• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Aplikasi Penjualan Hasil Perkebunan Secara online Dengan Menggunakan PHP Dan MySQL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Perancangan Aplikasi Penjualan Hasil Perkebunan Secara online Dengan Menggunakan PHP Dan MySQL"

Copied!
160
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN APLIKASI PENJUALAN HASIL PERKEBUNAN

SECARA ONLINE DENGAN MENGGUNAKAN PHP dan MySQL

SKRIPSI

KIKI RAHMAYANI HARAHAP

021401017

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

PERANCANGAN APLIKASI PENJUALAN HASIL PERKEBUNAN

SECARA ONLINE DENGAN MENGGUNAKAN PHP dan MySQL

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar

Sarjana Komputer

KIKI RAHMAYANI HARAHAP

021401017

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

PERSETUJUAN

Judul : PERANCANGAN APLIKASI PERKEBUNAN SECARA ONLINE DENGAN MENGGUNAKAN PHP dan MySQL

Kategori : SKRIPSI

Nama : KIKI RAHMAYANI HARAHAP

Nomor Induk Mahasiswa : 021401017

Program Studi : S-1 ILMU KOMPUTER

Departemen : ILMU KOMPUTER

Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

(FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Diluluskan di Medan, Juni 2008

Komisi Pembimbing :

Pembimbing 2 Pembimbing 1

Drs. Dahlan Sitompul, M.Eng Drs. James Piter Marbun, M.Kom

NIP 132 316 481 NIP 131 639 804

Diketahui/Disetujui oleh

Departemen Ilmu Komputer FMIPA USU Ketua,

(4)

PERNYATAAN

PERANCANGAN APLIKASI PENJUALAN HASIL PERKEBUNAN SECARA ONLINE DENGAN MENGGUNAKAN PHP dan MySQL

SKRIPSI

Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing masing disebutkan sumbernya.

Medan, Juni 2008

(5)

PENGHARGAAN

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas berkat, rahmat dan karunia yang diberikan-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.

(6)

ABSTRAK

(7)

SELLING APPLICATION DESIGN OF PLANTATION PRODUCT IN ONLINE

WAY BY USING PHP and MySQL

ABSTRACT

(8)

DAFTAR ISI

Halaman

Persetujuan ii

Pernyataan iii

Penghargaan iv

Abstrak v

1.2 Identifikasi Masalah 2

1.3 Maksud dan Tujuan 2

1.4 Batasan Masalah 2

1.5 Metodologi Penelitian 3

1.6 Sistematika Penulisan 3

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.3.5.1 Bagan Alir Sistem (Flowchart) 15

2.3.5.2 Bagan Alir Dokumen 15

2.3.5.3 Bagan Alir Skematik 17

2.3.5.4 Bagan Alir Program 17

2.3.5.5 Bagan Alir Proses 17

2.4 Pengenalan Pemrograman PHP 18

2.5 Fungsi-Fungsi dalam Pemrogramanan PHP 19

(9)

2.7 Tipe Data dalam Pemrogramanan PHP 21

2.8 Operator dalam Pemrogramanan PHP 21

2.9 Pengenalan Data Base MySQL 24

3.2.2 Diagaram Konteks (Context Diagram) 26

3.2.3 Perancangan Susunan Diagram Tampil 28

3.2.3.1 Perancangan Diagram Tampil Administator 28

Pada Antarmuka Pembeli 41

3.3 Algoritma 42

3.3.1 Algoritma Home Administrator 42

3.3.2 Algoritma Login Administrator 42

3.3.3 Algoritma Data Kategori 43

3.3.4 Algoritma Data Produk 43

3.3.5 Algoritma Data Order 44

3.3.6 Algoritma Data Pembelian 46

BAB 4 IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK

4.1 Batasan Implementasi 48

4.2 Implementasi Program 48

4.2.1 Aplikasi Administrator 49

4.2.1.1 Halaman Home 49

(10)

4.2.1.3 Halaman Tambah Kategori 50 4.2.1.4 Halaman Produk pada Administrator 51 4.2.1.5 Halaman Tambah Produk 52

4.2.1.6 Halaman Order 53

4.2.1.7 Halaman User pada Administrator 55

4.2.2 Aplikasi Antarmuka Pembeli 57

4.2.2.1 Halaman Utama 57

4.2.2.2 Halaman Produk-Produk pada Kategori 58

4.2.2.3 Halaman Pembelian 59

4.2.2.4 Halaman Penutup 65

4.2.3 Prosedur Program 66

4.2.3.1 Prosedur Program untuk

menampilkan Kategori 66

4.2.3.1 Prosedur untuk Tambah Kategori 68

BAB 5 PENUTUP

5.1 Kesimpulan 70

5.2 Saran 70

DAFTAR PUSTAKA 71

LAMPIRAN A Listing Program 73

LAMPIRAN B Flowchart Modul Administrator 98

(11)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Struktur basis data 10

Gambar 2.2 Simbol Data Store 13

Gambar 2.3 Simbol Alur Data 14

Gambar 2.4 Simbol-Simbol di Bagan Alir Proses 18

Gambar 3.1 Bagan Berjenjang Aplikasi Online 27

Gambar 3.2 Diagram Konteks Aplikasi Penjualan Secara Online 27 Gambar 3.3 Diagram Tampil untuk Antarmuka Administrator 28

Gambar 3.4 Diagram Tampil pada Antarmuka Pembeli 29

Gambar 3.5 Diagram Arus Data Level 1 30

Gambar 3.6 Diagram Arus Data Level 2 31

Gambar 3.7 Diagram Arus Data Level 3 32

Gambar 3.8 Hubungan Antartabel 33

Gambar 3.9 Hubungan File-File PHP pada Administrator 40 Gambar 3.10 Hubungan File-File PHP pada Antarmuka Pembeli 41

Gambar 4.1 Halaman Utama pada Administrator 49

Gambar 4.2 Halaman Kategori Penjualan pada Administrator 50 Gambar 4.3 Halaman Penambahan Kategori pada Administrator 51 Gambar 4.4 Halaman Produk dari Kategori pada Administrator 52

Gambar 4.5 Halaman Tambah Produk 53

Gambar 4.6 Halaman Penyimpanan Data Order pada Administrator 54 Gambar 4.7 Halaman Penjabaran Order pada Administrator 55 Gambar 4.8 Halaman Penyimpanan Data User pada Administrator 56

Gambar 4.9 Halaman Tambah User pada Administrator 57

Gambar 4.10 Halaman Utama Antarmuka Pembeli 58

Gambar 4.11 Halaman Menampilkan Produk dari Salah Satu Kategori 59

Gambar 4.12 Halaman Pembelian pada Antarmuka Pembeli 60

Gambar 4.13 Halaman Pembelian dan Pemesanan 61

Gambar 4.14 Halaman Konfirmasi Pembelian 62

Gambar 4.15 Halaman Formulir Data Pembeli 63

Gambar 4.16 Lanjutan Halaman Formulir Pembeli 64

Gambar 4.17 Halaman Konfirmasi Pesanan dan Data Pembeli 65

(12)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Fungsi dalam PHP 18

Tabel 2.2 Operator Aritmatika 22

Tabel 2.3 Operator Increment/Decrement 22

Tabel 2.4 Operator Perbandingan 23

Tabel 2.5 Tipe Data String 25

Tabel 2.6 Tipe Data Tanggal 25

Tabel 3.1 Struktur Tabel User Administrator 34

Tabel 3.2 Struktur Tabel Shop_config 34

Tabel 3.3 Struktur Tabel Product 35

Tabel 3.4 Struktur Tabel Order_item 36

Tabel 3.5 Struktur Tabel Order 37

Tabel 3.6 Struktur Tabel Currency 38

Tabel 3.7 Struktur Tabel Category 38

(13)

DAFTAR ISI

Halaman

Persetujuan ii

Pernyataan iii

Penghargaan iv

Abstrak v

1.2 Identifikasi Masalah 2

1.3 Maksud dan Tujuan 2

1.4 Batasan Masalah 2

1.5 Metodologi Penelitian 3

1.6 Sistematika Penulisan 3

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.5 Fungsi-Fungsi dalam Pemrogramanan PHP 19

2.6 Variabel dalam Pemrogramanan PHP 21

2.7 Tipe Data dalam Pemrogramanan PHP 21

2.8 Operator dalam Pemrogramanan PHP 21

2.9 Pengenalan Data Base MySQL 24

(14)

