi yang baik diperlukan pembinaan pemain-pemain tenis meja. Agar pembinaan berjalan dengan baik membutuhkan metode latihan yang efektif, program latihan fisik, mental dan teknik yang baik, dan pemanduan bakat serta kedisplinan dalam latihan. Dan saya sempat bertanya, bagaimana dengan mahasiswa atau anggota UKM tenis meja yang datang terlambat latihan ? adakah sanksi ? dan apakah anggota UKM yang terlambat masih bisa ikut dalam program latihan ? berikut adalah pernyataannya :

(62)

UKM tenis meja USU juga mempunyai aturan sebelum memulai latihan tenis meja bersama. Dalam memulai latihan tenis meja anggota UKM harus melakukan pemanasan terlebih dahulu, pemanasan ini bertujuan untuk menguatkan otot, tulang, jantung, paru-paru dan memperlancar peredaran darah. Karena dalam melakukan olahraga tenis meja melibatkan pergerakan otot, sendi dan tulang dalam intensitas yang cukup besar. Dengan melakukan pemanasan maka darah yang kaya akan nutrisi dan oksigen akan mengalir ke otot sehingga siap untuk dipacu kerja lebih berat. Tanpa melakukan pemanasan yang cukup sebelum melakukan aktivitas olahraga dapat mengakibatkan cidera otot dan cedera sendi dan sudah barang tentu cedera tersebut akan sangat mengganggu aktivitas dan mungkin akan sangat menyakitkan sehingga perlu perawatan medis lebih lanjut. Cedera otot bisa berbentuk keseleo, salah urat, terkilir, kram otot, sakit otot, dan sebagainya. Dalam melakukan pemanasan anggota UKM tenis meja melakukan pemanasan dengan jogging ringan, lari-lari kecil di tempat, dan lain-lain. Cukup sampai tubuh berkeringat, terasa panas dan merasa cukup pemanasannya kurang lebih 10 sampai 15 menit bisa dilanjutkan dengan peregangan otot atau streching selama beberapa menit agar otot lebih lentur digunakan nantinya dan anggota UKM tenis meja biasanya melakukan pemanasan di dalam gedung Gor Cikal USU maupun di luar gedung.

(63)

proses latihan tenis meja dapat berjalan dengan lancar. Peraturan ini mulai diperketat tahun ini karena ada kecenderungan pemain-pemain dari luar UKM tenis meja USU lebih sering menggunakan lapangan untuk latihan dibandingkan dengan anggota UKM tenis meja itu sendiri. Dalam pemakain lapangan dan penggunaan fasilitas peralatan pembinaan tenis meja di GOR Cikal USU, UKM tenis meja USU tidak mengeluarkan biaya apapun, karena GOR Cikal USU ini berada di bawah pengawasan pihak rektorat dan boleh digunakan oleh mahasiswa USU, terutama wadah yang memang dibentuk oleh pihak rektorat, termasuk UKM tenis meja USU sebagai sarana yang sah untuk menampung mahasiswa-mahasiswa USU yang mempunyai hobi dan bakat dalam menyalurkan bakatnya dalam berlatih tenis meja.

Selain hal tersebut, untuk pemakaian lapangan dan penggunaan fasilitas lapangan tenis meja, ada juga yang menggunakan lapangan Gor tenis meja USU selain UKM tenis meja USU, tetapi mereka menggunakan lapangan Gor tenis meja USU di luar jadwal latihan UKM tenis meja USU. nama PTM (Persatuan tenis meja) mereka adalah “PTM Luhur” .

Tabel 3

Jadwal PTM Luhur :

No. Hari Waktu

1. Minggu 09.00 – 15.30 wib

2. Rabu 17.00 – 22.30 wib

(64)

Tahun- tahun sebelumnya jika aturan-aturan penggunaan lapangan dan fasilitas tenis meja tidak cukup ketat , tapi tahun ini peraturan untuk pemakaian lapangan dan penggunaan fasilitas tenis meja cukup ketat dan dikenakan biaya perawatan lapangan sebesar Rp. 144.000/ bulan dan beberapa persyaratan lainnya. Adapun syarat-syarat dalam pemakaian lapangan adalah :

1. Bertanggungjawab penuh atas kerusakan yang diakibatkan pemakaian lapangan dan sarana pendukungnya.

2. Tidak merubah atau menambah fasilitas lapangan kerja tanpa izin dari pengelola secara tertulis

3. Melunasi biaya perawatan pemakaian lapangan sebesar Rp. 144.000/ bulan. @ biaya perawatan pemakaian lapangan disetor ke bendaharawan penerima PNBP pada bagian keuangan lantai IV BPA – USU Medan. 4. Apabila sewaktu-waktu lapangan dipergunakan untuk kegiatan

universitas, maka diprioritaskan penggunaannya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu oleh pihak universitas (pengelola)

5. Tidak mengalihkan hak pemakaian lapangan kepada pihak lain dengan alasan apapun.

6. Untuk pelaksanaan teknis pemakaian lapangan supaya menghubungi Kabag pemeliharaan BPPA USU dengan menunjukkan fotokopy bukti pembayaran. @ untuk latihan tenis meja diberikan 2 lapangan bulutangkis.

(65)

Figur

Gambar 1 : Jalan menuju GOR Cikal USU, dikatakan GOR CIKAL USU karena di depan pintu masuknya terdapat tulisan CIKAL
Gambar 1 Jalan menuju GOR Cikal USU dikatakan GOR CIKAL USU karena di depan pintu masuknya terdapat tulisan CIKAL. View in document p.49
Gambar 2 : GOR Cikal USU tampak dari luar, tempat latihan UKM tenis meja dan UKM badminton USU
Gambar 2 GOR Cikal USU tampak dari luar tempat latihan UKM tenis meja dan UKM badminton USU. View in document p.50
Gambar 3 : GOR Cikal USU tampak dari dalam, anggota UKM tenis meja USU sedang latihan bermain tenis meja
Gambar 3 GOR Cikal USU tampak dari dalam anggota UKM tenis meja USU sedang latihan bermain tenis meja. View in document p.50
Tabel 1
Tabel 1 . View in document p.52
Tabel 2
Tabel 2 . View in document p.59
Tabel 3
Tabel 3 . View in document p.63
Gambar 5 : Kostum UKM tenis meja USU yang berwarna putih coklat.
Gambar 5 Kostum UKM tenis meja USU yang berwarna putih coklat . View in document p.72
Gambar 6 : Tampak Logo dari kostum UKM tenis meja USU
Gambar 6 Tampak Logo dari kostum UKM tenis meja USU . View in document p.72
Gambar 4 : UKM tenis meja USU mempunyai 2 kostum resmi UKM tenis meja, satu yang berwana biru dan yang satunya lagu berwarna putih
Gambar 4 UKM tenis meja USU mempunyai 2 kostum resmi UKM tenis meja satu yang berwana biru dan yang satunya lagu berwarna putih. View in document p.72
Gambar 9 : Team Tenis meja putri saat memenangkan pertandingan di Perlis,   Malaysia tahun 2009
Gambar 9 Team Tenis meja putri saat memenangkan pertandingan di Perlis Malaysia tahun 2009. View in document p.101
Gambar 10 : Para atlet UKM tenis meja USU saat memenangkan Sumatera Utara (POMSU) tahun 2012 di Kampus Polmed ( tampak di tengah : pertandingan tenis meja dalam rangka Pekan Olahraga Mahasiswa Universitas Kopel Tenis Meja (Panusunan Nasution) dan Pelatih UKM tenis meja USU)
Gambar 10 Para atlet UKM tenis meja USU saat memenangkan Sumatera Utara POMSU tahun 2012 di Kampus Polmed tampak di tengah pertandingan tenis meja dalam rangka Pekan Olahraga Mahasiswa Universitas Kopel Tenis Meja Panusunan Nasution dan Pelatih UKM tenis meja USU . View in document p.106

Referensi

Memperbarui...