PENYULUHAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET A, PAKET B DAN PAKET C

42  18  Download (2)

Teks penuh

(1)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

PENYULUHAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN

PAKET A, PAKET B DAN PAKET C

LAPORAN INDIVIDU

MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA (KKN)

UNIVERSITAS BENGKULU PERIODE 67 TAHUN 2012

Tanggal 2 Juli 2012 s.d. 31 Agustus 2012

Di

Desa

: Dusun Anyar

Kecamatan : Pondok Kubang

Kabupaten : Bengkulu Tengah

Oleh

Bayu Pradikto

A1J009015

LEMBAGA PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

UNIVERSITAS BENGKULU

(2)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN INDIVIDU

LAPORAN INDIVIDU KULIAH KERJA NYATA (KKN)

UNIVERSITAS BENGKULU PERIODE 67 TAHUN 2012

Tanggal 2 Juli 2012 s.d 31 Agustus 2012

Di

Desa : Dusun Anyar

Kecamatan : Pondok Kubang

Kabupaten : Bengkulu Tengah

Oleh

BAYU PRADIKTO

A1J009015

Disetujui dan disahkan oleh:

Dosen Pembimbing Lapangan

Arie Vatresia, ST.,MT

NIP 19850204200812002

Kepala Desa

(3)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat, rahmat, dan

karunia-Nya yang diberikan kepada setiap makhluk yang ada di dunia ini sehingga

penulis dapat menyelesaikan Laporan Individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini tepat

pada waktunya. Laporan individu ini merupakan laporan kegiatan peserta Kuliah Kerja

Nyata (KKN) Universitas Bengkulu Periode 67 Tahun 2012 di Desa Dusun Anyar,

Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah secara perorangan sesuai

dengan spesialisasi bidang ilmu dalam pelaksanaan program kerja kelompok selama

Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sesuai dengan bidang ilmu yang penulis ambil di UNIB yaitu Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan

Luar Sekolah, maka program yang dilaksanakan yaitu Penyuluhan program Pendidikan

Kesetaraan Paket A, B dan C

Laporan ini dapat diselesaikan penulis atas bantuan dari semua pihak. Maka

dari itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Kedua orang tua dan adik-adik yang telah memberi semangat dan motivasi

sehingga penulis dapat menyelesaikan KKN dan menyusun laporan ini.

2. Bapak Prof. Ir. Zainal Muktamar, M.Sc, Ph.D selaku Rekor Universitas

Bengkulu.

3. Bapak Ketua beserta tim P3KKN Universitas Bengkulu.

4. Ibu Arie Vatresia selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

5. Bapak Bupati Bengkulu Tengah beserta jajarannya.

6. Bapak Camat Kecamatan Pondok Kubang beserta jajarannya.

7. Bapak Tamrin. A selaku Kepala Desa Dusun Anyar beserta jajarannya.

8. Teman-teman KKN Desa Dusun Anyar (Ade Riri, Deliza, Puspita, Rezeki N

Siregar, Rizki DP, Syufradon dan Wahyu Lestari), terima kasih atas

kebersamaannya.

9. Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan individu

(4)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com Penulis menyadari dalam penyelesaian laporan ini masih banyak kekurangan,

untuk itu penulis memohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi

sempurnanya laporan ini. Semoga laporan ini bermanfaat dalam pelaksanaan kegiatan

program Kuliah Kerja Nyata di Desa Dusun Anyar Kecamatan Pondok Kubang

Kabupaten Bengkulu Tengah, khususnya bagi masyarakat setempat dan peserta Kuliah

Kerja Nyata Desa Dusun Anyar Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu

Tengah. Amin.

Bengkulu, 03 September 2012

(5)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

Pertemuan 1: Pengertian & Konsep Dasar Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C A. Topik Diskusi ... 1

B. Justifikasi Kegiatan... ... 1

1. Latar Belakang ... 1

Pertemuan 2 : Dasar Hukum Pendidikan Kesetaraan Paket A, B Dan C A. Topik Diskusi ... ... 6

B. Justifikasi Kegiatan... 6

1. Latar Belakang ... 6

2. Masalah ... ... 6

3. Tujuan ... 6

C. Pembahasan ... 6

(6)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

1. Kesimpulan ... 7

2. Saran ... 7

E. Lampiran ... 8

Pertemuan 3 : Pelaksanaan Tes Penempatan Pada Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, B dan C A. Topik Diskusi ... 10

B. Justifikasi Kegiatan... 10

1. Latar Belakang ... 10

Pertemuan 4 : Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Nonformal A. Topik Diskusi ... 15

B. Justifikasi Kegiatan... 15

1. Latar Belakang ... 15

Pertemuan 5 : Pentingnya Pendidikan Keluarga dalam Menentukan Karakter dan Masa Depan Anak A. Topik Diskusi ... ... 20

B. Justifikasi Kegiatan... 20

1. Latar Belakang ... 20

(7)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

3. Tujuan ... 20

C. Pembahasan ... ... 20

D. Kesimpulan dan Saran ... 21

1. Kesimpulan ... 21

2. Saran ... 21

E. Lampiran ... 22

Pertemuan 6 : Pendidikan Sepanjang Hayat (Bukan Hanya Pendidikan Di Sekolahan) A. Topik Diskusi ... .... 24

B. Justifikasi Kegiatan... 24

1. Latar Belakang ... ... 24

2. Masalah ... 24

3. Tujuan ... 25

C. Pembahasan ... 25

D. Kesimpulan dan Saran ... 25

1. Kesimpulan ... 25

2. Saran ... 26

E. Lampiran ... 27

DAFTAR PUSTAKA ... ... 29

(8)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

DAFTAR TABEL

1. Daftar hadir kelompok binaan Pertemuan ke – 1

2. Daftar hadir kelompok binaan Pertemuan ke – II

3. Daftar hadir kelompok binaan Pertemuan ke – III

4. Daftar hadir kelompok binaan Pertemuan ke – IV

5. Daftar hadir kelompok binaan Pertemuan ke – V

(9)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN Halaman

Lampiran 1 : Surat keterangan telah melaksanakan kegiatan KKN ... 31

Lampiran 2 : Surat keterangan telah melaksanakan penyuluhan Program pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C... 32

Lampiran 3 : Penetapan Masalah Program Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNIB Periode ke-67 Tahun 2012 ... 33

Lampiran 4 : Rencana Kegiatan pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNIB Periode ke-67 Tahun 2012 ... 39

Lampiran 5 : Kalender Kerja Kegiatan ... 42

Lampiran 6 : Kalender Kerja Individu ... 43

Lampiran 7 : Teknologi Yang Diterapkan ... 45

(10)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 1 : Saat memberikan materi penyuluhan program kesetaraan Paket

A, B dan C ... 4

GAMBAR 2 : Saat tanya jawab dengan warga terkait dasar hukum pendidikan kesetaraan paket A, B dan C ... 8

GAMBAR 3 : Saat salah seorang warga bertanya mengenai status ijazah Pendidikan paket A, B dan C ... 8

GAMBAR 4 : Saat sesion tanya jawab dengan Pemuda Desa Dusun Anyar ... 13

GAMBAR 5 : Saat warga akan bertanya kepada pemateri ... 13

GAMBAR 6 : Saat berdiskusi santai dengan warga mengenai lokasi satuan Penyelenggara Pendidikan Nonformal ... 18

GAMBAR 7 : Saat mendengarkan pertanyaan dan pandangan warga terkait PNF ... 18

GAMBAR 8 : Saat proses tanya jawab dengan warga ... 22

GAMBAR 9 : Saat mendengarkan materi penyuluhan ... 22

(11)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

PENYULUHAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN

PAKET A, B DAN C

PERTEMUAN KE - I

A. Topik Diskusi/Kegiatan

Pengertian Dan Konsep Dasar Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B Dan C

B. Justifikasi kegiatan

1. Latar Belakang

Dalam upaya untuk menuntaskan program wajib belajar 9 tahun,

pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai macam kebijakan. Salah

satu kebijakan yang memberi kesempatan seluas-luasnya bagi warga

masyarakat untuk tetap mengikuti pendidikan adalah salah satu sistem peralihan

program atau disebut multientry-multiexit.

Program multientry-multiexit adalah suatu kebijakan untuk melakukan alih program atau tempat belajar, dari pendidikan formal ke pendidikan nonformal

atau sebaliknya, atau dari pendidikan in-formal ke pendidikan nonformal, atau

antar program penyelenggara pendidikan dalam program pendidikan yang

sejenis.

Ditinjau dari segi pendidikan, di kecamatan Pondok Kubang hanya

memiliki 1 SMP dan 1 MIN yang jaraknya cukup jauh, sedangkan unutk

Sekolah Menengah Atas hanya ada kelas jauh dan belum ada siswanya. Dalam

hal ini sarana dan prasarana yang menunjang pendidikan yang kompetitif di

Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah belum bisa dikatakan

cukup.

Khusus untuk di Dusun Anyar, sarana pendidikan saat ini hanyalah ada

MIN Paralel Dusun Anyar yang merupakan cabang dari MIN Pondok Kubang.

Jadi benar saja bila taraf pendidikan berdasarkan survei yang dilaksanakan

selama kegiatan KKN, dominan masyarakatnya hanya berpendidikan tamatan

(12)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com Maka dari itu, perlu diberikan pengenalan mengenai pengertian dan konsep

dasar pendidikan kesetaraan paket A, B dan C.

2. Masalah

Permasalahan yang ditemui selama kegiatan KKN berlangsung adalah:

a) Masih banyak anak-anak putus sekolah (drop out) dan lulus tapi tidak

melanjutkan.

b) Kurangnya motivasi warga untuk belajar dalam memperoleh ilmu

c) Kurangnya penegtahuan warga mengenai pendidikan kesetaraan paket A,

B dan C.

3. Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan yang dilakukan adalah ini untuk memberikan

pengetahuan kepada warga pengertian dan konsep dasar pendidikan kesetaraan

paket A, B dan C.

C. Pembahasan

Pendidikan kesetaraan ini merupakan kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam

pendidikan luar sekolah sebagai suatu sub system pendidikan non formal. Yang

dimaksud pendidikan non formal adalah “ pendidikan yang teratur dengan sadar

dilakukan tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan-peraturan yang tetap dan ketat”.

Dengan adanya batasan pengertian tersebut, rupanya pendidikan non formal

tersebut berada antara pendidikan formal dan pendidikan informal.

