:1. a dan b perlu menetapkan Peraturan Rektor Universitas Negeri Malang tentang Pegawai Non-PNS Universitas Negeri Malang.

Teks penuh

(1)

Menimbang

Mengingat

PERATURAN

REKTOR UNIVERSITAS NEGERI MALANG NOMOR 6 TAHUN 2013

TENTANG

PEGAWAI NON.PNS UNIVERSITAS NEGERI MALANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA "

REKTOR UNIVERSITAS NEGERI MALANG,

:

a. bahwa terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan

dan

Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2012 tentang Organisasi dan

Tata

Kerja

Universitas Negeri Malang

dan

terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 71 Tahun 2012 tentang

Statuta

Universitas Negeri Malang

perlu tindak

lanjut penataan pegawai Universitas Negeri Malang;

b. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal

33

ayat (1), (2), (5), dan (6)

Peraturan Pemerintah Nomor 74Tahun2012 tentang Perubahan atas

Peraturan Pemerintah Nomor

23

Tahun 2005 tentang Pengelolaan

Keuangan

Badan

Layanan

Umum

perlu

pengaturan

tata

cara penerimaan, kewajiban

dan

hak,

Pemutusan Hubungan Kerja

Pegawai Universitas Negeri Malang;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf

a

dan

b

perlu menetapkan Peraturan Rektor Universitas Negeri Malang tentang Pegawai Non-PNS Universitas Negeri Malang.

:1.

Undang-Undang Republik lndonesia Nomor

8

Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik lndonesia Nomor 43 Tahun

1999

(Lembaran Negara

Tahun 1999

Nomor

169,

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890);

2.

Undang-Undang Republik lndonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang

Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301);

Undang-Undang Republik lndonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara

Republik lndonesia Tahun 2011 Nomor

82,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 523D;

Undang-Undang Republik lndonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang

Pendidikan

Tinggi

(Lembaran Negara

Tahun

2012

Nomor 158,

Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 5336);

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor

96

Tahun 2000

tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian

Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196,

Tambahan Lembaran Negara Nomor aO17); 3.

4,

(2)

6.

Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nomor

23

Tahun 2005

tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran

Negara Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Nomor

4502)

sebagaimana

telah

diubah

dengan

Peraturan Pemerintah

Republik lndonesia Nomor 74 Tahun 2012 (Lembaran Negara Tahun

2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara Nomor 53a0);

7.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor

17

Tahun 2010 tentang Pengelolaan

dan

Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran

Negara Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor

5105)

sebagaimana

telah

diubah dengan

Peraturan Pemerintah

Republik lndonesia Nomor 66 Tahun 2010 (Lembaran Negara Tahun

2010 Nomor 112,Tambahan Lembaran Negara Nomor5157);

8.

Keputusan Presiden Republik lndonesia Nomor 1521M Tahun 2010

tentang Pengangkatan Rektor Universitas Negeri Malang;

9.

Peraturan Menteri Pendidikan

dan

Kebudayaan Republik lndonesia

Nomor

13

Tahun 2012 tentang Pemberian Kuasa

dan

Delegasi

Wewenang Pelaksanaan Kegiatan Administrasi Kepegawaian Kepada

Pejabat Tertentu

di

Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

10. Peraturan Menteri Pendidikan

dan

Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 30 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Malang;

11. Peraturan Menteri Pendidikan

dan

Kebudayaan Republik lndonesia Nomor 71 Tahun 2012tentang Statuta Universitas Negeri Malang;

12.

Keputusan

Menteri

Keuangan

Republik

lndonesia

Nomor

2791KMK.O5/2008 tentang Penetapan Unversitas Negeri Malang pada

Departemen Pendidikan Nasional sebagai lnstansi Pemerintah yang

Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

Memperhatikan:

1.

Keputusan Badan Kepegawaian Negara Nomor 13 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100

Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002;

2.

Surat Edaran Dirjen Perbendaharaan Depkeu

No

SE-21 IPBI2007 tanggal 3 Juli 2007 tentang Tunjangan Jabatan Struktural;

3.

Peraturan Rektor Universitas Negeri Malang Nomor 10 Tahun 2012

tanggal

24

September 2012 tentang Penataan Tenaga Kependidikan Universitas Negeri Malang;

4.

Hasil Rapat Pimpinan Universitas Negeri Malang tanggal 23 Januari 2013 dan 30 Januari 2013.

MEMUTUSKAN

Menetapkan

:

PERATUMN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI MALANG TENTANG PEGAWAI NON-PNS UNIVERSITAS NEGERI MALANG

(3)

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Rektor ini yang dimaksud dengan :

1.

Universitas adalah Universitas Negeri Malang.

2.

Rektor adalah Rektor Universitas Negeri Malang.

3.

Fakultas adalah Fakultas di Universitas Negeri Malang.

4.

Badan Layanan Umum, yang selanjutnya disebut BLU, adalah instansi di lingkungan

Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa

penyediaan

barang

dan/atau

jasa

yang dijual tanpa

mengutamakan mencari

keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

5.

Pegawai Non-PNS adalah pegawai tetap Universitas Negeri Malang yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.

6.

Pegawai Non-PNS terdiri atas Dosen Non-PNS dan Tenaga Kependidikan Non-PNS.

7.

Dosen adalah p'endidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama

mentransfor-masikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan llmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

8.

Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan Pendidikan Tinggi antara lain, pustakawan, tenaga

administrasi, laboran dan teknisi, pranata humas, serta pranata teknik informasi.

BAB II

PERENCANAAN DAN PENGADAAN PEGAWAI NON.PNS Pasal 2

Perencanaan pengadaan Pegawai Non-PNS UM dibuat berdasarkan kebutuhan PNS dan Pegawai Non-PNS UM, renstra universitas, dan renstra unit kelembagaan. Perencanaan pengadaan Pegawai Non-PNS UM dibuat setiap 5 (lima) tahun.

Pasal 3

1.

Pengadaan

Pegawai

Non-PNS

UM

dilaksanakan

sesuai dengan

rencana pengadaan Pegawai Non-PNS UM.

2.

Pengadaan

Pegawai

Non-PNS

UM

dilaksanakan

secara terpusat

di

tingkat universitas dengan tata cara yang ditetapkan oleh Rektor.

Pasal 4

1.

Persyaratan pelamar Dosen Non-PNS UM:

a.

kualifikasi akademik minimal Magister/Master (S2) yang diperoleh dari

perguruan tinggi dalam negeri terakreditasi minimal B atau perguruan tinggi luar negeri yang prodinya linier dan terakreditasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud;

b.

sesuai dengan bidang ilmu yang dibutuhkan;

c.

IPK minimal 3,00;

d.

berusia maksimal 35 tahun;

e.

sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter pemerintah;

f.

menyertakan SKCK dari Kepolisian; dan

g.

persyaratan lain yang diperlukan oleh program studi.

1,

(4)

2.

Persyaratan pelamar untuk Tenaga Kependidikan Non-PNS UM:

a.

kualifikasi Pendidikan minimal SMP

atau

sesuai dengan kebutuhan bidang tugas;

b.

berusia minimal 18 tahun, maksimal 35 tahun;

c.

sehat jasmani dan rohani dengan dibuktikan dengan surat keterangan dokter pemerintah;

d.

menyertakan SKCK dari Kepolisian; dan

e.

persyaratan lain yang diperlukan oleh unit kerja.

BAB III

KEWAJIBAN DAN HAK Pasal 5

1.

Dalam melaksanakan tugas Dosen Non-PNS UM berkewajiban:

a.

setia pada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah serta wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik lndonesia;

b.

mematuhi pbraturan perundang-undangan, hukum dan kode etik, serta nilai-nilai agama dan etika;

c.

menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia-jabatan kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa Undang-Undang;

d.

melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;

e.

melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi;

f.

mengembangkan

dan

meningkatkan kompetensi

diri

sesuai dengan bidang keilmuannya; dan

g.

melaksanakan tugas-tugas kelembagaan lainnya untuk kemajuan universitas.

2.

Dalam melaksanakan tugas Tenaga Kependidikan Non-PNS UM berkewajiban:

a.

setia pada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah serta wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik lndonesia;

b.

mematuhi peraturan perundang-undangan, hukum dan kode etik, serta nilai-nilai agama dan etika;

c.

menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia-jabatan kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa undang-undang;

d.

melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;

e.

mengembangkan

dan

meningkatkan kompetensi

diri

sesuai dengan bidang keilmuannya; dan

f.

melaksanakan tugas-tugas kelembagaan lainnya untuk kemajuan universitas. Pasal 6

1.

Hak Pegawai Non-PNS UM adalah:

a.

memperoleh gaji dan/atau penghasilan lain; dan

b.

memperoleh kesempatan

studi

lanjut,

pelatihan,

dan

pengembangan karir sesuai dengan kebutuhan institusi.

2.

Hak Pegawai Non-PNS UM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Rektor.

BAB IV

SISTEM KAR]R Pasal 7

1.

Setiap Pegawai Non-PNS UM harus melalui masa percobaan dan selama masa Percobaan berstatus sebagai Calon Pegawai Non-PNS UM.

(5)

2.

Selama dalam masa percobaan, Calon Pegawai Non-PNS UM mendapat gaji pokok dan penghasilan lain menurut Peraturan Rektor.

3.

Masa percobaan paling lama

2

(dua) tahun dan dapat ditetapkan sebagai pegawai Non-PNS UM setelah lulus prajabatan yang diselenggarakan oleh UM.

4.

Pengangkatan sebagai Pegawai Non-PNS UM dalam pangkat dan/atau jabatan fungsional tertentu dilaksanakan dengan memperhatikan

jenjang

pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu.

5.

Kenaikan pangkat

dan

jabatan tenaga fungsional Non-PNS

UM

dilaksanakan berdasarkan sistem kenaikan pangkat dan jabatan pilihan melalui penilaian angka

kredit.

6.

Kenaikan pangkat tenaga kependidikan Non-PNS

UM

melalui sistem kenaikan pangkat reguler.

Pasal 8

Nama

dan

susunan pangkat serta golongan ruang Pegawai Non-PNS

UM

adalah sebagai berikut:

NO. PANGKAT GOLONGAN RUANG

1 2 3 4

1 Juru Muda a

2 Juru Muda Tingkat I b

3 Juru c

4 Juru Tingkat I d

5 Pengatur Muda il a

6 Pengatur Muda Tinskat I il b

7 Pengatur il c

8 Pengatur Tingkat I il d

I

Penata Muda ll a

10 Penata Muda Tingkat I il b

11 Penata il c

12 Penata Tingkat I II d

13 Pembina V a

14 Pembina Tingkat I V b

15 Pembina Utama Muda V c

16 Pembina Utama Madya V d

17 Pembina Utama V e

Pasal 9

1. Sistem penjenjangan karir jabatan fungsional Dosen Non-PNS UM adalah sebagai

berikut:

NO. PANGKAT GOLONGAN/

RUANG JABATAN FUNGSIONAL AKUMULASI KREDIT 1 2 3 4 5

1 Penata Muda llla As sten Ahl 100 2 Penata Muda Tingkat I il/b As sten Ahl 150

3 Penata lllc Lektor 200

4 Penata Tingkat I il/d Lektor 300

5 Pembina Yla Lektor Kepala 400

6 Pembina Tingkat I v/b Lektor Kepala 550

7 Pembina Utama Muda V/c Lektor Kepala 700

8 Pembina Utama Madya v/d Guru Besar 850

I

Pembina Utama V/e Guru Besar 1 050

(6)

2.

Perimbangan akumulasi kredit tersebut pada ayat (1) lajur 5 adalah sebagai berikut: a.bidang pendidikan paling sedikit sebesar 30o/o;

b.bidang penelitian paling sedikit sebesar 25o/o;

c.bidang pengabdian paling banyak sebesar 15o/oi

d.bidang penunjang paling banyak sebesar 20o/o.

3.

Usulan, prosedur, dan pelaksanaan kenaikan pangkat dan jabatan fungsional dosen Non-PNS UM dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Rektor.

BAB V

PENILAIAN KINERJA Pasal 10

1.

Penilaian kinerja

untuk

memperoleh bahan pertimbangan

yang

objektif dalam pembinaan

dan

pengembangan Pegawai Non-PNS

UM

dilakukan

oleh

atasan langsung dan Tim yang diangkat oleh Rektor.

2.

Hasil penilaian kinerja digunakan untuk pertimbangan:

a.

pengangkatan sebagai Pegawai Non-PNS UM;

b.

kenaikan jabatan fungsional dan/atau pangkat;

c.

pemberian insentif kinerja;

d.

rotasi;

e.

demosi pangkat dan/atau jabatan fungsional; dan

f.

pembinaankepegawaian.

Pasal 11

Penilaian kinerja Dosen Nori-PNS UM sekurang-kurangnya meliputi:

1.

unsur tridharma dan penunjang;

2.

unsur perilaku kedisiplinan, komitmen, penampilan, etika dan kesopanan, kejujuran, dan loyalitas; dan

3.

unsur kemampuan kepemimpinan, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan pengembangan jejaring.

Pasal 12

Penilaian kinerja Tenaga Kependidikan Non-PNS UM sekurang-kurangnya meliputi:

1.

unsur teknis yang terdiri atas: inisiatif, inovasi, komunikasi, kemampuan adaptasi, motivasi, kerjasama, kemandirian, produktivitas,

terkait dengan

kuantitas dan kualitas hasil sesuai dengan standar kerja; dan

2.

unsur perilaku

yang terdiri atas

kedisiplinan, komitmen, penampilan, etika dan kesopanan, kejujuran, dan loyalitas.

Pasal 13

Penilaian kinerja Pegawai Non-PNS UM dilakukan setiap 6 (enam) bulan. Pasal 14

(7)

BAB VI

PENGGAJIAN DAN TUNJANGAN Pasal 15

1.

Pegawai Non-PNS

UM

yang

diangkat

dalam suatu

pangkat

dan

jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dan Pasal 11 diberi gaji pokok berdasarkan golongan ruang yang ditetapkan.

2.

Besaran gaji dan tunjangan diberikan berdasarkan Peraturan Rektor.

3.

Gaji Calon Pegawai Non-PNS UM sebesar 80o/o dari gaji pokok suatu pangkat dan jabatan tertentu yang ditetapkan.

Pasal 16

1.

Selain gaji pokok Pegawai Non-PNS UM dapat menerima penghasilan lain-lain yang sah sesuai dengan Peraturan Rektor.

2.

Penghasilan lain-lain yang sah diterimakan kepada Pegawai Non-PNS UM sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, motivasi dan kinerja.

BAB VII PEMBERHENTIAN

Pasal 17

Pemberhentian Calon

Pegawai

dan Pegawai Non-PNS UM dapat

dilakukan

setiap saat apabila pegawai yang bersangkutan tidak memenuhi ketentuan dalam peraturan

ini.

Pasal 18

1.

Pemberhentian dengan hormat bagi Pegawai Non-PNS UM dilakukan apabila:

a.

telah memasuki batas usia pensiun;

b.

mengajukan berhenti atas permintaan sendiri secara tertulis;

c.

tidak mampu lagi melakukan pekerjaan karena gangguan kesehatan/sakit yang tidak mungkin disembuhkan lagi;

d.

tidak cakap melakukan tugas pekerjaannya serta menunjukkan kinerja yang tidak baik; dan

e.

perampingan pegawai karena reorganisasi kelembagaan, atau sebab-sebab yang lain.

2.

Pemberhentian dengan tidak hormat bagi Pegawai Non-PNS uM apabila:

a.

melakukan penyelewengan terhadap ideologi Negara Pancasila, UUD 1945

atau terlibat dalam kegiatan yang menentang Negara dan Pemerintah;

b.

melanggar sumpah dan janji pegawai;

c.

melanggar peraturan yang berlaku di universitas;

d.

dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat karena pelanggaran kode etik/peraturan d isiplin ; dan

e.

dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena masalah pidana dengan ancaman kurungan 1 (satu) tahun atau lebih.

Pasal 19

(8)

BAB VIII PENUTUP

Pasal 20

1.

Hal-hal

yang

belum diatur dalam peraturan

ini

akan

diatur

lebih lanjut dengan ketentuan tersendiri.

2.

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan

di

: Malang

pada tanggal . 12 Februari 2013

AREKTOR UNIVERSITAS NEGERI MALANG,

WWw

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :