PENGARUH VOLATILITAS HARGA EMAS TERHADAP VOLUME PERMINTAAN PERDAGANGAN KONTRAK BERJANGKA EMAS

Teks penuh

(1)

PENGARUH VOLATILITAS HARGA EMAS TERHADAP

VOLUME PERMINTAAN PERDAGANGAN KONTRAK

BERJANGKA EMAS

Skripsi

Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen

Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta

Disusun Oleh :

(2)

ABSTRAK

PENGARUH VOLATILITAS HARGA EMAS TERHADAP

VOLUME PERMINTAAN PERDAGANGAN KONTRAK

BERJANGKA EMAS

DEANDRA PRAYNA PARAMITHA NIM : F0207130

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah terdapat pengaruh dalam berdangangan berjangka emas, antara volumer perdagangan dengan harga emas pada saat berlangsung.

Populasi di dalam penelitian ini adalah laporan transaksi berdangangan jangka panjang emas pada tahun 2008 – 2010 yang tercatat di perdagangan berjangka Indonesia.

Sebelum melakukan pengujian untuk meneliti pengaruh antara harga dengan volume berdagangan pada bursa berjangka, peneliti melakukan perbandingan antara harga emas fisik dengan harga emas pada bursa berjangka. Dari hasil analisis diketahui bahwa investasi emas melalui bursa berjangka makan lebih memberikan keuntungan.

(3)

ABSTRACT

GOLD PRICE VOLATILITY EFFECTS ON TRADE VOLUMEPERMINTAAN GOLD FUTURES CONTRACT

DeAndra PRAYNA PARAMITHA NIM: F0207130

The purpose of this study was to determine whether there is influence in gold

deposits, among volume trade with the gold price at the time of progress.

The population in this study is to report long-term gold transactions in the year

2008 - 2010 which was recorded in trading futures Indonesia.

Before testing to know impact the gold price to volume, researcter use test to

compare price of gold in traditional and price of gold in share. Result of the analisys

indicate that the price in long term treade are more valuable than in the traditional

market.

Tests in this study using multiple regression and t different test conducted every

(4)
(5)
(6)

HALAMAN PERSEMBAHAN

Karya ini penulis persembahkan untuk :

v

Seluruh keluarga besar yang selalu

mendukung,

Mendoakan, dan membantu saya.

v

Sahabat – sahabat saya dan teman

(7)

MOTTO

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu kemudahan, maka apabila kamu telah

selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh – sungguh urusan yang

lain dan hanya kepada Tuhanlah hendaknya kamu berharap.

( Q.S Al Insyiroh : 6-8 )

Kerjakanlah pekerjaan yang membawa berkah bagimu dan orang yang kamu

cintai

( blogspot.com)

Time is money

( penulis )

(8)

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kemudahan dan

kelancaran dalam menyelesaikan Skripsi dengan judul “PENGARUH

VOLATILITAS HARGA EMAS TERHADAP VOLUME PERMINTAAN

PERDAGANGAN KONTRAK BERJANGKA EMAS” guna memenuhi tugas dan

syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi

Sebelas Maret Surakarta.

Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis menemukan hambatan dan

rintangan namun penulis memperoleh banyak sekali petunjuk, bimbingan dan

dukungan dari berbagai pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan dengan baik.

Oleh karenanya, dengan segala kerendahan hati, enulis mengucapkan terima kasih

yang sebesar – besarnya kepada :

(9)

4. Prof. Dr. Hartono, Ms, Selaku pembimbing skripsi yang tidak pernah

berhenti memberikan motivasi dan bimbingan kepada penulis dalam

proses penulisan skripsi ini.

5. Seluruh dosen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret

Surakarta, yang selama ini telah memberikan banyak ilmu dan

pengetahuan.

Akhirnya penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh

dari sempurna. Oleh karena itu apabila ada kata yang tidak berkenan,

penulis mohon maaf. Penulis juga mengharapkan atas kritik dan saran

yang sifatnya membangun dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi

ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya

bagi penulis sendiri. Amin.

(10)

SPECIAL THANKS TO :

Almadulillah aq panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah

memberikan aq kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan

skripsiku.

Keluarga besarku tercinta atas doanya, dukungannya, kasih sayangnya

yang tiada henti-hentinya sehingga aq bisa nyelesaiin tugas ini dengan

lancar. Terimakasih terimakasih

Kedua adekku (dita,delia) yang selalu memberikan aq dukungan

yahhh….. walaupun kadang – kadang menyusahkan tapi makasiihh

buat dukungannya.

Mas aji yang selalu memberikan aq masukan dan membimbing aq dalam

menyelesaikan tugas ini. Thanks y mas….

Maninku makasih tiap hari udah marahin aq, makasih buat doanya,

(11)

MDM ( Hilda, dinna, kiki, dania, reny, liya, Tania, ichi, fira, ira )

makassihh membuat hari – hari di kampus berwarna dan penuh cerita,

Sahabat2ku (Ima, Naomi, Kharisma, Fifi) makasiihh buat dukungan

kalian semua, doa kalian semua.

Dosen Pembimbingku Prof Hartono…makasih y pak akhirnya saya ng

sia sia nunggu berjam-jam buat konsultasi dengan bapak.makasih atas

bimbingannya.

Dosen pengujiku Pak Heru dan Pak Juan,,,,makasih atas suasana di

ruang ujian yang sangat bershabat.

Anak2 FE UNS angktan 2006 mb.cici, mb. Puput, mb. Putri ( makasih

dukungannya makasih ) kodek ( makasih buat bantuan dan

dukungannya mas..) sukses buat qta semua

Anak2 FE UNS angkatan 2007 Eci,Andri,Bayan,Onta,Uje,Surya,

makasihh buat ketawa – ketawa dan kekonyolan di kampus.

(12)

Seluruh Staff dan Karyawan FE UNS terutama pak satpam yang telah

menempelkan stiker di mobilku.pokokya terima kasih banget atas

pemberitahuannya.

Buat siput dan gagah makasihh kalian udah nemenin aq di kala terik,

hujan, nemenin pontang – panting kesana kemari, maap khususnya buat

siput aq sering melukaimu T.T

Makasih buat seluruh angkatan 2007 FE UNS makasih makasihh

(13)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

ABSTRAK ... ii

ABSTRAC ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv

HALAMAN PENGESAHAN ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Batasan Masalah ... 5

E. Motivasi Penelitian ... 6

(14)

1. Transaksi Di Bursa Berjangka Jakarta ... 22

2. Cara Melakukan Transaksi Emas Di Bursa Berjangka ... 24

3. Faktor-Faktor Kontrak Berjangka Emas ... 25

BAB III METODE PENELITIAN A. Pemilihan Sample ... 31

B. Data dan Metode Pengumpulan Data ... 31

C. Metode Analisa Data ... 31

1. Teknik Analisis Data ... 31

2. Pengujian Hipotesis Penelitian ... 33

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian ... 36

1. Perbandingan Volatilitas Harga Emas Fisik dan Emas Berjangka ... 36

2. Volatilitas Harga Emas Perbulan Periode 2008-2010 ... 46

3. Volume Rata-rata Perdagangan Emas Perbulan Periode 2008 – 2010 ... 48

(15)

DAFTAR GAMBAR

(16)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Nilai Sig Harga Emas Tahun 2008 ... 38

Tabel 4.2 Besar Perbedaan Antara Harga Emas Fisik dengan Berjangka Tahun 2008 ... 39

Tabel 4.3 Nilai Sig Harga Emas Tahun 2009 ... 41

Tabel 4.4 Besar Perbedaan Antara Harga Emas Fisik dengan Berjangka Tahun 2009 ... 42

Tabel 4.5 Nilai Sig Harga Emas Tahun 2010 ... 44

Tabel 4.6 Besar Perbedaan Antara Harga Emas Fisik dengan Berjangka Tahun 2010 ... 45

Tabel 4.7 Volatitilitas Rata-rata Harga Emas Tahun 2008 ... 46

Tabel 4.8 Volatitilitas Rata-rata Harga Emas Tahun 2009 ... 47

Tabel 4.9 Volatitilitas Rata-rata Harga Emas Tahun 2010 ... 47

Tabel 4.10 Volume Rata-Rata Perdangan Emas Tahun 2008 ... 48

Tabel 4.11 Volume Rata-Rata Perdangan Emas Tahun 2009 ... 49

Tabel 4.12 Volume Rata-Rata Perdangan Emas Tahun 2010 ... 49

Tabel 4.13 Hasil Regresi Emas Terhadap Volume November 2008 ... 51

Tabel 4.14 Hasil Regresi Emas Terhadap Volume Desember 2008 ... 52

(17)

Tabel 4.18 Hasil Regresi Emas Terhadap Volume

Agustus 2009 ... 56

Tabel 4.19 Hasil Regresi Emas Terhadap Volume Desember 2009 ... 57

Tabel 4.20 Hasil Regresi Emas Terhadap Volume Tahun 2009 ... 58

Tabel 4.21 Hasil Regresi Emas Terhadap Volume Januari 2010 ... 59

Tabel 4.22 Hasil Regresi Emas Terhadap Volume Juni 2010 ... 60

Tabel 4.23 Hasil Regresi Emas Terhadap Volume Tahun 2010 ... 61

Tabel 4.24 Hasil Uji t Harga Emas Terhadap Volume 2008 ... 62

Tabel 4.25 Hasil Uji t Harga Emas Terhadap Volume 2009 ... 63

(18)

ABSTRAK

PENGARUH VOLATILITAS HARGA EMAS TERHADAP

VOLUME PERMINTAAN PERDAGANGAN KONTRAK

BERJANGKA EMAS

DEANDRA PRAYNA PARAMITHA NIM : F0207130

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah terdapat pengaruh dalam berdangangan berjangka emas, antara volumer perdagangan dengan harga emas pada saat berlangsung.

Populasi di dalam penelitian ini adalah laporan transaksi berdangangan jangka panjang emas pada tahun 2008 – 2010 yang tercatat di perdagangan berjangka Indonesia.

Sebelum melakukan pengujian untuk meneliti pengaruh antara harga dengan volume berdagangan pada bursa berjangka, peneliti melakukan perbandingan antara harga emas fisik dengan harga emas pada bursa berjangka. Dari hasil analisis diketahui bahwa investasi emas melalui bursa berjangka makan lebih memberikan keuntungan.

(19)

ABSTRACT

GOLD PRICE VOLATILITY EFFECTS ON TRADE VOLUMEPERMINTAAN GOLD FUTURES CONTRACT

DeAndra PRAYNA PARAMITHA NIM: F0207130

The purpose of this study was to determine whether there is influence in gold

deposits, among volume trade with the gold price at the time of progress.

The population in this study is to report long-term gold transactions in the year

2008 - 2010 which was recorded in trading futures Indonesia.

Before testing to know impact the gold price to volume, researcter use test to

compare price of gold in traditional and price of gold in share. Result of the analisys

indicate that the price in long term treade are more valuable than in the traditional

market.

(20)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

A. Latar Belakang Penelitian

Investasi dapat diartikan sebagi suatu kegitan menempatkan dana pada

satu atau lebih dari satu aset (assets) selama periode tertentu dengan harapan

dapat memperoleh penghasilan/peningkatan investasi. (dr.Farid Harianto dan

dr.Siswanto 1998).

Ada dua jenis investasi yang dapat dilakukan, yaitu investasi pada aset

nyata (real assets) seperti tanah, gedung, emas. Yang kedua adalah investasi pada

aset keuangan (financial assets) seperti saham, obligasi, kredit bank. (dr.Farid

Harianto dan dr.Siswanto 1998)

Dengan melakukan investasi, seorang investor mengharapakan untuk

memperoleh penghasilan di masa depan. Namun Penghasilan yang akan

diperoleh itu tidak diterima begitu saja. Seorang investor selalu dihadapkan oleh

resiko, yaitu suatu kondisi dimana seseorang memperoleh hasil tidak sesuai

dengan yang diharapakan. Misalnya, seorang petani yang menanam jagung tentu

mengharapakan hasil panen yang melimpah dan kemudian dapat memperoleh

penghasilan dengan menjual hasil panennya tersebut. Petani tersebut dihadapkan

pada resiko memperoleh gagal panen yang bisa disebabkan oleh hama ataupun

(21)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id melimpah, ia bisa saja mengalami resiko malapetaka, yaitu ketika harga

panennya menjadi jatuh hingga di bawah biaya produksi.

Dalam suatu perdagangan komoditas, banyak hal yang dapat

menyebabkan harga komoditas tersebut mengalami pergerakan naik dan turun.

Diantaranya adalah banyaknya permintaan dan penawaran atas komoditas yang

dimaksud. Sesuai dengan teori ekonomi, jika permintaan lebih besar dari

penawaran, harga tentu akan naik. Begitu pula jika permintaan lebih kecil

daripada penawaran, harga cenderung turun.

Selain itu, adanya ekspor dan impor juga dapat mempengaruhi harga jika

permintaan ekspor meningkat, harga didalam negri akan cenderung naik,

sementara itu jika permintaan import naik, harga didalam negri akan cenderung

turun. Masa panen juga dapat mempengaruhi harga komoditas. Pada masa panen,

penawaran meningkat sehingga harga akan cenderung turun. Kemudian faktor

kondisi ekonomi dan politik suatu negara, seperti inflasi, perubahan suku bunga,

nilai tukar valuta asing juga dapat mempengaruhi adanya pergerakan harga.

Untuk itu, seorang investor membutuhkan kepastian akan perolehan suatu

keuntungan / penghasilan dimasa depan atas investasinya tersebut. Caranya

diantaranya adalah dengan mengurangi ataupun mengalihkan resiko yang

mungkin ada.

Resiko dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu resiko sistematis dan

resiko tidak sistematis. Resiko sistematis merupakan resiko yang tidak dapat

dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, karena Volatilitas resiko ini

(22)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id keseluruhan. Sedangkan resiko tidak sistematis merupakan resiko yang dapat

dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, karena resiko ini hanya ada dalam

satu perusahaan atau industri tertentu.

Salah satu alat untuk mengalihkan resiko adalah melalui kontrak

berjangka. Kontrak berjangka adalah kontrak standart untuk membeli atau

menjual komoditi dimana jumlah, mutu, jenis, tempat, dan waktu penyerahan

dikemudian hari telah ditetapkan terlebih dahulu. Perdagangan dalam kontrak

beerjangka berkaitan dengan jual beli komoditas dengan penyerahan kemudian

berdasarkan kontrak yang ada. ( Adji, dharma 2000 )

Ada 2 manfaat utama dari penyelengarakan perdangan komoditas. Yaitu

sebagai sarana pengelolaan resiko (risk management) melalui kegiatan lindung

nilai dan sarana pembentukan harga (price discovery). Sebagai sarana lindung

nilai, melalui kontrak berjangka ini kita dapat memastikan suatu harga dari suatu

komoditas di masa depan. Sedangkan sebagi sarana pembentukan harga, harga

kontrak berjangka ini merupakan harga yang terbentuk secara transparan dan

wajar yang mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang sebenarnya dari

komoditas yang diperdagangkan.

Lindung nilai atau lebih dikenal dengan istilah hedging, adalah suatu

pengambilan posisi di pasar berjangka yang berlawanan dengan posisinya di

pasar fisik. Dengan mengambil posisi yang berlawanan antara pasar berjangka

dengan pasar fisik, maka kerugian yang timbul akibat adanya Volatilitas harga di

pasar fisik dapat dikurangi dengan keuntungan yang diperoleh di pasar berjangka,

(23)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id dapat ditentukan pada saat ini. Sehingga kita dapat terhindar dari resiko yang

mungkin timbul karena adanya Volatilitas harga.

Ada berbagai macam komoditas yang diperdagangkan di Bursa

Berjangka, namun secara umum komoditas yang diperdagangkan di Bursa

Berjangka dapat dibagi menjadi dua, yang pertama yaitu Produk Keuangan

seperti Indeks Saham dan Valuta Asing. Kemudian yang kedua adalah Produk

Non Keuangan seperti Olein, Emas dan CPO.

Emas sering disebut dengan istilah “Barometer of fear”. Pada saat orang –

orang cemas dengan situasi perekonomian, mereka cenderung untuk membeli

emas untuk melindungi nilai kekayaan mereka. Dua macam situasi ekonomi yang

sering membuat orang cemas adalah inflasi dan deflasi. Emas terbukti sebagai

sarana penyimpanan kekayaan yang tahan baik terhadap inflasi maupun deflasi.

Di Bursa Berjangka Jakarta saat ini tersedia kontrak Berjangka emas, 1

lot adalah 1 kilogram, emas yang terdapat di Bursa Berjangka adalah emas logam

mulia yang kemurniannya 99,99%, kita dapat berdagang fisisknya tetapi juga

bisa berdagang berjangka.(www.investasiemas.com)

Emas merupakan jenis Komoditas logam mulia berharga. Masyarakat

Indonesia umumnya mengenal dekat sarana investasi ini. Sebagian dari mereka

memilih emas sebagai sarana investasinya. Mereka melihat emas bukan saja

sebagai sarana investasi akan tetapi juga sebagai tanda tingkat social individu di

(24)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Berdasar atas uraian yang telah diberikan diatas, maka penulis kemudian

memilih untuk mengambil judul “Pengaruh Volatilitas Harga Emas Terhadap

Volume Permintaan Perdagangan Kontrak Berjangka Emas”

B. Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang masalah yang telah di uraikan maka yng

menjadi permasalahan dalam penelitian ini :

1. Apakah volatilitas harga emas berpengaruh terhadap volume Permintaan

Perdagangan Kontrak Berjangka Emas ?

C. Tujuan Penelitian

Sebagaimana yang telah dipaparkan dalam rumusan masalah, maka tujuan

penelitian ini adalah:

1. Mengetahui pengaruh volatilitas harga Emas terhadap volume permintaan

perdagangan Kontrak Berjangka Emas.

D. Batasan Masalah

Objek penelitian ditujukan kepada data harian emas yang di

perdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta dan Volume permintaan perdagangan

Kontrak Berjangka Emas yang di perdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta.

Pergerakan harga emas yang akan di teliti menggunakan harga harian emas yang

(25)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Sedangkan untuk volume permintaan perdagangan kontrak berjangka emas

menggunakan data volume permintaan perdagangan kontrak berjangka emas

yang di peroleh melalui www.bbj-jfx.com

Pada penelitian ini lebih di tekankan pada perhitungan pengaruh antara

harga emas terhadap volume permintaan perdagangan kontrak berjangka emas.

Penelitian ini mengambil waktu tahun 2008 sampai 2010

E. Motivasi Penelitian

Dalam berinvestasi, setiap investor selalu dihadapkan kepada resiko.

Bahkan terdapat istilah high risk high return yang berarti semakin tinggi resiko

yang dihadapi, maka akan semakin tinggi tingkat pengembalian yang akan

diperoleh. Namun tidak semua investor menyukai resiko. Investor jenis ini (risk

averter) cenderung untuk menghindari ataupun mengurangi tingkat resiko yang

ada. Salah satu cara untuk mengurangi tingkat resiko investasi dalam bursa

berjangak adalah dengan melakukan lindung nilai (Hedging).

Lindung nilai (hedging) selalu melibatkan dua pihak, yaitu pihak penjual

(short hedger) dan pihak pembeli (long hedger). Dari transakasi yang dilakukan

kedua belah pihak ini akan menghasilkan suatu kontrak berjangka.

Alasan seorang investor melakukan lindung nilai (hedging) adalah

mengurangi tingkat resiko yang ada, yaitu adanya pergerakan harga yang

berpengaruh negatif terhadap hasil investasi. Untuk itulah, maka penulis tertarik

untuk melihat bagaimana pengaruh volatilitas harga emas yang terjadi terhadap

(26)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id F. Manfaat Penelitian

1. Bagi Penulis

Untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh selama diperkuliahan

dengan kenyataan sebenarnya, terutama yang berkaitan dengan Manajemen

Keuangan. Tujuan penting penulisan skripsi ini adalah sebagai salah satu

syarat kelulusan.

2. Bagi para Investor

Sebagai tambahan informasi yang berkaitan dengan Bursa Berjangka

dan Penggunaannya, khususnya hasil dari penelitian juga bisa dijadikan

rujukan bagi investor agar mempertimbangkan penggunaan Bursa Berjangka

sebagi sarana mengurangi risiko dan lindung nilai.

3. Bagi pemerhati Perdagangan Berjangka di Indonesia

Sebagai salah satu sumber informasi dan pengetahuan tambahan yang

(27)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

A. Investasi

Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada

saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang.

Investasi dibedakan menjadi dua jenis. Investasi pada aset-aset financial

(financial asset) dan investasi pada aset-aset riil (real asset). Investasi pada

aset-aset financial adalah investasi yang dilakukan di pasar uang ataupun di pasar

modal, investasi ini dapat berupa sertifikat deposito, surat berharga, kontak

berjangka ataupun saham. sedangkan untuk investasi aset-aset nyata adalah

investasi yang diwujudkan dalam pembelian aset produktif, pendirian pabrik,

pembentukan pertambangan, pembukaan perkebunan dan lainnya. (Abdul Halim,

2005)

Investasi dapat di artikan sebagai suatu kegiatan menempatkan dana pada

satu atau lebih dari satu aset (asset) selama periode tertentu dengan harapan dapat

memperoleh penghasilan/peningkatan investasi. (Dr.Farid Harianto dan

Dr.Siswanto, 1998)

Investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam

produksi yang efisien selama periode waktu yang tertentu. (Jogiyanto, 2008)

Investasi adalah menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk

memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut.

(28)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Dalam bukunya, Abdul halim membagi proses manajemen investasi ke

dalam 5 tahapan, yaitu:

1. Menentukan tujuan investasi

Dalam tahap ini, terdapat tiga hal penting yang harus diperhatikan,

yaitu tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return), tingkat

resiko (rate of risk) dan ketersediaan jumlah dana. Umumnya hubungan

antara resiko dan tingkat pengembalian bersifat linier, artinya semakin besar

tingkat resiko, maka semakin besar pula tingkat pengembalian yang akan

diperolehnya.

2. Melakukan analisis

Tujuan analisis ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan dan

penyimpangan yang ada. Ada dua jenis pendekatan yang dapat digunakan.

Pertama, pendekatan fundamental, yaitu dengan melihat kinerja dari

perusahaan dimana kita melakukan investasi yang kemudian dilanjutkan

dengan melihat kondisi sektor industri yang ada. Pendekatan yang kedua

adalah pendekatan teknikal, dimana analisis didasarkan pada data

(perubahan) harga dimasa lalu sebagai upaya untuk memperkirakan kondisi

harga di masa mendatang.

2. Melakukan pembentukan portofolio

Tujuan portofolio adalah untuk mengurangi tingkat resiko dengan

cara membagi resiko yang ada. Jadi kita membagi investasi kita dalam

beberapa efek yang memiliki koefisien korelasi negatif (mempunyai

(29)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 3. Melakukan evaluasi kinerja portofolio

Pada tahap ini kinerja portofolio dievaluasi, baik dari tingkat

keuntungan maupun resikonya. Dapat dilakukan dengan penilaian kinerja

portofolio atas dasar aset yang ditanam, yaitu dengan menggunakan rate of return. setelah itu, dibandingkan dengan portofolio sejenis yang memiliki

resiko yang sama.

4. Melaukan revisi kinerja portofolio

Tahap ini merupakan tindak lanjut dari tahap sebelumnya. Revisi ini

dapat dilakukan jika ternyata kinerja portofolio tidak seperti yang

diharapkan.

B. Return dan resiko

Return merupakan imbalan yang diperoleh dari investasi. (Abdul Halim,

2005). Return dapat dibedakan menjadi dua, yang pertama adalah return yang

telah terjadi, return ini dihitung berdasarkan data historis. Sedangkan yang kedua

adalah return yang diharapakan akan diperoleh investor dimasa mendatang.

(Abdul Halim, 2005)

Return adalah salah satu tujuan investor menanamkan modalnya untuk

mendapatkan return. Return merupakan hasil yang di peroleh dari investasi.

Return dapat berupa return realisasi yang suadah pasti terjadi (realized retrun)

atau return ekspentasi berupa retrun yang belum terjadi tetapi yang di harapkan

terjadi di masa yang akan datang.

1. Return realisasi merupakan return yang terjadi, return realisasi dihitung

(30)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id salah satu pengukuran kinerja dari perusahaan. Return historis ini di gunakan

sebagai dasar penentuan return ekspetasi dan resiko di masa mendatang.

2. Return ekspektasi adalah return yang belum terjadi tetapi diharapkan

kan didapatkan di masa yang akan datang. Berbeda dengan return realisasi yang

bersifat sudah terjadi, return ekspektasi bersifat belum terjadi. Tingkat

penghasilan yang di realisasikan dapat lebih tinggi atau lebih rendah

ketidakpastian akan tingkat penghasilan merupakan inti dari investasi, yaitu

bahwa investor harus selau mempertimbangkan unsur ketidakpastian yang

merupakan resiko investasi. (Muhammad Ryan Solehan Azadin, 2008)

Komponen return meliputi:

1. Capital gain (loss)

Merupakan keuntungan bagi investor yang diperoleh dari selisih antara harga

jual dengan harga beli yang terjadi di pasar sekunder.

2. Yield

Merupakan pendapatan atau aliran kas yang diterima investor secara periodik,

misalnya berupa deviden atau bunga. Yield dinyatakan dalam persentase dari

modal yang ditanamkan.

Resiko merupakan besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian

yang diharapakan (expected of return) dengan tingkat pengembalian yang dicapai

secara nyata (actual return). Semakin besar penyimpangan yang terjadi, berarti

semakin besar tingkat resikonya.

Apabila dikaitkan dengan preferensi investor terhadap resiko, Abdul

(31)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 1. Investor yang suka terhadap resiko (risk seeker).

Merupakan investor yang apabila dihadapkan pada dua pilihan

investasi yang memberikan tingkat pengembalian yang sama dengan resiko

yang berbeda, maka ia akan lebih suka mengambil investasi dengan resiko

yang lebih besar. Biasanya investor jenis ini bersikap agresif dan spekulatif

dalam mengambil keputusan investasi.

2. Investor yang netral terhadap resiko (risk neutrality).

Merupakan investor yang akan meminta kenaikan tingkat

pengembalian yang sama untuk setiap kenaikan resiko. Investor jenis ini

umumnya cukup fleksibel dan bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan

investasi.

3. Investor yang tidak suka terhadap resiko (risk averter).

Merupakan investor yang apabila dihadapkan pada dua pilihan

investasi yang memberikan tingkat pengembalian yang sama dengan resiko

yang berbeda, maka ia akan lebih suka mengambil

investasi dengan resiko yang lebih kecil. Biasanya investor jenis ini

cenderung selalu mempertimbangkan secara matang dan terencana atas

keputusan investasinya.

Sementara itu, dalam konteks portofolio, Abdul Halim membedakan

resiko menjadi dua, yaitu :

1. Resiko sistematis.

Merupakan resiko yang tidak dapat dihilangkan dengan melakukan

(32)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id makro yang dapat mempengaruhi pasar secara keseluruhan. Misalnya

adanya perubahan tingkat bunga, kurs valas, kebijakan pemerintah, dan

sebagainya. Resiko ini juga disebut undiversifiable risk.

2. Resiko tidak sistematis.

Merupakan resiko yang dapat dihilangkan dengan melakukan

diversifikasi, karena resiko ini hanya ada dalam satu perusahaan atau

industri tertentu. Resiko ini juga disebut diversifiable risk.

C. Bursa Berjangka

Perdagangan berjangka merupakan suatu bentuk kegiatan yang dapat

dimanfaatkan dan dilakukan oleh kalangan dunia usaha sebagai sarana lindung

nilai (hedging) yang sangat efektif untuk menunjang kemantapan strategi.

Kontrak berjangka adalah suatu perjanjian yang mengikat secara hukum

diantara 2 pihak, untuk membeli atau menjual komoditi yang menjadi subjek

Kontrak Berjangka, dalam jumlah, mutu, jenis dan tempat tertentu yang telah

ditetapkan.Transaksi bursa berjangka hanya dilkukan di Bursa Berjangka atas ijin

BAPPETI. (Bappeti,2010)

Komoditas yang diperdagangkan di Bursa Berjangka terdiri dari Produk

Keuangan seperti Indeks Saham dan Valuta Asing. Kemudian yang kedua adalah

Produk non Keuangan seperti Olein, Emas, Kopi, dan sebagainya.

Indeks saham adalah menunjukkan harga saham dan berfungsi sebagai

indicator trend pasar (pergerakan indeks menggambarkan kondisi pasar pada

(33)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Valuta asing adalah segala macam mata uang asing biasanya dapat

dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing lebih beresiko di

bandingkan dengan investasi dalam saham, karena nilai mata uang asing di

Indonesia menganut system mengambang bebas (free float) yaitu benar – benar

tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia

mengambang bebas membuat mata uang rupiah sangat fluktuatif.

Sedangkan untuk produk non-keuangan seperti dalam bursa berjangka

terdapat beberapa produk di antaranya :

Olein adalah investasi atau komoditas baru dalam Bursa Berjangka yang

mulai di perdagangkan di dalam Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).

Emas merupakan jenis Komoditas logam mulia berharga. Masyarakat

Indonesia umumnya mengenal dekat sarana investasi ini.

Sebagian dari mereka memilih emas sebagai sarana investasinya. Mereka

melihat emas bukan saja sebagai sarana investasi akan tetapi juga sebagai tanda

tingkat social individu di lingkungan sekitar

Untuk menjamin kelancaran dalam perdagangan berjangka, maka

dibentuklah suatu kelembagaan bursa berjangka. Setiap lembaga dalam bursa

berjangka ini memiliki tugas dan wewenang yang berbeda:

1. Badan Pengawas.

Badan ini di bentuk oleh pemerintah dan ditetapkan sebagai unit yang

berada di bawah dan bertanggung jawab kepada menteri yang bertanggung

jawab di bidang perdagangan, yang dalam hal ini adalah Menteri Industri dan

(34)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id dasarnya diarahkan untuk menjamin terwujudnya integritas pasar, integritas

keuangan dan perlindungan kepada nasabah.

2. Bursa Berjangka.

Menurut UU no.32/1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi,

yang dimaksud dengan Bursa Berjangka adalah badan usaha yang

menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk kegiatan

jual-beli komoditi berdasarkan kontrak berjangka dan opsi atas kontrak

berjangka.

Bursa berjangka memiliki tugas untuk menyediakan sarana serta

sistem untuk kegiatan jual beli komoditas berdasar kontrak berjangka dan

opsi atas kontrak berjangka. Selain itu bursa berjangka bertugas melakukan

pemantauan yang cermat terhadap kegiatan yang terjadi di dalamnya.

Tujuannya untuk mencegah terjadinya tindak penipuan, cidera janji serta

tindakan kecurangan lainnya. Oleh karena itulah, maka bursa berjangka diberi

wewenang untuk membuat aturan dalam organisasinya yang harus dipatuhi

oleh para anggotanya dan para pelaku transaksinya.

3. Lembaga Kliring Berjangka.

Merupakan badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan

sistem dan sarana untuk pelaksanaan kliring dan penjaminan transaksi di

bursa berjangka. Tujuannya untuk mendukung terciptanya transaksi kontrak

berjangka yang teratur, wajar, efisien dan efektif di bursa berjangka.

Tugasnya antara lain menjamin penyelesaian kontrak yang ditransaksikan di

lantai bursa baik melalui offset (likuiditas) maupun penyerahan fisik. Semua

(35)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id oleh Lembaga Kliring Berjangka. Lembaga ini bertindak sebagai wakil

penjual terhadap pembeli dan kebalikannya sebagai wakil pembeli terhadap

penjual. Di Indonesia, Lembaga Kliring Berjangka dalam menjalankan

tugasnya harus berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT).

Peserta bursa berjangka diantaranya yaitu :

1. Hedger.

Hedger adalah seorang pedagang atau pengusaha yang melakukan

bisnis di pasar tunai (pasar fisik) atas komoditi yang kontrak berjangkanya

diperdagangkan di pasar berjangka (bursa) dan menggunakan transaksi

kontrak berjangka untuk melindungi nilai finansial dari komoditi terhadap

resiko perubahan harga yang dapat merugikannya. Ada dua jenis hedger :

a. Hedger pembeli / buying hedge / hedge long adalah hedger yang akan

membeli komoditi di pasar fisik di masa yang akan datang.

b. Hedger penjual / selling hedge / hedge short adalah hedger yang akan

menjual komoditi di pasar fisik di masa yang akan datang.

2. Spekulator.

Spekulator adalah seorang pedagang yang berusaha untuk mengharapkan

keuntungan melalui antisipasi yang tepat terhadap perubahan harga.

D. Kontrak Berjangka

Kontrak berjangka adalah kontrak atau perjanjian untuk menjual atau

membeli suatu produk pada waktu tertentu dengan harga tertentu objek atau produk

(36)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Harga tertentu adalah harga kontrak berjangka di Bursa yang terjadi

berdasarkan tawar menawar antara pembeli dan penjual.

