• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKSPERIMEN PEMBUATANKERUPUK RASA IKAN BANYAR DENGAN BAHAN DASAR TEPUNG KOMPOSIT MOCAF DAN TAPIOKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EKSPERIMEN PEMBUATANKERUPUK RASA IKAN BANYAR DENGAN BAHAN DASAR TEPUNG KOMPOSIT MOCAF DAN TAPIOKA"

Copied!
165
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Rose Ratnawati
  • Pengajar:
    • Dra. Wahyuningsih, M. Pd
    • Muhammad Ansori, S.TP, M.P
  • Sekolah: Universitas Negeri Semarang
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
  • Topik: Eksperimen Pembuatan Kerupuk Rasa Ikan Banyar Dengan Bahan Dasar Tepung Komposit Mocaf Dan Tapioka
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2013
  • Kota: Semarang

I. PENDAHULUAN

Bab ini memberikan gambaran umum mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika skripsi. Kerupuk adalah makanan tradisional Indonesia yang memiliki nilai gizi rendah, sehingga perlu ditambahkan bahan lain seperti ikan banyar yang kaya protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan tepung mocaf dan tapioka dalam pembuatan kerupuk ikan banyar untuk meningkatkan nilai gizi dan kualitas produk.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang menjelaskan pentingnya kerupuk sebagai makanan ringan yang disukai masyarakat. Kerupuk umumnya terbuat dari tepung tapioka, yang rendah protein. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan ikan banyar sebagai sumber protein untuk meningkatkan nilai gizi kerupuk. Dengan memanfaatkan tepung mocaf dan tapioka, diharapkan dapat menghasilkan kerupuk yang lebih bergizi dan memiliki cita rasa yang lebih baik.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah mencakup tiga pertanyaan utama: perbedaan kualitas inderawi kerupuk ikan banyar dengan bahan dasar tepung komposit mocaf dan tapioka, kandungan protein pada kerupuk terbaik, dan tingkat kesukaan masyarakat terhadap kerupuk hasil eksperimen. Ini penting untuk mengarahkan penelitian dan memastikan hasil yang relevan.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas inderawi kerupuk, kandungan protein, dan tingkat kesukaan masyarakat terhadap kerupuk ikan banyar. Tujuan ini mendukung pengembangan produk yang lebih baik dan meningkatkan pemahaman tentang pengolahan makanan.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini meliputi penyediaan informasi untuk meningkatkan kualitas produk kerupuk, memberikan masukan kepada masyarakat tentang pemanfaatan ikan banyar dan tepung mocaf, serta membuka peluang usaha baru. Ini sejalan dengan tujuan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan praktis dalam pengolahan makanan.

1.5 Penegasan Istilah

Penegasan istilah menjelaskan definisi penting dalam penelitian ini, seperti 'eksperimen', 'kerupuk rasa ikan banyar', dan 'komposit mocaf dan tapioka'. Ini penting untuk menghindari kebingungan dan memastikan pemahaman yang jelas tentang istilah yang digunakan.

1.6 Sistematika Skripsi

Sistematika skripsi menjelaskan struktur dokumen, termasuk bagian awal, isi, dan penutup. Setiap bab diorganisasikan untuk memudahkan pembaca memahami alur penelitian dan hasil yang diperoleh, serta memberikan panduan yang jelas mengenai isi skripsi.

II. LANDASAN TEORI

Bab ini membahas teori-teori yang mendasari penelitian, termasuk tinjauan tentang kerupuk, ikan banyar, tepung mocaf, dan tepung tapioka. Pengetahuan ini penting untuk memahami bagaimana bahan-bahan ini berinteraksi dalam pembuatan kerupuk dan bagaimana mereka dapat meningkatkan kualitas produk.

2.1 Tinjauan Tentang Kerupuk

Kerupuk adalah produk makanan ringan yang terbuat dari adonan tepung tapioka dan bahan tambahan lainnya. Standar mutu kerupuk ditentukan oleh SNI, yang mencakup aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Memahami standar ini membantu dalam pengembangan produk yang berkualitas.

2.2 Tinjauan Tentang Ikan Banyar

Ikan banyar adalah sumber protein yang baik, dengan kandungan gizi yang tinggi. Pemanfaatan ikan banyar dalam kerupuk diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi kerupuk dan memberikan alternatif baru dalam pengolahan ikan. Ini penting untuk keberlanjutan sumber daya pangan.

2.3 Tinjauan Tentang Tepung Mocaf

Tepung mocaf adalah tepung yang dihasilkan dari fermentasi singkong, yang meningkatkan viskositas dan kemampuan menyerap protein. Kelebihan tepung mocaf dalam pembuatan kerupuk adalah kemampuannya untuk meningkatkan rasa ikan, meskipun memiliki kandungan protein yang rendah.

2.4 Tinjauan Tentang Tepung Tapioka

Tepung tapioka adalah sumber karbohidrat yang umum digunakan dalam pembuatan kerupuk. Meskipun memiliki tekstur yang baik, tepung tapioka kurang dapat menyerap rasa ikan. Memahami kelebihan dan kekurangan tepung ini penting untuk menciptakan komposit yang ideal dalam pembuatan kerupuk.

2.5 Komposit Mocaf dan Tapioka

Penggunaan komposit tepung mocaf dan tapioka dalam pembuatan kerupuk bertujuan untuk memadukan keunggulan masing-masing tepung. Dengan perbandingan yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan kualitas inderawi dan gizi kerupuk yang dihasilkan.

2.6 Kerangka Berfikir

Kerangka berpikir menjelaskan hubungan antara komponen penelitian, termasuk bagaimana pemilihan bahan dan metode pengolahan dapat mempengaruhi kualitas produk akhir. Ini memberikan dasar teoritis yang kuat untuk penelitian yang dilakukan.

2.7 Hipotesis

Hipotesis penelitian menyatakan bahwa penggunaan komposit tepung mocaf dan tapioka dalam pembuatan kerupuk ikan banyar akan meningkatkan kualitas inderawi dan kandungan protein dibandingkan dengan penggunaan tepung tapioka saja. Ini menjadi fokus utama untuk diuji dalam penelitian.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menjelaskan metode yang digunakan dalam penelitian, termasuk pemilihan objek penelitian, pendekatan penelitian, metode pengumpulan data, dan analisis data. Metodologi yang jelas dan sistematis sangat penting untuk menghasilkan data yang valid dan dapat dipercaya.

3.1 Metode Penentuan Objek Penelitian

Metode penentuan objek penelitian mencakup populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian. Pemilihan objek yang tepat sangat penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian dapat digeneralisasikan dan relevan dengan konteks yang lebih luas.

3.2 Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan desain acak sempurna. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menguji hipotesis dengan cara yang terstruktur dan sistematis, sehingga hasil yang diperoleh lebih akurat.

3.3 Metode dan Alat Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data meliputi penilaian subyektif dan obyektif. Penilaian subyektif dilakukan melalui uji inderawi dan kesukaan, sedangkan penilaian obyektif menggunakan uji kadar protein. Alat yang digunakan harus sesuai untuk memastikan data yang diperoleh valid.

3.4 Metode Analisis Data

Metode analisis data mencakup analisis varian dan analisis deskriptif. Analisis varian digunakan untuk menguji perbedaan antara kelompok, sedangkan analisis deskriptif memberikan gambaran umum tentang data yang dikumpulkan. Ini penting untuk menarik kesimpulan yang tepat.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini menyajikan hasil penelitian dan pembahasan yang mendalam mengenai data yang diperoleh. Pembahasan ini penting untuk memberikan konteks dan interpretasi terhadap hasil yang didapat, serta untuk menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan.

4.1 Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kualitas inderawi kerupuk berdasarkan komposit tepung mocaf dan tapioka. Data yang diperoleh dari uji inderawi memberikan wawasan tentang aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur kerupuk yang dihasilkan.

4.2 Pembahasan

Pembahasan hasil penelitian mengaitkan data yang diperoleh dengan teori yang ada. Ini mencakup analisis mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kerupuk dan bagaimana komposit tepung dapat meningkatkan nilai gizi dan rasa.

V. PENUTUP

Bab penutup menyajikan simpulan dari penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya. Ini penting untuk memberikan ringkasan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi bagi pengembangan lebih lanjut dalam bidang ini.

5.1 Simpulan

Simpulan menyatakan bahwa penggunaan komposit tepung mocaf dan tapioka dapat meningkatkan kualitas inderawi dan kandungan protein kerupuk ikan banyar. Ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan produk berbasis ikan.

5.2 Saran

Saran mencakup rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut dan pengembangan produk kerupuk ikan banyar dengan bahan dasar komposit. Ini bertujuan untuk meningkatkan keberagaman produk dan nilai gizi yang ditawarkan kepada masyarakat.

Gambar

Gambar 2.1. Diagram Alir pembuatan kerupuk
Gambar 2.2. Klasifikasi ikan banyar
Tabel 2.2 Komposisi dan nilai gizi ikan banyar (dalam 100g daging)
Gambar 2.3. Kelebihan dan kelemahan tepung mocaf
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik kimia dari tepung beras, tepung tapioka, dan tepung kentang yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan

Hasil penelitian pada pemanfaatan tepung kedelai sebagai bahan substitusi sus kering tepung mocaf dengan variasi penambahan jahe, parameter yang diukur yaitu kadar protein,

Kerupuk lele yang disubstitusi dengan tepung labu kuning pada tepung tapioka berpengaruh terhadap peningkatan kadar protein, kadar air, kadar -karoten, kapang khamir dan

Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi rasio tepung tapioka dibanding dengan tepung terigu dalam pembuatan kerupuk sawi hijau maka tekstur kerupuk keras.. Hal ini

Dari hasil penelitian semakin besar tepung gandum dalam komposit akan meningkatkan kadar protein, tetapi tidak mempengaruhi kadar air kerupuk susu.. Berdasarkan uji organoleptik

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa kombinasi tepung tapioka dengan pati sagu dalam pembuatan bakso memberi pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap atribut warna

46 Seperti halnya analisis protein, bahan baku pembuatan kerupuk ubi jalar ungu yang memiliki kandungan lemak paling tinggi adalah tepung terigu, yaitu sebesar

Dari uraian diatas, penambahan tepung jamur tiram pada pembuatan kerupuk akan mempengaruhi kualitas kerupuk yang dihasilkan sehingga perlu di teliti perbandingan