MUATAN NILAI-NILAI AQIDAH DAN AKHLAK DALAM AL-QUR’AN SURAT YAASIN

32 

Teks penuh

(1)

i

MUATAN NILAI-NILAI AQIDAH DAN AKHLAK

DALAM AL-

QUR’AN SURAT

YAASIN

SKRIPSI

Oleh:

FAJAR KUSUMA

09110038

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

FAKULTAS AGAMA ISLAM

JURUSAN TARBIYAH

(2)

MUATAN NILAI-NILAI AQIDAH DAN AKHLAK

DALAM AL-

QUR’AN SURAT

YAASIN

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Agama Islam

Universitas Muhammadiyah Malang

untuk memenuhi salah satu persyaratan

menyelesaikan Progam Sarjana Strata Satu (S-1)

Oleh:

FAJAR KUSUMA

09110038

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

FAKULTAS AGAMA ISLAM

JURUSAN TARBIYAH

(3)

i

LEMBAR PERSETUJUAN

MUATAN NILAI-NILAI AQIDAH DAN AKHLAK

DALAM AL-QURAN SURAT

YAASIN

SKRIPSI

Oleh:

FAJAR KUSUMA

NIM. 09110038

Disetujuioleh:

(4)

ii

LEMBAR PENGESAHAN

SKRIPSI

Dipertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Agama Islam

Universitas Muhammadiyah Malang dan diterima untuk memenuhi syarat guna

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

(5)

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

“Murid, gurune pribadi Guru, muride pribadi

Pemulangane , sengsarane sesami

Ganjarane, ayu lan arume sesami” (RMP. Sosrokartono)

“SABBE SATTA BHAVANTU SUKHI TATA”

(6)

iv

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Fajar Kusuma

NIM : 09110038

Tempat/Tgl. Lahir : Malang, 21Juni 1986 Fakultas/Jurusan : Agama Islam/Tarbiyah Menyatakan bahwa skripsi dengan judul:

“Muatan Nilai-nilai Aqidah dan Akhlak dalam Al-Quran Surat Yaasin

adalahbukan merupakan karya tulis orang lain, baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah kami sebutkan sumbernya. Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, kami bersedia mendapat sanksi akademis.

(7)

v

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah pemilik „Arsy yang senantiasa terjaga kemulian dan keagunganNya. Dialah Allah yang senantiasa memelihara, mengayomi, dan membimbing para hambaNya dengan penuh kasih sayang dan hikmah yang mendalam. Semoga shalawat dan salam senantiasa terucap dari hati dan lisan-lisan para hamba yang shalih dan senantiasa mengalir kepada guru besar umat Islam, seorang nabi terakhir terakhir, Muhammad bin Abdillah yang telah rela berjuang demi menyebarkan agama Islam yang mulia sebagai agama yang diridhai oleh Allah dan rahmat bagi semesta alam.

Penelitian skripsi dengan judul “Muatan Nilai-nilai Aqidah dan Akhlak dalam al-Quran Surat Yaasin” adalahbentuk rangkaian tugas akhiryangharus ditempuh untuk menyelesaikan pendidikan S1 di Jurusan Tarbiyah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.

Selesainya skripsi tersebut tidak lepas dari andil dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam lembaran putih ini peneliti tanpa mengurangi rasa hormat mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Allah SWT yang memberikan kesehatan, kesempatan, dan petunjuk sehingga penyusunan skripsi ini dapat peneliti selesaikan, terlepas dari lamanya waktu yang peneliti butuhkan untuk menyelesaikannya, tentunya ada hikmah yang telah Dia siapkan.

(8)

vi

3. Bapak Dr. Muhadjir Effendy, selaku Rektor UMM beserta Pembantu Rektor I, II dan III.

4. Bapak Drs. Faridi, M.Si selaku Dekan FAI UMM.

5. Ibu Nur Afifah Khurin Maknin, M.Kes selaku Ketua Jurusan Tarbiyah, sekaligus pembimbing II yang telah banyak membantu terhadap koreksi tekhnik penulisan yang menjadi kelemahan dari peneliti.

6. Bapak Drs. Sunarto, M. Ag selaku pembimbing I yang banyak membimbing serta memberikan ilmunya untuk terselesaikannya penyusunan skripsi ini. Terlebih lagi beliau selalu mengingatkan untuk segera menyelesaikan penelitian ini, terimakasih banyak akan hal itu.

7. Keluarga besar keturunan Mu‟anam, Mangun Juwoto, Mangun Suwiryo, dan keluarga Bpk. Alm Asmungi yang selalu memberi semangat, motivasi dan dukungan tiada henti dalam menyelesaikan tugas ini.

8. Kepada guru-guru isnpiratif, YM. Bhante Uttamo MT, Gede Prama, Ajahn Brahm, S. Sholeh Awwad Mughamisy, dan Ust. Abdullah bin Shaleh Al-Hadromiy, terima kasih atas inspirasi-inspirasi yang kalian berikan.

9. Teman-teman Tarbiyah 2009 yang banyak memberikan semangat. Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Selamat berjuang dalan mengarungi hidup berbekal iman dan taqwa dan jangan lupakan persahabatan kita.

Malang, 5 Juli 2014

(9)

vii

TRANSLITERASI ARAB – LATIN

ا : a ط : T Vocal panjang dan diftong

ب : b ظ : Z a panjang :

a

ت : T ع : „ i panjang :

i

ث : ts غ : Gh u panjang : Ū

ج : J ف : F ْ : Aw

ح : h ق : Q ْ : Uw

خ : kh ك : K ْ : Ay

د : d ل : L ْ : Iy

ذ : dz م : M

ر : r ن : N Ta‟ Marbuthah(ة) pada:

ز : z : W Posisi mudhaf : t

س : s ﻫ : H Posisi mawshuf : h

ش : sy ء : , Di akhir frasa : h

ص : s : Y

(10)

viii DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... iv

ABSTRAK ... v

KATA PENGANTAR ... ix

TRANSLITERASI ... xi

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Manfaat Penelitian ... 9

E. Ruang Lingkup Penelitian dan Batasan Masalah... 9

F. Definisi Operasional ... 10

G. Penelitian Terdahulu ... 13

H. Sistematika Penulisan ... 14

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 16

A. NilaidanRuangLingkupnya... 16

(11)

ix

2. Sumber Nilai... 17

3. Kategorisasi Nilai... 18

4. Kaitan Nilai dan Pendidikan ... 20

B. Nilai-nilai Aqidah dan Ruang Lingkupnya... 21

1. Pengertian Aqidah ... 21

2. Nilai dan Aqidah... 23

3. Sumber Nilai Aqidah ... 24

4. Ruang lingkup Aqidah ... 25

a) Iman kepada Allah... 29

b) Iman kepada Malaikat ... 38

c) Iman kepada Kitab-kitab Allah ... 40

d) Iman kepada Nabi dan Rasul ... 43

e) Iman kepada Hari Akhir ... 46

f) Iman kepada Taqdir ... 55

C. Nilai-nilai Akhlak dan Ruang Lingkupnya... 61

1. Pengertian Akhlak... 61

2. Nilai dan Akhlak... 63

3. Ruang Lingkup Akhlak... 64

a) Akhlak terhadap Allah ... 66

b) Akhlak Terhadap Rasulullah ... 76

c) Akhlak Terhadap Manusia (termasuk diri sendiri) ... 76

(12)

x

D. Surat Yaasin... 93

1. Tentang Surat Yaasin... 93

2. Surat Yaasin dan Terjemahannya ... 96

BAB III METODE PENELITIAN... 107

A. Jenisdan Pendekatan Penelitian... 107

B. Sumber Data ... 108

C. Teknik Pengumpulan Data ... 108

D. Instrument Penelitian ... 111

E. Teknik Analisis Data ... 112

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 114

A. Penjelasan Umum Surat Yaasin ... 114

B. Analisis Muatan Nilai-nilai Aqidah dan Akhlak dalam Surat Yaasin... 115

1. Muatan Nilai-nilai Aqidah dalam Surat Yaasin... 115

a) Iman Kepada Allah ... 115

b) Iman Kepada Malaikat ... 147

c) Iman kepada Kitab Allah ... 149

d) Iman kepada Nabi dan Rasul ... 152

e) Iman kepada Hari Akhir ... 159

f) Iman kepada Takdir ... 171

2. Muatan Nilai-nilai Akhlak dalam Surat Yaasin... 176

a) Akhlak terhadap Allah ... 176

(13)

xi

c) Akhlak terhadap Manusia (termasuk diri sendiri)... 194

d) Akhlak terhadap Alam ... 221

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 225

A. Kesimpulan ... 225

B. Saran ... 228

DAFTAR PUSTAKA ………... 229

(14)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

(15)

xiii

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid, Dian Andayani. (2012). Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Abdullah al-Muslih, Salah al-Sawi. (2009). Untuk Setiap Muslim Memahami Aqidah,

Syari‟at, dan Adab. Malang: Islamic Foundation dan UMM.

Al-„Utsaimin,Muhammad Bin Shalih. (2007). Majaalis Syahri Ramadhan. (Terj. Adni

Kurniawan) Jakarta: Pustaka Imam Syafi‟i.

Al-„Utsaimin, Muhammad bin Shalih. (2010). Syarah Al Aqidah Al Wasithiyah. (terj. Izzudin Karimi, Lc). Bekasi: Pustaka Sahifa.

Al-„Utsaimin, Muhammad bin Shalih. (2011). Tafsir Surat Yasin. (terj. Abu Khansa Suharlan Madi, Lc). Jakarta: Penerbit Pustaka Darul Ilmi.

Al-„Utsaimin, Syaikh Muhammad bin Shalih. (1997). Syarh Tsalatsatul Ushul, (terj. Hawin Murtadlo dan Salafuddin Abu Sayyid). Riyadh: Daarul Tsurayya

Al-Hijazy, Hasan bin Ali Hasan. (2001). Al-Fikrut Tarbawy Inda Ibni Qayyim. (terj.

Muzaidi Hasbullah). Riyadh: Darul Hafidh Lin Nasyr wa Tauzi‟.

Al-Maraghiy, Ahmad Mustahafa. (1989). Tafsir Al-Maraghiy jilid ke-22 dan 23 (terj. K. Anshori Umar Sitanggal dkk). Semarang: Penerbit CV. Tohaputra.

Al-Mubarakfuri, Syaikh Shafiyyurrahman. (2009). Shahih Tafsir Ibnu Katsir(jilid 7) (terj. Abu Ihsan Al-Atsari). Bogor: Penerbit Pustaka Ibnu Katsir.

Al-Wushobiy, Syeikh Muhammad bin „Abdul Wahhab. (2001). Al-Qoulul Mufid, fii Adillatut Tauhiid (terj. Ummu Luqman Salma Bint Ngadiono As-Salafiyah).

Shan‟a: Maktabatul Irsyad.

An-Nawawi, Al-imam Muhyiddin Abu Zakariya Yahya Ibnu Syarf. (2006). Syarh

Al-Arba‟in An-Nawawiyyah, (terj. Ahmad S Marzuqi). Jogjakarta: Media hidayah.

Arifin, Zainal. (2011). Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

As-Sa‟di, Syaikh „abdurrahman bin Nashir. (1998). At-Taudhiih wal Bayaan Li Syajaratil Iimaan, (terj. Ahmad Syaikhu). Isma‟iliyyah: Maktabah Adhwa-us Salaf.

Bakar, Ala‟. (2002). Malamih Roisiyah Lilmanhaj Assalafi: Muhadhorot Fissalafiyah, (terj. Fuad Riady). Iskandariyah: Daaarul Aqidah.

(16)

xiv

Chodjim, Achmad. (2013). Misteri Surah Yasin. Jakarta: Penerbit Serambi.

Depag RI, Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir Al-Qur‟an. (2005). Al-Qur‟an dan Terjemahannya Al-Jumanal „Ali Seuntai Mutiara yang Maha Luhur. Bandung: CV. Penerbit J-Art.

Djunaidi Ghony, Fauzan almanshur. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Hamka, Haji Abdul Malik Abdul Karim Amrullah. (1993). Tafsir Al-Azhar jilid ke-8. Singapura: Penerbit Pustaka Nasional Pte. Ltd.

Idris, Manan et al. (2006). Reorientasi Pendidikan Islam: Menuju Pengembangan Kepribadian Insan Kamil (rev.ed). Pasuruan: Hilal Pustaka.

Ilyas, Yunahar. (2012). Kuliah Akhlaq. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI).

Ilyas, Yunahar. (2013). Kuliah Aqidah Islam. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI).

Maharani, Chandra. (2010, Agustus). Preservasi Al-Qur‟an dalam Mendidik Moral. Progresiva, Vol 4, Nomor 1, h. 99-117.

Masyithoh Chusnan, Muhbib Abdul Wahhab. (2012). Tasawuf Muhammadiyah: menyelami spiritual leadership AR. Fakhruddin. Jakarta: Penerbit Kubah Ilmu.

Muhith, Nur Faizin. (2013). Ayo Yasinan: Membaca dan Memahami Dahsyatnya Surat Yasin. Surakarta: Penerbit Sajada.

Mulyana, Rohmat. (2011). Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: CV. Alfabeta.

Munir Amin, Samsul. (2009). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Penerbit Amzah.

Qadir Jawas, Yazid Bin Abdul. (2005). Yasinan. Jakarta: Pustaka Abdullah.

Rochimah, et al. (2011). Ilmu Kalam. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press

Romlah. (2010). Psikologi Pendidikan. Malang: UMM Press.

Shihab, M. Quraish. (2004). Tafsir Al-Misbah vol. 11. Jakarta: Penerbit Lentera Hati.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Suparlan. (2011). Tanya Jawab Pengembangan Kurikulum Materi Pembelajaran: Curriculum and learning Material Development. Jakarta: Bumi aksara.