Pengertian lainnya yang di sajikan di paparan Bursa Efek Surabaya saat

sosialisasi tentang futures di kota Solo bulan November 2001 yang lalu adalah

sebagai berikut :

Transaksi Kontrak Berjangka selalu terdiri dari pasangan transaksi

pembukaan (Open position) dan transaksi penutupan (Close Position). Transaksi

penutupan atau transaksi penyelesaian kontrak dapat dilakukan baik dalam masa

periode kontrak maupun pada saat berkahirnya periode kontrak. Penyelesaian

kontrak dilakukan dengan cara melakukan transaksi kebalikan (Reverse Transaction)

dari posisi transakasi pembukaan. Penyelesaian kontrak berjangka saat jatuh tempo

dilakukan dengan memakai mekanisme penyelesaian final.

Kontrak berjangka yaitu sebuah kontrak untuk membeli atau menjual suatu

komoditas atau sekuritas di masa mendatang pada harga yang telah di tetapkan

sekarang. (Universitas Paramadina)

E. Macam – Macam Investasi Emas

Selain dapat melakukan investasi emas dalam bentuk fisik (memiliki

bentuk fisik seperti emas perhiasan, emas batangan, koin emas, dll). Maka juga

berinvestasi pada paper asset seperti membeli saham perusahaan pertambangan

(37)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 1. Emas Perhiasan

Apabila menginginkan investasi emas untuk jangka pendek maka

akan sulit dalam mendapatkan keuntungan apabila menginvestasikan emas

dalam bentuk perhiasan. Karena apabila datang ke toko emas dan membeli

emas perhiasan maka anda akan membayar harga emas perhiasan yang di beli

di tambah dengan ongkos pembutannya.

Dan jika suatu saat anda akan menjualnya kembali, maka toko emas

tidak akan mau membayar ongkos pembuatan dari perhiasan emas tersebut.

Toko emas hanya akan membayar harga emasnya saja. Dan tidak semua toko

emas mau menerima atau membeli emas perhiasan anda beberapa toko emas

kadang menolak pembelian emas perhiasan dari masyarakat penyebanya

adalah karena mereka takut kalau emas perhiasan tidak laku di jual kembali

di karenakan modelnya yang sudah tidak mengikuti jaman. Jadi apabila

mereka membelinya lagi, mereka harus melebur emas tersebut. Atau toko

emas tidak mau membeli emas tersebut di karenakan harga emas yang sedang

berVolatilitas naik turun dan merek tidak mau membeli di harga tinggi. Jadi

kemungkinan emas perhiasan anda akan di hargai rendah di bandingkan

harga emas pada saat toko emas akan menjualnya kembali. (Nofieiman,

2007)

Emas perhiasan merupakan jenis emas yang paling popuer dan lazim

di perjualbelikan di masyarakat. Emas dalam bentuk perhiasan dapat dipakai

sehari – hari sebagai aksesoris kecantikan. Namun emas jenis ini kurang di

anjurkan untuk di beli untuk tujuan investasi. Hal ini di sebabkan pada saat

(38)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id berupa biaya pembuatan perhiasan emas itu sendiri yang nilainya bisa cukup

besar. Sementara kalau perhiasan itu di jual kembali harga di nilai dari berat

emasnya saja. (www.kebun-emas.info)

2. Emas Batangan

Investasi emas yang terbaik adalah investasi emas dalam bentuk

batangan (emas batangan). Emas ini cukup baik bila di jadikan sarana

investasi, dan siapapun tak menyangka bahwa emas batangan berbeda dengan

emas perhiasan. Emas batangan lebih mudah untuk di jual kembali. Selain

itu, emas batangan tidak meminta ongkos pembuatan seperti halnya emas

perhiasan. (Nofieiman, 2007)

3. Koin Emas

Koin Emas ONH (Ongkos Naik Haji). Maksudnya dari koin emas ini

di harapkan bisa sebagai alternative investasi bagi mereka yang ingin

menabung untuk mempersiapkan biaya ibadah haji.

Penamaan Ongkos Naik Haji (ONH) ini sebetulnya taktik pemasran

saja kenyataan walau namanya koin emas Ongkos Naik Haji (ONH), tetapi

investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya karena harga emas yang

sama. Harganya sama dengan harga emas yang mengikuti harga mata uang

asing (dollar AS), dan aman terhadap inflasi. Artinya orang yang tidak

beragama Islam sekalipun, bisa berinvestasi dalam koin emas Ongkos Naik

Haji (ONH) ini. Karena sebetulnya investasi ini sama saja dengan investasi

(39)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id tersebut sebetulnya akan sangat menguntungkan pemegangnya, karena emas

tersebut akan lebih memiliki positioning yang lebih baik dalam

pemasarannya. (Nofieiman, 2007)

4. Sertifikat Emas

Sertifikat Emas adalah selembar kertas yang menjadi bukti

kepemilikan atas emas yang tersimpan pada Bank suatu Negara. Pemilik

sertifikat emas ini hanya memegang satu lembar kertas saja yang hanya dapat

di uangkan pada bank tersebut. Prinsip dari sertifikat emas ini merupakan

alternative investasi yang cukup menguntungkan karena pemiliknya tidak

mengeluarkan biaya penyimpanan emas. Berbeda halnya bila membeli emas

dalam bentuk fisik yang memerlukan biaya untuk penyimpanannya seperti

menyimpan emas di safe deposit box. (Nofieiman, 2007)

5. Saham Pertambangan Emas

Anda bisa juga membeli saham perusahaan pertambangan emas

sebagai alternative anda berinvestasi emas. Dalam keadaan pasar emas yang

sedang naik turun, saham – saham biasanya bergerak lebih cepat dari pada

harga emas fisik itu sendiri. Yang berarti ketika harga emas melonjak, maka

harga saham – saham perusahaan pertambangan emas juga melompat lebih

tinggi. Tapi untuk investasi emas, dengan membeli saham perusahaan

pertambangan emas ini, Anda harus hati – hati juga dan belajar investasi

seputar saham terlebih dahulu, karena anda berinvestasi dalam perusahaan

(40)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id di pasar modal saat ini yaitu PT. Antam TBk denagn kode saham ANTM.

(Nofieiman, 2007)

6. Kontrak Berjangka Emas

Di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) saat ini ada kontak emas, 1 lot

adalah 1.000 gram, emasnya adalah emas logam mulia yang kemungkinannya

99,99% maka kita dapat berdagang fisiknya tetapi juga dapat berdagang

berjangka. (Nofieiman, 2007)

F. Kontrak Berjangka Emas

Emas merupakan jenis Komoditas logam mulia berharga. Masyarakat

Indonesia umumnya mengenal dekat sarana investasi ini.

Sebagian dari mereka memilih emas sebagai sarana investasinya. Mereka

melihat emas bukan saja sebagai sarana investasi akan tetapi juga sebagai tanda

tingkat social individu di lingkungan sekitar.

Walaupun pengetahuan terbatas hanya untuk investasi emas dasar (Dalam

bentuk perhiasan) akan tetapi sudah bisa dilihat bahwa emas merupakan sarana

investasi yang baik buat mereka dalam jangka panjang.

Umumnya, mereka yang menginvestasikan dananya di dalam bentuk

emas, pasti menginginkan keuntungan yaitu dengan mendapatkan selisih dari

harga beli dan jual. Misalkan, anda membelinya di harga Rp. 90.000/gramnya,

anda akan menjualnya bila harganya naik menjadi Rp. 92.000/garmnya. Ini yang

(41)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Dengan bantuan tekhnologi emas bisa di perjual belikan sebagai

komoditas perdagangan berjangka (future trading / margin trading). Artinya anda

tidak memegang fisik dari emas yang anda beli, tetapi hanya memiliki bukti

administrasi atas kepemilikannya. berinvestasi dalam bursa berhjangka, anda

tidak harus menyiapkan dana besar / modal besar. (Nofieiman, 2007)

1. Transaksi di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ)

Berinvestasi emas di bursa berjangka Jakarta (BBJ) berbeda, karena

bisa menjual terlebih dahulu saat harga mahal dan membelinya saat harga

murah (sell high,buy low).

Transaksi di bursa berjangka merupakan transaksi perdagangan, yakni

mengurangi resiko sekaligus mencari keuntungan dari selisih jual beli sebagai

akibat perubahan harga komoditas yang di perdagangkan, dalam hal ini

adalah emas.

Secara singkat, kontrak dagang berjangka adalah suatu kontrak untuk

beli (long) atau menjual (short) suatu asset dasar yang penyerahannya

dilakukan pada masa yang akan datang sesuai harga yang terjadi di bursa

berjangka saat kontrak jatuh tempo.

Pada posisi jual (short) seorang pelaku akan mengambil posisi jual

terhadap komoditas untuk melindungi resiko penurunan harga pada masa

mendatang. Konkretnya, seorang pelaku memperkirakan bahwa komoditas

akan menurun, sehingga dia menjualnya saat ini dengan harga yang lebih

(42)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Sementara itu posisi beli ( long) seorang pelaku memasang posisi beli

pada suatu komoditas. Pertimbangannya, harga komoditas tersebut pada masa

mendatang di perkirakan akan naik. jadi, beli pada saat murah dan nanti bisa

menjual kembali pada harga yang lebih mahal.

Untuk ikut melakukan transaksi emas di bursa berjangka, Anda cukup

membayar margin muka (initial margin) sebesar 4 juta per lot (ukuran

kontrak adalah lot), dimana 1 lot sama dengan 1.000 gram emas), dengan

membuka rekening di salah satu pialang.

Selanjutnya nilai per kontrak (lot) akan bervolatilitas seiring degan

naik turunnya harga emas di bursa berjangka. Anda bisa saja menutup posisi

anda walau belum jatuh tempo, caranya dengan mengambil posisi sebaliknya

dari posisi awal anda apada kontrak yang sama. (Nofieiman, 2007)

2. Cara melakukan transaksi emas di bursa berjangka

Misalkan harga emas pada kontrak berjangka emas (KBE) yang akan

jatuh tempo akhir bulan april ini berada pada level Rp. 100.000 per gram.

Ekspektasi anda, bahwa harga emas dalam beberapa hari ke depan akan

mengalami penurunan. Untuk mendapatkan keuntungan atau meminimalisir

resiko dari penurunan harga tersebut, Anda harus mengambil posisi jual

(short) pada kontrak tersebut.

Anda membeli 1 lot Kontrak Berjangka Emas yang akan jatuh tempo

di akhir bulan april ini, Dengan initial margin yang harus di setor sebesar Rp.

4.000.000 Andaikan pada hari yang sama, pada saat perdagangan ditutup,

(43)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id mengalami keuntungan karena (1 lot x (100.000.000 – 99.000.000)) jadi anda

mendapatkan untung sebesar Rp. 1000.000 Dengan memasang posisi jual,

Anda telah menjual seharga Rp. 100.000.000 dan sekaramg anda membelinya

dengan harga Rp. 99.000.000 juta.

Kalau keesokan harinya ternyata harga emas terus turun dan ditutup di

harga Rp. 98.000/gram, Maka anda akan untung lagi sebesar Rp. 1000.000

karena (1 lot x (99.000.000 – 98.000.000)). Total keuntungan anda sebesar

Rp. 2.000.000, di luar biaya transaksi. Keuntungan akan semakin belipat –

lipat apabila jumlah lot yang anda beli semakin banyak.

Apabila harga emas naik menjadi Rp. 101.000/gram, maka nilai per

lot menjadi Rp. 101.000.000 (100.000 x 101.000), maka anda akan

mengalami kerugian sebesar Rp. 1.000.000 karena (I lot x (100.000.000 –

101.000.000)), sehingga saldo anda akan berkurang sebesar Rp. 1.000.000

menjadi Rp. 3.000.000. Untuk melanjutkan transaksi maka anda harus

melakukan penyetoran biaya sebesar Rp. 3.000.000 sehingga rekening anda

sama seperti awal yaitu Rp. 4.000.000. Karena dalam transaksi kontrak

berjangka emas jika saldo anda lebih kecil dari Rp. 2.500.000 per lot, maka

anda harus menyetor dana tambahan sehingga rekening anda kembali seperti

semula yaitu Rp. 4.000.000 per lot. Apabila anda tidak menambah uang maka

(44)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

3. Faktor – faktor kontrak berjangka emas

Sebelum melakukan transaksi kontrak berjangka emas di bursa

berjangka Jakarta (BBJ) maka harus mempertimbangkan beberapa hal,

pertama misalkan terkait masalah fundamental komoditi yang akan di

transaksikan. Aspek fundamental terkait dengan stock komoditi tersebut,

apakah permintaanya semakin bertambah atau permintaan semakin menurun.

Kedua adalah berkaitan dengan aspek teknikal. Dalam hal ini, Alat

utamanya adalah menggunakan grafik perkembangan harga suatu komoditas

dalam kurun waktu tertentu. Ada dua factor yang perlu di pertimbangkan,

yakni analisa garis support dan resistance.

Garis support adalah garis yang menghubungkan titik terendah dari

harga suatu komoditas. Garis resistance adalah garis yang menhubungkan

titik tertinggi dari harga.

Seorang pelaku dalam bursa berjangka dapat mengambil posisi beli

(long) jika harga yang terjadi berada di atas garis support dan sebaliknya

apabila pelaku bursa berjangka mengambil posisi jual (short). (Nofieiman,

2007)

4. Strategi dalam melakukan transaksi

Strategi yang dilakukan dalam melakukan transaksi dalam bursa

berjangka agar dapat meraih keuntungan atau terhindar dari resiko / kerugian

yang besar adalah:

Pertama adalah batasi jumlah transaksi investasi. Dalam kenyataannya

(45)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id wajib menyerahkan sejumlah dana yang disebut sebagai deposit margin yang

besarnya Rp. 10.000.000.

Kedua adalah apabila ternyata pasar sedang stagnan atau tidak terjadi

pergerakan harga yang signifikan maka lebih baik menunggu dan

memperhatikan (wait n see).

Ketiga adalah masukkan aspek psikologis dan capital management

dalam mengambil keputusan. Aspek psikologis adalah terkait dengan rasa

keraguan anda dalam mengambil posisi dalam transaksi. Aspek capital

management adalah terlalu memaksakan diri dalam melakukan transaksi di

Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). (Nofieiman, 2007)

G. Lindung Nilai

Lindung nilai atau dalam bahasa Inggris disebut hedge dalam dunia

keuangan dapat diartikan sebagai suatu investasi yang dilakukan khususnya untuk

mengurangi atau meniadakan risiko pada suatu investasi lain. Lindung nilai

adalah suatu strategi yang diciptakan untuk mengurangi timbulnya risiko bisnis

yang tidak terduga, di samping tetap dimungkinkannya memperoleh keuntungan

dari invetasi tersebut.(wikipedia)

Seorang hedger atau pelaku lindung nilai biasanya akan melakukan

investasi pada suatu sekuritas yang diyakininya memiliki harga di bawah nilai

pasar yang seharusnya dan menggabungkannya dengan sekuritas lainnya yang

berhubungan dengan sekuritas tersebut. Holbrook Working, seorang perintis teori

(46)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id (spekulasi dasar), di mana dasarnya adalah perbedaan antara nilai teoritis lindung

nilai dengan nilai pasar sesungguhnya.

Beberapa bentuk risiko yang diambil merupakan suatu risiko yang

menyatu dari kegiatan bisnis yang dilakukan, dan beberapa merupakan hal yang

wajar pada bisnis tertentu seperti misalnya pada bidang usaha pertambangan

minyak dimana risiko kenaikan dan penurunan harga adalah hal yang wajar.

Beberapa bentuk risiko lainnya adalah tidak diinginkan namun tidak dapat

dihindari tanpa dilakukan lindung nilai. Misalnya seseorang yang memiliki toko,

tentunya dapat mengatasi risiko alami yang timbul seperti persaingan, kualitas

barang yang jelek, barang yang tidak diminati, dan lainnya. Namun, risiko

musnahnya sediaan barang dagangan oleh kebakaran adalah suatu risiko yang

tidak diinginkan, tetapi dapat dilakukan lindung nilai dengan mengasuransikan

tokonya terhadap risiko kebakaran.

Tidak semua lindung nilai merupakan instrumen keuangan. Misalnya saja

seorang produser yang melakukan ekspor ke negara lain dapat melakukan

lindung nilai atas risiko nilai tukar mata uang dengan cara menghitung

(47)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id H. Tinjauan Penelitian

Terdapat beberapa penelitian yang telah dilakukan mengenai kontrak

berjangka diantaranya adalah :

1. Eric Chang (2000) yang berjudul “Market volatility and the demand for

hedging in stock indeks futures”.Dalam jurnalnya Erick Chang meneliti

hubungan antara pergerakan harga saham yang diwakilkan oleh Indeks saham

S&P500 dengan permintaan lindung nilai dalam Pasar Kontrak Berjangka

Indeks Saham S&P500 dimana open interst digunakan sebagai perkiraan dari

lindung nilai.

