Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya

19 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya

1. Kornea

Bagian ini adalah bagian terluar mata, kornea sendiri memiliki karakteristik kuat dan tembus

terhadap cahaya. Fungsi dari kornea sendiri adalah menerima serta meneruskan cahaya yang

masuk ke mata dan memberikan perlindungan terhadap bagian sensitif mata yang ada di

bawahnya. cahaya yang diterima kornea akan diteruskan ke bagian dalam mata yang kemudian

berakhir di retina.

2. Aqueous humor

Adalah lensa mata dan cairan kornea, fungsinya adalah membiaskan cahaya ke bagian dalam

mata

3. Lensa kristalin

lensa mata ini mempunyai peran yang penting yaitu mengatur letak bayangan supaya jatuh tepat

di bintik kuning. Lensa mata mempunyai tugas untuk memfokuskan

cahaya dan meneruskanya supaya jatuhnya tepat di bagian

retina.

4. Iris

selaput ini di bagian tengahnya membentuk celah lingkaran. Fungsi dari iris adalah memberikan

warna mata, dan mengatur perbesaran pupil (kondisi ini dilakukan untuk membatasi banyaknya

jumlah cahaya yang dapat masuk ke iris). letaknya sendiri berada di tengah bola mata dan tepat

di belakang kornea. Jenis ras atau bangsa menjadi faktor yang mempengaruhi warna iris yang

beda-beda.

5. Pupil

(2)

6. Otot mata

Otot ini berfungsi untuk mengatur besar dan kecilnya lensa, selain itu juga berfungsi sebagai

penyangga lensa kristalin.

7. Vitreus humor

Bentuknya seperti cairan bening dan biasanya mengisi rongga mata. Fungsinya meneruskan

cahaya dari lensa menuju ke retina.

8. Retina

Lapisan yang terdapat di bagian belakang dinding bola mata dimana disitu tempat bayangan akan

dibentuk. Istilah lain dari bagian ini adalah selaput jala, dimana bagian ini adalah bagian yang

peka terhadap cahaya. Terlebih pada bintik kuning, retina sendiri memiliki fungsi untuk

menangkap cahaya dan kemudian meneruskannya sampai ke saraf mata. kemudian cahaya akan

diterima di ujung-ujung saraf yang ada di bagian selaput jala.

9. Bintik kuning

Lengkungan yang terdapat di retina dan merupakan bagian yang paling peka.

10. Syaraf optik

Syaraf ini berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang datang dari retina menuju ke otak.

Tugasnya sendiri memang untuk meneruskan rangsang cahaya supaya sampai ke otak. Saraf

optik membawa semua informasi yang akan diproses di dalam otak. Pada akhirnya kita dapat

melihat suatu objek atau benda.

1. Proses Terjadinya Penglihatan

Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur

utama yang berbeda dan kesemua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat

kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat

melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat dibelakangnya

terdapat iris, selain member warna pada mata iris juga dapat merubah ukurannya secara otomatis

sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya

ketika berada di tempat gelap iris akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin.

Ketika kekuatan cahaya bertambah, iris akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke

mata. System pengaturan otomatis yang berkeja pada mata bekerja sebagaimana berikut.

(3)

bekerja bersamaan dengan struktur ini adalah lensa. Lensa bertugas memfokuskan cahaya yang

memasuki mata pada lapisan retina di bagian belakang mata. Karena otot-otot disekeliling lensa

cahaya yang datang ke mata dari berbagai sudut dan jarak berbeda dapat selalu difokuskan ke

retina.Semua system yang telah kami sebutkan tadi berukuran lebih kecil, tapi jauh lebih unggul

daripada peralatan mekanik yang dibuat untuk meniru desain mata dengan menggunakan

teknologi terbaru, bahkan system perekaman gambar buatan paling modern di dunia ternyata

masih terlalu sederhana jika dibandingkan mata. Jika kita renungkan segala jerih payah dan

pemikiran yang dicurahkan untuk membuat alat perekaman gambar buatan ini kita akan

memahami betapa jauh lebih unggulnya teknologi penciptaan mata.

Jika kita amati bagian-bagian lebih kecil dari sel sebuah mata maka kehebatan penciptaan ini

semakin terungkap. Anggaplah kita sedang melihat mangkuk Kristal yang penuh dengan

buah-buahan, cahaya yang datang dari mangkuk ini ke mata kita menembus kornea dan iris kemudian

difokuskan pada retina oleh lensa jadi apa yang terjadi pada retina, sehinggasel-sel retina dapat

merasakan adanya cahaya ketika partikel cahaya yang disebut foton mengenai sel-sel retina.

Ketika itu mereka menghasilkan efek rantai layaknya sederetan kartu domino yang tersusun

dalam barisan rapi. Kartu domino pertama dalam sel retina adalah sebuah molekul bernama

11-cis retinal. Ketika sebuah foton mengenainya molekul ini berubah bentuk dan kemudian

mendorong perubahan protein lain yang berikatan kuat dengannya yakni rhodopsin.

