• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP VALUE RELEVANCE MELALUI PENGUNGKAPAN NON FINANCIAL MEASURE (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP VALUE RELEVANCE MELALUI PENGUNGKAPAN NON FINANCIAL MEASURE (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014)."

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS FAKTORSFAKTOR KARAKTERISTIK FERUSAHAAN TERHADAF VALUE RELEVANCE MELALUI FENGUNGKAFAN

NON FINANCIAL MEASURE (STUDI EMFIRIS FADA FERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR

DI BEI FERIODE 2014)

SKRIFSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh

Rini Handayani NIM. 7123220050

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

Rini Handayani, NIM 7123220050. Analisis Faktor – Faktor

Karakteristik Perusahaan Terhadap Value Relevance Melalui

Pengungkapan Non Financial Measure (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Periode 2014). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan, 2016.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya pengukuran kinerja non keuangan yang kurang diperhatikan karena selama ini telah fokus pada pengukuran keuangan saja sehingga menarik untuk dikaji lebih jauh faktor yang mempengaruhi pengungkapan Non Financial Measure dilihat dari Ukuran Perusahaan, Leverage dan Umur Perusahaan serta pengaruhnya terhadap penilaian value relevance bagi investor yang diukur dengan ERC. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris bahwa secara parsial SIZE, LEV, dan AGE dapat mempengaruhi NFMD, dan NFMD memiliki value relevancebagi investor, dan dengan menggunakan analisis jalur, SIZE, LEV, dan AGE dapat mempengaruhi ERC melalui NFMD.

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014. Dari 140 perusahaan terpilih 115 perusahaan dengan menggunakan purpossive sampling. Sumber data dalam penelitian adalah data sekunder yang diperoleh dari situs www.idx.co.id dan www.yahoofinance.com. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis jalur dengan bantuan SPSS 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya variabel SIZE yang berpengaruh signifkan terhadap NFMD, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi kurang dari 0,05 . Sedangkan variabel LEV dan AGE terbukti tidak berpengaruh terhadap NFMD dengan nilai signifikansi lebih dari 0,05 yaitu tidak signifikan. Dan NFMD tidak terbukti memiliki value relevance bagi investor, hal ini terbukti dengan nilai signifikansi lebih dari 0,05. Selanjutnya dengan menggunakan analisis jalur terbukti bahwa variabel SIZE, LEV, dan AGE tidak berpengaruh terhadap ERC melalui NFMD.

Kesimpulan penelitian ini adalah hanya variabel ukuran perusahaan yang berpengaruh signifikan terhadap Pengungkapan Non Financial Measure. Sedangkan variabel Leverage dan Umur Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan Non Financial Measure, dan Pengungkapan Non Financial Measure tidak memiliki value relevance bagi investor, dan melalui analisis jalur Ukuran Perusahaan, Leverage dan Umur Perusahaan tidak berpengaruh terhadap ERC melalui PengungkapanNon Financial Measure.

(6)

ii ABSTRAK

Rini Handayani, NIM 7123220050. Analysis of Characteristic factors of the company’s to Value Relevance Through Non Financial Measure Disclosure (Empirical Study on Manufacturing Company Registered in IDX 2014). Thesis, Program of Accounting Department, Faculty of Economics, State University of Medan, 2016.

The problem in this research is their non financial performance less attention because so far have focused on financial measurement alone. So interesting to study further about factors affecting non financial measure disclosure seen from firm size,leverage and firm age and its influence on value relevance ratings for investors as measured by ERC. This study aims to prove empirically that partially SIZE, LEV, and AGE can be effect to NFMD, and NFMD have value relevance for investors, and by using path analysis,partially SIZE, LEV, dan AGE can be effect to RC through NFMD.

The population in this research are all manufacturing companies listed in Indonesian Stock Exchange in 2014. From 140 listed companies, 115 companies selected sample using purposive sampling. Sourch of data in this research is secondary data obtained frm the site www.idx.co.id and www.yahoofinance.com. Data analysis method used is path analysis using SPSS 19. The result showed a partially known that the only variable SIZE significant influence to NFMD, it can be seen from the significant value of each variable is less than 0,05. Whilethe variable LEV and AGE proved no effect to NFMD with significant value is greater than 0,05 mean no significant. And NFMD not shown to have value relevance for investors as measured by ERC, it can be seen from the significant value of each variable is grater than 0,05. Next, by using path analysis partially that variabel SIZE, LEV, and AGE no effect to ERC through NFMD.

The conclusion of this study is the only variable Firm Size is significant effect to Non Financial Measure Disclosure. While variabel Leverage and Firm Age no effect to Non Financial Measure Disclosure, and Non Financial Measure Disclosure no have value relevance for investors as measured by ERC, and by using path analysis, partially is known that Firm Size, Leverage and Firm Age no effect to ERC through Non Financial Measure Disclosure.

(7)

iii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah AWT atas berkat dan rahmat-nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor Karakteristik Perusahaan Terhadap Value Relevance Melalui Pengungkapan Non Financial Measure (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Periode 2014)”.

Karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis, menjadikan penyusunan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, diharapkan saran dan kritik yang membangun agar tercipta penyusunan skripsi yang mendekati kesempurnaan. Keberhasilan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini tentu saja karena adanya bantuan dari berbagai pihak, maka dari itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan hormat yang setingi-tinginya dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, selaku Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Bapak Prof. Indra Maipita, M.Si, Ph.D, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.

