• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK PENDIDIK PAUD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK PENDIDIK PAUD"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK PENDIDIK PAUD

( Studi Kasus di PAUD “Anak Cerdas” Ungaran )

NASKAH PUBLIKASI

Diajukan Kepada

Program Magister Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Magister Manajemen Pendidikan

SRI LESTARI Q 100120051

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN PROGRAM PASCA SARJANA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2014

▸ Baca selengkapnya: contoh catatan dan rekomendasi pendidik paud

(2)
(3)

1

PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK PENDIDIK PAUD

( Studi Kasus di PAUD “Anak Cerdas” Ungaran )

Oleh

sri Lestari, eko supriyanto, samino Q 100120051

[email protected]

ABSTRACT

One of the issues among the early education teachers is the qualification and competency of the teachers that has not meet the standard yet. The qualification among early childhood teachers are varied. This study is aimed to describe 1) the pedagogic competency of the teachers in Anak Cerdas Ungaran, 2) the development of pedagogic competency of teachers in Anak Cerdas Ungaran. This is a quantitative study using ethnographic approach. The main subject of the study are the chief manager, the teachers’ coordinator, and the teachers of Anak Cerdas Ungaran. The data is collected using interview, observation, and documentation. The data analysis begins with 1) data collection, 2) data reduction, 3) data exposure, 4) drawing conclusion. The data validity is tested using data triangulation. PAUD Anak Cerdas is established in 1990. It has been developing and having many achievement as well as accredited by National Accreditation Board for Non Formal Education. For the time being, it has 9 teachers. The result of the study shows that: 1) eight teacher have competency as teachers, and one teacher has the competency of shadow teacher. 2) the competency development is taken to develop the pedagogic competency by attending seminars, workshops, and trainings on early childhood education. Also joining the scholarship provided by the government to attend university level. The organizational profession and institution have not been maximally used by the teachers.

(4)

2

ABSTRAK

Permasalahan pendidik PAUD yang perlu mendapatkan perhatian antara lain adalah masalah kualifikasi pendidikan dan kompetensi pendidik PAUD yang masih belum memenuhi persyaratan. Layanan-layanan PAUD sebagian besar dilakukan oleh tenaga pendidik dengan kualifikasi pendidikan dan kemampuan dasar yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Bagaimana kompetensi pedagogik pendidik PAUD Anak Cerdas Ungaran (2) Bagaimana pengembangan kompetensi pedagogik pendidik PAUD Anak Cerdas Ungaran. Jenis penelitian ini adalah penelitan kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Subyek utama peneltian ini adalah ketua pengelola PAUD Anak Cerdas, koordinator pendidik PAUD Anak Cerdas dan pendidik PAUD Anak Cerdas Ungaran. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data diawali dengan (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data dan (4) penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi data. PAUD Anak Cerdas yang berdiri sejak tahun 1990 telah mengalami banyak perkembangan dan prestasi serta terakreditasi oleh BAN PNF. pada saat ini mempunyai sembilan pendidik dan hasil dari penelitian ini adalah (1) Delapan pendidik Anak Cerdas berkompetensi sebagai guru dan satu pendidik berkompetensi sebagai guru pendamping. (2) Pengembangan kompetensi yang dilakukan PAUD Anak Cerdas untuk meningkatkan kompetensi pedagogik meliputi peningkatan kualifikasi pendidikan, mengikuti berbagai diklat PAUD, workshop, bintek/ortek, dan seminar tentang kePAUD-an. Peningkatan kualifikasi pendidikan pendidik ke jenjang S1 dengan memberikan beasiswa yang diakses dari pemerintah. Pengembangan kompetensi pedagogik pendidik PAUD Anak Cerdas belum memanfaatkan lembaga dan organisasi profesi pendidik secara optimal.

(5)

1 PENDAHULUAN

Permasalahan pendidik PAUD yang perlu mendapatkan perhatian antara

lain adalah masalah kualifikasi pendidikan pendidik PAUD yang masih belum

memenuhi persyaratan. Layanan-layanan PAUD sebagian besar dilakukan oleh

tenaga pendidik dengan kualifikasi pendidikan dan kemampuan dasar yang

bervariasi. Di lihat dari latar belakang pendidikan masih banyak tenaga pendidik

PAUD yang berlatar belakang SLTA, sementara Peraturan Menteri Pendidikan

Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi

Guru mempersyaratkan bahwa Guru pada PAUD/TK/RA harus memiliki

kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1)

dalam bidang pendidikan anak usia dini atau psikologi yang diperoleh dari

program studi yang terakreditasi. Dengan demikian tenaga pendidik Pendidikan

Anak Usia Dini masih perlu ditingkatkan kualifikasinya sampai memenuhi tuntutan

yang dipersyaratkan.

Data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, sampai akhir tahun

2012 masih banyak ditemukan Pendidik PAUD yang tidak memenuhi standar

kualifikasi dan kompetensi. Pendidik PAUD di Jateng sebanyak 69.561 orang,

terbagi 383 (0,55%) berkualifikasi pendidikan S2, S1 sebanyak 31.350 (45,07%).

Kemudian, D III sebanyak 14.038 (20,18%) , dan SMA/MA ada 21.213 orang

(30,50%), SMP/MTs ada 2.577 orang ( 3,70% ). Dari jumlah tersebut yang berlatar

(6)

2

(Grand Desain PAUD HI Jawa Tengah 2013-2018 ). Suatu kondisi yang masih jauh

dari ideal, jika harus dituntut suatu layanan optimal.

Tuntutan pengembangan kompetensi bagi pendidik PAUD adalah suatu

hal yang tidak dapat dihindari, karena pendidik harus senantiasa berupaya untuk

mengadopsi perkembangan-perkembangan baru, baik di bidang teknologi

informasi maupun tuntutan masyarakat serta tuntutan kurikulum yang selalu

mengalami perubahan dan perbaikan.

Pengembangan kompetensi pendidik PAUD dapat dilakukan secara

individual pendidik PAUD sendiri, pengembangan melalui kelembagaan dan

pengembangan melalui organisasi profesi. Hal ini sejalan dengan apa yang

dikemukakan oleh Saud (2009 : 98), untuk meningkatkan mutu pendidikan saat

ini, maka profesionalisasi guru (pendidik) merupakan suatu keharusan, terlebih

lagi apabila kita melihat kondisi objektif saat ini berkaitan dengan berbagai hal

yang ditemui dalam melaksanakan pendidikan, yaitu : (1) perkembangan Iptek,

(2) persaingan global bagi lulusan pendidikan, (3) otonomi daerah, dan (4)

implementasi kurikulum.

Salah satu kompetensi pendidik PAUD yang perlu untuk selalu

dikembangkan adalah kompetensi pedagogik, kompetensi pedagogik merupakan

salah satu jenis kompetensi yang mutlak perlu dikuasai guru. Kompetensi

Pedagogik pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola

(7)

3

yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya dan akan menentukan

tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didiknya.

Kompetensi dirumuskan sebagai suatu tugas yang memadai, atau pemilikan

pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan

seseorang ( Janawi 2012: 30 ).

Dalam UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat (10)

dinyatakan secara tegas bahwa “kompetensi adalah seperangkat pengetahuan,

keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru

atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan “ Wujud profesional atau

tidak tenaga pendidik diwujudkan dengan sertifikat pendidik. Janawi

menyimpulkan bahwa kompetensi apabila dilihat dari konteks makna, terdapat

beberapa hal yang perlu diperhatikan ; pertama, kompetensi diartikan sebagai

kemampuan, keahlian, dan atau keterampilan yang mutlak dimiliki oleh

seseorang ( dalam hal ini pendidik ); Kedua, kompetensi merupakan kemampuan

yang mencakup kognitif, afektif, dan perbuatan atau psikomotorik; Ketiga,

kompetensi tersebut harus dikuasai seseorang; Keempat, kompetensi adalah

bersifat mengikat seseorang pada disiplin keilmuan yang telah ditekuninya; dan

kelima, kompetensi mutlak diterapkan dan memiliki standar yang jelas sesuai

dengan apa yang telah dijadikan sebagai standar kompetensi. ( Janawi 2012 :

34 ). Jan Bella mengemukanan bahwa pengembangan merupakan proses

peningkatan keterampilan kerja baik teknis maupun manajerial. Pendidikan

(8)

4

menjawab why. Latihan berorientasi praktek, dilakukan di lapangan, berlangsung

singkat dan biasanya menjawab how. (Jan Bella dalam Mulyasa, 2012 : 70 ).

Uraian diatas menjadi latar belakang dari penelitian yang berjudul

Pengembangan Kompetensi Pedagogik Pendidik PAUD, studi kasus di PAUD Anak

Cerdas Ungaran, yang bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana

pengembangan kompetensi pedagogik pendidik PAUD Anak Cerdas Ungaran.

Tujuan Khusus dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana kompetensi

pedagogik pendidik PAUD Anak Cerdas Ungaran, dan untuk mendeskripsikan

bagaimana pengembangan kompetensi pedagogik pendidik PAUD Anak Cerdas

Ungaran.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan latar alami (natural

setting) untuk mendapatkan pemahaman dan penafsiran yang mendalam

mengenai makna, fakta yang menyeluruh tentang pengembangan kompetensi

pedagogik pendidik PAUD. Penelitian ini berlokasi di PAUD Anak Cerdas Ungaran

Kabupaten Semarang, Jalan Diponegoro 250 Ungaran Kabupaten Semarang,

Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret sampai Mei 2014.

Peneliti mengumpulkan data sesuai dengan fokus penelitian, yaitu tentang

pengembangan kompetensi pedagogik pendidik PAUD Anak Cerdas Ungaran.

Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer

adalah data yang dikumpulkan secara langsung oleh peneliti sendiri dalam

(9)

5

sekunder adalah data yang diperoleh dari orang lain dalam bentuk

dokumen-dokumen. Berdasarkan kriteria tersebut maka ditentukan subjek penelitian ini

adalah: (1) pengelola PAUD, (2) koodinator pendidik, dan (3) pendidik PAUD Anak

Cerdas Ungaran. Subjek atau informan utama dalam penelitian ini adalah

pengelola PAUD. Kata-kata dan tindakan pengelola tersebut yang selanjutnya

nanti dipilih sebagai sumber data utama. Sedangkan sumber data pendukung

penelitian ini adalah koordinator pendidik, dan pendidik.

Adapun sumber data non manusia meliputi dokumen yang relevan dengan fokus

penelitian, seperti administrasi pengelolaan, sertifikat pelatihan, foto-foto

kegiatan, dan dokumen lain yang mendukung.

Pengambilan data dilakukan peneliti dengan cara: a) wawancara, b) observasi

(pengamatan), c) dokumentasi.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif

kualitatif. Analisis data merupakan proses mencari dan mengatur secara

sistematis transkrip wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain yang

telah dihimpun untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai

data yang telah ditemukan. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data,

reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Kredibilitas atau keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara

yaitu : Teknik Triangulasi dan teknik ketekunan pengamatan. Teknik triangulasi

adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang

(10)

6

data. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik triangulasi, terutama

triangulasi metode dan sumber. Triangulasi data dilakukan agar informasi yang

diperoleh dari beberapa sumber data dapat valid.

Teknik Ketekunan Pengamatan digunakan untuk memperoleh data yang akurat

dan tepat. Sejalan dengan itu peneliti harus bersikap disiplin, tekun dan cermat

dalam pencatatan dan pengumpulan data.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kompetensi pedagogik pendidik PAUD Anak Cerdas, dari sembilan pendidik ada

delapan pendidik yang sudah mempunyai kompetensi sebagai guru PAUD

sedangkan satu orang pendidik sebagai guru pendamping. Profil kompetensi

pedagogik pendidik dilihat dari unjuk kerja yang telah dinilai oleh koordinator

pendidik, berada pada kategori A ( tinggi ) dengan nilai antara 65 – 90.

Grafik 1: Profil kompetensi pedagogik guru PAUD “Anak Cerdas”

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Series1

Kompetensi pedagogik yang dikuasai oleh pendidik bukanlah kompetensi statis

(11)

yang dilakukan di lembaga PAUD secara berkesinambungan dan sesuai dengan

tuntutan dan perkembangan dunia pendidikan khususnya PAUD.

Kualifikasi pendidikan pen

Cerdas yang rata-rata adalah SMA dan tentu saja belum ada yang tersentuh

dengan pelatihan apapun, pengembangan kompetensi

mutlak diperlukan. Tanpa pengembangan kompetensi yang memadai

Cerdas tidak mungkin dapat berkembang seperti sekarang ini.

Pengembangan dalam rangka meningkatkan kualifikasi akademik.

Grafik 2: Kualifikasi Pendidikan Sebelum Pengembangan

Grafik di atas menjelaskan bahwa kualifikasi pendidikan

pengembangan sangat bervariasi, dari SLTA, D1, D3 dan sarjana.

S1 Pendidikan 22% S1 Non Pend 34% 7

yang dilakukan di lembaga PAUD secara berkesinambungan dan sesuai dengan

tuntutan dan perkembangan dunia pendidikan khususnya PAUD.

Kualifikasi pendidikan pendidik pada awal masuk sebagai pendidik PAUD Anak

rata adalah SMA dan tentu saja belum ada yang tersentuh

dengan pelatihan apapun, pengembangan kompetensi pedagogik

mutlak diperlukan. Tanpa pengembangan kompetensi yang memadai

Cerdas tidak mungkin dapat berkembang seperti sekarang ini.

Pengembangan dalam rangka meningkatkan kualifikasi akademik.

: Kualifikasi Pendidikan Sebelum Pengembangan

Grafik di atas menjelaskan bahwa kualifikasi pendidikan pendidik sebelum

pengembangan sangat bervariasi, dari SLTA, D1, D3 dan sarjana.

SLTA 22% D1 11% D3 11%

Grafik Kualifikasi Pendidikan Sebelum Pengembangan SLTA D1 D3 S1 Pendidikan S1 Non Pend

yang dilakukan di lembaga PAUD secara berkesinambungan dan sesuai dengan

didik pada awal masuk sebagai pendidik PAUD Anak

rata adalah SMA dan tentu saja belum ada yang tersentuh

pedagogik bagi pendidik

mutlak diperlukan. Tanpa pengembangan kompetensi yang memadai PAUD Anak

Pengembangan dalam rangka meningkatkan kualifikasi akademik.

(12)

Grafik 3: Kualifikasi Pendidikan setelah Pengembangan

Grafik di atas menjelaskan bahwa kualifikasi pendidikan dari pendidik PAUD

Anak Cerdas telah meningkat se

pendidikan SLTA mengalami penurunan menjadi 11% yang sebelumnya 22%,

dan tidak ada lagi pendidik yang berijazah D1 dan D3.

pendidikan pendidik tentu akan sangat berpengaruh dengan kompet

terutama kompetensi pedagogik pendidik.

Grafik 4 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 PENGEMBANGAN KOMPETENSI S1 Non Pend 33% 8

: Kualifikasi Pendidikan setelah Pengembangan

Grafik di atas menjelaskan bahwa kualifikasi pendidikan dari pendidik PAUD

Anak Cerdas telah meningkat secara signifikan. Pendidik dengan kualifikasi

pendidikan SLTA mengalami penurunan menjadi 11% yang sebelumnya 22%,

dan tidak ada lagi pendidik yang berijazah D1 dan D3. Peningkatan kualifikasi

pendidikan pendidik tentu akan sangat berpengaruh dengan kompet

terutama kompetensi pedagogik pendidik.

4: Pengembangan Kompetensi PENGEMBANGAN KOMPETENSI SLTA 11% S1 Pendidikan 56%

Grafik Kualifikasi Pendidikan Setelah Pengembangan

SLTA

S1 Pendidikan S1 Non Pend

Grafik di atas menjelaskan bahwa kualifikasi pendidikan dari pendidik PAUD

Pendidik dengan kualifikasi

pendidikan SLTA mengalami penurunan menjadi 11% yang sebelumnya 22%,

Peningkatan kualifikasi

(13)

9

Grafik 4 dapat dijelaskan bahwa semua pendidik telah mengembangkan

kompetensi, baik melalui berbagai diklat, ortek, bintek, seminar, workshop dan

magang. Pengembangan kompetensi yang dilakukan belum merata pada semua

pendidik.

Jan Bella mengemukanan bahwa pengembangan merupakan proses peningkatan

keterampilan kerja baik teknis maupun manajerial. Pendidikan berorientasi pada

teori, dilakukan dalam kelas, berlangsung lama, dan biasanya menjawab why.

Latihan berorientasi praktek, dilakukan di lapangan, berlangsung singkat dan

biasanya menjawab how. (Jan Bella dalam Mulyasa, 2012 : 70 ).

Pengembangan kompetensi pedagogik adalah suatu usaha untuk meningkatkan

kompetensi yang meliputi kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral

pendidik sesuai dengan kebutuhan melalui pendidikan dan latihan.

Secara rinci tujuan pengembangan SDM dapat diuraikan menjadi beberapa

tujuan yakni meningkatkan produktivitas kerja, mencapai efisiensi, meminimalisir

kerusakan, mengurangi kecelakaan, meningkatkan pelayanan, memelihara moral

pegawai, meningkatkan peluang karier, meningkatkan kemampuan konseptual,

meningkatkan kepemimpinan, peningkatan balas jasa, peningkatan pelayanan

kepada konsumen. ( Malayu Hasibuan, 2012 : 70 ). Dengan melihat paparan

hasil penelitian, dapat dikemukakan bahwa pengembangan kompetensi

pedagogik yang dilaksanakan oleh pendidik PAUD Anak Cerdas sebagian besar

adalah dengan cara formal. Pendidik PAUD Anak Cerdas ditunjuk oleh lembaga

(14)

10

seminar. Pengelola/lembaga mengirimkan/menunjuk pendidik untuk mengikuti

kegiatan pengembangan kompetensi berdasarkan alokasi yang ditentukan oleh

penyelenggara kegiatan pengembangan kompetensi.

Meskipun sebagian besar pengembangan kompetensi pedagogik merupakan

pengembangan secara formal, tetapi ada pendidik yang melakukan

pengembangan kompetensi pedagogiknya secara informal. Pendidik mengikuti

kegiatan seminar, magang atau kegiatan pengembangan kompetensi lainnya atas

dasar kemauan dan biaya sendiri. Hal ini dilakukan pendidik, karena pendidik

menyadari pentingnya pengembangan kompetensi pedagogiknya demi kemajuan

dirinya sebagai pendidik.

Program adalah suatu jenis rencana yang konkrit karena di dalamnya sudah

tercantum sasaran, kebijaksanaan, prosedur, anggaran, dan waktu

pelaksanaannya. Supaya pengembangan dapat mencapai hasil yang baik dengan

biaya yang relatif kecil hendaknya ditetapkan dahulu progam pengembangan.

Program pengembangan harus dituangkan sasaran, kebijaksanaan, prosedur,

anggaran, peserta, kurikulum, dan waktu pelaksanaannya. Program

pengembangan harus berprinsipkan pada peningkatan kompetensi

masing-masing pendidik sesuai dengan perannya sebagai pendidik di lembaga PAUD.

Program pengembangan hendaknya diinformasikan secara terbuka kepada

semua pendidik, supaya mereka mempersiapkan dirinya masing-masing.

PAUD “Anak Cerdas” sebagai lembaga sudah mempunyai program

(15)

11

lembaga. Struktur anggaran telah mengalokasikan untuk pengembangan

kompetensi pendidik, meskipun sangat kecil. Meski demikian, pengembangan

yang dilakukan oleh PAUD “Anak Cerdas” masih tergantung dengan program

pemerintah, program organisasi ataupun lembaga lain yang menyelenggarakan

kegiatan pengembangan kompetensi pendidik PAUD.

Pengembangan kompetensi yang tidak terprogram secara rinci akan

menyebabkan tidak meratanya kompetensi yang dimiliki oleh pendidik. Pendidik

yang sempat dan dekat dengan pengelola akan mempunyai kesempatan yang

lebih dibandingkan dengan pendidik yang lain. Memungkinkan juga pendidik

yang sama mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi lebih dari sekali

sedangkan pendidik yang lain belum pernah mengikutinya.

SIMPULAN

Simpulan dari penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan adalah 1)

Pendidik PAUD “Anak Cerdas” yang mempunyai kompetensi sebagai guru ada

delapan orang dan sebagai guru pendamping satu orang. Kualifikasi pendidikan

dan kompetensi pendidik PAUD “Anak Cerdas” saat ini merupakan hasil

pengembangan kompetensi yang dilakukan oleh lembaga. 2) Profil kompetensi

pedagogik pendidik PAUD “Anak Cerdas” baik guru maupun guru pendamping

berada pada kategori A ( tinggi ). 3) Peningkatan kualifikasi pendidikan yang

dilakukan oleh PAUD “Anak Cerdas” adalah dengan memberikan beasiswa

kepada tiga orang pendidik. Satu orang pendidik yang berlatar belakang D3

(16)

12

S1. Beasiswa tersebut berasal dari Direktorat PAUDNI yang diakses oleh lembaga.