Kini rhodopsin berubah menjadi suatu bentuk yang memungkinkannya berikatan dengan protein

lain yakni transdusin. Transdusin ini sebelumnya sudah ada dalam sel namun belum dapat

bergabung dengan rhodopsin karena ketidak sesuaian bentuk. Penyatuan ini kemudian diikuti

gabungan satu molekul lain yang bernama GTP kini dua protein yakni rhodopsin dan transdusin

serta 1 molekul kimia bernama GTP telah menyatu tetapi proses sesungguhnya baru saja dimulai

senyawa bernama GDP kini telah memiliki bentuk sesuai untuk mengikat satu protein lain

bernama phosphodiesterase yang senantiasa ada dalam sel. Setelah berikatan bentuk molekul

yang dihasilkan akan menggerakkan suatu mekanisme yang akan memulai serangkaian reaksi

kimia dalam sel.

(4)

bentuk sinyal listrik. Sinyal ini berisi informasi visual objek di luar mata.Agar mata dapat

melihat sinyal listrik yang dihasilkan dalam retina harus diteruskan dalam pusat penglihatan di

otak. Namun sel-sel saraf tidak berhubungan langsung satu sama lain ada celah kecil yang

memisah titik-titik sambungan mereka lalu bagaimana sinyal listrik ini melanjutkan

perjalanannya disini serangkaian mekanisme rumit terjadi energy listrik diubah menjadi energy

kimia tanpa kehilangan informasi yang sedang dibawa dan dengan cara ini informasi diteruskan

dari satu sel saraf ke sel saraf berikutnya. Molekul kimia pengangkut ini yang terletak pada titik

sambungan sel-sel saraf berhasil membawa informasi yang datang dari mata dari satu saraf ke

saraf yang lain.

Ketika dipindahkan ke saraf berikutnya sinyal ini diubah lagi menjadi sinyal listrik dan

melanjutkan perjalanannya ke tempat titik sambungan lainnya dengan cara ini sinyal berhasil

mencapai pusat penglihatan pada otak disini sinyal tersebut dibandingkan informasi yang ada di

pusat memori dan bayangan tersebut ditafsirkan akhirnya kita dapat melihat mangkuk yang

penuh buah-buahan sebagaimana kita saksikan sebelumnya karena adanya system sempurna

yang terdiri atas ratusan kompenen kecil ini dan semua rentetan peristiwa yang menakjubkan ini

terjadi pada waktu kurang dari 1 detik

Kelainan pada mata dan cara mengatasinya

Berikut beberapa

kelainan pada mata

dan bagaimana

cara mengatasi kelainan mata

tersebut.

Rabun jauh

(myopia)

Orang sering menyebutnya juga dengan

lamur.

Rabun jauh bisa diartikan ketidakmampuan mata

untuk melihat dengan jelas benda dalam jarak jauh. Rabun jauh disebabkan karena jarak titik api

lensa mata lebih pendek atau lensa mata terlalu cembung sehingga bayangan benda jatuh di

depan retina.

Cara mengatasi rabun jauh

(myopia)

adalah dengan memakai kaca mata lensa cekung (kacamata

minus). Kacamata minus akan membantu menempatkan bayangan tepat pada retina.

Rabun dekat

(hypermetropia)

(5)

terlalu pipih. Titik api lensa berada di belakang retina sehingga mata tidak dapat melihat dengan

jelas benda dalam jarak dekat.

Cara mengatasi rabun dekat (hypermetropia)

adalah dengan memakai kaca mata lensa cembung

(kacamata plus). Dengan kacamata plus, sinar yang jatuh di belakang retina akan diposisikan

kembali pada retina.

Mata tua

(presbiopia)

Presbiopi sering disebut dengan mata tua. Yaitu menurunnya kemampuan mata dalam

beradaptasi karena factor usia.. Penderita presbiopi tidak dapat melihat dengan jelas benda jarak

dekat maupun jauh. Disebut mata tua karena kelainan mata ini banyak dialami oleh orang lanjut

usia.

Cara mengatasi presbiopia adalah dengan memakai kacamata berlensa rangkap, yaitu bagian atas

berlensa cekung (negatif) dan bagian bawah berlensa cembung (positif).

Rabun senja

Rabun senja disebut juga rabun ayam. Yaitu kondisi dimata mata tidak mampu melihat dengan

jelas benda yang berada di tempat kurang cahaya atau remang-remang. Rabun senja disebabkan

oleh kekurangan vitamin A. Karena itu, untuk mengatasi rabun senja, penderita harus banyak

mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A.

Buta warna

Buta warna adalah ketidakmampuan mata untuk membedakan warna. Kelainan mata ini bersifat

menurun. Ada dua macam buta warna, yaitu buta warna total dan buta warna sebagian. Buta

warna total hanya bisa membedakan warna hitam putih saja. Sedangkan buta warna sebagian

tidak bisa melihat warna tertentu, yaitu merah, biru, dan hijau.

Katarak

Katarak disebut juga bular mata. Penyebab katarak adalah lensa mata yang keruh sehingga

masuknya cahaya pada retina jadi terhalang. Penderita katarak biasanya berusia di atas 55 tahun.

Untuk mengatasi katarak, perlu dilakukan operasi mata.

Astigmatisme

(6)

Mata Juling

Juling merupakan kelainan mata akibat ketidakserasian atau tidak sinkron-nya otot-otot mata.

