• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KELOR DI KELAS VII SMP NEGERI I PENYAMBUNGAN SELATAN TA 20144/2015.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KELOR DI KELAS VII SMP NEGERI I PENYAMBUNGAN SELATAN TA 20144/2015."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA

MATERI POKOKKALORDI KELAS VIISMPNEGERI 1 PENYABUNGAN SELATAN T.A 2014/2015

Oleh :

Hevvi Adelina Lubis 4102121007

Program Studi Pendidikan Fisika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

RIWAYAT HIDUP

(4)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KALOR

DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PENYABUNGAN SELATAN T. P. 2014 / 2015

HEVVI ADELINA LUBIS ( NIM : 4102121007 ) ABSTRAK

Rendahnya mutu pendidikan yang tercermin dari rendahnya rata-rata prestasi belajar. Penyebab universal atas rendahnya mutu pendidikan adalah guru sulit memilih model pembelajaran yang tepat, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Kalor di Kelas VII SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan T.P. 2014 / 2015.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain two group Pre-test dan Pos-test, Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII semester II SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan T.P. 2014 / 2015. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik cluster random sampling, yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Problem based Learning, dan kelas kontrol diterapkan pembelajaran konvensional yaitu model pembelajaran langsung, masing-masing kelas sebanyak 30 siswa, Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan Instrumen berupa test pilihan berganda sebanyak 20 soal dengan 5 option (a, b, c, dan d) Tes hasil belajar di validkan oleh validator.

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah S.W.T karena atas rahmat dan karunia-Nya penulisan skripsi ini. Dapat di selesaikan dengan baik, skripsi berjudul. “ Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Kalor Di Kelas VII SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan T.P.2014/2015”, disusun untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di jurusan fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada bapak Drs.Abd. Hakim S, M.Si sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga di sampaikan kepada Ibu Dr. Derlina, M.Si, bapak Dr. Ridwan A.Sani, M.Si dan bapak Drs.Rahmatsyah, M.Si, selaku dosen pembanding yang telah memberikan masukan dan saran-saran kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada bapak Mukti Hamjah Harahap, M.Si selaku dosen pembimbing Akademik dan Bapak Alkhafi Maas Siregar, M.Si selaku ketua jurusan Fisika dan bapak Drs. Sehat Simatupang, M.Si selaku ketua prodi pendidikan Fisika, juga kepada seluruh bapak dan ibu dosen beserta staf dan pegawai jurusan fisika FMIPA UNIMED yang telah banyak membantu penulis. Ucapan terima kasih di sampaikan juga kepada Bapak Dr. Asrin Lubis, M.Pd, selaku dekan FMIPA Unimed. Terima kasih juga kepada ibu Saiyem S.Pd selaku guru bidang studi fisika yang telah banyak membantu dan membimbing penulis selama penelitian dan Ibu Maslahani Rangkuti, S.Pd.I selaku kepala sekolah SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan atas ijin penelitian yang diberikan.

(6)

kasih juga kepada teman saya seluruh anak 10 Dik B. Terima kasih juga untuk teman-teman yang tidak sempat disebutkan namanya.

Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari isi maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya isi skripsi ini memperkaya khasanah ilmu pendidikan kita.

Medan, 2016

Penulis

(7)

DAFTAR ISI

halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar isi vi

Daftar Gambar viii

Daftar Tabel ix

Daftar Lampiran x

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Indentifikasi Masalah 4

1.3. Batasan Masalah 4

1.4. Rumusan Masalah 4

1.5. Tujuan Penelitian 5

1.6. Manfaat Penelitian 5

1.7. Defenisi Operasional 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7

2. Kerangka Teoritis 7

2.1 Pengertian Belajar 7

2.1.1 Tujuan Belajar 8

2.1.2 Ciri – Ciri Belajar Mengajar 9

2.1.3 Akivitas Belajar 11

2.1.4 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Belajar 12

2.1.5 Evaluasi Hasil Bellajar 13

2.1.5.1 Pengertian Hasil Belajar 13

2.1.5.2 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar 14

2.2 Pembelajaran Konvensional 14

2.3 Pengertian Model Pembelajaran 16

(8)

2.3.2 Ciri – Ciri Khusus PembelajaranProblem Based Learning 17 2.3.3 Mamfaat PembelajaranProblem Based Learning 20 2.3.4 Sintaks PembelajaranProblem Based Learning 21

2.4 Materi Pokok 22

2.4.1 Pengertian Kalor 22

2.5 Kerangka Konseptual 33

2.6 Hipotesis 34

BAB III METODE PENELITIAN 35

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 35

3.2. Populasi dan Sampel 35

3.3. Variabel Penelitian 35

3.4. Jenis dan Desain Penelitian 36

3.5. Prosedur Penelitian 37

3.6. Instrumen Penelitian 37

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 47

4.1. Hasil Penelitian 47

4.2. Pembahasan 82

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 84

5.1. Kesimpulan 84

5.2. Saran 84

(9)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Bagan Perubahan Wujud zat 26

Gambar 2.2. Perpindahan Kalor 29

Gambar 2.3. Konveksi Pada Zat Cair 31

Gambar 2.4 Terjadinya Angin Laut 31

Gambar 2.5. Terjadinya Angin Darat 31

Gambar 4.1. Diagram batang kategori pretes, aktivitas dan postes 54 Gambar 4.2. Grafik nilai pretes,aktivitas dan postes

berdasarkan kategori 80

Gambar 4.3. Grafik nilai pretes,aktivitas dan postes

berdasarkan individu 80

Gambar 4.4. Grafik nilai pretes,aktivitas dan postes

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Sintaks pembelajaran berdasarkan masalah 22

Tabel 2.2. Kalor jenis berbagai zat 25

Tabel 2.3. Titik didih dan kalor uap beberapa zat 27 Tabel 2.4. Tiik lebur dan kalor lebur beberapa zat 28

Tabel 3.1.Group pre-test-post-test design 36

Tabel 3.2. Spesipikasi tes hasil belajar pada materi pokok kalor 37

Tabel 3.3. Klasifikasi uji reliabilitas 39

Tabel 3.4. Krieria uji daya pembeda 40

Tabel4.1. Normalitas data pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol 48 Tabel 4.3. Homogenitas data pretes kelas eksperimendan kelas kontrol 49

Tabel 4.5. Ringkasan perhitungan uji t pretes 50

Tabel 4.2. Normalitas data postes kelas eksperimen dan kelas kontrol 48 Tabel 4.4. Homogenitas data postes kelas eksperimen dan kelas kontrol 49

Tabel 4.6. Ringkasan perhitungan uji t postes 51

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

halaman

Lampiran 1 RPP I 89

Lampiran 2 RPP II 112

Lampiran 3 Lembar Kerja Siswa (LKS-1) 132

Lampiran 4 Lembar Kerja Siswa (LKS-2) 136

Lampiran 5 Kisi-kisi Soal 140

Lampiran 6 Soal-soal Tes Hasil Belajar 159

Lampiran 7 Lembar Observasi Aktivitas 168

Lampiran 8 Pedoman Penskoran Observasi 166

Lampiran 9 Daftar Nama Siswa Kelas Eksperimen dan Kontrol 169 Lampiran 10 Tabulasi Jawaban Pretes Kelas Eksperimen 171 Lampiran 11 Tabulasi Jawaban Pretes Kelas Kontrol 174 Lampiran 12 Tabulasi Jawaban Postes Kelas Eksperimen 177 Lampiran 13 Tabulasi Jawaban Postes Kelas Kontrol 180

Lampiran 14 Data Hasil Belajar 183

Lampiran 15 Perhitungan Nilai Rata-Rata dan Standar Deviasi 187

Lampiran 16 Uji Normalitas Data 189

Lampiran 17 Uji Homogenitas Data 194

Lampiran 18 Pengujian Hipotesis Data 197

Lampiran 19 Tabel Observasi Penilaian Aktivitas Belajar Siswa 201

Lampiran 20 Rekapitulasi Nilai Aktivitas 203

(12)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah.

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan seharusnya diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Proses pembelajaran kurikulum 2013, menekankan penerapan pendekatan scientific (ilmiah), yang mana pendekatan tersebut sangat sesuai digunakan untuk pembelajaran sains, terutama pelajaran fisika. Dalam belajar fisika hendaknya fakta konsep dan prinsip-prinsip fakta tidak diterima secara prosedural tanpa pemahaman dan penalaran. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari otak seseorang (guru) kepada orang lain (siswa). Siswa sendirilah yang harus mengartikan apa yang telah diajarkan dengan menyesuaikan terhadap pengalaman-pengalaman mereka. Pengetahuan atau pengertian dibentuk oleh siswa secara aktif, bukan hanya diterima secara pasif dari guru mereka.

(13)

menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran.Berdasarkan hasil angket yang disebarkan ke 30 orang siswa SMP N 1 Penyabungan Selatan diperoleh, (18 orang siswa) berpendapat fisika adalah pelajaran yang sulit dipahami dan membosankan, (8 orang siswa) berpendapat kadang-kadang fisika pelajaran yang sulit dipahami dan membosankan, dan hanya (3 orang siswa) yang berpendapat fisika pelajaran yang tidak sulit dan tidak membosankan. Fisika adalah pelajaran yang sulit dipahami dan membosankan, diperkuat oleh pendapat Siti Nurohomah dkk (2011:45) menyatakan bahwa fisika adalah pelajaran sains yang terkesan sulit, sehingga siswa lebih dahulu merasa tidak mampu sebelum mempelajarinya. Sedangkan pendapat dari Zulirfan dkk (2011:2) menyatakan bahwa fisika penting untuk diajarkan pada sekolah formal karena merupakan bagian dari kehidupan kita, melekat dengan fenomena jagat raya dan lingkungan kehidupan serta mendukung kemajuan teknologi pada saat ini. Meskipun demikian banyak siswa yang menyatakan IPA fisika merupakan pelajaran yang sulit.

(14)

Manfaat model pembelajaranProblem Based Learning(1) membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir dan (2) mengembangkan keterampilan mengatasi masalah. Penelitian yang pernah dilakukan berkenaan dengan Problem Based Learning. Penelitian mengenai ModelProblem Based Learningini sudah pernah dilakukan dan dikaji oleh Sinemaso H. Manik (2014) dengan judul “Pengaruh Model PembelajaranProblem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Kinematika Gerak Lurus Kelas X Semester I SMA Negeri 11 Medan T.P. 2013/2014”. Hasil belajar siswa meningkat 63,33 menjadi 74,91. Aktivitas belajar siswa selama menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah mengalami peningkatan, pada pertemuan I 53,78%, pertemuan II 67,51%, dan pada pertemuan III 70,97%. Adapun aktivitas siswa yang dibuat peneliti dalam deskriptor aktivitas belajar siswa yaitu menulis informasi, mengajukan pertanyaan pada guru, melakukan diskusi, bertanya pada teman kelompok, mempresentasikan hasil diskusi.Adapun kelemahan dalam penelitian sebelumnya yaitu deskriptor aktivitas belajar siswa belum sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat dalam model pembelajaranProblem Based Learning.Untuk mengatasi kelemahan atau kendala pada peneliti sebelumnya, maka peneliti akan memberikan instruksi yang jelas kepada siswa jenis pertanyaan yang digunakan dalam belajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning. Deskriptor aktivitas belajar siswa yang sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat dalam model pembelajaranProblem Based Learning adalah menunjukkan masalah, merumuskan hipotesi, mengidentifikasi masalah, menganalisis masalah, memecahkan masalah,dan mempresentasikan hasil karya.

Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul ” Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa Pada Materi Pokok Kalor di Kelas VII

Semester I SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan TP. 2014/2015”

(15)

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi 2. Rendahnya hasil belajar fisika

3. Kurangnya keterlibatan siswa dan keaktifan siswa dalam kelas masih rendah. 4. Fisika merupakan pelajaran yang sulit dipahami dan membosankan

1.3 Batasan Masalah

Karena luasnya permasalahan dan keterbatasan kemampuan, waktu dan biaya maka peneliti perlu membuat batasan masalah dalam penelitian ini. Adapun yang menjadi batasan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan.

2. Model pembelajaran yang digunakan adalah Model Pembelajaran Problem Based Learning.

3. Aktivitas dan Hasil belajar siswa pada materi pokok Kalor di kelas VII SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan.

1.4 Rumusan Masalah

Untuk memperjelas permasalahan penelitian ini, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana hasil belajar siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Materi Kalor di SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan T.P 2014/2015?

(16)

3. Bagaimana pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Kalor di SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan T.P 2014/2015?

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada materi pokok Kalor di SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan T.P 2014/2015.

2. Untuk mengetahui aktivitas siswa selama Proses Belajar Mengajar dengan menggunakan Model Problem Based Learning pada materi pokok Kalor di SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan T.P 2014/2015.

3. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Model Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Kalor di SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan T.P 2014/2015.

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah ;

1. Sebagai bahan informasi mengenai pengaruh Model pembelajaran Problem Based Learning pada materi Kalor.

2. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru bidang studi untuk mempertimbangakan penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learningdalam proses belajar mengajar.

3. Bagi peneliti, dapat lebih memperdalam pengetahuan mengenai Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk dapat diterapkan dimasa yang akan datang.

(17)

1.7 Definisi Operasional

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya termasuk buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain (Joyceet all., 2009)

Model pembelajaran PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa mengerjakan permasalahan yang autentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan ketrampilan berpikir tingkat lebih tinggi, mengembangkan kemandirian dan percaya diri (Arends, 2008).

Hasil belajar adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan atau diciptakan baik secara individual atau kelompok (Djamarah, 2006).

(18)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil analisa data dan pengujian hipotesis maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Pada hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung> ttabelyaitu 3,11 > 2,002 pada taraf signifikansi α = 0,05. Hal ini berarti terima Ha yang artinya ada pengaruh model pembelajaran Problem based Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok kalor.

2. Pada pertemuan I nilai rata-rata aktivitas siswa sebesar 53,367 dan meningkat pada pertemuan II menjadi 76,66. Aktivitas siswa dikategorikan aktif sejalan dengan peningkatan hasil belajar siswa yaitu rata-rata 72,5. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa yang diamati pada penerapan model pembelajaran Problem Based Learning mengalami peningkatan.

3. Dari hasil analisis menggunakan Microsoft Office Exel 2007 didapat persamaan linier hubungan antara nilai pretes, aktivitas dan nilai postes yaitu ypost> ypredengan ypost= 2,341 x + 59,59 dan ypre= 0,600 x + 22,78. Kesimpulan dari persamaan tersebut adalah nilai aktivitas mempengaruhi hasil belajar (nilai postes) atau memberi sumbangan yang besar terhadap hasil belajar.

3.2. Saran

Berdasarkan hasil dan kesimpulan dalam penelitian ini, maka peneliti mempunyai beberapa saran, yaitu:

(19)

2. Kepada peneliti selanjutnya yang ingin meneliti tentang model pembelajaran Problem based learning ini agar menyusun instrumen soal yang berupa masalah-masalah yang menarik agar siswa tertarik untuk memecahkan masalah tersebut.

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Arends, R., (2008),Learning to Teach: Belajar untuk Mengajar, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Arikunto, S., (2006),Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta.

Arikunto,S., (2009),Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta

Arikunto.S, (2003),Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

Djamarah, S.B. dan Aswan, Z., (2006),Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta.

Dimyati dan Mudjiono. 2002.Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Halliday, D., Resnik, R., (1994),Fisika, Erlangga, Jakarta

Joyce, B., Weil, M. dan Calhoun, E., (2009),Models of Teaching: Model-Model Pengajaran, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Ibrahim, M., Nur, M., (2000),Pengajaran Berdasarkan Masalah, University Press, Surabaya.

Kanginan, M., (2006),Fisika SMA/MA Kelas X, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Kennedy. 2009. Perbedaan Hasil belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dengan

Konvensional pada Materi Pokok Pemuaian di SMA Negeri 4 Kisaran T.A. 2008/2009. Skripsi. Medan : FMIPA Unimed

Matlin, M. E. (2009).Cognitive Psychology. Seventh Edition. Internasional Student Version. Jhon Wiley & Sons, Inc

Matlin, (2003).Cognitive. Fifth Edition. Jhon Wiley & Sons, Inc.

(21)

Meltzer, D. E. (2002). “The Relationshif between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gain in Physics: A Possible Hidden Variable in Diagnostic Pretest Score”.Am,J.Phys.70,(2), 1259-1267.

Sanjaya., W, 2010,Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Prenada Media Grup, Jakarta

Sagala, S., (2009),Konsep dan Makna Pembelajaran, CV Alfabeta, Bandung.

Sardiman, (2009),Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar,PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Siagian, L. 2009. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model

Berdasarkan Masalah dan Model Pembelajaran Konvensional pada Materi Pokok Listrik Dinamis di Kelas IX SMP N 2 Rantau Parapat T.A

2008/2009.Skripsi. Medan: Universitas Negeri Medan

Sihotang, I. M. 2012. Perbedaan Hasil Belajar Siswa dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Konvensional pada Materi Pokok Optik Geometri Kelas X SMA St. Yoseph Medan.Skripsi. Medan: FMIPA Unimed

Siregar, D. S. 2011.Pengaruh Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah dalam Meningkakan Aktivitas Belajar Dan Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Pokok Kinematika Gerak Lurus Di Sekolah Menengah Atas Kelas

X.Skripsi.Medan : FMIPA Unimed

Sitanggang, N. 2012. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Kesetimbangan Benda Tegar Kelas XI MAN 1 Medan T.P 2011/2012.Skripsi. Medan: FMIPA Unimed

Slameto, (2010),Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta.

Sudjana, (2005),Metode Statistik, Penerbit Tarsito, Bandung.

Sudjana, (2009),Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Remaja Rosdakarya, Bandung

Supiyanto, (2006),Fisika SMA Jilid 1, Erlangga, Jakarta

Gambar

Gambar 2.1. Bagan Perubahan Wujud zat

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang diajarkan menggunakan Model pembelajaran Pembelajaran Penemuan ( Discovery Learning) dengan Model

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penggunaan model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok karakteristik zat

Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan pembelajaran

Akar penyebab rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika dikarenakan : (1) dalam proses pembelajaran Matematika di kelas VIII C, guru masih menggunakan metode ceramah,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Tekanan Di Kelas VIII

Berdasarkan kriteria validasi yang digunakan maka hasil presentase kevalidanadalah “sangat valid”,.Berdasarkan ujicoba terbatas yang dilakukan kepada peserta didik menunjukkan

Kepala sekolah sebaiknya menyarankan kepada guru matematika, agar dalam proses pembelajaran matematika guru harus bisa memilih model pembelajaran yang tepat, salah

Beberapa sarantim peneliti terkait dengan hasil penelitian ini, diantaranya adalah:Diharapkan bagi guru matematika untuk dapat memilih dan menggunakan model yang tepat dalam proses