ANALISIS ATRIBUT-ATRIBUT PRODUK YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN SEPEDA MOTOR MEREK BAJAJ PULSAR P220 DTS-I DI KOTA MALANG

32 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ANALISIS ATRIBUT-ATRIBUT PRODUK YANG

DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN

SEPEDA MOTOR MEREK BAJAJ PULSAR P220 DTS-I DI

KOTA MALANG

SKRIPSI

Oleh:

Agis Reza Susanto

08610201

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan

rahmat dan hidayah-Nya peneliti dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang

berjudul “Analisis Atribut-Atribut Produk Yang Dipertimbangkan Konsumen Dalam Pembelian Sepeda Motor Merek Bajaj Pulsar P220 DTS-i Di Kota

Malang”. Penelitian ini dapat disusun berkat bantuan, bimbingan, dorongan, dan saran dari berbagai pihak. Melalui laporan hasil penelitian ini, Peneliti

menyampaikan ucapan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan kesempatan

penulis untuk menimba ilmu;

2. Dra. Aniek Rumijati, M.M. selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang yang telah

memberikan kesempatan penulis untuk menyelesaikan skripsi;

3. Dr. Widayat, M.M. dan Dra. Sri Nastiti Andharini, M.M. selaku dosen

pembimbing yang telah memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dan

kebijaksanaan, memberikan saran dan dukungan selama penyusunan skripsi;

4. Dra. Sandra Irawati, M.M. dosen wali kelas D Manajemen angkatan 2008

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang yang telah

(5)

5. Ayah, Ibu dan kedua adik tercinta yang telah memberikan segala dukungan

baik berupa do’a, materi, motivasi dan segala sesuatunya dari awal hingga

skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik;

6. PT. Bajaj Mitra Sukses Abadi dan Komunitas Bikers Bajaj Malang yang

telah bersedia dan bekerja sama dengan baik dalam membantu penyelesaian

skripsi ini;

7. Istichomatul Laila yang telah memberikan saran, semangat, perhatian dan

kasih sayangnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan

baik.

8. Sahabat-sahabat LSO Seni HomPimPah, keluarga besar Kontrakan Uranus

Empat, teman-teman seangkatan 2008 dan teman-teman semua yang telah

memberikan semangat, motivasi, pengetahuan dan canda tawa selama ini;

9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih

banyak, semoga kesuksesan menyertai kita semua.

Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih begitu banyak kekurangan

dalam skripsi ini, maka dari itu kritik dan saran yang bersifat membangun dan

bermanfaat bagi perbaikan skripsi ini sangat penulis harapkan agar kelak skripsi

ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan, akhir kata, semoga

skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... vii

ABSTRAKSI ... viii

ABSTRACT ... ix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Batasan Masalah ... 6

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Penelitian Terdahulu ... 8

B. Landasan Teori ... 9

C. Kerangka pikir penelitian ... 22

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 23

B. Jenis dan Sumber Data ... 23

C. Teknik Pengumpulan Data ... 24

(7)

E. Teknik Pengukuran Data... 26

F. Definisi Operasional Variabel ... 27

G. Uji Intrumen... 29

H. Teknik Analisis Data ... 31

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran umum perusahaan ... 35

B. Analisis Data ... 49

C. Pembahasan Analisis Data ... 57

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 60

B. Saran ... 61 DAFTAR PUSTAKA

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari. 2007. Manajemen Pemasaran dan Jasa. Bandung: Alfabeta. Amirullah. 2002. Perilaku konsumen, cetakan pertama. Jakarta: Graha ilmu. Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: Rineka Cipta.

Husein, Umar. 2000. Metodologi penelitian, Aplikasi dalam pemasaran. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2009. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE

Kotler, Philip dan Amstrong Gary. 2000. Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium, Jilid 1 dan 2, Terjemahan Benjamin Molan. Jakarta: Indek. _______________________________. 2008. Prinsip Prinsip Pemasaran, Edisi

Keduabelas, Jilid 1, Jakarta: Erlangga.

Mowen, Hansen. 2001. Manajemen Biaya. Jakarta: Salemba Empat.

Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Rangkuti, Freddy. 2008. Metode Riset Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sanusi, Anwar. 2011. Metodologi Penelitian Bisnis, Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Empat.

Singarimbun, Masri dan Sofyan Effendi. 2006. Metode Penelitian Survey. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. 2003. Statistik Untuk Penelitian, Cetakan kelima. Bandung: Alfabeta. ________. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

________. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sutisna, 2003. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Swasta, Basu dan Irawan. 2008. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta: Liberty.

(10)
(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang Penelitian

Perubahan yang saat ini terjadi sedemikian cepat, seiring perkembangan

persaingan dalam dunia bisnis yang semakin ketat dan bertambahnya

perusahaan-perusahaan sejenis yang menawarkan produk atau jasa yang

sama. Masyarakat sebagai salah satu bagian dari pelaku ekonomi dengan

perkembangan yang terjadi di masyarakat sebagai akibat perkembangan dari

teknologi informasi telah mempengaruhinya sebagai pelaku ekonomi.

Pada dasarnya masyarakat membutuhkan produk-produk yang

berkualitas dalam memenuhi kebutuhannya. Mereka semakin jeli untuk

melihat mana produk yang berkualitas dan mana yang tidak, namun produk

yang berkualitas tidak harus mahal dalam pemilihan suatu produk. Konsumen

akan lebih memperhatikan produk yang berkualitas baik tetapi dengan harga

yang terjangkau. Hal ini menjadikan pertimbangan bagi setiap perusahaan

supaya mampu berkompetisi dengan para pesaingnya dalam memenangkan

produk.

Perubahan-perubahan yang telah terjadi tercermin pada

perubahan-perubahan pada perilaku para konsumen. Antara lain dapat ditunjukkan

dengan pendapatan dari masyarakat yang secara pelan terus meningkat,

frekuensi pembelian barang-barang, perbaikan dan kemajuan pendidikan,

(12)

2

meluas. Dari apa yang telah diuraikan sebelumnya, maka menjadi suatu

keharusan bagi perusahaan untuk menyusun kegiatan pemasaran yang

menitikberatkan kepada perilaku konsumen. Dengan menggunakan perilaku

konsumen perusahaan khususnya manajemen pemasaran akan mempunyai

kesempatan baru yang berasal dari belum terpenuhinya kebutuhan konsumen.

Merek mempunyai sebuah kekuatan, suatu merek yang mapan akan

mempunyai posisi yang menonjol dalam persaingan karena didukung oleh

asosiasi yang kuat, merek akan bernilai tinggi untuk atribut-atribut yang

dikehendaki, seperti layanan yang bersahabat, atau menduduki posisi yang

berbeda dari posisi para pesaing. Nilai yang mendasari sebuah merek

merupakan makna atau arti dari merek itu sendiri, berbagai macam merek

akan memberi nilai tambah bagi perusahaan dan pelanggannya jika merek

tersebut membantu proses penyusunan informasi, membedakan merek

tersebut dari yang lain, membangkitkan alasan untuk membeli, menciptakan

sikap positif dan memberikan landasaan untuk perluasan merek.

Kendaraan bermotor merupakan alat kebutuhan yang umum bagi

masyarakat di Indonesia. Jumlah kendaraan pada tiap tahunnya cenderung

selalu mengalami peningkatan, apalagi peningkatan jumlah kendaraan di

Indonesia didominasi oleh kendaraan sepeda motor roda dua. Hal ini dapat

dilihat dalam jumlah tabel 1.1 jumlah kendaraan sepeda motor roda dua di

(13)

3

Tabel 1.1

Jumlah kendaraan sepeda motor roda dua di Indonesia pada tahun 2007

sampai 2010.

Sumberhttp://www.bps.go.id/

Kota Malang merupakan salah satu kota besar di Indonesia, kedua

terbesar di Jawa Timur. Hal ini ditandai dengan munculnya banyak pusat

perbelanjaan, perkantoran, obyek wisata dan sektor pendidikan.

Perkembangan demi perkembangan diikuti dengan pertambahan jumlah

kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan bermotor di Kota Malang terus

bertambah seakan tidak dapat dibendung lagi khususnya roda dua, dari data

yang dikeluarkan oleh Dispenda Propinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa

pada tahun 2002 jumlah kendaraan bermotor roda dua di Kota Malang

mencapai angka 113.658 buah. Pada tahun berikutnya jumlah kendaraan

sepeda motor bertambah menjadi 128.957 buah, artinya dalam jangka waktu

satu tahun kendaraan bermotor roda dua mengalami peningkatan sebesar

1.569 per tahun.

Tahun Jumlah kendaraan bermotor

2007 41.955.128

2008 47.683.681

2009 52.767.093

(14)

4

Bertambahnya jumlah kendaraan sepeda motor roda dua didasari oleh

produk sepeda motor roda dua yang semakin bervariasi dan dengan harga

yang terjangkau sehingga minat pembelian pada sepeda motor pun akan

semakin meningkat. Selain itu bertambahnya jumlah penduduk di Kota

Malang disebabkan oleh pendatang seperti mahasiswa, pedagang, dan

lain-lain merupakan pasar potensial bagi produsen sepeda motor untuk

mempromosikan dan memasarkan produknya. Sepeda motor bagi sebagian

orang dapat dijadikan sebagai suatu investasi yang dapat digunakan untuk

memenuhi kebutuhannya. Hal ini mendorong perusahaan-perusahaan

otomotif meletakan produk ke posisi yang tepat. Perusahaan harus berfikir

bagaimana dapat mencuri perhatian pasar di mana terdapat pesaing yang juga

menawarkan berbagai keunggulan produk.

Sama halnya apa yang dilakukan oleh perusahaan PT Bajaj Auto

Indonesia sebagai salah satu pemain dalam dunia otomotif sepeda motor di

Indonesia. Bajaj termasuk perusahaan otomotif yang sukses menembus

jajaran ke tiga dalam penjualan setelah Honda dan Hero MotoCorp. Bajaj

berusaha memberikan kualitas dan keunggulan teknologi dengan harga yang

terjangkau untuk semua jenis motor sport dibandingkan dengan motor – motor sport lainya yang harganya sangat tinggi. Dengan adanya produk

tersebut maka akan timbul suatu persepsi sehingga dapat mempengaruhi

dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian sepeda motor

(15)

5

Bajaj Pulsar P220 DTS-i adalah salah satu produk motor sport merek

Bajaj terbaru yang ditawarkan. Dengan menawarkan teknologi canggih,

kehandalan mesin dan harga terjangkau untuk motor sport dengan kapasitas

mesin besar menjadikan produk ini ditujukan bagi konsumen yang

menginginkan produk yang lebih inovatif dan memiliki nilai lebih.

Disamping itu Bajaj pulsar memiliki predikat sebagai sepeda motor touring

terbaik dikelas 160-220 cc dalam penghargaan Indonesian Motorcycle of the

Year (IMOTY) pada tahun 2011-2012.

Kota Malang sendiri pada penjualan Bajaj Pulsar P220 DTS-i

meningkat dan dari data penjualan di dealer Bajaj Kota Malang diketahui

penjualannya dapat dilihat pada tabel 1.2 berikut ini:

Tabel 1.2

Data penjualan sepeda motor Bajaj Pulsar di Kota Malang :

Sumber : PT Bajaj Auto Indonesia cabang Kota Malang

Tabel 1.2 di atas menunjukan terjadinya peningkatan penjualan pada Bajaj

Pulsar P220 DTS-i sejak diperkenalkan pada bulan april tahun 2011. Dengan

(16)

6

yang ramah lingkungan Bajaj Pulsar P220 DTS-i memberikan tawaran baru

bagi konsumen yang menginginkan produk lebih inovatif dan memiliki nilai

lebih. Berdasarkan uraian latar belakang di atas peneliti mengambil judul

“Analisis Atribut-Atribut Produk Yang Dipertimbangkan Konsumen Dalam Pembelian Sepeda Motor Merek Bajaj Pulsar P220 DTS-i Di Kota Malang”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat

diambil suatu rumusan masalah sebagai berikut:

1. Faktor-faktor atribut produk apa saja yang dipertimbangkan konsumen

dalam membeli sepeda motor Merek Bajaj Pulsar P220 DTS-i Di Kota

Malang?

2. Di antara faktor-faktor atribut produk yang diteliti, faktor atribut produk

manakah yang memberikan kontribusi terbesar kepada konsumen untuk

membeli sepeda motor bajaj pulsar P220 DTS-i?

C. Batasan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka perlu

dilakukan pembatasan masalah agar penelitian ini tidak meluas dan lebih

terarah, adapun batasan masalah dalam penelitian ini yaitu penulis membatasi

permasalahan pada atribut produk, menurut Swasta (2002:168) Suatu produk

mengkomunikasikan manfaat-manfaat yang dimiliki melalui atribut produk

(17)

7

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

a) Untuk mengetahui faktor-faktor atribut produk yang dipertimbangkan

konsumen dalam membeli sepeda motor bajaj pulsar P220 DTS-i.

b) Untuk mengetahui faktor atribut produk yang memberikan kontribusi

terbesar kepada konsumen dalam membeli sepeda motor bajaj pulsar

P220 DTS-i.

2. Manfaat Penelitian

a) Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang

berguna terutama dalam menganalisis faktor-faktor kepercayaan

masyarakat terhadap merek sepeda motor Bajaj.

b) Bagi peneliti selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi

bagi peneliti lain yang mempunyai pandangan sama untuk

(18)

8 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.Landasan Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu yang dijadikan landasan penulisan adalah

penelitian yang dilakukan oleh Tamara (2009) dengan judul ” Analisis Atribut-Atribut Produk Yang Dipertimbangkan Konsumen Dalam

Pembelian Sepeda Motor Yamaha Mio”. Tujuan penelitian adalah pertama, untuk mengetahui faktor-faktor atribut produk yang dipertimbangkan

konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha Mio. Kedua, untuk

mengetahui faktor atribut produk yang memberikan kontribusi terbesar

dalam pertimbangan konsumen untuk membeli sepeda motor Yamaha Mio.

Analisis data menggunakan analisis faktor di mana penelitian ini

menggunakan Skala Likert yang tiap komponennya diberikan bobot

penilaian. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertama, 4 faktor yang

dipertimbangkan konsumen dalam pembelian sepeda motor Yamaha Mio,

yaitu faktor jaminan, keunggulan merek, kualitas merek, dan layanan

pelengkap. Kedua, faktor atribut produk yang memberikan kontribusi besar

dalam pembentukan faktor baru untuk pembelian sepeda motor Yamaha

Mio yaitu jaminan yang meliputi kombinasi warna deck, kemudahan

mendapatkan service, memiliki banyak pilihan warna dan jaminan

(19)

9

B.Landasan Teori

1. Pengertian Perilaku Konsumen

Mowen (2001) mendefinisikan perilaku konsumen merupakan bidang

studi yang menginvestasikan (mencari tahu) proses pertukaran melalui

individu dan kelompok mana yang memperoleh, mengkonsumsi dan

mengdisposisikan barang, jasa, ide serta pengalaman. Sukses atau tidaknya

suatu produk dipasarkan, sangat dipengaruhi oleh bagaimana tersebut

diterima oleh konsumen, tentunya hanya produk yang sesuai dengan

kebutuhan konsumen yang akan dibeli dan dikonsumsi oleh konsumen.

Sutisna (2003:4) menyatakan bahwa terdapat 2 alasan mengapa

perilaku konsumen perlu dipelajari yaitu:

a. Memahami konsumen akan menuntun pemasar pada kebijakan pemasaran

yang tepat dan efisien.

b. Perkembangan perdagangan pada saat ini menunjukkan bahwa lebih

banyak produk yang ditawarkan dari pada permintaan. Kelebihan

penawaran ini menyebabkan banyak produk yang tidak terjual atau tidak

dikonsumsi oleh konsumen.

Sedangkan menurut Swasta dan Handoko (2000:10) menyatakan bahwa

perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai

kegiatan-kegiatan individu dan secara langsung terlibat dalam mendapatkan

dan mempergunakan barang-barang dan jasa, termasuk didalamnya proses

pengambilan keputusan pada persiapan dan penentu kegiatan-kegiatan

(20)

10

2. Model Prilaku Konsumen

Meskipun prilaku pembelian konsumen demikian kompleks,

memahaminya merupakan tugas yang penting yang harus dilakukan oleh para

pemasar. Untuk dapat memahaminya dengan mudah diperlukan suatu model

yang dapat memperjelas bagaimana proses pembelian dapat terjadi. Salah

satu model prilaku pembelian yang cukup berpengaruh dimana model ini

menekan pada proses-proses mempengaruhi prilaku konsumen. Adapun

model prilaku pembelian tersebut dapat dilihat pada tabel 2.1 sebagai berikut:

Gambar 2.1 Model Perilaku Pembeli

Sumber: Kotler (2008:183)

Model di atas menggambarkan bagaimana rangsangan atau stimulti dari

luar, baik itu rangsangan pemasaran seperti produk, harga, saluran distribusi,

dan daya tarik periklanan atau rangsangan lingkungan ekonomi, teknologi,

politik, dan budaya melalui karakteristik pembeli dan proses keputusan yang

mempengaruhi hasil keputusan yang semua itu dapat mempengaruhi

pilihan-pilihan konsumen akan produk, merek, penyalur, waktu pembelian dan

(21)

11

3. Pengertian Produk

Produk secara garis besar adalah segala sesuatu (meliputi objek, fisik,

jasa, tempat, pengalaman, dan ide atau campuran dari hal tersebut) yang dapat

atau mampu ditawarkan oleh produsen untuk diminta, dicari, dibeli,

digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemuas kebutuhan dan

keinginannya. Produk, sering disalah artikan sebagai benda fisik yang

digunakan untuk memenuhi kebutuhan, namun bila kita pahami lebih jauh

ternyata makna produk lebih dari sekedar benda fisik.

Alma (2007:206) mendefinisikan Produk adalah seperangkat atribut

baik berwujud maupun tidak berwujud, termasuk di dalamnya masalah

warna, harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual (pengecer),

dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh pembeli

guna memuaskan keinginannya Hasil dari defenisi diatas adalah produk tidak

hanya sekedar kumpulan atribut fisik saja, melainkan juga meliputi atribut

non fisik, hal inilah yang mendasari para konsumen yang membayar suatu

produk, untuk memenuhi atau memuaskan keinginan.

Perencanaan produk adalah pemahaman produsen sebagai usaha untuk

memenuhi kebutuhan konsumen. Produsen menjabarkan berbagi kebutuhan,

persepsi dan juga preferensi konsumen melalui rancangan produk tujuannya

adalah untuk memahami kebutuhan inti konsumen yang akan dipenuhi oleh

produk tersebut. Kemudian mendesain produk tersebut untuk menciptakan

paket manfaat yang paling memuaskan konsumennya. Perencanaan produk

(22)

12

c. Produk Inti (core product)

Produk inti tersebut terdiri dari berbagai manfaat pemecahan masalah yang

konsumen cari ketika membeli produk atau jasa tertentu.

d. Produk Aktual (actual product)

Produk actual atau Produk nyata adalah bentuk fisik dari produk itu

sendiri. Produk aktual tersebut minimal harus mempunyai lima sifat :

Tingkat kualitas, Fitur, Desain, Merek, dan Kemasan.

e. Produk Tambahan (augmented product)

Produk tambahan diciptakan untuk mendukung produk inti dan produk

aktual, dengan cara menawarkan layanan dan manfaat tambahan bagi

konsumen. Ketiga produk ini tidak berada sendiri-sendiri melainkan

berada dalam satu bentuk produk yang sama, namun ada beberapa produk

yang tidak menyertai produk tambahan, karena terkadang tergantung pada

produsen apakah merasa perlu memberikan nilai tambah untuk menarik

minat pembeli.

4. Atribut Produk

Kotler (2000:181) mendefinisikan bahwa atribut produk merupakan

pengembangan dari produk barang atau jasa yang akan berimplikasi pada

manfaat yang akan didapat konsumen. Manfaat ini dikomunikasikan dan

disampaikan oleh atribut produk, kualitas, merek dan pelayanan.

Tjiptono (2001:103) mendefinisikan atribut produk sebagai

unsur-unsur produk yang dianggap penting dan dijadikan dasar pengambilan

(23)

13

karakteristik khusus yang dirancang dalam penciptaan produk atau jasa, dan

merupakan manfaat yang akan dirasakan konsumen dari penggunaan produk

tersebut. Artinya, pembeli biasanya dapat menyimpulkan manfaat yang

mereka terima dari produk dengan mengamati produk-produk tersebut.

Swasta (2002:168) menyatakan suatu produk mengkomunikasikan

manfaat-manfaat yang dimiliki melalui atribut produk yang berwujud

seperti :

a. Merek

Merek merupakan nama, istilah, tanda, symbol, lambang, desain,

warna,atau kombinasi dari atribut produk lainnya yang diharapkan dapat

memberikan identitas produk.

b. Kemasan/desain

Kemasan merupakan proses yang diberkaitan dengan perancangan dan

pembuatan wadah atau pembungkus untuk suatu produk.

c. Pelayanan

Dewasa ini produk apapun tidak lepas dari unsur pelayanan atau jasa.

Pelayanan atau jasa disini, biasanya produk memberikan pelengkap untuk

mengukur seberapa jauh sikap menyukai dan memakai produk yang

dihasilkan.

d. Mutu Produk

Mutu produk menunjukan kemampuan sebuah produk menjalankan

fungsinya. Yang termasuk dalam mutu produk adalah daya tahan,

(24)

14

e. Harga

Harga adalah nilai tukar dari suatu produk perusahaan yang harus

dikeluarkan konsumen untuk sebuah produk.

5. Pengertian Merek

Keahlian yang paling unik dari pemasar profesional adalah

kemampuannya untuk menciptakan, memelihara, melindungi, dan

meningkatkan merek. Para pemasar mengatakan bahwa pemberian merek

adalah seni dan bagian paling penting dalam pemasaran. Merek terbaik

dapat mamberikan kualitas bagi konsumennya Pemberian Merek (brand)

mempunyai peranan penting dalam kelangsungan hidup suatu perusahaan

dalam memasarkan produknya, dimana merek merupakan lambang suatu

produk. Apabila tanpa adanya merek pada suatu kategori produk yang sama,

maka akan sulit bagi konsumen untuk membedakan produk yang satu

dengan produk yang lainnya.

Beberapa pakar ekonomi mempunyai definisi yang hampir sama

mengenai merek, antara lain :

Kotler (2007:332) menyatakan Merek adalah nama, istilah, tanda,

simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan

untuk mengidentifikasi barang atau jasa penjual atau kelompok penjual dan

untuk mendiferensiasikannya dari barang atau jasa pesaing. Sedangkan

Rangkuti (2008:2) menyatakan merek dapat juga dibagi dalam pengertian

(25)

15

a. Nama Merek (Brand Name) yang merupakan bagian dari yang dapat

diucapkan. Misalnya: Pepsodent, Toyota dan sebagainya.

b. Tanda Merek (Brand Mark), yang merupakan sebagian dari merek yang

dikenali namun tidak dapat diucapkan. Seperti lambang, desain huruf,

atau warna khusus. Misalnya: simbol gambar tiga berlian mitsubishi

c. Tanda Merek Dagang (Trade Mark), yang merupakan merek atau

sebagian dari merek yang dilindungi hukum karena kemampuannya

untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa. Tanda dagang ini

melindungi penjual dengan hak istimewanya untuk menggunakan nama

merek (tanda merek).

d. Hak Cipta (Copy Right), yang merupakan hak istimewanya yang

dilindungi oleh undang-undang untuk memproduksi, menerbitkan, dan

menjual karya tulis, karya musik atau karya seni.

6. Keputusan Pembelian

Pengambilan keputusan dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian

dan pemilihan dari berbagai alternatif sesuai dengan

kepentingan-kepetingan tertentu dengan menetapkan suatu pilihan yang dianggap paling

menguntungkan (Amirullah, 2002:61). Jadi, keputusan pembelian

merupakan suatu proses dimana konsumen melalui tahapan-tahapan tertentu

untuk melakukan pembelian suatu produk.

Kotler (2000:181) mendefinisikan bahwa keputusan pembeliaan

adalah dimana pembeli benar-benar membeli. Pengambilan keputusan

(26)

16

mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan. Adapun lima

tahap prilaku pembeliaan yaitu:

a. Pilihan produk

Konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah

produk atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini

perusahaan harus memusatkan perhatiaanya kepada orang-orang yang

berminat membeli sebuah produk serta alternatif yang dipertimbangkan.

b. Pilihan merek

Konsumen harus memutuskan merek mana yang akan dibeli. Setiap

merek memiliki perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus

mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merek.

c. Pilihan penyalur

Konsumen mengambil keputusan tentang pemasok mana yang akan

dikunjungi. Setiap konsumen berbeda-beda dalam hal menentukan penyalur

bisa dikarenakan faktor lokasi yang dekat, harga yang murah, persediaan

barang yang lengkap, keleluasaan tempat dan lain sebagainya.

d. Waktu pembeliaan

Keputusaan konsumen dalam pemilihan waktu pembeliaan bisa

berbeda-beda, misalnya: ada yang membeli tiap hari, satu minggu sekali

atau sebulan sekali disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhannya.

e. Jumlah pembeliaan

Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak

(27)

17

mungkin lebih dari satu. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan

banyaknya produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para

pembeli.

7. Pengambilan Keputusan Dalam Pembelian

Pengambilan keputusan merupakan sebuah proses kognitif yang

mempersatukan emosi, pikiran, proses informasi dan penilaian-penilaian

secara evaluatif. Situasi dimana keputusan diambil mendeserminasikan sifat

exact dari proses yang bersangkutan. Misalnya, pembelian suatu jenis

produk tertentu oleh seorang konsumen biasanya memerlukan pemecahan

masalah secara efektif. Proses tersebut mungkin memerlukan waktu

berhari-hari lamanya dengan suatu seri keputusan yang dapat diidentifikasi, yang

dibuat pada berbagai tahapan proses pengambilan keputusan.

Keputusan untuk membeli suatu produk lebih-lebih yang berdampak

pada orang banyak akan memerlukan banyak orang yang ikut campur dalam

proses pengambilan keputusan. Secara garis besar kita dapat membedakan

beberapa peranan yang mungkin dimainkan oleh orang dalam sebuah

keputusan membeli. Menurut Kotler (2000:256), pengambilan keputusan

dalam pembelian meliputi lima tahap:

a. Pengambil inisiatif

Merupakan orang yang pertama-tama menyarankan atau memikirkan

(28)

18

b. Orang yang mempengaruhi

Merupakan seseorang yang memberikan pengaruh, pandangan atau

nasehat yang diperhitungkan dalam pembuatan keputusan terakhir

terhadap produk yang dipilih.

c. Pembuat keputusan

Pembuat keputusan adalah yang pada akhirnya menentukan sebagian

besar atau keseluruhan dalam keputusan membeli apakah jadi membeli,

apa yang dibeli, bagaimana cara membelinya, dan dimana pembeli

berada.

d. Pembeli

Pembeli adalah seseorang yang melakukan pembelian yang sebenarnya

terhadap produk atau jasa.

e. Pemakai

Pemakai adalah seseorang atau beberapa orang yang menikmati atau

memakai produk atau jasa.

Setelah melakukan membeli atau mengkonsumsi atas produk atau jasa

maka konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidak puasan.

Konsumen juga akan terlibat dalam perilaku purna pembelian. Dengan

demikian tugas pemasar tidak berakhir pada saat produk sudah dibeli tetapi

berkelanjutan sampai pada periode setelah pembelian.

8. Proses Pengambilan Keputusan Dalam Pembelian

Tahap-tahap dalam proses keputusan pembelian terbagi menjadi lima

(29)

19

keputusan pembelian dan perilaku setelah pembelian Kotler & Amstrong

(2001:222). Adapun model proses keputusan pembelian dapat dilihat pada

gambar 2.2 berikut:

Gambar2.2

ProsesKeputusanPembelian

Sumber: Kotler & Amstrong (2003:222)

a. Pengenalan Kebutuhan

Proses pembelian diawali dengan pengenalan kebutuhan (need

recognition) pembeli mengenali masalah atau kebutuhan. Pembeli

merasakan perbedaan antara keadaan nyata dengan keadaan yang diinginkan

sehingga mereka dapat mengenali atas kebutuhan mereka.

b. Pencarian Informasi

Seorang konsumen yang tertarik terhadap suatu produk tertentu maka

yang akan di lakukannya adalah pencarian informasi. Jika dorongan

konsumen begitu kuatnya dan produk yang memuaskan berada dlam

jangkauan, konsumen kemungkinan besar akan membelinya. Jika tidak

konsumen akan menyimpan kebutuhannya dalam ingatan atau

melakukan pencarian informasi yang berkaitan dengan kebutuhan tersebut.

Konsumen dapat memperoleh informasi dari beberapa sumber manapun.

Sumber-sumber ini meliputi:

(30)

20

2. Sumber komersil: Iklan, wiraniaga, dealer, kemasan dan pajangan.

3. Sumber publik: Media massa, organisasi penilai pelanggan

4. Sumber pengalaman: Menangani, memeriksa dan menggunakan

produk.

Ketika lebih banyak informasi diperoleh, semakin bertambah pula

kesadaran dan pengetahuan konsumen mengenai merek yang tersedia dan

sifat-sifatnya.

c. Evaluasi Berbagai Alternatif

Konsep-konsep dasar tertentu membantu menjelaskan proses evaluasi

konsumen. Pertama, asumsi yang digunakan bahwa setiap konsumen

melihat suatu produk sebagai satu paket atribut produk. Konsumen yang

bervariasi dalam menentukan mana dari atribut-atribut ini yang menurut

pertimbangan mereka relevan dan mereka akan menaruh perhatian terbesar

pada atribut-atribut yang berhubungan dengan kebutuhan mereka akan

produk atau jasa sebagai sarana pemuas kebutuhan.

Kedua, konsumen akan memberikan tingkat kepentingan yang

berbeda pada aribut-atribut yang berbeda menurut kebutuhan dan keinginan

yang unik. Ketiga, konsumen kemungkinan akan mengembangkan satu

susunan kenyakinan merek mengenai posisi setiap merek pada setiap

atribut. Keempat, harapan kepuasan produk total konsumen akan bervariasi

terhadap tingkat-tingkat atribut yang berbeda. Kelima, konsumen mencapai

(31)

21

d. Keputusan Pembelian

Dalam tahap evaluasi, konsumen membuat peringkat atas merek dan

membentuk niat untuk membeli. Biasanya, keputusan pembelian (purchase

decision) konsumen adalah membeli merek yang paling disukai, tetapi dua

faktor dapat muncul antara niat untuk membeli dan pilihan merk. Faktor

pertama adalah sikap orang lain. Faktor kedua adalah faktor situasi yang

tidak diharapkan. Konsumen mungkin membentuk niat membeli

berdasarkan faktor-faktor seperti pendapatan yang diperkirakan, harga yang

diharapkan dan manfaat produk yang diinginkan.

e. Perilaku Pasca Pembelian

Setelah membeli produk konsumen bisa puas bisa juga tidak puas dan

akan terlibat dalam perilaku pasca pembelian (post purcase behaviour) yang

tetap menarik bagi orang pemasaran. Apa yang menentukan apakah pembeli

puas atau tidak puas, jawabannya ada pada hubungan antara harapan

konsumen dengan kinerja yang dirasakan dari produk.

C.Kerangka Pikir

Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dianggap penting oleh

konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Dengan

diketahuinya atribut yang dimiliki suatu produk akan menambah konsumen

untuk melakukan pembelian. Adapun gambaran mengenai faktor-faktor

atribut produk yang dipertimbangkan pada pembelian Bajaj Pulsar P220

DTS-i. Berdasarkan teori-teori yang telah dijelaskan sebelumnya, maka

(32)

22

Gambar 2.3

Kerangka pikir Penelitian

Variabel Nyata Penelitian

I. Harga (X1)

- Harga terjangkau (X1.1)

- Sesuai kualitas (X1.2)

II. Merek (X2)

- Mudah diingat (X2.1)

- Mudah diucapkan (X2.2)

III. Desain (X3)

- Desain sporty (X3.1)

- Pilihan warna (X3.2)

IV. Mutu Produk (X4)

- Kehandalan (X4.1)

- Daya tahan (X4.2)

V. Pelayanan (X5)

- Penangganan keluhan konsumen (X5.1)

- Kemudahan mendapatkan suku cadang (X5.2)

Faktor 1

Faktor 2

Faktor 3

Faktor n Analisis

Figur

Tabel 1.1
Tabel 1 1 . View in document p.13
Tabel 1.2 Data penjualan sepeda motor Bajaj Pulsar di Kota Malang :
Tabel 1 2 Data penjualan sepeda motor Bajaj Pulsar di Kota Malang . View in document p.15
Gambar 2.1 Model Perilaku Pembeli
Gambar 2 1 Model Perilaku Pembeli . View in document p.20
Gambar Proses Keputusan2.2  Pembelian
Gambar Proses Keputusan2 2 Pembelian . View in document p.29
Gambar 2.3 Kerangka pikir Penelitian
Gambar 2 3 Kerangka pikir Penelitian . View in document p.32

Referensi

Memperbarui...