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

3.1 Metode Perancangan 26

3.2 Hasil Perancangan 26

3.2.1 Bagan Berjenjang 26

3.2.2 Diagaram Konteks (Context Diagram) 26

3.2.3 Perancangan Susunan Diagram Tampil 28

3.2.3.1 Perancangan Diagram Tampil Administator 28

Pada Antarmuka Pembeli 41

3.3 Algoritma 42

3.3.1 Algoritma Home Administrator 42

3.3.2 Algoritma Login Administrator 42

3.3.3 Algoritma Data Kategori 43

3.3.4 Algoritma Data Produk 43

3.3.5 Algoritma Data Order 44

3.3.6 Algoritma Data Pembelian 46

BAB 4 IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK

4.1 Batasan Implementasi 48

4.2 Implementasi Program 48

4.2.1 Aplikasi Administrator 49

4.2.1.1 Halaman Home 49

4.2.1.2 Halaman Kategori 50

4.2.1.3 Halaman Tambah Kategori 50

4.2.1.4 Halaman Produk pada Administrator 51

4.2.1.5 Halaman Tambah Produk 52

4.2.1.6 Halaman Order 53

(15)

4.2.2 Aplikasi Antarmuka Pembeli 57

4.2.2.1 Halaman Utama 57

4.2.2.2 Halaman Produk-Produk pada Kategori 58

4.2.2.3 Halaman Pembelian 59

4.2.2.4 Halaman Penutup 65

4.2.3 Prosedur Program 66

4.2.3.1 Prosedur Program untuk

menampilkan Kategori 66

4.2.3.1 Prosedur untuk Tambah Kategori 68

BAB 5 PENUTUP

5.1 Kesimpulan 70

5.2 Saran 70

DAFTAR PUSTAKA 71

(16)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Fungsi dalam PHP 18

Tabel 2.2 Operator Aritmatika 22

Tabel 2.3 Operator Increment/Decrement 22

Tabel 2.4 Operator Perbandingan 23

Tabel 2.5 Tipe Data String 25

Tabel 2.6 Tipe Data Tanggal 25

Tabel 3.1 Struktur Tabel User Administrator 34

Tabel 3.2 Struktur Tabel Shop_config 34

Tabel 3.3 Struktur Tabel Product 35

Tabel 3.4 Struktur Tabel Order_item 36

Tabel 3.5 Struktur Tabel Order 37

Tabel 3.6 Struktur Tabel Currency 38

Tabel 3.7 Struktur Tabel Category 38

(17)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Struktur basis data 10

Gambar 2.2 Simbol Data Store 13

Gambar 2.3 Simbol Alur Data 14

Gambar 2.4 Simbol-Simbol di Bagan Alir Proses 18

Gambar 3.1 Bagan Berjenjang Aplikasi Online 27

Gambar 3.2 Diagram Konteks Aplikasi Penjualan Secara Online 27 Gambar 3.3 Diagram Tampil untuk Antarmuka Administrator 28

Gambar 3.4 Diagram Tampil pada Antarmuka Pembeli 29

Gambar 3.5 Diagram Arus Data Level 1 30

Gambar 3.6 Diagram Arus Data Level 2 31

Gambar 3.7 Diagram Arus Data Level 3 32

Gambar 3.8 Hubungan Antartabel 33

Gambar 3.9 Hubungan File-File PHP pada Administrator 40 Gambar 3.10 Hubungan File-File PHP pada Antarmuka Pembeli 41

Gambar 4.1 Halaman Utama pada Administrator 49

Gambar 4.2 Halaman Kategori Penjualan pada Administrator 50 Gambar 4.3 Halaman Penambahan Kategori pada Administrator 51 Gambar 4.4 Halaman Produk dari Kategori pada Administrator 52

Gambar 4.5 Halaman Tambah Produk 53

Gambar 4.6 Halaman Penyimpanan Data Order pada Administrator 54 Gambar 4.7 Halaman Penjabaran Order pada Administrator 55 Gambar 4.8 Halaman Penyimpanan Data User pada Administrator 56

Gambar 4.9 Halaman Tambah User pada Administrator 57

Gambar 4.10 Halaman Utama Antarmuka Pembeli 58

Gambar 4.11 Halaman Menampilkan Produk dari Salah Satu Kategori 59

Gambar 4.12 Halaman Pembelian pada Antarmuka Pembeli 60

Gambar 4.13 Halaman Pembelian dan Pemesanan 61

Gambar 4.14 Halaman Konfirmasi Pembelian 62

Gambar 4.15 Halaman Formulir Data Pembeli 63

Gambar 4.16 Lanjutan Halaman Formulir Pembeli 64

Gambar 4.17 Halaman Konfirmasi Pesanan dan Data Pembeli 65

(18)

ABSTRAK

(19)

SELLING APPLICATION DESIGN OF PLANTATION PRODUCT IN ONLINE WAY BY USING PHP and MySQL

ABSTRACT

(20)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam setiap perusahaan baik skala besar maupun kecil, selalu berupaya agar

pemasaran produk yang dihasilkan perusahaannya dikenal oleh pasar. Berbagai cara

dilakukan marketing agar produk yang akan dipasarkan diminati oleh orang banyak,

mulai dari door to door, selebaran, mass media hingga melalui internet yang sangat

diminati orang sibuk.

Promosi lewat internet juga bervariasi, ada yang hanya dengan kata-kata slogan

yang menumpang ke halaman promosi orang lain, ada berbentuk iklan yang khusus

masuk ke dunia periklanan, ada yang membangun sendiri halaman promosi, bahkan ada

yang membangun halaman promosi sekaligus menjual barang melalui internet.

Promosi barang hingga menjual barang lewat internet sering disebut dengan istilah

“belanja online” yaitu belanja lewat internet, dan membeli barang dengan mengklik

ikon beli dan spesifikasi barang-barang yang sudah tertera. Belanja lewat internet adalah

belanja secara nyata, meskipun tidak ada pertemuan langsung antara produsen

(supplier), penjual dan pembeli.

Halaman jelajah yang digunakan untuk belanja lewat internet tersebut sering

disebut “aplikasi online” atau lebih dikenal dengan istilah “shopping chart” yaitu

mediator yang digunakan dalam transaksi jual beli di dunia maya, melihat barang yang

akan kita beli tanpa menyentuhnya. Bertitik tolak dari hal tersebut diatas, disusunlah

tugas akhir yang membahas tentang perancangan sistem informasi atau aplikasi online

penjualan berbasis web yang berjudul Perancangan Aplikasi Penjualan Hasil

Perkebunan Secara Online dengan Menggunakan PHP dan MySQL.

Aplikasi online pada tugas akhir ini berkisar pada pemasaran hasil tanaman

palawija saja, yang dibangun untuk mendukung dan membantu orang-orang yang

bergerak dibidang pertanian yang menghasilkan tanaman-tanaman palawija, dengan

(21)

1.2 Identifikasi Masalah

Adapun permasalahan yang akan dibahas pada penulisan tugas akhir ini adalah :

1. Pengembangan perangkat lunak Aplikasi Jual beli secara online.

Pada permasalahan ini akan dilakukan pembuatan perangkat lunak Aplikasi

Penjualan hasil tanaman palawija secara online dengan menggunakan bahasa

pemrograman PHP dan Database MySQL.

2. Aplikasi penjualan hasil tanaman palawija secara online memverifikasi data

yang masuk sehingga orang yang berbelanja akan merasa nyaman.

1.3 Maksud dan Tujuan Penulisan

Adapun maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah membangun Aplikasi Penjualan

hasil tanaman palawija secara online dengan menggunakan Bahasa Pemrograman PHP

dengan Database MySQL.

Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah:

1. Dengan aplikasi ini, orang dapat berbelanja lewat internet, dan membayar

barang yang dibeli dengan menggunakan nomor rekening bank konsumen,

tanpa harus ada perjumpaan antara pembeli dan penjual.

2. Mempermudah serta memperluas usaha para produsen tanaman palawija

dalam memasarkan hasil pertaniannya.

1.4Batasan Masalah

Untuk lebih memperjelas permasalahan yang akan dibahas, maka permasalahan pada

penulisan tugas akhir ini dibatasi dalam ruang lingkup yaitu:

1. Membuat Aplikasi Berbasis Internet yaitu Aplikasi penjualan hasil tanaman

palawija lewat internet yang dapat diakses oleh khalayak umum.

2. Membangun Aplikasi penjualan tanaman palawija secara online

(22)

3. Membangun aplikasi penjualan secara online mengutamakan kenyamanan

pengunjung dengan hak akses yang tidak terbatas.

4. Aplikasi penjualan online yang dibangun dihubungkan dengan database yang

dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan tentang keadaan stok

tanaman palawija yang tersedia.

5. Hasil pertanian dalam Aplikasi hanya mencakup hasil tomat, cabai dan

wortel tetapi tanpa tertutup kemungkinan untuk menambah hasil pertanian

lainnya.

1.5Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu:

1. Observasi

Observasi dilakukan baik secara teoritis ataupun secara praktik melakukan

riset dan penelitian kepada para produsen pertanian.

2. Perancangan Database

Pada tahap ini dibangun database menggunakan MySQL sebagai tempat

penyimpanan data yang dibutuhkan oleh aplikasi online.

3. Perancangan Aplikasi

Pada tahap ini dibuat aplikasi yang menggunakan PHP dan proses

menghubungkannya dengan database MySQL yang telah dibangun lebih

dulu.

4. Implementasi

Pada tahap ini adalah proses diimplementasikannya program yang telah jadi

atau dapat juga disebut proses pengujicobaan program.

1.6Sistematika Penulisan

Agar penulisan menjadi lebih terstruktur, maka penulisan ini dibagi menjadi lima bab

(23)

Bab I : PENDAHULUAN

Dalam bab ini dijelaskan mengenai latar belakang pemilihan judul, identifikasi

masalah, tujuan penulisan, batasan masalah, serta sistematika penulisan.

Bab II : LANDASAN TEORI

Dalam bab ini dibahas teori–teori yang merupakan dasar pemecahan masalah

dari ruang lingkup penelitian yang dibahas seperti pengertian pemrograman aplikasi

berbasis internet dan hubungannya dengan database.

Bab III: PERANCANGAN SISTEM

Bab ini berisi tentang rancangan sistem yang diusulkan. Pada bab ini juga

dibahas tentang DFD, spesifikasi data, dan algoritma program.

Bab IV: IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK

Dalam bab ini akan dibahas mengenai implementasi perangkat lunak yang

digunakan untuk menangani perbelanjaan lewat internet.

Bab V: KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam bab terakhir ini akan dibahas kesimpulan yang dapat diambil secara

keseluruhan dari uraian bab-bab sebelumnya, dan saran–saran dari hasil yang diperoleh

(24)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Pengenalan Web

2.1.1 Sejarah Web

Sejarah Web dimulai pada bulan Maret 1989 ketika Tim Berner – Lee yang bekerja di

laboratorium Fisika Pertikel Eropa atau yang dikenal dengan nama CERN (Consei

European pour la Recherce Nuclaire) yang berada di Genewa, Swiss, mengajukan

protocol yaitu suatu tata cara untuk berkomunikasi sistem distribusi informasi internet

yang digunakan untuk berbagi informasi di antara para fisikawan (Abdul Kadir, 2003).

2.1.2 Definisi Web

World Wide Web (www) atau biasa disebut dengan web, merupakan salah satu sumber

daya internet yang berkembang pesat. Informasi web didistribusikan melalui pendekatan

hypertext, yang memungkinkan suatu teks pendek menjadi acuan untuk membuka

dokumen yang lain. Dengan pendekatan hypertext ini seseorang dapat memperoleh

informasi dengan meloncat dari suatu dokumen ke dokumen yang lain.

Dokumen-dokumen yang diaksespun dapat tersebar di pelbagai mesin dan bahkan di berbagai

negara. Bagai jaring laba–laba, jejaring web telah membentang ke seluruh penjuru dunia

(Abdul Kadir, 2003).

Web menyediakan jaringan di mana-mana dan murah, mempunyai pengguna

berdasarkan software web browser yang distandarisasi yang berjalan pada berbagai

komputer biasa. Untuk pengembang, software web server gratis secara gratis tersedia,

dapat merespon permintaan untuk dokumen dan program. Beberapa bahasa scripting

telah diadaptasikan atau dirancang untuk menghasilkan program untuk digunakan

(25)

2.1.3 Aplikasi Web

Suatu aplikasi web dirancang untuk membantu pengguna (user ) menyelesaikan atau

mengerjakan tugas dan merupakan sebuah aplikasi sederhana yang menampilkan

informasi di dalam jendela browser (Jhonsen, 2001).

Halaman web yang dikenal ada dua, yaitu statis dan dinamis. Statis maksudnya

adalah bahwa pengguna tidak dapat berinteraksi dengan halaman web. Pengguna hanya

dapat melihat informasi yang ada pada halaman web. Sedangkan pada halaman web

dinamis, pengguna diizinkan untuk berinteraksi dengan halaman web. Pengguna yang

berbeda mungkin akan melihat halaman web yang berbeda juga. Sebagai contoh, satu

pengguna melihat suatu katalog buku yang ada pada toko buku dan mungkin memilih

untuk menampilkan informasi tentang buku komputer, sedangkan pengguna lain

mungkin memilih untuk menampilkan informasi tentang buku terbaru, misalnya buku

akuntansi. Untuk menciptakan halaman web dinamis, harus digunakan bahasa yang

mendukung hal tersebut (Arif Ramadhan, 2005).

2.2 Definisi Sistem

Sistem sebagai jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,

berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan sasaran

tertentu (Jogyanto, 1984).

Sistem adalah himpunan suatu benda nyata atau abstrak dari bagian-bagian atau

komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, dan

saling mendukung yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan untuk mencapai

tujuan tertentu secara efisien dan efektif (Janner Simarmata, 2004).

Sistem merupakan data yang telah disusun sedemikian rupa sehingga bermakna

dan bermanfaat karena dapat dikomunikasikan kepada seseorang yang akan

menggunakannya untuk mengambil keputusan yang baik (Valade, 2002). Syarat-syarat

(26)

1. Relevansi

Dalam konteks organisasi, informasi yang diperlukan adalah yang benar-benar

relevan dengan permasalahan, misi, dan tujuan perusahaan.

2. Ketepatan Waktu

Informasi harus tersedia tepat pada waktunya. Syarat ini terutama sangat penting

pada saat organisasi membutuhkan informasi, ketika manajer hendak membuat

keputusan-keputusan yang krusial.

3. Akurat

Syarat ini mengharuskan bahwa informasi bersih dari kesalahan dan kekeliruan.

Ini juga berarti bahwa informasi harus jelas dan secara akurat mencerminkan

makna yang terkandung dari data pendukungnya.

Informasi adalah data yang sudah diproses dalam bentuk yang berguna bagi

pemakai, dan mempunyai nilai pikir yang nyata bagi pembuatan keputusan pada saat

sedang berjalan atau untuk prospek masa depan.

2.3 Sistem Basis Data

Basis data adalah kumpulan file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file

yang lainnya sehingga membentuk suatu bangunan data untuk menginformasikan satu

perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu.

Basis data tidak memasukkan kumpulan data informal, biasa atau manual.

Penyimpanan dan pemrosesan data menggunakan formalisasi kemampuan sistem

komputer, mengakibatkan suatu keberadaan sebagai suatu entitas terpisah di dalam

suatu organisasi dan di dalam suatu sistem berbasis komputer. Basis data berkaitan

dengan beberapa satuan organisasi yang jelas.

Kadang-kadang hal ini berguna untuk membedakan basis data dari berkas atau

(27)

sederetan media seperti kartu berlobang atau perekam magnetic. Alat-alat penyimpanan

langsung memberikan kemungkinan baru untuk secara eksplisit menghubungkan

record-record data di dalam dan di antara berkas-berkas.

Istilah berkas masih berguna untuk mengartikan record dimana semuanya

berasal dari jenis dan deskripsi format yang sama. Ada dua pembagian sistem basis

data yaitu:

1. Sistem Basis Data Multiuser

Sistem basis data multiuser adalah sistem basis data berupa client server dimana banyak pengguna yang dapat mengakses basis data dalam waktu yang

bersamaan. Sebagai contoh yaitu suatu web server, dimana server itulah yang

berbicara dengan server basis datanya. Client menjalankan perangkat lunak

browser (satu-satunya perangkat lunak pada client yang berhubungan dengan

user). Sistem basis data multiuser ini sangat cocok digunakan untuk sistem yang dibangun dalam skala yang sangat besar.

2. Sistem Basis Data Single User

Sistem basis data single user adalah sistem basis data yang terdapat pada PC standalone dengan kata lain, pengguna tidak dapat melakukan akses basis data pada waktu yang bersamaan. Sistem basis data single user merupakan kebalikan dari sistem basis data multiuser. Sistem basis data single user kurang efektif karena sistem tidak dapat dipergunakan oleh banyak pemakai, sehingga sistem

ini biasanya berjalan pada sistem-sistem yang relatif kecil.

2.3.1 Karakteristik Basis Data

Adapun yang menjadi karakteristik basis data adalah sebagai berikut:

1. Suatu kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara

bersama-sama tanpa mengganggu satu bersama-sama lainnya atau membentuk data cadangan.

2. Penambahan data baru, modifikasi data dan pengambilan kembali data dapat

dilakukan dengan mudah dan terkontrol.

3. Dapat digunakan oleh satu program aplikasi atau lebih secara optimal

4. Penyimpanan yang sedemikian rupa sehingga berguna untuk efisiensi

(28)

2.3.2 Struktur Basis Data

Suatu basis data dihimpun dari suatu skema atau pola logika dari unsur-unsur yang

dapat digolongkan sebagai struktur basis data, struktur basis data dapat dilihat pada

Gambar 2.1.

Gambar 2.1 Struktur Basis Data

1. Basis data adalah kumpulan dari file yang mempunyai kaitan antara satu file

dengan file yang lainnya.

2. File adalah kumpulan dari record sejenis yang mempunyai panjang dengan

elemen yang sama, atribut sama, namun berbeda-beda nilainya.

3. Record adalah kumpulan dari elemen yang saling berkaitan menginformasikan

tentang suatu entity secara lengkap.

4. Field adalah elemen terkecil dalam basis data. BASIS DATA

FILE FILE FILE

RECORD RECORD RECORD

(29)

2.3.3 Metode Perancangan Basis Data

Jenis-jenis metode perancangan basis data adalah sebagai berikut:

1. Perancangan konseptual

Perancangan model konseptual merupakan tugas basis data administrator yaitu

orang yang mempunyai kekuasaan sebagai pusat pengontrol terhadap seluruh sistem.

Sedangkan data maupun program yang mengakses data disebut sebagai basis data.

Model konseptual merupakan kombinasi beberapa cara untuk memproses data untuk

beberapa aplikasi. Konsep konseptual tidak tergantung pada aplikasi individual pada

DBMS yang digunakan pada perangkat keras serta model fisik.

Pada perancangan model konseptual penekanan tinjauan dilakukan pada struktur data.

Relasi antarfile tidaklah perlu dipikirkan tentang terapan yang akan dilakukan pada

basis data. Pendekatan yang dilakukan pada perancangan model konseptual adalah

menggunakan model data relasional. Terdapat dua buah teknik untuk melakukan

perancangan model konseptual yaitu:

a. Teknik Normalisasi

b. Teknik Entity Relationship

Teknik normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel

yang menunjukan entitas dan relasinya. Pada proses normalisasi selalu diuji kondisi,

apabila ada kehilangan pada saat menambah, menghapus, membaca, mengubah pada

suatu basis data. Bila ada kesalahan pada saat pengujian tersebut, maka relasi

dipecahkan menjadi beberapa tabel lagi atau dengan kata lain perancangan belum

(30)

Perancangan basis data teknik Entity Relationship yaitu pada model data relasional

hubungan antara file direlasikan dengan hubungan antara kunci relasi yang merupakan

kunci utama dari masing-masing file. Perancangan basis data yang tepat akan

menyebabkan data yang dirancang menjadi optimal.

2. Perancangan Logikal

Model data logikal adalah suatu teknik untuk menjelaskan dengan baik struktur

informasi basis data dan aturan-aturan sebagai masukan pada proses

perancangan basis data.

Langkah-langkah dalam model data logikal ditunjukan dalam satu set kriteria untuk

mendapatkan model data logikal optimal, yaitu:

1. Kebenaran struktur

2. Kemudahan

3. Tidak redudansi, tidak mempunyai informasi yang berlebihan

4. Dapat dipakai bersama

5. Mudah dikembangkan

6. Perancangan fisik

Langkah terakhir dalam perancangan basis data ialah perancangan basis data fisik.

Dalam tahap ini ditentukan struktur penyimpanan internal dan organisasi file dari basis

data.

Bersamaan dengan kegiatan ini, program aplikasi dirancang dan diimplementasikan

sebagai transaksi basis data yang sesuai dengan spesifikasi transaksi level data, sehingga

basis data yang diinginkan secara fisik menjadi optimal dari segi ruang dan waktu.

(31)

Data flow diagram adalah alat pembuatan model yang memungkinkan perancang sistem

untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang

dihubungkan satu sama lain dengan alir data, baik secara manual maupun

komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble Chart, model proses,

diagram alur kerja, atau model fungsi. DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model

yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang

lebih penting dan kompleks dari data yang digunakan untuk menjelaskan aliran

informasi dan transformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga keluaran.

Untuk memudahkan pembacaan DFD, maka penggambaran DFD disusun berdasarkan

tingkatan atau level dari atas ke bawah, yaitu:

a. Diagram Konteks (Level 0)

Diagram konteks merupakan diagram paling atas yang terdiri dari suatu proses

dan menggambarkan ruang lingkup proses. Hal yang digambarkan dalam

diagram konteks adalah hubungan terminator dengan sistem dan juga gambaran

sistem dalam suatu proses. Sedangkan hal yang tidak digambarkan dalam

diagram konteks adalah hubungan antara terminator dengan data store.

b. Diagram Zero (Level 1)

Diagram zero merupakan diagram yang berada di antara diagram konteks dan

diagram detail serta menggambarkan proses utama dari DFD. Hal yang

digambarkan dalam diagram zero adalah proses utama dari sistem serta

hubungan entitas, proses, alur data, dan data store.

c. Diagram Detail (Primitif)

Diagram detail merupakan penguraian dalam proses yang ada dalam diagram

zero. Diagram yang paling rendah dan tidak dapat diuraikan lagi. Data Flow

Diagram (DFD) memiliki empat komponen, yaitu:

(32)

Terminator mewakili entitas yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang

dikembangkan. Terminator merupakan kesatuan di lingkungan sistem yang

dapat berupa orang, organisasi, atau sistem lainnya yang berada di

lingkungan luar sistem yang akan memberikan input maupun output dari

sistem. Biasanya terminator ini dikenal dengan nama entitas (entity), sumber

dan tujuan (source and sink). Terminator dapat juga berupa departemen,

divisi atau sistem diluar sistem yang berkomunikasi dengan sistem yang

dikembangkan. Ada tiga hal penting yang harus diingat tentang terminator:

1. Terminator merupakan bagian atau lingkungan luar sistem. Alur data yang

menghubungkan terminator dengan berbagai proses sistem menunjukkan

ubungan sistem dengan dunia luar.

2. Profesional sistem tidak dapat mengubah isi atau cara kerja, organisasi

atau prosedur yang berkaitan dengan terminator.

3. Hubungan yang ada antarterminator yang satu dengan yang lain tidak

dapat digambarkan pada DFD.

2. Proses

Proses sering dikenal dengan nama bubble, fungsi, atau informasi.

Komponen proses menggambarkan bagian dari sistem yang

mentransformasikan input ke output, atau dapat dikatakan bahwa komponen

proses menggambarkan transformasi satu input atau lebih menjadi output.

Proses dilambangkan dengan lingkaran atau empat persegi panjang tegak

dengan sudut tumpul. Proses diberi nama untuk menerangkan proses atau

kegiatan apa yang sedang atau akan dilaksanakan.

3. Data Store (Penyimpanan Data)

Data store digunakan sebagai sarana untuk pengumpulan data. Data store

disimbolkan dengan dua garis horizontal yang paralel yang tertutup pada

salah satu ujungnya atau dua garis horizontal. Suatu nama perlu diberikan

(33)

Mobil Mobil

Gambar 2.2 Simbol Data Store

Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan seperti: file atau

database yang berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi,

contohnya: file pita magnetik, file disket, dan file hard disk. Data store juga

berkaitan dengan penyimpanan data.

4. Alur Data (Data Flow)

Suatu data flow atau alur data dapat dipresentasikan dengan anak panah yang

menunjukkan arah menuju ke dan keluar dari suatu proses. Alur data ini

digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau satu paket data atau

informasi dari suatu bagian sistem ke bagian lainnya. Alur data dapat

disimbolkan dengan panah. Selain menunjukkan arah, alur data pada model

yang dibuat oleh perancang sistem dapat merepresentasikan bit, karakter,

pesan, formulir, bilangan real, dan macam-macam informasi–informasi yang

berkaitan dengan komputer.

DATA INFORMASI

Gambar 2.3 Simbol Alur Data

2.3.5 Bagan Alir (Flowchart)

Bagan alir adalah bagan (chart) yang menunjukkkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu

komunikasi dan untuk dokumentasi. Pada waktu menggambar suatu bagan alir, analis

sistem atau pemrogram dapat mengikuti pedoman-pedoman sebagai berikut:

1. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri

dari suatu halaman.

(34)

3. Harus ditunjukkan dari mana kegiatan akan dimulai dan dimana akan

berakhirnya.

4. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata

yang mewakili suatu pekerjaan, misalnya: “persiapkan” dokumen, “Hitung”

gaji.

5. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir harus di dalam urutan yang

semestinya.

6. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung di tempat lain harus ditunjukkan

dengan jelas menggunakan simbol penghubung.

7. Gunakanlah simbol-simbol bagan alir yang standar.

Ada lima macam bagan alir, yaitu :

1. Bagan alir sistem (system flowchart). 2. Bagan alir dokumen (document flowchart). 3. Bagan alir skematik (schematic flowchart). 4. Bagan alir program (program flowchart). 5. Bagan alir proses (process flowchart).

2.3.5.1 Bagan Alir Sistem (Sytem Flowchart)

Bagan alir sistem (system flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini mejelaskan urut-urutan dari

prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang

dikerjakan di sistem. Bagan alir sistem digambar dengan menggunakan simbol-simbol

berikut ini:

Simbol dokumen

Menunjukkan dokumen input dan output baik untuk

proses manual, mekanik, atau komputer.