(17)

xv

Tobroni. (2008). Pendidikan islam Paradigma Teologis, Filosofis dan Spiritualitas. Malang: UMM Press.

(18)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Peradaban umat Islam menurut sejarah diakui pernah mengalami puncak kejayaan pada lima abad pertama sejak kemunculan Islam.1 Prof.H.

Abdurrahman Mas‟ud dalam kata pengantar buku Sejarah Peradaban Islam

mengatakan bahwa hal tersebut (kejayaan Islam) sangat berkaitan dengan keberhasilan umat Islam dalam memahami, menyerap, mentransfer, serta melaksanakan ajaran-ajaran Rasulullah secara konsisten, dinamis dan kreatif.2 Seluruh ajaran Rasulullah Shallallahu‟alaihi wasallam dapat dilihat dan dipelajari dalam dua sumber utama yang menjadi panduan hidup umat Islam yaitu al-Qur‟an dan al-Hadits.

Islam memiliki panduan dalam segenap gerak langkah kehidupan umatnya. Panduan itu tiada lain adalah al-Qur‟an dan al-Hadits yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu‟alahi wasalam sebagai dua pusaka warisan yang akan menyelamatkan umat Islam dari kesesatan. Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih al-„Utsaimin menjelaskan hal tersebut dalam

bukunya dengan menukil riwayat dari Ibnu „Abbas, bahwasanya Nabi

Shallallahu „alaihi wasallam berkhutbah di hadapan manusia ketika haji

Wada‟ (perpisahan), beliau bersabda:”... Sesungguhnya aku telah

meninggalkan pusaka yang jika kalian berpegang teguh dengannya, niscaya

1

Samsul Munir Amin, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: Penerbit Amzah, 2009), hal. xiii. 2

(19)

2

kalian tidak akan pernah sesat untuk selamanya: Kitabullah dan sunnah

Nabi-Nya”.3 (Hadits riwayat al-Hakim dengan sanad shahih)

Mengenai al-Qur‟an Allah Ta‟ala telah mengabarkan agar umat Islam memperhatikan al-Qur‟an karena di dalam al-Qur‟an terdapat pelajaran

-pelajaran berharga: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu

penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan

supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran”.4 Ayat tersebut menunjukkan bahwasanya di dalam al-Qur‟an sarat dengan pelajaran, termasuk didalamnya nilai-nilai, yang dapat digunakan dalam menjalani kehidupan ini yang pada akhirnya seorang Muslim mendapat kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat.

Al-Qur'an, baik ayat maupun surat-surat yang terkandung didalamnya, tidak diturunkan hanya sekedar untuk digunakan sebagai bahan bacaan dalam rangka mencari keutamaan dan pahala semata tetapi al-Qur'an diturunkan untuk dibaca, dipahami dan diamalkan isinya sebagaimana isi pesan tembang

Tombo Ati” dalam salah satu baitnya menyebutkan, “Moco qur‟an angen

-angen sak maknane”. Para sahabat Nabi shallallahu‟alaihi wasalam mereka juga lebih menyukai untuk tidak melewati sepuluh ayat dari al-Qur‟an sampai mereka mampu memahami dan mengamalkan kandungannya.

Abu Abdirrahhman as-Sulami rahimahullah berkata, “Kami diberitahukan oleh orang-orang yang membacakan al-Qur‟an kepada kami, seperti

„Utsman bi „Affan, „Abdullah bin Mas‟ud radhiyallahu Ta‟ala „anhum dan

selain mereka bahwasanya jika mereka mempelajari al-Qur‟an dari Nabi

shallallahu „alaihi wasalam sebanyak sepuluh ayat, maka mereka tidak

3 Muhammad bin shalih al-„Utsaimin,

Majaalis Syahri Ramadhan, terj. Adni Kurniawan (Riyadh, 2002), hal. 147. Hadits riwayat al-Hakim dengan sanad shahih.

4

(20)

3

melewatinya hinga mereka memahami kandungan ayat tersebut baik secara ilmu maupun amal. Mereka berkata, “Kami mempelajari

al-Qur‟an, ilmu dan amal secara keseluruhan””.5

Al-Quran memiliki 114 surat yang terbagi kedalam 30 juz. Surat

Yaasin adalah salah satu surat dalam al-Qur‟an, dengan nomor surat ke-36, yang tidak asing dalam pendengaranmasyarakat Muslim Indonesia. Beberapa kegiatan seremonial masyarakat Muslim Indonesia seperti tasyakuran, peringatan kematian, pengajian rutin malam kamis dan yang semisalnya diwarnai dengan pembacaan surat tersebut. Apabila dilakukan survey kecil-kecilan terhadap beberapa toko buku di Indonesia maka buku kecil “Surat

