Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom.)
Oleh : Irvan Febriansyah NIM : 103091029500
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom.)
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Oleh :
IRVAN FEBRIANSYAH NIM : 103091029500
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
JAKARTA
2010
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Oleh Irvan Febriansyah
103091029500
Menyetujui,
Pembimbing I,
Viva Arifin, MMSI NIP. 197308102006042001
Pembimbing II
Herlino Nanang, MT NIP. 197312092005011002
Mengetahui,
Ketua Program Studi Teknik Informatika
Yusuf Durachman, MSC, MIT
NIP. 19710522200604100250 378 017
Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Kamis, 3 Juni 2010. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Informatika.
Jakarta, 9 Juni 2010 Tim Penguji
Penguji I,
Husni Teja Sukmana, Ph.D NIP. 150 408 905
Penguji II,
Victor Amrizal, M.Kom NIP. 150 411 288
Pembimbing I
Viva Arifin, MMSI NIP. 19730810 2006 04 2 001
Pembimbing II
Herlino Nanang, MT NIP. 19731209 2005 01 1 002
Mengetahui, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis NIP. 19680117 2001 12 1 001
Ketua Program Studi Teknik Informatika
Yusuf Durachman, MSC,MIT NIP. 19710522 2006 04 1 002
DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR HASIK KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI MANAPUN.
Jakarta, Agustus 2009
Irvan Febriansyah 103091029510
ABSTRAK
Perkembangan teknologi di dunia semakin hari semakin pesat, komputer sudah berada hampir di semua rumah, gedung atau perkantoran. Kebanyakan komputer lebih sering digunakan untuk keperluan ketik-mengetik, film, musik dan permainan. Padahal komputer juga bisa digunakan untuk keperluan pengontrolan peralatan listrik rumah tangga seperti lampu, kipas angin dan lain-lain dengan memanfaatkan Parallel Port (Port printer). Semakin meningkatnya penggunaan teknologi informasi diberbagai bidang sehingga menjadi acuan penulis untuk mengatasi permasalahan tentang pengendali ruangan dari gedung-gedung yang mempunyai jarak yang cukup jauh untuk mematikan peralatan listrik pada ruang-ruangan di gedung-gedung yang berbeda. Sehingga untuk menghidupkan ruang- ruangan-ruangan dari banyak gedung membutuhkan tenaga dan waktu yang terbuang, hal tersebut sangat tidak efisien untuk jaman sekarang. Adapun metode yang digunakan penulis dalam dalam mengembangkan simulasi secara umum, dalam hal ini yang digunakan adalah model komputer. Pada sistem kontrol gedung ini terdiri dari Client dan Server. Perangkat lunak yang akan digunakan terdiri dari : Linux, PHP (Personal Home Page), Flash, JavaScript, Bahasa Pemrograman C, perangkat keras yang akan digunakan terdiri driver untuk pengontrolan lampu gedung dan sensor fotodioda.
Kata Kunci : Intranet, Driver Pengendali Lampu, Sensor Fotodioda
Bismillahirrahmaani Rahiim
Segala puji serta syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan semua, sekalian alam, yang menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, dan tidaklah diciptakan jin dan manusia malainkan hanya untuk menyembah kepada-Nya.
Alhamdulillah kupersembahkan untuk-Mu. Ya Allah atas berkat dan rahmat dan hidayah-Mu jualah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam tak lupa juga terlimpah kepada junjungan kita Baginda nabi Muhamad SAW, yang telah memerdekakan umatnya dari musuh utama manusia yaitu kebodohan.
Dalam menyusun skripsi ini, penulis menytakan bahwa tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa bantuan dan bimbingan dari semua pihak. Pada kesempatan ini, perkenankan penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Dr.Syopiansyah Jaya Saputra, M.Sis selaku Dekan Fakultas sains dan Teknologi
2. Ibu Viva Arifin, MMSI dan bapak Herlino Nanang, MT, selaku dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi, dukungan, nasehat dan
membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
3. Bapak Husni Teja Sukmana, Ph.D dan Victor Amrizal, MT, selaku penguji yang telah memberikan saran dan kritik untuk tempat pengembangan disiplin ilmu dan bagi penulis.
4. Bapak Yusuf Durachman, M.Sc, M.IT, selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi.
5. Seluruh Dosen dan Staf Jurusan Teknik Informatika juga seluruh Staf Fakultas Sains dan Teknologi.
6. Keluarga terutama kedua orang tua serta kakak dan adik tercinta yang telah
memberikan dukungan secara penuh baik secara fisik ataupun jasmani.
8. Teman-teman teknik Informatika angkatan 2003 khususnya kelas A yang telah Memberi semangat selama menempuh kuliah di UIN
9. Serta semua pihak yang telah membantu dam penyusunan laporan ini, yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.
Untuk semua pihak yang disebutkan diatas semoga Allah SWT
memberikan balasan yang berlipat ganda dan melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya, Amien.
Kesempurnaan hanyalah milik yang Kuasa, sedangkan kesalahan hanyalah
milik hamba-Nya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa apa yang tertuang
didalam skripsi ini dalam berbagai segi masih jauh dari sempurna. Oleh karena
itu, segala kritik dan saran yang bersifat membangun akan menjadi penghargaan
yang tidak kecil artinya bagi penulis. Meskipun sederhana penulis berharap
mudah â mudahan skripsi ini dapat memberi manfaat bagi yang memerlukan.
Jakarta, Februari 2010
Penulis
LEMBAR JUDUL â¦..â¦â¦â¦ i
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ... ii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN ... iii
LEMBAR PERNYATAAN ... iv
ABSTRAK ... v
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR TABEL ... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang Masalah ... 1
1.2. Perumusan Masalah ... 3
1.3. Pembatasan Masalah ... 3
1.4. Tujuan Penulisan ... 4
1.5. Manfaat Penelitian ... 4
1.6. Metode Penelitian ... 5
1.6.1. Metode Pengumpulan Data ... 6
1.6.2. Metode Pemodelan dan Simulasi ... 6
1.7. Sistematika Penulisan ... 7
2.2.1. Jenis â Jenis Pemodelan ... 10
2.3. Definisi Jaringan Komputer ... 11
2.3.1. Pengenalan Jaringan ... 12
2.3.2. Komponen Jaringan ... 13
2.3.3. Tipe Jaringan ... 15
2.3.4. Topologi Jaringan ... 16
2.4. Model Referensi TCP / IP ... 18
2.4.1. World Wide Web (WWW) ... 21
2.4.2. Browser Web ... 22
2.4.3 Server Web ... 22
2.5. LINUX ... 23
2.5.1. Pengenalan LINUX ... 23
2.5.2. Perbedaan Mendasar LINUX ... 25
2.5.3. Kelebihan LINUX ... 26
2.5.4. Bagian Sistem Operasi LINUX ... 27
2.6. Antar Muka (Interface) ... 28
2.6.1. Dasar-Dasar Port Parallel ... 29
2.6.2. Port Parallel DB-25 ... 31
2.6.3. Sensor Cahaya ... 32
2.8. Profesional Home Page (PHP) ... 36
2.8.1. Dasar-Dasar PHP ... 36
2.8.2. Tipe Data PHP ... 37
2.8.3. Deklarasi variabel ... 39
2.8.4. Operator dalam PHP ... 41
2.8.5. Pengulangan dengan while dan for ... 42
2.9. Bahasa C... 44
2.9.1. Struktur Dasar Bahasa C ... 45
2.9.2. Kompilasi ... 45
2.10. Komponen Pendukung... 46
2.10.1. Resistor ... 46
2.10.2. Transistor... 48
2.10.3. Dioda... 49
2.10.4. Fotodioda... 49
2.10.5. Operational Amplifier ... 50
2.10.6. Relay... ... 51
2.11. Hal â Hal yang Diperbandingan Antara Penulis dengan Skripsi yang Sudah Ada ... 52
3.3. Metode Pengumpulan Data ... 55
3.4. Tahapan â Tahapan dalam pengembangan Model Komputer â¦â¦â¦. ... 57
BAB IV ANALISA DAN PENGEMBANGAN SISTEM â¦... 60
4.1. Profil Fakultas Saints dan Teknologi ... 60
4.2. Memahami Sistem yang akan disimulasikan ... 61
