• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 5 BINJAI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 5 BINJAI."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPS

TERPADU DI SMP NEGERI 5 BINJAI

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Memperolah Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

KHAIRUNNISA

NIM. 3123331031

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

(2)
(3)
(4)
(5)

vi ABSTRAK

Khairunnisa. NIM 3123331031. Analisis Pelaksanaan Pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, 2016.

Penelitian ini bertujuan Mengetahui (1) Kemampuan guru dalam perencanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai. (2) Mengetahui Kemampuan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai.

Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2016 di SMP Negeri 5 Binjai Kota Binjai. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru IPS Terpadu SMP Negeri 5 Binjai yang berjumlah 6 orang mengingat jumlah populasi pada penelitian ini relative kecil maka sekaligus di jadikan sebagai sampel dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar Observasi, wawancara dan studi dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif.

(6)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala

rahmat-Nya yang telah memberikan begitu banyak nikmat, sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi ini yang berjudul : Analisis Pelaksanaan Pembelajaran IPS

Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk

memperoleh gelar sarjana pendidikan. Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu

Sosial Universitas Negeri Medan

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan dapat diselesaikan

dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin

menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang

telah membantu penulis dalam menyusun skripsi ini. Teristimewa terima kasih

kepada orang tua saya tercinta yang telah banyak memberikan dukungan moril dan

tidak pernah putus mendo’akan saya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini

tepat waktu. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Ibu Dra. Nurmala Berutu, M.Pd, selaku Dekan FIS UNIMED.

3. Bapak Drs. Ali Nurman, M.Si, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Geografi

dan sekaligus Dosen Pembimbing Skripsi yang telah membimbing dalam

penulisan skripsi.

4. Ibu Dra. Tumiar Sidauruk, M.Si selaku seketaris jurusan sekaligus penguji

dalam skripsi, terimahkasi telah banyak membantu dan memeberikan saran

(7)

iv

5. Ibu Dra. Marlinang Sitompul, M.Pd selaku dosen pembimbing akademi yang

telah banyak membimbing dan memberikan motivasi selama perkulihan.

6. Bapak Drs. Mbina Pinem, M.Si selaku dosen Penguji yang telah banyak

membantu untuk memberikan solusi dan arahan dalam penulisan skripsi.

7. Bapak/ibu Dosen khususnya di jurusan Pendidikan Geografi yang telah

membekali penulis dengan segudang ilmu di bangku perkuliahan selama 4

tahun.

8. Bapak Siagian selaku Tata Usaha Jurusan pendidikan Geografi yang telah

banyak membantu saya dalam kelancaran administrasi penulis.

9. Ibu Dra. Hayani, M.Pd. Kons (kepala SMP Negeri 5 Binjai) serta seluruh

guru bidang studi IPS terpadu yang telah banyak membantu dalam proses

penelitian.

10.Teristimewa rasa terima kasih dan penghargaan kepada Ibundaku ( Yusniar,

S.Pd ) dan Ayahanda ( Irwansyah, S.Sos )dan juga ibuk saya ( Nuraini ) yang

selama ini juga banyak memsuport saya dan selalu mendoakan memberikan

semangat, dan pengorbanan baik secara moril maupun material.

11.Terimakasih kepada sahabat-sahabat terbaiku : ( Wahida Hafni, Hilda

Syahrani, Faizil Hasanah,S.Pd, Aulia Nanda Siregar, S.PdI, Shilvie Afria

Utami, SE, Filza Sabilla Mentari S.Pd, Maya Sartika, Am.Keb, Tika Chairani,

Indra Rachmad Setiawan, S.Pd, M. Ali Nafia, Mhd. Gazali Bancin, S.Pd,

Chairil Arisandi, Asrul Taufik Harahap, Santi Elfia Sikumbang ) yang selalu

memberikan doa, dukungan, semangat, motivasi dan sumbangan pemikiran.

12.Terimakasi buat kawan-kawan di Jurusan Pendidikan Geografi terkhusus

(8)

v

13.Terimakasi Semua pihak yang telah banyak membantu sehingga penulisan

skripsi ini selesai.

Akhirnya penulis berharap semoga kebaikan yang telah diberikan mendapat

balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. Semoga Skripsi ini bermanfaat bagi pembaca

khususnya mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas

Negeri Medan.

Medan, 25 Mei 2016 Penulis

Khairunnisa NIM. 3123331031

(9)

viii

C. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ... 43

(10)

ix

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN……… 68

A. Kesimpulan ……….. 68

B. Saran ………. 69

DAFTAR PUSTAKA………. 70

(11)

x

DAFTAR TABEL

1. Contoh kolom identitas ………. 18

2. Contoh format silabus ………... 22

3. Contoh format RPP ……… 26

4. Kisi-kisi lembar observasi APKG I ……….. 44

5. Kisi-kisi lembar observasi APKG II ………. 44

6. Luas wilayah di kelurahan Binjai Barat………. 48

7. Jenjang pendidikan terakhir guru SMP Negeri 5 binjai ……… 51

8. Keadaan pegawai SMP Negeri 5 Binjai ………. 52

9. Perhitungan jumlah siswa seluruhnya ……… 53

10.Mutasi siswa……… 54

11.Hasil penilaian RPP ……… 55

12.Kategori penilaian RPP ……….. 56

13.Hasil instrument pelaksanaan pembelajaran APKG II ……….. 57

14.Kategori penilaian APKG II ……….. 58

15. Hasil analisis pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu………. 59

16.Kisi-kisi APKG I ……… 73

17.Kisi- kisi APKG II ………. 75

(12)

xi

DAFTAR GAMBAR

1. Skema Kerangka Berfikir ……… 42

2. Peta Lokasi Penelitian di Kecamatan Binjai Barat ………. 49

3. Denah Sekolah SMP Negeri 5 Binjai ……….. 54

4. Lampiran dokumentasi ……… 78

(13)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

1. Intrumen Penilaian Rancangan Rencana Pembelajaran (APKG I)……. 73

2. Instrument Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran (APKG II) …………. 75

3. Lembar wawancara Guru ……… 77

4. Hasil Penilaian APKG I Guru ……….. 78

5. Hasil Penilaian APKG II Guru ……… 90

6. Daftar Hasil Wawancara ……….. 102

(14)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan

masyarakat dan merupakan salah satu modal bagi kelangsungan hidup manusia yang

harus dipenuhi sepanjang hanyat. Tanpa pendidikan mustahil manusia dapat

berkembang dengan baik. Sesuai dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 pasal

3 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa fungsi pendidikan nasional

adalah “ Untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban

bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan

untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan

bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhak mulia, sehat, berilmu,

cakap,kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung

jawab”. Dengan ditetapkan tujuan pendidikan nasional akan terciptanya keselarasan

dalam antar daerah diseluruh nusantara. Melalui kurikulum, pemerintah menjabarkan

maksud, fungsi dan tujuan pendidikan nasional.

Kurikulum merupakan hal penting dalam sistem pendidikan Indonesia.

Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan

memperhatikan perkembangan peserta didik, kebutuhan pembangunan nasional, serta

perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. Menurut Undang-undang

No. 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 19 tentang Sistem pendidikan nasional, mengartikan

kurikulum sebagai seperangkat rencana dan pengetahuan mengenai tujuan, isi dan

(15)

2

bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan

pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Kurikulum KTSP menuntut adanya pelaksanaan pembelajaran Ilmu

Pengetahuan Sosial (IPS) dengan model pembelajaran terpadu pada pendidikan tingkat

sekolah menengah pertama (SMP). Yang mana mata pelajaran IPS dengan model

pembelajaran terpadu ini kemudian sering kita sebut dengan IPS terpadu. Standar

Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada tingkat Sekolah

Menengah Pertama (SMP) meliputi bahan kajian Sosiologi, Sejarah, Geografi dan

Ekonomi. Bahan kajian tersebut menjadi mata pelajran yang harus dipadukan dalam

pelaksanaan pembelajaran IPS di tingkat SMP. Meskipun telah cukup lama pelaksanaan

pembelajaran IPS terintegrasi (terpadu) ini dilaksanakan, akan tetapi segelintir masalah

dari pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu masih belum dapat diselesaikan oleh

pihak-pihak terkait. Pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMP/MTS sebagian besar

masih dilaksanakan secara terpisah. Pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi

Dasar pada mata pelajaran IPS masih dilaksanakan sesuai dengan bidang kajian masing

masing (sosiologi, sejarah, geografi, dan ekonomi) tanpa ada keterpaduan didalamnya.

Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain: Pertama, Kurikulum IPS itu sendiri

belum menggambarkan satu kesatuan yang terintegrasi, melainkan masih terpisah antar

bidang-bidang ilmu sosial. Kedua, Latar belakang guru yang mengajar di sekolah

merupakan guru yang berasal dari disiplin ilmu tertentu seperti sejarah, geografi,

ekonomi dan sosiologi. Sehingga mengalami kesulitan untuk melaksanakan

pembelajaran dengan mengintegrasikan antar disiplin ilmu dalam bidang IPS tersebut.

(16)

3

merancang atau merencanakan serta melaksanakan kegiatan pembelajaran agar tujuan

dari pelaksanaan pemebelajaran IPS Terpadu pembelajaran Terpadu merupakan suatu

sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual maupun

kelompok, aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan

secara holistik, bermakna, dan otentik dapat tercapai.

Dalam perjalananya dunia pendidikan Indonesia telah menerapkan tujuh

kurikulum, yaitu kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1994,

kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi, kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP) kurikulum 2006 dan terakhir kurikulum 2013. Lahirnya

kurikulum dilandasi oleh semangat meningkatkan mutu pendidikan nasional. Akan

tetapi mutu pendidikan tidak hanya di tentukan oleh kurikulum, tetapi tergantung pada

apa yang dilakukan oleh guru dan para siswa. Ini berarti keberhasilan peningkatan

mutu pendidikan melalui perubahan kurikulum pada akhirnya akan sangat ditentukan

oleh guru sebagai pelaksana kurikulum.

Dengan implementasi tersebut, terutama bagi guru di SMP, guru IPS Terpadu

dan guru IPA Terpadu merupakan salah satu faktor utama memegang peran vital,

karena merekalah yang akan menerapkan kurikulum di dalam kelas, sehingga

tercapainya standar kelulusan (SKL). Guru memegang peran penting dalam penerapan

kurikulum. Jika guru yang akan menjalankan kurikulum, tidak memahami kurikulum

dengan baik, maka kurikulum tersebut tidak dapat diterapkan dengan maksimal. Oleh

karena itu, guru yang akan menjalankan sebagian besar dari kegiatan kurikulum harus

benar-benar siap sebagaimana yang diamanatkan dalam KTSP bahwasanya

(17)

4

pembelajaran terpadu. Untuk memenuhi amanat KTSP guru harus menyiapkan

perangkat pembelajaran. Untuk menyiapkan perangkat pembelajaran, seorang guru

perlu memiliki perencanaaan sebelum melakukan proses belajar mengajar.

Persiapan yang baik sangat perlu untuk mendapatkan atau memperoleh hasil

yang maksimal. Tahapan tersebut harus ditempuh pada setiap saat melaksanakan

pengajaran. Satu tahap ditinggalkan, sebenarnya tidak dapat dikatakan proses

pengajaran. Pada dasarnya konsep persiapan dalam melaksanakan proses belajar

mengajar adalah konsep yang sangat baik, namun implementasi dalam proses

persiapan ini memerlukan waktu yang cukup panjang. Perubahan zaman dan

perubahan teknologi pendidikan menuntut perubahan pola piker, sikap serta nilai-nilai

dari setiap individu yang ikut di dalamnya. Pelaksanaan persiapan mengajar akan

berhasil maka perubahan pola pikir, sikap dan guru-gurunya harus mengikuti

perubahan yang ada.

Berdasarkan hasil wawancara sementara yang didapat dari guru yang

mengajarkan IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai mengatakan bahwa guru

mengalami kendala dalam menyusun rencana pembelajaran IPS terpadu dikarenakan

guru mengalami terkendala pada pemahamanmenguasi bahan ajar dengan

penyusuanan rancangan rencana pembelajaran. Hal ini di latar belakangi karena para

guru yang mengajarkan IPS terpadu merupakan guru yang berlatar pendidikan berasal

dari disiplin ilmu yang berbeda. Pada awalnya mereka hanya mengajarkan satu bidang

ilmu saja. Namun karena perubahan kurikulum yang sudah di tetapkan maka mereka

(18)

5

Dari hasil wawancara sementara yang peneliti lakukan di SMPN 5 Binjai

timbul permasalahan. Maka untuk mengungkapkan permasalah ini dari segi

perumusan rencana pembelajaran guru dalam pengolahan pembelajaran yang di tinjau

dari segi penyusunan rencana pembelajaran dan pelaksanaan interaksi belajar

mengajar. Untuk itu penulis tertarik untuk mengambil judul “Analisis Pelakasanaan

Pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukan, maka masalah-masalah

yang ditemukan dapat diidentifikasikan sebagai berikut: (1) Guru masih mengalami

kesulitan dalam menyusun RPP (2) Proses KBM belum sesuai dengan RPP yang telah

disusun oleh guru (3) penyusunan rencana pembelajaran (RPP) dan pelaksanaan

pembelajaran IPS Terpadu belum terlaksana dengan baik di SMP Negeri 5 Binjai.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka penulis membatasi masalah

dalam penelitian ini adalah Bagaimana kemampuan guru dalam perencanaan dan

pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah, maka yang menjadi rumusan masalah adalah:

1. Bagaimana kemampuan guru dalam perencanaan pembelajaran IPS Terpadu

di SMP Negeri 5 Binjai?

2. Bagaimana kemampuan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran IPS

(19)

6

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini

1. Mengetahui Kemampuan guru dalam perencanaan pembelajaran IPS

Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai.

2. Mengetahui Kemampuan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran IPS

Terpadu di SMP Negeri 5 Binjai.

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah:

1. Bagi dinas pendidikan, sebagai bahan masukan untuk menentukan dan

menetapkan kebijakan yang akan di tetapkan di daerah setempat dan

memberikan informasi mengenai kemampuan Guru IPS Terpadu dalam

perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 5 Binjai

2. Bagi peneliti, memberikan informasi kepada Guru IPS di SMP Negeri 5

Binjai.

3. Bagi mahasiswa, sebagai bahan masukan yang akan melakukan penelitian

(20)

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini maka diperoleh kesimpulan

bahwa:

1. Kemampuan Guru dalam Perencanaan Pembelajaran IPS Terpadu di SMP

Negeri 5 Binjai masuk dalam kriteria kategori sangat baik dikarenakan ke 6

responden guru memiliki nilai rata-rata 95.2 %, nilai terendah 92.8%, dan yang

tertinggi 96.8% pada perencanaan pembelajaran.

2. Kemampuan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran IPS Terpadu di SMP

Negeri 5 Binjai bahwa seluruh guru IPS yang telah melaksanakan pembelajaran

dengan nilai rata-rata dari ke enam guru adalah 83.3% dengan kategori Baik.

Hasil wawancara menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran dikelas belum

terlaksanakan 100% dengan rancangan rencana pembelajaran (RPP) yang telah

disusun oleh guru.

(21)

69

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka saran yang dapat diajukan penulis

dalam skripsi ini berupa:

1. Guru lebih bisa meningkatkan pembelajaran sesuai dengan RPP KTSP yang

telah dibuat.

2. Perlu diadakannya diklat bagi guru-guru IPS untuk menujang proses

pembelajaran yang berlanjung disekolah-sekolah .

3. Sekolah lebih memfasilitasi dan lebih mendukung pada alat dan sumber belajar

disekolah agar pelaksanaan pembelajaran bisa terlaksana dengan maksimal dan

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, A. 2007. Media Pembelajaran . Jakarta : Raja Grafindo Persada

Departemen Pendidikan Nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional Pusat Kurikulum. (2006). Model Pembelajaran Terpadu IPS. (PDF). Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional, Pusat Kurikulum. (2006). Model Pembelajaran Terpadu IPS. (PDF). Jakarta.

Depdikbud. 1996. Konsep Pembelajaran Terpadu. http://akhmadsudrajat. files. wordpress.com/2008/07/model-ips-terpadu-smp. pdf diakses 24 januari 2016 18:44:57

Fera Afriani Tantini. 2013. “ Studi eksplorasi tentang kemampuan guru dalam

pembelajaran IPS di SMP Negeri Se-kecamatan Kalasan Sleman Yogyakarta”.

Skripsi. Pendidikan Ekononi Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Yogyakarta.

Iif Khoiru Ahmadi & Sofan Amri.(2011). Mengembangkan Pembelajaran IPS Terpadu. Jakarta : PT. Prestasi Pustaka raya.

Kunandar. 2011 . Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Leo Agung. 2014. Implementasi Model Pembelajaran IPS Terpadu (Suatu Studi Evaluatif di SMP Kota Surakarta). Jurnal. Surakarta : Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan P.IPS FKIP-UNS Surakarta.

Lexi J. Moleong (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung:PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E . 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) . Bandung: Remaja Rosdakarya

Mulyasa, E. 2007. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya

Muslikh. 2011. Pengembangan Pembelajaran IPS Terpadu dan Implikasinya. Jurnal. Sukoharjo : FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. No.2 / Volume 20 / 2011

(23)

71

Permendikbud. 2014. Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Prihastuti Ekawatiningsih. 2007. “ kesiapan pelaksanaan program life skill SMK bidang

keahlian Tata Boga se-DIY”. Thesis. Tidak dipublikasikan. Universitas negeri

Yogyakarta.

Rafika. 2012. “Analisi pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu di Kelas VII B SMP

Negeri 9 Pontianak”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi jurusan

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas ilmu keguruan dan ilmu pendidikan Universitas TanjungPura Pontianak.

Slameto . 2010 . Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya . Jakarta: Rineka cipta .

Sudjana Nana. 1999. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di sekolah. Bandung : sinar harapan.

Suharsimi, Arikunto . 2010. Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Suryosubroto, B . 2009 . Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta

Team PPLT. 2015. Buku panduan Pedoman Praktek Pengalaman Lapangan Terpadu. Medan : Unimed

Trianto. (2012). Model Pembelajaran Terpadu (Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Jakarta: PT Bumi Aksara.

Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif ( konsep, landasan, dan implementasi pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP). Jakarta: Kencana.

Trisnawati . 2014. “ analisis pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPS di SMP N 2

Pinoh Selatan” . Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi jurusan Pendidikan

Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas ilmu keguruan dan ilmu pendidikan Universitas TanjungPura Pontianak.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Departemen Pendidikan.

(24)

72

Yayan Galih Prasetya. 2012. Kesiapan Mengajar Guru IPS Terpadu Rintisan SMP Bertaraf Internasional Tahun Ajaran 2010/2012 (Studi Kasus SMP Negeri 1 dan

SMP Negeri 2 Kota Magelang)”. Skipsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Semarang.

Referensi

Dokumen terkait

adalah: 1) Perencanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMP meliputi: penyusunan silabus, penyusunan program tahunan (Prota), penyusunan program semester (Promes), dan penyusunan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SDN Depok 04 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas / Semester : VI /

Jumlah dan kesesuian bapak atau ibu guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (rpp). b.Proses pembelajaran, meliputi. Metode pengajaran yang sering digunakan oleh bapak

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran IPS dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar disusun dalam bentuk Rencana Pelaksanaan

Latar belakang pendidikan ternyata sangat mempengaruhi kegiatan mengembangkan pembelajaran, karena guru dengan latar belakang pendidikan geografi, ekonomi dan

Dalam perencanaan pembelajaran IPS di susun dengan menggunakan model pembelajaran terpadu jenis jarring laba- laba (webbed) atau tematik. Perencanaan / rancangan

Dalam hasil observasi dan wawancara dengan guru ISTD, diketahui bahwa guru ISTD tidak menggunakan perencanaan pembelajaran secara tertulis, semisal RPP (Rancangan

Kedua kepada guru pengajar khususnya guru IPS Terpadu untuk lebih kreatif dan mandiri dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran bernilai-nilai karakter dan