3.1. Sejarah Kebab Turki Baba Rafi
Kebab Turki Baba Rafi merupakan salah satu anak perusahaan Baba Rafi Indonesia dengan founder Bapak Hendy Setiono. Kebab merupakan salah satu product unggulan dari perusahaan ini. Berdiri 3 tahun yang lalu di kota Surabaya, perusahaan menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga bisnis seperti The Bridge (sebagai konsultan franchise & bisnis), Universal InfoXcommindo (sebagai Management System Development) dan Chimera (sebagai Management Marketing System) menjadikan perusahaan ini tumbuh pesat dalam kurun waktu pengembangan 1 tahun, Terbukti dengan adanya lebih dari 30 cabang franchisee yang tersebar diseluruh kota di Indonesia.
Kebab makanan khas Timur Tengah dengan komposisi daging panggang yang lezat, sayuran segar dan saus mayonaise istimewa yang diracik secara khusus dalam gulungan tortilla.
Data-data Kebab Turki Baba Rafi
Badan Hukum : PT. Baba Rafi Indonesia
Pemilik saham : Hendy Setiono
Mulai beroperasi : 2003
Kantor pusat : Jl. Semolowaru Elok I/17 Surabaya
Jumlah outlet : 24 counter ( akhir 2005 )
Fasilitas-fasilitas yang didapatkan adalah sebagai berikut:
• Satu Unit Counter
• Alat Burner Kebab
• Paket perlengkapan counter lengkap
• Paket promosi usaha ( Neon Box, Banner, Flyer, dll )
• Freezer Box
• Bahan baku produksi pemakaian rutin
• System operasional yang sudah terbukti
• Training Karyawan
• Quality Control dan maintenance
• Asistensi survey lokasi
• Manual Book (Standart Operational Procedure)
Segmentasi dan Target Kebab Turki Baba Rafi:
Taget pasar dari produk Kebab Turki Baba Rafi adalah kalangan bawah, menengah dan atas. Kebanyakan customer dari kalangan mahasiswa dan keluarga.
Target bisnis dari Kebab Turki Baba Rafi adalah membentuk ‘brand Charism’ sehingga menjadi product dan bisnis yang dikenal, disukai, dan dibanggakan.
Target ekspansi bisnis Kebab Turki Baba Rafi adalah seluruh kawasan kota besar di Indonesia.
Dalam menjalankan usaha ini Kebab Turki memiliki dua competitor diantaranya:
Donner Kebab
Abra Kebab
Tipe-tipe outlet yang disediakan oleh Kebab Turki Baba Rafi Type A1 : Konsep Outdoor ( Gerobak )
Investasi Total = Rp. 35.000.000
Type A2 : Konsep Outdoor ( Booth ) Investasi Total = Rp. 50.000.000
Type B : Konsep Indoor (Shoping Centre, Plaza / Mall) Investasi Total = Rp. 65.000.000
0
Cabang-cabang Kebab Turki Baba Rafi
Cabang Lokasi Jenis
Cabang -1 Jl. Nginden Semolo 55 Surabaya Own Outlet Cabang -2 Jl. Tenggilis Mejoyo ( Ubaya) Surabaya Own Outlet
Cabang -3
Jl. Nginden Semolo 23 Surabaya Own Outlet
Cabang -4 Jl. Dharmahusada Indah Utara (Swalayan
Montana) Own Outlet
Cabang -5 Jl. Kertajaya Indah (Klampis) Surabaya Own Outlet Cabang -6 Jl. Demak (Swalayan IBM) Surabaya Franchise Outlet
Cabang -7 Jl. Raya Wiyung Surabaya Surabaya
Franchise Outlet Cabang -8 Jl. Siwalankerto Surabaya (UK. Petra) Franchise Outlet
Cabang -9 Jl. Raya Arjuno Surabaya (Primagama
Arjuno) Franchise Outlet
Canang -10 Jl. Diponegoro Surabaya (Apotik Satya
Farma) Franchise Outlet
Cabang - 11 Jl. Rungkut Asri Timur Surabaya (Apotek
Cahaya) Franchise Outlet
Cabang -12 Jl. Raya Taman Asri 36 pondok Chandra Franchise Outlet
Cabang -13 Jl. Karang Menjangan (RM TASTY)
Surabaya Franchise Outlet
Cabang -14 Jl. Raya Kendangsari (Toko Buku)
Surabaya Franchise Outlet
Cabang -15 Jl. Kupang Jaya (Swalayan Budget)
Surabaya Franchise Outlet
Cabang -16 Jl. Ngagel Jaya Selatan (KEMS) Surabaya Franchise Outlet Cabang -17 Jl. Menanggal (INDOMARET) Surabaya Franchise Outlet Cabang -18 Jl. Darmo Indah (ULTRA DISK) Surabaya Franchise Outlet
Cabang -19 Jl. Proklamasi 40 Gresik Franchise Outlet Cabang -20 Jl. Raya Thamrin Sidoarjo (Toys Town) Franchise Outlet Cabang -21 GIANT SunCity Mall Sidoarjo (Indoor) Franchise Outlet Cabang -22 Jl. Raya Tlogo Mas (Alfamart) Malang Franchise Outlet
Cabang -23 Jl. Tanggulangin (Jamrud Collection)
Sidoarjo Franchise Outlet
Cabang -24 Perum Gresik Kota Baru (Toko Rima )
Gresik Franchise Outlet
Cabang -25 Taman Gapura CitraLand Surabaya Franchise Outlet
Cabang -26 Mal SKA Pekanbaru Menyusul
Head Office:
Jl. Semolowaru Elok I/17 Surabaya – Jatim
Phone: 031-70641912 / 081-23580791 Fax: 031-5949112
Email: [email protected] Website: www.babarafi.com
3.2. Kegiatan dan Platform Usaha Kebab Turki Baba Rafi.
3.2.1. Hal-hal yang Menyebabkan Kebab Turki Baba Rafi Layak untuk Dijalankan
• Inovasi baru Kebab Turki baba Rafi
• Belum banyak kompetitor
• Start up cost relatif terjangkau
• Pangsa pasar yang terus tumbuh
• Produk kebab cepat saji, bergizi dan lezat
• Bahan baku relatif murah, mudah didapat dan disupply rutin
• Royalty fee yang kecil = 5 % dari Omset
• Proyeksi BEP Investment cepat, 11 bulan
• Dalam jangka waktu 1 tahun telah berdiri 25 Outlet
• Sistem telah teruji dan mudah untuk diaplikasikan
Fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk menjalankan usaha ini adalah:
• Lokasi berada di tempat strategis (Sewa) : ex : daerah kampus, komplek perumahan, pusat perbelanjaan, mall, dll.
• Luas tempat ukuran 2 x 2 m,
• Tenaga pelaksana yang memenuhi kualifikasi yang akan ditraining oleh team management Kebab Turki Baba Rafi
• Transportasi Lokal ( Sepeda Motor ) * Bisa Kredit
3.2.2. Franchisee
Alasan-alasan mengapa franchisee memilih franchise ini yaitu:
Average ROI : 75 %
Average Pay Back Period : 16 bulan
Masa Kerja sama : 5 Tahun
Royalty fee paling kecil : 5 % dari omset
Support system telah teruji dan paling lengkap :
Pre Opening : open counter, perlengkapan, survey lokasi HRD : recruitment pegawai, training
Operation : controlling, stockist, financial software
Peranan-peranan franchisee antara lain:
Mengajukan usulan lokasi tempat
Melakukan pengawasan secara menyeluruh atas peralatan, disiplin karyawan, dan kebersihan outlet
Melakukan pembelian bahan baku sesuai standart Kebab Turki Baba Rafi
Bertanggung jawab atas hasil penjualan
Secara terus menerus memberikan support kepada karyawan dalam tugas sehari – hari
Bertanggung jawab atas biaya sewa tempat / lokasi
Melakukan promosi ± radius 1 km dari outlet Syarat-syarat menjadi franchisee antara lain:
1. Menyukai jenis bisnis / usaha ini
2. Bersedia untuk bekerja keras dan berperan aktif dalam mengoperasikan bisnis Kebab Turki Baba Rafi
3. Berkomitmen untuk mematuhi standarisasi bisnis Kebab Turki Baba Rafi 4. Berkomitmen untuk ikut mengembangkan brand / merek Kebab Turki
Baba Rafi
5. Memahami keuntungan dan resiko bergabung dengan bisnis Kebab Turki Baba Rafi
6. Pernah mengunjungi gerai atau menjadi pelanggan Kebab Turki Baba Rafi 7. Memiliki investasi dana yang cukup
Enam langkah menjadi franchisee diantaranya:
Franchisee mengisi formulir aplikasi (data dan seleksi calon franchisee)
Presentasi general bisnis
Penandatangan kerahasiaan bisnis dan pembayaran komitment fee sebesar Rp 5 juta (apabila agreement bisnis ditandatangani maka akan dipotong dari nilai franchise fee)
Survey lokasi
Tanya jawab seputar franchise
Sign franchise agreement
Setelah KTBR menyetujui lokasi yang diusulkan, calon franchisee akan menerima:
Draft perjanjian waralaba
Estimasi biaya fit out lokasi yang bersangkutan
Estimasi time frame hingga opening
Proyeksi perhitungan BEP
Time Frame Pasca Opening
Minggu 1 : Sign perjanjian waralaba
Minggu 2 : franchisee bayar 70 % biaya franchise (minus comitment fee)
Minggu 3 : Grand Opening
Minggu 4 : Franchisee membayar sisa biaya franchise
3.2.3. Analisa Keuangan Tiap Outlet.
3.2.3.1. Analisa Keuangan Konsep Outdoor (Type A1)
Investasi awal : Rp 35.000.000,-
Pemasukan
Omset rata-rata / hari : Rp 340.000,- Omset rata – rata / bulan (30 hari) : Rp 10.200.000,-
Pengeluaran
Pemakaian bahan ( 46 %) : Rp 4.740.000,- Komisi dan gaji pegawai ( 8 % ) : Rp 714.000,- Sewa tempat dan Operasional (10 %): Rp 1.020.000,- Penyusutan barang ( 3 %) : Rp 204.000,- Royalty Fee Fixed ( 5%) : Rp 500.000,- Nett Profit / bulan (30 %) : Rp 3.022.000,-
Break Event Point (BEP) 11 Bulan
3.2.3.2. Analisa Keuangan Konsep Outdoor (Type A2)
Investasi awal : Rp 50.000.000,-
Pemasukan
Omset rata-rata / hari : Rp 350.000,- Omset rata – rata / bulan (30 hari) : Rp 10.500.000,-
Pengeluaran
Pemakaian bahan ( 45 %) : Rp 4.725.000,- Komisi dan gaji pegawai (8 %) : Rp 840.000,- Sewa dan Operasional (10 %) : Rp 1.050.000,-
Penyusutan barang ( 2 %) : Rp 210.000,- Royalty Fixed ( 5%) : Rp 500.000,- Nett Profit / bulan (30 %) : Rp 3.175.000,-
Break Event Point (BEP) 15 Bulan
3.2.3.3. Analisa Keuangan Konsep Indoor (Type B)
Investasi awal : Rp 65.000.000,-
Pemasukan
Omset rata-rata / hari : Rp 600.000,- Omset rata – rata / bulan (30 Hari) : Rp 18.000.000,-
Pengeluaran
Pemakaian bahan ( 42 %) : Rp 7.560.000,- Sewa Tempat & Gaji Pegawai (28 %) : Rp 5.040.000,- Penyusutan barang ( 2 %) : Rp 360.000,- Royalty Fixed ( 5%) : Rp 900.000 ,- Nett Profit / bulan (25 %) : Rp 4.140.000,-
Break Event Point (BEP) 15 Bulan
3.2.4. Kebijakan-Kebijakan 3.2.4.1. Kebijakan HRD
Karyawan berasal dari Kantor Pusat atau rekomendasi dari franchisee dengan persetujuan Kantor Pusat yang telah melalui proses training sesuai dengan standart Kebab Turki Baba Rafi
KTBR melakukan mutasi dan pemecatan terhadap karyawan tertentu atas persetujuan dari franchisee
Sistem gaji yang diterapkan pada karyawan adalah dengan sistem prosentase / komisi
Gaji karyawan dibayarkan oleh franchisee
Sistem bagi hasil untuk gaji karyawan sesuai dengan ketentuan Kebab Turki Baba Rafi yang tertuang dalam Standart Operating Procedure (SOP) dengan sistem prosentase
THR diberikan sesuai dengan ketentuan Kebab Turki Baba Rafi yang tertuang dalam Standart Operating Procedure (SOP)
Secara acak Kantor Pusat akan melakukan audit HRD. Pengenaan denda hingga penghentian perjanjian waralaba akan dilakukan terhadap franchisee yang melanggar kebijakan HRD Kebab Turki Baba Rafi
3.2.4.2. Kebijakan Operasional Kebab Turki Baba Rafi
Jam operasional 10.00 – 22.00
Libur Karyawan satu hari dalam satu minggu
Dikenakan sanksi jika libur melebihi waktu yang diberikan dan melakukan kesalahan operasional
Pemberian bonus bagi karyawan jika omset melebihi nilai rata – rata omset harian
Pencatatan penjualan harian dan bulanan dengan software maupun dengan form bisnis Kebab Turki Baba Rafi
Seragam kerja harian standart Kebab Turki Baba Rafi
3.2.4.3. Kebijakan Bahan Baku
Bahan baku utama disupply oleh master franchise / Kantor Pusat Kebab Turki baba Rafi
Bahan baku lokal / pendukung lainnya dapat diperoleh dari supplier KTBR sesuai dengan ketentuan Kebab Turki Baba Rafi
Kantor Pusat menyediakan Stok bahan baku awal
Secara acak Kantor Pusat akan melakukan audit bahan baku, pengenaan denda atau penghentian perjanjian waralaba akan dilakukan terhadap franchisee yang melanggar standart bahan baku Kebab Turki Baba Rafi
3.2.5. Resiko Bisnis bagi Franchisee
Calon franchisee hendaknya menyadari bahwa semua bisnis ada resikonya
Tugas PT. Baba rafi Indonesia adalah meminimalisir tingkat resiko yang mungkin terjadi dengan cara :
• Membantu memilih lokasi yang tepat
• Merekrut karyawan sesuai standart
• Memastikan management outlet yang baik
• Mengaplikasikan fraud prevention system
• Menjalankan program promosi baik skala lokal (oleh master franchisee) maupun skala nasional (oleh Kebab Turki Baba Rafi )
3.2.6. Peranan-Peranan Kebab Turki Baba Rafi
Menyediakan training karyawan
Menjamin bahwa karyawan diatas siap kerja dan memenuhi standart keahlian Kebab Turki Baba Rafi
Menyediakan Initial Investment yang dibutuhkan dalam bisnis Kebab Turki Baba Rafi
Menyediakan kelengkapan bisnis Kebab Turki Baba Rafi
Menyediakan stock bahan baku utama
Melaksanakan training secara berkala, baik di training center maupun di cabang
Melakukan audit finansial seluruh cabang
Melakukan perubahan harga jual ke konsumen
Melakukan kegiatan promosi nasional
3.2.7. Garis Besar Fungsi Kerja Harian
Jaringan supplier
Management
Gudang (Daily service) Finance
Quality
assurance HRD
Franchisee
Legend
Fungsi reporting Fungsi education Fungsi auditing Fungsi Coordination
PROCEDURE KERJASAMA DENGAN SUPPLIER Revisi A.1 SOP 1001
Dalam hal kerjasama dengan supplier maka yang terkait disini adalah daily service, QA dan finance. Adapun procedure adalah sebagai berikut :
1. Supplier adalah lembaga badan hukum yang ditunjuk sebagai bagian yang bertugas mensupply bahan baku tertentu sesuai dengan kebutuhan Kebab Turki Baba Rafi 2. Mekanisme recruitment partnership supplier adalah melalui mekanisme tender 3. Pengumuman tender dilakukan publikasi melalui media Koran yang terkemuka di
wilayah tersebut.
4. Jika tidak terdapat supplier di daerah tersebut maka dalam waktu 1 minggu berikutnya dilakukan mekanisme tender untuk daerah satu atau dua kota di sekitar kota yang terdapat franchisee Kebab Turki Baba Rafi
5. Setelah didapatkan supplier local untuk daerah franchise maka dilakukan procedure teknis
6. Procedure teknis akan diamanahkan pada master franchise masing-masing wilayah 7. Pihak daily service memberikan copy form stock bahan baku (2) di gudang kepada
pihak finance, disertai dengan form pengajuan pembelian bahan baku (2) untuk stock gudang.
8. Setelah mendapat approval dari finance pihak daily service melakukan pembelian bahan baku ke supplier
9. Pihak finance wajib memberikan approval selambat-lambatnya 24 jam setelah form pengajuan pembelian bahan baku untuk stock pusat diserahkan kepada pihak finance.
10. Setelah melakukan pembelian bahan baku, pihak daily service wajib memberikan copy daftar stock bahan baku yang telah di update
11. Form-form yang digunakan wajib diolah untuk bisa di laporkan dalam rapat mingguan COO
12. Pihak QA akan melakukan audit mingguan terhadap stock bahan baku yang ada sesuai dengan form-form yang telah direportkan
13. Hasil audit akan dibandingkan dengan data yang dimiliki finance.
14. Jika terdapat kesalahan dalam jumlah stock (dibawah toleransi yang telah
PROCEDURE PENJUALAN BAHAN BAKU KE FRANCHISEE Revisi A.1 SOP 1002 Dalam hal pembelanjaan dari supplier daging kebab & Tortilla maka yang terkait disini adalah daily service dan finance. Adapun procedure adalah sebagai berikut :
1. Franchisee mengisi form pembelian bahan baku
2. Form penjualan bahan baku (4) yang sudah terisi diserahkan ke bagian finance 3. Pihak finance akan mengkalkulasi besarnya biaya pembelian bahan baku dan
selanjutnya menyerahkan kembali ke pihak franchisee
4. Setelah franchisee memberikan approval maka pihak finance menyerahkan copy form pembelian bahan baku kepada pihak daily service
5. Pihak daily service menyediakan bahan baku yang dibeli oleh franchisee sesuai dengan form yang diberikan
6. copy penjualan bahan baku menjadi dokumen milik daily service 7. Pihak daily service wajib mengupdate stock bahan baku perusahaan
8. Pihak finance wajib mendokumentasikan data-data dan meng-update data keuangan perusahaan
9. Dalam audit mingguan, data dari finance dan dari daily service akan diaudit olah QA
10. Kesalahan yang terjadi setelah audit dilakukan maka yang bertanggung jawab akan dikenai SP 1
11. Pihak HRD akan mencatat setiap pelanggaran yang terjadi
PROCEDURE DISTRIBUSI BAHAN BAKU Revisi A.1 SOP 1003 Dalam hal distribusi bahan baku maka yang terkait disini adalah daily service dan finance.
Adapun procedure adalah sebagai berikut :
1. Pembelian bahan baku tidak langsung dapat dilakukan franchisee dalam kota maupun luar kota
2. Untuk yang dalam kota (Surabaya),franchisee wajib menginformasikan kepada pusat selambat-lambatnya selambat-lambatnya 24 jam sebelum pengiriman bahan baku (pengiriman bahan baku untuk dalam kota dilayani untuk hari Selasa dan jumat).Pengiriman bahan baku dalam kota, franchisee akan dikenai charge biaya transportasi sebesar Rp 7.000,- setiap pengiriman.
3. Pengiriman bahan baku untuk wilayah luar kota akan pusat akan mengirim bahan baku melalui agent transportasi yang telah tunjuk oleh pusat
4. Untuk franchisee luar kota maka akan dikoordinir oleh master franchise wilayah yang telah ditunjuk. Waktu pengiriman bahan baku luar kota akan disesuaikan dengan jarak wilayah daerah yang dituju.
5. Informasi yang diberikan (untuk pembelian bahan baku) bisa dilakukan melalui telepon, atau sms
6. Pihak daily service akan berkoordinasi dengan finance dalam melakukan distribusi bahan baku
7. Pihak finance akan mendokumentasikan semua form (form dari ekspedisi, form charge distribusi) yang dipakai dalam proses distribusi bahan baku
PROCEDURE CONTROL (AUDIT) BAHAN BAKU Revisi A.1 SOP 1005 Dari data-data yang diperoleh dari financial department (form penjualan franchisee, form pembelian bahan baku) dan dari Daily service (form stock bahan baku), serta dari data audit yang dilakukan department Qualiti assurance sendiri maka department QA akan melakukan fungsi control terhadap sirkulasi bahan baku, adapun procedurnya adalah sebagai berikut :
1. Olah data-data yang telah diperoleh, dan temukan correlasi antara data yang satu dengan data yang lain
2. Control bahan baku dilakukan setiap bulan sekali
3. Waktu pengerjaan yang dibutuhkan dalam pengolahan bahan baku adalah 2 jam untuk setiap franchisee
4. Tulis resume pada form resume audit sirkulasi bahan baku 5. Buat report dengan format ppt untuk semua franchisee
6. pembahasan report control bahan baku akan dibahas ditataran management untuk dapat diambil suatu keputusan.
3.3. Struktur Organisasi Kebab Turki Baba Rafi
Chief Executive Officer (CEO)
Networking Expansion
Chief Marketing Officer (CMO) Organizing
Operational Chief Operation Officer (COO)
Marketing
Daily Service Manager Quality Assurance
Manager Finance Manager
HRD Manager
Job Description:
1. Perekrutan karyawan 2. Training karyawan 3. Penilaian harian karyawan 4. Housing karyawan 5. Masalah pemecatan 6. Pemberian reward 7. Grade karyawan 8. Improvement karyawan 9. IT handling
Job Description : 1. Menyusun laporan keuangan dari marketing 2. Menyusun laporan keuangan dari franchise fee
3. Menyusun keuangan dari hasil penjualan bahan baku & distribusinya 4. Alokasi keuangan buat promosi dan stock bahan baku serta kelengkapan sarana kebab 5. Membuat grafik bulanan keuangan
Job Description:
1. Melakukan audit system management pusat setiap 1 minggu sekali 2. Melakukan audit system master franchise (setahun 2 kali)
3. Melakukan audit outlet pusat (2 minggu sekali) 4. Menjaring pendapat pelanggan 5. Standarisasi rasa dan kualitas product 6. Kontrol bahan baku harian 7. Audit setiap proses operasional
Job Description : 1. Melayani penjualan harian dari franchisee 2. Menyediakan stock gudang 3. Distribusi bahan baku 4. Mempersiapkan stock outlet mandiri 5. Melakukan program promosi local (ex:Voucher,dll) 6. Mempersiapkan sarana bisnis kebab (ex:Rombong,dll)
PROCEDURE HOUSING KARYAWAN Revisi A.1 SOP 1006 1. Setiap franchisee wajib menyediakan fasilitas housing kepada setiap karyawannya 2. Range biaya yang diperlukan antara Rp 150.000 sampai dengan Rp 200.000,-
perbulannya.
3. Lokasi housing karyawan bisa merupakan rekomendasi dari management Kebab Turki Baba Rafi
4. Lokasi housing hendaknya relative dekat ( kurang lebih radius 1 km) dengan lokasi usaha maupun gudang penyimpanan bahan baku
5. Setiap karyawan wajib menjaga kebersihan lokasi tempat tinggalnya
6. Franchisee diharapkan melakukan audit kebersihan dengan waktu secara acak pada lokasi tempat tinggal karyawannya
3.4. Visi dan Misi Kebab Turki Baba Rafi
Bagi karyawan : menjadikan karyawan merasa memiliki bisnis Kebab Turki baba Rafi melalui suasana kekeluargaan dan dengan sistim bagi hasil yang adil.
Bagi franchisee : Menjadikan Kebab Turki Baba Rafi sebagai sarana investasi yang menguntungkan dan membanggakan.
Bagi pelanggan : menjadikan Kebab Turki Baba Rafi menjadi sebagai alternatif makanan pilihan dengan rasa yang lezat dan harga terjangkau.
3.5. Keterkaitan Fakta dengan Studi Kasus
Adapun keterkaitan fakta dengan studi kasus yang penulis pelajari saat ini adalah Kebab Turki dalam menjalankan usaha ini tidak terhindar dari persaingan.
Baik dengan makanan sejenis maupun makanan yang tidak sejenis. Pada masing- masing counter di sisi kiri dan kanannya terdapat pesaing makanan sejenis maupun makanan tidak sejenis. Hal ini dapat memberikan pengaruh terhadap penjualan di counter-counter Kebab Turki Baba Rafi.