• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Sistem Informasi Aplikasi Pos Remittance

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Sistem Informasi Aplikasi Pos Remittance"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SISTEM INFORMASI APLIKASI POS REMITTANCE

KERJA PRAKTEK

Diajukan untuk Memenuhi

Tugas Mata Kuliah Kerja Praktek

Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

LISTYA KARTIKA SARI T

10106217

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)
(3)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat, kasih dan karunia-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek yang berjudul “APLIKASI POS REMITTANCE”.

Adapun maksud dari penyusunan laporan kerja praktek ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan mata kuliah kerja praktek di semester jurusan Teknik Informatika di Universitas Komputer Indonesia Bandung.

Dalam menyelesaikan laporan kerja praktek ini penulis banyak memperoleh bantuan baik secara langsung maupun secara tidak langsung dari berbagai pihak.

Dalam penyusunan laporan kerja praktek ini masih jauh dari sempurna dan tidak luput dari kekurangan yang disebabkan terbatasnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang sifatnya konstruktif dan kondusif penulis menerima dengan kerendahan hati.

Semoga Tuhan YME membalas budi kebaikan serta melimpahkan berkat-Nya kepada semua pihak yang berkenan membantu dalam penyusunan Tugas Akhir ini. Besar harapan penulis semoga laporan kerja praktek ini dapat berguna bagi pihak yang memerlukan. Amin.

Bandung, Agustus 2009

(4)

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI... ii

DAFTAR TABEL... vii

DAFTAR GAMBAR... viii

DAFTAR SIMBOL... ix

DAFTAR LAMPIRAN... x

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang Masalah……... 1

1.2 Identifikasi Masalah... 2

1.3 Maksud danTujuan………….………. 2

1.3.1 Maksud……….……….. 2

1.3.2 Tujuan………. 2

1.4 Batasan Masalah... 2

1.5 Metodologi Penelitian...3

(5)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA …... 6

2.1 Profil Tempat Kerja Praktek………. 6

2.1.1 Sejarah Instansi……… 8

2.1.2 Logo Instansi………. 9

2.1.3 Badan Hukum Instansi………... 13

2.1.4

Struktur Organisasi Perusahan………... 15

2.2 Landasan Teori……….. 16

2.2.1 Pengertian Perangkat Lunak (Software)……… 16

2.2.2 Konsep Dasar Sistem………. 17

2.2.2.1 Pengertian Dasar Sistem………. 17

2.2.2.2 Bentuk Umum Sistem……… 19

2.2.2.3 Karakteristik Sistem………... 19

2.2.2.4 Analisis Sistem……… 22

2.2.3 Konsep Dasar Informasi……… 22

2.2.3.1 Pengertian Dasar Informasi………... 22

2.2.3.2 Siklus Informasi………. 23

(6)

2.2.3.4 Nilai Informasi………... 25

2.2.3.5 Konsep Dasar Sistem Informasi……… 25

2.2.3.6 Komponen Sistem Informasi... 26

2.2.4 Flow Map………... 26

2.2.5 Alat-alat Pemodelan Sistem... 26

2.2.6 Pendekatan Analisis Sistem………... 27

2.2.6.1 DFD (Data Flow Diagram)………... 27

2.2.6.2 Kamus Data (Data Dictionary)... 28

2.2.7 Basis Data……….. 28

2.2.7.1 Pengertian Data……….. 28

2.2.7.2 Pengolahan Data……… 29

2.2.7.3 Siklus Pengolahan Data………. 29

2.2.7.4 Konsep Dasar Basis Data………... 29

2.2.7.5

Pengertian Basis Data……… 30

2.2.7.6

Tujuan Basis Data……….. 30

2.2.7.7

Pengguna Basis Data………. 31

2.2.7.8

Database Management System (DBMS)………... 32

2.2.8

Borland Delphi………... 32

(7)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM... 35

3.1 Jadwal Kerja Praktek………... 35

3.2 Cara / Teknik Kerja Praktek……… 35

3.3 Data Hasil Kerja Praktek………. 35

3.3.1 Lingkup Pekerjaan………... 35

3.3.2 Analisis Sistem………. 36

3.3.3 Analisis Prosedur Pada Sistem Yang Berjalan………. 36

3.4 Analisis Kebutuhan 47

3.4.1 Analisis Kebutuhan Non Fungsional………. 47

3.4.1.1 Analisis Perangkat Lunak……….. 47

3.4.1.2 Analisis Perangkat Keras……….. 47

3.4.1.3

Analisis user……….. 48

3.4.2

Analisis Kebutuhan Fungsional……… 49

3.4.2.1 Data Flow Diagram (DFD)………... 50

3.3.4.2 Kamus Data……….. 56

3.3.4.3 Struktur Tabel………... 60

(8)

3.5 Perancangan Tampilan Program………. 67

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 74

4.1 Kesimpulan... 74

4.2 Saran... 74

(9)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan dan kebutuhan akan teknologi yang pesat pada saat sekarang

ini, terutama dalam dunia bisnis, menciptakan peluang serta ancaman bagi

perusahaan untuk terus berkembang. Oleh karena itu, suatu sistem komputerisasi

yang bisa menawarkan kecepatan dan ketepatan dalam penyajian, penyimpanan,

serta manipulasi data dan informasi, akan sangat mendukung dalam membuat

suatu keputusan.

PT. Pos Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dengan

berbagai macam layanan yang diberikan, dan salah satunya adalah pengiriman

wesel PT Pos Indonesia. Menyadari banyaknya layanan yang diberikan

mengakibatkan lambatnya dalam proses pengolahan data.

Melihat permasalahan tersebut pentingnya sistem informasi dalam

penyampaian informasi, sehingga dapat diuraikan secara garis besar yang

disajikan dalam bentuk laporan kerja praktek dengan judul “ANALISIS SISTEM

(10)

2

1.2 Identifikasi Masalah

Sesuai dengan latar belakang masalah di atas, masalah yang akan dibahas

dalam menganalisis ini adalah:

• kebutuhan akan teknologi yang pesat pada saat sekarang

• lambatnya dalam proses pengolahan data proses pengiriman wesel

Berdasarkan hal tersebut maka dirumuskan masalah bagaimana

menganalisis SISTEM INFORMASI APLIKASI POS REMITTANCE

1.3 Maksud dan Tujuan

1.3.1 Maksud

Berdasarkan permasalahan yang ada, maksud laporan kerja praktek ini

adalah menganalisis sistem informasi aplikasi POS remittance di PT. POS

Indonesia.

1.3.2 Tujuan

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian laporan kerja praktek ini adalah :

1. Menganalisis bisnis layanan keuangan khususnya wesel dapat

memberi kemudahan dalam proses.

2. Melihat cara kerja aplikasi pos remittance ini apakah dapat

mempercepat pelaksanaan dan penyelenggaraan bisnis layanan

keuangan khususnya wesel.

1.4 Batasan Masalah

Penelitian yang telah dilakukan mengenai pemasukan data pengirim,

penerima wesel dan transaksi wesel, pencetakan data dan pembuatan laporan

(11)

3

1. Prosedur yang digunakan dalam penggunaan sistem ini adalah

prosedur pembukaan layanan, prosedur buka layan/awal dinas,

prosedur penerimaan kiriman, prosedur pembayaran kiriman, prosedur

pembukaan layanan. Data yang dibutuhkan dalam proses transakasi

adalah data pengirim wesel, data wesel, data penerima wesel

2. Data yang dibutuhkan adalah data pengirim, data penerima, bukti

pembayaran, backsheet setor, backsheet bayar, rekapitulasi data.