Simbol kegiatan manual

(35)

Simbol simpanan offline

File non-komputer yang diarsip urut angka(numerical).

File non-komputer yang diarsip urut huruf (alphabetical).

File non-komputer yang diarsip urut tanggal

(choronologal).

Simbol kartu plong

Menunjukkan input atau output yang menggunakan Kartu

plong (punched card).

Simbol proses

Menunjukkan kegiatan proses dari operasi program komputer.

Simbol operasi luar

Menunjukkan operasi yang dilakukan di luar proses operasi komputer.

Simbol pengurutan offline

Menunjukkan proses pengurutan data di luar proses komputer.

N

A

(36)

Simbol pita magnetik

Menunjukkan input atau output menggunakan pita magnetik.

Simbol hard disk

Menunjukkan input atau output menggunakan hard disk.

Simbol diskette

Menunjukkan input atau output menggunakan diskette.

Simbol display

Menunjukkan output yang ditampilkan di monitor.

2.3.5.2 Bagan Alir Dokumen

Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir (from flowchart) atau paperwork flowchart, merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya. Bagan alir dokumen ini

memakai simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem.

2.3.5.3 Bagan Alir Skematik

Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya

adalah, bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga

menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud

(37)

kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar ini

memudahkan untuk dipahami, tetapi sulit dan lama menggambarnya.

2.3.5.4 Bagan Alir Program

Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dari verivikasi

bagan alir sistem. Bagan alir program dibuat dengan menggunakan simbol-simbol

berikut: Simbol Input/Output digunakan untuk mewakili data input/output.

2.3.5.5 Bagan Alir Proses

Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem untuk menggambarkan

proses dalam suatu prosedur. Bagan alir proses menggunakan lima simbol tersendiri

yang dapat dilihat pada Gambar 2.4.

Menunjukkan suatu operasi (operation)

Menunjukkan suatu pemindahan (movement)

Menunjukkan suatu simpanan (storage)

Menunjukkan suatu inspeksi (inspection)

Menunjukkan suatu penundaan (delay)

(38)

Bagan alir proses selain dapat menunjukkan kegiatan dan simpanan yang

digunakan dalam suatu prosedur, dapat juga menunjukkan jarak kegiatan yang satu

dengan yang lainnya serta waktu yang diperlukan untuk suatu kegiatan.

2.4 Pengenalan Pemrograman PHP

PHP dibuat oleh Rasmus Lerdorf, seorang programmer Unix dan Perl pada bulan

Agustus-September 1994. PHP adalah salah satu bahasa server-side yang didesain khusus untuk aplikasi web. PHP disisipkan di antara bahasa HTML dan karena bahasa

server-side, maka bahasa PHP akan dieksekusi di server, sehingga yang dikirimkan ke browser adalah “hasil jadi” dalam bentuk HTML, dan kode PHP tidak akan terlihat.

PHP termasuk dalam Open Source Product. Jadi dapat diubah source code dan didistribusikannya secara bebas. PHP juga diedarkan secara gratis. PHP juga dapat

berjalan di berbagai web server seperti IIS dan Apache. Di awal Januari 2001, PHP

telah dipakai lebih dari 5 juta domain di seluruh dunia, dan akan terus bertambah karena

kemudahan aplikasi PHP ini dibandingkan dengan bahasa server side yang lain. Angka

sesungguhnya dapat dilihat di http:

Pengembangan PHP terus dilakukan dan kini PHP telah sampai pada versi-nya

adalah PHP 4.0 yang diterbitkan pada awal Mei 2000. Adapun kelebihan-kelebihan

PHP yaitu:

a. PHP mudah dibuat dan kecepatan akses tinggi.

b. PHP dapat berjalan dalam web server yang berbeda dan dalam sistem operasi

yang berbeda pula. PHP dapat berjalan pada sistem operasi Unix, Windows98,

Windows NT dan Macintosh.

c. PHP diterbitkan secara gratis.

d. PHP juga dapat berjalan pada web server Microsoft Personal Web Server,

Apache, IIS, Xitami, dan sebagainya.

e. PHP adalah termasuk bahasa yang embedded (dapat ditempel atau diletakkan

dalam tag HTML).

f. PHP termasuk server-side programming.

(39)

1. Oracle

2. Sybase

3. mSQL

4. MySQL

5. Solid

6. Generic ODBC

7. Postgres SQL

PHP juga mendukung komunikasi dengan layanan lain melalui protokol IMAP,

SNMP, NNTP, POP3 dan HTTP. Teks editor yang dapat digunakan untuk membuat

program PHP adalah Notepad, PHPed, Vi, emac, UltraEdit, dan yang terakhir yang

diluncurkan adalah Macromedia Dreamweaver. Sekarang ini banyak programmer web

menggunakan teks editor Macromedia Dreamweaver karena kemudahan yang

ditawarkan dalam mendesain sebuah web site. Sementara browser yang digunakan oleh

PHP untuk melihat hasilnya antara lain dapat menggunakan IE 4.0 atau lebih, Netscape

Navigator dan lainnya.

2.5 Fungsi-Fungsi dalam Pemrogramanan PHP

Untuk mengetahui tipe data suatu variabel dapat diperiksa dengan menggunakan

fungsi-fungsi yang telah disediakan oleh PHP. Beberapa fungsi-fungsi tersebut dapat dilihat pada

(40)

Tabel 2.1 Fungsi dalam PHP

Fungsi Keterangan

gettype Untuk memperoleh tipe data yang terdapat pada sebuah variabel. Format

penulisannya: Getttype(variabel) Hasilnya berupa tipe data dalam PHP

Is_array Untuk mengetahui apakah variabel tersebut berupa array atau tidak.

Format penulisannya: Is_array(variabel) Hasil:

True: variabel argument adalah array

False: variabel argument bukan array

Is_boll Untuk mengetahui apakah variabel tersebut berupa boolean atau tidak.

Format penulisannya: Is_boll (variabel) Hasil:

True: variabel argument adalah boolean

False: variabel argument bukan boolean

Is_double Untuk mengetahui apakah variabel tersebut berupa double atau tidak.

Format penulisannya: Is_double (variabel) Hasil:

True: variabel argument adalah double

False: variabel argument bukan double

Is_float Hampir sama dengan is_double

Is_int Untuk mengetahui apakah variabel tersebut berupa integer atau tidak.

Format penulisannya: Is_int (variabel) Hasil:

True: variabel argument adalah integer

False: variabel argument bukan integer

Is_string Untuk mengetahui apakah variabel tersebut berupa string atau tidak.

Format penulisannya: Is_string(variabel) Hasil:

True: variabel argument adalah string

(41)

2.6 Variabel dalam Pemrograman PHP

Variabel digunakan untuk menyimpan data sementara, dan nilainya dapat berubah-ubah

setiap kali program dijalankan. Dalam PHP, setiap variabel selalu dimulai dengan tanda

‘$’ dan diikuti dengan nama variabelnya, tidak memandang data tersebut apakah

integer, real, maupun string, PHP akan secara otomatis mengkonversi data menurut

tipenya. Nama variabel dapat berupa kombinasi antara huruf alfabet dan angka dengan

panjang maksimal 32 karakter. Secara singkat dapat dikatakan bahwa variabel dalam

PHP memiliki aturan:

a. Diawali dengan tanda dolar ($)

b. Penamaan variabel bersifat case sensitive (membedakan huruf besar dan kecil)

c. Nama variabel hanya dapat diawali dengan huruf atau garis bawah, diikuti

dengan beberapa huruf atau angka maupun garis bawah.

Variabel dalam PHP tidak harus dideklarasikan terlebih dahulu sebelum

digunakan, tidak seperti dalam bahasa pemrograman tertentu yang harus

mendeklarasikan variabel terlebih dahulu.

2.7 Tipe Data dalam Pemrogramanan PHP

PHP mempunyai lima macam tipe data yaitu:

1. Integer

2. Float/Double atau billangan pecahan

3. String

4. Array

5. Objek

(42)

Operator merupakan suatu simbol yang dipakai untuk memanipulasi data, seperti

perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian. Adapun operator-operator dalam

PHP adalah sebagai berikut:

1. Operator Aritmetika

Operator aritmetika adalah operator yang digunakan untuk melakukan fungsi

matematika. Operator aritmetika dalam PHP dapat dilihat pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2 Operator Aritmetika

Operator Operasi Penggunaan

* Perkalian $a*$b

/ Pembagian $a/$b

% Modulus $a%$b

+ Penjumlahan $a+$b

- Pengurangan $a-$b

2. Operator Increment/Decrement

Pre/Post increment dan decrement masing-masing adalah penambahan dan

pengurangan satu. Apabila operator diletakan sebelum variabel, misal ++$i atau

--$i akan ditambahkan atau dikurangkan 1 sebelum keseluruhan operasi dalam

ekspresi dikerjakan dan sebaliknya apabila operator diletakan setelah variabel,

misal $i++ atau $i--, maka nilai $i akan ditambah atau dikurangi 1 setelah

operasi dalam ekspresi dikerjakan. Operator increment/decrement dapat dilihat

pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3 Operator Increment/Decrement

(43)

++ Pre/Post Increment ++$a atau $a--

-- Pre/Post decrement --$b atau $b--

3. Operator String

Hanya ada satu operator string, yaitu operator concatenation (·).

4. Operator Bitwise

Operator bitwise dapat digunakan untuk membuat bit tertentu dari suatu integer

menjadi 0 atau 1.

5. Operator Perbandingan

Operator perbandingan dapat dilihat pada Tabel 2.4.

Tabel 2.4 Operator Perbandingan

Operator Nama Contoh Hasil

6. Operator Ternary

Operator ternary menggunakan tanda “?”. Operator ini akan melakukan evaluasi

ekspresi kemudian berdasarkan hasil evaluasi ini bila bernilai benar (tidak sama

dengan 0 atau sama dengan null), maka statement benar dikerjakan, dan jika

(44)

penyederhanaan dari bentuk if .. else yang setiap blok dari if dan else hanya satu

perintah. Sehingga model ini cocok untuk melakukan proses pengisian suatu

hasil pengujian.

2.9 Pengenalan Data Base MySQL

MySQL dikembangkan oleh sebuah perusahaan Swedia bernama MySQl AB, yang

pada waktu itu bernama TcX DataKonsult AB, sejak sekitar 1994 – 1995, meski cikal

bakal kodenya telah disebutkan sejak 1979. Tujuan mula-mula TcX membuat MySQL

pada waktu itu juga memang untuk mengembangkan aplikasi Web untuk klien–TcX,

yaitu perusahaan pengembang software dan konsultan basis data. MySQL versi 1.0

dirilis Mei 1996 secara terbatas, baru di bulan Oktober versi 3.1.1.0 dilepas ke publik.

MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System), sehingga istilah seperti tabel, baris, dan kolom tetap digunakan dalam MySQL. Pada

MySQL sebuah database mengandung satu atau beberapa tabel yang terdiri dari

sejumlah baris dan kolom. Dalam konteks bahasa SQL, pada umumnya informasi

tersimpan dalam tabel-tabel yang secara logik merupakan struktur dua dimensi yang

terdiri atas baris-baris data (row atau record) yang berada dalam satu atau lebih kolom (column). Baris pada tabel sering disebut sebagai instance dari data sedangkan kolom sering disebut sebagai attributes atau field.

2.10 Tipe Data Field Basis Data MySQL

MySQL mengenal beberapa tipe data field, yaitu:

1. Tipe Data Numerik

Tipe data numerik dibedakan dalam dua macam kelompok, tipe data integer dan

tipe data floating point. Tipe data integer untuk data bilangan bulat, tipe data

(45)

2. Tipe data String

Tipe data string dapat dilihat pada Tabel 2.5.

Tabel 2.5 Tipe Data String

Tipe data Kisaran Nilai

CHAR 1-255 character

VARCHAR 1-255 character

TYNYBLOB,TYNYTEXT 1-255 character

BLOB, TEXT 1-65535 character

MEDIUMBLOB,

MEDIUMTEXT

1-16777215 character

LONGBLOB,

LONGTEXT

1-4294967295 character

ENUM Maksimum 65535 character

SET Maksimum 64 elemen

3. Tipe Data Char() dan Varchar()

Tipe data char() dan varchar() pada prinsipnya sama, perbedaannya pada jumlah

memori yang dibutuhkan untuk penyimpanan. Memori yang dibutuhkan untuk

tipe data char() bersifat statis, besarnya bergantung pada berapa jumlah character

yang ditetapkan pada field tersebut dideklarasikan. Sebaliknya, pada tipe data

varchar() besarnya memori penyimpanan bergantung pada beberapa character

yang dipakai ditambah 1 byte yang berisi data jumlah character yang dipakai.

(46)

Untuk data tanggal dan waktu (jam) tersedia tipe-tipe data field yang dapat

dilihat pada Tabel 2.6.

Tabel 2.6 Tipe Data Tanggal

Tipe data Kisaran Nilai

DATETIME

DATE

TIMESTAMP

TIME

YEARS

1000-01-01 00:00 to 9999-12-31 23:59:59

1000-01-01’ to ‘9999-12-31’

1970-01-01 00:00:00’-2037

-838:59:59’ to’838:59:59:59’

(47)

BAB 3

PERANCANGAN SISTEM

3.1 Metode Perancangan

Metode perancangan dari Aplikasi Penjualan Secara Online ini menggunakan metode

pendekatan atas bawah (top down approach). Dimana perancangan dimulai dari bentuk

yang paling global kemudian diturunkan menjadi bentuk yang lebih detail. Aplikasi ini

terdiri dari tiga bagian utama yaitu Administrator, Antarmuka Pembeli, dan Sistem

Manajemen Basis Data.

3.2 Hasil Perancangan

3.2.1 Bagan Berjenjang

Bagan berjenjang dapat dijadikan pedoman alur dan susunan untuk perancangan

aplikasi selanjutnya karena bagan berjenjang ini berisi semua alur proses dalam

merancang sistem aplikasi ini. Bagan berjenjang aplikasi ini dapat dilihat pada Gambar

3.1.

3.2.2 Diagram Konteks

Diagram konteks dari sistem ini memiliki tiga external entity yaitu produsen (supplier), administrator yang juga dapat dianggap manajemen atau distributor dan pembeli yang

juga dapat disebut konsumen (customer). Tetapi yang berhubungan langsung dengan sistem hanya dua entitas saja yaitu administrator dan pembeli. Administrator dapat juga

dianggap sebagai manajemen penjualan, karena seorang administrator yang hanya dapat

mengetahui persediaan stok penjualan serta mengatur hubungan dengan produsen

penyedia stok penjualan. Untuk lebih jelas Diagram Konteks sistem ini dapat dilihat

(48)

Gambar 3.1 Bagan Berjenjang Aplikasi Online

verifikasi Setting data penjualan Proses pembelian dan

dan stock pengisian data oleh pembeli 0

Aplikasi Penjualan Tanaman Palawija Secara Online Dengan Menggunakan PHP

dan MySQL

2

Tampilan Aplikasi Penjualan

1.1

Aplikasi Penjualan Hasil Perkebunan Secara Online Dengan

(49)

Gambar 3.2 Diagram Konteks Aplikasi Penjualan Secara Online

3.2.3 Perancangan Susunan Diagram Tampil

Diagram tampil mendeskripsikan kemampuan visualisasi dari tampilan yang akan

dirancang.

3.2.3.1 Perancangan Susunan Diagram Tampil Administrator

Diagram tampil atau susunan perancangan tampilan dari Antarmuka Administrator

terdiri dari halaman kategori, halaman produk jenis dari kategori itu, halaman simpan

pesanan dari pembeli, halaman config yang berfungsi untuk mengubah tampilan data –

data administrator pada antarmuka pembeli, dan halaman user yang berfungsi untuk

mengubah maupun menghapus dan menambah user administrator. Diagram Tampil ini

dapat dilihat pada Gambar 3.3.

(50)

3.2.3.2 Perancangan Susunan Diagram Tampil Antarmuka Pembeli

Diagram tampil antarmuka pembeli ini terdiri dari halaman yang menampilkan semua

kategori, halaman yang menampilkan satu dari tiga macam kategori, dimana pada

sistem ini kategori yang dibahas hanya tiga kategori saja yaitu kategori wortel, tomat,

dan cabai. Selanjutnya, akan ditampilkan halaman jenis–jenis produk dari masing–

masing ketiga kategori tersebut, dan berlanjut di pemesanan oleh pembeli, setelah

pembeli melakukan pembelian pembeli akan mengisi data, dan berlanjut terbukanya

halaman dimana pembeli dapat melihat total daftar pembelian beserta harganya. Untuk

lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3.4.

Gambar 3.4 Diagram Tampil Pada Antarmuka Pembeli Halaman Antarmuka Pembeli

Halaman menampilkan semua kategori

Kategori

Halaman Pengisian Data Pembeli

(51)

3.2.4 Diagram Arus Data

3.2.4.1 Diagram Arus Data Level 1

Diagram arus data level 1 pada sistem ini dimulai pada Aplikasi Antarmuka

Administrator, dan terdiri dari dua proses yaitu, proses login dan proses menghasilkan

data yang akan ditampilkan pada antarmuka pembeli. Tampilan pada antarmuka

pembeli inilah yang merupakan diagram arus data level 2 pada sistem ini. Diagram arus

data level 1 sistem ini diperlihatkan pada Gambar 3.5.

Nama user & password

(52)

3.2.4.2 Diagram Arus Data Level 2

Diagram arus data level 2 prosesnya terjadi pada antarmuka pembeli. Data penjualan

yang telah dihasilkan pada managemen administrator ditampilkan pada antarmuka

pembeli. Dari proses pada antarmuka pembeli dihasilkan data – data yang dialirkan

kembali ke manejemen administrator. Aliran data inilah yang merupakan arus data level

3. Diagram arus data level 2 sistem ini dapat dilihat pada Gambar 3.6.

Kategori produk

Kategori panjualan mata uang yang dipakai

Dalam proses pembayaran

Data item – item perincian

Yang dipesan pesanan

Data si pemesan

Dan yang membayar

Gambar 3.6 Diagram Arus Data Level 2

3.2.4.3 Diagram Arus Data Level 3

Pada diagram arus data level 3, proses aliran data berlangsung dari sistem antarmuka

pembeli (customer) menuju pada sistem administrator. Adapun data yang dialirkan adalah data order (pemesan dan pembayar), data pesanan, dan penjabaran data – data

Db2 Data Kategori

Db2 Data Produk

Db2 Data Currency

1

Antarmuka Pembeli

Db3

Data Order Db3

Data Order Item

Db3

(53)

pemesan dan pesanan. Penjabaran disini mencakup waktu pesanan dan total harga

pesanan. Diagram arus data level 3 dapat dilihat pada Gambar 3.7.

Aliran aliran data pesanan

Gambar 3.7 Diagram Arus Data Level 3

3.2.5 Perancangan Basis Data

Perancangan basis data dari sistem ini terdiri dari delapan tabel. Di antara delapan tabel

tersebut terdapat dua tabel yang berdiri sendiri-sendiri atau tidak memiliki relasi dengan

tabel lain. Kedua tabel tersebut adalah tabel user administrator dan tabel configurasi

shop.

3.2.6 Hubungan Antartabel

Adapun hubungan antartabel dari sistem ini dapat dilihat pada Gambar 3.8.

Db3 Data Order

Db3 Data Order Item

Db3

Data Waktu Pesanan

(54)

n

Gambar 3.8 Hubungan Antartabel

Gambar di atas menunjukkan hubungan antara entitas yang berbeda di mana pertama-

tama diasumsikan hanya ada satu administrator sistem di dalam Aplikasi Online ini.

(55)

3.2.6.1 Tabel User

Tabel user dibuat untuk menyimpan dan menampung data administrator, user disini

maksudnya adalah termasuk administrator. Yang berhak melakukan penambahan dan

pengubahan pada Aplikasi Online ini. Untuk lebih jelas field–field yang dibuat dalam

tabel user dapat dilihat pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Struktur Tabel User Administrator

Field name Type Field size Keterangan

User_id Integer 10 Nomor Id user (primary key index)

User_name Varchar 20 Nama user

User_password Text Password user

User_regdate Date Tanggal registrasi

User_last_login Date Tanggal login terakhir

3.2.6.2 Tabel Shop_config

Tabel shop_config sebagai tempat penyimpanan administrator, secara spesifik data

administrator disini adalah orang yang membuat sistem usaha penjualan secara online

ini. Data yang tersimpan di tabel inilah yang ditampilkan pada antarmuka pembeli

seperti nomor telepon yang dapat dihubungi, alamat email, dan hal lainnya yang

menyangkut tentang siapa orang dibalik sistem perusahaan online ini. Berikut adalah

field–field yang dibuat dalam tabel Shop_config, yang dapat dilihat pada Tabel 3.2.

Tabel 3.2 Struktur Tabel Shop_config

Field Name Type Field Size Keterangan

Sc_name Varchar 50 Nama si pembuat program

(administrator)

(56)

Sc_phone Varchar 30 Nomor telepon

Sc_email Varchar 30 Alamat email

Sc_shipping_cost Decimal Ketetapan harga penjualan

Sc_order_email Enum Alamat email pembeli atau pemesan

Sc_currency Integer 10 Mata uang yang digunakan.

3.2.6.3 Tabel Product

Tabel product dibuat untuk menampung jenis-jenis dari penjualan. Sistem penjualan

online ini menjual tiga jenis tanaman palawija, yaitu wortel, tomat dan cabai. Tabel

product menyimpan jenis–jenis ataupun macam dari masing–masing kategori yang

diatur mengikuti kondisi pasar. Tabel ini pada dasarnya didesain kosong, apabila ada

tambahan ataupun perubahan produk, maka tabel ini menyimpan datanya. Field–field

yang dibuat dalam table product dapat dilihat pada Tabel 3.3.

Tabel 3.3 Struktur Tabel Product

Field name Type Field size Keterangan

Pd_id Integer 10 Parent id mengacu pada kategori dari

produk

Cat_id Integer 10 Mengacu pada kategori secara lebih spesifik

Pd_name Varchar 100 Nama dari produk

Pd_description Text Pendiskripsian dari produk yang bertujuan

menarik minat pembeli.

Pd_price Decimal Tetapan harga perproduk

Pd_qty Smallint 5 Pendiskripsian stok yang tersedia dari

produk ini.

Pd_image Varchar 200 Gambar dari produk

Pd_thumbnail Varchar 200 Gambar dari produk

(57)

Pd_last_update Date Tanggal terakhir produk diupdate

3.2.6.4 Tabel Order_item

Tabel ini dibuat dan digunakan untuk tempat penyimpanan data penjualan.

Administrator menyimpan macam–macam produk yang berhasil terjual pada tabel ini.

Sama halnya dengan tabel poduct, tabel ini pada pendesain awal juga kosong (empty). Karena tabel ini disediakan untuk menampung data dari antarmuka pembeli langsung,

dan administrator dapat mengubah isi tabel ini pada aplikasi administrator. Untuk lebih

jelas field–field yang dibuat dalam tabel ini dapat dilihat pada Tabel 3.4.

Tabel 3.4 Struktur Tabel Order_item

Field name Type Field size Keterangan

Od_id Integer 10 Kategori yang dipesan

Pd_id Integer 10 Nama produk yang dipesan

Od_qty Integer 10 Banyaknya jumlah pesanan

3.2.6.5 Tabel Order

Tabel ini digunakan untuk menampung dan menyimpan data pembeli dan yang

melakukan pembayaran. Data pembelian dan pembayaran dibedakan dalam sistem ini,

tetapi data tersimpan dalam satu tabel. Pada antarmuka pembeli, apabila si pembeli

melakukan pemesanan, maka si pembeli harus mengisi formulir data pada sistem

antarmuka. Data yang diisi oleh si pembeli inilah yang tersimpan ke dalam tabel order.

Begitu juga dengan yang melakukan pembayaran,data akan tersimpan kedalam tabel

ini. Apabila yang melakukan pembelian dan yang melakukan pembayaran adalah orang

yang berbeda, maka datanya secara terperinci akan disimpan ke dalam tabel order.

(58)

Tabel 3.5 Struktur Tabel Order

Field name Type Field Size Keterangan

Od_id Integer 10 Nomor pesanan

Od_date Date Tanggal dilakukannya pesanan

Od_last update Date Tanggal terakhir dilakukannya

perubahan

Od_status Status pesanan

Od_memo Varchar 255 Konfirmasi pesanan

Od_shipping_first_name Varchar 50 Nama awal si pemesan

Od_shipping_last_name Varchar 50 Nama akhir dari si pemesan

Od_shipping_address1 Varchar 100 Alamat si pemesan

Od_shipping_address2 Varchar 100 Alamat alternatif si pemesan

Od_shipping _phone Varchar 32 Nomor telepon si pemesan

Od_shipping_city Varchar 100 Kota tempat tinggal si pemesan

Od_shipping_state Varchar 32 Propinsi tempat tinggal si

pemesan

Od_shipping_postal_code Varchar 10 Kode pos

Od_shipping_cost Total harga yang harus dibayar

Od_payment_first_name Varchar 50 Nama awal si pembayar

Od_payment_last_name Varchar 50 Nama akhir si pembayar

Od_payment_address1 Varchar 100 Alamat yang si pembayar

(59)

3.2.6.6 Tabel Currency

Tabel ini digunakan untuk menyimpan mata uang yang dipergunakan dalam proses jual

secara online ini. Dari awal dibuatnya sistem ini, tabel Currency sudah ditetapkan berisi

tiga jenis mata uang. Intinya, tabel ini tidak bersifat kosong, tetapi dari awal tabel ini

sudah berisi yang bentuknya tetap. Tabel ini tidak dapat diubah setiap saat seperti

halnya tabel produk yang dapat diubah setiap saat, dari desain awal basis data tabel ini

sudah terisi. Untuk lebih jelas field–field dari tabel ini dapat dilihat pada Tabel 3.6.

