UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM DIPLOMA III MEDAN
BISNIS UDANG SELIMUT KEMBANG TAHU
TUGAS AKHIR
OLEH
AYU FEBRINA 092101016 KEUANGAN
GUNA MEMENUHI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENYELESAIKAN PENDIDIKAN PADA PROGRAM DIPLOMA III
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN
MEDAN
LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR
NAMA : AYU FEBRINA
NIM : 092101016
JURUSAN : DIPLOMA III KEUANGAN
JUDUL : BISNIS UDANG SELIMUT KEMBANG TAHU
Tanggal : Juli 2012 Dosen Pembimbing
( Drs. Hasan Sakti Siregar, M. Si, Ak )
NIP. 19600302 198601 1 001
Tanggal : Juli 2012 Plt Ketua Program Studi
( Drs. Hasan Sakti Siregar, M. Si, Ak )
NIP. 19600302 198601 1 001
Tanggal : Juli 2012 Dekan
(Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec)
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang
senantiasa memberikan rahmat dan karunia pada penulis untuk dapat
menyelesaikan tugas akhir ini. Penulisan tugas akhir ini ditujukan untuk
memenuhi salah satu syarat yang telah ditetapkan dalam rangka menyelesaikan
Program Studi Diploma-III Jurusan Keuangan pada Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara. Adapun judul tugas akhir yang dipilih adalah ”BISNIS UDANG
SELIMUT KEMBANG TAHU”.
Dengan setulus hati, Tugas Akhir ini penulis persembahkan kepada kedua
orangtua penulis, Ayahanda Zulkarnain Damanik dan Ibunda Adek Yumaini,
penulis mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya yang telah memberikan
doa, semangat dan dukungan baik moril maupun materil dan telah menjadi orang
tua terhebat serta kedua adikku Arisa dan Derry. Penulis berharap tugas akhir ini
menjadi awal dari kesuksesan di masa yang akan datang. Tanpa dukungan mereka
semua, penulis pasti tidak dapat menyelesaikan tugas akhir ini.
Selama proses penyelesaian tugas akhir ini, penulis telah banyak
menerima bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan
ini dengan segala kerendahan hati serta rasa hormat perkenanlah penulis
mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
2. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si, Ak selaku Plt. Ketua Program Studi
Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara serta
selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran
untuk memberikan bimbingan, arahan, dan koreksi dalam proses
penyelesaian tugas akhir ini, sehingga penulisan tugas akhir ini dapat
diselesaikan dengan baik.
3. Bapak Syafrizal Helmi Situmorang, SE, M.Si selaku Sekretaris Program
Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Terima kasih kepada staf pengajar dan pegawai Fakultas Ekonomi.
5. Kepada teman terkasih penulis Imam Maulana serta sahabat-sahabat terbaik
penulis yaitu Ayunda, Iken, Iboeng, Dinda, Anum, Noya, Yani serta
teman-teman lainnya, terima kasih atas perhatian dan motivasinya dalam membantu
penulis menyelesaikan tugas akhir.
Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini belum sempurna dan masih
banyak kekurangan. Untuk itu penulis memohon maaf atas kesalahan dan
kekurangan yang terdapat di dalamnya dan tugas akhir ini dapat memberikan
manfaat kepada pembacanya.
Medan, Juli 2012
Hormat Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang... 1
B. Permasalahan... 3
C. Tujuan Penelitian... 3
D. Manfaat Penelitian... 4
BAB II. PROFIL PERUSAHAAN ... 5
A. Profil Perusahaan... 5
B. Biodata Pemilik Perusahaan... ... 6
C. Struktur Organisasi Perusahaan ... 10
D. Aspek Pasar ... 11
1. Produk yang dihasilkan ... 11
2. Keunggulan Produk ... 12
3. Gambaran Pasar ... 15
4. Target atau Segmen Pasar yang Dituju ... 17
5. Trend Perkembangan pasar ... 19
7. Strategi Pemasaran ... 22
8. Analisis Pesaing ... 26
9. Saluran Distribusi ... 30
E. Aspek Produksi ... 31
1. Bahan Baku ... 31
a. Bahan Baku Utama ... 32
b. Bahan Baku Penolong ... 32
2. Proses Produksi ... 33
3. Alat Produksi ... 34
F. Analisis Sumber Daya Manusia ... 35
G. Rencana Pengembangan Pasar ... 37
H. Pemanfaatan IT ... 38
I. Analisis Keuangan ... 39
J. Analisis Resiko………...44
BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN ... 46
A. Kesimpulan...46
B. Saran...46
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Karakteristik Sasaran Pasar ... 18
Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan ... 21
Tabel 2.3 Bahan Baku dan Bahan Penolong ... 32
Tabel 2.4 Peralatan yang Dibutuhkan ... 34
Tabel 2.5 Biaya Sarana Penunjang ... 35
Tabel 2.6 Kebutuhan Kompetensi SDM ... 36
Tabel 2.7 Sumber Pendanaan ... 40
Tabel 2.8 Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi ... 41
Tabel 2.9 Rencana Arus Kas ... 42
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Struktur organisasi………. 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perencanaan bisnis adalah suatu cetak biru tertulis ( blue print ) yang
berisikan tentang misi usaha, usulan usaha, operasional usaha, rincian financial,
strategi usaha, peluang pasar yang mungkin diperoleh, dan kemampuan serta
keterampilan pengelolaannya. Bisnis udang selimut kembang tahu tampaknya
bisnis yang tak kalah menjanjikan. Makanan ini sejenis dimsum yaitu makanan
asal Cina yang pada umumnya dijual di restoran-restoran terkenal. Menjual
udang selimut kembang tahu bisa menjadi pilihan yang tepat. Semua orang,
kalangan tua ataupun muda pasti menyukai udang sebagai tambahan lauk
makanan sehari-hari. Dengan adanya peluang bisnis inilah penulis berupanya
menyusun konsep dan ide bisnis cemilan yang enak, sehat, murah dan bergizi
untuk dikonsumsi semua orang. Penulis yakin ide bisnis ini menarik untuk
dijalankan mengingat saat ini masyarakat Indonesia khususnya kota Medan
menyukai cemilan yang mengenyangkan dan sehat tentunya.
Ide-ide sering sekali muncul dalam bentuk untuk menghasilkan suatu
barang baru. Ide itu sendiri modal/peluang bagi penulis untuk berhasil dan ide
yang harus dimatangkan melalui evaluasi dan pengamatan secara terus-menerus.
Usaha udang selimut kembang tahu ini cukup potensial, mengingat masyarakat
Udang selimut kembang tahu menjangkau semua kalangan. Mengingat
produk seperti ini sedikit lebih mahal dijual pada restoran umumnya. Pada bisnis
plan ini penulis ingin memfokuskan target pasar khusus untuk kalangan
mahasiswa dan pelajar di sekitaran kampus. Sebagai kaum intelektual tentunya
mahasiswa sadar betul apa yang penting dan bermanfaat untuk dikonsumsi.
Penulis pun sadar betul dalam berbisnis tentu ada saja yang menjadi hambatan
yaitu pesaing.
Rencana manajemen merupakan hal yang sangat penting dalam
merencanakan sebuah bisnis. Bisnis akan gagal jika tidak didukung oleh
manajemen yang baik. Hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan
manajemen salah satunya adalah aspek keuangan. Untuk modal awal usaha hanya
diperlukan dana sekitar Rp. 4.000.000,-. Dengan beranggotakan 5 (lima) orang.
Dana ini diperoleh dari masing-masing 4 anggota. Proyeksi Cash inflow untuk
satu tahun berjalan diasumsikan sebesar Rp. 83.200.000 Proyeksi Cash outflow
untuk satu tahun berjalan diasumsikan sebesar Rp. 55.651.000.
Sebagai tahap awal berbisnis Udang Selimut Kembang Tahu hanya
diperlukan sumber daya manusia lima orang saja. Tentunya tim ini akan bekerja
dengan solid untuk membentuk manajemen yang bisa mengelola resiko menjadi
peluang. Bisnis udang selimut kembang tahu merupakan usaha yang dikelola oleh
sumber daya manusia pilihan yang handal dan berpengalaman dalam memberikan
B. Permasalahan
Sebagai mahasiswa yang terbiasa mendapat kiriman uang saku dari orang
tua, lalu suatu saat memutuskan untuk tidak lagi menerima kiriman uang saku,
pasti awal-awal akan merasa tidak nyaman, takut dan gelisah. Tidak nyaman,
takut dan gelisah jika tidak dapat bertahan hidup. Hal ini karena melakukan
sebuah kebiasaan baru dan sama sekali asing dan beresiko tinggi. Keadaan ini
disebut dengan keluar dari zona aman ( comfort zone ). Berani keluar dari
kenyamanan menjadi “tanggungan” orang tua dan berani mengambil resiko
berjuang mempertahankan hidup sendiri di usia muda. Kemauan yang keras untuk
bisa berdiri di kaki sendiri inilah yang akan menjadi pendorong besar untuk
menjalankan bisnis. Bagi yang belum pernah berbisnis, pastilah pada saat awal
mengalami ketidaknyamanan ini.
Dalam merumuskan masalah ini Penulis ingin merencanakan suatu bisnis
yang terangkum dalam Tugas Akhir yang berjudul “Perencanaan Bisnis Udang
Selimut Kembang Tahu”.
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. memegang kendali atas kehidupan wirausaha,
2. rencana bisnis merupakan bukti dari inisiatif penulis, karena
menunjukkan bahwa penulis mempunyai disiplin untuk
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. rencana bisnis adalah jantung dan jiwa operasi dan perangkat
dokumen yang paling penting yang akan diberikan kepada setiap
lembaga peminjam dana atau investor potensial,
BAB II
BISNIS UDANG SELIMUT KEMBANG TAHU
A. PROFIL PERUSAHAAN
Dalam suatu perusahaan memiliki data perusahaan yang meliputi nama
pemilik, susunan pemegang saham, struktur organisasi, bentuk kepemilikan
bisnis, alamat perusahaan, nomor telepon, E-mail, yang mana dalam data
perusahaan ini akan mencerminkan bergerak dalam bidang apa dan produk atau
jasa apa yang diproduksi oleh suatu perusahaan tersebut. Berikut adalah data dari
perusahaan yang penulis rencanakan :
1. Nama Perusahaan Udang Selimut Kembang Tahu
2. Bidang Usaha Industri Makanan
3. Jenis Produk / Jasa Makanan Ringan
4. Alamat Perusahaan JL. Karantina No.14 Glugur, Medan
5. Nomor Telepon 085372344458
7. Situs Web Kuliner-ena
8. Bank Perusahaan Bank Mandiri
9. Bentuk Badan Hukum Usaha Dagang
10. Mulai Berdiri 01 Juni 2012
B. BIODATA PEMILIK PERUSAHAAN
Pimpinan Perusahaan
1. Nama Ayu Febrina
1. Jabatan Pimpinan
3. Tempat dan Tanggal Lahir Medan, 13 Februari 1991
4. Alamat Rumah Jl. Akasia No. 14 Glugur, Medan
5. Nomor Telepon 085372344458
7. NIM 092101016
8. Program Studi D III Keuangan
Bagian Keuangan
1. Nama Ayunda Pratiwi
2. Jabatan Bagian Keuangan
3. Tempat dan Tanggal Lahir Medan, 15 Desember 1991
4. Alamat Rumah Komp. Tosiro Indah No. 8
5. Nomor Telepon 081370009797
6. Alamat E-mail [email protected]
7. NIM 092101031
Bagian Produksi
1. Nama Cannigia Gie
2. Jabatan Bagian Produksi
3. Tempat dan Tanggal Lahir Medan, 18 Agustus 1990
4. Alamat Rumah Jl. Multatuli No.15
5. Nomor Telepon 082161668908
6. Alamat E-mail [email protected]
7. NIM 092101036
8. Program Studi D III Keuangan
Bagian Pelayanan
1. Nama Taufiqur Rahman
3. Tempat dan Tanggal Lahir Medan, 11 September 1991
4. Alamat Rumah Jl. Nangka No. 22
5. Nomor Telepon 087869747204
6. Alamat E-mail [email protected]
7. NIM 092101026
9. Program Studi D III Keuangan
Bagian Pemasaran
1. Nama Trianita Anugerah
2. Jabatan Bagian Pemasaran
3. Tempat dan Tanggal
Lahir Medan, 13 Juni 1991
4. Alamat Rumah Jl. Setia Luhur No. 32
6. Alamat E-mail [email protected]
7. NIM 092101092
8. Program Studi D III Keuangan
C. STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
Gambar 2.1 Struktur organisasi bisnis udang selimut kembang tahu
Uraian Tugas
1. Pimpinan ( pemilik )
1) menetapkan kebijakan dan program kerja para pegawai untuk mendapatkan
hasil operasi yang optimal,
2) memimpin , mengkoordinasikan, dan melakukan pengawasan langsung
terhadap bagian keuangan, produksi dan pelayanan,
3) bertanggung jawab atas segala pelaksanaan usaha baik intern maupun ekstern,
4) menjalin hubungan dengan konsumen, sehingga pemilik mengetahui apa yang
diinginkan konsumen. Dari masukan itu, pemilik dapat melakukan perubahan
yang sesuai diinginkan oleh konsumen.
Ayu Febrina
Ayunda Pratiwi Cannigia Gie
Taufiqur
Rahman
Trianita
2. Bagian Keuangan
1) melaksanakan tugas bagian penerimaan uang dari penjualan,
2) bertanggung jawab akan keamanan uang yang ada,
3) melakukan penghitungan atas keuangan yang diperoleh dari penjualan, lalu
lakukan pembukuan,
4) menyusun anggaran secara periodik.
