Konfigurasi Jaringan Wireless Menggunakan Mikrotik Di PT. Jalawave Cakrawala

76 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dunia teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology) atau lebih dikenal dengan sebutan dunia IT memang tidak bisa dipisahkan dengan kabel. Dunia IT yang erat hubungannya dengan dunia elektronik, masih menggantungkan hidupnya pada kabel. Namun seiring dengan kemajuan teknologi dan zaman, juga kebutuhan manusia akan mobilitas dan fleksibilitas yang tinggi menuntut sesuatu yang lebih praktis. Dan teknologi wireless memberikan jawaban untuk kebutuhan tersebut.

Saat ini, akses Internet telah menjadi bagian dari pola hidup masyarakat dan sudah menjadi media komunikasi 'standar' seperti halnya telepon ataupun televisi. Saat ini peningkatan jumlah pengguna Internet semakin tinggi dan mereka tentunya mengharapkan layanan dengan kualitas yang semakin baik. Untuk merespon kondisi tersebut, JalaWave menghadirkan layanan komprehensif yang diharapkan mampu untuk menjawab tantangan dan solusi akan kebutuhan informasi dan komunikasi global. JalaWave menawarkan layanan akses Internet Broadband dengan menggunakan teknologi wireless dan media lainnya yang diyakini akan mampu untuk menjawab kebutuhan konsumen.

Teknologi wireless menawarkan beragam kemudahan, kebebasan dan fleksibilitas yang tinggi. Teknologi wireless memiliki cukup banyak kelebihan dibandingkan teknologi kabel yang sudah ada. Teknologi wireless sangat nyaman untuk digunakan. Karena dengan teknologi wireless ini maka setiap orang dapat mengkakses internet dimanapun selama masih dalam jangkauan wireless.

Wireless Local Area Network (WLAN) merupakan salah satu teknologi alternatif akses internet dengan memiliki keunggulan dalam instalasi perangkat lebih mudah, cepat, fleksibel dapat menjangkau daerah dimana saja dan relatif lebih murah bila dibandingkan dengan teknologi kabel yang terbatas pada infrastruktur perusahaan telekomunikasi yang ada.

(2)

1.2. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah berdasarkan latar belakang diatas adalah bagaimana cara mengkonfigurasi suatu jaringan wireless menggunakan MikroTik.

1.3. Maksud Dan Tujuan 1.3.1 Maksud

Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh dan mengumpulkan data serta informasi yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas. Serta mengkonfigurasi jaringan wireless yang telah di tetapkan oleh ISP JalaWave Cakrawala.

1.3.2 Tujuan

Berdasarkan permasalahan yang diteliti. Maka tujuan yang akan dicapai adalah :

1. Untuk meningkatkan dan memperluas wawasan mengenai bagaimana cara mengkonfigurasi wireless menggunakan MikroTik.

2. Untuk mengkonfigurasi jaringan komputer menggunakan teknologi wireless.

1.4. Batasan Masalah

Ruang lingkup dari laporan kerja praktek ini dibatasi khusus untuk mempelajari konfigurasi wireless di Internet Service Provider JalaWave dengan MikroTik.

(3)

1.5. Metode Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penulisan laporan ini adalah sebagai berikut : 1.5.1 Tahap pengumpulan data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Studi literatur

Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literarur, jurnal, paper dan bacaan – bacaan yang ada kaitannya dengan judul penelitian.

b. Studi lapangan I. Observasi

Teknik pengumpulan datan dengan mengadakan penelitian dan peninjauan langsung terhadap permasalahan yang diambil.

II. Interview

Teknik ini pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung yang berkaitan dengan topik.

1.6. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan kerja praktek ini adalah sebagai berikut : a. BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisikan latar belakang dilakukannya penelitian, maksud dan tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini, perumusan masalah, batasan masalah, metodologi penelitian yang digunakan serta sistematika penulisan laporan.

b. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini menjelaskan tentang profil ISP JalaWave Cakrawala Bandung dan teori-teori yang mendukung analisis dalam laporan ini.

c. BAB III PEMBAHASAN

Bab ini membahas desk job selama melakukan penelitian, selain itu juga pembahasan mengenai cara membangun suatu jaringan komputer mengunakan wireless MikroTik. d. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

(4)

2.1. Profil Perusahaan

2.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan

Cikal bakal gagasan berdirinya PT. JalaWave Cakrawala bermula di sekitar akhir tahun 1996, ketika sekelompok peneliti dari CNRG - ITB (Computer Network Research Group - Institut Teknologi Bandung), mencoba membuat terobosan dengan mendirikan

sebuah perusahaan IT.

Sejak terbentuk unit usaha tersebut, JalaWave mulai berkembang dan semakin berpengalaman, baik dalam hal sumber daya, administrasi serta aplikasi teknologi. Dengan mengharapkan hasil yang lebih baik lagi dalam industri IT, JalaWave mencoba untuk mengajak dan berkolaborasi lebih lanjut dengan sumber daya ITB. Kolaborasi ini mengarahkan JalaWave untuk lebih serius dalam mengembangkan diri dan pada akhirnya sampai pada keputusan untuk terjun menjadi sebuah perusahaan penyedia layanan akses Internet.

Perusahaan ini, mereka beri nama PT. JalaWave Cakrawala berdiri di Bandung pada tahun 2000, dengan tujuan untuk mewadahi kebutuhan industri teknologi informasi dalam skala lokal. Selain itu JalaWave juga didedikasikan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Pelanggan serta menggali kekuatan dan kemampuan sumber daya yang dimiliki oleh ITB.

Hingga kini, JalaWave telah jauh berkembang dan menjadi salah satu ISP besar di Bandung. Dengan pengetahuan teknologi yang baik, pengalaman yang bertambah dan dedikasi yang tinggi kepada Pelanggan, JalaWave terus berkembang dan dalam proses menjadi perusahaan yang dapat dipercaya, dengan jumlah Pelanggan korporat/warnet yang cukup besar.

Dari kondisi tersebut, JalaWave berusaha terus melebarkan sayap, untuk meng-cover daerah-daerah penting dalam skala nasional. Pada tahun 2004, JalaWave memutuskan untuk mendirikan Kantor Perwakilan di Jakarta. Setahun berikut, pada

(5)

tahun 2005, JalaWave juga mendirikan Kantor Perwakilan serupa di Medan. Hal ini membuktikan perkembangan JalaWave yang cukup pesat.

JalaWave berharap, langkah di atas merupakan awal bagi perkembangan JalaWave selanjutnya untuk meng-cover daerah-daerah lain di Indonesia, dan hal ini merupakan salah satu bagian dari komitmen JalaWave untuk menjadi pemain besar dalam bisnis Internet dan Telekomunikasi. Dengan staf yang semakin kompeten dan berpengalaman, JalaWave akan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan.

