MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLE NON EXAMPLE PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR TEKNIK SISWA KELAS X SMK NEGERI 2 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

26 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE

EXAMPLE NON EXAMPLE PADA MATA

PELAJARAN MENGGAMBAR TEKNIK

SISWA KELAS X SMK NEGERI 2

MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN

2015/2016

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Jurusan Pendidikan Teknik Mesin

Oleh:

HERIANTO MANALU

5111521014

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(2)
(3)
(4)

i

ABSTRAK

Herianto Manalu. NIM.5113321013: Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Example Non Example Pada Mata Pelajaran Menggambar Teknik Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

2016.

Penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar menggambar teknik pada siswa kelas X mesin produksi di SMK Negeri 2 Medan tahun ajaran 2015/2016. Menggambar teknik merupakan salah satu program mata diklat pada pendidikan menengah kejuruan kompetensi keahlian teknik produksi. Melalui tindakan berupa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Example

Non Example, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar menggambar teknik

pada siswa kelas X mesin produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis & MC Taggart yang dilaksanakan dalam 2 siklus, dimana dalam setiap 1 siklus dilaksanakan dalam 2 pertemuan dan pada setiap siklus diselesaikan melalui tahap perencanan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X MP 1 SMK Negeri 2 Medan yang terdiri dari 35 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas tes dan obsevasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Example non

Example dapat meningkatkan hasil belajar menggambar teknik pada siswa kelas X

MP di SMK Negeri 2 Medan. Hal tersebut dapat dilihat dari pencapaian persentase ketuntasan belajar secara klasikal yakni 74,2% pada siklus I dan 82,2% pada siklus II, serta pencapaian nilai rata-rata kelas sebesar 77,7 pada siklus I dan 80,1 pada siklus II.

(5)

ii

ABSTRACT

Herianto Manalu. NIM.5113321013: Improving Student Learning With

Cooperative Learning Model Non Example Example In Subjects of Technique Drawing Class X SMK Negeri 2 Medan Learning Year 2015/2016. Essay. Faculty

of Engineering, University of Medan. 2016.

Classroom action research that aims to improve learning outcomes technical drawing in class X engine production at SMK Negeri 2 Medan academic year 2015/2016. Drawing technique is one subject program on vocational education competency production engineering expertise. Through the action of the application of cooperative learning model Non Example Example, is expected to improve learning outcomes technical drawing in class X machine production. The method used was classroom action research models Kemmis & MC Taggart conducted in two cycles, which in every one cycle held in 2 meeting and at each cycle resolved through the planning phase, the implementation phase of action, observation and reflection stages. Subjects in this study were students of class X MP 1 SMK Negeri 2 Medan consisting of 35 people. Data collected used in this study consisted of tests and observation. The results showed that the application of cooperative learning model non Example Example can improve learning outcomes technical drawing in class X MP at SMK Negeri 2 Medan. It can be seen from the achievement of the classical learning completeness percentage which is 74.2% in the first cycle and 82.2% in the second cycle, as well as the achievement of the class average value of 77.7 in the first cycle and 80.1 in the second cycle.

(6)

iii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas

berkat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai

salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Pendidikan di Jurusan Pendidikan

Teknik Mesin Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik

Universitas Negeri Medan. Adapun judul yang diangkat penulis dalam skripsi ini

adalah Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Example Non Example Pada Mata Pelajaran Menggambar Teknik Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016.

Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan skripsi ini terdapat

berbagai kendala, secara khusus penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen

pembimbing skripsi penulis, yakni bapak Drs. Mangambit Simarmata, M.Pd, atas

arahan beliau terhadap penulis sejak awal perencanaan penelitian sampai dengan

selesainya penulisan skripsi ini, sehingga kendala yang dihadapi tersebut dapat

teratasi. Teristimewa penulis melantunkan rasa terimakasih kepada Ayahanda,

Ibunda, Saudara dan Saudari Penulis, dan kepada segenap Keluarga atas

dukungan terhadap penulis. Dalam kesempatan ini juga, dengan ketulusan hati

serta penuh penghargaan, penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Bapak Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Teknik

(7)

iv

3. Bapak Prof. Dr. Sumarno, M.Pd, selaku wakil Dekan Bidang Akademik

Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

4. Bapak Drs. Hidir Efendi, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Teknik

Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

5. Bapak Drs. Selamat Riadi, MT, selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Teknik

Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

6. Bapak Janter P. Simanjuntak, ST, MT, Ph.D, selaku Ketua Prodi Pendidikan

Teknik Mesin Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas

Negeri Medan, sekaligus Dosen Penguji ujian meja hijau mempertahankan

skripsi penulis.

7. Bapak Dr. Lisyanto, M.Si, selaku Dosen Pembimbing Akademik penulis,

Sekaligus Dosen Penguji ujian meja hijau mempertahankan skripsi penulis.

8. Bapak Drs. Pudin Saragih, M.Pd, selaku Dosen Penguji seminar proposal

skripsi penulis dan Dosen Penguji ujian meja hijau mempertahankan skripsi

penulis.

9. Bapak Izwar Lubis, ST, MT, selaku Dosen Saksi ujian meja hijau

mempertahankan skripsi penulis.

10. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik

Universitas Negeri Medan.

11. Bapak dan Ibu Staff Pegawai Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

12. Bapak Sukardi, S.Pd. MM, selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Medan

(8)

v

13. Bapak Bangun H Simamora S,Pd,Gr, selaku Guru Mata diklat Menggambar

Teknik yang telah bersedia melaksanakan penelitian pada mata diklat yang

dibawakan beliau..

14. Segenap rekan seperjuangan mahasiswa, secara khusus terhadap teman kuliah

penulis, yakni (Gamex 11) Universitas Negeri Medan yakni: Dedi Brankly

Manullang, S.Pd, Samuel Randa Purba, S.Pd, Ricky Giovanny Sitorus, S.Pd,

Hendro Sipahutar, Jeremy Purba, Gregorius Butar Star, Boy F Tanjung, Irwan

Purba, Sutrisno Mungkur, S.Pd Nixon Simangunsong, S.Pd, Putra Tarigan,

Feriz Sinaga, Amd, Romson Simangunsong,S.Pd, Linggom Lubis,Amd, Olan

Pardede,Amd, Moratua Napitupulu, Andre Manroe, Sandy Purba, DLL

semoga kebersamaan dan kekeluargaan yang kita lalui dapat selalu terjaga.

15. Segenap pihak yang telah berkontribusi dalam penulisan skripsi ini yang tidak

tercantumkan satu persatu untuk dukungannya.

Dengan segala kerendahan hati melalui adanya skripsi ini, penulis

menyadari bahwa skripsi ini tidak sepenuhnya sempurna, dikarenakan

keterbatasan pengetahuan, kemampuan serta pengalaman penulis. Sehubungan

dengan hal tersebut, penulis sangat mengharapkan adanya kritik serta saran dari

semua pihak yang bersifat membangun. Akhir kata penulis mengucapkan salam

terima kasih dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak.

Medan, Maret 2016 Penulis,

(9)

vi

BAB II KERANGKA TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN \ HIPOTESIS TINDAKAN ... 9

A. Kerangka Teoriti ... 9

1. Belajar, Hasil Belajar DAN Menggambar Teknik ... 9

2. Model Pembelajaran kooperatif ... 21

3. Model Pembelajaran Kooperatif Example Non Example ... 24

(10)

vii

C. Objek Penelitian ... 34

D. Defenisi Operasional ... 34

E. Strategi Penelitian ... 35

F. Prosedur Penellitian ... 37

1. Perencanaan ... 37

2. Pelaksanaan ... 37

3. Pengamatan ... 38

4. Refleksi ... 38

G. Alat pengumpul Data ... 41

H. Teknik Analisis Data ... 41

1. Data Hasil Tes Akhir ... 41

2. Indikator Keberhasilan ... 42

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 43

A. Hasil Penelitian ... 43

1. Kemampuan Awal Siswa ... 44

2. Siklus I ... 45

3. Siklus II ... 51

B. Pembahasan Penelitian ... 55

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 59

A. Kesimpulan ... 59

B. Saran ... 58

(11)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Sintaks Pembelajaran Kooperatif tipe Example Non Example ... 26

