PEMANFAATAN ARANG BIO LIMBAH
TEMBAKAU SEBAGAI AGENSIA MITIGASI
PERUBAHAN IKLIM
Oleh:
1. Noor Ariefandie Febrianto
2. Nurul Fitriah
JEMBER
2017
ABSTRAK ………... 3
ABSTRACT ……… 5
LATAR BELAKANG ……… 7
DESKRIPSI IDE YANG DIAJUKAN ………. 10
DAMPAK INOVASI ……… 13
PELUANG APLIKASI ……….. 14
KESIMPULAN ……….. 15
meningkatkan efisiensi pemupukan sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berlebihan yang berkontribusi dalam peningkatan gas rumah kaca. Arang bio dapat digunakan pada lahan pertanian yang menghendaki tekstur tanah remah/gembur sebagai amelioran dan pada lahan yang mengaplikasikan pemupukan secara intensif karena sifatnya yang dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan mengurangi washout pupuk yang diaplikasikan. Selain itu, arang bio juga dapat digunakan sebagai agensia pemurni air dan udara pada proses pengolahan limbah air dan udara. Penggunaan arang bio yang terintegrasi dengan pertanian dan pengolahan limbah air dan udara dapat menjadi alternatif untuk mengurangi dan menanggulangi dampak emisi gas rumah kaca yang selanjutnya dapat berperan positif untuk mitigasi terhadap perubahan iklim.
Kata kunci: arang bio; amelioran; pupuk; absorben; mitigasi.
Noor Ariefandie Febrianto* and Nurul Fitriah
ABSTRACT
treatment can become an alternative to reduce and solve the effect of greenhouse gasses emissions which will led into positive mitigation effort toward climate change.
Keywords: Biochar; amelioran; fertilizer; adsorbent; mitigation
dijadikan bahan bakar sehingga sangat signifikan berpengaruh pada produksi gas rumah kaca seperti CO2, CO, metana dan nitrogen oksida. Pemanfaatan limbahlimbah tembakau ini sebagai bahan baku pembuatan arangbio tidak hanya akan dapat memecahkan permasalahan pemanfaatan limbah tembakau menjadi produk bernilai tambah, namun juga dapat memberikan solusi terhadap praktekpraktek pemanfaatan sebelumnya yang merugikan. Tidak hanya itu, produk yang dihasilkan juga dapat berkontribusi positif untuk mengurangi dan menanggulangi dampak emisi gas rumah kaca sehingga dapat berperan positif dalam mitigasi terhadap perubahan iklim.
Selain itu, arang bio juga dapat mengikat partikelpartikel pupuk sehingga mengurangi washout pupuk akibat hujan dan aliran air dan volatilisasi.
Pemanfaatan limbah tembakau sebagai arang bio dapat menjadi satu solusi yang holistik untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan memecahkan masalah praktik pemanfaatan limbah tembakau yang merugikan sebelumnya serta meningkatkan kualitas lahan pertanian secara umum dan pertanaman tembakau secara khusus. Selain digunakan dalam sektor pertanian, produk arang bio juga dapat digunakan sebagai bahan dalam proses pengolahan limbah air dan udara karena sifatnya yang dapat mengikat kontaminan, logam berat dan gasgas rumah kaca. Selain itu, perkembangan teknologi penggunaan arang bio memungkinkan arang bio dari limbah tembakau untuk dapat digunakan sebagai bahan fuel cell, super capacitor dan katalis pembuatan biodiesel.
DESKRIPSI IDE YANG DIAJUKAN
metode pirolisis berdasarkan metode Gonzales et al. (2009) yang dilakukan sampai biomassa kering berubah menjadi arang. Proses pirolisis akan dilakukan pada suhu 400600 C dalam beberapa hari⁰ sampai arang bio didapatkan. Diharapkan rendemen yang dihasilkan adalah sekitar 2040%. Aliran proses pembuatan arang bio yang diajukan disajikan pada gambar 1.
Gambar 1. Alur produksi arang bio dari limbah tembakau
Arang bio yang diharapkan terproduksi adalah arang bio yang memiliki luas permukaan tinggi dengan kadar abu yang rendah. Arang bio yang didapatkan selanjutnya diolah sesuai dengan tujuan aplikasinya, antara lain sebagai berikut:
1. Sebagai amelioran : Arang bio yang didapatkan selanjutnya dicoarsing untuk mendapatkan ukuran butiran agak kasar yang sesuai untuk aplikasi dicampur dengan tanah. Bubuk arang bio
Limbah tembakau
Pengecilan ukuran
Pengeringan
Pirolisis (400600⁰C)
Pendinginan
Pengecilan ukuran
selanjutnya dapat disimpan dengan dikemas dalam wadah tertutup sebelum aplikasi. Tujuan penggunaan arang bio sebagai amelioran adalah untuk memperbaiki tekstur tanah menjadi lebih gembur dan meningkatkan kapasitan pertukaran kation tanah.