Yaasin dan Terjemahannya” adalah buku yang paling banyak dicetak dan diedarkan di Indonesia serta tersebar luas baik di perkotaan maupun pedesaan. Terdapat hadits-hadits yang membicarakan mengenai keutamaan-keutamaan (fadhilah) surat Yaasin yang menurut hasil kajian Yazid bin Abdul Qadir Jawaz menyatakan bahwa mayoritas hadits-hadits yang ada mengenai surat Yaasin berderajat dha‟if (lemah) bahkan sampai derajat maudhu‟ (palsu) dan munkar.6Hadits-hadits tersebut diantaranya adalah:

سي نآرقلا بلق و ابلق ئيش لكل نإ

Sesungguhnya segala sesuatu memiliki jantung dan jantung al-Qur‟an adalah surat Yaasin” (HR. al-Bazzar).7

ي َلَْيَللا َ ْلي ي ُ َل َري ُ ياا ي ْ َو َااَ ي ْ يا ٍ َلَْيَل ي سي َ َرََق ْ َ

Barangsiapa membaca surat Yaasin dalam suatu malam karena mencari ridha Allah, maka dia akan diampuni pada malam itu”. (HR. ad-Darimi).8

5 Al-„Utsaimin, Op.Cit., hal. 142.

6 Lihat dalam buku “Yasinan” karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas pustaka „Abdullah Jakarta. 7

Nur Faizin Muhith, L.c., M.A, Ayo Yasinan Membaca dan Memahami Dahsyatnya Surat Yasin (Surakarta: Penerbit Sajada, 2013), hal. 38.

8

(21)

4

َنَ َكَ ً َرَ ٍسي َ َرََق ْ َ

َ

ٍتاَرَ َرْشَع ُنآْرُقْلا َ َرََق اَ

Barangsiapa membaca surat Yaasin satu kali maka seolah-olah ia telah membaca al-Qu‟ran sepuluh kali” (HR. al-Baihaqi).

Hadits ini adalah hadits palsu9 yang diriwayatkan al-Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Syu‟abul Iman.

ىَلَع اَْوُؤَرَْقا َو ُ َل َري ُ َايإ ُ َريخآا ُراَدلا َو ُاا ُدْييرُي ٌلُ َر اَُ َرْقََي َا ينآْرُقْلا ُبْلََق ٍسي

ْمُكَا ْوَ

Surat Yaasin itu hatinya al-Quran, tidaklah seseorang membacanya karena mengharapkan keridhaan Allah dan negeri akhirat (Surga-Nya), melainkan akan diampuni dosanya. Oleh karena itu bacakanlah surat Yaasin untuk orang-orang yang akan mati di antara kalian ”(HR. Ahmad

dan an-Nasa‟i).

Hadits ini didalamnya terdapat tiga orang yang majhul (tidak diketahui nama dan keadaannya) sehingga hadits ini termasuk hadits lemah dan tidak boleh

“Telah berkata kepadaku beberapa Syaikh bahwasanya mereka hadir

ketika Ghudaif bin Harits mengalami naza‟ (sakaratul maut), seraya

berkata:‟Siapakah diantara kalian yang dapat membacakan surat Yaasin?‟

Lalu Shalih bin Syuraih as-Sakuni membacakannya. Maka, ketika sampai pada ayat ke-40, ia (Ghudhaif) wafat. Shafwan berkata: para Syaikh sebagaimana keterangan dari Imam adz-Dzahabi.

9

Yazid, Op.cit., hal. 17. 10

(22)

5

itu.‟ Kata Shafwan:‟Kemudian „Isa bin Mu‟tamir membacakan surat Yaasin di sisi Ibnu Ma‟bad.”.11

Terlepas dari fakta bahwa mayoritas hadits yang berbicara mengenai surat Yaasin adalah lemah, palsu atau bahkan munkar, yang perlu diperhatikan adalah hal ini tidak berdampak pada turunnya derajat surat Yaasin itu sendiri sebagai bagian dari al-Qur‟an kalamullah yang terjaga kemurniannya serta mengandung banyak hikmah sebagaimana firmanNya dalam al-Qur‟an surat al-Hijr (15):9 yang artinya: ”Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur‟an dan sesungguhnya kami tetap memeliharanya” serta dalam surat Yaasin ayat

2:”Demi al-Qur‟an yang penuh hikmah”.

