• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. IDENTIFIKASI. 10 Universitas Kristen Petra. ANDI Offset hal hal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2. IDENTIFIKASI. 10 Universitas Kristen Petra. ANDI Offset hal hal"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

1.1. Identifikasi Data Perusahaan 2.1.1. Data Produk

a. Pengertian dan sejarah restoran

Rumah makan sendiri atau di dalam bahasa asing akrab kita kenal dengan restaurant (restoran) menurut Marsum Widjojo Admodjo memiliki pengertian sebagai sebuah tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersial, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua tamunya baik berupa makanan maupun minuman.

1

Sedangkan menurut Soekresno, restoran memiliki pengertian sebagai suatu usaha komersial yang menyediakan jasa pelayanan makan dan minum bagi umum dan dikelola secara profesional.

2

Cikal bakal restoran dimulai pada 12.000 tahun sebelum masehi ketika suatu suku bangsa di Denmark menggunakan dapur besar untuk memasak dan menyiapkan hidangan bagi sekelompok orang guna menikmati hidangan secara bersama-sama. Lalu pada tahun 4000 sebelum masehi pertama kali didirikan kabaret dimana tempat ini dipakai untuk menjual minuman keras, kemudian tumbuh dan berkembang.

Sekitar tahun 1200 di London terdapat beberapa warung yang menyediakan rumah makan matang untuk dibawa pulang dan 200 tahun kemudian warung-warung berkembang menjadi restoran dengan kualitas makanan yang semakin ditingkatkan. Penyajiannya menggunakan table cloth, peralatan makan dan minum yang tertata rapi di atas meja makan, para juru masak menyusun makanan di platter atau piring besardan diberi garnish untuk memperindah sajian tersebut sehingga hidangan yang disajikan terlihat artistik.

Pada abad 16, ketika Chaterine de Maidcis menikah dengan Henry II, ia membawa juru masak dari Italia yang memperbaiki keahlian memasak di lingkungan kerajaan dengan mengajarkan bagaimana mempersiapkan beberapa

1 Admodjo, Marsum Widjojo. Restoran dan Segala Permasalahannya. Edisi Ketiga. Yogyakarta ANDI Offset. 1999. hal. 7

2Soekresno. Manajemen Food & Beverage Service Hotel. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

2000. hal. 16-17

(2)

hidangan untuk diatur di meja banquet (perjamuan) dan dihias sangat menarik.

Begitu juga dengan Oliver de Serres mendemonstrasikan dimanan sayuran dapat meningkatkan penampilan hidangan dan dapat tercipta menu diet. Serres membawa perubahan dalam seni pengolahan makanan pada para staff ahli masak raja Louis XIV dan membentuk mereka menjadi juru masak profesional serta kreatif, hingga sekarang diakui bahwa perancis mempunyai reputasi tinggi di dunia dalm hal mengolah makanan.

Tahun 1765 Monsier Boulanger membuka restoran soup di kota dengan bertuliskan “Venite adme omnes qui stomacho laboratoratis et ego restaurabo vos” yang artinya datanglah anda semua kepada saya, bagi anda yang perutnya keroncongan karena lapar, saya akan memulihkan kondisi anda.Tulisan ini mampu menarik perhatian orang yang lewat untuk masuk ke restoran. Soup tersebut diberi nama “Le restaurant divin” artinya obat untuk menyegarkan. Kata restaurant sendiri berasal dari bahasa Perancis, asal kata “restaurer” berarti memulihkan kembali.

3

Restoran bila dilihat dari pengelolaan dan system penyajiannnya maka dapt dklasifikasikan menjadi tiga yaitu:

4

1. Restoran Formal / Formal Restaurant

Merupakan industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan professional dengan pelayanan yang eksklusif.

Ciri-ciri restoran formal:

• Penerimaan pelanggan dengan sistem pemesanan tempat terlebih dahulu.

• Para pelanggan terikat dengan menggunakan pakaian formal.

• Menu pilihan yang disediakan adalah menu klasik/menu Eropa populer.

• Sistem penyajian yang dipakai adalah Russian service/France service

atau modifikasi dari kedua table service tersebut.

(3)

• Disediakan ruangan cocktail selain ruangan jamuan makan, digunakan sebagai tempat untuk minum minuman beralkohol setelah santap makan.

• Dibuka untuk pelayanan makan malam atau makan siang atau makan siang dan makan malam tetapi tidak menyediakan makan pagi.

• Menyediakan berbagai merk minuman bar secara lengkap khususnya wine dan champaigne dari berbagai negara.

• Menyediakan hiburan musik hidup tempat untuk melantai dengan suasana romantis dan eksklusif.

• Harga makanan dan minuman relatif tinggi dibanding dengan harga restoran informal.

• Tenaga relatif banyak dengan standar kebutuhan satu pramusaji untuk melayani 4-8 pelanggan.

Contoh rumah makan formal: Members restautant, Super Club, Gourmet, Main Dinning Room, Grilled Restaurant, Executive Restaurant.

2. Restoran Informal / Informal Restaurant

Merupakan industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan professional dengan lebih mengutamakan kecepatan pelayanan, kepraktisan dan percepatan frekuensi yang silih berganti pelanggan.

Ciri-ciri restoran informal:

• Harga makanan dan minuman relatif murah.

• Penerimaan pelanggan tanpa system pemesanan tempat.

• Para pelanggan tidak terikat dengan menggunakan pakaian formal.

• Tidak menyediakan hiburan musik hidup.

• Sistem penyajian yang dipakai adalah American service ready plate bahkan self service atau counter service.

• Daftar menu oleh pramusaji tidak dipresentasikan kepada tamu atau

pelanggan namun dipampang di counter atau langsung di setiap meja

makan untuk mempercepat proses pelayanan.

(4)

• Menu yang disediakan sangat terbatas dan membatasi menu-menu yang relative cepat selesai dimasak.

• Jumlah tenaga service relatif sedikit dengan standar kebutuhan satu pramusaji untuk melayani 12-16 pelanggan.

Contoh rumah makan informal: Café, Cafeteria, Fast food restaurant, Coffe shop, Bistro, Canteen, Taverns, Family Restaurant, Pub, Sandwich corner, Burger corner, Snack bar.

3. Specialities Restaurant

Merupakan industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan professional dengan menyediakan makanan khas dari suatu negara tertentu.

Ciri-ciri Specialities Restaurant:

• Menyediakan sistem pemesanan tempat.

• Menyediakan menu khas suatu negara tertentu, popular dan disenangi oleh banyak pelanggan secara umum.

• Sistem penyajian disesuaikan dengan budaya negara asal dan dimoifikasi dengan budaya internasional.