Bila penderitanya masih anak-anak, maka juling bisa diatasi dengan cara operasi.

Glaukoma

Kelainan mata ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata. Tekanan terjadi

karena adanya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan pembentukan cairan di bola mata

yang berlebihan. Glaucoma merupakan kelainan yang serius. Jika tidak segera diatasi bisa

menyebabkan kebutaan.

Mengatasi glaucoma yaitu dengan minum obat-obatan ataupun dengan tindakan pembedahan.

Bagian-Bagian Kulit Beserta Fungsinya

Dalam kehidupan sehari-hari kulit mempunyai peran penting untuk kita. Salah satu fungsinya

adalah mengeluarkan zat sisa seperti keringat. Kulit tersusun atas tiga lapisan, yaitu epidermis

(lapisan luar/kulit ari), dermis (lapisan dalam/kulit jangat, dan hipodermis (jaringan ikat dibawah

kulit).

Kulit dibagi menjadi 3 lapisan yaitu :

Lapisan Epidermis

Epidermis merupakan lapisan kulit yang terluar, terdiri dari lapisan sel yang telah mati yang

disebut juga lapisan tanduk. Fungsi epidermis adalah sebagai sawar pelindung terhadap bakteri,

iritasi kimia, alergi dan lain-lain.

(7)

Stratum corneum (lapisan tanduk).

Stratum corneum merupakan lapisan kulit yang paling luar. Stratum korneum paling tebal pada

telapak kaki dan paling tipis pada pelupuk mata, pipi dan dahi. Lapisan ini tersusun atas sel-sel

mati yang mudah mengelupas.

Stratum lucidum (daerah rintangan).

Lapisan ini berwarna terang dan hanya nampak pada lapisan kulit yang tebal. Hanya terlihat pada

telapak kaki dan telapak tangan.

Stratum granulosum (lapisan seperti butir).

Lapisan ini menggandung sel-sel bergranula yang menghambar pengeluaran air berlebih. Stratum

granulosum berpartisipasi aktif dalam proses keratinisasi, hanya mekanismenya belum diketahui

jelas.

Stratum spinosum (lapisan sel duri).

Stratum spinosum (stratum malpighi) terdiri dari beberapa lapis sel yang berbentuk poligonal

yang besarnya berbeda-beda karena adanya proses mitosis. Lapisan ini adalah lapisan paling

tebal di epidermis.

Stratum germinativum (lapisan sel basal).

Lapisan ini selalu tumbuh dan membelah, lapisan ini banyak ditemukan sel melanosit yang

menghasilkan pigmen melanin yang menentukan warna kulit seseorang.

Lapisan Dermis

Dermis memiliki ketebalan 3-5 mm, merupakan anyaman serabut kolagen dan elastin yang

bertanggung jawab untuk sifat-sifat penting dari kulit. Dermis mengandung pembuluh darah,

pembuluh limfe, gelembung rambut, kelenjar lemak (sebasea), kelenjar keringat, otot dan serabut

saraf.

Kelenjar Keringat (Glandula Sudorifera)

Kelenjar ini berfungsi mengeluarkan keringat melalui saluran keringat yang bermuara di

pori-pori kulit.

Kelenjar Minyak ( Glandula Sebasea)

Kelenjar minyak berfungsi menghasilkan minyak (sebum). Minyak yang dikeluarkan berfungsi

untuk melumasi kulit dan membuat rambut tidak kering.

(8)

Di dalam kantong rambut terdapat akar rambut dan batang rambut. Kantong rambut dilengkapi

dengan otot penegak rambut. Pada saat udara dingin, otot rambut berkontraksi yang

menyebabkan tegaknya batang rambut.

Pembuluh Kapiler Darah

Pembuluh kapiler darah berfungsi mengedarkan zat-zat makanan yang diperlukan untuk

pertumbuhan rambut dan sel-sel kulit.

Ujung-Ujung Saraf Penerima Rangsang

Ujung-Ujung saraf penerima rangsang meliputi :

a) Pacini : Tekanan

b) Ruffini : Panas

c) Krause : dingin

d) Meissener : sentuhan

Lapisan Hipodermis (Jaringan ikat bawah kulit terletak di bawah

kulit jangat)

Di dalam lapisan ini terdapat lemak yang berfungsi untuk cadangan makanan, menahan panas

tubuh, melindungi tubuh bagian dalam terhadap benturan dari luar.

a) Alat pengeluaran keringat.

b) Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.

c) Tempat penyimpanan kelebihan lemak.

d) Melindungi tubuh terhadap kuman dari luar.

e) Alat peraba, di ujung kulit terdapat saraf indra yang dapat merasakan kasar dan halus.

f) Alat perasa dingin, panas, nyeri, pedih, dan lain-lain

(9)

Fungsi Kulit diantaranya :

-Pelindung mekanik, seperti pukulan dan suhu

-Alat peraba

-Penyimpan lemak

-Mengekskresikan keringat

-Tempat perubahan provitamin D menjadi vitamin D

Jenis-Jenis Penyakit Kulit

(10)

Untuk merawat penyakit ini, minyak merkuri berammonia disapu pada bahagian kulit yang

dijangkiti. Ubat antibiotik juga boleh digunakan jika perlu.Sekiranya penyakit ini tidak dirawat,

folikulitis akar menjadi kronik dan berlanjut untuk bertahun-tahun.

Ekzema -

Ekzema atau dermatitis atopik ialah satu penyakit yang disebabkan oleh sentuhan atau

alergi. Ia terjadi kepada orang yang mewarisi kulit yang terlalu peka terhadap keadaan seperti

sejuk, panas dan lembap. Tekanan emosi, mandi yang berlebihan dan penggunaan sabun yang

kuat juga boleh menggalakkan ekzema. Bagi ekzema yang serius, kulit menjadi

kemerah-merahan dan membengkak. Oleh kerana kulit terasa gatal, maka pesakit akan menggaru kulit

sehingga terdapat tanda cakaran. Akhirnya kulit merekah.Ekzema tidak boleh diubati. Rawatan

cuma untuk melegakan rasa ketidakselesan pesakit bagi mencegah jangkitan sekunder.

Kudis Buta -

Sejenis penyakit kulit berjangkit yang disebabkan oleh tungau. Tungau betina

menembusi permukaan bawah kulit dan bertelur di dalamnya. Tungau suka kepada bahagian

kulit yang lembut seperti selaput antara jari tangan , permukaan sebelah dalam lengan atas, peha,

kaki, ketiak, buah dada, punggung dan pusat.

Pesakit itu akan merasa sangat gatal dan kulit akan terluka akibat digaru. Patogen lain mungkin

akan memasuki kulit melalui bahagian kulit yang terluka itu. Jika tidak dirawat, penyakit boleh

berjangkit dan menjangkiti orang lain. Tungau berjangkit melalui sentuhan tubuh dengan orang

yang mengidap kudis buta atau dari tempat tidur dan pakaian yang penuh dengan tungau.

Jerawat -

Terdapat banyak jenis jerawat seperti jerawat roscea dan jerawat vulgaris yang bukan

sahaja melibatkan muka, malah turut melibatkan bahagian leher, bahu, dada dan bahagian

belakang atas badan.Pada peringkat remaja, kelenjar sebum kulit sangat aktif dalam

menghasilkan sebum atau minyak akibat daripada ketidakseimbangan hormon.

Pembentukan jerawat bermula dari bukaan kelenjar sebum tersekat. Keadaan ini menggalakkan

bakteria merebak.Bakteria menyebabkan bukaan kelenjar terdedah kepada kotoran. Ini

seterusnya menyebabkan bukaan kelenjar menjadi kotor lalu membengkak. Akhirnya, ia akan

pecah dan mengeluarkan nanah. Keadaan ini dipanggil pustul.

(11)

Penyebab munculnya penyakit kurap pada kulit

Penyebab munculnya penyakit kurap pada kulit adalah karena adanya

parasit atau yang dikenal sebagai dermatofit yang memakan keratin. Kurap

merupakan salah satu penyakit kulit yang menular. Kurap bisa menular

melalui beberapa media, seperti bersentuhan langsung dengan si penderita

ataupun bersentuhan langsung dengan hewan yang kulitnya terserang

kurap. Tidak hanya itu, benda mati yang terkena parasit tersebut juga bisa

menjadi media penyebaran penyakit kurap ini.

Gejala atau ciri-ciri penyakit kurap

Berikut ini adalah gejala-gejala yang akan dialami oleh penderita penyakit

kurap:

Munculnya lesi dengan bentuk bulat dimana pinggirannya agak tebal

dan berisi air yang berwarna bening.

Timbulnya rasa yang amat gatal, khususnya saat berkeringat atau

udara dingin

Garukan pada kulit akan menimbulkan peradangan

Akan terasa perih saat terkena air atau pada saat mandi

Kulit bersisik

Cara mencegah agar terhindar dari penyakit kurap

(12)

Usahakan agar tempat-tempat yang kita gunakan selalu dalam

keadaan bersih. Contohnya kamar mandi, kamar mandi merupakan

salah satu tempat yang sering dijadikan sarang oleh banyak bakteri

atau bibit penyakit. Oleh karena itu kita harus lebih menjaga

kebersihan kamar mandi.

Perhatikan kebersihan tempat tidur. Lebih seringlah mencuci sprei atau

bantal

Gunakanlah pakaian-pakaian yang bersih

Hindari bersentuhan langsung dengan si penderita kurap

Hindari gonta-gantian pakaian atau handuk dengan orang lain,

khususnya pakaian dan handuk si penderita.

Nah itulah beberapa hal yang harus dilakukan agar bisa terhindar dari

penyakit kurap. Setelah mengetahui bagaimana cara mencegah penyakit

kurap. Bagi anda yang saat ini menderita penyakit kurap, berikut ini cara

mengatasi atau mengobati penyakit kurap.

Cara mengatasi atau mengobati penyakit kurap secara tradisional dengan

bahan-bahan alami:

Lengkuas

Lengkuas adalah salah satu jenis bahan bumbu yang sangat sering kita

jumpai di dapur. Selain digunakan sebagai bumbu masak, lengkuas juga

berkhasiat untuk mengobati penyakit kurap. Cara meramu atau

menggunakannya: ambil tanaman lengkuas, lalu tumbuk ujung lenkuas

hingga menyerupai sapu, kemudian celupkan pada air cuka. Dan oleskan

pada kulit yang terserang penyakit kurap. Lakukan cara ini secara teratur 2

hari sekali sampai penyakit kurapnya menghilang.

Telinga luar

Ini telinga luar atau telinga bagian luar adalah bagian yang terlihat dari telinga, yang berfungsi

sebagai organ pelindung untuk gendang telinga. Ini mengumpulkan dan memandu gelombang

suara masuk ke telinga tengah. Telinga luar terdiri dari dua bagian berikut.

 Lipatan Telinga (Pinna) – Gelombang suara masuk ke telinga melalui flap atau lipatam telinga atau pinna.

(13)

Kelenjar keringat juga hadir dalam saluran ini, yang mensekresi kotoran telinga.

Telinga Tengah

Telinga tengah, terletak di antara telinga luar dan telinga bagian dalam, merasakan gelombang

suara dari telinga luar dalam bentuk gelombang tekanan. Telinga tengah adalah rongga berisi

udara dan terdiri dari bagian-bagian berikut.

 Gendang telinga (membran timpani) – Gendang telinga adalah selaput tipis yang bertindak sebagai partisi antara telinga luar dan telinga tengah. Bergetar dengan cepat menerima gelombang suara, dan mengubah energi suara menjadi energi mekanik.

 Malleus – Ini adalah tulang kecil, yang terletak di sebelah gendang telinga. Karena terletak berdekatan dengan gendang telinga, getaran dari gendang telinga menyebabkan Malleus bergetar.

 Anvil (Inkus) – Anvil adalah tulang kecil lain di samping malleus, itu bergetar dalam menanggapi getaran malleus.

 Stirrup (Stapes) – Serupa dengan malleus dan anvil, sanggurdi adalah tulang kecil di telinga tengah. Akhirnya, juga bergetar dan meneruskan kompresi gelombang ke telinga bagian dalam.

Telinga dalam (Labyrinth)

Telinga bagian dalam, seperti namanya, adalah bagian terdalam dari telinga. Hal ini diisi dengan

zat seperti air dan terdiri dari baik untuk pendengaran dan keseimbangan organ. Telinga bagian

dalam terdiri dari bagian-bagian berikut.

Koklea (rumah siput)- koklea atau tabung spiral adalah struktur digulung yang dapat meregang sekitar 3 cm. Lapisan membran koklea terdiri dari banyak sel-sel saraf. Sel-sel saraf mirip rambut merespon secara berbeda terhadap berbagai frekuensi getaran, yang akhirnya mengarah ke generasi impuls listrik. Koklea adalah pusat pendengaran dari telinga bagian dalam, organ cairan yang menerjemahkan getaran suara menjadi impuls

pendengaran yang dapat dimengerti otak. Hal ini terjadi pada organ Corti, struktur yang terdiri dari rambut halus di seluruh koklea yang bergetar dan mengirimkan sinyal listrik melalui sistem saraf.Ketika gelombang suara masuk telinga, mereka pertama kali bertemu gendang telinga. Getaran mentransfer energi mereka ke gendang telinga, yang bergetar untuk

(14)

mendirikan semacam umpan balik. Ketika suara sangat samar,

rambut-rambut ini kadang-kadang memperkuat suara dengan ledakan getaran dalam rangka meningkatkan pendengaran. Kadang-kadang, hal ini menyebabkan semua rambut untuk mulai bergetar, menciptakan sensasi suara dering. Dalam keadaan normal, otak mampu menutup proses ini mati setelah 10 atau 15 detik, tetapi dalam tinnitus kronis, hal itu mungkin menjadi masalah yang berulang.

Saluran setengah lingkaran – Ini adalah loop berisi cairan, yang melekat pada koklea dan membantu dalam mempertahankan keseimbangan.

Saraf Auditori – ini impuls listrik, yang dihasilkan oleh sel-sel saraf, yang kemudian diteruskan ke otak.

Proses terjadinya pendengaran

Gelombang Suara masuk melalui telinga luar Masuk ke membran timpani Membran Timpani mengubah gelombang suara menjadi getaran Getaran Diteruskan ke Koklea (Rumah Siput à Getaran membuat cairan di rumah siput bergerak Pergerakan cairan

merangsang berbagai reseptor rambut di koklea (rumah siput) Sel rambut akan bergetar Getaran akan dikirim melalui saraf sensoris menuju otak dalam bentuk

impuls Otak menerima impuls dan menerjemahkannya sebagai suara

THT (telinga, hidung, dan tenggorokan)

1. Contact Ulcers

Contact Ulcers adalah luka/koreng yang terasa nyeri pada selaput lendir yang membungkus kartilago (tulang rawan) tempat melekatnya pita suara.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut penderita diharuskan istirahat berbicara atau berbicara seperlunya, minimal selama 6 minggu. Untuk menghindari kekambuhan, penderita harus mengetahui batas-batas suaranya dan belajar menyesuaikan suaranya. Bisa dilakukan terapi suara. Jika hasil rontgen menunjukkan adanya refluks asam lambung, diberikan antasid atau obat anti-ulkus (misalnya penghambat histamin) dan penderita tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.

2. Abses Parafaringeal

Abses Parafaringeal adalah penimbunan nanah di dalam kelenjar getah bening yang terletak di samping tenggorokan (faring). Abses parafaringeal biasanya terjadi setelah faringitis atau tonsilitis.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut pada awalnya diberikan suntikan penicillin, lalu dilanjutkan dengan penicillin per-oral (melalui mulut).

(15)

Abses Peritonsiler adalah penimbunan nanah di daerah sekitar tonsil (amandel). Abses peritonsiler merupakan komplikasi dari tonsilitis. Abses peritonsiler bisa menyerang anak-anak yang lebih besar, remaja dan dewasa muda. Tetapi sejak penggunaan antibiotik untuk mengobati tonsilitis, penyakit ini sekarang relatif jarang ditemukan. Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut diberikan antibiotik. Untuk mengatasi nyeri bisa diberikan analgetik (obat pereda nyeri). Nanah biasanya dibuang dengan cara menyedotnya dengan jarum suntik atau dengan membuat sayatan pada abse.

4. Barotitis Media

Barotitis Media (Aerotitis, Barotrauma) adalah gangguan telinga yang terjadi akibat perubahan tekanan udara di telinga luar dan telinga tengah yang dipisahkan oleh gendang telinga. Gendang telinga merupakan pemisah antara saluran telinga dan telinga tengah. Jika tekanan udara di dalam saluran telinga dan tekanan udara di dalam telinga tengah tidak sama, maka bisa terjadi kerusakan pada gendang telinga.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut jika selama mengikuti penerbangan perubahan tekanan yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan rasa penuh atau nyeri di telinga, maka untuk menyamakan tekanan di telinga tengah dan mengurangi rasa nyeri bisa diatasi dengan menguap, mengunyah permen karet, mengisap permen, dan menelan. Mengunyah atau menelan bisa membantu membuka tuba eustakius sehingga udara bisa keluar-masuk untuk menyamakan tekanan dengan udara luar. Penderita infeksi atau alergi hidung dan tenggorokan bisa mengalami rasa nyeri ketika bepergian dengan pesawat terbang atau menyelam. Untuk meringankan penyumbatan dan membantu membuka tuba eustakius bisa diberikan dekongestan, misalnya penilefrin dalam bentuk tetes hidung atau obat semprot.

5. Deviasi Septum

Deviasi Septum adalah pembatas lubang hidung kiri dan kanan, merupakan kerangka penunjang yang dilapisi oleh selaput lendir dan sebagian besar terdiri dari tulang rawan (kartilago). Idealnya, septum hidung terletak pada garis tengah hidung. Diperkirakan 80% dari septum terletak menyimpang dari garis tengah, dan hal ini seringkali tidak diperhatikan. Deviasi septum terjadi jika septum bergeser sangat jauh dari garis tengah. Deviasi septum biasanya terjadi akibat cacat bawaan atau cedera.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut jika deviasi septum menyebabkan perdarahan hidung atau infeksi sinus berulang, dianjurkan untuk menjalani pembedahan septoplasti.

6. Faringitis

Faringitis (radang tengorokan) adalah suatu peradangan pada tenggorokan (faring).

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut untuk mengurangi nyeri tenggorokan diberikan obat pereda nyeri (analgetik), obat hisap atau berkumur dengan larutan garam hangat. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan remaja yang berusia dibawah 18 tahun karena bisa menyebabkan sindroma Reye. Jika diduga penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik. Untuk mengatasi infeksi dan mencegah komplikasi (misalnya demam rematik), jika penyebabnya streptokokus, diberikan tabelt penicillin. Jika penderita memiliki alergi terhadap penicillin bisa diganti dengan erythromycin atau antibiotik lainnya.

7. Kanker Laring

(16)

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut pengobatan tergantung kepada lokasi kanker di dalam laring. Kanker stadium awal diatasi dengan pembedahan atau terapi penyinaran. Jika menyerang pita suara, lebih sering dilakukan terapi penyinaran karena bisa mempertahankan suara yang normal. Kanker stadium lanjut biasanya diatasi dengan pembedahan, yang bisa meliputi pengangkatan seluruh bagian laring (laringektomi total atau parsial), diikuti dengan terapi penyinaran

8. Kanker kepala dan leher

Kanker kepala dan leher (diluar kanker otak, mata dan tulang belakang) rata-rata muncul pada usia 59 tahun. Biasanya kanker kelenjar ludah, kelenjar tiroid atau sinus menyerang usia di bawah 59 tahun dan kanker mulut, tenggorokan (faring) atau kotak suara (laring) menyerang usia diatas 59 tahun.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut pengobatan tergantung kepada stadium kanker. Kanker stadium I, dimanapun lokasinya pada kepala dan leher, memberikan respon yang hampir sama terhadap pembedahan dan terapi penyinaran. Biasanya penyinaran tidak hanya ditujukan kepada kanker, tetapi juga kepada kelenjar getah bening pada leher kiri dan kanan, karena lebih dari 20% kanker menyebar ke kelenjar getah bening.