1.5 Metodologi penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam laporan kerja ini menggunakan:

Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara :

a. Studi Kepustakaan yaitu mengumpulkan data dengan cara membaca,

mempelajari dan menganalisa beberapa buku yang berkaitan dengan

masalah yang berhubungan dengan penelitian ini.

b. Pengamatan/Observasi yaitu teknik pengumpulan data dengan

mengadakan penelitian atau meninjau langsung ke PT. POS Indonesia.

c. Wawancara/Interview yaitu dengan bertanya langsung kepada pegawai

perusahaan yang mampu dan mengerti akan masalah yang

dipertanyakan.

d. Studi Literatur yaitu melakukan perncarian pustaka-pustaka yang

(12)

4

penjelasan yang berhubungan untuk pemecahan masalah melalui

internet.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan penelitian tugas akhir ini terbagi menjadi beberapa

bagian yang disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang

dijalankan, dengan sistematika pembahasan disusun sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab I ini merupakan pendahuluan yang menjelaskan tentang latar

belakang masalah, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, batasan

masalah, metode penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab II ini merupakan tinjauan umum yang di dalamnya menjelaskan

tentang profil perusahaan, mulai dari sejarah perusahaan, logo

instansi, badan hukum instansi, struktur organisasi perusahaan dan job

deskripsion, dan teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan

berdasarkan studi pustaka yang dilakukan.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab III ini berisikan uraian mengenai analisis dari rancangan

pembuatan sistem aplikasi. Lingkup pembahasan meliputi analisis

sistem, perancangan global dan perancangan rinci dari hasil analisis

(13)

5

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Bab IV ini merupakan penutup penyusunan laporan kerja praktek

yang berisi kesimpulan dari penelitian yang telah dilaksanakan. Selain

itu berisi pula saran yang diharapkan dapat menjadi masukan yang

(14)

2.1 Profil Tempat Kerja Praktek

Pos Indonesia merupakan anggota organisasi Universal Posta Union (UPU)

yang merupakan organisasi pos dunia. Melalui organisasi ini, administrasi pos

seluruh dunia menjalin kerja sama jaringan internasional dalam penyelenggaraan

layanan pos.

UPU didirikan pada tahun 1874 dengan kantor pusat di ibu kota Swiss, Bern

merupakan organisasi internasional tertua yang kedua setelah International

Telecommunication Union (ITU). Organisasi ini saat ini memiliki anggota

sebanyak 191 negara.

UPU merupakan forum untuk kerja sama penyelenggaraan layanan pos dan

membantu terciptanya jaringan universal layanan/ produk pos yang up to date.

Untuk itu, UPU memiliki peran advisory, mediasi, dan memberikan bantuan

teknis yang dibutuhkan negara anggota.

Untuk menjamin /mengatur kerja sama pertukaran kiriman pos internasional,

UPU membuat aturan-aturan yang terdiri dari Constitution, Convention, General

Regulation, Letter Post Regulation, Parcel Post Regulation, dan Postal Payment

(15)
[image:15.612.140.498.139.441.2]

Tabel 2.1 Profil Tempat Kerja Praktek

Dokumen Bahasa Indonesia English

Constitution &

General Regulation

1 1 2

Convention 1 1

Letter Post

Regulation

1 1 2 3

Parcel Regulation 1 1 2

Payment Service

Agreement

1 2 1 2

Selain itu, UPU juga membuat rekomendasi untuk menstimulasi pertumbuhan

produksi kiriman pos dan meningkatkan kualitas layanan pos. Selain menjadi

anggota UPU, Pos Indonesia juga menjadi anggota organisasi Asia Pacific Postal

Union (APPU). Organisasi ini merupakan organisasi antar administrasi pos se

Asia Pasifk yang berkedudukan di Bangkok, Thailand dengan anggota berjumlah

29 negara.

APPU merupakan organisasi yang berafiliasi kepada UPU, dan memiliki

tujuan untuk memperluas, menfasilitasi dan mengembangkan hubungan kerja

(16)

Dalam melaksanakan peran dan fungsinya UPU maupun APPU

menyelenggarakan aktivitas baik yang bersifat rutin maupun yang bersifat

insidental. Kegiatan rutin yang diselenggarakan UPU adalah : Congress (4

tahunan), Sidang Postal Operations Council (tiap tahun), Council of

Administration Meeting (tiap tahun), dan Strategy Conference (4

tahunan).Sedangkan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh APPU adalah

APPU Congress (4 tahunan), dan APPU Excecutive Council Meeting (2 tahunan).

[image:16.612.126.515.366.695.2]

2.1.1 Sejarah Instansi

Tabel 2.2 Sejarah Instansi

Tahun Uraian

26 - 8- 1746 Kantorpos pertama di Indonesia adalah

di Batavia didirikan oleh Gubernur

Jendral GW Baron

1906 Posts Telegraafend Telefoon Diensts

27-9 – 1945 Jawatan PTT Republik Indonesia

ditandai Pengambilalihan Kantor Pusat

PTT di Bandung oleh Angkatan Muda

PTT dari pemerintahan Militer Jepang.

Tanggal tersebut diperingati sebagai

(17)

1961 Berdasarkan Peraturan Pemerintah

No.240 Tahun 1961 status Jawatan

PTT berubah menjadi Perusahaan

Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi

1965 PN Pos dan Telekomunikasi dibagi dua

menjadi : PN Pos dan Giro berdasarkan

Peraturan Pemerintah No 29 Tahun

1965 dan PN Telekomunikasi

berdasarkan Peraturan Pemerintah No

30 Tahun 1965

1978 Berdasarkan Peraturan Pemerintah

No.9 Tahun 1978, status PN Pos dan

Giro diubah menjadi Perusahaan

Umum (Perum) Pos dan Giro.

2.1.2 Logo Instansi

Logo lama Perum Pos dan Giro terdiri dari unsur padi-kapas yang

bersambung dengan banner di atas dengan tulisan RI, banner di bawah dengan

tulisan POS & GIRO, mengelilingi unsur segi-lima yang mengurung bola dunia

dan burung. Diantara segi-lima dan padi–kapas terdapat garis arsiran horisontal

(18)
[image:18.612.244.400.108.276.2]

Gambar 2.1 Logo Lama Perum Pos Indonesia

(sebelum mengalami perubahan)

Ide utama pada logo ini adalah burung, sebagai tanda yang mewakili

merpati pos, sebagai bentuk konsep pengiriman surat jaman dahulu. Bola dunia,

sebagai representasi dari perputaran dunia, kekekalan, dan adanya hubungan antar

negara, atau internasionalisasi.

Unsur padi kapas, yang merepresentasikan sila ke lima dari Pancasila dapat

dimaknai sebagai bentuk keadilan dan kesejahteraan sosial. Untuk kelompok

tertentu padi mevisualisasikan pangan dan kesuburan, kapas memvisualisasikan

sandang. Unsur padi kapas dapat dimaknai kemakmuran dan kesejahteraan

masyarakat yang tercukupi kebutuhan pangan dan sandangnya.

Banner yang bertuliskan RI di atas segilima dan merupakan ujung dari

unsur padikapas yang melingkari segi-lima, merupakan singkatan dari Republik

(19)

Makna yang tertangkap secara semantik dari membaca tanda-tanda pada

logo ini adalah pekerjaan profesionalitas pos yang divisualisasikan dengan burung

merpati dan bola dunia, terkurung oleh segilima dan masih dikelilingi oleh padi

kapas yang ujung atasnya ada banner bertuliskan RI, yang memberikan kesan

bersifat nasional.

Bisnis Pos merupakan bisnis jasa yang berlingkup internasional,

menghubungkan antar negara di dunia, sehingga kesan yang timbul dari logo lama

PT Pos ini adalah profesionalitas Pos yang bersifat internasional divisualisasikan

dengan burung merpati dan bola dunia, namun masih terkurung oleh hal-hal yang

bersifat nasional, burung tidak dapat lepas dan bebas.

Pada logo PT Pos yang lama ini masih terlihat adanya dominasi dua unsur

sebagai reprensentasi dari ideologi Pancasila yaitu padi-kapas, dan segilima. Di

sini hegemoni ideologi melalui logo terlihat sangat jelas, terutama dari

unsur-unsur tanda-tanda yang ditampilkan.

Setelah mengalami perubahan kelembagaan dari Perum Pos dan Giro

menjadi

Persero, logo PT Pos Indonesia mengalami perubahan. Visualisasi burung merpati

Pos yang siap terbang bebas mengelilingi dunia tidak lagi terkurung oleh segilima

dan padi kapas.

Burung merpati pos terbang dan berjalan semakin cepat. Kesan kecepatan

(20)

divisualisasikan dengan sayap yang bergaris horisontal, proporsi burung dibuat

lebih

memanjang dan mengecil di ujung untuk memberikan kesan gerak dinamis

(Gambar 2.1.2.2).

Ukuran burung dibuat lebih besar dibandingkan dengan bola dunia, dapat

dimaknai bahwa burung sebagai tanda yang merepresentasikan PT Pos diharapkan

dapat menguasai dunia. Logo memiliki warna dasar ‘jingga’ untuk menandakan

sesuatu yang penting.

Warna ini juga digunakan untuk tiang-tiang pemisah pada perbaikan di

jalan tol, seragam tukang parkir, pakaian penerbang, pakaian pendaki gunung, dan

[image:20.612.222.417.427.582.2]

segala sesuatu yang dianggap penting dan perlu perhatian.

Gambar 2.2 Logo Baru PT Pos Indonesia

(setelah mengalami perubahan)

Tulisan dengan tipografi bold: POS INDONESIA, menunjukkan nama

(21)

dunia, di sini terbacabahwa yang utama adalah profesionalitas dibidang usaha,

dengan slogan “Untuk anda kami ada”, untuk lebih menekankan kesan

mengutamakan pelayanan. Tipografi slogan tersebut menggunakan huruf latin

untuk memberikan kesan luwes, lentur dan ramah.

Dari visualisasi burung merpati yang dikurung oleh sesuatu bentuk

segi-lima,

menjadi lepas tanpa kurungan. Jika fenomena tersebut di atas ditinjau dari sistem

tanda dari Saussure tentang makna arbitrary, dimana makna sesuatu yang dibuat

secara artifisial tetapi disepakati oleh masyarakat, dan merupakan konvensi,

dimana penanda berupa bentuk segilima, diubah atau dihilangkan, untuk

menciptakan makna dan citra yang baru dari PT Pos Indonesia. Dengan upaya

merubah penanda, maka diharapkan dapat memperbaiki citra yang telah terlanjur

terbentuk di masyarakat.

Upaya ini diantaranya ada yang ditunjang dengan slogan yang

memberikan citra pelayanan, sebagaimana seharusnya citra

perusahaan-perusahaan ini yaitu untuk melayani masyarakat.

2.1.3 Badan Hukum Instansi

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Pos Indonesia (Persero) nomor :

KD 23 /DIRUT/0604 tanggal 18 Juni 2004 tentang Implementasi Sistem Pos

Remmitance, Surat Keputusan Direksi PT Pos Indonesia (Persero) nomor : KD 30

(22)

untuk dipedomani dan dilaksanakan dalam rangka peluncuran dan

operasionalisasi produk layanan weselpos instan.

Dalam masa promosi dan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi

mengenai Tarif Layanan Weselpos Instan point KELIMA, besar uang kiriman

sampai dengan Rp. 25,000,000 (dua puluh lima juta rupiah) biaya pengirimannya

ditetapkan menjadi 30,000 (tiga puluh ribu rupiah) sudah termasuk PPN 10 %.

Dengan adanya penetapan tarif tersebut tidak perlu ada perubahan di UPT

didalam aplikasinya, karena tariff sudah diset langsung didalam aplikasi atau

(23)
[image:23.612.98.512.121.688.2]

2.1.4 Struktur Organisasi Perusahan

(24)

2.2 Landasan Teori

2.2.1 Pengertian Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak memiliki pengertian menunjuk pada program dan alat

bantu lain yang bersifat menambah kemampuan komputer sebagai alat untuk

melaksanakan tugas atau operasi tertentu. Program aplikasi dapat dibuat secara

khusus untuk memenuhi kebutuhan khusus pula (tailor-made) atau berupa paket

yang mempunyai aplikasi umum.

Disebut juga dengan perangkat lunak, merupakan kumpulan beberapa

perintah yang dieksekusi oleh mesin komputer dalam menjalankan pekerjaannya.

perangkat lunak ini merupakan catatan bagi mesin komputer untuk menyimpan

perintah, maupun dokumen serta arsip lainnya.

Merupakan data elektronik yang disimpan sedemikian rupa oleh komputer

itu sendiri, data yang disimpan ini dapat berupa program atau instruksi yang akan

dijalankan oleh perintah, maupun catatan-catatan yang diperlukan oleh komputer

untuk menjalankan perintah yang dijalankannya. Untuk mencapai keinginannya

tersebut dirancanglah suatu susunan logika, logika yang disusun ini diolah melalui

perangkat lunak, yang disebut juga dengan program beserta data-data yang

diolahnya. Pengeloahan pada software ini melibatkan beberapa hal, diantaranya

adalah sistem operasi, program, dan data. Software ini mengatur sedemikian rupa

(25)

2.2.2 Konsep Dasar Sistem

Pengertian sistem menurut Jogiyanto H.M yang dalam bukunya

menyatakan :

Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau

subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan“ [4]

Sistem dapat didefinisikan juga sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari

dua atau lebih komponen atau sub-sistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu

tujuan. Sistem adalah kumpulan dari bagian apapun baik fisik maupun non fisik

yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk

mencapai satu tujuan tertentu.

Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa didalam sistem

terdiri dari sistem-sistem bagian (subsistem). Masing-masing subsistem dapat

terdiri dari subsistem yang lebih kecil lagi. Subsistem ini saling berinteraksi dan

saling berhubungan membentuk satu kesatuan (terintegrasi) sehingga tujuan

sistem tersebut dapat tercapai.

2.2.2.1 Pengertian Dasar Sistem

Suatu sistem pada dasarnya merupakan suatu susunan yang teratur dari

kegiatan yang berhubungan satu sama lain dan prosedur-prosedur yang berkaitan

yang melaksanakan dan mempermudah pelaksanaan kegiatan utama dari suatu

(26)

prosedur-prosedur yang saling berhubungan, nerkumpul, bersama-sama untuk melakukan

suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”. [4]

Sistem itu sendiri mempunyai tujuan yang sama untuk menghasilkan

sesuatu yang lebih bermanfaat ada yang menyebut mencapai suatu tujuan (goal)

dan ada yang menyebutkan untuk mencapai sasaran (object). Jadi dapat

disimpulkan pengertian sistem adalah kumpulan dari berbagai macam elemen

yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama untuk mencapai sasaran atau

objek. Beberapa ciri dari sistem yaitu sebagai berikut :

1. Mengarah Pada Tujuan

Cara kerja sistem ini adalah merangkai dan mengkoordinasikan fakta-fakta untuk

mencapai tujuan dengan menggunakan aturan-aturan tertentu.

2. Merupakan Suatu Keseluruhan

Sistem merupakan suatu keseluruhan yang bulat dan utuh, dimana tujuan

masing-masing dari bagian yang membentuk sistem akan saling menunjang dan mencapai

tujuan dari sistem secara keseluruhan, dan ini berarti bahwa pencapaian tujuan

dari salah satu bagian tidak dapat dilakukan dengan mengabaikan pencapaian

tujuan dengan bagian yang lainnya.

3. Adanya Keterbatasan

Sistem memiliki sifat yang terbuka, dimana suatu sistem dapat berinteraksi

dengan sistem lainnya yang lebih besar.

(27)

Suatu sistem mempunyai atau melakukan proses transformasi kegiatan yang

mengubah suatu input atau masukan menjadi suatu output untuk mencapai suatu

tujuan.

5. Saling Berkaitan

Sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berkaitan satu elemen dengan

elemen yang lain.

2.2.2.2 Bentuk Umum Sistem

Bentuk umun dari suatu sistem terdiri atas masukan (input), proses dan

keluaran (output), dalam bentuk umum sistem ini bisa melakukan satu atau lebih

masukan yang akan diproses dan menghasilkan keluaran sesuai dengan rencana

yang telah ditentukan sebelumnya.

Gambar 2.4Bentuk Umum Sistem

2.2.2.3 Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu

mempunyai sebagai berikut :

(28)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang

artinya saling bekerja sama untuk membentuk satu kesatuan.

Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau

bagian-bagian dari sistem.

2. Batas Sistem (Boundary)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan

sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini

memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem

menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang

mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat

menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan

luar yang menguntungkan meupakan energi dari sistem dan harus tetap dijaga dan

dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan

dikendalikan, jika tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan

subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber

daya mengalir dari subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran (output) dari suatu

(29)

melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi

dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

5. Masukan (input)

Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa

masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).

Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut

beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

6. Keluaran (Output)

Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi

keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan

untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

7. Pengolahan (Process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah

masukan menjadi keluaran.

8. Sasaran (Objective) atau Tujuan (Goal)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Sasaran dari sistem sangat

menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan

(30)

2.2.2.4 Analisis Sistem

Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai “penguraian dari suatu

sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan

maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi

permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan

kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan

perbaikan-perbaikannya.” Analisis dan Desain : Jogiyanto [4]

2.2.3 Konsep Dasar Informasi

Definisi umum informasi dalam pemakaian sistem informasi adalah data

yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi

yang memakai di dalam mengambil keputusan. Jadi sistem pengolahan informasi

pengolahan data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penerimanya.

2.2.3.1 Pengertian Dasar Informasi

Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam

suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang

menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang berguna untuk

pengambilan keputusan.

Sumber dari Informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang

(31)

Informasi adalah data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang lebih

berarti bagi penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat

itu atau keputusan mendatang.

Informasi yang bersumber dari proses data harus merupakan informasi

yang terstruktur. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih

berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

2.2.3.2 Siklus Informasi

Data merupakan bentuk yang masih mentah sehingga perlu diolah untuk

proses lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi.

Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model proses

tetentu agar dapat lebih berguna dalam bentuk informasi.

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima

kamudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan

tindakan dan menghasilkan suatu tindakan yang akan membuat sejumlah data

kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali melalui

(32)

Siklus informasi dapat dilihat seperti pada gambar 2.3 berikut :

Dasar Data

2.2.3.3 Kualitas Informasi

Kualitas dari suatu informasi yang diharapkan tergantung tiga hal pokok, yaitu :

1. Akurat

Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan yang biasanya terjadi dan

selain itu harus jelas maksud dan tujuannya sehingga output/keluaran biasa

dipertanggung jawabkan.

2. Tepat Waktu

Informasi yang dihasilkan atau dibuthkan tidajk boleh terlambat (usang) informasi

yang usang tidak akan mempunyai nilai yang baik, sehingga jika digunakan

Gambar 2.5Siklus Informasi

[image:32.612.171.464.140.357.2]
(33)

sebagai dasar dari pengambilan keputusan akan bersifat fatal atau mengalami

kesalahan dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

3. Relevan

Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat dan informasi yang diterima si

pemakai dan pemakai lainya bisa berbeda-beda.

2.2.3.4 Nilai Informasi

Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk

mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif

dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Akan tetapi perlu

diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem informasi

umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan

dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah

tertentu dengan biaya untuk memperolehnya. Pengukuran nilai informasi biasanya

dihubungkan dengan analisis Cost Effectiveness atau Cost Benefit.

2.2.3.5 Konsep Dasar Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan suatu sistem didalam suatu organisasi yang

mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,

bersifat manajerial dan kegiatan stategis dari suatu organisasi dan menyediakan

informasi untuk pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.

Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :

Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suau organisasi yang

(34)

bersifat manajerial dan kegiatan stategi-stategis dari suatu organisasi dan

menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”. [4]

2.2.3.6 Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi mempunyai beberapa komponen yaitu :

1. Perangkat keras (Hardware) yaitu semua alat komputeryang secara fisik dapat

diliah dan diraba dengn jelas, seperti: keyboard, harddisk, monitor, alat

printer, mouse, dan lain-lain.

2. Perangkat lunak (Software) yatitu semua pengakat komputer yang dapat

mebuat perangkat keras komputer bekerja menjalankan fungsinya.

3. Manusia (Brainware) yaitu orang yang mengoperasikan komputer.

2.2.4 Flow Map

Bagan alir atau flow map adalah bagan yang menunjukan alir didalam

program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk

alat bantu komunikasi dan dokumentasi.

Bagan alir dokumen atau sering disebut juga Flow Map merupakan bagan

alir yang menunjukan arus dari aliran formulir termasuk tembusan-tembusannya.

2.2.5 Alat-alat Pemodelan Sistem

Pemodelan sistem merupakan hal yang penting bagi kelangsungan sistem

itu sendiri. Pemodelan sistem adalah suatu upaya untuk menjaga efektifitas sistem

(35)

menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara

keseluruhan atau memperbaiki sistem yang sudah ada.

Alat-alat yang digunakan dalam pemodelan sistem antara lain adalah:

1. Data Flow Diagram (DFD).

2. Kamus Data (Data Dictionary)

2.2.6 Pendekatan Analisis Sistem

Untuk melangkah ke tahap berikutnya yaitu tahap desain, maka

sebelumnya akan melakukan tahap-tahap sebagai berikut :

2.2.6.1 DFD (Data Flow Diagram)

Data Flow Diagram adalah diagram sistem yang menggambarkan cara

kerja aplikasi secara logic. Mulai dari tingkat paling tinggi sampai dengan tingkat

paling rendah. Pada perancangan ini terdiri dari perancangan awal (preliminary

design) dan perancangan rinci (detailed design) sesuai dengan tahap-tahap

rekayasa perangkat lunak. Adapun penjelasan dari perancangan awal adalah

perancangan sistem yang menggambarkan tentang hubungan antara sistem dengan

lingkungan luar sistem. [7]

Hubungan ini dapat digambarkan dengan menggunakan diagram konteks.

Sedangkan perancangan rinci adalah perancangan sistem yang menggambarkan

tentang proses yang terjadi pada sistem serta arus data yang mengalir antar

(36)

yang terstruktur, DFD ini menggambarkan arus data di dalam sistem yang

terstruktur dan jelas serta merupakan dokumentasi sistem yang baik.

2.2.6.2 Kamus Data (Data Dictionary)

Kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan

informasi dari suatu sistem informasi. Kamus data dapat mendefinisikan data

yang mengalir pada sistem dengan lengkap. Kamus data dapat digunakan pada

tahap analisa dan perancangan sistem. Pada tahap perancangan sistem, kamus

data digunakan untuk merancang masukan, merancang laporan-laporan dan

database. [7]

Dengan adanya kamus data, didapat definisi-definisi dari bentuk-bentuk

yang tidak dimengerti dalam DFD yaitu aliran data, file, proses dan

elemen-elemen data. Arus data pada DFD bersifat global, hanyaditujukan nama arus

datanya saja. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari arus data, secara lebih

lengkap dapat dilihat di kamus data.