• Hanya dibuka untuk menyediakan makan siang dan makan malam.

• Menu ala carte dipresentasikan langsung oleh pramusaji kepada pelanggan.

• Biasanya menghadirkan musik atau hiburan khas negara asal.

• Harga makanan relative tingg disbanding restoran informal dan lebih rendah dibanding restoran formal.

• Jumlah tenaga service sedang, dengan standar kebutuhan pramusaji untuk melayani 8-12 pelanggan.

Contoh Specialities Restaurant: Indonesian Food Restaurant, Italian Food

Restaurant, Korean Food Restaurant, Thai Food Restaurant, Jappanesse

(5)

Rumah makan yang ada tidak lagi kaku berdasarkan tiga jenis klasifikasi diatas, tetapi bisa juga merupakan perpaduan diantara jenis-jenis rumah makan tersebut.

b. Rumah makan bertemakan alam.

Daerah sekitar Pakem, Sleman dan Yogyakarta memiliki beberapa rumah makan yang menawarkan nuansa alami, natural dan dekat dengan alam.

5

Diantaranya adalah:

• Bamboo Resto

Jl. Veteran 19-23 Yogyakarta.

• Gajah Wong

Jl. Gejayan 79 D (Pinggir Sungai Gajah Wong).

• Gazebo Garden Restaurant (Javanesse Food) Pura Wisata, Jl. Brigjen Katamso Yogyakarta.

• Joglo Mlati - Restoran Tradisional.

Jombor, Mlati Sleman. Barat Terminal Jombor.

• Kangen Desa

Jl. Raya Pakem-Turi (Tepi Sungai Boyong), Sleman.

• Moro Lejar

Ds. Balangan Wukisari Pakem Yogyakarta.

• Omah Duwur

Kotagede,Yogyakarta.

• Pakem Sari

Jl. Raya Pakem-Turi Km 0,4 Labasan pakem Yogyakarta.

• Pringsewu

Jl. Magelang Yogyakarta.

• Boyong Kalegan

Jl. Raya Pakem-Turi (Tepi Sungai Boyong), Sleman.

5 http://femi.blogdrive.com/

Entry: Moro Lejar, Boyong Kalegan, Kangen Desa. Friday, November 05, 2004

(6)

Rumah makan di daerah ini menyediakan jenis hidangan serba ikan, seperti ikan gurami, ikan bawal, ikan nila, ikan lele, ikan mas dan ikan wader.

Rumah makan dengan tema alam di daerah ini dipelopori oleh rumah makan Moro Lejar pada tahun 1989. Berhasilnya Moro Lejar mengemas rumah makan ini menjadi pemicu munculnya rumah makam lain dengan tema yang sama dengan format dan pengemasan yang berbeda-beda.

b. Identitas Restoran Boyong Kalegan

Restoran Boyong Kalegan terletak di sebelah sungai Boyong, di jalan Raya Pakem Turi, Sleman. Dibangun oleh developer perumahan bernama PT.

Yasa Buana Asri, yang dimiliki oleh Effendi Kusumo. Dengan konsep back to nature, kepraktisan, sarana refresing dengan melihat kepada kebiasaan masyarakat yang selalu ingin dipuaskan dengan makanan enak, maka rumah makan ini didirikan, bisa dikatakan sebagai salah satu pengekor keberhasilan rumah makan Moro Lejar

Nama Boyong Kalegan memiliki makna yang cukup lama mendalam. Kata

“Boyong” memiliki dua pengertian, pertama karena letaknya di sebelah sungai Boyong. Selain itu kata boyong juga memiliki pengertian membawa sesuatu dalam jumlah besar. Sementara kata “Kalegan” berasal dari kata lega yang juga memiliki arti puas. Sehingga bila kedua kata ini digabungkan maka akan memiliki pengertian pulang membawa kepuasan.

Dibuka pertama kali pada tanggal 19 Juli 2000, sebelas tahun setelah

dibukanya rumah makan Moro Lejar. Dibuka resmi tanpa opening ceremonial,

dan tanpa membutuhkan waktu yang lama, rumah makan ini telah banyak dikenal

oleh orang-orang. Rumah makan ini memiliki pemandangan menarik karena

terdiri atas gubuk-gubuk bambu yang berukuran sedang. Gubuk itu didirikan

diatas hamparan kolam ikan air tawar yang terhubung antara satu dengan yang

lainnya. Setiap gubuk terdiri atas 3-4 meja dan tidak ada kursinya, satu gubuk bisa

menampung 6-15 orang. Rumah makan ini memiliki 35 gubuk dengan ukuran

bervariasi dan dapat menampung 400-500 orang. Gubuk-gubuk ini menjadi

(7)

Musik disajikan non stop selama rumah makan ini buka, baik musik live performance maupun non live performance. Musik live performance hanya disuguhkan pada hari Sabtu dan Minggu, karena pada hari-hari itulah rumah makan ini ramai didatangi pengunjung. Pertunjukan life performance menjadi andalan rumah makan ini, hal ini didukungdengan adanya letak gubuk tempat band bermain musik yang berada di tengah-tengah gubuk-gubuk yang lain, sehingga setiap gubuk di sekitarnya bisa menikmati musik dengan puas.

Restoran Boyong Kalegan memiliki keistimewaan lain yaitu atap gubuk yang terbuat dari “Welit” (daun tebu) yang khusus dipesan dari Bali. Yang menambah suasana alami pada rumah makan ini. Meski terbuat dari welit, pengunjung tak perlu khawatir akan kehujanan karena susunan welit dibuat serapat mungkin dan bebas dari atap yang bocor. Disamping itu, pengunjung bisa bermain gethek (rakit yang terbuat dari bambu). Gethek ini dibuat sangat kokoh sehingga pengunjung tak perlu khawatir akan terjerembab ke dalam kolam.

Dari apa yang dimiliki oleh restoran Boyong Kalegan, Tak heran kalau slogan rumah makan ini adalah “Nuansa alam dan musik pendukung selera”.

Boyong Kalegan memiliki tingkat pengenalan yang tinggi dari masyarakat terkhusus masyarakat kota Yogyakarta dan sekitarnya. Sebagian besar orang yang pernah datang ke rumah makan ini pasti ingin datang kembali ke rumah makan ini. Tak jarang orang-orang dari luar kota bahkan luar pulau pun menyempatkan untuk makan di rumah makan ini bila mereka sedang berkunjung ke kita Yogyakarta.

Secara garis besar, target audience dari restoran Boyong Kalegan adalah para masyarakat yang :

- Demografis :

Target audience dari rumah makan ini sangat luas, bisa berasal dari semua kalangan tanpa memandang faktor usia, jenis kelamin, baik dari kalangan atas sampai kalangan bawah, tetapi lebih terutama pada kalangan menengah.

- Psikografis:

Orang yang modern atau non modern yang tertarik untuk kembali menikmati

alam maupun musik.

(8)

- Geografis:

Orang-orang dari wilayah sekitar Pakem, Sleman, Yogyakarta. Juga kota-kota disekitarnya. Dan tidak menutup kemungkinan dari kota lain maupun luar Jawa atau turis manca negara sekalipun.

- Behavioral:

Orang-orang yang ingin suasana lain, selera makanan lain, hiburan yang tidak bisa didapatkan di dalam rumah.

c. Promosi

Restoran Boyong Kalegan secara langsung tidak pernah melakukan promosi yang terencana. Salah satu media promosi yang dilakukan adalah dengan brosur yang tersedia di meja resepsionis. Promosi yang berjalan selama ini adalah berupa informasi berjalan dari mulut ke mulut. Selain itu promosi tidak langsung adalah dengan adanya pengaruh dari wakil Genaral Manager rumah makan ini yang merupakan ketua paguyuban rumah makan di daerah Sleman, yaitu Bapak Mudjiono yang banyak dikenal dan dipanggil dengan sebutan “Pak Dhe”. Beliau sering diundang sebagai narasumber untuk seminar-seminar, dengan adanya hal ini nama Boyong Kalegan secara tidak langsung juga semakin dikenal oleh berbagai kalangan.

d. Logo restoran Boyong Kalegan

Gambar 2.1. Logo Restoran Boyong Kalegan.

(9)

d. Denah Lokasi restoran Boyong Kalegan

Gambar 2.2. Denah lokasi restoran Boyong Kalegan

2.1.2. Data pemasaran a. Potensi Pasar

Restoran Boyong Kalegan sangat berpeluang untuk menjaring lebih banyak konsumen hal ini terutama karena berbagai kelebihan yang dimilikinya, dan tingkat pengenalan masyarakat atau brand awareness yang tinggi dari masyarakat kota Yogyakarta. Sebagai sebuah restoran keluarga, rumah makan ini juga berfungsi sebagai tempat reksreasi keluarga. Peran ganda yang dimiliki rumah makan ini membuat rumah makan ini semakin memiliki pelanggan- pelanggan yang setia.

Nuansa alam yang damai dan santai banyak diminati oleh masyarakat,

terutama karena tingkat stress yang semakin tinggi dari masyarakan membuat

masyarakan haus akan sesuatu yang bisa memberikan penyegaran untuk sisi

jasmani maupun rohani mereka. Kehidupan teknologi yang semakin kental

menyebabkan masyarakat rindu pada alam menambah alasan masyarakat memilih

rumah makan ini. Selain itu nuansa musik terutama untuk live performance sangat

digemari oleh anak-anak muda.

(10)

Fasilitas musik live pada saat ini sangat jarang didapatkan untuk taraf rumah makan menengah dengan gratis, karena seperti kita ketahui, rumah makan yang menyediakan fasilitas ini biasanya ditujukan untuk kalangan atas atau juga pada cafe maupun pub yang mana untuk masuk saja biasanya dipungut biaya.

Suatu hal utama yang menjadi kelebihan dari rumah makan ini adalah karena rumah makan ini menawarkan sesuatu yang lain dan berkesan untuk para pengunjungnya.

b. Produk yang dipasarkan 1. Makanan Dan Minuman

Makanan dan minuman yang ditawarkan oleh Boyong Kalegan sangat banyak dan bervariasi. Menu yang disediakan dapat dibagi sebgai berukut:

- Menu Makanan a. Menu Pembuka

Menu pembuka berupa aneka masakan sayur dan soup seperti: sayur asem, sayur lodeh, soup ikan mas, soup gurameh dan sebagainya.

b. Menu Utama/ Main Course

Menu utama berupa sajian hidangan ikan air tawar segardenganberbagai cara pengolahan yaitu: goreng biasa, goreng tepung, goreng saos mentega, bakar, mangut, asam manis, pedas, saos tiram. Ikan tawar yang disajikan sangat beraneka ragam yaitu gurameh, nila, bawal, mas, wader, lele dan udang.

c. Sea Food

Selain menghidangkan hidangan ikan air tawar juga disediakan hidangan ikan air laut/ sea food. Ikan yang disajikan seperti kakap, dan cumi.

d. Sallad Dan Sambal

Berupa hidangan olahan sayur-sayuran seperti lalapan, buah,

karedok, dan trancam.

(11)

e. Menu Tambahan

Menu tambahan menyajikan hidangan lain di luar hidangan ikan, seperti: ayam goreng, aneka penyet, nasi goreng, spaghetty, dan lain sebagainya.

- Menu Minuman

a. Minuman Panas/ Hot Beverages

Menyediakan berbagai minuman panas, dengan minuman khas nya yaitu wedang kalegan dan wedang kalegan susu.

b. Minuman Dingin/ Cold Beverages

Menyediakan berbagai minuman dingin, berbagai minuman dengan es.

c. Minuman Botol

Menyediakan berbagai minuman botol seperti soft drink dan beer serta air mineral.

d. Aneka Juice

Menyediakan berbagai juice buah dan milk shake, dengan minuman khusus juice kalegan

- Menu Paket

Tersedia paket A sampai F untuk porsi 5 orang dengan harga berkisar dari Rp. 75.000,- sampai Rp. 125.000,-

- Set Menu Buffet

Menyediakan set menu untuk makan prasmanan atau buffet dengan minimal pemesanan untuk 50 pax. Tersedia 4 macam paket dengan harga mulai dari Rp. 15.000,-/pax sampai 30.000,- /pax.

Setiap harga makanan pada menu di rumah makan ini akan dikenakan

pajak hotel dan rumah makan 10% dan biaya service/ pelayanan 5%. Untuk

keseluruhan daftar menu yang lengkap dan harga makanan dan minuman secara

keseluruhan dapat dilihat di dalam lampiran.

(12)

2. Susunan Organisasi Restoran Boyong Kalegan

Untuk sebuah rumah makan yang besar yang menampung 400-500 orang sangat dibutuhkan sebuah manajemen yang baik dan struktur organisasi dengan pembagian tugas yang jelas. Berikut ini adalah sekilas mengenai bagian-bagian dari struktur organisasi dari Boyong Kalegan dari strata atas menuju ke bawah (untuk gambar bagan struktur secara lengkap dapat dilihat pada lampiran.) Direksi

Merupakan pimpinan atas yang memiliki rumah makan yang membawahi semua bagaian dalam struktur organisasi

General Manager

Merupakan orang yang bertugas mengelola rumah makan ini secara keseluruhan.

Wakil General Manager

Merupakan orang yang membantu tugas general manager dalam mengelola rumah makan.

Manager

- Manager operasional

Membawahi Koordinator waiter dan bagian-bagaian di bawahnya.

Bertanggung jawab atas berjalannya operasional pelayanan dalam rumah makan dalam. Mulai dari penyambutan tamu, pengantaran tamu, penawaran menu, pemesanan makanan hingga pengantaran makanan.

- Manager Produksi

Membawahi Koordinator cook dan Koordinator Pengadaan dan Gudang,

serta bagian-bagaian di bawahnya. Bertanggung jawab atas berjalannya

produksi pengolahan bahan dan pemasakan hingga pada tahap makanan

siap disajikan. Selain itu juga bertanggung jawab atas penyediaan bahan

makanan dan penyimpanan bahan makanan.

(13)

- Manager Personalia

Membawahi Koordinator Mekanik-Elektrik, Koordinator House Keping dan Koordinator Satpam serta bagian-bagaian di bawahnya. Bertanggung atas segala hal yang berhubungan dengan kelancaran mekanik dan elektrik serta audio dan kebersihan maupun perawatan rumah serta keamanan makan.

- Manager Keuangan

Membawahi Akuntansi dan Koordinator Keuangan. Bertanggung atas segala hal yang berhubungan dengan uang, baik pemasukan maupun pengeluaran yang ada. Termasuk pengaturan pemberian gaji dan penyediaan uang bagi departemen lain yang membutuhkan.

Koordinator

- Koordinator Waiter

Membawahi Supervisor Waiter dan Greeter. Bertanggung jawab untuk mengkoordinasi pelaksanaan penyambutan tamu, pengantaran tamu, penawaran menu, pemesanan makanan hingga pengantaran makanan.

- Koordinator Cook

Membawahi Supervisor Bakar,Butcher,Pantry,Hot Set, Cold Set, Goreng, Steward. Bertanggung jawab untuk mengkoordinasi pelaksanaan pada berjalannya produksi pengolahan bahan dan pemasakan hingga pada tahap makanan siap disajikan.

- Koordinator Pengadaan Dan Gudang

Membawahi Supervisor Pengadaan dan Supervisor Gudang. Bertanggung jawab untuk mengkoordinasi pelaksanaan pada penyediaan bahan makanan dan penyimpanan bahan makanan.

- Koordinator Mekanik Elektrik

Membawahi Supervisor Elektrik, Mekanik, Audio. Bertanggung jawab

untuk mengkoordinasi pelaksanaan pada segala hal yang berhubungan

dengan kelancaran mekanik dan elektrik serta audio.

(14)

- Koordinator House Keeping

Membawahi Supervisor Gardener dan Houseman. Bertanggung jawab untuk mengkoordinasi pelaksanaan pada perawatan tanaman di lingkungan rumah makan dan kebersihan keterawatan segala aset gedung yang dimiliki rumah makan.

- Koordinator Satpam

Membawahi Supervisor Satpam. Bertanggung jawab untuk mengkoordinasi pelaksanaan pada jalannya keamanan pada rumah makan.

- Koordinator Akuntansi

Bertanggung jawab pada perhitungan pengeleuaran dan pemasukan pada rumah makan.

- Koordinator Keuangan

Membawahi Supervisor Cashier. Bertanggung jawab untuk mengkoordinasi pelaksanaan penerimaan unag melalui cashier dari berbagai tamu yang datang pada rumah makan.

Supervisor

- Supervisor Waiter

Membawahi para Asisten, Waiter dan Casual. Bertanggung jawab secara khusus untuk mengatur penawaran menu, pemesanan makanan hingga pengantaran makanan.

- Supervisor Greeter

Membawahi para Greeter. Bertanggung jawab secara khusus untuk mengatur pelaksanaan penyambutan tamu saat datang, pengantaran tamu dan untuk melepas tamu ketika meninggalkan rumah makan.

- Supervisor Bakar

Membawahi para cooker atau pemasak yang khusus melakukan pemasakan makanan dengan cara dibakar.

- Supervisor Butcher

Membawahi para cooker atau pemasak yang khusus melakukan

(15)

- Supervisor Pantry

Membawahi para cooker atau pemasak yang khusus menangani penyimpanan bahan makanan.

- Supervisor Hot Set

Membawahi para cooker atau pemasak yang khusus melakukan pemaskan makanan berupa hidangan rebus hangat.

- Supervisor Cold Set

Membawahi para cooker atau pemasak yang khusus melakukan pemaskan makanan berupa hidangan sayuran dan buah-buahan seperti sallad dan sebagainya..

- Supervisor Goreng

Membawahi para cooker atau pemasak yang khusus melakukan pemasakan makanan dengan cara digoreng.

- Supervisor Steward

Membawahi para cooker atau pemasak yang khusus melakukan pembersihan atau pencucian, perawatan dan penyimpanan alat-alat makan.

- Supervisor Pengadaan

Membawahi orang-orang yang khusus melakukan persiapan bahan-bahan mentah untuk diolah.

- Supervisor Gudang

Membawahi orang-orang yang khusus melakukan penyimpanan bahan- bahan mentah untuk diolah.

- Supervisor Elektrik

Membawahi orang-orang yang khusus menangani segala hal yang berhubungan dengan kelistrikan.

- Supervisor Mekanik

Membawahi orang-orang yang khusus menangani segala hal yang berhubungan dengan kemakanikan.

- Supervisor Audio

Membawahi orang-orang yang khusus menangani segala hal yang

berhubungan dengan audio, peralatan-peralatan seperti speaker, peralatan

(16)

band dan menyediakan electone bila dalam ada permintaan dari pengunjung yang membutuhkan

- Supervisor Gardener

Membawahi orang-orang yang khusus menangani perawatan tanaman yang berada di dalam ataupun di luar rumah makan.

- Supervisor Houseman

Membawahi orang-orang yang khusus menangani segala hal yang berhubungan dengan kebersihan dan perawatan segala hal yang ada di dalam rumah makan..

- Supervisor Satpam

Membawahi satpam-satpam yang khusus menangani keamanan seluruh rumah makan.

- Supervisor Cashier

Menangani para cashier dan bertangung jawab dalam penerimaan pemadsukan uang dari tamu yang datang.

- Administrasi dan Personalia

Menangani orang-orang yang khusus menangani urusan administrasi dan personalia

Asisten

Merupakan bagian di bawah supervisor waiter, bertugas membantu supervisor waiter untuk mengantur waiter

Tugas bagian - Waiter/s

Bertanggung jawab secara khusus untuk mengatur penawaran menu, pemesanan makanan hingga pengantaran makanan.

- Greeter

Bertanggung jawab secara khusus untuk mengatur pelaksanaan

penyambutan tamu saat datang, pengantaran tamu dan untuk melepas tamu

(17)

- Cook

Bertanggung jawab secara khusus untuk untuk segala hal yang dikerjakan di dalam dapur, mulai dari persiapan bahan dan memasak.

- Steward

Bertanggung jawab melakukan pembersihan atau pencucian, perawatan dan penyimpanan alat-alat makan

- Pengadaan

Bertanggung jawab melakukan persiapan bahan-bahan mentah untuk diolah.

- Gudang

Bertanggung jawab melakukan penyimpanan bahan-bahan mentah untuk diolah.

- Elektrik

Bertanggung jawab menangani segala hal yang berhubungan dengan kelistrikan.

- Mekanik

Bertanggung jawab menangani segala hal yang berhubungan dengan kemakanikan.

- Audio

Bertanggung jawab menangani segala hal yang berhubungan dengan audio, peralatan-peralatan seperti speaker, peralatan band dan menyediakan electone bila dalam ada permintaan dari pengunjung yang membutuhkan

- Gardener

Bertanggung jawab menangani perawatan tanaman yang berada di dalam ataupun di luar rumah makan.

- Houseman

Bertanggung jawab menangani segala hal yang berhubungan dengan kebersihan dan perawatan segala hal yang ada di dalam rumah makan..

- Satpam

Bertanggung jawab menangani keamanan seluruh rumah makan.

(18)

- Cashier

Bertanggung jawab dalam penerimaan pemadsukan uang dari tamu yang datang.

Casual

Merupakan tenaga bantuan dari luar yang dibutuhkan untuk menambah pasukan waiter terutama pada hari-hari yang diperkirakan rumah makan akan mengalami kedatangan tamu dalam jumlah yang besar, seperti pada hari-hari libur atau hari-hari besar

Setiap bagian atau divisi saling menghubungi dan menjalin komunikasi yang baik sehingga menjadikan roses kerja lebih baik terorganisir dan dapat mngefisiensi waktu kerja. Hal ini sangat penting terutama bila ada pesanan kedatangan pengunjung dalam jumlah banyak ataupun pada hari ramai seperti Sabtu, Minggu dan hari-hari libur aau hari besar.

c. Posisi produk

Posisi produk dalam hal ini adalah restoran Boyong Kalegan di pasaran adalah memperluas pasar dan menjaga kesetiaan pelanggan dan image yang sudah dibentuk yaitu sebagai restoran keluarga dengan nuansa alam dan musik pendukung selera.

d. Kompetitor/ Pesaing - Pengertian Kompetisi

Kompetisi atau persaingan mencakup semua tawaran dari pesaing serta barang pengganti yang aktual dan potensial yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang pembeli.

6

Philip Kotler membedakan persaingan menjadi 4 level berdasarkan tingkat kemampuan produk untuk menggantikannya, yaitu:

7

1. Persaingan Merek

(19)

Sebuah perusahaan memandang perusahaan lain yang menawarkan produk dan jasa serupa dengan harga yang sama sebagai pesaingnya.

2. Persaingan Industri

Sebuah perusahaan memandang semua perusahaan yang menghasilkan produk atau jenis jasa yang sama sebagai pesaingnya

3. Persaingan Bentuk

Sebuah perusahaan memandang semua perusahaan penghasil produk yang memasok jasa yang sama sebagai pesaingnya.

4. Persaingan Generik

Sebuah perusahaan memandang semua perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan dolar konsumen yang sama sebagai pesaingnya.

Banyak hal yang dapat menjadi pertimbangan untuk menjadikan sebuah perusahaan lain menjadi pesaing. Dalam hal ini Boyong Kalegan memandang rumah makan yang memiliki barang dan jasa yang serupa atau bahkan sama sebagai pesaingnya. Lebih terutama pada penawaran tema dan suasana makan yang serupa merupakan pertimbangan khusus dalam menjadikan rumah makan lain menjadi pesaing Boyong Kalegan. Kisaran harga yang relatif sama juga menjadi perimbangan untuk menjadikan rumah makan lain sebagai pesaing.

- Data kompetitor/ pesaing 1. Moro Lejar

Rumah makan Moro Lejar merupakan pioneer atau perintis dari rumah makan bernuansa alam di daerah Sleman Yogyakarta. Berdiri pada tahun 1989 yang dimiliki oleh seorang bernama Kodiyat. Rumah makan ini terletak di Jalan Pakem – Cangkriman Km 2, Balangan, Wukirsari, Cangkringan, Pakem, Sleman.

Terdiri atas gubuk-gubuk beratapkan genting tanah liat yang berada di atas kolam

dengan gantungan tanaman-tanaman hijau di jalan-jalan penghubung antar

gubuknya sehingga nampak segar dan nyaman dipandang. Moro Lejar

menyuguhkan nuansa alam dengan harmoni suara gemericik air dari pancuran air

yang membuat suasana hati menjadi damai dan santai. Suasana alami pedesaan

berhasil ditampilkan dengan baik oleh rumah makan ini.

(20)

Selain suasana yang demikian menarik, makanan yang disajikan di sinipun berhasil memikat para pengunjungnya. Menu utama yang disuguhkan adalah hidangan ikan air tawar, yang paling banyak digemari adalah ikan gurami, selain itu ikan wader merupakan hidangan yang juga banyak diminati, namun jenis ikan ini tidak selalu ada karena ikan ini adalah jenis ikan musiman. Jadwal buka harian rumah makan ini adalah dari pukul 08.00 sampai pukul 21.00.

Nama Moro Lejar diberi oleh seorang tamu yang sering berkunjung ke rumah makan ini, beliau adalah seorang rahib tua, petapa, rohaniawan. Kata

“moro” berasal dari bahasa Jawa yang artinya datang. Sedangkan kata “lejar”

juga berasal dari bahasa Jawa yang erat kaitannya dengan kata ”penggalih” (lejar ing penggalih). Kata lejar sangat sulit dicari sinonimnya, dalam kata lejar terkandung unsur-unsur susana hati dan jiwa yang sedang berkenan, sedang longgar, sedang dalam suasana damai.

Gambar 2.3. Logo Moro Lejar

(21)

Gambar 2.5. Suasana Rumah makan Moro Lejar

2. Pakem Sari

Pakem Sari merupakan perpaduan rumah makan dan penginapan yang bernuansakan alami pedesaan. Rumah makan ini terletak si Jalan Raya Pakem – Turi Km 0,4 Labasan Pakem Yogyakarta 55582. Memiliki areal yang luas dengan menyediakan berbagai fasilitas, seperti tempat bermain anak-anak (seperti becak air dan ayunan), tempat pertemuan berupa aula yang luas, kolam pemancingan yang luas, cottage di dalam kolam ikan dan juga karaoke.

Memiliki gubuk-gubuk yang terpisah dengan berbagai ukuran dengan letak yang bervariasi tergantung ketinggian tanah, sehingga nampak alami ditambah dengan tanaman-tanaman hijau disekeliling gubuk-gubuk tersebut.

Selain menyediakan hidangan ikan air tawar, rumah makan Pakem Sari juga

mengenyediakan hidangan ikan air laut seperti ikan tengiri, cumi-cumi, kepiting

dan udang.

(22)

Gambar 2.6.Logo Pakem Sari

Gambar 2.7. Denah Lokasi Pakem Sari

Gambar 2.8. Suasana Rumah makan Pakem Sari

(23)

Gambar 2.9. Suasana Rumah makan Pakem Sari

1.2. Analisis Data

1.2.1. Tinjauan Teoritis Analisis

Terdapat berbagai macam model analisa data yang dapat dipelajari, model analisa data yang dapat dipakai meliputi metode-metode sebagai berikut:

a. Analisa SWOT ( Strengths, Weaknesess, Oppurtunities, Threats)

Adalah evaluasi terhadapkeseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

8

1. Analisa SWOT Boyong Kalegan Strengths

• Rumah makan ini membangun gubuk-gubuknya diatas kolam dengan atap welit atau daun tebu dan interior serba bambu yang membuatanya lebih nampak alami.

• Pelayanan yang lebih baik dengan adanya greeter atau penyambut kedatangan dan pelepas kepergian tamu setelah selesai makan.

Didukung dengan adanya pos-pos waiter atau pelayanan yang tersebar di berbagai tempat sehingga memudahkan pengunjung melakukan pemesanan dan meminta bantuan.

• Adanya suasana musik yang selalu ada setiap saat dengan perangkat audio yang tersebar di seluruh wilayah rumah makan. Adanya live music band setiap hari Sabtu dan Minggu didukung dengan letak gubuk tempat band berada di tengah tengah gubuk yang lain sehingga

8 Kotler, Philip. Managemen Pemasaran. Edisi milenium I. Jakarta: PT. Prenhallindo. 2000.

hal. 8

(24)

seluruh gubuk yang menguitarinya dapat menikmati musik dengan nyaman dan langsung dapat melihat pertunjukan band musik tersebut.

• Adanya rakit bambu atau gethek yang merupakan sarana hiburan tersendiri bagi pengunjung, sekaligus memberikan ciri khusus pada rumah makan ini.

• Area parkir yang luas dan berada di dalam wilayah rumah makan sehingga keamanannya lebih terjamin. Tidak dipungutnya biaya parkir dan fasilitas makan gratis bagi sopir.

• Menyedikan area bermain anak seperti ayunan dan jungkat-jungkit.

• Lokasi yang strategis diantara dua lokasi wisata Borobudur dan Yogyakarta.

• Perhatian kepada kebersihan lingkungan dan kesegaran makanan yang terus terjaga.

Weaknesess

• Harga makanan yang terkena pajak Rumah makan dan hotel 10%

masih ditambah biaya service 5 % kadang menimbulkan kesan yang lebih mahal tentang rumah makan ini.

• Karena rumah makan ini bisa menampung banyak pengunjung, kadang bila susana sangat ramai ada pengunjung yang kurang diperhatikan baik sejak datang, memilih tempat, memesan menu sampai pada masalah kelamaan makanan yang dipesan untuk disajikan kepada pengunjung. Hal ini sering meimbulkan kekecewaan pada beberapa pengunjung.

• Hanya memiliki sebuah gubuk yang berukuran besar, sehingga sangat terbatas untuk menerima rombongan dan jumlah besar pada waktu bersamaan.

• Lokasinya tidak dekat dengan pusat kota sehingga membutuhkan niat

khusus untuk datang ke tempat ini.

(25)

Oppurtunities

• Adanya berbagai ciri khas dan fasilitas yang dimiliki oleh Boyong Kalegan seperti live musik dan gethek-nya membuatnya tetap digemari oleh para pengunjung.

• Saat ini kebosanan terhadap segala sesuatu yang serba teknologi dan berbagai hal dalam dunia pekerjaan yang membuat tingkat stess semakin tinggi menjadi sebuah alasan kuat unutk mencari tempat untuk refresing. Boyong Kalegan menyediakan dua hal sekaligus yaiti makanan yang enak dan tempat rekreasi, sehingga makin besar kemungkinan untuk orang datang berkunjung ke tempat ini

Threats

• Adanya berbagai rumah makan lain yang berdiri yang menyajikan suasana dan masakan yang bertemakan sama dengan Boyong Kalegan.

2. Analisa SWOT Moro Lejar Strengths

• Merupakan pelopor rumah makan bernuansakan alam di wilayah Sleman – Yogyakarta, sekaligus juga merupakan yang paling tua sehingga memiliki consumer awareness yang tinggi.

• Suasana alaminya benar-benar disajikan dengan serius, jalan-jalan penghubung antar gubuk yang sarat dengan tanaman hijau sangat menyegarkan mata, dilengkapi dengan alunan musik air dari suara gemericik air yang menambah kedamaian jiwa para pengunjungnya.

• Masakan yang disajikan terkenal enak dan merupakan kebanggaan para pengunjungnya.

• Memiliki ruang pertemuan resmi yang besar untuk berbagai acara besara yang mungkin akan diadakan oleh pengunjung.

• Lokasi yang strategis diantara dua lokasi wisata Borobudur dan

Yogyakarta.

(26)

Weaknesess

• Lokasinya tidak dekat dengan pusat kota sehingga membutuhkan niat khusus untuk datang ke tempat ini.

• Tempat parkir tidak seluas dan seaman Boyong Kalegan dan Pakem Sari, hal ini dikarenakan lokasi parkir yang dekat jalan raya tidak langsung di dalam wilayah rumah makan.

Oppurtunities

• Memiliki peluang yang besar untuk semakin berkembang, terutama karena memiliki tingkat awareness yang tinggi dari konsumen karena merupakan pioneer rumah makan bernuansa alam di daerah Sleman- Yogyakatra.

• Ciri khas yang terus dipertahankan yakni kealamian susana yang benar-benar memberikan kesan pedesaan membuat konsumen memiliki penghargaan dan respect khusus pada Moro Lejar.

Threats

• Adanya berbagai rumah makan lain yang berdiri yang menyajikan suasana dan masakan yang bertemakan sama dengan Moro Lejar.

3. Analisa SWOT Pakem Sari Strengths

• Memiliki siasana yang lebih bervariasi karena letak gubuk yang terpisah satu sama lain dengan ketinggian yang bervasisi.

• Lokasi terbuka dan sangat dekat dengan alam dengan banyaknya tumbuh-tumbuhan dan tanaman di sekitarnya.

• Merupakan rumah makan sekaligus penginapan, sehingga

memudahkan bagi tamu dari luar kota ataupun yang ingin lebih puas

menikmati rumah makan ini bisa memnafaatkan sarana penginapan

yang ada.

(27)

• Adanya sarana bermain, terutama yang diandalkan adalah becak air yang memberikan ciri khas tersendiri dari Pakem Sari.

• Memiliki beberapa gubuk yang luas dan tempat pertemuan yang luas untuk menampung pengunjung dalam jumlah banyak.

Weaknesess

• Tempat yang kurang bersih dan kurang terawat mengurangi kualitas pandang dan suasana yang baik.

• Kurangnya fokus pada rumah makan ini, karena adanya dua buah bidang yang dikembangkan yaitu rumah makan dan penginapan.

Oppurtunities

• Bila dikelola dengan baik dengan meningkatkan performa kerja dan manajemen yang baik serta perawatan yang baik maka rumah makan ini memiliki potensi yang besar untuk lebih banyak dikunjungi oleh konsumen.

• Penginapan yang ada juga merupakan aset yang berharga dari rumah makan ini.

Threats

• Adanya berbagai rumah makan lain yang berdiri yang menyajikan suasana dan masakan yang bertemakan sama dengan Pakem Sari..

• Adanya tempat latihan band di sebelah lokasi rumah makan ini sangat menggangu suasana. Karena yang terdengar hanya dentuman suara bass yang kurang beraturan. Hal ini menjadi pertimbangan tersendiri untuk konsumen tidak mengunjungi rumah makan ini.

b. USP ( Unique Selling Preposition)

Hasil dari analisa SWOT dan persepsi konsumen terhadap produk

menjadi dasar utam penentuan konsep USP. Konsep ini digunakan sebagai

salah satu cara pendekatan positioning.

(28)

Konsep USP adalah merancang suatu model komunikasi untuk menanamakan brand image yang unik di benak konsumen untuk mengkomunikasikan positioning dengan cara-cara tertentu agar komunikasi tersebut dapat diterjemahkan dalam bentuk verbal dan visual.

• USP Boyong Kalegan

Rumah makan bernuansa alami dengan menyuguhkan hiburan musik live dan juga berperan ganda sebagai tempat rekreasi keluarga yang menyediakan gethek sebagai salah satu ciri dari rumah makan ini.

• USP Moro Lejar

Rumah makan bernuansa alami dengan suasana pedesaan yang damai melalui suara aliran air yang melegakan jiwa.

• USP Pakem Sari

Rumah makan sekaligus hotel bernuansa alam, menyediakan fasilitas karaoke, cottage, pemancingan, permainan becak air.

c. Positioning

Menurut Al Ries dan Jack Trout, Positioning adalah bagaimana membedakan diri anda sendiri dalam pikiran calon konsumen anda. Positioning bukanlah suatu yang anda lakukan terhadap produk. Positioning adalah sesuatu yang dilakukan terhadap pikiran calon konsumen anda, yakni menempatkan produk itu pada pikiran calon konsumen.

9

Upaya ini dianggap perlu karena situasi masyarakat atau pasar konsumen sudah over communicated

10

.

Sedangkan Philip Kotler, sang guru marketing mengatakan positioning adalah:

“The act of designing the company’s offering and image to occupy a distinctive place in the target costumers, benefits, and prices”

Hampir sama dengan Ries-Trout, Kotler mengatakan bahwa positioning

tidak lain adalah segala upaya untuk mendesaian produk dan merek kita agar

dapat menempati sebuah posisi yang unik di benak pelanggan., Hasil akhir

(29)

positioning kata Kotler adalah terciptanya proposisi nilai yang pas, yang menjadi alasan bagi pelanggan untuk membeli.

11

Lain halnya dengan MarkPlus&Co, sebuah badan konsultasi marketing yang lebih senang mendefinisikan positioning sebagai :

“the strategy for leading your costumers credibly”

Bagi mereka positioning adalah menyangkut bagaimana kita membangun kepercayaan, keyakinan dan trust kepada pelanggan. Positioning tidak sekedar membujuk dan menciptakan sebuah citra di benak pelanggan tetapi juga bagaimana merebut kepercayaan pelanggan.

12

Ada berbagai kriteria untuk membangun sebuah positioning. Empat buah kriteria yang diusulkan MarkPlus&Co sebagai syarat untuk membangun positioning yang dibuat berdasarkan kajian 4C Diamond dalam model Sustainable Market-ing Enterprise, adalah:

13

1. Customer

Didasarkan atas kajian pelanggan. Positioning harus dipersepsi secara positif oleh para pelanggan dan menjadi alasan membeli mereka.

2. Company

Didasarkan atas kajian pada kapasitas dan kekuatan internal perusahaan.

Positioning harus mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif.

Merupakan sebuah larangan untuk merumuskan positioning jika ternyata tidak bisa memenuhinya, hal ini akan merusak kredibilitas perusahaan di mata pelanggan.

3. Competitor

Positioning harus harus bersifat unik sehingga dapat memudahkan untuk mendeferendiasikan diri terhadap pesaing.

4. Change

Didasarkan atas kajian atas perusahaan yang terjadi dalam lingkunagn bisnis.

Positioning harus berkelanjutan dan relevan dengan berbagai perubahan dalam lingkungan bisnis, apakah itu perubahan persaingan perilaku pelanggan,

11 Kartajaya, Hermawan, dkk. Positioning, Diferensiasi dan Brand. Cetakan kedua. Jakarta: PT.

Gramedia Pustaka tUtama. 2004. hal.57.

12 ibid. hal.57, 60.

13 ibid. hal.62-72.

(30)

perubahan sosial budaya dan sebagainya. Artinya jika positioning yang dirumuskan sudah mulai tidak relevan keadaan harus dipertimbangkan untuk melakukan repositioning.

Berbagai aspek yang dapat digunakan dalam merumuskan positioning adalah:

14

• positioning dapat disusun berdasarkan proposisi nilai dan manfaat yang diberikan.

• positioning dapat disusun berdasarkan capaian (achievement) yang telah dilakukan.

• positioning dapat disusun berdasarkan segmen atau pelanggan yang menjadi target.

• positioning dapat disusun berdasarkan atribut yang menjadi keunggulan merek.

• positioning dapat disusun berdasarkan bisnis baru yang dimasuki

• positioning dapat disusun berdasarkan penggunaan atau usage dari produk atau merek

• positioning dapat disusun berdasarkan jenis pruduk yang ditawarkan, apakah premium, value for money atau produk murah.

• positioning dapat disusun berdasarkan originalitas atau posisi produk atau merek sebagai yang pertama masuk ke pasaran.

Sering kali suatu produk atau merek terjebak dengan keinginan untuk menghasilkan positioning yang kreatif dan sensasional sehingga melupakan esensi dari positioning itu sendiri. Oleh karenanya diperlukan cara-cara yang efektif dalam menyusun positioning. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam dalam menyusun positioning:

1. Identifikasi target segmen yang relevan.

Langkah awal dalam menyusun positioning adalah memahami dengan

baik segmen pasar yang akan menjadi target market. Sehingga positioning

akan tepat seperti apa yang dipersepsikan pelanggan. Pada dasarnya

(31)

positioning adalah membangun kepercayaan konsumen. Oleh karenanya tidak mungkin membangun kepercayaan pelanggan tanpa mengenal siapa pelanggan itu sendiri.

2. Menentukan “frame of reference” pelanggan.

Setelah mengenal pelanggan maka langkah selanjutnya adalah menentukan frame reference. Istilah frame reference merupakan jenis kelamin atau kategori sebuah produk atau merek.

3. Merumuskan “point of differentation”

Langkah berikutnya adalah menentukan alasan mengapa konsumen harus memilih sebuah produk atau merek dari pada produk atau merek yang lain. Intinya adalah mencari perbedaan yang ditawarkan.

4. Menetapkan keunggulan kompetitif

Perbedaan yang ditawarkan tidak hanya dipermukaan saja tetapi harus bisa benar-benar dinikmati sebagi sesuatu yang berbeda. Sehingga point of differentations harus diikuti dengan keunggulan kompetitif yang menyanggupkan pemenuhan perbedaan yang ditawarkan.

Baik Boyong Kalegan, Moro Lejar maupun Pakem Turi pasti memiliki positioning yang berbeda-beda. Hal ini tergantung oleh apa yang ingin ditancapkan di benak konsumen mereka dengan berbagai aspek yang dimiliki.

1. Positioning Boyong Kalegan:

Rumah makan sekaligus tempat rekreasi keluarga dengan musik pendukung selera

2. Positioning Moro Lejar:

Pelopor rumah makan bernuansakan alam dengan alunan musik alam berupa suara gemericik air dan hidangan ikan yang memuaskan lidah

3. Positioning Pakem Sari:

Rumah makan sekaligus penginapan bernuansa alami pedesaan.

1.2.2. Kesimpulan Analisis Data

Boyong Kalegan adalah rumah makan yang memadukan kesegaran

suasana alam dan alunan musik live yang menjadi andalannya. Rumah makan ini

(32)

memiliki pemandangan menarik karena terdiri atas gubuk-gubuk bambu yang berukuran sedang. Gubuk itu didirikan diatas hamparan kolam ikan air tawar yang terhubung antara satu dengan yang lainnya. Ciri khas lain yang dimiliki adalah gethek, yang disediakan di kolam dan dapat digunakan oleh para pengunjung untuk bermain-main. Sasaran utama dari rumah makan ini adalah keluarga, tetapi dengan adanya sajian musik live, terjangakau pula kalangan anak-anak muda yang memiliki berbagai kemungkinan untuk lebih dikembangkan.

Kelemahan yang dimiliki adalah lokasi rumah makan yang tidak berada di tengah kota, sehingga membutuhkan niat khusus dan transportasi tentu daja untuk dapat berkunjung ke rumah makan ini. Harga rumah makan ini terkesan mahal dengan adanya tambahan pajak rumah makan dan pajak layanan. Kedua kelemahan ini nampaknya tidak menjadi masalah yang cukup berarti untuk membuat para konsumen untuk tidak mengunjungi rumah makan ini.

Tetapi keadaan tidaklah selalu setiap saat, pekembangan dan perubahan yang terjadi di dalam berbagai aspek yang tak terduga membuat setiap badan usaha tidak bisa tenang dengan berpuas diri dengan apa yang ada saat ini. Karena apa yang dimiliki pada saat ini belum tentu cukup untuk menghadapi masa-masa yang akan datang. Demikian dengan Boyong Kalegan, tidaklah bijak jika hanya menyajikan apa yang sudah ada selama ini. Perlu banyak perbaikan, pembaharuan, inovasi yang kreatif untuk mempertahankan dan mengembangkan jangkauan terhadap konsumen.

Untuk segi promosi, rumah makan ini belumlah melakukan promosi secara

terorganisir. Promosi yang dilakukan adalah dengan brosur. Isi brosur yang ada

hanyalah tentang penawaran rumah makan secara fisik dan penunjukan letak

lokasi dimana rumah makan ini berada. Karena memiliki tingkat awareness yang

cukup tinggi maka promosi yang dilakukan bisa berkembang tidak hanya modal

fisik dari rumah makan ini tetapi juga menggali potensi emosional yang akan

didapatkan konsumen bila mengunjungi rumah makan ini.

Gambar

Gambar 2.2. Denah lokasi restoran Boyong Kalegan
Gambar 2.3. Logo Moro Lejar
Gambar 2.7. Denah Lokasi Pakem Sari
Gambar 2.9. Suasana Rumah makan Pakem Sari

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penetapan biaya standar untuk biaya produksi yang mencangkup biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan

Pada layar ini yang tampilannya dapat dilihat pada gambar 4.5, ditampilkan general life table yang memuat angka harapan hidup saat lahir hingga tua untuk laki-laki dengan

Dengan hasil tes awal (baseline) tersebut pendidik sangat tertarik sekali untuk melakukan penelitian untuk mengetahui lebih dalam tentang tingkat kemampuan peserta

Metode Multisensori Yaitu memaksimalkan kemampuan visual (kemampuan penglihatan), auditori (kemampuan pendengaran), kinestetik (kesadaran pada gerak), serta taktil

bahwa berdasarkan hal tersebut di atas, PARA PIHAK sepakat untuk mengikatkan diri dalam Kesepakatan Bersama tentang Kerja Sama Pengawasan Obat dan Makanan, dengan ketentuan

Pencabutan dirinya dari dunia luar dan dengan semangat yang tinggi seorang Bodhidharma dalam menjalankan ajaran Buddha tertuang dalam sebuah boneka Daruma, sehingga banyak

Hasil penelitian diatas menunjukkan ibu yang mempunyai pengetahuan yang baik merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kepatuhan ibu baik dalam melakukan

Perpaduan atau keterpaduan (integrasi) di sini tidak dimaksudkan sebagai peleburan atau pencampuradukan anatara ilmu dan agama, karena entitas masing- masing tetap ada