2. Sebagai pupuk slow release : arang bio yang berbentuk bubuk selanjutnya akan diformulasikan dengan pupuk padat sesuai dengan jenis pupuk yang diinginkan. Formulasi pupuk tersebut selanjutnya dicetak dalam bentuk tablet atau granula dengan mesin cetak tablet. Tablet yang didapatkan dapat langsung diaplikasikan sebagai pupuk
slow release. Tujuan dari penggunaan arang bio sebagai pupuk slow release adalah untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan menghambat terjadinya washout dan volatilisasi pupuk dengan mengikat pupuk pada matriks arang bio.
DAMPAK INOVASI
Terdapat setidaknya 3 dampak inovasi utama pemanfaatan limbah tembakau sebagai arang bio, antara lain:
2. Menghasilkan produk diversifikasi tembakau yang fungsional dan bernilai jual tinggi: Pemanfaatan arang bio tidak hanya terbatas untuk digunakan sebagai amelioran tanah namun juga dapat dikembangkan lebih jauh menjadi produk turunan lain seperti arang aktif, filter air dan udara serta produk bernilai jual tinggi lain.
3. Dapat menekan biaya pemeliharaan lahan pertanian: penggunaan arang bio pada lahan pertanian dapat menekan biaya untuk perawatan lahan dengan adanya arang bio, tekstur tanah dapat dipertahankan dalam waktu yang lama dan mampu menekan biaya pemupukan dikarenakan arang bio dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan menghambat washout.
4. Berkontibusi positif terhadap upaya mitigasi terhadap perubahan iklim: dengan berbagai sifat positif yang dimiliki oleh arang bio sebagai amelioran tanah yang mampu meningkatkan efisiensi pemupukan dan menghindari terjadinya washout, produksi dan pemanfaatan arang bio dalam bidang pertanian dapat memberikan kotribusi positif untuk menekan emisi gasgas rumah kaca.
PELUANG APLIKASI
pupuk sehingga penggunaan arang bio sebagai amelioran juga mampu meningkatkan efisiensi pemupukan sehingga penggunaan pupuk dapat dikurangi untuk mendapatkan efek yang tidak berbeda. Dengan hal tersebut maka secara umum, penggunaan arang bio pada pertanaman tembakau dapat menurunkan biaya produksi secara keseluruhan yang disebabkan turunnya biaya pemeliharaan lahan dan biaya input produksi dalam budidaya tembakau.
Selain itu, pemanfaatan limbah tembakau sebagai arang bio juga dapat menyelesaikan permasalahan limbah tembakau yang melimpah dan belum optimal dimanfaatkan. Dengan pemanfaatannya sebagai arang bio, budidaya dan proses pengolahan tembakau akan dapat mencapai nirlimbah (zero waste) sehingga lebih ramah lingkungan.
KESIMPULAN
menurunkan biaya produksi secara keseluruhan yang disebabkan turunnya biaya pemeliharaan lahan dan biaya input produksi dalam budidaya tembakau. Sifatnya yang mampu meningkatkan efisiensi pemupukan dan menghindari terjadinya washout, arang bio dapat memberikan kotribusi positif pada perubahan iklim dengan menekan dan mengurangi emisi gasgas rumah kaca.
DAFTAR PUSTAKA
Adams, R.M. 1990. The Role of Agriculture in Climate Change: A Preliminary Evaluation of Emission Control Strategies. Proceeding. Conference of Global Change: Economic Issues in Agriculture, Forestry and Natural Resources. Washington, D.C. November 19 21, 1990.
Ditjenbun. 2016. Statistik Perkebunan 2016. Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Jakarta.
activated carbons. Journal of Analytical and Applied Pyrolises, 85:134–41
Hertanto, S.C. 214. Merenda Laba dan Limbah Tembakau. Pusat Penelitian Tembakau Klaten.
Kemenperin. 2017. Pengenaan Cukai Tiga Kali Lipat untuk Tembakau Impor Dinilai Kontra Produktif. Diperoleh dari http://www.kemenperin.go.id/artikel/13363/PengenaanCukai TigaKaliLipatuntukTembakauImporDinilaiKontraProduktif.
Kookana RS, Sarmah AK, Van Zwieten L, Krull E, Singh B. 2011. Chapter three –biochar application to soil: agronomic and environmental benefits and unintended consequences. In: Donald LS, editor. Advances in agronomy. San Diego: Academic Press; 103–43.
Liang B, Lehmann J, Solomon D, Kinyangi J, Grossman J, O’Neill B, et al. 2006. Black carbon increases cation exchange capacity in soils. Soil Science Society of America Journal, 70:1719–30
Statista. 2017. Leading tobacco producing countries worlwide in 2015.
Diperoleh dari
https://www.statista.com/statistics/261173/leadingcountriesin tobaccoproduction/
TIFAC. 2001. Nicotine and its Derivative from Tobacco Waste. Technology Information, Forecasting and Assessment Council, Department of Science and Technology. India.