4.2.1. Spesifikasi Perangkat Lunak dan Perangkat Keras Yang digunakan peneliti ... 62
4.3. Mengembangkan Model Komputer Dari Sistem ... 63
4.4. Mengembangkan Model Komputer Untuk Simulasi ... 66
4.5. Membuat Program (Software) Komputer ... 68
4.5.1. Perancangan Software ... 68
4.5.2. Pengaksesan Port Parallel Komputer Pada Bahasa Pemograman PHP dan C ... 69
4.5.3. Perancangan Hardware ... 72
4.6. Menguji, Menverifikasi dan Menvalidasi Keluaran Simulasi ... 80
4.6.1. Silent Tes ... 80
4.6.2. Ping Terus Menerus ... 81
5.1. Kesimpulan ... 83
5.2. Saran ... 84
DAFTAR PUSTAKA ... 85
LAMPIRAN
Gambar 2.2 Topologi Bus â¦... 17
Gambar 2.3 Topologi Star â¦... 17
Gambar 2.4 Topologi Daisy â Chain â¦... 18
Gambar 2.5 Diagram Model Empat Layer TCP /IP â¦... 20
Gambar 2.6 Female Port Connector DB-25 â¦...â¦... 30
Gambar 2.7 Diagram Sistem Kontrol Terbuka (Open Loop) â¦â¦. 35
Gambar 2.8 Diagram Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop) â¦â¦ 36
Gambar 2.9 Diagram Langkah Interpreter â¦... 44
Gambar 2.10 Diagram Langkah Compiler â¦... 44
Gambar 2.11 Resistor Berkode Warna â¦... 47
Gambar 2.12 Komponen Trasistor â¦... 48
Gambar 2.13 Simbol Fotodioda â¦... 50
Gambar 2.14 Simbol Amplifier â¦... 51
Gambar 2.15 Konstruksi Relay â¦... 52
Gambar 4.1 Context Diagram Sistem Lampu Gedung Terkontrol melalui Intranetâ¦... 61
Gambar 4.2 Data Flow Diagram Sistem Lampu Gedung Terkontrol melalui Internetâ¦â¦â¦. 64
melalui Internetâ¦â¦â¦... 71
Gambar 4.5 Konfigurasi IP Address Step 1 â¦â¦â¦. 73
Gambar 4.6 Konfigurasi IP Address Step 2 â¦â¦â¦. 75
Gambar 4.7. Tampilan Awal Sistem Lampu Gedung Terkontro
melalui Intranet â¦â¦â¦ 75
Gambar 4.8 Rangkaian Driver â¦â¦â¦ 77
Gambar 4.10. Rangkaian Pendeteksi Cahaya Lampu LED
Menggunakan Sensor Fotodioda â¦â¦â¦ 79
[image:15.595.110.493.171.560.2]xv
Tabel 2.2 Tabel Address Port Printer ... 32
[image:16.595.110.486.171.560.2]1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi di dunia semakin hari semakin pesat,
komputer sudah berada hampir di semua rumah, gedung
atau perkantoran. Kebanyakan komputer lebih sering digunakan untuk
keperluan ketik-mengetik, film, musik dan permainan. Padahal komputer
juga bisa digunakan untuk keperluan pengontrolan peralatan listrik rumah
tangga seperti lampu, kipas angin dan lain-lain dengan memanfaatkan
Parallel Port (Port printer) pada komputer tersebut sehingga menjadikan komputer sebagai alat bantu utama manusia. (Pratomo, 2004)
Dalam dunia komputer, port adalah satu set instruksi atau perintah
sinyal dimana microprocessor atau CPU (Central Processing Unit) menggunakannya untuk memindahkan data dari atau ke piranti lain.
Penggunaan umum port adalah untuk berkomunikasi dengan printer,
modem, keyboard dan display. Kebanyakan port-port komputer adalah
berupa kode digital, di mana tiap-tiap sinyal atau bit adalah berupa kode
biner 1 atau 0. (Joni, dkk, 2006)
Dengan adannya jaringan intranet, suatu sistem peralatan yang
ditangani oleh komputer, maka semuanya akan terasa lebih otomatis, lebih
keuntungan bila dibandingkan dengan pengerjaan secara manual.
Penggunaan komputer untuk pengendalian lampu gedung yang
dilaksanakan secara sentral banyak membantu dalam melaksanakan,
rnenyalakan dan mematikan lampu digedung bertingkat, dimana pekerjaan
akan terasa lebih ringan dan pemakaian lampu didalam gedung dapat
diawasi sehingga dapat menghindari pemakaian lampu yang berlebihan,
sehingga untuk memantau dan mengontrol pemakaian listrik pada suatu
waktu dibagian gedung atau ruangan masih dikontrol dan dipantau oleh
seorang petugas yang berjaga, bisa dibayangkan apabila bangunan tersebut
relatif besar, luas dan mempunyai banyak ruangan juga banyak lantai,
sangat tidak efisien waktu yang dibutuhkan seorang petugas yang berjaga
hanya untuk memantau atau mengecek penggunaan listrik pada bangunan
gedung tersebut.
Pengontrolan berbasis intranet diatas memberikan ide kepada
penulis untuk dapat digunakan mengontrol lampu dengan memanfaatkan
fungsi dari parallel port. Komputer yang dikontrol memerlukan program aplikasi berbasiskan bahasa pemograman C untuk pengontrolan
otomatisasi on/off lampu ruangan gedung. Skripsi ini penulis beri judul :
â SIMULASI LAMPU GEDUNG TERKONTROL MELALUI
INTRANET â.
Dalam penulisan judul tersebut diatas, sebenarnya sudah banyak
dalam bahasa pemograman. Dimana penulis menggunakan web
programming dalam mengendalikan lampu LED, sedangkan skripsi yang
sudah ada sekarang masih banyak yang menggunakan visual programming
seperti visual basic, delphi dan java. Adapun kelebihan dari program yang
kami rancang menggunakan sensor fotodioda untuk mendeteksi hidup dan
matinya lampu dan menggunakan software opensource .
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut dapat dirumuskan
bahwa permasalahan yang ada adalah :
1. Bagaimana membuat suatu aplikasi mengontrol lampu gedung secara
otomatis dalam suatu jaringan intranet ?
2. Bagaiamana memanfaatkan port parallel sebagai penghubung antara
hardware dan software ?
3. Bagaimana cara user untuk mendeteksi suatu lampu apabila dalam
keadaan mati/putus ?
1.3. Pembatasan Masalah
Pada pembahasan skripsi ini penulis membatasi masalah dengan
ruang lingkup sebagai berikut :
1. Simulasi pengontrolan lampu gedung menggunakan rangkaian PCB
yang sudah dipasang 8 buah lampu led dan menggunakan sensor
perangkat keras.
3. Perangkat lunak khusus dibuat dan ditujukan untuk mengontrol
peralatan listrik seperti lampu yang ada pada satu buah gedung yang
sama.
4. Kemampuan penggunaan aplikasi sebatas Local Area Network
1.4. Tujuan Penulisan
Tujuan yang diharapkan dari pembuatan skripsi ini adalah :
1. Mengaplikasikan dua komputer sebagai pengontrolan lampu gedung
melalui jaringan intranet sehingga lampu gedung tersebut dapat
dikontrol dari jauh mati dan hidupnya.
2. Meneliti dan menguji fenomena dan permasalahan yang terjadi.
3. Menyumbangkan gagasan penerapan alternatif sistem operasi dengan
konsep open source pada ruang lingkup pendidikan.
1.5. Manfaat Penelitian
Penulisan skripsi ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih
kepada pihak-pihak berikut :
a. Bagi Penulis:
1. Agar dapat mengetahui serta meneliti sistem kerja sebuah
dalam hal mengontrol peralatan listrik seperti lampu dapat
diminimalisasi sehingga efisiensi dapat ditingkatkan.
b. Bagi Universitas:
1. Sebagai tolok ukur keberhasilan proses belajar mengajar yang
dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi pihak akademik dan
sebagai referensi bagi mahasiswa dalam penelitian lebih lanjut
yang berkaitan dengan studi yang dibahas dalam laporan Tugas
Akhir ini.
c. Bagi Pengguna
1. Dengan pengendali jarak jauh, pekerjaan mematikan lampu akan
menjadi lebih mudah dan ringan
2. Menghemat waktu dan tenaga
1.6. Metode Penelitian
Dalam menyusun skripsi ini, diperlukan data-data informasi yang
lengkap sebagai bahan yang dapat mendukung kebenaran materi uraian
dan pembahasan. Untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan,
1. Metode Observasi
Metode ini dilakukan dengan mengamati secara langsung
pada gedung FST UIN Jakarta.
2. Metode Studi Pustaka
Untuk menambah referensi akan teori-teori yang diperlukan
penulis melakukan studi pustaka dengan membaca dan
mempelajari secara mendalam literatur-literatur yang
mendukung penelitian ini. Diantaranya buku-buku, catatan,
dan artikel baik cetak maupun elektronik.