Pendidikan Kesetaraan adalah salah satu satuan pendidikan pada jalur

pendidikan nonformal yang meliputi kelompok belajar (kejar) Program Paket A

setara SD/MI, Program Paket B setara SMP/MTs, dan Program Paket C setara

SMA/MA yang dapat diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB),

Pusat kegiatan belajar Masyarakat (PKBM), atau satuan sejenis lainnya.

Dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional menyebutkan

bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal

yang dapat saling melengkapi dan mengganti.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, maka salah satu upaya yang ditempuh

(13)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com adalah melalui pendidikan kesetaraan. Pendidikan kesetaraan merupakan program

pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan umum yang mencakup

Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMU).

Program Paket A Setara SD/MI dan Paket B Setara SMP/MTs berfungsi

untuk: menuntaskan wajib belajar 9 tahun terutama pada kelompok usia 15-44

tahun dan memberikan layanan wajib belajar 9 tahun bagi siapa pun yang

terkendala memasuki jalur pendidikan formal karena berbagai hal serta bagi

individu yang menentukan pendidikan kesetaraan atas pilihan sendiri. Program

Paket C Setara SMA/MA memberikan pelayanan pendidikan bagi siapa pun yang

kebutuhan pendidikannya tidak dapat dipenuhi oleh jalur pendidikan formal.

Pendidikan Kesetaraan dapat dilaksanakan pada satuan pendidikan nonformal,

antara lain: lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan

belajar masyarakat, majelis ta’lim, pondok pesantren, komunitas sekolahrumah,

dan satuan pendidikan yang sejenis lainnya.

D. Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan

a) Masyarakat Desa Dusun Anyar, khususnya warga yang putus sekolah dan

yang membutuhkan pendidikan yang tidak dapat dipenuhi di jalur

pendidikan formal maka dapat menempuh pendidikan nonformal melalui

program kesetaraan paket A, B dan C.

b) Karena sebagian besar warga desa dusun anyar sibuk bekerja sebagai buruh

tani dan bekerja serabutan maka waktu untuk belajar hanya sedikit (tidak

dapat seperti di pendidikan formal)

2. Saran

Dengan diadakannya penyluhan ini, maka warga yang membutuhkan

pendidikan namun terhambat oleh waktu, biaya, usia dan lain-lain sehingga

tidak dapat menempuh pendidikan formal agar jangan putus asa untuk

memperoleh pendidikan, karena ada lembaga-lembaga nonformal yang siap

(14)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

E. Lampiran

Foto Pertemuan I

(15)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

Nama kegiatan : Penyuluhan Program Kesetaraan Paket A, B dan C

Pertemuan ke : I

Topik diskusi : Pengertian dan konsep dasar Program Pendidikan Kesetaraan

Paket A, B dan C

Hari/tanggal : Sabtu/16 Juli 2012

Pukul : 16.00 WIB

Tempat : Masjid Al Muchlisin Desa Dusun Anyar

Nama Mahasiswa : Bayu Pradikto

Pertanyaaan :

1. Bagaimana dengan kita yang bekerja hampir setiap hari, apakah sempat mengikuti

program kesetaraan tersebut ?

2. Apakah semua umur boleh mengikuti program kesetaraan tersebut ?

Jawaban :

1. untuk jadwal pertemuan proses pembelajaran di pendidikan nonformal tidak

terpaku, jadi fleksibel. Bisa diatur 1-2 kali pertemuan dalam satu minggu sesuai

dengan kesepakatan.

2. Ya semua umur.

Dusun Anyar, 16 Juli 2012

Mengetahui,

Koordinator Desa Notulensi Diskusi

Bayu Pradikto Ade Riri

(16)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

PERTEMUAN KE II

A. Topik Diskusi/Kegiatan

Dasar Hukum Pendidikan Kesetaraan Paket A, B Dan C

B. Justifikasi kegiatan

1. Latar Belakang

Negara Indonesia merupakan negara hukum yang memiliki landasan

hukum yang mengacu pada Pancasila dan UUD 1945. Kemudian ada UU yang

diatur sesuai dengan porsi-porsi yang telah ditetapkan.

Untuk dunia pendidikan, saat ini masih berlaku Undang-Undang Nomor 20

Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mana didalamnya

mengatur dan menjelaskan mengenai pendidikan yang ada di Indonesia. Selain

itu ada juga Kepmen yang lebih memperjelas hal-hal tersebut.

2. Masalah

Permasalahan yang diamati selama kegiatan KKN adalah :

a) Warga banyak yang belum mengetahui dasar hukum yang kaut tentang

program pendidikan paket A, B dan C

b) Munculnya anggapan bahwa ijazah paket susah mencari kerja.

3. Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan yang dilakukan ini adalah untuk memberikan

pengetahuan kepada warga bahwa program pendidikan paket memiliki dasar

hukum yang kuat dan legal.

C. Pembahasan

Dasar hukum penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan program Paket A, B

dan C adalah:

1. Undang-Undang Dasar 1945. (Pasal 31)

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem

Pendidikan Nasional. (Pasal 5 ayat (1&5), pasal 13 ayat (1), pasal 26 ayat

(3&6)

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional

(17)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com 4. Instruksi Presiden:

a. No. 1 tahun 1994 Tentang Pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar

9 Tahun.

b. No. 5 Tahun 2006 Tentan Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan

Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan

Buta Aksara.