Tabel 2. Implementasi Siklus ... 39

Tabel 3. Kemampuan Awal Siswa ... 44

Tabel 4. Nilai Siklus I ... 48

Tabel 5. Nilai Siklus II ... 53

(12)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Kerangka berpikir ... 31

Gambar 2. Strategi Penelitian Tindakan Kelas ... 36

Gambar 3. Perbandingan Nilai Kemampuan Awal Dan Siklus I ... 49

Gambar 4. Perbandingan Nilai Kemampuan Awal Dan Siklus II ... 54

(13)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Silabus ... 63

Lampiran 2. RPP ... 68

Lampiran 3. Soal Postes Siklus 1 ... 80

Lampiran 4. Soal Postes Siklus 2 ... 83

Lampiran 5. Nilai Kemampuan awal Siswa ... 86

Lampiran 6. Nilai Siklus 1 ... 87

Lampiran 7. Nilai Siklus 2 ... 88

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu sistem yang dirancang untuk mencapai suatu

tujuan tertentu dimana tujuan pendidikan pada hakekatnya adalah suatu proses

terus menerus untuk menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi sepanjang

hayat. Sistem pendidikan tersebut dibentuk oleh unsur-unsur seperti peserta didik,

pendidik, interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik, isi atau materi

pendidikan dan lingkungan pendidikan. Semua unsur pendidikan tersebut harus

merupakan kesatuan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan tersebut. Proses

utama dalam pendidikan formal di sekolah adalah pembelajaran. Belajar

menunjukkan apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subyek yang

melakukan pembelajaran, sedangkan mengajar menunjukkan apa yang harus

dilakukan sebagai pengajar. Kegiatan belajar mengajar yang baik adalah kegiatan

belajar mengajar yang melibatkan semua unsur dalam proses belajar mengajar

seperti siswa, pendidik, fasilitas pendidikan, lingkungan dan strategi pengajaran.

Keberhasilan kegiatan belajar mengajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor

dari dalam seperti inteligensi, minat, bakat, keadaan jasmani dan rohani, serta

motivasi sedangkan faktor dari luar meliputi metode mengajar yang digunakan,

keadaan lingkungan serta sarana dan prasarana sekolah.

Lembaga pendidikan mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan

(15)

2

lulusan mampu mengikuti dan mengisi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan yang tercantum dalam

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Bab II pasal 3

menyatakan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan

kemampuan dan pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat

dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya

potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, dan bertaqwa kepada

Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,

dan menjadi negara yang berdemokrasi serta bertanggung jawab. Dalam rangka

mencapai tujuan pendidikan nasional, maka sekolah menengah kejuruan (SMK)

yang merupakan lembaga pendidikan formal, bertanggung jawab mempersiapkan

lulusannya menjadi tenaga kerja yang terampil dan berkualitas. Sekolah

menengah kejuruan sebagai bentuk satuan pendidikan kejuruan sebagaimana

ditegaskan dalam penjelasan Pasal 15 UUSPN ayat 1 (Undang-Undang Sistem

Pendidikan Nasional), merupakan Pendidikan menengah diselenggarakan untuk

melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik

menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan

timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar serta dapat

mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan

tinggi.

Tercapainya tujuan proses belajar dan mengajar yang baik dalam kegiatan

pendidikan dan pengajaran, memerlukan usaha terciptanya interaksi yang baik

(16)

3

Perlu adanya perubahan paradigma dalam menelaah proses belajar mengajar siswa

dan mempertimbangkan siswa. Siswa bukanlah sebuah botol kosong yang bisa

diisi dengan muatan-muatan informasi apa saja yang dianggap perlu oleh guru.

Selain itu, alur proses belajar tidak harus berasal dari guru menuju ke siswa. Siswa

bisa juga saling mengajar sesama siswa yang lainnya. Sehingga di dalam kegiatan

belajar mengajar diharapkan tumbuh berbagai kegiatan siswa sehubungan dengan

kegiatan guru. Proses interaksi ini akan berjalan dengan baik apabila siswa lebih

banyak aktif dibanding dengan guru (Sari, Waras. 2014). Rendahnya tingkat

keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar merupakan hal yang sangat sering

ditemukan dan merupakan hal yang menghambat tercapainya keberhasilan proses

pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, peserta didik harus melalui suatu

proses belajar. Proses belajar tersebut tidak selalu berjalan dengan mulus.