3. Metode Literatur
Studi Literatur ini merupakan kajian teoritis yang dilakukan
penulis atas referensi-referensi yang berkaitan dengan
penelitian. Kajian ini dimaksudkan untuk menjelaskan
beberapa teori terkait sebagai dasar pijakan dari analisa dan
simulasi yang akan dilakukan.
1.6.2. Metode Pemodelan dan Simulasi
Proses membuat suatu model adalah proses yang tak dapat
dijabarkan rumusannya secara pasti, lebih merupakan seni, yang
dapat diberikan sebagai pegangan dalam membuat suatu model
komputer secara umum sebagai berikut :
1. Memahami sistem yang akan disimulasikan.
2. Mengembangkan model dari sistem.
3. Mengembangkan model untuk simulasi.
4. Membuat program (software) komputer
5. Menguji, menverifikasi dan menvalidasi keluaran simulasi.
6. Mengeksekusi program simulasi.
1.7. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Berisikan tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan
penulisan, batasan masalah, metode penulisan dan
sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Berisikan tentang pengenalan jaringan intranet dan
pengertian linux, antar muka, sistem kendali, gambaran
jaringan intranet secara umum, dasar â dasar pemograman
dalam pembuatan sistem dan komponen pendukung.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini akan menjelaskan proses penelitian penulis
dalam merancang dan membangun sistem aplikasi pengendali
Berisikan perancangan jaringan berbasiskan Linux
menggunakan Apache sebagai web server dengan
pemograman berbasiskan bahasa C dan PHP dan cara kerja
sistem yang telah dibuat dan berisikan tentang langkah â
langkah pengujian serta pengoperasian driver.
BAB V PENUTUP
Berisikan tentang kesimpulan yang diambil berdasarkan
analisa dari hasil pengujian berupa kelebihan dan
kekurangan, serta saran â saran untuk penyempurnaan sistem
2.1 Definisi Simulasi
Simulasi adalah proses implementasi model menjadi program
komputer (software) atau rangkaian elektronik dan mengeksekusi software
tersebut sedemikian rupa sehingga perilakunya menirukan atau
menyerupai sistem nyata (realtitas). Jadi simulasi adalah proses merancang
model dari suatu sistem yang sebenarnya, mengadakan percobaan â
percobaan terhadap model tersebut.
Berdasarkan perangkat keras yang digunakan, maka ada 3 jenis
simulasi yaitu : simulasi analog, simulasi digital, dan simulasi hybrid.
Simulasi analog adalah simulasi yang implementasinya menggunakan
rangkaian elekronika analog seperti OpAmp (operational ampflifier)
untuk integrasi, pembanding, pembalik, penjumlah dan lain â lain.
Simulasi digital adalah simulasi yang mana implementasinya
menggunakan komputer digital. Simulasi hybrid adalah simulasi yang
mana implementasinya menggunakan gabungan rangkaian elektronik
analog dan komputer digital. (Sridadi, 2009)
2.2. Definisi Pemodelan Sistem
Pemodelan adala tahapan (langkah) dalam membuat model dari
suatu sistem nyata (realitas). Bahasa yang disepakati dalam pemodelan
bisa dalam bentuk bahasa alamiah (natural) seperti bahasa indonesia,
bahasa gambar, bahasa simbol, bahasa matematika, atau bahasa komputer.
Namun demikian, kebanyakan model untuk simulasi biasanya dalam
bentuk model komputer.
2.2.1. Jenis â Jenis Model
Model dapat direpresentasikan dalam berbagai cara,
tergantung tujuan dari studi. Berapa jenis model dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
a. Model Skala adalah model yang dibuat biasanya dengan
memperkecil skala dari aslinya. Misalnya : model mobil, model
pesawat terbang.
b. Model Piktorial (Visual Grafis) adalah model yang dibuat
dengan menggambar rancangan yang sebenarnya belum ada.
Misalnya : designer mengambar model baju.
c. Model Verbal adalah model yang penjelasannya dengan kata â
kata. Misalnya proses inflasi tergantung dari beberapa faktor
ekonomi makro.
d. Model Skematis adalah model yang melukiskan unsur â unsur
sistem dalam bentuk skema, petak â petak dan arus barang atau
informasi. Model dapat berupa diagram seperti : diagram blok,
DFD (data flow diagram).
e. Model Simbolik (Matematika) adalah model dalam persamaan
f. Model Komputer adalah model dalam bentuk program
komputer (source code) yang ditulis menggunakan bahasa
komputer tertentu seperti C.
Adapun jenis model yang dipakai dalam penulisan skripsi ini
adalah model komputer.
2.3. Definisi Jaringan Komputer
Jaringan komputer secara bahasa sederhana atau umum dapat
diartikan sebagai suatu komunikasi yang dilakukan oleh beberapa
komputer yang terhubung melalui perangkat keras jaringan ( Ethernet Card, Token Ring, Modem dan Sebagainya ) atau bisa diartikan juga sebagai kumpulan interkoneksi sejumlah komputer. Dua buah komputer
dapat dikatakan membentuk suatu jaringan bila keduanya dapat saling
berkomunikasi atau bertukar informasi. Bila sebuah jaringan sudah
terbentuk maka kemudahan â kemudahan pun akan didapatkan, seperti
dalam melakukan komunikasi data, menggunakan perangkat keluaran
( printer ) secara bersama â sama.(Sembiring, 2003)
Intranet adalah konsep jaringan lokal yang mengadopsi teknologi
Internet, diperkenalkan pada akhir tahun 1995. Intranet adalah jaringan
local yang menggunakan standar komunikasi dan segala fasilitas Internet,
diibaratkan berinternet dalam lingkungan lokal. Intranet umumnya juga
data dengan jaringan Intranet lainnya (Internetworking) melalui backbone
Internet
Dalam sebuah jaringan komputer biasanya terhubung banyak
komputer ke sebuah atau beberapa server. Server adalah komputer yang
difungsikan sebagai "pelayan" pengiriman data dan atau penerimaan data
serta mengatur pengiriman dan penerimaan data diantara
komputer-komputer yang tersambung. Fungsi pelayanan ini dimungkin oleh adanya
penggunaan perangkat lunak khusus untuk server.
Secara fisik, jaringan komputer merupakan komputer yang
dihubungkan dengan kabel data. Ada beragam jenis kabel data yang dibuat
untuk penggunaan tertentu seperti kabel RJ-45 untuk didalam ruangan,
dapat juga mempergunakan kabel UTP.
2.3.1.Pengenalan Jaringan
Di dalam jaringan dikenal beberapa istilah seperti server dan client dimana penulis menggunakan kedua istilah tersebut, berikut ini adalah penjelasan dari ketiga istilah tersebut :
a. Server : Suatu komputer pada jaringan yang bertugas menyediakan layanan, bermacam â macam jenis
layanan yang dapat diberikan kepada client.
Misalnya adalah pengaksesan berkas, peripheral,
database, dan lain sebagainya.
2.3.2. Komponen Jaringan
Untuk membangun sebuah jaringan intranet ada hal utama
yang harus tersedia, yaitu komponen perangkat keras (hardware) jaringan.(Herlambang, dkk, 2002).
Ada 3 kategori utama perangkat keras yang penulis gunakan untuk
membangun sebuah jaringan :
a. Server
Server adalah komputer induk yang bertugas mengontrol aktivitas jaringan, melayani pemakai, dan menyediakan data
untuk dapat diproses dari workstation.
b. Workstation
Workstation atau client adalah komputer yang terhubung dalam jaringan yang tugasnya memproses data yang berada pada
server dan juga dapat menggunakan aplikasi yang berada pada
server.
c. Media Komunikasi Jaringan
Untuk menghubungkan dua komputer atau lebih, baik pada
Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network
Beberapa media komunikasi jaringan ini antara lain adalah
sebagai berikut :
a. Kabel
Saat ini kebanyakan Local Area Network menggunakan media komunikasi meskipun sudah tersedia media komunikasi jaringan
tanpa kabel (wireless) karena biaya menggunakan jaringan kabel jauh lebih murah dibandingkan dengan jaringan tanpa kabel.
Kabel yang dipakai antara lain :
1. Kabel Unshield Twisted Pair (UTP)
Kabel Unshield Twsted Pair (UTP atau kabel jalinan ganda) adalah kabel yang terdiri dari 8 buah kabel yang berlainan
warnanya. Warna pada kabel ini dijadikan sebagai standar
untuk menggurutkan susunan kabel sebelum dipasang pada
konektor. Konektor yang digunakan adalah konektor RJ-45.
Ada dua cara untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45,
cara ini harus disesuaikan tujuannya, yaitu straight digunakan
untuk menghubungkan komputer ke hub atau switch dan
crosssover yang digunakan untuk menghubungkan 2 buah komputer.
b. Konektor
c. Network Interface Card (NIC)
Suatu Hardware yang digunakan untuk menghubungkan dua
komputer atau lebih. Pada saat ini terdapat 2 tipe Local Area Network Card, yaitu PCI dan ISA. Komponen ini harus dipasang
pada slot motherboard dan juga harus disesuaikan tipenya.
2.3.3. Tipe Jaringan
Berdasarkan pada pengoperasian suatu jaringan, terdapat
dua tipe jaringan :
1. Tipe ClientServer
Pada tipe jaringan client server, semua komputer yang terhubung dalam jaringan dikontrol oleh komputer server, karena kontrol
pada jaringan dikendalikan server, pada tipe jaringan ini server
berfungsi memberikan layanan yang diperlukan oleh client, sedangkan client hanya berfungsi menerima layanan dari server. Pada tipe jaringan client server, semua data terpusat hanya pada
server.
2. Tipe Peer to Peer
Tipe jaringan peer to peer tidak memerlukan server khusus yang bertugas untuk mengontrol komputer pada jaringan karena setiap
komputer bisa berfungsi sebagai server maupun client. Pada tipe ini setiap komputer bisa memberikan layanan dan menerima
Tipe jaringan yang penulis terapkan pada simulasi lampu
gedung melalui intranet ini adalah ClientServer.
2.3.4. Topologi Jaringan
Konfigurasi yang digunakan untuk membentuk jaringan
secara fisik disebut topologi jaringan. Jaringan dapat mempunyai
berbagai konfigurasi logis atau fisik. Namun demikian, tanpa melihat
bagaimana cara diimplementasikan, jaringan dapat dimasukan ke
dalam kategori umum di bawah ini. Topologi jaringan yang paling
umum adalah :
1. Topologi Ring
Jaringan dengan topologi ring ini mirip topologi bus hanya ujung â ujungnya saling berhubungan membentuk suatu lingkaran
seperti tampak pada gambar 2.1. Pada lingkaran tertutup ini,
[image:32.595.112.516.173.736.2]sejumlah komputer dihubungkan ke lingkaran tersebut.
2. Topologi Bus
Topologi Bus menghubungkan peralatan jaringan ke kabel tunggal yang berjalan sepanjang jaringan. Dalam topologi bus, semua node
pada bus mempunyai kontrol yang sama. Satu ujung bus merupakan
head. Ujung head mengembalikan pesan ke dalam bus yang berjalan
[image:33.595.109.511.187.541.2]pada arah berlawanan.
Gambar 2.2. Topologi Bus
3. Topologi Star
Dengan topologi star (bintang) ini, semua komputer dihubungkan ke suatu hub seperti pada gambar 2.3. peralatan ini berfungsi ini sebagai
pengontrol seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan. Pada
jaringan ini, lokasi sentral menerima pesan dari node pengiriman dan
menjalankannya ke node tujuan.
4. Topologi Daisy â Chain
Merupakan peralihan dari topologi Bus dan topologi Ring, yaitu tiap simpul terhubung langsung ke dua simpul lain melalui segmen kabel,
[image:34.595.111.498.181.535.2]tetapi segmen membentuk saluran, bukan lingkaran utuh.
Gambar 2.4. Topologi Daisy â Chain
2.4. Model Referensi TCP/IP
TCP/IP adalah singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol. Meskipun TCP/IP baru-baru ini saja menjadi protokol standard, namun umumnya telah lebih dari 20 tahun, digunakan pertama kali untuk
menghubungkan komputer-komputer pemerintah (USA) dan sekarang telah
menjadi dasar bagi internet, jaringan terbesar dari jaringan komputer di
seluruh dunia. Pada saat ini, TCP/IP memiliki keunggulan sehubungan
dengan kompatibilitasnya dengan beragam perangkat keras dan sistem
operasi (Onno, 1999).
Tugas utama TCP adalah menerima pesan elektronik dengan panjang
sembarang dan membaginya ke dalam bagian-bagian, maka perangkat lunak
yang mengontrol komunikasi jaringan dapat mengirim tiap bagian dan
bagian mengalami kerusakan selama transmisi, maka program pengirim
hanya perlu mengulang transmisi bagian itu dan tidak perlu mengulang
transmisi bagian itu dan tidak perlu mengulang dari awal.
TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang didesain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada Wide Area Network (WAN), TCP kepanjangan dari transmission-control-protocol dan IP kepanjangan dari
internetprotocol. Kedua protokol tersebut terpakai untuk menyatakan sekelompok protokol TCP dan IP seperti user-datagram-protocol (UDP),
file transfer protocol (FTP),terminal-emulation-protocol (TELNET), dan lain-lain.
TCP/IP merupakan hasil riset dan pengembangan protokol pada percobaan jaringan packet-switched yang ditemukan oleh defense-advance-research-project agency (DARPA) dengan nama ARPAnet pada tahun 1970, yang kemudian secara umum disebut protokol TCP/IP. Dalam
mempelajari arsitektur protokol ini maka konsep layer (lapisan) yang termasuk keluarga TCP/IP masih diperlukan, karena berhubungan dengan
Berikut merupakan model empat layer TCP/IP terlihat pada gambar di
bawah.
Application Layer
[image:36.595.112.511.165.549.2]Transport Layer
Gambar 2.5 Diagram Model Empat Layer TCP/IP
Untuk mengoperasikan jaringan maka diperlukan sekumpulan standar
tentang tata cara yang diikuti semua peralatan agar dapat saling
berkomunikasi dan bekerjasama, sekumpulan standar inilah yang disebut
protokol yang dapat menyediakan berbagai fungsi komunikasi pada
jaringan.
Applications menggunakan network-protocol yang dipakai sebagai dasar untuk berkomunikasi pada saat network-application berjalan pada jaringan selanjutnya network-protocol menggunakan physical-connections
untuk mengirim data.
Dalam memberikan gambaran jarrringan beroperasi yang merupakan
gabungan elemen physical-connections protocols dan applications berada Internet Layer
Network Internet Layer
TCP/IP Stack
pada level teratas dan physical connections berada paling bawah, maka
protocol menjadi jembatan diantara keduanya. 2.4.1. World Wide Web (WWW)
Pada awalnya internet adalah sebuah proyek yang
dimaksudkan untuk menghubungkan para ilmuwan dan peneliti di
Amerika, namun saat ini telah tumbuh menjadi media komunikasi
global yang dipakai semua orang dimuka bumi. Pertumbuhan ini
membawa beberapa masalah penting mendasar, di antaranya
kenyataan bahwa Internet tidak diciptakan pada jaman Graphical User Interface (GUI) seperti saat ini.
Internet dimulai pada masa dimana orang masih menggunakan alat-alat akses yang tidak user-friendly yaitu terminal dengan berbasis teks serta perintah-perintah command line yang panjang-panjang serta susah diingat, sangat berbeda dengan apa
yang ada pada saat ini yang hanya mengklikkan tombol mouse pada
layar grafik berwarna. Popularitas Internet mulai berkembang pesat setelah standar baru diperkenalkan kepada masyarakat yaitu HTTP
(Hypertext Transfer Protocol) dan HTML (Hypertext Markup Language) sehingga pengaksesan Internet melalui protocol TCP/IP menjadi lebih mudah dari sebelumnya. Dengan standar baru tersebut
maka informasi di Internet dapat disajikan secara visual dan lebih
menarik. Pemunculan HTTP dan HTML membuat orang mengenal
diidentikkan dengan Internet itu sendiri yaitu World Wide Web
(WWW) atau Web. 2.4.2 Browser Web
Browser Web mempunyai tugas untuk menterjemahkan informasi yang diterima dari server Web dan menampilkan pada layar komputer pengguna. Umumnya Browser Web menerima data dalam bentuk HTML, File HTML yang merupakan file teks biasa
yang selain berisi informasi yang hendak ditampilkan kepada user, juga memiliki perintah-perintah untuk mengatur tampilan data-data
tersebut. Browser kemudian menerjemahkan perintah-perintah
tersebut. Meskipun sudah dibuat untuk menstandarkan format dan
elemen HTML, setiap jenis Browser bisa saja menerjemahkan file HTML yang sama secara berbeda. Browser-browser Web yang modern seperti sekarang ini dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang
mendukung tampilan multimedia berupa audio, animasi 3 dimensi dan video. Perangkat lunak Browser Web yang populer sampai saat ini adalah Mozilla Firefox, Netscape Navigator dan Microsoft Internet Explorer.
