• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Inkubator Bayi Dan Sistem Pemantauan Remote

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengembangan Inkubator Bayi Dan Sistem Pemantauan Remote"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Tekno lnsentif Kopwil4, Volume 6, No. 2, oktober 2012 I55N:1907-4964, halaman

9

s.d. 17

PENGEMBANGAI\ INKI]]BATOR

BAYI

DAN SISTEM PEMANTAUAN

REMOTE

Oleh:

Abstrak

-

Salah satu hal penting yang harus mendapatkan perhatian pada kasus buy, yung lahir prematur adalah kondisi lingkungan yang selain bersih, suplai oksigen yang cukup dan bersih, serta tempsratff ruang yang kondusif agar tetap qyaman dan aman. Untuk mengkodisikan temperatur lingkungan bayi prematur agar berada pada rentang temperatur yang dipersyaratkan maka umumnya digunakan Inkubator Bayi. Untuk membuat lingkungan yang nyiunan bagi bayi prematur, maka temperatur

di

dalam inkubator disesuaikan secara perlahan, misalrya temperatw awal

di

lingkungan sekitar adalah 30-31oC, maka inkubator tersebut diafirr temperatumya menjadi 33-34"C. Panas pada inkubator

ini

berasal dari heater yang diletakkan di bawah inkubator, yang kemudian dialirkan

ke

atas menggunakan

fan.

Temperawt

di

dalam inkubator tersebut akan tetap bertahan sesuai dengan setting awal karena proses peilganlralmya bekerja secara otomatis. Pada penelitian ini ditakukan pengembangan desain berupa penambahan pemantauan kelembaban ruang iflkubator bayi, juga dilengkapi dengan pengindraan saat bayi kencing. Selain itu yang lebih penting dalam pengembangan

ini

adalah adanya penambahan pemantauan inkubaior

bayi

menggunakan media transmiii ni,ttabel untuk dapat seoala kontinyu dipantau oleh perawat/petugas kesehatan yang berada pada

flraflg yang

berbeda dengan ruang penempatan inkubator. Metode

yang

digunakan adalah meiode perancangan dan implementasi. Perancangall dan pembuatan alat dapat direalisasikan yang dibulctikan dari hasil pengujian alat,

di

mana tempsratur dan kelembaban udara pada inkubator tersebut dapai dipantau sacara

remore

modern radio frekuensi YS-1O20UB melalui media trausmisi nirkabel, dan ditampitkan pada

LCD karaker

l6x2

dan

sebua/n

bwzer

sebagai indikator suara yang memberi tahu perawitlpetogas kesehatan

jika

bayi tersebut kencing. Pengujian jarak jangkau pemancar bisa mencapai sekitar 4OO m, ymg berarti dapat disimpulkan bahwa alat

ini

dengan jarak jangfuau sinyal rzdio 400 m sudah jauh dari cukup, karena jarak antara ruang perawat dengan ruang inlorbator bay, yaog lazim diterapkan pada rumah sakit/puskesmas kurang dari 100 m.

Kata Kunci:

inkubator bayi, temperatur, pemantauan retnote

AbstrAct

- One important thing to get attention to the case of babies born prematurely is a net addition to environrnental conditions, adequate oxigm supply and clean, room temperature which is alsa canducive to a comfortable and saJe. To condition the ambient ternperoture ofpremature infants that are at the required temperature range is generally used Infant Incubator. To creale a comfofiable environmentfttr prernature babies, tlten the ternperature inside the incubator adjusted slowly,

For

example, the

ifiitial

temperatu/e in the aeigltbarlraod is

3A-3fC,

the incsbator'revtpevstare $ss set to be 33-34'C. Tke hea! comesJiorfi the incubalor heater placed under the ineubator, which then flowed inta the use offan. The temperalure inside the tnanbator

will

remain according to tlte initial setting.for the process af seUing it works automatical$t.

In

this research the design development oJ'additional monitoring of inJ'ant incubators hunidity charnber, also equipped with sensing when the bafu urinate.

In

addition

it

is rrure important in this development is the addition oJ"

a

baby incubator monitoring using

a

wireless transmission medium.

to

be

continuousfit monitored by a nurse

/

health worker who is in a

dffirent

room with incubator placement space. Design and manufaclure of tools can be realized as evidenced from the results af testing tools, where te*rpelature and humidity in the incabator ean be monitored remotely using a radio frequency modem YS'1020U8 via wireless tyansrnission *tedia, a*d di.splayei an a

l6x2

characte,' LCD and a buwer ssund indicatars

*ho

told the nurse

/

health worker iJ' the baby is urinating. Testing range oJ'the transnitter can reach about 400
(2)

1.

Pendahuluan

Salah satu kesulitanlkelepotan

bagi

para petugas kesehatan atau perawat yang berada jauh atau tidak berada dalam ruang yang sama dengan inkubator

bayi

di

saat melakukan pemantauall kondisi ruang inkubator

bayi

adalah keharusan

bolak

balik dari

ruaugan

sentral

ke

ruang perarratan/inkubator bayi.

Untuk itulah

maka

dilakukan penelitiatr

lanjutan berupa

pengembangan prototipe inkubator

bal

dengan

judul

'?engembangan

Inkubator

Bayi dan

Sistem

Pemantauan Remote." Dengan pengembangan

ini

diharapkan dapat lebih memudahkan para petugas kesehatan

atau

perawat dalam

melakukan pemaxtauan

sscar

remote

inkubator

bayi

melalui

ruang koutrol/ruang sentral perawat/petugas kesehatan. Pemantauan

dilakukan

menggunakan media transmisi nirkabel.

Alat

tersebut dikernbangkan dari desain sebelumnya yang telah dimuat pada Prosiding Tekno

ksentif

2006 Kopertis Wilayah

4.

Tujuan

penelitian

ini

adalah melakukan perancangan dau mengimplomentasikan sistem

inkubator

bayi

yang

dapat dipantau

socara remote melalui media transmisi nirkabel. Hasil tancangan yang dihatapkan adalah menghasilkan desain prototipe inkubator bayi dan pemantauan secara drkabel.

2.

Dasar

Teori

dnn Rancangan Sistem

2.1. Inkubator Bayi

Dalam prose$

persalinan"

bayi

yang dilahirkau dengan bobot yang rendah disebut dengan

bayi

prematur.

Ketika

masih

dalam kandungan,

bayi

prematur

hidup

dalam perut ibunya dengan temperatur

yaog

sama dengan ternperahr tubuh ibunya {36-37"C).

Ketika baru

dilahirkan,

bay

prematur

belum

dapat

menyesuaikan

diri

terhadap ternperatur di luar linglungan perut ibunya. Oleh sebab

itu bayi

prematur harus dibantu untuk menyesuaikan

diri

terhadap liogkungannya yang baru dengan meletakkannya ke dalam inkubator. Inkubator

bayi

menururkan temperafiu secara perlahan sehingga dapat membuat

bayi

mera.Ea

nyaman.

Bayi prernatur ndalah fuayi lahir hidup yang

dilahirkan sebelum

3T

minggu,

sehingga

panjang, berat, sistem

petnafasan,

sistem

sirkulasi,

dan

lain

sebagainya

masih

kurang sempuma seperti layaknya bayi nomal, sehingga

$smua perawatan harus dilakukan terhadap bayi

di

dalam inkubator. Inkubator

bayi

merupakan

sebuah

kotak

yang

dirancang

unhrk mempertahankan

temperatw internal

yang konstan dengan menggunakan

termostat.

Bayi prematur rnernpunyai kesulitan mempertahankan temperafir tubuh yang tetap dan mudah terjadi perubahan.

Untuk membuat lingkungan yang nyamall

bagi

bal

prsmaflr,

suhu

di

dalam

inkubator

diatur

secara perlahan.

Misalnya,

temperatur awal di lingkungan sekitar adalah 30-3loC, maka inkubator tersebut diatur temperatumya meqjadi 33-34'C.

2.2. Ranmngau $istem

Peranoangan

merupakan

tahap

yang terpenting

dari

keseluruhan proses pernbuatan

alat.

Perancangan

sistem inkubator

bayi itli

terbagi dalam

tiga

hagian

yaifa

porancargar modul sensor temporatur dan kelembaban, modul sensor basah, serta

modul

penerima, seporti terlihat pada Gambar 2.,

Diagram blok sistem, Gambar

2.

ini

dapat

dijelaskan,

serta

penempatrm komponennya sebagai berikut:

a. Milrokontroler

(transmitter)

betfirngsi sebagai pengontrol ADC, masukan set point temperatur

atas,

temperatur

bawah

dari keypatl, dan juga berfirngsi sebagai p€rantara dalam pengiriman data

yang diambil

dari

ADC

menuju YS-1020U8, serta

sebagai pengontrol relay pemwas dan kipas.

b.

Empat sensor LM35DZ berfungsi mengubah besaran tempetatur menjadi besaran listrik, yang nantinya hasil rata-rata

dari

LM35DZ

akan

ditampilkan

ke

LCD

pengirim

dan penerima.

c.

Sensor

SHTll

berfirngsi mengubah besaran kelembaban menjadi besaran

listrik

dan

di

tampilkan ke LCD pengirim dao penerima.

d.

Dua

b:uah

Relay

masing-masing berfungsi

sebagai

media

pengantar

panas

kedalam inlarbator, dan pembuang panas

dari

dalam inkubatcrr.

e.

Keypad berfimgsi sebagai masukan set point

temperatur

atas

dan

temperatur

bawah inkubator, serta sebagai sistem peugaman inkubator.

f.

Buzzer berfimgsi

ssbagai

indikator

suara ketika bayi buang air.
(3)

YS-t020UB

bertungsi

pemancar

(transmitter)

(receiver)

data

melalui berfrekuensi tinggi.

sebagai

modul

dan

penerima gelombang radio

11

Mikrokontroler

(receive)

berfungsi sebagai perantara antara data yang diterima dari

YS-I020UB untuk ditampilkan hasilnya ke LCD.

\/

[image:3.598.107.506.58.728.2]

lffi

ir

Gambar 2. Diagram blok sistem

$r&ti8w:

*t,$q4l

$Ar(rsffi

*flxififfil

s*daip6{t lrJ{d,84*

ntdt**6*

rA?{r|lg'Ct}

,*ffiJ

lEr&Iil

H*

il83

sb{ $E' rtdGEts4

rffi{f}ffi#

,$*

*!*

',{r

qfip

4l&

[image:3.598.146.484.426.707.2]
(4)

Mikrokontroler

ATmega8535

Blok mikrokontroler ATmega8535, Gambar

3.,

berfungsi

sebagai

alat untuk

memproses masukan yang berasal dali sensor SHT I I , sensor

LM3lDZ

serta dari keypad untuk masukan nilai set

point

suhu atas

dan suhu

bawah. Selain sebagai alat proses, mikrokonunler tersebut juga pengontrol

relay

dan display

yang

digunakan sebagai keluaran informasi dari perubahan suhu didalam inkubator yang nantinya akan dikirim ke mikrokontroler penerima. Berikut

ini

rangkaian

dari

blok

sistem minimum

mikrokontroler ATmega8535.

ADC

inter:nal ATmega8535

berflmgsi

sebagai peagkonversi

oulput

sensor LM35DZ

dari

analog

ke

digital,

dalam

alat

ini

ADC

bekeria

dalam mode

single

convet'tion yailiu pengguna ha:us mengaklifkan setiap

kali

ADC akan mulai konversi.

Sensor Temperatur

LM35DZ

Sensor

LM35DZ

ini

bekerja berdasarkail perubahan tegangan atau atus dengan sensitivitas yang sangat

baik.

IC

ini

mempunyai finieritas yang baik terhadap perubahan suhu. Kemampuan

untuk

mengkonversi

suhu

terhadap tegangan dengan keluarair 10 mV/lOC.

Dalam sistem

ini,

menggunakan

4

sensor

LM35DZ.

Penggunaan

pin

Yout

pada

kaki

LM3lDZ,

dihubungkan dengarr PortA.0-PortA.3 [image:4.598.309.495.85.186.2]

pada Mikrokontroler,

pin +Vs

dihubungkan dengarr

+5

VDC,

daa

pia

GND

dihubungka* dengan

ground.

Pada Garnbar

4.

ditunjukkan skematik LM35DZ.

Gambar 4. Skematik sensor LM35DZ.

.lensar Kelembaban SHTI 1

Sensor

SHTII

digunakan untuk membaca

nilai

kelembaban

di

dalam inkubator. Keluaran dari SHT11 sudah berupa sinyal digital sehingga

untuk

mengaksesnya diperlukan pemrograman

dan

tidak

diperlukan pengkondisi

sinyal

atau ADC.

Penggunaan

pin

SHT1 1 pada inkubator ini, Gambar 5., ialah

pin

Data SHT1

I

dihuburgkan

ke

pofi

PD.5

mikrokontroler,

piz

Clock dihubungkan

ke port

PD.4 miktokontroler,

pin

Vcc

dihubungkan

ke +5

VDC,

dan

pin

GND dilrubungkan pada gro u n d.

Gambar 5. Skernatik sensor SHTI

I

Sensor Brsah

Rangkaian sensor basah

terdki

dari probe elektroda, dan transistor 2N3904

(NPN)

yang bekerja

aktif

high

'l'.

sensor basah

prule

eleklroda dibagi dua bagian, salah satu proDe dihubugkan dengan

Vcc

5 Yalt

darL prtsbe

berikutnya

dihubungkan

ke

basis

transistor, kemudian

kaki

emiter dihubungkan ke ground, sedangkan

kaki

kolektor

dihubungkan dengan kaki buzzer (-) dan kaki buzzer (+1 tlihubungkan dengan tegangan 12

V.

Fungsi dari sensor basah adalah

ketika

bayi yang

berada

di

dalam

inkubator

tersebut

buang

air

maka

akan mengenai kedua probe electroda yang disimpan [image:4.598.309.493.225.551.2] [image:4.598.122.253.457.549.2]

di

bawah bayi

dar

menghasilkan suara melalui huzzer.

Gambar 6. Rangkaian indikator buzzer. Hubungan sensor basah pada sistem ini sebagai tanda ketika bayi buang

air

kecil yang akan memberikan informasi kepada perawat. Relay

Pengkondisian

hidup

matinya

relay

ditentukan dengan besarnya

nilai

suhu aLas dan suhu bawah diinkubator yang

di-input

melalui keypad.

Bila nilai

suhu dalam ir:kubator lebih besar atau lebih

kecil

dari batas pengaturan sel

point

temperatur

maka

relay

akan

mati

atau hidup.

Fungsi

relay

pada inkubator

ini

sebagai saklar otomatis pemanas dan pendingin. Adapun

I I

I

**t6r

ri

:^

w^

(5)

hubungan relay pada alat ini untuk mengaktifkan heater dan kipas agar suhu inkubator tetap stabil. Relay yang digunakan pada alat

ini

sebanyak 3 [image:5.598.112.305.95.251.2] [image:5.598.328.529.216.357.2] [image:5.598.147.259.322.437.2]

buah dan bekerja pada tegangan 5 Volt. Pin PD.7 digunakan untuk menggeral<kat driver relay.

Gambar 7. Driver urittk heater Rangkaian driver kipas sirkulasi dan kipas

buarg

sama dengan Gambar

8.,

hanya saja melalui

port

PD.6 untuk kipas

sirkulasi, dan PD.3 untuk kipas buang.

Cambar 8. Skematik Modern YS-1020U8 Radio Frekuensi YS-l020UB

Modem radio

ini

berfungsi untuk mengirim

dan

menerima

data

digital

secara nirkabel

dengan jarak

relatif

jauh, yaifu

rentang jar-ak antata 100-800 meter Modem

radio

fi'ekuensi yang digunakan dalam desain ini adalah tipe

YS-1020U8.

Modem

ini

terdiri

dui

transtnitter sekaligus receiver untuk komunikasi data serial

multikanal nirkabel

yang

mendukung device TTL, RS232, dan RS485.

Finr-fitur

modem YS-1020u8 antata lain:

-

Frekuensi pembawa: 43945A1868M112.

-

Antarmuka: RS232/RS485/TTL.

'

Jumlahkanal: 8 kanal.

-

B audrate:1200/240014800/9600/1 9200/38400 bps.

-

Proses pergiriman data takterlihar.

-

Modulasi:

Gausian

Frequency

ShiJt KeyinglGFSK

-

Half

duplex:

wak[u

pergantian

antara mengilim dan menerima yaitu 10rrs.

-

Konsunrsi dayarendah.

-

Rendah BER (Bit error Rate).

13

Sedangkn pin 4 dan 5 adalah pin Rx dan Tx

yang

dihu[ungkan

ke

PD.0

dan

PD.l

mikrokontroler. Keypad

Hubungan keypad dalam perancangan alat

ini

sebagai

input

ke

mikrokontroler

yang berfungsi untuk memasukkan suanr besaran nilai yang dinginkan dan sebagai input nllai set poit

t

dan

masukan

password.

selain

ifu

dapa[ memerintahkan

suatu aplikasi

agar

dapat diproses. Keypad

ini

dihubungkan ke

porl

PBO sampai PB6 milo'r:ksrrtroler ATmega8535.

Gambar 9. Skemattk keypad. Tampilan LCD (Liquid Crysral Display)

Pada perancangan

alat

ini

menggunakan

(,-CD)

Littuid

Crystal Display

yang

bertipe IHD162A yang merupakan piranti display yang mampu meuampilkan karakter 16 kolom dau 2 baris (16x2).

Penggunaan

pin LCD

pada inkubator

ini

ialahpin Vss, pin V0, pin RJW,pin DB.0 sampai pinDB3,

pin

A/Vee dihubungkan ke ground. Ptn Vdd dan

pin

K

dihubungkan ke tegangan DC 5

volt.

Pin

Rs

dihubungkan

pada

portC.T mikrokontroler. Pin Enable dihubungkan ke

port

C.6 mikrokotrtroler. Pin DB.4 sampai

pin

DB.1 masing-masing

dihubungkan

pada

portC.S sampu port C.2.
(6)

Pengirim

A 18

/ Tampilkan kB LcD t

/

'sa,

sB

:"

/

/

'Temp:

"c

Hum:

%' /

c

Call Sensr 21

Tampllkah suhu k6 LCD 22

,/

\zs

z'Temp

>=1

\

sA

.,'

Y

30

fekan

o

lnput SUHU Alas lnput SUHU Bawah

Tampllkan ke LCD "Proses Tekan

ff

"Batal Tekan {#f [image:6.598.100.519.55.740.2]

Red EEPROM pessutord 1 & 2

(7)

15

Fenerima

"Konfuulgel"

"Rx

-LGB

Tatnpllkan I(6LCD

'Teri8qE[ll6:'ry

ti,rroulrily: 9t:

TBrlms Bats 'Chl6frtBr1!

'ehrguhtt?

"S.l$Humidliyf "eh.f HumHityf

YgY+1

T!fiipllkan Ctr $*tul |(a LOD

Tampflkan Chr lturnldltyl ke tCO

Lmpm{ah Ctir Humldrye ka LCD

(8)

Pada

alat

ini

digunakan

2

buah

LCD

l6x2

masing-masiug berfungsi sebagai

display

data

suhu

dan

kelambaban

dari

mikokonfroler pengirim dan penerima. Adapun hubungan LCD pada sistem

ini

sebagai media display informasi suhu dan kelemtraban inkubator ke perawat atau dotrter.

Diagram

Alir

Pengirim

Raacangan

algoritrna

perangkat

lunak

diberikan

agar

mudah

menelusuri

atau

melakukan

coding.

Pada

Gambar

I

L

diturjulCcan fi,ficarrgarr diagram

alir

pada sisi pengirim.

Diagram

AIir

Penerima

Pada Gambar 12. dinrnjukkan diagram alir di sisi penerima.

3

Hasil

dan Pembahasan

Pada bagian

ini

dibahas tealisasi dan hasil pengqjiau sistern- Realisasi sistem dilakukan dengan menggabungkan semua sub-modul hasil rancangan yang telah dibahas

di

atas. Pengujian dilalcukan berdasarkan prosedur baku, misalnya

dilah*an

uji-coba

terhadap sub-modul. Baru sstclah semua

flrb-modd

sudah sesuai dengan yang diharapkan maka dilakukanlah interkoneksi antara sub-modul lainnya yang pada akhimya akan membentuk sistem yang lengkap.

3.1

PengukuranTemperatur

Pada

Tabel

I

ditunjukkan beberapa hasil pengukuran $ensor temperatur LM3 5DZ.

Dari

Tabel

t

hasil pengukuran temperahr diperoleh nilai pengukuran yang cukupbaik. Alat pembanding yang digunakan adalah termometer air taksa. Pengujian

ini

menunjukkan temperatur dalam inkubator dapat terukur.

3.2

Pengukuran Kelembaban

Sensor

SHT

I

I

mempunyai keluaran data digital dan dikirimkan secara serial. Pada Tabel

2.

ditunjukkan

beberapa

hasil

pengukuran kelembaban

SHTII

yang dibandingkan dengan alat pembanding pengukur kelembabw digital.

Tabel SHT1l

Pengujian

ini

memrnjukkan kelembaban dalam inkubator dapat terukur.

3.3

PengujianTransmisiTemperatur (Outdoor)

Dari

data-dala

Tahel

3.

menunjukkan bahwa saat modem radio frekuensi YS-1020U8

diuji

di ruang terbuka dan dalamjarak lebih 500 metsr, maka data yaug diterima

error

dan.

lidak

manerima data sama sekali.

Hal

itu

disebabkan karena pelemahan sinyal. Jangkauan

ini

sudah cukup dalampeaerapan.

3.4

PenguJian

Transmisi

Temperatur (Indoor)

Modem

radio

frekuensi

YS-1020U8 merupakan

alat

yang berflrugsi mengirim dan menerima data digital. Berikut adalah tabel hasil pengujian pengiriman dan penerimaan data di numgan tertutup dari modem radio ftekuensi YS-1020I"18 ke LCD penerima.

2. I{asi SIIT TI

/lrm

PFMNANNIN(]ALATUI{UR

55% 55%

53 o/o 52Y"

50%

5t%

41% 46%

44 o/" 43 o/a

39% 38%

35 o/" 34 o/o

Tabel 3. Transmisi Data T

JARAI( PENGIRIM PENERIMA ItrTERANGAN +100 25"C 25"C Data Received + 200 25"C 25"C Data Received + 300 28'C 28"C Data Received + 400 29"C 29"C Data Received

+ 500 28'C 28'C Data Received

t

600 27"C TI Error

+ 700 280C Data Lost

+ 800 25"C Data Lost

ahel 1. Hasil Pengukuran Output

Sensor LM3SDZ

("c)

AIat

Ukur

Pembanding Termometer

Air

Rakra [image:8.598.90.286.476.631.2]
(9)

Tabel 4. Transmisi )ata T

JAR,{K PENGIRIM PENERIMA KETERANGAI\

+100

26r

26r,

Data Received

+ 200

24c

24"c Data Received

+ 300

24c

24oc Data Received

+ 400 25"c 25"c Data Received

+ 500 28oc"

s

Ervar

+ 600 27"c Data Lost

+ 700

28'c

Data Lost

+ 800 25"c Data Lost

Dari da&

hasil

pengujian

di

atas menunjukan

bahwa

ruodem

radio

frekuensi

YS-l020UB

dapat menerima data dengan baik di ruang tefiutup yaitu pada

jarak

t

100

-

400 meter. Pada

jarak

*

500 meter datayang diterima

error (tidak

sesuai dengan data yang

dikirim),

dan pada

jarak

t600-800

meter

tidak

ada

data

yang

diterima. Dikarenakan pelemahan sinyal dan zor'se.

4. Kesimpulan

Tujuan

atau harapan

yang

dikemukan pada pendahuluan dapat tercapai

yaitu

dengan berhasil melakukan rancang

bangun inkubator

bayi

dan

dapat melakukan

pemantuan

s€€ara

nirkabel

melalui

ru,ang perawat/petugas kesehatan yang disimulasikan. Sistem

yang

dibangun

telah

dapat

bekerja

momantau/mengukur

temperatur

dan kelembaban. Sistem dapat menampilkan data-data

tersebut

melalui

LCD

karakter

16rA

s€cara

nirkabel

dari

ruang inkubator

bayi

ke

ruang pemantau sentral. Jarak pantauan secara remate yang berhasil

diukur

paling

jauh

*500

m

{outdor)

dan

+400 m {indo or). Dengan jarak jangkau sinyal

radio

400

m

sudah

jauh dari

cukup, karena

jarak

antara ruang perawat dengan ruang inkubator bayi yang lazim diterapkan pada rumah sakit/puskesmas kurang dari 100 m.

5. Daftar

Pustaka

l.

Anonim,

CMO,SENS@

Teclmonlogt

SHTll

Module,

httpJ/www.sensirion.conc/en/0 1 _humidity_se

nsorsl02_humidity_sensor_sht 1 I

.html

diakses tanggal 10 Juli 201 1.

t7

Anonim,

Datasheet

ATmega8535, http://www.atue1.com 2006, diakses 14 Juni 2009.

Hafiono,

Jogiyanto.

1999.

Pengenalan Komputer. Yogyakarta:

Aldi.

Iswanto, 2008. Design

dan

lruplementasi

Sistem

Eubed.ded

Milaokontrallev

ATMega8535

dengan Bahasa

Basie. Yogyakartq Gava Media

Lamsani

M.

Komunikasi

Data,

Jilid l-9

(Online), Januari-2009

(http:l/b1og.rimbma3'a.na#20 1 1

/03/materi-komunikasidata-dan-komputer.htral, diakses tanggal 10 Januari 2012).

6.

Malvino,

2004.

Prinsip-prirxip

Elektronika. Iakafial. Salemba.

7. Yusuf

Ismail, 2009.

Pengembangan

Iakubator

Bayi

Berbasiskan

ATmega 85j5,

(Tugas

Athir)

Universitas

Komputer

Indonesia.

6.

Riwayat

Ilidup

Singknt

Ir.

Syahrul,

MT.

lahir

di

Makassar

1963,

menyelesaikan

stud:i Sl

di

Universitas

Hasanuddin-UNHAS

Makassar

tahun 1988 pada

bidang

Elektroteknik, kemudian

tahun

1999

menyelesaikan

52

bidang

Elekfotekrrik

di

Institut

Tsknologi

Bandung{TB

Bandung.

Penulis menjadi staf dosen sejak tahrur 1991 dan saat

ini

adalah Pengajar Profesional Bidang Teknik Komputer berdasarkan Sertifikasi yang dikeluarkan

oleh

DIKTI

Depdiknas.

Penulis

saat

ini

diperbantukan

pada

Universitas

Komputer lndonesia.

Bidang yang ditekuni

adalah Teknik

Kontrol

Elekhonika-Aplikasi

finbedded

Systeru.

Matakuliah

yang diajarkan antwa

lain:

Sistem

MikroprosesorAdikrokontroler,

Antarmuka

Komputer,

Pemrograman

Bahasa

Rakitan, Organisasi

&

Arsitektur Komputer.

J.

4.

[image:9.598.334.532.75.334.2]

Gambar

Gambar 2. Diagram blok sistem
Gambar 5. Skernatik sensor SHTI I
Gambar 9. Skemattk keypad.
Gambar 1 1. Diagram Alir Program pada Sisi Pengirim
+3

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai indikator untuk meningkatkan pelayanan dan pemeriksaan pada bayi prematur dan bayi cukup bulan yang memiliki berat bayi lahir rendah dengan kejadian

14 melaporkan bahwa dari 117 bayi prematur dengan berat lahir rata-rata 1650 gram (rentang berat lahir 1050 gram – 2000 gram) ternyata bayi yang tidak mendapat suplementasi zat

Dari penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa sistem pengendalian temperatur menggunakan logika fuzzy mendapatkan data yang linier antara data Setting Point dan data

Inkubator bayi merupakan alat yang berfungsi mencegah hipotermia atau kondisi di mana tubuh kesulitan dalam mengatur tekanan suhu dingin pada bayi yang baru lahir terutama

.(ii) Bagaimana cara pengujian sistem pada inkubator bayi?.Terdapat beberapa tujuan penelitian diantaranya sebagai berikut.(i) Dapat mengetahui cara mendapatkan

Sistem jaringan air bersih adalah suatu sistem suplai air bersih yang meliputi sistem transmisi dan reservoar. Sistem distribusi atau perpipaan dioperasikan

Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna kejadian ikterus neonatorum antara bayi prematur lebih banyak dibandingkan bayi cukup bulan pada bayi dengan berat

Pada Gambar 3.5 diatas dapat dilihat alur kerja sistem yang dibentuk untuk sistem inkubator tempe, langkah awal yang dilakukan yaitu memastikan ESP32 aktif atau mendapatkan tegangan,