Tabel 3.6 Struktur Tabel Currency

Field name Type Field size Keterangan

Cy_id Integer 10 Penomoran jenis mata uang

Cy_code Char 3 Kode mata uang (‘EUR’,’GBP’,’JPY’,’USD’)

Cy_simbol Varchar 8 Simbol mata uang

3.2.6.7 Tabel Category

Sama halnya dengan tabel Currency, tabel Category juga sudah berisi ketetapan dari

awal. Tabel ini tidak kosong, sesuai dengan permasalahan yang dibahas, yaitu Penjualan

Tanaman Palawija yang mencakup tiga jenis palawija: wortel, tomat dan cabai,

sehingga dalam tabel Category sudah berisi simpanan tiga jenis tanaman ini. Field–field

dari tabel category dapat dilihat pada Tabel 3.7.

Tabel 3.7 Struktur Tabel Category

Field name Type Field size Keterangan

Cat_id Integer 10 Induk utama macam – macam kategori

(60)

Cat_name Varchar 50 Nama kategori

Cat_description Varchar 200 Pendeskripsian kategori

Cat_image Varchar 50 Gambar dari kategori

3.2.6.8 Tabel Cart

Tabel Cart adalah tabel yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data pesanan atau

pembelian. Hampir sama fungsinya dengan tabel Order_item, hanya saja kalau tabel

Order_item berkaitan dengan tabel Order, tabel Cart tidak berhubungan langsung

dengan tabel Order. Penjabarannya, tabel order berisi data pembeli dan tabel order_item

berisi data produk–produk yang dipesan oleh si pemesan yang datanya ada di tabel

Order. Sedangkan tabel Cart berisi kalkulasi dan akumulasi pesanan–pesanan yang

telah dilakukan pada antarmuka pembeli. Field–field yang dibuat dalam tabel Cart dapat

dilihat pada Tabel 3.8.

Tabel 3.8 Struktur Tabel Cart

Fiel name Type Field size Keterangan

Ct_id Integer 10 Nomor induk pesanan

Pd_id Integer 10 Nomor induk sub pesanan

Ct_qty Mediumint 8 Total banyaknya dan harga pesanan

Ct_session_id Char 32 Nomor induk waktu pemesanan

Ct_date Date Tanggal dilakukannya pemesanan

3.2.7 Perancangan Modul-Modul PHP

3.2.7.1 Perancangan File-File PHP pada Antarmuka Administrator

Untuk memberikan kemampuan editing, maka harus ditentukan penciptaan, pengeditan

data, penghapusan data pada sistem. Pada main.php akan ditampilkan lima bagian yang

(61)

shopconfig. Pada masing–masing menu tersusun file–file php yang mempunyai

kegunaan dan fungsi dalam mendukung kemampuan sistem aplikasi administrator ini.

Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 3.9.

Selain dari file-file php yang diperlihatkan pada gambar di bawah, aplikasi

administrator juga memiliki file php pendukung yang terdapat dalam sublibrary.

Adapun file php yang termasuk kedalam sublibrary itu antara lain function.php. File ini

merupakan tonggak penting dalam menjalankan sistem aplikasi administrator karena

pada file function.php adalah suatu metode untuk mengelompokkan program yang ada

menu utama, artinya semua fungsi–fungsi pada file–file php yang ada pada menu utama

hanya dijalankan pada satu file php saja yaitu function.php.

Index.php Login.php

Main.php

Kategori Add.php List.php Modify.php Processcategory.p h

Product Add.php Gagal.php

(62)

Gambar 3.9 Hubungan File-File PHP pada Administrator

3.2.7.2 Perancangan File–File PHP pada Antarmuka Pembeli

Pada antarmuka pembeli file–file php yang menjadi menu utama tidak sebanyak seperti

pada antarmuka administrator. Pada antarmuka pembeli tidak terbagi ke beberapa

bagian menu. Karena pada antarmuka pembeli file–file php hanya melanjutkan file–file

php yang ada pada administrator. Segala penambahan, pengurangan dan penghapusan

dilakukan pada administrator. Adapun file–file php yang terdapat pada antarmuka

pembeli akan diperlihatkan pada Gambar 3.10.

Index.php

Cart.php Proses pemesanan

(63)

Gambar 3.10 Hubungan File–File PHP pada Antarmuka Pembeli

Sama hal seperti antarmuka administrator, pada antarmuka pembeli juga terdapat file

pendukung utama jalannya program, yaitu file yang terdapat dalam sublibrary.

Perbedaanya adalah file fungsi program pada antarmuka pembeli tidak dijadikan satu

seperti file fungsi pada administrator yang dijadikan satu pada file function.php. File–

file fungsi pada antarmuka pembeli terpisah menjadi tiga file fungsi. Ketiga file fungsi

tersebut adalah checkout-functions.php, cart-functions.php, dan success-functions.php.

3.3 Algoritma

Algoritma merupakan langkah-langkah maupun urutan bertahap dan spesifik dari suatu

masalah. Algoritma digunakan untuk menganalisis serta menjelaskan urutan dan

hubungan antara kegiatan-kegiatan yang akan ditempuh. Selain itu algoritma juga

berfungsi untuk menyelesaikan suatu permasalahan sehingga tercapai suatu tujuan.

Berikut ini merupakan beberapa algoritma yang menjadi inti dari perancangan sistem

ini, yaitu Algoritma Home Administrator,Login Administrator, Data Kategori, Data Produk, Data User Administrator, Data Pembeli (Order), Data Pembelian (Order_item, Cart).

(64)

Berikut merupakan langkah-langkah bertahap dan spesifik dari halaman home pada

modul Administrator.

Open index.php

Input main

If home = true then

Open index.php

End if

End

3.3.2 Algoritma Login Administrator

Berikut adalah algoritma login pada modul Administrator. Jika Administrator

memberikan password yang sesuai, maka selanjutnya halaman Administrator akan terbuka

Input admin

If login admin = true then

Input user, password

Open table tbl_users where user = user input and

password = password input

If found then

Open admin/main.php

Else

Open admin/index.php

End if

End if

3.3.3 Algoritma Data Kategori

Dibawah ini merupakan langkah-langkah bertahap dari halaman kategori, dimana pada

(65)

Input category

Local variable Tambah, Ubah, Hapus

Open admin/category/index.php?view=add

If Update = true then

Input category_id,category_parent_id

category_name,category_description,category_image

Open tbl_category

Insert into tbl_category (category_id,

category_parent_id,category_name,

category_description, category_image)

End If

If Ubah = true then

Update tbl_category set category_id = category_id

input, category_parent_id = category_parent_id input,

category_name = category_name input,

category_description = category_description input,

category_image = category_image input

End if

If Hapus = true then

Delete from tbl_category where category_id =

category_id input

End if

3.3.4 Algoritma Data Produk

Sama halnya dengan data kategori, pada algoritma data produk dibawah ini mencakup

tambah produk, ubah produk dan hapus produk.

Input product

Local variable Tambah, Ubah, Hapus

Open admin/product/index.php?view=add

If Update = true then

Input product_id, category_id, product_name,

Gambar

Gambar 2.4 Simbol-Simbol di Bagan Alir Proses
Tabel 2.1 Fungsi dalam PHP
Tabel 2.4 Operator Perbandingan
Tabel 2.5 Tipe Data String
+7

Referensi

Dokumen terkait

pemupukan rasa tanggung jawab atas pekerjaan seseorang beserta hasilnya. Artinya kepada para pekerja diberi kebebasan untuk mengendalikan sendiri pelaksanaan tugasnya

Berdasarkan data tabel 4.12, dapat disimpulkan bahwa, kualitas pendidikan agama Islam berbasis ICT di sekolah Kota Gorontalo, secara keseluruhan menunjukkan hasil data

Penggunaan analisis komponen utama bertujuan untuk mereduksi dimensi data yang saling berkorelasi menjadi dimensi data yang tidak saling berkorelasi yaitu

Meningkatkan hubungan kerjasama dari berbagai lembaga yang berkaitan dengan upaya pemasaran produk kerajinan tenun ikat Dayak, Strategi ini bermanfaat untuk

Keuntungan dari bakteri ini adalah memiliki protein yang dapat bekerja pada kondisi lingkungan dengan suhu tinggi dimana protein/ enzim lain dapat mengalami denaturasi.. Salah

Prinsip kelima tidak terpenuhi karena menurun dan pasifnya partisipasi masyarakat, hal tersebut mengakibatkan proses pembelajaran tidak dapat tersampaikan

Proses pengujian dengan mengamil salah satu home industry bata merah yang ada di kelurahan Koto Panjang kecamatan Lamposi Tigo Nagori kota Payakumbuh Sumatera Barat,

Orang dewasa tidak langsung menembak orang begitu selesai menonton acara yang menam- pilkan adegan tembak – menembak, tetapi acara ini memberikan kecen- derungan