Peneliti dalam menyampaikan penjelasan di atas tidak bermaksud untuk menginterfensi pemahaman masyarakat yang ada dalam mengapresiasi surat Yaasin. Hanya saja peneliti bermaksud untuk mendudukkan secara proporsional kedudukan surat Yaasin sebagai salah satu surat dalam al-Qur‟an. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa al-Qur‟an dan surat-surat yang terdapat didalamnya tidak diturunkan semata-mata untuk digunakan sebagai bahan bacaan dalam rangka mencari keutamaan dan pahala semata tetapi al-Qur'an diturunkan untuk dibaca, dipahami dan diamalkan isinya, begitupula idealnya surat Yaasin diperlakukan tidak hanya dibaca dan diharapkan pahala atau barokahnya namun juga dipelajari dan diamalkan kandungannya.

Kandungan al-Qur‟an tidak lepas dari pembicaraan mengenai aqidah,

akhlak, dan syari‟at, dimana ketiga hal tadi merupakan komponen pokok

11

(23)

6

agama Islam12, maka mencari dan mempelajari makna serta mengamalkan nilai-nilai aqidah, akhlak, dan syariat yang terkandung dalam surat Yaasin

adalah hal yang penting untuk dilakukan.

Peneliti dalam penelitian ini memfokuskan pada pembahasan aqidah dan akhlak sebab perkara aqidah mendapat perhatian lebih dari Rasulullah 13 karena dampaknya yang luar biasa terhadap pembentukan kemapanan jiwa seseorang.14Rasulullah menyebut kaum yang tidak percaya dengan takdir yang merupakan bagian dari kesempurnaan aqidah dengan sebutan

“qadariyyah adalah majusi umat ini”15

sebagai peringatan bagi umat Islam agar tidak tergelincir dalam permasalahan aqidah berupa keimanan terhadap adanya takdir. Prof. Dr. Abdullah al-Muslih dan Prof. Dr. Salah al-Sawi menukil riwayat dariImam Muslim dari Yahya bin Ya‟mar tentang sekelompok orang yang tidak mempercayai takdir mendapat teguran keras dari Abdulah bin Umar bin Khaththab: “Seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud lalu diinfakkannya, Allah tidak akan

menerima darinya sehingga ia beriman kepada takdir”.16 Aqidah yang benar akan melahirkan keyakinan kepada Allah dan hari akhir sehingga mendorong seorang muslim untuk beramal sholeh dan juga berakhlak mulia dengan ikhlas.

12

Syahidin, et al., Moral dan Kognisi Islam Buku Teks Pendidikan Agma Islam untuk Perguruan Tinggi (Bandung: CV. Alfabeta, 2009), hal. 51.

13

Sebagaimana dapat dilihat ketika periode Makkah Rasulullah memfokuskan pengajarannya pada aqidah baru kemudian pada periode Madinah Beliau mengajarkan syari‟at, hal ini (pentingnya aqidah) dapat dilihat pula pada hadits-hadits Nabi yang lain diantaranya seperti hadits tentang wasiat Nabi kepada sahabat Mu‟adz saat diutus berdakwah ke Yaman.

14

Ibid., hal. 96. 15

HR. Ahmad. 16

(24)

7

Setelah seorang mukmin beraqidah (iman) yang benar maka buahnya berupa akhlak yang baik sebagai bukti kesempurnaan iman seseorang, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallhu„alaihi wasalam yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

اًقُلُخ ْمُهَُنَسْحَ ًاناَْْيإ َْْيني ْؤُمْلا ُلَمْكَ

Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya”.

Perhatian Islam terhadap pendidikan akhlak tergambar dalam hadits

Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang berbunyi:”Sesungguhnya aku

diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak”. Hadits tesebut memberikan

penegasan bahwa misi utama Nabi adalah tercapainya kesempurnaan akhlak manusia.

M. Quraish Shihab dalam bukunya “Yasin dan Tahlil” mengambil pendapat Imam Ghazali yang menyatakan bahwa surat Yaasin menekankan uraiannya tentang Hari Kebangkitan, lanjut beliau, “sedangkan keimanan baru dinilai benar, kalau seseorang memercayai Hari Kebangkitan sepenuh

hatinya”.17 Pernyataan tersebut memberikan penegasan bahwa di dalam surat

Yaasin memang terkandung pelajaran yang memuat nilai-nilai aqidah diantaranya adalah iman kepada Hari Kebangkitan yang merupakan bagian dari keimanan kepada Hari Akhir.

Secara sepintaspun dapat dilihat bahwa dalam surat Yaasin terdapat ajaran mengenai aqidah dan akhlak salah satunya pada ayat 10 yang artinya:

17

(25)

8

Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut (khasyyah) kepada Tuhan yang Maha Pengasih (ar-Rahman), walaupun dia tidak melihatNya. Makaberilah mereka kabar gembira dengan ampunan danpahala yang mulia”.18

Berdasarkan uraian diatas peneliti hendak mengangkat surat Yaasin

sebagai objek penelitian dengan menitikberatkan pada pengkajian nilai-nilai aqidah dan akhlak yang terkandung didalam surat tersebut dengan judul: MUATAN NILAI-NILAI AQIDAH DAN AKHLAK DALAM Al-QUR‟AN SURAT YAASIN. Peneliti melihat belum ada yang membahas perihal nilai-nilai aqidah dan akhlak dalam surat Yaasin secara khusus.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:Apa muatan nilai-nilai aqidah dan akhlak yang terkandung dalam al-Qur‟an surat Yaasin?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengklasifikasikan dan mendeskripsikan nilai-nilai aqidah dalam surat

Yaasin.

2. Mengklasifikasikan dan mendeskripsikan nilai-nilaiakhlak dalam surat

Yaasin.

(26)

9 D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Institusi dan Mahasiswa

Tulisan ini akan menambah data dan informasi bagi Jurusan Tarbiyah sehubungan dengan kajian nilai-nilai aqidah dan akhlak dalam al-Qur‟an 2. Bagi Masyarakat Luas dan Profesi Pendidik

Sebagai bahan untuk membantu penghayatan lebih dalam akan makna surat Yaasin sebagai salah satu surat dalam al-Qur‟an yang penuh dengan faedah dan ilmu, dengan asumsi surat ini telah menjadi pengetahuan yang umum dikenal masyarakat sehingga memudahkan untuk merekonstruksi pemahaman.

3. Bagi Penulis

a. Penggalian ilmu untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan lingkungan.

E. Ruang Lingkup Penelitian dan Batasan Masalah

Surat Yaasin memiliki 83 ayat yang menceritakan banyak hal, akan tetapi peneliti akan membatasi masalah dengan tujuan untuk lebih mensistematika pembahasan masalah ini agar tidak melebar terlalu jauh dari sasaran sehingga akan memudahkan pembahasan dan penyusunan laporan penelitian ini. Adapun masalah yang diteliti adalah kandungan nilai-nilai aqidah dan akhlak yang terkandung dalam surat tersebut.

(27)

10

Akhir, dan Takdir (Qadha dan Qadar). Adapun lingkup pembahasan akhlak meliputi akhlak terhadap Allah, akhlak terhadap Rasululah, akhlak terhadap manusia termasuk diri sendiri, dan akhlak terhadap lingkungan.

Pembahasan aqidah dan akhlak disini tidak membahas secara mendalam (kalaupun ada sifatnya hanya sebagai penyempurna atau sebagai tambahan informasi) pada perbedaan pendapat antar golongan (firqoh) yang ada pada umat Islam mengenai dua permasalahan (aqidah dan akhlak) tersebut.

F. Definisi operasional

Muatan : Kandungan atau isi.19Maksud muatan dalam penelitian ini adalah kandungan yang terdapat dalam surat Yaasin Nilai : Secara bahasa bermakna harga, uang, angka kepandaian,

ponten, kadar, mutu, dan sifat-sifat (hal-hal) yang penting/berguna bagi kemanusiaan.20Secara istilah adalah rujukan dan keyakinan dalam menentukan pilihan.21Makna nilai dalam penelitian ini adalah suatu hal yang penting dan menjadi rujukan serta keyakinan dalam menentukan pilihan baik-buruk, benar-salah, dan tepat-tidak tepat.

19

Departemen Pendidikan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (cet. II.., Jakarta: Balai Pustaka, 1989) hal. 593.

20

Ibid., hal. 615. 21

(28)

11

Aqidah : Berasal dari kata “‟aqada- ya‟qidu „aqdan” yang

berarti mengikat atau mempercayai/meyakini. Aqidah

dapat diartikan sebagai “Ikatan antara manusia dengan

Tuhan”.22 Syaikh Thahir al-Jazairy mengatakan:”Aqidah Islamiyah adalah hal-hal yang diyakini oleh orang-orang

Islam, artinya mereka menetapkan atas kebenarannya”.23 Jadi aqidah adalah keyakinan yang diyakini kebenarannya oleh mayoritas umat Islam dan bersifat mengikat.

Akhlak : Berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.24 Abdul Majid, S.Ag., M.Pd dan Dian Andayani, S.Pd., M.Pd, dalam Pendidikan Karakter Perspektif Islam mengungkapkan pendapat dari Mubarok bahwa akhlak adalah keadaan batin seseorang yang menjadi sumber lahirnya perbuatan di mana perbuatan itu lahir dengan mudah tanpa memikirkan untung rugi (spontan.pen).25 Pendapat lain mengatakan:

Menurut Abdullah Dirroz dalam Tatapangarsa (1984) menegaskan, “Akhlak adalah suatu kekuatan dalam kehendak yang mantap, kekuatan dan kehendak mana berkombinasi membawa kecenderungan pada pemilihan pihak yang benar (dalam hal akhlak baik) atau pihak jahat (dalam hal

22

Syahidin et.al, Op.Cit., hal. 91. 23

Tim penyusun MKD IAIN Sunan Ampel, Ilmu Kalam (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press, 2011) hal. 6.

