DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Dr. Moewardi.

Teks penuh

(1)

38

DAFTAR PUSTAKA

Adam, J. M. (2009). Dislipidemia : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (V ed.). (A. W. Sudoyo, Penyunt.) Jakarta Pusat: Interna Publishing.

Alwi, I. (2009). Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (V ed.). (A. W. Sudoyo, Penyunt.) Jakarta Pusat: Interna Publishing.

Anna, A. T. (2012). Hubungan Kadar Kolesterol LDL dengan Tipe Stroke di

RSUP DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar Periode Januari – Juni 2011

(Skripsi). Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin Makassar.

Antman, E. M., Selwyn, A. P., & Loscalzo, J. (2014). Penyakit Jantung Iskemik : Kardiologi dan Pembuluh Darah (2 ed.). (M. Iskandar, F. Dinata, & R. Kusuma, Penyunt.) Jakarta: EGC.

Ardanan, Y., Kaligis, S. H., & Mewo, Y. M. (2013). Gambaran Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein Darah Pada Mahasiswa Angkatan 2011 Fakultas

Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dengan Indeks Massa Tubuh ≥ 23

kg/m. Jurnal e-Biomedik (eBM), Vol 1, No 2, 956-960.

Asdie, A. (2008). Penatalaksanaan Hipertensi Pada Diabetes Melitus Dalam

Makalah Update Management of Hypertension. Yogyakarta: Pustaka

Cendekia Press.

Awad, N., Langi, Y. A., & Pandelaki, K. (2013). Gambaran Faktor Resiko Pesien Diabetes Melitus Tipe II di Poliklinik Endokrin Bagian/SMF FK-UNSRAT RSU Prof.Dr. R.D Kandou Manado Periode Mei 2011 - Oktober 2011. Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 1, Nomor 1, 45-49.

Batjo, R., Assa, Y. A., & Tiho, M. (2013). Gambaran Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein Darah Pada Mahasiswa Angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado dengan Indeks Massa Tubuh 18,5 – 22,9 kg/m². Jurnal e-Biomedik (eBM), Vol 1, No 2, 843-848.

Brown, Carol T. (2002). Penyakit Aterosklerotik Koroner : Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit (6 ed., Vol. 1). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Budiman, Sihombing, R., & Pradina, P. (2015). Hubungan Dislipidemia, Hipertensi dan Diabetes Melitus dengan Kejadian Infark Miokard Akut. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas , 32-37.

Dahlan, M. (2010). Besar Sampel Dan Cara Pengambilan Sampel Dalam Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan (3 ed.). Jakarta: Salemba Medika.

(2)

Hartanto, & P. Wulansari, Penyunt.) Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Erawati, Rista., (2012). Hubungan Kadar HDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner (skripsi). Surakarta : Fakultas Kedokteran Umum Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Fauziah, Y. N., & Suryanto. (2012). Perbedaan Kadar Trigliserid pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Tidak Terkontrol. Mutiara Medika, Vol. 12, No. 3, 188-195.

Fikri, F. (2009). Bahaya Kolesterol. Jogjakarta: Kelompok Penerbit Ar-Ruzz Media.

Gani, H. B., Wongkar, D., & Ticoalu, S. H. (2013). Perbandingan Kadar Kolesterol High Density Lipoprotein Darah Pada Wanita Obes dan Non Obes. Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 1, Nomor 2, 879-884.

Goldberg, I. (2001). Diabetic Dyslipidemia : Causes and consequences. JCE&M, Vol 86, No 3, 965-971.

Guyton, A., & Hall, J. (2006). Textbook of Medical Physiology (11 ed.). Philadelphia: Elsivies Saunders.

Hanafiah, A. (2004). Buku Ajar Kardiologi : Angina Pektoris. (L. I. Rilantono, & F. Baraas, Penyunt.) Jakarta: Gaya Baru.

Harun, S., & Alwi, I. (2009). Infark Miokard Akut Tanpa ST Elevasi : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (V ed.). (A. W. Sudoyo, Penyunt.) Jakarta Pusat: Interna Publishing.

Herman, I., Muhammad, S., dan Efrida. 2015. Hubungan Faktor Resiko yang dapat Dimodifikasi dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner di RS Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. Volume 4, Nomor 2, pp.369-75.

Ilyas, S., & Yulianti, S. R. (2015). Ilmu Penyakit Mata (V ed.). Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Indonesia.

Irmalita. (2004). Infark Miokard : Buku Ajar Kardiologi . (L. I. Rilantono, & F. Baraas, Penyunt.) Jakarta: Gaya Baru.

Irmalita. (2015). Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut (3 ed.). Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia.

(3)

Kumar, V., Cotran, R., & Robbins, S. (2004). Buku Ajar Patologi (7 ed., Vol. 2). (H. Hartanto, N. Wulandari, Penyunt., & B. Pendit, Penerj.) Jakarta: EGC.

Lee, D., & Kulick, D. (2005). Improving Your Cholesterol Profile In-Depth. http://www.medicinet.com/your_cholesterol_profile-in_depth/article.htm (15 september 2016).

Megawati, T. (2008). Perbedaan Kadar Resistin Antara Penderita Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner (Thesis). Program Pascasarjana Magister Ilmu Biomedik dan Program Pendidikan Dokter Spesialis 1 Patologi Klinik Universitas Diponegoro Semarang.

Ma'rufi, R., & Rosita, L. (2014). Hubungan Dislipidemia dan Kejadian Penyakit Jantung Koroner. JKKI, Vol.6, No.1,47-54.

Muchid, A., Umar, F., Chusun, & Purnama, N. R. (2006). Pharmacheutical Care Untuk Pasien Penyakit Jantung Koroner : Fokus Sindrom Koroner Akut. Jakarta: Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan.

Murti, B. (2006). Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Ndraha, S. (2014). Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Tatalaksana Terkini. Medicinus, Vol. 27, No.2, 9-17.

Notoadmodjo, S. (2005). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pena, Y., Jose, Britto, F., Bacallao, J., & Juan. (2012). Lipid Levels as Predictors of Silent Myocardical Ischemia in a Type 2 Diabetic Population in Havana. Medicc Review, Vol 14, No 1, 18-24.

PERKENI. (2011). Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe2 di Indonesia 2011. Jakarta: Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.

Price, S. A., & Wilson, L. M. (2002). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit (6 ed., Vol. 1). Jakarta: EGC.

Priyadi, R., & Saraswati, M. R. (t.thn.). Hubungan Antara Kendali Glikemik Dengan Profil Lipid Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Denpasar: Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUP Sanglah Denpasar. (Diakses 18 September 2016).

Purnamasari, D. (2009). Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: (V ed.). (A. W. Sudoyo, Penyunt.) Jakarta Pusat: Interna Publishing.

(4)

Salim, A. Y., & Nurrohmah, A. (2013). Hubungan Olahraga dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner di RSUD Dr. Moewardi. GASTER, Vol 10, No 1, 48.

Sanhia, A. M., Pangemanan, D. H., & Engka, J. N. (2015). Gambaran Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) Pada Masyarakat Perokok di Pesisir Pantai. Jurnal e-Biomedik (eBm), Vol 3, No 1, 460-466.

Satoto, H. H. (2014). Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner. Jurnal Anestesiologi Indonesia, Vol VI, No 3, 209-225.

Sepriati. (2011). Pengaruh Latihan Fisik Terstruktur Terhadap High Density Lipoprotein (HDL) Pada Pasien Hipertensi di Poliklinik Ginjal dan Hipertensi RSUP M Djamil Padang. Padang: repository.unand.ac.id , diakses 15 september 2016.

Setianto, B. Y., Mubarika, S., Astuti, I., & Irawan, B. (2011). Hubungan Antara Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) Dengan Komplikasi Gagal Jantung Akut Pada Infark Miokard Dengan ST-Elevasi (STEMI) Dan Sindroma Koroner Akut Tanpa ST- Elevasi (NSTEACS). Jurnal Kardiologi Indonesia, Vol 32, No 4, 229-235.

Sherwood, L. (2012). Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem (6 ed.). (N. Yesdelita, Penyunt.) Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Soebroto, L. (2010). Hubungan Antara Kadar LDL Kolesterol Pada Penderita Stroke di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta (Skripsi). Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Soegondo, S., Soewondo, P., & Subekti, I. (2005). Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu (2 ed.). Jakarta: Balai Penerbit FK UI.

Soeharto. (2004). Serangan Jantung dan Stroke, Hubungan dengan Lemak dan Kolesterol. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Soeharto, I. (2001). Penyakit Jantung Koroner. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Indonesia.

Sowers K. M. R., Sowers J. R.2001. Diabetes and hypertension In : Weber M.A. (ed). Hypertension Medicine. New Jersey : Humana Press Inc, p : 376

Susilo, Cipto., (2015). Identifikasi Faktor Usia, Jenis Kelamin dengan Luas Infark Miokard Pada Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Ruang Iccu RSD DR. Soebandi Jember. The Indonesian Journal of Health Science, Vol 6, No 1, 1-7.

(5)

Torry, S. R., Panda, L., & Ongkowijaya, J. (2013). Gambaran Faktor Risiko Penderita Sindrom Koroner Akut. Manado: Bagian / SMF Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unsrat.

Trihono. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI .

Trisnawati, S. K., & Setyorogo, S. (2013). Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol 5, No 1, 6-12.

Trisnohadi, H. B. (2009). Angina Pektoris Tak Stabil : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (V ed.). (A. W. Sudoyo, Penyunt.) Jakarta Pusat: Interna Publishing.

Waspadji, S. (2009). Komplikasi Kronik Diabetes, Mekanisme Terjadinya Diagnosis dan Strategi Pengelolaan : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (V ed.). (A. W. Sudoyo, Penyunt.) Jakarta Pusat: Interna Publishing.

Yogiantoro, M. (2009). Hipertensi Esensial : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (V ed.). (A. W. Sudoyo, Penyunt.) Jakarta Pusat: Interna Publishing.

Yuliani, F. (2014). Hubungan Berbagai Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Kesehatan Andalas. , Vol 3, No 1, 37-41.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...