2.4.3 Server Web
Server Web pada dasarnya adalah perangkat lunak khusus yang bertugas melayani permintaan-permintaan dari Browser Web
akan dokumen-dokumen yang tersimpan di dalam server Web
seperti server-side programming, security protocol dan lain sebagainya. (Sembiring, 2003)
Perangkat lunak server Web yang ada sekarang tersedia untuk dapat dijalankan pada berbagai platform dan lingkungan sistem operasi. Diantaranya adalah sebagai berikut : Apache (UNIX),
Microsoft Internet Information Server (Microsoft Windows),
Netscape Fast Track dan banyak yang lainnya. Meskipun banyak macam server Web yang tersedia akan tetapi secara fungsional adalah sama yaitu untuk melayani permintaan-permintaan dari
Browser Web.
2.5 Linux
2.5.1 Pengenalan Linux
Linux dibaca sebagai "lainaks" atau "linaks", orang Indonesia menyebutnya sebagai "linuks". Linux adalah salah satu "Sistem Operasi" yang merupakan implementasi yang meniru Unix untuk komputer "mikro". Unix adalah sistem operasi yang diciptakan oleh Ken Thompson, Dennis Ritchie, dan Brian Kernighan pada tahun
1969, ketika diminta untuk menulis suatu sistem operasi yang akan
Information and Computing System), kemudian nama ini dipopulerkan sebagai unix . (Wahyono, 2006)
Unix adalah produk komersial, lisensinya untuk komputer mikro bisa berharga ratusan hingga ribuan dollar US, oleh sebab itu
diciptakan berbagai tiruan Unix agar bisa diperoleh dengan biaya lebih murah. Salah satu versi-nya adalah minix yang ditulis oleh Andy Tanenbaum untuk komputer berbasis 80386. Pada tanggal 5
Oktober 1991, Linus Benedict Torvalds, seorang mahasiswa
University of Helsinki di Finlandia, mengumumkan pada newsgroup
(comp.os.minix) bahwa dia telah berhasil menciptakan sebuah sistem
operasi mirip unix yang sangat sederhana, yang diberi nama linux.
Linux sendiri mulai dibuat oleh Linus B. Torvalds disekitar tahun 1989. Sistem operasi baru ini kemudian mendapat perhatian
para programmer dipenjuru dunia melalui bulletin boards, e-mail, dan sebagainya. Para programmer ini mengembangkan linux dengan menambahkan berbagai modul. Pengembangan linux didasarkan pada BSD UNIX System V dari Universitas California. Hak cipta
linux dipegang oleh GNU General Public License (GPL). Suatu badan yang mengatur distribusi Freeware. GPL membolehkan distribusi linux secara gratis asalkan "source code-nya" disertakan.
Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan
multi tasking, yang dapat berjalan di berbagai platform termasuk
berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain,
termasuk Apple, Microsoft dan Novell. Nama linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya Linus B. Torvalds, yang
sebetulnya mengacu pada suatu kumpulan software lengkap yang
bersama-sama dengan kernel menyusun suatu sistem operasi yang lengkap. Lingkungan sistem operasi ini mencakup ratusan program,
termasuk compiler, interpreter, editor dan utilitas.
Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang
telah bekerja dan menjadikan linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang memiliki beragam
kebutuhan dan juga pengguna dapat turut serta bertindak sebagai tim
pengembang sendiri.
2.5.2. Perbedaan Mendasar Linux
Satu hal yang membedakan Linux terhadap sistem operasi
lainnya adalah Hak Cipta (Copyright) dan harganya. Linux ini lebih murah dan dapat diperbanyak serta didistribusikan kembali tanpa
harus membayar fee atau royalti kepada seseorang. Tetapi ada hal lain yang lebih utama selain pertimbangan harga yaitu mengenai
source code. (Ardiansyah.dkk, 2002)
Source code linux tersedia bagi semua orang sehingga setiap orang dapat terlibat langsung dalam pengembangannya. Kebebasan
ini telah memungkinkan para vendor perangkat keras membuat
code yang mahal atau menandatangani Non Disclosure Agreement
(NDA). Dan itu juga telah menyediakan kemungkinan bagi setiap
orang untuk melihat ke dalam suatu sistem operasi yang nyata dan
berkualitas komersial.
Karena linux itu tersedia secara bebas di internet, berbagai
vendor telah membuat suatu paket distribusi yang dapat dianggap sebagai versi kemasan linux. Paket ini termasuk lingkungan Linux
lengkap, perangkat lunak untuk instalasi dan mungkin termasuk
perangkat lunak khusus dan dukungan khusus.
2.5.3. Kelebihan Linux
Di sini akan dijelaskan beberapa kelebihan dari sistem operasi
linux dibandingkan dengan sistem operasi yang lain. Dan berikut ini adalah beberapa fakta dari hal-hal yang menguntungkan dengan
menggunakan program dan file-file linux:
1. Pada dasarnya semua data tersimpan di dalam hardisk walau ada
beberapa kondisi dimana data tersimpan di disket. linux
memberikan beberapa proses spesial dimana terminal, printer dan
device hardware lainnya dapat diakses seperti kita mengakses file
yang tersimpan dalam hardisk atau disket.
2. Ketika program dijalankan, program tersebut dijalankan dari
hardisk ke dalam RAM dan setelah dijalankan akan dinamakan
3. Linux menyediakan servis untuk membuat, memodifikasi program, proses dan file.
4. Linux mendukung struktur file yang bersifat hirarki.
5. Linux adalah salah satu sistem operasi yang termasuk ke dalam kelas sistem operasi yang dapat melakukan multitasking. Multitasking sendiri adalah keadaan dimana suatu sistem operasi dapat melakukan banyak kerjaan pada saat yang bersamaan.
6. Selain multitasking, linux juga dapat mendukung multiuser. Yaitu sistem operasi yang pada saat bersamaan dapat digunakan oleh
lebih dari satu user yang masuk ke dalam sistem. Bahkan untuk
linux juga mendukung untuk multiconsole dimana pada saat bersamaan di depan computer langsung tanpa harus melalui
jaringan dan memungkinkan lebih dari satu user masuk ke dalam
sistem.
2.5.4. Bagian Sistem Operasi Linux
Sistem Operasi linux terdiri dari kernel, program sistem dan beberapa program aplikasi. Kernel merupakan inti dari sistem operasi yang mengatur penggunaan memori, piranti masukan keluaran, proses-proses, pemakaian file pada file system dan lain-lain. Kernel juga menyediakan sekumpulan layanan yang digunakan untuk mengakses kernel yang disebut system call. System call ini digunakan untuk mengimplementasikan berbagai layanan yang
program-program lainnya yang berjalan di atas kernel disebut user mode. Perbedaan mendasar antara program sistem dan program aplikasi
adalah program sistem dibutuhkan agar suatu sistem operasi dapat
berjalan sedangkan program aplikasi adalah program yang
dibutuhkan untuk menjalankan suatu aplikasi tertentu. Contoh :
daemon merupakan program sistem dan pengolah kata (word processor) merupakan program aplikasi.
2.6. Antarmuka (Interface)
Interface atau antarmuka adalah rangkaian yang bertugas menyesuaikan kerja dari piranti peripheral yang sesuai dengan cara kerja komputer itu sendiri. Rangkaian ini diperlukan karena besarnya (tegangan,
arus, daya dan kecepatan proses) piranti peripheral kebanyakan tidak sesuai dengan peripheral input-output device, maka besaran ini harus disesuaikan dengan bantuan interface.
Untuk menghubungkan piranti peripheral seperti relay, motor,
indicator, sensor, catu daya, IC, yang dapat diprogram, pembangkit frekuensi dan lain-lain ini perlu interface. Pengertian interface sendiri adalah rangkaian elektronik yang digunakan untuk menghubungkan antara dua
Interface (sistem antarmuka) digunakan untuk dialog antara processor
dengan peralatan peripheral. Interface yang digunakan sebagai penghubung antara rangkaian adalah port parallel atau disebut juga dengan port printer. Peralatan ini dibuat untuk pengaturan dari berbagai peralatan, dimana
dibutuhkan suatu rangkaian sebagai perantara antara komputer dengan
peralatan yang akan dikontrol. Untuk menghubungkan antara komputer
dengan rangkaian driver, maka digunakan interface, sehingga nantinya
interface akan meneruskan perintah dari komputer untuk rangkaian driver. 2.6.1. Dasar-dasar Port Parallel
Port parallel merupakan salah satu interface yang ada dari beberapa jenis interface. Port parallel sudah disediakan sebagai alternatif port serial untuk pengiriman data ke printer yang teknologinya cepat berkembang. Port parallel printer mempunyai kemampuan mengirim 8 bit data sedangkan port serial hanya dapat mengirim 1 bit data dalam waktu yang bersamaan. (Sutadi, 2002)
Dengan cepat berkembangnya teknologi komputer, kebutuhan
untuk hubungan external pun bertambah, port parallel kemudian menjadi alat yang dapat dihubungkan kebanyakan peripheral device
yang fungsinya sebagai pengontrol dan penerima input dari eksternal device.
