• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proyeksi Laju Partisipasi Angkatan Kerja Di Propinsi Sumatera Utara Pada Tahun 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Proyeksi Laju Partisipasi Angkatan Kerja Di Propinsi Sumatera Utara Pada Tahun 2012"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

PROYEKSI LAJU PARTISIPASI ANGKATAN KERJA DI

PROPINSI SUMATERA UTARA PADA

TAHUN 2012

TUGAS AKHIR

SAHDANI FONNA NASUTION

062407021

DEPARTEMEN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

PROYEKSI LAJU PARTISIPASI ANGKATAN KERJA DI PROPINSI SUMATERA UTARA PADA

TAHUN 2012

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya

SAHDANI FONNA NASUTION 062407021

DEPARTEMEN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

PERSETUJUAN

Judul : PROYEKSI LAJU PARTISIPASI ANGKATAN

KERJA DI PROPINSI SUMATERA UTARA PADA TAHUN 2012

Kategori : TUGAS AKHIR

Nama :SAHDANI FONNA NASUTION

Nomor Induk Mahasiswa : 062407021

Program Studi : DIPLOMA 3 (D3) STATISTIKA

Departemen : MATEMATIKA

Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Diluluskan di Medan, Juni 2009

Diketahui/Disetujui oleh

Departemen Matematika FMIPA USU

Ketua, Dosen Pembimbing

Dr. Saib Suwilo, M.Sc Drs. Pasukat Sembiring, M.Si NIP 131796149 NIP 131459467

(4)

PERNYATAAN

PROYEKSI LAJU PARTISIPASI ANGKATAN KERJA DI PROPINSI SUMATERA UTARA PADA

TAHUN 2012

TUGAS AKHIR

Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing–masing disebutkan sumbernya.

Medan, Juni 2009

(5)

PENGHARGAAN

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada seluruh alam semesta beserta seluruh isinya dan berkat kekuatan iman dari-Nya, maka Tugas Akhir dengan judul “PROYEKSI LAJU PARTISIPASI ANGKATAN KERJA DI PROPINSI SUMATERA UTARA PADA TAHUN 2012” dapat diselesaikan dengan baik sebagaimana yang diharapkan.

Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk melengkapi persyaratan dalam menyelesakan perkuliahan pada jurusan Statistika Program Diploma III Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyajian Tugas Akhir ini masih banyak terdapat kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan ilmu dan kemampuan penulis. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktif dari pembaca demi kesempurnaan Tugas Akhir ini.

Penghargaaan dan rasa terima kasih yang tulus Saya ucapkan kepada Ayahanda (Sakti Hidayat Nasution) dan ibunda tercinta (Juliana Lubis) yang telah membesarkan, mendidik, dan memberi motivasi baik moril maupun materil kepada Saya, terima kasih atas doa dan kasih sayangnya. Terima kasih untuk adik adikku, Sheilla Samia, Alif Arfan, Arif Farhan dan Sakina Nurmalia.

Penyelesaian Tugas Akhir ini tak lepas dari bantuan serta sokongan berbagai pihak. Untuk itu izinkan penulis menyampaikan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Eddy Marlianto, M.Sc, Selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU

2. Bapak Dr. Saib Suwilo, M.Sc, Selaku Ketua Jurusan D-3 Statistika dan Ilmu Komputer FMIPA USU

3. Bapak Drs. Pasukat Sembiring, M.Si, Selaku Dosen Pembimbing Penulis dalam Penulisan Tugas Akhir ini

4. Seluruh Staf dan pegawai jurusan D-3 Statistika FMIPA USU

Keliru besar bila saya tidak menyampaikan terima kasih pada teman teman yang telah membantu saya melewati proses panjang penyelesaian tugas akhir ini.

(6)

Terima kasih untuk Ainan Nursani Nst, teman curhat yang sabar mendengarkan cerita cerita tidak menarik disela tangisku.

Terima kasih untuk Peronika S Tarigan dan Ade Lestari Harefa, teman belajar dan bermain yang menyenangkan.

Terima kasih untuk Umar husni dan Ade syafrizal, teman berbagi hobi dan cerita lucu yang bersedia memberi masukan untuk menata kembali hati yang terkadang gundah dan bimbang karena berbagai hal sederhana.

Terima kasih untuk Ghazali Wardhono dan Abdi rahman, teman yang begitu baik memberi privat menyanyi dan memetik gitar secara gratis. Maaf teman teman, sepertinya pelajaran kita tidak membuahkan hasil yang baik.

Sungguh suatu karunia Allah swt saya diberi kesempatan mempunyai teman seperti mereka. Senang sekali mempunyai teman teman yang begitu luar biasa berbakat dan sabar menghadapi keluhan keluhanku.

Atas segala bantuan dan budi baik semua pihak penulis ucapkan terima kasih, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin…

Akhirnya penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yang memerlukan.

Medan, Juni 2009

Penulis

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

PERSETUJUAN ii

PERNYATAAN iii

PENGHARGAAN iv

DAFTAR ISI vi

DAFTAR TABEL viii

DAFTAR GAMBAR x

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 1

1.2. Identifikasi Masalah 2

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian 3

1.4. Lokasi Penelitian 4

1.5. Metode Analisa yang Digunakan 5

1.6. Sistematika Penulisan 8

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.1. Objek Penelitian 10

2.2.2. Jenis-Jenis Pekerjaan 15

2.2.3. Ketepatan Ramalan 18

BAB 3 GAMBARAN UMUM BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) DAN PROPINSI SUMATERA UTARA

3.1. Sejarah Badan Pusat Statistik (BPS) 20

3.1.1. Struktur Organisasi Badan Pusat Statistik 21 3.2. Sejarah Singkat Propinsi Sumatera Utara 22 3.2.1. Lokasi dan Geografis Propinsi Sumatera Utara 25

3.2.2. Iklim 25

BAB 4 PENGOLAHAN DATA 27

4.1. Data yang Dipakai 27

4.2. Pengolahan Data Tahap Pertama 39

4.2.1. TPAK 29

4.2.2. TPT 32

4.3. Pengolahan Data Tahap pertama 35

(8)

BAB 5 IMPLEMENTASI SISTEM

5.1. Tahap Implementasi 51

5.2. Microsoft Excel 52

5.2.1. mengaktifkan Microsoft Excel 52

5.2.2. Jendela Lembar Kerja Excel 53

5.2.3. Pengisian Data Microsoft Excel 53

5.2.4. Pembuatan Grafik 54

5.2.5. Istilah-Istilah dalam Microsoft Excel 55 5.2.6. Fungsi Statistik dalam Microsoft Excel 56

BAB 6 PENUTUP

6.1. Kesimpulan 57

6.2. Saran 58

(9)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1. Jumlah Penduduk Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja dari Penduduk Usia Kerja di Propinsi Sumatera Utara pada

Tahun 1997 s/d 2007 28

Tabel 4.2. Jumlah Penduduk Bekerja dan Mencari Kerja yang Tergolong dalam Angkatan Kerja di Propinsi Sumatera Utara pada

Tahun 1998 s/d 2007 28

Tabel 4.1.1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Propinsi Sumatera Utara

pada Tahun 1997 s/d 2007 31

Tabel 4.2.1. Tingkat Pengangguran Terbuka di Propinsi Sumatera Utara

pada Tahun 1998 s/d 2007 34

Tabel 4.1.1.1. Peramalan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di

Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Satu Prameter

dari Brown α = 0,1 36

Tabel 4.1.1.2. Peramalan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di

Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Satu Prameter

dari Brown α = 0,3. 37

Tabel 4.1.1.3 Peramalan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di

Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Satu Prameter

dari Brown α = 0,5 38

Tabel 4.1.1.4. Peramalan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di

Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Satu Prameter

dari Brown α = 0,7 39

Tabel 4.1.1.5. Peramalan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di

Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Satu Prameter

dari Brown α = 0,9 40

Tabel 4.2.1.1. Peramalan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di

Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Satu Prameter

dari Brown dengan α = 0,1 41

Tabel 4.2.1.2. Peramalan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di

Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Satu Prameter

dari Brown dengan α = 0,3 42

Tabel 4.2.1.3. Peramalan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di

Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Satu Prameter

dari Brown dengan α = 0,5 43

Tabel 4.2.1.4. Peramalan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di

Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Satu Prameter

dari Brown dengan α = 0,7 44

Tabel 4.2.1.5. Peramalan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di

Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Satu Prameter dari Brown dengan α = 0,9

(10)

Tabel 4.4.1. Galat Ramalan TPAK di Propinsi Sumatera Utara

pada Tahun 2012 Tiap-Tiap α 47

Tabel 4.4.2. Galat Ramalan TPT di Propinsi Sumatera Utara

(11)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Grafik 4.1.1. Persentase TPAK di Propinsi Sumatera Utara

pada Tahun 1997 s/d 2007 31

Grafik 4.1.2. Persentase TPT di Propinsi Sumatera Utara

pada Tahun 1998 s/d 2007 35

Grafik 4.4.1. Nilai MSE Pemulusan TPAK 48

(12)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Masalah ketenagakerjaan adalah salah satu masalah pokok yang harus dihadapi oleh

negara-negara berkembang seperti halnya Indonesia. Jumlah penduduk yang terus

meningkat tanpa diikuti pertambahan lapangan pekerjaan selalu menjadi pemicu

menjamurnya pengangguran.

Pada kenyataannya saat ini Indonesia sangat membutuhkan generasi penerus

yang terampil, mandiri dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber daya

manusia berkualitas yang berfungsi sebagai tenaga pembangun Indonesia.

Dalam perencanaan pembangunan, data mengenai ketenagakerjaan memegang

peranan yang sangat penting. Tanpa tenaga kerja tidak mungkin proses pembangunan

dapat terlaksana. Makin lengkap dan akurat data ketenagakerjaan yang tersedia makin

(13)

Menyelasaikan masalah kekurangan lapangan pekerjaan bukanlah hal yang

mudah tetapi bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Salah satu langkah awal yang

seharusnya dilakukan adalah meneliti seberapa besar lapangan pekerjaan yang harus

disediakan untuk menampung para angkatan kerja. Untuk itu perlu diperkirakan

jumlah tenaga kerja yang akan didayagunakan dalam pembangunan. Berdasar pada

pertimbangan tersebut judul tugas akhir penulis adalah, “PROYEKSI LAJU

PARTISIPASI ANGKATAN KERJA DI PROPINSI SUMATERA UTARA PADA

TAHUN 2012”.

1.2. Identifikasi Masalah

Sumbar daya manusia merupakan unsur penting dalam menggerakkaan pembangunan.

Dibutuhkan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas untuk mewujudkan

pembangunan tersebut.

Propinsi Sumatera Utara merupakan wilayah yang cukup sulit untuk melihat

perkembangan tenaga kerjanya. Hal ini disebabkan penduduk sementara Propinsi

Sumatera Utara yang tidak termasuk angkatan kerja cukup banyak. Mereka terdiri dari

para wisatawan, pelajar, serta kolega bisnis berbagai pihak yang berasal dari luar

Propinsi Sumatera Utara dan tidak berencana menetap.

Melihat banyaknya ragam usaha yang memiliki potensi besar untuk berhasil

bila diupayakan, penulis merasa Propinsi Sumatera Utara cukup berpeluang untuk

(14)

harus diadakan guna menampung jumlah pencari kerja dimasa yang akan datang,

penulis mencoba mencari taksiran, gambaran ataupun ramalan besar jumlah pencari

kerja untuk beberapa tahun kedepan agar dapat disesuaikan dengan rencana

penyediaan lapangan pekerjaan.

Adapun analisis data memproyeksikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja

(TPAK) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Propinsi Sumatera Utara

dilakukan untuk tahun 2012, disebabkan adanya tenggang waktu yang dibutuhkan

untuk menjalankan rencana penekanan angka pengangguran. Peramalan TPAK dan

TPT pada tahun yang terlalu jauh dari data yang dimiliki akan membuat

keragu-raguan pada nilai hasil peramalan. Peramalan TPAK dan TPT tahun yang terlalu dekat

juga tidak akan banyak membantu, sebab pemerintah butuh waktu untuk menjalankan

rencana dan strategi penekanan angka pengangguran sampai memperlihatkan hasil

yang nyata.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Secara umum penulisan ini dimaksudkan untuk menganalisis perkembangan

penduduk angkatan kerja. Penduduk yang sudah memiliki pekerjaan sesuai dengan

keahliannya akan sangat membantu perkembangan ekonomi negara. Hal ini

disebabkan mereka dapat memberi sumbangan tenaga dan pikiran secara maksimal.

Individu yang bekerja tidak sesuai bidang keahlianya akan mengalami kesulitan dalam

(15)

Secara khusus penelitian ini bertujuan memberi gambaran TPAK dan TPT di

Propinsi Sumatera Utara pada tahun 2012. Angka-angka hasil peramalan ini

kemungkinan besar akan terjadi apabila pemerintah tidak mengambil tindakan nyata

dalam penanggulangan masalah ketenagakerjaan dan tetap memakai pogram kerja

yang lama.

Adapun tujuan penulisan mengenai perkembangan angkatan kerja dengan

melihat angka persentasi TPAK dan TPT ini adalah:

• Untuk menggambarkan tingkat partisipasi masyarakat angkatan kerja di

Propinsi Sumatera Utara.

• Untuk mengetahui perkembangan angka pengangguran dari tahun ketahun

belakangan ini di Propinsi Sumatera Utara.

• Untuk memberi gambaran seberapa luas lapangan kerja yang harus disediakan

agar di masa yang akan datang jumlah penganguran dapat ditekan.

• Bagi penulis, yaitu sebagai penerapan ilmu pengetahuan yang didapat di

bangku kuliah.

1.4. Lokasi Penelitian

Dalam memperoleh data yang dibutuhkan untuk penyusunan Tugas Akhir ini, penulis

menggunakan data milik Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Sumatera Utara yang

berlokasi di jalan Asrama No. 179 Medan. Izin pengambilan data dibantu dengan surat

(16)

1.5. Metode Analisis yang Digunakan

Untuk mendapatkan nilai TPT (tingkat pengangguran terbuka) dan TPAK (tingka

partisipasi angkatan kerja) penulis menggunakan Ilmu Demografi. Untuk peramalan

persentase pengangguran terbuka dan partisipasi angkatan kerja pada tahun 2012

penulis memakai Metode Double Exponential Smoothing (Pemulusan Eksponensial

ganda) dari Brown.

Ilmu demografi adalah alat yang dipakai penulis untuk mengolah data dari

BPS ke dalam angka-angka yang menunjukkan TPT dan TPAK dalam bentuk persen

(%). Data sekunder yang didapat dari perhitungan ini akan dipakai untuk peramalan

dengan metode pemulusan.

Metode smoothing (metode pemulusan) merupakan tehnik meramal dengan

cara mengambil rata-rata dari nilai beberapa periode yang lalu untuk menaksir nilai

pada periode yang akan datang. Dalam metode ini data TPT dan TPAK dalam bentuk

persen (%) yang didapat dari pengolahan data awal dengan ilmu demografi digunakan

untuk memperoleh data yang telah diratakan.

Pemakaian ilmu demografi dalam pengolahan data awal guna melahirkan data

baru yang akan diteliti dalam bentuk TPAK dan TPT, bertujuan untuk memperkecil

angka-angka yang akan dianalisis. Langkah ini diharapkan juga akan memperkecil

(17)

Dalam metode smoothing peramalan dilakukan dengan pengulangan

perhitungan secara terus menerus yang menggunakan data terbaru. Setiap data baru

diberi bobot yang lebih besar. Pemikiran inilah yang mendasari penulis memilih

metode smoothing untuk digunakan dalam peramalan angka pengangguran tahun

2012 di Propinsi Sumatera Utara.

Pada pengolahan data awal kedalam bentuk TPT dan TPAK dengan ilmu

demografi, penulis memakai :

%

Peramalan angka pencari kerja pada tahun 2012 yang menggunakan Double

Exponential Smoothing (pemulusan eksponensial ganda) memiliki tahap-tahap dalam

menemukan hasil ramalannya. Persamaan-persamaan yang akan dipakai dalam

penerapan Metode Exponential Smoothing adalah seperti yang akan diuraikan.

Langkah-langkah ini dikenal dengan nama tehnik “Brown’s one parameter linier

(18)

1. Menentukan Smoothing Pertama ( '

S = smoothing pertama periode t

' 1

t

S = smoothing pertama periode t-1

t

S = smoothing kedua periode t-1

3. Menentukan besarnya konstanta (at)

" ' 2 t t

t S S

(19)

4. Menentukan besarnya koefisien (bt)

(

' "

)

1 t t

t S S

b

= αα

5. Menentukan besarnya nilai ramalan (Ft+m)

m b a Ft+m = t + t

m = jumlah periode kedepan yang akan diramalkan

1.6. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan diuraikan untuk memberikan kerangka atau gambaran dari

tugas akhir ini. Diharapkan sistematika penyusunan ini dapat membantu pembaca

dalam memahami isi karya ilmiah ini. Adapun urutan-urutan penyajian itu adalah

sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN

Bab ini berisikan latar balakang masalah, identifikasi masalah, batasan

masalah, manfaat dan tujuan, serta sistematika penulisan yang

(20)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Bab ini memberi pengertian seputar unsur-unsur pembentuk data yang

akan dipakai penulis dalam penelitian, baik dengan ilmu demografi

maupun dengan metode double exponential smoothing.

BAB 3 SEJARAH BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) DAN PROPINSI

SUMATERA UTARA

Bab ini memberi informasi mengenai sejarah berdirinya BPS dan

Propinsi Sumatera Utara

BAB 4 PENGOLAHAN DATA

Bab ini berisikan tahap demi tahap penulis mengolah data dengan ilmu

demografi hingga siap untuk diteliti memakai metode Double

Exponential Smoothing dan diselesaikan.

BAB 5 IMPLEMENTASI SISTEM

Bab ini menerangkan tentang sistem program yang digunakan dalam

mengolah data yang ada.

BAB 6 PENUTUP

Bab ini tentang kesimpulan dan saran yang ditarik penulis dari hasil

(21)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1. Objek Penelitian

Objek penelitian dalam meramalkan partisipasi angkatan kerja dan tingkat

pengangguran terbuka di Propinsi Sumatera Utara pada tahun 2012 adalah para

penduduk yang berdomisili di Propinsi Sumatera Utara.

Tingkat partisipasi angkatan kerja adalah ukuran yang dipakai untuk melihat

persentase jumlah penduduk usia kerja yang melakukan kegiatan produktif dalam

dunia usaha. TPAK akan menujukkan persentase keberhasilan membentuk masyarakat

yang mandiri.

Tingkat pengangguran terbuka adalah ukuran untuk melihat persentase jumlah

penduduk angkatan kerja yang tidak memiliki pekerjaan. TPT akan menunjukkan

persentase jumlah penduduk yang tergolong angkatan kerja namun masih

(22)

2.1.1. Tenaga kerja

Penduduk yang belum berumur 15 tahun tidak termasuk dalam usia kerja.

Undang-undang perlindungan anak di Republik Indonesia mengatur batas usia

seseorang diizinkan untuk bekerja.

Pada dasarnya penduduk usia kerja dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu

penduduk yang termasuk kelompok angkatan kerja dan penduduk yang bukan

angkatan kerja.

• Penduduk berumur 15 tahun keatas yang termasuk dalam kelompok angkatan

kerja adalah mereka yang sejak seminggu sebelum pencacahan mempunyai

atau sedang mencari pekerjaan.

• Penduduk berumur 15 tahun keatas yang termasuk dalam kelompok bukan

angkatan kerja adalah mereka yang sejak seminggu sebelum pencacahan hanya

bersekolah, mengurus rumahtangga dan sebagainya yang tidak merupakan

suatu kegiatan dalam kategori bekerja, sementara tidak bekerja, atau mencari

kerja.

Penduduk yang telah memasuki usia kerja dan tergolong dalam angkatan kerja

masih dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu:

1) Kelompok bekerja

• Mereka yang seminggu sebelum pencacahan bekerja dengan maksud memperoleh

penghasilan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu dan tidak putus.

• Mereka yang seminggu sebelum pencacahan tidak bekerja atau bekerja kurang

(23)

 Pegawai-pegawai pemerintah atau swasta yang sedang tidak masuk kerja

karena cuti, sakit, mogok atau libur.

 Petani-petani tidak bekerja karena menunggu panenan atau musim hujan untuk

mulai menggarap sawah.

 Orang-orang yang bekerja di bidang keahlian tertentu seperti dokter, tukang

cukur, tukang pijat, kuli bangunan, dalang dan sejenisnya.

2) Yang digolongkan mencari pekerjaan (pengangguran) adalah:

• Mereka yang bekerja tetapi karena suatu hal masih mencari pekerjaan.

• Mereka yang dibebastugaskan dan akan dipanggil kembali tetapi sedang

berusaha untuk mendapatkan pekerjaan.

• Mereka yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mendapatkan

pekerjaan

2.1.2. Penduduk

Penduduk adalah tiap tiap individu yang berdomisili di wilayah tertentu selama 6

bulan atau lebih dan mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi berencana

untuk menetap lebih dari 6 bulan. Seseorang yang menetap kurang dari 6 bulan di

wilayah tertentu untuk tujuan bisnis, pendidikan atau liburan tidak termasuk dalam

(24)

2.1.3. Umur

Umur seseorang dapat diketahui apabila tanggal, bulan, dan tahun kelahirannya

diketahui. Di dalam pencacahan Survey atau Sensus, pencacah menanyakan tanggal

kelahiran setiap orang dan harus dinyatakan dalam Kalender Masehi. Berdasarkan

tanggal kelahiran ini, maka umur seseorang dapat diketahui. Di dalam perhitungan

umur selalu dibulatkan ke bawah atau umur menurut ulang tahun terakhir. Apabila

tanggal, bulan, maupun tahun kelahiran seseorang tidak diketahui, maka pencacah

harus berusaha mendapatkan keterangan mengenai umur. Ada beberapa cara yang

dapat dipakai misalnya dengan menghubungkan kejadian-kejadian penting baik yang

bersifat nasional maupun daerah, misalkan pemilu atau bencana alam yang menurut

orang tua responden terjadi pada tahun kelahirannya.

2.1.4. Lapangan Usaha

Yang dimaksud dengan lapangan usaha/ pekerjaan adalah bidang kegiatan dari usaha/

perusahan/ instansi dimana seseorang bekerja atau pernah bekerja, yaitu:

• pertanian, kehutanan, perburuan dan peternakan

• pertambangan dan energi

• industri pengolahan

• listrik, gas dan air

• bangunan

• perdagangan,rumah makan dan hotel

(25)

• keuangan, asuransi dan usaha persewaan bangunan

• jasa jasa kemasyarakat,sosial dan perorangan

• kegiatan yang tidak/belum jelas

2.1.5. Jenis Pekerjaan

Yang dimaksud dengan jenis/ jabatan pekerjaan adalah macam pekerjaan yang sedang

dilakukan oleh orang-orang yang termasuk golongan bekerja atau orang-orang yang

sedang mencari pekerjaan dan pernah bekerja.

Jenis/ jabatan pekerjaan dibagi dalam 8 golongan besar, yaitu:

1. Tenaga profesional, teknisi dan yang sejenisnya.

2. Tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan.

3. Tenaga tata usaha dan sejenisnya

4. Tenaga usaha penjualan.

5. Tenaga usaha jasa.

6. Tenaga usaha pertanian, kehutanan, perkebunan dan perikanan.

7. Tenaga usaha operator dan alat angkut dan pekerja kasar.

(26)

2.2. Analisis Data

Analisis data pada dasarnya dapat diartikan sebagai penjabaran atas pengukuran data

kuantitatif menjadi suatu penyajian yang lebih mudah untuk ditafsirkan dan

menguraikan suatu masalah secara parsial ataupun keseluruhan. Untuk pemecahan

masalah perlu dilakukan suatu analisis dalam pengolahan data. Data yang akan diolah

adalah data persentase partisipasi angkatan kerja mulai dari tahun 1997-2007 di

Propinsi Sumatera Utara. Analisis yang dipakai dalam pengolahan data ini adalah

analisis pemulusan eksponensial ganda satu parameter dari Brown.

2.2.1. Peramalan

Peramalan adalah suatu usaha untuk memperkirakan keadaan di masa yang akan

datang. Kegiatan ini meliputi pengolahan data dengan menggunakan metode tertentu

sehingga menghasilkan angka-angka yang memiliki kemungkinan menunjukan situasi

yang akan terjadi. Hasil analisis ini diharapkan dapat membantu untuk menyusun

rencana menghadapi masa depan.

2.2.2. Jenis-Jenis Peramalan

Pada umumnya peramalan dapat dibedakan dari beberapa segi tergantung dari cara

melihatnya. Apabila dilihat dari sifat penyusunannya, maka peramalan dapat

(27)

1. Peramalan yang subjektif, yaitu peramalan yang didasarkan atas perasaan atau

intuisi dari orang yang menyusunnya. Dalam hal ini pandangan dari orang

yang menyusunnya sangat menentukan baik tidaknya hasil ramalan tersebut.

Biasanya ramalan ini diutarakan oleh para pengamat politik dan ekonomi.

2. Peramalan yang objektif, peramalan yang didasarkan atas data yang relevan

pada masa lalu, dengan menggunakan teknik-teknik dan metode dalam

penganalisaan data tersebut.

Disamping itu, jika dilihat dari jangka waktu ramalan yang disusun peramalan

dapat dibedakan atas dua macam juga. Adapun jenis jenis peramalan tersebut adalah

sebagai berikut :

1. Peramalan jangka panjang, yaitu peramalan yang dilakukan untuk penyusunan

hasil ramalan jangka waktunya lebih dari satu setengah tahun atau tiga

semester. Peramalan seperti ini misalnya diperlukan dalam penysunan rencana

pembangunan suatu negara atau suatu daerah, corporate planning, rencana

investasi atau rencana ekspansi dari suatu perusahaan.

2. Peramalan jangka pendek, yaitu peramalan yang dilakukan untuk penyusunan

hasil ramalan dalam jangka waktu yang kurang dari satu seengah tahun, atau

tiga semester. Peramalan seperti ini diperlukan dalam penyusunan rencana

tahunan, rencana kerja operasional, dan anggaran contoh penyusunan rencana

produksi, rencana produksi, rencana penjualan, rencana pesediaan, anggaran

(28)

Berdasarkan sifat ramalan yang telah disusun, maka peramalan dapat

dibedakan atas dua macam, yaitu :

1. Peramalan kualitatif, yaitu peramalan yang didasarkan atas data kualitatif pada

masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat tergantung pada orang yang

menyusunnya. Hal ini penting karena hasil peramalan tersebut ditentukan

berdasarkan pemikiran yang bersifat intuisi atau pendapat yang berdasar pada

ilmu dan pengalaman penyusunnya. Biasanya peramalan secara kualitatif ini

didasarkan atas hasil penyelidikan.

2. Peramalan kuantitatif, yaitu peramalan didasarkan atas data kuantitatif pada

masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat berrgantung pada metode yang

digunakan dalam peramalan tersebut. Dengan peramalan yang berbeda akan

diperoleh hasil yang peramalan yang berbeda. Adapun yang perlu diperhatikan

dari penggunaan metode-metode tersebut, adalah baik tidaknya metode yang

dipergunakan, sangat ditentukan oleh perbedaan atau penyimpanan antara hasil

peramalan dengan kenyataan yang terjadi. Metode yang baik adalah metode

yang memberikan nilai-nilai perbedaan atau penyimpangan yang mungkin

terjadi.

Peramalan kuantitatif hanya dapat digunakan apabila terdapat tiga kondisi

sebagai berikut :

a. Adanya informasi tentang keadaan yang lain.

b. Informasi tersebut dapat dikuantifikasikan dalam bentuk data.

c. Dapat diasumsikan bahwa pola yang lalu akan berkelanjutan pada masa

(29)

Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa jenis-jenis peramalan sangat

tergantung dari segi mana kita memandangnya.

2.2.3. Ketepatan Ramalan

Ketepatan ramalan adalah suatu hal yang mendasar dalam peramalan, yaitu bagaimana

mengukur kesesuaian suatu metode peramalan tertentu untuk suatu kesimpulan yang

diambil dari analisa data yang diberikan. Ketepatan dipandang sebagai kriteria

penolakan untuk memilih suatu metode peramalan. Dalam pemodelan deret berkala

dari data masa lalu dapat diramalkan situasi yang akan terjadi pada masa yang akan

datang. Untuk menguji kebenaran ramalan ini digunakan pencarian angka penolakan.

Maka semakin kecil angka penolakan terhadap suatu pemodelan semakin baik nilai

hasil peramalannya.

Pengujian ketepatan ramalan yang akan kita gunakan dalam usaha

mendapatkan hasil peramalan terbaik adalah:

• Jumlah kuadrat kesalahan

SSE (Sum Square Error)

=

= n

t t

e SSE

(30)

• Nilai Tengah Kesalahan Kuadrat

MSE (Mean Square Error)

dimana: et = XtFt

n e MSE

n

t t

=

(31)

BAB 3

GAMBARAN UMUM BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) DAN PROPINSI SUMATERA UTARA

3.1. Sejarah Badan Pusat Statistik (BPS)

Sejarah badan pusat statistik dibagi kepada tiga masa yaitu masa sebelum

kemerdekaan, setelah kemerdekaan dan orde baru. Pada tahun 1920, yaitu masa

sebelum kemerdekaan, pembentukan BPS pada awalnya diberi nama Landbow

Nijverhead en Handel yang bertujuan untuk mengumpulkan data tentang kebiasaan

(adat istiadat). Pada tanggal 24 September 1924, empat tahun kemudian, berubah

nama menjadi Central Kantoor Voor de Statistiek (CKS). Setelah Jepang menduduki

Indonesia, namanya diganti lagi menjadi Chosasitu Gunseikanbo (CG), yang

bertujuan untuk mengumpulkan data tentang kemiliteran.

Tahun 1945, masa setelah kemerdekaan, CG berubah nama dengan

menggunakan bahasa Indonesia yaitu KAPPURI (Kantor Penyelidikan Perangkaan

Umum) yang diketuai oleh Tuan Abdul Karim Priggodigdo. Tahun 1946 ketua

KAPPURI dan pemerintah Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta. Sementara itu

(32)

Bardasarkan SK Mentri Kesejahteraan Rakyat No.219/SC tanggal 12 juni 1950

KAPPURI dan CKS bersatu dalam nama KPS (kantor pusat statistic). Tahun 1957

KPS diganti lagi menjadi Biro Pusat Statistik (BPS), yang berfungsi untuk

mengadakan sensus penduduk dan sebagai lembaga dalam penyebaran data.

Pada masa orde baru ditetapkan Undang-Undang Executive No.16 tahun 1968,

yang merencanakan langkah langkah organisasi dan memberi tugas tertentu pada BPS.

Berdasar Keputusan Presiden No.6 tahun 1992, BPS diberi kuasa untuk menentukan

status, menjalankan tugas dan susunan organisasi dari Biro Pusat statistik.

3.1.1. Stuktur Organisasi Badan Pusat Statistik

Badan pusat statistik adalah suatu lembaga pemerintah non-departement yang berada

dibawah serta bertanggung jawab kepada presiden. Ini menjamin BPS untuk tidak

tergantung pada instansi pemerintah lainnya dalam menghasilkan data statistik.

Struktur organisasi BPS berlandaskan pada peraturan pemerintah (PP) No.2

tahun 1992 didaerah daerah 27 kantor perwakilan biro pusat statistik tingkat propinsi,

dan dibawahnya terdapat 301 kantor cabang perwakilan BPS tingkat Kabupaten/

Kotamadya

Kantor statistik tingkat propinsi dibagi dalam dua kategori yaitu Tipe A dan

Tipe B. Tipe kantor statistik propinsi tersebut didasarkan atas beban kerja serta

(33)

fungsi kantor statistik propinsi. Dalam mengumpulkan data untuk menyelesaikan

tugas akhir ini, penulis melakukan pengambilan data di BPS yang termasuk dalam

kategori Tipe A.

Kantor statistik Tipe A berlokasi di enam propinsi, yaitu :

Daerah khusus istimewa Jakarta

Jawa Barat

Jawa Tengah

Jawa Timur

Sumatera Utara

Sulawesi Selatan

Sedangkan kantor statistik Tipe B di propinsi propinsi lainnya.

Mantri statistik adalah aparat badan pusat statistik ditingkat kecamatan yang

bertanggung jawab kepada kepala kantor statistik tingkat II, mereka itu adalah petugas

pengumpul data statistik yang secara langsung berhubungan dengan responden.

Undang-undang statistik juga mengatur berbagai ketentuan, termasuk kewajiban untuk

memberi data yang sebenar-benarnya, kerahasiaan data tiap individu, pelanggaran dan

(34)

3.2. Sejarah Singkat Propinsi Sumatera Utara

Dizaman pemerintahan Belanda, Propinsi Sumatera Utara merupakan suatu

pemerintahan daerah yang bernama Gouvernement van Sumatera, yang meliputi

seluruh pulau Sumatera, dikepalai oleh seorang Gouverneur berkedudukan di Medan.

Sumatera terdiri dari beberapa Daerah Administrasip yang dinamakan Keresidenan.

Peda awal kemerdekaan Republik Indonesia, Sumatera tetap merupakan suatu

kesatuan pemerintah yaitu Propinsi Sumatera yang dikepalai oleh seorang gubernur

dan terdiri dari daerah Daerah Administrasip Keresidenan yang dinamakan Residen.

Pada sidang I Komisi Nasional Daerah (KND) Propinsi Sumatera, mengingat

kesulitan kesulitan perhubungan ditinjau dari segi pertahanan, diputuskan untuk

membagi Propinsi Sumatera menjadi 3 sub Propinsi yaitu sub Propinsi Sumatera

Utara (yang terdiri dari Keresidenan Aceh, Keresidenan Sumatera timur, dan

Keresidenan Tapanuli), sub Propinsi Sumatera Tengah dan sub Propinsi Sumatera

Selatan.

Dengan mendasarkan kepada Undang Undang No. 10 tahun 1948, atas usul

Gubernur Kepala Daerah Propinsi Sumatera Utara dengan suratnya tanggal 16

Februari 1973 No. 4585/25, DPRD Tingkat I Propinsi Sumatera Utara dengan

keputusannya tanggal 13 Agustus 1973 N. 19/K/1973 telah menetapkan bahwa hari

jadi Propinsi Sumatera Daerah Tingkat I adalah tanggal 15 April 1948 yaitu tanggal

(35)

Pada awal tahun 1948 berkaitan dengan meningkatnya serangan Belanda,

diadakan reorganisasi pemerintah di Propinsi Sumatera. Pada waktu itu keadaan

memerlukan suatu sistem pertahanan yang lebih kokoh dan sempurna. Oleh karena itu

perlu dipusatkan alat-alat kekuatan sipil dan militer dalam tiap tiap Derah Militer

Istimewa yang berada dalam satu tangan yaitu Gubernur Militer. Sehingga penduduk

sipil dan militer berada di bawah satu pemerintah.

Gubernur yang bersangkutan diangkat menjadi komisaris dengan tugas-tugas

memberi pengawasan dan tuntunan terhadap pemerintahan, baik sipil maupun militer.

Selanjutnya dengan intruksi Dewan Pembantu dan Penasehat Wakil Perdana Mentri

tanggal 15 September 1949, Propinsi Sumatera Utara dibagi menjadi dua Daerah

Militer Istimewa yaitu Aceh dan Tanah Karo di tahun 1949 diketuai oleh Gubernur

Militer Dr. F. L. Tobing.

Selanjutnya dengan ketetapan Pemerintah Darurat RI dalam bentuk peraturan

Perdana Mentri Penggantian Pemerintah tanggal 17 Desember 1949 No.

8/Des/W.K.P.M dibentuklah Propinsi Aceh dan Propinsi Tapanuli/ Sumatra Timur.

Kemudian dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 5 Tahun

1950 tanggal 14 Agustus 1949 No. 8/Des/W.K.P.M tersebut dicabut dan kembali

dibentuk Propinsi Sumatera Utara dengan daerah yang meliputi Daerah Keresidenan

Aceh, Sumatra Timur dan Tapanuli. Selanjutnya dengan Peraturan Pemerintah No. 21

Tahun 1950 tanggal 14 Agustus 1950, pada waktu RIS, ditetapkan bahwa Negara

Kesatuan Republik Indonesia terbagi atas beberapa daerah daerah propinsi.

Berdasarkan Undang-Undang Darurat No. 7, 8, dan 9 Tahun 1956, Peraturan

(36)

terdiri dari 17 kabupaten/ kota. Tetapi dengan terbitnya Undang-Undang No. 12

Tahun 1998, tentang pembentukan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan

Kabupaten Toba Samosir (tobasa) serta Undang-Undang No. 4 Tahun 2001 tentang

pembentukan Kota Padangsidempuan, wilayah Propinsi Sumatera Utara pada April

2004 sudah menjadi 18 kabupaten dan 7 kota (khusus untuk Kab. Nias Selatan, Kab.

Pakpak Barat, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Samosir dan Kab. Serdang Bedagai

belum tercantum nomor Undang-Undang tentang pembentukan wilayah tersebut ).

3.2.1. Lokasi dan Keadaan Geografis Propinsi Sumatra utara

Propinsi Sumatera Utara berada di barat Indonesia, terletak pada garis 1o-4o Lintang

Utara dan 98o-100o Bujur Timur. Sebelah utara berbatasan dengan Propinsi Daerah

Istimewa Aceh, sebalah Timur dengan Negara Malaysia di Selat Malaka, sebelah

Selatan berbatasan dengan Propinsi Riau dan Sumatera Barat dan disebelah Barat

berbatasan dengan Samudra Hindia.

Luas daratan Propinsi Sumatera Utara adalah 71.680 km2, sebagian besar

berada di daratan Pulau Sumatera dan sebagian kecil berada di Pulau Nias, kepulauan

Batu Batu serta beberapa pulau kecil lainnya, baik di bagian Barat maupun bagian

Timur pantai Pulau Sumatera. Berdasarkan kondisi letak dan kondisi alam, Propinsi

Sumatera Utara dibagi dalam 3 kelompok wilayah yaitu Pantai Barat, Daratan Tinggi

(37)

3.2.2. Iklim

Karena terletak dekat dengan garis khatulistiwa, Propinsi Sumatera Utara tergolong ke

dalam daerah beriklim tropis. Ketinggian permukaan daratan Propinsi Sumatera Utara

sangat bervariasi, sebagian daerahnya datar, hanya beberapa meter di atas permukaan

air laut, beriklim cukup panas bisa mencapai 31,8oC, sebagian daerah berbukit dengan

kemiringan yang landai, beriklim sedang dan sebagian lagi berada pada daerah

(38)

BAB 4

PENGOLAHAN DATA

4.1. Data yang Dipakai

Perbandingan antara penduduk yang bekerja dan mencari kerja dapat menunjukkan

perbandingan antara penduduk yang mencari nafkah dan penduduk yang dinafkahi

walaupun sudah tergolong dalam penduduk usia kerja. Penduduk usia kerja yang tidak

ikut serta dalam mengikuti dunia usaha untuk membangun perekonomian negara dapat

disebabkan oleh berbagai sebab, mulai dari sakit, cacat, sampai pada rendahnya

tingkat pendidikan dalam membangun kesiapan induvidu menjadi sumber daya

manusia yang berguna bagi bangsa dan negara. Keprihatian dalam dunia pendidikan

bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tapi juga semua masyarakat

terutama terfokus pada orang tua dan aparat desa dalam mendorong, memotivasi dan

mencari jalan keluar agar tiap anak dapat ikut andil dalam dunia pendidikan dan

menjadi individu yang siap kerja. Berikut adalah gambaran penduduk usia kerja yang

tergolong dalam penduduk angkatan kerja dan penduduk bukan angkatan kerja di

(39)

Tabel 4.1. Jumlah Penduduk Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja dari Penduduk Usia Kerja di Propinsi Sumatera Utara Pada Tahun 1997 s/d 2007

Tahun

Angkatan Bukan Penduduk

Kerja Angkatan Kerja Usia Kerja

1997 4.905.296 3.745.262 8.650.558

1998 5.227.016 3.691.115 8.918.131

1999 5.026.320 3.643.304 8.669.624

2000 5.283.268 3.709.126 8.992.394

2001 5.206.535 3.817.268 9.023.803

2002 5.283.857 3.835.219 9.119.076

2003 5.239.910 2.650.673 7.890.583

2004 5.514.170 2.482.832 7.997.002

2005 5.803.112 2.263.896 8.067.008

2006 5.491.696 2.716.955 8.208.651

2007 5.654.131 2.724.017 8.378.148

(Sumber:BPS)

Pengangguran adalah mereka yang sudah tergolong pada usia kerja tetapi

belum atau sedang mencari kerja dan tidak sedang bersekolah, mengurus

rumahtangga, atau sakit. Berikut adalah gambaran penduduk pekerja dan pencari kerja

di Propinsi Sumatera Utara.

Tabel 4.2. Jumlah Penduduk yang Bekerja dan Mencari Kerja yang Tergolang dalam Angkatan Kerja di Propinsi Sumatera Utara Pada Tahun 1998 s/d 2007

Tahun Bekerja Mencari Kerja Angkatan Kerja

1998 4.855.296 371.720 5.227.016

1999 4.735.800 326.520 5.062.320

2000 4.947.539 335.729 5.283.268

2001 4.977.323 229.212 5.206.535

2002 4.928.353 335.504 5.263.857

2003 4.835.793 404.117 5.239.910

2004 4.756.078 758.092 5.514.170

2005 5.116.132 636.980 5.753.112

2006 4.859.647 632.049 5.491.696

2007 5.082.797 571.334 5.654.131

(40)

Penulis akan menggunakan data dalam tabel 4.1 dan 4.2 di atas untuk mencari

proyeksi angka TPAK dan TPT di Propinsi Sumatera Utara pada tahun 2012.

4.2 Pengolahan Data Tahap Pertama

Pengolahan data tahap pertama ini difokuskan untuk mendapatkan angka-angka yang

menunjukkan besar partisipasi angkatan kerja dan pengangguran dari penduduk di

Propinsi Sumatera Utara. Angka persentase angkatan kerja dan pengangguran ini akan

di sajikan dalam TPAK dan TPT.

4.2.1. TPAK

Partisipasi angkatan kerja akan ditunjukkan dalam persentase angkatan kerja terhadap

penduduk usia kerja. Semakin besar persentasi TPAK, keberhasilan masyarakat untuk

hidup mandiri dari keluarga juga semakin besar. Semakin besar TPAK mengartikan

semakin kecil jumlah penduduk yang menggantungkan biaya hidupnya pada orang

lain. Persentase TPAK yang tinggi menunjukan kualitas masyarakat dalam

mengembangkan diri dan membentuk pribadi yang mandiri.

% 100

× =

TK jumlah

AK penduduk jumlah

TPAK

AK = angkatan kerja

(41)

Rumus ini akan dipakai untuk mencari TPAK tahunan dari data awal yang

kita dapatkan dari BPS Propinsi Sumatera Utara.

(42)

%

Angka-angka TPAK yang didapatkan dari perhitungan diatas dapat disajikan

dalam bentuk tabel sehingga gambaran pergerakan angka-angkanya lebih mudah

untuk diteliti.

Tabel 4.1.1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Propinsi Sumatera Utara Pada Tahun 1997 s/d 2007

t tahun

Penduduk Usia Kerja

TPAK (%) Angkatan Kerja Bukan Angkatan Kerja

1 1997 4.905.296 3.745.262 56,70%

Untuk lebih memudahkan lagi, pergerakan persentase TPAK di Propinsi

Sumatera Utara dari tahun ketahun sejak tahun 1997 s/d 2007 dapat dilihat pada grafik

(43)

Grafik 4.1.1. Persentase TPAK di Propinsi Sumatera Utara Tahun 1997 s/d 2007

Pada grafik di atas dapat dilihat bahwa pergerakan persentase TPAK di

Propinsi Sumatera Utara berkisar di antara 55% s/d 75%. Angka persentase TPAK

ini tidak menunjukan tingkan keberhasilan penduduk yang baik dalam dunia usaha.

Persentase ini menunjukkan tiap 3 orang yang tergolong usia kerja masih membiayai

hidup 1 orang yang seharusnya sudah tergolong siap kerja dan hidup mandiri.

4.2.2. TPT

TPT adalah singkatan dari tingkat pengangguran terbuka. Tingkat

pengangguran akan terlihat dari persentase penduduk yang mencari kerja terhadap

penduduk angkatan kerja. Seseorang menjadi pengangguran bisa disebabkan oleh

ketiadaan kesempatan atau lowongan yang sesuai dengan keahlian, namun bisa juga

disebabkan oleh ketidaksiapan untuk terjun dalam dunia usaha. Ketidaksiapan untuk

(44)

motivasi yang menyebabkan malas dan tidak mampu melepaskan diri dari orang tua

maupun orang sekitar untuk memulai hidup mandiri.

%

Rumus ini dipakai untuk mencari TPT tahunan dengan menggunakan data

awal yang kita dapatkan dari BPS Propinsi Sumatera Utara.

(45)

Tahun 2004

Angka-angka TPT yang didapatkan dari perhitungan sebelumnya juga

disajikan dalam bentuk tabel sehingga angka-angkanya lebih mudah untuk diteliti.

Tabel 4.2.1. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Propinsi Sumatera Utara Pada Tahun 1998 s/d 2007

t tahun

Angkatan Kerja

TPT (%)

Bekerja Mencari Kerja

(46)

Pada tabel diatas dapat dilihat angka-angka persenase TPT di Propinsi

Sumatera Utara. Tiap tahun nilai persentase TPT selalu menunjukkan perubahan yang

diakibatkan dari pergerakan sosial budaya, pendidikan dan perekonomian negara.

Untuk lebih mudah, pergerakan persentase TPT masyarakat Propinsi Sumatera Utara

dapat dilihat pada tabel berikut.

Grafik 4.2.1. Persentase TPT di Propinsi Sumatera Utara Tahun 1998 s/d 2007

4.3. Pengolahan Data Tahap Kedua

Pada tahap kedua pengolahan data akan dilakukan pemulusan eksponensial

ganda satu parameter dari Brown dalam beberapa α terhadap angka-angka TPAK dan

TPT yang didapatkan dari pengolahan data tahap pertama. Dengan memakai α mulai

dari 0,1; 0,3; 0,5; 0,7; dan 0,9 guna mendapatkan persamaan yang memberikan nilai

m t

F+ dengan galat terkecil. Semakin kecil galat yang diberikan suatu persamaan

peramalan nilai Ft+m semakin besar peluangnya untuk mendekati nilai yang akan

(47)

4.3.1. Pemulusan Eksponensial Ganda Terhadap TPAK

Hasil pemulusan memakai eksponensial ganda satu parameter dari Brown dari tiap α

akan disajikan dalam bentuk tabel diikuti hasil ramalannya terhadap nilai TPAK tahun

2012 beserta besar SSE dan MSE yang diberikannya.

Tabel 4.1.1.1. Peramalan TPAK di Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Satu Parameter dari Brown dengan α =0,1

(48)

n

Tabel 4.1.1.2 Peramalan TPAK di Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Satu Parameter dari Brown dengan α =0,3

(49)

n

Tabel 4.1.1.3 Peramalan TPAK di Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Satu Parameter dari Brown dengan α =0,5

(50)

n

Tabel 4.1.1.4 Peramalan TPAK di Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Satu Parameter dari Brown dengan α =0,7

(51)

n

Tabel 4.1.1.5 Peramalan TPAK di Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Satu Parameter dari Brown dengan α =0,9

(52)

n

4.3.1. Pemulusan Eksponensial Ganda Terhadap TPT

Hasil pemulusan memakai eksponensial ganda satu parameter dari Brown dari tiap α

akan disajikan dalam bentuk tabel diikuti hasil ramalannya terhadap nilai TPT tahun

2012 beserta besar SSE dan MSE yang diberikannya.

Tabel 4.2.1.1. Peramalan TPT di Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Satu Parameter dari Brown dengan α =0,1

(53)

Maka didapati:

Tabel 4.2.1.2. Peramalan TPT di Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Satu Parameter dari Brown dengan α =0,3

(54)

Maka didapati:

Tabel 4.2.1.3. Peramalan TPT di Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Satu Parameter dari Brown dengan α =0,5

(55)

Maka didapati:

Tabel 4.2.1.4. Peramalan TPT di Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Satu Parameter dari Brown dengan α =0,7

(56)

Maka didapati:

Tabel 4.2.1.5. Peramalan TPT di Propinsi Sumatera Utara dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Satu Parameter dari Brown dengan α =0,9

(57)

Maka didapati:

4.4. Penentuan Proyeksi TPAK dan TPT Terbaik

Pada pengolahan data tahap kedua telah didapatkan beberapa nilai proyeksi TPAK

dan TPT tahun 2012 di Propinsi Sumatera Utara. Tiap-tiap α yang digunakan

memberikan nilai proyeksi yang berbeda dengan besar galat atau tingkat kesalahan

yang berbeda. Nilai proyeksi terbaik tentunya menunjukkan nilai galat yang terkecil

yang artinya memiliki kemungkinan terbesar untuk mendekati nilai TPAK dan TPT

(58)

Perlu dipilih ramalan mana yang akan kita jadikan patokan untuk membuat

perencanaan penanggulangan pengangguran dan peningkatan partisipasi rakyat dalam

dunia ekonomik bangsa indonesia. Pilihan dapat diberikan pada nilai peramalan

eksponential ganda satu parameter dari Brown dengan α yang memberikan nilai

kesalahan terkecil. Untuk memudahkan penentuan nilai proyeksi terbaik penulis telah

memnyusun semua hasil ramalan dan galat yang diberikan tiap-tiap α pada metode

pemulusan eksponensial ganda satu parameter dari Brown pada tabel-tabel berikut.

Tabel 4.4.1. Galat Ramalan TPAK di Propinsi Sumatera Utara Tahun 2012 Tiap Tiap

α

α

MSE Ft+m

0,1 0,0030 0,6726

0,3 0,0006 0,7432

0,5 0,0016 0,7023

0,7 0,0017 0,6498

0,9 0,0187 0,5787

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa α = 0,3 memberikan MSE yang terkecil

yang menandakan bahwa ramalan yang ditawarkannya adalah yang terbaik.

Perbandingan MSE yang diberikan tiap tiap α yang digunakan dalam pemulusan

(59)

Grafik 4.4.1. Nilai MSE Pemulusan TPAK

Dari grafik dan tabel 4.4.1 diatas dapat dilihat bahwa yang menghasilkan nilai

galat (MSE) terkecil adalah nilai parameter pemulusan α = 0,3 yaitu dengan besar

MSE = 0,0006. Hal ini menunjukkan bahwa nilai proyeksi persentase TPAK di

Propinsi Sumatera Utara pada tahun 2012 sebasar 0,7432 atau 74,32% adalah nilai

ramalan terbaik dan memiliki kemungkinan terbesar untuk mendekati nilai kebenaran

(60)

Demikian pula dalam pemilihan nilai proyeksi TPT terbaik dapat dilihat dan

membandingkan MSE tiap-tiap α pada tabel berikut.

Tabel 4.4.2. Galat Ramalan TPT di Propinsi Sumatera Utara Tahun 2012 Tiap Tiap

α

α

MSE Ft+m

0,1 0,0008 0,1019

0,3 0,0006 0,1330

0,5 0,0007 0,1122

0,7 0,0008 0,0741

0,9 0,0012 0,0451

Grafik berikut akan menggambarkan dengan jelas tinggi dan rendahnya MSE

yang diberikan masing masing α yang digunakan dalam pemulusan eksponensial

ganda satu parameter dari Brown yang digunakan.

(61)

Dari grafik dan tabel 4.4.2 diatas dapat dilihat bahwa yang menghasilkan nilai

galat (MSE) terkecil adalah nilai parameter pemulusan α = 0,3 ,yaitu dengan besar

MSE = 0,0006. Hal ini menunjukkan bahwa nilai proyeksi persentase TPT di Propinsi

Sumatera Utara pada tahun 2012 sebesar 0,133 atau 13,3% adalah nilai ramalan

terbaik dan memiliki kemungkinan terbesar untuk mendekati nilai kebenaran yang

(62)

BAB 5

IMPLEMENTSI SISTEM

5.1. Tahap Implementasi

Tahapan implementasi merupakan tahapan penerapan hasil desain tertulis ke dalam

programming (coding). Pada tahapan inilah seluruh hasil desain dituangkan ke dalam

bahasa pemograman tertentu untuk menghasilkan sebuah sistem informasi yang sesuai

dengan hasil desain tertulis.

Tahapan implementasi harus dapat menentukan basis apa yang akan

diterapkan dalam menuangkan hasil desain tertulis sehingga sistem yang akan

terbentuk memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri (contoh dalam hal efisien baik itu

efisiensi pemakaian memori maupun dalam waktu proses mengakses data).

Implementasi yang sudah selesai harus diuji coba kehandalannya sehingga

dapat diketahui keunggulan dari sistem yang ada dan telah sesuai dengan apa yang

diinginkan. Dalam data pengolahan jumlah penduduk, implementasi yang digunakan

(63)

Selain berfungsi sebagai pengolah angka atau memanipulasi angka, Excel juga

dapat digunakan untuk memanipulasi teks komputer. Untuk dapat mendayagunakan

Excel secara maksimal, harus bisa juga menguasai sistem operasi Microsoft Windows.

5.2. Microsoft Excel

Microsoft Excel adalah aplikasi pengolahan angka (spread sheet) yang sangat popular

dan mampu untuk mengatur, menyediakan, menganalisis data dan

mempresentasikannya dalam bentuk tabel, grafik dan diagram.

5.2.1. mengaktifkan Microsoft Excel

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengaktifkan windows. Pastikan

Microsoft Excel berada dalam jaringan Microsoft Windows. Lalu lanjutkan dengan

langkah langkah sebagai berikut:

1. Dari windows, klik start pada taskbar. Lalu klik program. Tampil item menu

program aplikasi yang telah di instilasi.

2. Klik Microsoft Excel.

Secara otomatis tampil jendela utama Excel dan selanjutnya bisa digunakan langsung

(64)

5.2.2 Jendela Lembar Kerja Excel

Setelah pengaktifan, akan tampil lembar kerja Excel yang siap digunakan. Lembar

kerja adalah kumpulan kolom dan baris, dimana kolom berurutan dari atas ke bawah

dan baris berurutan dari kiri ke kanan. Excel memiliki 256 kolom dan 65.536 baris

pada setiap lembar kerja.

Pada setiap kolom dan baris terdapat sel. Sel ini diidentifikasikan dengan

alamat yang merupakan kombinasi antara abjad untuk kolom dan angka untuk baris.

Pada lembar kerja Excel terdapat banyak elemen yang memiliki fungsi yang

tersendiri.

5.2.3 Pengisian data Microsoft Excel

Pengisian data ke dalam lembar kerja Excel adalah sama dengan pemasukan atau

pengetikan data kedalamnya. Ada dua alternatif pengisian data, yaitu menggunakan

keyboard atau melalui sub menu yang terdapat pada menu Excel.

Dalam mengisi data ke dalam lembar kerja dengan keyboard, diperlukan langkah

langkah sebagai berikut:

1. Letakkan pointer pada sel yang ingin diisi data.

2. Ketik data yang diinginkan.

3. Tekan enter atau klik tombol kiri mouse pada sel yang lain untuk konfirmasi

(65)

Sedangkan alternate kedua dalam pengisian data adalah menggunakan sub menu

pada menu edit di Excel. Dengan alternatif ini, maka memiliki lebih banyak pilihan,

yaitu : Down, Up, Right, Left dan Series (Autofill).

5.2.4. Pembuatan Grafik

Grafik pada Excel dapat dibuat menjadi satu dengan data atau terpisah pada lembar

kerja grafik tersendiri, namun masih berada di file yang sama. Untuk mambuat grafik

pada Excel, bisa menggunakan icon Chart Wizard yang terdapat pada toolbar. Adapun

langkah langkah yang diperlukan adalah:

a. Sorot sel atau range sel yang ingin dibuat grafik.

b. Klik icon Chart Wizart, tampil kotak dialog Chart Type.

c. Klik tipe grafik yang diinginkan dan klik next. Tampil kotak dialog Chart

Source Data.

d. Pada tampilan akan terlihat range data yang telah disorot dan klik radiobutton

rows atau coloums yang diinginkan. Klik next, tampil kotak dialog chart

options.

e. Pada chart options, ketik judul grafik. Setelah itu klik next, tampil kotak dialog

chart location.

f. Anda bisa memilih tempat untuk meletakkan grafik ini, lalu klik finish. Maka

(66)

5.2.5. istilah istilah dalam Microsoft Excel

• Worksheet adalah daerah tempat lembar kerja untuk memasukan data atau

rumus. Normalnya Microsoft Excel menyediakan 3 worksheet.

• Workbook merupakan buku kerja yang terdiri dari beberapa worksheet.

Workbook ini merupakan file penyimpanan worksheet sehingga

mempermudah pengorganisasian file-file sesuai kebutuhan.

• Cell merupakan perpotongan baris dan kolom yang ditandai dengan aktifnya

pointer cell pada posisi tertentu. Posisi cell aktif ditunjukkan dalam Name

Box.

• Cell pointer adalah tanda penunjuk keaktifan sel berupa kotak bingkai tebal.

• Range adalah kumpulan beberapa sel yang membentuk kelompok area

(ditandai dengan warna hitam saat diblok).

• Gridlines adalah garis bantu sel pada area kerja. Gridlines ini hanya tampak

pada saat bekerja dalam worksheet tetapi bila hasil kerja dicetak atau

ditampilkan dengan printpreview, maka gridlines tersebut tidak tampak.

• Fill handle adalah bagian bawah kanan pointer cell berfungsi untuk

mamindahkan atau mengcopy data dan rumus dengan menggunakan mouse.

• Mouse pointer adalah bentuk penunjuk mouse yang tampil pada layar

(67)

5.2.6. fungsi statistik dalam Microsoft Excel

Fungsi statistik yang terdapat di dalam Microsoft Excel bertujuan untuk

menganalisa suatu kumpulan data. Untuk menganalisa data, beberapa fungsi yang

sering digunakan antara lain:

SUM(range) : mencari total data angka

MAX(range) : mencari nilai tertinggi dari data angka

MIN(range) : mencari nilai terendah dari data angka

AVERAGE : mencari nilai rata-rata dari data angka

(68)

BAB 6

PENUTUP

6.1. Kesimpulan

1. Jika program memperbesar kesempatan kerja dan sistem pendidikan saat ini

terus menunjukkan hasil yang baik, maka pada tahun 2012 TPAK di Propinsi

Sumatera Utara dapat ditingkatkan sampai pada angka 74,32%. Pemerintah

daerah perlu mengadakan perbaikan strategi untuk mencapai nilai yang lebih

baik

2. Usaha penekanan jumlah pengguran masih perlu di perbaiki. Bila terus

memakai strategi seperti saat ini kemungkinan pada tahun 2012 angka TPT di

Propinsi Sumatera Utara akan meningkat hingga menembus angka 13,3%.

3. Pergerakan persentasi angka TPAK di Propinsi Sumatera Utara sejak

tahun1997 s/d 2007 menunjukan angka yang cukup stabil, yaitu berkisar antara

50% sampai 75%.

4. Walaupun pada tahun 2002 s/d 2004 persentase TPT di Propinsi Sumatera

Utara menunjukkan peningkatan yang memprihatinkan, sejak tahun 2005

mulai menurun secara bertahap. Penurunan ini masih diikuti ketidakstabilan

(69)

5. Angka TPAK dan TPT yang bergerak meningkat secara bersamaan pada tahun

2003 dan 2004 menunjukan besarnya jumlah penduduk Propinsi Sumatera

Utara yang bekerja tidak sesuai bidang keahliannya ataupun harapanya. Hal ini

dilihat dari keinginan mereka untuk mendapatkan pekerjaan lain walaupun

sudah mempunyai pekerjaan.

6.2. saran

1. selayaknya sistem pendidikan harus selalu mengikuti perkembangan zaman

dan sesuai dengan permintaan pasar lapangan kerja.

2. pemerintah harus lebih berani membatasi import berbagai kebutuhan dari

negara lain dan lebih serius memajukan industry dalam negeri sehingga

lapangan penyerapan tenaga kerja lebih luas.

3. Terus mengembangkan berbagai usaha untuk membantu masyarakat membuka

lapangan kerja seperti program pemberian pinjaman modal dengan syarat

ringan, membangun tempat tempat pelatihan kerja yang diharapkan

membentuk pribadi-pribadi yang siap menghadapi dunia usaha dan

sebagainya.

4. Pemerintah harus menyetarakan pembangunan usaha dari semua jenis

lapangan usaha, mulai dari pertanian hingga usaha-usaha yang bergerak di

bidang jasa kemasyarakatan. Pembanguan yang merata disemua jenis lapangan

usaha dapat memberi titik cerah menuju Propinsi yang mandiri disamping

(70)

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara. Medan Dalam Angka. Medan: BPS Provinsi Sumatera Utara.

Makridakis, Spyros, dan Wheelwright, Steven C. 1993. Metode dan Aplikasi

Peramalan.

Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Sudjana. 1992. Metode Statistika. Edisi ke-6. Bandung: Tarsito.

Gambar

Tabel 4.1. Jumlah Penduduk Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja dari
Tabel 4.1.1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Propinsi Sumatera Utara
Grafik 4.1.1. Persentase TPAK di Propinsi Sumatera Utara Tahun 1997 s/d 2007
Tabel 4.2.1. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Propinsi Sumatera Utara
+7

Referensi

Dokumen terkait

(1) Ketentuan lebih lanjut mengenai tarif kelas III, tarif kelas I, tarif kelas VIP, tarif kelas SVIP dan tarif kelas Suite Room sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3), ayat

Narasumber iya, karena saya berharap santri PPS APIK setelah lulus tidak hanya sebagai guru mengaji atau berdagang saja, tetapi juga bisa menjadi yang lain.. Seperti

Kurikulum pendidikan multikultural memperhatikan keragaman sosial, budaya, ekonomi, politik dan tidak hanya mendasarkan diri pada teori psikologi belajar yang menempatkan

Kesimpulan dari penelitian Putz-Bankuti et al ini yaitu terdapat hubungan signifikan dari 25(OH)D dengan derajat disfungsi hati dan memberi kesan bahwa rendahnya kadar

Sebelum pulang, penulis mengucapkan terima kasih dan menyampaikan bahwa penulis akan kembali untuk melakukan wawancara dengan kedua guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tersebut.

Guru menerapkan model pembelajaran “ular tangga PAI ( SKI dan Fiqih )” untuk memahami konsep materi sistem yang akan diberikan dengan tahapan sebagai berikut :. • Permainan ini

DIharapkan Hasil Yang Didapatkan Keterangan 1 Pengujian Button Login Sistem akan masuk ke menu utama bila password dan username yang dimasukkan benar Sistem masuk