24

Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Karakter Perspektif Islam (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012), hal. 9.

25

(29)

12 akhlak tidak baik).26

Akhlak dalam penelitian ini adalah sistem nilai (baik-buruk) yang mengatur pola sikap dan tindakan manusia baik kaitannya terhadap Allah, manusia yang lain, serta lingkungan atau alam dengan merujuk kepada al-Qur‟an, khususnya surat Yaasin, dan al-Hadits sebagai sumber nilai.

Surat Yaasin : Surat ke-36 dalam al-Qur‟an terdiri dari 83 ayat dan tergolong sebagai surat Makkiyyah. Ayat-ayat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ayat-ayat dalam surat Yaasin yang terkandung didalamnya materi aqidah dan akhlak baik secara tersurat/tersirat (tekstual/tafsiri).

26

(30)

13 G. Penelitian Terdahulu

Penulis menemukan beberapa tulisan setema (mengkaji nilai-nilai dalam al-Qur‟an) antara lain:

1. Pembahasan mengenai nilai-nilai akhlak dalam surat al-Hujurat dengan judul “Preservasi al-Qur‟an Dalam mendidik Moral” oleh mahasiswa Magister Agama Islam UMM bernama Chandra Maharani.27Hasil dari penelitian Sdr. Chandra menyatakan bahwa surat al-Hujurat ayat 11 mengajarkan nilai-nilai akhlak antara lain: pendidikan menjunjung tinggi kehormatan kaum muslimin, taubat, husnudhdhan, ta‟aruf, dan egaliter. Tulisan tersebut juga memaparkan metode yang ditawarkan dalam membina akhlak-akhlak yang terdapat dalam surat al-Hujurat ayat 11.

2. Skripsi dengan judul “Muatan Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Surat

al-Hujurat: Analisis Tafsir Surat al-Hujurat ayat 11-13” oleh saudari Ruslindawati dari Fakultas Tarbiyah UIN Malang tahun 2011 dengan hasil bahwa dalam surat al-Hujurat ayat 11-13 terdapat muatan nilai pendidikan akhlak antara lain: pendidikan menjunjung kehormatan kaum Muslimin, larangan memperolok kaum Muslimin, larangan mencela diri sendiri, larangan memberi gelar yang buruk, larangan berburuk sangka, larangan memata-matai, larangan ghibah, pendidikan taubat, pendidikan

ta‟aruf, dan pendidikan egaliter (persamaan derajat).

3. Pembahasan skripsi saudara Ari Firmansyah dari Fakultas Tarbiyah UIN Malang pada tahun 2007 dengan judul Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat

27

(31)

14

Luqman: Analisis Surat Luqman ayat 12-19 dengan hasil bahwa Surat Luqman ayat 12-19 berisi nilai-nilai Tauhid sebagai lawan syirik; kewajiban berbakti kepada orang tua; waspadadengan pandangan Allah

Ta‟ala terhadap semua perkara baik perkara besar maupun kecil;

kewajiban mendirikan sholat; amarmakruf nahi munkar; rendah diri dihadapan Allah dan menjauhi perbuatan dosa; adab berjalan dan menjaga suara.

Tulisan-tulisan tersebut memiliki persamaan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan yaitu dalam hal: obyek kajiannya adalah al-Qur‟an, meneliti kandungan nilai-nilai ahlak, dan menggunakan metode analisis isi. Adapun perbedaan dengan yang peneliti lakukan adalah: keseluruhan sebuah surat yaitu surat Yaasin, mengkaji muatan nilai aqidah disamping muatan nilai akhlak.

H. Sistematika pembahasan

Untuk mempermudah pembahasan skripsi nanti, maka penulis memperinci dalam sistematika pembahasan sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN, meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup dan keterbatasan masalah, definisi operasional, dan sistematika penelitian.

(32)

15

penanaman nilai-nilai pendidikan Islam, dan Film.

BAB III : METODE PENELITIAN, meliputi jenis dan pendekatan penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, analisis data, teknik pemeriksaan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.

BAB IV : HASIL PENELITIAN, meliputi film alangkah lucunya negeri ini, naskah film alangkah lucunya negeri ini, nilai-nilai pendidikan Islam yang ditanamkan pendidik dalam film alangkah lucunya negeri ini dan metode yang digunakan pendidik di film alangkah lucunya negeri ini dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (32 Halaman)