2.1.2. Strategi Bisnis

Bisnis utama JalaWave adalah layanan akses Internet bagi Pelanggan korporat (termasuk warnet-warnet/SOHO). Sejak berdirinya, JalaWave sebagai salah satu penyedia layanan Internet, telah berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses informasi global. JalaWave menyadari bahwa tantangan ke depan semakin besar dan kebutuhan informasi & komunikasi akan semakin meningkat. Dan hal tersebut membuat JalaWave berusaha memacu diri untuk terus berkembang secara profesional.

Saat ini, akses Internet telah menjadi bagian dari pola hidup masyarakat dan sudah menjadi media komunikasi 'standar' seperti halnya telepon ataupun televisi. Apa artinya? JalaWave yakin, di masa depan peningkatan jumlah pengguna Internet akan semakin tinggi dan mereka tentunya mengharapkan layanan dengan kualitas yang semakin baik.

Untuk merespon kondisi tersebut, JalaWave menghadirkan layanan komprehensif yang diharapkan mampu untuk menjawab tantangan dan solusi akan kebutuhan informasi & komunikasi global:

a) Dedicated Broadband Internet Access b) IT solutions

(6)

dari Pelanggan JalaWave terutama 'value customers' sebagai hasil upaya JalaWave dalam memenuhi segala kebutuhan dan harapan mereka. JalaWave menempatkan Kepuasan Pelanggan sebagai hal yang sangat penting dan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dalam hal kualitas layanan yang diberikan kepada Pelanggan. JalaWave juga terbuka dalam menerima masukan/kritik dari Pelanggan dan hal ini tentu akan menjadi titik awal untuk semakin memperbaiki diri.

2.1.3. Logo Perusahaan

Gambar 2.1. Logo Perusahaan

2.1.4. Visi Dan Misi Perusahaan 2.1.4.1. Visi

1. Dengan perkembangan teknologi informasi dan Internet saat ini, dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan sosial dan pendidikan.

2. Dapat menjadi salah satu perusahaan IT yang dikenal luas dan berkualitas tinggi di Indonesia.

2.1.4.2. Misi

1. Menyediakan sarana informasi melalui akses Internet, yang secara luas dapat dengan mudah dijangkau oleh masyarakat.

(7)

Visi & misi yang JalaWave kemukakan tidak hanya sebagai slogan belaka melainkan JalaWave implementasikan sebagai upaya untuk dapat turut berperan serta dalam memberikan solusi akan kebutuhan masyarakat akan media informasi & komunikasi.

Sebagai contoh, implementasi dari wujud visi & misi tersebut, antara lain:

a) Layanan bagi institusi pendidikan (JBE) serta Pelanggan warnet (JCC) yang keberadaannya mudah terjangkau bagi masyarakat luas.

b) Terobosan layanan & peningkatan kualitas sumber daya disertai kerjasama dengan mitra strategis (operator telekomunikasi nasional). Dengan model seperti ini, jangkauan tangan ke masyarakat akan semakin panjang & luas.

c) JalaWave Connection diharapkan dapat memberikan kualitas layanan yang bermutu, karena pendekatan JalaWave adalah kepuasan Pelanggan sebagai satu-satunya ikatan.

d) Pilihan infrastruktur layanan yang variatif bagi Pelanggan; wireless (frek. radio,mobile gsm/cdma, hotspot) dan cable (FO, jaringan telepon, pay tv) dengan tujuan memudahkan Pelanggan memilih jenis koneksi berdasarkan keterbatasan media di areanya.

2.1.5. Kultur Perusahaan

1. Orientasi Pada aspek Kepuasan Pelanggan

Kepuasan Pelanggan merupakan hal terpenting dan menjadi inti dari segala proses kegiatan usaha JalaWave. Dengan berpijak pada profesionalisme, perkembangan teknologi serta peningkatan sumber daya manusia, JalaWave senantiasa berusaha untuk memberikan layanan dan kualitas produk terbaiknya.

2. Dinamis

(8)

3. Kekeluar

2.2 Struuktur Organnisasi

berik

Adapun st kut:

truktur organnisasi yang terdapat paada JalaWavve Cakrawala adalah seb

Gambar 22.2. Struktur Organisasi

(9)

2.3. Teori Penunjang

2.3.1. Pengertian Jaringan Komputer

Jaringan komputer merupakan sekelompok komputer otonom yang saling dihubungkan satu sama lainnya, menggunakan suatu media dan protokol komunikasi tertentu, sehingga dapat saling berbagi data dan informasi.

Tiap komputer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling

berhubungan diantara satu dengan yang lain. Komputer yang terhubung tersebut dimungkinkan berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit, atau sinar infra merah. Pemakaian media komunikasi ini akan tergantung pada kegunaan dan ukuran jaringan.

Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih efisien antar pemakai (mail dan teleconference). Sekelompok komputer otonom saling menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat berbagi data, informasi, program aplikasi dan perangkat keras seperti printer, scanner, CD-Drive maupun harddisk serta memungkinkan komunikasi secara elektronik.

Sedangkan pada aplikasi home user, memungkinkan komunikasi antar pengguna lebih efisien (chat), interaktif entertainment lebih multimedia (games, video,dan lain-lain).

(10)

Secara garis besar ada beberapa tahapan dalam membangun sebuah jaringan komputer, diantaranya:

1. Menentukan luas skala jaringan (LAN, MAN, WAN).

2. Menentukan teknologi tipe jaringannya (Ethernet, Fast Ethernet, Token Ring, FDDI). 3. Memilih model perkabelan (Fiber, UTP, Coaxial).

4. Menentukan bentuk topologi jaringan (Bus, Ring, dan Star). 5. Menentukan teknologi Client/Server atau Peer to Peer.

2.3.1.1. Klasifikasi Skala Jaringan Komputer

a. LAN (Local Area Network) : Jaringan komputer yang saling terhubung ke suatu komputer server dengan menggunakan topologi tertentu, biasanya digunakan dalam kawasan satu gedung atau kawasan yang jaraknya tidak lebih dari 1 km.

Gambar 2.4. Topologi sebuah LAN

(11)

Gambar 2.5. Topologi sebuah MAN

c. WAN (Wide Area Network) : Jaringan komputer yang menghubungkan banyak LAN ke dalam suatu jaringan terpadu, antara satu jaringan dengan jaringan lain dapat berjarak ribuan kilometer atau terpisahkan letak geografi dengan menggunakan metode komunikasi tertentu.

(12)

2.3.1.2 Topologi

Topologi suatu jaringan didasarkan pada cara penghubung sejumlah node atau sentral dalam membentuk suatu sistem jaringan. Topologi jaringan yang umum dipakai adalah sebagai berikut :

a. Topologi Jaringan Mesh

Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

Gambar 2.7. Topologi Mesh

b. Topologi Jaringan Bintang (Star)

(13)

Gambar 2.8. Topologi Star

c. Topologi Jaringan Bus

Pada topologi ini semua sentral dihubungkan secara langsung pada medium transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Transmisi sinyal dari suatu sentral tidak dialirkan secara bersamaan dalam dua arah. Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi pada topologi jaringan mesh atau bintang, yang pada kedua sistem tersebut dapat dilakukan komunikasi atau interkoneksi antar sentral secara bersamaan. topologi jaringan bus tidak umum digunakan untuk interkoneksi antar sentral, tetapi biasanya digunakan pada sistem jaringan komputer.

Gambar 2.9. Topologi Bus

d. Topologi Jaringan Pohon (Tree)

(14)

yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.

Gambar 2.10. Topologi Tree

e. Topologi Jaringan Cincin (Ring)

(15)

Gambar 2.11. Topologi Ring

2.3.1.3 Klasifikasi Jaringan Komputer Menurut Fungsi

Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada tiga jenis jaringan komputer :

1. Jaringan berbasis server (client-server)

Merupakan server didalam sebuah jaringan yang menyediakan mekanisme pengamanan dan pengelolaan jaringan tersebut. Jaringan ini terdiri dari banyak client dari satu atau lebih server. Client juga biasa disebut front-end meminta

layanan seperti penyimpanan dan pencetakan data ke printer jaringan, sedangkan server yang sering disebut back-end menyampaikan permintaan tersebut ke tujuan yang tepat.

Pada Windows NT, Windows 2000, dan Windows Server 2003, jaringan berbasis server diorganisasikan di dalam domain-domain. Domain adalah koleksi jaringan dan client yang saling berbagi informasi. Keamanan domain dan perizinan log on dikendalikan oleh server khusus yang disebut domain controller. Terdapat satu pengendali domain utama atau Primary Domain

Controller (PDC) dan beberapa domain controller pendukung atau backup

(16)

pada saat PDC tidak berfungsi karena alasan tertentu. Primasry Domain Controller juga diterapkan di dalam jaringan yang menggunakan server Linux.

Software yang cukup andal menangani masalah ini adalah Samba yang

sekaligus dapat digunakan sebagai penyedia layanan file dan print yang membuat komputer Windows dapat mengakses file-file di mesin Linux dan begitu pula sebaliknya.

Jaringan berbasis server memiliki beberapa keuntungan diantaranya : a. Media penyimpanan data yang terpusat memungkinkan semua user

menyimpan dan menggunakan data di server dan memberikan kemudahan melakukan backup data disaat kritis. Pemeliharaan data juga menjadi lebih mudah karena data tidak tersebar di beberapa komputer.

b. Kemampuan server untuk menyatukan media penyimpanan di satu tempat akan menekan biaya pembangunan jaringan. Server yang telah dioptimalkan membuat jaringan berjalan lebih cepat daripada jaringan peer-to-peer. Membebaskan user dari pekerjaan mengelola jaringan.

c. Kemudahan mengatur jumlah pengguna yang banyak. Kemampuan untuk sharing peralatan mahal seperti printer laser. Mengurangi masalah keamanan karena pengguna harus memasukkan password untuk setiap peralatan jaringan yang akan digunakan.

2. Jaringan Peer-to-peer

Setiap komputer di dalam jaringan peer mempunyai fungsi yang sama dan dapat berkomunikasi dengan komputer lain yang telah memberi izin. Jadi, secara sederhana setiap komputer pada jaringan peer berfungsi sebagai client dan server sekaligus. Jaringan peer digunakan di sebuah kantor kecil dengan jumlah

komputer sedikit, dibawah sepuluh workstation.

Keuntungan menggunakan jaringan peer-to-peer :

(17)

b.Tidak diperlukan seorang network administrator dan setup-nya mudah serta meminta biaya yang murah.

Keuntungan menggunakan jaringan peer-to-peer :

a. Sharing sumberdaya pada suatu komputer didalam jaringan akan sangat membebani komputer tersebut.

b.Masalah lain adalah kesulitan dalam mengatur file-file. User harus menangani komputernya sendiri jika ditemui masalah keamanan sangat lemah.

3. Jaringan Hybrid

Jaringan hybrid memiliki semua yang terdapat pada tiga tipe jaringan di atas. Ini berarti pengguna dalam jaringan dapat mengakses sumber daya yang di-share oleh jaringan peer, sedangkan di waktu bersamaan juga dapat

memanfaatkan sumber daya yang disediakan oleh server.

Keuntungan jaringan hybrid adalah sama dengan keuntungan menggunakan jaringan berbasis server dan berbasis peer. Jaringan hybrid memiliki kekurangan seperti pada jaringan berbasis server.

2.3.2. Pengertian MikroTik Router OS

MikroTik Router OS merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada standar komputer PC (Personal Computer). PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standar,

(18)

2.3.2.1. Sejarah MikroTik Router OS

MikroTik adalah sebuah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah seorang berkewarganegaraan Amerika yang berimigrasi ke Latvia. Di Latvia ia bejumpa dengan Arnis, seorang sarjana Fisika dan Mekanik sekitar tahun 1995.

John dan Arnis mulai me-routing dunia pada tahun 1996 (misi MikroTik adalah me-routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS-DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless-LAN (WLAN) Aeronet berkecepatan 2 Mbps di Moldova, negara tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia.

Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (W-ISP), tetapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan diseluruh dunia. Latvia hanya merupakan tempat eksperimen John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar 400 pengguna.

Linux yang pertama kali digunakan adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5-15 orang staff Research and Development (R&D) MikroTik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Menurut Arnis, selain staf di lingkungan MikroTik, mereka juga merekrut tenega-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan MikroTik secara maraton.

(19)

2.3.2.2. Jenis-Jenis Mikrotik

a. MikroTik RouterOS yang berbentuk software yang dapat di-download di www.mikrotik.com. Dapat diinstal pada komputer rumahan (PC).

b. Build-In Hardware MikroTik dalam bentuk perangkat keras yang khusus dikemas dalam board router yang didalamnya sudah terinstal MikroTik RouterOS.

2.3.2.3. Metode Konfigurasi Mikrotik

1. Via console, Mikrotik router board ataupun PC dapat diakses langsung via console/shell maupun remote akses menggunakan putty.

2. Via Winbox, Mikrotik bisa juga diakses menggunakan software tool winbox. Winbox console digunakan untuk mengakses feature konfigurasi dan manajemen MikroTik Router dengan menggunakan alat pengguna grafis (GUI).

3. Via web, Mikrotik juga dapat diakses via web/port 80 dengan menggunakan browser.

2.3.2.4. Fitur-Fitur Mikrotik

Mikrotik memberikan pilihan paket-paket yang akan diinstal sesuai dengan kebutuhan. Paket- paket yang disediakan oleh Mikrotik diantaranya adalah :

a. System, Paket yang wajib diinstal karena merupakan inti dari Mikrotik

b. PPP, PPP(Point to Point Protocol) merupakan paket yang memuat protokol PPP. Paket ini diperlukan untuk fitur komunikasi serial dengan menggunakan PPP, ISDN PPP, L2TP, dan PPTP serta komunikasi PPP on Ethernet(PPPoE). Paket PPP digunakan untuk komunikasi Wide Area Network dengan menggunakan komunikasi serial mode asyncronous maupun mode synchronous.

c. DHCP, DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), paket yang memuat fitur DHCP baik yang diperlukan untuk menjadi client maupun server.

d. Advanced–tools, Memuat fitur e-mail client, ping, netwatch, traceroute, bandwidth tester, traffic monitoring, mrtg, dan utility yang lain, yang sering

(20)

dapat memilih konfigurasi berdasarkan script (urutan perintah) sesuai kondisi jaringan (netwatch).

e. Arlan, Merupakan dukungan mikrotik untuk penggunaan card ISA arlan 655 Wireless Interface agar dapat secara transparan berkomunikasi dengan lawannya.

f. GPS, Mikrotik dapat menggunakan penerima Global Poasitioning System(GPS) sebagai referensi waktu Network Time Protokol (NTP) dan lokasi.

g. Hotspot, Digunakan untuk melakukan authentication, authorization dan accounting pengguna yang melakukan akses jaringan melalui gerbang hotspot.

Pengguna hotspot sebelum melakukan akses jaringan perlu melakukan authentication melalui web browser baik dengan protokol http maupun

https(secure http).

h. ISDN, Mikrotik router dapat berfungsi sebagai ISDN client maupun server. Fungsi dial- up dapat diatur secara permanen ataupun dial-on- demand. IP address yang diberikan ISP dapat digunakan sebagai default route table.

i. LCD, Digunakan untuk menampilkan informasi kondisi sistem mikrotik melalui layer LCD mini yang tersambung ke paralel ataupun USB.

j. NTP, NTP ( Network Time Protocol) digunakan untuk menyelaraskan sistem waktu komputer dalam jaringan.

k. Radio LAN, Mikrotik mendukung penggunaan wireless radio LAN.

l. Router Board, Digunakan untuk mendukung penggunaan mikrotik pada papan rangkaian khusus. Papan rangkaian khusus tersebut pada dasarnya merupakan komputer minimum (tanpa harddisk controller, vga dan sound) dengan kartu jaringan, catu daya lebih sederhana( cukup + 12 VDC) dan performa yang sangat minimum. Router board yag dapat digunakan mikrotik adalah router board 200 dan 500

m.Routing, Diperlukan jika jaringan menggunakan routing dynamic. Mikrotik dapat menggunakan RIP, OSPF, maupun BGP versi 4.

(21)

o. Telepony, Berguna untuk mengatur layanan komunikasi dengan menggunakan Voice Over IP (VoIP). Paket ini selain memberikan fungsi gatekeeper juga mendukung penggunaan beberpa hardware VoIP terpasng pada Mikrotik Router OS.

p. UPS, Fitur ini memudahkan administrator memonitor dan mengamankan router dari kerusakan akibat gangguan catu daya. Untuk melakukan pengamanan tersebut router akan selalu memonitor kondisi baterai UPS saat catu daya utama tidak terdsedia. Jika kondisi baterai UPS dibawah 10% maka fitur ini memerintahkan router telah pada kondisi hibernate dan siap untuk kembali aktif saat catu daya utama kembali.

q. Web Proxy, Mikrotik web proxy dalam saat yang bersamaan dapat difungsikan sebagai proxy HTTP normal maupun transparan.

Gambar 2.13. Contoh produk MikroTik

2.3.3. Pengertian Routing

Routing adalah proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi

ke lokasi lain. Beberapa contoh item yang dapat dirouting adalah mail, telepon call, dan data. Di dalam jaringan, Router adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan routing trafik. Untuk dapat me-routing segala sesuatu, Router, atau segala sesuatu yang dapat melakukan fungsi routing, membutuhkan informasi sebagai berikut :

a. at Tujuan/Destination Address; Tujuan atau alamat item yang akan di-routing.

(22)

b. M genal sumber informasi; Dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh router dan memberikan jalur sampai ke tujuan.

en

Menem

ute; Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan. en

ah diketahui dan paling sering terjadi.

Router adalah perangkat yang akan melewatkan paket IP dari suatu ke jaringan yang lain, menggunakan metode addressing dan protocol tertentu

Gambar 2.14. Contoh Router

Router t IP dari satu jaringan ke

jaringan lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantara keduanya. Router-router yang s

c. ukan rute; Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan. d. Pemilihan r

e. M jaga informasi routing; Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang sud

2.3.3.1. Router

jaringan

untuk melewatkan paket data tersebut.

memiliki kemampuan melewatkan pake

aling terhubung dalam jaringan internet turut serta dalam sebuah algoritma routing terdistribusi untuk menentukan jalur terbaik yang dilalui paket IP dari

(23)

Fungsi router antara lain :

. Membaca alamat logika / ip address source & destination untuk menentukan e LAN lainnya.

upa box atau sebuah OS yang menjalankan sebuah daemon routing. BRI.

2.3.4

lamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap k

mat IPv4) adalah sebuah jenis an yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang meng

b.

at IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis ingan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis

a

routing dari suatu LAN k

b. Menyimpan routing table untuk menentukan rute terbaik antara LAN ke WAN.

c. Perangkat di layer 3 OSI Layer. d. Bisa ber

e. Interfaces Ethernet, Serial, ISDN

. Pengetian Alamat IP (IP Address) A

angka biner antar 32-bit sampai

128-omputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-Bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni: a. IP versi 4 (IPv4)

Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Ala pengalamatan jaring

gunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8

bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host. sehingga bila host yang ada diseluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.

(24)

dapat

2.3

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam

dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Intern

an yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebua

eberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Archi

mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.

.4.1. Pengertian TCP/IP

proses tukar-menukar data

et. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol st1980-andar untuk menghubungk1980-an komputer-komputer d1980-an jaringan untuk membentuk sebuah jaring

h standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem

berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan internet. Pengembangan ini dilakukan oleh b

tecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF).

(25)

PEMBAHASAN

3.1. Kegiatan Kerja Praktek

Tempat dari kerja praktek ini berada di PT. JalaWave Cakrawala tepatnya di kantor cabang Kosambi yang berlokasi di Kompleks Segitiga Emas jalan Jend. A. Yani no 221-223 Kav A9, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dengan waktu penelitian kurang lebih satu bulan, yang dilaksanakan mulai dari tanggal 12 Juli 2010 sampai dengan 11 Agustus 2010. Kerja praktek di tempatkan pada bagian technical support, selama kerja praktek berlangsung kegiatan yang dilakukan meliputi konfigurasi wireless router, proses pemasangan sebuah Mikrotik router dan cara instalasinya, serta crimping kabel UTP.

3.2. Teknis Pelaksanaan Kerja Praktek

Kegiatan yang dilakukan selama melaksanakan kerja praktek adalah belajar bagaimana cara mengkonfigurasi sebuah jaringan menggunakan MikorTik. Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain :

1. Pemberian materi dasar tentang router, Mikrotik, serta alat-alat pendukung dalam pembangunan sebuah jaringan..

2. Membuat sebuah simulasi jaringan menggunakan Mikrotik sebagai routerOS-nya. 3. Melakukan diskusi atau tanya jawab seputar materi jaringan.

4. Melakukan mengumpulkan data-data dan informasi yang diperlukan untuk menulis Laporan Kerja Praktek.

(26)

3.3. Pembahasan Hasil kerja Praktek

Teknologi Wireless LAN menjadi sangat popular saat ini di banyak aplikasi. Wireless LAN bekerja dengan menggunakan gelombang radio. Sinyal radio menjalar dari pengirim ke penerima melalui free space, pantulan, difraksi, Line of Sight dan Obstructed (LOS). Ini berarti sinyal radio tiba di penerima melalui banyak jalur (multipath), dimana tiap sinyal (pada jalur yang berbeda-beda) memiliki level kekuatan, delay dan fasa yang berbeda-beda.

Awalnya teknologi ini didesain untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan, namun sekarang wireless LAN dapat digunakan pada jaringan peer-to-peer dalam ruangan dan juga point to point diluar ruangan maupun point- to-multipoint pada aplikasi bridge. Wireless

LAN di desain sangat modular dan fleksibel. Jaringan ini juga bisa di optimalkan pada lingkungan yang berbeda. Dapat mengatasi kendala geografis dan rumitnya instalasi kabel.

Dalam konfigurasi ini digunakan 2 buah MikroTik RouterBoard, yaitu: 1. Spesifikasi RouterBoard 1 :

a. Mac Address : 00 0C 42 08 DD 33 b. Versi : 2.9.50

c. Wireless : Atheros AR5413

2. Spesifikasi RouterBoard 2 :

a. Mac Address : 00 0C 42 48 0A 9A b. Versi : 4.10

(27)

3.3.1. Konfigurasi wireless MikroTik menggunakan metode routing

RouterBoard 1 RouterBoard 2

IP wlan1 192.168.90.1 IP wlan1 192.168.90.2

Routing

IP ether1 192.168.88.1 IP ether1 192.168.85.1

User1 IP 192.168.88.2 User2 IP 192.168.85.2

(28)

3.3.1.1. Konfigurasi RouterBoard 1

a. Buat 2 interfaces berikut dengan nama seperti dibawah ini.

Gambar 3.2 Interfaces Routerboard 1

b. Beri IP address pada interface wlan1 dan ether1 seperti gambar di bawah ini. 1. IP address : 192.168.90.1/24

2. Interface : wlan1

(29)

Gambar 3.3 Ip Address

c. Setelah selesai mengatur ip address maka langkah selanjutnya adalah masuk ke tabel wireless lalu enable wlan1 pada tab interface.

d. Kemudian setting berikut pada tab wireless di Interface , seperti gambar dibawah ini.

1. Mode = ap bridge

(30)

Gambar 3.4 wlan1 setting

e. Kemudian buat routing agar dapat terkoneksi ke stasion. Ketikkan perintah berikut pada console Winbox.

a. ip route add gateway=192.168.90.2

b. ip route add dst-address=192.168.88.1/24 gateway=192.168.90.2

(31)

Gambar 3.5 Routing

3.3.1.2 Konfigurasi RouterBoard 2

a. Sama halnya seperti pada AP, beri IP pada interface ether1 dan wlan1 seperti gambar dibawah ini.

1. IP address : 192.168.90.2/24 2. Interface : wlan1

(32)

Gambar 3.6 Interfaces Routerboard 2

b. Setelah selesai mengatur ip address maka langkah selanjutnya adalah masuk ke tabel wireless lalu enable wlan1 pada tab interface.

c. Kemudian setting pada tab wireless di Interface , (SSID dan frekuensi harus sama dengan RouterBoard 1) seperti gambar dibawah ini.

(33)

Gambar 3.7 wlan1 setting Routerboard 2

d. Buat routing dari stasion seperti gambar dibawah ini. a. ip route add gateway=192.168.90.1

b. ip route add dst-address=192.168.85.1/24 gateway=192.168.90.1

(34)

3.3.2. Konfigurasi wireless MikroTik menggunakan metode bridging

RouterBoard1 RouterBoard 2

IP wlan1 192.168.88.1 IP wlan1 192.168.88.2

IP ether1 192.168.88.1 IP ether1 192.168.88.2

User1 IP 192.168.88.11 User2 IP 192.168.88.12

(35)

3.3.2.1 Konfigurasi RouterBoard 1

a. Buat interface bridge untuk bridging dari masing-masing wireless (RouterBoard 1 dan RouterBoard 2).

b. Pilih menu bridge, lalu pilih tanda “+” untuk membuat interface bridge1.

Gambar 3.9 Add Bridge

(36)

Gambar 3.10 Setting bridge1

d. Masuk ke tab Bridge Port,kemudian buat port baru untuk ether1 dan wlan1.

e. Pilih bridge1 untuk mode Bridge.

(37)

Gambar 3.12 Bridge port wlan1

f. ether1 dan wlan1 telah di-bridging.

(38)

g. Pilih Menu IP lalu address : IP= 192.168.88.1/24 Bridge=bridge1.

Gambar 3.14 Add IP bridge1

h. Pilih menu Interfaces, klik pada wlan1 untuk konfigurasi.

(39)

i. Pilih tab Wireless lalu setting seperti berikut.

(40)

3.3.2.2. Konfigurasi RouterBoard 2

a. Sama seperti pada konfigurasi diatas, pertama-tama buat dulu Interface bridge1.

Gambar 3.17 Add bridge1

b. Lalu buat juga port baru untuk ether1 dan wlan1.

(41)

Gambar 3.19 Port wlan1

c. Pilih IP address, lalu konfigurasi bridge1 seperti berikut : IP=192.168.88.2 Interface=bridge1.

(42)

3.3.3. Konfigurasi Access Point (AP) menggunakan MikroTik

Internet (melalui AP kosambi)

IP wlan1 192.168.4.20 RouterBoard 2 (Access Point) IP ether1 192.168.20.6

ethernet

RouterBoard 1 (Router) IP wlan1 172.168.10.1

IP ether1 192.168.20.1

user user

(43)

3.3.3.1 Konfigurasi RouterBoard 1 sebagai router

1. Buat 2 interface untuk ether1 dan wlan1 pada menu Interfaces. ether1 digunakan untuk menghubungkan routerboard 1 dan 2, sedangkan wlan1 digunakan untuk mengakses ke jaringan internet (pada konfigurasi ini akses internet didapat melalui AP kosambi di PT Jalawave).

Gambar 3.22 Add interface

2. Masukkan IP address pada masing-masing interface. IP ether1 harus satu jaringan dengan AP Hotspot (Routerboard 2), sedangkan IP wlan1 sejaringan dengan AP Kosambi.

(44)

Gambar 3.24 IP port wlan1

3. Aktifkan interface wlan1.

(45)

4. Setting wireless wlan1 sebagai berikut : a. Mode : stasion

b. SSID : kosambi (gunakan pilihan Scan untuk melihat apakah akses AP kosambi bisa digunakan atau tidak)

c. Band : 2.4GHz-B/G d. Frequency : 2412

(46)

Gambar 3.27 Scan AP

3.3.3.2 Konfigurasi RouterBoard 2 sebagai AP Hotspot

1. Tampilan jendela awal Winbox. Pilih Remove Configuration untuk me-reset konfigurasi sebelumnya. Jika routerboard baru pertama kali digunakan langsung saja pilih ‘OK’.

(47)

2. Seperti pada konfigurasi routing, buat 2 interfaces pada routerboard kedua dengan nama ether1 dan wlan1. Pilih Interfaces > Add Interfaces(atau pilih tanda ‘+’).

3. Lalu pilih menu IP > Addresses. Kemudian masukkan alamat IP-nya sebagai berikut :

Gambar 3.29 IP address interface

a. Address : 192.168.20.6/24; Network : 192.168.20.0; Broadcast : 192.168.20.255; Interface : ether1.

(48)

b. Address : 172.168.10.1/24; Network : 172.168.10.0; Broadcast : 172.168.10.255; Interface : wlan1.

Gambar 3.31 wlan1 IP address

4. Walaupun wlan1 telah dibuat, tetapi masih dalam keadaan tidak aktif. Aktifkan degan cara highlight wlan1 lalu pilih tanda checklist (tanda ‘benar’ berwarna biru).

(49)

5. Sekarang ether1 dan wlan1 telah aktif.

Gambar 3.33 wlan1 aktif

6. Doubleclick wlan1, maka akan terlihat tampilan seperti berikut.

(50)

7. Pilih tab Wireless, terdapat jendela yang menampilkan setting awal wlan1.

Gambar 3.35 Wireless setting wlan1 awal

8. Masukkan setting baru seperti gambar dibawah ini : a. Mode : stasion

(51)

Gambar 3.36 Wireless setting wlan1 baru

(52)

Gambar 3.37 Add DHCP

10. Doubleclick pada DHCP server yang tadi dibuat, lalu masukkan setting name dan interface-nya. Lalu pilih ‘OK’.

a. Name : dhcp1 b. Interface : wlan1

(53)

11. Berikutnya adalah jendela DHCP Setup, pilih wlan1 sebagai interface-nya.

Gambar 3.39 dhcp1 setup 1

12. Masukkan DHCP address 172.168.10.0/24. (network DHCP harus sesuai dengan network wlan1).

(54)

13. Masukkan pula gateway untuk jaringan DHCP tersebut.

Gambar 3.41 dhcp1 setup 3

14. Untuk Address to Give Out (rentang alamat IP yang dapat digunakan oleh para user), masukkan sesuai gambar dibawah.

(55)

15. Pada DNS Servers, masukkan DNS sesuai jaringan yang anda gunakan. DNS dibawah merupakan milik PT Jalawave.

Gambar 3.43 dhcp1 setup 5

16. Masukkan Lease Time sesuai kehendak admin. Lease Time adalah batas waktu yang diijinkan oleh admin bagi para user untuk connect ke routerboard (dalam hal ini routerboard bertindak sebagai AP). 3d 01:00:00 maksudnya adalah 3 hari lebih 1 jam.

(56)

17. Langkah selanjutnya adalah membuat AP(access point) Hotspot. Pilih menu IP > Hotspot lalu click tanda ‘+’ untuk membuat hotspot baru.

Gambar 3.45 Add Hotspot

18. Pada jendela Hotspot Setup berikut, pilih wlan1 sebagai interface-nya. Pilih Next.

(57)

19. Masukkan IP Hotspot, seperti gambar dibawah. Pilih Next.

Gambar 3.47 Hotspot setup 2

20. Lalu masukkan juga rentang IP yang dapat digunakan user (sama seperti Address to Give Out pada DHCP Setup diatas). Pilih Next.

Gambar 3.48 Hotspot setup 3

(58)

Gambar 3.49 Hotspot setup 4

22. Jangan isi alamat SMTP berikut karena tidak digunakan pada konfigurasi ini. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. Pilih Next.

(59)

23. Isi DNS seperti pada DHCP Server. Pilih Next.

Gambar 3.51 Hotspot setup 6

24. Kosongkan DNS name berikut. Pilih next.

Gambar 3.52 Hotspot setup 7

(60)

Gambar 3.53 Add user baru

26. Pilih tanda ‘+’ lalu akan muncul jendela berikut. Masukkan user Name beserta Password-nya.

(61)
(62)

4.1 Kesimpulan

Selama kerja praktek di PT. Jalawave Cakrawala, penulis dapat menyimpulkan mengenai “Konfigurasi Jaringan Wireless Menggunakan Mikrotik di PT. Jalawave Cakrawala”. Adapun yang dapat penulis simpulkan yaitu :

1. Penggunaan teknologi wireless pada pembangunan jaringan mempunyai beberapa keunggulan dan kekurangan dibandingkan dengan penggunaan kabel, antara lain :

a. Pembangunan jaringan wireless pastinya tidak membutuhkan kabel, hal ini berpengaruh pada efisiensi waktu pembangunan.

b. Teknologi wireless memiliki kemudahan dalam hal instalasi. c. Jangkauan jaringan wireless dapat melingkupi area yang luas. d. Memiliki nilai lebih dalam hal estetika.

e. Alat-alat serta peripheral masih cenderung mahal, karena teknologi ini relatif baru. f. Adanya interferensi terhadap sesama piranti wireless masih sering terjadi, ini juga

yang menyebabkan akses wireless kurang stabil dibandingkan kabel.

2. MikroTik sebagai salah satu router operating system, memiliki keunggulan dalam hal kemudahan pemakaian, biaya, fleksibilitas, manageable, compability hardware, serta memiliki lebih banyak feature dibanding routerOS lainnya, seperti Cisco atau Juniper.

4.2 Saran

PT. Jalawave Cakrawala merupakan salah satu ISP pelopor pengguna jaringan wireless, dan juga yang pertama kali menggunakan MikroTik sebagai RouterOS-nya memiliki kontribusi yang besar dalam pengembangan jaringan wireless di kota Bandung. Kami berharap ISP JalaWave dapat mengembangkan serta mensosialisasikan kepada masyarakat agar lebih memilih untuk menggunakan Technologi Wireless dalam setiap pembangunan jaringan komputer.

(63)

62

DAFTAR PUSTAKA

http://www.mikrotik.co.id/

http://wahyoe.wordpress.com/

http://www.yousaytoo.com/

http://otakkacau.co.cc/

http://id.wikipedia.org/

(64)

LAPORAN KERJA PRAKTEK Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kerja Praktek

Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

JAJA RAMDANI – 10107021

HARRY MURPIRAMDANI - 10107040

 

 

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(65)

http://www.mikrotik.co.id/

http://wahyoe.wordpress.com/

http://www.yousaytoo.com/

http://otakkacau.co.cc/

http://id.wikipedia.org/

(66)

Data Pribadi:

Nama : Harry Murpiramdani

Tempat Tanggal Lahir : Purwakarta, 10 April 1989

Agama : Islam

Jenis Kelamin : Laki-laki

Kewarganegaraan : Indonesia

Alamat di Bandung : Jln. Sadang Sari NO.43 Bandung 40132

Alamat di Purwakarta : Jln. Raya Industri NO. 102 Purwakarta 41151

Email : ksherandkyeila@yahoo.com

Riwayat Pendidikan:

TAHUN PENDIDIKAN TEMPAT 1994 – 1995 TK Bonapasogit Sejahtera Porsea, Sumut

1996 - 1999 SD Bonapasogit Sejahtera Porsea, Sumut

1999 - 2001 SDN Ciroyom Purwakarta, Jabar

2001 - 2004 SMPN 1 Purwakarta Purwakarta, Jabar

2004 - 2006 SMAN 1 Purwakarta Purwakarta, Jabar

(67)

Data Pribadi:

Nama : Jaja Ramdani

Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 24 April 1989

Agama : Islam

Jenis Kelamin : Laki-laki

Kewarganegaraan : Indonesia

Alamat : Sukarasa Gg. Melati No. 286/143c Cicadas, Bandung 40121

Email : Junta_thea@yahoo.com

Riwayat Pendidikan:

TAHUN PENDIDIKAN TEMPAT

1994 – 1995 TK Aisyah Cicadas, Bandung

1996 - 1999 SDN Cicadas 21 Cicadas, Bandung

2001 - 2004 SMPN 20 Bandung Bandung, Jabar

2004 - 2006 SMA Kartika Siliwangi 1 Bandung, Jabar

2007 – Sekarang Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung, Jabar

(68)

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menganugerahkan rahmat dan nikmat-Nya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek ini, dengan judul “Konfigurasi Jaringan Wireless Menggunakan Mikrotik Di PT. Jalawave Cakrawala”, sebagai salah satu syarat dalam menempuh mata kuliah kerja praktek jenjang studi strata I, program studi Teknik Informatika.

Penulisan laporan kerja praktek ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak yang telah mendorong dan membimbing penulis, baik tenaga, ide-ide, maupun pemikiran. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.Sc., selaku Rektor Universitas Komputer Indonesia. 2. Dr. Arry Akhmad Arman, selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas

Komputer Indonesia.

3. Mira Kania Sabariah, S.T., M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia.

4. Eko Budi Setiawan, S. Kom, selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan laporan kerja praktek ini.

5. Bpk Bayu selaku Ketua Admin PT Jalawave Cakrawala.

6. Bpk Herdi selaku pembimbing kerja praktek yang telah banyak memberikan ilmu dan pengalamannya tentang jaringan di PT jalawave Cakrawala.

7. Bpk Lambang selaku karyawan PT Jalawave Cakrawala yang telah banyak memberi bantuan kepada penulis.

8. Kepada seluruh staf pengajar, karyawan, dan karyawati Universitas Komputer Indonesia. 9. Kepada seluruh staf serta pegawai PT Jalawave Cakrawala.

10. Ibu dan Ayah yang selalu memberikan doa dan dukungan baik secara moril maupun materil. 11. Sahabat, rekan-rekan, dan semua pihak yang telah membantu penulis sehingga selesainya

laporan kerja praktek ini.

Semoga segala bantuan yang tidak ternilai harganya ini mendapat imbalan di sisi Allah SWT sebagai amal ibadah.

(69)

Akhir kata, semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan menjadi acuan bagi penulis untuk berkarya lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Bandung, Januari 2011

Penulis

(70)

LEMBAR PENGESAHAN……… ...i

KATA PENGANTAR………...ii

DAFTAR ISI……….iii

DAFTAR LAMPIRAN………...vi

DAFTAR GAMBAR………...vii

BAB I PENDAHULUAN……….1

1.1 Latar Belakang Masalah………....1

1.2 Identifikasi Masalah………..2

1.3 Maksud dan Tujuan ………..2

1.3.1 Maksud………....2

1.3.2 Tujuan ………2

1.4 Batasan Masalah ………...2

1.5 Metode Penelitian ……….3

1.5.1 Tahap Pengumpulan Data ………..3

1.6 Sistematika Penulisan ………...3

(71)

2.1 Profil Perusahaan………...4

2.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan………4

2.1.2 Strategi Bisnis……….5

2.1.3 Logo Perusahaan……….6

2.1.4 Visi dan Misi Perusahaan………6

2.1.4.1 Visi Perusahaan………6

2.1.4.2 Misi Perusahaan………...6

2.1.5 Kultur Perusahaan………...7

2.2 Struktur Organisasi………8

2.3 Teori Penunjang ………9

2.3.1 Pengertian Jaringan Komputer………9

2.3.1.1 Klasifikasi Skala Jaringan Komputer……….10

2.3.1.2 Topologi……….12

2.3.1.3 Klasifikasi Jaringan Komputer Menurut Fungsi………15

2.3.2 Pengertian MikroTik Router OS………...17

2.3.2.1 Sejarah MikroTik Router OS………18

2.3.2.2 Jenis-Jenis Mikrotik………...19

2.3.2.3 Metode Konfigurasi Mikrotik………19

2.3.2.4 Fitur-Fitur Mikrotik………...19

2.3.3 Pengertian Routing………21

2.3.3.1. Router………... 22

2.3.4 Pengetian Alamat IP……… …23

2.3.4.1. Pengertian TCP/IP………24

(72)

3.1 Kegiatan Kerja Praktek………25

3.2 Teknis Pelaksanaan Kerja Praktek………..25

3.3 Pembahasan Hasil kerja Praktek……….26

3.3.1. Konfigurasi wireless MikroTik menggunakan metode routing …………27

3.3.2. Konfigurasi wireless MikroTik menggunakan metode bridging ……...33

3.3.3. Konfigurasi Access Point (AP) menggunakan MikroTik………41

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN……….61

4.1 Kesimpulan………61

4.2 Saran………..………..61

DAFTAR PUSTAKA………...62 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(73)
(74)

Gambar 2.1 Logo Perusahaan……….6

Gambar 2.2 Struktur Organisasi……….8

Gambar 2.3 Komputer dan peripheral yang saling berhubungan………...9

Gambar 2.4 Topologi sebuah LAN……….………...10

Gambar 2.5 Topologi sebuah MAN……….……..11

Gambar 2.6 Topologi sebuah WAN……….………….11

Gambar 2.7 Topologi Mesh……….…………..12

Gambar 2.8 Topologi Star……….…………13

Gambar 2.9 Topologi Bus……….……….13

Gambar 2.10 Topologi Tree……….…………..14

Gambar 2.11. Topologi Ring……….15

Gambar 2.12 Logo MikroTik……….………18

Gambar 2.13 Contoh produk MikroTik……….………21

Gambar 2.14 Contoh Router……….……….22

Gambar 3.1 Skema metode Routing……….……….27

Gambar 3.2 Interfaces Routerboard 1………28

Gambar 3.3 Ip Address………..28

Gambar 3.4 wlan1 setting………..29

Gambar 3.5 Routing………...30

Gambar 3.6 Interfaces Routerboard 2………31

Gambar 3.7 wlan1 setting Routerboard 2………..32

Gambar 3.8 Skema metode Bridging……….…………33

Gambar 3.9 Add Bridge……….34

(75)

Gambar 3.11 Bridge port ether1………...……….35

Gambar 3.12 Bridge port wlan1………...………..…36

Gambar 3.13 wlan1 dan ether1 telah di-bridging………...………...32

Gambar 3.14 Add IP bridge1….………..……..37

Gambar 3.15 wlan1 aktif………...……….37

Gambar 3.16 wlan1 setting………..………..38

Gambar 3.17 Add bridge1……….………..………...39

Gambar 3.18 Port ether1……….………...39

Gambar 3.19 Port wlan1……….………...40

Gambar 3.20 Add IP bridge1……….………40

Gambar 3.21 Skema sebuah Access Point (AP)………...……….41

Gambar 3.22 Add interface……….…….……….42

Gambar 3.23 IP port ether1……….………..………42

Gambar 3.24 IP port wlan1………..……….43

Gambar 3.25 wlan1 aktif……….………..……….43

Gambar 3.26 Wireless wlan1………..………...44

Gambar 3.27 Scan AP………..………..45

Gambar 3.28 Reset konfigurasi………..………45

Gambar 3.29 IP address interface………..……...46

Gambar 3.30 ether1 IP address………..………...46

Gambar 3.31 wlan1 IP address……….……….47

Gambar 3.32 wlan1 belum aktif……….………....47

(76)

ix

Gambar 3.34 General setting wlan1………..48

Gambar 3.35 Wireless setting wlan1 awal……….………49

Gambar 3.36 Wireless setting wlan1 baru……….50

Gambar 3.37 Add DHCP………...51

Gambar 3.38 dhcp1……….………...51

Gambar 3.39 dhcp1 setup 1………...52

Gambar 3.40 dhcp1 setup 2………...52

Gambar 3.41 dhcp1 setup 3………...53

Gambar 3.42 dhcp1 setup 4………...53

Gambar 3.43 dhcp1 setup 5………...54

Gambar 3.44 Lease Time………...54

Gambar 3.45 Add Hotspot………..55

Gambar 3.46 Hotspot setup 1……….55

Gambar 3.47 Hotspot setup 2……….56

Gambar 3.48 Hotspot setup 3……….56

Gambar 3.49 Hotspot setup 4……….57

Gambar 3.50 Hotspot setup 5……….57

Gambar 351 Hotspot setup 6……….……….58

Gambar 3.52 Hotspot setup 7……….58

Gambar 3.53 Add user baru………...59

Figur

Gambar 3.4 wlan1 setting
Gambar 3 4 wlan1 setting . View in document p.30
Gambar 3.5 Routing
Gambar 3 5 Routing. View in document p.31
Gambar 3.6 Interfaces Routerboard 2
Gambar 3 6 Interfaces Routerboard 2 . View in document p.32
Gambar 3.7 wlan1 setting Routerboard 2
Gambar 3 7 wlan1 setting Routerboard 2 . View in document p.33
Gambar 3.8 Skema metode Bridging
Gambar 3 8 Skema metode Bridging . View in document p.34
Gambar 3.9 Add Bridge
Gambar 3 9 Add Bridge . View in document p.35
Gambar 3.11 Bridge port ether1
Gambar 3 11 Bridge port ether1 . View in document p.36
Gambar 3.10 Setting bridge1
Gambar 3 10 Setting bridge1 . View in document p.36
Gambar 3.13 wlan1 dan ether1 telah di-bridging
Gambar 3 13 wlan1 dan ether1 telah di bridging . View in document p.37
Gambar 3.15 wlan1 aktif
Gambar 3 15 wlan1 aktif . View in document p.38
Gambar 3.26 Wireless wlan1
Gambar 3 26 Wireless wlan1 . View in document p.45
Gambar 3.28 Reset konfigurasi
Gambar 3 28 Reset konfigurasi . View in document p.46
Gambar 3.27 Scan AP
Gambar 3 27 Scan AP . View in document p.46
Gambar 3.30 ether1 IP address
Gambar 3 30 ether1 IP address . View in document p.47
Gambar 3.29 IP address interface
Gambar 3 29 IP address interface . View in document p.47
Gambar 3.32 wlan1 belum aktif
Gambar 3 32 wlan1 belum aktif . View in document p.48
Gambar 3.33 wlan1 aktif
Gambar 3 33 wlan1 aktif . View in document p.49
Gambar 3.34 General setting wlan1
Gambar 3 34 General setting wlan1 . View in document p.49
Gambar 3.35 Wireless setting wlan1 awal
Gambar 3 35 Wireless setting wlan1 awal . View in document p.50
Gambar 3.36 Wireless setting wlan1 baru
Gambar 3 36 Wireless setting wlan1 baru . View in document p.51
Gambar 3.38 dhcp1
Gambar 3 38 dhcp1 . View in document p.52
Gambar 3.37 Add DHCP
Gambar 3 37 Add DHCP . View in document p.52
Gambar 3.40 dhcp1 setup 2
Gambar 3 40 dhcp1 setup 2 . View in document p.53
Gambar 3.39 dhcp1 setup 1
Gambar 3 39 dhcp1 setup 1. View in document p.53
Gambar 3.42 dhcp1 setup 4
Gambar 3 42 dhcp1 setup 4 . View in document p.54
Gambar 3.41 dhcp1 setup 3
Gambar 3 41 dhcp1 setup 3. View in document p.54
Gambar 3.44 Lease Time
Gambar 3 44 Lease Time . View in document p.55
Gambar 3.43 dhcp1 setup 5
Gambar 3 43 dhcp1 setup 5 . View in document p.55
Gambar 3.46 Hotspot setup 1
Gambar 3 46 Hotspot setup 1. View in document p.56
Gambar 3.53 Add user baru
Gambar 3 53 Add user baru . View in document p.60

Referensi

Memperbarui...