3. Bapak Dr. Eko Wahyu Nugrahadi, M.Si, selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.

(8)

iv

5. Bapak Dr. Nasirwan, M.Si, Ak, CA, selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Dan selaku Dosen Penguji Skripsi yang telah meluangkan waktunya dalam memberikan saran dan kritik demi kesempurnaan skripsi ini.

6. Bapak Chandra Situmeang, SE, M.SM, Ak, CA, selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang senantiasa memberikan arahan, masukan serta semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

7. Bapak Drs. Jumiadi AW, Ak, M.Si, selaku Dosen Penguji Skripsi yang telah memberikan saran, kritikan dan arahan dalam menyelesaikan skripsi ini. 8. Bapak Drs. Jihen Ginting, M.Si, Ak, CA, selaku Dosen Penguji Skripsi yang

telah memberikan saran dan kritikan yang membangun demi terselesaikannya skripsi ini.

9. Bapak Ibu Dosen Fakultas Ekonomi, yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan selama penulis menempuh perkuliahan.

10. Bang Ricky Adrian yang banyak membantu dalam pengurusan administrasi. Akhir kata penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di dalam penulisan skripsi ini dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya juga bagi para pihak yang sudah banyak membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.

Medan, Juli 2016 Peneliti

(9)

v DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENLESAHAN SURAT PERNYATAAN

ABSTRAK... i

ABSTRACT...ii

KATA PENLANTAR...iii

DAFTAR ISI...v

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR LAMBAR...x

DAFTAR LAMPIRAN... xi

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Identifikasi Masalah...9

1.3 Pembatasan Masalah... 10

1.4 Rumusan Masalah...11

1.5 Tujuan Penelitian... 12

1.6 Manfaat Penelitian... 13

BAB II KAJIAN PUSTAKA... 14

2.1 Kerangka Teoritis...14

2.1.1 Teori Keagenan...1o 2.1.2 Teori Signaling... 17

(10)

vi

2.1.o Prinsip dan Luas Pengungkapan...20

2.1.5 Pengukuran Tingkat Pengungkapan NFM... 22

2.1.6 Penilaian Value Relevance dari suatu informasi... 23

2.2 Penelitian Terdahulu...26

2.3 Kerangka Berfikir... 31

2.3.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan NFM...31

2.3.2 Pengaruh Leverage Terhadap Pengungkapan NFM...32

2.3.3 Pengaruh Umur Perusahaan Terhadap Pengungkapan NFM... 32

2.3.o Pengaruh Pengungkapan NFM TerhadapValue Relevance...33

2.3.5 Pengaruh Tidak Langsung Ukuran Perusahaan, Leverage dan Umur Perusahaan Terhadap Value Relevance (ERC) melalui Pengungkapan NFM...33

2.4 Hipotesis... 35

BAB III METODE PENELITIAN...36

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian... 36

3.2 Populasi dan Sampel... 36

3.3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional...37

3.3.1 Variabel Penelitian... 37

3.3.2 Definisi Operasional...38

3.3.2.1 Ukuran Perusahaan...38

3.3.2.2 Leverage... 38

3.3.2.3 Umur Perusahaan...39

(11)

vii

3.3.2.5 Earning Response Coefficient... 39

3.4 Teknik Pengumpulan data... 44

3.5 Teknik Analisis Data...44

3.5.1 Analisis Statistik Deskriptif... 44

3.5.2 Uji Asumsi Klasik... 45

3.5.2.1 Uji Normalitas... o5 3.5.2.2 Uji Multikolinieritas... o6 3.5.2.3 Uji Heterokedastisitas...o7 3.5.3 Analisis jalur(Path Analysis)... 47

3.5.4 Pengujian Hipotesis... 50

3.5.o.1 Uji Koefisien Determinnasi (R2)... 50

3.5.o.2 Uji Koefisien Jalur (Ujit)...50

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...51

4.1 Hasil Penelitian...51

4.1.1 Lambaran Umum Sampel... 51

4.1.2 Pengumpulan Data...52

o.1.2.1 Earning Response Coefficient(ERC)...52

o.1.2.2 PengungkapanNon Financial Measure...53

o.1.2.3 Umur Perusahaan...53

o.1.2.o Leverage... 5o o.1.2.5 Ukuran Perusahaan...5o 4.1.3 Hasil Pengujian Data... 55

(12)

viii

o.1.3.2 Uji Asumsi Klasik... 56

o.1.3.2.1 Uji Normalitas...56

o.1.3.2.2 Uji Multikolinieritas...59

o.1.3.2.3 Uji Heterokedastisitas... 61

o.1.3.3 Analisis Regresi dan Analisis Korelasi... 62

o.1.3.o Uji Koefisien Determinasi...67

o.1.3.5 Uji Hipotesis...69

o.1.3.5.1 Uji Koefisien Jalur (Ujit)... 69

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian... 78

o.2.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan NFM...78

o.2.2 Pengaruh Leverage Terhadap Pengungkapan NFM...78

o.2.3 Pengaruh Umur Perusahaan Terhadap Pengungkapan NFM... 79

o.2.o Pengaruh Pengungkapan NFM TerhadapValue Relevance...80

o.2.5 Pengaruh Tidak Langsung Ukuran Perusahaan, Leverage, dan Umur Perusahaan terhadap Value Relevance (ERC) Melalui Pengungkapan NFM...81

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN... 82

5.1 Kesimpulan... 82

5.2 Saran...83

(13)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu...28

Tabel 4.1 Pengambilan Sampel Penelitian...52

Tabel 4.2 Statistik Deskriptif...55

Tabel 4.3 Uji Kolmogorof Smirnof Sebelum Dinormalkan...57

Tabel 4.4 Uji Kolmogorof Smirnof Setelah Dinormalkan...58

Tabel 4.5 Uji Multikolinieritas Persamaan Regresi 1...59

Tabel 4.6 HasilCoefficient CorrelationPersamaan Regresi 1...60

Tabel 4.7 Uji Glejser Model Regresi 1...61

Tabel 4.8 Uji Glejser Model Regresi 2...62

Tabel 4.9 Hasil Analisis Persamaan Regresi 1...63

Tabel 4.10 Hasil Analisis Persamaan Regresi 2...64

Tabel 4.11 Tabel Pengaruh Tidak Langsung...65

Tabel 4.12 Analisis Korelasi Variabel Independen...66

Tabel 4.13 Koefisien Determinasi (R2) Persamaan Regresi 1... 67

Tabel 4.14 Koefisien Determinasi (R2) Persamaan Regresi 2... 68

Tabel 4.15 Uji t-Statistik Persamaan Regresi 1...70

Tabel 4.16 Uji t-Statistik Persamaan Regresi 2...70

(14)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir Penelitian... 35

Gambar 3.1 Diagram Jalur... 49

(15)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A : Daftar Sampel Perusahaan dan Tabulasi Variabel Penelitian

LAMPIRAN B :OutputSPSS

(16)

1 BAB B

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di dalam menghadapi persaingan di pasar global, perusahaan harus

selalu terpacu untuk meningkatkan kinerjanya secara terus-menerus. Untuk

mengetahui sejauh mana perkembangan perusahaan telah tercapai, diperlukan

suatu alat manajemen yang penting berupa pengukuran kinerja perusahaan.

Dalam pengukuran kinerja perusahaan, selama ini telah fokus pada

pengukuran kinerja keuangan saja (Financial Measure). Pengukuran kinerja

keuangan merupakan pengukuran tradisional, dimana orientasi perusahaan

hanya pada keuntungan jangka pendek, cenderung mengabaikan hidup

perusahaan dalam jangka panjang dan kurang mampu mengukur kinerja

aset-aset tak berwujud (intangible asset) maupun aset-aset intelektual

(sumberdaya manusia) peusahaan (Aulia, 2014).

Padahal, keberhasilan dan kegagalan suatu perusahaan tidak dapat diukur

dalam jangka pendek dengan pengukuran kinerja tradisional. Keberhasilan

perusahaan pada masa yang akan datang akan ditentukan oleh bagaimana

investasi dan pengelolaan aset intelektual dan aset tak berwujud seperti

kompetensi pekerja, loyalitas pelanggan dan pengendalian mutu, daripada

fokus pada bagaimana pengelolaan investasi pada aset fisik (Nugroho, 2013).

Penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa penggunaan ukuran

(17)

2

menunjukkan kegagalan. Budiwati, (2011) telah melakukan penelitian

mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham pada perusahaan

Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode

2004-2009. Hasilnya menunjukan bahwa, variabel – variabel kinerja keuangan yang

di proxi oleh Debt to Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR), Return on

Investmet (ROI), Price Earning Ratio (PER), dan Earning Per Share (EPS)

secara bersama-sama (simultan) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan

terhadap Return Saham perusahaan. melalui pengujian secara parsial, hanya

variabel Return on Investment (ROI) saja yang mempunyai pengaruh

signifikan.

Pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham juga telah diteliti oleh

Nurhikmah (2012) pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia, dengan menggunakan dua variabel bebas yaitu Return on Asset

(ROA) dan Return on Equity (ROE). Dan menunjukan hasil yang sama

dengan Budiwati (2011) bahwa kedua variabel tersebut tidak berpengaruh

signifikan terhadap Return Saham. Peneliti lainnya adalah Wijayanti (2010)

dan Tampubolon (2009). Wijayanti (2010) meneliti pada perusahaan

manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2009.

Wijayanti menemukan bahwa variabelCurrent Ratio(CR) dan Debt to Equity

Ratio (DER) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham.

Namun variabel lainnya yaitu Return on Equity (ROE), Earning per Share

(EPS), dan Return on Investment (ROI) membuktikan tidak mempunyai

(18)

3

(2009) meneliti pada perusahaan perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia, dan membuktikan bahwa variabel EPS, PER, dan ROI mempunyai

pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham, hanya variabel DER dan

ROE yang membuktikan tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap

Return Saham.

Bukti lainnya yang menunjukan bahwa ukuran kinerja keuangan telah

menunjukkan kegagalan dalam mengukur kinerja perusahaan adalah penelitian

yang dilakukan oleh Astiti, Sinarwati dan Darmawan (2014), penelitian

mereka dilakukan pada perusahaan otomotif dan komponen di Bursa efek

Indonesia tahun 2010-2012. Variabel Rasio Likuiditas yang di proxi oleh

Current Ratio (CR), variabel Rasio Solvabilitas yang di proxi oleh Debt to

Equity Ratio (DER), dan varriabel Rasio Profitabilitas yang di proxi olehNet

Profit Margin (NPM) sebagai perwakilan dari ukuran kinerja keuangan, telah

terbukti secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap

Return Saham.

Sunardi (2010) juga meneliti mengenai penilaian kinerja dengan ROI dan

EVA terhadap Return Saham pada perusahaan yang tergabung dalam Indeks

LQ 45 di Bursa Efek Indonesia dan hasilnya juga membuktikan bahwa ROI

dan EVA tidak berpengaruh signifikan terhadap Return saham. Dari berbagai

penelitian tersebut telah membuktikan setiap variabel yang mewakili

pengukuran kinerja keuangan ternyata tidak mempunyai pengaruh yang

(19)

4

keuangan (Financial Measure) telah meunjukkan kegagalan dalam mengukur

kinerja perusahaan.

Pengukuran kinerja keuangan didasarkan pada informasi historis

sehingga tidak valid untuk dijadikan dasar dalam memprediksi kinerja masa

depan perusahaan. Untuk itu diperlukan pengukuran lain yang dapat

mengukur kinerja perusahaan dimasa mendatang. Menurut Otley (2001),

Pengukuran yang selama ini sering diabaikan, padahal berperan sangat penting

dalam jangka panjang sebagai mekanisme kontrol bagi perusahaan yaitu

pengukuran kinerja non keuangan (Non Financial Measure). Non Financial

Measure (NFM) dapat menyelaraskan upaya suatu organisasi dengan tujuan

strategis. Pemikiran ini didasarkan pada gagasan bahwa Non Financial

Measure dapat memberikan informasi strategis tentang pelanggan, proses

internal, pesaing, aset tidak berwujud dan sebagainya yang sulit diperoleh

dengan hanya menggunakan informasi keuangan saja (Otley, 1999).

Informasi non keuangan dapat digunakan untuk mengukur kinerja

manajerial. Hal ini didasarkan pada gagasan yang paling umum bahwa kinerja

non keuangan merupakan tindakan manajerial yang memfokuskan perhatian

pada jangka panjang dan langkah untuk mencapainya berisi informasi tentang

kinerja yang tidak terdapat pada indikator keuangan (Fisher, 1995 dalam Basri,

2015). Non Financial Measure dipercaya dapat meningkatkan kinerja

keuangan yang akan datang. Basri (2015) telah menunjukkan berdasarkan

literatur terdahulu bahwa penggunaan Non Financial Measure berhubungan

(20)

5

Measure dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Adanya

keterbatasan dan kelemahan dalam Financial Measure, tidak berarti bahwa

Financial Measure harus disingkirkan. Financial Measure dapat dilengkapi

dengan tindakan-tindakan non keuangan, terutama dalam hal pengambilan

keputusan dan penilaian eksternal. Sistem pengukuran kinerja yang baik

adalah terjadinya keseimbangan antaraFinancial Measure danNon Financial

Measure dalam rangka mencapai tujuan, misi dan strategi yang telah

ditetapkan perusahaan (Basri, 2015).

Penelitian mengenaiNon Financial Measure sebelumnya telah dilakukan

oleh HassabElnaby, Mohammad dan Said (2008) dengan menggunakan

sampel sebanyak 953 perusahaan untuk periode 1992-2005. Mereka meneliti

tentang bagaimana penggunaan Non Financial Measure mempengaruhi

perilaku manajemen laba. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa

perusahaan yang mengkombinasikan antara Financial Measure dengan Non

Financial Measure memiliki tingkat signifikansi lebih rendah dari manajemen

laba. Terdapat hubungan negatif antara penggunaan Non Financial Measure

dengan manajemen laba. Mereka menemukan bukti bahwa perusahaan yang

menggunakan Non Financial Measure merupakan karakteristik perusahaan

yang mengurangi perilaku manajemen laba dalam pengelolaannya. Secara

keseluruhan, hubungan antara langkah-langkah penggunaan non keuangan dan

manajemen laba bergantung pada operasional perusahaan dan kompetiitif

(21)

6

Di Indonesia, Aulia (2014) melakukan penelitian tentang pengaruh

Pengungkapan Non Financial Measure terhadap kinerja perusahaan yang

diukur dengan Tobin’s Q pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia periode 2011-2012. Hasilnya membuktikan bahwa Non

Financial Measure Disclosure (NFMD) berpengaruh positif terhadap kinerja

perusahaan. Hal ini berarti semakin besar tingkat NFMD dalam laporan

tahunan dapat meningkatkan kinerja pasar.

Wondabio (2007) juga sebelumnya melakukan penelitian mengenai

pengungkapan pengukuran non keuangan (Non Financial Measure

Disclosure). Wondabio (2007) meneliti faktor-faktor karakteristik perusahaan

yang mempengaruhi pengungkapan Non Financial Measure serta

pengaruhnya terhadap penilaian value relevance bagi investor yang diukur

dengan Earning Response Coefficient (ERC). Faktor-faktor karakteristik

perusahaan yang digunakan sebagai variabel bebas dalam penelitiannya adalah

variabel Strategi, Jenis Industri, Umur Perusahaan dan Kepemilikan Asing.

Hasilnya membuktikan keempat variabel bebas tersebut terbukti berpengaruh

signifikan terhadap Pengungkapan Non Financial Measure. Dan

Pengungkapan Non Financial Measure berpengaruh positif terhadap ERC,

Hal ini mengindikasikan bahwa investor cukup yakin dengan pengungkapan

NFM, sehingga investor menggunakan informasi yang terkandung dalam NFM

sebagaisignalpositif dalam menilai persistensiearningsuatu perusahaan.

Selanjutnya, mengenai pengungkapan dalam laporan tahunan, telah

(22)

7

yang mempengaruhinya. Diantaranya oleh Peneliti Anggraini (2006) dalam

penelitiannya tentang pengungkapan informasi sosial. Penelitian mengenai

pengungkapan Sukarela Modal Intelektual oleh Istanti (2009). Dan penelitian

tentang pengungkapan Sukarela yang dilakukan oleh Asih (2010) dan

Wardani (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhinya terdiri dari Good

Corporete Governance, Tingkat Likuiditas, Tingkat Profitabilitas, Tingkat

Leverage, Tingkat Pertumbuhan Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Umur

Perusahaan, Kepemilikan Manajemen, Biaya Polities, Konsentrasi

Kepemilikan, Komisaris Independen, kepemilikan saham oleh publik dan

faktor karakteristik perusahaan lainnya.

Namun, Wondabio (2007) mengatakan bahwa penelitian mengenai faktor

yang mempengaruhi Pengungkapan Non Financial Measure di Indonesia

masih jarang terjadi, untuk itu wondabio (2007) melakukan penelitian dengan

menggunakan variabel Strategi Perusahaan, Jenis Industri, Umur Perusahaan

dan Kepemilikan Asing sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi

pengungkapan Non Financial Measure serta pengaruhnya terhadap penilaian

Value Relevancebagi investor yang diukur dengan ERC.

Berbicara mengenai Earning Response Coefficient (ERC), menurut

Scoot (2003), earning response coefficient mengukur perubahan return tidak

normal sebuah sekuritas sebagai respon terhadap perubahan laba yang tidak

terduga dari perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut. Respon pasar

(23)

8

struktur permodalan perusahaan, kualitas laba, growth opportunities, dan

informativeness of price.

Bedasarkan penelitian Wondabio (2007) yang telah diuraikan, saya

tertarik untuk meneliti kembali Faktor-faktor yang mempengaruhi

pengungkapan Non Financial Measure serta penilaian value relevance bagi

investor yang diukur dengan ERC, tetapi menggunakan variabel yang berbeda

dengan Wondabio (2007) untuk faktor-faktor karakteristik perusahaan yang

mempengaruhi pengungkapan Non Financial Measure yaitu menggunakan

variabel Ukuran perusahaan, Leverage dan Umur Perusahaan.

Selain itu yang membedakan penelitian ini dengan penelitian

sebelumnya adalah peneliti menggunakan metode Analisis Jalur (Path

analysis) untuk mengamati pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap

ERC dengan variabel Pengungkapan Non Financial Measure (NFMD)

sebagai variabel intervening dari ukuran perusahaan, leverage dan Umur

perusahaan.

Sehingga dalam penelitian ini penulis memberikan judul “Analisis

Faktor-Faktor Karakteristik Perusahaan Terhadap Value Relevance

Melalui Pengungkapan Non Financial Measure (Studi Empiris Pada

(24)

9

1.2 Bdentifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka dapat

diidentifikasi permasalahannya sebagai berikut:

1. Dalam mengukur kinerja suatu perusahaan, selama ini telah fokus pada

pengukuran keuangan saja.

2. Pengukuran kinerja keuangan (Financial Measure) telah menunjukkan

kegagalan dalam mengukur kinerja perusahaan terutama dalam

memprediksi kinerja perusahaan di masa mendatang.

3. Pengukuran kinerja non keuangan (Non Financial Measure) selama ini

sering diabaikan padahal dalam jangka panjang berperan sangat penting

sebagai mekanisme kontrol bagi perusahaan.

4. Indikator-indikator non keuangan (Non Financial) tercermin dalam

informasi yang diungkapkan dalam Laporan Tahunan. Menarik untuk

dikaji lebih jauh mengenai faktor Karakteristik Perusahaan apa saja yang

mempengaruhi perusahaan mengungkapkan pengukuran non keuangan

(NFM) dalam Laporan Tahunan?

5. Apakah Ukuran perusahaan mempengaruhi luas Pengungkapan NFM ?

6. Apakah Leverage mempengaruhi luas Pengungkapan NFM ?

7. Apakah Umur Perusahaan mempengaruhi luas Pengungkapan NFM ?

8. Apakah Informasi Non Financial Measure yang diungkapkan dalam

Laporan Tahunan tersebut mempunyai nilai relevan atau tidak bagi

(25)

10

9. Dengan metode Analisis Jalur (Path Analysis), Apakah Ukuran

Perusahaan melalui pengungkapan Non Financial Measure berpengaruh

terhadap ERC?

10. Dengan metode Analisis Jalur(Path Analysis), Apakah Leverage melalui

pengungkapanNon Financial Measureberpengaruh terhadap ERC?

11. Dengan metode Analisis Jalur(Path Analysis), Apakah Umur Perusahaan

melalui pengungkapan Non Financial Measure berpengaruh terhadap

ERC?

1.3 Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini penulis ingin melihat karakteristik perusahaan

seperti apa, yang mempengaruhi luasnya pengungkapan Non Financial

Measurepada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

periode 2014, dilihat dari Ukuran Perusahaan, Leverage dan Umur

Perusahaan serta luasnya pengungkapan Non Financial Measure tersebut

mempunyai nilai relevan atau tidak bagi investor yang diukur denganEarning

Response Coefficient (ERC). Dan penelitian ini fokus pada pengungkapan

Non Financial Measure (NFMD) sebagai variabel intervening untuk melihat

pengaruh tidak langsung variabel Ukuran Perusahaan, Leverage dan Umur

(26)

11

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka

penelitian ini akan difokuskan pada pembahasan rumusan masalah yaitu:

1. Apakah Ukuran perusahaan mempengaruhi luas tidaknya pengungkapan

Non Financial Measure pada laporan tahunan perusahaan manufaktur

yang terdaftar di BEI periode 2014?

2. Apakah Leverage mempengaruhi luas tidaknya pengungkapan Non

Financial Measure pada laporan tahunan perusahaan manufaktur yang

terdaftar di BEI periode 2014?

3. Apakah Umur Perusahaan mempengaruhi luas tidaknya pengungkapan

Non Financial Measure pada laporan tahunan perusahaan manufaktur

yang terdaftar di BEI periode 2014?

4. Apakah luas pengungkapan Non Financial Measurepada laporan tahunan

perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2014 mempunyai

value relevancebagi investor yang diukur dengan ERC?

5. Apakah Ukuran Perusahaan melalui luas Pengungkapan Non Financial

Measure berpengaruh terhadap ERC?

6. Apakah Leverage melalui luas Pengungkapan Non Financial Measure

berpengaruh terhadap ERC?

7. Apakah Umur Perusahaan melalui luas Pengungkapan Non Financial

(27)

12

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap luas

pengungkapan Non Financial Measure pada laporan tahunan perusahaan

manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2014.

2. Untuk mengetahui pengaruh Leverage terhadap luas pengungkapan Non

Financial Measure pada laporan tahunan perusahaan manufaktur yang

terdaftar di BEI periode 2014.

3. Untuk mengetahui pengaruh Umur Perusahaan terhadap luas

pengungkapan Non Financial Measure pada laporan tahunan perusahaan

manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2014.

4. Untuk mengetahui apakah luas pengungkapan Non Financial Measure

memiliki Value Relevance atau tidak bagi investor yang diukur dengan

ERC.

5. Untuk mengetahui pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap ERC melalui

luas pengungkapan pengukuran non finansial pada laporan tahunan

perusahaan manufaktur terdaftar di BEI periode 2014.

6. Untuk mengetahui pengaruh Leverage terhadap ERC melalui luas

pengungkapan pengukuran non finansial pada laporan tahunan perusahaan

manufaktur terdaftar di BEI periode 2014.

7. Untuk mengetahui pengaruh Umur Perusahaan terhadap ERC melalui luas

pengungkapan pengukuran non finansial pada laporan tahunan perusahaan

(28)

13

1.6 Manfaat Penelitian

Penulis mengharapkan penelitian ini memberikan manfaat diantaranya:

1. Bagi Mahasiwa/i Fakultas Ekonomi dan Bisnis khususnya Mahasiswa/i

Jurusan Akuntansi, penelitian ini bermanfaat sebagai bahan referensi

penelitian selanjutnya dan pembanding untuk menambah ilmu pengetahuan

yang berhubungan dengan pengungkapanNon Financial Measure.

2. Bagi Peneliti berikutnya, sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak yang akan

melaksanakan penelitian lebih lanjut mengenai PengungkapanNon Financial

Measure.

3. Bagi Penulis, sebagai sarana untuk memperluas wawasan serta menambah

referensi mengenai PengungkapanNon Financial Measure.

4. Bagi perusahaan Manufaktur khususnya di Indonesia dapat mengetahui sejauh

mana pentingnya pengungkapan Non Financial Measure dan pengaruhnya

terhadap investor dalam penilaian kinerja.

5. Memberikan bahan masukan kepada para investor apakah tingkat luas

Pengungkapan Non Financial Measure dapat menjadi bahan pertimbangan

(29)

82 BAB B

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdeserken enelisis dete yeng dilekuken, meke denet diembil beberene

kesimnulen, yeitu :

1. Henye Veriebel Ukuren Peruseheen yeng bernengeruh nositif signifiken

terheden Pengungkenen Non Financial Measure, ini bererti behwe

semekin beser ukuren neruseheen meke eken semekin benyek nule

nengungkenenNon Financial Measurenye.

2. Leverege tidek bernengeruh terheden Pengungkenen Non Financial

Measure, kemungkinen disebebken dete tenteng leverege memiliki stender

deviesi yeng lebih tinggi dibending meennye.

3. Umur Peruseheen tidek bernengeruh terheden Pengungkenen Non

Financial Measure, hel ini dikereneken veriebel umur neruseheen buken

meruneken fektor nenentu delem hel nengungkenen NFM.

4. Pengungkenen Non Finanncial Measure tidek memiliki value relevance

begi investor yeng diukur dengen Earning Response Coefficient, ini

bererti investor belum cukun yekin dengen informesi yeng disemneiken

neruseheen melelui nengungkenen NFM delem menilei nersistensiearning

dimese yeng eken deteng

5. Ukuren Peruseheen, Leverege den Umur Peruseheen tidek bernengeruh

(30)

83

Financial Measure, ini bererti behwe veriebel Pengungkenen Non

Financial Measure tidek cocok diguneken sebegei veriebel intervening

delem hubungennye veriebel indenenden (Ukuren Peruseheen, leverege

den Umur Peruseheen) dengen veriebel denenden (ERC)

5.2 Saran

Deri hesil nengujien yeng teleh dineroleh, nenulis memnunyei beberene

seren berikut ini:

1. Untuk nenelitien mendeteng hendeknye menembeh neriode nengemeten,

sehingge denet terlihet nerbedeen hesil nenelitiennye.

2. Untuk neneliti selenjutnye eger memnerlues semnel nenelitien, buken

henye nede neruseheen menufektur teteni nede seluruh neruseheen yeng

terdefter di BEI.

3. Untuk neruseheen eger lebih meningketken uneye nengungkenen NFM

yeng dimiliki oleh neruseheen dengen tujuen untuk memberiken sinyel

yeng nositif begi nere nemengku kenentingen neruseheen.

4. Begi investor eteu celon investor sebeiknye memnerhetiken nengungkenen

NFM yeng dilenorken oleh neruseheen delem lenoren tehunen dengen

tujuen lebih mengetehui nelueng den resiko yeng dimiliki oleh neruseheen

(31)

84

Keterbetesen – keterbetesen delem nenelitien ini edeleh sebegei berikut :

1. Peneliti mengguneken indeks nengungkenen henye sebenyek 46,

2. Delem memberiken nenileien (scoring) besernye tingket

nengungkenen henye mengguneken kriterie 1 untuk diungkenken den

0 enebile tidek diungkenken. Penileien senerti ini belum

memnertimbengken esnek nemboboten berdeserken informesi

menurut uruten nriorites nentingnye suetu item nengungkenen NFM

(32)

85

DAFTAR PUSTATA

Adisusilo dan Sudarno. (2009). Pengaruh Pengungkapan Informasi Corporate social Responsibility (CSR) Dalam Laporan Tahunan Terhadap Earning Response Coefficient.http://www.google.com. (3 Februari 2016)

Almilia, Luciana Spica dan Ikka Retrinasari. (2007). Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Kelengkapan Pengungkapan Dalam Laporan Tahunan Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEJ.

Procedding Seminar Nasional, FE Universitas Trisakti Jakarta

Agustina, Linda. (2008). Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Luas Pengungkapan Informasi Keuangan Pada Website Perusahaan.

http://eprints.undip.ac.id/8118/1/Linda Agustina.pdf. (20 Januari 2016)

Ahmad dan Septriani. (2008). dalam Aulia. (2014). Pengungkapan (Disclosure) Pengukuran Kinerja Nonfinansial dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2011-2012)

Program Sarjana Ilmu Akuntansi. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

Anggraini, Fr. Reni Retno. (2006). Pengungkapan Informasi Sosial Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial Dalam Laporan Keuangan Tahunan (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta). Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang, K-AKPM 24.

Aulia. (2014).Pengungkapan (Disclosure) Pengukuran Kinerja Nonfinansial Dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Periode 2011-2012) Program Sarjana Ilmu Akuntansi.

Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

Ariyoto, Kresnohadi. (Oktober, 2009). Good Corporate Governance dan Konsep Penegakannya.BUMN dan Lingkungan Usahanya Usahawan 29 : 10

Asih, Sri. (2010). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Sukarela Dalam Laporan Tahunan Dan Pengaruhnya Terhadap Penilaian Value Relevance (Studi Empiris Perusahaan Non Keuangan Di BEI Tahun 2007-2008). Program Pasca Sarjana Ilmu Akuntansi. Tesis.

(33)

86

BAPEPAM. (2006). Peratuan No. VIII. Laporan Tahunan Kep-134/BL/2006 tanggal 7 Desember 2006

Basri, Yesi Mutia. (April, 2015). Pengukuran Kinerja Nonfinansial Dalam Meningkatkan Kinerja Finansial: Studi Literatur. Jurnal Akuntansi 3 : 2 : 114 - 126

Beaver, W.H Clark, R, W.F, Wright. (1979).The Association Between Unsystemic Security Returns And The Magnitude Of Earning Forecast Error. Journal Of Accounting Research 17 : 316 – 340

Botosan, Christine A. (July, 1997).Disclosure level and the cost of equity capital.

The accounting review 72 : 3 : 323 – 349

Budiwati, Melia. (2011). Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Di BEI.

Program Sarjana Ilmu Akuntansi. Skripsi. Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala

Cho, J.Y Dan K, Jung. (1991). Earning Response Coefficient : A Sythesis Of Theory And Empirical Evidence. Journal Of Accounting Literature 10 : 85–116

Darmawan, dkk. (2014). Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Otomotif Dan Komponen Di BEI Tahun 2010-2012). E-Journal Strata-1 Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha 2 : 1

Eisenhard, Kathleen. (October, 1989). Building Theories From Case Study Research.The Academy Of Management Review 14 : 4 : 532 – 550

Eitemen, Stonehill and Moffet, (2007) dalam Asih, Sri. (2010). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Sukarela Dalam Laporan Tahunan Dan Pengaruhnya Terhadap Penilaian Value Relevance (Studi Empiris Perusahaan Non Keuangan Di BEI Tahun 2007-2008). Program Pasca Sarjana Ilmu Akuntansi. Tesis. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Fakultas Ekonomi. 2015.Buku Pedoman Penulisan Skripsi.Medan:UNIMED

(34)

87

Ghozali, imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS.

Cetakan V. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Hargyantoro,Febrian. (2010).Pengaruh Internet Financial Reporting Dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website Terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan. http://Eprints.Undip.Ac.Id/:22801/1/Skripsifinal.Pdf (25 Januari 2016)

Hendriksen. (1994). dalam Asih, Sri. (2010). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Sukarela Dalam Laporan Tahunan Dan Pengaruhnya Terhadap Penilaian Value Relevance (Studi Empiris Perusahaan Non Keuangan Di BEI Tahun 2007-2008). Program Pasca Sarjana Ilmu Akuntansi.Tesis.Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Istanti, Sri Layla Wahyu. (2009). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Sukarela Modal Intelektual (Studi Empiris Pada Perusahaan Non Keuangan Yang Listing Di BEI). Program Pasca Sarjana Ilmu Akuntansi.Tesis.Universitas Diponegoro

Ikhsan, Arfan, dkk. (2013).Teori Akuntansi. Bandung : Citapustaka Media

Ikhsan, Arfan. dkk. (2014). Metodologi Penelitian Bisnis Untuk akuntansi dan Manajemen. Bandung : Citapustaka Media

Jensen, M., C. dan Meckling, W., H. (October, 1976). Theory of The Firm: Managerial Behavior, Agency Cost and Ownership Structure. Journal of Financial Economics 3 : 4 : 305-360.

Kaplan, Robert S., dan david P Norton. (2004). Strategy Maps, Converting Intangible Assets into Tangible Outcomes.Harvard Business School Press

Lang, M. Dan R.J. Lundolm. (1993). Cross Sectional Determinants of Analyst Ratings of Corporate Disclosure.Journal of accounting Research 27 : 153 - 192

Magginson, (1997). dalam Asih, Sri. (2010). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Sukarela Dalam Laporan Tahunan Dan Pengaruhnya Terhadap Penilaian Value Relevance (Studi Empiris Perusahaan Non Keuangan Di BEI Tahun 2007-2008). Program Pasca Sarjana Ilmu Akuntansi.Tesis.Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

(35)

88

Murwaningsari, Etty. (2008). Pengujian Simultan: Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Earning Response Coefficient (ERC)*. Program Pasca Sarjana Ilmu Akuntansi.Tesis.Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Muslihin. (2012). Teori Umum dan Teori Khusus. www.referensimakalah.com. (7 Juni 2016)

Nugroho, Wayan Aditya. (2013). Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Konsep Balance Scorecard (Studi Kasus PT. Wijaya Karya). Skripsi. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Nurhikmah, Sitti. (2012). Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Industri Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Program Sarjana Ilmu Akuntansi. Skripsi. Fakultas ekonomi Universitas Hasanuddin Makasar

Otley, David. (1999). Performance Management :”A Framework For

Management Control System Research”. Management Accounting Research 10 : 363 – 382

Paramita. (2012). Pengaruh Leverage, Firm Size Dan Voluntary Disclosure Terhadap Earning Response Coefficient (ERC).Jurnal WIGA 2 : 2 : 2088-0944

Preacher,Kristopher J and Andrew W. Hayes. (2004). SPSS and SAS Procedures For Estmating Indirect of Effect in Simple Mediation Models. Behavior Research Method, Instruments and Computers 36 : 4 : 717 - 731

Rosiyana, dan Mariani. (2009). Analisis Pengaruh Karakterstik Perusahaan Terhadap Earning Response Coefficient Dengan Corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Informasi, Perpajakan, Akuntansi Dan Keuangan Publik 4 : 2 149 – 170

Said, dkk. (2008). Non Financial Performance Measures And Earning Management.http://www.Researchgate.net/publication (4 Maret 2016)

Sanusi, Anwar. (2011).Metodologi Penelitian Bisnis.Jakarta : Salemba Empat

(36)

89

Scott, William R. (2003).Financial Accounting Theory. Prentice Hall

Scott, William R. (2009).Financial Accounting Theory. Toronto Ontario: Pearson

Sunardi, Harjono. (2010). Pengaruh Penilaian Kinerja dengan ROI dan EVA terhadap Return Saham Pada Perusahaan yang Tergabung dalam Indeks LQ 45 di BEI.Jurnal Akuntansi 2 : 1 : 70 – 92

Susmantoro, T. Dwi. (2008). Pengaruh Kepemilikan Saham, Total Aset dan Kompetisi Terhadap Tingkat Disclosure Laporan Tahunan Untuk Perusahaan Manufaktur di BEI. Program Pascasarjana Ilmu Management.

Tesis.Fakultas Ekonomi universitas Indonesia.

Tampubolon, Rizki. (2009).Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap return Saham Perusahaan Perkebunan yang Terdaftar di BEI. Program Strata-1.Skripsi.

Fakultas ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Wallace, et al. (1994). dalam Istanti, Sri Layla Wahyu. (2009). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Sukarela Modal Intelektual (Studi Empiris Pada Perusahaan Non Keuangan Yang Listing Di BEI). Program Pasca Sarjana Ilmu Akuntansi.Tesis.Universitas Diponegoro

Wardani, Rr. Purwita. (2012).Pengaruh Model Intelektual dan Pengungkapannya Terhadap Kinerja Perusahaan.Jurnal Akuntansi dan Keuangan 14:1:1-15

Wijayanti, Eka Novi. (2010). Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur di BEI Tahun 2007-2009. Program Sarjana Ilmu Managemen.Skripsi.Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan

Referensi

Dokumen terkait

Agar menghasilkan tampilan yang lebih baik, maka program ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 selain dalam penulisan, juga dijelaskan

Selain kecenderungan sebaran secara vertikal berdasarkan kedalaman perairan, pada penelitian ini juga terdapat beberapa jenis Nudibranchia yang hanya dijumpai di satu

nilai negatif ini disebabkan karena tingkat bunga modal kerja berdasarkan harga sosial lebih tinggi (5,6% per musim) daripada tingkat bunga modal kerja berdasarkan harga privat

konverter tegangan AC/DC dan DC/AC untuk aplikasi on-line UPS, dimana jumlah komponen pensaklaran lebih sedikit dibandingkan dengan yang telah digunakan pada

study focuses on analyzing male domination in domestic area that can cause domestic violence and child abuse through the male character as the perpetrator.. in

Bersama ini kami sampaikan dengan hormat bahwa setelah dilakukan evaluasi dokumen penawaran sesuai ketentuan yang berlaku, Perusahaan Saudara ditetapkan sebagai pemenang seleksi

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang dicatat pada

NO.. Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan R.I. TMP Kalibata No. Binalattas, Diolah Pusdatinaker. *)