Konektor yang digunakan pada port printer adalah DB-25 dengan jumlah pin 25 buah, masing-masing nomor pin dapat dilihat
Gambar 2.6. Female Port Connector DB-25
[image:46.595.110.510.196.676.2]Pin-pin port printer merupakan pintu komunikasi dua arah, dari komputer ke eksternal peripheral dan sebaliknya dari internal peripheral. Nama-nama sinyal yang terdapat pada pin konektor DB-25 port printer tersebut adalah:
Tabel 2.1 Tabel Signal pada Port Printer
Nomor
Pin Nama Sinyal Input/Output
1 Strobe Input/Output
2 Data 0 Input/Output
3 Data 1 Input/Output
4 Data 2 Input/Output
5 Data 3 Input/Output
6 Data 4 Input/Output
7 Data 5 Input/Output
8 Data 6 Input/Output
9 Data 7 Input/Output
10 Ack Input
11 Busy Input
12 Paper Empty Input
13 Select Input
14 Auto Feed Output
15 Error Input
16 Initialize Printer Output
17 Select Input Output
18-25 Ground -
Nama sinyal-sinyal tersebut pada tabel pada dasarnya
pencetak, akan tetapi port printer sebagai mana yang penulis sampaikan pada bab terdahulu mempunyai kemampuan untuk
pengontrolan terhadap peripheral yang sangat baik, setidak-tidaknya
tersedia 8 input/output dan 5 input, serta 4 output tambahan untuk
proses pengontrolan.
2.6.2. Port Parallel DB-25
Paralel Port (DB-25 female) yang sering kita jumpai pada belakang CPU (Central Processing Unit), yang sering kita gunakan sebagai interface antara printer dengan CPU. Paralel Por interface
yaitu rangkaian yang bertugas menyesuaikan kerja dari piranti
peripheral yang sesuai dengan cara kerja komputer itu sendiri. (Sutadi, 2002).
Pada saat komputer pertama kali dihidupkan BIOS (Basic Input/Output System) menetapkan jumlah port yang ada dan menentukan alamat port untuk LPT0, LPT1, LPT2. Setiap port parallel standard IEEE 1284 terdiri atas tiga port address: data port, status port dan control port yang membentuk hubungan dua arah
Tabel 2.2. Tabel Address Port Printer
Printer Data Port Status Control
LPT 0 0x3BC 0x3BD 0x3BE
LPT 1 0x378 0x379 0x37A
LPT 2 0x278 0x279 0x27A
Tetapi pengalamatan dasar port parallel (BASE) pada linux
adalah 0x3bc untuk file /dev/lp0, 0x378 untuk file /dev/lp1,
dan 0x278 untuk file /dev/lp2.
2.6.3. Sensor Cahaya
Terdapat banyak peranti yang dapat digunakan sebagai
sensor cahaya antara lain fotoresistor, fotodioda, dan fototransistor.
Berdasarkan panjang gelombangnya sensor cahaya diklasifikasikan
menjadi sensor inframerah, cahaya tampak dan ultraviolet.
Sensor cahaya mempunyai banyak kegunaan pada sistem
otomasi. Beberapa contohnya antara lain deteksi kertas pada
printer, penentuan banyaknya lampu yang dibutuhkan suatu
ruangan, dan penentuan nyala lampu blitz pada kamera.
Pada skripsi disini penulis menggunakan sensor fotodioda
sebagai sensor cahaya yang berguna untuk mengetahui keadaan
lampu hidup atau mati. Fotodioaada adalah satu alat yang dibuat
cahaya. Makin kuat cahayanya, makin banyak pula jumlah
pasangan elektron dan makin besar pula arus baliknya. (Adi
Nugroho Agung, http://www.ikhsanpratama.wordpress.com=
sensor cahaya : 2010)
2.7. Sistem Kendali
Karya manusia yang dapat dikategorikan sebagai mesin-mesin adalah
mekanisme yang dikontrol, terdiri atas bagian-bagian yang terpasang mati
dan bagian-bagian yang dapat bergerak untuk melaksanakan pengubahan
gaya, gerak atau listrik agar menghasilkan suatu usaha, yang keseluruhan
sifatnya terkontrol.
Baik itu dikontrol langsung oleh manusia sebagai operator maupun
yang terkontrol secara otomatis berdasarkan rancangan kerja suatu alat
tertentu. Tujuan pengontrolan/pengendalian adalah untuk menciptakan hasil
kerja yang optimal, sesuai dengan output yang diharapkan dan meminimalkan kesalahan.
Sedangkan untuk fungsi kendali itu sendiri meliputi :
1. Menerima input dan output referensi (sesuai dengan tingkah laku sistem yang diinginkan).
Dilihat dari prinsipnya, fungsi dasar suatu kendali adalah mencakup
operasi pengukuran, perbandingan, perhitungan dan koreksi. Dimana
pengukuran merupakan operasi otomatisasi penafsiran mengenal suatu
proses dikontrol oleh sistem. Perbandingan merupakan pengujian kesetaraan
antara nilai yang diukur dengan yang diharapkan.
Perhitungan akan memberikan keyakinan yang menunjukkan seberapa
besar perbedaan antara nilai yang diukur dengan nilai yang diharapkan.
Sedangkan koreksi merupakan penentu langkah pengaturan untuk
mengurangi perbedaan antara hasil yang diukur dengan nilai yang
diharapkan kendali dapat disebut sebagai prosedur yang bisa mempunyai
pengaruh terhadap hasil akhir suatu proses atau operasi.
Kendali terhadap waktu atau respon merupakan variabel yang
tergantung jenis aplikasi merupakan faktor yang cukup berarti yang
mempunyai pengaruh langsung terhadap keefektifan hasil akhir. Sistem
kontrol berdasarkan cara kerjanya dapat di bagi menjadi dua bagian, yaitu
sistem kontrol loop terbuka dan sistem kontrol loop tertutup. 2.7.1. Sistem Kontrol Terbuka (Open Loop)
Sistem yang keluarannya tidak mempunyai pengaruh terhadap
aksi kontrol disebut dengan sistem kontrol terbuka (open loop). Dengan kata lain, sistem kontrol terbuka (open loop) keluarannya tidak dapat dipergunakan sebagai perbandingan umpan balik dengan
masukan acuan berhubungan dengan kondisi operasi tertentu,
sebagai akibat ketepatan dari sistem tergantung kepada kalibrasi.
Pengontrol Sistem
Pengontrol
[image:51.595.112.511.171.553.2]Input Output
Gambar 2.7. Diagram Sistem Kontrol Terbuka (Open Loop)
2.7.2. Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop)
Sistem yang mempertahankan hubungan yang ditentukan antara
keluaran dan beberapa masukan acuan, dengan membandingkan
mereka dan dengan menggunakan perbedaan sebagai alat kontrol
dinamakan sistem kontrol umpan balik yang sering kali disebut
sebagai Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop).
Pada Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop), semi kesalahan yang bekerja, yaitu perbedaan antara sinyal masukan dan sinyal umpat
balik (yang mungkin sinyal keluarannya sendiri atau fungsi dari
sinyal keluaran dan turunannya), disajikan ke controller sedemikian rupa untuk mengurangi kesalahan dan membawa keluaran sistem ke
nilai yang dikehendaki. Istilah Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop)selalu berarti penggunaan aksi kontrol umpan balik untuk mengurangi kesalahan sistem.
kurang peka terhadap gangguan external dan perubahan internal pada
parameter sistem.
Pengontrol Sistem
Pengontrol
Umpan Balik
[image:52.595.111.513.162.550.2]Output Input
Gambar 2.8. Diagram Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop)
2.8. Profesional Home Page (PHP)
PHP adalah salah satu bahasa pemrograman di Internet. PHP bersifat
cepat, gratis dan murah (free), selain itu PHP mendukung penggunaan database seperti MySQL, PostgreSQL, mSQL, Oracle etc. Untuk dapat
menjalankan PHP melalui browser, maka anda diharuskan terlebih dahulu meng-install web server ( misalnya Apache, PWS, IIS ) lalu menginstall PHP. (Sutarman, 2003)
2.8.1. Dasar-Dasar PHP
Pada sub bab ini akan masuk lebih jauh tentang PHP.
Untuk mulai menulis sebuah halaman php, perlu diketahui
beberapa hal, seperti variabel dan konstanta, percabangan,
perulangan dan lainnya. Berikut ini dijelaskan dasar-dasar untuk
menulis sebuah halaman PHP. PHP dijalankan dalam file
setting-an PHP anda, tetapi secara umum ekstensi file PHP adalah *.php. (Hakim, dkk, 2003)
Kode PHP dapat menyatu dengan tag-tag HTML dalam satu file atau disebut embedded. Kode PHP diawali dengan tag<?
atau <?php dan ditutup dengan ?>
Contoh :
<?php phpinfo(); ?>
Struktur penulisan dalam PHP, sama seperti dalam bahasa C,
yaitu setiap pernyataan diakhiri oleh semicolon (;) dan bersifat case sensitive untuk penulisan nama variabel. Cara penulisan komentar dalam PHP juga sama dengan bahasa C.
Contoh :
<?php
$nama = âKomunitas Undergroundâ; // memberikan komentar pada satu baris
$NAMA = âKOMITEKâ; /* daerah komentar */
print â$nama = variable menggunakan huruf kecil.<br>â; print â$NAMA = variable menggunakan huruf besar.â; ?>
2.8.2. Tipe Data PHP
PHP mempunyai lima macam tipe data, yaitu :
1. Integer
2. Float/double atau bilangan pecahan
3. String 4. Array
1. Integer
Yang termasuk dalam tipe data ini adalah bilangan bulat (tidak
pakai koma).
contoh :
//Tipe data integer $umur = 25;
$nilai = 90;
pernyataan seperti $umur = 25; disebut pernyataan penugasan. Dalam contoh tersebut maksudnya adalah
memberikan nilai 25 ke variabel $umur.
2. Float/double atau bilangan pecahan
Disebut juga bilangan pecahan. Terdapat tanda titik yang
merupakan pemisah antara bagian bulat dan pecahan.
Contoh :
/* Tipe data Floating/Double*/ $harga = 2500.00;
$nilai = 89.45; 3. Strings
Kumpulan huruf ataupun kata
Contoh :
// Tipe data strings
$nama = âIrvan Febriansyahâ; $umur = â24 Tahunâ;
4. Array
Array adalah kumpulan beberapa data yang disimpan dalam
hanya menyimpan satu nilai saja, array dapat menampung lebih dari satu nilai.
Contoh :
/*Tipe data array */ $nama[0]= âirvanâ;
$nama[1]= âfebrinasyahâ;
echo =âNama Saya = $nama[0] $nama[1]â;
hasilnya:
Nama Saya = irvan febriansyah 5. Class dan Object
Class adalah definisi (cara menggambarkan) suatu benda.
Object adalah benda nyata yang ada dalam session, Object
merupakan instance dari class.
Tiap object memiliki nilai yang berbeda-beda untuk masing-masing properties. Hal ini juga sering dikatakan object
memiliki state yang berbeda satu dengan lainnya. Contoh :
/*Tipe data class & object*/ Class bikin_program{
Function bikin(){
return âKuasai bahasa pemprogramman dengan seriusâ; }
}
$obj= new bikin_program;
echo âsyarat menjadi programmer adalahâ.$obj->bikin();
2.8.3. Deklarasi variabel
Variabel akan sangat berguna dalam PHP, terutama karena kita
tahu PHP banyak digunakan untuk menampilkan halaman hompej
pengunjungnya. Dalam PHP penamaan variabel harus memenuhi
beberapa aturan (Siswoutamo, 2005), yaitu:
1. Diawali dengan tanda $. Sebenarnya tanda $ sendiri tidak
termasuk nama dari variabel ini, tetapi hanya sekedar
memberitahukan bahwa apa yang anda tulis adalah variabel.
Jadi $ini adalah variabel, dan "ini" bukan variabel.
2. Setelah tanda $, variabel harus diawali dengan huruf. Tidak
boleh memulai variabel dengan angka, atau tanda baca lainnya.
Sebagai contoh $3tidakvalid bukanlah penamaan variabel yang dibenarkan.
3. Nama variabel hanya terdiri dari huruf, angka dan tanda garis
bawah (_). Jadi nama seperti $boleh_dong dibenarkan, dan
nama seperti $apa_liat-liat tidak dibenarkan.
4. Tidak dibenarkan memberikan nama variabel dengan sesuatu
(perintah, dan lain-lain) yang sudah ada dan memiliki fungsi
tertentu. Misalnya anda tidak dibenarkan menamakan variabel
anda dengan $print.
5. Penamaan variabel pada PHP case sensitive, artinya huruf besar dibedakan dengan huruf kecil. Contohnya variabel $ini tidak
sama dengan variabel $iNi.
Contoh penggunaan variabel dalam script PHP adalah sebagai
<? php
$keadaan = "saya bingung tentang PHP";
print ("Sebelum membaca skripsi ini $keadaan"); print ("<p>");
$keadaan = "saya mahir PHP";
print ("Setelah membaca skripsi ini $keadaan"); ?>
Dapat dilihat pada kode di atas diberi nama variabel $keadaan.
Kemudian variabel itu diisi dengan kata "saya bingung
tentang PHP" dan ditampilkan hasilnya menggunakan perintah print. Di sini perlu diperhatikan bahwa saat melakukan
perintah print, variabel tidak diapit oleh tanda petik maupun koma di atas.
Kemudian berikutnya isi variabel $keadaan di ubah dengan
memasukkan kata "saya mahir PHP", dan kembali saya
menampilkan variabel itu dengan perintah print.
2.8.4. Operator dalam PHP
Operator merupakan suatu simbol yang dipakai untuk
memanipulasi data, seperti perkalian, penjumlahan, pengurangan,
pembagian.
a. Operator Aritmatika
1. Aritmatika ^ Pangkat
2. Aritmatika â Negasi
3. Aritmatika * , / , \ Perkalian, pembagian, pembagian
Integer Aritmatika Mod Sisa pembagian
5. Concatenation & Penggabungan string
6. Pembanding = Sama dengan
7. Pembanding <> Tidak sama dengan
8. Pembanding < Kecil dari
9. Pembanding > Besar dari
10. Pembanding <= Kecil dari atau sama dengan
11. Pembanding >= Besar dari atau sama dengan
12. Pembanding Is Adalah
13. Logika Not Logika Not
14. Logika And Logika And
15. Logika Or Logika Or
16. Logika Xor Logika Xor
17. Logika Eqv Logika Eqv
18. Logika Imp Logika Imp
2.8.5. Pengulangan dengan while dan for
Pengulangan sangat penting untuk membuat sekumpulan
statement dilakukan secara berulang kali. PHP juga menyediakan fasilitas untuk pengulangan yaitu while dan for sebagai berikut:
1. While
<?
$count = 1;
while ($count <=3) {
print ("Baris nomer $count<br>"); $count = $count + 1;
Jika script di atas dijalankan maka akan muncul tampilan
seperti di bawah ini.
Baris nomer 1
Baris nomer 2
Baris nomer 3
Pengulangan tersebut akan terus dijalankan selama nilai
$count lebih kecil atau sama dengan 3. 2. For
<?
for ($count = 1; $count <= 3; $count++)
{ print ("Ini adalah baris ke-$count <br>"); } ?>
Jika script di atas dijalankan maka akan muncul tampilan
seperti di bawah ini.
Ini adalah baris ke-1
Ini adalah baris ke-2
Ini adalah baris ke-3
Pada saat baris pengulangan (yang dimulai dari for ($count
= 1; $count <= 3; $count++)) dijalankan untuk pertama
2.9. Bahasa C
Bahasa pemrograman adalah suatu kumpulan kata (perintah) yang
siap digunakan untuk menulis suatu kode program sehingga kode â kode
program yang kita tulis tersebut akan dapat dikenali oleh kompilator.
(Utami, dkk, 2004)
Bahasa C merupakan salah satu contoh bahasa tingkat tinggi proses
untuk merubah dari bentuk bahasa tingkat tinggi ke tingkat rendah dalam
bahasa pemrograman ada dua tipe, yakni interpreter dan compiler.
Interpreter membaca program berbahasa tingkat tinggi kemudian
mengeksekusi program tersebut seperti gambar pada berikut:
Gambar 2.9. Diagram Langkah Interpreter
Sedangkan compiler membaca program dan menterjemahkan secara keseluruhan kemudian baru dieksekusi. Dalam kasus ini program tingkat
tinggi ini dinamakan kode sumber (source code) dan hasil dari terjemahan sering dinamakan object code atau executeble.
Input Interpreter Output
executor Object
Code
Compiler Output
[image:60.595.108.498.181.526.2]Input
2.9.1. Struktur Dasar Bahasa C
Bentuk dasar dari bahasa C meliputi:
1. Praprosessor
2. Prototipe fungsi
3. Variabel
4. Fungsi
Bentuk program C seperti tertampil pada ilustrasi berikut
Bentuk Komentar
/* Bentuk Program C */ #include <stdio.h>
float jumlah(float x, float y); Praprosessor Prototipe fungsi main() fungsi
{
int a=6; Variabel int b=3;
float c; }
2.9.2. Kompilasi
Nama program bahasa C disimpan dalam ekstensif *.c,
untuk menjadikan program dapat dijalankan maka sourcecode
harus dikompile terlebih dahulu. Dalam LINUX digunakan GNU
Compiler Collection yang disingkat GCC untuk mengkompile
source C. Perintah dasar untuk mengkompile adalah:
# gcc [option] [nama file]
Pada GCC ada dari 100 option yang bisa diberikan pada gcc.
Bentuk paling sederhana dalam mengkompile adalah tanpa
kompilasi tanpa option bila sukses akan menghasilkan file
executable bernama a.out. untuk menghasilkan file yang dapat di eksekusi dengan nama selain a.out maka dapat dipergunakan perintah:
# gcc -O [nama file] âo [nama hasil] # gcc âO output.c âo output
2.10.Komponen Pendukung
2.10.1.Resistor
Resistor/tahanan diberi simbol dengan notasi R dalam satuan
ohm. Dalam eletronika tahanan berfungsi sebagai pengatur arus atau
tegangan sesuai dengan kebutuhan. Sebagai pengatur arus tahanan
dihubungkan parallel dan untuk pengatur tegangan, tahanan
dihubungkan seri.(Pratomo, 2004)
Beberapa tahanan yang dihubungkan secara paralel adalah untuk
memperkecil nilai tahanannya, dengan rumus:
1/Rt = 1/R1 + 1/R2 +â¦.+ 1/Rn
Sedangkan tahanan yang dihubungkan seri adalah untuk
memperbesar nilai tahanan, dengan rumus:
Rt = R1 + R2 + ⦠+ Rn
Untuk mengetahui nilai suatu tahanan dapat kita lakukan
alat ukur tahanan ohm meter. Dengan pengukuran langsung ini, nilai
tahanan tersebut dapat kita lihat dengan melihat angka yangtertera
pada alat ukur tersebut. Untuk mengetahui nilai tahanan resistor ini
dapat ditentukan berdasarkan kode warna.
[image:63.595.112.515.183.551.2]Untuk membaca nilai dari resistor yang berkode warna seperti
gambar.
Hijau Biru Coklat Perak 10%
Gambar 2.11. Resistor Berkode Warna
Untuk membaca nilai dari resistor yang berkode warna seperti
gambar. Maka mulailah dengan garis yang paling dekat ujung
resistor. Garis pertama adalah angka pertama, garis kedua adalah
angka kedua, garis ketiga adalah pengali 10, yang menyatakan
banyaknya nol yang terdapat dibelakang angka kedua yaitu:
kelipatan dari 10. Jadi resistansi resistor pada gambar 2 = hijau, biru,
coklat, perak adalah 560 ohm toleransi perak 10% yang artinya:
Besar tahanan awal 56 x 10 = 560 ohm Besar toleransi 560 x 10% =
2.10.2.Transistor
Transistor merupakan piranti semikonduktor yang digunakan
sebagai saklar dan penguat pada rangkaian. Transistor banyak dibuat
dari bahan silicon. Transistor memiliki tiga kaki, yaitu emitor, basis
dan kolektor, dan terdiri dari dua jenis yaitu transistor tipe NPN dan
PNP.
Pada rangkaian saklar elektronik, sinyal inputnya berlogika 1
(5 Volt) atau 0 (0 Volt). Nilai ini selalu dipakai pada basis transistor
dengan kolektor dan emitor sebagai short atau open circuit. Pada transistor NPN, pemberian tegangan positif dari basis ke emitor
menyebabkan kolektor dan emitor terhubung singkat sehingga
transistor aktif. Memberikan tegangan negative atau nol volt dari
basis ke emitor menyebabkan hubungan kolektor dan emitor terbuka
[image:64.595.110.514.193.637.2]atau transistor mati.
2.10.3.Dioda
Dioda adalah peralatan semi konduktor (setengah penghantar) bipolar yaitu kutub Anoda dan kutub Katoda. Dalam operasinya,
dioda akan bekerja bila diberi arus bolak âbalik (AC) dan berfungsi sebagai penyearah. Selain itu dioda dapat mengalirkan arus searah
(DC) dari kutub Anoda (+) ke kutub Katoda (-). Jika kutub Anoda diberi arus negatif dan kutub Katoda diberi arus positif maka dioda
akan bersifat menahan arus listrik.
Dioda merupakan gabungan antara bahan semi konduktor tipe
P dan bahan semi konduktor type N. Bahan tipe P adalah bahan
campuran yang terdiri dari germanium atau silikon dengan
alumunium dan merupakan bahan yang kekurangan elektron dan
bersifat positif. Bahan tipe N adalah bahan campuran yang terdiri
dari germanium atau silikon dengan fosfor merupakan bahan yang
kelebihan elektron dan bersifat negatif.
2.10.4.Fotodioda
Fotodioda merupakan komponen elektronik yang nilai
hambatannya berpengaruh terhadap cahaya, ketika tidak ada cahaya
yang mengenai fotodioda, niai hambatan antara kaki fotodioda
sangat besar, sebaliknya ketika ada cahaya yang mengenai fotodioda,
nilai hambatan antara kakinya menjadi sangat kecil. Gambar 2.13
Gambar 2.13. Simbol Fotodioda
2.10.5.Operational Amplifier
Operational Amplifier atau Op-Amp adalah IC yang
umumnya digunakan untuk penguatan sinyal dan nilai
pengaturannya dapat dikontrol melalui penggunaan resistor dan
komponen lainnya. Umumnya Op-Amp terdiri dari dua input dan
satu output. Beberapa poin karakteristik Op-Amp adalah sebagai
berikut :
a. Impedansi input sangat besar
b. Bandwith tidak terbatas
Gambar 2.14. Simbol Fotodioda
Op-Amp juga dapat digunakan sebagai rangkaian pembanding atau
biasa disebut komparator. Pada rangkaian pembanding, Op-Amp
akan membandingkan nilai tegangan antara kaki inverting dan
non-inverting, kemudian akan mengeluarkan tegangan logika 1 atau 0
pada kaki outputnya
.
2.10.6.Relay
Relay adalah sebuah saklar elektromagnetik yang bila dialiri
arus akan menimbulkan medan magnet pada kumparan untuk
menarik saklar. Relay biasanya menggunakan medan magnet dari
sebuah kumparan untuk membuka atau menutup satu atau beberapa
kontak saklar. Relay berguna untuk menutup dan membuka dari
jarak jauh secara otomatis rangkaian yang bertegangan tinggi atau
berarus tinggi.
Rangkaian relay pada dasarnya adalah kumparan sebuah inti
feromagnetik dan sebuah armatur yang dapat bergerak, yang
merupakan sebuah inti feromagnetik tempat dipasangnya kontak
Apabila arus mengalir melalui kumparan, maka intinya akan
mengalami pemagnetan dan pada inti ini timbul garis gaya yang juga
melalui armatur dan badan relay. Kesenjangan antara inti dan
armatur di isi dengan garis magnetic yang berusaha menyusut. ini
mengatisi tegangan pegas dan menarik armatus kearah inti sehingga
[image:68.595.113.511.195.532.2]menutup kontak relay.
Gambar 2.15. Konstruksi Relay
Jadi relay terdiri dari sebuah lilitan kawat (kumparan coil)
yang terlilit pada suatu inti dari besi lunak. Kalau kumparan dilalui
arus listrik, maka besi lunak berubah menjadi magnet. Magnet ini
menarik (atau menolak) suatu lidah (pegas), dan lidahpun membuat
kontak (atau melepas kontak). Kalau kumparan dialiri arus, maka inti
menjadi magnet. Inti ini menarik jangkar, sehingga kontak antara B
dan A terputus (terbuka), kontak B dan C menutup. Jenis relay
3.1 Lokasi Dan Waktu
Lokasi yang dijadikan sebagai sampel penelitian bertempat di
Fakultas Saints dan Teknologi sedangkan waktu penelitian dilaksanakan
dari bulan Agustus hingga September 2009 jadwal pelaksanaan penelitian