3. Bagian Produksi
1) melakukan produksi dari bahan baku menjadi barang jadi,
2) bertanggung jawab akan kebersihan dari proses produksi,
3) melakukan proses produksi sesuai dengan yang telah ditetapkan, untuk
menjaga cita rasa.
4. Bagian pelayanan
1) bertanggung jawab akan pesanan yang dilakukan oleh konsumen,
2) menjalin hubungan dengan konsumen dengan pelayanan yang ramah dan
sopan,
3) bertanggung jawab akan pengantaran yang benar akan pesanan konsumen.
D. ASPEK PASAR
1. Produk Yang Dihasilkan
Produk yang dihasilkan adalah Udang selimut kembang tahu atau yang
lebih dikenal orang dengan dimsum atau bakso udang. Produk yang dihasilkan
adalah makanan ringan atau cemilan yang lezat dan bergizi serta tidak
Gambar 2.2 Udang Selimut Kembang Tahu
2. Keunggulan Produk
1) kemasan dan Penyajian yang menarik,
2) tanpa bahan pengawet,
3) bergizi,
4) hiegenis,
5) harga terjangkau dan bersaing,
6) pramuniaga yang sopan dan ramah,
7) kecepatan pelayanan,
8) penyajian dari makanan yang unik dan menarik,
9) kekreatifan menciptakan bentuk-bentuk baru,
10)tempat yang bersih dan menarik pelanggan,
Keunggulan Udang Dari Segi Kesehatan
Setiap orang menyukai udang. Udang merupakan makanan yang lezat
untuk dikonsumsi apalagi dikonsumsi menjadi pangan yang menarik. Udang
memang memiliki kandungan kolestrol yang cukup tinggi serta rendah kalori dan
lemak jenuh, meski demikian tidak langsung menaikkan kadar kolestrol saat
dikonsumsi. Kukus hidangan udang agar kolestrolnya berkurang.
1. Cegah Kanker
Kekurangan selenium telah dikaitkan dengan berbagai jenis kanker, termasuk
kanker prostat. 48 persen dari jumah selenium harian tubuh tercukupi dengan
mengkonsumsi 85gram udang kukus. Para peneliti di Institute Of Food Research
_IFR) menjelaskan kombinasi suforaphane dan selenium meningkatlan kekebalan
tubuh akan kanker sebesar 3x lipat. Makanan yang kaya suforaphane adalah:
brokoli, kubis, dan sayuran hasil silangan lainnya. Selenium juga mampu
meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi.
2. Menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku
Udang kaya akan asupan protein dan mineral, kalorinya pun cukup rendah
sehingga cocok bagi anda yang menjalankan diet.
3. Meningkatkan Energi
Gejala kelelahan dan merasa lemah merupakan indikasi kurangnya zat besi dalam
tubuh. Udang sangat kaya kandungan zat besinya yang merupakan nutrisi penting
4. Mencegah Anemia
Udang mengandung Vitamin B12 sebesar 21 persen yang merupakan nutrisi
penunjang produksi sel darah merah sehingga dapat membantu mencegah
penyakit anemia.
5. Menguatkan Tulang
Pembentukan tulang dan gigi yang kuat membutuhkan kalsium dan fosfor, Udang
memiliki kandungan fosfor. sebaiknya udang dikonsumsi bersama dengan
kulitnya karena kulit udang mengandung “glucosamine” yang bermanfaat untuk
membantu pembentukan tulang rawan pada persendian tulang rawan. Penipisan
atau kerusakan pada tulang rawan akan mengakibatkan nyeri yang hebat pada
persendian, yang biasa disebut sebagai pengapuran.
6. Membantu Memproses Lemak
Udang mengandung vitamin B3 atau Niasin yang dapat membantu proses lemak,
karbohidrat, dan protein menjadi energi untuk tubuh, Niasin juga berfungsi untuk
menjaga kesehatan kulit dan mencegah kulit bersisik.
7. Mengurangi Resiko Depresi
Udang juga mengandung asam lemak esensial omega-3 yang sangat membantu
untuk meningkatkan kecerdasan otak juga memberikan perlindungan kuat
terhadap depresi dan dapat membantu meningkatkan suasana hati untuk mereka
8. Menyehatkan Saluran Prostat
Makan udang setiap hari membantu tubuh memenuhi asupan Zinc atau seng
setidaknya 10 – 15 mg setiap harinya, dengan terpenuhinya asupan tersebut dalam
tubuh kita membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker prostat.
9. Menjaga kesehatan kelenjar tiroid
Udang mengandung kandungan tembaga yang sangat berkontribusi terhadap
kesehatan kelenjar tiroid. Tiroid yang sehat dapat meningkatkan aktivitas sel dan
mengatur metabolisme dalam tubuh dengan baik.
10.Menstabilkan kadar gula dalam darah
Sumber magnesium juga dapat ditemukan dalam menu laut yang nikmat ini.
Magnesium dapat membantu mencegah berkembangnya diabetes tipe kedua.
3. Gambaran Pasar
Ditinjau berdasarkan jumlah penduduk, daya beli dan minat konsumen
terhadap Udang Selimut Kembang Tahu, penulis optimis bahwa produk yang
penulis pasarkan akan laris dipasaran. Hal ini juga dilihat dari jumlah penikmat
kuliner yang penasaran dengan produk “baru” di dunia kuliner ini. Bahkan
cenderung meningkat setiap harinya, terutama di sore hari sebagai cemilan ringan,
murah, dan sehat.
Terlebih lagi usaha bisnis udang selimut kembang tahu ini terletak
didaerah kampus yang merupakan ladang yang sangat subur untuk membuka
bisnis makanan. Area kampus juga tidak hanya didominasi oleh masyarakat asli
medan saja tetapi juga kaum pendatang baru yang biasanya kos ataupun
Untuk mengatasi adanya persaingan antar sesama produk maupun produk
yang berbeda tetapi masih dalam satu jenis, Udang Selimut Kembang Tahu
melakukan kegiatan promosi. Dalam melakukan promosi agar dapat efektif perlu
adanya bauran promosi, yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis
kegiatan atau pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam
meningkat penjualan. Ada lima jenis kegiatan promosi (Kotler, 2001) antara lain :
1. Periklanan (Advertising), yait
dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk
merangsang pembelian.
2. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yait
secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan
calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
3. Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal
mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan
mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah).
4. Promosi Penjualan (Sales Promotion), yaitu suat
pembelian.
5. Pemasaran Langsung (Direct Marketing), yaitu suatu solusi bentuk
penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi
Untuk tahap awal bisnis penulis membuka usaha Udang Selimut Kembang
Tahu hanya dimedan saja, tetapi jika usaha penulis berkembang dengan baik maka
penulis berencana untuk membuka cabang dari bisnis penulis ini di kota Padang,
Pekan Baru, dan Aceh. Karena di kota tersebut belum banyak dijumpai usaha
yang menjual Udang Selimut Kembang Tahu ini.
4. Target atau Segmen Pasar yang Dituju
Segmenting
Dalam berbagai jenis usaha apapun baik jasa, dagang maupun industri
kegiatan pemasaran adalah hal yang harus dipersiapkan sebaik mungkin karena
tingkat kepentingannya yang sangat tinggi. Dan pemasaran sendiri berarti suatu
sistem keseluruhan kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang
dapat memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli
potensial.
Dalam menganalisa pasar, penulis memperhatikan faktor-faktor seperti
kelompok usia, pendapatan, dan gaya hidup yang sangat berkorelasi dengan pola
pembelian. Dari faktor-faktor yang ada tersebut, kami menentukan pasar sasaran
Tabel 2.1
Karakteristik Sasaran Pasar
K a r a k t e r i s t i k K e t e r a n g a n
Wilayah Geografis Jl. Dr. Mansyur Medan
Pekerjaan Pelajar, Mahasiswa, Karyawan dan
Masyarakat sekitar
Jenis Kelamin Pria dan Wanita
Umur Semua Usia (Anak-Anak, Remaja
dan Dewasa)
Pendapatan <Rp.1.000.000,00
Gaya Hidup Menyukai makanan khas Indonesia
Dalam menjalankan usaha, penulis juga memperhatikan faktor
lingkungan. Faktor lingkungan yang dimaksud disini adalah pertumbuhan
ekonomi dan daya beli konsumen. Oleh karena itu, penulis menentukan harga jual
produk sesuai dengan daya beli mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus.
Namun pada intinya, semua lapisan pembeli akan dapat membeli produk udang
selimut kembang tahu, karena harga yang ditetapkan murah namun tetap menjaga
Targeting
Bidikan pasar di area kampus tersebut telah direncanakan secara
cermat dan matang karena menurut analisa pasar yang ada, area kampus
merupakan ladang yang sangat subur untuk membuka bisnis baru khususnya
dibidang makanan. Area kampus tidak hanya didominasi oleh masyarakat asli
Medan tetapi juga terdapat kaum pendatang yang biasanya kos ataupun
mengontrak di daerah sekitar kampus. Kaum pendatang tersebut kebanyakan
adalah kaum muda.
5. Trend Perkembangan Pasar
Seorang pemasar yang baik harus mampu melihat trend perkembangan
pasar. Biasanya trend perkembangan pasar dipengaruhi beberapa faktor yakni :
Pertama kondisi ekonomi sebuah daerah/negara. Kondisi ekonomi suatu negara
akan sangat mempengaruhi trend perkembangan pasar. Dalam lingkungan
ekonomi beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan terhadap nilai perusahaan
adalah pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tingkat suku bunga
1) Pertumbuhan Ekonomi atau perubahan dalam tingkat umum dari
aktivitas ekonomi. Ketika pertumbuhan ekonomi membaik maka
tingkat pendapatan masyarakat akan lebih baik, sehingga
permintaan masyarakat akan kebutuhan barang akan lebih
membaik pula
2) Inflasi, adalah peningkatan harga umum dari barang dan jasa dalam
perusahaan yang menghasilkan produk karena naiknya biaya
pasokan dan bahan baku.
3) Tingkat suku bunga. Kondisi ini mewakili biaya meminjam uang.
Perubahan dalam tingkat suku bunga dipasar dapat mempengaruhi
biaya bunga perusahaan karena bunga pinjaman yang diminta oleh
bank komersil atau kreditor berdasarkan tingkat suku bunga
dipasar.
Kedua Lingkungan industri : Selain dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro bisa
juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi mikro. Dalam lingkungan industri
beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan terhadap trend perkembangan pasar
adalah tingkat persaingan industri, dan peraturan industri.
1) Persaingan Industri. Setiap industri terdiri dari berbagai perusahaan
yang bersaing satu sama lain. Tingkat persaingan bisa saja skala
lokal, nasional, regional, ataupun global.
2) Peraturan Industri. Untuk menjadikan persaingan yang sehat antar
setiap industri , maka pemerintah mengeluarkan berbagai regulasi
yang ada kadang kala malah mendistorsi pasar.
Ketiga faktor lain seperti selera konsumen dan perubahan perilaku. Selera
konsumen akan sangat mempengaruhi trend perkembangan pasar. Dalam faktor
ini perusahaan harus mampu menciptakan pasar ( mengedukasi konsumen ) agar
tertarik membeli produk yang mereka ciptakan. Perubahan perilaku terjadi
6. Proyeksi Penjualan
Dengan mengambil asumsi bahwa proyek Udang Selimut Kembang Tahu
ini berjalan dimana pada tahap awal dapat menjual perhari adalah rata rata 100
unit maka omset yang diharapkan adalah Rp.200.000,-/hari. Omset tersebut
dihitung atas dasar harga produk yang sesuai dengan harga yang ditetapkan
dengan rincian sebagai berikut : 100 buah × @Rp.2.000 = Rp200.000,-/hari
Maka dapat disimpulkan Udang Selimut Kembang Tahu dapat terjual
kurang lebih 3000 unit pada bulan pertama penjualan usaha ini. Berikut adalah
proyeksi penjualan Udang Selimut Kembang Tahu dalam 1 (satu) tahun ke depan.
Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan “Udang Selimut Kembang Tahu”
No Bulan Penjualan (dalam unit)
Dari tabel 2.3 tersebut memperlihatkan proyeksi penjualan udang selimut
kembang tahu setiap bulannya .Pada bulan pertama permintaan udang selimut
kembang tahu sebanyak 3.000 unit yang tiap harinya diharapkan terjual sebanyak
100 unit.
7. Strategi Pemasaran Udang Selimut Kembang Tahu
Banyaknya persaingan di kawasan kampus yang menjadi lokasi usaha ini
mengharuskan melakukan stategi pemasaran yang dapat meningkatkan penjualan
Udang Selimut Kembang Tahu. Strategi pemasaran yang akan dibuat haruslah
mencakup perkiraan akan hasil yang diharapkan dan mempertimbangkan
alternatif ke depan.
Untuk memperkenalkan jenis usaha baru yang akan dibuka, maka usaha
udang selimut kembang tahu juga menerapkan strategi pemasaran yang telah
terorganisir dengan seksama demi meningkatkan penjualan produk ke depannya.
Berbagai usaha pemasaran yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Promosi penjualan
1) memberikan sampel produk kepada konsumen,
2) pemberian gratis 1 unit setelah pembelian 5 unit,
3) promosi langsung ke konsumen.
2. Iklan
1) brosur dan harga,
2) iklan di media cetak lokal,
3. Website dan Blackberry Messanger
4. Mouth to Mouth, adalah
Untuk menyampaikan informasi seputar perkembangan dari produk
terbaru maka Udang Selimut Kembang Tahu akan menyampaikan informasi
tersebut lewat blog yait
sebuah kegiatan promosi yang dilakukan oleh
konsumen produk secara sukarela, dimana mereka menceritakan
pengalamannya mengkonsumsi atau menggunakan produk yang
dihasilkan dan menyarankan orang lain untuk mengkonsumsi atau
menggunakan produk tersebut.
dengan situs yang terkena seperti Google sehingga mempermudah pencarian
alamat usaha ini. Tampilan website yang dirancang ini dibuat semenarik mungkin
karena mempunyai pengetahuan tentang desain sehingga dapat menarik perhatian.
Strategi Pemasaran Perusahaan
Strategi pemesaran perusahaan juga dapat dilakukan berdasarkan analisa
7P dengan alat analisis SWOT menurut Kottler yang terdiri atas :
1. Product
Strategi mengenai bagaimana produk usaha dapat menarik hati konsumen
untuk membelinya. Produk yang ditawarkan merupakan produk Udang yang
memiliki kualitas terbaik dengan kadar gizi yang cukup tinggi. Udang selimut
kembang tahu ini dibuat semenarik mungkin sehingga dapat menggugah selera
2. Price
Strategi mengenai bagaimana produk lebih menarik konsumen dari segi
harga dibandingkan pesaing. Umumnya konsumen lebih tertarik kepada produk
dengan harga yang lebih murah. Pricing menurut Raymond Corey adalah ekspresi
nilai yang menyangkut kegunaan dan kualitas produk, citra yang terbentuk
melalui iklan dan promosi, ketersediaan produk melalui jaringan distribusi, dan
layanan yang menyertainya. Sehingga pricing bukan semata-mata biaya produksi
ditambah dengan margin keuntungan yang akan diambil. Melainkan sebuah nilai
yang mencerminkan value proposition.
Dalam menentukan harga Udang Selimut Kembang Tahu, penulis
mempertimbangkan hal-hal yang telah disebutkan oleh Raymond Corey. Harga
yang tepat akan memiliki ikatan yang erat antara pembeli dan produsen. Harga
produk pastinya lebih murah dari produk pesaing. Satu buah udang selimut
kembang tahu adalah Rp. 2.000.
3. Promotion
Strategi mengenai bagaimana produk dapat dikenal oleh konsumen
melalui cara Personal Selling yaitu promosi melalui penjualan langsung ke tempat
konsumen berada dengan menawarkan dan mencoba produk langsung. Dan juga
memasang spanduk dan menyebarkan brosur.
4. Placement
Merupakan cara untuk mendistribusikan produk sampai ke tangan
5. People
Merupakan kriteria sumber daya manusia secara umum yang dapat
meningkatkan penjualan produk ke konsumen secara langsung ataupun tidak
langsung. Direncanakan, usaha ini dilaksanakan oleh pemilik sendiri sebagai
pemilik aktif. Maka sedapat mungkin pemilik mengutamakan pelayanan dengan
sikap yang ramah, sopan dan bersahabat.
6. Process
Proses yang ditampilkan kepada konsumen agar konsumen tertarik untuk
membeli. Proses yang dapat ditampilkan seperti proses produksi yang baik
ataupun proses pelayanan terhadap konsumen. Dalam proses, pelanggan dapat
melihat secara langsung proses pembuatannya. Disini operasional usaha dituntut
untuk menjaga kualitas produksi seperti mengutamakan kebersihan, langkah kerja
yang efektif dan tangkas menanggapi permintaan.
7. Physical Evidence
Penampilan fisik dari fasilitas pendukung atau sarana dalam menjual
produk yang dapat dilihat langsung oleh konsumen. Logo official dari produk ini
adalah gambar Udang yang memakai topi koki. Penulis memasang gambar
8. Analisis Pesaing
Pesaing ( competitor ) merupakan faktor penting dalam menyusun
keberhasilan pemasaran. Kadangkala merasa bahwa produk/jasa yang diciptakan
sudah baik, akan tetapi perusahaan lain mungkin menciptakan produk yang lebih
baik. Apalagi pada era copycat ini orang tinggal gampang meniru dan membuat
produk dengan lebih baik serta lebih murah dari produk yang ditirunya.
Michael F Porter seorang pakar manajemen strategi mengidentifikasi
lima kekuatan persaingan yakni masuknya pendatang baru, ancaman produk
pengganti, kekuatan tawar-menawar pembeli, kekuatan tawar-menawar pemasok,
serta persaingan konvensional di antara para pesaing yang ada merefleksikan
kenyataan bahwa persaingan dalam suatu industri tidak hanya terbatas pada
pemain konvensional yang ada. Pelanggan, pemasok, produk pengganti, serta
pendatang baru potensial semua merupakan ‘pesaing’ bagi perusahaan-perusahaan
dalam industri. Persaingan dalam arti yang lebih luas ini dapat disebut sebagai
extend rivalry, sebuah pengertian persaingan yang diperluas. Kelima kekuatan
persaingan diatas bersama-sama menentukan intensitas persaingan dan
kemampuam laba dalam industri, dan kekuatan yang paling besar akan sangat
menentukan dan menjadi sesuatu yang sangat penting dari sudut pandang
perumusan strategi.
1. Ancaman persaingan segmen yang ketat : sangat kuat karena adanya
pemain-pemain bisnis yang agresif dan memiliki segmen pasar luas.
untuk mendapatkan posisi dengan menggunakan taktik-taktik seperti
persaingan harga, perang iklan, introduksi produk, dan meningkatkan
pelayanan atau jaminan kepada pelanggan. Intensitas persaingan
antar-perusahaan merupakan fungsi dari beberapa faktor antara lain :
1) adanya beberapa pesaing yang seimbang,
2) pertumbuhan industri yang lambat,kurangnya diferensiasi atau
switching cost,
3) pertambahan kapasitas yang tinggi,
4) pesaing yang berbeda-beda,
5) hambatan penggunduran diri yang tinggi .
2. Ancaman pendatang baru : di sekitar lokasi itu untuk masuknya
pendatang baru kurang memungkinkan dikarenakan padatnya lokasi
dengan bisnis-bisnis yang telah ada. Berikut ini merupakan beberapa
hambatan untuk memasuki industri adalah :
1) skala ekonomi adalah bertambahnya jumlah barang yang
diproduksi dalam suatu periode sehingga mengakibatkan biaya
produksi per unit menjadi turun. Hal ini memaksa pendatang baru
untuk masuk pada skala besar dan mengambil resiko menghadapi
reaksi yang keras dari pesaing yang ada atau masuk dari skala kecil
dengan konsekuensi akan beroperasi dengan tingkat biaya yang
tidak menguntungkan,
2) diferensiasi produk artinya perusahaan tertentu mempunyai
periklanan, pelayanan pelanggaran, perbedaan produk di masa
lampau, atau sekedar merupakan perusahaan pertama yang
memasuki industri. Diferensiasi menciptakan hambatan masuk
dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya yang besar
untuk mengatasi kesetiaan pelanggan yang ada,
3) persyaratan modal ( capital requirement ) modal yang besar
menjadi salah satu hambatan yang masuk, khususnya apabila
modal yang diperlukan untuk pengeluaran tidak dapat diterima
kembali,
4) biaya peralihan pemasok ( switching cost ) biaya peralihan
pemasok yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli kalau
berpindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok
lainnya. Jika peralihan tinggi, maka pendatang baru harus
menawarkan penyempurnaan yang besar dalam biaya atau prestasi
agar pembeli mau beralih dari pemasok lama,
5) akses ke saluran distribusi, bilamana saluran distribusi untuk
produk tersebut telah ditangani oleh perusahaan yang sudah mapan,
perusahaan baru harus membujuk saluran tersebut agar menerima
produknya melalui cara-cara penurunan harga, kerjasama
periklanan dan sebagainya yang tentu saja berimplikasi terhadap
turunnya laba, hal ini merupakan hambatan masuk,
6) kebijakan pemerintah, pemerintah dapat membatasi atau bahkan
pengawasan. Persaingan tidak hanya terjadi antar perusahaan yang
sejenis, tetapi lebih jauh persaingan muncul dengan banyaknya
para pendatang baru, para pengusaha barang subtitusi, daya tawar
supplier dan dengan para pembeli.
3. Ancaman produk subtitusi : Produk pengganti / barang subtitusi
merupakan salah satu persaingan dari para perusahaan-perusahaan.
Ancaman dari produk subtitusi ini kuat jika konsumen dihadapkan pada
sedikitnya switching cost dan jika produk subtitusi mempunyai harga
yang lebih murah atau kualitasnya sama bahkan lebih tinggi dari
produk-produk distribusi.
4. Ancaman peningkatan kekuatan tawar menawar pembeli : Pembeli
biasanya membeli barang dengan harga yang termurah dengan meminta
kualitas yang tinggi dan pelayanan yang lebih baik. Hal ini membuat
persaingan antara perusahaan dalam industri yang sama. Biasanya
kekuatan tawar menawar pembeli meningkat jika situasi berikut terjadi :
1) pembeli membeli dalam jumlah besar,
2) produk yang dibeli adalah produk yang standar dan tidak
terdeferensiasi,
3) pembeli memperoleh laba yang rendah,
4) produk industri tidak penting untuk produk atau jasa pembeli,
5) pembeli menempatkan suatu ancaman melakukan integrasi kehulu
Dalam bisnis udang selimut kembang tahu ini kekuatan tawar menawar
pembeli termasuk kecil di bisnis ini karena harga yang ditawarkan oleh bisnis ini
sangat terjangkau sehingga dapat diterima oleh pembeli.
5. Ancaman peningkatan kekuatan tawar pemasok : Pemasok dapat menekan
perusahaan yang ada dalam suatu industri dengan cara menaikkan harga
serta menurunkan kualitas barang yang dijualnya. Pemasok memiliki
tawar menawar jika :
1) Didominasi oleh sedikit perusahaan
2) Produknya unik dan istimewa
3) Industri tersebut bukanlah pelanggan yang penting dari pemasok
4) Pemasok memperlihatkan ancaman untuk melakukan integrasi hilir
Dalam binis udang selimut kembang tahu ini ancaman tawar menawar
pemasok termasuk rendah karena dapat membeli bahan baku dari berbagai tempat
yang dapat ditemui di beberapa tempat sehingga tidak tergantung pada satu
pemasok saja. Dalam hal ini dapat bebas melakukan pergantian pemasok
9. Saluran Distribusi
Definisi tentang saluran disribusi ini adalah yang dikemukakan oleh: The
American Marketing Association yang juga mengemukakan tentang banyaknya
lembaga yang ada dalam aliran atau arus barang. Defenisi tersebut yaitu: Saluran
distribusi merupakan suatu struktur organisasi dalam perusahaan dan luar
perusahaan yang terdiri dari agen, dealer, pedagang besar dan pengecer, melalui
Keputusan mengenai saluran distribusi dalam pemasaran adalah
merupakan salah satu keputusan yang paling kritis yang dihadapi manajemen.
Saluran yang dipilih akan mempengaruhi seluruh keputusan pemasaran yang
lainnya. Dalam rangka untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen kepada
konsumen maka perusahaan harus benar-benar memilih atau menyeleksi saluran
distribusi yang akan digunakan.
Lokasi yang dipilih cukup strategis yaitu di di kawasan Dr. Mansyur
karena mempertimbangkan kedekatan lokasi usaha dengan pasar sasaran yaitu
para mahasiswa, pelajar, karyawan dan masyarakat umum di sekitar lokasi.
Namun tidak menutup kemungkinan untuk menerima pelanggan dari restoran atau
café-café terkenal karena rasa “bintang lima harga kaki lima” dari udang selimut
kembang tahu ini.
Bisnis udang selimut kembang tahu merupakan bisnis yang tidak
memerlukan saluran distribusi karena menerapkan sistem pelanggan yang
menjemput langsung produk ke tempat produksi.
E. ASPEK PRODUKSI
1. Bahan Baku dan Bahan Penolong
Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan bagian utama
untuk perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah
suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembelian, ketersediaan, dan persediaan.
Tabel 2.3
Bahan Baku Produksi
No Uraian Banyak @ Jumlah Harga
1 Udang 500 gr 30.000 15.000
2 Kulit Tahu 8 bks 3000 24.000
3 Tepung Kanji 250 gr 8.000 2.000
5 Tepung Roti 250 gr 8.000 2.000
6 Minyak Goreng ½ kg 10.000 5.000
7 Bawang Putih dan
bawang merah
½kg 20.000 10.000
8 Saus Cabe 3 bks 6.000 18.000
9 Kuning Telur 2 butir 1.000 2.000
10 Garam dan bumbu secukupnya 3000 3.000
Total 81.000
Perencanaan kebutuhan material ( material requarement planning )
adalah suatu konsep dalam manajemen produksi yang membahas cara yang tepat
dalam perencanaan kebutuhan barang dalam proses produksi, sehingga barang
Secara umum, sistem MRP dimaksudkan untuk mencapai tujuan sebagai
berikut :
1) meminimalkan persediaaan,
2) mengurangi resiko karena keterlambatan produksi atau pengiriman,
3) komitmen yang realistis. Denagan MRP, jadwal produksi diharapkan
dapat dipenuhi sesuai dengan rencana, sehingga komitmen terhadap
pengiriman barang dilakukan secara lebih realistis. Hal ini
mendorong meningkatnya kepuasan dan kepercayaan konsumen,
4) meningkatkan efesiensi. MRP juga mendorong peningkatan efisiensi
karean jumlah persediaan, waktu produksi, dan waktu pengiriman
barang dapat direncanakan lebih baik sesuai dengan jadwal produksi.
2. Proses Produksi
Produksi biasanya timbul setelah dilakukan riset atau penelitian terhadap
konsumen, produk apa yang sedang diinginkan konsumen serta sesuai dengan
kebutuhan. Perencanaan dan pengembangan produk pada hakikatnya adalah
meliputi berbagai macam aktivitas marketing dan hal tersebut merupakan sebuah
fungsi yang berorientasi pada konsumen.
Proses produksi menghasilkan produk. Pengusaha harus memikirkan
tentang mutu produk yang tergantung dari berbagai aspek termasuk desainnya.
Sebelum merencanakan atribut produk seperti bentuk produk, warna, bungkus,
Atribut produk tersebut selalu memiliki dua aspek yaitu atribut yang
menunjukkan aspek yang tangible yaitu aspek yang tercermin dalam bentuk fisik
produknya dan aspek intangible yaitu aspek sosial budaya, yang tercermin pada
tanggapan masyarakat terhadap pemakaian produk tersebut. Dengan memakai
produk yang desain atau atribut-atribut lainnya ( bungkus, merek dagang, dan
sebagainya ) yang menarik bagi si pembeli, maka dia akan merasa bangga bahkan
merasa berada pada status sosial tertentu.
Tabel 2.4
Peralatan yang Dibutuhkan
Nama Mesin/Peralatan Merk
Jumlah
Unit
Harga Jumlah Harga
1. Kompor Gas Quantum 1 100.000 100.000
2. Tabung Gas LPG 3kg 1 100.000 100.000
3. Pisau Krisbow 1 20.000 20.000
4. Kuali Maxim 1 30.000 30.000
5. Baskom Kiramas 1 10.000 10.000
7. Piring Saji - 5 10.000 50.000
8. Sudip - 1 10.000 10.000
Total Pembelian 370.000
Sarana Penunjang
Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang
termasuk dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi
listrik, air, telepon, internet, dan lain-lain.
Tabel 2.5 Biaya Sarana Penunjang
Jenis Biaya Jumlah Biaya
1. Listrik Rp 45.000,-
2. Air Rp 30.000,-
3. Telefon Rp 45.000
Total Biaya Sarana Penunjang : Rp 120.000,-
F. ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber Daya Manusia di sebuah perusahaan secara sederhana dibagi
dalam empat tingkat yakni : para staf pendukung, manajer, profesional dan
pemimpin (leader). Pertama seorang staf pendukung memiliki kompetisi
organisasi dan profesional yang rendah. Sebab, ia memang tidak memiliki
pengetahuan profesional. Mereka memang tidak harus menjadi sosok yang
mampu memecahkan semua masalah perusahaan atau mendatangkan keuntungan.
Kedua adalah para manajer. Kompetensi organisasi para manajer berada pada
posisi yang tinggi. Mereka sangat paham dan bekerja berdasarkan struktur
hierarkis sebuah organisasi. Mereka disebut atasan, meski mereka juga punya
atasan lagi, ketiga, yakni profesional adalah mereka yang sangat vital
keberadaannya dalam sebuah perusahaan. Mereka adalah andalan perusahaan
dalam menghadapi setiap masalah. Mereka jugalah harapan perusahaan untuk
mendatangkan klien-klien baru atau keuntungan berlimpah. Keempat adalah para
pemimpin. Keberadaan para pemimpin di puncak organisasi perusahaan tentu
harus diimbangi juga dengan kompetensinya, baik dalam bidang organisasi
maupun profesional. Umumnya, dan akan sangat ideal, kalau seorang pemimpin
adalah mantan profesional. Analisis Kebutuhan Kompetensi SDM sebagai
berikut :
Tabel 2.6 Kebutuhan Kompetensi SDM
Jabatan Tingkat pendidikan Keterampilan Khusus
Pimpinan Minimal D3 bidang
ekonomi
Human relation skill,
mengerti kuliner, jujur
Bagian produksi Minimal D3 bidang
pariwisata
Mengerti kuliner dan
perkembangannya, ulet
dan jujur
Bagian pelayanan Minimal D3 bidang
pariwisata
Mampu menyusun sistem
pelatihan, jujur
Bagian keuangan Minimal D3 bidang
ekonomi
Mampu menyusun
Semua orang yang terlibat dalam bisnis udang selimut kembang tahu
merupakan bagian yang penting untuk sama-sama memajukan bisnis ini. Untuk
menciptakan kadar profesionalitas dalam melaksanakan misi perusahaan adalah
tersedianya sumber daya manusia yang handal, pekerjaan yang terprogram dengan
baik, dan waktu yang tersedia untuk melaksanakan program tersebut serta adanya
dukungan dana yang memadai.
G. RENCANA PENGEMBANGAN PASAR
Strategi Produksi
Dalam strategi produksi, pemilik akan meningkatkan kualitas dan
kuantitas dari produk yang dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan harga dari
produksi tersebut. Hal ini direncanakan untuk lebih mengembangkan dan
mengekspansi usaha ini untuk lebih berkembang.
Strategi Organisasi dan SDM
Dalam penerapan strategi organisasi dan SDM juga sangat diperhatikan
karena organisasi dan SDM mempengaruhi berkembangnya usaha . Strategi yang
diterapkan adalah dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada
karyawan yang berprestasi.
Strategi Marketing
Marketing juga mempengaruhi berkembangnya usaha . Strategi marketing
yang akan dilakukan adalah dengan lebih memasarkan usaha ini dengan membuat
Strategi Keuangan
Dalam mengembangkan usaha, pemilik akan menambah armada untuk
mengembangkan usaha dengan modal sendiri yang telah didapat dari keuntungan
yang selama ini didapat.
H. PEMANFAATAN IT
Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan ketat saat ini, IT
memegang peranan penting dalam pengembangan bisnis. Titik poin yang penting
adalah bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui bisnis
mengenai teknologi sehingga memberikan dampak terhadap strategi bisnis dan
selalu terlibat dalam berbagai kebijakan perencanaan serta pengkajian strategi
bisnis.
Teknologi kini semakin marak diperbincangkan karena diyakini dapat
memberikan keunggulan bersaing. Keunggulan bersaing ini dapt dicapai melalui
banyak cara misalnya harga terjangkau, kualitas terjamin, keramahan, kecepatan
layanan dan lain sebagainya. Berkaitan dengan pemanfaatan IT dalam perusahaan,
keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan IT untuk meningkatkan
kualitas informasi, kontrol kinerja perusahaan, dan peningkatan layanan untuk
memenangkan pasar. Ide dasarnya adalah perusahaan menggunakan IT sebagai
alat bantu maupun strategi yang tangguh untuk mengintegrasikan dan mengolah
data dengan cepat dan akurat serta untuk penciptaan produk layanan baru sebagai
Dalam pemanfaatan IT, Udang Selimut Kembang Tahu menggunakan
jaringan internet untuk memasarkan usaha ini. Karena usaha ini memiliki alamat
blog yang dapat dikunjungi oleh siapapun.
Pemanfaatan sistem teknologi informasi memberikan lima peran utama di
dalam organisasi :
1. meningkatkan efisiensi, yaitu menggantikan manusia dengan teknologi di
proses produksi,
2. meningkatkan efektivitas, yaitu menyediakan informasi bagi para
manager di organisasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan
dengan lebih efektif yang didasarkan dengan informasi yang akurat,
tepat waktu, dan relevan sehingga mendapat hasil produksi yang akurat
dan bebas dari cacat produksi sesuai dengan sasaran produksi yang
diinginkan,
3. menigkatkan komunikasi, yaitu mengintegrasikan penggunaan sistem
teknologi informasi dengan menggunakan email dan chat.
I. Analisis Keuangan
Salah satu komponen yang mendukung pembangunan nasional adalah
tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari
masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya.
Lembaga intermediasi yang ada dibedakan dalam 3 kategori yakni :
2. berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang
Koperasi,
3. lembaga Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang.
Namun untuk bisnis udang selimut kembang tahu ini, penulis
menggunakan dana dari masing-masing anggota, agar tanggung jawab dan
pembagian hasil nantinya jauh lebih mudah, adapun bila membutuhkan
pengembangan usaha.
1. Proyeksi Keuangan
Aspek finansial dari proposal bisnis dapat memperlihatkan potensi dana
yang dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk
di dalamnya 3 performa laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow.
Secara ringkas, dapat diberikan format sederhana perhitungan kelayakan usaha
secara finansial sebagai berikut:
A. Sumber Pendanaan
Tabel 2.7 Sumber Pendanaan “Udang Selimut Kembang Tahu”
Uraian Persentase (%) Jumlah
(a) (b) (c) (d) (c = a + b +
c + d)
1. Modal
Sendiri
1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 4.000.000
2.Pinjaman 0 0 0 0 0
B. Kebutuhan Pembiayaan/ Modal Investasi
a. Modal
Tabel 2.8 Kebutuhan Pembiayaan/ Modal Investasi
Uraian Jumlah
a. Tanah 0
b. Mesin/Peralatan 300.000
c. Infrastruktur 200.000
d. Biaya pra operasi 200.000
c. Laporan Keuangan
Tabel 2.10 Proyeksi Laporan Arus Kas 5 Tahun Ke Depan Udang Selimut Kembang Tahu
Proyeksi Aliran Kas Usaha (Berdasarkan proyeksi peningkatan proyek
penjualan sebesar 10% per tahun)
d. BEP ( Break Even Point )
Break Even Point merupakan estimasi kasar untuk menghitung berapa lama
modal yang dikeluarkan akan kembali. Untuk mengetahui berapa lama modal
usaha udang selimut kembang tahu ini akan kembali maka perhitungan BEP nya
adalah :
Rumusnya:
Total Pendapatan = Total Pengeluaran
(Harga Jual x Qty) = (Biaya tetap + biaya variabel)
Estimasi dalam 1 tahun:
Qty 1 tahun = 3000 unit × 12 bulan = 36.000 unit Uraian
Tahun
1 2 3 4 5
a. Sumber dana kas (Cash In Flow) : 83.200 91.520 100.672 110.739,2 121.813,12
b. Penggunaan dana (Cash out flow) 55.651 61.216,1 67.337,71 74.071,48 81.478,62 c. Arus kas bersih (net flow = a – b) 27.549 30.303,9 33.334,29 36.667,72 40.334,5
d. Keadaan kas awal 0 27.549 57.852,9 91.187,19 127.854,91
Penjualan = 36.000 unit x Rp 2.000 = Rp 72.000.000
Biaya Variabel = Rp. 30.060.000
Biaya Tetap = Rp. 7.740.000
Estimasi BEP =
= Rp 7.740.000
Rp 72.000.000-Rp 30.060.000
= 18 hari
J. Analisis Resiko
Resiko timbul karena adanya ketidakpastian. Biasanya ketidakpastian
diakibatkan karena adanya keraguan terhadap sesuatu hal dimasa depan atau
kelemahan seseorang/ perusahaan atau institusi dalam memprediksi masa depan
perusahaannya. Ketidakpastian dapat diklasifikasikan dalam 3 hal yaitu :
1. ketidakpastian ekonomi yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh
kejadian-kejadisn yang timbul akibat gejolak ekonomi disuatu negara,
misalnya krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti kenaikan harga
BBM, dan perubahan perilaku konsumen,
2. ketidakpastian politik yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh
kejadian-kejadian politik yang timbul disuatu negara yang menyebabkan kerusuhan,
3. ketidakpastian alam yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh
kejadian-kejadian alam seperti bencana alam.
a. Analisis Resiko Usaha
1. resiko yang dihadapi ketika perekonomian tidah stabil adalah akan
terganggunya produktivitas yang akan dihasilkan,
2. dari segi keamanan, masih banyaknya ancaman-ancaman dari pihak
tertentu yang mengambil keuntungan dari usaha ini,
3. ketidakpastian alam yang tidak diketahui akan datangnya suatu bencana
alam seperti gempa dan banjir,
4. perubahan selera pasar yang kemungkinan akan terjadi,
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Secara umum, saat mempersiapkan suatu bisnis yang berukuran kecil
sedang atau menengah dan besar,beberapa hal yang harus diperhatikan atau
dijabarkan di dalam isipokok utama proposal tersebut adalah sebagai berikut:
1. hasil studi kelayakan usaha bisnis yang membahas tentang potensi pasar
targeting dan segmenting,
2. kebutuhan investasi atau modal. Dapat dinyatakan dalam detail anggaran
atau budget dan biaya operasional awal,
3. neraca awal atau aspek keuangan yang berisi daftar rincian inventaris
atau perlengkapan usaha, estimasi pendapatan, margin laba, biaya
oprasional, arus kas dan proyeksi profit atau keuntungan,
4. struktur organisasi,
5. strategi bisnis.
B. SARAN
1. sebelum melakukan suatu usaha hendaknya membuat suatu bisnis plan
terlebih dahulu untuk memudahkan penanganan usaha tersebut sehingga
2. agar para pelaku bisnis hendaknya memiliki keberanian yang besar, dan
memiliki perencanaan yang matang sebelum melakukan suatu bisnis,
3. hendaknya melakukan analisa pasar dengan melakukan berbagai survei
untuk mengetahui minat pasar,
4. sudah sewajarnya apabila ingin memulai usaha belajar kepada mereka yang
lebih sukses agar dapat memilah mana yang baik dan mana yang kurang,
dengan demikian akan terhindar dari resiko yang lebih besar,
5. perhitungan yang matang selayaknya dilakukan di awal-awal memulai
usaha karena sekali salah dalam perhitungan awal maka yang terjadi adalah
efek berantai dimana akan terus menerus mengalami kesalahan, sementara
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Sutrisna. 2007. Komunikasi Bisnis. Edisi 1. Penerbit: C.V Andi Offset.
Jakarta.
Kasmir. 2006. Kewirausahaan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Kotler, Philip, Kevin Lane Keller . 2007. Manajemen Pemasaran , Jilid 1, Edisi
12, Penerbit : PT. Macanan Jaya Cemerlang, Jakarta.
Malahayati, Hendry E. Ramdhan. 2010, 99 Bisnis Anak Muda, Cetakan Kedua,
Penerbit Penebar Plus : Jakarta.
Sukirno, Sadono, 2004. Pengantar Bisnis. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup
Wahid, Mudjiarto Aliaras. 2006. Membangun Karakter dan Kepribadian