KESALAHAN PENGGUNAAN PARTS OF SPEECH PADA SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM INTERNASIONAL DI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNSOED PURWOKERTO

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1329

“Tema: 6 (rekayasa sosial dan pengembangan perdesaan)“

KESALAHAN PENGGUNAAN PARTS OF SPEECH

PADA SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM INTERNASIONAL

DI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNSOED PURWOKERTO

Oleh

Eni Nur Aeni, SS., MA.

Chusni Hadiati, SS.,M.Hum.

Rizki Februansyah SS., MA.

ABSTRAK

Parts of speech dalam pembelajaran tata bahasa Inggris adalah salah satu bagian yang terkadang menyulitkan pembelajar bahasa Inggris dalam menerapkannya pada kalimat. Parts of speech yang meliputi 8 (delapan) jenis kata ini, membutuhkan tehnik tersendiri dalam mempelajarinya walaupun sebenarnya kaidah ini juga terdapat dalam kaidah tata bahasa Indonesia.Dalam penelitian yang dilaksanakan di fakultas Ekonomi dan Bisnis program Internasional melalui objective analysis ini, dilakukan kajian analisis kesalahan penggunaan parts of speech yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan Internasional. Hal ini bertujuan untuk mengetahui model kesalahan umum parts of speech yang dilakukan mahsiswa dalam penulisan skripsi berbahasa Inggris mereka untuk kemudian, hasil temuan dari penelitian ini akan digunakan sebagai bahan penyusunan buku ajar yang dapat digunakan mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan bahasa Inggris mereka sehingga mereka mampu menulis skripsi berbahasa Inggris yang baik dan benar.

Kata kunci : parts of speech, tata bahasa, analisa kesalahan, bahasa Inggris, pembelajaran

ABSTRACT

In learning English process, parts of speech is often found as a component confusing the English learners in implementing it to sentences. Studying the eight components of parts of speech that consist of noun, verb, adjective, adverb, preposition, pronoun, conjunction, and interjection need a particular technique although it is also found in Indonesian Grammar point.This research, which was conducted in the Faculty of Economic and Business, on international department through objective analysis, is focused on finding out the errors or mistakes of parts of speech done by the students in their thesis writing. This is aimed at revealing the common mistakes of parts of speech which then the results will be used as the source of preparing English handout material for the students. Expectedly, this handout can be used by the students properly in order that they will be able to apply this in their English writing either academically or non academically.

Key words: auxiliary, grammar, error analysis, English, learning

PENDAHULUAN

Bahasa Inggris di Indonesia diajarkan dari mulai tingkat pra sekolah sampai ke tingkat perguruan tinggi.. Dengan kata lain, bahasa Inggris telah diajarkan selama kurang lebih sepuluh tahun sebelum pemelajar masuk perguruan tinggi. Namun demikian, lamanya pendidikan bahasa Inggris tidak berbanding lurus dengan kemampuan bahasa Inggris para pemelajar. Kesalahan

(2)

1330

berbahasa Inggris tingkat dasar masih sering ditemukan oleh mahasiswa perguruan tinggi, yang telah mengenyam pendidikan bahasa Inggris lebih dari sepuluh tahun. Kesalahan penggunaan kaidah kebahasaan yang banyak ditemukan dalam penulisan di antaranya yaitu kesalahan dalam penggunaan part of speech dan passive voice.

Kesalahan berbahasa yang terjadi pada pemelajar bahasa Inggris dikategorikan menjadi dua, yaitu error dan mistake. Corder membedakan error dan mistake sebagai berikut. Errors aretheresultofincomplete learningandlinguisticincompetencyofthelearnersand errors cannot be self-corrected. Mistakesaretheresultsofpoorperformanceoflanguageduetomanyfactorslikefatigue andcarelessnessonthepartoflearnersetc. Learnershavetheknowledgeofthecorrect linguisticform andtheycanself-correctthemselvesonthebasisoftheirlinguisticknowledge. (Corder, 1974:259). Bagi Corder, eror merupakan hasil dari kurangnya pemahaman pemelajar terhadap teori bahasa yang bersangkutan (bahasa Inggris). Pada eror, pemelajar tidak dapat secara mandiri membetulkan kesalahan yang terjadi. Sementara itu, mistake merupakan lemahnya pemahaman bahasa Inggris pemelajar karena berbagai faktor, misalnya, kelelahan dan kecerobohan pemelajar. Pemelajar mengetahui aturan bahasa yang digunakan dan mereka dapat memperbaiki sendiri kesalahan yang mereka buat berdasarkan pemahaman linguistik mereka.

Dari proses observasi awal yang telah dilakukan terhadap contoh-contoh kalimat dalam skripsi mahasiswa Program Internasional yang diindikasikan mengandung kesalahan gramatikal, aturan gramatikal yang menjadi fokus permasalahan dan pembahasan dalam penelitian ini adalah tentang parts of speech atau jenis kata.

Bentuk kata merupakan permasalah pertama yang ditemukan di dalam data penelitian. Kata dibagi menjadi dua kelompok, yaitu content word dan function word (Aronoff dan Fudeman, 2005:41). Content word meliputi kata benda noun, kata kerja verb, kata sifat adjective, dan kata keterangan adverb. Kelompok kedua adalah function word. Function word meliputi kata ganti pronomina, kata depan preposition, artikel article, kata tunjuk demonstrative. Perbedaan jenis kata berpengaruh terhadap konstruksi kalimat yang dihasilkan. Kalimat „The factory production the car last year‟. Penggunaan kata production tidak tepat karena production adalah kata benda. Kata yang tepat untuk menggantikannya adalah produced sehingga kalimat menjadi „The factory produced the cars last year‟.Produced merupakan kata kerja yang berasal dari kata produce dan mengalami penambahan -ed untuk membentuk preterite. Preterite merupakan kata kerja bentuk kedua yang diperlukan untuk membetulkan kalimat itu. Kalimat itu merupakan kalimat dalam simple present tense sehingga kata kerja yang diperlukan adalah kata kerja dalam bentuk preterite.

Parts of speech atau Jenis kata dalam setiap bahasa, pada umumnya dibedakan menjadi delapan jenis kata, yaitu. nomina, verba, adjektiva, pronomina, adverbia, preposisi, konjungsi, dan interjeksi. Frank mendefinisikan nomina sebagai berikut (1972:6). The noun is the most important part of speech. Its arrangement with the verb helps to form the sentence core which is essential to

(3)

1331

every complete sentence. Kata benda merupakaan bagian yang paling penting dalam jenis kata karena keberadaannya dalam kalimat sebagai subyek yang dikombinasikan dengankata kerja sebagai predikat menentukan terbentuknya sebuah kalimat inti dalam sebuah konstruksi bahasa.

Verba atau kata kerja adalah kata yang menunjukkan aktivitas (action) yang dilakukan oleh subjek atau keadaan subjek (state of being). Frank mendefinisikan verba sebagai berikut „The verb is the most complex part of speech. Its varying arrangements with nouns determine the different kinds of sentences-statements, question, command, exclamations” (1972: 47). Dalam bahasa Inggris, kata kerja mengalami perubahan sesuai dengan perubahan tense yang digunakan. Konjugasi kata kerja mengikuti bentuk kekalaan yang digunakan. Kata kerja dibagi menjadi kata kerja beraturan (regular verb) dan kata kerja tidak beraturan (irregular verb).

Adjektiva atau kata sifat adalah kata yang digunakan untuk mendeskripsikan kata benda. Hal ini sesuai dengan defnisi Frank yang menyebutkan bahwa ‘The adjective is the modifier that has the grammatical property of comparison. It is often identified by special derivational endings or by special adverbial modifiers that precede it. Its most usual position is before noun it modifies but it fills other position as well” (1972: 109). Kata sifat menunjukkan ciri-ciri yang dimiliki oleh nomina yang dideskripsikan. Kata sifat diletakkan di depan kata benda yang dideskripsikan. Hal ini berbeda dari konstruksi di dalam bahasa Indonesia yang menempatkan kata sifat setelah kata benda yang diterangkan.

Pronomina atau kata ganti adalah kata yang digunakan untuk menggantikan posisi suatu benda, orang, dan atau keadaan dan kepemilikan. Secara singkat, Frank mendefinisikan pronominal sebagai berikut “Pronouns make up a small class of words of very high frequency. The traditional definition of pronoun as „a word that takes the place of noun‟ is applicable to some types of pronouns but not to others” (1972: 20). Bahasa Inggris menggunakan kata ganti yang membedakan perempuan dan laki-laki sehingga untuk subjek yang berupa orang ketiga berjenis kelamin perempuan adalah she dan he jika berjenis kelamin laki-laki.

Adverbia atau kata keterangan adalah kata yang digunakan untuk menerangkan kata kerja atau kata sifat. Frank menggarisbawahi adverbia sebagai berikut. “It has been customary to include the most disparate elements among the adverbs, frequently those that cannot be put into any other part-of-speech classification. Adverbs range in meaning from words having a strong lexical content to those that are used merely for emphasis. They range in function from close to loose modifier of the verb” (1972: 141). Kata keterangan dapat dibentuk dari kata sifat dengan menambahkan –ly sehingga kata loud menjadi loudly.

Preposisi atau kata depan adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan letak suatu benda. Secara tegas, Frank mengatakan sebagai berikut. “The preposition is classified as a part of speech in traditional grammar. However, prepositions as well as conjunctions differ from other part of speech in that (1) each is composed of a small class of words that have no formal

(4)

1332

characteristic endings; (2) each signals syntactic structure that functions as one of the other parts of speech” (1972: 163). Kata depan atau preposisi ini juga dapat melekat pada kata kerja sehingga dapat membentuk two-word verb seperti pada kata kerja „turn off‟. Preposisi yang lazim digunakan untuk menunjukkan letak suatu benda adalah on, in, at, before, behind, beside, among, in front of, dan under.

Kata sambung atau konjungsi adalah kata yang digunakan untuk merangkai dua hal baik berupa kata benda, frase maupun kalimat. Frank menyebutkan bahwa “Like prepositions, the conjunctions are members of a small class that have no characteristic form. They function chiefly as non-movable structure words that join such units as parts of speech, phrases or clauses” (1972: 206). Kata sambung dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kata sejajar (coordinate conjunction) maupun kata sambung bertingkat (subordinate conjunction). Coordinate conjunction meliputi and, or, dan but. Sementara subordinate conjunction meliputi di antaranya, before, until, after, since, because, because of, moreover, nevertheless, in addition, dan on the contrary.

Kata seru atau interjeksi adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan keterkejutan penutur. Kata seru dapat berupa tuturan seperti ‘oh my God‟, phew, Oops, My oh my, dan sejenisnya.

METODE PENELITIAN

Bagian ini meliputi dua sub bab yaitu jenis penelitian dan metode pengumpulan data serta proses analisis data, seperti yang tertuang dalam penjelasan berikut ini:

Jenis Penelitian dan Metode Pengumpulan Data

Penelitian mengenai kesalahan kalimat dalam penulisan skripsi berbahasa Inggris di Program Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang akan dilakukan dengan menggunakan metode campuran, yaitu metode metode kualitatif dan metode kuantitatif. Penghitungan kuantitatif diperlukan untuk mengetahui prosentase kesalahan gramatikal yang ditemukan. Kekualitatifan penelitian ini terletak pada elaborasi setiap jenis kesalahan gramatikal yang ada.

Metode campuran digunakan karena pada tahap awal penelitian, metode kuantitatif digunakan untuk menghitung prosentasi jenis-jenis kesalahan gramatikal yang terjadi pada kalimat-kalimat dalam skripsi mahasiswa. Hasil penghitungan kuantitatif akan dideskripsikan secara kualitatif untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan yang terjadi.

Hasil analisis kesalahan-kesalahan itu dirangkum dan diolah agar dapat menjadi bahan ajar mata kuliah bahasa Inggris yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan perkuliahan pada umumnya dan dalam penulisan skripsi mahasiswa pada khususnya.

(5)

1333

Sumber data penelitian ini adalah kalimat berbahasa Inggris yang digunakan dalam skripsi mahasiswa Program Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Program Internasional memiliki tiga program studi yaitu S1 manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan. Peneliti mengambil dua puluh lima skripsi mahasiswa dari masing-masing program studi tersebut secara acak/ random. Lima puluh skripsi mahasiswa ini merupakan sumber data penelitian.

