ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPS
TERPADU DI SMP NEGERI 5 BINJAI
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Memperolah Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh :
KHAIRUNNISA
NIM. 3123331031
JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
vi ABSTRAK
Khairunnisa. NIM 3123331031. Analisis Pelaksanaan Pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, 2016.
Penelitian ini bertujuan Mengetahui (1) Kemampuan guru dalam perencanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai. (2) Mengetahui Kemampuan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai.
Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2016 di SMP Negeri 5 Binjai Kota Binjai. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru IPS Terpadu SMP Negeri 5 Binjai yang berjumlah 6 orang mengingat jumlah populasi pada penelitian ini relative kecil maka sekaligus di jadikan sebagai sampel dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar Observasi, wawancara dan studi dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif.
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat-Nya yang telah memberikan begitu banyak nikmat, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini yang berjudul : Analisis Pelaksanaan Pembelajaran IPS
Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar sarjana pendidikan. Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu
Sosial Universitas Negeri Medan
Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan dapat diselesaikan
dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin
menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
telah membantu penulis dalam menyusun skripsi ini. Teristimewa terima kasih
kepada orang tua saya tercinta yang telah banyak memberikan dukungan moril dan
tidak pernah putus mendo’akan saya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini
tepat waktu. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, selaku Rektor Universitas Negeri
Medan.
2. Ibu Dra. Nurmala Berutu, M.Pd, selaku Dekan FIS UNIMED.
3. Bapak Drs. Ali Nurman, M.Si, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Geografi
dan sekaligus Dosen Pembimbing Skripsi yang telah membimbing dalam
penulisan skripsi.
4. Ibu Dra. Tumiar Sidauruk, M.Si selaku seketaris jurusan sekaligus penguji
dalam skripsi, terimahkasi telah banyak membantu dan memeberikan saran
iv
5. Ibu Dra. Marlinang Sitompul, M.Pd selaku dosen pembimbing akademi yang
telah banyak membimbing dan memberikan motivasi selama perkulihan.
6. Bapak Drs. Mbina Pinem, M.Si selaku dosen Penguji yang telah banyak
membantu untuk memberikan solusi dan arahan dalam penulisan skripsi.
7. Bapak/ibu Dosen khususnya di jurusan Pendidikan Geografi yang telah
membekali penulis dengan segudang ilmu di bangku perkuliahan selama 4
tahun.
8. Bapak Siagian selaku Tata Usaha Jurusan pendidikan Geografi yang telah
banyak membantu saya dalam kelancaran administrasi penulis.
9. Ibu Dra. Hayani, M.Pd. Kons (kepala SMP Negeri 5 Binjai) serta seluruh
guru bidang studi IPS terpadu yang telah banyak membantu dalam proses
penelitian.
10.Teristimewa rasa terima kasih dan penghargaan kepada Ibundaku ( Yusniar,
S.Pd ) dan Ayahanda ( Irwansyah, S.Sos )dan juga ibuk saya ( Nuraini ) yang
selama ini juga banyak memsuport saya dan selalu mendoakan memberikan
semangat, dan pengorbanan baik secara moril maupun material.
11.Terimakasih kepada sahabat-sahabat terbaiku : ( Wahida Hafni, Hilda
Syahrani, Faizil Hasanah,S.Pd, Aulia Nanda Siregar, S.PdI, Shilvie Afria
Utami, SE, Filza Sabilla Mentari S.Pd, Maya Sartika, Am.Keb, Tika Chairani,
Indra Rachmad Setiawan, S.Pd, M. Ali Nafia, Mhd. Gazali Bancin, S.Pd,
Chairil Arisandi, Asrul Taufik Harahap, Santi Elfia Sikumbang ) yang selalu
memberikan doa, dukungan, semangat, motivasi dan sumbangan pemikiran.
12.Terimakasi buat kawan-kawan di Jurusan Pendidikan Geografi terkhusus
v
13.Terimakasi Semua pihak yang telah banyak membantu sehingga penulisan
skripsi ini selesai.
Akhirnya penulis berharap semoga kebaikan yang telah diberikan mendapat
balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. Semoga Skripsi ini bermanfaat bagi pembaca
khususnya mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas
Negeri Medan.
Medan, 25 Mei 2016 Penulis
Khairunnisa NIM. 3123331031
viii
C. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ... 43
ix
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN……… 68
A. Kesimpulan ……….. 68
B. Saran ………. 69
DAFTAR PUSTAKA………. 70
x
DAFTAR TABEL
1. Contoh kolom identitas ………. 18
2. Contoh format silabus ………... 22
3. Contoh format RPP ……… 26
4. Kisi-kisi lembar observasi APKG I ……….. 44
5. Kisi-kisi lembar observasi APKG II ………. 44
6. Luas wilayah di kelurahan Binjai Barat………. 48
7. Jenjang pendidikan terakhir guru SMP Negeri 5 binjai ……… 51
8. Keadaan pegawai SMP Negeri 5 Binjai ………. 52
9. Perhitungan jumlah siswa seluruhnya ……… 53
10.Mutasi siswa……… 54
11.Hasil penilaian RPP ……… 55
12.Kategori penilaian RPP ……….. 56
13.Hasil instrument pelaksanaan pembelajaran APKG II ……….. 57
14.Kategori penilaian APKG II ……….. 58
15. Hasil analisis pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu………. 59
16.Kisi-kisi APKG I ……… 73
17.Kisi- kisi APKG II ………. 75
xi
DAFTAR GAMBAR
1. Skema Kerangka Berfikir ……… 42
2. Peta Lokasi Penelitian di Kecamatan Binjai Barat ………. 49
3. Denah Sekolah SMP Negeri 5 Binjai ……….. 54
4. Lampiran dokumentasi ……… 78
xii
DAFTAR LAMPIRAN
1. Intrumen Penilaian Rancangan Rencana Pembelajaran (APKG I)……. 73
2. Instrument Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran (APKG II) …………. 75
3. Lembar wawancara Guru ……… 77
4. Hasil Penilaian APKG I Guru ……….. 78
5. Hasil Penilaian APKG II Guru ……… 90
6. Daftar Hasil Wawancara ……….. 102
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan
masyarakat dan merupakan salah satu modal bagi kelangsungan hidup manusia yang
harus dipenuhi sepanjang hanyat. Tanpa pendidikan mustahil manusia dapat
berkembang dengan baik. Sesuai dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 pasal
3 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa fungsi pendidikan nasional
adalah “ Untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhak mulia, sehat, berilmu,
cakap,kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung
jawab”. Dengan ditetapkan tujuan pendidikan nasional akan terciptanya keselarasan
dalam antar daerah diseluruh nusantara. Melalui kurikulum, pemerintah menjabarkan
maksud, fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
Kurikulum merupakan hal penting dalam sistem pendidikan Indonesia.
Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan
memperhatikan perkembangan peserta didik, kebutuhan pembangunan nasional, serta
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. Menurut Undang-undang
No. 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 19 tentang Sistem pendidikan nasional, mengartikan
kurikulum sebagai seperangkat rencana dan pengetahuan mengenai tujuan, isi dan
2
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan
pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Kurikulum KTSP menuntut adanya pelaksanaan pembelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) dengan model pembelajaran terpadu pada pendidikan tingkat
sekolah menengah pertama (SMP). Yang mana mata pelajaran IPS dengan model
pembelajaran terpadu ini kemudian sering kita sebut dengan IPS terpadu. Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada tingkat Sekolah
Menengah Pertama (SMP) meliputi bahan kajian Sosiologi, Sejarah, Geografi dan
Ekonomi. Bahan kajian tersebut menjadi mata pelajran yang harus dipadukan dalam
pelaksanaan pembelajaran IPS di tingkat SMP. Meskipun telah cukup lama pelaksanaan
pembelajaran IPS terintegrasi (terpadu) ini dilaksanakan, akan tetapi segelintir masalah
dari pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu masih belum dapat diselesaikan oleh
pihak-pihak terkait. Pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMP/MTS sebagian besar
masih dilaksanakan secara terpisah. Pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar pada mata pelajaran IPS masih dilaksanakan sesuai dengan bidang kajian masing
masing (sosiologi, sejarah, geografi, dan ekonomi) tanpa ada keterpaduan didalamnya.
Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain: Pertama, Kurikulum IPS itu sendiri
belum menggambarkan satu kesatuan yang terintegrasi, melainkan masih terpisah antar
bidang-bidang ilmu sosial. Kedua, Latar belakang guru yang mengajar di sekolah
merupakan guru yang berasal dari disiplin ilmu tertentu seperti sejarah, geografi,
ekonomi dan sosiologi. Sehingga mengalami kesulitan untuk melaksanakan
pembelajaran dengan mengintegrasikan antar disiplin ilmu dalam bidang IPS tersebut.
3
merancang atau merencanakan serta melaksanakan kegiatan pembelajaran agar tujuan
dari pelaksanaan pemebelajaran IPS Terpadu pembelajaran Terpadu merupakan suatu
sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual maupun
kelompok, aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan
secara holistik, bermakna, dan otentik dapat tercapai.
Dalam perjalananya dunia pendidikan Indonesia telah menerapkan tujuh
kurikulum, yaitu kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1994,
kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi, kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) kurikulum 2006 dan terakhir kurikulum 2013. Lahirnya
kurikulum dilandasi oleh semangat meningkatkan mutu pendidikan nasional. Akan
tetapi mutu pendidikan tidak hanya di tentukan oleh kurikulum, tetapi tergantung pada
apa yang dilakukan oleh guru dan para siswa. Ini berarti keberhasilan peningkatan
mutu pendidikan melalui perubahan kurikulum pada akhirnya akan sangat ditentukan
oleh guru sebagai pelaksana kurikulum.
Dengan implementasi tersebut, terutama bagi guru di SMP, guru IPS Terpadu
dan guru IPA Terpadu merupakan salah satu faktor utama memegang peran vital,
karena merekalah yang akan menerapkan kurikulum di dalam kelas, sehingga
tercapainya standar kelulusan (SKL). Guru memegang peran penting dalam penerapan
kurikulum. Jika guru yang akan menjalankan kurikulum, tidak memahami kurikulum
dengan baik, maka kurikulum tersebut tidak dapat diterapkan dengan maksimal. Oleh
karena itu, guru yang akan menjalankan sebagian besar dari kegiatan kurikulum harus
benar-benar siap sebagaimana yang diamanatkan dalam KTSP bahwasanya
4
pembelajaran terpadu. Untuk memenuhi amanat KTSP guru harus menyiapkan
perangkat pembelajaran. Untuk menyiapkan perangkat pembelajaran, seorang guru
perlu memiliki perencanaaan sebelum melakukan proses belajar mengajar.
Persiapan yang baik sangat perlu untuk mendapatkan atau memperoleh hasil
yang maksimal. Tahapan tersebut harus ditempuh pada setiap saat melaksanakan
pengajaran. Satu tahap ditinggalkan, sebenarnya tidak dapat dikatakan proses
pengajaran. Pada dasarnya konsep persiapan dalam melaksanakan proses belajar
mengajar adalah konsep yang sangat baik, namun implementasi dalam proses
persiapan ini memerlukan waktu yang cukup panjang. Perubahan zaman dan
perubahan teknologi pendidikan menuntut perubahan pola piker, sikap serta nilai-nilai
dari setiap individu yang ikut di dalamnya. Pelaksanaan persiapan mengajar akan
berhasil maka perubahan pola pikir, sikap dan guru-gurunya harus mengikuti
perubahan yang ada.
Berdasarkan hasil wawancara sementara yang didapat dari guru yang
mengajarkan IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai mengatakan bahwa guru
mengalami kendala dalam menyusun rencana pembelajaran IPS terpadu dikarenakan
guru mengalami terkendala pada pemahamanmenguasi bahan ajar dengan
penyusuanan rancangan rencana pembelajaran. Hal ini di latar belakangi karena para
guru yang mengajarkan IPS terpadu merupakan guru yang berlatar pendidikan berasal
dari disiplin ilmu yang berbeda. Pada awalnya mereka hanya mengajarkan satu bidang
ilmu saja. Namun karena perubahan kurikulum yang sudah di tetapkan maka mereka
5
Dari hasil wawancara sementara yang peneliti lakukan di SMPN 5 Binjai
timbul permasalahan. Maka untuk mengungkapkan permasalah ini dari segi
perumusan rencana pembelajaran guru dalam pengolahan pembelajaran yang di tinjau
dari segi penyusunan rencana pembelajaran dan pelaksanaan interaksi belajar
mengajar. Untuk itu penulis tertarik untuk mengambil judul “Analisis Pelakasanaan
Pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukan, maka masalah-masalah
yang ditemukan dapat diidentifikasikan sebagai berikut: (1) Guru masih mengalami
kesulitan dalam menyusun RPP (2) Proses KBM belum sesuai dengan RPP yang telah
disusun oleh guru (3) penyusunan rencana pembelajaran (RPP) dan pelaksanaan
pembelajaran IPS Terpadu belum terlaksana dengan baik di SMP Negeri 5 Binjai.
C. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka penulis membatasi masalah
dalam penelitian ini adalah Bagaimana kemampuan guru dalam perencanaan dan
pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah, maka yang menjadi rumusan masalah adalah:
1. Bagaimana kemampuan guru dalam perencanaan pembelajaran IPS Terpadu
di SMP Negeri 5 Binjai?
2. Bagaimana kemampuan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran IPS
6
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini
1. Mengetahui Kemampuan guru dalam perencanaan pembelajaran IPS
Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai.
2. Mengetahui Kemampuan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran IPS
Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai.
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah:
1. Bagi dinas pendidikan, sebagai bahan masukan untuk menentukan dan
menetapkan kebijakan yang akan di tetapkan di daerah setempat dan
memberikan informasi mengenai kemampuan Guru IPS Terpadu dalam
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 5 Binjai
2. Bagi peneliti, memberikan informasi kepada Guru IPS di SMP Negeri 5
Binjai.
3. Bagi mahasiswa, sebagai bahan masukan yang akan melakukan penelitian
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini maka diperoleh kesimpulan
bahwa:
1. Kemampuan Guru dalam Perencanaan Pembelajaran IPS Terpadu di SMP
Negeri 5 Binjai masuk dalam kriteria kategori sangat baik dikarenakan ke 6
responden guru memiliki nilai rata-rata 95.2 %, nilai terendah 92.8%, dan yang
tertinggi 96.8% pada perencanaan pembelajaran.
2. Kemampuan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran IPS Terpadu di SMP
Negeri 5 Binjai bahwa seluruh guru IPS yang telah melaksanakan pembelajaran
dengan nilai rata-rata dari ke enam guru adalah 83.3% dengan kategori Baik.
Hasil wawancara menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran dikelas belum
terlaksanakan 100% dengan rancangan rencana pembelajaran (RPP) yang telah
disusun oleh guru.
69
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka saran yang dapat diajukan penulis
dalam skripsi ini berupa:
1. Guru lebih bisa meningkatkan pembelajaran sesuai dengan RPP KTSP yang
telah dibuat.
2. Perlu diadakannya diklat bagi guru-guru IPS untuk menujang proses
pembelajaran yang berlanjung disekolah-sekolah .
3. Sekolah lebih memfasilitasi dan lebih mendukung pada alat dan sumber belajar
disekolah agar pelaksanaan pembelajaran bisa terlaksana dengan maksimal dan
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, A. 2007. Media Pembelajaran . Jakarta : Raja Grafindo Persada
Departemen Pendidikan Nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional Pusat Kurikulum. (2006). Model Pembelajaran Terpadu IPS. (PDF). Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional, Pusat Kurikulum. (2006). Model Pembelajaran Terpadu IPS. (PDF). Jakarta.
Depdikbud. 1996. Konsep Pembelajaran Terpadu. http://akhmadsudrajat. files. wordpress.com/2008/07/model-ips-terpadu-smp. pdf diakses 24 januari 2016 18:44:57
Fera Afriani Tantini. 2013. “ Studi eksplorasi tentang kemampuan guru dalam
pembelajaran IPS di SMP Negeri Se-kecamatan Kalasan Sleman Yogyakarta”.
Skripsi. Pendidikan Ekononi Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Yogyakarta.
Iif Khoiru Ahmadi & Sofan Amri.(2011). Mengembangkan Pembelajaran IPS Terpadu. Jakarta : PT. Prestasi Pustaka raya.
Kunandar. 2011 . Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Leo Agung. 2014. Implementasi Model Pembelajaran IPS Terpadu (Suatu Studi Evaluatif di SMP Kota Surakarta). Jurnal. Surakarta : Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan P.IPS FKIP-UNS Surakarta.
Lexi J. Moleong (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E . 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) . Bandung: Remaja Rosdakarya
Mulyasa, E. 2007. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya
Muslikh. 2011. Pengembangan Pembelajaran IPS Terpadu dan Implikasinya. Jurnal. Sukoharjo : FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. No.2 / Volume 20 / 2011
71
Permendikbud. 2014. Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Prihastuti Ekawatiningsih. 2007. “ kesiapan pelaksanaan program life skill SMK bidang
keahlian Tata Boga se-DIY”. Thesis. Tidak dipublikasikan. Universitas negeri
Yogyakarta.
Rafika. 2012. “Analisi pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu di Kelas VII B SMP
Negeri 9 Pontianak”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi jurusan
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas ilmu keguruan dan ilmu pendidikan Universitas TanjungPura Pontianak.
Slameto . 2010 . Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya . Jakarta: Rineka cipta .
Sudjana Nana. 1999. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di sekolah. Bandung : sinar harapan.
Suharsimi, Arikunto . 2010. Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Suryosubroto, B . 2009 . Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta
Team PPLT. 2015. Buku panduan Pedoman Praktek Pengalaman Lapangan Terpadu. Medan : Unimed
Trianto. (2012). Model Pembelajaran Terpadu (Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Jakarta: PT Bumi Aksara.
Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif ( konsep, landasan, dan implementasi pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP). Jakarta: Kencana.
Trisnawati . 2014. “ analisis pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPS di SMP N 2
Pinoh Selatan” . Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi jurusan Pendidikan
Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas ilmu keguruan dan ilmu pendidikan Universitas TanjungPura Pontianak.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Departemen Pendidikan.
72
Yayan Galih Prasetya. 2012. “Kesiapan Mengajar Guru IPS Terpadu Rintisan SMP Bertaraf Internasional Tahun Ajaran 2010/2012 (Studi Kasus SMP Negeri 1 dan
SMP Negeri 2 Kota Magelang)”. Skipsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Semarang.