2.2.7 Basis Data

2.2.7.1 Pengertian Data

Data merupakan ”fakta atau keterangan yang belum mempunyai arti atau

nilai, serta data dapat dijadikan kajian analisis atau kesimpulan. Data biasanya

terdiri dari beberapa elemen data (data item). Elemen data adalah unit terkecil dari

(37)

2.2.7.2 Pengolahan Data

Pengolahan data dengan komputer terkenal dengan nama pengolahan data

elektronik. Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan.

Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf atau simbol-simbol khusus atau

gabungan darinya. Pengolahan data adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk

yang lebih berguna dan lebih berarti, berupa suatu informasi.

2.2.7.3 Siklus Pengolahan Data

Suatu proses pengolahan data terdiri dari tiga tahapan dasar yang disebut

dengan siklus pengolahan data (data processing cycle) yaitu input, processing dan

output.

1. Input, tahap ini merupakan proses memasukkan data ke dalam proses

komputer lewat alat input (input device).

2. Process, tahap ini merupakan proses pengolahan dari data yang sudah

dimasukkan yang dilakukan oleh alat pemroses (processing data), yang

dapat berupa proses menghitung, membandingkan, mengklasifikasikan,

mengurutkan, mengendalikan atau mencari di storage.

3. Output, tahp ini merupakan proses menghasilkan output dari hasil

pengolahan data ke alat output (output device), yaitu berupa informasi.

2.2.7.4 Konsep Dasar Basis Data

Basis Data (Database) dapat dibayangkan sebagai sebuah lemari arsip

(38)

kembali data tersebut. Basis Data menunjukkan suatu kumpulan data yang dipakai

dalam suatu lingkungan perusahaan atau instansi-instansi. Penerapan basis data

dalam sistem informasi disebut sistem basis data (database system).

2.2.7.5Pengertian Basis Data

Basis data terdiri dari kata basis dan data. Basis dapat diartikan gudang

atau tempat bersarang dan data yang berarti representasi fakta dunia nyata yang

mewakili suatu objek seperti manusia, hewan, peristiwa, konsep dan sebagainya

yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau

kombinasinya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Basis Data merupakan kumpulan data yang

(arsip) yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa

dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai

kebutuhan. Atau bisa diartikan sebagai kumpulan file/tabel/arsip yang saling

berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. [2]

2.2.7.6 Tujuan Basis Data

Basis Data (Database) pada prinsipnya ditujukan untuk pengaturan data

agar terdapat kemudahan dalam pengambilan kembali data tersebut. Berikut ini

terdapat beberapa tujuan dari Basis Data diantaranya yaitu :

1. Kecepatan dan kemudahan (Speed)

2. Efisiensi ruang penyimpanan (Space)

3. Keakuratan (Accuracy)

(39)

5. Kelengkapan (Completeness)

6. Keamanan (Security)

7. Kebersamaan (Sharability)

2.2.7.7 Pengguna Basis Data

Pengguna basis data yang dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi

terhadap sistem diantaranya yaitu :

1. Programmer Aplikasi (Application Programmer)

Pemakai yang berinteraksi dengan basis data dengan menggunakan Data

Manipulation Language (DML) untuk membuat aplikasi dengan

menggunakan bahasa pemrograman.

2. User Mahir (Casual User)

Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa membuat modul program.

3. User Umum (Naïve User)

Pemakai berinteraksi dengan aplikasi basis data yang telah dibuat atau

disediakan oleh sistem.

4. User Khusus (Specialized User)

Pemakai yang membuat program aplikasi basis data untuk keperluan tertentu

(40)

2.2.7.8 Database Management System (DBMS)

Diperlukan suatu sistem untuk diintegrasikan data file ke dalam suatu file

sehingga bisa melayani berbagai user yang berbeda. Perangkat keras dan lunak

serta prosedur yang mengelola database manajemen sistem.

DBMS memungkinkan untuk membentuk dan meremajakan file-file,

memilih, mendatakan dan menyortir data, dan untuk menghasilkan

laporan-laporan.

Fungsi yang penting dari DBMS adalah sebagai berikut :

1. Menyediakan sistem akses cepat.

2. Mengurangi kerangkapan data atau redundancy data.

3. Memungkinkan adanya updating secara bersamaan.

4. Menyediakan sistem yang memungkinkan dilakukannya pengembangan

database.

5. Memberikan perlindungan dari pihak pemakai tidak berhak.

2.2.8 Borland Delphi

Delphi adalah paket bahasa pemrograman yang bekerja dalam sistem

operasi Windows. Delphi merupakan bahasa pemrograman yang mempunyai

(41)

Kelebihan-kelebihan yang dapat diambil ketika seorang pengembang

perangkat lunak menggunakan Borland Delphi adalah :

1. Delphi mendukung Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented

Programming).

2. Hasil dari proses kompilasi berupa sebuah file yang dapat dieksekusi

(executable file) sehingga mempermudah dalam pendistribusian program dan

mengurangi banyaknya file pendukung.

3. Delphi menyediakan banyak sekali komponen yang dapat digunakan. Selain itu

banyak juga komponen yang bersumber dari pihak ketiga yang biasanya

disertai dengan dokumentasi, source code dan lain-lain. Komponen dari pihak

ketiga bisa yang komersil atau free.

4. Mendukung banyak database server (MySQL, SQL Server, Interbase, Oracle

dll) sehingga dapat mempermudah dalam membuat aplikasi database.

5. Borland Delphi menyediakan fasilitas yang luas mulai dari fungsi membuat

form hingga untuk menggunakan format file berbasis data yang popular seperti

Dbase dan Paradoks.

6. Dalam Borland Delphi template aplikasi dan template format yang dapat

(42)

2.2.9 Sistem Client-Server

Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan suatu operasi jaringan. Sistem

opersi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannya, yaitu sistem

operasi Client - Server dan sistem operasi jaringan peer to peer.

Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server

karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada

workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

Pada sistem client server, untuk memenuhi kebutuhan client akan

mengirimkan message (perintah) query pengambilan data selanjutnya server yang

menerima message, akan menjalankan query tersebut (melakukan pencarian basis

data terhadap tabel tertentu) dan hasilnya (tidak semua isi tabel) yang akan

dikirimkan kembali ke client dengan begitu proses transfer data jauh lebih efisien.

Bentuk sederhana yang dapat diterapkan pada sebuah jaringan komputer

lokal (LAN) adalah penyatuan fungsi client dan fungsi workstation. Adanya

penilaian fungsi client dan server, disamping meningkatkan kompleksitas

tersendiri dalam pembangunan aplikasi (sistem) secara keseluruhan juga

menimbulkan kelemahan lain yaitu aktivitas pemasangan aplikasi (deployment)

yang tidak praktis jika terjadi perubahan atau perbaikan aplikasi basis data, maka

(43)

BAB III

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Jadwal Kerja Praktek

Kegiatan kerja praktek ini dilaksanakan selama 1 bulan 12 hari, terhitung dari

tanggal 13 Juli 2009 s/d 28 Agustus 2009 yang dilaksanakan di PT POS Indonesia

JL.Asia Afrika Bandung, Jawa Barat. Waktu pelaksanaan kerja praktek dilaksanakan

setiap Hari Senin sampai dengan Hari Jumat pada pukul 08.30 s/d 16.00 WIB.

3.2 Cara / Teknik Kerja Praktek

Teknis pelaksanaan dalam penyusunan laporan kerja praktek ini dilakukan

dengan menggunakan teknis sebagai berikut:

1.

Studi Kepustakaan

Penulis mempelajari buku-buku, artikel, informasi yang ada hubungannya dengan

masalah yang dibahas.

2.

Wawancara

Penulis mengadakan wawancara langsung dengan pembimbing perusahaan

dalam bidang yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

3.3 Data Hasil Kerja Praktek

3.3.1 Lingkup Pekerjaan

Penulis melihat,mengamati dan menganalisis kerja sistem pos Remitance pada

(44)

Dalam menganalisis aplikasi ini, penulis dibimbing oleh staf PT Pos

Indonesia (Pak Ahmat Fajarsebagai koordinator kerja praktek.

3.3.2 Analisis Sistem

Analisis sistem adalah merupakan tahap mengidentifikasi permasalahan

yang ada pada perusahaan yang berkaitan dengan apa yang akan dikerjakan dalam

hal ini adalah pembuatan halaman sertifikat diklat. Tahap-tahap yang dilakukan

dalam pembuatan database tersebut meliputi :

a.

Studi literature, yaitu pengumpulan bahan-bahan yang berhubungan dengan

masalah yang akan dibahas.

b.

Analisis permasalahan secara global untuk gambaran pembuatan aplikasi.

Untuk lebih jelasnya analisis permasalahan tersebut akan diuraikan sebagai

berikut :

3.3.3 Analisis Prosedur Pada Sistem Yang Berjalan

Analisis prosedur atau proses sistem, sistem memberikan gambaran tentang

sisten yang saat ini berjalan. Analisis sistem bertujuan untuk mengetahui lebih jelas

bagaimana cara kerja sistem tersebut, sehingga kelebihan dan kekurangan sistem

dapat diketahui.

1 Prosedur Pembukaan Layanan

Bagi UPT yang telah memiliki fasilitas layanan yang diperlukan untuk

pembanguna layanan ini baik petugas, hardware, software maupun fasilitas

(45)

POS Remittance kepada Kawilpos Manajer Pengembangan Usaha dengan

disertai kajian tentang potensi pasar layanan tersebut di wilayahnya dan

tanggal rencana pembukaan layanan.

Bagi UPT yang belum memiliki fasilitas layanan tersebut pada point a,

surat permohonan dilengkapi juga dengan permohonan pengadaan fasilitas

layanan dan fasilitas pendukung lainnya.

Atas dasar permohonan tersebut, kawil cq manajer Pengembangan Usaha

Wilpos memberikan pertimbangan dan keputusan dan selanjutnya

mengirim pemberitahuan kepada Ka UPT yang bertalian dengan tembusan

kepada Ka Unit Biskug

Tentang jenis fasilitas fisik yang diperlukan untuk pembukaan pelayanan

ini lebih lanjut diatur Petunjuk Teknis (Juknis) yang menjadi lampiran

petunjuk pelaksanaan (Juklak) ini.

2 Registrasi Dan Password Petugas

Prosedur Registrasi petugas diatur sebagai berikut :

Registrasi petugas administrator dan Rekonsiliator PRD diajukan oleh

Manajer Opbiskug, kepada Manajer Bangsistek

Registrasi petugas untuk Kepala unit Pelaksana Teknis, Manajer

Pelayanan, Manajer Akuntansi, dan Petugas Loket diajukan oleh Kepala

Unit Pelaksan teknis kepada manajer Opbiskug, dengan menggunakan

(46)

Registrasi Petugas untuk Petugas Kantor Wilayah Usaha Pos diajukan oleh

Kepala Wilayah Usaha Pos diajukan oleh Kepala Wilayah Usaha Pos,

dengan menggunakan formulir registrasi seperti contoh terlampir.

Setiap terjadi mutasi petugas, harus melakukan registrasi ulang sesuai

ketentuan d atas.

Pemberian hak user akan diberitahukan dengan surat rahasia yang berisi

password kepada petugas yang berhak

Pengguna sistem tidak di perkenalkan memberikan dan atau memberika

user id dan password kepada orang lain.

Pengguna sistem tidak diperkenankan mengganti IP maupun Network card

tanpa sepengetahuan administrator, karena kan berakibat kegagalan pada

saat login ke sistem.

Jika pengguna sistem akan melakukan penggantian IP serta network card,

maka harus dilakukan pemberitahuan kepada administrator dengan sarana

tercepat atas persetujuan Kakp

Pengguna diwajibkan mengamankan password antara lain

Dengan mengganti password secara berkala.

3 Prosedur Buka Layanan/Awal Dinas

a)

Manajer Pelayan

Memeriksa perangkat komputer dan saran komunikasi (koneksi intranet)

(47)

Jika manajer tidak dapat login ke sistem, manajer melaporkan hal tersebut

ke kepala kantor untuk melakukan aktivasi

Melakukan buka layanan sekaligus melakukan pembukaan transaksi dan

secara otomatis mengambil data kiriman untuk kantornya. Jika tedapat data

untuk kantor yang bertalian, manajer melakukan percetakan, menyampuli,

memberi alamat dan diserahkan kebagian antara dengan buku serah

Melakukan aktivasi terhadap petugas yang akan bertugas pada hari yang

bertalian

b)

Manajer Akuntansi

Memeriksa perangkat komputer, printer dan sarana komunikasi (koneksi I

intranet)

Memeriksa login ke sistem dengan mengetikan password dan user Id-nya

Melakuan validasi pada kesempatan pertama, jika masih ada transaksi yang

belum di validasi

c)

Kasir

Memberikan panjer kerja loket sesuai dengan kebutuhan kepada petugas

loket Pos Remmitance

4 Prosedur Penerimaan Kiriman

Pelanggan datang ke loket Pos Remittance kemudian mengisi RS-1

(48)

Petugas loket wajib memeriksa isian RS-1:

a.

Identitas pengirim dan penerima (nama dan alamat)

b.

Besar uangjenisa layanan

c.

Layanan keamanan

d.

Berita (maksimal 100 karakter)

e.

Tandatangan pengirim

Petugas Loket mengentrikan besar uang dan jenis layanan untuk

mengetahui biaya total pengiriman uang

Petugas loket menerima, menghitung dan memeriksa keaslian uang yang

diterima

Petugas melanjutkan tugas entri data sampai dengan proses simpan data

Dalam hal pengirim memilih jenis ;ayanan tidak diantar/weesel pos instan,

pengirim diminta mengisi PIN dua kali. Pengisian PIN kedua harus sama

dengan yang pertama

Dalam hal pengisian PIN kedua berbeda dengan yang pertama, petugas

loket meminta pengirim melakukan pengisian ulang PIN kedua

Dalam hal pengirim lupa dengan PIN pertama sehingga tidak bisa

mengisikan PIN kedua, maka petugas loket meminta manajer melakukan

reset PIN

Petugas loket melakukan cetak RESI rangkap 2 sebagai tanda bukti

(49)

Petugas loket harus membubuhkan cap tanggal dan paraf RESI

Petugas loket menyerahkan RESI lembar 1 kepada pengirim, lembar

ke-2 disematkan pada RS-1 yang bartalian sebagai pertinggal

5

Prosedur Pembayaran Kiriman

a)

Layanan Tidak / Weselpos Instan

Penerima datang ke loket pembayaran dengan memberikan informasi NTP

dan menyertakan fotocopy kartu identitas, berupa KTP, SIM atau kartu

identitas lain yang masih berlaku

Petugas loket mengentrikan NTP

Penerima mengentrika PIN melalui Numeric Keypad

Berdasarkan kedua isian (PIN dan NTP) tersebut petugas loket melakukan

inquiry data ke server nasional

Jika inquiry data berhasil, petugas loket mencocokan data penerima dengan

kartu identitas

Dalam hal pengirim menggunakan layanan keamanan Q/A, petugas loket

wajib mengajukan pertanyaan berdasarkan Q/A

Jika penerima tidak dapat menunjukan/memberikan, penerima harus

menghubungi pengirim untuk meminta informasi Q/A yang bertalian

Jika jawaban penerima benar maka petugas loket dapat melakukan

pembayaran

(50)

Petugas loket melakukan cetak RESI rangkap 2 sebagai tanda bukti

pembayaran

Penerima harus membubuhkan tandatangan dan nama jelas pada RESI

Petugas loket menyerahkan RESI lembar ke-2 kepada penerima

Petugas loket menyimpan RESI lembar ke-1 yang telah ditandatangani dan

fotocopy kartu indentitas penerima untuk petinggal

b)

Layanan Diantar / Weselpos Reguler

Penerima datang ke loket pembayaran dengan meyerahkan RS-2 dan

fotocopy kartu identitas, berupa KTP, SIM atau kartu identitas lain yang

masih berlaku

Petugas mencocokan kartu identitas dengan RS-2

Jika kartu identitas denga RS-2 cocok, petugas loket memasukkan NTP

untuk melakukan inquiry data

Dalam hal terdapat Q/A maka petugas wajib mengajukan pertanyaan

berdasarkan Q/A

Jika pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab dengan benar, petugas loket

dapat melakukan pembayaran

Petugas loket mengetrikan data indentitas penerima

Petugas loket melakukan percetakan RESI rangkap 2 sebagai tanda bukti

pembayaran

(51)

Petugas loket menyerahkan uang dan RESI lembar ke-2 kepada penerima

Petugas loket mematikan RS-2 dengan garis menyilang

Petugas loket menyimpan RESI lembar ke-1 yang telah ditandatangani,

RS-2 dan fotocopy kartu indentitas utnuk petinggal

6.

Prosedur Pembatalan Kiriman

Dalam hal pengirim meminta uang yang dikirim maka dilakukan proses

pembayaran kembali kepada pengirim dengan syarat uang yang dikirim belum

dibayarkan oleh penerima. Prosedur pembayaran sebagai berikut

a)

Weselpos Instan

Pengirim menunjukkan RESI setor

Proses pembayaran dilakukan sebagaimana proses pembayaran normal

Sebagai bukti bahwa pembatalan ataupun pembayaran uang telah dilakukan

oleh pengirim, maka RESI asli (lembar-1)harus diminta dari pengirim

Pengirim harus membubuhkan tandatangan pada RESI setor dan RESI

bayar

RESI setor dimatikan dengan cara memberi tanda silang

Petugas loket membubuhkan paraf pada RESI bayar

RESI bayar yang telah diparaf petugas loket dijadikan bukti pembayaran,

kemudian disatukan dengan RESI setor sebgai lampiran backsheet bayar

b)

Weselpos Reguler

(52)

Manajer pelayana menghubungi kantor tujuan untuk melakukan percetakan

RS-2. Manajer Pelayanan di kantor tujuan mematikan RS-2 degnan garis

menyilang

Proses pembayaran dilakukan sebagaimana proses pembayaran normal

Sebagai bukti bahwa pembatalan ataupun pembayaran uang telah dilakukan

oleh pengirim, maka RESI asli (lembar-1)harus diminta dari pelanggan

Pengirim harus membubuhkan tandatangan pada RESI setor dan RESI

bayar

RESI setor dimatikan dengan cara memberi tanda silang

Petugas loket membubuhkan paraf pada RESI bayar

RESI bayar yang telah diparaf petugas loket dijadikan bukti pembayaran,

kemudian disatukan dengan RESI setor sebagai lampiran backsheet bayar.

Layanan ini dapat dilihat juga dalam bentuk flowmap ataupun diagram lainnya:

7 Flow Map

Menggambarkan urutan proses atau prosedur kerja dari sebuah aplikasi.

Dalam hal ini akan dijelaskan bagaimana prosedur kerja dari Aplikasi POS

(53)
[image:53.612.115.508.112.537.2]
(54)
[image:54.612.116.530.113.560.2]
(55)

3.4 Analisis Kebutuhan

Memaparkan kebutuhan non fungsional dan kebutuhan fungsional

3.4.1 Analisis Kebutuhan Non Fungsional

Analisis kebutuhan sistem non fungsional adalah suatu analisis untuk

mengetahui elemen-elemen apa saja yang berhubungan dengan sistem yang sedang

berjalan.

3.4.1.1 Analisis Perangkat Lunak

Adapun perangkat lunak yang ada dalam PC di bagian penjurusan adalah

1.

Sistem operasi menggunakan Windows XP

2.

Pengelolaan data siswa Menggunakan Microsoft Ofice 2003

a.

Pengolahan Text : Microsoft Office Word

b.

Pengolahan tabel: Microsoft Office Excel

Sedangkan perangkat lunak yang dibutuhkan dalam proses penjurusan

adalah :

1.

Sistem Operasi : Windows XP

2.

Tools Program : Borland Delphi Versi 7

3.

Mysql untuk database nya (dapat Menggumakan wamp server).

3.4.1.2 Analisis Perangkat Keras

Adapun spesifikasi perangkat keras (

hardware

)

pada sistem yang sedang

berjalan terdapat satu unit komputer

yang berada dibagian transaksi dengan

spesifikasi yaitu sebagai berikut :

(56)

b.

Monitor 14“

c.

Hardisk Drive 80 Gb

d.

Memory/RAM 1 Gb

e.

VGA Card 256 Mb

f.

CD ROM drive

g.

Keyboard

h.

Mouse

i.

Printer Dot matrix

3.4.1.3 Analisis user

Pengguna yang akan menggunakan aplikasi yang akan dibangun ini terdiri dari

dua bagian yaitu

administrator

dan

user

, dengan asumsi pengguna yang sudah

terbiasa menggunakan sistem barbasis

windows

, sebagai berikut :

a.

Supervisor Pelayanan

Supervisor

Pelayanan

adalah bagian pengguna sistem yang memiliki hak

mencetak dan memeriksa data serta membubuhkan tandatangan sebagai

pernyataan telah diperiksa dan terdapat cocok, dengan karakteristik sebagai

berikut :

1.

Mempunyai kemampuan dasar di bidang komputer.

2.

Dapat mengoperasikan sistem operasi

Microsoft Windows

XP.

(57)

b.

Supervisor Akuntansi

Supervisor Akuntansi

adalah bagian pengguna sistem yang bertugas melakukan

validasi transaksi harian sesuai dengan naskah-naskah dari supervisor, dengan

karakteristik sebagai berikut :

1.

Mempunyai kemampuan dasar dibidang komputer.

2.

Dapat mengoperasikan sistem operasi

Microsoft Windows

XP.

3.

Memiliki latar belakang pendidikan minimal D3.

c.

Petugas Loket

Petugas Loket adalah bagian pengguna sistem yang bertugas melayani

pelanggan untuk transaksi penerimaan dan atau transaksi pembayaran, dengan

karaktristik sebagai berikut:

1.

Mempunyai kemampuan dasar dibidang komputer.

2.

Dapat mengoperasikan sistem operasi

Microsoft Windows

XP.

3.

Memiliki latar belakang pendidikan minimal D3.

Berdasarkan karakteristik data diatas, pengguna yang ada di setiap bagian

pada umumnya sudah bisa mengoperasikan komputer, dapat dilihat bahwa setiap

pengguna minimal dapat mengoperasikan

Microsoft Excel, Microsoft Word

dan dapat

mengoperasikan sistem opersai

windows,

dilihat dari latar belakang pendidikan dan

pengalaman yang lebih lama dalam menggunakan komputer.

