21 BAB III
METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara tunjuk langsung atau sengaja (Purposive Sampling) yaitu di Desa Sukapura Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo sebagai salah satu daerah sentra penghasil sayuran (khususnya kentang) yang terletak pada daerah pegunungan dan merupakan salah satu daerah penghasil kentang di Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 - November 2020.
1.2 Metode Pengambilan Sampel
Jumlah petani kentang dari Desa Sukapura Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo berjumlah 118 orang petani di ambil sampel untuk kegitan penelitian menggunakan metode Simple Random Sampling (simpel acak sederhana). Sesuai dengan populasi tersebut maka penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin (3-1) sebagai berikut.
Penentuan jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut:
n = N 1 + N × e² = 118 1 + 118 × (0.14²) = 118
1 + (118 × 0.0196)
= 186 1 + 2.3128
= 118 3.3128
= 35,620 = 36 responden
Keterangan:
n: Jumlah sampel N: Jumlah populasi
e: Batas toleransi kesalahan (error tolerance)
Jumlah sampel yang dibutuhkan sebanyak 36 petani sesuai dengan hasil rumus Slovin. Penarikan responden untuk lembaga pemasaran dilakukan dengan metode snowball sampling (bola salju) dimana sampel pertama menentukan sampel yang kedua dan begitu seterusnya. Sampel pertama memberi petunjuk kepada peneliti untuk mengambil sampel berikutnya. Dengan metode ini aliran komoditi kentang dari petani ke konsumen dapat di ketahui rantai pemasaran kentang yang terbentuk dan dapat di identifikasi secara rill.
1.3 Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan data primer sebagai berikut:
1. Data primer diperoleh melalui pengamatan dan wawancara secara langsung (observasi menggunakan daftar pertanyaan kepada pelaku dalam pola saluran pemasaran kentang yaitu petani, tengkulak, ataupun wawancara pengepul Desa.
Data primer yang dibutuhkan antara lain yaitu, jumlah hasil panen kentang, harga kentang, serta biaya pemasaran. Data primer digunakan untuk menganalisis, 1) Saluran pemasaran, 2) Nilai margin pemasaran, 3) Nilai farmer’s share pemasaran kentang, dan 4) Sistem Pembayaran yang digunakan pada setiap saluran pemasaran. Pengamatan secara langsung atau observasi juga dilakukan terhadap kegiatan pemasaran kentang.
a. Observasi
Pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan yang dilakukan secara sistematis terhadap unsur – unsur dalam obyek penelitian.
Pengukuran variabel atau operasional dilakukan untuk dengan menguji data yang di peroleh dari pelaku pemasaran tersebut, diukur dengan satuan tertentu agar peneliti dapat menyelesaikan permasalahan dengan tepat dan benar, peneliti memfokuskan pada hal – hal sebagai berikut :
1. Petani sampel adalah petani yang mengusahakan tanaman kentang granola.
2. Kentang granola kualitas AB adalah kentang yang memiliki ukuran diameter lebih dari 6 cm.
3. Kentang granola kualitas DN adalah kentang yang memiliki diameter antara 3,5 hingga 6 cm.
4. Kentang kualitas rindil adalah kentang yang memiliki ukuran diameter lebih kecil dari 3,5 cm.
5. Lembaga pemasaran kentang granola adalah badan atau perantara yang melakukan fungsi pemasaran untuk mendistribusikan kentang granoloa dari petani ke konsumen.
6. Pedagang tengkulak kecamatan adalah lembaga yang melakukan transaksi jual beli kentang granola kemudian dijual kepada pedagang besar kecamatan.
7. Pedagang besar kecamatan adalah lembaga yang melakukan transaksi kentang granola dari tengkulak kemudian dijual kepada pengecer dan kepada pedagang besar luar kota.
8. Pedagang pengecer adalah pedagang yang membeli kentang dari lembaga pemasaran sebelumnya, kemudian menjualnya langsung kepada konsumen.
9. Konsumen adalah orang yang membeli kentang untuk dikonsumsi sesuai dengan tingkat kebutuhan.
10. Biaya pemasaran adalah semua biaya yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran untuk kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Biaya pemasaran kentang granola diukur dengan menjumlah seluruh biaya pemasaran tiap lembaga pemasaran yang terlibat dalam saluran pemasaran kentang dan dinyatakan dalam rupiah (Rp).
11. Keuntungan pemasaran adalah selisih antara harga jual dengan harga beli dan biaya pemasaran yang diterima oleh suatu lembaga pemasaran. Keuntungan pemasaran kentang granola diukur dengan menjumlah keuntungkan pemasaran yang diperoleh tiap lembaga pemasaran yang terlibat dalam saluran pemasaran kentang dan dinyatakan dalam rupiah (Rp).
12. Harga jual adalah harga yang diukur dengan menggunakan satuan rupiah per kilogram (Rp/Kg).
13. Jumlah produksi kentang adalah hasil petani yang dijual kepada pembeli dengan dihitung menggunakan satuan (Kg).
14. Margin pemasaran adalah perbedaan antara berapa yang dibayarkan oleh konsumen dan berapa yang diterima oleh petani untuk produk pertaniannya.
Margin pemasaran diukur dengan membandingkan harga kentang di tingkat konsumen dengan harga ditingkat petani dan dinyatakan dalam bentuk (Rp/Kg).
15. Share adalah salah satu indicator untuk mengetahui efisiensi pemasaran.
Farmer’s share diukur dengan membandingkan antara yang diterima oleh petani dengan harga yang dibayarkan oleh konsumen dikalikan 100%. Nilai Farmer’s share dinyatakan dalam bentuk (%).
16. Efisiensi pemasaran kentang secara ekonomis diukur dengan melihat margin pemasaran dan bagian yang diterima petani (Farmer’s share). Semakin kecil nilai margin pemasaran, maka pemasaran semakin efisien. Selain itu, pemasaran kentang dapat dikatakan efisien sevcara ekonomis apabila bagian yang diterima petani (Farmer’s share) nilainya lebih dari 50 %.
3.5 Metode Analisis Data 3.5.1 Analisis Deskriptif
Analisis yang dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian yang pertama dengan mendeskripsikan saluran pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode analisis data deskriptif. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui saluran pemasaran dan lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran kentang dari
petani sampai ke konsumen akhir. Data yang diperoleh berupa kata – kata dan berasal dari sampel orang atau penduduk yang diminta menjawab petanyaan maka biasanya data yang diperoleh dituangkan ke dalam catatan lapang atau kuesioner.
3.5.2 Analisis Kuantitatif
Analisis yang dilakukan untuk menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui. Analisis ini untuk menjawab tujuan penelitian yang kedua yaitu untuk mengetahui saluran pemasaran yang efisien, dengan rumus sebagai berikut :
1. Margin pemasaran
Margin pemasaran adalah perbedaan harga yang dibayar konsumen dengan harga yang diterima petani. Marjin pemasaran dapat ditinjau dari dua sisi, yaitu sudut pandang harga dan biaya pemasaran. Analisis pemasaran yang sering digunakan konsep margin pemasaran yang dipandang dari sisi harga. Menganalisis margin pemasaran dalam penelitian ini, data harga yang digunakan adalah harga di tingkat petani dan harga di tingkat lembaga pemasaran, sehingga dalam perhitungan margin pemasaran digunakan rumus:
MP = Pr – Pf Keterangan:
MP: Margin pemasaran (Rp/Kg)
Pr : Harga kentang di tingkat pengecer (Rp) Pf : Harga kentang di tingkat petani (Rp) Pengambilan keputusan:
Jika Pf > MP, maka pemasaran kentang efisien Jika Pf < MP, maka pemasaran kentang tidak efisien Jika Pf = MP, maka pemasaran kentang efisien
2. Distribusi margin
Distribusi margin merupakan pembagian antara semua komponen biaya yang dikeluarkan dalam proses memasarkan suatu komoditas pertanian tertentu dan bagian keuntungan dari lembaga pemasaran yang keluarkan untuk melakukan kegiatan pemasaran. Distribusi margin dapat diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Bagian biaya untuk melaksanakan fungsi pemasaran ke-i oleh lembaga pemasaran ke-j adalah:
𝑆𝐵𝑖𝑗 = 𝑐𝑖𝑗
(Pr − 𝑃𝑓) × 100%
Sedangkan keuntungan lembaga pemasaran ke-j:
𝑆𝑘𝑗 = 𝑝𝑖𝑗
(𝑃𝑟 − 𝑃𝑓)× 100%
Keterangan:
Sbij: Bagian biaya untuk melaksanakan fungsi pemasaran ke-i oleh lembaga ke-j.
Ci : Biaya untuk melaksanakan fungsi pemasaran ke-i oleh lembaga pemasaran ke-j.
Pr : Harga kentang di tingkat pengecer (Rp/kg) Pf : Harga kentang di tingkat petani (Rp/kg)
Skj : Bagian keuntungan lembaga pemasaran ke-j (kg) Pij : Keuntungan lembaga pemasaran ke-j (kg)
3. Share
Share adalah perbandingan semua komponen pemasaran (keuntungan dan biaya) yang diperoleh setiap lembaga pemasaran yang terdapat didalam saluran pemasaran dengan harga jual ditingkat pengecer kemudian dikalikan 100%
(Sudiyono, 2001). Farmer’s Share (bagian yang diterima petani) merupakan perbandingan antara harga yang diterima petani dengan harga yang dibayar oleh konsumen. Farmer’s share dapat dihitung dengan mengguakan rumus:
𝐹𝑠 = 𝑃𝑓
𝑃𝑟 × 100%
Keuntungan :
Fs: farmer’s share yang diterima petani (%) Pf: Harga kentang tingkat petani (Rp/Kg)
Pr: Harga kentang pada tingkat pengecer (Rp/Kg)