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMK Negeri 2 Medan

dengan melihat nilai siswa kelas X MP 1 SMK Negeri 2 Medan, diperoleh data

bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran menggambar teknik tahun ajaran

2013/2014 menunjukkan bahwa dari 35 orang siswa terdapat 17 orang siswa atau

48,57% dinyatakan tidak lulus dan 18 orang siswa atau 51,43% dinyatakan lulus

dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 75. Sedangkan pada tahun

2014/2015 menunjukkan bahwa dari 35 siswa terdapat 16 orang siswa atau

45,71% dinyatakan tidak lulus dan 19 orang siswa 54,29% dinyatakan lulus

dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang diterapkan adalah 75 %,

sehingga untuk mencapai standar tersebut siswa akan mengikuti ujian remedial.

(17)

4

kompetensi 75. Rendahnya hasil belajar siswa dalam Gambar Teknik tentu

dipengaruhi banyak hal diantaranya adalah : (1) siswa menganggap bahwa

Gambar Teknik itu adalah pelajaran yang sulit, (2) siswa kurang memperhatikan

materi yang diberikan guru, (3) kurangnya pemahaman siswa terhadap materi

pembelajaran, (4) siswa kurang dalam mengerjakan latihan-latihan soal, (5) siswa

malu bertanya tentang materi yang belum dimengerti, (6) siswa kurang menyukai

model pembelajaran yang digunakan guru.

Berdasarkan hasil obsevasi yang penulis lakukan pada mata pelajaran

menggambar teknik dan dari data hasil belajar siswa kelas X Menggambar Teknik

SMK Negeri 2 Medan diperoleh keterangan bahwa hasil belajar menggambar

teknik siswa tersebut masih belum memenuhi standar kriteria ketuntasan

minimum. Hal ini dapat dilihat dari nilai pada nilai semester tahun sebelumnya.

Rendahnya hasil belajar tersebut juga dapat disebabkan kurangnya pemahaman

siswa terhadap konsep-konsep yang ada dalam materi Gambar Teknik yang

dipandang merupakan seperangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Oleh karena itu

guru harus mencari cara yang dapat membuat siswa tertarik dalam mempelajari

Gambar Teknik. Sedangkan faktor lain yang mempunyai andil yang sangat

penting dalam menentukan keberhasilan belajar Gambar Teknik adalah pemilihan

model pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran yang tepat akan mengatasi

kejenuhan siswa dalam menerima pelajaran Dasar-dasar Gambar Teknik. Seperti

yang dikemukakan oleh Abbas (dalam http://www.depdiknas.go.id) bahwa faktor

yang menjadi penyebab rendahnya kemampuan pemecahan masalah Gambar

(18)

5

digunakan oleh guru didalam kelas. Kenyataan menunjukkan bahwa selama ini

model pembelajaran yang bersifat konvensional dan banyak didominasi oleh

guru.

Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan model pembelajaran

kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang

saat ini banyak digunakan untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang

berpusat pada siswa (student Centered), terutama untuk mengatasi permasalahan

yang ditemukan guru dalam mengaktifkan siswa. Menurut Slavin (1995:75)

pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang telah dikenal sejak

lama, dimana pada saat itu guru mendorong para siswa untuk melakukan kerja

sama dalam kegiatan-kegiatan tertentu seperti diskusi atau pengajaran oleh teman

sebaya. Dalam melakukan proses belajar mengajar guru tidak lagi mendominasi

seperti lazimnya pada saat ini, sehingga siswa dituntut untuk berbagi informasi

dengan siswa yang lainnya dan saling belajar mengajar sesama mereka.

Model pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapa tipe, salah satu

bentuk model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran kooperatif tipe

Example Non Example. Penulis memilih model pembelajaran kooperatif tipe

Example Non Example sebagai model pembelajaran yang akan diterapkan dalam

proses belajar mengajar menggambar teknik dalam penelitian ini. Alasan penulis

menggunakan model Example Non Example adalah bahwa model pembelajaran

Example Non Example ini melatih keterampilan yang berhubungan dengan

gambar Teknik, dimana siswa disini dilatih untuk mengasah keterampilannya

(19)

6

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat

diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut:

1. Hasil belajar mata pelajaran menggambar teknik kelas X MP 1 di SMK

Negeri 2 Medan rendah.

2. Model pembelajaran yang selama ini diterapkan oleh guru kurang bervariasi

untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan juga model pembelajaran yang

selama ini diterapkan kurang melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan

belajar.

3. Kurangnya interaksi antara siswa dan guru selama proses pembelajaran.

4. Materi cenderung dianggap sulit dan membosankan oleh siswa, selain karena

kurangnya interaksi dalam kelas hal ini disebabkan tidak adanya ketertarikan

siswa untuk belajar.

5. Siswa kelas X MP 1 di SMK Negeri 2 Medan cenderung pasif dalam proses

pembelajaran mata pelajaran menggambar teknik .

6. Materi ajar dalam mata diklat yang cukup banyak sehingga memerlukan

waktu yang cukup lama dalam mengajarkannya sehingga beberapa materi

diajarkan kurang maksimal.

7. Fasilitas yang didapat dari sekolah sudah cukup memadai namun belum dapat

dimanfaatkan dengan maksimal oleh guru.

8. Minat belajar siswa yang rendah pada mata pelajaran menggambar teknik

(20)

7

9. Lingkungan belajar di sekolah sudah baik namun lingkungan belajar dalam

kelas belum didapatkan pembelajaran yang kompetitif sehingga tidak ada

motivasi belajar.

C. Pembatasan Masalah

Sesuai dengan latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas,

serta mengingat masalah tersebut harus dipecahkan maka penelitian ini dibatasi

pada masalah yang berkaitan dengan sebagai berikut:

1. Model pembelajaran yang digunakan guru sebelumnya adalah dengan metode

ceramah dan kurang melibatkan siswa siswa sehingga aktivitas dan hasil

belajar siswa kurang .

2. Penerapan model yang kurang memadai sehingga hasil belajar siswa rendah

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah diatas, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah : “Apakah dengan menggunakan model pembelajaran

kooperatif tipe example non example dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada

pelajaran menggambar teknik di kelas X Mesin Produksi SMK Negeri 2 Medan?”

E. Tujuan Penelitian

Yang menjadi tujuan penelitian ini adalah “Untuk mengetahui peningkatan

hasil belajar siswa pada mata pelajaran menggambar teknik dengan menggunakan

model pembelajaran kooperatif tipe example non example pada siswa kelas X MP

(21)

8

F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :

1. Bagi Siswa

a. Mempermudah siswa untuk menyerap materi yang diberikan.

b. Menambah motivasi belajar siswa untuk mengikuti pelajaran yang diajarkan

sehingga dapat membantu siswa dalam memperluas ilmu pengetahuan.

2. Bagi Guru

Memberikan informasi bagi guru untuk menggunakan Model Pembelajaran

Kooperatif Tipe Example Non Example sebagai salah satu alternatif dalam

proses belajar mengajar gambar teknik.

3. Bagi Sekolah

Sebagai masukan dalam rangka pembinaan dan pengelolaan sumber-sumber

belajar.

4. Bagi Peneliti

Sebagai penerapan ilmu pengetahuan yang diterima di bangku perkuliahan

yang berupa teori terutama yang berkaitan dengan gambar teknik. Sebagai calon

guru belajar untuk menerapkan model pembelajaran yang tepat untuk

menyampaikan bahan ajar sesuai dengan kondisi yang diinginkan siswa dalam

(22)

59 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan maka dapat

disimpulkan :

1. Peningkatan hasil belajar didapatkan bila dibandingkan pada kemampuan

awal, siklus I dan siklus II, yaitu rata-rata kemampuan awal 74,7 dan

ketuntasan klasikal 62,8 % , rata-rata nilai siklus I 77,7 dan ketuntasan klasikal

74.2 % dan rata-rata nilai siklus II 80,1 dan ketuntasan klasikal 82,8 %.

Berdasarkan data diatas rata-rata siklus II lebih tinggi dibandingkan dengan

siklus I dan kemampuan awal dan ketuntasan klasikal siklus II lebih tinggi

dibandingkan kemampuan awal dan siklus I.

2. Pembelajaran dengan model pembelajaran Example Non Example dapat

meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada materi proyeksi orthogonal.

B. Saran

Sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh

maka peneliti memberikan saran sebagi berikut:

1. Kepada guru mata pelajaran menggambar teknik diharapkan agar dapat

mengajarkan mata pelajaran proyeksi orthgonal menggunakan model

pembelajaran Example Non Example, karena dengan menerapkan metode

pembelajaran ini siswa lebih kreatif dan berani dalam mengajukan pendapat

(23)

60

2. Pada peneliti selanjutnya yang ingin melakukan jenis penelitian yang sama

sebaiknya dilaksanakan dengan memaksimalkan kegiatan pada

tahapan-tahapan model pembelajaran Example Non Example ini atau

mengkombinasikanya dengan strategi pembelajaran lain sehingga mendapat

(24)
(25)

61

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1987 .Dasar-dasar evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Arikunto, Suhardjono, Supardi, 2008 .Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta;Sinar grafika offset

Aunurahman. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : CV. Alfabeta.

Depdiknas. 2008. Rendahnya Mutu Belajar Siswa,

http://www.depdiknas.go.id. (diakses pada 7 November 2015).

Gagne, Robert M & Driscoll, Marcy P. (1989). Essentials of Learnings for

Instruction. New Jersey: Prentice Hall.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.

Heinich, R. et al. 2002. Instructional media and technology for learning, 7th edition. New Jersey: Prentice Hall, Inc. http://books.google.co.id.

Istarani. 2011. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan : Media Persada.

Kiranawati. 2008. Model-model Pembelajaran. Jakarta. Erlangga.

Nasrun, Tim Dosen 1980 : 25 Hasil Belajar

http://nenengrohayati.blogspot.co.id/2011/03/hasil-belajar.html

Nur Arif. S. 2011.Penerapan Pendekatan Pemecahan Masalah Pada Mata

Pelajaran Membaca Gambar Teknik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Semarang : IKIP Veteran Semarang.

Pamungkas. M. 2005. Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka

Panjang Tahun 2005-2025,

https://muhsinpamungkas.files.wordpress.com.

Republik Indonesia. 2003. Bab II pasal 3 Undang-undang Sistim Pendidikan Nasional, Jakarta : sekretariat Negara.

Republik Indonesia. 2003. Pasal 15 Undang-undang Sistim Pendidikan Nasional, Jakarta : sekretariat Negara

Rusman. 2012. Model-model Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

(26)

62

Sanjaya. W. 2008. Sistem Pembelajaran. Jakarta : Prenamedia Group.

Sari, Waras. 2014.Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Dalam

Pembelajaran Dasar-dasar Gambar Teknik Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Di Kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan Di SMK Negeri I Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 2014/2015. Medan : UNIMED.

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Slavin. 1995.75 Model Pembelajaran

http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_2_89.htm

Suprijono, Agus (2010). Cooperative Learning, teori dan Aplikasi Paikem, Yogyakarta :Pustaka Belajar

Sudjana. 2005. 1. Metoda Statistika. Bandung : Tarsito

Suyatno.2009. Menjelajah Pembelajaran Inofatif.(Sidoarjo:Masmedia Buana Pusaka)

Shioimin.A. 2014.68 Model Pmbelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta : AR-RUZ MEDIA.

Situmorang. M. 2010. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Medan : UNIMED.

Takeshi Sato, H, Sugiarto Hartanto, N. 2010. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. PT. Pradnya Paramita: Jakarta

Trianto.(2009). Mendesain Model Pembelajaran Innovatif Progresif.

Jakarta:Kencana.

Figur

Tabel 1. Sintaks Pembelajaran Kooperatif tipe Example Non Example ..........
Tabel 1 Sintaks Pembelajaran Kooperatif tipe Example Non Example . View in document p.11
Gambar 1. Kerangka berpikir ..........................................................................
Gambar 1 Kerangka berpikir . View in document p.12

Referensi

Memperbarui...