5. Keputusan Mendikbud No. 0131/U/1994 Tentang Program Paket A dan

Paket B.

6. Keputusan Mendiknas No. 86/U/2003 Tentang Penghapusan UPERS.

7. Keputusan Mendiknas No. 0132/U/2004 Tentang Program Paket C.

Setiap orang yang lulus ujian Paket A, Paket B dan Paket C masing-masing

memiliki hak eligibilitas yang sama dan setara dengan, berturut-turut, pemegang

ijazah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK untuk dapat mendaftar pada satuan

pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu juga memiliki hak yang sama dalam dunia

kerja (edaran tentang program kesetaraan. No : 107/MPN/MS/2006)

D. Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan

Bahwa program pendidikan kesetaraan paket A, B dan C memiliki payung

hukum yang kuat dan diakui oleh negara. Adapun status ijazahnya dapat

digunakan unutk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi dan

dapat digunakan untuk melamar pekerjaan karena memiliki hak eligibilitas

dengan ijazah formal.

2. Saran

Setelah penyuluhan ini hendaknya warga yang membutuhkan untuk

memperoleh ijazah dan ilmu maka dapat makin mantap dan sungguh-sungguh

(18)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

E. Lampiran

Photo Pertemuan II

Gambar 3

Gambar 2

(19)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

Nama kegiatan : Penyuluhan Program pendidikan Paket A, B dan C

Pertemuan ke : II

Topik diskusi : Dasar Hukum program pendidikan paket A, B dan C

Hari/tanggal : Selasa/21 Juli 2012

Pukul : 20.00 WIB

Tempat : Balai Desa Dusun Anyar

Nama Mahasiswa : Bayu Pradikto

Pertanyaaan :

1. Apakah bentuk ijazahnya sama dengan ijazah yang tamatan sekolah-sekolah

formal ?

Jawaban :

1. Ijazahnya sama, hanya saja yang ijazah kesetaraan dituliskan lembaga dan

lokasi terdaftar mengikuti program kesetaraan paket tersebut, misalnya di

PKBM Madani Pondok Kelapa.

Dusun Anyar, 21 Juli 2012

Mengetahui,

Kordinator Desa Notulensi Diskusi

Bayu Pradikto Ade Riri

(20)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

PERTEMUAN KE III

A. Topik Diskusi/Kegiatan

Pelaksanaan Tes Penempatan pada Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, B dan

C

B. Justifikasi kegiatan

1. Latar Belakang

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional pasal 13 ayat (1) dijelaskan bahwa jalur pendidikan terdiri atas

pendidikan formal, pendidikan nonformal dan pendidikan informal yang dapat

saling melengkapi dan memperkaya.

Dalam hal ini, untuk pendidikan nonformal khususnya di pendidikan

kesetaraan paket A, B dan C perlu adanya upaya untuk menempatkan calon

peserta didik pada posisi/level pendidikan yang sesuai dengan kriteria

kompetensi atau pencapaian pengetahuan dan keterampilan yang perlu dimiliki

peserta didik sebagaimana yang ditetapkan dalam standar kompetensi. Hal ini

penting agar calon peserta didik yang ingin kembali mengikuti program

pendidikan tidak dirugikan karena harus mengulang tingkat dan materi ajar

yang sudah dikuasainya, atau justru terpaksa harus mempelajari suatu materi

ajar baru yang jauh diluar kompetensi yang dimiliki.

2. Masalah

Permasalahan yang ditemui selama kegiatan KKN adalah Adanya

paradigma yang salah mengenai program pendidikan paket A, B dan C yang

menganggap bahwa hanya langsung ujian dan dapat ijazah.

3. Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan yang dilakukan ini adalah:

a) Memberi pencerahan tentang pendidikan kesetaraan paket A, B dan C.

b) Memperkenalkan mekanisme tes penempatan dalam mengukur

kemampuan bagi calon peserta didik program pendidikan kesetaraan.

c) Menumbuhkan minat dan semangat untuk mengikuti program pendidikan

(21)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

C. Pembahasan

Penempatan calon peserta didik pada program pendidikan kesetaraan

dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap kompetensi akademik dan kecakapan

hidup/ketrampilan hidup (life skills). a. Evaluasi Kompetensi Akademik

1) Pada Program Paket A

Program Paket A adalah program pendidikan dasar pada pendidikan

nonformal yang setara dengan Sekolah dasar (SD)/Madarasah Ibtidaiyah

(MI). Adapun materi yang diujikan adalah ; matematika, Basaha

Indonesia, IPA, IPS, PKn.

Dirancang atas dua kelompok kompetensi, yaitu kompetensi awal yang

soal-soalnya meliputi kompetensi yang ada dalam pendidikan SD kelas 1,

2 dan 3 ; kelompok dasar yang soal-soalnya meliputi kompetensi yang

ada dalam pendidikan SD kelas 4, 5 dan 6.

2) Pada Program Paket B

Program paket B adalah program pendidikan dasar pada pendidikan

nonformal yang setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) /

Masdrasah Tsunawiyah (MTs). Adapun materi yang diujikan adalah ;

matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS dan PKn.

Dirancang menjadi dua kelompok kemampuan, yaitu Terampil 1 yang

meliputi kompetensi yang ada di kelas 7 dan 8 SMP, serta kelompok

Terampil 2 yang meliputi kompetensi yang ada di kelas 9 SMP.

3) Pada program Paket C

Program paket C adalah pendidikan menengah pada pendidikan

nonformal yang setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) /

Madrasah Aliyah (MA). Adapun Materi yang diujikan adalah PKn,

Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris serta memilih jurusan IPA

(Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), IPS (Geografi, Sejarah, Ekonomi,

(22)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com Masing-masing materi dirancang menjadi dua kelompok kemempuan,

yaitu Mahir 1, yang meliputi kompetensi pada pendididkan SMA kelas 10

dan 11, serta mahir 2 yang meliputi kompetensi pada pendidikan SMA

kelas 12.

b. Evaluasi Berdasarkan Kecakapan Hidup (Life Skills)

Ketrampilan atau kecakapan hidup calon peserta didik dinilai berdasarkan :

1) Pengalaman hidup yang dinyatakan dalam formulir pengakuan

pengalaman hidup.

2) Laporan atau dokumen resmi yang menyatakan penyelesaian / pencapaian

calon peserta pada suatu program pelatihan atau pada pelajaran kecakapan

hidup oleh tutor/penyelenggara satua pendidikan.

D. Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan

Dari kegiatan yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan bahwa :

a) Dalam program pendidikan kesetaraan perlua adanya tes penempatan agar

calon peserta didik tidak dirugikan.

b) Tes penempatan dapat dilakukan melalui evaluasi kompetensi akademik

dan evaluasi berdasarkan kecakapan hidup.

2. Saran

Semoga dengan kegiatan yang telah dilakukan ini masyarakat Desa Dusun

Ayar lebih termotivasi untuk meningkatkan taraf pendidikan yang nantinya

akan berguna dalam kehidupan sehari-hari bahkan untuk memperoleh

(23)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

E. Lampiran

Photo Pertemuan III

Gambar 4

(24)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

Nama kegiatan : Penyuluhan Program Pendidikan Paket A, B dan C

Pertemuan ke : III

Topik diskusi : Pelaksanaan Tes Penempatan Pada Pendidikan Kesetaraan

Program Paket A, B dan C

Hari/tanggal : Minggu/29 Juli 2012

Pukul : 10.00 WIB

Tempat : Rumah Ketua BPD Dusun Anyar (Sekretariat PNPM-MP)

Nama Mahasiswa : Bayu Pradikto

Pertanyaaan :

1. Saya pernah bersekolah di MTs, namun hanya sampai kelas 8 saja, kemudian saya

putus sekolah, apakah saya harus mengulang dari awal di program kesetaraan ?

2. Bagaimana apabila tidak lulus di pendidikan formal tingkat SMA, apa bisa kita ikut

lagi ujian pada pendidikan kesetaraan paket ?

Jawaban :

1. Tidak perlu mengulang. Namun harus dibuktikan dengan ijazah tamat SD dan rapot

MTs yang sampai kelas 8. Atau minta surat keterangan dari MTs bahwa pernah

sekolah sampai kelas 8.

2. Tentu saja bisa. Itulah yang disebut pindah jalur, ijazahnya pun setara dengan

pendidikan di pendidikan formal tingkat SMA.

Dusun Anyar, 29 Juli 2011

Mengetahui,

Koordinator Desa Notulensi Diskusi

Bayu Pradikto Deliza Purnama Sari

(25)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

PERTEMUAN KE IV

A. Topik Diskusi/Kegiatan

Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Nonformal

B. Justifikasi kegiatan

1. Latar Belakang

Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan

formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Hasil

pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan

formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk

oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar

nasional pendidikan.

Untuk menyelenggarakan pendidikan nonformal, haruslah ada satuan

pendidikan yang menyelenggarakannya. Hal ini agar memiliki wadah yang tepat

untuk memperoleh legalitas penyelenggaraan yang diatur oleh pemerintah.

Seperti halnya di pendidikan formal yang memiliki sekolah-sekolah seperti SD,

SMP, dan SMA yang merupakan penyelenggara pendidikan formal, maka di

pendidikan nonformal juga ada.

2. Masalah

Permasalahan yang ditemui selama kegiatan KKN adalah:

a) Warga tidak mengetahui apa saja satuan penyelenggara pendidikan

nonformal

b) Warga tidak mengetahui apa saja satuan pendidikan nonformal yang ada di

sekitar tempat tinggalnya.

3. Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan yang dilakukan adalah memberi pengetahuan

kepada warga tentang apa saja macam-macam satuan pendidikan nonformal dan

(26)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

C. Pembahasan

Sesuai Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional pasal 26 ayat (4) dijelaskan bahwa “Satuan pendidikan nonformal terdiri

atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar

masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis”.

Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan

bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk

mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau

melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kelompok Belajar atau Kejar adalah jalur pendidikan nonformal yang

difasilitasi oleh Pemerintah untuk siswa yang belajarnya tidak melalui jalur

sekolah, atau bagi siswa yang belajar di sekolah berbasis kurikulum non

pemerintah seperti Cambridge, dan IB (International Baccalureate). Kejar terdiri

atas tiga paket: Paket A, Paket B dan Paket C. Setiap peserta Kejar dapat mengikuti

Ujian Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah suatu wadah berbagai

kegiatan pembelajaran masyarakat diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk

menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi dan budaya.

Tujuan PKBM, memperluas kesempatan warga masyarakat, khususnya yang tidak

mampu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang

diperlukan untuk mengembangkan diri dan bekerja mencari nafkah.

Majelis taklim adalah salah satu lembaga pendidikan diniyah non formal

yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan

akhlak mulia bagi jamaahnya, serta mewujudkan rahmat bagi alam semesta.

Dalam prakteknya, majelis taklim merupakan tempat pangajaran atau

pendidikan agama islam yang paling fleksibal dan tidak terikat oleh waktu. Majelis

taklim bersifat terbuka terhadap segla usia, lapisan atau strata social, dan jenis

kelamin. Selain itu majelis taklim memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai

lembaga dakwah dan lembaga pendidikan non-formal.

D. Kesimpulan dan Saran

(27)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com Dari kegiatan yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan bahwa :

a) Ada berbagai macam satuan penyelenggara pendidikan nonformal, yaitu :

lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan

belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang

sejenis.

b) Untuk di daerah Kecamatan Pondok Kubang dan sekitarnya terdapat

beberapa satuan pendidikan, contohnya : Majelis Taklim Madani, PKBM

“Anak Dalam” di Tanjung Dalam dan PKBM di Jalan Simpang Tahura dan

PKBM Madani di Panca Mukti.

2. Saran

Semoga dengan kegiatan yang telah dilakukan ini masyarakat Desa Dusun

Anyarlebih termotivasi untuk meningkatkan pengetahuan di bidang pendidikan

khususnya bagi mereka yang putus sekolah dan yang membutuhkan pendidikan

yang tidak terpenuhi di pendidikan formal dan segera menemui satuan

pendidikan penyelenggara pendidikan kesetaraan.

E. Lampiran

(28)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com Gambar 6

Ganbar 7

KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNIVERSITAS BENGKULU

PERIODE KE-67 (2 Juli 2012 s/d 31 Agustus 2012)

DESA DUSUN ANYAR KEC. PONDOK KUBANG

(29)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

NOTULENSI DISKUSI

Nama kegiatan : Penyuluhan Program Pendidikan Paket A, B dan C

Pertemuan ke : IV

Materi : Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Nonformal

Hari/tanggal : Minggu/ 5 Agustus 2012

Pukul : 19.45 WIB

Tempat : Sekretariat KKN Unib Dusun Anyar

Nama Mahasiswa : Bayu Pradikto

Pertanyaaan :

1. Kalau penyelengaraan Kesetaraan itu di satuan penyelenggara yang mana

untuk di kecamatan Pondok Kubang atau yang terdekat ?

Jawaban :

1. Satuan Pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan adalah

PKBM. Untuk di Daerah ini ada PKBM Madani di Panca Mukti dan PKBM

Anak Dalam di Tanjung dalam.

Dusun Anyar, 27 juli 2011

Mengetahui,

Koordinator Desa Notulensi Diskusi

Bayu Pradikto Wahyu Lestari

NPM. A1A009031

(30)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

A. Topik Diskusi

Pentingnya Pendidikan Keluarga Dalam Menentukan Karakter Dan Masa Depan

Anak

B. Justifikasi Kegiatan

1. Latar belakang

Pendidikan informal / pendidikan di lingkungan keluarga sebenarnya

sudah dimulai saat anak masih dalam kandungan, yang mana tingkah laku orang

tua, pola asuh, dan asupan makanan mempengaruhi anak yang masih dalam

kandungan. Jadi dapat dikatakan pendidikan yang pertama sekali adalah

pendidikan keluarga.

2. Masalah

a. Masih terdapat kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan

anak-anaknya.

b. Anak-anak usia sekolah terlalu dipaksakan untuk ikut bekerja membantu

mencari nafkah keluarga sehingga mengesampingkan pendidikan.

3. Tujuan

a. Membuka pengetahuan warga akan pentingnya pendidikan di lingkungan

keluarga

b. Orang tua mendukung pendidikan anaknya

C. Pembahasan

Pendidikan dalam Keluarga adalah tanggungjawab orang tua, dengan peran

Ibu lebih banyak. Karena Ayah biasanya pergi bekerja dan kurang ada di rumah,

maka hubungan Ibu dan anak lebih menonjol. Meskipun begitu peran Ayah juga

amat penting, terutama sebagai tauladan dan pemberi pedoman, terutama soal cinta

Tanah Air dan patriotisme. Kalau anak sudah mendekat dewasa peran Ayah

sebagai penasehat juga amat penting, karena dapat memberikan aspek berbeda dari

yang diberikan Ibu. Oleh karena hubungan Ayah dan anak relatif terbatas

waktunya, terutama di hari kerja, maka Ayah harus mengusahakan agar pada hari

libur memberikan waktu lebih banyak untuk berhubungan dengan anak.

Anak-anak pada masa sekolah sangat membutuhkan support dari orang tuanya

karena anak pada masa itu cenderung labil dan mudah terpengaruh. Maka orang

(31)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com Selain itu, orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan

contoh-contoh nilai-nilai yang baik dalam keluarga karena orang tua lah yang menjadi

panutan pertama bagi anak.

D. Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan

Setelah melakukan kegiatan ini diketahui bahwa karena tingkat

perekonomian da tingkat pendidikan orang tua lah yang dapat mempengaruhi

anak dalam memperoleh pendidikan karena anak usia sekolah sudah banyak

diajari membantu bekerja yang melebihi selayaknya anak seusianya yang masih

bersekolah.

2. Saran

Hendaknya orang tua lebih memperhatikan lagi pendidikan anaknya,

karen itu merupakan bekal mereka nantinya. Walaupun memiliki keterbatsan

ekonomi, namun anak masih adapt menuntut ilmu di jalur pendidikan

nonformal.

E. Lampiran

(32)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com Gambar 8

Gambar 9

KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNIVERSITAS BENGKULU

PERIODE KE-67 (2 Juli 2012 s/d 31 Agustus 2012)

DESA DUSUN ANYAR KEC. PONDOK KUBANG

(33)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

NOTULENSI DISKUSI

Nama kegiatan : Penyuluhan Program Pendidikan Paket A, B dan C

Pertemuan ke : V

Topik diskusi : Pentingnya Pendidikan Keluarga Dalam Menentukan

Karakter dan Masa Depan Anak

Hari/tanggal : Jumat/ 10 Agustus 2012

Pukul : 20.00 WIB

Tempat : Sekretariat KKN UNIB Desa Dusun Anyar

Nama Mahasiswa : Bayu Pradikto

Pertanyaaan :

1. Apakah salah apabila mengajarkan anak bekerja pada usia sekolah ?

2. Bagaimana dengan anak yang dari kecil sudah tidak tinggal dengan orang tuanya,

apakah berpengaruh pada karakter dan masa depannya?

Jawaban :

1. Memang tidaklah salah, namun pada masa itu anak harus lebih terfokus pada

pendidikan.

2. Secara tidak langsung berpengaruh, namun hal lain yang juga mempengaruhi

adalah pendidikan yang di berikan orang tua asuh, prilaku masyarakat, teman

sebaya dan lain-lain. Apabila semuanya mendukung, maka akan membetuk

karakter yang positif.

Dusun Anyar, 3 Agustus 2011

Mengetahui,

Koordinator Desa Notulensi Diskusi

Bayu Pradikto Ade Riri

(34)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

PERTEMUAN KE VI

A. Topik Diskusi/Kegiatan

Pendidikan Sepanjang Hayat (Bukan Hanya Pendidikan di Sekolahan)

B.

Justifikasi kegiatan

1. Latar Belakang

Pendidikan sepanjang hayat mulai saat itu dilontarkan oleh UNESCO

sebagai pandangan tentang pendidikan yang mengantisipasi

perubahan-perubahan yang ada di masyarakat seluruh dunia dan terus berkembang,

UNESCO dan lembaga internasional lainnya mulai melihat problem-problem

ketertinggalan, kemiskinan hanya dapat diatasi dengan pendidikan dalam

format yang menyesuaikan kebutuhan dan dikenakan pads berbagai kelompok

umur termasuk orang dewasa.

Permasalahan tidak berhenti pada buta aksara saja. Adanya fasilitas

internet juga merupakan tantangan bagi mereka yang membutuhkan informasi

terkini. Para ilmuan ilmu pendidikan yang semula menyatakan bahwa

pendidikan berakhir pada saat individu mencapai kedewasaan kemudian

memerlukan peninjauan kembali terhadap konsep-konsepnya dengan timbulnya

pemikiran tentang pendidikan sepanjang hayat ini.

Arti luas pendidikan sepanjang hayat (Lifelong Education) adalah bahwa pendidikan tidak berhenti hingga individu menjadi dewasa, tetapi tetap berlanjut

sepanjang hidupnya. Pendidikan sepanjang hayat menjadi semakin tinggi

urgensinya pads saat ini karena, manusia perlu terus menerus menyesuaikan diri

supaya dapat tetap hidup secara wajar dalam lingkungan masyarakatnya yang

selalu berubah.

2. Masalah

Permasalahan yang diamati selama kegiatan KKN adalah:

a) Paradigma masyarakat bahwa proses belajar hanya terjadi di lingkungan

sekolahan saja.

b) Warga merasa sudah tidak pantas lagi mencari ilmu karena faktor usia

(35)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

3. Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah:

a) Memberi pencerahan bahwa proses pembelajaran itu berlangsung tidak

hanya di lingkungan persekolahan.

b) Memberikan semangat dan motivasi bahwa mencari ilmu itu tidak

terbatas akan usia.

C. Pembahasan

Pendidikan sepanjang hayat (PSH) atau pendidikan seumur hidup yang

secara operasional sering pula disebut pendidikan sepanjang raga (long life

education) bukanlah sesuatu yang baru. Pada abad 14 yang lampau, tepatnya pada

zaman Nabi Muhammad Saw ide dan konsep itu telah disiarkannya dalam bentuk

suatu imbauan, dalam hadits yang artinya :”Tuntutlah ilmu oleh kalian mulai sejak

di buaian hingga liang lahat”.

Alasan mengapa pendidikan sepanjang hayat itu diperlukan karena akan

meningkatkan persamaan distribusi pelayanan pendidikan, memiliki implikasi

ekonomi yang menyenangkan, esensial dalam menghadapi struktur yang berubah

terdapat alasan-alasan kejuruan untuk menetapkannya akan menghantarkan

peningkatan kualitas hidup. Gagasan dasarnya bahwa pendidikan harus

dikonsepkan secara formal sebagai proses yang terus menerus dalam kehidupan

individu, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Didalam tulisan Cropley dengan

memperhatikan masukan dari sebagian pemerhati pendidikan mengemukakan

beberapa alasan, antara lain: Keadilan, ekonomi (biaya pendidikan). Perubahan

perencanaan, perkembangan teknologi, factor vokasional, kebutuhan orang

dewasa, dan kebutuhan anak-anak masa awal, (Cropley: 32-44).

D. Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan

Dari kegiatan yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan bahwa :

a) Bahwa belajar itu tidak mengenal batas usia, selagi itu memang dibutuhkan.

b) Proses pembelajaran itu tidak berarti hanya disekolahan saja, namun dapat

(36)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

2. Saran

Hendaknya dalam mencari ilmu yang dibutuhkan itu tidak pesimis

(37)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

E. Lampiran

Photo Pertemuan VI

(38)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNIVERSITAS BENGKULU

PERIODE KE-67 (2 Juli 2012 s/d 31 Agustus 2012)

DESA DUSUN ANYAR KEC. PONDOK KUBANG

KAB. BENGKULU TENGAH

NOTULENSI DISKUSI

Nama kegiatan : Penyuluhan Program Pendidikan Paket A, B dan C

Pertemuan ke : VI

Topik diskusi : Pendidikan Sepanjang Hayat

(Bukan Hanya Pendidikan di Sekolahan)

Hari/tanggal : Senin/13 Agustus 2012

Pukul : 20.00 WIB

Tempat : Masjid Al-Muchlisin Desa Dusun Anyar

Nama Mahasiswa : Bayu Pradikto

Pertanyaaan :

1. Contohnya pendidikan sepanjang hayat itu tidak hanya di lingkungan

sekolahan?

Jawaban :

1. Sangat banyak contohnya. Diantaranya pendidikan keluarga, Seorang ibu

mengajarkan memasak nasi kepada anaknya dirumah.

Dusun Anyar, 10 Agustus 2011

Mengetahui,

Koordinator Desa Notulensi Diskusi

Bayu Pradikto Puspita Apriyanti

(39)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Panduan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu Periode 67

tahun 2012. Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bengkulu.

Bengkulu.

Anonim. 2007. Acuan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan

Kesetaraan Keterampilan Fungsional Program Paket A, B dan C. Direktorat

(40)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

(41)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

TEKNOLOGI YANG DITERAPKAN

Teknologi yang diterapkan dalam pelaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata

(KKN) Univarsitas Bengkulu Periode 67 Tahun 2012 di Desa Dusun Anyar Kecamatan

Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah adalah :

1. Teknik Tatap Muka

Mahasiswa KKN dalam menyampaikan materi dengan cara bertatap muka

secara langsung dengan masyarakat Desa Dusun Anyar yang telah dikumpulkan

pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.

2. Teknik Observatif

Mahasiswa melakukan pengamatan secara langsung kelapangan untuk

mengumpulkan data-data tentang desa dan mengetahui sejauh mana pemanfaatan

potensi desa.

3. Teknik Partisipasi

Teknik pendekatan dimana Mahasiswa KKN bekerjasama dengan perangkat

desa, karang taruna, tokoh muda-mudi serta masyarakat sekitar dalam

melaksanakan kegiatan secara bersam-sama.

4. Teknik Demonstrasi

Mahasiswa melakukan peragaan mengenai materi yang akan disampaikan

pada masyarakat sehingga masyrakat dapat melihat secara langsung proses

pelaksanaan secara berurutan sehingga nantinya masyarakat termotivasi untuk

(42)

Diarsipkan oleh oleh Ronggo Untuk IMADIKLUS.com

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Tamrin. A

Jabatan : Kepala Desa

Menerangkan bahwa Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas

Bengkulu Periode 67 tahun 2012 di Desa Dusun Anyar Kecamatan Pondok Kubang

Kabupaten Bengkulu Tengah yaitu :

Nama : Bayu Pradikto

NPM : A1J009015

Fak/Prodi : KIP/Pendidikan Luar Sekolah

Telah melaksanakan kegiatan:

Nama Kegiatan : Penyuluhan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A,

B dan C

Tanggal : 16, 21, 29 Juli 2012 dan 5, 10, 13 Agustus 2012

Tempat : Desa Dusun Anyar

Demikianlah surat keterangan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat

di pergunakan sebagaimana mestinya.

Dusun Anyar, 30 Agustus 2012

Kepala Desa

Figur

Gambar 1

Gambar 1

p.14
 Gambar 3
Gambar 3 p.18
Gambar 2

Gambar 2

p.18
Gambar 3

Gambar 3

p.18
Gambar 4

Gambar 4

p.23
Gambar 5

Gambar 5

p.23
Gambar 6

Gambar 6

p.28
Gambar 8

Gambar 8

p.32
Gambar 10

Gambar 10

p.37

Referensi

Memperbarui...