2. Hinsa Siahaan (2006) penelitian ini mencoba mengungkapkan eksistensi

pasar derivatif di Indonesia sekarang ini secara deskriptif analisis,dan

mencoba mengemukakan bagaimana transaksi kontrak berjangka indeks

saham dan mata uang asing dapat dijadikan seagi wacana mendapatkan

keuntungan.

3. P. Srinivasan (2008) dalam penelitian ini Exponential GARCH model

digunakan untuk menguji dampak perdagangan berjangka dipasar spot

volatilitasdari 21 saham perbankan dipilih komersial India.

4. Tommi Effendi Parulian Sihaloho (2006) Penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui nilai IHSG, indeks LQ45, dan indeks saham sektor keuangan

(48)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id I. Kerangka pemikiran

Keterangan :

1. Variabel Independen

Disebut juga sebagai variabel bebas, yaitu variabel yang mempengaruhi

atau yang menjadi sebagai perubahan dan timbulnya variabel dependent

(terikat). Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah Volatilitas Harga

Gold.

2. Variabel Dependent

Disebut juga sebagai variabel terikat atau variabel output, yaitu variabel

yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.

Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah Volume Kontrak

Berjangka Gold.

J. Hipotesis

Dalam bursa berjangka yang menawarkan kontrak berjangka yang

spesifik ini, antara pasar fisik atau instrumen keuangan, akan memunculkan

perbedaan karakter yang mendasar antara harga pasar fisik (spot price) dengan

harga yang terjadi di pasar berjangka (futures price). Perbedaan antara spot price

dan futures price inilah yang dinamakan dengan basis. Pergerakan harga di pasar

berjangka dengan pasar fisik pada dasarnya berjalan searah, walaupun pada saat

Volatilitas harga Gold Volume Kontrak Berjangka

(49)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id tertentu posisinya bisa mengecil dan membesar. Mengecilnya selisih harga di

pasar berjangka dengan harga di pasar fisik disebut dengan basis kuat (strong

basis). Sebaliknya bila selisih harga di pasar berjangka dengan harga di pasar

fisik membesar, keadaan ini disebut dengan basis lemah (weak basis).

Lemah atau kuatnya basis suatu komoditi tergantung dari sedikit atau

banyaknya permintaan dan penawaran dari komoditi yang bersangkutan.

Umumnya basis yang lemah menggambarkan kelebihan penawaran, dimana

harga di pasar fisik jauh lebih rendah dari harga di pasar berjangka. Sedangkan

basis yang kuat menggambarkan kelebihan permintaan komoditi secara fisik,

yang menyebabkan harga-harga di pasar berjangka untuk bulan-bulan

penyerahan yang lebih jauh akan semakin tinggi dan harga di pasar fisik akan

mendekati harga pasar berjangka untuk bulan penyerahan terdekat.

Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan hipotesis

penelitian sebagai berikut:

Volatilitas Harga Gold berpengaruh terhadap volume permintaan

(50)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

A. Pemilihan Sampel

Sampel merupakan bagian terkecil dari suatu populasi. Untuk sampel

penelitian ini menggunakan data perdagangan Kontrak Berjangka emas periode

Januari 2008 sampai Agustus 2010

B. Data dan Metode pengumpulan data

Penelitian ini menggunakan harga harian emas. Sementara untuk data

permintaan Kontrak berjangka menggunakan volume kontrak berjangka emas

terdapat dalam data perdagangan harian Kontrak Berjangka emas.

Penelitian ini mengambil data sekunder yang dipublikasikan berupa data

harga harian emas dan data volume Kontrak Berjangka emas mulai dari Januari

2008 hingga Agutus 2010. Sumber data harian emas dan data volume kontrak

berjangka emas diperoleh dari website internet www.bbj-jfx.com.

C. Metode analisis data

1. Teknik Analisa Data

Pada penelitian ini akan diuji pengaruh volatilitas harga emas terhadap

Volume Permintaan Perdagangan Kontrak Berjangka emas. Akan digunakan

analisis regresi dengan distributed-lag model untuk menguji hipotesis yang

(51)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id suatu persamaan yang menghubungkan antara variabel tidak bebas (Y) yaitu

Volume kontrak berjangka Emas dengan variabel bebas (X) yaitu Harga

Emas sekaligus untuk menentukan nilai ramalan atau dugaannya. dengan

menggunakan distributed-lag model maka model regresi ini juga akan

memperhitungkan jangka waktu. Sebab seringkali Y bereaksi terhadap X

dengan suatu jangka waktu tertentu.

Ada tiga alasan utama mengapa seringkali terjadi lag :

a. Alasan psikologis, yaitu karena dorongan dari kebiasaan.Banyak orang

tidak segera merubah kebiasaan atau perilakunya ketika terjadi suatu

perubahan dalam dirinya.

b. Alasan tekhnologi, seseorang dalam menghadapi suatu perubahan

seringkali mengambil sikap menunggu dengan harapan akan terjadi

perubahan lebih lanjut yang lebih menguntungkan.

c. Alasan industri, seringkali seseorang terikat dalam suatu kontrak atau

perjainjian, sehingga ia menjadi tidak bebas dalam bertindak karena

terikat oleh perjanjian atau kontrak yang ada.

Bentuk persamaan regresi denagn distribusi-lag model ini adalah:

Yt =

a

+ b 0Xt + b 1Xt-1 + b 2Xt-2 + b 3Xt-3 +…….+ b 5Xt-25

Keterangan

Yt = variabel terikat, yaitu voleme kontrak berjangka emas pada hari t

(52)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Xt = variabel bebas, yaitu volatilitas harga emas hari t

Xt-1 = variabel bebas, yaitu volatilitas harga emas pada hari t-1

Xt-2 = variabel bebas, yaitu volatilitas harga emas pada hari t-2

Xt-3 = variabel bebas, yaitu volatilitas harga emas pada hari t-3

Xt-4 = variabel bebas, yaitu volatilitas harga emas pada hari t-4

Xt-25 = variabel bebas, yaitu volatilitas harga emas pada hari t-25

Untuk memudahkan perhitungan terhadap pengujian yang akan

dilakukan, digunakan program komputer SPSS 15.0 for Window untuk

membantu pengolahan data statistik.

2. Pengujian Hipotesis Penelitian

a. Menentukan Hipotesis untuk uji pengaruh dengan menggunakan t-test

atau uji parsial.

Volatilitas harga emas berpengaruh terhadap volume permintaan

perdagangan kontrak berjangka emas.

b. Menentukan tingkat signifikan (α)

Dalam penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau

(53)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id c. Statistika uji

Untuk menghitung tingkat pergerakan harian dilakukan dengan cara

membandingkan antara selisih dari nilai sekarang relative dengan nilai

periode lalu. Untuk menghitung tingkat pergerakan harga emas di

pergunakan rumus :

1) Menghitung tingkat pergerakan

Untuk menghitung tingkat pergerakan harian dilakukan dengan

cara membandingkan antara selisih dari nilai sekarang relatif dengan nilai

periode lalu. Untuk menghitung tingkat pergerakan harga emas

dipergunakan rumus :

D = Volatilitas harga emas pada hari t

(54)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 2) Uji t

Untuk menguji koefisien regresi secara parsial dari variabel independen

terhadap variabel dependen. Dengan tingkat signifikansi 5%, apabila

pengambilan keputusan dengan mengunakan nilai probabilitasnya, maka

jika :

(55)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Kontrak berjangka Emas yang diperdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta

(BBJ) dengan kontrak Berjangka (GOL), yang setiap kontrak berjangka mengandung

1 kg emas kualitas murni (99,99%) dengan jangka waktu 3 bulan.

Keunggulan Kontrak Berjangka Emas (GOL):

2. Harga transparan

3. Kontrak standar

4. Dapat serah terima dalam bentuk cash dan fisik

5. Biaya relatif lebih kecil

Penggunaan emas sebagai nilai investasi dipandang cukup menguntungkan

karena harga emas yang stabil dan cenderung terus bertambah mahal dari waktu ke

waktu. Berbeda dengan melakukan investasi dengan produk lain, tingkat keamanan

nilai investasi dengan emas lebih baik dibandingkan dengan lainnya.

A. Deskripsi Data Penelitian

1. Perbandingan Volatilitas Harga Emas Fisik dengan Harga Emas

Pada Bursa Berjangka

Untuk mengetahui bahwa terdapat perbedaan antara harga emas

(56)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id menggunakan uji paired t test. Uji ini memiliki ketentuan bahwa terdapat

perbedaan jika nilai sig lebih besar dari nilai signifikansi yaitu 0,05.

a. Tahun 2008

Dengan melihat dari hasil analisis SPSS yang dilakukan

didapat hasil bahwa seluruh nilai sig yang diperoleh lebih besar

dari nilai 0,05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan

antara harga emas fisik dengan harga emaas pada bursa berjangka.

Untuk lebih lengkapnya, hasil analisis dapat dilihat pada table 4.1

dibawah ini.

Sedangkan untuk mengetahui besar perbedaan antara harga

emas fisik dengan emas pada perdagangan berjangka dapat dilihat

(57)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Tabel 4.1

Nilai Sig Harga Emas Tahun 2008

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper t df Sig. (2-tailed)

Pair 1 FJan08 - BJan08 -.016982 .003929 -1.311 18 .206

Pair 2 FFeb08 - BFeb08 -.005966 .014702 .888 18 .386

Pair 3 FMar08 - BMar08 -.017573 .011257 -.460 18 .651

Pair 4 FApr08 - BApr08 -.010103 .012208 .198 18 .845

Pair 5 FMei08 - BMei08 -.011397 .008133 -.351 18 .730

Pair 6 FJun08 - BJun08 -.007666 .014193 .627 18 .538

Pair 7 FJul08 - BJul08 -.014549 .004654 -1.083 18 .293

Pair 8 FAgt08 - BAgt08 -.016109 .015899 -.014 18 .989

Pair 9 FSep08 - BSep08 -.023426 .014268 -.510 18 .616

Pair 10 FOkt08 - BOkt08 -.028227 .034227 .202 18 .842

Pair 11 FNov08 - BNov08 -.022766 .013397 -.544 18 .593

(58)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Tabel 4.2

Besar Perbedaan Antara Harga Emas Fisik

Dengan Emas Pada Perdagangan Berjangka

(59)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

perdagangan berjangka memiliki nilai yang lebih tinggi

dibandingkan dengan harga emas fisik. Sebagai contoh harga

emas pada bulan Januari dimana untuk emas fisik adalah -0,004

dan harga emas pada perdagangan berjangka adalah 0,002.

b. Tahun 2009

Dengan melihat dari hasil analisis SPSS yang dilakukan didapat

hasil bahwa seluruh nilai sig yang diperoleh lebih besar dari nilai

0,05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara harga

emas fisik dengan harga emaas pada bursa berjangka. Untuk lebih

(60)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Sedangkan untuk mengetahui besar perbedaan antara harga emas

fisik dengan emas pada perdagangan berjangka dapat dilihat pada

kolom mean table 4.4.

Tabel 4.3

Nilai Sig Harga Emas Tahun 2009

Paired Samples Test

Paired Differences

(61)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Tabel 4.4

Besar Perbedaan Antara Harga Emas Fisik

Dengan Emas Pada Perdagangan Berjangka

(62)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Pair 11 FNov09 -.00094 18 .014976 .003530

BNov09 -.00594 18 .006301 .001485

Pair 12 FDec09 .00100 18 .015518 .003658

BDec09 .00406 18 .012326 .002905

Dari table 4.4 terlihat harga rata-rata harga emas pada

perdagangan berjangka memiliki nilai yang lebih tinggi

dibandingkan dengan harga emas fisik. Sebagai contoh harga

emas pada bulan Juni dimana untuk emas fisik adalah -0,001 dan

harga emas pada perdagangan berjangka adalah 0,002.

c. Tahun 2010

Dengan melihat dari hasil analisis SPSS yang dilakukan didapat

hasil bahwa seluruh nilai sig yang diperoleh lebih besar dari nilai

0,05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara harga

emas fisik dengan harga emaas pada bursa berjangka. Untuk lebih

lengkapnya, hasil analisis dapat dilihat pada table 4.5 dibawah.

Sedangkan untuk mengetahui besar perbedaan antara harga emas

fisik dengan emas pada perdagangan berjangka dapat dilihat pada

(63)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Tabel 4.5

Nilai Sig Harga Emas Tahun 2010

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper t df Sig. (2-tailed)

Pair 1 FJan09 - BJan09 -.012424 .012091 -.029 17 .977

Pair 2 FFeb09 - BFeb09 -.011254 .008698 -.270 17 .790

Pair 3 FMar09 - BMar09 -.014373 .015595 .086 17 .932

Pair 4 FApr09 - BApr09 -.011790 .012457 .058 17 .954

Pair 5 FMei09 - BMei09 -.009095 .008095 -.123 17 .904

Pair 6 FJun09 - BJun09 -.007534 .006867 -.098 17 .923

Pair 7 FJul09 - BJul09 -.003487 .007487 .769 17 .452

Pair 8 FAgus09 - BAgs09 -.009027 .006027 -.420 17 .679

Pair 9 FSept09 - BSept09 -.007232 .008010 .108 17 .916

Pair 10 FOkt09 - BOkt09 -.010203 .007092 -.380 17 .709

Pair 11 FNov09 - BNov09 -.003057 .013057 1.309 17 .208

(64)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Tabel 4.6

Besar Perbedaan Antara Harga Emas Fisik

Dengan Emas Pada Perdagangan Berjangka

(65)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Pair 12 FDec09 .00100 18 .015518 .003658

BDec09 .00406 18 .012326 .002905

Dari table 4.6 terlihat harga rata-rata harga emas pada

perdagangan berjangka memiliki nilai yang lebih tinggi

dibandingkan dengan harga emas fisik. Sebagai contoh harga

emas pada bulan Desember 2010 dimana untuk emas fisik adalah

-0,001 dan harga emas pada perdagangan berjangka adalah 0,004.

2. Volatilitas Harga Emas Berjangka Perbulan Periode 2008 - 2010

Tabel dibawah ini menunjukkan Volatilitas harga emas dalam tiga

tahun terakhir.

Tabel 4.7

Volatilitas Rata-rata Harga Emas

Tahun 2008 (dalam rupiah)

Bulan Harga (Rp) Volatilitas

Jan 270.689 0,0000

(66)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Tabel 4.8

Volatilitas Rata-rata Harga Emas

Tahun 2009 (dalam rupiah)

Bulan Harga (Rp) Volatilitas

Jan 311.650 0,0000

Sumber : Data Sekunder Yang Diolah (2011)

Tabel 4.9

Volatilitas Rata-rata Harga Emas

Tahun 2010 (dalam rupiah)

Bulan Harga (Rp) Volatilitas

Jan 335.425 0,0000

Figur

Gambar 1  Kerangka Pemikiran  ..................................................................

Gambar 1

Kerangka Pemikiran .................................................................. p.15
Tabel 4.18

Tabel 4.18

p.17
Tabel 4.1

Tabel 4.1

p.57
Tabel 4.2

Tabel 4.2

p.58
Tabel 4.3

Tabel 4.3

p.60
Tabel 4.5

Tabel 4.5

p.63
Tabel 4.6

Tabel 4.6

p.64
Tabel 4.7 Volatilitas Rata-rata Harga Emas

Tabel 4.7

Volatilitas Rata-rata Harga Emas p.65
Tabel dibawah ini menunjukkan Volatilitas harga emas dalam tiga

Tabel dibawah

ini menunjukkan Volatilitas harga emas dalam tiga p.65
Tabel 4.8 Volatilitas Rata-rata Harga Emas

Tabel 4.8

Volatilitas Rata-rata Harga Emas p.66
Tabel 4.10

Tabel 4.10

p.67
Tabel 4.12

Tabel 4.12

p.68
Tabel 4.13

Tabel 4.13

p.70
Tabel 4.14

Tabel 4.14

p.71
Tabel 4.15

Tabel 4.15

p.72
Tabel 4.16

Tabel 4.16

p.73
Tabel 4.17

Tabel 4.17

p.74
Tabel 4.18

Tabel 4.18

p.75
Tabel 4.19

Tabel 4.19

p.76
Tabel 4.20

Tabel 4.20

p.77
Tabel 4.21

Tabel 4.21

p.78
Tabel 4.22

Tabel 4.22

p.79
Tabel 4.23

Tabel 4.23

p.80
Tabel 4.24

Tabel 4.24

p.81
Tabel 4.25

Tabel 4.25

p.82
Tabel 4.26

Tabel 4.26

p.83
Grafik mengenai permintaan dan ketersediaan emas, permintaan pasar

Grafik mengenai

permintaan dan ketersediaan emas, permintaan pasar p.84

Referensi

Memperbarui...