9. Kanker Leher Metastatik Kanker Leher Metastatik adalah kanker leher yang terjadi sebagai akibat dari penyebaran kanker di bagian tubuh lainnya.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut jika sel-sel kanker ditemukan di dalam kelenjar getah bening leher yang membesar dan sumber kankernya tidak dapat ditemukan, maka dilakukan terapi penyinaran terhadap faring, tonsil, dasar lidah dan kedua sisi leher. Selain itu, dilakukan pengangkatan kelenjar getah bening dan jaringan lainnya yang terkena. Kelenjar getah bening leher merupakan tempat penyebaran kanker dari bagian tubuh lainnya. Kanker bisa berasal dari faring (tenggorokan), laring (kotak suara), tonsil (amandel), dasar lidah atau paru-paru, prostat, payudara, lambung, usus besar maupun ginjal.

10. Kanker nasofaring Tumor tenggorok (istilah medisnya Karsinoma Nasofaring), merupakan tumor yang timbul di daerah antara tenggorokkan bagian atas dan rongga hidung bagian belakang ( naso = hidung , faring = tenggorok ). Tumor tenggorokkan merupakan tumor yang paling sering dijumpai di bidang THT.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut pengobatan akan lebih mempunyai keberhasilan yang besar jika tumor dapat diketahui secara dini dan pada saat kondisi badan masih fit. Pengobatan pada umumnya adalah dilakukan penyinaran pada tumornya (istilahnya Radiotherapi) dan juga dengan penyuntikan obat tumor (istilahnya Kemotherapi).

11. Kanker Tonsil

Kanker Tonsil adalah keganasan pada tonsil (amandel).

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut pengobatannya beruba terapi penyinaran dan pembedahan. Pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor, kelenjar getah bening leher dan sebagian rahang.

12. Laryngitis

Laryngitis (larynx + itis = peradangan) adalah peradangan dari kotak suara, menyebabkan parau/serak atau suara yang berbunyi suara parau atau bahkan ketidakmampuan untuk berbicara.

(17)

diperlukan, seseorang harus menghindari berbisik dan sebagai gantinya bicara dalam suara yang biasa, tidak perduli bagaimana ia bersuara. Berbisik memerlukan pita-pita suara diregangkan secara ketat dan memerlukan lebih banyak kerja oleh otot-otot yang mengelilinginya.

13. Neuronitis Vestibularis

Definisi: Neuronitis Vestibularis (Vestibular Neuronitis) adalah suatu penyakit yang ditandai oleh adanya serangan vertigo (perasaan berputar) mendadak akibat peradangan pada saraf yang menuju ke kanalis semisirkularis.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut untuk meringankan vertigo bisa diberikan scopolamin, antihistamin, barbiturat atau diazepam. Tindakan pembedahan untuk mengurangi vertigo adalah neurektomi vestibuler, dimana dilakukan pemotongan saraf yang menuju ke kanalis semisirkularis (bagian dari telinga tengah yang mengatur keseimbangan).

14. Aterosklerosis

Aterosklerosis (Atherosclerosis) merupakan istilah umum untuk beberapa penyakit, dimana dinding arteri menjadi lebih tebal dan kurang lentur. Penyakit yang paling penting dan paling sering ditemukan adalah aterosklerosis, dimana bahan lemak terkumpul dibawah lapisan sebelah dalam dari dinding arteri. Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, organ vital lainnya dan lengan serta tungkai. Jika aterosklerosis terjadi di dalam arteri yang menuju ke otak (arteri karotid), maka bisa terjadi stroke. Jika terjadi di dalam arteri yang menuju ke jantung (arteri koroner), bisa terjadi serangan jantung.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut bisa diberikan obat-obatan untuk menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah (contohnya Kolestiramin, kolestipol, asam nikotinat, gemfibrozil, probukol, lovastatin). Aspirin, ticlopidine dan clopidogrel atau anti-koagulan bisa diberikan untuk mengurangi resiko terbentuknya bekuan darah. Angioplasti balon dilakukan untuk meratakan plak dan meningkatkan aliran darah yang melalui endapan lemak. Enarterektomi merupakan suatu pembedahan untuk mengangkat endapan. Pembedahan bypass merupakan prosedur yang sangat invasif, dimana arteri atau vena yang normal dari penderita digunakan untuk membuat jembatan guna menghindari arteri yang tersumbat.

15. Otitis Media Akut

Otitis Media Akut adalah infeksi telinga tengah oleh bakteri atau virus. Otitis media akut bisa terjadi pada semua usia, tetapi paling sering ditemukan pada anak-anak terutama usia 3 bulan- 3 tahun.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut infeksi diobati dengan antibiotika per-oral (melalui mulut). Pilihan pertama adalah amoxicillin, tetapi untuk penderita dewasa bisa diberikan penisilin dosis tinggi. Obat flu yang mengandung phenilephrine bisa membantu membuka tuba eustakius dan jika terdapat alergi bisa diberikan antihistamin. Miringotomi dilakukan jika nyerinya menetap atau hebat, demam, muntah atau diare atau jika gendang telinga menonjol. Pada prosedur ini dibuat sebuah lubang pada gendang telinga untuk mengeluarkan cairan dari telinga tengah. Pembuatan lubang ini tidak akan mengganggu fungsi pendengaran penderita dan nantinya akan menutup kembali dengan sendirinya.

16. Meniere

(18)

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut untuk meringankan vertigo bisa diberikan scopolamin, antihistamin, barbiturat atau diazepam. Tindakan pembedahan untuk mengurangi vertigo adalah neurektomi vestibuler, dimana dilakukan pemotongn saraf yang menuju ke kanalis semisirkularis (bagian dari telinga tengah yang mengatur keseimbangan). Jika vertigo sangat mengganggu dan terjadi gangguan pendengaran yang berat, dilakukan labirintektomi, yaitu pengangkatan koklea (bagian dari telinga tengah yang mengatur pendengaran) dan kanalis semisirkularis.

17. Tonsiliti

Tonsilitis adalah suatu peradangan pada tonsil (amandel). Tonsilitis sangat sering ditemukan, terutama pada anak-anak.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut jika penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik per-oral

(melalui mulut) selama 10 hari. Jika anak mengalami kesulitan menelan, bisa diberikan dalam bentuk suntikan. 18. Tumor Saraf Pendengaran

Tumor Saraf Pendengaran (Neroma Akustik, Neurinoma Akustik, Schwannoma Vestibuler, Tumor Saraf VIII) adalah suatu tumor jinak yang berasal dari sel Schwann (sel yang membungkus saraf). 7% dari tumor yang tumbuh di dalam tulang tengkorak adalah tumor saraf pendengaran.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut untuk menghindari kerusakan pada saraf wajah, tumor yang kecil diangkat melalui pembedahan mikro. Tumor yang lebih besar diangkat melalui pembedahan yang lebih luas. 19. Vertigo Postural

Vertigo Postural (Vertigo Posisional) adalah vertigo (perasaan berputar) berat yang berlangsung kurang dari 30 detik dan terjadi pada posisi kepala tertentu.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut penderita sebaiknya menghindari posisi tubuh yang menyebabkan terjadinya vertigo seperti berbaring miring atau ketika kepalanya menengadah ke atas. Jika keadaan ini menetap selama 1 tahun maka untuk meringankan gejala biasanya dilakukan pembedahan untuk memotong salah satu saraf yang menuju ke kanalis semisirkularis.

20. Sinusitis maksilarasis

Sinusitis maksilarasis adalah suatu peradangan pada sinus yang terjadi karena alergi atau infeksi virus, bakteri maupun jamur yang terjadi dibagian pip. Orang paling banyak terkene sinus ini karenadi sebabkan sinus maksilarasis sinus terbesar dan dasarnya mempunyai hubungan dengan dasar akar gigi, sehinga dapat berasal dari infeksi gigi.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut Sinusitis akut Untuk sinusitis akut biasanya diberikan: a. Dekongestan untuk mengurangi penyumbata

b. Antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri c. Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa nyeri.

(19)

mengandung steroid. Sinusitis kronis Diberikan antibiotik dan dekongestan. Untuk mengurangi peradangan biasanya diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid.

21. Sinusitis frontali

Sinusitis frontalis menyebabkan sakit kepala di dahi.

Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut Sinusitis akut untuk sinusitis akut biasanya diberikan: a. Dekongestan untuk mengurangi penyumbatan

b. Antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri c. Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa nyeri.

Dekongestan dalam bentuk tetes hidung atau obat semprot hidung hanya boleh dipakai selama waktu yang terbatas (karena pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan penyumbatan dan pembengkakan pada saluran hidung). Untuk mengurangi penyumbatan, pembengkakan dan peradangan bisa diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid.Sinusitis kronis Diberikan antibiotik dan dekongestan. Untuk mengurangi peradangan biasanya diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid. Jika penyakitnya berat, bisa diberikan steroid per-oral (melalui mulut).

22. Sinusitis etmoidalis

Sinusitis etmoidalis menyebabkan nyeri di belakang dan diantara mata serta sakit kepala di dahi. Peradangan sinus etmoidalis juga bisa menyebabkan nyeri bila pinggiran hidung di tekan, berkurangnya indera penciuman dan hidung tersumbat. Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut Sinusitis akut Untuk sinusitis akut biasanya diberikan:

a. Dekongestan untuk mengurangi penyumbatan b. Antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri c. Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa nyeri.

Dekongestan dalam bentuk tetes hidung atau obat semprot hidung hanya boleh dipakai selama waktu yang terbatas (karena pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan penyumbatan dan pembengkakan pada saluran hidung). Untuk mengurangi penyumbatan, pembengkakan dan peradangan bisa diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid.Sinusitis kronis Diberikan antibiotik dan dekongestan. Untuk mengurangi peradangan biasanya diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid. Jika penyakitnya berat, bisa diberikan steroid per-oral (melalui mulut)

23. Sinusitis Sfenoidalis

Sinusitis sfenoidalis menyebabkan nyeri yang lokasinya tidak dapat dipastikan dan bisa dirasakan di puncak kepala bagian depan ataupun belakang, atau kadang menyebabkan sakit telinga dan sakit leher Adapaun cara pengobatannya adalah sebagai berikut Sinusitis akut Untuk sinusitis akut biasanya diberikan:

a. Dekongestan untuk mengurangi penyumbatan b. Antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri c. Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa nyeri.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...