4) Pengembangan kompetensi pedagogik pendidik PAUD dapat dilakukan secara

individual pendidik PAUD sendiri, pengembangan melalui kelembagaan dan

pengembangan melalui organisasi profesi. Pendidik PAUD “Anak Cerdas”

melakukan pengembangan kompetensinya secara individual dengan membaca

buku, mengikuti seminar dengan biaya sendiri, diskusi dengan teman dan

menonton berbagai acara televisi yang ada hubungannya dengan PAUD.

Pengembangan melalui kelembagaan dilakukan dengan mengikuti berbagai

kegiatan diklat, ortek, workshop, dan seminar. Pengembangan melalui organisasi

profesi dilakukan oleh pendidik dengan mengikuti kegiatan HIMPAUDI (

Himpunan Pendidik PAUD ). 5) Pengembangan kompetensi pedagogik yang telah

dilakukan oleh PAUD “Anak Cerdas”, baik diklat, ortek/bintek, workshop dan

seminar masih menggantungkan pada program pengembangan kompetensi dari

pemerintah. Lembaga belum memanfaatkan kemampuan sendiri untuk

mengembangkan kompetensi pedagogik pendidiknya.

DAFTAR PUSTAKA

Deborah H. Gebby, Deborah Ceglowski; Early Childhood Educ J 2012, “ The Role of Teacher Efficacy in Strengthening Classroom Support for Preschool Children with Disabilities Who Ethibit Challenging Behaviors “. Springer Science + Bussiness Media, LLC 2011

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Terpadu. 2012

Gillian Bramwell, Roamary C, Relly; Roeper Review 2011, “ Creative Teacher “. ProQuest Research Library 2011; 33

(17)

13

Hae Young Lee; National Institute Lifelong Education 2008, “ Knowledge Management: A Tripartie Conceptual Framework fo Career and Teacher Educators”. Nothern Illinois University; 2008

Iskandar; 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta : Gaung Persada

Joseph J. Caruso; 2006. Supervision in Early Childhood Education. Columbia University: Teacher College Press

Julia VanderMolen. Richard Zinzer; JITE. “ Job Tasks Performed by Career Preparation System Administrators in One Midwestern State: Implications for Leadership Development”. Western Michigan University . 2008

Liang Zeng : “ Developmentally and CulturallyIn Appropriate Practice in U.S Kindergarten Programs: Prevalence, Saverity, and its Relationship with Teacher and Administrator Qualifications”. The University of Texas Educations Summer 2005 ; 125.

Malayu Hasibuan; 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT. Bumi Aksara

Martuti; 2013. Mengelola PAUD. Bantul : Kreasi Wacana

Martuti; 2010. Mendirikan dan Mengelola PAUD. Bantul : Kreasi Wacana

Mulyasa; 2012. Managemen PAUD. Jakarta : Rosda Karya

Miles, Matthew dan Huberman, A. Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta:UI Press.

Moleong; 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta : Rosda Karya

Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional

Peraturan Pemerintah No 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah

Permendiknas No, 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru

Permendiknas no 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 2012

Gambar

Grafik 1: Profil kompetensi pedagogik guru PAUD “Anak Cerdas”
Grafik  di  atas  menjelaskan  bahwa  kualifikasi  pendidikan
Grafik  di  atas  menjelaskan  bahwa  kualifikasi  pendidikan  dari  pendidik  PAUD

Referensi

Dokumen terkait

pendidik kelompok bermain khususnya yang berasal dari kader pos PAUD. Selain

Model Strategi ASI dalam Peningkatan kompetensi Pendidik PAUD Inklusif Melalui Gugus PAUD merupakan salah satu upaya untuk membangun mindset PAUD inklusif pada

Tenaga pendidik tersebut harus dapat digiring menjadi pendidik yang gemar membaca buku, karena membaca buku adalah salah satu kegiatan yang efektif untuk meningkatkan wawasan dan

KOMPETENSI PEDAGOGIK PENDIDIK PAUD ( Studi Ex Post-F acto di Unit Pelaksana Teknis Dasar Pendidikan. Kecamatan Nagrak

Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan upaya pembimbingan dan pelatihan yang dilakukan penilik dalam peningkatan kompetensi pedagogik pada pendidik PAUD

(2) Apa saja yang menjadi problematika bagi guru dalam pengembangan pengamalan agama siswa kelas X di SMA Ma‟arif Jragung Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak tahun

Mengingat HIMPAUDI merupakan organisasi perkumpulan tenaga pendidik dan kependidikan anak usia dini, diharapkan dari hasil penelitian ini bisa menjadi masukan untuk