• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata kunci : Perbandingan, Hasil Belajar Mahasiswa, Partisipasi, Jigsaw. Key words : Comparation, Learning of Student, Participation, Jigsaw.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Kata kunci : Perbandingan, Hasil Belajar Mahasiswa, Partisipasi, Jigsaw. Key words : Comparation, Learning of Student, Participation, Jigsaw."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

1

Studi Komparatif Partisipasi dan Asal Sekolah dengan Hasil Belajar Mahasiswa dengan Latar Belakang Sekolah yang Berbeda Ditinjau dari Penerapan Model

Pembelajaran Jigsaw pada Mata Kuliah Ilmu Ukur Tanah Oleh :

Tony Hidayat, Sukatiman2, Budi3

FKIP, JPTK, PTB Universitas Sebelas Maret Surakarta 1 Mahasiswa S1 PTB FKIP UNS

2, 3 Dosen S1 PTB FKIP UNS e-mail: [email protected]

Abstrak : Studi Komparatif Partisipasi dan Asal Sekolah dengan Hasil Belajar Mahasiswa dengan Latar Belakang Sekolah yang Berbeda Ditinjau dari Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw pada Mata Kuliah Ilmu Ukur Tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan hasil belajar Ilmu Ukur Tanah antara mahasiswa yang berasal dari SMK dan SMA melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, (2) Perbedaan partisipasi Ilmu Ukur Tanah antara mahasiswa yang berasal dari SMK dan SMA melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Teknik pengumpulan data dengan pre-test, post-test dan angket. Teknik analisis t-test dengan sampel asal sekolah yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada perbedaan hasil belajar Ilmu Ukur Tanah antara mahasiswa yang berasal dari SMK dan SMA melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, (2) Ada perbedaan partisipasi Ilmu Ukur Tanah antara mahasiswa yang berasal dari SMK dan SMA melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.

Kata kunci : Perbandingan, Hasil Belajar Mahasiswa, Partisipasi, Jigsaw.

Abstract: the comparative study of participation and from origin school with learning of student outcomes with different educational background reviewed from jigsaw learning model application to surveying and mapping course. This study aims to determine : (1) Difference surveying and mapping learning outcomes between students from vocational and high school through the implementation of jigsaw cooperative learning , (2) Difference participation of surveying and mapping learning outcomes between students from vocational and high school through the application of learning jigsaw cooperative . Data collection techniques using by pre-test , post-test and questionnaire. To analyze used the t-test techniques with samples of different origins school . The results showed : (1) There is a difference surveying and mapping learning outcomes between students from vocational and high school through the implementation of jigsaw cooperative learning , (2) There is a difference surveying and mapping participation among students from vocational and high school through the implementation of cooperative learning jigsaw.

Key words : Comparation, Learning of Student, Participation, Jigsaw.

(2)

commit to user

2 PENDAHULUAN

Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang dipelajari oleh peserta didik.

Pembelajaran yang baik tentunya melibatkan semua aspek didalamnya, salah satunya yaitu partisipasi dalam pembelajaran.

Partisipasi merupakan keterlibatan dalam proses pembelajaran yang dapat mempengaruhi hasil belajar yang dilaksanakan. Dalam proses pembelajaran yang baik, partisipasi juga akan aktif dan tinggi. Jika seperti itu hasil yang didapat juga akan baik dan begitu juga sebaliknya. Karena peneliti akan meneliti pada mata kuliah yang berbasis teknik, diharapkan mahasiswa memiliki partisipasi yang baik untung menunjang hasil yang baik pada mata kuliah Ilmu Ukur Tanah.

Mata kuliah Ilmu Ukur Tanah I berjumlah 3 SKS di semester 3 dan Ilmu Ukur Tanah II berjumlah 3 SKS yang sesuai kalender akademik menjadi pedoman pada siakad.uns.ac.id, merupakan mata kuliah yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa pada Program Studi S1 Pendidikan Tehnik Bangunan di Universitas Sebelas Maret.

Mata kuliah ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dalam bidang pengukuran baik secara teori maupun praktek. Dalam mata kuliah yang dipelajari ini, ada perbedaan antara mahasiswa yang berasal dari SMA dengan SMK salah satunya ada yang sudah mendapatkannya dijenjang sebelumnya yaitu mahasiswa yang berasal dari SMK.

Dengan latar belakang sekolah yang berbeda tersebut tentu akan terlihat perbedaan terhadap hasil belajar mahasiswa dalam mengikuti

pembelajaran Ilmu Ukur Tanah. Dalam praktikum Ilmu Ukur Tanah mahasiswa akan berlatih melakukan pekerjaan- pekerjaan survai dan pemetaan, dengan tujuan agar pengetahuan Ilmu Ukur Tanah yang didapat dibangku kuliah dapat diterapkan di lapangan seperti dalam perencanaan pembangunan jalan raya, bandara, waduk dan lain-lain.

Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat memahami dengan baik aspek diatas. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Studi Komparatif Partisipasi dan Asal Sekolah Dengan Hasil Belajar Mahasiswa Dengan Latar Belakang Sekolah Yang Berbeda Ditinjau Dari Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Pada Mata Kuliah Ilmu Ukur Tanah”.

Maka dalam penilitian ini dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1) Apakah ada perbedaan hasil belajar Ilmu Ukur Tanah antara mahasiswa yang berasal dari SMK dan SMA melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw? 2) Apakah ada perbedaan hasil belajar Ilmu Ukur Tanah antara mahasiswa yang berasal dari SMK dan SMA melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw?

Memperhatikan perumusan masalah di atas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Untuk melihat perbedaan hasil belajar Ilmu Ukur Tanah antara mahasiswa yang berasal dari SMK dan SMA melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. 2) Untuk melihat perbedaan partisipasi Ilmu Ukur Tanah antara mahasiswa yang berasal dari SMK dan SMA melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.

Agus Suprijono (2009: 54) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang

(3)

commit to user

3 lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Secara umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, di mana guru menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu siswa menyelesaikan masalah yang dimaksudkan. Guru biasanya menetapkan bentuk ujian tertentu pada akhir tugas.

Dalam penelitian menggunakan model pembelajaran tipe jigsaw. Dalam model pembelajaran jigsaw ini mahasiswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukanakan pendapat, dan mengelolah informasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi, anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari, dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya. (Rusman, 2008:

203)

METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan pada Pendidikan Teknik Bangunan JPTK FKIP UNS angkatan 2012. Terdapat 60 mahasiswa dalam semua kelasnya dan diambil semua sebagai sampel penelitian didasarkan pada anjuran

Suharsimi Arikunto (1992:109).

Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Bangunan Semester IV Universitas Sebelas Maret Tahun Ajaran 2013/2014 sebab jumlahnya kurang dari 100 orang. Waktu penelitian dari bulan Maret sampai Agustus 2014.

Instrumen pengumpulan data berupa tes dan angket. Tes untuk mengukur hasil belajar Ilmu Ukur Tanah. Angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang partisipasi mahasiswa baik mahasiswa lulusan SMA dengan SMK guna memperoleh informasi yang dibutuhkan peneliti.

Teknik analisis yang digunakan adalah analisis t-test dengan variabel SMA dengan SMK.

PEMBAHASAN

Peneliti menggunakan bantuan Microsoft Office Excel 2010 dalam proses tabulasi dan perhitungan data. Uji prasyarat analisis data meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas dan uji homogenitas hasil belajar seluruhnya melibatkan 2 komponen tipe tes, yaitu pre-test dan post-test. Begitu pula partisipasi meliputi partisipasi tinggi dan partisipasi rendah.

Berikut adalah hasil uji normalitas Chi kuadrat hasil belajar dan partisipasi.

Tabel. 1 Uji Normalitas

Interval fo fh fo-fh (fo-fh)² (fo-fh)²/fh

142 - 151 5 2 3 9 4,50

152 - 161 7 8 -1 1 0,15

162 - 171 15 20 -5 30 1,47

172 - 181 20 20 0 0 0,01

182 - 191 9 8 1 1 0,10

192 - 201 4 2 2 4 2,00

Jumlah 60 61 -1 45 8,23

(4)

commit to user

4 Perhitungan diatas didapatkan Chi kuadrat = 3, selanjutnya harga ini dibandingkan dengan Chi Kuadrat tabel dk (derajat kebebasan) 6 – 1, menunjukkan bahwa jika dk = 5 dan kesalahan yang ditetapkan 5% maka harga Chi Kuadrat tabel = 11,070.

Karena 3 < 11,070, maka distribusi data nilai statistik sampel tersebut dinyatakan normal. Selain uji normalitas penelitian anava juga melalui uji homogenitas; Berikut hasil uji homogenitas penelitian teknik varian.

Tabel 2. Uji Homogenitas

No Data Populasi Varians (S²)

1 Hasil Belajar SMA 1076031,98

2 Hasil Belajar SMK 660943,8

Homogenitas hasil belajar : F =

=

= 1,63

Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh Fhitung = 1,63 selanjutnya dikonsultasikan dengan harga Ftabel

dengan dk pembilang (40-1) = 39 dan dk penyebut (20-1) = 19, dengan taraf signifikansi 0,05 diperoleh Ftabel = 2,03 (Fhit = 1,63 < Ftab = 2,03). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa varians ke empat sampel tersebut bersifat homogen untuk taraf signifikansi 5%.

Dengan hasil pengujian kedua persyaratan tersebut, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, maka dapat disimpulkan bahwa persyaratan untuk menerapkan pengujian t-test dapat dilakukan.

Berdasarkan perhitungan t-test diperoleh t hitung = 5,06 > t tabel = 2,0017 derajat kebebasan 1 pada taraf

signifikansi α = 0,05. Ho ditolak, Ha dierima. Artinya terdapat perbedaan hasil belajar dan partisipasi secara keseluruhan antara mahasiswa yang berasal dari SMA dengan SMK. Dengan hasil dimana mahasiswa yang berasal dari SMK memiliki rata-rata yang lebih baik dibandingkan mahasiswa yang berasal dari SMA.

Berikur tabel hasil penelitian dari t-test.

Tabel 3. Hasil Penelitan

Formulas SMA SMK

Mean 166,2 182

Variance 168,78 63,1

Observations 40 20

Pooled Variance 134,18

Hypothesized Mean

Difference 0

df 58

t Stat -5,06

P(T<=t) one-tail 2E-06 t Critical one-tail 1,6716 P(T<=t) two-tail 5E-06 t Critical two-tail 2,0017 Keputusan uji: Hipotesis diterima.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka kesimpulan penelitian ini adalah: 1) Ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa asal SMA dan SMK ditinjau dari model pembelajaran tipe Jigsaw pada mata kuliah Ilmu Ukur Tanah. Ada perbedaan hasil belajar mahasiswa antara yang berasal dari lulusan SMA dengan mahasiswa yang berasal dari lulusan SMK ditinjau dari penerapan model pembelajaran tipe Jigsaw pada mata kuliah Ilmu Ukur Tanah jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun ajaran 2013/2014. Hasil belajar mahasiswa yang berasal dari SMK lebih baik dari pada mahasiswa yang berasal

(5)

commit to user

5 dari SMA ditinjau dari penerapan model pembelajaran tipe jigsaw pada mata kuliah Ilmu Ukur Tanah. Model pembelajaran tipe Jigsaw menggunakan metode diskusi dimana masing-masing kelompok terdiri dari kelompok ahli.

Untuk mahasiswa asal SMA yang belum memiliki wawasan sebelumnya, tingkat daya tangkap materinya lebih rendah. Terbukti hasil belajar mahasiswa asal SMA lebih rendah dibanding mahasiswa asal SMK, dari rata-rata hasil tes maupun uji secara statistic keseluruhan. 2) Ada perbedaan partisipasi antara mahasiswa asal SMA dan SMK ditinjau dari model pembelajaran tipe Jigsaw pada mata kuliah Ilmu Ukur Tanah.

Hasil belajar Ilmu Ukur Tanah diukur terbatas pada materi poligon terbuka, yang mana pengaruh transfer of learning mata pelajaran matematika tidak signifikan. Model pembelajaran tipe Jigsaw menggunakan metode diskusi dimana masing-masing kelompok terdiri dari kelompok ahli.

Untuk mahasiswa asal SMK yang sudah memiliki wawasan luas, bisa memungkinkan untuk menangkap materinya lebih tinggi. Hasil belajar mahasiswa asal SMA lebih rendah dibanding mahasiswa asal SMK, dari rata-rata hasil tes maupun uji secara statistik keseluruhan. Mahasiswa asal SMK cenderung lebih aktif dalam pelaksanaan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Ariesky, Prayudi. 2013. Studi Perbandingan Hasil Belajar Mahasiswa Yang Berasal Dari SMK Dengan SMA Pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.

Skripsi pada FT-UNP Padang:

tidak diterbitkan.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian.

Jakarta : Rineka Cipta.

Arikunto, S. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Arsyad, A. 2013. Media Pembelajaran.

Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Aunurrahman. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta

Budi, S, S. 2014. Pengaruh Media Pembelajaran Dengan Google Sketchup Dan Bakat Terhadap Prestasi Belajar Menggambar 3D Pada Mata Pelajaran Menggambar Dengan Perangkat Lunak Di Kelas XI Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Sukoharjo. Skripsi pada FKIP- UNS Surakarta: tidak diterbitkan.

Budiharjo, S. 2005. Pengaruh Asal Sekolah Terhadap Partisipasi dan Hasil Belajar Mata Kuliah Ilmu Ukur Tanah Mahasiswa Program DII Teknik Sipil Semester II Tahun Ajaran 2004/2005. Skripsi pada FKIP- UNNES Semarang: tidak diterbitkan.

Budiyono. 2004. Statistika Untuk Penelitian. Surakarta : UNS Press.

Dalyono. 2009. Psikologi Pendidikan.

Jakarta : Rineka Cipta.

Depdiknas. 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta:

Dikmenum. Depdiknas.

Frick, H. 2012. Ilmu dan Alat Ukur Tanah. Yogyakarta : Kanisius

(6)

commit to user

6 Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif.

Pekanbaru : Pustaka Pelajar Jhonson, Anita Lie. 2007. Cooperative

Leraning. Jakarta : Grasindo.

Kurniawan, E., Mutaqimah, E. (2009).

Penilaian. Jakarta: Depdiknas.

Lila, M. 2007. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dipadu Problem Posing pada Konsep Animalia dan Ekosistem untuk Meningkatkan Proses, Hasil Belajar, Sikap, dan Respons Siswa Kelas X SMA Wahid Hasyim Malang Tahun Ajaran 2005/2006. Skripsi pada PPS Universitas Negeri Malang:

Tidak Diterbitkan.

Martinis, Yamin. 2004. Strategi Pembelajaran berbasis Kompetensi. Ciputat: Gaung Persada Press.

Martinis, Yamin. 2008. Paradigma Pendidikan Konstruktivistik.

Jakarta: Gaung Persada Press.

Miller, P. W. (2008). Measurement and teaching. Indiana: Patrick W.

Miller & Associates.

Muhibbin, S. 2005. Pemilihan Hasil Proses Belajar Mengajar.

Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.

Lie, Anita. 2007. Kooperatif Learning (Mempraktikkan Cooperative Learning di. Ruang-ruang Kelas). Jakarta: Grasindo.

Rifa’i, A., Anni, C.T. 2009. Psikologi Pendidikan. Semarang : UNNES Press.

Rohman, Arif. 2009. Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan.

Yogyakarta : Laksbang Mediatama.

Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta:

PT. Rajagrafindo Persada.

Safrel, I. 2002. Kemungkinan Penerapan Metode ARCS Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mata Kuliah Ilmu Ukur Tanah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan T.

Sipil FT UNNES. Semarang:

LEMLIT.

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Sanjaya, Wina. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:

Kencana Prenada.

Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning : Theory, Research and Belajar Peserta Didik.

Jakarta : Dirjen Dikdasmen Depdiknas.

Sudjana. 2005. Metoda Statistika.

Bandung : Tarsito.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta

Sugiyono. 2013. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Sukardi. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara

(7)

commit to user

7 Sukatiman, Siswanto, B., Budhi, B. S.

2012. Dasar-Dasar survei dan Pemetaan. Surakarta : UNS Press.

Suprijono, A. 2013. Cooperative Learning. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Suradji. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Surakarta : UNS Press.

Tim Skripsi. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Winkel, 2010. Psikologi Pengajaran.

Jakarta: PT. Gramedia.

Wirodikromo, S, 2010. Matematika SMU 1. Jakarta: Erlangga.

Gambar

Tabel 2. Uji Homogenitas

Referensi

Dokumen terkait

reducida y son conocidos como zooplancton (segundo eslabón de la cadena). El mapa muestra a) ubicación de Bahía Encerrada frente a la ciudad de Ushuaia, b-c) vista general de

Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,

Pada diri Nabi sendiri, kalaupun harus melakukan dakwah dengan tahapan penegakan daulah, bukanlah karena hal yang lain, akan tetapi untuk menegakkan daulah dengan hanya niatan

Setiap pengguna akan melakukan survei yang akan menjadi acuan kemiripan karakteristik dengan suatu tokoh tertentu, lalu sistem akan menampilkan sejarah dari tokoh yang

Skripsi yang berjudul: Pelaksanaan Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs AL- ISLAM Kabupaten Tabalong Tahun Pelajaran 2019/2020 ditulis oleh Rahmatullah Amin

Adanya fasilitasi mesin dan peralatan produksi berupa Penyangrai dan Penggiling Penggerus untuk produksi sambel pecel terbukti efektif untuk memperbaiki sistem produksi

b. Peningkatan jumlah/ viskositas sekret paru. Menyatakan/ menunjukkan hilangnya dispnea. Mempertahankan jalan nafas paten dengan bunyi nafas bersih c. Mengeluarkan sekret

Dari Gambar 8 dapat dilihat bahwa semakin bertambahnya waktu simpan dari soyghurt, maka jumlah koloni bakteri akan semakin meningkat hingga waktu tertentu, kemudian jumlah