3.4.2

Analisis Kebutuhan Fungsional

Diagram konteks yang berfungsi untuk memetakan model lingkungan (

(58)

masukan, maupun keuaran sistem), dipresentasikan dengan lingkaran tunggal yang

mewakili keseluruhan sistem. Berikut merupakan gambar diagram konteks

3.4.2.1 Data Flow Diagram (DFD)

Merupakan tindak lanjut dari diagram konteks yang menjelaskan lebih rinci

lagi dari proses-proses yang terjadi dalam diagram konteks. Data Flow Diagram

(DFD) dibuat jika pada diagram konteks masih ada suatu proses yang mesti harus

dipecah lagi. Berikut ini Data Flow Diagram dari aplikasi POS REMITTANCE PT.

POS INDONESIA

[image:58.612.164.458.365.650.2]

Diagram Konteks

(59)
[image:59.612.126.510.136.492.2]

1.

DFD level 0

(60)

2.

DFD Level 1 proses 1.0 Login User

[image:60.612.123.506.221.367.2]

Berikut merupakan gambar dari DFD Level 1 proses 1.0 Login User

(61)
[image:61.612.142.520.151.491.2]

3.

DFD Level 2.0.1 Proses Transaksi Penerima

(62)
[image:62.612.158.519.146.471.2]

4.

DFD level 2.0.2 proses transaksi pembayaran kiriman

(63)
[image:63.612.127.522.195.487.2]

5.

DFD LEVEL 3.0 PROSES CETAK DATA

(64)
[image:64.612.115.484.145.365.2]

6. DFD LEVEL 4.0 LAPORAN

Gambar 3.9 DFD Level 4.0 Laporan

3.3.4.2 Kamus Data

Data yang mengalir dari satu proses ke proses yang lainnya, dapat diuraikan

sebagai berikut :

1.

User

{ User Name + Password}

a.

Password

Delapan digit bilangan

b.

User Name

(65)

2.

Pengrim uang

{info_id_pengirim,

id_penerima,

besar_uang,

jenis_layanan,

jenis_layanan_keamanan,

berita,

tandatangan_pengirim,

paraf_petugas,

syarat_ketentuan}

3.

Bukti pengirim uang

{ tgl_transaksi, jam_transaksi, NTP, No_Resi, Penerima, Pengirim,

jenis_layanan,

besar_uang_kiriman,

bea_dasar,

bea_tambahan,

PPn,

bea_total}

Format no.Resi NNNNNNN/LL/YY/XXXXXXXX

NNNNNN

: kode Nopend

LL

:kode loket

YY

:kode thn

XXXXXXXX :nomor urut

4.

Bukti pembayaran uang

{

tgl_transaksi,

jam_transaksi,

NTP,

No_Resi,

penerima,

besar

_uang_kiriman}

Format no.Resi NNNNNNN/LL/YY/XXXXXXXX

NNNNNN

: kode Nopend

LL

:kode loket

YY

:kode thn

(66)

5.

Pemberitahuan pengiriman uang kepada penerima

{Id_pengrim,

Id_penerima,

besar_uang,

NTP,

No_Resi,

tgl_cetak,

ket_status_pemberitahuan, berita}

6.

Backsheet setor

{kantor_setor, No_loket, No_backsheet, tgl_cetak, kolom_no_urut, No_resi,

jenis_layanan, besar_uang, bea, PPn}

Format no backsheet setor XXNNNNNNNLLYYXXXX

XX

: kode laporan

NNNNNNN : kode nopend

LL

: kode loket

YY

: kode tahun

XXXX

: no urut

7.

Rekap harian setor pengiriman uang

{tgl_cetak, No RS-3R, klom_No_loket, jml_transaksi, besar_uang, bea_dasar,

bea_tambahan, PPn, ket}

Format rekap harian setor pengiriman uang XXNNNNNNNXXXX

XX

: kode laporan

NNNNNNN : kode Nopend

YY

: kode tahun

XXXX

: nomor urut

(67)

{nama_kantor_bayar, No_loket, No_backsheet, tgl_cetak, kolom_No_urut,

No_resi, jenis_layanan, besar_uang}

Format no backsheet bayar XXNNNNNNNLLYYXXXX

XX

: kode laporan

NNNNNNN : kode nopend

LL

: kode loket

YY

: kode tahun

XXXX

: no urut

9.

Rekap harian pembayaran

{tgl_cetak, No_RS-4R, kolom_loket, jml_transaksi, besar_uang, keterangan}

Format rekap harian pembayaran XXNNNNNNNXXXX

XX

: kode laporan

NNNNNNN : kode Nopend

YY

: kode tahun

XXXX

: nomor urut

10.

Backsheet ambil data

{ nama_kantor_cetak, tgl_cetak, No_RS-5, kolom_N_urut, No_transaksi,

besar_uang, kantor_asal, jenis_layanan, tgl_kirim}

Format no backsheet ambil data XXNNNNNNNLLYYXXXX

XX

: kode laporan

NNNNNNN : kode nopend

(68)

YY

: kode tahun

XXXX

: no urut

11.

Rekap harian pemberitahuan kiriman Pos Remittance

{tgl_cetak, No_RS-5R, kolom_No_backsheet, jml_transaksi, besar_uang,

keterangan}

Format rekap pemberitahuan kiriman Pos Remittance XXNNNNNNNXXXX

XX

: kode laporan

NNNNNNN : kode Nopend

YY

: kode tahun

XXXX

: nomor urut

3.3.4.3 Struktur Tabel

Berikut adalah tabel-tabel yang terdapat dalam basis data yang digunakan

dalam sistem yang akan dibangun.

1.

Tabel User

Berikut merupakan tabel user

Tabel 3.1 Tabel User

Nama

Type

Length

Ket Key

User_id

Char

5

Primary

Nama_User

Varchar

50

(69)

2.

Tabel Pengirim Uang

Berikut merupakan Tabel pengirim Uang

Tabel 3.2 Tabel Pengirim Uang

Nama

Type

Length

Ket Key

info_id_pengirim

Char

10

Primary

id_penerima

Char

10

Primary

besar_uang

Int

15

jenis_layanan

Varchar

25

jenis_layanan_keamanan Varchar

25

berita

Varchar

50

tandatangan_pengirim

Varchar

paraf_petugas

Varchar

syarat_ketentuan

Varchar

3.

Tabel bukti pengiriman uang

Berikut merupakan Tabel pengirim uang

Tabel 3.3 Tabel bukti pengiriman uang

Nama

Type

Length

Ket Key

tgl_transaksi

DateTime

(70)

NTP

Varchar

25

No

Gambar

Tabel 2.1 Profil Tempat Kerja Praktek
Tabel 2.2 Sejarah Instansi
Gambar 2.1 Logo Lama Perum Pos Indonesia
Gambar 2.2 Logo Baru PT Pos Indonesia
+7

Referensi

Dokumen terkait

informasi merupakan hasil dari pengolahan data ke dalam suatu bentuk yang lebiha. berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan

Input Proses Output.. Suatu informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya. Suatu informasi mengambarkan

Menurut Jogiyanto (2004 : 692), informasi dapat didefinisakan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi

Menurut Jogiyanto, HM (2005: 21), informasi adalah ” data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya ”.. Menurut Abdul Kadir (2003:

Dari beberapa pengertian informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi

Jadi, secara umum informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan

Jadi, secara umum informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam

Informasi merupakan sekumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima. Tanpa suatu informasi suatu sistem tidak