Populasi penelitian adalah kalimat-kalimat berbahasa Inggris dalam skripsi mahasiswa Jurusan Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang mengandung kesalahan gramatikal. Sampel penelitian merupakan bagian populasi Blanche (2006) mendefinisikan sampel sebagai berikut „samplingasaprocessofselectingresearch participantsfrom anentirepopulation,

andinvolvesdecisionsaboutwhich people,settings,

events,behavioursand/orsocialprocessestoobserve‟ (2006). Penelitian ini menggunakan total sampling sehingga populasi akan sama dengan sampel.

Analisis Data

Analisis data dilakukan melalui tahap-tahap berikut ini: (1) Kesalahan gramatikal yang ditemukan pada dua puluh lima skripsi mahasiswa yang dijadikan sumber data diklasifikasikan berdasarkan jenis kesalahannya. (2) Hasil pencatatan kesalahan kemudian ditulis dalam sebuah daftar tabel. (3) Hasil klasifikasi dihitung prosentasenya untuk menemukan tingkat kesalahan gramatikal yang paling sering ditemukan pada penulisan skripsi mahasiswa. (4) Jenis-jenis kesalahan gramatikal yang ditemukan dianalisa dan dielaborasi secara cermat. (5) Hasil analisis pada akhirnya dijadikan sebagai bahan untuk penyusunan buku ajar.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil analisa data yang dikumpulkan, baik dari skripsi mahasiswa maupun dari diskusi grup FGD, didapatkan model kesalahan penggunaan parts of speech yang dibuat oleh mahasiswa jurusan internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Jenis2 kesalahan ini ditemukan hamper di semua skripsi yang dijadikan sampel dari obyek penelitian ini dan juga dari hasil conversation dalam bahasa Inggris dengan mahasiswa yang dilakukan dalam beberapa kali FGD. Data tersebut dikelompokkan dalam pembahasan berikut ini:

Parts of speech merupakan unsur-unsur pendukung kalimat. Part of speech direalisasikan ke dalam kata benda (noun), kata ganti (pronoun), kata kerja (verb), kata keterangan (adverb), kata sifat (adjective), kata sambung (conjunction) dan kata depan (preposition). Kalimat (1), (2), (3), (4), (5), (6), dan (7) secaraberturut-turut adalah kalimat yang mengandung kesalahan part of speech yang meliputi kesalahan kata benda, kata ganti, kata kerja, kata keterangan, kata sifat, kata sambung, dan kata depan.

(6)

1334

1. Understanding the scope of the industrial is classified into macro and micro.

2. When awomanhasfreetime,shoppingisoneofthewaystheyspendtheirtime.

3. The additional of Corporate Social Responsibility Disclosure as moderating variable is intended to strength the effect of financial performance towards firm value.

4. Forensic accounting in Indonesia has not been so rapid development.

5. Theassumptionofheteroscedasticitytestisneededtofindoutwhether thereisa potentially problemwheretheusualtestsofsignificance

aregenerallyinappropriateandtheirusecanleadtoincorrectinferences.

6. The company whose is chosen as an object of this research is a public sector company engaged in manufacturing especially in the automotive field located in Indonesia.

7. The table above is a price comparison between JNE with another companies (Tiki and Pos Indonesia), the delivery destination and origin of the shipment has been likened, Purwokerto as shipping origin and Jakarta as shipping destination.

Kalimat (1) adalah kalimat yang salah. Kesalahan terletak pada penggunaan kata industrial (kata sifat), bentuk kata yang diperlukan adalah kata benda sehingga bentuk industrial seharusnya diubah menjadi industry. Kalimat (1) dapat diperbaiki menjadi kalimat (8) sebagai berikut.

8. Understanding the scope of the industry is classified into macro and micro.

Kalimat (2) adalah kalimat yang salah terkait penggunaan kata ganti untuk a woman. Kata ganti yang tepat untuk a woman adalah she bukan they. Kalimat (2) dapat diperbaiki menjadi kalimat (9) berikut ini.

9. When awomanhasfreetime,shoppingisoneofthewaysshespends h e r time.

Kalimat (3) adalah kalimat yang salah. Kesalahan terletak pada bentuk kata strength, kata yang tepat untuk menggantikan strength adalah strengthen karena bentuk kata kerja yang tepat adalah to strengthen. Strength adalah kata benda sehingga bentuk ini tidak tepat untuk mengisi slot kata kerja. Kalimat (3) dapat diperbaiki menjadi kalimat (10) sebagai berikut.

10. The additional of Corporate Social Responsibility Disclosure as moderating variable is intended to strengthen the effect of financial performance towards firm value.

Kalimat (4) adalah kalimat yang salah terkait dengan jenis kata yang digunakan. Kalimat itu dapat diperbaiki menjadi kalimat nominal dengan predikat berupa kata sifat, kata rapidly seharusnya diubah menjadi rapid. Konstruksi kalimat nominal ini dapat dilihat pada kalimat (11). Kalimat (4) juga dapat diubah menjadi kalimat verbal sehingga kata sifat rapid diubah menjadi kata keterangan rapidly. Konstruksi kalimat verbal ini dapat dilihat pada kalimat (11) dan (12) berikut ini.

11. Forensic accounting in Indonesia has not been so rapid.

12. Forensic accounting in Indonesia has not developed rapidly.

(7)

1335

tepat. Kata keterangan potentially seharusnya diubah menjadi kata sifat potential sehingga terbentuk frase kata benda potential problem. Pembentukan frase kata benda dapat dilakukan dengan menggabungkan kata sifat dan kata benda, bukan kata keterangan dan kata benda. Kalimat (5) dapat diperbaiki menjadi kalimat (13) berikut ini.

13. Theassumptionofheteroscedasticitytestisneededtofindoutwhether thereisa

potentialproblemwheretheusualtestsofsignificance

aregenerallyinappropriateandtheirusecanleadtoincorrectinferences.

Kalimat (6) adalah kalimat yang salah terkait penggunaan kata sambung whose. Kata sambung yang tepat untuk menggantikanwhose adalah which atau that karena subyek dalam kalimat (6) adalah the company. Kata sambung (sub-ordinative conjunction) whose adalah kata sambung yang sesuai untuk benda. Whose dipakai untuk menyatakan kepemilikan barang oleh manusia. Kalimat (6) dapat diperbaiki menjadi kalimat (14) berikut ini.

14. The company which is chosen as an object of this research is a public sector company engaged in manufacturing especially in the automotive field located in Indonesia.

Kalimat (7) adalah kalimat yang salah terkait penggunaan kata depan/preposisi. Preposisi between hanya digunakan untuk mendeskripsikan posisi di antara dua hal saja. Jika deskripsi posisi itu menunjukkan keadaan di antara tiga hal atau lebih, preposisi yang tepat adalah among bukan between. Pada kalimat (7) penulis membandingkan keadaan tiga benda sehingga penggunaan kata depan between tidak tepat. Kalimat (7) dapat diperbaiki menjadi kalimat (15) berikut ini.

15. The table above is a price comparison among JNE with another companies (Tiki and Pos Indonesia), the delivery destination and origin of the shipment has been likened, Purwokerto as shipping origin and Jakarta as shipping destination.

KESIMPULAN

Penggunaan parts of speech dan passive voice pada penulisan skripsi mahasiswa jurusan Internasional di Fakultas Ekonomi dan Bisnis masih memiliki kendala yang cukup besar yang disebabkan oleh pengetahuan dasar bahasa Inggris sebagian besar mahasiswa yang belum memadai. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya bentuk kesalahan penggunaan parts of speech dan passive voice yang ditemukan pada skripsi mahasiswa. Penyebab lain yang didapat dari hasil focus group Discussion adalah adanya fakta bahwa skripsi yang mereka tulis seringnya tidak dicek kesalahan penggunaan bahasanya, baik dari sisi spelling maupun Grammarnya. Untuk itu , hasil luaran dari penelitian ini ke depannya diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk dapat memperbaiki kualitas bahasa Inggris dari mahasiswa jurusan Internasional sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.

(8)

1336

DAFTAR PUSTAKA

Aronoff, Mark and Kristen Fudeman. 2005. What is Morphology? Victoria: Blackwell Publishing. Frank, Marcella. 1972. Modern English: A Practical Reference Guide. New Jersey: Prentice Hall

Inc.

Corder,S.P.1974.ErrorAnalysis.InJ.P.B.Allen,&S.PitCorder(Eds.),TechniquesinApplied Linguistics. London: Oxford University Press.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :