BAB II LANDASAN TEORI. Product (Produk), Place, (Tempat), Price, (Harga), dan Promotion,

Teks penuh

(1)

12 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran adalah serangkaian variable pemasaran terkendali yang dipakai oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang dikehendaki perusahaan dari pasar sasarannya. Ada empat variabel khusus dalam bauran pemasaran yang biasa disebut dengan ”empat P”,

Product (Produk), Place, (Tempat), Price, (Harga), dan Promotion,

(Promosi).1 Sedangkan menurut Boom dan Bitner bauran pemasaran dalam bisnis jasa ada tambahan dengan 3P, yaitu: People (orang), Physical

evidence (bukti fisik) dan Process (proses).2

a. Product (Produk)

Produk adalah kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada sasaran konsumen sehingga dapat memuaskan keinginan atas kebutuhannya.Setiap produk yang ditawarkan konsumen dapat dilihat dalam tiga tingkat. Produk ini adalah layanan penting yang benar-benar dibeli oleh konsumen. Produk nyata mencangkup ciri-ciri, gaya ,tingkat kualitas, nama merek dan kemasan produk yang akan dijual. Produk tambahan adalah produk nyata

1 Kasmir, “Pemasaran Bank”, (Jakarta: Kencana,2008), h. 88 2

(2)

ditambah berbagai jasa yang menyertainya, misalnya garansi, instalasi jasa perawatan dan pengiriman gratis.3

Menurut Stanton, ada beberapa faktor yang menyebabkan suksesnya suatu produk adalah:4

1) Produk memuaskan satu atau lebih kebutuhan pasar.

2) Produk secara teknologis hebat dan tentunya memiliki keuntungan dalam persaingan.

3) Produk sesuai dengan kekuatan fungsional di dalam perusahaan seperti bagian penjualan, distribusi dan produksi.

4) Manajemen puncak memiliki keterikatan jangka panjang dengan pengembangan produk.

5) Strategi produk dirancang dengan jelas.

6) Gaya manajemennya baik dan organisasinya efektif. b. Price (Harga)

Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan sebuah produk. Ada enam prosedur dalam menetapkan harga. Pertama, perusahaan dengan hati-hati menyusun tujuan pemasarannya. Kedua, perusahaan menentukan permintaan yang memperlihatkan jumlah produk yang akan terjual. Ketiga, perusahaan memperkirakan bagaimana biaya akan bervariasi pada tingkat produksi yang berbeda-beda. Keempat, perusahaan mengamati harga-harga para pesaing sebagai dasar untuk menetapkan harga

3 Ibid., h. 45 4

(3)

mereka sendiri. Kelima, perusahaan memilih dari salah satu metode penetapan harga.Keenam, perusahaan memilih harga final.5

c. Place (tempat/saluran distribusi)

Tempat adalah berbagai kegiatan yang membuat produk terjangkau oleh konsumen sasaran.Setiap perusahaan perlu mengidentifikasi berbagai bentuk alternatif untuk meraih pasarnya.Cara-cara itu bervariasi mulai dari penjualan langsung sampai penjualan yang menggunakan satu, dua, tiga, atau lebih tingkat saluran distribusi.

Menurut Stanton, faktor-faktor yang mempengaruhi saluran distribusi, antara lain:

1) Pertimbagan-pertimbangan pasar. Hal ini mengenai sasaran pasar, apakah untuk pasar konsumen atau untuk pasaran industrial.

2) Pertimbangan-pertimbangan produk. Meliputi, nilai satuan, sifat cepat rusak, sifat teknis produk.

3) Pertimbangan-pertimbangan perantara. Meliputi, jasa-jasa yang disediakan oleh perantara, tersedianya perantara yang dikehendaki, sikap perantara terhadap kebijakan produsen.

4) Pertimbangan-pertimbangan perusahaan. Meliputi, sumber-sumber dana keuangan, kemampuan manajemen, keinginan hendak menguasai saluran.

5

(4)

d. Promotion (Promosi)

Promosi adalah berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menonjolkan keistimewaan produknya dan membujuk konsumen sasaran agar membeli produknya. Tiga alat promosi yang penting adalah iklan, promosi penjualan dan publisitas. Ketigannya adalah alat-alat pemasaran missal kebalikan dari penjualan personal yang membidik sasaran para pembeli khusus.

e. People (orang)

Yaitu semua orang yang terlibat aktif dalam pelayanan dan mempengaruhi resepsi pembeli, nama, pribadi pelanggan, dan pelanggan-pelanggan lain yang ada dalam pelayanan. People meliputi kegiatan untuk karyawan, seperti kegiatan rekrutmen, pendidikan dan pelatihan, motivasi, balas jasa, dan kerja sama, serta pelanggan yang menjadi nasabah atau calon nasabah.

f. Physical evidence (bukti fisik)

Bukti fisik terdiri dari adanya logo atau simbol perusahaan, moto, fasilitas yang dimiliki, seragam karyawan, laporan, kartu nama, dan jaminan perusahaan

(5)

g. Process (proses)

Merupakan keterlibatan pelanggan dalam pelayanan jasa, proses aktivitas standar pelayanan, kesederhanaan atau kompleksitas prosedur kerja yang ada di bank yang bersangkutan.

B. Tabungan

1. Pengertian Tabungan

Tabungan (saving deposit) merupakan jenis simpanan yang sangat populer di lapisan masyarakat Indonesia mulai dari masyarakat kota hingga masyarakat di pedesaan. Tabungan dengan prinsip syariah Menurut Undang-undang Perbankan Syariah No. 21 Tahun 2008, Tabungan adalah simpanan berdasarkan wadi‟ah dan/atau investasi dana berdasarkan akad mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah yang penarikanya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainya yang dipersamakan dengan itu.6

Sedangkan menurut Dewan Syariah Nasional (DSN)mengatur tabungan syariah dalam Fatwa Nomor 02/DSN-MUI/IV/2000 yaitu Tabungan yang tidak dibenarkan secara syari‟ah adalah tabungan yang berdasarkan perhitungan bunga. Tabungan yang dibenarkan atau diperbolehkan secara syariah adalah tabungan yang berdasarkan prinsip

mudharabah dan wadiah, sehingga kita mengenal tabungan mudharabah

dan tabungan wadiah. Tabungan yang dijalankan berdasarkan prinsip

(6)

syariah, dewan syariah nasional telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa tabungan yang berdasarkan prinsip wadiah dan

mudharabah.7

Sebagaimana dalam Al-Qur‟an terdapat ayat-ayat yang secara tidak langsung telah memerintahkan kaum muslimin untuk mempersiapkan hari esoksecara lebih baik.































































Artinya: “Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya)

sebagaimanabiasa; Maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan, Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecualisedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. (QS. Yusuf : 47-48)8

Bank Syari‟ah menerapkan dua akad wadi‟ah mengikuti prinsip-prinsip yad dhamanah. Artinya tabungan ini tidak mendapatkan keuntungan karena titipan dapat diambil sewaktu-waktu dengan menggunakan buku tabungan atau media lain seperti ATM. Tabungan yang berdasarkan akad wadi‟ah ini tidak mendapatkan keuntungan dari

7

Mardani, Hukum Perikatan Syari‟ah di Indonesia, (Jakarta: Sinar Grafika, 2013) h. 202

8

Mardani, Ayat-ayat dan hadis-hadis ekonomi syari‟ah, (Jakarta : Rajawali Pers, 2012), h. 88

(7)

bank karena sifatnya titipan. Akan tetapi, bank tidak dilarang jika ingin memberikan semacam bonus atau hadiah.9

2. Jenis-jenis Tabungan a. Tabungan wadi‟ah

1) Pengertian tabunganwadi‟ah

Tabunganwadi‟ah merupakantabungan yang dijalankan berdasarkan akad wadi‟ah,yakni titipan murni yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat sesuai dengan kehendak pemiliknya.Berkaitan dengan produk tabungan wadi‟ah, Bank syari‟ah menggunakan akadwadi‟ah yad adh dhamanah.Dalam hal ini, nasabah bertindak sebagai penitip yang memberikan hak kepada Bank Syari‟ah untuk menggunakan atau memanfaatkan uang atau barang titipannya, sedangkan Bank Syari‟ah bertindak sebagai pihak yang dititip dana atau barang yang disertai hak untuk menggunakan atau memanfaatkan dana atau barang tersebut.

Sebagi konsekuensinya, Bank bertanggung jawab terhadap keutuhan harta titipan tersebut serta mengembalikanya kapan saja pemiliknya menghendaki.Di sisi lain, Bank juga berhak sepenuhnya atas keuntungan dari hasil penggunaan atau pemanfaatan dana atau barang tersebut.

Mengingatwadi‟ah yad dhamanahini mempunyai implikasi hukum yang sama dengan qardh,maka nasabah penitip dan bank

9Muhammad Syafi‟i Antonio, Bank Syari‟ah Dari Praktek ke Teori, (Jakarta: Gema Insani,

(8)

tidak boleh saling menjanjikan untuk menghasilkan keuntungan harta tersebut. Namun demikian, Bank diperkenankan untuk memberikan bonus kepada pemilik harta selama tidak disyartkan dimuka. Dengan kata lain, pemberian bonus merupakan kebijakan Bank Syari‟ahsemata yang bersifat sukarela.10

2) Jenis-jenis wadi‟ah a) Wadi‟ah yad amanah

Yaitu akad titipan, dimana penerima titipan (custodian) adalah pemegang amanah (trustee). Apabila terjadi resiko kerugian atau kerusakan dari barang yang dititipkan, maka penjaga jaminan mesti tidak menganti rugi,kecuali sekiranya hal itu disebabkankelalaian dari penerima titipan. Aset titipan dari setiap pemilik mesti harus dipisahkan dan aset ini tidak boleh dimanfaatkan.

b) Wadi‟ah yad dhamanah

Yaitu akad titipan, dimana penerima titipan adalah sebagai pemegang amanah (trustee) sekaligus sebagai penjamin (guarantor) dari barang atau aset yang dititipkan. Oleh sebab itu, ia bertanggung jawab terhadap kerugian atau kerusakan yang terjadi pada aset tersebut. Dengan demikian aset yang dititipkan melalui prinsip ini membolehkan peneria titipan

10

Adiwarman A. Karim, Bank Islam Analisa Fiqih dan Keuangan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2014), h. 357-358

(9)

untuk memanfaatkan atau menggunakan untuk perniagaan selama aset tersebut berada pada kekuasaanya.11

3) Landasan hukum wadi‟ah

a) Dalam Al-Qur‟an (QS. Al-Baqarah: 283)



































































Artinya: “Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah

tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, Maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, Maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. dan barangsiapa yang menyembunyikannya, Maka Sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.

Al-Baqarah : 283)

b) Menurut sunnah

11

Hulwati, Ekonomi Islam Teori danPraktiknya dalamPerdagangan Obligasi Syari‟ah di

(10)

Artinya: Dari Abi Hurairah ia berkata Rasulullah SAW

bersabda, tunaikanlah amanah kepada orang yang mempercayakan (menitipkan) kepada dan janganlah engkau berkhianat kepada orang yang mengkhianati mu.(HR.Abu Dawud).

c) Ijma‟

Para toko ulama sepanjang zaman telah melakukan ijma‟(konsensus)terhadap legitimasi al‟ wadi‟ah karena kebutuhan manusia terhadap hal ini jelas terlihat, seprti dikutip oleh Dr. Azzuhaily dalam al-fiqh al-islam wa adillatuhudari

kitabal Mughni wa Syarh Kabir li Ibnu Qudhamah dan Mubsth li Imam Sarkhsy.12

d) Kaidah fiqih

Pada dasarnya, semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkanya.

4) Rukun dan syarat wadi‟ah a) Rukun wadi‟ah

1) Barang/uang yang diwadi‟ahkan dalam keadaan jelas dan baik.

2) Ada muwaddi‟ yang bertindak sebagai pemilik barang/ uang sekaligus yang menitipkannya/menyerahkan.

3) Ada mustawda‟ yang bertindak sebagai penerima simpanan atau yang memberikan pelayanan jasa.

(11)

4) Kemudian diakhiri dengan Ijab Qabul (Sighat), dalam perbankan biasanya ditandai dengan penanda tanganan tanda bukti penyimpanan.

b) Syarat wadi‟ah

1) Dua orang yang berakad (orang yang menitipkan dan yang menerima titipan), disyaratkan berakal, maka tidak sah wadi‟ah terhadap anak kecil dan orang gila.

2) Benda yang dititipkan disyaratkan berupa harta yang bisa diserahterimakan, maka tidak sah menitipkan burung yang ada di udara.

3) Shigat (ijab dan qabul), seperti” saya titipkan barang ini kepadamu”. Jawabanya “ saya terima”. Namun tidak diisyaratkan lafaz kabul, cukup dengan perbuatan menerima barang titipan, atau diam, maka diamnya sama dengan kabul sebagaimana dalam mu‟athah pada jual beli.13

b. Tabungan Mudharabah

1) Pengertian tabungan mudharabah

Yang dimaksud dengan tabungan mudharabah adalah tabungan yang dijalankan berdasarkan akad mudharabah.

Mudharabah mempunyai dua bentuk, yakni mudharabah mutlaqah

dan mudharabah muqayyadah, yang perbedaan utama di antara

13

Rozalinda, Fikih Ekonomi syariah Prinsip dan Implementasinya pada Sektor Keuangan

(12)

keduanya terletak pada ada atau tidaknya persyaratan yang diberikan pemilik dana kepada Bank sebagai pengelola hartanya. Dalam hal ini, Bank Syari‟ah bertindak sebagai mudharib (pengelola dana), sedangkan nasabah bertindak sebagai Shahibul

maal (pemilik dana).

Bank Syari‟ah sebagai kapasitas sebagi mudharib, mempunyai kuasa untuk melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syari‟ah serta mengembangkannya, termasuk melakukan akad mudharabah dengan pihak lain. Dalam mengelola dana tersebut, Bank tidak bertanggung jawab atas kerugian yang bukan disebabkan oleh kelalaiannya. Namun, apabila yang terjadi adalah mis managemen (salah urus), Bank bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut.

Dalam mengelola harta mudharabah, Bank menutup biaya operasional tabungan dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya.Di samping itu, Bank tidak diperkenankan mengurangi nisbah keuntungan nasabah penabung tanpa persetujuan yang bersangkutan.Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, PPH bagi hasil tabungan mudharabah dibebankan langsung ke rekening tabungan mudharabah pada saat perhitungan bagi hasil.14

(13)

2) Jenis-jenis mudharabah a) Mudharabah muthlaqah

Yang dimaksud dengan mudharabah muthlaqah adalah akad kerjasama antara shahibul maal dan mudharib tidak dibatasi denganspesifikasi jenis usaha, tempa dan waktu selagi dalam batas-batas yang dibenarkan oleh hukum syara‟.

b). Mudharabah muqayyadah

Yang dimaksud dengan Mudharabah muqayyadah adalah usaha kerja sama ini dalam perjanjianya akan dibatasi sesuai dengan kehendak sahibul maal, selagi dalam bentuk yang dihalalkan.15

3) Landasan hukum mudharabah

a) Dalam Al-Qur‟an (QS. Al-Muzammil: 20)

















Artinya: “Dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari

sebagian karunia Allah (QS. Al-Muzammil : 20)

b) Menurut sunnah

Artinya: Dari „Ala‟ bin Abdurrahman dari ayahnya dari kakeknya

bahwa „Utsman bin „Affan memberinya harta dengan cara qiradh yang dikelolanya, dengan ketentuan

(14)

keuntungan dibagi diantara mereka berdua. (HR. Imam

Malik).16

4) Rukun dan syarat mudharabah a) Rukun mudharabah

Rukun mudharabah menurut jumhur ulama dan Hanafiah adalah sebagai berikut.

1) Ijab dan qabul dengan menggunakan lafal yang menunjukan kepada arti mudharabah.

2) „aqidyaitu pemilik modal dan pengelola (amil dan mudharib). 3) Ma‟qud „alaih yaitu modal, tenaga (pekerjaan) dan keuntungan. b) Syarat mudharabah

1) Syarat yang berkaitan dengan „Aqid adalah „aqid baik pemilik modal maupun pengelola ( mudharib ) harus orang yang memiliki kecakapan untuk memberikan kuasa dan melaksanakan wakalah.

2) Syarat yang berkaitan dengan modal adalah harus berupa uang tunai, seperti dinar, dirham, rupiah atau dolar dan sebagainya. Sebagaimana halnya yang berlaku dalam syirkah inan. Apa bila modal berbentuk barang, baik tetap maupun bergerak, menurut jumhur ulama mudharabah tidak sah.

Syarat yang berkaitan dengan keuntungan harus merupakan bagian yang dimiliki bersama dengan pembagian secara nisbah atau persentase.17

(15)

3. Tujuan dan Manfaat Tabungan a. Tujan tabungan

Tujuan Tabungan antara lain :

1) Menaikkan minat masyarakat untuk menjadi nasabah bank dengan memberikan kepercayaan kepada bank untuk mengelola dananya. 2) Meningkatkan pelayanan kepada nasabah bank dalam hal ini

nasabah tabungan dengan berbagai fasilitas transaksi yang bisa dilakukan seperti penyetoran, penarikan, pemindahbukuan dan pelayanan lainnya.

3) Mengantisipasikan persaingan antar bank.

4) Dengan banyaknya produk tabungan yang ditawarkan oleh berbagai bank di Indonesia, maka diciptakan produk yang diharapkan dapat ikut bersaing dalam menghimpun dana masyarakat. Dengan menawarkan fasilitas online, kartu ATM, dan lain-lain. Fasilitas-fasilitas terssebut diharapkan dapat menarik minat nasabah baru dan mempertahankan nasabah lama agar tidak pindah ke bank lain.

b. Manfaat Tabungan

1) Manfaat tabungan bagi nasabah

a) Terjamin keamanannya karena dengan menyimpan uang di bank keamanan akan uang terjamin.

17 Ibid., h. 370-375

(16)

b) Akan mendapatkan bunga atau bagi hasil dengan menyimpan uang di bank.

c) Dapat terhindar dari pemakaian uang secara terus-menerus. d) Adanya kepastian saat penarikan uang, karena dapat dilakukan

setiap saat dimana saja dan tidak dikenakan biaya administrasi dengan fasilitas ATM.

2) Manfaat tabungan bagi Bank:

a) Sebagai salah satu sumber dana bagi bank yang bersangkutan dan dapat digunakan sebagai penunjang operasional bank dalam memperoleh keuntungan atau laba.

b) Sebagai penunjang untuk menarik nasabah dalam rangka menggunakan fasilitas produk-produk lainnya.

c) Untuk membantu program pemerintah dalam rangka pertumbuhan ekonomi.

d) Meningkatkan kesadaran bagi masyarakat untuk menyimpan dananya di bank.18

18

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :