• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA YANG MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DAN TANPA MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA MATERI POKOK SISTEM RESPIRASI MANUSIA DI KELAS XI SMA NEGERI 11 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA YANG MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DAN TANPA MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA MATERI POKOK SISTEM RESPIRASI MANUSIA DI KELAS XI SMA NEGERI 11 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA YANG MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DAN TANPA MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DALAM

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA MATERI POKOK SISTEM RESPIRASI MANUSIA DI KELAS XI SMA

NEGERI 11 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Oleh :

Latifah Rahman Nurfazriah NIM. 4113141043

Program Studi Pendidikan Biologi

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iii

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA YANG MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DAN TANPA MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DALAM

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA MATERI POKOK SISTEM RESPIRASI MANUSIA DI KELAS XI SMA

NEGERI 11 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Latifah Rahman Nurfazriah NIM : 4113141043

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang Perbandingan Hasil Belajar Biologi Siswa

yang Menggunakan Media Animasi dan Tanpa Menggunakan Media Animasi

Dalam Penerapan Model Pembelajaran Langsung Pada Materi Sistem Respirasi

Pada Manusia Di Kelas XI SMA Negeri 11 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015.

Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA sebanyak 9 kelas dan

sebagai sampel dipilih 2 kelas secara claster random sampling. Instrumen penelitian

adalah tes dan hasil belajar siswa. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan

kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa : (1). Adanya

perbandingan hasil belajar biologi siswa yang menggunakan media animasi dan

tanpa menggunakan media animasi dalam penerapan model pembelajaran langsung

pada materi pokok sistem resprasi pada manusia di kelas XI SMA Negeri 11 Medan

Tahun Pembelajaran 2014/2015. (2). Terdapat peningkatan hasil belajar biologi

siswa dengan menggunakan media animasi dalam penerapan model pembelajaran

pada materi pokok sistem respirasi pada manusia di kelas XI SMA Negeri 11

Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015 di lihat dari hasil postest siswa setelah

menggunakan media animasi adalah 83,13.

(4)

iv

Comparotion Of The Results Of Study Biology Student Using Animation Media And Without The Use Of Animation Media In The Application Of Learning

Models Directly On The Material In The Human Respiratory System In Class XI SMA Negeri 11 Medan Years Learning 2014/2015

Latifah Rahman Nurfazriah NIM : 4113141043

Abstrack

Comparative Research on the biology of learning outcomes of students

who use the media animation and without animated the use of media in the

application of learning models directly on the material in the human respiratory

system in class XI SMA Negeri 11 Medan Years Learning 2014/2015 . The

study population was all students of class XI and as many as 9 classes selected

samples of class 2 claster random sampling . The research instrument is a test ang

student learning outcomes. Data were analyzed with desckriptive analysis and

sturgess. Based on the survey result revealed that (1). Their comparative biology

student learnig outcomens using the media animation and without media

animation in the applicatin models of learning directly on the material in the

human respiratory system in class XI SMA Negeri 11 Medan Years Learning

2014/2015. (2) An increase in biology student learning outcomes using media

animation in the application models of learning directly on the matrial in the

human respiratory system in class XI SMA Negeri 11 Medan Years Learning

2014/2015 viewed from the average value of posttest student after using media

animation of 81,83

(5)

vii

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar v

Daftar Isi vii

Daftar Gambar ix

Daftar Tabel x

Daftar Lampiran xi

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 3

1.3. Batasan Masalah 4

1.4. Rumusan Masalah 4

1.5. Tujuan Penelitian 4

1.6. Manfaat Penelitian 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6

2.1. Hakikat Media Pembelajaran 6

2.1.1. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran 9

2.1.2. Media Animasi 12

2.1.3. Model Pembelajaran Langsung 14

2.1.4. Hasil Belajar Siswa 17

2.1.5. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa 18

2.2.Sistem Respirasi 19

2.2.1. Sistem Respirasi Pada Manusia 19

2.2.2. Mekanisme Pernapasan 22

2.2.3. Volume Udara Pernapasan 23

2.2.4. Gangguan Pada Sistem Pernapasan 23

2.3. Kerangka Konseptual 24

2.4. Hipotesis Penelitian 25

2.5. Hipotesis Statistik 26

BAB III METODE PENELITIAN 27

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 27

3.1.1. Lokasi Penelitian 27

3.1.2. Waktu Penelitian 27

(6)

viii

3.2.1. Populasi 27

3.2.2. Sampel 27

3.3. Variabel Penelitian 27

3.4. Jenis dan Desain Penelitian 27

3.4.1. Jenis Penelitian 27

3.4.2. Desain Penelitian 28

3.5. Instrumen Penelitian 28

3.6. Prosedur Penelitian 33

3.7. Teknik Pengumpulan Data 36

3.8. Teknik Analisis Data 39

BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 42

4.1. Hasil Penelitian 42

4.1.1. Deskripsi Nilai Pretes Siswa 42 4.1.2. Deskripsi Nilai Postes Siswa 43 4.1.3. Uji Persyaratan Data 45 4.1.4. Pengujian Hipotesis 46

4.2. Pembahasan 47

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 49

5.1. Kesimpulan 49

5.2. Saran 49

DAFTAR PUSTAKA 50

(7)

x

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1. Fase Model Pembelajaran Langsung 16

Tabel 3.1. Desain Penelitian 28

Tabel 3.2. Rekapitulasi Soal dan Analisis Kisi-Kisi Soal 29

Tabel 3.3. Klasifikasi Indeks reliabilitas soal 38

Tabel 3.4. Klasifikasi Indeks Daya Pembeda Soal 40

Tabel 4.1. Perbandingan Nilai Pretes Siswa 43

Tabel 4.2. Perbandingan Nilai Postes Siswa 45

Tabel 4.3. Perbandingan Data Normalitas Data Penelitian 46

Tabel 4.4. Pengujian Hipotesis Data Penelitian 47

(8)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1. Kerucut Pengalaman Edgar Dale 9

Gambar 2.2. Rongga Hidung 20

Gambar 2.3. Paru-Paru 21

Gambar 2.4. Alveolus 22

Gambar 2.5. Pernafasan Perut 22

Gambar 3.1. Prosedur Penelitian 25

Gambar 4.1 Diagram Perbandingan Hasil Pretes Kelas yang 42 Menggunakan Media Animasi dan Tanpa Menggunakan Media Animasi

(9)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Silabus 53

Lampiran 2 Rencana Proses Pembelajaran (RPP) 58

Lampiran 3 Instrumen Soal 70

Lampiran 4 Kunci Jawaban 79

Lampiran 5 Perhitungan Validitas 80

Lampiran 6 Perhitungan Reliabilitas 83

Lampiran 7 Perhitungan tingkat Kesukaran 85

Lampiran 8 Perhitungan Daya Beda Soal 87

Lampiran 9 Data Hasil Belajar Siswa 89

Lampiran 10 Perhitungan Rata-Rata, Standar Deviasi dan Varians 93 Pretes

Lampiran 11 Uji Normalitas Data Penelitian 97 Lampiran 12 Uji Homogenitas Data Penelitian 101

Lampiran 13 Pengujian Hipotesis 104

Lampiran 14 Tabel r Product Moment 105

Lampiran 15 Daftar Nilai Kritis Untuk Uji Liliefors 106 Lampiran 16 Tabel Wilayah Luas di Bawah Kurva Normal 0 ke z 107

Lampiran 17 Nilai-Nilai Distribusi F 108

Lampiran 18 Daftar Nilai Persentil Untuk Distribusi t 112

(10)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Paradigma baru kurikulum Biologi SMA di Indonesia adalah pendidikan

biologi berbasis kompetensi, dimana keberhasilan belajar siswa ditetapkan

berdasarkan prinsip belajar tuntas (mastery learning). Indikator ketercapaian

penguasaan suatu kompetensi ditetapkan berdasarkan Kriteria Ketuntasan

Minimal (KKM). KKM ditetapkan oleh guru mata pelajaran setelah melakukan

analisis kesulitan materi ajar, ketersediaan sarana, prasarana dan sumber belajar

pembelajaran, serta kemampuan guru (Pemendiknas RI No. 20 Tahun 2007).

Konsep yang terkandung dalam paradigma belajar ini adalah, jika setiap

siswa diberi waktu sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai suatu tingkat

penguasaan, dan jika dia menghabiskan waktu yang diperlukan, maka

kemungkinan besar siswa akan mencapai suatu tingkat penguasaan kompetensi,

baru dapat dilaksanakan apabila siswa telah tuntas menguasai kompetensi

sebelumnya (Pemendiknas RI No. 20 Tahun 2007).

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan teknologi

pendidikan di Indonesia. Salah satunya dibentuknya PUSTEKKOM (Pusat

Teknologi dan Komunikasi) yang diharapkan dapat memajukan pendidikan

Indonesia dalam hal teknologi informasi pendidikan sebagai media yang

menunjang terciptanya perangkat ajar (Ikhwaludin, 2010).

Berdasarkan hasil observasi dan diskusi penulis dengan guru pada tanggal 8

Januari 2015 di SMA Negeri 11 Medan diperoleh gambaran bahwa pembelajaran

masih terpusat pada guru dan kurang bervariasinya media pembelajaran yang

digunakan. Dilihat dari penggunaan media pembelajaran guru biologi di SMA

Negeri 11 Medan pada umumnya masih menggunakan media charta, padalah

sekolah sudah menyediakan fasilitas infokus yang mendukung guru untuk

melakukan Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK). Permasalahan di atas

menyebabkan kurangnya motivasi siswa untuk belajar karena siswa sulit untuk

(11)

2

manusia jika hanya menggunakan media charta dan gambar diam. Akibatnya

hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi di SMA Negeri 11 Medan selama

ini masih belum memuaskan dan berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal

(KKM) di lihat dari nilai rata-rata ulangan harian biologi siswa SMA Negeri 11

Medan semester genap tahun 2013/2014 pada materi Sistem Respirasi pada

manusia di kelas XI MIA 1 nilai rata-ratanya adalah 72,5 dan di kelas XI MIA 2

nilai rata-ratanya adalah 67,8. Data ini bersumber dari guru biologi kelas XI di

SMA Negeri 11 Medan.

Salah satu pemecahannya adalah dengan menggunakan media animasi.

Menurut Asnawir dan Usman (2002) melalui media animasi kegiatan

pembelajaran yakni berupa sarana yang dapat memberikan pengalaman visual

kepada siswa dalam rangka mendorong motivasi belajar, memperjelas, dan

mempermudah konsep yang kompleks dan abstrak menjadi lebih mudah di

pahami. Selanjutnya menurut Utami (2007) media animasi menjadi pilihan untuk

menunjang proses belajar yang menyenangkan bagi siswa dan memperkuat

motivasi juga untuk menanamkan pemahaman pada siswa tentang materi yang

diajarkan.

Media animasi merupakan peralatan elektronik digital yang dapat memproses

atau masukan untuk menghasilkan suatau keluaran yang bekerja secara digital.

Penggunaan animasi merupakan salah satu contoh pemanfaatan teknologi

pendidikan. Animasi menjadi pilihan untuk menunjang proses beljar yang

menyenangkan dan menarik bagi siswa, memperkuat motivasi, menanamkan

pemahaman, meningkatkan kemampuan berfikir, dan daya ingat pada siswa

tentang materi yang diajarkan. Keunggulan animasi adalah kemampuan untuk

menjelaskan suatu kejadian secara sistematis. Hal ini sangat membantu dalam

menjelaskan prosedur dan urutan kejadian (Nasution, 1999).

Supriyatna (2006) menyatakan bahwa komputer dapat melakukan sejumlah

kegiatan untuk membantu guru. Media animasi dapat mengindividualisir

pengajaran, melaksanakan manajemen pengajaran, mengajarkan konsep,

melaksanakan perhitungan, dan mestimulir belajar siswa. Media animasi

(12)

3

runtutan gambar jika disatukan akan terlihat bergerak berfungsi untuk

membelajarkan peserta didik.

Animasi dianggap memiliki keuntungan melebihi gambar diam dalam hal

melanjutkan perubahan. Animasi menggunakan perubahan gambar untuk

menunjukan perubahan dalam proses. Oleh karena itu, animasi dapat menjadi cara

yang paling sesuai untuk menyampaikan informasi tentang gerak ataupun

perubahan (O’Day, 2006).

Model pembelajaran langsung merupakan suatu pendekatan mengajar yang

dapat membantu siswa dalam mempelajarai keterampilan dasar dan memperoleh

informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Pendekatan mengajar

ini sering disebut Model Pengajaran Langsung. Pembelajaran langsung digunakan

untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasi langsung oleh guru kepada

siswa. Penyusunan waktu yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran

harus seefisien mungkin, sehingga guru dapat merancang dengan tepat waktu

yang digunakan (Trianto. 2009).

Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

“Perbandingan Hasil Belajar Biologi Siswa Yang Menggunakan Media Animasi

dan Tanpa Menggunakan Media Animasi Dalam Penerapan Model Pembelajaran

Langsung Pada Materi Pokok Sistem Respirasi Manusia Di Kelas XI SMA Negeri

11 Medan Tanun Pembelajaran 2014/2015.”

1.2.Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasikan

beberapa masalah, sebagai berikut :

1. Hasil belajar siswa pada materi pokok sistem respirasi manusia rendah.

2. Materi pokok sistem respirasi sulit dipahami karena bersifat intesibel (tidak

teramati) .

3. Kurangnya penggunaan media pembelajaran pada materi pokok sistem

(13)

4

1.3. Batasan Masalah

Agar ruang lingkup penelitian tidak terlalu luas, perlu dilakukan pembatasan

masalah. dalam penelitian ini, masalah dibatasi dalam ruang lingkup yaitu :

1. Penelitian ini hanya dilakukan pada siswa kelas XI SMA Negeri 11 Medan

Dengan Menggunakan 2 kelas

2. Materi yang diberikan dibatasi pada materi pokok sistem respirasi pada

manusia

3. Media yang digunakan adalah media animasi

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian

ini adalah:

1. Apakah ada perbedaan hasil belajar biologi siswa yang menggunakan media

animasi dan tanpa menggunakan media animasi dalam penerapan model

pembelajaran langsung pada materi pokok sistem repirasi manusia di kelas XI

SMA Negeri 11 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015.

2. Apakah ada peningkatan hasil belajar biologi siswa dengan menggunakan

media animasi dala penerapan model pembelajaran langsung pada materi

pokok sistem respirasi pada manusia di kelas XI SMA Negeri 11 Medan

Tahun Pembelajaran 2014/2015.

1.5. Tujuan Penelitian

Adapun yang mrnjadi tujuan dalam penelitian ini adalah :

1. Mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar biologi siswa yang

menggunakan media animasi dan tanpa menggunakan media animasi

dalam penerapan model pembelajaran langsung pada materi pokok sistem

respirasi pada manusia di kelas XI SMA Negeri 11 Medan Tahun

Pembelajaran 2014/2015.

2. Mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar biologi siswa dengan

(14)

5

langsung pada materi pokok sistem respirasi pada manusia di kelas XI

SMA Negeri 11 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015.

1.6. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Memberikan kesempatan pada siswa untuk lebih memahami materi sistem

respirasi pada manusia melalui pembelajaran menggunakan media animasi

2. Guru dapat mengadopsi langkah-langkah menggunakan media animasi

untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

3. Memperkaya informasi tentang media animasi untuk meningkatkan hasil

(15)

49 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

1. Adanya perbedaan hasil belajar biologi siswa yang menggunakan media

animasi dan tanpa menggunakan media animasi dalam penerapan model

pembelajaran langsung pada materi pokok sistem respirasi pada manusia di

kelas XI SMA Negeri 11 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015.

2. Terdapat peningkatan hasil belajar biologi siswa dengan menggunakan

media animasi dalam penerapan model pembelajaran pada materi pokok

sistem respirasi pada manusia di kelas XI SMA Negeri 11 Medan Tahun

Pembelajaran 2014/2015 dilihat dari hasil rata-rata nilai postest siswa

setelah menggunakan media animasi adalah 83,13.

5.2. Saran

1. Agar penyampaian informasi sampai ke siswa, sebaiknya guru menyiapkan naskah ceramah yang akan disampaikan, meringkasnya dalam bentuk slide

persentasi, dan menunjukan ilusi gambar dan proses dengan menggunakan

animasi.

2. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi oleh pembaca yang hendak

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Arend, Richard I., (1998), Learning to Teach. 4th Edition. New York : McGraw-Hill Companies,Inc.

Arikunto., (2007), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta.

Arikunto., (2010), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta

Arsyad, A., (2007), Media Pembelajaran, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Asnawir dan M. Basyrudin Usman.,(2002), Media Pembelajaran, Ciputat press, Jakarta.

Darmawan, Yudha. 2003. Teknologi Pembelajaran. Jakarta: Rosda.

Dahar, Ratna Willis.,(1989), Teori-Teori Belajar, Erlangga, Jakarta

Dale, E.,(1946), Audio-visual in Teaching. New York : Dryden Press

Harsono, Beni., Soesanto., dan Samsudi.,(2009) Perbedaan Hasil Belajar Antara Metode Ceramah Konvensional Dengan Ceramah Berbantuan Media Animasi Pada Pembelajaran Kompetensi Perakitan dan Pemasangan Rem, Jurnal PTM Volume 9, No 2

Kardi, Suparman dan Muhammad Nur.,(2000), Pengajaran Langsung, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya

Lia, Amalia (2010), Anatomo dan Fisiologi Manusia : http://diaharrazy.files.wordpress.com/2010/12/sistem-respirasi-pdf

(aksesPebuari 2015)

Maulim., 2011, Metode Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta

Munandi, Y.,(2010), Media Pembelajaran : Sebuah Pendekatan Baru, Gaung Persada press, Jakarta

Mustikasari, Ardiani.,(2010), Mengenal Media Pembelajaran : http://aristorahardi.wordpress.com/2008/06/02/bagaimana-memiih-media-pembelajaran/ (akses 20 Januari 2015)

Nasution,S.,(1999), Teknologi Pendidikan, PT. Bumi Aksara, Jakarta

(17)

O’Day, D.H.,(2006). Animated Cell Biology : A Quick and Easy Method for Making Effective, High-Quality Teachhing Animations. CBE-Life Science Education. 5:255-256

Pramana, Indra. 2013, Perbedaan Pembelajaran Biologi Melalui Media Animasi Macromedia Flash Dengan Media Power Point Interaktif Terhadap Hasil Belajar Siswa., Skripsi, FMIPA, Universitas Muhammadiyah, Surakarta.

Priadi, Arif.,(2010), Biologi SMA Kelas XI, Yudhistira, Jakarta

Riber. L.P.,(1990), Using Animation in Science Instruction with Young Children. Journal Of Educational Pshycology. Vol 82, hal 135-140

Sadiman. A.S, Rahardjo, R.Haryono, A. & Rahardjito.,(2009), Media Pendidikan : Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatan, Raya Grafindo Persada, Jakarta

Sakti, Indra.,Yuniar, Mega P.,dan Eko Risdoanto.,(2012), Pengaruh Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Melalui Media Animasi Berbasis Macromedia Flash Terhadap Minat Belajar dan Pemahaman Konsep Fisika Di SMA Plus Negeri 7 Bengkulu, Jurnal Exacta, Vol X. No 1

Sanaky, Hujair A.H. 2009. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Safiria Insania Press

Sanjaya, W., (2006), Strategi Pendekatan Berorientasi standar Press Pendidikan, Kencana, Jakarta

Script, Insland.,(2007), Teknik Mudah Membuat Animasi Fantasti, Media Kita, Jakarta

Sudiyono, A.,(2009), Pengantar Evaluasi Pendidikan, Raja Grafindo Persada, Jakarta

Sudjana, N., (2005), Metode Statistika, Tarsito, Bandung

Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif : Konsep Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kencana Predana Media Grup, Jakarta

Utami, D, (2007), Animasi dalam Pembelajaran, http://www.uny.ac.id/akademik/ defa (akses 13 Januari 2015)

(18)

50

DAFTAR PUSTAKA

Arend, Richard I., (1998), Learning to Teach. 4th Edition. New York : McGraw-Hill Companies,Inc.

Arikunto., (2007), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta.

Arikunto., (2010), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta

Arsyad, A., (2007), Media Pembelajaran, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Asnawir dan M. Basyrudin Usman.,(2002), Media Pembelajaran, Ciputat press, Jakarta.

Darmawan, Yudha. 2003. Teknologi Pembelajaran. Jakarta: Rosda.

Dahar, Ratna Willis.,(1989), Teori-Teori Belajar, Erlangga, Jakarta

Dale, E.,(1946), Audio-visual in Teaching. New York : Dryden Press

Harsono, Beni., Soesanto., dan Samsudi.,(2009) Perbedaan Hasil Belajar Antara Metode Ceramah Konvensional Dengan Ceramah Berbantuan Media Animasi Pada Pembelajaran Kompetensi Perakitan dan Pemasangan Rem, Jurnal PTM Volume 9, No 2

Kardi, Suparman dan Muhammad Nur.,(2000), Pengajaran Langsung, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya

Lia, Amalia (2010), Anatomo dan Fisiologi Manusia : http://diaharrazy.files.wordpress.com/2010/12/sistem-respirasi-pdf

(aksesPebuari 2015)

Maulim., 2011, Metode Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta

Munandi, Y.,(2010), Media Pembelajaran : Sebuah Pendekatan Baru, Gaung Persada press, Jakarta

Mustikasari, Ardiani.,(2010), Mengenal Media Pembelajaran : http://aristorahardi.wordpress.com/2008/06/02/bagaimana-memiih-media-pembelajaran/ (akses 20 Januari 2015)

Nasution,S.,(1999), Teknologi Pendidikan, PT. Bumi Aksara, Jakarta

(19)

51

O’Day, D.H.,(2006). Animated Cell Biology : A Quick and Easy Method for Making Effective, High-Quality Teachhing Animations. CBE-Life Science Education. 5:255-256

Pramana, Indra. 2013, Perbedaan Pembelajaran Biologi Melalui Media Animasi Macromedia Flash Dengan Media Power Point Interaktif Terhadap Hasil Belajar Siswa., Skripsi, FMIPA, Universitas Muhammadiyah, Surakarta.

Priadi, Arif.,(2010), Biologi SMA Kelas XI, Yudhistira, Jakarta

Riber. L.P.,(1990), Using Animation in Science Instruction with Young Children. Journal Of Educational Pshycology. Vol 82, hal 135-140

Sadiman. A.S, Rahardjo, R.Haryono, A. & Rahardjito.,(2009), Media Pendidikan : Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatan, Raya Grafindo Persada, Jakarta

Sakti, Indra.,Yuniar, Mega P.,dan Eko Risdoanto.,(2012), Pengaruh Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Melalui Media Animasi Berbasis Macromedia Flash Terhadap Minat Belajar dan Pemahaman Konsep Fisika Di SMA Plus Negeri 7 Bengkulu, Jurnal Exacta, Vol X. No 1

Sanaky, Hujair A.H. 2009. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Safiria Insania Press

Sanjaya, W., (2006), Strategi Pendekatan Berorientasi standar Press Pendidikan, Kencana, Jakarta

Script, Insland.,(2007), Teknik Mudah Membuat Animasi Fantasti, Media Kita, Jakarta

Sudiyono, A.,(2009), Pengantar Evaluasi Pendidikan, Raja Grafindo Persada, Jakarta

Sudjana, N., (2005), Metode Statistika, Tarsito, Bandung

Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif : Konsep Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kencana Predana Media Grup, Jakarta

Utami, D, (2007), Animasi dalam Pembelajaran, http://www.uny.ac.id/akademik/ defa (akses 13 Januari 2015)

Gambar

Tabel 2.1.
Gambar 2.1.

Referensi

Dokumen terkait

Pada umur 110 HST juga tidak digunakan karena memiliki bobot polong dan bobot biji yang besar tetapi tidak diikuti dengan persentase stadia penuh dua yang tertinggi,

Dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang diperlukan untuk menyusun skripsi ini maka penulis menggunakan penelitian deskriptif yaitu peneliti menggambarkan dan menguraikan

Dengan latar belakang masalah seperti tersebut di atas, maka fisioterapi sebagai salah satu tim pelayanan media dapat berperan dalam mengurangi masalah-masalah atau gangguan gerak

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Kudus tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari kepala sekolah,

Aplikasi lima pada tanaman kedelai, satu formula yaitu F4 memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, berat basah tajuk, berat basah akar dan berat kering akar baik

Dari segi basis sosialnya, NU selain bersandar pada kelas petani juga didukung oleh kelas kapitalis pribumi (indigenous capitalist class), terutama di daerah-daerah perkotaan

Atap Galvalum, Zingcalume, Talang, Rangka Baja Ringan Galvalum, Hollow Galvanis/ Galvalum, Genteng Metal, Floordeck, Wiremesh, Roofmesh, Besi Beton, WF, CNP, UNP,

Biaya Perencanaan dan Pembangunan Biaya Perencanaan dan Pembangunan merupakan seluruh biaya yang diperlukan dalam membangun Dermaga CPO sampai Dermaga CPO tersebut